Diproteksi: SECRET HEART || CH. 20 / End | KyuMin |YAOI

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

SECRET HEART || CH. 16 || KYUMIN FF || YAOI |

SECRET HEART

 

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 15

.

.

.

.

“Eoh? Apa maksud Umma?”

“Sudahlah, lebih baik kalian bicara berdua saja karena Umma harus mengurus hal lain. Dan ingat, kalian harus segera melakukan konferensi pers.”

“Untuk apa? Bukankah tak ada masalah. Lagi pula peluncuran albumku masih lama.” Kyuhyun melepaskan jaketnya, membuang gerah dan perasaan sedikit kesal karena Nyonya Cho selalu mengaturnya.

Nyonya Cho kemudian tersenyum kecil dan mengusap bahu Kyuhyun. “Bukan untukmu, tapi untuk memperkenalkan Ha Jiwon.”

“Untuk apa Umma? Kalau memperkenalkan dia, ya harus dia sendiri yang konperss. Kenapa aku harus ikut?”

Nyonya Cho menyeringai kecil dan mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, hingga kini ia berhenti tepat di sisi telinga Kyuhyun. Sedikit berbisik, “Karena dia calon istrimu.”

“Mwo?!”

Nyonya Cho kemudian meraih tasnya dan mengeluarkan satu majalah. Ia melemparkan majalah itu dengan kasar ke depan Kyuhyun.”Lihat ini!”

 

Kyuhyun membungkuk untuk meraih majalah yang jatuh di meja itu, sementara Nyonya Cho berjalan keluar meninggalkan  Kyuhyun dan Jiwon. Kyuhyun meremas kuat majalah itu. Hanya dengan melihat covernya saja sudah bisa ia pastikan jika itu memang fotonya dengan Sungmin.

Kyuhyun menoleh pada Jiwon. “Jadi, maksud Umma hanya untuk menutupi ini?”

Jiwon hanya menggeleng. “Aku tak tahu pasti, lagi pula sejujurnya aku kembali bukan untukmu. Aku punya tujuan sendiri dan karirku terlalu berharga jika hanya akan menikah denganmu secepat ini.”

Kyuhyun tersenyum miris dan duduk di sisi Jiwon. “Lalu apa maksud kerja samamu dengan umma?”

Jiwon menyingkap sedikit rambut pendeknya. “Aku perlu menyadarkan seseorang jika dia telah salah memilih yeoja. Aku tak mau kekasihku pergi dengan mudahnya, dan aku juga tak bisa menolak  permintaan nyonya Cho. Lalu kau pikir aku harus bagaimana?”

Jiwon meraih majalah yang dilempar kasar oleh Kyuhyun. “Lee Sungmin.”

“Kau tahu dia?”

“Tentu saja. Dia di bawah naungan Zhoumi, bersama dengan Seung Gi.”

“Kau? Dan Seung Gi?” Wajah Kyuhyun seperti meremehkan Jiwon. “Jangan bercanda, kau ini mengada-ada.”

“Lalu, kau dengan Sungmin ini apa? Ini lebih dari sekedar bercanda. Kau konyol jika seperti ini, sama saja dengan bunuh diri.”

“Jangan menceramahiku, kau  membuatku semakin pusing. Sekarang coba pikirkan, aku harus bagaimana? Menyangkal, sudah pasti bisa tapi bagaimana dengan Sungmin? Dan kenapa ada wartawan yang bisa mendapatkan  gambar ini?”

Jiwon tersenyum, bahkan perlahan terkikik lirih. “Sangat lucu, apakah kau begitu tak laku hingga memilih namja. Kau tak memikirkan bagaimana karirmu?”

Kyuhyun menggeleng enteng, ia menyeringai dan menaikkan dua kakinya keatas meja. “Aku sudah banyak uang, tak takut juga menghadapi pers atau bahkan fans fanatikku. Yang aku pikirkan hanya Sungmin. Dia baru memulai karirnya dan tak mungkin jika aku menghancurkannya dengan hubungan kami.”

“Kalau begitu mudah,” Jiwon tersenyum dan berdiri dari posisinya. “Menyerah atau bekerja sama denganku.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “ Bekerja sama?”

“Ya.”

Dan keduanya sama-sama tersenyum. Entah apa yang mereka rencanakan…

.

.

.

Sementara itu didepan gedung perkantoran Zhoumi, suasana begitu ramai. Bukan karena ada konser atau pembagian tiket gratis, tapi para fans Kyuhyun yang memaksa ingin bertemu dengan Sungmin. Sementara di kantor Sungmin sendiri, namja itu sedang kewalahan sambil memijat pelipisnya.

“Jadi kau sungguh-sungguh dengan ini?”

“Aku tak tahu juga.”

“Kau ini, bagaimana?” Namja tinggi itu membenarkan kacamatanya. Ia membolak balik halaman majalah itu. “Wartawan yang mengambil gambar ini pasti ada bersama kita kemarin. Aku akan menyelidikinya.”

“Tidak usah.” Sungmin menghela nafas dan mengangkat wajahnya, berusaha menatap atasannya yang duduk di atas meja. “Zhoumi,  aku hanya perlu menyangkalnya didepan publik bukan? Bagiku itu mudah. Hanya saja, aku takut jika aku akan gagal untuk mendapatkan peran pada film Black Line yang disutradarai oleh Robertson. Itu karya terakhirnya dan bisa aku pastikan, untuk menembusnya sangat susah. Jika belum apa-apa saja sudah seperti ini maka bagaimana nantinya denganku.”

Zhoumi mendekat pada Sungmin, berdiri dibelakang namja itu. Memijat punggung Sungmin dan membiarkan angannya melayang entah kemana. “Aku padahal sudah bermimpi, jika aku akan menjadi yang pertama di Korea. Bekerja sama dengan Robert, huhhh… ini gara-gara wartawan iseng itu. Awas saja! Aku akan menghubungi  pihak Star Magazine.”

Zhoumi langsung meraih ponselnya dan segera menghubungi pihak majalah yang menerbitkan berita tentang Sungmin itu. Sementara Sungmin, jujur ia takut dan ragu. Ia takut, tak mungkin bisa berperan dengan baik. “Huh…” Ia hanya menghela nafasnya, “Aku pinjam mobilmu, aku akan menemui Kyuhyun.”

Sungmin segera beranjak dan keluar dari pintu darurat di basement gedung.  Menghindari serbuan SparKyu _Nama Fans Kyuhyun_ yang tak terima dengan adanya foto itu.

.

.

.

.

“Menurutmu bagaimana?”

Siwon sekarang sedang berada diruangannya, bersama dengan Kibum, Kyuhyun, Onew dan Hae. Mereka membicarakan tentang masalah foto itu. Kyuhyun menaikkan kedua kakinya ke atas meja, sementara Onew dengan setia berdiri disisi Siwon yang duduk di meja direkturnya.

Kibum sibuk mengurut dagunya dan melihat foto cover majalah Star itu. “Kalau begini , kau yang salah Kyu. Kenapa bisa ceroboh seperti ini? Lagipula, Zhoumi sudah menghubungi pihak majalah itu. Ck… aku tak bisa perkirakan bagaimana hebohnya fans gilamu itu.”

“Mereka sudah mengepung kantor Zhoumi.” Siwon berdiri dari kursinya dan beranjak melangkah ke belakang Kibum. “Menurutmu, harus bagaimana baby? Lagipula Cho ahjumma mau menjodohkan Kyuhyun dengan Jiwon untuk menutupi skandal ini. Sebenarnya mungkin itu cara yang paling baik, tapi aku tak bisa pastikan jika nanti Jiwon akan aman, sangat mungkin ia nantinya juga  mungkin akan diserang sparKyu.”

Semuanya terlihat berfikir keras. Hanya Kyuhyun yang terus saja diam menatap lurus pada majalah yang ada di atas meja itu. Ia memikirkan bagaimana Sungmin. Jika ia terus melakukan apa yang sudah ia rencanakan bersama Jiwon, mungkin Sungmin akan salah paham. Lalu jika begini…

“Aku dengar besok lusa Robert akan datang dan langsung menyeleksi  siapa saja yang akan masuk kedalam daftar pemain di Film Black Line,dan aku kira Sungmin sudah mengirimkan kaset demonya pada pihak Robert.” Kibum membuka suara dan sesekali menoleh pada Siwon yang masih ada dibelakangnya.

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan tersenyum menatap Kibum. “Ternyata kekasihmu sangat berguna, Hyung.”

“Apa maksudmu?” Siwon mengernyit aneh.

“Aku akan selesaikan ini dengan caraku sendiri. Lagipula Sungmin juga harus tetap bisa bermain di film itu. Ia sangat mengharapkannya, meski hanya peran kecil tapi itu sudah bisa menjadi penyemangatnya untuk terus bertahan di dunia seperti ini.”

Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan meninggalkan kantor Siwon. Di luar ruangan, ia melihat Key yang masih sibuk dengan kertas-kertasnya. “Malam ini Onew pulang kerumahmu bukan?”

“Eoh, wae?” Key menatap bingung pada Kyuhyun.

“Aku akan membawa Sungmin menemui seseorang, jadi kuharap kau tidak ketakutan sendirian dirumah. Jaga rumah baik-baik, semoga tak ada sparKyu yang meneror kalian.”

“Huh…” Key menghela nafasnya. “Fansmu itu terkadang sangat berlebihan, hyung.”

.

.

.

.

.

“Aku memang ingin bertemu denganmu Kyu, tapi tidak kerumahmu. Tingkahmuu bisa menjadikan kita scandal paling heboh di sepanjang tahun ini.” Sungmin menghempaskan kesal tubuhnya di atas sofa putih yang ada di rumah Kyuhyun. Tadinya ia akan menemui Kyuhyun di ruangannya, tapi ternyata malah mereka bertemu di basement CnC ent.

Kyuhyun mendekat pada Sungmin, dan tangannya memberi isyarat untuk semua pelayan yang ada di ruangan itu agar keluar dari sana. Kyuhyun mengalungkan kedua lengannya dan meraih bahu Sungmin. Ia mencium lembut pelipis Sungmin, dan setidaknya hal manis itu bisa sedikit meredakan emosi Sungmin.

“Sudahlah, jangan pikirkan masalah skandal itu. Yang penting kau bisa mengambil satu peran di film Robert itu. Bukankah kau sudah mengirimkan kaset demo-nya?”

Sungmin mengangguk. Wajahnya menghadap kedepan, menatap hamparan tanah luas yang ditumbuhi rumput kering serta beberapa titik salju. “Sudah hampir masuk musim dingin, berarti ini hampir tiga tahun aku ada di bawah Zhoumi. Aku sangat mengharapkan peran itu, kau tahu bukan jika aku hanya sekolah akting biasa dan jika bisa berakting untuk fim itu, bukankah menjadi hal yang sangat menakjubkan. Dan aku orang Korea satu-satunya yang bisa berperan bersama begitu banyak orang asing.”

Mata Sungmin berbinar saat membicarakan tentang mimpinya, tapi entah kenapa setan pervert ini malah berusaha mengalihkan pembicaraan dan angan Sungmin. “Eum… Ming..”

“Heum…” Sungmin menoleh pada Kyuhyun dan melepaskan lengan Kyuhyun pada bahunya. “Jangan memelukku, aku tak mau ada yang melihat.”

“Ya, baiklah.” Kyuhyun duduk nyaman di posisinya dan kemudian menyilangkan kedua tangannya. “Tapi, eum… mengingat kau akan berakting dengan orang asing, sekarang yang aku pikirkan adalah… apa mungkin kau bisa berbicara menggunakan, yah … setidaknya bahasa inggris.”

Senyum diwajah Sungmin memudar. “Ya! Apa kau mau menghinaku?! Meski aku hanya kuliah di sekolah akting yang biasa tapi setidaknya aku bisa sedikit bahasa Inggris, enak saja menghinaku!”

“Ahhhhaaa… mianhe Ming. Hahhaa….. itu karena aku ragu, kau bisa berbicara bahasa asing. Yeah, biar bagaimanapun kau itu artis baru. Hhahaha…..”

Kyuhyun tertawa, dan lebih tertawa lagi saat Sungmin malah menggelitik pinggangnya. Suara ramai tawa itu memenuhi ruang tamu rumah Kyuhyun, tapi sayang tiba-tiba…

“Ehhemmm…”

“Eoh…”

“Kenapa kalian berbuat hal menjijikkan seperti itu disini?”

“Umma…” Kyuhyun berdecak kesal. Ia meraih pinggang Sungmin dalam pelukannya dan membiarkan Nyonya Cho terus menatap tak suka padanya. Sementara Sungin sendiri, dia bahkan sudah merasa sangat tak nyaman dengan posisi itu tapi tetap saja ia tak bisa berbuat apapun untuk menghindari perlakuan Kyuhyun padanya.

Nyonya Cho duduk dengan anggun di salah satu single seat dan menyilangkan kedua kakinya. Satu tangannya meremas kuat genggamannya dan satu tangannya yang lain menunjuk ke arah Sungmin dan Kyuhyun.

“Kau! Anak bodoh! Kau pikir kau sedang apa? Aku tak menyangka jika kesalahanku menyuruh kalian main film itu akan berdampak seperti ini.”

“Kau menyesal, Umma?” Kyuhyun menatap remeh pada yeoja itu. “Ck, sayang … aku bahkan tak merasa menyesal sedikitpun. Iya kan, chagi…”

“Cih! Menjijikkan! Lepaskan dia Cho Kyuhyun!  Jangan membuatku lebih malu lagi dengan tingkahmu itu.” Nyonya Cho tersenyum licik dan terus menatap tajam pada Sungmin dan Kyuhyun. “Apa kau lupa dengan Jiwon, dan kalian akan segera Umma nikahkan.”

“Menikah?” Sungmin menatap tak mengerti pada Kyuhyun, ia memang belum tahu tentang masalah ini. “Apa artinya dengan menikah? Dan siapa Jiwon?”

Tapi Kyuhyun malah mengabaikan Sungmin dan menatap pada Nyonya Cho. “Dengarkan aku, Umma.” Kyuhyun menghela nafasnya dan mengusap lembut perut Sungmin yang masih dalam pelukannya. “Bukankah selama ini aku tak pernah menolak semua permintaanmu, bahkan aku setuju menjadi penyanyi dan melakukan semua yang kau inginkan. Baiklah, mungkin aku suka menjadi terkenal. Tapi Umma, aku sekarang sudah memilih Sungmin. Dan meski semua tak menyetujuinya, harusnya kau saat ini mendukungku. Bukan malah memintaku untuk menikah dengan Jiwon.”

“Huh…” Nyonya Cho memalingkan wajahnya dan tertawa kecil. “Menyetujui putraku satu-satunya menjadi GAY?” Nyonya Cho kemudian berdiri dan meraih tasnya. Ia melangkah mendekat pada Kyuhyun dan Sungmin. “Kau pikir  aku sudah gila? Kau satu-satunya penerus Cho, dan sekarang kau memilih namja? Apa kau sudah buta? Atau kau memang sudah gila?”

Nyonya Cho melangkah angkuh dan pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Kyuhyun masih membeku dalam pelukan erat lengan Kyuhyun yang masih melingkar di pinggangnya.

“Gwenchana Ming…”

Kyuhyun berbisik lirih pada Sungmin. Ia kemudian menciumi pipi kenyal Sungmin dan memeluk erat namja itu. Sementara Sungmin, matanya menerawang melihat tak tentu arah.

“Aku tahu sekarang bagaimana perasaan Key, Kyu. Dan sekarang aku merasakan ketakutan Key.” Sungmin menoleh pada Kyuhyun, menatap tepat pada kedua mata coklat Kyuhyun. “Bagaimana sekarang, Kyu? Dan apa maksudnya dengan Jiwon? Siapa dia?”

Kyuhyun hanya menggeleng, “Dia bukan siapa-siapa. Hanya sahabat lamaku, dan aku pastikan aku hanya mencintaimu saja Ming. Percayalah…..”

.

.

.

.

.

“Nyonya Cho?” Sungmin mengernyit bingung saat menemukan Nyonya Cho berada dihalaman garasi rumahnya. Mobil silver yeoja itu terparkir indah disana, ditambah lagi dengan kehadiran yeoja lain berambut pendek yang setia menemani langkah anggun Nyonya Cho.

Nyonya Cho melepas kacamatanya dan menghampiri Sungmin yang tadi tengah bersiap pergi kelokasi syutingnya. “Ada apa pagi-pagi sudah ketempatku?”

“Sebaiknya kita bicara di rumahku saja. Kau tahu bukan, dimana rumah keluarga Cho?”

Sungmin mengangguk ragu,dan kemudian Nyonya Cho hanya tersenyum singkat dan memberi isyarat pada yeoja itu untuk ikut pergi bersamanya. Sungmin tak yakin dengan apa yang akan ia lakukan, bisa saja Nyonya angkuh itu memakinya habis-habisan.

Drrrrtt…. drttt…

Sungmin merogoh ponselnya dan tersenyum saat membaca pesan dari Kyuhyunnya.

|To : Ming Bunny

‘Hwaiting chagiyya!! Ini iklan pertamamu.’|

|To: Kyuhyunie

‘Nde Kyuhyunie, pasti. Chu~|

Sungmin menyimpan kembali ponselnya, dan bergegas keluar dari rumahnya.

.

.

.

“Aku ingin berbicara serius denganmu.”

Sungmin duduk diam didepan Nyonya Cho yang memang terkenal tegas dan angkuh. Ia merasa sangat lelah sekarang, terlebih kondisi tubuhnya yang benar-benar butuh beristirahat. Tapi, sekretaris Nyonya Cho terus saja menelfonnya dan memaksanya untuk datang secepatnya.

“Baiklah, aku sudah sampai disini. Lalu apa yang akan kau bicarakan?”

 

Nyonya Cho tersenyum kecil. Ia kemudian memberikan isyarat pada yeoja yang sedari tadi mengikuti Sungmin itu untuk mendekat padanya. Sungmin menatap aneh pada lembaran amplop coklat yang diberikan yeoja itu padanya.

“Ambilah, itu cek seharga 10 juta U$D. Dan kuharap kau cepat menyingkir dari kehidupan Kyuhyun.”

“Mwo?” Sungmin melempar amplop itu ke atas meja. “Kau pikir perasaanku ini cuma main-main? Aku tak butuh uangmu.”

“Ahhahaa…. ternyata masih punya harga diri. Atau memang uangnya kurang?” Kembali Nyonya Cho memberi isyarat pada pelayan itu, dan dengan cepat pelayan itu merogoh kantongnya dan mengulurkan pulpen serta cek kosong yang sudah ditandatangani oleh Nyonya Cho.

“Apa lagi ini?”

“Kau bisa menulis angka yang kau mau, asal lepaskan Kyuhyun-ku.”

