PROMPT by req | KyuMin Drabble| Happy Kyudays

HAPPY KYU DAYS!

Hari ini 우리 사랑하는 아빠 Ulang tahun yang ke 27…

Happy Birthday!

Kita do’akan semua yang terbaik buat Kyuappa, dan semoga makin cintah sama Ming Umma.

Nah, buat ngeramein haru Ultah Kyu appa aku udah ngadain PROMPT by req di Grup Kyumin and Friends yang ada di Facebook. Prompt itu udah aku terusin dan aku selesain jadi sebuah drabble. Sekarang kita share yah…

Enjoy!


Prompt req by Andi Sartika

“Hei Kyu,, aku lagi teringat sesuatu” Kyuhyun memandang Sungmin yang lagi sibuk memakan kue ulang tahunnya, seolah mengatakan ‘apa?’. ” Kau pernah bilang beberapa hari yang lalu kalau di ulang tahunmu yang sekarang kamu ingin mengatakan sesuatu yang penting padaku. Apa itu?” Tanya Sungmin. Kyu tersenyum kemudian berbisik di telinga Sungmin …

.

“Apa Kyu?”

“Tidak jadi, aku sudah lupa.” Kyuhyun kemudian mulai ikut memakan kue Sungmin. Karena merasa kecewa, Sungmin menyembunyikan kuenya di belakang tangannya.

“KAu bukan pelupa Kyuu, kau pasti mau menghindar. Ugh… menyebalkan.”

“Memang kenapa? Sepertinya kau mengharapkan sesuatu?”

“Ah.. sudah tidak ingin mendengar lagi.” Sungmin meletakkan kuenya di meja. “Sana, makan saja kuemu. Aku mau tidur saja.”

“Eih… uri bunny marah.”

“Ahni, aku tidak marah.” Sungmin berhenti sejenak dan menatap kesal pada Kyuhyun. “Kau saja yang suka menghindar.”

“Memangnya kau berharap aku mengatakan apa?” Kyuhyun mendekati Sungmin dan memeluknya dari belakang. Mencium wangi leher Sungmin yang manis dan terasa seperti cerry. Kyuhyun mengecupi pelipis Sungmin.

“Aku tidak berharap, apa-apa. Ah… sudahlah, happy birthday Kyunie.” Sungmin memutar tubuhnya. Ia melingkarkan kedua lengannya di leher Kyuhyun dan berjinjit sedikit lalu mencium perlahan bibir tebal Kyuhyun. “Aku hanya berharap kau mengatakan sesuatu, yah… mungkin yang bisa membuatku senang.”

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia memegang satu tangan Sungmin dan mengarahkannya ke bokongnya, lalu mengarahkannya masuk kedalam kantong celananya. Ia mendekati telinga Sungmin. “Pakailah…”

“Kyu…” Sungmin hampir tak percaya dengan apa yang ia temukan di kantong celana Kyuhyun.

“Hadiah untukmu, baby Ming.”

Kyuhyun mengambil cincin itu dari tangan Sungmin dan memakaikannya di jari Sungmin. “Ah… pas sekali.”

“Sungmin-ah… itu aku yang pilih lho…!”

“YAHHH! HEECHULL!”

Dan lagi-lagi, Heechul oppa yang cantik jelita, menjadi pengganggunya. Ahahhaa…!

END

.

.


Prompt req dari Lee Lees Kim:

Kyuhyun merasa ada yang memeluknya erat dari arah belakang,,seketika kyuhyun pun mengernyit kaget dan saat dia membalikkan badanya,dia amat terkejut ternyata yang memeluknya erat tersebut adalah…

Heechul.

Kyuhyun langsung melepaskan kedua tangan Heechul di pingangnya. “Yah… Apa-apaan sih Hyung. Aku kira…”

“Sungmin. Huuuh!” Heechul mendorong wajah Kyuhyun dengan telapak tangannya yang lebar itu. “Mengharap saja, Kyu. Sungmin masih ada di Manila, dan kau masih harus main drama musical dengan Nenek lampir itu.”

“Namanya juga cari uang, Hyung.”

Kyuhyun menghampiri Heechul yang sedang bermain dengan Heebum. ” Jangan dekat-dekat, kau membuat Heebum takut.”

“Ih… pelit sekali.”

“Bukannyakau juga harus syuting radio star?”

“Ah, iya … hampir lupa.”

Kyuhyun segera beranjak ke kamarnya. Tapi saat melewati kamar Sungmin, ia merasa ada yang aneh. Kamarnya terbuka dan juga samar terdengar suara orang bernyanyi.

Kyuhyun mulai takut dan merinding. Sejak kapan di dorm mereka ada hantu? Tapi, Kyuhyun harus memastikannya. “Ugh… baiklah, akan aku pastikan.”

Kyuhyun membuka kamar Sungmin yang memang ternyata tidak di kunci. Semakin ia masuk kedalam, semakin keras nyanyian terdengar.

Kyuhyun berjalan semakin pelan dan takut-takut. “Kenapa seperti suara Sungmin?”

Akhirnya dengan cepat Kyuhyun membuka pintu kamar mandi.

“YA!”

“Aww… Ming!”

Kyuhyun mengusap wajahnya yang sukses menjadi sasaran tepat lemparan spons gosok dengan stik panjang yang keras. “Pasti hidungku berdarah.” Kyuhyun merasakan Sungmin membersihkan wajahnya dengan handuk.

“Mianhe, Kyu… aku…”

“Bukannya harusnya kau ke Manila, lalu kenapa masih disini?”

“Aku ketinggalan pesawat, jadi ya… besok saja.”

Kyuhyun terpesona.. Ah, bibir pouty Sungmin memang sangat cantik. Dan terlebih, tubuh Sungmin hanya berbalut busa yang perlahan meletus dan menghilang dari tubuh Sungmin.

“AWWW…” Sungmin menjerit pelan, saat tangan Kyuhyun meremas bokongnya.

“Kyu, besok aku harus ke Manila da_”

“Kan perginya besok, jadi sekarang main denganku.”

Sungmin hanya bisa pasrah. “Kyuhhh…

END

.

.


Prompt req Sunrise NukoSatry Fadia:

Hyung, kau melihat ming hyung dimana? Aniyo. eeeeee, ooooo..isk dia dimana? Miiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing…

.
Kyuhyun sudah mencari Sungmin ke seluruh penjuru dorm, tapi tetap saja tidak ketemu. Ia baru saja menelfon Ryeowook, dan namja itu hanya mengatakan ia pergi hanya bersama Eunhyuk.

Ia sempat bertanya pada Heechul, tapi yang ada malah ia diacuhkan.

“Ugh! Kenapa semya hyung pergi dan tidak mempedulikan aku, padahal aku sedang sakit.” Kyuhyun akhirnya kembali ke kamarnya.

Ia merasa tidak dipedulikan. Kyuhyun kemudian menyembunyikan tubuhnya di balik selimut tebal, dan iseng-iseng ia memotretnya dan mengunggahnya di twitter.

kyuhyun tak pernah cengeng,tapi ia sedih karena tak ada satupun hyung yang mempedulikannya. Akhirnya Kyuhyun mencoba untuk tidur, tapi sebelum ia benar-benar terlelap…

.
cklek…

“Kyu?”

‘Suara Sungmin hyung… ‘ Kyuhyun langsung berpura-pura memasang wajah memelasnya.

“Kau sakit?”

“Nde Ming, dan tak ada satupun yang merawatku. Bahkan mereka semua pergi. Ah… aku juga lapar.”

“Mianhe, Kyunie. Sekarang tunggulah disini karena aku akan membuatkanmu bubur.”

“Ah… ahni. Nanti saja Ming, sekarang temani aku tidur dulu.”

“Kau yakin? Bukannya kau lapar? ”

“Jika aku sudah tidur kau baru boleh pergi dan memasak. Dan bangunkan aku jika sudah matang nanti.”

“Aigo! Manja sekali!”

“Yah Heechul hyung, diamlah. Jangan mengganggu kami.”

.

END

.

.


Prompt req by: Cho KyuMin ElfJoyer

Kyuhyun tengah mengintip kegiatan seseorang yang tengah bercanda dengan temannya dari ujung tangga sekolahnya. Dengan serius Kyuhyun memperhatikan Si namja manis yg dikaguminya. Ia kaget saat sang namja manis menuju kearahnya, kemudian Kyuhyun dengan cepat menaiki tangga untuk kabur. Tapi…

GUBRAK!

Kyuhyun harus rela jatuh dengan sangat tidak elit hanya karena tak melihat anak tanga yang ia naiki. Kyuhyun meringis, memasang wajah polosnya yang gagal itu. Sementara Sungmin, ia sempat tertawa sebelum akhirnya menolong Kyuhyun.

“Seharusnya kau melihat tangganya.” Sungmin membantu Kyuhyun berdiri. Ia merapikan seragam Kyuhyun dan memasangkan kembali kacamatanya. “Untung saja kacamatamu tidak pecah.”

MAu tak mau Kyuhyun hanya mengangguk seperti orang bodoh. Sungmin memang benar-benar manis. Dilihat dari jauh saja dia sangat indah, dan jika dilihat dari jarak dekat seperti ini…

“Kyu… Hei, jangan melamun.”

Kyuhyun hanya mengangguk dan kembali menunduk. “Eh… kau tahu namaku?”

Sungmin hanya tersenyum. Ia menegakkan wajah Kyuhyun dengan mengangkat dagunya. “Untuk namja tampan sepertimu, aku tahu semua tentangmu.”

Dan setelah itu Kyuhyun merasa pusing.

“Kyu… ah… kau mimisan! Aigo…!”

.
Brugh…

“Yah! KYU..!” Sungmi melihat ke sekitarnya. “Hyukkie-ah…! Tolong, Kyuhyun pingsan!”

“Kyuhyun? Siapa dia?”

Meski Hyukkie tak tahu pasti siapa Kyuhyun, tapi ia tetap mendekat pada Sungmin dan menolong namja nerd yang aneh si kutu buku yang sedang di tolong Sungmin.

“Ini salahmu, Ming. Dia selalu mimisan jika bertemu denganmu.”

Sementara Sungmin dan Hyuk kesusahan memapah tubuh Kyuhyun, Kyuhyun malah tersenyum dalam mimpinya. Ah… ini indah sekali. ‘Aku tak menyangka, Sungmin sunbae tahu aku.’

END

.

.


prompt req: Whulan Octantya M. Peni

.
sungmin baru saja selangkah masuk ke kamarnya, dan begitu terkejut setelah melihat kyuhyun…

.
sedang bersembunyi dibalik selimutnya. Sungmin merasa heran karena jarang sekali Kyuhyun menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut, bahkan sampai tak terlihat apapun. Dan lagi ini musim panas,apakah Kyuhyun sakit lagi?

Sungmin mengerutkan keningnya.

“Hhhhh…”

Sungmin merasa mendengar suara-suara yang emmmm… yah seperti mendesah.

Tidak mungkin Kyuhyun sedang bermain sendiri? Aish… Sungmin mencoba menghilangkan pikiran kotornya.

Kyuhyun habis sakit jadi tak mungkin ia sedang… eum…

Ah mungkin saja dia demam lagi. Sungmin segera berlari menuju kasur Kyuhyun. Ia kemudian berusaha membuka gumpalan selimut yang melilit tubuh Kyuhyun.

“Kyu…”

“Eh…Ming…”

Wajah Sungmin memerah. “Ah… Mianhe Kyunie, aku pikir kau sakit lagi jadi… ”

“Ah… Ming, aku … ini…”

” Sebaiknya aku pergi saja.”

Sungmin hendak berbalik tapi Kyuhyun meraih tangannya dan menarik lembut tubuh Sungmin. “Aku memang sudah sembuh tapi ini sakit Ming…” Kyuhyun mengarahkan tangan Sungmin menuju ke bagian bawahnya.

“Mmmhh…Ming.” Kyuhyun menggerakkan tangan Sungmin untuk meremas litte Cho yang sudah mengeras.

“Salahmu sendiri melihat video seperti itu.”

“Itu karena kau tak memberikan aku jat…”

“Yah! Kalau mau main, cepatlah. Aku sudah menunggu dari tadi.”

Mendengar suara cempreng Heechul, tanpa basa-basi Kyuhyun langsung turun dari bed-nya dan kemudian menutup jendela balcon tempat Heechul tengah mengintip mereka.

“Jangan menggangguku! Dasar Janda kesepian!”

“Awas kau Kyu!”

.

End

.

.


Prompt req by Megumi Kishimoto

Mulutnya kembali dibuat ternganga, pemandangan yang -menurutnya- terlihat begitu indah itu seolah menyilaukan matanya. Sosok tampan itu sedikit membenturkan kepalanya pada dinding kamar mandi didepannya, mengutuk segala sensasi panas yang kini semakin menjalari tubuhnya, harum vanila yang singgah pada indra penciumannya itu seolah memabukan, semakin besar, hasrat yang seolah memuncak dan berpusat pada tubuh bagian selatannya. Demi tuhan, demi seluruh panggilan setan yang selama ini ia terima, dan demi semua koleksi game yang ia punya, mengintip seorang Lee Sungmin yang tengah mandi itu tak berbeda seperti kau yang berniat mengambil madu di sarang lebah, begitu manis.. dan memabukan. Namun disaat bersamaan dapat membuatmu menjerit frustasi karena sengatan-sengatan panas tak terduga. “oh, so damn Lee Sungmin.”

Kyuhyun berulang kali meneguk air liurnya, dan bahkan sempat mengusap air liur yang masih keluar dari bibirnya. Kedua matanya semakin terbuka lebar saat melihat Sungmin tengah mengusap spons penuh busa sabun di dadanya. “Ugh… bahkan nipplenya pun sangat merah.” Kyuhyun tak tahan lagi.

Entah sadar atau tidak, tapi tangannya mulai menjalar kebawah dan berhenti tepat diantara kedua kakinya. Ia sempat mengumpat pelan saat merasakan bahwa little Cho sudah benar-benar mengeras. “Sial…”

Kyuhyun menggeram pelan. Ia menyandarkan tubuhnya di ambang pintu. Semakin menggila saat Sungmin tengah mengusap kedua sisi butt penuhnya yang sangat menggoda. Kyuhyun semakin merasa panas tak karuan.

Dengan tergesa dia menurunkan boxer serta celana panjangnya. Ia segera meraih juniornya dan mulai mengurutnya perlahan.

Kyuhyun semakin dan semakin menggila. Sungmin tengah memainkan juniornya yang hampir menegang. Membiarkan tangannya yang penuh dengan buih sabun memanjakan junironya. Terkadang terdengar lenguhan pelan Sungmin, membuat Kyuhyun semakin menggila.

Pluk…

Eh?

Kyuhyun merasa aneh. Ada yang menepuk bahunya. Dan belum sempat ia menoleh kebelanga, wajah evil nan menakutkan itu muncul di samping wajah Kyuhyun. “Hei… jangan berdiri di pintu seperti orang bodoh. Kenapa tak kesana saja dan bermain dengannya. Bodoh!”

“Pergi kau hyung… dasar setan menyebalkan! Janda kesepian, kau suka sekali mengganggu kesenanganku.”

Setelah berhasil mengusir Heechul keluar dari kamar tidur Sungmin, Kyuhyun kemudian bergegas hendak kembali ke kamar mandi dan meneruskan kegiatannya, tapi…

“Ming…”

Entah harus shock atau senang, tapi yang jelas little Cho sangat bahagia saat menemukan Sungmin sudah siap menerimanya, terlentang di bed lebar, dengan senyum sexynya.

“Happy birthday BabyKyu…”

END

.

.


prompt req dari: Tyarha Ciie’ D’Rezpector Pororo:…

Sungmin diam2 datang ke drama musical kyuhyun untuk memberi kejutan. Tapi disana tidak sengaja sungmin melihat Kyuhyun sedang. . .

berusaha melepaskan kostum yang ia pakai. Sungmin mendekat dengan perlahan, hampir tak bersuara. Ia menutup ruang ganti itu dengan sangat perlahan, berdo’a dalam hati agar kyuhyun tak menyadari keberadaannya. Sungmin tersenyum saat melihat Kyuhyun yang tak menyadari kehadirannya. Setelah memastikan pintu terkunci, Sungmin mengendap pelan menuju meja rias, dan meraih ikat kepala Kyuhyun. Ia mengambilnya dan dengan gerakan yang sangat cepat, Sungmin mengikatnya untuk menutupi kedua mata Kyuhyun.

“Hei ..! ” Kyuhyun berusaha untuk menangkap orang yang mengerjainya. Tapi Sungmin sangat pintar, ia bersembunyi dibelakang Kyuhyun dan terus memegang ikat kepala itu.

Tawa Sungmin hampir pecah saat mendengar Kyuhyun mengeluh, dan ia juga kasihan karena ia sadar ia sudah menarik ikat kepala itu terlalu keras.

“Yah! Cho Sungmin, jangan pikir aku tak tau itu kau ya! ”

Kyuhyun memutar tubuhnya dengan cepat, dengan sengaja membuat Sungmin kewalahan dan akhirnya melepaskan ikat kepala itu.

“Ah..Kyunie tidak asik. Kukira kau tak tahu itu aku. ”

“Salah sendiri, kau pakai parfum yang sama.” Kyuhyun tersenyum dan meraih dagu Sungmin. “Jangan seperti itu didepanku, aku bisa menyerangmu kapan saja.”

Bukannya berhenti memainnkan lidah dan bibirnya, Sungmin malah semakin menggodanya. Ia menjilat telinga Kyuhyun, “Aku sudah mengunci pintunya.”

“Dasar kelinci nakal.”

.

END

.

.

Gimana? Asyik kan main prompt by req. Nah, kalau ada yang mau ikutan main, cukup komen atau kirim PM ke akun FB aku . Kajja, kita ramein ultah Uri Appa…

LOVE YA!

 

Iklan

HORMONES- The Confusing teens-Testosteron part 2_KyuMin|YAoi

Author : rainy hearT

Length : Series (?)

Rated : T

Cast :

-Cho Kyuhyun & Lee Sungmin

– EunHae

-BaDeul

-HanChul x SiChul

-YeWook

-YunJae

-OnKey

-2Min

Pairing : || KYUMIN |

Desclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi…#

Genre : ||Drama || Romance|| Angst | Fluff

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Sumarry : I just pick some scene’s from mini series from Thai, named Hormones. It’s just get inspired by the tittle, but actually the story inside was so different, not same as the series. If you like Thai series, better chek it out. The mini series was so damn fucking good. Trust me.