Sungmin menyeringai dan menyobek cek kosong itu. “Dengarkan aku Nyonya Cho yang terhormat. Kau pikir, uangmu yang banyak itu sanggup membeli perasaan kami. Pemikiran yang sungguh bodoh, aku bukan orang yang gila uang. Dan asal kau tahu, putramu itu sangat mencintaiku. Jadi kau sama sekali tak punya hak untuk mengatur kehidupan kami.”

Sungmin segera beranjak dari duduknya, namun langkahnya terhenti saat mendengar bunyi tepuk tangan Nyonya Cho. “Bagus sekali. Jadi kau sedang mengajakku bermain?” Yeoja itu melirik aneh pada Sungmin. Ia berjalan mendahului Sungmin dan berhenti tepat di depan Sungmin. Tanpa memalinkan tubuhnya, Nyonya Cho tersenyum sengit pada Sungmin.

“Jika kau memang kuat dengan semuanya, maka aku akan memainkan tanganku.”

“Apa maksudmu?”

“Kyuhyun-ku, adalah putraku. Didalam darahnya ada darahku,darah keluarga Cho. Semua kekayaannya adalah milikku, termasuk karir dan rumahnya. Lalu…” Nyonya Cho tertawa kecil dan melirik pada Sungmin. “Bisa kau bayangkan sendiri apa yang akan kulakukan, dan oh… jangan lupakan kalau kau hidup dibawah genggaman tanganku.”

Sungmin terdiam dan tangannya mengepal kuat. “Aku dan Kyuhyun tak akan menyerah, jadi sebaiknya berhenti membujukku.”

.

.

.

Plukk… pluk… plukk….

“Ya! Berhenti dan jangan melempar lagi, atau aku akan melaporkan kalian pada polisi!”

Zhoumi masih berusaha melindungi tubuh Sungmin yang terus saja dilempari telur oleh para sparKyu yang berjaga di luar gedung perkantorannya. Sungmin baru saja akan menuju ke tempat casting dengan Robert tapi tak menyangka jika kerumunan fans itu tetap masih ada meski sudah berlalu beberapa hari.

“Ck…. kau ini bodoh atau apa? Sudah tahu keadaan seperti ini malah menjemput di depan gedung. Ck.. supir payah.”

Zhoumi sibuk mengomel pada supir mereka, sementara itu Sungmin melihat kerumunan fans Kyuhyun yang sedikit banyak membuatnya bimbang. Sungmin akhirnya lebih memilih menunduk dan memikirkan ucapan Nyonya Cho. Entahlah, ia tak tahu apa yang terjadi dengan Kyuhyun.

Sungmin sampai di tempat casting. Ia begitu takut dan berdebar saat melihat seorang namja asing yang terlihat cukup tua tapi ia masih terlihat sehat dan pantas disebut sebagai sutradara senior yang patut di acungi jempol.

“Apakah kau gugup?” Zhoumi sedikit berbisik pada Sungmin yang ada disisinya.

“Nde, lumayan. Untunglah aku mendapatkan nomor terakhir, jadi aku bisa lebih mempersiapkan diri.” Sungmin mengangguk gugup. Ia kemudian merogoh sakunya saat merasakan getaran yang cukup lama. Sedikit terkejut saat melihat id pemanggil di ponselnya.

“Aku pergi sebentar.” Sungmin berpamitan pada Zhoumi dan dengan cepat mengangkat telfonnya. “Yeobosseoyo…”

‘Aku tidak main-main, Lee Sungmin.’

“Apa maksudmu?”

‘Kau akan mudah mendapatkan peran itu jika kau melepaskan Kyuhyun. Tapi jika kau tetap bersikeras, maka sekarang juga aku bisa menjatuhkan anakku sendiri.’

“Ya! Apa yang akan kau lakukan?Umma macam apa kau?!”

‘Hahahaa…. aku memperingatkanmu Sungmin, 2 jam dari sekarang. Lakukan atau aku akan melakukannya dengan caraku sendiri.’

Sambungan telfon itu diputus secara sepihak oleh Nyonya Cho. Entah apa yang sebenarnya diinginkan yoja angkuh itu.

.

.

.

TBC

 

Huwaaa!!! Makin jelek. Aduh sebenarnya aku malah menganggap ini produk gagal.

 

Bukan karena apa,tapi karena aku sendiri dah kehilangan feelnya. Haish… gimana ini? Enaknya lanjut atau didelete ajah. Atau ada yang mau nerusin?????

 

Comment n Like sangat diharapkan…

SECRET HEART || KYUMIN FF || CH. 15/20 || YAOI |

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 15

.

.

.

.

“Lee Jinki?” Yeoja itu mengernyit heran menatap dua  namja yang saling berpegangan tangan di depannya. “Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Umma?” Yeoja itu menatap tajam pada Key.

“Kau pikir kau ini siapa? Apa kau pikir kau bisa memberiku keturunan dan menjadikannya penerus keluarga Lee? Kau pikir kau bisa?”

Key semakin menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Onew menggenggam kuat tangan Key. Ia sungguh tak bisa bertahan melihat ketakutan Key didepan Ummanya. “Tenanglah…” Onew berujar lirih.

“Hajiman, hyung. Aku…”

“Jangan berbisik didepanku!”

Sedikit teriakan dari nyonya Lee dan itu sanggup membuat Key melepaskan genggaman tangan Onew. Ia mulai gelisah dan duduk tak nyaman di depan nyonya Lee. Matanya terus menatap ke bawah  dan kedua tangannya sibuk meremas ujung kemeja panjangnya.

Keringat mulai keluar dari tubuhnya. “Kau pikir kau bisa apa hah?!”

“Aku….” Key tercekat. Ia memang tak bisa melakukan apapun untuk membela dirinya dan juga hubungannya.

“Jawab!” Nyonya Lee membentak Key. Ia begitu geram dengan kediaman Key. Dan akhirnya Key mengangkat wajahnya dan mulai membuka suaranya.

“Aku memang tak bisa melakukan apapun Nyonya Lee.” Key mencoba menghilangka gelisahnya dan meyakinkan dirinya sendiri. “Tapi, aku yakin aku yang paling  pantas untuk Jinki Hyung.”

Nyonya Lee tertawa keras. Ia tertawa seperti tanpa etika. Terbahak hingga kemudian ia berhenti tertawa dan menatap sinis pada Key. “Kau bilang pantas!”
.

Brak…

.

Nyonya Lee menggebrak meja kemudian berdiri. “Apa kau sudah gila!? Kau pikir kau siapa? Hanya seorang namja lemah yang bergantung pada Jinki-ku.” Ia berjalan menjauhi meja tamu yang ada di rumahnya. Kemudian berhenti di depan foto pernikahan yang sepertinya sudah agak lama terpasang di dinding rumahnya. “Lihat, ini foto pernikahanku. Aku dengan susah payah menjadi menantu di keluarga Lee dan melahirkan satu-satunya penerus, dari satu-satunya putra di keluarga Lee.”

Nyonya Lee mendekati Key dan memegang bahunya, kemudian perlahan meremasnya gemas membuat tubuh Key semakin dingin dan tegang. “Kau pikir, aku akan membiarkanmu meski kau sudah berhasil menjadi menantuku nanti? Kau pikir aku sudah gila, membuang hasil usahaku selama ini?”

“Umma, cukup.” Onew yang tak tahan dengan Nyonya Lee kemudian ikut berdiri dan memegang lengannya. “Jangan kasar dengan Key. Kau tak tahu susahnya aku mendapatkannya.”

“Bukan aku Jinki! Tapi kau yang tak tahu susahnya aku mengaturmu! Appamu sudah meninggal dan perusahaan, aku yang mengurus. Kau pikir jika aku mati nanti, siapa yang akan mengurusnya. Aku membiarkanmu bekerja bukan berarti kau bisa melepaskan tanggung jawabmu.”

“Tapi Umma, aku…”

“Haish,sudahlah. Besok kau harus sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu disana atau jika tidak, aku akan memberikan perusahaan kita kepada Departemen Sosial. Kau puas!”

Dan Nyonya Lee kemudian berjalan cepat meninggalkan Key dan Onew. Onew tak berusaha menghentikan Ummanya. Ia tahu, ini semua akan sia-sia. Yang ia lakukan sekarang adalah memeluk erat tubuh Key. Tubuh namja ini sudah bergetar hebat.

“Aku takut hyung….”

.

.

.

.

.

“Key, gwenchana?”

“Nde.” Key menggeliat pelan dan mencoba untuk membuka kedua matanya.

Sepulang dari rumah Onew, Key terus saja diam. Sekarang pun dia masih diam dan mungkin tak makan sejak siang tadi. Sungmin menemukan Key terbaring lemah di sofa yang ada di ruang tamunya saat ia baru saja pulang dari jadwalnya.

“Wae Key?”

Key mengangkat tubuhnya dan mencoba duduk, kemudian ia memeluk erat tubuh Sungmin. “Hyung…..” Ia menangis lirih melampiaskan semua perasaannya. “Kenapa ini sangat sulit?”

“Waeyo? Masalah Jinki?”

Key menangguk. “Jika aku dan Onew hyung tak bisa meneruskan semua ini, akan lebih baik jika aku tak mengenalnya dari dulu Hyung.”

Sungmin menangkap kedua pipi tirus Key dan mengusapnya pelan. “Wae? Ada masalah dengan pertemuanmu?” Key mengangguk pelan. “Dia tak menerimamu?” Key mengangguk lagi, kemudian memeluk erat tubuh Sungmin.

“Hanya karena aku tak bisa hamil, hukss…. apa dia pikir aku yeoja sampai bisa hamil? Meski ada pria hamil tapi itu bukan aku hyung, lalu aku harus bagaimana? Huksss….”

“Sudahlah Key.”

Sungmin menepuk pelan punggung Key dan menciumi pucuk kepalanya. Menenangkannya.

Tapi kalau boleh ia jujur, ia juga sama dengan Key. Mempertanyakan bagaimana Nyonya Cho akan menerima mereka. Menerima hubungannya dengan Kyuhyun.

Meski hubungan Siwon dengan Kibum, script writer-nya itu berjalan lancar tapi, apakah ceritanya akan sama dengan kisah seorang hallyu star dengan seorang new comer yang sama sekali tak mempunyai latar belakang yang cukup layak untuk standart Nyonya Cho?

.

.

.

.

.

.

“Ah, lelahnya…”

Sungmin turun dari mobilnya dan segera menuju ke lokasi syuting MV yang akan ia perankan. Sudah ada beberapa orang kru yang sedang mempersiapkan lokasi dan juga beberapa stylish yang tengah sibuk dengan satu yeoja.

“Annyeong….”

“Ah, Sungmin-ssi.”

Yeoja yang di sapa Sungmin itu kemudian tersenyum dan menatapnya dari cermin yang ada di hadapannya.

“Aku senang bisa berakting dengan sunbae, mohon bantuannya.” Sungmin membungkukkan tubuhnya dan tersenyum.

“Ahni, aku yang seharusnya senang bisa berakting dengamu. Kau tahu, aku menyukai semua film-mu. Kau hebat, Sungmin-ssi.”

“Ah, gamsahanida.” Sungmin membungkukkan lagi tubuhnya. Ia mengangguk kecil saat seorang stylish memintanya untuk duduk disisi Taehe. “Eum, aku melihat sunbae selama ini hanya melalui layar kaca. Tak menyangka jika aslinya lebih cantik.”

“Ah, bisa saja….”

Yah, begitulah. Seorang Sungmin seakan menjadi sosok lain jika bertemu orang lain. Seandainya Sungmin tahu, jika Kyuhyun mengikutinya hingga ke lokasi syuting di Pulau Nami mungkin saja Sungmin tak akan bersikap seramah itu. Kyuhyun melepaskan dengan kasar kacamata hitamnya.

“Lihatlah Hyung, dia itu genit sekali. Kenapa bisa-bisanya bercanda seperti itu dengan Taehe? Apa maksudnya?”

“Hei, itu hanya profesionalitas. Bersyukur saja kau bisa kesini, padahal kau banyak jadwal. Aku harus mengatur ulang semua jadwal yang kau obrak-abrik. Ck… ini akan memperlambat peluncuran album barumu.”

“Hah, sudahlah. Kajja, kita kembali ke mobilku dulu. Aku ingin kembali ke hotel dan tidur. Aku kesal hyung.”

“Eih, jangan sekarang.” Hae menahan tangan Kyuhyun yang mencoba menyeretnya. Ia kemudian menunjuk ke satu arah “ Itu lihatah. Ayolah Kyu, aku baru melihat Hyukkie.”

“Yah! Kau tadi melarangku dan terus mengajakku pergi, sekarang malah ingin disini. Ppalli, Hae hyung! Atau aku tak akan mematuhi semua jadwalmu lagi”

Hae mengacak frustasi rambutnya. Padahal ia juga sebenarnya sudah sangat berharap bisa bertemu dengan Hyukkie, tapi sepertinya ia harus menghentikan niatannya itu.

.

.

.

.

.

.

“CUT!” Kangin dan kru yang lain bertepuk tangan, “Wah, kalian bagus sekali. Semoga, ini menjadi hadiah yang baik untuk mengawali karir Lee Sungmin” Kangin berseru senang. Bagaimana tidak, ia mendapat plus jika bisa semakin mempopulerkan nama Sungmin.

Zhoumi melihat Sungmin dan Taehe dari kejauhan, kemudian mendekat pada Sungmin dan menepuk bahunya. “Hei! Chukkae! Kalian bagus sekali.”

“Ah, ini karena Sungmin-ssi sangat hebat. Jadi tidak selalu NG dan pembuatan MV ini berjalan cepat.”

“Nah, karena besok masih ada satu scene lagi di tempat lain jadi kalian harus beristirahat cukup.”

Zhoumi tersenyum menatap Taehe dan juga Sungmin. Kemudian manajer  Taehe menjemput yeoja itu dan mereka berdua langsung pergi dari lokasi syuting, meninggalkan Zhoumi dan Sungmin.

“Bagaimana kalau kita makan? Aku yang akan mentraktirmu.”

“Eoh, tapi bagaimana dengan Hyukkie? Dia…”

“Aku akan makan sendiri hyung. Aku menunggumu di hotel.” Hyukkie yang baru saja datang kemudian menyerahkan mantel Sungmin dan merapihkan tas kerjanya. “Aku masih banyak tugas dan mempersiapkan keperluanmu untuk besok. Lagi pula perjalanan tadi cukup membuatku lelah. Aku butuh tidur.”

.

.

.

.

.

Hyukkie berjalan lemas setelah turun dari parkiran di hotel tempat mereka menginap. Tapi…

.

Greep…

.

“Hwa!!!!”

Hyukkie berteriak keras saat ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang namun sebuah tangan segera menutupi mulutnya dan dengan segera tubuh yang memeluknya itu membalik tubuh Hyukkie.

“Kau!” Hyukkie mengumpat kesal saat melihat wajah namja yang sudah mengagetkannya tadi. “Hya! Bagaimana bisa kau ada disini?”

“Hei, apa tak merindukanku? Kita lama sekali tak bertemu, padahal Kyuhyun dan Sungmin saja sering bertemu. Tapi kenapa menemuimu susah sekali.” Hae bertingkah seperti anak kecil dan memeluk erat pinggang Hyukkie, sedikit menariknya agar namja itu tak mengelak dari kedekatan tubuh mereka. Kajja, ke kamarku saja. Aku merindukanmu.”

“Eh, lepas. Jangan tarik-tarik. Yah! Dasar mesum! Lepas!”

.

.

.

.

.

Hyukkie merengut kesal. Ia duduk menyilangkan kedua kakinya dan juga menyilangkan ke dua tangannya di dadanya. Bola mata cantiknya menatap malas namja yang terus saja berjalan kesana-kemari di depannya.

“Hei, bisakah kau berhenti! Namja aneh! Untuk apa kau membawaku kemari? Aku masih banyak pekerjaan.”

Hae berhenti dari kegiatannya dan kemudian menoleh  pada Hyukkie. Ia tersenyum dan memasang wajah berfikirnya yang begitu polos. Ck… tak terlihat seperti seorang seme.

“Chagi… aku tahu  kau sibuk dan kita sama, aku juga sibuk. Aku hanya sedang berfikir, karena banyak hal yang ingin aku lakukan denganmu makanya aku bingung. Sebaiknya hal apa dulu yang aku lakukan.”

Hyukkie memutar bola matanya kesal. “Hei, chagi?” Ia mencoba membenarkan pendengarannya dengan memainkan jari kelingkingnya di lubang telinganya. “Siapa yang kau panggil chagi? Ck… kau sudah gila. Sudahlah, aku tak menyukai namja aku masih straight.”

“Kata siapa?” Hae langsung mendekati Hyukkie dan semakin mendekatkan jarak wajahnya dengan wajah Hyukkie. Kedua pipi Hyukkie terasa memerah dan mulai merona merah. Ia menutup kedua matanya, menahan rasa canggung dan aneh karena kedekatannya ini.

“Kau hanya tak menyadarinya, Chagie. Sudahlah, jangan jual mahal. Tak usah memasang gengsimu itu, bilang saja kalau kau juga…”

Hae mendekatkan wajahnya pada Hyukkie, membisikkannya dengan lirih “… Mencintaiku…” Tersenyum kecil dan menangkap pipi Hyukkie dengan satu tangannya. Menghipnotis namja itu untuk masuk dalam perangkapnya.

Merasakan manis dan lembutnya bibir itu….

“Eumhh….”

Merasakan perasaan hangat dan menggelitik di perutnya…

“Ahhhmmm….”

Meremas erat rambut halus itu, melampiaskan perasaannya yang seakan meledak di dalam tubuhnya…

.

.

.

.

.

.

.

“Haish membosankan sekali.” Kyuhyun menggumam lirih dan kemudian beranjak dari kasurnya. Ia meraih kacamata hitam dan topinya kemudian keluar dari kamar hotel tempat ia menginap.

Kyuhyun berhenti sejenak di meja resepsionis dan menanyakan tentang Lee Sungmin. “Apa artis yang bernama Lee Sungmin sudah kembali?”

“Belum, dia belum kembali tuan.”

Kyuhyun hanya mengangguk, kemudian meninggalkan hotel itu meski hanya untuk sekedar jalan-jalan. Pulau Nami yang sepi dan sejuk, sangat tenang. Kyuhyun bersiul sepanjang jalannya. Sesekali ia mengeratkan syal dan juga membenarkan topinya saat ia melihat beberapa yeoja yang mulai berbisik di belakangnya.

Ia tak mau penyamaranya diketahui publik, meski tetap saja akan ketahuan. Kyuhyun memasuki salah  satu resort dan segera duduk di salah satu kursi yang ada disana. Menatap ke hamparan rumput dan juga pepohonan. Sudah banyak daun yang gugur.

“Mianhe, anda mau pesan apa?” Seorang pelayan mendekati Kyuhyun.

“Eum, aku ingin … eoh? Chakkaman.” Kyuhyun tersenyum saat matanya menemukan satu pemandangan yang cukup aneh dan menarik perhatiannya. Ia menyeringai kecil. “Eum… aku akan kesana, berikan aku menu yang sama dengan yang dimakan mereka.”

“Tapi, meja itu…”

Belum sempat pelayan itu membantah, Kyuhyun sudah beranjak dari tempatnya menuju tempat yang cukup jauh dari tempat duduknya tadi. Menuju ke tepi bangunan itu dan duduk di sisi namja manis yang tadinya sedang menikmati teh-nya.

.

Pluk…

.

Satu tepukan di bahu Zhoumi membuat namja itu menoleh dan menatap wajah namja yang tersembunyi  di balik topi dan kacamatanya itu. “Eoh? Kyu?”

“Hai Hyung, Jo Myuk Hyung! Lama tak bertemu.” Dengan wajah tanpa dosanya, Kyuhyun menepuk bahu Zhoumi dan tersenyum aneh.  Kemudian ia mendekati Sungmin dan langsung duduk disisinya. Tak mempedulikan tatapan heran dari Sungmin yang masih menggeliat tak nyaman karena Kyuhyun merangkul bahunya terlalu erat.

“ Apa yang kau lakukan disini? Bukankah  kau produser? Kenapa bisa sampai kemari?” Kyuhyun bertanya dengan seenaknya dan sesekali mengambil anggur dari salad buah yang sedang dimakan Sungmin.

“Apa kau lupa? Sungmin itu artisku, jadi wajar saja kalau aku mengawasinya. Lagipula, harusnya kau tak  berada disini. Bukankah kau seharusnya ke studio untuk rekaman album barumu?”

“Kyu?” Sungmin mengernyit heran dan menatap tajam pada Kyuhyun. “Jadi apa yang kau lakukan disini?”

“Eum, itu…” Kyuhyun bingung. Ia tak mungkin mengatakan jika ia membuntuti Sungmin. Sungmin akan marah besar karena Kyuhyun tahu pasti, Sungmin tak suka di ganggu saat ia bekerja.

“Apa? Membuntutiku?”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Ia bingung, terlebih saat Sungmin mulai memperlihatkan kekesalannya. “Itu…”

“Lepaskan tanganmu!”

“Ming, aku…”

“Ayo lepaskan tanganmu!” Sungmin menggeram lirih. Ia mengintimidasi wajah polos Kyuhyun dengan seringaian tajam dari mata foxynya.

“Tapi Ming, aku hanya…”

“Haish…” Sungmin melepas paksa lengan Kyuhyun kemudian dengan cepat menyeret Kyuhyun ke satu sudut di ruangan resort itu. Sudut yang cukup sepi dan tak terlihat oleh pengunjung yang lain.

Sungmin mendorong Kyuhyun hingga namja itu tersudut di pojok yang tak terlihat. “Kau tahu bukan, aku tak suka kau mengikutiku? Kau punya jadwal sendiri Kyu, dan kau harus menyelesaikannya.”

Namun Kyuhyun yang memang tak bisa menghilangkan sifat evilnya, malah melingkarkan lengannya untuk mengikat Sungmin semakin dekat dengannya. “Aku hanya mengkhawatirkanmu. Kau tahu, Kim Taehe itu cantik bahkan mungkin setingkat dengan Hye Gyo dan kau begitu menyukai Hye Gyo, jadi mana mungkin aku tak khawatir saat tahu kau akan syuting dengan Taehe.”

“Ck… konyol. Lepaskan tanganmu! Kau mau kita menjadi skandal?! Lepas.” Sungmi mencoba melepaskan lengan Kyuhyun yang mulai mengusap pinggang nya. Kyuhyun malah menyeringai dan mencium kecil pipi Sungmin.

“Ahni. Aku akan melepasnya kalau malam ini kau tidur di kamarku.”

“Mwo?” Sungmin mendelik kaget.

“Aku menginap di hotel yang sama, bahkan kamarku ada di depan kamarmu.”

“Mwo?! Kau ini benar-benar…”

.

Chup….

.

Satu kecupan singkat di bibir Sungmin. “Aku akan menunggumu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kemudian menyeret Sungmin untuk kembali ketempat mereka tadi. Ia mendudukkan Sungmin kemudian menyeringai menatap Zhoumi yang masih santai mengaduk kopinya. “Aku titip bunny-ku Hyung. Awas saja kalau kau menyentuhnya.”

Dan Kyuhyun pergi dari resort itu. Meninggalkan Sungmin yang masih mengumpat kesal dan juga Zhoumi yang terus tersenyum aneh. Tapi sayang, tak ada yang menyadari kehadiran seseorang di resort itu. Yah, seorang stalker  dan pencari berita yang benar-benar gila.

“I got it!”

Wartawan itu tersenyum melihat hasil jepretan kameranya. Ia kemudian beranjak dari tempatnya berdiri tadi. Tak akan ada yang menyangka jika di balik lipatan tirai bambu tempat Sungmin memojokkan Kyuhyun, akan ada wartawan gila itu.

“Sempurna.” Menyeringai licik, kemudian segera berlari dari tempatnya bersembunyi. Mengambil mobilnya, mungkin saja ia akan segera menuju kantornya. “My bonus…. i got ‘cha…”

.

.

.

.

.

“Huh… kau ini selalu saja.” Sungmin berjalan kesal dan membiarkan Kyuhyun terus memeluknya dari belakang. Mengusap pinggang Sungmin dan terus mencium kecil leher putih itu.

Sekarang memang mereka berdua sedang berada di kamar Kyuhyun. Sungmin memang selalu menepati janjinya pada Kyuhyun.

“Sudah Kyu, kau ini… ck, berlebihan.”  Sungmin menggeliat dan melepaskan lengan Kyuhyun kemudian mendudukkan tubuhnya di kasur Kyuhyun. Ia masih gelisah, sesekali melihat Kyuhyun dan kemudian diam lagi.

“Waeyo? Gwenchana…?” Kyuhyun mendekati Sungmin dan menariknya dengan lengannya hingga Sungmin kini dalam posisi berbaring dan Kyuhyun berada di atasnya, menopang tubuhnya dengan lengannya.

Sungmin memainkan jemarinya untuk mengusap kerah Kyuhyun. Memainkan kancing piyama namja itu dan kedua matanya terus menatap Kyuhyun. “Aku ingin bicara serius denganmu.”

“Apa?”

“Eum, itu masalah kita. Hubungan kita.” Sungmin diam sejenak, ia mencoba menenangkan dirinya. “Kemarin, Key baru saja dari rumah Jinki. Dan kau tahu, Jinki Umma tak bisa menerima Key karena dia tak bisa memberikan keturunan untuk Jinki. Aku…”

“Kau memikirkan itu?” Kyuhyun mengusap anak rambut Sungmin dan menatap kedua mata foxy yang terlihat khawatir itu. Sementara itu Sungmin hanya mengangguk. “ Sudahlah jangan dipikirkan, itu akan menjadi urusanku.”

“Tapi, Nyonya Cho… bagaimana jika dia…”

“Hei…” Kyuhyun mencolek hidung Sungmin dan mencium hidung mungil itu. “ Jangan dipikirkan. Itu akan menjadi urusanku. Lagipula, sebentar lagi kau akan ada casting untuk film besar. Kau tak boleh melewatkannya.”

“Kyu…” Sungmin bergumam lembut, kemudian ia tersenyum kecil dan menangguk. “Saranghae…”

“Nado… saranghaeyo.” Kyuhyun melesakkan wajahnya ke ceruk leher Sungmin dan menghirup wangi namja manis itu. “Selalu wangi vanilla…” Bergumam lirih sambil mencium kulit putih itu.

Membiarkan Sungmin meremas rambut ikalnya untuk melepaskan kerinduan mereka. Kedua tangan Kyuhyun pun tak tinggal diam. Satu tangannya mengusap seluruh tubuh Sungmin sedangkan satu tangan yang lain, menggenggam kuat jemari Sungmin seakan saling berbagi kepercayaan.

Ini semua akan terlewati, dengan begitu cepat dan mudah….

.

.

.

.

.

.

.

“Cut! Ya! Tinggal satu scene lagi. Ini akan jadi endingnya. Eum, disini nanti Taehe akan berekspresi sesedih mungkin dan Sungmin akan memeluknya, ending yang manis. Sebuah kebahagiaan yang di balut tangis karena rasa tak  percaya akan keajaiban yang telah datang pada mereka.”

“Tapi hyung, Sungmin…”

“Ck… Kyu! Jangan mengganggu syutingnya. Bukankah kau sudah berjanji?” Zhoumi menghentikan Kyuhyun yang berusaha menghentikan scene terakhir dari MV itu. Sebenarnya sudah sedari tadi Kyuhyun ingin menghentikan syuting MV itu, tapi Sungmin memerankan semua dengan baik dan bahkan sangat baik hingga tak pernah NG dan selalu saja selesai dengan cepat.

Tapi bukan berarti Kyuhyun senang dengan hasil itu, ia malah semakin kesal saat Sungmin beradegan mesra dengan Taehe. “Ck…. menyebalkan.”

Kyuhyun meninggalkan lokasi syuting itu dan melangkah cepat menuju mobilnya. ”Kyu! Kau mau kemana?!” Teriakan Hae pun tak diindahkan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun masuk kedalam mobilnya. Ia duduk dengan kesal. “Haish… tadi pegangan tangan, pegang pipi terus sekarang pelukan… Yah!!! Dia pikir Sungmin itu milik siapa? Aish! Menyebalkan sekali.”

.

Tukk… tuk… tukk….

.

Kyuhyun melirik ke pintu mobilnya. Zhoumi tengah mengetuk kaca mobil itu, berusaha untuk berbicara pada Kyuhyun. Ia menoleh dengan kesal dan kemudian menurunkan kaca mobilnya.

“Mwo? Aku sedang ingin sendiri, jadi jangan menggangguku.”

Zhoumi tertawa pelan. Ia sungguh gemas dengan sikap Kyuhyun yang memang terlihat kekanakkan. Waj a hkesal Kyuhyun itu, sama sekali tak cocok dengan sikap evil-nya. “Sudahlah. Itu hanya acting jadi jangan terlalu kau pikirkan.”

“Hei! Kau ‘kan juga tahu, kalau Sungmin itu milikku. Bagaimana bisa kau membiarkannya berakting dengan Taehe?”

Zhoumi hanya terkekeh kemudian mengusap kecil kepala Kyuhyun. “Hei…Kyunie, dengarkan Hyungmu ini. Mungkin untuk sekarang kau memang memiliki Sungmin, tapi bisa saja dia bosan denganmu karena kau itu cerewet dan manja. Dan saat itu aku akan siap untuk menggantikanmu.”

“Mwo?! Yah! Hyung! Apa-apaan kau? Benar-benar mau cari masalah denganku yah!?”

Zhoumi hanya tersenyum dan kemudian berdiri tegak di samping mobil Kyuhyun. “Kita akan buktikan. Aku rela menjadi gay, meski hanya untuk mencintai Sungmin saja. Dia sangat berharga, Kyu. Dan kau akan menyesal jika menyakitinya, karena saat itu aku akan mengambilnya darimu.”

Zhoumi berjalan pelan meninggalkan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih mengumpat kesal di dalam mobilnya. Di kejauhan, ia dapat melihat jelas jika Sungmin tengah berpelukan dengan Taehe. Tak lama kemudian para kru dan juga Kangin bertepuk tangan, tandanya syuting sudah selesai.

Kyuhyun akhirnya bisa bernafas lega, saat ia melihat Sungmin berlari menuju ke mobilnya. Namja manis itu tersenyum kemudian dengan cepat masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

Hosshhh… hoshhh…

Dengan nafas yang masih terengah, Sungmin kemudian mencoba tersenyum pada Kyuhyun lagi. “Kajja! Kita pergi dari sini, biar Hae dan Hyukkie yang mengurus semuanya. Kita ke Seoul bersama.”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, di usapnya punggung tangan Sungmin dengan lembut. “Pasti chagi, kau akan selalu bersamaku.”

.

.

.

.

.

“Cih! Apa-apaan ini?” Yeoja cantik itu membanting kasar satu majalah yang terkenal sering menggosipkan banyak artis terkenal, dan kini yang menjadi korban adalah putranya satu-satunya.

“Cepat siapkan supir untukku. Aku harus ke perusahaan.”

Pelayan itu hanya mengangguk dan kemudian segera menuju ke luar ruangan Nyonya besarnya. “Dia sudah gila! Benar-benar gila! Bagaimana bisa dia menjatuhkan dirinya seperti itu?”

Nyonya Cho berjalan cepat ke luar ruangan pribadinya, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja cantik yang menunggunya di ruang tamu. Dia hampir saja melupakan kedatangan yeoja itu.

“Ah, mianhe. Mungkin kau menunggu terlalu lama.” Nyonya Cho mencoba duduk dengan tenang. Ia memang terkesan elegan dan mewah terlebih wajah cantiknya sangat bisa menutupi usianya yang sudah semakin tua.

“Gwenchana. Aku senang, akhirnya bisa bertemu dengan Cho Umma.”

Nyonya Cho tersenyum kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati yeoja itu. Memeluknya erat. “Aku senang kau kembali, Ji Won.”

“Nde…”

“Aku akan segera mengaturnya….”

Nyonya Cho tersenyum cantik dan mengusap pipi Ji Won. Sedangkan yeoja itu menatap lembut ke dua mata Nyonya Cho.  Entahlah, apa yang mereka rencanakan.

.

.

.

.

.

.

.

 Siwon membanting kasar majalah itu di meja kerjanya. Kemudian ia menatap Jinki. Asisten yang sudah bekerja padanya selama bertahun-tahun bahkan sejak pertama ia menginjakkan kaki di CnC entertainment.

“Kau masih ingin mengundurkan diri? Bahkan di situasi separah ini?”

“Sebenarnya ini bukan keinginanku.” Onew mendekat pada Siwon, kemudian berdiri di sisi atasannya. Sedikit bergumam lirih. “Aku punya alasan sendiri sampai aku harus mengundurkan diri.”

“Aku tak mau tahu. Kau tak aku ijinkan mundur sebelum semua masalah teratasi dan juga aku menemukan penggantimu.”

“Tapi, bagaimana dengan…”

“Ck… masalah apa sebenarnya?” Siwon memutar bola matanya. Ia kesal. Ia berdiri dan berjalan mendekati Onew membuat namja itu semakin mundur dan berjalan mundur hingga tubuhnya jatuh terjengkang di atas sofa.

“Hahahha… lihatlah. Kau konyol, ck… sangtae. Aku tak akan menemukan asisten sekonyol dan seaneh dirimu lagi. Ayolah, bukankah aku membayarmu cukup tinggi? Kau juga nyaman bekerja disini, jadi pikirkan alasan yang tepat untuk mengundurkan diri.”

Onew membenarkan posisinya dan mencoba duduk. Ia memungut ponselnya dan sedikit mengusap kepalanya saat tak sengaja membentur sudut meja. Ia sedikit melirik Siwon yang masih terkekeh geli melihat tingkah aneh Onew.

“Kau sungguh langka. Hahaahaha….”

“Sudahlah sajangnim, kau membuatku malu.” Onew mencibir  lirih. “Biar begini pun kau masih membutuhkan aku.”

Siwon mencoba mengehentikan tawanya. “Jadi bagaimana keputusanmu?”

“Aku tetap harus mengundurkan diri, jika tidak Umma akan memberikan perusahaan ke Departemen Sosial. Aku tak mungkin membiarkan Umma melakukannya.”

Sekarang situasi sangat serius bagi mereka berdua. Siwon sibuk memikirkan caranya untuk menyelesaikan masalah Kyuhyun dan juga menahan asistennya. Ia kemudian tersenyum saat ia menemukan satu cara yang cukup jitu baginya.

“Apa nama perusahaanmu?”

“Chinese TOFU…”

“Mwo? Bwahahhaaa….” Siwon tertawa keras, hingga ia merasakan perutnya sakit. “Hehehheee… ya ampun, hanya perusahaan pembuatan tahu?” Onew mengangguk. “Hahahhaa….. kau membuatku sakit perut.”

“Hei sajangnim, kenapa sepertinya nama perusahaanku itu lucu sekali eoh? Itu hanya nama perusahaan pembuatan tahu. Kenapa tertawa sampai seperti itu?”

“Padahal aku kira perusahaanmu adalah perusahaan besar hingga mungkin aku akan mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.”

“Eoh?” Onew menoleh pada Siwon. “Apa maksudmu? Kau mau membelinya?”

“Nde, aku beli saja. Tapi tentu setelah itu menjadi milikmu, dan tentu saja aku akan membeli dengan harga yang pantas sesuai dengan omset  dan keuntungan yang aku dapat.”

“Haish…. selalu saja dengan uang. Kau pikir Umma akan menjualnya padamu.”

Onew menatap tak yakin pada Siwon. Tapi namja tampan itu malah membenarkan jasnya dan menepuk-nepuk dada bidangnya. “Lihatlah, sajangnim-mu ini tampan dan berkelas. Tak ada yang bisa menolakku.”

Onew hanya menggeleng. Ia tahu sebagaimana gila dan narsisnya atasannya yang tampan ini. Sedikit bersyukur, karena ini artinya tak ada lagi penghalang untuk hubungannya dengan Key.

.

.

.

.

.

Kyuhyun memainkan kunci mobilnya, sambil berjalan santai menuju ke ruangannya. Ia terus tersenyum mengingat ciuman hangat yang ia lakukan di depan rumah Sungmin sebelum namja mungil itu menyuruhnya untuk pulang.

Tapi saat ia membuka pintunya, ia harus dikejutkan dengan dua orang yeoja yang tengah duduk cantik di sofa tamu yang ada di ruangan itu.

“Umma?” Kyuhyun mengernyit menatap yeoja itu, kemudian pandangannya beralih pada yeoja yang tersenyum cantik disebelah Umma-nya. “Nuguya?”

“Masa kau lupa dengannya?” Kyuhyun hanya menggeleng dan kemudian duduk di sisi Nyonya Cho. “Dia Ha Jiwonie. Dia anak dari seorang anggota di parlemen. Dulu kalian bahkan satu kelas saat primary. Tapi Jiwon harus pindah ke Kanada karena appanya di tugaskan di sana dan sekarang ia sudah kembali.”

“Untuk apa dia kembali?” Kyuhyun menanggapi dengan malas semua perkataan nyonya Cho.

“Dia kembali karena memang dia baru memulai karirnya di Korea. Dia lulusan terbaik sekolah seni di Kanada dan mulai besok akan ada di bawah manajemen Siwon.”