.

Another PRESENT From Me

.

~The Confusing Teens~

.

Just KYUMIN

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash.

.

HAPPY READING

.

.

Part 2

.

.

Seoul International school

.

.

“CHA! Kembali lagi di SIS TV ! Seoul International School official TV.” Baro menyapa dengan gaya khasnya dan juga kaca mata bingkai hitam yang mertengger dihidungnya membuatnya semakin terlihat tampan.

“Nde, BaDeul forever cute and lovely couple yang super duper imut ini bakal ngasih info terbaru tentang kegiatan sekolah di akhir tahun.” Sandeul berbicara dengan suara nyaring nan keras, dilengkapi dengan mic lolipop terbaru buatan club elektro yang ia ikuti. “Bukankah begitu, Baro?”

“Nde, duck-ey…”

“Yahhh! Baro! Kenapa memanggilku duck-ey?” Sandeul mempouty-kan bibir eksotisnya (?), dia kemudian kembali mengarahkan camera ponselnya ke arah wajahnya yang super duper imut itu, bahkan tak menyisakan sedikitpun ruang untuk wajah masam Baro.

“Sudahlah, kita lupakan dulu Baro menyebalkan. Nah… hari ini adalah hari pertama dari event tahunan yang selalu diadakan oleh sekolah kita.”

“Nde!” Baro menyahut keras dan kembali menarik kamera ke wajahnya. “Heum… aku penasaran apakah semua siswa sudah menentukan club apa yang akan mereka ikuti?”

“Nde, karena hari ini semua klub akan menunjukkan kelebihan klub mereka untuk menarik perhatian semua siswa. Wah… hari ini akan sangat menyenangkan dan juga akan ada games yang pastinya ada hadiahnya juga.”

Sandeul tersenyum saat melihat Sungmin. Ia segera menghampiri Sungmin dan kemudian menyodorkan mic lolipop miliknya. Sungmin segera memberi salam ke kamera yang sudah mengarah padanya.

“Annyeong, naneun Lee Sungmin dari club jurnalis. Ah… aku sangat berharap tahun ini club kami akan mendapatkan banyak teman baru. Jika kalian memiliki bakat menulis, atau menggambar, ataupun suka membaca dan menulis, nah… selamat bergabung di club kami. Aku tunggu yah…”

Dan terus berlalu, Sandeul dan baro mewawancarai lebih banyak lagi siswa dan juga senior dari masing-masing club. Suasana sekolah akan sangat ramai untuk 2 hari kedepan.

.

.

.

“Ayo-ayo, bergabunglah dengan club kami. Kita bisa saling berbagi pengalaman dan juga menambah pengetahuan. Ayo, masuklah club jurnalis.”

Sungmin dengan semangat terus sibuk membagikan brosur klub miliknya. Ia sangat puas saat melihat banyak siswa baru yang tertarik untuk mengikuti klub mereka, dan bahkan juga mendedikasikan dirinya sebagai penyumbang cerita, comic atau live news di majalah elektronik harian mereka.

Dan di club lain, adalah club drama tepat didepan stand yang di tempati Sungmin. Terlihat seorang mentor dari club itu sibuk mempromosikan club kebanggaannya. Beberapa sunbae pun ikut meramaikan suasana dengan bersama-sama bermain games.

“Nah… dalam grup drama yang paling penting adalah penguasaan peran dan juga materi dari tokoh yang akan kita perankan. Selain itu yang paling penting adalah kesatuan. Antara tim, karakter dan cerita yang kita mainkan.”

Mentor itu menyuruh 2 orang sunbae untuk berdiri dari posisi duduk mereka.

“Nah, aku akan menunjukkan bagaimana kesatuan itu dapat dilihat mulai dari titik paling awal.” Mentor Jung melempar satu lembar koran ke lantai. “Semuanya harus bisa masuk dan berdiri diatas koran, siapa yang tidak bisa masuk dan berdiri disana harus keluar.”

.

Sementara itu…

“Heuh… sangat banyak.” Key, Jonghyun dan Jino sibuk melihat-lihat.

“Key, kau akan mengikuti klub apa? Sangat banyak pilihan, aku sampai bingung.” Jino sibuk melihat kesana kemari. Ah… wajahnya sangat menggemaskan.

Key tersenyum melihat wajah Jonghyun yang terus memerah. Sepertinya dia harus secepatnya menyingkir dari pasangan itu. “Aku sudah memutuskan untuk ikut klub Jurnalis. Aku akan memata-matai Lee Sunbae.”

“Ish… kau ini.” Jonghyun menoyor dahi Key. Dia kemudian segera merangkul Jino dan menyeretnya untuk menjauh dari Key. “Kami akan ikut klub musik atau paduan suara. Bye…”

Meski sedikit kesal karena perlakuan Jonghyun, Key tak merasa ingin memarahi namja itu. Baginya melihat kisah indah Jonghyun dan Jino sudah membuatnya kehilangan rasa marahnya. Key kembali berjalan menuju stand yang dibuat oleh club Sungmin.

“Lee Sunbae!”

Sungmin yang sedang sibuk mempromosikan club-nya langsung menoleh kebelakang. Ia tersenyum saat menemukan Key dengan senyum khasnya. “Key-ah!”

“Annyeong Sunbae…!”

“Senang sekali kau datang, annyeong. Eum… bagaimana jika kau ikut klub-ku.”

“Wah.. aku memang sudah merencanakannya sejak kelas 9 kemarin. Dan baru kelas 10 ini aku bisa mengambil waktu kosong meski harus meminta ijin susah payah pada Umma.”

Sungmin mengangguk. “Aku sudah mempersiapkan formulir pendaftarannya. Untuk permintaan ijin dengan eomma-mu, aku akan membantu. Bagaimana?”

“Wah… gomawo Sunbaenim.” Key bertepuk senang.

“Ah… iya. Aku juga ingin memintamu untuk mengisi salah satu kolom yang dikhususkan untuk akan kelas 10. Yah tentang pengalamanmu selama menjadi kelas 9 sampai kelas 10 sekarang.”

“Gomawo, sunbaenim. Aku akan berusaha yang sebaik mungkin.”

“Nde… kita akan bekerja keras bersama.”

“Eh, bagaimana jika judulnya dream, friendship of you, me and our remeberance. Menurutmu bagaimana Sunbaenim?”

Sungmin tersenyum senang. “Bagus sekali, judul itu juga bagus. Kau benar-benar berpikir sangat cepat.”

Ah… dan seluruh dunia seperti hilang di pikiran Key.

Dari kejauhan, dia melihat stand drama yang sedang melakukan games. Dimana satu lembar koran akan diperebutkan oleh banyak siswa.

Bukan games-nya yang dilihat Key, tapi 2 orang namja yang tengah berpelukan erat karena memperebutkan tempat di koran itu. Key tersenyum melihat mereka. Ia belum yakin siapa kedua namja itu, tapi pemandangan yang ia lihat benar-benar menarik. Ia tersenyum. Hatinya terasa sangat hangat, hanya dengan melihat kedua namja itu.

“Key!”

Sungmin berteriak keras. Ia kemudian menepuk bahu Key karena namja cantik itu tiba-tiba saja hilang dalam pikirannya sekali lagi.

“Nde… sunbae. Maaf, aku…”

“Heum… sudahlah. Nah, sekarang kau duduk dulu. Aku akan memulai games untuk menarik lebih banyak lagi siswa untuk bergabung dengan grup jurnalis.”

“Nde…”

Key melangkah mengikuti Sungmin, tapi dia masih sempat saja melihat pasangan namja yang menurutnya sangat romantis itu. “Heum…” Key tersenyum, manis.

.

“Okay! Nah, sekarang kita akan memulai gamesnya.” Sungmin tersenyum melihat semakin banyak siswa yang berkumpul didepannya. ” Nah, pertanyaannya… Apa yang menjadi panduan kalian didalam hidup kalian? Yang menginspirasi kalian dan selalu menjadi panutan kalian.”

“Akan ada souvenir istimewa yang akan diberikan kepada yang menjawab. Nah… apa ada yang sudah memiliki jawabannya? Ayo silahkan maju.”

Sungmin melihat satu per satu dari semua siswa yang ada dihadapannya. Mereka mulai saling berbisik untuk mendiskusikan kira-kira jawaban apa yang paling tepat. “Ayo, siapa yang sudah memiliki jawabannya?”

“Aku… ” seorang namja menyerobot masuk dari belakang kerumunan siswa hingga ia bisa maju ke depan dan kemudian ia memamerkan smirk andalannya. “Aku akan menjawabnya.”

Seketika saja Sungmin merasa malas saat melihat wajah Kyuhyun. Belum hilang dalam ingatannya, kelakuan Kyuhyun yang akhir-akhir ini semakin membuatnya kesal. “Ya, silahkan.” Sungmin memberikan mic-nya kepada Kyuhyun.

“Panutanku, yang selalu menjadi inspirasiku, adalah seseorang yang mengerti aku dengan sangat baik.” Kyuhyun menatap ke kedua mata Sungmin. Sebenarnya Sungmin sangat kesal dengan tingkah Kyuhyun. Kemarahannya belum habis.

Bukannya merasa besar kepala atau apa tapi Sungmin sangat yakin jika Kyuhyun sedang mengatakan itu padanya, mengatakan tentangnya atau jelasnya namja playboy menyebalkan itu tengah merayunya. Huh… bahkan Sungmin sempat tak percaya dengan apa yang ia pikirkan. There’s big no! Kyuhyun never gone be a GAY! Big No!

“Lalu, apa yang menjadi inspirasi atau panutan dalam hidupmu.”

Kyuhyun menyodorkan mic pada Sungmin. Sungmin hanya menghela nafasnya. Ia tak yakin apa maksud Kyuhyun. Tapi kedua mata Kyuhyun benar-benar tajam menatapnya.

Sungmin meraih mic dari Kyuhyun. Ia mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun dan memulai berbicara dengan kepercayaan diri dan keyakinannya, menatap ke seluruh siswa yang ada dihadapannya.

“Aku menjadikan kesadaran sebagai panutan dan inspirasi dalam hidupku. Dengan kesadaran, kita akan bisa menemukan kebaikan dalam setiap hal yang kita lakukan. Dan semua yang kita lakukan tentunya dengan pemikiran yang baik dan akhirnya akan menjadi hal yang baik juga.”

Semua anak tersenyum dan kemudian bertepuk tangan mendengarkan jawaban Sungmin. Sungmin tersenyum pada seluruh siswa yang ada dihadapannya. Dan sedikit menggerakkan ekor matanya, ia menemukan Kyuhyun.

Dan sepertinya Kyuhyun tahu jika Sungmin tengah mencuri pandang melihatnya.

Gerakan tangan Kyuhyun sangat cepat, ia menangkap pergelangan tangan Sungmin dan kemudian menarik namja itu. “My guidance of life… is you,” Kyuhyun berbisik tepat ditelinga Sungmin dan kemudian tanpa rasa malu ataupun canggung dia mengusap pipi Sungmin dengan tangannya yang lain. “Neomu… yeppeo…”

Sungmin mau tak mau bersemu merah, bukan karena malu tapi karena dia merasa marah. Ia mendorong tubuh Kyuhyun untuk menjauh. “Sana pergi, kau tak diterima di clubku.” Sungmin mendorong jauh tubuh Kyuhyu. Tapi sepertinya Kyuhyun belum kehabisan akal. Dia kembali merah tangan Sungmin dan bahkan mencengkeramnya erat. Ia tak main-main dengan Sungmin sepertinya, terbukti… ia sama sekali tak membiarkan Sungmin melepaskan cengkraman Kyuhyun. Kyuhyun menatap tajam pada Sungmin.

Sungmin terus berusaha melepaskan tangannya, tapi ia tetap saja kalah. Sungmin sedikit shock saat Kyuhyun kembali meraih tangannya dan kemudian mencium punggung tangannya. “Aku bukan mau masuk di klub-mu… cantik. Aku mau masuk kedalam hatimu.”

“YAHH!”

“Awww…!”

Kyuhyun mengaduh sakit saat kakinya diinjak dengan penuh semangat oleh Sungmin.

“Kau selalu menginjak kakiku sayang…” Dan akhirnya Kyuhyun berlalu, setelah melayangkan fly kiss pada Sungmin tentunya.

Sungmin hanya bisa menatap canggung pada semua siswa yang sepertinya malah menikmati tontonan gratis khas drama korea yang diperankan kedua sunbae mereka. Sungmin bersemu malu. Ugh… dia sangat membenci ini.

“Ah… maaf untuk kejadian yang tadi. Mianhe…”

.

.

.

.

Waktu istirahat baru saja tiba, kebanyakan dari siswa sudah pecah dan memenuhi setiap sudut cafetaria. Sekedar makan atau hanya berkumpul dan bergosip.

Yunho duduk sendirian di sudut tepat di bawah papan mading. Ia kehilangan sahabatnya yang entah kemana. “Katanya mengantri makan, tapi lama sekali.” Yunho melihat kesekitar, dan sama sekali tak terlihat batang hidung namja yang sudah hampir 10 menit menghilang dari hadapannya.

“Yunho oppa!” Yunho melihat ke sumber suara. Ia tersenyum kecil saat melihat seorang yeoja yang ia yakin yeoja itu mungkin tetangga atau adik kelas atau entah siapa. Pokoknya, dia tahu dan kenal wajah yeoja itu.

“Nde.” Yunho melihat yeoja yang datang mendekatinya. “Wae?”

“Aku membuatkan coklat cookies, semoga Yunho oppa menyukainya.” Yeoja itu memberikan cookiesnya dengan malu-malu dan kemudan segera pergi jauh dari hadapan Yunho dengan wajah tersenyum dan sangat bersemangat.

“Ah… dia lagi.” Jaejong datang menghampiri Yunho. Ia membawa satu kotak makanan.

“Ya.” Yunho mengangguk. “Aku seperti mengenalnya, tapi aku lupa. Hei… lihatlah.” Yunho membalik kotak coklat itu. “Wah… katanya membuat sendiri tapi ada harganya.”

Mereka berdua tertawa terbahak. Kemudian mata Yunho melihat ke kotak yang dibawa Jae.”Apa itu?”

“Ah… ini.” Jaejong membuka kotaknya. “Aku juga dapat dari seorang sunbae tadi.

“Ugh… pantas saja lama.” Yunho langsung merebut kotak makan siang di tangan Jae dan melupakan coklatnya. Tapi, sepertinya tangan Jae lebih cepat, ia kembali merebut kotak makan siang itu dan menatap menunya.

“Wah… sepertinya enak.” Jae tersenyum. Ia kemudian meraih sumpit dan segera memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Ia mengabaikan Yunho yang sepertinya benar-benar ingin memakan apa yang dimakan Jae.

Yunho meneguk liurnya yang terasa pahit. “Dasar pelit.” Yunho mengambil botol mineral dan langsung meminumnya.

“Uhhukkk…”

“Wae Jae?”

“Pedas! Ahhh… air!”

“Tidak bisa!”

“Yak! Yunnie, airnya!”

“Nih…” Yunho memberikan dengan sangat terpaksa. “Makanya, jadi orang jangan pelit.”

Key…

Namja itu tiba-tiba datang seperti hantu, ia mendekati Yunho dan Jaejong. Ia tersenyum manis, mencoba memberikan senyum paling manis agar kedua sunbae itu mau memberikan apa yang ia inginkan.

“Annyeong Sunbae!”

“Ah… annyeong.”

“Boleh minta foto?”

“Ah… tentu saja.” Yunho segera hendak mengambil ponsel Key tapi Key mengehntikannya.

“Bukan fotoku dengan Sunbae, tapi foto sunbae berdua.” Key berbicara dengan nada lirih dan sangat canggung. Ia takut kedua sunbaenya tidak mau.

Yunho kemudian mengangguk dan segera meraih bahu Jaejong. Key semakin merasa senang saat melihat kedekatan kedua namja itu. Semuanya sangat sempurna.

.

.

.

Eunhyuk berjalan menuju kantin. Ia sempat bertemu teman-temannya, tapi sama sekali tak tertarik untuk kekantin bersama para namja penggosip. Ia mengambil nasi sayur. Sempat berfikir untuk makan dikantin.

Eunhyuk berjalan dan kemudian melihat beberapa sudut. Semua kursi sudah penuh dengan siswa.

“Hei!”

“Ah… Sunbae.”

Eunhyuk tersenyum pada seorang sunbae. Ia mengenal mereka karena Donghae berteman baik dengan kedua sunbae itu.

“Ayo duduk bersama dengan kami.”

“Ahniya, gomawo.” Eunhyuk segera pergi dari hadapan kedua namja itu. Ia merasa lebih baik makan bersama donghae.

“Hei Yesung-ah, bukankah dia teman Hae?”

“Nde.”

“Kau kenal dia.”

“Jangan mengganggunya, Kyu. Dia sepertinya lebih cocok dengan Hae, meskipun aku akui dia cukup manis.”

“Ish… aku kan hanya tanya.”

“Hehehe…” Yesung tertawa. “Baik… namanya Hyukkie. Aku dengar Hae memanggilnya Hyukkie.”

“Lucu sekali.”

.

.

“Hae!”

Eunhyuk memasuki kelasnya. Ia memberikan sebungkus sandwich pada Donghae.

“Untukku?”

“Nde, makanlah.” Eunhyuk kemudian duduk dihadapan Hae. “Bagaimana dengan lagunya? Apakah sudah jadi?”

“Eum… sedikit lagi.” Hae melepaskan earphone-nya. “Aku sangat senang jika bisa bergabung dengan band Spaceband.”

Eunhyuk tertawa kecil. “Nama band sekolah kita sangat lucu, seperti nama alien. Kurasa kau memang cocok bergabung dengan mereka. kau masih percaya alien.”

“Apa maksudmu?” Hae menggerutu kesal. Mereka kemudian terus bercanda dan saling menghina. “Ah… aku tak sabar untuk bergabung dengan band itu. Eh… apa aku sudah mengatakan judul lagu cipataanku?”

Hyukkie menggeleng. “Memang apa?”

“Masih rahasia. Lagu ini akan booming dan sangat keren. Kau pasti menyukainya.”

“Mungkin, lihat saja nanti.”

.

.

.

“Ah… formulirnya hampir habis sunbae.” Key mengeluh. Ternyata baru 20 menit saja sudah banyak siswa yang mendaftar.

“Baiklah, ayo kita ambil dikelas. Aku rasa aku masih punya banyak copy-annya.”