“Mwo? Maksud Umma, dia akan menjadi artis?”

“Nde, dia model terkenal di Kanada dan dengan kedatangan Ji won Umma harap itu bisa membersihkan namamu.”

“Eoh? Apa maksud Umma?”

“Sudahlah, lebih baik kalian bicara berdua saja karena Umma harus mengurus hal lain. Dan ingat, kalian harus segera melakukan konferensi pers.”

“Untuk apa? Bukankah tak ada masalah. Lagi pula peluncuran albumku masih lama.” Kyuhyun melepaskan jaketnya, membuang gerah dan perasaan sedikit kesal karena Nyonya Cho selalu mengaturnya.

Nyonya Cho kemudian tersenyum kecil dan mengusap bahu Kyuhyun. “Bukan untukmu, tapi untuk memperkenalkan Ha Jiwon.”

“Untuk apa Umma? Kalau memperkenalkan dia, ya harus dia sendiri yang konpress. Kenapa aku harus ikut?”

Nyonya Cho menyeringai kecil dan mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, hingga kini ia berhenti tepat di sisi telinga Kyuhyun. Sedikit berbisik, “Karena dia calon istrimu.”

“Mwo?!”

.

.

.

.

.

.

2bEEcON

.

Bagaimana kelanjutannya? Tambah menyimpang dari Secret Garden.

 

Haish… biarlah. Jujur, feel untuk ff ini kayak dah ilang karena tanggapan yang cenderung ilang dari readerdeul. Mianhe jika lanjutannya mengecewakan.

 

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

Big Hug and Thank’s for my Lovely readers

.

Untuk Chap ini, mind to RnR…

GamsaHAE ^_^

.

SECRET HEART || KYUMIN FF || CH. 14/20 || YAOI ||


Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 14

.

.

.

.

KyuMin Side

.

.

.

“Jadwalku sudah selesai.” Kyuhyun duduk di salah satu kursi santai yang ada di rumah megahnya. Menggumam pelan seraya tersenyum kecil, menerima telfon dari Sungmin.

“…”

“Baiklah, aku akan melihatmu syuting. Mungkin saja aku bisa membantu.”

“…”

“Nde????” Kyuhyun tersentak kaget. “Mimi ge? Yaish… kau tak aman bersamanya.”

Dan setelah percakapan singkat itu, Kyuhyun segera saja meraih kunci mobilnya dan langsung tancap gas menuju lokasi syuting Sungmin. Inilah kegiatan Kyuhyun disela syutingnya dan juga promo film mereka.

Meski semua berjalan dengan perasaan kaku dan canggung, tapi desir hangat itu sama sekali tak bisa di abaikan. Kyuhyun dan Sungmin, hanya mengikutinya. Ikut berjalan kearah dimana desiran itu terasa hangat.

.

.

.

Kyuhyun melihat ke sekitar. Tempat kumuh yang penuh dengan pepohonan. Dan juga kedai  penjual shoju dan kedai-kedai kecil dengan penataan seperti jaman Korea kuno. Yeah, Sungmin tengah syuting film laga dengan setting pada dinasty  Woo.

“Sepertinya aku mengganggu?”

Kyuhyun menatap kesal pada Zhoumi. Dan koala merah itu hanya tersenyum kecil dan mengacak rambut Kyuhyun. “Nae lovely titi…”

“Hish….. aku bukan titi okey. Aku ini Kyu oppa… hahhahaa…” Kyuhyun berlagak narsis seraya menarik Sungmin ke dalam pelukan lengannya. “Aku pinjam  Sungmin.” Dan tanpa seizin Zhoumi, Kyuhyun membawa Sungmin ke mobilnya.

“Eh, untuk apa kemari. Aku masih ada beberapa scene dan harus selesai hari ini.”

Kyuhyun menatap dalam pada Sungmin. Menyingkap rambut panjang yang jatuh di lehernya dan mencium sekilas leher itu. “Heum… meski sudah berkeringat, kau masih saja wangi….” Kyuhyun sibuk memeluk Sungmin. Ia melingkarkan lengannya dengan sangat posesif di pinggang itu. Kemudian perlahan menarik sedikit kerah baju Sungmin dan menghisap,menggigit kecil kulitnya.

“Ahssss Kyuhhhh…”

Sungmin menggeliat tak nyaman. Ia mendorong Kyuhyun dan menatapnya tajam. “Hei,  aku sedang syuting. Kau ini sengaja sekali mengundang kontroversi, kau mau hubungan ini diketahui publik? Dasar aneh…”

Sungmin mencoba menjauh dari Kyuhyun, tapi langkahnya terhenti saat Kyuhyun menahan lengannya. “ Hei, bagaimana jika aku ikut syuting?”

“Mwo?”

.

.

.

.

.

“Ya!!! Kenapa aku jadi prajurit? Aku ini bintang hallyu, tampan dan juga artis terkenal. Kenapa peranku kecil begini?”

Kyuhyun mengeluh kesal. Ia hanya berpakaian prajurit dan terlihat kumuh. Terlebih lagi penampilannya sangat konyol dan juga rambut panjang anehnya benar-benar mengundang tawa.

“Hahahahhaa…”

Zhoumi terbahak melihat Kyuhyun. “Hei, lihatlah figuran dadakan ini. Hei … Kyuhyun-ah. Wajahmu terlihat aneh.” Zhoumi langsung menghentikan tawanya saat  melihat tatapan mematikan dari Kyuhyun.

“Hei, aku ini artis profesional. Jangan meremehkan aku.” Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang terlihat menahan tawanya. “Jangan menertawakan aku, Ming.” Kyuhyun menjatuhkan pedangnya dan duduk diam di salah satu kursi istirahat untuk artis. Kursi Sungmin.

“Kyu….” Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun. Ia meraih pedang Kyuhyun yang jatuh di tanah dan memberikannya pada Kyuhyun. “Kita akan mulai syuting, jadi jangan merusak mood dan suasana hati pemain yang lain. Lagi pula tak ada yang memintamu menjadi figuran.”

“Tapi Ming, aku bosan melihatmu syuting. Tadinya ingin membantu, tapi jika peranku seperti ini… ish…” Kyuhyun menundukkan wajahnya. Kakinya sibuk menendang pelan daun kering yang ada di kakinya. “Aku kesini untuk mengajakmu pulang, aku ingin kau ke rumahku.”

Sungmin mengusap pelan bahu Kyuhyun. Untunglah tempat istirahat Sungmin jauh dari artis yang lain. Sedangkan Hyukkie masih sibuk mencarikan makan siang untuk Kyuhyun dan Sungmin.

“Kyuh… aku bisa syuting sampai malam, jadi jika peran ini tak benar-benar  kau inginkan lebih baik kau pulang saja.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya. Ia melepaskan wig anehnya, dan membuangnya ke tanah. “ Kau menyebalkan, Ming.” Kyuhyun merengut dan kemudian kembali ke ruang ganti. Mengganti pakaian anehnya dan menghapus semua make up yang membuatnya terlihat kumuh.

“Hyung, kau sudah ditunggu yang lain!” teriakan Hyukkie membuat Sungmin bergegas dan masuk ke ruang ganti.

Mengusap pelan dada Kyuhyun, sedikit berjinjit dan mencium pipi Kyuhyun. “Aku hanya bekerja, jadi tak perlu khawatir. Kau bisa ke rumahku, otte?” Sungmin merogoh kantong di tas yang ia bawa dan memberikan kunci pas rumahnya pada Kyuhyun. “Kode pintunya adalah namamu, kau tahu… aku mencintaimu. Jangan khawatir.”

Dan Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun tanpa sama sekali melihat ke belakang, melihat bagaimana kesalnya Kyuhyun. Ia memakai bajunya kembali, kemudian bergegas meraih kunci mobilnya. Mengabaikan semua pandangan yang benar-benar tak mengenakkannya. Ia sungguh benci. Terlebih lagi Kyuhyun melihat Zhoumi  tertawa seakan mengejeknya.

‘Awas saja Jo Myuk jelek… aku akan memukulimu.’

.

.

.

.

Kyuhyun melipat wajahnya. Sudah sampai tengah malam ia menunggu Sungmin di rumahnya, tapi sama sekali tak ada tanda bahwa Sungmin akan pulang. Berkali-kali Kyuhyun mencoba untuk menghubungi Sungmin, tapi selalu saja Hyukkie yang menjawab panggilannya.

Hingga akhirnya wajah tampan itu terlelap dalam lelahnya.

.

.

“Kajja, ini rumahku.“ Sungmin mengajak Zhoumi untuk ikut masuk ke dalam rumahnya. Rencananya ia akan bermalam di rumah Sungmin. “Kyu!!!” Sungmin berteriak keras seraya melepaskan sepatunya.

Zhoumi mengerutkan keningnya. Meski ragu, akhirnya ia memberanikan dirinya untuk bertanya pada Sungmin. “Sungmin-ah, Kyuhyun ada disini?”

“Nde, dia bilang akan menungguku pulang. Jadi dari pada dia mati kesal di tempat syuting, aku menyuruhnya untuk menginap di rumahku.”

Dua namja itu masuk ke dalam rumah Sungmin. Sungmin segera menuju dapurnya untuk sekedar smencari minuman dingin, sedangkan koala merah itu tersenyum kecil saat ia menemukan Kyuhyun yang tengah tertidur di sofa tamu. Zhoumi langsung duduk di sisi Kyuhyun dan mengganggu tidurnya.

“Hei, Kyu! Ieronna!” Zhoumi sedikit berteriak dan terus menggoncang tubuh Kyuhyun. Namun sepertinya Kyuhyun sangat lelah hingga ia hanya bergerak sedikit dan kemudian diam kembali.

Sungmin melangkah mendekati Zhoumi dan Kyuhyun. “Eih, sudah tertidur rupanya. Bisakah kau membantuku membawanya ke kamar, dia berat.” Sungmin tersenyum canggung dan berusaha membawa Kyuhyun. Dan sepertinya Kyuhyun sedikit mengigau sekarang.

“Ming, kau pulang lama sekali…” Kyuhyun menggumam lirih. “Ming, aku capek menunggumu…”

“Yaish…. dia masih tidur, tapi bisa-bisanya mengigau.” Zhoumi sedikit protes tapi tampaknya suara itu dapat membangunkan jiwa Kyuhyun hingga akhirnya secara tiba-tiba Kyuhyun bangun dan mencoba berdiri tegak, kemudian  memeluk posesif pada Sungmin.

“Ya! Jo Myuk aneh! Apa yang kau lakukan di rumah Min hyung?”

Dan seringaian aneh itu terlihat jelas di wajah Zhoumi. “Aku akan menginap disini. Apartemenku itu sangat jauh dari lokasi syuting dan aku sudah lelah.”

“Heh, bukannya rumah Min Hyung itu juga jauh? Kenapa kau malah kesini? Alasan saja!”

“Yaish…. sudah. Kalian mau menginap atau tidak, aku tidak peduli. Kalau mau tidur, itu kamar tamu.” Sungmin menunjuk satu kamar yang letaknya  agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. “Dapur ada disana. Aku harus tidur, besok ada pertemuan penting untuk iklanku bukan?”

Zhoumi mengangguk. “Nde, kau ada pertemuan. Dan Kyu…” Zhoumi menoleh pada Kyuhyun dan menyeret lehernya dengan rangkulan lengannya. “Kau jangan mengganggu tidur orang, arraseo? Kajja! Kau tidur denganku.”

“Eih?” Kyuhyun melotot kaget. “Ahni! Shireo! Aku akan tidur dengan Min hyung.”

“Yaish, kajja! Aku tak mau kau mengganggu tidur orang.”

Dan akhirnya, kembali Sungmin meninggalkan dua namja yang terus bertengkar itu dan lebih memilih pergi ke kamarnya dan menikmati tidur malamnya. “Ah, mereka berdua sama saja. Kekanakkan!”

.

.

.

.

“Ish! Geser hyung! Kau ini mau aku jatuh atau bagaimana? Kenapa tidurmu seperti monyet begitu?” Kyuhyun mendorong kuat tubuh Zhoumi. Tubuh jangkung yang sengaja membentangkan kedua kaki dan tangannya, kemudian selalu tersenyum aneh dalam lelapnya yang penuh dengan kepura-puraan. Sungguh pertengkaran yang konyol.

Dan Kyuhyun tetap saja tak bisa menikmati tidurnya saat kaki panjang Zhoumi kemudian jatuh menimpanya. Dan dengan kekuatan penuh akhirnya ia menyingkirkan kaki itu. Sebenarnya Zhoumi hanya pura-pura tidur, tadinya. Tapi lama kelamaan namja itu tidur sungguhan dan dengan posisi yang benar-benar ekstrem hingga membuat Kyuhyun tak punya space lagi untuk tidur disana.

Perlahan Kyuhyun membawa tubuhnya untuk beranjak dan keluar dari kamar nista itu. Ia membuka satu per satu pintu di rumah Sungmin, hingga akhirnya senyum terkembang saat ia menemukan sosok namja yang masih sibuk dengan lampu tidurnya dan bersembunyi di bawah selimut.

Kyuhyun tersenyum kecil kemudian menyingkap selimut itu, membuat Sungmin sedikit terperanjat kaget dan tersenyum kecil. “Wae?” Sungmin bertanya dengan wajah aegyonya yang semakin membuat Kyuhyun gemas.

Kyuhyun meletakkan lampu baca itu dan kemudian mengambil buku di tangan Sungmin. Menyandarkan tubuh Sungmin pada sandaran kasur mereka dan memposisikan tubuhnya untuk tiduran di paha Sungmin.

“Ming….” Kyuhyun berujar lirih. Kemudian menatap pada Sungmin. “Aku kesal, kau terlalu dekat dengan koala aneh itu.”

Sungmin hanya menggeleng pelan dan tersenyum kecil. “Hei, kau ini kenapa seperti anak kecil? Bukankah kita menyembunyikan hubungan ini? Jadi jangan merusaknya.”

Kyuhyun beranjak dari posisinya. Memegang kedua bahu Sungmin dan memeluknya erat.  “Tapi bukan berarti kau mengabaikanku.”

Sungmin mendorong pelan bahu Kyuhyun. “Kau tak terlihat seperti seme. Huh, payah.” Sungmin kemudian tersenyum kecil dan mendorong Kyuhyun, hingga ia  kemudian mendorong tubuh Kyuhyun dan sedikit menindihnya. “Kalau aku mencoba menjadi seme, otte?”

“Eih! Andweyo! Kau uke, dan tak akan jadi seme.” Kyuhyun menatap horor pada Sungmin. “Apa-apaan kau? Jangan memaksakan memasang wajah aneh itu, kau sama sekali tak terlihat manly dimataku.”

“Ya sudah, makanya jangan kekanakan begitu. Memasang wajah konyolmu, dan kau terlihat menggelikan.” Sungmin menarik tubuhnya, kemudian berbaring untuk menikmati waktu tidurnya. “Tidurlah sekarang, besok aku ada syuting juga dan jadwalku sangat padat.”

Kyuhyun kemudian beranjak dan memeluk Sungmin posesif. “Padahal aku  ini hallyu star, kenapa kau ini terlihat lebih sibuk daripada aku?” Kyuhyun bergumam lirih dan menghembuskan nafas hangatnya yang menggelitik di leher Sungmin.

“Ck… sudahlah.” Sungmin menggeliat tak nyaman dalam pelukan Kyuhyun, yah… biar bagaimanapun dia memang lelah. “Ayolah Kyu, jangan memelukku sekencang ini. Aku sesak…”

“Ming, hajiman…”

“Kyu, ayolah. Tidur atau kau pindah saja ke kamar Zhoumi.”

“Nde, arraseo.”

Sedikit gondok dan kesal, tapi akhirnya ia pun tidur dengan nyaman. Memeluk Sungmin dengan posesif seakan tak peduli jika Sungmin merasa sesak dalam dekapan eratnya. Kemudian mencium wangi tubuh Sungmin yang selalu menjadi candunya.

“Saranghaeneun… Cho Sungmin…”

Bergumam lirih, dan mungkin saja Sungmin tak akan bisa mendengarnya. Ia sudah tertidur lelap. Malam yang hangat untuk mereka. Sementara di luar kamar itu, terlihat dua namja terkikik lirih.

“Key baby,lihatlah. Sangat manis.”

“Nde, dan kurasa Min hyung bisa jadi controller untuk Kyuhyun. Kau tahu kan, dia orang yang paling menyebalkan yang pernah aku temui.”

Kemudian kedua namja masuk ke dalam kamar mereka. Berbaring melepas lelah setelah seharian membereskan apartemen Onew. “Aku lelah.” Key menghela nafasnya seraya membaringkan tubuhnya setelah mengganti kausnya dengan piyama pink kesayanganya.

“Mianhe… gara-gara Umma akan datang ke rumahku besok, kau malah ikut sibuk.” Onew tersenyum kecil. kemudian memeluk Key dan sibuk menciumi bahunya. “Terima kasih, telah menjadi partner kerjaku. Tapi kenapa kau mengecat semua ruangan menjadi pink begitu, apa kata Umma nanti.”

Key terdiam pelan. Dia tidak marah, bukan marah karena cat pink… tapi…

Key memutar tubuhnya dan menatap wajah menggemaskan Onew dengan pipi gembungnya. “Bagaimana jika Ummamu itu menganggap aneh hubungan kita, dan mungkin dia akan membunuhku seperti di film-film itu.”

Onew hanya tersenyum aneh. “Kita lihat saja nanti…”

“Eih…?” Key menoleh pada Onew. Mencoba mencari kepastian jawaban dari raut wajah menggemaskan yang kini tersenyum kecil padanya. Namun semakin lama Key memperhatikan wajah Onew, Key semakin tak bisa menemukannya. Apakah ia harus mengkhawatirkan hari besok, ataukah ia harus benar-benar menyerahkan semuanya pada hari esok?

”Jinki-ah… Ayolah, jawab aku. Kau membuatku khawatir.” Key mencoba merengek dan merajuk. Tapi sepertinya semua usahanya percuma. Hanya ada senyuman aneh untuk kemudian Onew kembali memeluk erat Key dan mencoba untuk tidur. Meninggalkan Key yang masih sibuk mengatur dirinya untuk besok. Hari penting dalam hidupnya, bertemu dengan Nyonya Lee…

.

.

.

.

“Kulihat kau bisa mengendalikan Umma dengan sangat cepat.”

“Tentu saja.”

Siwon hanya menggeleng tak percaya. Sedikit ngeri saat ia melihat senyuman misterius dari Kibum. Namun akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya dan kemudian menyeret Kibum untuk duduk bersamanya di sofa yang ada di sudut rumahnya. Memangkunya dan juga sibuk menciumi rambut hitamnya.

Sebenarnya, posisi ini adalah posisi yang paling tak disukai Kibum. Dimana ia selalu membenci hal selanjutnya yang akan terjadi jika mereka ada di posisi ini. “Wonie, bisakah kau biarkan aku duduk sendiri?”

“Wae? Bukankah kau nyaman. Lagipula aku ini tidak kurus, jadi kau juga tak akan merasa sakit saat duduk di pangkuanku.”

Kibum tahu, Siwon tersenyum aneh dan sangat misterius dari balik punggungnya. Ia tak bisa menahannya lagi. Segera Kibum beranjak dari duduknya dan kemudian berdiri. Melepas cepat kaca matanya.

“Jangan kau pikir aku tak tahu, jika pikiran aneh dan mesummu itu sedang bekerja sekarang.”

“Apa???” Siwon memasang wajah innocentnya. “Aku tidak…”

“Jangan mengelak Tuan Choi. Aku bisa merasakan.. ahh.. itu… Eum maksudku, punyamu… itu… aishhh…”

Kibum mengerang frustasi dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar pada salah satu sofa single lain yang ada di sudut ruangan itu. Memalingkan wajahnya dari Siwon, berusaha menghilangkan raut kemerahan yang terlihat jelas di wajahnya.

“Hei… kenapa wajahmu merah chagi?”

“Ck… diamlah. Atau aku pulang.”

Siwon terkekeh pelan. “Cobalah pulang, dan aku pastikan kau tak akan bisa keluar dari rumahku. Kau ingat bukan, rumahku ini memiliki lebih dari 15 lorong dan juga puluhan pintu. Taman yang luas yang mengelilingi setiap sisi rumah. Terlebih dengan jalan berliku yang pasti akan membuatmu tak bisa keluar dengan selamat.”

Kibum tersenyum aneh dan menggelengkan kepalanya. “Menyebalkan. Tahu begini, aku tak mau kau ajak ke rumahmu. Dan kemana semua pelayan? Apakah tak ada satupun dari mereka yang melayanimu? Setidaknya menunggui kita disini dan…”

“Dan menggangguku.” Siwon memotong pembicaraan Kibum. Kemudian dengan cepat ia mendekat pada Kibum dan merangkul erat lehernya. Mencium pelipisnya dan kemudian berbisik lirih, “Aku hanya menginginkan kita. Kau tahu bukan? Hanya kita.”

Kibum menoleh dan menatap tajam pada Siwon. Namun, belum juga ia mengumpat namja chingu mesumnya itu, bibirnya telah di klaim oleh Siwon. “Eummmhhh….” membuat ia melenguh pelan secara tak sadar dan seakan ciuman itu tengah memanggil hasratnya. Terlebih saat tangan lebar Siwon mulai memanjakan dadanya. Mengusapnya pelan dan mulai menelanjangi tubuh bagian atasnya.

“Ahnnn……”

.

.

.

.

.

“Kau?”

Sungmin mengernyit heran saat menemukan Kyuhyun yang kini sudah ada di ruangannya. Ia kemudian meletakkan tas ranselnya dan menaruh topinya. Seakan menunjukkan bahwa ia mempunyai rambut baru dan berwarna blonde terang yang sungguh membuatnya semakin… errr…

“Kyu??”

Sungmin mengernyit heran, saat ia hanya bisa terus bertanya-tanya dalam hati sementara Kyuhyun terus menatapnya tanpa berkedip sekalipun.

“Ck…” Akhirnya Sungmin duduk di atas meja, tepat di hadapan Kyuhyun. Kemudian dengan perlahan mengusap pipi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun tersadar, dari pesona seorang Lee Sungmin.

“Joahaeyo…” Kyuhyun menggumam lirih. Ia memainkan poni Sungmin dan menarik kecil hidung Sungmin. “Kau sangat menggemaskan Ming…”

Sungmin segera melepaskan jari Kyuhyun dari hidungnya. “Sudahlah, jangan mengejekku begitu. Jika bukan karena peran sebagai white angel di MV yang baru saja aku tanda tangani mungkin aku tak akan merubah warna rambutku.”

Kyuhyun tersenyum kecil. Kemudian membawa Sungmin untuk duduk di pangkuannya. Mencium aroma lehernya. Dan Sungmin, mulai menggeliat tak nyaman. Biar bagaimanapun, dia selalu ingat jika mereka masih dikantor dan bisa saja ada staff yang masuk dan memergoki mereka.

“Ayolah Kyu, turunkan aku.”

“Arra.” Kyuhyun menurunkan Sungmin, dengan sedikit perasaan kesal tentunya. “ Tapi, sebenarnya aku tak suka kau mengganti warna rambutmu.” Kyuhyun menaikkan kakinya di atas meja Sungmin. Sungguh tak sopan.

“Ini hanya tuntutan pekerjaan. Dan kau harus tahu, aku sudah menandatangani kontraknya. Dan Kyu… turunkan kakimu.”

“Aku hanya tak bisa menerimanya Ming. Kau terlihat semakin menggemaskan dan manis. Neoumu yeppeoyo.”

“Ish… kau saja yang salah lihat. Aku ini makin terlihat manly.” Sungmin mempoutkan bibir merahnya. Sungguh, inilah yang paling di takutkan Kyuhyun. Wajah menggemaskan Sungmin, melebihi semua barang berharga yang ia miliki. Wajah menggemaskan dengan bibir semerah cerry yang sanggup membuat Kyuhyun menelan air liurnya dengan cepat.

“Ming, hentikan wajahmu itu atau aku bisa menyerangmu.”

“Apa?” Sungmin melongo. Sungguh, ini semakin menyiksa Kyuhyun. Wajah cengo dan innocent Sungmin benar-benar berada di luar batas kewajaran. Dan Kyuhyun, tak akan menyiakan kesempatan ini. Ia segera mendekati Sungmin. Menangkap pinggangnya….

“K-Kyu…”

Sungmin tergagap saat melihat Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya padanya. “Kyu… ini dikantor, Kyu…”

“Biarlah Ming… aku…”

.

Ceklek

.

Sungmin dan Kyuhyun terperanjat kaget. Keduanya saling membenarkan posisi saat mendengar pintu  ruangan Sungmin di buka.

“Sungmin-ah…”

“Ah, nde Kangin Hyung…” Sungmin tersenyum canggung saat menyadari tatapan Kangin yang kemudian mengernyit heran pada Kyuhyun.

“Sedang apa dia disini? Bukankah dia ada di bawah naungan Siwon?”

“Ah, itu karena dia…”

“Aku hanya main. Mengunjungi teman.” Kyuhyun berjalan seenaknya dari posisinya dan kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan Sungmin. Menaikkan kakinya di atas mejanya.

“Ck…. dasar tidak sopan.” Kangin berdecak heran. Kemudian ia menyerahkan satu map tipis pada Sungmin. “Ini cerita dari MV yang akan kau perankan. Dan kau akan bermain dengan salah satu artis yang ada di bawah naungan Zhoumi juga.”

Sungmin membuka file itu. Bola matanya bergera-gerak mengikuti setiap huruf yang ia baca. Ia mengangguk pelan dan tersenyum kecil. “Jadi lawan mainku yeoja? Nuguya?”

“Nde, beauty yeoja. Kau tahu kan Kim Taehe?”

“Ah, nde… arrasseo.” Sungmin mengangguk pelan dan kemudian kembali memperhatikan script yang ada di tangannya. Tanpa mempedulikan seorang namja yang melotot kaget di kursinya.

“Geurae, kita mulai syuting besok malam. Aku akan menunggumu di lokasi syuting, Nami island. Kuharap kau segera membereskan semua barang-barangmu. Kau tahu bukan, jadwalmu padat.”

“Nde, hyung. Aku mulai sibuk dan merasa lelah.” Sungmin mengeluh pelan seraya memijit tengkuknya yang terasa pegal. Memang benar, ia baru saja selesai  syuting iklan dan juga interview kecil dengan salah satu acara infotainment.

Kangin menepuk pelan bahu Sungmin. “Aku sudah membicarakannya dengan Hyukkie untuk mengatur ulang jadwalmu. Mungkin setelah MV ini kau akan mendapat libur, tapi mungkin hanya 2 hari.”

“Wae? Ini bahkan sudah memasuki musim dingin. Aku ingin liburan.” Sungmin menghela nafasnya, sesungguhnya ia butuh istirahat dan juga sedikit menyegarkan pikirannya. Terlalu banyak pekerjaan dan mulai membuatnya jenuh.

“Aku ada satu film, dan ini bertaraf international. Kau tahu bukan, jika akan ada seleksi langsung yang dilakukan oleh sutradara dari LA. Aku ingin kau memainkannya. Meski peran kecil, tapi film ini adalah garapan terakhir sutradara legendaris itu. Bisa kupastikan, karirmu akan langsung melejit dan mungkin kau akan menjadi trending topic di Amerika nanti.”

“Jeongmalyo?”

Kangin mengangguk yakin. “Aku percaya pada kemampuanmu.” Ia tersenyum kecil, kemudian meninggalkan Sungmin yang masih tersenyum dan sibuk membayangkan pertemuannya dengan sutradara itu.

“Sepertinya kau sangat senang.”

Suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin. “Ah, Kyu.” Sungmin tersenyum kecil. Kemudian memutar kunci pintu ruangannya dan duduk mendekat pada Kyuhyun. “Tentu saja aku senang, kau tahu bukan itu adalah peluang besar untukku.”

“Baiklah, asal kau tak melupakan aku saat kau mulai sibuk.” Kyuhyun memalingkan wajahnya dari Sungmin. Ia sungguh kesal saat Sungmin mulai sibuk dengan pekerjaannya. Selalu saja ia merasa terabaikan karena Sungmin seorang perfeksionis yang menginginkan semuanya sempurna hingga Sungmin selalu saja melupakan Kyuhyun dan sibuk memikirkan pekerjaannya.

“Ayolah, bukankah kita sudah membicarakan semuanya.”

“Ck… jika aku sibuk, aku selalu mengabarimu. Yah meski hanya sms atau email, aku selalu mengirimnya untukmu. Tapi kau… aku sampai harus kelelahan dan tidur di rumahmu dan kau bahkan sama sekali tak mengirim satu pesan pun untukku.”

“Kyu…” Sungmin  mengusap bahu Kyuhyun. “Ayolah, hentikan. Jangan mulai lagi.” Sungmin tahu benar sikap dan sifat Kyuhyun. Hanya masalah sepele saja bisa membuat mereka bertengkar hebat.

“Aish….” Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari Sungmin. Ia duduk menjauh dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan mempoutkan bibirnya.

Sungmin terkikik geli melihat wajah Kyuhyun. “Hei, bagaimana bisa seorang seme seperti itu? Ayolah, kau mencintaiku bukan? Atau kau sudah bosan eoh?”

Kyuhyun melotot menatap Sungmin. “Yah! Apa-apaan kau ini? Kenapa kau berkata seperti itu?”

Sungmin tertawa lirih dan mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun. Ia menaikkan tubuhnya dan bertumpu diatas lututnya. Berdiri dengan kedua lututnya di sofa dan mendekat pada Kyuhyun. Memeluk tubuh itu dan membuat Kyuhyun mencium dada Sungmin.

Kyuhyun menghirup wangi Sungmin dan memeluk erat pinggangnya. Hingga akhirnya Kyuhyun merasa nyaman dan mulai menarik tubuh Sungmin untuk jatuh di atas tubuhnya. Mengikat tubuh Sungmin dengan kedua kakinya dan menghirup wangi lehernya.

Sungmin mengangkat tubuhnya, kemudian bertumpu dengan kedua tangannya. “Eum, aku free untuk sore hingga malam ini. Karena besok aku akan ke Nami island, mungkin kau mau…”

“Tentu…” Kyuhyun menjawab cepat. Dan dengan senyuman mesum di wajahnya, ia mulai membuka kancing kemeja Sungmin. Tak ada lagi perkataan apapun dari mereka. Hanya ada senyuman dan juga tatapan aneh dan mesum.

Perlahan Kyuhyun menarik leher Sungmin setelah ia melepaskan semua kancing kemeja Sungmin. Menyusupkan lengannya dan memeluk pinggang ramping Sungmin, menariknya hingga ia menemukan bibir cerry Sungmin.

“Eummmhhhh…”

“Mmmphhh…”

.

.

.

.

.

“Lee Jinki?” Yeoja itu mengernyit heran menatap dua  namja yang saling berpegangan tangan di depannya. “Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Umma?” Yeoja itu menatap tajam pada Key. “Kau pikir kau ini siapa? Apa kau pikir kau bisa memberiku keturunan dan menjadikannya penerus keluarga Lee? Kau pikir kau bisa?”

Key semakin menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Onew menggenggam kuat tangan Key. Ia sungguh tak bisa bertahan melihat ketakutan Key didepan Ummanya. “Tenanglah…” Onew berujar lirih.

“Hajiman, hyung. Aku…”

“Jangan berbisik didepanku!”

Sedikit teriakan dari nyonya Lee dan itu sanggup membuat Key melepaskan genggaman tangan Onew. Ia mulai gelisah dan duduk tak nyaman di depan nyonya Lee. Matanya terus menatap ke bawah  dan kedua tangannya sibuk meremas ujung kemeja panjangnya.

Keringat mulai keluar dari tubuhnya. “Kau pikir kau bisa apa hah?!”

“Aku….”

“Jawab!”

.

.

2bEEcON

.

Bagaimana kelanjutannya? Garingkah? Jujur aku sempet kehilangan feel buat ff ini. Terlebih lagi ni ff didelete ma admin ffn. Aish… aku kecewa…

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

Big Hug and Thank’s for my Lovely readers

.

Untuk Chap ini, mind to RnR…

GamsaHAE ^_^

.

SECRET HEART || CH. 9 || KYUMIN || YAOI ||

SECRET HEART

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 9

.

.

Key’s House

.

.

Tercium aroma yang sangat mengundang di pagi yang sangat hangat. Dan seorang namja, terpaksa harus bangun ditengah tidur lelapnya. Ia tak mungkin melewatkan sarapan yang sangat istimewa pagi itu. Ini adalah hari libur, dan mereka akan kencan untuk kedua kalinya.

Sedikit berjalan mengendap, ia melangkah menuju dapur. Sumber dari wangi pancake dan juga coklat panas yang terus saja menempel di hidungnya. Ia tersenyum kecil dan menyandarkan tubuhnya disisi kulkas.  Menatap Key yang terus tersenyum dalam kegiatan masaknya. Ia sedikit melirik ke meja makan.

Waffle dengan cream coklat dan juga cherry terlihat sangat sempurna di meja makan mereka.. Kemudian terlihat Key membawa satu nampan berisi pancake havermut saus brokoli. Sarapan yang sangat sempurna, dan Onew tahu jika Key memang yang terbaik.

“Kau selalu saja memikirkan semuanya.”  Onew tersenyum kecil, kemudian dia berjalan mendekati Key. Memeluk tubuh ramping dengan apron merah yang bergambar kucing kecil di sakunya. Menghirup wangi Key dileher putih dan menghisap rasa yang sangat manis untuknya.

“Morning baby…”

“Eum… aku belum selesai dengan sarapan kita. Bisakah tak memelukku seperti ini? Dan eumhhh… hentikan mencium leherku, kau…”

Tapi Onew sudah terlanjur ingin mencicipi sarapan paginya yang istimewa. Sedikit memutar wajah Key, Onew menekan pipi Key dan membuat namja itu mau tak mau menatap Onew dan ia mencuri ciuman kecil dari bibir tipis Key.

“Eum… morning kiss memang selalu manis.” Onew kembali sibuk mencium kecil leher Key, membuat Key sedikit kesal karena acara masaknya terganggu pagi itu.

“Hyung, aku bahkan belum membawa coklatnya kemari. Ayolah lepaskan pelukanmu.”

“Tidak akan.”

Dan dengan susah payah, Key memutar tubuhnya dan berjalan ke dapur. Tentu saja dengan Onew yang masih setia memeluknya dan menempelkan tubuh bagian depannya dengan punggung Key. “Hyung, lepaskan atau coklatmu akan tumpah.”

“Heum, baiklah.”

Akhirnya Onew melepaskan pelukannya karena memang, coklat itu sudah sedikit tumpah dan jatuh di nampan yang dibawa Key. Namun bukan Onew jika ia melepaskan namja  cantik itu begitu saja. Tetap saja Onew melingkarkan lengannya pada pinggang Key dan menyandarkan kepalanya dibahu Key. Berjalan bersama menuju meja makan.

Key merasa ini sudah keterlaluan. Lama-lama ia gemas sendiri dengan sikap Onew. Key meletakkan nampannya dan memutar tubuhnya, membuatnya berhadapan dengan wajah polos tanpa dosa milik Hyungnya itu.

“Onew Hyung, bisa tidak kau tak menempel padaku pagi ini. Ayolah, aku sibuk dan harus membersihkan rumah. Bukankah kita akan jalan-jalan? Dan lihatlah.” Key membenahi kerah piyama kimono Onew. “Kau bahkan belum mandi.”

“Aku hanya merindukanmu. Semalam kau pulang larut sekali, padahal yang seharusnya sibuk itu aku.”

“Mianhe.” Key tersenyum kecil dan mencium bibir Onew. Hanya ciuman kecil dan kemudian melepaskan lengan Onew pada pinggangnya. “Aku harus mengurus pertemuan kecil yang akan dilakukan nyonya Cho dengan klien dari Jepang. Dan aku bahkan belum menemukan tempatnya.”

“Aish…. janda itu keterlaluan. Tidak anaknya, tidak ibunya. Mereka sama saja.”

“Sudahlah, kau mandi dulu. Aku beri waktu 15 menit. Kalau tidak, maka kita batal kencan hari ini.”

“Akh, baiklah. Tunggu aku.”

Onew langsung menuju kamar mereka dan bergegas ke kamar mandi. Meninggalkan Key yang kini sibuk membersihkan dapurnya setelah kegiatan memasak pagi itu. “Heum…. pagi ini indah.”

.

.

.

Ini adalah hari libur dan kini kedua namja itu sedang menikmati liburannya. Onew tersenyum kecil dan sesekali menatap namja yang terlihat sangat manis dengan kemeja pink yang pas ditubuhnya itu. Celana jeans hitam panjang dan juga topi berwarna krem terlihat sempurna untuk Key.

“Kau sangat cantik. Kau indah Key…”

Onew mencium kecil pipi Key dan ciuman itu berhasil membuatnya merona merah. Bagaimana tidak? Key begitu malu. Onew selalu tak tahu tempat jika ingin memanjakannya.

“Hyung, kau mau membuatku malu hah? Kita ini ada ditempat umum.”