Sungmin segera memimpin didepan. Mereka bersama menuju kelas Sungmin.

.

Sementara itu dikelas Sungmin…

“Ish… sebenarnya kau punya tidak!”

“Aku punya. Hanya saja aku lupa menaruhnya.”

“Bilang saja kau tak punya.”

Seorang namja cantik tiba-tiba saja keluar dari bawah meja. Disusul oleh namja lainnya. Keadaan mereka sangat berantakkan. Kancing seragam terbuka dan bahkan Heechul tak memakai kaos dalam atau apapun itu namanya. Seragamnya terbuka menunjukkan kesempurnaan kulitnya.

Heechul berulang kali mendorong namja yang masih mencoba untuk menciumi lehernya.

“YA! Aku tak mau jika harus dimasuki olehmu tanpa pengaman. Sangat jorok, kau tahu!”

Brakk!

Heechul terkejut. Bukan karena suara pintu yang ia buka dengan cepat dan kasar, tapi karena ia melihat Sungmin tepat berada didepan pintu. Heechul seperti ingin menjelaskan pada Sungmin, tapi Sungmin segera berlalu pergi dan melupakan niatnya kedalam kelasnya.

“Jangan beritahu pada siapapun, Key…”

Key mengangguk patuh. Ia tahu apa sebenarnya yang dilakukan oleh kedua sunbaenya itu. Dan Key juga sangat yakin, wajah Sungmin benar-benar terlihat marah dan sangat kecewa.

.

.

.

.

TBC

.

ELF AND KYUMIN SHIPPER…

KEEP CALM AND STAY SHIP KYUMIN

STAY AS AN ELF FOREVER

.

Thanks buat yang selalu rajin review, #tebar kisseu

Gomawo!

.

All About You | KyuMin | Yaoi (trilogi) | A

 

.

 

 

rainy hearT

 

.

 

 

~Proudly present~

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

ALL ABOUT U

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cast :  – Cho Kyuhyun

 

          Lee Sungmin

 

          -Choi Minho (Shinee)

 

          Others Super Junior members

 

 

Pairing: KyuMin

 

 

Genre : Drama, romance, angst, etc

 

 

Length : ?

 

 

Rated : T

 

 

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

 

 

 

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Don’t Like Don’t Read

 

 

No Copas No Bash No Flame

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

“Aku pikir ini waktu yang tepat.”

 

 

“Maksud hyung?”

 

 

Sungmin melakukan usaha terbaiknya dan mencoba tersenyum. Meski semuanya percuma saja karena Ryeowook tetap bisa tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi padanya. Tinggal dalam satu ruangan apartemen yang memungkinkan mereka berbagi segalanya.

 

 

Tak ada yang bisa disembunyikan oleh Sungmin.

 

 

“Sudah beberapa tahun dan tak ada perubahan apapun. Aku merasa semuanya percuma.”

 

 

Sungmin merasakan tepukan dan usapan lembut di bahunya. Ia menoleh melihat wajah sedih Ryewook. “Yah, mungkin sudah saatnya kau merubah semuanya Hyung. Selama ini, kau hanya terlalu sibuk dengannya dan sampai tak mempedulikan orang lain yang mungkin saja malah sanggup memberikan perhatian lebih.”

 

 

“Kau bisa saja.”

 

 

Dan kemudian hanya hening. Ryewook memeluk erat tubuh Sungmin. Hyung yang sangat ia sayangi ini sepertinya semakin kurus. Heum… ia tak mau merasakan cinta jika sakitnya akan membuatmu semakin kurus. Ryewook tertawa kecil mengingat pemikiran bodohnya barusan.

 

 

Sepertinya, ia terlalu dalam memikirkan semua masalah yang dihadapi Sungmin.

 

 

‘Cinta tak harus memiliki.’

 

 

Jika mendengar kata-kata itu, rasanya hampa dan tak berguna. Tetap saja, kita egois dan harus memiliki. Rasa sakit hati, lebih bertahan lama dan terus saja melukai tubuh kita meski lukanya tak terlihat sama sekali. Jika bahkan memiliki cinta pun, entahlah harus bersikap seperti apa.

 

 

Mungkin pemikiran Ryewook memang ada benarnya. Sungmin hanya ingin merasakan perasaan dicintai. Hanya cukup dia dicintai oleh orang yang baru dan dia akan melupakan perasaan mencintainya yang sudah cukup lama menyatu dengan Sungmin.

 

 

Ryewook melihat wajah sendu Sungmin yang tengah tertidur. Namja itu selalu lelah dan tertidur dengan cepat setelah melampiaskan semua perasaannya. Meski hanya diam dan berusaha menahan air mata yang tak mungkin untuk tak keluar, ia tetap merasa lelah.

 

 

Ryewook merapihkan makan malam yang telah ia siapkan untuk Sungmin. Ia bergegas meraih mantel dan tas ranselnya. Sudah waktunya untuk bekerja. Ryewook berjalan pelan hingga akhirnya dia sampai di platform untuk menunggu kereta yang akan ia naiki.

 

 

Dari wangi yang berada disekitarnya, Ryewook bisa merasakan jika ini wangi namja itu. Ia benci karena ia juga ikut merasakan sakit hati yang Sungmin rasakan. Ia benci saat melihat wajah angkuh yang seakan buta dan tak melihatnya, padahal mereka berdiri tepat bersisian.

 

 

Ryewook memilih menjauh, dan ia tersenyum lega saat menemukan seseorang yang tengah sibuk mengacak-acak tas ranselnya.

 

 

“Hyung…”

 

 

“Oh, Wookie baby…”

 

 

“Nde.” Ryewook meraih lengan namja itu dan bergelayut manja padanya. “Sungmin hyung tak berangkat malam ini. Kurasa, kita harus mencarikan perkerjaan lain untuknya. Menjadi penyanyi dicafe itu akan semakin menyakitinya.”

 

 

Ryewook mengangkat wajahnya dan menatap namja kesayangannya. Ia mencuri ciuman kecil di hidung namja itu. “Bisa bantu aku, Hyung.”

 

 

Heuh…. namja tampan itu tengah sibuk dengan pemikirannya lagi. “Yesung hyung…” Ryewook merengek manja.

 

 

“Aku sedang memikirkan kemana sebaiknya kita membuang Sungmin.”

 

 

Ryewook hanya berpout-ing ria saat mendengar kata-kata menyebalkan dari Yesung.

 

 

“Ish… bukan membuang. Hanya menjauhkan dia dari Kyuhyun. Aku tak mau terus-terusan melihat wajah sedih Sungmin Hyung. Cukup sudah untuk 3 tahun terakhir ini. Kurasa dia harus mencari seseorang yang bisa mencintainya dan mungkin Sungmin hyung akan belajar mencintai namja itu.”

 

 

“Bagaimana jika Sungmin memilih mengalihkan perhatiannya pada Yeoja?”

 

 

Sahutan pelan nan lirih itu benar-benar membuat Ryewook gemas. Dia mencubit pinggang Yesung dan kemudian segera berlari kedalam kereta yang kebetulan sudah berhenti tepat dibelakangnya. Ia membiarkan Yesung meringis kesakitan.

 

 

Mereka menghilang tepat setelah kereta itu pergi. Tak ada yang tersisa disana. Termasuk Kyuhyun, yang sedari tadi berdiri diam dan menggenggam kedua tangannya. Ia pun hilang bersama perginya kereta itu.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Ryewook sibuk membolak-balikkan tumpukkan kertas yang sangat membosankan baginya. Mengerjakan tugas sekolahnya di cafe dimana ia bekerja sepertinya percuma. Mengerjakan di rumah pun tak mungkin. Ia selalu teralih perhatian pada Sungmin.

 

 

Di cafe, dia pun tak bisa menghentikan rasa bencinya saat melihat seorang namja yang terlihat tampan dengan pakaian casualnya. Menekan tuts piano dan sesekali melayangkan senyumannya saat ia terhanyut oleh nada yang ia mainkan sendiri.

 

 

Tanpa sadar Ryewook menekan keras pensilnya hingga ujungnya patah.

 

 

“Sudahlah. Mau kau lihat sampai kedua bola matamu keluar-pun, dia akan tetap seperti itu. Sangat mengherankan,  Sungmin bisa menyukai namja yang bahkan tak bisa berbicara dengan baik dan benar seperti dia.”

 

 

Ryewook menghela nafasnya. Cafe sangat tenang sore itu hingga Yesung tak sibuk dan bisa mengganggunya. Yeah, mengganggu fantasinya dimana hanya tempat itu yang bisa menjadikan keinginannya nyata. Ia bisa mencabik-cabik Kyuhyun seenaknya.

 

 

“Hyung….”

 

 

Ryewook ikut menoleh saat mendengar suara orang yang ia yakini, adalah target selanjutnya dari semua rencana yang ia susun baik-baik.

 

 

“Ah…Minho-ah. Aigo!!! Kau semakin tampan saja.”

 

 

Minho hanya bisa tersipu malu. Dia masih seperi anak-anak, yang terkadang memang sangat menggemaskan. Meski pada kenyataannya, dialah pemilik cafe itu tapi dia tak pernah membandingkan apapun tentang perbedaan kekayaan dan usianya.

 

 

“Aku tak melihat Sungmin hyung.” Minho berbicara pelan sambil melihat kesekeliling. “Dia tak berangkat?”

 

 

Ryewook menggeleng pelan. “Dia sedikit tak bersemangat malam ini. Eum, Minho-yah…”

 

 

“Heum…”

 

 

Ryewook menatap Minho. Kedua mata mereka bertemu dan sukses membuat Minho salah tingkah, terlebih Ryewook bahkan tersenyum saat melihatnya. “Kau tahu, kau sangat tampan.”

 

 

“Hyung sangat berlebihan.”

 

 

“Kurasa, kau tak kalah tampan dari batu itu. Bagaimana jika kau menyatakan perasaanmu pada Sungmin hyung lagi.”

 

 

Minho terdiam. Raut wajahnya berubah. “Sungmin hyung…”

 

 

“Aku tahu, aku terlalu memaksakan kemauanku. Tapi aku mencintai Sungmin hyung. Melihatnya menangisi batu itu terus menerus membuatku bertambah kesal. Setidaknya jika denganmu, dia akan merasa lebih baik. Kurasa dia hanya butuh dicintai.”

 

 

Ryewook menatap kedalam kedua mata besar Minho. “Kau masih mencintainya bukan???”

 

 

Minho mengangguk pelan. “Tapi, Kyuhyun hyung…”

 

 

“Ish… dia bahkan bukan saudaramu. Aku benci kenapa kau mengalah pada hantu batu itu.”

 

 

“Tapi, dia anak appaku dan aku tak mau…”

 

 

“Sudahlah, kalau begitu.” Ryewook mengalihkan perhatiannya dari Minho dan kembali sibuk melihat tugasnya. “ Sebaiknya kau beralih saja jika sama sekali tak mau berusaha. Kau mengalah pada orang yang salah. Kyuhyun tak menyukai Sungmin. Aku tahu, dia hyungmu. Tapi kalian bahkan tak sedarah. Jika Ummamu tak menikah dengan si bodoh itu, aku sangat yakin jika Sungmin Hyung akan menyukaimu.”

 

 

Ryewook kembali menghentakkan genggaman tangannya ke meja. Dia sungguh gemas. “Kenapa kau masih sangat muda Minho-yah…Ish, aku benci Cho Kyuhyun.”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Ini adalah hari yang lainnya. Hari yang sama seperti hari sebelumnya. Sekolah musik sama sekali tak menarik lagi baginya.  Cafe tempatnya bernyanyi pun, sama sekali tak bisa menghiburnya. Dia sama sekali tak bisa mengalihkan pikirannya pada hal lain. Meski ia bisa mendengar suara Minho, tapi kedua matanya selalu bisa menemukan sosok yang tengah duduk diam sambil melempar jagung kearah merpati yang ada dihadapannya.

 

 

Bagi Sungmin, pemandangan dihadapannya sangat indah. He is kind of another angel. Kyuhyun terlihat sangat sempurna, terlalu bersinar.

 

 

“Aku tahu, aku tak bisa mengalihkanmu.”

 

 

Minho berucap pelan dan sambil menepuk bahu Sungmin. Sungmin mau tak mau harus merasakan perasaan bersalah. Ia juga terluka tengah membuat Minho berada dalam posisi yang mungkin malah paling sakit diantara mereka.

 

 

Sungmin menyentuh kedua sisi pipi Minho. “Kau terlalu baik, Minho.”

 

 

“Tapi tak cukup baik untukmu.”

 

 

Sungmin membeku. Sungmin tahu, jika Minho mencintainya. Entah berapa kali namja itu menyatakan perasaannya. Semua orang pun tahu jika Minho bahkan seribu kali lebih baik dari Kyuhyun. Tapi, kenapa…

 

 

“Mianhe, Minho.”

 

“Bukan salahmu jika sama sekali tak menyukaiku. Tapi, aku bisa mencintaimu. Kita bisa, setidaknya jika kau mau mencoba. Jebalyo…”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

“Hyung, bagaimana kencanmu?’

 

 

Ryewook bertanya dengan semangat penuh. Ia sendiri yang mengatur kencan Sungmin dengan Minho hari ini. Suasana romantis, sore yang cerah bersama dengan angin yang sejuk. Ditambah ice cream dan juga merpati yang selalu beterbangan di tengah taman.

 

 

“Bukankah sangat romantis, seperti di Paris. Jadi, bagaimana dengan Minho? Apa kau sudah… eum setidaknya berciuman dengannya?”

 

 

Sungmin hanya diam. Ia sama sekali tak bisa mencerna apapun yang dikatakan Ryewook. Dalam pikirannya hanya ada Kyuhyun ia sama sekali tak mengerti, kenapa di semua tempat ia harus selalu bertemu Kyuhyun.

 

 

“Wookie-ah…”

 

 

“Heum…”

 

 

“Disana juga ada Kyuhyun.”

 

 

“Mwoya!!! Bagaimana bisa?!” Ryewook berteriak kesal. “Bagaimana dia bisa ada disana? Dari semua taman, bagaimana bisa dia ada disana!!? Dasar penguntit!” Ryewook kesal, dia terlihat benar-benar sangat kesal dan marah. Ia sudah susah payah membujuk Minho, agar menyatakan perasaannya lagi pada Sungmin.

 

 

Sudah susah payah membujuk Sungmin untuk kencan (?) dengan Minho, dan akhirnya semua berakhir seperti ini lagi.

 

 

“Kenapa Kyuhyun seperti penguntit? Bahkan dia berhenti bekerja di cafe tanpa pemberitahuan apapun dan berapa hari kemudian aku melihatnya berada di toko roti tepat di depan florist yang baru kita buka. Sangat keterlaluan! Aku akan memarahinya terang-terangan. Lihat saja!”

 

 

Ryewook segera beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Sungmin.

 

 

Sungmin memang merasa sangat aneh. Saat dimana ia mulai menjaga jarak dari Kyuhyun, adalah saat yang sangat berat. Karena memang aneh, dia masih bisa menemukan Kyuhyun dimanapun meski dia sudah berpindah tempat kerja, berhenti dari sekolah musik dan bahkan saat ia mengantar bunga kesalah satu pesta pernikahan. Dia bisa menemukan Kyuhyun berada disana, baik dijalan maupun tengah duduk atau sekedar memotret.

 

 

Dan dari pintu kaca toko bunganya, ia bahkan bisa melihat Kyuhyun tengah tersenyum ramah pada seorang Halmeoni dan menghidangkan satu potong cake dan juga coffe latte yang memang terkenal sangat enak saat Kyuhyun yang membuatnya.

 

 

Tak ada satupun celah untuk keburukan yang dimiliki Kyuhyun.

 

 

Apapun yang ada didalam tubuh Kyuhyun, semuanya sempurna.

 

 

“And I was so in love with him….”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Hari dimana Ryewook justru tidak berangkat untuk membantunya ditoko bunga adalah hari yang terberat bagi Sungmin. Pemilik cake shop, tempat dimana Kyuhyun bekerja memesan beberapa set bunga untuk menghias tokonya.

 

 

Sedikit berdebar. Sungmin tak pernah sedekat ini dengan Kyuhyun setelah beberapa bulan berlalu. Setelah ia memutuskan untuk berhenti menempel pada Kyuhyun dan memutuskan untuk merubah semua tingkah lakunya. Meski ia sendiri merasakan sesuatu yang asing, dia seperti bukan dirinya lagi.

 

 

“Ah… kau sudah datang. Kuharap kau tak sibuk, karena aku ingin kau mengatur semua bunga. Bisakah?”

 

 

Sungmin hanya mengangguk. Yeoja yang sudah berumur itu sangat manis. Seperti ummanya, dan Sungmin tak mungkin mengatakan tidak pada yeoja pemilik cake shop itu. Meski itu artinya dia akan berada disekeliling Kyuhyun. Namja itu tengah merapihkan meja yang baru saja ditinggalkan oleh sepasang kekasih.

 

 

Sungmin sesekali mencuri pandang untuk melihat Kyuhyun, dan semuanya masih sama dia masih saja berdebar dan bahkan sekarang terasa sedikit sakit. Sungmin tak mau lebih lama merasakan perasaan itu, dia bergegas merapihkan punga mawar putih di beberapa meja yang tersisa dan segera mengucapkan salam pada ahjumma pemilik cakeshop itu.

 

 

Sedikit berharap, Kyuhyun akan menyapanya. Tapi, sepertinya kenyataan tak berjalan seperti apa yang ia inginkan. Bahkan Kyuhyun tak melihatnya sekalipun.

 

 

‘He’s as cold as ice…’

 

 

.

 

 

.

 

 

“Hujan…”

 

 

Sungmin melihat kearah luar. Sore itu sangat sepi, karena hujan terus saja turun. Ia bahkan tak bisa pulang karena tak mungkin berjalan cukup jauh untuk sampai ke stasiun kereta di tengah hujan yang entah kapan akan berhenti.

 

 

Sungmin beranjak dari duduknya dan kemudian menutup jendela kaca tokonya. Mungkin ia akan menginap di toko saja. Setelah mengirim pesan pada Ryewook, ia membuat coklat panas dan kembali duduk diam. Ia menekan tombol play pada music player yang ada ditokonya dan ia mulai sedikit merasa tenang. Alunan piano yang terdengar pelan dan lembut cukup berhasil menghibur kesepiannya.

 

 

“Sangat tidak sopan kau selalu memainkannya.”