Namun Onew seakan tak peduli lagi dengan tatapan aneh dari para pengunjung Everland yang lain mereka baru saja turun dari wahana roller coaster dan mata cantik Key menemukan sesuatu yang menurutnya indah sore itu.

“Bagaimana kalau kita ke European Adventure dan makan disana? Terus aku ingin naik Ferris Wheel.”

Onew melirik Key yang kini tengah memusatkan pandangannya pada satu ferris wheel yang sedikit jauh dari tempat mereka berdiri. “Hei, kau romantis juga.”

Key langsung menghentikan senyumannya dan menyeret Onew. “Sudah. Jangan mencoba menggodaku. Kajja, aku lapar.”

.

.

Other Side

.

.

“Dia adalah cucu dari kakek Park, hyung dari kakekku. Dan aku tahu jika memang ini saatnya kau harus memilihnya. Bukankah kalian sudah dekat, jadi itu mudah saja bagimu untuk bersamanya?  Aku akan pergi.”

“Bukan ini yang ku inginkan noona.” Namja tampan itu menatap halus pada Hye Gyo. “ Dia, bukan dia yang aku inginkan. Aku menginginkanmu. Harus bagaimana lagi aku mengatakannya.”

“Hyunie, dia mencintaimu. Jika awalnya kau sudah bersikap baik dan juga membuatnya jatuh cinta padamu, bukankah ini mudah?”

Kyuhyun terduduk lemas di sebuah kursi di cafe itu. Ia sudah berusaha menjelaskannya terlihat gurat kekecewaan di wajahnya. “Noona, kau tak tahu. Aku mencintaimu.”

Dan diantara kedua orang itu, yang ada kemudian hanya sebuah sunyi. Hingga akhirnya, namja lain masuk ke ruangan di cafe itu dan menemukan mereka berdua. “Noona, aku tak menyalahkanmu. Akulah yang harus pergi.” Namja itu kemudian membungkuk sekilas dan tersenyum pada Hye Gyo.

“Semoga kau bahagia.”

Kemudian hanya wajah datar diantara ketiganya. Dan Hye Gyo hanya bisa diam menatap punggung adiknya itu. “Hyunie, hanya dia yang harus kujaga. Kenapa masih saja aku hanya bisa menyakitinya?”

“Noona, sudah cukup. Dia itu aneh dan juga tak berharga. Sama sekali tak pantas mendapatkan kepedulianmu.”

Kyuhyun mencengkeram bahu Hye Gyo dan memeluknya erat, meski terus saja Hye Gyo mencoba melepaskan pelukan Kyuhyun. Dari kejauhan, terlihat namja itu melepaskan kacamata bodohnya dan mengusap pelan air matanya.

“Semua pekerjaanku selesai. Mungkin sebaiknya aku pergi dari sini.”

Meski ia terlihat kuat dan dengan kasar sudah menghapus air mata bodohnya, tetap saja terlihat gurat kesedihan dalam langkahnya menuju mobil hitamnya. “Kanada, tunggu aku.”

.

“Cut!”

.

Riuh tepuk tangan menandakan jika syuting hari itu sudah selesai. “Wah ini sangat menyentuh. Apalagi melihat wajahmu yang begitu terluka, aku sampai menahan nafas dan hasratku untuk memukuli si bodoh ini.”

Zhoumi menjitak pelan kepala Kyuhyun dan tersenyum pada Sungmin. Membuat Kyuhyun kesal dan menonjok kecil perut Zhoumi. Namun mata Kyuhyun tak mungkin salah. Seperti ia sudah mengenal Sungmin begitu lama, ia tahu ada yang salah dengan Sungmin.

Sungmin terus saja tersenyum dan berbicara dengan Hye Gyo maupun kru yang lain. Dengan Zhoumi tentunya. Dan Kyuhyun hanya diam.

“Baiklah, sekarang tinggal take untuk epilognya. Kehidupan bahagia Han Ji Eun dan Kim Sung Hyun.” Kangin menatap Sungmin dan menepuk bahunya. “Dan aktingmu yang tadi, sungguh aku ingin menangis dan sangat kesal dengan Kyuhyun, kau keren.”

“Ah, gomawo.” Sungmin membungkuk sekilas. “Aku harus kembali ke dorm. Menyiapkan semua barangku untuk pindah ke hotel. Mungkin  setelah ini aku akan liburan dulu.” Sungmin menatap Zhoumi. “Boleh ‘kan?”

“Nde tentu saja. Aku akan memesankan kamar di hotel yang sama denganku.”

“Ah, Gomawo.”

Zhoumi dan Sungmin pergi dari tempat itu. Urusan mereka sudah selesai dan scene untuk Sungmin sudah habis. Tinggal Kyuhyun dan Hye Gyo yang akan melakukan beberapa scene lagi sebagai epilog kecil dari akhir cerita.

Zhoumi dan Sungmin, tak menyadari tatapan dingin dari mata obsidian yang seakan siap menerkam mereka. Namja itu menggenggam kuat kepalan tangannya, ia sungguh membencinya. Ketika harus bersaing dengan Zhoumi.

“Kyu, kau ditunggu oleh penata riasmu. Dan kau juga harus mengganti pakaianmu.” Suara Hae seperti angin lalu bagi Kyuhyun. Hingga sebuah tepukan di bahu Kyuhyun menyadarkannya. “Kyu…”

“Ah nde…. baiklah.”

Dengan perasaan yang berkecamuk, Kyuhyun melangkah malas menuju satu ruangan kecil di cafe itu. Hanya scene yang sekitar lima menit untuk menutup film yang ia mainkan. Namun scene itu sukses menahannya untuk tetap berada di lokasi dan membiarkan Sungmin bersama dengan Zhoumi sepanjang malam.

“Ah, sial.”

Kyuhyun menggumam lirih saat melihat jam yang melingkar ditangannya. Ini bahkan masih siang. Karena mereka memang take dari dini hari tadi. Mencari suasana yang sangat romantis dan penuh dengan embun pagi. Juga mencari waktu yang tepat di cafe, dan mempersiapkan semuanya.

Sesungguhnya, Kyuhyun sudah tak tahan untuk mengejar Sungmin dan melemparinya dengan begitu banyak pertanyaan. “Ayo Kyu, semuanya sudah menunggumu.” Lagi-lagi, suara Hae memecah pikiran Kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun memandang lemas semua barang bawaannya. Ia sedikit melirik Hae yang juga pada kenyataannya namja itu juga meliriknya. Merea kini sedang duduk di ruang tamu. Sama-sama beristirahat setelah menyelesaikan persiapan pulang mereka dari Jeju.

“Apa?”

“Kenapa melihatku seperti itu? Kau semakin aneh setiap harinya, Kyu.”

“Tahu apa kau ini? Dasar, suka mengada-ada. Sudahlah, lebih baik kau menyiapkan kepulangan kita besok.”

Hae diam. Ia duduk mendekekati Kyuhyun. “Eh, apakah kau tak merasa aneh?” Dan Kyuhyun hanya menanggapi dengan malas. “Aneh, Sungmin terlihat aneh. Katakan padaku, apa yang kau lakukan?”

“Memangnya apa? Aku tak melakukan apapun.”

Wajah polos Kyuhyun itu hanya mengundang helaan nafas kesal dari Hae. Ia menjitak pelan kepala Kyuhyun. “Aku ini lebih berpengalaman. Meski kau artisku, bukan berarti kau lebih pintar dariku. Sudahlah, aku tahu semuanya. Aku akan pulang besok. “

“Eh? Apa maksudmu? Aku tidak…”

Hae hanya tersenyum kecil dan menepuk bahu Kyuhyun. Ia terlalu dekat dengan Kyuhyun dan tahu pasti apa yang terjadi dengan Kyuhyun. “Bersenang-senanglah dengan Sungmin. Besok kau harus sudah meninggalkan dorm ini, dan aku sudah memesan kamar di hotel yang sama dengan Sungmin.”

Kyuhyun hanya diam, ia menatap tak percaya dengan apa yang dikatakan Hae. Hae kemudian meraih kantongnya dan memberikan sebuah kunci pas pada Kyuhyun. “Ini kuncinya.”

“Kau!”

“Tak usah berpura-pura marah. Sudahlah, aku akan mengatur ulang semua jadwalmu. Nikmati satu minggu liburanmu.”

Kyuhyun tersenyum menatap punggung Hae yang perlahan mulai menjauh, “Hae-ah… “

“Mwo?”

“Kau yang terbaik.”

“Aku tahu.” Hae tersenyum dan kembali berjalan menuju kamarnya. Disana ia kembali tersenyum kecil saat matanya menemukan sosok lain disana. “Hei…”

“Hei….”

.

.

“Jadi bagaimana? Kau akan kemana selama seminggu ini?”

Hae duduk santai di balkon kamarnya. Ia menatap Hyukkie dan menyeretnya untuk duduk disisinya. Hae mencoba menyusuri kedalam mata Hyukkie. Ia mencari apa yang sebenarnya ada dalam pikiran namja itu.

“Sudahlah, bukankah kita sudah berteman. Kenapa masih sedingin ini denganku?”

“Aku hanya mengkhawatirkan Sungmin hyung.” Mata Hyukkie menerawang melihat kearah langit hitam yang terlihat indah dengan hamparan bintangnya. “Dia lebih murung beberapahari ini.”

“Sudah kuduga, pasti ada yang salah dengan artismu itu.”

Hyukkie memutar tubuhnya, melipat kedua kakinya dan memeluk lututnya. Ia memiringkan kepalanya dan menatap Hae. “Sungmin tak pernah seperti ini sebelumnya. Setelah apa yang terjadi malam itu kukira semuanya akan baik-baik saja. Tapi ternyata malah semakin hari, ia semakin pendiam. Aku tahu, dia mencoba tersenyum. Tapi aku tak bodoh jika tak melihat kesedihannya.”

Hae merangkul bahu Hyukkie dan memeluknya. “Dia akan baik-baik saja. Kurasa mereka berdua memang butuh waktu. Kyu itu memang payah.”

“Heum, dia bukan payah. Dia juga angkuh dan menyebalkan. Bodoh.”

Dan Hae hanya tersenyum. Ia terlalu sibuk mencium wangi Hyukkie. Meski hanya wangi shampo yang terus menguar dari rambutnya yang masih basah tapi tetap saja semua yang ada dalam diri Hae tertarik lebih dalam.

Dan Hyukkie, dia mulai sadar ada yang salah saat itu. “Hei, siapa yang mengijinkanmu memelukku?”

“Biarkan seperti ini Hyukkie, kau wangi sekali.”

Sedikit merinding saat merasakan nafas Hae berhembus di leher dan telinganya. Namun Hyukkie harus bisa menahan semuanya, rasa kesal, emosinya juga perasaan ingin membalas pelukan Hae. Ia tahu, mulai ada yang salah dengan pikirannya.

.

.

.

Kyuhyun menyeret malas kopernya pagi itu. Hae sudah pergi pagi sekali, bahkan sebelum ia bangun. Dan kamar Sungmin juga Hyukkie sudah kosong. Ini memang masih pagi bagi Kyuhyun. Setidaknya jam belum melewati pukul 12 siang. Jadi ini masih pagi.

“Baru juga jam 11, sudah tak ada orang. Keterlaluan.”

Kyuhyun terus mengoceh disepanjang jalan. Jarak dorm ke hotel memang cukup dekat, dan dengan sedikit penyamaran, ia bisa menghindari serbuan fansnya. Ia masih ingin tidur setelah semalaman tak bisa tidur.

Ia terus memikirkan satu hal yang semakin membuatnya gila. Hingga akhirnya ia menemukan hot spring spot. Satu tempat pemandian air panas yang ada di dekat sauna. Ia memutuskannya. “Aku akan kesana.”

Kyuhyun masuk ke dalam lift bersama satu orang bellboy. Ia menuju kamarnya. Masuk kedalam satu kamar yang cukup luas dengan fasilitas yang begitu mewah. Ia segera mengambil bathrobe-nya dan bersiap mandi.

“Huh…. siang ini indah.”

.

.

.

Pintu kamar 137 itu masih tertutup rapat. Seorang namja yang ada didalamnya sudah berpakaian rapih dan mungkin ia akan keluar sore ini. Ia membawa satu kamera kecil bersamanya dan bersiap meninggalkan kamar di hotel itu, hingga…

.

Ceklek….

.

“Kau?”

Dia menatap kesal namja yang keluar dari kamar yang ada didepan kamarnya. “Kenapa kau lagi? Apa tak bosan menggangguku di dorm? Dan sekarang kamarmu malah ada didepan kamarku.”

“Hehe, Lee Sungmin. Aku sama sekali tak berniat jika kamarku akan sedekat ini dengan kamarmu. Aku hanya asal pesan. Sudah, kau terlalu percaya diri.”

“Kau gila!”

Sungmin mengumpat kesal menatap punggung Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh. Namun tiba-tiba saja punggung itu berhenti dan Sungmin ikut menghentikan langkahnya.

“Apa lagi kali ini?”

Kyuhyun menyeringai kecil dan menyandarkan tubuhnya pada lorong hotel. “Kau mau kemana?”

“Bukan urusanmu.”

Kyuhyun kembali tersenyum dan kemudian dengan cepat ia menyeret Sungmin untuk ikut bersamanya. “Kajja!”

“Eh, aku tak mau pergi denganmu. Lepaskan aku.”

“Sudah ikut saja.”

“Aku akan menghajarmu.”

“Kau bisa lakukan itu nanti.”

“Cho Kyuhyun!!” Sungmin berteriak kesal, tapi bukannya melepaskan Sungmin Kyuhyun hanya menghentikan langkahnya dan membutar tubuhnya. Ia menarik pinggang Sungmin, membuat jarak mereka sangat dekat.

“Apa kau ingin aku menciummu? Ingat, banyak fansku disini. Bisakah kau diam?”

“B…baiklah.”

“Bagus.” Tapi bukan Kyuhyun jika dia tak bisa menggoda Sungmin. Dengan cepat ia menurunkan wajahnya dan…

.

“Kyu…”

.

Sungmin hanya bisa diam mematung. Seluruh tubuhnya bergetar. “Apa yang kau….”

“Aku bilang tak akan menciummu, bukan berarti aku tak akan melakukan hal lain. Kau manis Ming.”

“Ya!! Bukan berarti kau bebas menjilatku sembarangan!”Sungmin yang mulai mendapatkan kesadarannya segera menghapus jejak saliva dilehernya. “Kurang ajar kau!”

“Apa? Kurang? Baiklah, nanti kita teruskan.”

“Cho Kyuhyun…!!!”

Namun teriakan Sungmin hanya membuahkan kekesalan untuknya sendiri. Kyuhyun sama sekali tak mempedulikannya dan terus menyeret Sungmin untuk ikut bersamanya. Kyuhyun, secretly smilling. Heum, dia suka sekali melihat Sungmin seperti itu. Ekspresi Sungmin, membuatnya semakin gemas dan jatuh hati pada sosok yang terus mengumpatnya di belakangnya.

.

.

Mereka terus berjalan menyusuri jalanan kecil dan berliku di tepi Lautan Jeju hingga akhirnya mereka melihat satu air terjun yang sangat indah. “Lihatlah, bukankah ini indah. Selamat datang di Jeongbang waterfall.”

Dan Sungmin, ia tersenyum dan langsung berlari mendekati air terjun yang mengalir deras. “Ini sempurna. Bagaimana kau tahu jalan untuk kemari?”

“Masalah mudah, ini.” Kyuhyun mengeluarkan satu kertas lebar yang ia lipat menjadi kecil dari dalam jaketnya. “Panduan untuk turis. Peta pulau Jeju.”

“Huh, sudah kuduga. Artis sepertimu mana tahu tempat seperti ini. Untung saja kita tidak tersesat.”

Sungmin menikmati keindahan pemandangan disekitar air terjun. Tak banyak orang disana. Hanya beberapa turis asing yang sedang menikmati pemandangan dan berfoto. Dan Kyuhyun, ia sibuk menikmati pemandangan indah lainnya. Apalagi kalau bukan pemandangan seorang namja yang terus melompat kesana kemari dan terlihat bahagia menendang hamparan pasir putih dan bermain air.

Kyuhyun sibuk melihat Sungmin. Dan untuk kali ini, mereka terlihat benar-benar akrab. Kyuhyun sedang duduk di salah satu batu , hingga akhirnya hari sudah menjelang sore dan Sungmin berjalan mendekatinya.

“Sudah puas bermainnya?”

“Sebenarnya belum, tapi aku lapar.”

“Baiklah kita makan.” Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan langkahnya terhenti saat Sungmin menahan tangannya. “Apa?”

“Aku ingin masak saja, kita pulang ke hotel.”

“Baiklah.”

Namun semua ternyata tak sesuai rencana. Kyuhyun dan Sungmin, kembali berjalan menuju hotel dan sayangnya ditengah perjalanan hujan turun dengan deras. Membuat mereka harus berteduh ditengah rimbunnya pepohonan yang ada disana.

.

.

Hari sudah mulai gelap, tapi hujan tetap saja tak berhenti. Sungmin sudah mulai kedinginan dan juga sangat lapar. “Kyu, kenapa hujannya tak berhenti.”

Sungmin menggumam lirih, ia sungguh kedinginan dan lapar. Kyuhyun hanya melirik pada Sungmin yang memang duduk disampinya. Dan mata Kyuhyun menemukan cahaya terang dikegelapan sore hari yang tak jauh dari posisi mereka.

“Lihatlah, mungkin kita bisa menginap disana.”

Mereka berjalan pelan dan dengan sisa tenaganya, Sungmin berusaha mengikuti langkah Kyuhyun. Dan mereka sampai didepan sebuah rumah kecil dengan pintu kayu, yang sepertinya rumah itu sangat tua.

“Annyeong! Apakah ada orang?”

Dan tak lama, setelah Kyuhyun mengetuk rumah itu seorang nenek tua keluar dari rumahnya. Tersenyum pada mereka dan mempersilahkan mereka untuk masuk.

“Silahkan masuk, aku akan membuatkan kalian minuman hangat.” Kemudian nenek itu keluar dari sebuah kamar kecil. “Meski rumahku kecil, tapi aku punya kamar kosong dan pakaian yang mungkin bisa kalian pakai, akan sangat dingin jika kalian terus memakai pakaian basahmu. Kamarnya yang ada disana.”

“Gomawo, aku akan membayar semua kebaikan nenek.”

Sungmin menyikut Kyuhyun dan menatapnya tajam. “Apa-apaan kau?” Kemudian ia tersenyum pada nenek itu. “Gomawo Halmeoni. Maaf sudah merepotkan.” Nenek itu hanya mengagguk kecil dan tersenyum pada Sungmin.

Dan nenek itu kemudian pergi ke satu dapur kecil. Tanpa Kyuhyun ataupun Sungmin sadari, Nenek itu tersenyum dan berhenti menatap satu rak arak bunga buatannya sendiri.

“Aku akan mengujinya pada kalian. Selamat datang.”

Nenek itu tersenyum dan memutar tubuhnya, menatap punggung Sungmin dan Kyuhyun yang semakin lama semakin menjauh. Nenek yang begitu misterius dan aneh. Kemudian dia melangkah menuju dapur dan mulai menyiapkan makan malam.

.

.

Kibum House

.

.

“Apa yang kau lakukan dirumahku.” Kibum menatap tenda kecil di belakang Siwon. Ia menghela nafasnya dan membenarkan kacamatanya. “Tak ada yang menginginkanmu disini. Bawa pergi semua kekonyolanmu.”

Kibum hendak masuk kedalam rumahnya. Namun saat ia memasukkan kode kunci rumahnya yang baru, lengan Siwon memeluknya dengan erat dari belakang. Namja itu menghembuskan nafas hangatnya ke leher Kibum.

“Jebal, aku merindukanmu. Biarkan aku menjelaskan dulu semuanya padamu?”

.

Kim Kibum POV

.

Aku baru saja pulang dari Busan. Dua hari disana benar-benar menguras tenagaku. Mengurus perusahaan Harabeoji setelah Heechul Noona menyerah dan lebih memilih mengurus butiknya.

Aku tak marah lagi dengan Heechul Noona. Aku tahu, dia sudah berusaha memberikan yang terbaik untukku, tapi rasanya… semua ini tetap saja…

Aku hanya bisa menatap kesal pada namja yang duduk di tangga depan rumahku. Melihat tenda bodohnya dan juga kompor kecil yang ada di depan tendanya. Apa dia pikir halaman rumahku ini lapangan? Seenaknya saja berkemah didepan rumahku.

Aku sungguh kesal dengannya, sampai sekarang. Masih segar dalam ingatanku, saat ia terus memaksa Heechul noona untuk melakukan hal menjijikkan itu. Dia tak pernah memikirkan bagaimana perasaanku. Meski akhirnya Heechul Noona tak melayaninya, tetap saja aku membenci namja bodoh ini.

Wajahnya yang tampan dan kesuksesannya sama sekali tak membutakanku. Aku semakin membencinya. Masih segar dalam ingatanku, kejadian lima tahun lalu. Dimana Heechul Noona memaksanya untukmembujukku agar aku tak pergi keluar negeri.

Mengapa harus Heechul noona? Mengapa dia tak mencegahku dengan keinginannya sendiri? Aku benar-benar membencinya. Sangat sulit untukku ketika mengingat semua ejekannya padaku. Aku tahu aku aneh, konyol dan bahkan menjijikkan.

Aku hanya tak mau orang lain berteman denganku hanya karena aku keren atau tampan. Aku kaya atau bahkan karena uangku banyak dan mobilku bagus. Aku lebih suka kesekolah naik sepeda dan menyembunyikan diriku.

Banyak antara mereka yang menanyakan kebenaran bahwa aku dan Heechul Noona adalah saudara. Heechul Noona, dia cantik, sexy dan anggun. Sangat berkelas dan juga pintar. Dia baik pada semua orang meski terkadang galak dan tegas. Dia primadona di sekolahku.

Dan hal yang terpenting, dia menyayangiku.

Aku sadar, aku tak membencinya. Dia yang menjauhiku hingga aku pun malas berdekatan dengannya. Semua karena Choi Siwon. Namja itu sungguh merusak persaudaraan kami.

Huh…. dan namja ini sekarang mengikutiku kemana-mana. Apa tak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain menggangguku?

“Berhenti mengikutiku, aku mau mandi.”

“Oh, baiklah. Aku akan menunggumu.”

Huh…. lihatlah wajah tampan yang terlihat bodoh itu. Aku tahu, aku sudah melukainya. Tapi ini belum seberapa dibanding semua perlakuan dan perkataannya padaku. Semua kemunafikannya didepan Heechul noona. Berteman denganku hanya untuk menarik hati Heechul Noona.

Meski sudah berkali-kali meminta maaf, aku tetap tak bisa memaafkannya. Pernah aku mencobanya satu kali. Memberinya kesempatan. Saat terakhir itu, saat hari kelulusan Heechul Noona. Saat dimana Heechul noona akan berangkat ke Paris.

Saat dimana Siwon mungkin mulai merasakan perasaannya padaku setelah dua tahun Heechul Noona mengajukan permohonan ke sekolah untuk mendapatkan beasiswa ke Paris. Masuk ke sekolah Fashion yang ternama memang tidak mudah.

Heechul Noona, dia memang dua tingkat diatas kami. Perpisahan itu berjalan dengan biasa saja. Hingga akhirnya saat pulang dari bandara, ia memaksaku untuk mengikutinya.

.

Flashback Off

.

“Untuk apa kita kemari? Kita sudah selesai dan aku akan pulang ke rumah harabeoji-ku.”

“Bummie… Cobalah denganku.”

Wajah memelasnya membuatku mengingat semua kebaikan Noona, hingga akhirnya aku menuruti keinginannya. Mencoba memaafkannya. Mungkin setelah kepergian Heechul noona dia akan sedikit berubah.

.

.

Ini adalah kencan pertama kami, setelah mungkin tiga bulan lebih aku mengacuhkannya. Sungguh sulit memulai hubungan dengan orang yang sempat kau benci. Aku mulai menerimanya.

Membiarkannya masuk kedalam hidupku. Meski aku tetap mengacuhkannya. Dan hingga pada pertengahan tahun kedua sekolah kami, dan hubungan kami yang memang sudah cukup baik. Aku sudah mulai membuka diri padanya. Satu hal buruk terjadi saat itu.

Sore itu adalah sore yang indah dengan puluhan bahkan ribuan kelopak bunga yang menghiasi taman kota yang menjadi tempat pertemuan kami. Seperti biasa, aku selalu datang terlambat dalam kencan aneh ini.

Meski kuakui aku senang, tapi bukan berarti aku bisa memperlakukannya dengan baik. Dia bahkan tak pernah menciumku. Apakah perasaannya itu sungguh-sungguh atau hanya untuk menyenangkan Heechul noona? Tak ada yang tahu.

Aku terus berjalan menuju salah satu meja di taman itu. Meja dengan dua kursi panjang yang saling berhadapan. Membawa satu tas kecil berisi camilan buatanku sendiri. Aku ingin sedikit memperlakukannya dengan baik.

Hingga akhirnya, tanpa aku tahu…

Tanpa aku mengetahui kebohongan dan kemunafikannya…

Aku berhenti ditampatku berdiri saat ini. Menatap bayangan seorang yeoja cantik dengan rambut coklatnya yang begitu indah, dan aku sangat mengenal sosok itu. Meski tak bisa kudengar apa yang mereka bicarakan, tapi aku bisa melihat senyuman kebahagiaan di mata Siwon.

Aku menjatuhkan tasku, tak sengaja aku melakukannya dan itu berhasil mengundang perhatian mereka. Aku segera lari dan meninggalkan mereka.

“Bummie, berhenti! Dengarkan aku dulu!”

Kudengar suara Heechul Noona berteriak memanggilku. Dan hari itu juga aku memutuskan untuk mengambil penerbangan malam dan pergi ke Kanada. Menenangkan diriku disana.

.

Flashback Off

.

Aku keluar dari kamar mandi dan dia masih ada disana. Aku sungguh benci melihatnya menatapku seperti itu. Seakan ia siap memakanku dan menghabisiku sekarang juga.

“Kenapa melihatku seperti itu? Jika memang tak begitu penting, kau pulang saja aku tak butuh kau untuk ada disini.”

Namun ia sama sekali tak bergeming, bahkan berkedip pun tidak. Dia ini benar-benar mengesalkan. Aku berjalan menuju dapurku. Membuat sekedar kopi hangat untuk tamu yang sangat tak kuinginkan itu.

.

KimKibum POV end

.

Choi Siwon POV

.

Apakah dia mau menggodaku? Dengan kaos yang sangat kebesaran baginya itu, juga dengan memakai boxer pendek yang seakan tenggelam oleh panjang kaosnya. Dia sangat ….

Entahlah, jika seperti ini aku tak akan bisa mengontrol diriku lagi. Ada sesuatu yang begitu terasa panas dan bergejolak dalam tubuhku. Ada sesuatu yang seakan membakarku saat melihatnya dari jarak yang sangat dekat seperti ini.

Keringat mulai mengalir dari seluruh tubuhku. Ada satu bagian yang mulai terasa sesak saat melihat kulitnya terekspose jelas dibalik kaosnya itu. Tak ada kacamata bodoh atau laptopnya itu. Yang ada hanya rambut basah, wajah sempurna dan bibir yang seakan terus memanggilku untuk menciumnya.

Ibu jari Kibum terus mengusap bibirnya. Ekspresi yang sebenarnya biasa saja saat kau sedang memperhatikan berita yang ada di TV di depanmu. Namun menjadi tidak biasa saat aku bisa melihat betapa merahnya bibir itu. Sesekali ia menggumam kecil menanggapi berita dan sesekali juga ia bergerak untuk menyamankan duduknya.

Ini sungguh berlebihan untukku, dan aku…

“Ehmmm…”

“Apa?”

Dia menoleh padaku dan aku semakin salah tingkah. Seluruh wajahku terasa memanas saat wajah dinginnya itu terus menghadapku. “Kau ini kalau tak niat bicara, diam saja dan nikmati kopimu. Aku tak suka acara menonton beritaku terganggu.”

Dan aku sudah tak tahan lagi sekarang. Aku….

“Huh…. Wonnie, apa yang… eumhhhh…..”

Deru nafasku memburu saat aku berhasil memaksanya untuk masuk dalam rengkuhan kedua lenganku. Semakin memburu saat aku memaksa untuk merasakan bibir yang sangat ….

“Eumhhh….”

.

.

.

2bEEcON

Bagaimana kelanjutannya? Mianhe jika Updatenya lama banget. GamsaHAE untuk yang tetap setia menanti FF ini.

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

SECRET HEART || CH. 12 || KYUMIN || YAOI ||

SECRET HEART

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 12

.

Noticed

Kyuhyun (Sungmin) = Sungmin

Sungmin (Kyuhyun)= Kyuhyun

Jadi di ch ini mereka sudah ganti dan tertukar jiwanya. Mohon dibaca pelan saja.

.

.

Onkey Side

.

.

Key merenung di kamarnya. Ia mengacuhkan ponselnya yang berulang kali terus saja bergetar dan kini sudah terjatuh dilantai dari atas meja lampu dikamarnya. Mata tajamnya entah sudah berbentuk seperti apa. Yang jelas sekarang ia tak bisa membuka matanya dengan baik, pandangannya terus kabur karena tumpukan air mata yang masih saja menggenang dan mengalir di pipinya.

Key memeluk erat bantal yang dipakai oleh Onew dulu. Ia sungguh menyesal telah begitu percaya dengan Onew. Mempercayakan hati dan juga cintanya yang akhirnya dibalas pengkhianatan oleh Onew. Setidaknya itu menurutnya.

“Hiks… jahat sekali. Nappeun namja… aku tak akan memaafkanmu….. hiksss….”

Key mulai memukul kecil bantal pink yang sungguh tak bersalah dalam hal ini. Key mulai melemparkannya dan menginjak, menendang dan terkadang melemparkannya jauh hingga mengenai tembok.

Key terlalu asyik dengan kegiatan melampiaskan kekesalannya hingga dia tak menyadari ada satu namja yang malah asyik mengamatinya dari balik jendela kamarnya yang terbuka. Namja itu –Onew- hanya tersenyum kecil saat mendengar umpatan-umpatan dari mulut Key.

“Ya!! Dubu bodoh. Aku membencimu!” Key melempar bantal itu ke dinding hingga mengenai foto Onew yang terpasang di  dinding kamarnya. Foto itu kemudian menjadi miring dan membuat Key tertawa kecil menatapinya. “Kau jelek sekali.” Key menjulurkan lidahnya dan perlahan berjalan mendekati bantal dan foto itu.

“Lihatlah, kau jelek. Dasar dubu jelek tidak tahu diri. AKU KESAL!”

Key menunjuk foto itu dan mengambilnya. Ia menatapnya tajam dengan penuh kebencian, kemudian ia hendak membantingnya tapi sebelum itu…

“Andwe!!”

Key menoleh ke sumber suara dan saat ia mengetahui namja yang begitu ia benci untuk sekarang ini sedang memukul-mukul kaca pintu di balkonnya, bukannya menghentikan kagiatannya tapi malah…

.

Pranggg…

.

Kaca bingkai itu pecah berkeping-keping. Key menatap dingin pada Onew. “Ya!!! Pulang saja dan urusi yeoja murahan itu. Tak usah peduli denganku. Kau menyebalkan!” Key berteriak cukup keras dan menutup tirai pintu dan jendela kamar yang langsung berhubungan dengan balkonnya.

Tak dipikirkannya bagaimana cara Onew naik ke balkon kamarnya yang ada dilantai dua itu, yang terpenting baginya sekarang adalah, ia begitu kesal dengan namja yang seenaknya berkhianat padanya.

“Ya!! Key, buka pintunya.”

“Shireo! Kau pergi saja, dasar pembohong! Aku membencimu!” Key berteriak keras, mencoba mengeluarkan suara tegarnya padahal ia sendiri sudah meremang dan mulai menangis.

“Baik, kalau kau tak mau membukakan pintunya aku akan terjun dari sini. Lebih baik aku mati saja, daripada aku terus tersiksa karena kau tak mau mendengarkan penjelasanku.”

Key tersenyum kecil. “Mati saja sana, dasar Dubu jelek!”

“Baik.” Kemudian terdengar hening sesaat hingga, “Aaaaaaa…!”

Key tersentak. “Hyung.” Dadanya berdebar cepat, “Ish dasar bodoh.” Key mengumpat kesal dan takut. Perasaan bersalahnya tiba-tiba saja muncul dan ia langsung membuka pintu balkonnya. Sedikit khawatir degan kondisi Onew, ia kemudian melihat ke arah bawah rumahnya dan…

“Tada!!!” Onew memeluk Key dari belakang dan menguncinya rapat. “Aku masih disini, kau tertipu.” Onew tertawa lirih, mengabaikan setumpuk kekesalan diwajah Key.

“Kenapa kau tidak mati saja Hyung, aku begitu membencimu.” Key menggumam lirih. Suaranya hampir tak terdengar, dan perlahan air mata itu mulai mengalir lagi di pipinya hingga akhirnya beberapa tetes berjatuhan dan mengenai lengan Onew yang masih melingkar di perutnya. “Kau pembohong besar.”

“Mianhe… aku benar-benar tidak seperti yang kau pikirkan Key baby, sungguh aku hanya mencintaimu.” Onew memutar tubuh Key. Mendorongnya pelan hingga tubuh Key membentur ke pagar pembatas balkon dan menguncinya.

Ia mengangkat wajah Key dan mengusap kedua pipi yang basah itu. “Percayalah, aku tidak seperti itu. Aku mencintaimu.” Onew kemudian mendekatkan wajahnya, seakan hendak mencium Key. Tapi dengan cepat Key memalingkan wajahnya dan terus menangis lirih.

“Kau bahkan tak mengejarku, kau menyebalkan Hyung. Pergi saja dengan Luna dan jangan peduli lagi padaku.” Key mencoba mendorong bahu Onew, namun itu malah semakin membuat Onew memeluknya dengan erat dan mulai mencium kecil leher Key.

Key hanya menutup matanya, dan ia tetap saja menangis. “Kau jahat Hyung, aku membencimu.” Namun Onew mengabaikannya dan mulai menjilat kulit leher Key. Membuat Key harus mati-matian menahan desahannya. Ia tak bisa mengelak dan menolak sentuhan Onew. Ia begitu mencintai namja yang kini seakan terus memanjakannya.

Jilatan Onew terus membasahi setiap jengkal leher Key dan dengan cepat Onew memainkan lidahnya di telinga Key. Membuat Key mulai menggenggam kuat jemari tangannya yang entah sejak kapan sudah bertautan dengan jari Onew.

“Sungguh, aku hanya mencintaimu Key.” Onew berbisik lirih dan dengan cepat menghisap kuat titik sensitive di leher Key.

“Ahhh….”

Key tersentak dan mulai menggeliat atas perlakuan Onew. Dan entah bagaimana, dengan mudah namja itu membawa Key untuk mengikuti langkahnya dan berjalan pelan menuju ke dalam kamar Key. Onew melepaskan tautan tangannya dan menutup pintu balkon di kamar Key. Sedangkan satu tangangannya yang lain sudah melingkar indah di pinggang Key.

Onew membimbing tangan Key untuk menyentuh leher dan bahunya. Kemudian membimbing tubuh Key untuk semakin dekat dengan kasurnya dan menjatuhkannya. Sedikit mengangkat tubuh itu dan terus memainkan lidahnya di leher Key.

“Eumhhhh…. lepashhh….” Key seakan mendapatkan kesadarannya dan mulai menggeliat tak nyaman. “Aku membencimuhhhh…”

“Dengarkan aku dulu Key baby…”  Onew menyudahi kegiatan memanjakannya dan mulai menatap serius pada Key.

.

.

KyuMin Side

.

.

“Huh, aku lelah sekali. Bisakah kita berhenti dulu.” Kyuhyun yang terpenjara dalam tubuh Sungmin sedikit mengeluh. Meski tubuh Kyuhyun secara fisik lebih besar dari Sungmin tapi berat badan mereka sungguh berbanding terbalik. Artinya, tubuh Sungmin lebih berat dan Kyuhyun sama sekali belum terbiasa.

“Ck….” Kyuhyun (Sungmin) berdecak kesal. “Seharusnya kau lebih terbiasa berolahraga. Masa jalan kaki cepat sebentar saja sudah mengeluh. Payah.”

“Hei… ini bukan salahku. Badanmu saja yang terlalu gemuk, kau ini berat tau.”

“Eih, aku tidak gemuk. Seenaknya saja mengatai orang, kau saja yang terlalu kurus dan ‘bermutu.” Kyuhyun (Sungmin) menjulurkan lidahnya seakan mengejek pada Sungmin (Kyuhyun).

“Bermutu? Apa maksudmu?”Wajah Kyuhyun yang polos sungguh menggemaskan dan lucu, karena wajah itu adalah wajah Sungmin.

Kyuhyun (Sungmin) menunjuk wajahnya sendiri. “Lihatlah wajahmu ini Kyu, wajahmu ini ‘bermutu.’ Artinya’bermuka tua.’ Tak disangka, umurmu lebih muda dari pada aku tapi wajahmu sudah seperti appaku.”