 

 

Sungmin hampir menjatuhkan gelas coklatnya saat ia mendengar suara bass yang benar-benar ia kenal. Meski hampir sangat jarang Kyuhyun berbicara padanya. Sungmin juga baru merasakan panas pada pahanya beberapa menit setelah ia sadar dari keterkejutannya.

 

 

“Apakah kau selalu seperti ini?”

 

 

Kyuhyun berucap pelan dan mendekati Sungmin. Sungmin tak bisa berkata apapun. Ia bahkan belum percaya pada penglihatannya, Kyuhyun berada dihadapannya, dan berbicara padanya.

 

 

“Aku tidak… aku tak sengaja menjatuhkan coklatnya. Uh… maaf. Tapi, kenapa kau ada disini?”

 

 

Kyuhyun hanya diam. Situasi seperti ini membuat Sungmin sedikit canggung. Meski sebelumnya dia selalu ceria didepan Kyuhyun, tapi entahlah. Sekarang ia merasa sangat takut dan canggung.

 

 

“Kenapa kau sangat senang bermain-main?”

 

 

“Hheuhhh…?”

 

 

Kyuhyun tak menyahut. Ia hanya memamerkan smirk yang entah sejak kapan tak ia keluarkan. Ia mendekati Sungmin dan memegang erat kedua sisi bahunya. “Bagaimana bisa kau selalu seperti ini padaku?”

 

 

“Aku tak melakukan apapun. Bukankah aku sudah menjauh? K-kau sepertinya tak…”

 

 

“Beraninya kau melakukan itu padaku?”

 

 

“Aku tak melakukan apapun, Kyu. Aku tak mengganggumu.”

 

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Kedua mata foxy itu terlihat sangat cantik, dan alunan piano yang mengiringi mereka sepertinya seakan mengerti suasana hati Kyuhyun.

 

 

“Siapa yang mengijinkanmu untuk menjauhiku?”

 

 

“Tapi, Kyu kau…”

 

 

Sungmin diam.

 

 

Dia tak akan bisa bicara saat bibirnya merasakan kelembutan bibir Kyuhyun. Sesuatu yang hangat dan sangat memaksa, yang sanggup melemahkan kedua kaki Sungmin. Bahkan tubuhnya bergetar hebat.

 

 

“Jangan melakukan apapun tanpa seizinku. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika kau milikku.”

 

 

“Kyu….”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

“What!!!!” Ryewook berteriak histeris. “Beran-beraninya si evil batu menyebalkan itu mencuri ciuman dari bibir Sungmin hyung!” Ryewook menoleh tajam pada Yesung. Namja yang mungkin sama sekali tak bersalah dalam masalah ini.

 

 

“Ini karena kau, Hyung!!! Kau menahanku saat aku akan menjemput Sungmin hyung. Ish… kau sangat menyebalkan.”

 

 

“Kita sedang  di ronde 2 saat kau ingat Sungmin, bagaimana bisa aku membiarkanmu pergi saat aku sendiri membutuhkanmu.”

 

 

Ryewook ingin sekali memukuli namjanya yang selalu saja blak-blakan itu.

 

 

“Ish…Mianhe Sungmin hyung, aku tak bisa menjagamu. Aku berjanji, setelah ini aku akan selalu bersamamu. Mengantarmu dan mengikutimu kemanapun kau mau.”

 

 

“Yah!!! Aku namjachingumu. Jika kau terus menguntit Sungmin, kapan kau akan bermesraan denganku?”

 

 

“Ish… jangan kekanakkan hyung. Sungmin hyung lebih penting sekarang.” Ryewook bergegas merapihkan isi tas ranselnya dan kemudian bersiap. “Nah, sekarang kita berangkat ke florist. Ah… aku ingin mencium wangi bunga.”

 

 

Ryewook terhenti saat ia tak merasakan pergerakan Sungmin, padahal dia sudah menarik pergelangan tangan namja itu. “Wae Hyung??? Apakah ada yang terlupa?? Bukankah kau meninggalkan tasmu di toko.”

 

 

“Eum… Wookie-ah.”

 

 

“Heum?”

 

“Sebenarnya ranselku tak tertinggal di toko.”

 

 

“Eoh? Dimana hyung??? Jangan sampai hilang atau kita tak akan bisa mengantarkan bunga yang sudah di booking pembeli. Ish… aku tak punya salinan alamatnya hyung.”

 

 

“Wookie, tenanglah. Tasku tidak hilang.”

 

 

“Lalu?”

 

 

“Hanya tertinggal di suatu tempat.”

 

 

“Dimana?”

 

 

“Dirumah Kyuhyun.”

 

 

“Oh… ya sudah kita ambil saja.” Ryewook melenggang dengan santainya sambil menarik Sungmin untuk mengikutinya. Tapi selang beberapa detik, “What!!!!” Ryewook berbalik dengan sangat cepat dan menghadap tepat didepan wajah Sungmin. “Bagaimana bisa dirumah Kyuhyun!!!!”

 

 

“I-itu….”

 

 

“Sshhh…. baby Wookie-ah.” Yesung mencoba menghentikan tangan kurus  Wookie yang terus menggoncangkan tubuh Sungmin.

 

 

“Sudahlah. Lagian kemarin hujan deras, dan sangat pas untuk make out.”

 

 

“Yah!!!!” Ryewook berteriak kesal pada Yesung. “Ingatkan aku jika aku sedang marah denganmu Hyung.” Ryewook mendorong tubuh Yesung hingga namja itu menabrak pintu. Ryewook mengacuhkannya dan kembali sibuk pada Sungmin.

 

 

“Jangan katakan k-kalian make out.”

 

 

Meski dengan wajah memerah dan menunduk, tapi dengan jelas dia melihat Sungmin mengangguk.

 

 

“Yahhh!!! Bagaimana bisa? Ish… aku harus buat perhitungan dengan si evil batu jelek itu. Aku akan…”

 

 

“Akan apa?”

 

 

Ryewook menghentikan kata-katanya. Ia langsung memutar tubuhnya menghadap kepintu. Kemarahannya semakin menjadi saat melihat namja yang benar-benar ia benci tengah berdiri di pintu apartemennya.

 

“Aku akan membunuhmu evil batu jelek!!!”

 

 

“Coba saja kalau kau bisa.” Kyuhyun memamerkan smirknya. Dan tanpa basa-basi ia langsung menarik Sungmin kedalam pelukannya dan mencium lembut bibir namja itu tepat di depan wajah shock Ryewook.

 

 

“How dare you Cho Kyuhyun!!!! Dia hyungku!”

 

 

Kyuhyun memeluk erat pinggang Sungmin setelah ia menghentikan ciuman singkat mereka. ia menatap tajam pada Ryewook. “Kau tahu, aku tak  pernah berharap Sungmin berteman denganmu. Kau membuat semua usahaku sia-sia. Dan tingkahmu yang berani-beraninya menyuruh Minho  untuk terus menempel pada Sungmin benar-benar menggangguku. Jangan melakukan apapun pada Sungminku, atau aku akan melakukan hal yang lebih gila padamu.”

 

 

“Mwoya!!! Apa maksudmu evil Cho!!!!”

 

 

Sungmin menghela nafasnya. Ia mendorong Kyuhyun untuk keluar dari apartemennya. Dia merasa dia harus menjelaskan sesuatu terlebih dahulu pada Ryewook dan menyingkirkan kedua seme evil tak berguna itu diluar pintu.

 

 

“Katakan hyung!!! Bagaimana sebenarnya? Bagaiamana dia bisa melakukan hal itu dengan mudahnya dan bahkan setelah mengacuhkanmu selama beberapa tahun ini dan bagaimana bisa dia menciummu seperti itu? Bag….”

 

 

“Tenang Wookie-ah.”

 

 

“Bagaimana aku bisa tenang?”

 

 

“Dia hanya kesal dengan Minho.”

 

 

“Mwo!!!”

 

“Ya… hari dimana Minho mengatakan dia menyukaiku adalah hari dimana Kyuhyun akan menyatakan perasaannya padaku.”

 

 

“Mwoya!!!”

 

 

“Trust me, he loves me.”

 

 

Dan sungmin mencium pipi Ryewook setelah menepuk pipi tirus itu beberapa kali untuk menyadarkan namja manis itu dari keterkejutannya. “YAH!!! Dasar evil Cho!!!!”

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

END

 

.

 

 

.

 

 

Failed!!

 

 

Bahasanya anehhhhhhhhh….

 

.

 

 

Self Tittled | KyuMin Aniv| Yaoi |OS

.

.

.

“Kyuhyun-ah…”

“Heum…”

“Saranghae…”

 

“Nde nado sarangheyo…”

.

.

 

Self Titled

 

.

.

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

– Other SUJU member

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. KyuMin saling memiliki dan saya adalah pemilik mutlak dari seorang Lee Sungjin #%$&&^%???

Genre : ||Drama || Romance|| Fluff |

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

.

 

Another PRESENT From Me

.

 

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

 

Hari ini adalah keajaiban, dimana cinta menentukan segalanya.

 

Hari ini adalah peringatan, dimana cinta menyatukan segala perbedaannya.

 

Happy ever after…

 

Our Beloved KYUMIN

 

.

 

It’s a JOY DAY, our lovely day…

.

.

 

.

 

.

 

Love is about to learn, about to feel, and about to know, to make sure…

That every single steps that i take, it’s always come so near and always come for you…

 

Love is all about to believe and keep on my faith..

That every beat in my heart, is always singing on your name…

 

And it’s a lovely day when even the rains pour on me…

I feel that i was free for you….

 

It’s a joy in my life when i know…

That all of  my life was ‘bout  just to learn, how to love you…

 

.

 

.

 

Lee Sungmin POV

 

.

 

.

 

.

 

Ini cuaca di musim panas, saat dia datang. Namja berkulit pucat yang turun dari mobil box besar bertuliskan ‘Moving’ dan kemungkinannya adalah dia tetangga baruku.

 

“Ada baiknya kau membantunya, Ming.” Aku mendengar suara Umma, dan itu artinya dia mengijinkan aku untuk keluar dan sekedar membantu. Meski aku tahu apa yang aku lakukan tak lebih dari sekedar menyusahkan orang.

 

“Oke….”

 

Aku mengangguk cepat. Segera turun dari kamarku dan berlari menuju lantai bawah. Melalui pintu sebelah rumah dan membukanya dengan senyuman. Hari ini aku akan berbuat baik lagi.

 

Aku berjalan menuju ke arah rumah itu. Sedikit takut, karena sepertinya mereka keluarga kaya. Aku tak mengatakan jika keluargaku miskin, hehehe… hanya saja … yeah begitulah. Aku membenarkan pakaianku, dan berusaha untuk terlihat rapi dan juga tampan.

 

Aku melihat anak, yang mungkin seumuranku. Aku yakin, karena dari postur tubuhnya dia bahkan tidak lebih tinggi dariku. Aku perlahan mendekatinya. Bisa kulihat, dia sedikit tidak nyaman dengan lingkungan barunya. Bisa kulihat seperti itu, karena dia menjauhi kandang si putih yang aku letakkan didepan rumah.

 

“Kelinciku tidak akan menggigitmu, jadi tidak perlu berlebihan seperti itu.” Aku mendekatinya. Dia hanya menatap aneh padaku. Aku tahu itu, karena tatapannya seperti mengejek pasdaku. Yeah, Mungkin kebanyakan orang yang datang dari Seoul itu bersikap sama. Aku mengulurkan tanganku, untuk berkenalan dengannya. “Lee Sungmin, aku Lee Sungmin.”

 

“Ah… nde.” Dia hanya mengangguk dan kemudian diam. Sama sekali tak berniat menyahut ku atau sekdar mengatakan namanya, dan bahkan mengabaikan tanganku. Baiklah, kurasa dia hanya agak pendiam.

 

“Kyu!! Sebaiknya kau membantu Mommy!”

 

Aku mendengar teriakan, dari seorang yeoja di dalam rumah itu.

 

“Yes, Mommy!” Kyuhyun menyahut sebentar dan kemudian kembali melihatku. Kulihat dia diam sebentar, dan seperti melihatku. Seperti detektif dalam serial anime-ku. Ck… sangat aneh saat dilihat seperti itu. Tapi dia kemudian mengangguk, “Baik, aku Cho Kyuhyun.”

 

Aku tersenyum, meskipun dia tidak melihat senyumanku. Bagiku menemukan teman baru adalah satu kebahagiaan. Aku mengekori Kyuhyun dan aku pikir dia mungkin sedikit terganggu dengan kehadiranku, karena terlihat sesekali dia menoleh kebelakang membuatku sedikit salah tingkah.

 

Untuk beberapa menit dia kemudian berhenti dan kemudian dia menoleh lagi padaku. Aku sama sekali tak bisa bersikap, hanya menggaruk rambutku untuk sedikit menghilangkan kecanggunganku. “Eum… aku hanya ingin membantu, kata umma aku boleh membantu kalian. Aku cukup kuat untuk mengangkat kardus buku atau sekedar menata kamarmu.”

 

Dia sepertinya sedikit keberatan, tapi saat aku lihat yeoja yang di panggil Moomy itu tersenyum padaku, akhirnya dia mengangguk dan menyetujui keinginanku. “Baiklah…”

 

Aku tersenyum lega, dan tak lupa juga mengumbar senyuman manisku pada dang Momy dari anak ini. Dan untuk pertama kalinya aku melihat dia tersenyum.

 

Namja berkulit pucat, dengan rambut ikal kecoklatannya, terlihat tampan. Untuk pertama kalinya, memang sedikit menyebalkan karena dia sangat pendiam. Tapi  setelah mengenalnya beberapa hari, aku tahu jika dia memiliki banyak sifat yang tak aku duga sebelumnya.

 

Sedikit nakal dan seenaknya, tidak menurut pada Daddy dan Mommy Cho, dan juga aku baru tahu dia namja yang jenius, benar-benar jenius.

 

“Aku 13 tahun, dan aku sudah berada di tingkat 9. Senang bisa satu kelas denganmu… Sungmin Hyung.”

 

Rasanya sangat mengherankan, karena dia benar-benar tak terlihat semuda itu. Apakah dia bercanda saat mengucapkan usianya 9 tahun? Yang benar saja???

 

Dan dia mengejekku, dengan wajah menyebalkannya itu.  Aku sungguh kesal.

 

Dan menyebalkannya lagi, dia selalu menekankan kata Sungmin hyung seakan mengejekku dan sepertinya dia sangat bangga karena selalu menjadi yang lebih dan bahkan yang terpintar dikelas. Mulai hari itu, aku menyataka jika Kyuhyun adalah sahabat dan juga rivalku.

 

Sangat menyebalkan.

 

“Aku Lee Sungmin, dan aku tingkat 9. Sebenarnya aku kesal denganmu, karena kau berada di kelas yang sama denganku dan bahkan kau lebih pintar. Asal kau tahu, itu sangat menyebalkan. Tapi aku tidak bisa marah padamu, karena kau tahu kenapa??? Karena aku lebih tua, dan aku Sungmin Hyung. Setidaknya kau masih memanggilku Hyung dan itu jauh lebih baik, tapi bagiku kau masih menyebalkan.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Kami berangkat sekolah bersama dan aku tak pernah menyadari sebelumnya, jika dia namja yang benar – benar tampan dan populer. Dalam waktu beberapa bulan saja, dia seperti bintang dimanapun. Memang dia tidak bisa berolahraga dengan benar tapi jika hanya untuk sekedar mengeluarkan keringat dan terlihat keren, dia selalu melakukan olahraga bersama dengan tim basket.

 

Dia memang tak buruk dalam permainan itu, tapi sangat menyebalkan saat dia melempar flying kiss ke semua yeoja, dan bahkan itu dilakukan meski dia tidak mencetak satu angka pun. Dasar pabbo….!

 

Dan juga aku tak tahu jika dia sangat terkenal, hingga semua sunbae bahkan tergila-gila pada Kyuhyun. Saat itu, kami tengah duduk berdua di bawah pohon yang berada di taman belakang sekolah. Dia menutup bukunya dan mulai melihatku.

 

Aku merasa canggung dan aneh, karena jujur…. Kyuhyun sangat sering melihatku seperti itu dan ini sangat aneh. Ah… aku tak tahu apa ini.

 

“Kau pikir, bagaimana?” Dia bertanya tanpa menoleh padaku. Hanya memainkan buku ditangannya. Dan lihatlah, wajah itu terlihat sangat keren. Aku akui dia memang tampan. Ah… baiklah, dia sangat tampan. Tapi aku sungguh tak mengerti apa yang da bicarakan.

 

“Apanya?”

 

“Tentang yeoja asing itu.”

 

Ck… Kyuhyun selalu mengatakan yeoja itu adalah yeoja asing. Padahal kenyataannya dia hanya anak berdarah campuran Aussie dan Korean. Sangat cantik, memang. Tapi, Kyuhyun selalu mengejeknya dan mengatakan jika Eve berasal dari planet lain. Yeah… dalam hal ini kurasa penglihatan Kyuhyun sangat buruk.

 

“Ck…” Aku hanya bisa berdecak kesal. “Dia bukan yeoja asing Kyu, dia Eve dan dia orang asing bukan yeoja asing yang sama sekali tak kita kenal. Bukankah dia sunbae kita. Dan dia hanya berkulit putih dan sangat cantik. Bukankah dia seperti barbie?”

 

“Heuh… dia seperti tokoh di anime yang aneh.” Kulihat Kyuhyun menggeleng.

 

Mungkin aku memang tak benar-benar mengerti akan hal ini. Tapi, dari yang kulihat… Eve benar-benar cantik.

 

“Dia mengatakan jika dia menyukaiku. Heuh… sangat lucu saat ini terjadi di usiaku yang ke 15. Bahkan dia akan lulus tahun ini. Bukankah lebih baik dia memikirkan sekolahnya, bukankah begitu… hyung?”

 

Kyuhyun menoleh padaku. Aku tahu, dia pasti akan memojokkan aku. Dia selalu berfikir jika aku mungkin menyukai yeoja itu. “Aku tak menyukai Eve. Jangan bilang, kau pikir aku benar-benar menyukainya.”

 

“Heuh…” Kyuhyun tersenyum kecil. “Aku tahu, kau tidak menyukainya Hyung. Makanya aku juga tidak menyukainya. Sudahlah, jangan pikirkan dia. Kajja…”

 

Dan dia seenaknya menyeretku. Dia pikir aku ini saeng-nya?? Aku lebih tua!!!

 

Ck… menyebalkan.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Aku tahu ini salah, tapi perasaan ini seperti nada yang terus bernyanyi di telingaku. Aku melihat punggung Kyuhyun. Entahlah, sama sekali tak mengerti. Hanya saja, aku sangat senang melihat punggung Kyuhyun.

 

Ada perasaan nyaman dan hangat. Sangat aneh. Tapi, yang ingin aku lakukan sebenarnya lebih dari ini. Aku ingin memeluknya. Punggung itu, sepertinya sangat nyaman.

 

.

 

.

 

.

 

“Bagaimana jika aku menyukai yeoja, apakah kau juga akan mengijinkannya?”

 

Hari itu, Kyuhyun menanyakannya padaku. Sebenarnya sedikit aneh, karena dia menanyakan hal seperti itu padaku. “Kenapa bertanya? Bukankah seharusnya kau tinggal menjalani saja. Aku akan senang jika kau menyukai seseorang.”

 

Kulihat Kyuhyun menunduk dan tak lama dia kemudian membereskan semua bukunya. Memasukkan ke dalam tas ranselnya.  Mungkin dia tidak puas dengan jawabanku. Kulihat wajahnya yang datar dan sama sekali tak bersahabat seperti biasanya.

 

Aku tahu, kami dekat. Tapi tak cukup dekat dan tak cukup gila untuk mengatakan jika aku mungkin menyukainya. Aku hanya mulai berfikir jika aku mungkin menyukai Kyuhyun, tapi dalam batasan tertentu dan bukan menginginkannya sebagai…

 

Kekasih.

 

Mungkin…  Heuh… aku sama sekali tak mengerti.

 

Dan saat aku menyadari jika aku terlalu banyak bergelut dengan pemikiranku, jemari besar Kyuhyun sudah menyapu pipku. Ini pertama kalinya kami sedekat ini. Sebelumnya, memang kami dekat tapi kami adalah namja dan sepertinya tidak melebihi garis yang sudah ditentukan.

 

Tapi, kali ini aku merasa aku sudah melanggarnya. Aku suka ketika ibu jarinya mengusap pipiku. Tapi sungguh, aku benci ketika dia menunjukkan wajah datarnya. Apakah aku sangat menyebalkan?

 

“Aku hanya ingin tahu, seperti apa Hyung menyayangiku. Tapi, sepertinya tidak benar-benar berbeda dengan apa yang aku pikirkan. We won’t cross the line…”

 

Sungguh aku kesal. Sudah tahu aku tidak bisa berbahasa Inggris dan dia dengan seenaknya mengucapkan itu. “Apa maksudmu?”

 

Kyuhyun hanya menggeleng dan kemudian mengacak rambutku. Dia bergegas turun dari kamarku. “Heuh… sudahlah, lupakan saja. Aku pulang!!!”

 

.

 

.

 

.

 

Pada saat itu, aku sungguh tak mengerti. Aku sama sekali tak pernah berfikiran sampai sejauh ini hingga akhirnya…

 

.

 

.

 

Aku tak bertemu selama beberapa hari dengan Kyuhyun. Aku terlalu sibuk dengan latihan piano, karena sebentar lagi aku akan tampil untuk menghibur para sunbae. Sama sekali tak pernah bertemu Kyuhyun, bahkan sejak hari itu.

 

Dan hari ini, mungkin adalah hari terburukku. Kenapa Kyuhyun menutupi semuanya? Termasuk jika dia akan pindah lagi. Aku melihat mobil bertuliskan Moving  itu datang lagi. Mobil yang sama yang datang 3 tahun yang lalu.

 

“Umma, apakah keluarga Cho akan pindah lagi?”

 

“Sepertinya begitu. Mungkin kali ini mereka akan ke China. Umma dengar, mereka akan pindah kesana.”

 

Kyuhyun benar-benar keterlaluan.

 

Aku berlari menuju rumah Kyuhyun. Sudah banyak kardus di luar rumah.Aku segera berlari menuju kamar Kyuhyun yang terdapat di lantai atas. Cukup canggung saat aku menemukan mommy cho menangis sambil memeluk daddy cho. Kurasa mereka sebenarnya juga tak ingin pindah.

 

Aku menemukan pintu kamar Kyuhyun yang tertutup. Perlahan aku membukanya, tapi apa yang kulihat benar-benar diluar dugaanku. Kamar ini berbeda dari 3 tahun yang lalu saat dimana aku membantu Kyuhyun mendesain-nya. Bukan karena semua barang berpindah.

 

Sialnya, Kyuhyun tak pernah mengijinkan aku masuk kekamarnya. Inikah alasannya?

 

“Seharusnya kau tak masuk kesini tanpa seijinku.”

 

Kyuhyun berucap dingin dan bahkan seperti marah padaku. Tapi bukan itu yang menjadi pikiranku sekarang.Yang aku pikirkan adalah sesuatu yang dia lakukan tanpa aku tahu. Dan saat ini, entah bagaimana… tapi rasanya sangat menyedihkan. Bukan hanya karena dia akan pergi, tapi lebih dari itu.

 

“Wae?”

 

Aku berhenti tepat didepan Kyuhyun, dan dia mengacuhkan aku.

 

“Sudahlah, sebaiknya kau pulang karena kami harus segera pergi.”

 

“Wae Kyu?”

 

“Aboji sakit, dan daddy tidak mungkin untuk tidak pulang.”

 

Aku menggeleng cepat. “Bukan… bukan itu yang aku tanyakan. Bukan itu, Kyu.” Aku mendekati Kyuhyun yang sekarang masih sibuk dengan apa yang dia lakukan. “Sejak kapan Kyu?”

 

Kyuhyun tersenyum kecil, benar-benar senyuman yang aku benci. Wajah dinginnya seperti datang lagi, menjadi Kyuhyun yang sangat acuh. Kyuhyun yang sama 3 tahun yang lalu. “Heuh… jangan terlalu dipikirkan Hyung. Lagi pula, mungkin aku akan menetap di China dan sangat kecil kemungkinannya untuk bertemu lagi.”

 

“Kyuhyun….”

 

Aku meraih tangannya untuk menghentikan apa yang dia lakukan. Sedari tadi dia sibuk merobek semua kertas yang kukira tadinya tertempel dengan benar disetiap dinding dikamar itu. Dan aku tahu pasti, apa yang terlukis di kertas itu.

 

“Kuharap kau menghentikan apa yang kau lakukan, Kyu. Bukankah kau bisa memberikannya padaku dan membiarkan aku menyimpannya?” Aku membantu Kyuhyun memunguti serpihan kertas itu dan juga semua sketsa menjadi satu.

 

“Ck… ini hanya sebuah sketsa, yang bahkan aku sendiri tak pernah menyadari apa yang aku lakukan.”

 

.

 

Cinta itu terlalu cepat datang, dan kurasa ini bukan waktu yang tepat. Tapi, aku sama sekali tak bisa menghentikannya saat aku benar-benar ingin melakukannya.

 

.

 

Aku menampar tangan Kyuhyun yang masih sibuk dengan sketsa itu. Dia merampas dari tanganku dan merobeknya, membuatku semakin kesal. Kulihat dia akhirnya terdiam dan membiarkan aku mengumpulkan robekan kecil itu.

 

Aku tak tahu kenapa, tapi aku sungguh menangis saat ini. Aku berusaha menahan air mataku, tapi sama sekali tak bisa. Dan saat itu, Kyuhyun menunjukkan satu sketsa yang masih berada di buku sketsanya.

 

Aku tak menyangka jika kami benar-benar akan seperti ini. Aku sungguh takut tapi sama sekali tak ingin berhenti. Aku mengangkat wajahku dan melihat Kyuhyun. Wajahnya masih datar tapi sama sekali tak mengurangi ketampanannya. Aku sadar, dia memang begitu tampan dan benar-benar sempurna. Aku, tak bisa menghentikan diriku sendiri untuk tak jatuh cinta dengan pesonanya.

 

Aku melakukan apa yang Kyuhyun gambarkan disana. Meraih satu tangannya dan menyatukan jemari kami. Menuntun satu tangannya untuk meraih tubuhku. Dan membiarkannya untuk memelukku.

 

Dia kaku.

 

Sungguh, aku benci ini.

 

“Apakah, kau juga tak akan melakukan apapun disaat seperti ini?”

 

Kyuhyun menggeleng pelan. “Tidak, Hyung. Sudahlah, ini semua salah. Aku hanya terlalu melewati batas kita.”

 

“Aku tak memikirkan apapun saat ini.”Aku menggeleng cepat. Aku menatap manik hitamnya. Benar-benar tampan. Kyuhyun kecilku yang tampan. “Berjanjilah, satu hari nanti… kau akan kembali.”

 

“Untuk apa?”

 

Aku meraih leher Kyuhyun, dan menyamakan tinggiku dengannya. Mencium lembut bibir itu. Inilah kegilaan pertamaku. Aku benar-benar berani melakukannya.

 

“Untuk memulai, cinta kita yang dewasa.”

 

.

 

.

 

3 tahun pertama adalah perkenalan kita, dan sudah cukup waktu untuk aku tahu. Untuk mengenali diriku sendiri….

 

“Saranghaeyo, Kyuhyunie…”

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

7 years later

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Yak!!! Sungmin hyung! Setidaknya berikan tanggapanmu. Mereka akan menambahkan satu anggota lagi dan kemungkinan satu dari kita akan diganti.”

 

“Aku tahu.”

 

Aku hanya diam. Melihat menembus batas keluar jendela dorm kami.

 

Aku berjuang selama beberapa tahun ini, untuk terus menunjukkan siapa aku dan bagaimana aku. untuk membiarkan seluruh Korea dan bahkan seluruh dunia, jika aku adalah Lee Sungmin.

 

Dan untuk menunjukkan jika aku masih ada, dan aku masih menunggunya. “Aku tak berharap banyak Hyukie-ah. Tapi, aku berharap jika kita bisa selalu bersama. Bukankah menjadi 13 itu lebih baik? Lebih banyak akan lebih ramai.”

 

“Ish… tapi aku tetap tidak setuju. Pihak manajemen mengatakan jika kemungkinannya adalah salah satu dari kita akan digantikan. Dan kau tahu Hyung, dia hanya menjadi trainer selama 3 bulan.”

 

Aku hanya bisa tersenyum kecil. Memang mengesalkan, karena aku butuh bertahun. Tapi…

 

“Jika dia bisa bernyanyi dengan baik, maka tidak masalah.”

 

“Yesung hyung….”

 

Aku lihat Yesung Hyung memang tenang. Dia adalah yang terbaik, suaranya adalah yang terbaik. Maka tak mungkin dia akan digantikan.

 

“Sudahlah, mungkin saja aku. Tenang saja, aku sudah siap.”

 

“Yak….! Sungmin Hyung, kenapa berbicara seperti itu.”

 

Aku melihat manager hyung masuk kedalam dorm kami. “Aku sudah datang bersamanya. Kuharap kalian bisa berteman baik, dan berbagi kamar. Dia akan menjadi maknae kalian.”

 

“MWO??!!!”

 

Siapa yang akan menyangka, 3 bulan masa trainer dan dia sudah menjadi main vocal. Dan juga menjadi maknae yang menambah baris kenyataan pahit, jika dia masih muda dan berbakat. Sudahlah, mungkin memang aku yang keluar.

 

Aku mendekati manager Hyung, “Lalu siapa diantara kami yang akan keluar?”

 

Aku merasakan pelukan hangat di bahuku. Aku tahu, Leeteuk Hyung tak akan membiarkan satu diantara kami keluar. Tapi entah mengapa aku merasa sedikit lelah, karena sama sekali tak bisa menemukan apa yang benar-benar aku cari.

 

“Aku tak akan membiarkan satu dari memberku keluar.” Leeteuk Hyung berbicara dengan nada tegasnya. Dia kemudian menarik kami semua kedalam pelukannya. “Aku tak akan membiarkan mereka keluar. Aku bisa membuktikannya, bahkan pada Soo Man ahjussi …. jika kami akan berusaha lebih baik lagi.”

 

Aku tak bisa menangis, rasanya sangat kacau.

 

“Sudahlah, masalah itu aku tidak tahu. Tapi kau bisa tanyakan langsung pada member ke -13 kalian. Dia sudah rapat tersendiri dengan Lee Sajangnim tadi. Sudahlah, aku pulang dulu.”

 

Manager Hyung segera berlalu dari hadapan kami. Aku mendengar sedikit suara ribut dari luar. Heuh…. sepertinya ini waktu yang tepat untuk beres-beres.

 

“Aku akan membereskan barang-barangku.”

 

“YA!!! Bagaimana kau bisa menyimpulkan jika kau yang akan pergi, Ming?”

 

Aku mendengar Kangin hyung berteriak keras ditelingaku. Dan aku juga bisa merasakan pelukan dadakan dari Hyukjae.

 

“Hikss… hyung, bukankah kita selalu bersama. Kenapa kau tak mengajakku?”

 

“Heuh… jangan kekananakkan Hyukkie-ah. Aku tahu, kau dancer yang hebat. Dan aku… sama sekali tak bisa melakukan apapun.” Aku mengusap punggung Eunhyuk. Ck… si cengeng ini benar-benar menyusahkan. “Tenang saja, aku akan sering main ke dorm.”

 

“Tapi aku datang bukan untuk melihatmu pergi…”

 

Aku menoleh ke arah namja itu. Suaranya asing, dan memang benar-benar bagus. Sudah kuduga jika member ke – 13 kami memang yang terbaik dari yang paling baik. “Heuh… aku sudah mendengar tentang kedatanganmu. Jadi selamat datang dan bergabung dengan Super Junior.”

 

“Sungmin, jangan terlalu cepat memikirkan semuanya. Mungkin saja Soo Man ahjussie tak mengeluarkanmu. Mungkin saja dia membuangku, leader yang sama sekali tak bisa melakukan apapun.”

 

“Ahniya, Hyung.” Aku menggeleng cepat. Kemudian memeluk Leeteuk Hyung. Leaderku ini juga benar-benar cengeng. Tapi, tiba-tiba aku merasakan satu tarikan cepat dan saat aku sadar aku namja itu sudah memelukku.

 

Entah mengapa, semua member bahkan diam dan sama sekali tak memarahinya saat melakukan hal seperti ini padaku. “Yak… lepaskan. Aku bisa memukulmu.”

 

“Berhentilah bersikap aneh, Lee Sungmin.”

 

“Eh… kau tahu aku?” Sedikit aneh saat dia benar-benar tahu siapa aku. Padahal kurasa, aku adalah member yang paling tidak menunjukkan diriku di depan umum. “Ah… aku lupa jika aku juga terkenal. Hehehe… sudahlah lepaskan aku. Aku harus segera membereskan barang-barangku.”

 

“Ck… Sungmin hyung…”

 

“Eh….” Dia kembali memelukku, dan bahkan kali ini lebih erat lagi. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang benar-benar cepat. Dan aku… merasa sangat dekat.

 

“Apakah, terlalu lama 7 tahun itu?”

 

“Eh…?”

 

“Apakah, kau bahkan lupa dengan janjimu sendiri?”

 

“Apa maksudmu?”

 

“Bukankah kau berjanji, untuk memulai cinta kita yang dewasa.”

 

Aku mendorong pelan tubuhnya. Dia memang berkacamata hitam. Ck… orang bodoh mana yang berkacamata hitam malam-malam begini. Aku melepaskan kaca matanya. Dia tersenyum padaku.

 

Aku merasa familiar, benar-benar tak asing. Tapi, sama sekali tak bisa memikirkan perkiraan apapun tentang namja ini. Aku bahkan membiarkan dia mengusap pipiku dengan ibu jarinya, tapi eh… chakkaman…

 

“K-kau…”

 

“Kita sudah dewasa Hyung, jadi maukah kau melanggar garis itu untuk bersamaku. Memulainya dari titik ini dan berjanji untuk membuat jalan kita sendiri?”

 

“K-Kyu….”

 

Kulihat dia tersenyum, dan tak lama setelahnya…. aku bisa merasakan bibirnya menyentuhku. Sangat hangat dan lembut. Aku bisa merasakan betapa eratnya dia memelukku. Aku merasakan, betapa dia mencintaiku…

 

“Hikss… Kyuhyunie…” Aku tak bisa untuk tak menangis. “Paboya Kyuhyunie…”

 

“Hei!!! Kalian baru bertemu sudah beraninya berbuat seperti itu!!!” Aku mendengar suara Heechul Hyung. Sudah kuduga, dia tak akan senang dengan keadaan seperti ini. “Ck… aku baru pulang syuting CF dan mencari uang, kau malah bermesraan dengan member baru itu.”

 

Heechul Hyung segera mendekati member ke -13 kami. Dia tersenyum sengit dan mengusap bahunya. “Kulihat kau cukup tampan. Ah… baiklah, biar aku saja yang keluar dari grup ini.”

 

“Eh…. bagaimana bisa begitu hyung?”

 

“Iya Hyung , kau jangan membuat keputusan sendiri.”

 

Aku melihat Heechul hyung mengibaskan tangannya pada Eunhyuk dan Donghae yang sibuk mencegah Heechul Hyung. “Yeah… aku bisa bergabung dengan girlband mungkin, ah… bisa bersama SooHee.”

 

“YAH!!! Heechul Hyung.”

 

“Aish… kalian berdua ribut sekali.” Heechul Hyung kemudian menarikku dari pelukan erat Kyuhyunku. “Yah!!! Bocah, siapa namamu?”

 

“Ah… annyeong, Cho Kyuhyun imnida. Dan aku memang benar-benar anggota ke-13 tanpa ada pernggantian member.”

 

“Lalu kenapa kau memeluk-meluk Sungmin begitu, kau pikir dia apa heuh? Dasar anak baru.”

 

“Heum… Sungmin hyung, nae namja. Dia namjaku.”

 

“Eh???”

 

Kudengar serentak ke 11 member yang lain berteriak, dan aku tak peduli. Aku kembali memeluk Kyuhyun dan membiarkan dia menciumi pucuk kepalaku.

 

“Heum… kau bertambah gemuk Hyung…”

 

“YAK!!! CHO KYUHYUN!”

 

“AHAHHAHAHA… memang kau gemuk… hehehhe…”

 

 

.

 

 

.

 

.

 

Aku ga tau kenapa ini jadi begini. Yang penting, happy joy day dan aku emang paling ga bisa bikin canon, makanya jadi ga nyambung and aneh pula. Ahaha…. but it’s a joy day… lets pray…!!! Kyumin will always together… they will always happy, forever…

 

13elieve in 7ove

 

Kyumin JOY day,happy 7th anivv…. Hawaian Couple… yeay…!

.

 

 

GamsaHAE ^_^

.

.

1069832_424539017663895_1533781436_n

GamsaHAE ^_^

.

Remarried | KyuMin | YAOI | Part 1

.

 

.

 

.

 

Matahari sore bersinar hangat. Terlihat indah. Mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar taman sedikit jauh di depan rumah mereka. Membeli ice cream atau sekedar gula kapas mungkin.

 

Tapi, sore ini …

 

Sepertinya namja pintar ini memiliki pemikiran lain. Memang wajar jika seusianya sudah menanyakannya. Ia mencoba untuk tak bertanya, tapi nyatanya perbedaan itu terlalu mencolok dan benar-benar membuatnya penasaran.

 

“Appa….”

 

“Heum…”

 

“Cungie cuma punya satu appa, waeyo?”

 

“Kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu, baby?”

 

Sunghyun sedikit takut dan mengkerut, hingga akhirnya ia menggeleng lemah dan berusaha untuk tidak menangis. Ia tahu, appanya tak akan suka jika membicarakan hal ini. Bahkan sejak beberapa hari yang lalu, ia sudah mulai berfikir jika dia bukan anak appa kesayangannya ini. Mungkin saja, perkataan chingunya benar jika Sunghyun berasal dari sebuah rumah yang besar dengan begitu banyak anak kecil didalamnya. Rumah besar tepat didepan rumah mereka.

 

“Ahniya, appa…”

 

Namja mungil itu menunduk, namun dengan pasti ia melepaskan tangannya dari genggaman namja disisinya. Mau tak mau, namja tampan itu harus menghentikan langkah mereka dan mulai membujuk putra kesayangannya yang merajuk padanya.

 

Meski namja kecil itu sedikit meronta, tapi ia tetap memaksakan untuk membawanya dalam gendongan lengannya. “Kenapa bersikap seperti ini pada Appa? Hei… jangan menangis sebelum mengatakan apapun. Kau tahu bukan, namja tidak boleh cengeng.”

 

Sunghyun mengangguk pelan. Ia mengusap sedikit basah di wajahnya dan kemudian segera memeluk erat leher appanya. “Juniol, punya 2 appa.”

 

Sunghyun bergumam kecil dengan suaranya yang sedikit serak. Sungguh, ia benar-benar ingin tahu, kenapa hanya dia…

 

Kenapa…

 

Namja tampan ini sangat yakin, jika jagoan kecilnya ini pasti tengah merengek. Sebenarnya bukan karena 2 atau 3 appa. Ia mungkin hanya merasa iri dan itu saja, tidak lebih. “Hei… lalu kau mau punya 2 appa juga?”

 

“Eum…Cungie…” Sunghyun menggumam pelan.

 

“Atau kau ingin seperti Gwiboon?”

 

“Eoh? Boonie nuna…” Sunghyun tampak berfikir. Heuh… ia sama sekali tak tahu apa yang dia pikirkan. Ia juga tidak ingin mempunyai satu appa dan satu umma. Dia tidak merasa iri pada Gwiboon. Bukan pada yeoja anak tetangganya itu. Tapi, ia benar-benar merasa iri pada Junior.

 

“Appa…” Sunghyun menangkup kedua sisi pipi namja yang tengah menggendongnya ini. Kemudian dia mendekatkan wajahnya dan mencium kening namja itu.

 

“Cungie lihat Hae Appa cepelti itu cama Hyukkie appa.”

 

“Hehehe….Lalu?”

 

“Yeye appa…. “

 

“Nde, kenapa dengan Yesung appa?”

 

Sunghyun tidak menjawab, hanya menggeleng. Dan dengan begitus saja namja ini tahu, jika putranya benar-benar tak menyukai seseorang yang selama ini selalu bersama mereka.

 

“Wae?”

 

“Cungie bukan dali lumah itu ‘kan, Appa?”

 

“Ya… tentu saja. Ish… siapa yang mengatakan itu?”

 

“Yeye appa, bukan appa Cungie. Lalu ciapa appa Cungie?”

 

“Sunghyunie….”

 

“Apa, Cungie punya umma cepelti Boonie nunna?”

 

“Chagiya, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu. Sudahlah… eum appa akan membelikan ice cream untukmu.”

 

“Hukss… Appa….”

 

.

 

.

 

.

 

‘Mianhaeyo… baby…’

 

.

 

.

 

.

 

 

re-MARRIED

 

.

.

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

– Lee Hyunming (Sungmin Twins) – OC – Yeoja

– Other SUJU member

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. KyuMin saling memiliki dan saya adalah pemilik mutlak dari seorang Lee Sungjin #%$&&^%???

 

Genre : ||Drama || Romance|| Slice of life |

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

.

 

Another PRESENT From Me

.

 kyumin remarried mini size

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

.

 

.

 

Happy Reading

.

 

 

 

Part 1

.

 

.

 

.

 

Jika aku bisa kembali, aku berharap tak pernah menemukanmu,

 

Jika aku bisa menolaknya, maka aku tak ingin bersama denganmu,

 

Dan jika aku akan kalah pada akhirnya, aku benar-benar tak akan pernah mencintaimu.

 

.

 

.

 

.

 

Berawal dari pertemuan kecil, hingga akhirnya membuatmu terus merasa bersalah jika tak mengalah. Apakah sama sekali tak pernah berfikir, bahwa aku benar-benar tak menginginkan ini.

 

Jika cinta hanya karena belas kasihan, aku tak mau melakukannya. Mengapa memohon padaku, jika nantinya akan menyakitimu?

 

Untuk apa kau melakukan ini? Apakah sudah bosan dan tak mencintaiku lagi?

 

Apa hakmu untuk mengatur kehidupanku? Untuk apa memohon padaku?

 

Harusnya kau juga tahu, aku tak akan pernah bisa membahagiakannya. Aku tak akan pernah benar-benar mencintainya. Aku sungguh, tak akan bisa.

 

Mengerti?

 

 Atau kau tak mau mengrti….

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Flashback On

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Teng….teng… teng…

 

.

 

Lonceng gereja itu berbunyi nyaring, menandakan upacara disana telah selesai. Meski hanya beberapa sahabat asing yang mereka temukan, itu sudah cukup sebagai saksi kebahagiaan mereka. saling melempar senyuman dan bahkan menggenggam jemari.

 

Seperti tak ada beban apapun lagi, karena kita benar-benar bebas. Bahkan berciuman didepan orang banyak, dan mereka menghargai.

 

Inilah yang disebut cinta, sesuatu yang bebas.

 

Dan inilah ikatan kita seharusnya.

 

.

 

.

 

.

 

“Aku tak percaya kita menikah.”

 

Senyuman cantik itu menghiasi bibir Sungmin. Dia tersenyum dan memutar tubuhnya, untuk melihat bagaimana ekspresi namjanya. Yeah, mereka menikah …

 

Jauh diseberang. Di negeri orang, dimana pernikahan itu akan benar dan tak ada yang salah dengan cinta mereka.

 

“Kau senang, Ming?”

 

“Nde, tentu saja. Heuh, aku tak menyangka akan menikah dengan namja menyebalkan yang dari dulu sangat suka menggangguku. Kukira kau tak akan menemukan aku di Paris. Sangat menyebalkan.”

 

Sungmin mendekat pada namja itu, kemudian membiarkan lengan kuat namjanya melingkar indah dan mengangkat tubuh Sungmin, agar kaki mungilnya berpijak pada kakinya.

 

“Ck… Kyunie, aku berat. Kau tahu….”

 

“Biarkan saja. Aku ingin melakukan ini. Aku suka kau seperti ini, jangan mencoba diet. Atau aku akan memberikanmu susu penambah nafsu makan.”

 

“Ahaha… Konyol sekali.”

 

Kyuhyun, namja yang menikahinya. Memberikan marga Cho, meski sangat sulit pada akhirnya. Senyuman di bibir Sungmin perlahan menghilang. Ia kemudian mengusap dada Kyuhyun dan memeluknya erat.

 

“wae, kenapa wajahmu seperti itu?”

 

Sungmin hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Sejujurnya, ia sungguh takut dalam hal ini. “Aku tak bisa menjelaskannya nanti. Bagaimana jika appa dan umma-mu tahu? Bagaimana jika mereka…”

 

Kyuhyun menggeleng dan meletakkan satu jemarinya dibibir Sungmin, meminta namja itu untuk diam dan menghentikan semua pemikiran anehnya. Sungmin merajuk. Dia menghentak pelan tubuhnya dan memasang wajah khawatirnya.

 

“Ck… mereka tak pernah menyukaiku sejak dulu. Mereka sadar, jika kau… aku… yeah…. aku…”

 

“Sssttt…. jangan berfikiran sampai seperti itu. Aku yakin, mereka akan merestui kita. Bukankah, menantunya ini sangat cantik?” Kyuhyun mencuri ciuman kecil di pipi chubby Sungmin. Membuat wajah imut namja itu memerah dan semakin menggemaskan.

 

“Ah, aku juga tak tahu bagaimana memberi tahu Hyunming noona.” Tambah Sungmin. Namja itu benar-benar khawatir tentang semua hal. Pernikahan ini benar-benar tak mudah. Bagaimana bisa ia mengubah pemikiran banyak orang dinegaranya nanti. “Dan juga appa dan Umma…”

 

Kyuhyun tersenyum kecil dia mengusap lembut pipi Sungmin, membuat namja itu menatap Kyuhyun. “Apa kau ingin pulang, baby?” Kyuhyun berbisik pelan. Sungmin hanya mengangguk.

 

Bagaimana ia tak ingin pulang setelah beberapa tahun meninggalkan Korea. “Aku sudah menyelesaikan sekolahku di sini. Aku bisa mengajar di salah satu universitas atau high school. Dan lagi, aku mengkhawatirkan Hyunming noona. Beberapa bulan ini, dia sama sekali tak bisa dihubungi.”

 

Kyuhyung mengangguk pelan. “Baiklah, Cho Sungmin. Kita akan pulang ke Korea.”

 

“Tapi, Kyu… appa dan umma-mu…”

 

“Jangan dipikirkan. Aku yakin mereka akan mengerti, dan jika mereka belum bisa menerimamu… aku akan tetap bersamamu.”

 

Masih terlihat raut wajah khawatir Sungmin, tapi Kyuhyun menoba meyakinkannya. Menatap kedua mata foxy yang cantik itu dan tersenyum pada namjanya. “Kita akan bersama, bukankah aku sudah mampu melaluinya selama beberapa tahun. Untuk beberapa tahun lagi, kurasa bukan masalah.”

 

Sungmin mengembangkan senyumannya. Sungguh, ia sangat mencintai namjanya. Namja tampan yang sedari dulu sudah mengejarnya. Namja yang bahkan rela melanggar aturan dalam keluarganya hanya untuk cintanya.

 

“Aku sangat mencintaimu, Kyu.”

 

“Aku lebih mencintaimu, Cho Sungmin….”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Bandara selalu saja ramai. Bahkan hari ini sepertinya lebih ramai. Yeoja yeppeo ini sudah menunggu hingga kering di arrival gate. Sialnya, penerbangan diundur beberapa jam hingga membuatnya menunggu dan menunggu.

 

Sesekali ia melihat jam tangan putih yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Menggeleng pelan dan kemudian melihat lagi kearah depannya. “Ah… akhirnya.” Ia mendesah pelan saat melihat beberapa orang asing keluar dari pintu itu. Sepertinya penantiannya sudah berakhir.

 

Sangat mudah mencari seseorang yang ia tunggu. Sangat mudah….

 

“Noona….”

 

Sungmin tersenyum saat melihat yeoja yang tengah menunggunya di arrival gate. Dia meninggalkan Kyuhyun dan kemudian segera bergegas memeluk yeoja itu.

 

“Sungmin… ck… kau menyebalkan sekali. Asal kau tahu, aku menunggu sangat lama.”

 

“Mianhe, noona…”

 

“Hikss… kau benar-benar kejam saat meninggalkan aku sendiri di Korea. Aku merindukanmu, pabbo…”

 

Sungmin melepaskan pelukannya dan bersiap untuk menghapus air mata nonanya. “Ck… kau cengeng sekali, Nonna.”

 

“Yah!!! Kau pikir kau pergi berapa lama. Sama sekali tak memikirkan bagaimana aku. Appa dan Umma terus menanyakanmu. Mereka sangat khawatir.”

 

“Mianhe…” Sungmin mencium pucuk kepala nonanya. Ia kemudian menoleh ke belakangnya. Namja tampan itu tengah menunggu gilirannya. “Eum, Hyunming nonna…ini…”

 

“Ah… bukankah kau Kyuhyun.” Hyunming melihat penuh selidik pada Kyuhyun. “Ommo!!! Jangan katakan kalau kalian…”

 

Sungmin mengangguk mengiyakan pemikiran Hyunming.

 

“Yah!!! Beraninya kau menikah tanpa memberitahuku. Anak nakal.” Hyunming memukul lengan Sungmin dengan jemari kurusnya. “Ah … baiklah, sepertinya aku harus mengucapkan selamat. Dan kau Kyuhyun-ah… jaga Sungminku baik-baik.”

 

Sungmin berusaha tersenyum. Meski wajah nonanya sama sekali tak menyiratkan apapun, tapi ia tahu… nonanya kecewa. Ini bukan karena Sungmin menikah dengan sesama namja tapi ini karena….

 

Kyuhyun…

 

.

 

.

 

.

 

Mereka terkesan diam didalam mobil. Sangat tak wajar karena diawal pertemuan, Hyunming bahkan sangat berisik.  Terlebih lagi, yeoja itu lebih memilih duduk dibelakang bersama karangan bunga white lily yang ia bawa untuk Sungmin. memilih menyendiri dibelakang dan membiarkan Kyuhyun membawa mobilnya menuju rumahnya.

 

“Nonna, tentang appa dan umma… “

 

“Tenanglah Ming, aku yakin mereka hanya butuh waktu. Kau bisa menjelaskannya perlahan.”

 

Biar bagaimanapun, biar seperti apapun cinta itu… hubungan mereka tetaplah menjadi cinta yang terlarang. Dianggap tabu dan sebelah mata. Dan benar-benar menyakitkan jika sama sekali tak ada satupun dari mereka yang mengerti.

 

“Ah… bagaimana denganmu Noona. Apakah kau sudah menikah?”

 

Hyunming tertawa pelan. “Bagaimana menikah, jika aku pusing memikirkanmu. Aku khawatir padamu, Ming. Kau pergi begitu saja, untung Umma tidak mati karena serangan jantung.”

 

“Hehe… mianhe Noona, kau juga sama sekali tak bisa dihubungi beberapa bulan terakhir.”

 

“Ah… itu karena aku harus mengurus perusahaan Appa. Mereka ingin beristirahat. Heuh… harusnya kau yang melakukannya, kenapa jadi aku.”

 

“Ahh… nde. Dan soal ini, aku….”

 

Dan kembali hening lagi. Sungmin tak berani melanjutkan perkataannya saat ia menyadari genggaman kuat pada tangannya. Kyuhyun mencoba menghentikan pembicaraan Sungmin.

 

Sungmin menatap seklias pada Kyuhyun, terlihat raut kecewa dan gelengan perlahan dari namja itu. Sungmin sendiri tak mengerti harus bagaimana. Dari dulu, ia sudah berusaha untuk membuat Kyuhyun tak mencintainya. Membuat namja itu melihat nonanya. Tapi, percuma.

 

“Nonna, aku minta maaf.”

 

Hyunming menghela nafasnya. Entahlah, ia hanya merasa sedikit sesak dan… bodoh.

 

“Tak ada yang perlu dimaafkan Ming.” Hyunming kemudian meraih tasnya dan merapikan dirinya. “Ah… aku berhenti disini.”

 

“Tapi noona….”

 

“Ck… jangan khawatir. Aku akan bertemu dengan Yesung Oppa. Sebaiknya kau bawa mobilku, berjalan-jalan mungkin. Kau bisa pulang ke apartemenku dulu. Atau kalian mau berbulan madu. Ahahha…. sangat romantis.”

 

Tepat saat Hyunming berhenti berbicara, mobil mereka sudah menepi. Sungmin hampir menahan Hyunming, tapi Kyuhyun sepertinya tak mengijinkannya. Hingga akhirnya, ia hanya melihat dari dalam mobilnya, yeoja itu mengusap kasar pipinya. Ia yakin, jika noona kesayangannya tengah menangis. Dan ini karena dia.

 

“Kami adalah saudara Kyu. Aku tahu nonna sangat kecewa padaku. Aku…”

 

Sungmin terdiam saat ia merasakan tarikan cepat dari Kyuhyun dan pelukan nyaman tubuh namja itu. Ia berusaha memejamkan kedua matanya dan mencoba untuk tak menangis.

 

“Bukankah kau yang meminta pulang? Jika kau belum siap, kita bisa kembali ke Paris.”

 

Sungmin menggeleng lemah. “Ahnieyo… aku akan menghadapi semuanya, Kyu. Aku… aku hanya…”

 

“Jika kau hanya kasihan pada nonamu, apa ku tak kasihan padaku? Apa tak memikirkan aku?”

 

“Kyu…”

 

Sungmin mengangkat wajahnya dan melihat Kyuhyun. Melihat wajah tampan itu tersenyum padanya, dan membiarkan ibu jari namja itu mengusap berkas air mata di pipinya.

 

“Jangan menangis, bukankah kau namja? Jangan mengatakan kau tak bisa, karena kita tak bisa terus menghindari ini.”

 

Sungmin mengangguk, dan perlahan tapi pasti ia menyatukan bibirnya…

 

Membiarkan Kyuhyun menuntunnya untuk  menenangkan pikiran dan perasaannya. Merasakan setiap lumatan lembut dan gigitan nakal Kyuhyun. Menikmati moment mereka di tengah kota Incheon.

 

Meski mereka tak menyadarinya, seseorang tengah mencoba menahan tangisnya. “Hikss…”

 

“Hei…”

 

“Ah, Yesung oppa.” Hyunming mencoba menghapus semua air matanya. Ia segera mengalihkan pandangannya dari mobil dimana Sungmin dan Kyuhyun masih sibuk dengan kegiatannya.

 

Yesung hanya menggeleng pelan dan kemudian meraih jemari kurus Hyunming. “Tak seharusnya kau terus memikirkannya. Bahkan Kyuhyun sama sekali tak melihatmu.”

 

“Aku tahu, oppa… tapi…”

 

“Apakah setiap saudara kembar pasti akan seperti ini? Jatuh cinta pada orang yang sama, seperti tidak ada yang lain saja.”

 

“Oppa…” Suara Hyunming semakin lirih. Ia berusaha untuk tak menangis lagi, tapi tangannya melemah dan perlahan melepaskan genggaman Yesung. Mau tak mau namja itu berhenti dan kemudian memeluk Hyunming.

 

“Jangan menangis untuk kebahagiaan mereka. Bukankah kau menyayangi Sungmin?”

 

Hyunming mengangguk pelan. “Aku sangat menyayangi Sungmin, bahkan lebih dari apapun.”

 

“Jadi berbahagialah untuk mereka. Kau yeoja yang hebat, Hyun-ah…”

 

Hyunming mengangguk pelan. “Aku tahu…hikss… tapi, tetap saja ini sedikit sakit. Hikss…. Oppa…”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

Dan angin menerbangkan kisah mereka. Menceritakannya pada debu yang menyertainya. Membawa mereka pada satu titik waktu dimana semuanya harus berubah sesuai dengan takdirnya. Sama sekali tak bisa menghindar.

 

Jadi, aku hanya manusia biasa. Apa yang bisa aku lakukan….

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, apa rencana hari ini?”

 

“Eum….”

 

Sungmin mengetuk dagunya menggunakan pena yang sedari tadi ia mainkan. “Aku sudah mendaftar pada salah satu sekolah, kurasa mungkin bulan depan aku sudah harus bekerja.”

 

“Baik, lalu…”

 

“Kita akan ke rumah Umma.”

 

“Umma?”

 

“Nde, ke rumah Umma.”

 

“Baik.” Kyuhyun mengangguk dan melepaskan kacamatanya. “Kurasa, aku siap untuk kerumahmu.” Kyuhyun mendekati Sungmin dan memainkan hidungnya, membuat Sungmin mau tak mau tersenyum melihat tingkah Kyuhyun.

 

“Yak, Kyunie… hentikan.” Sungmin menjauh, ia sungguh kesal saat Kyuhyun terus memainkan hidungnya. “Ish… siapa bilang akan kerumahku, aku ingin kita ke rumahmu Kyunie.”

 

“Eoh?”

 

“Kau yakin?”

 

“Aku pulang!!!”

 

“Noona….!” Sungmin langsung mendorong Kyuhyun untuk menjauh darinya. Biar bagaimanapun ia masih punya perasaan untuk hal ini. Ia tak ingin menyakiti noonanya lebih dalam lagi. “Wah, kau sudah pulang.”

 

“Nde.” Hyunming membuka beberapa tas belanjaannya. Ia tersenyum saat mengangkat salah satu dari beberapa tas itu. “Nah, Sungminnie… lihat apa yang aku beli untukmu.”

 

Hyunming mengangkat kain itu dan kemudian berjalan mendekati Sungmin. “Cuaca akan dingin di akhir bulan ini. Aku harap, syal ini akan menghangatkan nae bunny Ming.”

 

“Ish… Noona, seperti kau bukan bunny saja.” Sungmin meraih syal yang dililitkan Hyunming di lehernya. Syal berwarna hijau yang cantik. “Gomawo, noona…”

 

“Nde.” Hyunming mengangguk dan kemudian dia mengobrak-abrik belanjaannya yang lain lagi. “Nah, ini untuk Kyuhyun. Cha…” Hyunming berusaha untuk tersenyum sebaik mungkin. Meski sedikit malas, tapi Kyuhyun akhirnya menerimanya – meski harus menerima deathglare terlebih dahulu dari Sungmin-.

 

“Terima kasih untuk syalnya…”

 

“Nde, Kyuhyun-ah. Mianhe karena yang tersisa tinggal warna putih. Aku sebenarnya akan memberikanmu yang hijau sama dengan milik Sungmin. Tapi…”

 

“Gwenchana, ini saja sudah cukup.”

 

Sungmin melihat kecanggungan diantara kedua manusia itu. Sungguh, ia seperti orang jahat yang terus saja menusuk noonanya sendiri. Keadaan ini benar-benar sangat tidak nyaman.

 

“Ah… Nonna, besok aku akan kerumah Kyunie.”

 

“Wah, bagus. Ganbate!! Aku tahu, appa dan umma Cho akan senang melihatmu.”

 

Seketika raut wajah Sungmin berubah. Hyunming menyadari itu. “Hei… jangan seperti ini. Biar bagaimanapun, cepat atau lambat kau juga akan tetap menemui mereka.”

 

“Noona, bisakah kau ikut denganku. Aku…”

 

“Ming?” Kyuhyun menyela Sungmin. Sungguh, ia benar-benar tak senang dengan keadaan ini.

 

“Tapi, Kyu… aku ingin noona melihat dan mendukungku. Aku ingin dia selalu bersamaku. Kau tahu, kami sama Kyu… aku…”

 

Hyunming menggeleng dan menggenggam tangan Sungmin. “Gwenchana Ming, Noona tidak usah ikut ya. Aku janji, akan selalu mendoakanmu Bunny…..”

 

“Tapi Noona, aku ingin kau melihatku. Aku ingin kau menjadi Umma dan mendukungku. Kau tahu, aku tak bisa memberitahu Umma sekarang. Dia benar-benar bisa mati karena serangan jantung dan….”

 

“Ah… baiklah, tapi…”

 

Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan meletakkan syal dari Hyunming begitu saja. “Heuh… terserah kalian saja.”

 

“Kyu! Yak… Cho Kyuhyun…!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC

 

.

 

.

 

Ini alurnya mundur yah… dan saja ga tahu, ini bakal ngegantung apa cepet end… ahaha….

 

 

GamsaHAE ^_^

.

 

Nameless Memory | KyuMin | YAoi | Prolog |

NAMELESS MEMORY

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Other Super Junior Member

-OC

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Angst||

 

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Summarry : || “Kehidupan begitu sulit. Terlebih jika harus mencoba bertahan sendiri. Tapi satu keyakinan pasti jika semuanya akan kembali pada garisnya. My love will completely COMPLETE.” ||

 

Another PRESENT From Me

 

NAMELESS MEMORY

 

Terinspirasi dari Mini Drama untuk teaser Solo Album SS501…

 

And this is KyuMin Version

Mianhe jika ada sedikit atau banyak part yang berbeda. Mohon dimaafkan

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

NAMELES MEMORY

.

.

HAPPY READING

.

.

 

.

 

Prolog

 

.

 

.

 

“Ini targetku?”

 

“Nde. Kau takut? Atau terlalu berat untukmu?”

 

Namja itu menyeringai kecil. Mengangkat wajahnya dan mengarahkan pistolnya pada foto seorang namja. “Satu tembakan dan dia akan mati.”

 

“Bagus. Kerjakan untukku secepatnya. Aku ingin dia mati dan kau akan dapat imbalan yang sepantasnya.”

 

.

 

.

 

Satu namja lain terlihat begitu serius menatap layar laptopnya. Bermain dengan pisau kecilnya. Menatap berulang kali foto namja yang begitu dibencinya. Ada bertumpuk alasan dan kebencian di hati namja itu. Dia tersenyum ringan dan…

 

.

 

Srakkk…

 

.

 

Satu lemparan tepat mengenai foto namja yang terpajang di dinding target pembunuhan untuk selanjutnya.

 

.

 

.

 

Di tepi jalan ini, namja itu menikmati ice creamnya. Terus menjilatinya sedikit demi sedikit. Dan ia merogoh kantungnya ketika merasakan getaran di ponselnya.

 

“Nde Wonnie baby.”

 

“…”

 

“Ahni, aku bosan menunggumu. Jadi aku keluar dari cafe saja. Mungkin bisa bertemu denganmu di jalan nanti.”

 

“…”

 

“Ahni, aku jalan kaki.”

 

“…”

 

Kemudian namja itu mengedarkan pandangannya ke segala arah. Melihat dimana posisi namja lain yang kini sedang menelfonnya. “Ah… Wonnie! Disini!”

 

“Minnie-ah!”

 

Namja yang beradad di sebrang jalan itu langsung menyebrang hendak menemui kekasihnya, begitu juga namja yang sedari tadi menikmati ice creamnya. Mereka bertemu di tengah jalan. Di tengah ramainya kerumunan penduduk Korea yang lainnya.

 

Namja tampan dengan tubuh tegapnya itu memeluk erat namja yang masih memegang kencang stick ice creamnya. Tanpa mengetahui di satu sudut jalan ada namja lain yang mengintai mereka, tanpa mengetahui di dalam mobil tak jauh dari mereka ada namja lain yang sudah mempersiapkan pistolnya.

 

.

 

Dooor…!

 

.

 

Doooor…!

 

.

 

Dua tembakkan mengarah langsung pada dua namja yang berada di tengah jalan itu. Dan namja yang bersembunyi itu langsung pergi. Dan namja yang ada di dalam mobil itu langsung melesat jauh dari lokasi.

 

.

 

.

 

“Good job Cho Kyuhyun.”

 

Namja di dalam mobil itu menyeringai.

 

.

 

.

 

“Lee Donghae, aku tahu kau yang terbaik. Bayaranmu akan ku transfer ke rekeningmu.”.

 

.

 

.

 

.

 

TBC/end

 

Mind To RnR

Top to The Toe | KyuMin | YAOI | OS

.

533293_167139313413954_1645101600_n

.

.

Ini bukan tentang apa dan siapa?

Ini tentang bagaimana?

Bagaimana aku melihatnya?

Bagaimana aku memposisikan dirinya?

Bagaimana aku memposisikan diriku?

Bagaimana aku menghargainya?

.

.

Ini semua tentang sebuah proses…

.

.

Bagaimana aku dengan mudah, jatuh cinta padanya?

Tentang bagaimana dia yang bahkan tak melakukan apapun untuk membuatku mencintainya.

Itu semua adalah satu proses__

Bagaimana keindahan hidupku terbentuk saat ini?

Tentang semua caranya membuat dirinya terlihat sangat indah dimataku.

Ini adalah, tentang sebuah ikatan.

Bagaimana benang merah itu mengikat hidupku?

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

.

 

“TOP TO THE TOE”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin

–          Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, fluff, etc

Length : Oneshoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

Hati-hati, karena tingkat keGAJEan yang tinggi. Penderita DIABETES, dilarang mengkonsumsi (?) FF ini. Jika masih saja memaksakan diri, saya tidak menjamin kalau kalian akan dapat dikatakan orang waras lagi *lebay*

Yang di BOLD itu berarti dialog dimasa lalu yah

Hahaha…. CEKIDOT!!!

.

.

—>> CHO KYUHYUN POV

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Aku baru bangun pagi ini. Semua berjalan seperti biasanya. Tak ada yang istimewa.

 

Ataukah, semua hari memang istimewa?

 

Aku tidak tahu.

 

Setiap hari terasa lebih indah…. ah, ahniya. Bukan indah, tapi berwarna. Terkadang berwarna biru, terkadang juga berwarna kuning, dan juga bahkan sangat sering berwarna PINK. Aish…. warna itu hampir membuatku sakit mata.

 

PINK dikamarku, PINK di dapurku, dan bahkan PINK dikamar mandi dan TOILET-ku. Aku sempat heran, bagaimana bisa dia menemukan closet berwarna PINK menyala dan memasangnya di kamar mandi kami tanpa sepengetahuanku. Aish…. nae namja, benar-benar…

 

Dan juga, semua perlengkapannya. Dari bed sheet, sampai ke sendok kami. Memang tidak sepenuhnya berwarna PINK, tapi sendok itu entah bagaimana bisa memiliki ukiran BUNNY berwarna PINK.

 

MY PINKY baby….

 

.

 

.

 

.

 

Hari ini masih sama seperti hari kemarin. Dan hari ini pula, aku bangun lebih dulu darinya. Ah… aku lupa mengatakannya, ini tahun ke-6 kami bersama. Kami baru merayakan ulang tahun baby kami semalam. Ah… dia benar-benar namja yang hebat, dia__ Cho Sungmin.

 

Seseorang yang selalu saja mengganggu mataku, menyakiti hatiku, dan bahkan membuat nafasku sesak. Tak jarang pula, membuatku terkena serangan jantung dadakan.  Dan mungkin, aku harus benar-benar mengurangi kadar gula dalam setiap minuman dan makananku. Namja  ini berhasil membuatku diabetes.

 

Bukankah dia benar-benar err…. AWESOME!!!!

 

.

 

.

 

.

 

Perlukah aku menceritakannya?

 

Perlukah kalian tahu?

 

Ah… kurasa tak perlu. Aku tak mau membagi meski sedikit saja kecantikan Sungmin.

 

Hei…!!!

Jangan berteriak padaku dan mengatakan aku namja pelit.

 

Kalau pelit untuk semua yang berkaitan dengan Lee ah… Cho Sungmin, itu wajar saja bukan? Kalian harus ingat, dia MILIKKU!

 

Hei, jangan memohon padaku untuk menceritakannya. Puppy eyesmu bahkan lebih jelek dariku. Sudahlah, tidak akan mempan. Lebih baik close ff  ini dan cari yang lain saja.

 

Gomawo!!!!

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Eum… baiklah, kalian yang memaksa.

 

Aku akan menceritakan setiap detailnya, dari setiap titik indah yang menyatu menjadi tubuh cantik itu. Dan jangan lupakan, semua sikap dan sifatnya. Dan ini FREE tanpa imbalan apapun. Bukankah aku sangat baik???

 

Tentu saja, aku pantas menjadi satu-satunya namja yang dimiliki Sungmin.

 

_Oke, itu pengecualian untuk Uri Little baby yang kami adopsi 4 tahun yang lalu_

 

.

 

.

 

Hanya membayangkan semua kenangan kami saja, aku hampir gila.

 

.

 

.

 

.

 

Mulai dari rambut hitamnya. Dulu tak berwarna hitam. Namja manisku ini, memang yeah… bisa dibilang fashionista. Sebenarnya, bukan dia. Tapi Hyung-ku. Heechul Hyung menjadikannya seperti boneka manekin hidup.

 

Ia seperti memiliki kuasa penuh atas semua sudut keindahan di tubuh Sungmin, dan bahkan Sungmin sendiri sepertinya tak berhak berpendapat.

 

Seringkali rambut Sungmin berwarna blonde saat itu. Tapi, memang___ dan sebenarnya aku setuju dengan pendapat Heechul Hyung. Dia semakin cantik dengan warna rambut seperti itu. Semakin terang dimataku, hahaa… sampai sangat silau.

 

Aku masih ingat saat pertemuanku dengannya dulu.

 

“Kau siapa?”

 

“Aku… sebenarnya aku…”

 

“Kau boneka Heechul hyung yang baru?”

 

“Eih???

 

Dan saat itu pandanganku fokus ke kedua mata foxynya. Mata yang membulat dan bening. Sangat cantik. Jangan lupakan bibir pink dengan shape M yang benar-benar menggemaskan. Pouty___ seakan memaksaku untuk memakannya.

 

“Maksudku, apa kau model baru?”

 

“Oh… nde. Aku model baru. Sebenarnya tidak baru juga sih, selama ini aku bekerja di bagian desain. Tapi, Heechul hyung mengatakan wajahku sangat manis.”

 

Dan saat ia memuji dirinya sendiri, terlihat sangat lucu. Kedua pipinya merona merah, aigoooo!!!! Aku gila!

 

“Jadi dia memintamu berhenti di bagian desain dan menjadikanmu modelnya.”

 

“Nde.”

 

“Dan juga rambut blondemu itu___??”

 

“Ah…. ini sebenarnya ide Heechul Hyung. Dia bilang aku akan terlihat lebih manis jika rambutku berwarna seperti ini.”

 

Sungguh, dia memang sedikit narsis saat itu. Tapi, memang dia sangat cantik. Aku sering melihatnya sebelumnya. Dia berkacamata dan rambutnya sedikit aneh atau bahkan bisa disebut kuno. Mungkin, memang tangan Heechul hyung benar-benar ajaib. Dan kurasa, aku harus terus berterima kasih padanya.

 

 

Dan jangan lupakan, dia masih pemalu. Saat  pertama bertemu denganku saja, dia selalu menunduk saat berbicara denganku. Pada suatu hari,di butik Heechul Hyung__ aku pernah berbuat sangat konyol dan bahkan aku berani menjamin, bahwa itu perbuatan terkonyol yang  pernah aku lakukan.

 

Sungmin pernah menunduk dalam dan bahkan sangat dalam, hingga suaranya sedikit tak terdengar dan aku mulai merasa aneh. Mungkin saja dia tersinggung dan marah padaku sampai menangis. Aku segera meraih kotak tissue dan kemudian menyodorkannya padanya.

 

Dia memang menerima tissue dariku, tapi__

 

“Ini tissue. Aku minta maaf karena terlalu banyak bertanya. Aku hanya penasaran dengan keluargamu.

 

“….”

 

“Ah… apakah aku mengingatkanmu pada kedua orang tuamu yang sudah meninggal?”

 

“….”

 

“Jebal, jangan membuatku semakin bersalah.”

 

Saat itu aku sudah putus asa. Bahkan sudah sedikit frustasi. Ayolah, aku sudah jatuh cinta padanya dan aku  harus memilikinya. Tapi, apakah memang harus pendekatanku berakhir se-tragis  itu?

 

Dan pada kenyataannya malah__

 

“Hatchi! Huks…. hatchi!!!!”

 

Dia bersin!!!!!

 

Ya Tuhan….!!!

 

Aku sudah hampir gila dan kukira dia menangis dan kenyataannya dia hanya pilek???? DAMN!

 

Aku sangat malu, bahkan sepertinya seluruh karyawan dan termasuk Heechul Hyung tengah menertawakan kebodohanku.

 

SIAL!!!

 

“Aku hanya pilek, Kyuhyunie.”

 

Huwa!!! KYUHYUNIE….!!

Itu pertama kali dia memanggilku seperti itu. Ah… hatiku___ jantungku____ REMUK JANTUNGKU_

 

Entahlah, saat itu meski aku sangat malu tapi rasanya senang sekali. Hahaha… benar-benar memalukan. Bagi seorang Kyuhyun yang tampan, hal bodoh itu benar-benar membuat reputasiku jatuh dan harga diriku langsung ‘murah.’

 

.

 

.

 

.

 

Ah, mengingat kedua matanya___ aku akan mengatakan satu rahasia kecil. Mungkin bisa disebut telepathy. Yeah, dia menggunakan kedua matanya saat dia tak bisa menggunakan bibirnya untuk berbicara padaku.

 

Ini adalah satu hari dimana aku mengajaknya untuk makan di salah satu restoran kesukaanku.

 

Aku memang sering kesana, dan saat memasuki restoran itu dia juga sangat senang. Tapi, karena hampir semua pelayan mengenalku jadilah mereka mengganggu acara kencanku.

 

Saat itu salah satu pelayan blonde___ dan itu memang restoran Italia__ duduk didekatku, sedangkan Sungmin  memang duduk dihadapanku.

 

Saat itu, aku memang belum resmi menjadi kekasih Sungmin. Tapi kami sudah bisa disebut sangat dekat. Dan saat itu Sungmin menatapku tajam sambil memutar-mutar garpu spaghetinya.

 

Mata itu seakan menghipnotisku dan seakan memerintahku untuk mengusir yeoja yang memang sengaja bergelayut dibahuku.

 

Aku tak bisa begitu saja mengusirnya dan lagi pula, hal itu seperti sudah biasa. Memang orang pelayan disana sangat terbiasa berbuat seperti itu.

 

Tapi sepertinya Sungmin tak bisa terima. Dia marah dan kemudian membanting garpunya. Bergegas memakai mantel hangatnya dan kemudian meninggalkan aku.

 

Aku langsung memberikan uang dan tip kepada pelayan itu, dan kemudian mengejar Sungmin ke luar restoran.

 

Terlihat jelas, dia sangat kesal. Sampai menghentak-hentakkan langkahnya dan juga berjalan sangat cepat.

 

Aku mengejarnya dan mendapatkan satu tangan kanannya. Menariknya untuk mengikuti langkahku. Saat itu dia hanya diam dan menurut.

 

Kami berhenti di taman bermain yang tak jauh dari restoran itu. Aku mendudukkannya di atas ayunan, dan kemudian berjongkok dihadapannya.

 

Dan pemandangan didepanku benar-benar indah.

 

Wajah Sungmin marah, malah terlihat merona merah. Dan kedua mata itu kembali menatapku tajam. Seperti ada kemarahan, seperti ada kebencian, kekecewaan. Ah, mungkin berlebihan.

 

Tapi, bukan itu saja yang menjadi perhatianku.

 

Dia menggigit bibir sexynya. Bibir itu memerah karena gigitan giginya. Aku menangkupkan kedua tanganku di pipinya, memaksanya untuk berhenti menggigit bibirnya___ hanya dengan mengusap bibir bawahnya menggunakan ibu jariku.

 

Perlahan, sepertinya kilatan kemarahan di matanya menghilang. Dia saat itu malah mempoutykan bibirnya.

 

Aku meraih kedua tangannya dan mencium punggung tangannya. Mencium dan menghirup lama. Bau saus jamur dan juga sedikit bercampur dengan wangi vanilla.

 

“Jika kau marah, itu artinya kau menyukaiku. Dan aku senang akan kenyataan itu.”

 

“Ak-aku….”

 

“Ssttt…”

 

Saat itu aku meletakkan jemariku dibibirnya. Semakin terkunci pada bibir plumpnya dan kemudian mendekatkan jarak antara kami.

 

Aku bisa merasakan setiap hembusan nafasnya. Nafas hangat dan juga wangi. Juga genggaman tangan kami yang semakin erat.

 

Dan aku mendapatkannya.

 

HIS FIRST KISS

 

Jangan tanyakan bagaimana aku tahu, jika ciuman saat itu adalah ciuman pertamanya. Hei, itu mudah. Karena saat itu bibir Sungmin terasa sangat manis. Terlebih, Sungmin tak melawanku dan bahkan tak mengikuti permainanku. Dia hanya berusaha kecil untuk memanjakan bibirku dan menghisapnya.

 

“Eumhh….”

 

“Mmmhh….”

 

“Ahhh…. hoshh….”

 

“Ahh…”

 

“Yah, Kyuhyunie mau membunuhku?”

 

Daat itu wajah memerahnya benar-benar cantik. Terlebih terkena cahaya orange dari  langit. Benar-benar pelangi___ pelangi yang diturunkan Tuhan diatas sana.

 

“Apakah kau menyukai yang tadi??”

“Apanya?”

 

“Ciuman kita.”

 

“It-itu__”

 

“Jika kau menyukainya berarti kau mencintaiku.”

 

“EH???”

 

“Saranghaeyo, Lee Sungmin. Jadilah namja-ku, my only namja…”

 

“K_Kyunie…”

 

“Jawablah.”

 

“Nde, aku mau menjadi namja Kyunie, hanya milik Kyunie.”

 

“Saranghae…”

 

“Nde, nado saranghaeyo.”

 

Dan saat itu aku dan dia meresmikan hubungan kami. Kami berciuman lebih lama dan lebih lama lagi. Aku bahkan sudah meremas bokong sexynya. He has a very cute butt. Ah…. membayangkannya saja aku semakin gila.

.

 

.

 

Aku mengulurkan tangan kananku untuk mengusap bibirnya. Dia masih tertidur lelap saat ini. Mungkin dia kelelahan mempersiapkan pesta semalam.

 

Aku hanya bisa tersenyum melihatnya lagi. Bibir ini adalah hal termanis yang pernah aku kecap. Selain sikapnya yang sangat manis, dan juga tingkah manjanya___ bibir manisnya juga salah satu faktor yang membuatku terkena penyakit diabetes.

 

Hahaha…. bukankah aku konyol sekali???”

 

Ah, jangan lupakan penyakit jantungku.

 

Aku masih terus berdebar saat melakukan ‘sex’ dengannya. Entahlah, padahal kami sering melakukannya bahkan hampir setiap hari dulu. Tapi kehadiran baby kami membuat jadwal bercinta kami jadi berantakkan.

 

Dan aku juga pernah merasakan sesak hingga hampir mati dan juga jantungan dalam waktu bersamaan. Hatiku sakit karena kebodohanku sendiri.

 

Aku lupa untuk menjemputnya di Incheon. Dia pergi untuk mengantarkan wedding dress dan memasangkannya ke pengantin itu.

 

Saat aku kesana, pesta pernikahan itu bahkan sudah selesai. Dan Sungmin belum sampai dibutik ataupun rumahnya. Aku sudah sangat panik dan kemudian menelfon Heechul Hyung. Dan dia malah menyalahkan aku.

 

Berulang kali aku mencoba menghubungi Sungmin dan saat itu aku benar-benar frustasi.

 

Aku  berhenti di pinggir jalan, sedikit jauh dari rumah itu. Duduk diatas kap mobilku dan merenungkan kebodohan dan kelalaianku.

 

Aku bersedih, dan benar-benar putus asa.

 

Tapi, sepertinya kenyataan tengah mempermainkanku.

 

.

Tap….

.

 

“Hossh… hossh…. Kyunie-ah….”

 

Nafasnya tersengal-sengal dan sepertinya dia habis berlari.

 

“Ming?”

 

“Aish… Kyuhyunie kenapa dipanggil tidak mau berhenti. Lihat, aku jadi kelelahan karena berlari mengejarmu.”

 

“Eh? Kukira kau sudah pulang, jadi__”

 

“Babo!!! Makanya, kau tanya dulu dengan pelayannya. Jangan hanya melihat  mereka beres-beres, dan kau menganggapku sudah tidak ada disana.”

 

“Mianhe… hehehe…”

 

“Ish, sudahlah. Kajja, kau harus membelikan satu porsi besar es krim coklat strawberry.”

 

Dan dia juga sempat mengatakan berat badannya turun hanya karena dia harus berlari hari itu. Hahhaa…. benar-benar lucu.

 

.

 

.

 

Aku melihat namja yang berada ditengah-tengah kami.

 

Entah sejak kapan dia bangun.

 

Aku juga sempat heran dengan namja ini. Namja yang baru semalam berusia 4 tahun ini kenapa sangat mirip dengan Sungminku. Yeah, meski dia anak adopsi.

 

Kedua mata mereka memiliki tipe yang sama. Dan memang, dia seperti Sungmin kecil bagiku.

 

“Hei …baby boy….” Aku menyapanya dan mengacungkan genggaman tanganku padanya. Mengajaknya tos ala pria.

 

“Hei… appa…!!”

 

“Sssttt…. jangan keras-keras. Nanti Ming appa bangun.”

 

“Eum…”

 

Dia mengangguk cepat dan berkedip beberapa kali. Aigoo!!! Neomu kyeopta!

 

Aku kemudian memeluk baby Sandeulie dan menepuk-nepuk bokong berpampers miliknya. Memaksanya untuk tidur kembali dan memelukku.

 

“Tidurlah lagi, hari masih pagi.”

 

“Nde…”

 

Dia memang sangat penurut, bukankah dia baby yang baik?

 

Dan tak lama kemudian dia sudah sibuk dengan ibu jarinya dan terlelap kembali.

 

Baiklah, mari kita lanjutkan penjelajahan kita.

 

.

 

.

 

“Upss…”

 

Aku melihat hickey di lehernya. Aigo!!! Besok pasti belum hilang. Aku masih ingat dengan jelas, bagaimana Heechul Hyung memukuliku dengan brutal karena memberikan satu hickey di leher Sungmin.

 

Hari itu, aku tak tahu jika Sungmin harus melakukan pemotretan untuk mengisi lembar depan a.k.a cover di salah satu majalah yang memang rutin menggunakan desain dari butik Heechul hyung untuk majalahnya.

 

Dan itu adalah kesempatan Sungmin untuk mengembangkan karirnya. Aku benar-benar merasa bersalah saat itu.

 

“Yah!!! Kenapa kau membuat hickey disana? Dasar babo!!!!”

 

“Appo! Hyung, berhenti memukuliku.”

 

“Bagaimana berhenti??? Kau membuatku harus memundurkan jadwal Sungmin untuk penerbitan bulan depan. Cho Kyuhyun!!! Aku rugi besar!”

 

Saat itu aku dipukuli oleh hyungku, dan masih mending dia memukulku dengan tangan kurusnya yang sama sekali tak berotot itu. Biasanya dia akan melemparku dengan potongan tubuh manekin yang ‘naked’ yang ada disekitarnya.

 

Saat itu aku langsung lari dari butik Heechul Hyung dan tentu saja membawa Sungmin bersamaku. Menyeretnya untuk ikut denganku tanpa mempedulikan teriakan Heechul Hyung.

 

“Mianhe, Ming. Karena hickey itu, kau harus menunda pemotretanmu.”

 

“Ahniya, gwenchana.”

 

Kami berbicara didalam mobilku. Aku menepikan mobilku di tepi jalanan taman kota yang benar-benar indah. Sangat cantik dengan daun yang berguguran.

 

Dan semakin cantik, saat aku menoleh ke sisiku. Sungmin tengah tersenyum padaku. Aku menarik tengkuknya dan kemudian meniup pelan matanya agar menutup. Memberikannya ciuman singkat di bibirnya.

 

Chu!~~~

 

Dan tersenyum saat melihat ia masih menutup kedua matanya. Aku kembali mendekati wajahnya dan menekan tengkuknya untuk mendekat padaku___ dan…

 

Aish… aku tak tahan lagi. Aku segera mengangkat baby boy kami dan memindahkannya kekamar dinginnya. Kamar yang berada tepat disebelah kamar kami. Untung, kamar baby boy kami berwarna shappire blue dengan campuran warna yang membentuk gelombang lautan yang sangat cantik.

 

Untunglah, Sungmin tak membiarkan sedikitpun warna PINK di kamar itu.

 

Baiklah, Sandeulie sudah tidur dengan baik, sekarang saatnya melanjutkan fantasiku.

 

Aku tak ingin berfantasi lagi. Aku akan mengecapnya langsung.

 

Aku kembali tiduran didepan Sungmin, dia memiringkan tubuhnya hingga aku bisa menghadap ke arahnya. Wajahnya sangat tenang seperti malaikat.

 

Aku mengurutkan wajahnya dengan jemariku. Telunjukku menyentuh hidungnya yang benar-benar cantik. Juga ibu jariku mengusap pipinya yang sangat kenyal. Hingga turun ke lehernya yang begitu halus dan selalu memberikanku wangi yang benar-benar memabukkan.

 

Dan sementara itu kedua mataku tetuju pada bibirnya. Bibir merah yang sedikit terbuka, membuatku tak tahan untuk menyusup (?) kedalamnya.

 

Aku semakin mendekatkan wajahku dan mengulurkan lidahku, memasukkannya perlahan dan memaksanya untuk menikmati gerakan lidah nakalku.

 

“Eunghhh…”

 

Ahahha… aku suka menggodanya. Dan hebatnya lagi, dia tidak terbangun. Baiklah, aku akan berhenti mengganggu tidur lelahnya. Aku mengusap punggungnya dari balik selimut tebal kami. Turun hingga menemukan sexy butt-nya.

 

Benar-benar sexy dan sangat eughhh…

 

Kau tak akan pernah tahu rasanya, dan aku tak akan membiarkanmu tahu.

 

Ah…. dia benar-benar….

 

.

 

Oke… berhenti berfikiran mesum pagi-pagi.

 

Aku mendudukkan tubuhku dan mulai mengagumi tubuhnya lagi. Bahkan jemari kakinya juga sangat bersih dan cantik. Aku mencium ibu jari kakinya, membuatnya sedikit tersentak kaget.

 

Hahhaa…. benar-benar konyol. Entahlah, aku senang melakukan ini. Mengagumi tubuhnya.

 

Aku masih ingat, saat itu dia harus memakai baju yeoja. Model androgini???

 

Ah, bukan seperti itu. Tapi ini lebih ke tantangan yang dilakukan Heechul Hyung dengan calon Semenya.  Hangeng hyung__ dia akan menerima Heechul hyung menjadi kekasihnya jika dia bisa menunjukkan blue ocean di pakaian yang akan ia pakaikan pada Sungmin.

 

“Neomu yeppeo…”

 

“Benarkah??? Apakah tidak aneh aku berpakaian seperti ini?”

 

Sebenarnya saat itu memang sedikit aneh, karena didadanya terdapat bola gumpalan entah apa itu. Tapi selebihnya dia benar-benar sexy. Tubunya, seperti gitar dari Spain (?). Meliuk tak karuan dan sangat sexy.

 

Dengan pakaian yang membalut tubuhnya pas dan menunjukkan bahunya yang lebar dan putih. Sesungguhnya aku tak rela saat melihatnya mempertontonkan dirinya sendiri di fashion show aneh itu.

 

Tapi, semua seakan tertipu dan menganggapnya yeoja betulan.

 

“Sebaiknya aku berganti baju sekarang, Kyunie…”

 

“Jangan!!!”

 

“Wae?”

 

“Pakai saja terlebih dahulu. Dan aku akan mengantarmu pulang ke apartemenmu.”

 

Sebenarnya saat itu aku tak berniat merusak pakaian yang merupakan master piece dari Heechul Hyung. Tapi, pakaian itu sangat mengganggu saat aku ingin memasukkan tanganku untuk memanjakan junior Sungmin.

 

Damn!!!

 

Baju sexy itu berhasil membuatku ingin menerkamnya.

 

Argghh…. Kyuhh…”

 

“Ahhhss…. Ming…”

 

Dan sangat sexy saat aku hanya menaikkan gaun itu dan bercinta dengannya dalam keadaan seperti itu. Aku memang membuka zipper pada bagian samping dress itu dan kemudian terus merabai dada penuh Sungmin.

 

Ah…. sex kedua kami juga bagian yang terbaik.

 

.

 

.

 

Aku kembali menatapi Sungmin. dia sedikit bergeser dan sekarang dalam posisi telentang (?)

 

Sepertinya, dia memanggilku untuk melakukannya lagi.

 

Aku mengangkangi (?) tubuhnya dan menahan beban tubuhku dengan kedua kaki dan tanganku. Menurunkan tubuh bagian atasku hingga wajah kami berhadapan dengan pas.

 

Aku meniup kedua matanya, memaksanya untuk  bangun.

 

“Eungh…. 5 menit lagi.”

 

Suaranya serak.

 

Tapi itu malah terdengar sangat sexy.

 

Dan aku tak akan membiarkannya tidur lagi. Hei, 5 menit juga bisa digunakan untuk foreplay kami. Aku menurunkan tubuhku lagi, hingga aku bisa merasakan hangat tubuhnya.

 

Aku mengecup pelan puncak hidungnya dan kemudian sedikit menggigitnya. Hingga akhirnya aku menurunkan bibirku untuk merasakan manisnya bibirnya.

 

“Annnhh….”

 

Aku tak akan membiarkannya tidur.”

 

“Eummmppp…..”

 

Dan aku harus menyelesaikan urusan pagiku dengan juniorku.

 

“Kyuhhh!!! Arghhh….”

 

Hahhaa… dia mendorongku saat aku meremas kuat juniornya dan mengocoknya perlahan dari dalam celana piyamanya.

 

“Oke, Kyuh!!! Arghhh… stoph… ahhhh…”

 

“Wae? Kau tak suka?”

 

“Bukan begitu. Kau tahu bukan, aku tak suka jika masih berpakaian seperti ini. Juniorku sakit.”

 

“Oke, baiklah.”

 

Aku tersenyum seduktif dan kemudian mendorongnya.

 

Menarik turun celana piyamanya dan kemudian mulai memanjakan juniornya.

 

“Ahhss… Kyuhhh….”

 

Mengulum lagi dan lagi.

 

Aku suka lolipopku ini.

 

Dan sialnya, saat aku masih begitu ingin menikmati morning sex kami___

 

“Appa…!!! Hukss… huwaa!!! Appa!!!”

 

“ Ommo, Sandeul…! Kyu, aku lupa membuatkannya susu.”

 

Ish… lagi-lagi anak itu menggagalkan rencanaku. Dasar menyebalkan!!!!

 

Oke, morning sex pagi ini pun juga harus gagal. Aku hanya bisa diam meratapi juniorku yang sudah sangat tegang.

 

Tak bisa menunggu Sungmin, karena setelah minum susu__ maka bayi menyebalkan itu akan minta mandi, minta main dan makan dan kemudian sekolah dan aku kekantor dan___

 

‘Arghhh!!!! SANDEULLIE!!! Kau menyebalkan sekali.’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

END

.

.

Ini ga romantis, ga fluff… and juga postingnya kemaleman. Mianhe…!!!

Ps: abaikan TYpo

.