“Eih, menghina sekali kau. Aish, sudahlah.” Kemudian Sungmin (Kyuhyun) tersenyum kecil dan sedikit melirik kearah Kyuhyun (Sungmin). Sepertinya ia menemukan senjata untuk menjatuhkan Sungmin. “Biarpun aku ini bermuka tua dan menurutmu begitu jelek, tapi aku yang pertama untukmu ‘kan?”

“Eh…” Wajah Kyuhyun (Sungmin) langsung memerah, dan karena jiwa yang ada dalam tubuh itu adalah Sungmin maka tetap saja wajah Kyuhyun dengan jiwa Sungmin itu terlihat sangat menggemaskan dengan pipi berona pink dan dengan gelagatnya yang seperti orang menahanmalu. “Sudahlah. Tak perlu dibahas.”

“Hehehehe…. bahkan aku bebas memainkan tubuhmu kapanpun, Minnie.” Kyuhyun mendekati Sungmin dan dengan cepat melingkarkan lengannya pada tubuh Sungmin. Sungguh, pemandangan yang aneh jika benar-benar ada di tempat umum dan dilihat banyak orang.

Karena sangat terlihat seperti, Sungmin yang menjadi beast dan Kyuhyun yang menjadi putri malu. Sungguh aneh tapi begitu nyata. Untunglah, mereka kini sedang berada ditengah hutan hingga tak ada satu manusia pun yang mungkin akan melihat mereka.

“Ish… lepas.” Kyuhyun (Sungmin) berusaha melepaskan lengan Sungmin (Kyuhyun) dan kemudianmulai berjalan lagi menuruti apa yang tergambar dalam peta yang ada ditangannya. Tapi, ia berhenti saat melihat Sungmin (Kyuhyun) malah masih tetap berdiri pada posisinya sebelumnya dan seakan sedang menanti sesuatu.

“Kajja, aku tak mau terus ada dalam tubuhmu. Ayolah, kita harus cepat mencari halmeoni itu dan meminta penjelasan.”

“Kemarilah sebentar.”

“Apa lagi?”

“Ayo kemari sebentar saja.”

Dan dengan perasaan yang semakin kesal dan gemas, Kyuhyun (Sungmin) mendekat pada Sungmin (Kyuhyun). “Ck … kau ini. Apa lagi, kajja kita harus cepat aku tak mau nanti ki…empppphhhh…. nghhh….”

Dan pemandangan kali ini sungguh mengerikan. Benar-benar terlihat aneh karena Sungmin kini terlihat begitu agresif. Dengan seenaknya, jiwa Kyuhyun melumat kasar bibirnya sendiri. Entahlah, apa yang ada di pikiran namja itu-Kyuhyun- tapi yang jelas mereka seakan menikmati ciuman singkat dan sedikit remasan pada tubuh Kyuhyun (Sungmin)

Pemandangan yang sangat menggelikan dan aneh.

“Eumhhhh…. ahnnnn…” Kyuhyun (Sungmin) mencengkeram kuat kaos yang dipakai Sungmin (Kyuhyun) kemudian dengan sekuat tenaga mendorongnya. “Hah… hah… apa yang kau lakukan hah!?bodoh! Mau memperkosaku eoh?” Kyuhyun (Sungmin) terlihat masih berusaha mengatur nafasnya yang benar-benar terasa penuh sesak.

“Hanya memberikan semangat untukku sendiri. Bukankah kau juga menikmati ciuman itu, kurasa nanti malam aku bisa memperkosamu.”

“Eh? Ya!!! Setan mesum!” Kyuhyun (Sungmin) berteriak sekencangnya. Ia benar-benar merasa kesal dengan perkataan seenaknya dari Sungmin (Kyuhyun)

“Kajja, nanti nenek itu malah menghilang.” Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun sebenarnya ingin protes lagi tapi ia urungkan niatnya saat melihat tubuhnya berjalan cukup cepat dan meninggalkannya. “Hei, tunggu aku!”

.

 

.

 

.

“Mwo?”

Mata kedua namja itu langsung melotot saat mendengar penjelasan dari sang nenek tua yang tinggal di rumah kecil itu.

“Apa maksud Halmeoni jika ini salah kami?” Kyuhyun (Sungmin)beringsut kesal. Tapi nenek itu malah hanya tersenyum kecil dan menatap mereka berdua.

“Bukankah aku sudah megatakan  mana arak yang untukmu mana yang untuk temanmu. Tapi kau malah menyilangkan arak itu, jadi ini salah siapa?”

“Tapi, itu hanya arak bukan? Dan ini bukan salahku, ini salah Kyuhyun. Dia yang seenaknya mengambil dan meminum jatahku.” Kyuhyun (Sungmin) menatap tajam pada wajah santai Sungmin (Kyuhyun). “Atau itu adalah arak aneh yang kau buat?”

Nenek tua itu tertawa kecil. Malah semakin terkikik dan menatap aneh pada Sungmin dan Kyuhyun. “Biar aku beri tahu. Arak itu adalah arah perasa jiwa. Jika kau meminumnya sesuai dengan apa yang aku suruh, maka jiwa kalian tak akan bertukar seperti sekarang ini.”

“Apa maksudmu?” Kyuhyun yang ada didalam tubuh Sungmin mulai tertarik dengan penjelasan nenek itu. Keduanya memajukan tubuhnya dan menatap tak mengerti pada Sang nenek, dan membuat nenek itu malah semakin tertawa lebar dan berdiri dari duduknya.

“Seharusnya kau meminum arakmu sendiri, maka kau dan jiwamu akan semakin menyatu. Terkadang, orang selalu memaksakan tubuhnya untuk melakukan hal yang mungkin sudah melebihi batas kemampuannya. Dan arak itu aku buat agar tubuhmu lebih bisa bertahan saat jiwamu ingin melakukan sesuatu yang lebih. Jadi bisa dibilang arak itu seperti arak untuk mengikat kuat jiwa dan tubuh kalian.”

“Aku sudah meniupkan mantranya ke dalam botol itu, dan dengan otomatis maka jika kau meminumnya jiwamu seakan tersebar ke luar ragamu dan kemudian kembali dalam waktu cepat. Membuat tubuhmu terasa segar dan sangat bersemangat. Jadi mungkin saja jiwa kalian yang menyebar tak menemukan kembali tubuh yang benar, makanya sekarang jadi tertukar seperti itu.”

Kedua namja yang duduk didepan nenek itu hanya melongo mendengarkan penjelasan nenek tua yang terdengar sangat tak masuk akal bagi mereka. Tapi satu hal yang ada di pikiran mereka berdua, mereka sama sekali tak percaya dengan apa yang dijelaskan sang nenek. Terlalu ajaib dan mustahil, tapi memang itulah yang terjadi.

“Ya, meski aku tak begitu mengerti tapi aku bisa sedikit memahaminya. Jadi bagaimana cara kami agar bertukar lagi? Aku tak mau terpenjara dalam tubuh jelek ini.” Sungmin menatap tubuh Kyuhyun yang kini sebagai raganya. “Lihatlah, tubuh ini sangat kurus dan juga lembek.”

“Cih, kau menghina lagi. Kau saja yang gemuk.”

“Sudah jangan bertengkar.” Nenek tua itu kemudian berjalan ke arah mereka dan mengusap bahu keduanya. Cukup lama nenek itu melakukan hal aneh dan terus berkomat kamit di belakang Kyuhyun dan Dsungmin hingga kemudian nenek tua menghentikan kegiatannya dan kemudian tersenyum kecil di belakang tubuh Kyuhyun dan Sungmin.

“Aku sudah mengucapkan mantranya, dan kalian hanya perlu melakukan ‘itu’ dengan sepenuh hati.”

“Itu? Apa maksud halmeoni?” Kenng Kyuhyun (Sungmin) berkerut. Ia sungguh tak mengerti dan sedikit banyak merasa aneh dengan tatapan yang diberikan sang nenek.

Tapi nenek tua itu hanya tersenyum kecil dan memutar tubuhnya. Melangkah  menjauh dari Sungmin dan Kyuhyun, kemudian berhenti di depan pintu dapurnya. “Bercintalah dengan jiwamu sendiri. Lakukan dengan sepenuh hati untuk memanggil jiwamu keluar. Dan satu syaratnya, kalian harus bercinta dengan sepenuh hati, tanpa ada paksaan atau kemarahan. Maka jiwa kalian bisa kembali seperti semula.”

“Mwoya?!” Sungmin yang terpenjara dalam tubuh Kyuhyun langsung mendelik hebat. Begitu juga dengan Sungmin (Kyuhyun). Tapi nenek itu hanya tersenyum kecil.

“Aku tahu kalian saling menyukai, sudahlah. Hubungan seperti kalian sekarang ini sedang trend dan aku memahaminya. Pulanglah dan lakukan syaratnya, tapi satu hal yang harus kalian ingat. Jika sekali saja kalian mengkhianati satu sama lain meski sengaja atau tidak dan dalam keadaan apapun maka secara otomatis jiwa kalian akan bertukar lagi. Kalian harus tahu, jiwa itu butuh raga yang suci.” Kemudian nenek tua itu menghilang dibalik pintu meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun.

Kyuhyun (Sungmin) memasang wajah kesalnya. Ia menatap arah dimana nenek itu menghilang. Sungguh bukan ini jawaban yang ia tunggu. Ia sungguh tak berharap jika akan ada syarat konyol seperti ini. Tapi Kyuhyun yang terpenjara dalam tubuh Sungmin malah kini sedikit menyeringai. “Bukankah syaratnya sangat mudah, dan aku dengan senang hati melakukannya denganmu.”

“Ya!!! Kau mesum bodoh!”

.

.

“Bagaimana keadaan perusahaan?”

Nyonya Choi duduk dengan posisi sok elegannya dan menatap lembut pada putra semata wayangnya itu. Meletakkan tas tangannya dan melangkah pelan menuju ke Siwon.

“Perusahaan baik-baik saja Umma. Semua kontrak berjalan lancar termasuk film Kyuhyun. Semua produksi melejit dipasaran.”

Siwon begitu semangat menjelaskannya, tapi sepertinya nyonya Choi tidak begitu senang dengan apa yang didengarnya. “Film Kyuhyun.” Nyonya Choi bergumam kecil. “Dengan script writer Kim Kibum?” Nada bicara Nyonya Choi kini sudah mulai berubah dan Siwon tahu, ini pasti akan terjadi cepat atau lambat.

“Kurasa aku tak begitu menyukainya, bahkan saat aku tahu jika adikku sendiri yang memakainya aku benar-benar tak bisa menerimanya.” Nyonya Choi mengusap bahu Siwon dengan lembut. Tapi bukannya Siwon merasa tenang dengan apa yang dilakukan Ummannya, ia malah merasa bahwa ini adalah awal dari tekanan yang akan mulai diberikan oleh Nyonya Choi.

“Jadi bisakah kau tak hanya diam dan menjawabku. Kurasa kau anak pintar dan juga bertanggung jawab, bukan sekedar seorang direktur utama yang malah menyerahkan semua pekerjaannya dan asyik mengejar cinta. Terlebih lagi itu seorang namja.” Nyonya Choi menambah sedikit remasan di bahu Siwon. Ia sungguh gemas dan kesal sekarang.

Tapi Siwon hanya bisa diam, ia kalut dan bingung. Baru saja ia berbaikan dengan Kibum, sekarang malah baru akan dimulai masalah yang sebenarnya. Jantungnya berdebar tak karuan. Ia menundukkan wajahnya dan kemudian melihat jam yang ada diponselnya. Jantungnya semakin berdebar kencang.

‘Ya Tuhan, bisakah singkirkan Umma.’Siwon berdo’a dalam hatinya. Tangannya yang mengepal terasa dingin. Ia sungguh khawatir. ‘Ya Tuhan, jangan biarkan Bummie datang sekarang. Aku tak ingin dia…”

“Annyeong, Wonie baby. Aku…”

Belum selesai Siwon berdo’a dalam hati, dan sosok cantik itu telah datang dengan sweater putih dan juga kacamata berbingkai putih yang begitu cantik dan serasi untuknya. Yah, sesungguhnya penampilan Kibum hari ini sangat spesial karena Siwon akan mengajaknya untuk berkunjung ke makam Kakeknya. Tapi ternyata….

“Ah, kau datang juga. Sepertinya pembicaraan kita akan mudah.”

“Annyeong Nyonya Choi…”Kibum dengan tubuh sedikit gemetar dan juga menahan takut memberanikan diri untuk menyapa Nyonya besar Choi yang begitu terlihat angkuh. “Mian jika saya mengganggu, saya akan…”

“Tidak perlu, duduklah.”

‘Ya Tuhan, selamatkanlah Bummie-ku tersayang.’

.

.

.

.

“Ya!!! Lakukan dengan sepenuh hati. Kau bisa tidak sih?” Kyuhyun (Sungmin) mendorong kesal tubuh Sungmin (Kyuhyun) yang terkikik menahan tawanya. “Ayolah, au benci jika ada di tubuhmu.”

“Hei, bukan aku yang tidak sepenuh hati. Tapi kau Lee Sungmin.”

.

.

Noticed :

Di bagian ini bayangin aja kalau Kyuhyun itu adalah Sungmin dan Sungmin adalah Kyuhyun.  Jiwa mereka masih tertukar tapi bayangin aja jiwa mereka yang ga tertukar jadi ga bingung. Jujur author capek nulis dobel2. Gomawo >.< (Kalau ga ngerti, maaf. Sama juga, author juga puyeng gimana nulisnya).

.

Sungmin beringsut mundur. Ia sungguh kesal dan sudah berada dipuncaknya. “Aku lelah Kyu, tak bisakah kita kembali normal. Ini hal konyol yang pernah aku lakukan.”

Tapi Kyuhyun sama sekali tak berharap Sungmin akan menyerah secepat ini. Baginya, ia  juga sedikit merasa dijatuhkan saat membayangkan jika tubuh Sungmin yang ada di atasnya seakan dia seme dan Kyuhyun Uke. Ini sungguh konyol.

Kyuhyun sedikit memajukan tubuhnya dan duduk disisi Sungmin yang kini sudah duduk ditepi kasur mereka. Kini mereka sudah ada di kamar hotel dimana Sungmin menginap. Mereka sudah memutuskannya untuk melakukannya dengan sepenuh hati, tapi tetap saja ini sulit.

“Dengarkan aku Ming.” Kyuhyun mendekap Sungmin dari belakang. Sebenarnya Sungmin ingin menolaknya tapi sungguh tubuhnya seakan menikmati cumbuan pelan Kyuhyun yang kini menggoda syaraf dilehernya.

Tubuh mereka memang sudah topless dengan hanya memakai boxer saja. Bukankah mereka sudah bisa dibilang siap untuk melakukannya? Tapi entah apa yang ada dipikiran Sungmin. Ia sungguh belum bisa melakukannya dengan senang hati.

“Kau tahu kan, aku mencintaimu?”

“Kyu…” Sungmin hanya bergumam lirih menanggapi bisikan Kyuhyun disela ciumannya di leher Sungmin. Dan jemari Kyuhyun mulai mengusap bahu Sungmin dan punggung putihnya. Menghujani punggung itu dengan ciuman kecilnya.

“Percayalah, aku mencintaimu. Aku sadar Ming.”

“Hentikan.” Sungmin bergumam lirih. Tapi Kyuhyun seakan malah tuli dan tak mendengar penolakan Sungmin. “Aku bilang hentikan.” Tapi tetap saja Kyuhyun tak menggubris suara Sungmin yang memang terdengar olehnya. “Hiks…. hentikan bodoh! Aku membencimu!”

Sungmin mencoba beranjak, tapi dengan cepat Kyuhyun mencengkeram kedua lengannya dan menariknya kasar kemudian menindihnya. Menatap lembut pada wajah terluka Sungmin dan mengusap air mata Sungmin.

“Wae?”

Sungmin hanya menggeleng pelan menanggapi bisikan Kyuhyun. Ia terlalu sibuk untuk menangis dan mulai memukul pelan dada Kyuhyun.

“Wae, Ming? Ayo bicaralah.” Merasa didiamkan, Kyuhyun kemudian mengusap lembut kening Sungmin. “Katakanlah, atau kau memang belum siap? Kita bisa menghentikannya.” Dan Sungmin hanya diam. Kyuhyun beranjak dari posisinya dan meraih kemejanya. “Sudahlah. Kita hentikan saja.”

“Ahni.” Sungmin berucap lirih dan memalingkan wajahnya untuk menghadap Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafasnya. Ia sungguh harus mencoba mengerti keinginan Sungmin. Kyuhyun berjalan dan kemudian duduk  di sisi Sungmin. Ia menatap wajah Sungmin yang terlihat begitu sayu dan terluka.

“Aku hanya ingin kau berbicara apa yang kau rasakan. Aku tahu kau mungkin ini akan sulit karena kau tak mencintaiku, tapi kau harus percaya aku …”

“Bukan itu Kyu.” Sungmin bangkit dari posisinya dan kini duduk berhadapan dengan Kyuhyun. “Aku merasa kotor dan menjijikkan.”

Dan pikiran Kyuhyun melayang pada saat dimana ia memperkosa Sungmin. Kyuhyun memajukan tubuhnya dan mengusap pipi Sungmin. Meniup sedikit kulit pucat itu dan mencium lembut bibir merah yang begitu menggoda untuknya. “Mianhe…”

“Aku hanya belum bisa menerimanya. Kau memperkosaku atau tidak ini tetap hal konyol. Aku bahkan belum pernah bercinta dengan siapapun dan kau memperkosaku. Ini…. aku… hiksss…. Kyuh, aku sungguh benci caramu.”

“Ming…”

“Kau mengatakan cinta padaku tapi tak pernah sekalipun lembut denganku. Bahkan kau perkosa aku dan selalu saja memasang wajah menyebalkanmu itu, aku membencimu Kyu.”

“Mian-“

“Kau salalu memaksakan semuanya Kyu, kau egois dan tak pernah mau menghargai dan sedikit saja mengerti aku. Haruskah aku menjatuhkan diriku sendiri, Kyu? Kau keterlaluan, aku membencimu Kyu. Hikss… sangat membencimu.”

“Mianhe, Ming.” Kyuhyun membawa Sungmin dalam pelukannya. Menghirup lehernya dan terus menciumi kecil kulit putih pucat itu. “Aku hanya tak tahu harus bagaimana Ming, aku tak bisa menahan diriku sendiri. Aku tak pernah seperti ini, jadi kumohon Ming…. mengertilah dan percaya padaku.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan  kemudian meraih dagu Sungmin. Merangkulkan lengannya pada leher Sungmin dan mencium kecil bibir itu. “Aku mencintaimu.”

Dan sepertinya, percintaan kali ini akan dilakukan dengan sepenuh hati.

.

.

2bEEcON

.

 

Bagaimana kelanjutannya? Adakah yang pengen KyuMin enceh? Atau couple yg laen?

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN