R.E.P.L.A.Y || ONKEY || YAOI | Prolog

 

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

R.E.P.L.A.Y

.

 

.

 

.

 

“Cinta itu manis tapi pahit. Sangat pahit tapi meski begitu, kau tak akan mau membuangnya dari indra perasamu. Memaksa menelan semua kepahitan itu.

 

Cinta butuh perjuangan, dan kesungguhan. Cinta juga butuh pengungkapan, satu kata manis yang akan mengikatmu selamanya.

 

REPLAY me please…

 

Saranghaeyo

 

.

 

.

 

.

 

.

Cast : Lee Jinki, Kim KeyBum, Others

Pairing: Jinkibum

Genre : Drama, romance, etc

Length : series

Rated : T

Disclaimer : Key Milik Jinki, Jinki Milik Key dan Saya  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

.

Prolog

 

.

.

Shining Star Accademy

.

.

.

“Kau lagi?”

Mengangguk imut (?) dengan kedua mata sabit yang semakin menyipit.

“Heuh… sebenarnya apa yang ada dipikiranmu?”

Terlihat berfikir dan kemudian merogoh sakunya. Menyodorkan benda yang ia ambil dari sakunya, pada namja yang ada dihadapannya. “Ini.”

“Mwo?”

“Nde. Kurasa itu yang ada dipikiranku.”

“Apa ini? Eum… maksudmu, apa dengan kunci ini?”

Namja berpipi gembuil itu tersenyum hangat dan lagi-lagi merogoh sakunya. Kemudian mengulurkan sebuah kotak berwarna pink. “Key_ itu adalah kuncinya. Karena kau kunci-anku. Karena kau Key-ku. Kuharap kau mau membukanya dan menjawabku.”

Kemudian membungkuk dan meninggalkan namja cantik yang masih sibuk dengan kuncinya. “Heuh….”

.

.

.

.

“Kau mengerti, kumohon…”

“Heuh…. aku tak bisa mengerti.”

“Ayolah, Lee Taemin… apa yang ada dipikiranmu?”

Namja cantik itu menggeleng pelan dan kemudian mendudukkan  tubuh lemasnya. “Aku tak memikirkan apapun selain hyung. Tak memikirkan siapapun lagi selain hyung. Tak menginginkan apapun lagi selain Hyung. Jadi jangan membuat keadaan menjadi sulit hyung.”

“Heuh… kau yang membuat sulit.”

Taemin mengangkat wajahnya dan menatap dalam pada namja yang ada di hadapannya. “Kau tak mengerti aku. Kau tak mengerti perasaanku! Kau menyebalkan Hyung!”

.

Blammm…

.

“Key…”

“Haish…. lagi….”

.

.

.

.

“Lepaskan aku!”

“Tak akan.”

“Kau pikir kau siapa?”

“Aku calon kekasihmu, tentu saja. Memangnya siapa kau pikir?”

Tertawa mengejek dan menggelengkan kepalanya perlahan. “Heuh… kau pikir kau cukup baik untukku?”

“Yeah… bukankah kita serasi?”

“Ck… in your dream!”

“Really? Aku tak sedang bermimpi, kurasa. Bahkan semua sepertinya sudah menyetujuinya.”

“Kau!”

.

.

.

“Aku takut akan seperti ini terus.”

Menyamankan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu nyaman nan lebar itu.

“Bagaiana aku harus mengatur semuanya?”

“Siapa yang sebenarnya benar-benar kau inginkan?”

“Entahlah?”

“Apa kau masih menginginkan kunci-kunci lainnya?”

“Aku…”

“Kenapa tak berhenti dan membukanya, menjawabnya dan selesai?”

“Aku… itu….”

“Kenapa tidak bersikap tegas padanya dan membuang rasa sayangmu?”

“Ahni, aku tidak…”

“Kenapa tak mengancamnya seperti yang biasa kau lakukan?”

“Aku sudah…”

‘Kenapa tak melihatku?’

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Yeah… fic abal dengan cerita pasaran… hehee… a little gift for Uri ONEW yang makin unyu makin harinya….

 

Hehhe…. mianhe untu keGAJEannya…

 

Mind to comment?

 

Iklan

AM I…? | KYUMIN | YAOI | OS

 

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T to M

Cast :

– Lee Sungmin

– Cho Kyuhyun

– Other Cast

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || It’s GOOD to be ME. When i just need to shake my things and you’ll be MINE.||

Another PRESENT From Me

 

.

~AM I…?~

.

Just KYUMIN

 

.

 

Hello~ hello~

 

Aku bawa ONESHOOT pertama di bulan november nih. Saengil Chukkae buat Ummu Musyahidah. Saengil Chukkae chagi, moga makin segalanya deh~

 

Hehehe…. semoga juga ga kecewa ma OS yang GARING N GAJE ini.

 

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

—- AM I ….? —–

 

.

 

.

 

.

SEOUL UNIVERSITY

.

.

Matahari bersinar dan tetap saja angin terasa lebih dingin di banding hari-hari di bulan sebelumnya. Dan namja itu, masih terus saja menjadi pusat perhatian. Keadaan yang masih sama sejak beberapa bulan, akh~ bahkan beberapa tahun yang lalu.

 

“Hei, baby Ming.”

 

Namja itu hanya melirik seklias dan tersenyum sangat manis, mengangguk dan mengedip nakal. Ia menghentikan jalannya dan menoleh ke sampingnya. Memilih berhenti dan menyapa siapa yang mengiringi langkah santainya di pagi ini.

 

“Ah~ Morning baby Minhonnie.”

 

Sungmin mengedip pelan dan kemudian mengusap perlahan dada namja tegap itu. Membenarkan jaket yang dipakainya dan mencium aromanya.Wangi maskulin yang sangat kental dan begitu pas dengan imajinasi Sungmin. Namja dengan tubuh tegap itu memang sedikit berhasil mencuri perhatian Sungmin beberapa bulan terakhir ini.  “Hmmm… baby~ kau sexy.”

 

Hhhhh~

 

Tak ada yang bisa menolak seorang namja yang penuh dengan pesonanya. “Yes baby Ming, tentu saja.” Minho menghirup wangi yang menguar dari tubuh Sungmin. Wangi lemon yang manis dan membuat Minho semakin ingin memakan Sungmin.

 

Mereka kembali berjalan beriringan, membuat setiap mata yang tertuju pada mereka menatap iri pada pasangan yang baru-baru ini menjadi topik hangat di kampus mereka.

 

“Aish, Choi Minho…”

 

Sungmin perlahan menyingkirkan tangan Minho yang terus saja mencoba meremas bokong penuhnya. Ayolah~ mereka masih di kampus dan bahkan belum memulai jam pertama dan Minho sudah seperti ini.

 

“Hanya memeluk pinggangku atau kau akan kutendang sampai menabrak tong sampah itu.”

 

Sungmin bergumam pelan namun terdengar pasti, terlebih tatapan Sungmin tak lepas dari tong sampah besar yang sedikit jauh dari tempatnya dan Minho berjalan sekarang. “Yeah~ baiklah. Kau selalu saja. Menyebalkan~” Minho menggumamkan kekesalannya. Terlihat kekanakan dan ~kawaiiii….

 

Sungmin memang suka sekali mempermainkan semuanya. Perasaan, perlakuan bakan gerak tubuhnya. Dengan mudah, dia bisa mengendalikan siapapun.

 

“Hei~” Sungmin menghentikan langkahnya dan kemudian mengusap pelan pipi Minho. Sedikit  mengangkat wajahnya dan mencoba melihat wajah tampan kekasihnya itu. “Ayolah, bukankah kita sudah deal, dan kau~”

 

“Yeah, baik. Hanya namja cadangan yang setiap harinya bahkan selalu mendapatkan ancamanmu. Seharusnya, setidaknya satu ciuman untuk sehari dan aku tak akan seperti setan mesum yang kelaparan seperti ini.”

 

Tapi Sungmin mengabaikan ocehan hoobaenya itu. Ia lebih memilih berjalan santai, membiarkan lengan Minho melingkar di pinggangnya dan terus menyebar pesonanya. Tersenyum ke banyak arah, dan sesekali mengedip nakal saat melintasi beberapa hoobae yang terlihat tampan di matanya. Langkah Sungmin terhenti di depan kelas Minho.

 

Minho kembali menghela nafasnya. Iabenar-benar tak suka cara Sungmin memperlakukannya. “Baby Ming, harusnya aku mengantarmu. Dan juga harus mengawasimu dari mata – mata kelaparan itu.”

 

Sungmin menggeleng cepat. “No, and never.”

 

“Ayolah~ mana ada seme yang malah diantar ukenya ke kelasnya sendiri. Kau anggap aku masih kecil?”

 

Sungmin menyentuh leher Minho dengan kedua telapak tangannya yang lembut. Memainkan rambut belakang Minho dan sedikit membuai Minho dengan sentuhan nakalnya.

 

“Jangan membuatku marah Tuan Choi, atau kau akan kehilangan statusmu sekarang juga.”

 

Minho menghentikan khayalan nakalnya. “Yaish… baik-baik. Aku tak akan mengungkitnya lagi. Tapi bagaimana dengan ciumanku?” Minho memasang wajah tampannya. Ia memainkan jarinya di bibir tebalnya dan tersenyum. Aish~ namja ini kelewatan…

 

Dan sangat pas dengan Sungmin. Tingkah namja itu lebih gila lagi. Ia menarik jaket Minho agar namja itu semakin mendekat dan menatap lekat pada mata bulat penuh itu. Menatap dengan tatapan menggoda yang terus saja membuat Minho semakin berfantasi tentang Sungmin. “Apa kau benar-benar menginginkannya?”

 

Minho mengangguk pasti dengan mata  besarnya yang bersinar. Sungmin tersenyum dan kemudian sedikit berjinjit. Meniup pelan leher Minho, melingkarkan lengannya ke leher Minho.

 

.

Chu~

.

 

Satu ciuman singkat di bawah telinga Minho, dan dengan nakal meniup telinga namja itu. Menghirup wangi maskulin yang menguar dari tubuh namjanya dan berbisik pelan. “Menangkan hatiku, dan kau dapatkan semuanya. Cobalah baby~”

 

Kemudian memainkan pelan lidah nakalnya menggoda seluruh syaraf di leher Minho. Demi semua keroro di bumi ini, Minho bersumpah~ dia tak bisa menahannya lebih lama lagi. Terlebih tangan nakal Sungmin tanpa permisi mengusap abs datarnya dan menggelitik pinggangnya.

 

Namun permainan itu berjalan cepat, Sungmin segera menyudahinya dan kemudian mengerling nakal. “Jalja baby Minhonie~”

 

Wajah Minho memerah, dan sepeninggal Sungmin wajahnya semakin memerah. Menatap namja dengan skiny jeans berwarna hitam dan juga kemeja lengan panjang berwarna putih yang melapisi kaus berwarna soft pink miliknya. Topi merah yang membuatnya terlihat lebih imut dari hari ke hari.

Ia menoleh kedalam kelasnya.

 

“Kalian melihatnya? Dia namjaku!”

 

Berteriak penuh kebanggaan  dan seakan mengabaikan gelengan tak percaya akan kenarsisan namja itu. Sementara Minho, dia  tersenyum penuh dan terus saja bercerita bagaimana manisnya godaan Sungmin tadi.

.

 

.

 

.

Sungmin menyamankan duduknya, dan entah mengapa semakin lama ia semakin risih saat mendengar dengungan dan gumaman aneh di belakang punggungnya. Ia sedikit menoleh kebelakang dan menemukan kedua sahabatnya sibuk menggosipkan dirinya. Merasa tak tahan, akhirnya ia menoleh penuh dan menatap tajam pada dua sahabatnya.

 

“Hei~ jangan membicarakan aku dibelakangku. Jangan juga membicarakan masalah, Minho atau Siwon. Jangan juga mem~”

 

“Membicarakan Yunho, Yesung dan juga Changmin.” Namja imut itu menyahuti ocehan Sungmin.

 

“Yeah, seperti itulah. Kau tahu, aku tak suka kalian menggosipkan aku dibelakangku.” Sungmin malah semakin menyamankan posisinya dan tak mengindahkan dosen yang tengah mengumbar pelajaran entah tentang apa itu didepannya.

 

“Yeah, tapi bukan berarti sekarang kau dengan enaknya memacari Minho. Hyung, dia bahkan terpaut jauh dibawahmu dan sungguh dia sangat polos.”

 

“Yah, Taeminnie~ apa maksudmu dengan polos?? Dia bahkan sangat mesum, mengesalkan.” Sungmin kemudian merogoh kantuk kemejanya dan menemukan lolipopnya. Membuka pembungkus dan mengemutnya. “Sebenarnya aku juga bosan, tapi tak ada yang menarik. Semuanya sama saja~ hanya menginginkan tubuhku. Apa aku begitu menggoda?”

 

Kedua namja imut didepannya hanya mengangguk. Namun salah satu diantaranya kemudian menarik lolipop Sungmin dan menatap wajahnya. “Kau sangat menggoda, tapi aku masih lebih menggoda dari pada kau, Hyung. Dan lagi, aku dan Jinki sudah sampai ke tahap itu. Tapi kau~”

 

“Yah! Key! Apa kau sedang menghinaku?”

 

“Ayolah, making love adalah hal biasa.”

 

“Cih…~” Sungmin berdecih. Ia sungguh kesal dengan kenyataan yang ada. “Aku harus bilang kau beruntung atau sial. Jinki itu namja teraneh yang pernah aku temui, dan dengan mudah kau menerimanya. Sangat konyol saat mendengarmu melakukan itu dengannya. Kau aneh.”

 

Key tersenyum dan pikirannya sudah menerawang entah kemana. “ Kau tak tahu, bagaimana dia kalau sudah di ranjang. Uhhh…. hottt.”

 

.

Prok~ prok~ prok~

.

 

Seketika ketiga namja itu diam. Tepukan single  yang mereka sadari dan tahu betul siapa itu membuat mereka terdiam. Sungmin kembali ke posisinya. Ia menatap acuh dan masih setia mengemut permen lolinya.

 

“Bagus sekali. Ini jamku dan kalian dengan seenaknya mengobrol.”

 

Mereka bertiga hanya diam. Berfikir acuh pada seluruh penghuni kelas lain yang menatap lekat pada ketiga diva itu. “Lee Sungmin, Lee Taemin dan kau Key~ kuharap kalian keluar saja. Dan ingat, jangan mengikuti pelajaranku lagi. Test akan aku lakukan bulan depan.”

 

Sungmin menghela nafasnya. Ia sungguh tak peduli. “Huhhh… whatever.” Membenarkan topinya dan meraih ranselnya. Hendak beranjak dari ruangan itu. Namun belum juga mereka bertiga sampai di pintu, dosen yang sebenarnya terlihat sangat bodoh dan konyol di mata Sungmin berucap kembali.

 

“Lee Sungmin, kau harus menemui dokter jaga di ruang kesehatan. Aku mau kau piket selama satu minggu penuh, dan hal bagusnya itu khusus untukmu.”

 

“Mwo?” Sungmin menoleh dan menatap horor pada namja tua yang berdiri angkuh di depan kelas itu. “Yah?! Apa maksudmu dengan piket? Kau pikir aku tenaga sukarela? Begitu?”

 

“Ck… anggap saja itu hukumanmu. Lakukan dengan baik atau kau akan tetap menjadi muridku tahun depan.”

 

Sungmin melengos kesal. Ia hampir lupa jika Mr. Goh ini  adalah musuh bebuyutannya, bahkan sejak pertama kali ia menginjakkan kakinya di Universitas ini. Berjalan dengan angkuh dan tanpa ekspresi. Kedua teman di sisi kanan dan kirinya itu hanya bisa berbarengan menepuk bahu Sungmin.

 

“Tenanglah, Ming. Santai saja, jalani hukuman itu dengan baik dan aku pastikan kau akan menikmatinya.”

 

Sungmin melempar senyuman mirisnya. Melirik jengah pada namja yang ada di sisi kanannya. “Yah… Taeminnie-ah. Kau kira aku ini mau ke taman bermain? Aku dihukum~ diruang kesehatan dan kau tahu, aku benci bau obat.”

 

Key terkikik melihat tingkah menggemaskan Sungmin. Namun ada satu hal yang berhasil memancing ingatannya hingga memorinya penuh dengan informasi yang mungkin akan sangat disukai Sungmin. “Hei, dengarkan aku, hyung.”

 

“Mwo?”

 

“Kudengar Dokter jaga itu tampan. Yeah~ dia baru dipindahkan sekitar seminggu yang lalu. Tadinya dia bekerja di rumah sakit, tapi dia menggantikan Dokter jaga yang sudah tua.”

 

“Hhhhh… kebanyakan, dokter itu pasti botak dan berjenggot. Penampilan aneh dan apalagi jika yang ditempatkan di kampus kita. Dokter itu adalah hasil seleksi dan bisa saja dengan wajah teridiot dan terjelek di kampusnya.”

 

“Ck…. kenapa tak percaya padaku, hyung.” Key mempoutkan bibirnya. “Menurut Jinki, dia adalah lulusan terbaik dan tampan.” Key sibuk menggerutu, terlebih dengan tak adanya tanggapan dari Sungmin membuatnya bertambah kesal. Namun kembali senyumannya merekah saat melihat namja yang melambaikan tangannya dari kejauhan.

 

“Heuh… membosankan~ “ Sungmin memutar bola matanya dengan malas saat namja dengan pakaian khas seragam petugas disekolah itu mendekati mereka. “Hya~ love dovey yang sangat memuakkan.”

 

Sungmin memilih meninggalkan Key dan Jinki yang entah tengah melakukan ritual apa. Ia juga meninggalkan Taemin yang dengan polosnya ikut bergabung dengan dua namja yang tengah kasmaran itu. Berjalan tak tentu arah, sampai dia melihat gedung dengan cat berwarna biru muda yang sedikit banyak mengingatkannya dengan hukuman konyol yang baru ia dapatkan pagi ini.

 

“Heuh~ baiklah. Kita lihat, apakah ada namja tampan disini? Kalau tidak, awas saja Key! Aku akan memukuli dubbu jelek bodohmu itu!”

 

Sungmin menaikkan lengan kemejanya dan berjalan cepat menuju ke gedung itu. Ia sedikit mengendap – endap saat sampai di pintu gedung. Namun, bukannya mengetuk pintu~ ia malah beralih ke sisi dinding dan merayapinya. “Eh?” Terkejut saat mendengar suara aneh dari dalam gedung yang disebut ruang kesehatan.

 

“Jebal~ Dokter Cho~”

 

Mata Sungmin membulat mendengar desahan yang jelas- jelas suara yeoja. Rasa penasarannya sudah sampai ke ujung. Ia terus berjalan merayapi tembok dan kemudian mencoba mengintip dari jendela yang agak tinggi. Ck~ salahkanlah jendela yang rendah di gedung itu tepat berada di atas kolam. Maka Sungmin harus bersusah payah melompat-lompat kecil untuk bisa melihat lewat celah kecil yang berada di atas tinggi tubuhnya.

 

“Haish… susah sekali.” Sungmin menggaruk rambutnya yang menunjukkan betapa frustasinya ia saat ini. Suara desahan itu terus saja memenuhi pendengarannya. Membuatnya semakin penasaran. “Ah, baiklah~ sebenarnya bagaimana wajah si dokter baru itu? Kenapa ada suara yeoja, dan oh~ mereka melakukan ‘this n that’? Helll~ aku harus ikutan.”

 

Sungmin kemudian melangkah cepat kembali ke depan pintu dan mengetuknya. Beberapa kali mengetuk namun sama sekali tak ada jawaban dan desahan itu pun berhenti. Hell, ada apa ini? Sungmin merutuki kebodohannya, harusnya ia langsung mendobrak pintu dan langsung menyerang yeoja itu juga.

 

.

Brakkk~

.

Sungmin menendang kasar pintu yang nyatanya tak terkunci itu. Pandangannya tertuju tepat ke satu hal yang membuat darahnya berdesir panas. “Hell~ kau dokter baru dan langsung akan berbuat mesum disini?”

 

Mata Sungmin menatap mengejek pada namja yang masih memainkan cangkir lemon hangatnya. Ia mengacuhkan Sungmin dan sama sekali tak melirik namja manis itu. Pandangannya juga tak tertuju pada yeoja yang hanya berbalut lingerie didepannya. Pandangan namja tampan itu terfokus pada kaca lemari penyimpan obat yang ia rasa lebih menarik perhatiannya.

 

“Kau baru datang dan langsung menghakimiku? Kalau kau hanya mau yeoja itu, ambil saja. Aku sedang tak berminat sekarang.”

 

“Oh~ rupanya kau cukup punya nyali untuk meremehkan aku. Ingat satu hal~ Lee Sungmin, pantang menerima barang bekas.” Sungmin menoleh tajam pada yeoja yang kini sibuk membelai belahan dadanya sendiri. “Jangan pikir kau bisa meggodaku, pergi saja sana. Dan jangan kembali lagi.”

 

“Tapi, Oppa~ ayolah~” Yeoja itu mendekati Sungmin, turun dari bed yang cukup kecil itu dan melilitkan tubuhnya sendiri mendekati Sungmin. “Bukankah aku seksi, dan aku juga bukan barang bekas.” Berbicara dengan nada lembut dan mendesah.

 

“Yack! Kau baru tingkat 1 saja sudah seperti ini. Memuakkan! Sebaiknya cepat pergi atau aku akan mengadukanmu pada kepala pengawas.”

 

Yeoja itu hanya mempoutkan bibirnya dan kemudian memunguti pakaian minimnya yang berserakan di lantai. Meninggalkan Sungmin yang kini lebih memilih duduk di atas kasur itu dan terus memainkan kedua kakinya yang mengambang. Setelah yeoja itu benar-benar pergi, Sungmin segera saja memastikan apa yang baru saja sekilas ia lihat adalah kenyataan. Dan hell~ ‘Handsome…’

 

Sungmin bergumam dalam hati dan ia terus saja menatapi namja yang masih sibuk dengan acara merenungnya. Namun lama kelamaan di tatap oleh mata foxy itu sedikit banyak membuat ia mengalihkan perhatiannya. “Aku tahu, aku tampan. Sebenarnya satu kesalahan saat aku dikirim kesini. Jika bukan karena kegilaan appaku, mungkin aku juga tak akan ada ditempat aneh ini.”

 

Namja itu kemudian menatap penuh pada Sungmin. “Jadi, Lee Sungmin~ apa maumu datang kesini? Apakah kau sakit?”

 

“Hei, kau tahu namaku.” Sungmin tersenyum senang, ia tak menyangka jika ia sangat populer di kampusnya. “Wah~ ternyata aku sangat populer.”

 

“Huh… biasa saja, kau ‘kan tadi sudah mengatakan siapa namamu. Jadi aku rasa tak ada yang spesial darimu.” Namja itu menatap keseluruhan tubuh dan wajah Sungmin, kembali mengukirkan senyuman di wajah tampan nan angkuhnya. “Sepertinya kau GAY?”

 

Shit~!

 

Sungmin mengumpat dalam hati. Apa salahnya jika ia GAY? Bukankah selama ini dia juga menjadi pemenang dan selalu memiliki apapun yang ia inginkan. “Kalau aku gay, lalu apa? Apa kau bisa mengobatinya?”

 

Namja itu tersenyum aneh. Sama sekali tak bisa diartikan. “Menjadi gay atau bukan, itu sebenarnya pilihan. Dan dari yang kudengar dari beberapa anak yang membicarakan tentang Lee Sungmin, sepertinya kau cukup pintar menjadi player.“

 

“Huh~ tentu saja. Siapapun akan menjadi milikku. Dan aku selalu jadi pemenangnya. Pilihan atau bukan yang penting memang sudah menjadi seperti ini. Aku bahagia dan menikmatinya, kurasa itu juga bukan urusanmu.”

 

Sungmin memilih membaringkan tubuhnya. Ia merasa lelah sekarang. Beberapa tahun tertinggal di kelas yang sama. Sebenarnya bukan karena kebodohannya, namun sikap acuhnya  itu selalu saja membuat Sungmin bersikap seenaknya pada semua dosen di universitas itu. Bersyukurlah, appa Sungmin tak malu mempunyai putra sepertinya.

 

“Kudengar kau tertinggal jauh, harusnya diwisudah 2 tahun kemarin dan kau masih ada di tempat yang sama.”

 

“Ck…. bukan urusanmu.” Sungmin mulai tertarik dengan namja berwajah tampan nan menyejukkan itu. “Katakan siapa namamu? Dan kenapa kau tahu tentang hal memalukan itu?”

 

“Presdir Lee yang mengatakannya padaku.” Ia kemudian mendekati Sungmin dan duduk di salah satu kursi yang ada tepat didepan Sungmin. “Bukankah dia appamu dan sekaligus pemilik universitas ini?”

 

Sungmin tertawa hambar. “Hahaha~ baiklah. Ternyata appaku sekarang sudah menjadi penggosip. Tapi itu lebih baik, setidaknya dia tak melarangku menjadi  Gay. Bukan sepertimu yang seakan berfikir buruk tentangku.”

 

“Huh…Aku sama sekali tak berfikir buruk. Mungkin hanya dugaanmu saja.” Namja itu mengulurkan tangannya. “Deal~ dan aku akan membuatmu lulus tahun ini.”

 

“Mwo??” Sungmin menatap malas. “Jangan bercanda. aku bahkan tak mengenalmu. Lagi pula sepertinya kau bukan gay dan bukan namja yang mudah, jadi jangan membantuku atau aku  nantinya akan jatuh cinta padamu yang hanya namja bodoh yang mencoba menolongku. Kau yang setiap harinya berkutat dengan buku yang sama bodohnya denganku.”

 

“Cho Kyuhyun imnida, dan kupastikan kau akan lulus dengan peringkat yang baik. Aku tak bisa menjamin itu akan sangat baik atau hanya baik. Yang kulakukan hanyamengembalikan Sungmin yang belum tersesat dulu.” Ia menatap lembut dan penuh selidik pada Sungmin. “Bukankah kau sedang tersesat dan tak tahu jalan pulang?”

 

“Huhh… konyol sekali.” Sungmin mengacuhkan ocehan Kyuhyun dan memilih menutup kedua matanya. Ia tidak tertidur hanya saja sibuk memikirkan sesuatu. “Akh~ aku baru ingat, aku di hukum oleh Mr. Goh untuk membantumu disini.”

 

Kyuhyun mengangguk pasti. “Baguslah, sangat bagus.” Namja itu kemudian kembali ke tempat duduknya dan bersiap memeriksa laporan kesehatan siswa. Bodoh jika ia berfikir bahwa Sungmin sudah tidur.

 

Namja manis itu bahkan masih sempat mencuri pandang pada wajah tampan Kyuhyun sekarang. Ada sesuatu yang terasa memuncak di dalam peruta. Seperti ada semut yang menggigiti dinding perutmu. ‘Come on Sungmin~ dia juga sama dengan yang lainnya.’

 

Sungmin mencoba meyakinkan diri dan kemudian  beranjak dari posisi tidurannya. “Ehm… Dokter Cho.”

 

“Nde, wae?” Kyuhyun menyahut tanpa memperhatikan Sungmin yang semakin mendekat padanya.

 

“Aku rasa aku membutuhkan semacam terapi.”

 

.

Sreet…

.

 

Dengan cepat Sungmin menjatuhkan bokong sexynya dan sukses menduduki file yang tercecer diatas meja Kyuhyun. “Aish, kau menggangguku.”

 

“Ayolah, aku merasa sedang sakit dan butuh terapi.”

 

“Kalau begitu, minum obat saja. Aku rasa obat atau plester anti demam bisa menyembuhkan otakmu yang sedikit tak waras sekarang.”

 

Sungmin menyungginggkan senyumannya. Dengan cepat ia menarik menarik lengan Kyuhyun, membuat namja itu kembali duduk di posisinya. “Aku bilang, aku butuh terapi. Dan itu artinya hanya terapi. Bukan obat atau plester bodohmu.”

 

“Andweyo~” Kyuhyun menghempaskan punggungnya. “Sama sekali tak bisa percaya dengan namja sepertimu. Kau pasti sudah memikirkan hal konyol yang akan kau lakukan padaku dari tadi. Jangan menganggap aku mudah karena aku berbeda dari semua namja yang menggilaimu.”

 

Tapi Sungmin tak hilang akal, ia segera menjatuhkan tubuhnya tepat di atas Kyuhyun. Menahan beban tubuhnya dengan mencengkeram kuat sandaran  kursi yang diduduki Kyuhyun. Dan oh~

 

Lupakan tentang kenakalannya selama ini. Lupakan juga dengan sikap player dan juga litlle bitch-nya selama ini. Lupakan juga tentang beberapa namja yang ia  kencani beberapa bulan terakhir ini.

 

“Apa kau tergoda denganku~”

 

Satu gumaman lembut itu terdengar halus dan berhasil menggelitik kesadaran Sungmin. Dan apa yang ia lakukan sungguh membuatnya mati gaya. Melihat tanpa berkedip pada mata yang begitu tajam yang tak tersembunyi dengan baik di balik kacamata bodohnya. Wajah tampannya masih saja terlihat sempurna dan mata coklat itu semakin menyipit menandakan guratan senyuman Kyuhyun yang semakin lebar.

 

“Tak kusangka, semudah ini membuatmu menyukaiku.”

 

Sungmin hampir saja mengurungkan niatnya saat mendengar celotehan namja yang masih berada dalam kungkungan kedua lengannya. Dapat ia rasakan jika jantungnya berdebar sangat cepat kali ini.

 

“Yeppeo~”

 

Bluss~

 

Seakan semilir angin tiba-tiba melintasi wajah Sungmin dan membuatnya memerah. Apa ini? Kenapa semudah ini. Tapi Sungmin masih mencoba bersikap biasa dan tak begitu menanggapi wajah mengejek Kyuhyun. Dan hell~

 

Sungmin merutuki dalam hati saat namja itu berbalik menatap lekat padanya. “Hyung~ neomu yeppeo~”

 

Ingin rasanya Sungmin menampar wajahnya sendiri, kenapa disaat seperti ini dia malah tak bisa berbuat apapun.  Sungmin semakin kaget saat dikejutkan dengan pergerakan kecil Kyuhyun. Namja itu menggerakkan kedua lengannya dan langsung menarik Sungmin hingga namja itu jatuh di pangkuannya.

 

Degh~

.

Degh~

.

Degh~

.

 

“Jantungmu sangat berisik.” Kyuhyun berbisik lirih di wajah Sungmin. Dan~

.

Hup~

.

Ia mengangkat tubuh Sungmin dan membaringkannya di tempat tidur khusus pasiennya yang luasnya tak seberapa itu. Kyuhyun memilih membuka jas dokter dan melepaskan kacamatanya. “Kau ingin terapi bukan?”

 

Sungmin mengangguk lemah, entahlah~ ia merasa tubuhnya beranjak melemah dan bisa runtuh kapanpun. “Baiklah, kalau begitu aku akan memulai terapimu.” Dan kali ini jantung Sungmin berdebar  dan lebih kencang setiap harinya. Ia tak menyangka jika rasanya jatuh cinta itu benar-benar melelahkan seperti ini.

 

Sungmin merasa lemah dan lemas. Namun ia memaksakan dirinya untuk sedikit lebih menggoda Kyuhyun. Saat namja tampan itu sibuk mengamati bibir plump berwarna pink yang terlihat penuh, Sungmin mulai melancarkan kepintaran tangannya.

 

Ia menarik pinggang Kyuhyun hingga tubuh namja itu jatuh tepat di atasnya. Mengerling nakal~

 

“Kau tahu, meski ini pertama kali~ dan detik pertama itulah aku merasa kau menang. Aku akui, aku bodoh dan payah dalam semua hal. Tapi aku tahu, kau juga gay~”

 

Kyuhyun menyeringai kecil dan kemudian dengan sedikit tergesa ia menurunkan wajahnya, mengendus wajah Sungmin yang begitu halus dan sangat hangat. “Aku tak peduli ada yang melihat atau tidak, aku juga tak peduli bagaimana nasibku selanjutnya. Yang penting untukku~ adalah menikmatimu.” Kyuhyun mengusap pipi kenyal Sungmin dan mengecupnya sekilas. “Yeppeo, i think i’m in love~”

 

Sungmin tersenyum puas. Ia melancarkan gerakan tangannya dan menyusup kedalam kemeja berwarna biru milik Kyuhyun. Mengusap punggung hangat namja itu dan terus beranjak naik. “Am I good enough for you?”

 

“Sure~”

 

“Am I looks so hot for you?”

 

“Yes baby, as hot as my body~”

 

Kyuhyun menyusupkan kepalanya dan menghujani leher Sungmin dengan ciuman-ciuman kecilnya. Dan dia sungguh benar-benar menginginkan namja ini. “Kyuhh~ heummmhhhh~” Sungmin mendesah pelan saat merasakan tangan Kyuhyun mulai mengusap paha bagian dalamnya. Menggelitiknya dengan godaan nakalnya.

 

“Am I hhh…. Kyuhhh…. mhhhh….”

 

Sungmin mendesah tak karuan saat Kyuhyun menggigit kecil nipplenya dari balik kaos pink yang ia pakai. Sungguh, namja ini benar-benar membuatnya gila. “Am I  the one for you?”

 

“Ye, pretty sure baby Ming.” Dan dengan tak sabar Kyuhyun menarik turun zipper celana panjang Sungmin. “Nikmatilah~ biarkan aku yang memanjakanmu.” Dan dengan cepat Kyuhyun mengulum junior Sungmin yang sudah tegak itu. Tak menyangka jika semuanya akan secepat ini. Dan Sungmin sama sekali tak bisa menolaknya. Bodoh~ bahkan sangat bodoh.

 

“Cukup bagus untuk permulaan.” Namja bermata sabit itu tersenyum. Ia kemudian menoleh pada namja yang masih sibuk dengan kameranya. “Sudahlah Key, jangan rekam lagi. Kau bisa merekam permainan kita.”

 

.

Blushhh~

.

“Lebih panas dan juga lebih berisik.” Namja bermata sipit itu menarik Key untuk segera menutup pintunya dan menghempaskan tubuh namja itu hingga menabrak tembok ruang kesehatan. “Kau mau yang kasar atau lembut?”

 

Key mengukir senyumannya. “Am I hot for you?”

 

“Sure, and i just already hard for this, Key~”

 

“Aishh~” namja dengan rambut karamelnya itu mendecih kesal. Kesalahannya mengajak kedua hyung mesumnya itu mengintip Sungmin dan juga dokter Cho . “Kalian semakin meracunipikiranku. Dan hei~ bukankah ini artinya Minho free?” dengan mata yang berbinar, ia segera berlari meninggalkan gedung bercat biru itu. Membiarkan semuanya berjalan dengan sempurna di siang hari yang cukup dingin ini.

 

.

 

.

 

“Akhhh~ Kyuhhh…”

 

“So tight baby…ukhhh~”

 

“Ming~ ahhh…Lee Sungmin~”

 

.

 

.

 

.

FIN

.

.

.

Endingnya gantung yah~ hadeuh… emang lagi ga ngefeel bikin NC. Jadi digantung-gantung.

 

Hadiah kecil untuk sahabatku, Ummu chagi~ semoga suka ma hadiahnya. Mianhe, karena aku post hari ini. Sebenernya mau post besok tapi apalah daya~ aku nginep di rumah klien.

 

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA!!!!

 

CRAZY 4 U || ONKEY || YAOI || OS

Crazy 4 U

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T

Cast :

-Lee Jinki a.k.a Onew

-Kim Key Bum

-Other SHINee member

Pairing : || ONKEY ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Humor||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || Just your love can make me going crazy, and all the things that i would do, that’s just  a simple things that i need to show you, HOW MUCH THAT I LOVE YOU||

Another PRESENT From Me

 

CRAZY FOR YOU

 

Just ONKEY

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Maafkan untuk yang berchapter. Karena kebanyakan kerjaan jadi ini aku kasih yang oneSHOOT. And lagi~ maklumin jika judul ma isi kagak nyambung. Hahhaa…

.

HAPPY READING

.

.

 

>>> Crazy For You<<<

 

.

.

.

 

.

.

.

“Untuk apa hyung?”

Namja cantik plus imut yang satu ini ikut berjongkok disisi namja yang tak kalah imutnya. Pipi chubbynya menggembung lucu saat ia tengah berfikir keras.

“Hyung~”

“Yak~ Taeminnie! Jangan ganggu aku. Aku harus memberikannya pada Key besok. Dia ulang tahun.”

“Lalu? Kenapa memberi ini?”

“Key pernah bilang jika ada kucing berbulu pink pasti sangat cantik.”

“Tapi hyung, kasihan kucingnya. Dia bisa mati karena cat rambut-mu itu.”

“Ssssttt… diamlah Lee Taemin. Nanti kau bisa membangunkan kucingnya.”

Taemin menggeleng pelan. Ia tak percaya jika kucing itu sanggup bangun. Terlihat dari perutnya yang besar menandakan kucing itu sangat kekenyangan. “Lagi pula dia kekenyangan hyung, jadi tak mungkin bangun.”

“Hahaha… Iya. Kau benar. Aku bahkan memasukkan obat tidur di makanannya tadi.”

“Mwo?!”

.

.

.

.

Onew lagi-lagi tersenyum senang melihat hasil pekerjaannya. Sebenarnya masih banyak hal yang mungkin akan ia lakukan untuk memberi kejutan pada Key. Hari dimana dia juga akan menyatakan perasaannya pada sang DIVA yang begitu di puja di sekolahnya.

Onew menengok ke semua arah yang bisa ia lihat. Mengendap-endap di sisi tembok kelas persis seperti pencuri. Dengan membawa satu  kotak besar berisikan kucing yang mungkin sudah sesak nafas karena tertahan di dalam kardus yang berbalut kertas kado berwarna pink dengan motif kucing berwarna pink juga, dan tak lupa pita pink yang cantik semakin membuat hadiah itu terlihat manis  dan PINK. Hahaha… Onew tahu benar jika Key sangat menyukai warna itu.

Jangan lupakan juga, jika Onew juga tengah bersusah payah menggigit bunga mawar berwarna pink yang sangat cantik. Hanya setangkai, dan itupun ia dapatkan dengan mencongkel isi celengan berbentuk sapi kesayangannya.

Harga kucingnya saja sudah mahal, mawarnya, kotaknya ah~ lupakan.

“Hyung?”

Onew sedikit terkejut saat tepukan itu menyapa bahunya. Untung saja ia tak ceroboh dan menjatuhkan semua kejutan untuk Key. Menatap tajam penuh kekesalan pada namja tinggi yang menahan tawanya saat melihat Onew.

“Kau mau kemana, hyung?”

“Ah~ akhha mah pargh…” Onew bersusah payah mencoba menjawab pertanyaan Minho, bibirnya sedikit sakit saat tak sengaja bibir itu menyentuh duri halus dari tangkai mawarnya.

“Aish… letakkan dulu bunganya, tak akan jatuh juga!” namja tampan itu dengan seenaknya mengambil bunga di mulut Onew dan meletakkannya.

“Yaks~ Minho-ya! Kau merusak rencanaku! Sini, kemarikan bunganya!”

Onew bersungut kesal, kemudian dengan cepat berlalu dan melintasi Minho yang bengong begitu saja. Onew kembali menggamit (?) bunga mawar itu dengan kedua sisi giginya. Sedikit meringis saat tak sengaja kembali bibirnya menyentuh duri halus mawar itu.

“Ada apa sih? Aku ‘kan hanya ingin mengatakan jika Key mungkin tak berangkat, dia sakit karena hal kemarin.” Minho menggumam pelan dan kemudian lebih memilih kembali ke kelasnya.

Yeah… tontonan gratis kemarin membuat Key jatuh sakit. Saat namja itu terus saja tak bisa menahan senyumnya dan berjalan di bawah hujan.

.

.

.

Falshback On

 

.

 

Kemarin siang

.

“Key!!!”

Namja bermata bulan sabit itu berlari cepat dan berusaha untuk menghampiri Key. Tapi sepertinya Key sedang tak ingin diganggu sekarang. Suasana hatinya akan semakin bertambah buruk jika si Dubbu tampan itu terus mengusik hidupnya.

“Key!”

Dan akhirnya, meski Key mencoba berlari menghindari Onew tapi seakan semua sia-sia. Namja itu selalu dengan mudah menangkap pinggang  ramping Key. Ck… siapa yang tak tahu dengan keanehan namja berkacamata tebal dengan mata sabit dan bibir yang err~ dia benar-benar menggemaskan.

Bukan~

Dia bukan nerd atau kutu buku kebanyakan. Tapi, yeah~ itulah style seorang Lee Jinki a.k.a Onew. Jika ditanya kenapa dia tak berpenampilan wajar maka dengan mudah ia akan menjawab, ‘Ketampananku hanya untuk Key.’ Hahahaa…. narsis sekali.

“Lepaskan aku!” Key mencoba melepaskan lengan itu dari pinggangnya. Tapi yang ada malah Onew semakin mengikatnya kuat dan sedikit memaksa Key untuk mengikuti langkah kakinya.

Key, bukanlah diva galak yang sama sekali tak punya perasaan. Dia ramah, pintar dan sangat mengagumkan. Yeah… he is almighty Kim Keybum. Adorable and loveable.

“Shireo!!” Onew menggeleng cepat dan hampir saja menjatuhkan kacamata tebalnya.

“Lepas, Dubbu aneh!”

“Aku tidak aneh, aku tampan!”

“Heuh! What?! Tampan kau bilang?” Key menggeleng dan memasang wajah sedihnya. Membuat Onew diam seketika  dan membuat pelukan kedua lengan Onew melemah. Jujur, namja bermata sabit itu sedikit putus asa dan mulai merasakan yang namanya malu. Bukan sekali dua kali, Key mengatainya aneh, jelek atau nerd.

Dia sudah terbiasa. Tapi, hey~ itu sebelum Onew menunjukkan sisi tampan dari wajahnya. Setelah ia menunjukkan ketampanannya pun, kenapa Key tetap saja tak menyukainya? Hahha… jangan lupakan rambut klimis bak piring mengkilat itu semakin membuatnya tampan (?) saat itu (read: menurut pemikiran Onew, dia tampan dengan rambut Klimis dan juga wangi parfum yang sangat menyengat dan berbau aneh kebanggaannya). Meski tak berbalut kaca mata aneh, tapi Onew masih terlihat aneh. Untung saja, dia masih keras hati dan selalu berusaha untuk mendapatkan Key.

“Wae Key? Bukankah aku cukup tampan? Lagipula aku juga pintar, jadi apa lagi yang kau harapkan? Semuanya sudah aku penuhi, tapi maaf untuk syarat yang bertubuh seperti Minho~ aku sungguh tak bisa memenuhinya. Kau tahu bukan, jika aku sudah seperti ini dari sananya. Dari Tuhan dan aku tak mau merubah apapun?”

Dan~ Hei… what the~

 

 Apa sekarang Key sedang diceramahi oleh namja itu?

Key menggeleng dan tersenyum. Ia membenarkan seragam Onew dan kemudian melepas kacamatanya. “Begini lebih baik, kau tampan~ tapi sayang aku sama sekali tak tertarik dengan namja aneh sepertimu. Dan lagi pula aku punya mimpi, bertemu pangeran tampan dengan mawar berwarna pink yang ia bawa di bibir merahnya. Mendekatiku, melangkah perlahan dan membawakan aku box berwarna pink dan saat aku membukanya~”

Key mernyatukan kedua tangannya. “Akan ada kucing pink yang sangat cantik dan langsung melompat memelukku.”

“Eoh?” Kening Onew mengerut mendengarkan penjelasan Key. ‘Pink?’

“Nde, itu impianku. Tapi yeah~ hanya impian. Sudahlah, lagipula aku sedang tak tertarik pada namja apalagi namja aneh sepertimu. Dan mungkin project tahun depan aku akan mencoba mencari yeoja yang cantik dan sexy dan kaya~ ah… itu bagus. Aku bisa menjadikan mereka model di studioku sendiri.”

Key terus mengoceh-kan tentang impiannya sambil berjalan. Mengabaikan Onew yang masih kaku berdiri di dibelakangnya dan mengabaikan hujan yang mulai mengguyur tubuh mereka. Namja cantik itu terlihat semakin mempesona di mata Onew.

Dengan butiran air hujan yang mulai membasahi seragamnya, dan saat ia melepaskan blazer dan menyisakan kemejanya saja. Berputar ditengah lapangan and really~ he is the name of beauty.

Onew mengembangkan senyumannya. “Key~ saranghae!” Onew berteriak keras dan mendekat pada Key. Sementara Key hanya mengernyitkan keningnya. Ia kemudian menepuk pelan bahu Onew.

“Akan sangat membosankan jika pacaran denganmu, terlebih sebentar lagi kau lulus dan meninggalkan aku. Sudahlah lupakan saja~”

“Ahni! Aku akan tetap bersamamu dan menjagamu Key~ percayalah.”

Key hanya mengangguk dan kemudian berlalu dari hadapan Onew. Namun, entah apa yang terjadi padanya. Mungkinkah ia mulai menyukai sunbaenya itu? Dia sendiri tak tahu apa yang sebenarnya tengah ia lakukan.

Dengan berani mendekati Onew dan kemudian tersenyum. menatap dalam pada wajah dengan pipi chubby yang masih terus menatap kagum padanya. Tangan Key terulur untuk mengusap pelan pipi Onew. “Aku percaya kau akan melakukannya. Tapi mungkin itu suatu saat nanti. Jika sekarang, kurasa kita harus lebih banyak belajar lagi.”

Tersenyum dan semakin membuat bibir apel itu merekah. Dengan deguban jantung yang saling berpacu antara keduanya, saat merasakan jarak yang semakin menipis~ Degh…~

.

Chu~

.

Ciuman sekilas di bibir Onew yang begitu merah menahan dingin, hingga langsung menghangatkan tubuh namja itu sampai ke sel terkecil di darahnya. “Eoh???” Mengernyit tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Menatap wajah di hadapannya yang terlihat begitu nyata. “Key….” Bergumam lirih dan menatap lembut pada mata Key.

Tangannya mulai terulur untuk menyentuh wajah halus yang selalu tersenyum ramah itu. Namun Key memundurkan langkahnya. “Waeyo Key?” Onew bertanya dengan nada penasarannya.  Sungguh, ia ingin memastikan jika ini bukan mimpi,

Key hanya tersenyum dan kemudian berlari cepat kembali mengitari lapangan dan tapan yang menjadi satu itu. Mengabaikan pandangan aneh yang tertuju padanya dari banyak siswa yang sedari tadi hanyut dengan tontonan gratis seorang DIVA disekolah mereka.

Sementara itu~

Onew harus menahan rona merah diwajahnya yang sepertinya tak akan tertutupi oleh air hujan.

 Dan kemudian ia melonjak senang, mendekati semua hobae dan chingu-nya. “Kalian melihatnya!? Dia menciumku! Key-ku menciumku!!!”

.

.

.

Falshback off

 

.

 

.

 

“Key~”

Onew berkeliling distudio Key. Studio khusus~ errr … kelas fashion dan modeling yang khusus diminta Key. Ia mendekati Taemin yang sedang sibuk merapikan gaun yang akan di pakai modelnya untuk pameran di akhir pekan besok.

“Dia tak ada hyung.” Taemin bergumam pelan dan kemudian menghentikan kegiatannya saat melihat Onew yang terus saja mengganggu siswa lain yang sedang merapikan studio itu. Taemin meninggalkan pekerjaannya dan mengernyit aneh.

Ia memang tahu tentang rencana kucing pink aneh itu. Tapi bukan berarti ia juga tahu tentang rencana Onew yang lainnya. Terlebih saat melihat penampilan Onew.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?” Onew yang merasa risih dengan tatapan Taemin kemudian mencoba membenahi kira-kira apa yang belum pas di tubuhnya. “Siapa yang tak ada?”

Taemin menggeleng. “Ahni, hanya saja~ aishh… Key hyung tak ada disini.” Jari telunjuk Taemin mengarah pada kotak pink dan mawar pink yang ada diatasnya. “Dan apa itu? Kau bilang akan memberinya kucing, kenapa kau malah membawa box ini?”

 

Salahkanlah kedua namja bersaudara ini sama-sama sibuk dengan dunianya. Bersaudara, bukan berarti mereka bersama setiap harinya. Ia membantu Onew meletakkan box itu diatas meja.

“Itu~ rahasia…” Onew tersenyum aneh dan kemudian mendekati pakaian-pakaian yang ada di studio itu.

“Ishhh…” Taemin merengut kesal. “Baiklah, kalau tak mau mengatakannya maka aku juga tak akan memberitahumu dimana Key hyung.”

“Eoh? Memang dia tidak ada disini?”

“Sudah kubilang, tidak ada dan dia sakit. Jadi kuharap kau tak memberi kejutan berlebih padanya. Ini ulang tahun ke-17 dan harusnya menjadi hari terbaik dalam hidupnya. Jadi jangan merusaknya dengan tingkah konyolmu.”

“Eh? Sejak kapan kau seperti Umma begini?” Onew mengacak rambut jamur Taemin. “Kau benar-benar cerewet seperti Umma.” Onew kemudian memilih satu baju putih dengan aksesoris lengkap berwarna biru. “Aku pinjam ini, dan jebal~ katakan dimana Key.”

“Yaiks… kau jangan merusak propertiku atau Key hyung akan  menggantungku jika ada satu pakaian yang rusak atau bahkan hilang.” Taemin mencoba merampas pakaian itu namun percuma. Dan Hyung-nya yang terjebak dalam tubuh kekanakkan itu benar-benar membuatnya mati kutu, terlebih dengan puppy eyes yang sedang dilancarkannya sekarang.

“Katakan padaku baby Tae~ bukankah kau ingin melihatku bahagia?”

“Aish…. baiklah~”

“Dan aku meminjam ini.”

“Ish, terserah kau sajalah.”

Taemin kemudian menuliskan sesuatu dan memberikannya pada Onew. “Datanglah ke tempat ini. Dia ada disana.”

.

.

.

“Huah, akhirnya sampai juga.”

Onew mendesah melepaskan lelahnya. Sedikit mengusap keningnya dan menatap penuh harap pada box yang ia bawa dan juga bunga mawar yang masih terlihat segar (?). bunga mawar dengan pucuk –pucuk kelopak yang sudah menghitam itu  berhasil menunjukkan berapa lama perjalanan Onew menuju ke rumah peristirahatan Key. Key memang sedang sakit tapi, ia tetap ingin menikmati hari ulang tahunnya.

Dan jadilah ia mengumpulkan begitu banyak anak kecil disekitar villa itu. Membagikan hadiah dan juga kue dan permen ke semua anak yang ada disana. Sesekali bersin dan mengusap keningnya.

Tubuhnya terasa dingin namun ia juga berkeringat. “Aishh… kenapa pusing begini.”

Key berjalan pelan kemudian duudk di salah satu kursi yang ada disana. Memilih untuk tak mengikuti event akhir pekan dan beristirahat. Yeah~ Key sudah banyak bekerja dan saatnya sekarang ia harus liburan.

Ia mengucek kedua matanya, berharap apa yang ia lihat hanya kebetulan atau bayangannya saja. Namun sepertinya ia harus mulai percaya jika bayangan yang semakin mendekatinya itu nyata. Dan terlebih dengan baju aneh dan juga box pink serta mawar pink di bibir merah penuh itu.

“Onew…”

Key menggumam pelan dan menggeleng saat  ia yakin jika namja itu memang nyata. Tersenyum melihat tingkah konyolnya.

Onew memberikan isyarat agar Key menerima bunganya, kemudian ia sendiri meletakkan box itu di pangkuan Key dan mulai bertepuk tangan.  “Saengil chukkahamnida, nae sarang Lee Kibum~ ups… Kim Kibum. Saengil chukka hamnida.”

“Eh? Bajumu?”

Key menyadari, ada yang sedikit aneh dengan pakaian onew. Terlebih dengan style pakaiannya yang terlihat errr~ “ Darimana kau mendapatkan baju itu?” Tanya Key penuh selidik.

“Aku meminjam dari studiomu. Yeah, aku ‘kan ingin menjadi pangerannya. Jadi sepertinya baju ini cocok. Kau bilang ingin pangeran tampan membawakan hadiah ulang tahunmu. Nah, lihatlah sekarang.”

Onew melihat penampilannya sendiri, dan jangan lupakan rambut acak-acakannya yang terlihat berantakkan karena tertiup angin. Bersyukurlah, jika mungkin gel rambut Onew sedang habis. Hingga style seperti itu membuat dia terlihat ‘Tampan.’

Key mengembangkan senyumannya. Dan perlu diingat, jika  seorang Key sama sekali tak mempunyai satu titik kasar atau buruk pun dalam kelakuannya. Dia selalu terbuka dan menerima apapun. Jarang membentak dan berkata kasar. He is awesome.

“Baiklah, aku terima hadiahnya.”  Key membuka kaitan pita dan kertas kado itu. Sangat berharap jika hadiahnya akan sangat istimewa. Mengingat betapa Onew sangat gigih terus mengejarnya, tak seperti namja lain yang malah minder dengan kesempurnaan Key.

“Eh?” Key mengernyit aneh saat melihat hadiahnya. “Ommo, kenapa ini?”

“Eh, wae?” Onew ikut mendekati box yang cukup besar itu. “Bukankah kau menyukai pink, jadi~”

“Jadi kau mengecatnya?”

Onew mengangguk cepat. “He-hem… aku mengecatnya. Tapi tenang saja, hanya cat rambut yang kena air sabun pun hilang.”

Key mendesah lega. “Kau tahu, kau hampir membunuhnya. Lihatlah, wajah tertidurnya saja terlihat kasihan begini.” Key mencoba mengangkat kucing dengan warna soft pink itu ke pangkuannya.

“Tenang saja, dia tak akan mati. Lagi pula ia pasti juga sedang bermimpi. Aku memberinya obat tidur.”

“Mwo?”

“Nde~ ehhehe…. praktis dan tidak merepotkan.”

Key hanya bisa bersweatdrop ria mendengar jawaban dari wajah polos itu. Ia melihat Onew tengah menyeka keringatnya. Apakah dia sangat lelah? “Kajja, masuk kedalam rumah. Aku akan membuatkanmu minuman dingin. Sepertinya kau lelah sekali.”

“Ah~ ahni.” Onew menggeleng dan menggaruk tengkuknya. “Hanya berjalan dari bawah sana menuju ke sini. Harusnya mobilku bisa sampai sini, tapi karena ada penutupan jalan terpaksa aku harus berjalan kaki.”

“Eh? Benarkah?” Key menoleh pada Onew. Ia melihat penampilan namja itu. Sungguh, ia harus bersusah payah menahan senyumannya melihat sunbaenya yang satu ini. “Kasihan sekali.” Key menggeleng dan memasang wajah simpatinya. Kemudian dia membantu melepaskan pakaian berlapis-lapis yang dipakai Onew. “Lepaskan ini dan kau masuk ke kamarku. Buka kabinetnya, dan pilih sendiri baju yang cocok untukmu. Aku akan membuatkan minumanmu.”

“Ah~” Onew mengembangkan kembali senyumannya. “Kau yang terbaik Key, itulah kenapa aku tak menyerah. Loving you, just the only thing that i need to do in all of my life time.” Onew tak segera pergi, ia malah meraih jemari Key dan menggeggamnya kuat. “That’s why~ i love you Key, kau sempurna dan~” Onew mendekatkan tubuhnya. Mendekati telinga Key.

Jantung namja itu sungguh tak beraturan lagi. Sekarang yang ada malah Key yang menggenggam kuat jemari itu. Tubuhnya memanas saat merasakan nafas hangat Onew mulai mendekatinya. Bolehkah~ jika Key mencobanya sekarang. Atau, katakanlah jika Onew memang hadiah untuknya.

“Aku, pangeran tampanmu. Eum~ sudah cukup tampan bukan?”

Key mengangguk canggung. Tak dapat ia ingkari jika namja yang kini menyusupkan satu tangannya di pinggang rampingnya itu memang terlihat tampan. Terlebih saat Onew dengan sengaja menarik tubuh itu kepelukannya.

“Dan aku, pangeran tampan yang akan memiliki seorang almighty~ kau sempurna, Key.” Onew mencium kecil telinga Key. Kemudian tersenyum dan menatap lembut wajah Key yang diam kaku merasakan semua perlakuan Onew. “Cantik~”

.

Blushh…

.

Oke~ Key tetap namja pada kenyataannya. Dan dia juga tak suka dikatakan cantik. Tapi entah mengapa sekarang wajahnya terasa memanas. Aish… dia mulai termakan rayuan Onew. Dan hey~ darimana namja itu belajar merayu seperti itu.

Terlebih saat wajah Onew kembali begitu dekat dengan Key. Wajah serius dan juga jemari yang mengusap lembut pipi Key. “Sangat cantik, be my boy baby….”

“Eh?” Key mengerjapkan kedua matanya. Mencoba tersadar dan kembali mengumpulkan semua kepingan jantungnya yang mungkin saja jatuh di udara yang terus saja memanaskan tubuhnya.

“Be, the one and only~ who life with me ‘till death do us apart.” Onew mengusap bibir apel itu dengan ibu jarinya. Pandangannya begitu tajam mengarah ke bibir yang terlihat sangat menggoda itu. “Be the one and only~ the one who always feel my love. I like this cheek…”

Key merasakan tubuhnya memanas saat bibir itu menyapa penuh pada pipi, hidung mungilnya, dagunya dan hingga usapan ibu jari itu membuatnya gemas. Entahlah, ia sungguh tegang dan sialnya sama sekali tak bisa melepaskan dri dari namja ini.

“And this lips.”

Dan bibir itu menyapanya. Sebuah sentuhan yang  berbeda. Bukan seperti Onew yang aneh dengan rambut klimis dan kacamata bodohnya. Tapi, inilah pangeran itu. Dimana Key bisa memeluk erat dan meremas pelan rambut namja itu.

Merasakan hangatnya lidah yang merasuk ke dalam mulutnya. Membiarkan ciuman itu semakin melupakan rasa demam dan pusing yang ia rasakan sedari tadi.

“Eunghh…eummmhhhh…mmmhhh…”

Key melenguh saat merasakan ciuman Onew yang semakin menuntut. Melumat dan menghisap kuat bibirnya. Menggigitnya pelan dan kemudian memainkan lidahnya di bibir Key. Seakan mencoba membersihkan bibir apel itu. Dan jangan lupakan sentuhan terakhir di sudut bibir Key.

Onew mengangkat wajah Key yang terus saja mencoba menunduk. Ia sungguh mengagumi ciptaan Tuhan yang satu ini. “Hei, cantik. Would you like to let me be the one and only~ who can feel all your love? Fill your heart with full of all my love for you? Be the one, who always be with you  everytime in our life?”

Onew tersenym begitu tampan dan ia kemudian teridiam. Menunggu jawaban dari key. Dan sepertinya namja itu sedikit bingung atau entahlah~ mungkin dia masih kehilangan dirinya.

.

Pukk…. puk…

.

Onew menepuk pelan pipi Key. “Hey~ ayo jawab aku.”

“Eh?”

Key mengernyitkan dahinya. Namun semua pikiran jahilnya hilang saat melihat wajah menggemaskan penuh harap itu. “Sunbae~” Key membenarkan hanbok Onew dan kemudian fokus memainkan kedua telapak tangannya dan mengusap dada Onew.

“There’s no one of so many words that’s i can say~”

.

Brughhh…

.

Sedikit kuat, Key menarik Onew agar namja itu jatuh bersamanya. Posisi diatas tubuhnya dan sedikit nyaman meski ia harus terbaring di sofa bed kesayangannya. “Yes, i will baby…”

Menyatukan kembali bibir mereka. Dan Onew tersenyum dalam hati. Dia tahu, dia akan memangkannya. Hadiah terbaik sepanjang hidupnya.

Dan Key tahu, Onew adalah hadiah terbaik yang diberikan Tuhan untuknya. Ia tak perlu beribu ucapan selamat dan juga bingkisan cantik dan mahal. Yang ia butuhkan hanya seseorang yang akan selalu bersamanya seumur hidupnya.

“Eumhh…. love you Key…”

“Ammmmhhh…”

“I like this lips…. eumhhh….”

Membiarka semua menyatu dalam kehangatan tuh mereka.  membiarkan Onew terus menghujaninya dengan ciuman kecilnya.

“I like your smille…”

.

“I love your beauty face…”

.

“I love this body….”

“Ahhnn…”

.

“And I love tobe the one who win all your love.”

“ Ahnnn….mmmhhhh….”

.

.

.

.

Mengukur cintamu, bukan dari berapa lama kalian mengenali cinta itu. Tapi berapa lama kalian bisa saling mengerti dan memahami. Memaklumi apapun yang menjadi kekesalan kalian. Mengalahlah jika sudah tak mampu. Tapi, jika kau yakin bisa~ maka lakukanlah sampai tuntas, and be the WINNER.

.

.

.

.

END

.

.

.

Hei~ hei~ hei~

 

Aku datang lagi. Minta maaf banget ma drama after. Sungguh pendek and jelek bin aneh. Hahaha… abaikan.*plakkk*

 

Aku akan menggantinya di chapter depan. Dan untuk malem ini, welcome to uri OnKey!!!

 

Untuk yang selalu like and comment. Really, i love you all

 

Yosh… seperti biasa, abaikan typo’s and

Mind to comment?

GamsaHAE ^__^

King of 2 Heart | YAOI | KYUMIN | Ch. 1

.

.

.

.

.

 

Mengerjapkan kedua mataku dan kembali melihatmu. Meski yang ada hanya langit kamarku, tapi aku bisa melihat senyummu. Melangkah pasti mendekatimu, dan kembali berdiam disini.

 

‘Hei~’

 

Pernahkah kau dengar sapaanku?

 

Merelakan lengan itu memelukmu dan mengunci tubuhmu dalam keposesive-annya.

 

Sungguh~

 

Jika bisa, aku akan memutar waktu dan kembali pada saat kau belum bersamanya.

 

Dan sungguh~

 

Jika bisa memilih, aku tak mau bertemu denganmu. Menjadi orang terasing yang bahkan mungkin tak kau kenal. Melihatmu terus berbahagia tanpa mengerti perasaanku.

 

Haruskah aku memaksamu untuk mencintaiku? Atau membiarkanmu sadar bahwa takdirmu adalah aku?

.

.

.

.

.

.

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T to M

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Kim Kibum

– Other Cast

Pairing : || KYUMIN || slight BumMin ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Sad||

Warning : || BL || YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||SAD jadi siapin tissue yang banyak J

Summarry : ||Kuingin kau tahu, didalam hatiku~ telah lama tersimpan rasa cinta untukmu walaupun kau takkan pernah tahu. Mengertilah~ cinta ini tlah lama ku pendam. Hanyalah kepadamu didalam hatiku~||

Another PRESENT From Me

 

Mini FF

 

KING OF 2 HEART

 

.

.

.

 

Kembali membawa Mini ff. Mianhe, untuk Dreams-nya. Aku lagi ga bisa bikin NC. Susah bener dapet feel panasnya. 

 

Kembali membawa pair BumMin yang cuteh dan ga bakal ada ke-REAL-annya. Hahhaa….. aku cuma suka slight yang lain dari yang lain.

 

.

 

.

 

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Nikmatilah STORY-nya…. ^_____^

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Chapter 1

.

.

.

.

 

Seoul Arts and Fashion Accademy

 

.

 

Cho Kyuhyun POV

.

 

.

 

Padahal aku sudah menyiapkan semua keberanianku. Mungkin aku sudah gila saat dengan mudah meninggalkan semua yeojaku dan mengatakan ‘Saranghae Lee Sungmin.’

 

Ck… tapi sudahlah. Yang penting sekarang kau akan jadi milikku. Yeah, Lee Sungmin hanya milik Ch…

 

Aku menghentikan langkahku saat pemandangan yang sungguh tak mengenakkanku mengotori mataku. Dia~ seenaknya mendekatimu. Meraih tanganmu dan menciumnya. Mengeluarkan sesuatu dan melingkarkannya di tanganmu. Meletakkannya di dadamu dan melempar senyuman anehnya.

 

Ck… aku akui dia ~ aish… ok. Dia tampan. Tapi dia juga seperti –Uke- Jadi kenapa dia menyatakannya padamu? Mendahuluiku?

 

“Saranghae…”

 

.

Degh~~~

.

 

Kumohon jangan katakan iya

 

Kumohon Lee Sungmin…

 

Tapi apa, dengan wajah yang merona itu kau tersenyum dan terus menatapnya tanpa berkedip. Ya Tuhan, kumohon sadarkan dia…

 

“Nado saranghaeyo…”

 

Dan kau membiarkannya memelukmu. Sementara aku, hanya bisa kemudian bersembunyi di tempat yang mungkin tak kau lihat, sesekali melihatmu lagi dan kau masih memeluknya. Rasanya sangat sakit sekarang, bahkan sampai kapanpun mungkin aku tak akan bisa melupakannya.

 

Lee Sungmin~

 

.

 

.

 

Dan saat sekarang ini, aku mengintaimu. Melihatmu dari jauh. Kau yang selalu bersamanya, sampai lengket seperti lem. Sebenarnya apa yang kau lihat dari makhluk aneh itu? Memalingkan wajahku saat menyadari jika sebentar lagi kalian mungkin akan saling menyuapi. Ck….. menyebalkan!

 

“Dia Kim Kibum.”

 

Aku mencoba mengabaikan ocehan Hae Hyung. Tapi jika boleh jujur aku ingin lebih tahu tentang namja itu. Aku hanya diam dan terus menatap Sungmin dengan namja itu, namja yang telah mendahuluiku~ Kim Kibum.

 

“Lee Sungmin, memang namja yang manis. Dan Kibum, sebenarnya dia juga tak kalah manis, dan entah bagaimana mereka sekarang bersama. Tapi lihatlah, sepertinya Sungmin sangat nyaman dengan si kutu buku aneh itu.”

 

“Lalu~”

 

“Kau tahu, aku juga dekat dengan Sungmin karena dia sepupu Hyukkie. Dan memang Sungmin mungkin menyukai Kibum, makanya saat entah datang dari mana keberanian Kibum dan dia menyatakan perasaannya pada Sungmin~ dengan mudah dia menerimanya.”

 

Hae hyung menoleh padaku. “Padahal, aku kira kau yang akan memilikinya.”

 

“Heuh~ jangan buat aku tambah sakit hati hyung. Sekarang kau juga harus memikirkan bagaimana agar aku bisa memisahkan mereka dan memiliki Sungmin.”

 

Hae malah tersenyum aneh. Dia menggeleng pelan dan menepuk bahuku. “Kau lihat saja, dimana celah kau bisa masuk? Atau kau sedang bermimpi?”

 

Memang sepertinya tak ada celah. Kalian berdua selalu saja bersama, bahkan kelas yang tadinya tak kau ikuti jadi kau ikuti. Tempat yang tak pernah kau datangi sekarang kau bahkan selalu ada disana. Menunggunyakah? Tak pernahkah kau bosan, Ming?

 

.

 

.

 

Aku mengumpulkan semua keberanianku lagi saat melihatmu sendiri di sudut kelas kita. Hanya kelas ini yang tidak diikuti pangeran saljumu itu. Yeah~ dia begitu dingin dan bagaimana bisa kalian bersama? Aneh~

 

“Ming…”

 

“Kyunie…”

 

Dan kau masih bisa tersenyum padaku seperti itu, seperti biasa seakan tak terjadai apapun dihatimu. Tak ada apapun untukku. “Aku dengar kau~ dengan Kibum.”

 

“Nde~”

 

Cih… bagaimana bisa kau malu-malu seperti ini? Lee Sungmin! Harusnya kau sadar dan itu aku! “Oh, jadi benar ya?” Aku mencoba tak berlebih dan biasa saja. “Tapi, bolehkah aku mengatakannya? Satu hal yang mungkin bisa merubah pikiranmu?”

 

“Apa?”

 

Shit~Kenapa dia bisa terlihat sangat… aish…. Ya Tuhan, jika dia bukan jodohku~  aku memaksaMu untuk menjodohkannya denganku.

 

“Bagaimana jika aku mengatakan, aku menyukaimu. Apa kau mau meninggalkannya?”

 

“Eh???”

 

Dia menatap aneh padaku. Ck… ini sungguh menyedihkan. Sekalinya aku benar-benar jatuh cinta, malah menyukai namja dan parahnya lagi DIA selalu saja mendahuluiku. “Eotte?”

 

“Kyu, itu~” Dia seperti memaksakan tersenyum padaku. “Sebenarnya aku dan Kibumie, kau tahu bukan? Kami…”

 

“Yah, gwenchana. Aku juga sudah tahu. Tapi, sekedar mencoba tak masalah ’kan?”

 

Aku mencoba meredam perasaan yang hampir meluap. Perasaan aneh ini, benar-benar menyiksaku. Dari kejauhan aku melihatnya, namja itu tersenyum sengit padaku. Ck… dia itu~

 

“Ah, kalau begitu aku pergi saja. Lupakan apa yang aku katakan tadi, anggap saja aku tak mengatakan apapun.”

 

“Tapi, Kyu~ aku…”

 

“Ah, sudahlah. Jalja…”

 

.

 

.

 

Cho Kyuhyun POV end

 

.

 

.

 

Kyuhyun segera pergi dari tempat Sungmin dan meninggalkan kelas mereka saat melihat bayangan Kibum yang menatapnya di balik pintu. Sementara Sungmin kembali membereskan mejanya dan menyalin sedikit beberapa ringkasan di buku tebal di hadapannya.

 

.

Pluk…

.

 

Tepukan di bahu Kyuhyun membuatnya menghentikan langkahnya. Ia kemudian memilih bersandar pada pintu dan sedikit memastikan kedalam kelas, jika Sungmin tak akan tiba-tiba keluar.

 

“Apa maksudmu menanyakan itu?”

 

“Heuh…” Kyuhyun tersenyum dengan wajah  mengejek dan meremehkannya pada Kibum. “Kau jenius bukan? Kau pasti tahu apa maksudku.”

 

Dan Kibum membalas Kyuhyun dengan tatapan mengejeknya yang lebih tajam, dan kemudian mendorong sedikit keras tubuh Kyuhyun hingga menabrak dinding kelas mereka. “Dia milikku. Kau bahkan dengar sendiri saat aku menyatakan perasaanku padanya.”

 

“Heuh… ayolah Kibum, kau tak sungguh-sungguh mencintainya. Kau pikir aku tak tahu, aku lebih jenius dari yang kau kira.”

 

“Diam, dan ini bukan urusanmu.”

 

“Heuh…” Kyuhyun menggeleng pelan dan berbalik mendorong Kibum, sedikit mencengkeram kerah kemeja namja itu. “Kau akan berurusan denganku kalau sedikit saja kau melukainya.”

 

“Never! I love him, more than you can imagine it!” Kibum menghempaskan kasar cengkraman Kyuhyun. Mendorongnya dan kemudian tersenyum penuh kemenangan. “You, little looser. Haha… aku akan pergi menemui nae lovely namjachingu.”

 

Kibum berlalu dari hadapan Kyuhyun dan kemudian menghampiri Sungmin. Langsung duduk disisi namja itu, seakan memperhatikan penuh pada apa yang sudah dilakukan Sungmin.

 

.

Buaghh…

.

 

Kyuhyun meninju kesal dinding kelas itu. “Shit!” Kyuhyun mendengus kesal, terlebih saat ia melihat seringaian tipis di bibir Kibum. “Awas saja kau Kim Kibum!”

 

.

 

.

 

.

 

Kembali, Kibum memang pintar dan jenius. Dia tahu saja jika Kyuhyun sekarang juga ada diperpustakaan. Sengaja ia memancing Sungmin agar namja itu menemuinya diperpustakaan.

 

Ia kembali membaca buku tebalnya dan duduk santai di kursi yang sudah menjadi tempat tetapnya. Menunggu dengan tenang kedatangan Sungmin.

 

“Baby~” Suara lirih itu terdengar seperti berbisik di telinganya. Kibum tersenyum dalam hatinya.

 

Namja berkacamata itu tersenyum saat merasakan dua lengan melingkar di lehernya. Ia menoleh ke arah belakang dan kemudian mencium kecil pipi namja yang sedari tadi sudah memasang wajah kesalnya.

 

“Mianhe.”

 

“Ish~ hanya mian dan mian lagi. Kau tahu jika aku harus lebih dipentingkan dari buku anehmu itu.”

 

“Maaf, aku hanya terlalu asyik membaca.” Dia mulai merapikan bukunya di meja perpustakaan, dan kemudian mengusap pelan pipi penuh yang merona dan sangat cantik itu. “Sudahlah, aku ‘kan sudah minta maaf.”

 

“Pacaran saja dengan bukunya~”

 

“Baby~”

 

“Makan saja bukunya! Tak usah makan makanan buatanku, Kim Kibum! Kau menyebalkan! Heuh…”

 

Sementara namja itu hanya membenarkan kacamatanya dan kemudian menyusupkan kedua lengannya dan melingkari bahu dan pinggang hingga bertemu di dadanya. Ia menempatkan dagunya pada bahu namja itu dan kemudian mencuri ciuman kecil di leher putih yang begitu wangi ini.

 

“Mianhe baby~ aku janji tak akan mengulanginya lagi. Saranghae~”

 

“Ish~ saranghe saja dengan bukumu itu. Kau menyebalkan Kim Kibum~”

 

“Ayolah, hanya Lee Sungmin dan kau tahu itu.”

 

“Molla~ aku tak mengenal Lee Sungmin. Siapa dia? Apa namja bodohmu yang lainnya?”

 

“Hei~ hehehe…” Kibum mulai tertawa kecil dan berusaha menenangkan baby (?) nya yang tengah merajuk hebat. “Aku hanya mencintai seseorang dan itu Lee Sungmin. Apakah masih tak mengerti? Dan dia bukan bodoh, dia namja yang ter-segalanya untukku. Tapi sayang dia sedikit pemarah dan manja. Tapi dia sangat manis, dan juga sek…”

 

“Yak… aishhh… Kibumie…”

 

Sementara itu, Kyuhyun mendengus kesal di tempatnya. Seperti biasa, Sungmin hanya melihat Kibum.

 

.

 

.

 

Kyuhyun’s deep heart

 

.

 

.

 

 Menjadi orang ketigakah?

 

Tidak~

 

Aku bukan orang ketiga. Karena seharusnya memang aku yang memilikinya. Dan sialnya, dia~

 

Cih…. kenapa ingatan itu kembali lagi?

 

Kenapa dia harus mendahuluiku?

 

Dan kenapa dia harus menerimanya?

 

Dan sialnya lagi, kenapa aku harus melihatnya?

 

Kembali menutup rapat kedua mataku dan berusaha menghilangkan bayangan waktu itu. Dan semakin aku mencoba, maka semakin tak bisa. Apakah kau bahagia bersamanya?

 

.

 

 

.

 

.

 

Dan kembali, Kyuhyun melihatnya. Ataukah memang sengaja, Kibum melakukan dihadapannya. Hari ini adalah hari natl. Dan kebiasaan Sungmin adalah menjadi santa dadakan di Panti Asuhan yang ada didepan rumah Sungmin.

 

Biasanya aku selalu bisa melihatnya seperti ini, tampak cantik seperti tahun-tahun sebelumnya. Terkadang membantunya mengumpulkan anak-anak dan memberikan mereka balon merah. Membantu membagikan loipop berwarna merah putih dan juga banyak permen.

 

Tapi sekarang~

 

“Kau bahagia?”

 

“Nde, tentu saja Bummie. Gamsahae…”

 

Dan kembali lengan itu melingkar indah di tubuhmu. Betapa posesive-nya dia dan betapa inginnya aku menghancurkannya. Kumohon, jangan cintai dia lagi.

 

Aku meremas kembali dadaku, dan mengapa rasanya bisa sesakit ini?

 

.

 

.

 

Kesalahan terbesarku adalah membiarkan Kibum masuk ke akademi dimana aku dan Sungmin bersekolah. Membiarkan dia menyukai Kibum atau bahkan membiarkan Kibum menyukai Sungmin.

 

Aku tak mengira jika dia juga akan rela menjadi gay hanya untuk Sungmin. Dan ini sungguh mengejutkan. Dia~ kutu buku aneh dan selalu senang menyendiri, berubah menjadi namja yang lebih menyebalkan lagi saat bersama Sungmin. Sungguh, jika bisa~ aku akan menendangnya jauh kembali ke LA.

 

.

 

.

 

.

Bruk….

.

 

Aku harap aku bisa memberikannya. Hadiah yang setiap tahunnya aku siapkan untukmu dan akhirnya, kembali aku hanya melihat dari kejauhan, kau dan DIA~

 

“Happy birthday~”

 

“Ommo~ Kibumie…”

 

Dan bahkan senyuman itu, kau berikan untuknya. Senyuman tercantik yang pernah aku lihat. Dan sementara aku disini, hanya bisa meremas kembali hadiah yang sudah aku siapkan untukmu. Semua yang akan aku berikan, mungkin tak akan ada artinya di matamu, Lee Sungmin.

 

.

 

.

 

.

 

“Kyu?”

 

Kenapa kau begitu takut melihatku? “Wae? Ada masalah? Aku tak mengganggumu, bukan?”

 

“Tap-tapi, itu~ Eum… Bummie…”

 

Hanya duduk dihadapanmu dan menggantikan tempat namja itu sebentar saja, kau bahkan tak merelakannya. “Aku hanya sebentar, hanya mau membenarkan tali sepatuku. Tenanglah, aku tak akan mengganggu kencanmu dengan namjamu itu.”

 

“Ah, bukan begitu. Hanya saja~ aku…”

 

Kenapa harus begini padaku, Ming? Apa salahku? Tak bisakah kau melupakan semua perasaanmu dan melihatku. “Jangan khawatir, aku tahu siapa aku dan dimana aku. Aku hanya ingin selalu melihatmu saja, itu sudah cukup. Mianhe…”

 

Aku diam di hadapanmu. Sungguh rasanya sangat berat saat kau melakukan ini padaku Sungmin-ah. Aku terus duduk diam disini. Aku tahu, Kibum mungkin akan datang terlambat. Aku sengaja membocorkan ban motornya agar ia sedikit terlambat dan tak segera menemuimu di tempat ini.

 

Aku diam dan menatapmu, melihatmu canggung dan berusaha mengelak dariku. Sungguh, Ming~ How much that i love you, then i can’t breath easy without you…

 

“Kyu~”

 

“Heum…”

 

Kau terlihat canggung padaku. Kenapa? Kemana Sungmin yang biasanya? Kemana Sungmin yang menjadi sahabatku dan membuatku jatuh cinta pada setiap tingkahnya.

 

“Mianhe~”

 

“Kenapa harus meminta maaf, kau tak salah.”

 

“Ahni, aku salah Kyu. Sungguh, aku tak bermaksud untuk menolakmu tapi Kibumie…”

 

“Yeah aku tahu.”

 

.

 

.

 

.

 

Author POV

 

.

 

.

 Sungmin duduk tak nyaman. Terlebih saat ia menerima pesan dari Kibum, jika namja itu mungkin akan terlambat sekitar 1 jam lebih. Sungmin berusaha menguatkan hati dan mengumpulkan keberaniannya.

 

“Kyu, mianhe.”

 

“Hei, kenapa meminta maaf lagi. Kau tak melakukan satu kesalahan apapun.”

 

Sungmin menunduk, dan tangannya yang masih ada diatas meja menggenggam erat gelas jus jeruknya yang semakin mencair. “Aku tahu kau selalu ada Kyu, bahkan saat itu.” Sungmin menghentikan kata-katanya.

 

Ia menatap pada Kyuhyun. “Bahkan saat Kibum menyatakan perasaanya padaku, dan kau tahu~ aku …. saat itu aku memang melihatmu tapi, aku_”

 

“Kau sudah terlanjur menerimanya.”

 

Sungmin mengangguk lemah. Kyuhyun mencoba lagi, memberanikan dirinya. “Apa kau benar-benar bahagia, Ming?”

 

“Kyu, kau tahu jika ak_”

 

“Benar-benar bahagia sampai kau merasa penuh dihatimu? Sampai kau hanya memikirkan Kibum dan sama sekali tak mempedulikan aku?”

 

“Kyu~”

 

“Sampai kau benar-benar mencintainya dan kau menyadari itu?”

 

Sungmin menunduk dalam. Ia berfikir keras. Dan Kyuhyun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia mengulurkan tangannya dan kemudian meraih tangan Sungmin. Menggenggamnya~

 

“Kebodohanku, menyangkalmu Ming.  Satu kesalahan yang aku sesali sampai sekarang. Dan kebodohanku, membolehkan Kibum bersekolah di akademi yang sama dan bertemu denganmu. Kau tahu, aku hampir~ Aishhh…”

 

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan satu tangannya, tapi sedetik kemudian Sungmin tertawa kecil dan menghentikan gerakan Kyuhyun. “Kita bisa memulainya ‘kan Kyu?”

 

“Maksudmu?”

 

“Kita pernah menjadi asing, kemudian menjadi teman dan semakin dekat. Lalu_”

 

“Lalu aku menjauh dan membiarkanmu larut dalam pesona Kibum. Ck… Ming~ ayolah, kau bisa melakukannya. Lepaskan dia dan mulailah denganku.”

 

Sungmin menggeleng dan tersenyum pelan. “Kyu, kita bisa menjadi teman.”

 

“Tapi_”

 

“Kyu, mengertilah.”

 

“Kau tak mencintai Kibum, Ming.”

 

Sungmin menggeleng pelan. “Jangan buat aku canggung lagi denganmu, Kyu. Aku tak mau terkesan melupakanmu dan terus menjalani hidupku dengan bahagia bersama Kibum. Kau tahu, bukan~ aku bahagia. Kau melihatnya, Kyu.”

 

“Ahni, kau memaksakannya Ming. Takdirmu itu aku.”

 

Sungmin melepaskan genggaman tangan kyuhyun pada jemarinya. Ia meraih gelas jusnya dan meminumnya perlahan. Sedikit susah saat ia merasakan sedikit panas dan asin di tenggorokannya.

 

“Sebaiknya kau pergi, atau Kibum akan menemukanmu disini. Aku tak mau Hyung dan saeng-nya bertengkar dengan kekanakkan hanya karena aku.”

 

Kyuhyun mendadak lemas. Dia lemah tiap kali seperti ini. Ingin menyangkal kenyataan itu, tapi ini benar-benar tak bisa ia lakukan. Menyangkal Jika Kibum adalah anak dari Kim Heechul, Hyung~nya…

 

.

 

.

 

.

 

“Ming chagi~”

 

Kibum datang dengan senyumannya. Seperti biasa. Namja itu selalu bahagia jika bersama Sungmin. Dan sungguh, Sungmin mulai terbiasa dengan kebersamaannya dengan Kibum. Berusaha mencintai namja itu sebisa mungkin. Ia tak tahu~ atau bahkan tak menyadarinya. Entah ia sedang bermain dengan perasaannya atau perasaan Kibum dan Kyuhyun.

 

Ini hanyalah masalah waktu, hingga saatnya nanti waktu itu yang akan menentukan.

 

.

Plukk…

.

 

Sebuah tepukan mendarat di bahu Sungmin. Dan dia mengangguk canggung kemudian merapatkan duduknya dengan Kibum di bangku itu. “Kenapa melamun? Memikirkan sesuatu? Atau kau memikirkan namja lain? Ommo~”

 

“Ahni, Bummie. Aku hanya sedang memikirkan bagaimana caranya kau kemari dan hei~ kenapa wajahmu seperti itu. Kau ini seme-ku atau uke-ku?”

 

Dan keduanya tertawa. Kibum mencubit gemas pipi Sungmin. Memang terlihat aneh, dan kembali penuh kebencian~ Kyuhyun mengepalkan tangannya dan meninju pelan tiang penyangga utama di garden cafe itu.

 

.

 

.

 

.

 

“Apa kau mau berjanji?”

 

“Apa?”

 

“Aku mempunyai 2 putra. Dimana aku tahu, mereka nantinya akan sangat mencintaimu.”

 

“Umma~”

 

“Kibummie, yang tak pernah aku bahagiakan. Jebal~ bahagiakan dia untukku. Aku tahu, dia mencintaimu Ming.”

 

“Tapi, aku~ Kyunie~”

 

“Kyuhyun…” yeoja itu terhenti. Ia mengusap pelan dadanya. “Aku sangat mencintainya, tapi perasaan bersalahku pada Kibumie melebihi apapun. Jebal Ming, aku tahu Kibum mencintaimu. Bahagiakan dia sampai saat dimana dia tak mencintaimu lagi.”

 

“Tapi, Umma… bagaimana dengan Kyunie? Aku~”

 

“Jebal~”

 

.

 

.

 

 

TBC

.

.

.

Hadeuh, ini cerita pasaran. Habis mood berubah-ubah. Low gag nyambung yah disambung-sambungin. Low ga ngerti yah minum susu biar pinter and bisa ngertiin,, kyakakkakaka…

 

Min to Comment?

 

GamsaHAE….

When Rabbit and Fox Falling In love|| OnKey||YAOI|| OS

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

“ When Rabbit and Fox Falling In love “

.

 

.

 

.

 

“Melihatmu, seperti potongan surga yang ada di mataku. Mendengar suaramu, seperti nyanyian yang terus membuatku berkhayal tinggi ke dunia penuh warna yang terasa begitu manis. Dan saat aku merasakannya, yang ada hanya kelembutan dan rasa manis yang terus tertinggal membekas dihatiku. Membuatku terus berdetak cepat… Saranghae….”

 

.

 

.

 

.

 

.

Cast : Lee Jinki, Kim KeyBum, Others

Genre : Drama, romance, etc

Length : Series

Rated : T

Disclaimer : Key Milik Jinki, Jinki Milik Key dan Saya  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

.

Chapter 1

.

.

Shining Star Accademy

.

.

.

Tap…. tap… tap…

.

Brugh….

.

“Eumph….” Membulatkan kedua mata cantiknya, dan saat menyadari apa yang terjadi ia segera bergegas bangun dan membungkukkan badannya. “Mianhe Sunbae… aku tidak sengaja. Jeongmal mianhamnida!”

“Heuh…” Namja itu hanya menatap remeh. Tersenyum tanpa arti dan mengusap bibirnya. “Harusnya kau tak berlari disini, lorong kecil dan ramai. Apa-apaan kau ini, dasar Foxy aneh.” Namja itu berjalan angkuh meninggalkan namja yang mendapatkan nickname ‘Foxy.’

“Foxy?”

“Key Hyung!!!”

Namja yang diketahui bernama Key itu menoleh ke arah sumber suara dan membalas lambaian tangan namja yang  berlari ke arahnya. “Nde, Taeminnie.”

“Hei, bagaimana rasanya tadi?”

“Apa?”

“Aku tahu kau sengaja menabraknya, iya kan? Ayo mengakulah…”

“Ish…. berhenti bertingkah seperti yeoja dan tersenyum aneh seperti itu.”

Key berjalan cepat menuju ke arah tujuannya sebenarnya, tentu saja diikuti oleh Taemin yang setia mengekor di belakangnya. Namja cantik itu masih sibuk menggoda Key, ia ingin tahu bagaimana perkembangan perasaan namja ini.

“Key hyung, ayolah… ceritakan padaku, kau jatuh dan tepat menimpa bibirnya. Ah… manissss sekali. Ayo, katakan bagaimana rasanya ciuman itu.”

“Yah! Diamlah, Taemin!”

.

.

.

“Sudahlah Hyung, jangan tersenyum terus seperti itu.”

Key menoleh ke arah namja imut di dsisinya. Sedikit mencibir dan kembali ke kegiatannya semula. “ Sudahlah, jangan mengganggu kesenanganku. Pergi dan temui kodok anehmu itu.”

“Ah, aku ingin disini dulu Hyung. Menemanimu lebih asyik, hehee…. ternyata memulai cinta itu lebih menyenangkan darpi pada kita sudah mendapatkannya. Sudah tidak menyenangkan lagi, malah kadang rasanya hambar.”

“Hei…. kau sedang mencurahkan perasaanmu ya? Kenapa terlihat sedih begitu?” Key kemudian merangkul leher Taemin dan mencubiti pipinya. “Salahmu sendiri memilik kodok itu,ahhaha….. dia anak yang menyebalkan dan sok keren. Kenapa kau mau dengan kodok jelek itu?”

“Aww… hentikan Hyung. Ish…. lepaskan aku.”

“Sudahlah, sana pergi saja. Kau menggangguku.”

Key kembali menatap ke arah lapangan rumput yang luas berwarna hijau. Menatap lurus pada namja yang baru saja di tabraknya tadi pagi. Namja itu hanya duduk tenang ditemani buku dan ipod-nya. Sama sekali tak terganggu dengan siswa lain yang begitu ramai di festival sekolah mereka.

“Sebenarnya, kau menyukainya atau tidak hyung?”

“Ahni. Aku tidak hanya menyukainya tapi aku mencintainya. Dan aku juga mengaguminya, dia idolaku.”

“Kau juga idola.”

“Tapi lain, Taeminnie…”

.

.

.

Yah … memang lain.

Lee Jinki, tingkat 2 di akademi itu. Sedangkan Key, tingkat 1 setingkat dengan Taemin dan Minho. Akademi khusus namja, seperti sekolah namja biasa pada tingkat Senior High School. Tapi akademi ini terdiri dari 4 tingkatan, karena satu tahun pendidikan untuk kesempurnaan bakat dan minat.

Dengan asrama dan juga fasilitas hiburan serta olahraga yang lengkap, dan akademi ini menjadi salah satu sekolah nomor satu di Seoul.

Dan Lee Jinki, mungkin dia memang bukan ketua Dewan Siswa, bukan juga ketua Kedisiplinan tapi dia memang seorang idola yang bersekolah disana. Penyanyi muda berbakat hasil bimbingan Jong Won a.k.a Yesung seonsaeng. Penyanyi pendatang baru di Seoul tapi namanya sudah begitu dikenal di masyarakat, terlebih di sekolahnya sendiri.

Sedangkan Key…

Anggaplah, dia bukan apa-apa. Bukan juga penyanyi atau model. Dia hanya seorang dancer yang begitu piawai mengikuti gerakan Eunhyuk Seonsaengnim. Gerakan tubuh lincahnya bersama Taemin, membuatnya begitu terkenal disekolah mereka. Terlebih mereka berdua dikenal sebagai namja cantik dan Key sangat modis.

Foxy…

Nama panggilan yang pantas untuk kucing cantik yang satu ini.

Dia begitu pandai memikat hati setiap namja yang melihatnya hanya dengan satu senyuman nakalnya. Siapapun tahu, he’s precious Key. Tak ada yang bisa menaklukan hati namja ini, meski sampai sekarang.

Tapi, siapapun juga tahu jika dia begitu menyukai Onew atau Lee Jinki… he’s cute bunny.

.

.

.

.

“Ini, untukmu.”

Namja itu mengangkat wajahnya dan meletakkan bukunya. Melepaskan kedua sumpalan di telinganya dan menatap datar pada namja yang berdiri di depannya.

“Key…”

Kemudian dia beralih dan duduk disisi Onew. “Ini untuk Sunbae, karena aku perhatikan dari tadi kau terus saja sibuk dengan bukumu. Mungkin kau kesepian dan ini nomor telfonku, kau bisa menelfonku. Dan aku bisa ketempatmu dan menemanimu, otte?”

“Mwo?”

Awalnya Onew mengerjap tak mengerti, tapi akhirnya….

“Hahahhaa…. kau lucu sekali.”

“Ah… jeongmal!! Yah, begitulah aku… hehehe…”

Rasanya seperti tertimpa runtuhan batu dan Onew mungkin sudah gepeng seperti di film-film kartun itu. “Hahahaha…. kau ini benar-benar aneh. Dengar ya! Jangan sok kenal dan sekat denganku. Kau menggangguku, dan asal kau tahu aku sama sekali tak tertarik dengan foxy genit sepertimu. Ck… mengganggu saja.”

“Yah, tunggu. Ini nomor ponselku! Yah!”

Key berteriak keras tapi tetap duduk ditempatnya. Ia menatap kertas kecil yang harusnya ia berikan untuk Onew. “Cih… sombong sekali. Awas saja, kau akan menyesal telah menolakku berkali-kali.” Dan sekarang berganti Key yang duduk nyaman di tempat onew tadi. Duduk di bawah pohon dan kembali melamun membayangkan ciuman singkat hasil dari kecerobohan Key yang menabrak Onew pagi tadi.

“Aku bisa melakukannya lagi, hihihi… tunggu saja. Kau akan jatuh cinta padaku.”

.

.

.

Hari  ini sudah berganti malam dan Key masih sibuk memukuli Taemin dengan bantal gulingnya. “Hei!! Kau ini, sudah malam ya tidur saja. Tidak usah sampai berguling kesana kemari seperti itu.”

“Aku lapar,Hyung… lihatlah…” Taemin memperlihatkan perutnya yang merata (?) “Perutku sudah keciiiil sekali, hikss… teganya kau melupakanku dan tak membangunkan aku untuk makan malam.”

Yah…. makan malam diadakan bersama di kantin sekolah. Memang ada stok makanan tapi itu ada digedung sebelah, dan jika Key harus kesana maka…

“Taeminnie, ini sudah malam. Errrr… kau tahu bukan, aku ini penakut jadi… “

“Ya! Pokoknya aku tidak mau tahu. Yang penting aku makan atau aku akan marah padamu.”

Jika sudah begini maka Key tak akan bisa melakukan apapun untuk mengikuti keinginan Taemin. Ia meraih ponsel dan juga senternya, berharap mungkin saja seseorang mau menemaninya.

“Yeobosseoyo! Minho-ah!

Zzzzzzz.…”

“Yah…. Minho!”

ZzzzZZZZzzzzz.…”

Key mematikan kasar telfonnya dan mengumpat kecil. “Dasar kodok menyebalkan. Awas saja kalau aku sampai tak bisa kembali ke gedung ini. Ish… kenapa juga tadi aku lupa membangunkan Taemminnie.”

Key berjalan pelan dan mulai menyusuri lorong kecil penghubung ke gedung sebelah. Sebenarnya Key juga tak makan di kantin asrama, ia makan bersama dengan Eunhyuk setelah selesai latihan dan langsung pulang ke asrama kemudian ia mulai tidur. Tapi baru saja ia hendak terlelap, suara dan gerakan aneh Taemin sudah mengusiknya.

Key melihat kearah kanan kiri lorong kecil itu. Biar bagaimanapun, melihat kemanapun yang ada hanyalah hitam pekat dan juga angin dingin. “Ish…. menyeramkan sekali.” Key merapatkan jaketnya dan sedikit berlari menuju ke gedung sebelah asramanya, tapi belum juga dia sampai ke gedung itu…

.

Brughhhh…

.

“Ahhhh…!!!!”

Key terkejut dan segera menyorot apa yang ia tabrak, “On-onew su-sunbae!”

“Yah! Kenapa kau suka sekali menimpaku!? Menyebalkan!”

Onew bergegas mendorong Key dan kemudian berdiri dan segera merapikan piyama bermotif kelinci yang sungguh membuatnya terlihat sangat imut. Wajah Key merona dan sedikit terasa gerah. Sebenarnya ia memang sangat menyukai saat-saat seperti ia bisa terus menimpa Onew dengan tubuh sexy-nya… hehehhe

“Mianhamnida, Sunbae. Tadi itu benar-benar tidak sengaja, aku sangat takut sendirian dan jadi aku berlari, aku tidak tahu jika akan…”

“Aishhh…. terserah kau sajalah. Kau ini menyebalkan sekali.”

Onew melewati Key dan hendak meninggalkan namja itu, tapi…”

.

Trap… trappp…. trap….

.

Suara larian kecil Key membuat Onew berbalik dan menghentikan langkahnya, ia menatap malas pada namja itu.

“Aku tahu, sunbae tidak menyukaiku. Tapi bisakah membantuku, aku sungguh takut harus ke gedung sebelah malam-malam begini. Aku harus mengambilkan makanan untuk Taeminnie karena dia tak ikut makan malam, jebal… temani aku…”

“Mwo? Memang kau pikir aku siapa? Pesuruhmu? Pembantumu?”

“Ayolah hyung… kau tahu bukan, Taeminnie itu adik kesayanganku, aku tak mau dia sakit karena kelaparan.”

“Haish….” Onew menggaruk rambutnya, menandakan ia kesal dan malas mengikuti kemauan Key. Tapi namja ini tak kehilangan akal. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan memasang wajah sememelas mungkin.

“Ah, aku akan melakukan apapun permintaanmu Hyung. Jebal… temani aku…”

Onew memalingkan wajahnya dari key. Terlihat berfikir sekilas dan ia menampakkan senyuman anehnya. “Heuh… kalau itu sih memang keinginanmu. Kau selalu ingin dekat-dekat dan menggangguku terus. Kau pikir aku bodoh atau apa?”

“Ayolah hyung….” Key melancarkan kitty eyes yang begitu cantik, dan lebih cantik karena jacket berwarna putih dan piyama pinknya. “Taeminnie tidak makan dari siang tadi, nanti kalau dia mati kel…”

“Ya ….. yahh, baiklah. Dan setelah ini kau akan jadi pesuruhku.”

Meski terasa aneh dan janggal, akhirnya Key mengangguk. Ia membiarkan Onew untuk  berjalan didepannya, takut jika Onew akan tiba-tiba menghilang dan meninggalkannya.

.

.

.

Drtttt… drrrttt….

Ponsel Key terus bergetar, membuatnya tak nyaman duduk di kursi kelasnya. Ini adalah kelas pertama setelah festival sekolah selesai. Meski belum memasuki semua kelas full satu hari penuh, bukan berarti Key free dijam free seperti ini.

“Hyung, ada apa? Kenapa kau duduk seperti itu?” Taemin sedikit berbisik saat ia merasakan seidkit keanehan dengan key.

“Ponsel  yang ada di saku celanaku terus bergetar, Taeminnie…”

Taemin hanya tersenyum kecil. Ia sudah tahu, itu pasti panggilan dari Onew Sunbae. Kalau dihitung dengan pagi tadi maka ini adalah panggilan ketiga hari ini.

Semalam Onew meminta nomor ponsel Key dan namja itu kemudian mengatakan bahwa ia akan selalu menghubungi Key jika dia membutuhkan sesuatu.

Key segera mengeluarkan ponselnya begitu guru dikelasnya keluar. “Haish…. kali ini apa lagi. Baiklah, aku mungkin menyukainya tapi dia juga tak bisa seenaknya menyuruhku. Dan apa lagi karena hal konyol seperti tadi pagi. Dia memintaku untuk mengikat tali sepatunya. Hwad!!! Taeminnie! Dia sangat menyebalkan.”

Dan Taemin hanya terkikik pelan.

Yah, memang Onew menyuruh Key melakukannya dan bisa saja masih banyak kejutan lain yang mungkin akan ia lakukan pada Key.

“Yeobosseyo! Ada apa? Kau tahu kan aku ada kelas, kenapa tak sabaran sekali sih?”

‘ Hei, berani membentakku rupanya. Ayo datang ke kelas olahraga sekarang, aku menunggumu.’

Dan panggilan itu selesai. Key melirik kecil namja yang masih terkikik di sebelahnya. “See, ini karena kau Taeminnie”

“Hyung, harusnya kau senang dan berterima kasih padaku. Kenapa malah terus menyalahkan aku, kau menyebalkan sekali. Bukankah kau menjadi dekat dengannya? Hehhee…”

Key mengacak gemas rambut jamur itu dan kemudian pergi meninggalkan Taemin. Ia berjalan menuju ke gedung olahraga yang cukup jauh dari kelasnya. Melangkah pelan dan begitu kaget saat melihat gedung yang begitu berantakkan dengan bola basket yang berceceran dimana-mana.

“Apa-apaa ini?”

“Hehehee…” Namja yang diketahui bernama Onew hanya menggaruk lehernya dan tersenyum innocent pada Key. “Lihatlah, ini sangat berantakkan dan itu karena ak…”

“Onew Sangtae.”

Yah… Key tahu persis apa itu Onew Sangtae. Onew hanya mengangguk pelan kemudian duduk di lantai kelas itu. “Kau yang bersihkan bolanya dan aku akan mengawasimu dari sini.”

“Mwo?”

Meski kesal, dia akhirnya melakukan apa yang diperintahkan Onew.  Mulai memunguti ratusan bola basket dan juga beberapa bola voli. Sesekali menyeka keringatnya dan mengibaskan seragamnya. Ia juga sampai melupakan kelas Eunhyuk seonsaeng.

“Hufthhh…..”

Key menghela nafasnya dan membaringkan tubuhnya disisi Onew. Ia melihat ke arah namja itu, mengulurkan satu botol air mineral. “Tumben sekali, Sunbae.” Key meraih botol itu dengan senyuman di wajahnya. Ia kemudian duduk dan mulai meminumnya.

“Air dibotol itu sudah aku beri racun, mungkin saja aku akan mati.”

“Mwo!? Uhhukkk… Uhhukkk…” Key menoleh pada Onew dan ia bersusah payah menghentikan batuknya saat melihat wajah tampan itu malah tersenyum padanya. “Yah! Kau pasti membohongiku!”

“Eum… terserah saja…”

Onew beranjak dan meninggalkan Key. Sementara Key hanya sibuk mengagumi namja itu, terus menatap punggungnya. “Saranghae…”

.

.

.

“Kau tak ikut kelas dancing tadi, kemana saja hyung?”

“Kerja bakti membantu Onew sunbae…”

“Wah, pasti romantis sekali.”

.

Pletak…

.

“Hentikan wajah anehmu dan berhentilah membayangkan yang tidak-tidak. Aku memang mencintainya tapi dia tidak, dan inilah susahnya. Dia menyebalkan!” Key kemudian merogoh kantung bajunya. Ia  melihat id pemanggil dan lagi-lagi..

“Wah sepertinya dia memang serius mau menyiksamu, hyung. Hehehe…”

“Haish…” Key mengacak rambutnya frustasi. “Ada apa lagi Sunbae?!” Ia menjawab malas telfon itu.

‘Sudahlah, jangan marah seperti itu. Datanglah ke taman tempat biasa aku disana. Aku tunggu, 5 menit atau aku akan menghukummu.’

Dan lagi-lagi dengan seenaknya Onew mematikan telfonnya. Key segera bergegas meraih jaketnya dan  menuju ke pintu keluar kamarnya. “Baby Taem, aku pergi dulu.”

Dan Taemin, hanya tersenyum kecil. Ia tahu, sesuatu yang indah pasti akan terjadi.

.

.

.

“Hosh… hoshh… hoshh…” Key masih berusaha mengatur nafasnya.

“Kau terlambat, 10 menit.”

“Yah, bagaimana tidak terlambat! Aku sudah sampai diasrama dan aku juga sudah berlari cepat. Ck… menyebalkan!”

Onew hanya menyeringai kecil dan memberikan satu amplop berwarna biru pada Key. “Karena kau terlambat 10 menit maka, aku hanya akan memberikan ini. Jadi jangan berharap lebih… hahhaa…” Onew melangkah meninggalkan Key dan kemudian menjauh dari tempat itu.

“Dasar namja aneh. Ck…. kenapa aku bisa menyukainya, aku almighty Key menyukai si pabbo dubbu Onew sunbae.”

Key sibuk bermonolog sendiri dan kemudian dengan senyumannyaia membuka amplop kecil itu.

 

‘Ikuti hatimu, dan carilah bentuk bunga matahari.’

Key mengernyit aneh, kemudian ia mulai menengok kesana kemari. Senyumnya mengembang saat ia melihat  seorang namja yang membawa bunga matahari yang terbuat dari styrofoam. Ia bergegas berlari dan mendekati namja itu.

“Eum… anu… aku…”

“Apa?”

“Ah, kau pasti mengenalku.”

“Nugu?”

Wajah innocent itu membuat Key cengo. Ia tak menyangka jika ada namja yang tak mengenalnya. “Ah, aku Key… Kim Key Bum.”

“Ah… precisous Key.” Sekarang Key malah lebih bingung lagi, tapi kali ini ia hanya tersenyum dan menerima uluran satu amplop berwarna biru lainnya. “Ini untukmu, dari Jinki Sunbae.”

Namja itu segera berlalu meninggalkan Key.

‘Kau semakin dekat denganku, dan baiklah… sekarang carilah sesuatu yang berbentuk kristal. Kau bisa menemukan sesuatu diruangan itu. Kuharap kau mau memakainya, dan kuharap kau juga menyukainya.

Key mengernyitkan dahinya. Ia tersenyum saat mencoba mencerna kata-kata itu. Ia berjalan pelan dan sayangnya hari mulai sore. Ia berjalan dan melihat ke sekitarnya. Dan kembali, ia harus memutar otak pintarnya. Memikirkan kira-kira apa hal yang dimaksud Onew.

“Upsss…”

Key berjalan mundur dan kedua matanya membentuk sudut yang sangat cantik, bibirnya membentuk senyuman saat melihat cahaya hiasan kristal berbentuk bunny yang terkena pancaran matahari sore yang berwarna oranye.

“Aku menemukannya.” Key segera membuka pintu masuk ke ruang musik itu dan memainkan sedikit tuts piano yang ada disana. “Agghhh…”

.

Jdukkkk…

.

“Awwhhh… apppooo…”

Key mengaduh saat ia terjatuh karena tersandung satu kotak kecil yang ada di tengah jalan. Ia membungkuk dan membaca tulisan yang ada disana.

‘Pakailah dan aku akan menunggumu ditempat yang dulu. Jika kau mengingatku, aku adalah seseorang yang selalu kau dengar. Tapi itu dulu, dan sekarang kau banyak berubah. Dan bahkan mungkin kau melupakanku, bunny gembul-mu yang lucu.’

“Jinki…”

Key menggumam pelan dan langsung membuka kotak itu tak sabaran.

.

.

Little bit Flashback

.

.

‘Hyung, nanti kalo Key cudah becal… Hyung beljanji mau cama Key –kan?’

‘Eum, tentu.’

‘Tapi Key mau pelgi Hyung, hiks…. appa bilang, Key cakit telus halus pelgi jauh bial Key cembuh. Hikss…’

Dan Jinki kecil mulai bersenandung aneh. Yah… hanya lagu anak kecil ‘ i loph chu… chu loph me… we will be glit flend to be. Witf a glet big smile and loph flom me to You, would chu say yu loph me chu…’

Dan Jinki terus memeluk Key hingga namja  yang lebih muda darinya itu berhenti terisak dalam pelukannya. Key menggeliat dan menatap Jinki kecil. “Hyung… Key pengen deh, cepelti Umma cama appa. Pakai baju putih telus pelgi makan malem di tempat cepi. Acik deh….”

‘Kau mau?’

Key menangguk yakin.

‘Kalau begitu, cepatlah cembuh dan hyung akan membelikan cemuanya. Bagaimana kalau makan di cini, ntal hyung bawa tenda dan kasulnya. Telus nyuluh Umma macak yang banyak. Otte???’

.

.

Flashback off

.

.

.

Key bergegas berlari menuju ke taman yang ada didekat rumah lamanya. Ia segera turun dari taxi dan langsung menuju taman itu. Taman kenangannya semasa kecil dulu, bahkan ia sempat melupakannya. Bahkan ia tak tahu jika Onew adalah Jinki kecilnya yang dulu.

“Hyung!!!”

Key berteriak keras saat melihat namja dengan pakaian putihnya dan juga sebuah tenda berwarna biru. Ia berlari menuju namja itu dengan senyuman yang terus merekah dibibirnya.

“Hyung!!!”

“Nde…”

“Hyung…”

Key tersenyum tak percaya, ia sungguh tak menyangka jika bunny kecilnya yang gembul dulu berubah menjadi namja tampan yang membuatnya begitu tergila-gila pada senyuman dan suaranya.

.

Greeep…

.

“Ah…. hahhaa…” Onew tertawa geli saat menerima tubuh Key yang menimpanya. Ia membiarkan key memeluknya erat, mengusap punggungnya dan menghirup wanginya.

“Kau jahat, hyung.”

“Kau lebih jahat Key baby…”

Key melepaskan pelukannya dan kemudian mengusap kemeja putih yang dipakai Onew. “Kau bahkan memakai pakaian yang sama yang dipakai Appa dan Umma-ku.” Key kemudian melirik tenda dan terlihat satu set meja makan di depan tenda itu.

“Dan makan malam romantis, ini semua aku yang masak.”

“Wah, kau pintar sekali hyung.”

“Ah… biasa saja,” Onew mengernyit tak enak saat melihat tatapan menggoda dari Key.” Yah baiklah…. errr… dengan sedikit bantuan Umma.”

Key langsung duduk di karpet itu dan menyantap salah satu menunya. “Wah dagingnya enak, kau memang serba bisa.”

Onew dan Key memulai acara makan malam mereka. Hanya ditemani dengan perbincangan kecil tentang kenangan mereka. Banyak hal yang terlewati oleh Key.

Setelah makan malam itu, Key membereskannya dan menyimpannya dalam satu tas kecil. Ia kemudian menemani Onew. Yang tengah membereskan isi tenda. “Kita akan tidur disini.”

“Nde, tentu saja. Tenang saja, aku sudah meminta penjaga taman agar malam ini tak mengijinkan orang lain datang ke taman. Jadi kau bisa bebas mengenang taman ini. Kemarilah…”

Onew mengulurkan tangannya dan duduk di sisi Onew. Ia sempat tertawa kecil saat mengingat kekonyolannya di sekolah. “Jadi, kau sudah tahu kalau aku Key yang tinggal di sebelah kanan rumahmu dulu?”

“Nde, tentu saja.”

“Dan kau tak mengatakan apapun, malah bersikap sok kenal dan membenciku.”

Onew tersenyum hingga matanya menyipit. “Karena kau genit sekali, pakaianmu juga berbeda dengan siswa lain terlebih kau suka tersenyum aneh pada setiap namja yang menggodamu. Kau genit sekali.”

“Ish… itu ‘kan hanya iseng saja Hyung. Karena aku bosan, dan jika mengganggumu hanya membuatku malu sendiri.”

Onew mengulurkan tangannya dan menyibakkan rambut Key ke belakang telinganya. “Aku suka wajah malumu, terlebih wjah kesalmu. Kau tak pernah berubah Key…”

Mata itu saling mengunci pandangan satu sama lain. Berharap dalam dan terus berharap. Mencoba mencari apa yang sesungguhnya ingin mereka temukan. “Kau bahkan masih secantik saat kecil dulu.”

.

Deghh….

.

“Kau selalu manis seperti dulu, Key…”

Key sedikit memundurkan tubuhnya dan sementara itu Onew malah semakin mendekat. Jarak yang sudah hampir tak ada membuat debaran jantung Key terdengar semakin jelas dan keras.

“Bahkan sejak dulu, aku ingin melakukan ini…” Onew mengulurkan tangannya dan mengusap lembut pipi Key yang sudah merona merah.

“Hyung… ehmmm… itu…”

“Wae?”

Key sudah tak tahu harus berkata seperti apa, tapi ia sungguh tak tahan dalam posisi seperti ini, “Eum… itu… aku…”

“Kenapa? Eum… apakah terlalu mengejutkan atau…”

“Ahni, aku hanya… eum…”

“Wae Key…”

Suara mendesah itu benar-benar membuat Key bertamba merinding, tapi ia tak bisa menahannya lagi. “Mianhe hyung! Aku harus ketoilet…!”

Key segera beranjak dari duduknya dan berlari cepat menuju toilet umum yang ada di taman bermain itu. “Yah! Key… kau merusak semuanya!”

“Mianhe hyung, tapi aku tak bisa menahannya lagi!”

“Ishhh…”

Dan sekarang hanya tertinggal Onew yang tersenyum tak jelas didepan tenda sambil menggaruk tengkuknya. “Kau tetap konyol Key… hahhaa… saranghae…”

.

.

.

.

END

rcl…..

SECRET HEART || KYUMIN FF || CH. 15/20 || YAOI |

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 15

.

.

.

.

“Lee Jinki?” Yeoja itu mengernyit heran menatap dua  namja yang saling berpegangan tangan di depannya. “Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Umma?” Yeoja itu menatap tajam pada Key.

“Kau pikir kau ini siapa? Apa kau pikir kau bisa memberiku keturunan dan menjadikannya penerus keluarga Lee? Kau pikir kau bisa?”

Key semakin menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Onew menggenggam kuat tangan Key. Ia sungguh tak bisa bertahan melihat ketakutan Key didepan Ummanya. “Tenanglah…” Onew berujar lirih.

“Hajiman, hyung. Aku…”

“Jangan berbisik didepanku!”

Sedikit teriakan dari nyonya Lee dan itu sanggup membuat Key melepaskan genggaman tangan Onew. Ia mulai gelisah dan duduk tak nyaman di depan nyonya Lee. Matanya terus menatap ke bawah  dan kedua tangannya sibuk meremas ujung kemeja panjangnya.

Keringat mulai keluar dari tubuhnya. “Kau pikir kau bisa apa hah?!”

“Aku….” Key tercekat. Ia memang tak bisa melakukan apapun untuk membela dirinya dan juga hubungannya.

“Jawab!” Nyonya Lee membentak Key. Ia begitu geram dengan kediaman Key. Dan akhirnya Key mengangkat wajahnya dan mulai membuka suaranya.

“Aku memang tak bisa melakukan apapun Nyonya Lee.” Key mencoba menghilangka gelisahnya dan meyakinkan dirinya sendiri. “Tapi, aku yakin aku yang paling  pantas untuk Jinki Hyung.”

Nyonya Lee tertawa keras. Ia tertawa seperti tanpa etika. Terbahak hingga kemudian ia berhenti tertawa dan menatap sinis pada Key. “Kau bilang pantas!”
.

Brak…

.

Nyonya Lee menggebrak meja kemudian berdiri. “Apa kau sudah gila!? Kau pikir kau siapa? Hanya seorang namja lemah yang bergantung pada Jinki-ku.” Ia berjalan menjauhi meja tamu yang ada di rumahnya. Kemudian berhenti di depan foto pernikahan yang sepertinya sudah agak lama terpasang di dinding rumahnya. “Lihat, ini foto pernikahanku. Aku dengan susah payah menjadi menantu di keluarga Lee dan melahirkan satu-satunya penerus, dari satu-satunya putra di keluarga Lee.”

Nyonya Lee mendekati Key dan memegang bahunya, kemudian perlahan meremasnya gemas membuat tubuh Key semakin dingin dan tegang. “Kau pikir, aku akan membiarkanmu meski kau sudah berhasil menjadi menantuku nanti? Kau pikir aku sudah gila, membuang hasil usahaku selama ini?”

“Umma, cukup.” Onew yang tak tahan dengan Nyonya Lee kemudian ikut berdiri dan memegang lengannya. “Jangan kasar dengan Key. Kau tak tahu susahnya aku mendapatkannya.”

“Bukan aku Jinki! Tapi kau yang tak tahu susahnya aku mengaturmu! Appamu sudah meninggal dan perusahaan, aku yang mengurus. Kau pikir jika aku mati nanti, siapa yang akan mengurusnya. Aku membiarkanmu bekerja bukan berarti kau bisa melepaskan tanggung jawabmu.”

“Tapi Umma, aku…”

“Haish,sudahlah. Besok kau harus sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu disana atau jika tidak, aku akan memberikan perusahaan kita kepada Departemen Sosial. Kau puas!”

Dan Nyonya Lee kemudian berjalan cepat meninggalkan Key dan Onew. Onew tak berusaha menghentikan Ummanya. Ia tahu, ini semua akan sia-sia. Yang ia lakukan sekarang adalah memeluk erat tubuh Key. Tubuh namja ini sudah bergetar hebat.

“Aku takut hyung….”

.

.

.

.

.

“Key, gwenchana?”

“Nde.” Key menggeliat pelan dan mencoba untuk membuka kedua matanya.

Sepulang dari rumah Onew, Key terus saja diam. Sekarang pun dia masih diam dan mungkin tak makan sejak siang tadi. Sungmin menemukan Key terbaring lemah di sofa yang ada di ruang tamunya saat ia baru saja pulang dari jadwalnya.

“Wae Key?”

Key mengangkat tubuhnya dan mencoba duduk, kemudian ia memeluk erat tubuh Sungmin. “Hyung…..” Ia menangis lirih melampiaskan semua perasaannya. “Kenapa ini sangat sulit?”

“Waeyo? Masalah Jinki?”

Key menangguk. “Jika aku dan Onew hyung tak bisa meneruskan semua ini, akan lebih baik jika aku tak mengenalnya dari dulu Hyung.”

Sungmin menangkap kedua pipi tirus Key dan mengusapnya pelan. “Wae? Ada masalah dengan pertemuanmu?” Key mengangguk pelan. “Dia tak menerimamu?” Key mengangguk lagi, kemudian memeluk erat tubuh Sungmin.

“Hanya karena aku tak bisa hamil, hukss…. apa dia pikir aku yeoja sampai bisa hamil? Meski ada pria hamil tapi itu bukan aku hyung, lalu aku harus bagaimana? Huksss….”

“Sudahlah Key.”

Sungmin menepuk pelan punggung Key dan menciumi pucuk kepalanya. Menenangkannya.

Tapi kalau boleh ia jujur, ia juga sama dengan Key. Mempertanyakan bagaimana Nyonya Cho akan menerima mereka. Menerima hubungannya dengan Kyuhyun.

Meski hubungan Siwon dengan Kibum, script writer-nya itu berjalan lancar tapi, apakah ceritanya akan sama dengan kisah seorang hallyu star dengan seorang new comer yang sama sekali tak mempunyai latar belakang yang cukup layak untuk standart Nyonya Cho?

.

.

.

.

.

.

“Ah, lelahnya…”

Sungmin turun dari mobilnya dan segera menuju ke lokasi syuting MV yang akan ia perankan. Sudah ada beberapa orang kru yang sedang mempersiapkan lokasi dan juga beberapa stylish yang tengah sibuk dengan satu yeoja.

“Annyeong….”

“Ah, Sungmin-ssi.”

Yeoja yang di sapa Sungmin itu kemudian tersenyum dan menatapnya dari cermin yang ada di hadapannya.

“Aku senang bisa berakting dengan sunbae, mohon bantuannya.” Sungmin membungkukkan tubuhnya dan tersenyum.

“Ahni, aku yang seharusnya senang bisa berakting dengamu. Kau tahu, aku menyukai semua film-mu. Kau hebat, Sungmin-ssi.”

“Ah, gamsahanida.” Sungmin membungkukkan lagi tubuhnya. Ia mengangguk kecil saat seorang stylish memintanya untuk duduk disisi Taehe. “Eum, aku melihat sunbae selama ini hanya melalui layar kaca. Tak menyangka jika aslinya lebih cantik.”

“Ah, bisa saja….”

Yah, begitulah. Seorang Sungmin seakan menjadi sosok lain jika bertemu orang lain. Seandainya Sungmin tahu, jika Kyuhyun mengikutinya hingga ke lokasi syuting di Pulau Nami mungkin saja Sungmin tak akan bersikap seramah itu. Kyuhyun melepaskan dengan kasar kacamata hitamnya.

“Lihatlah Hyung, dia itu genit sekali. Kenapa bisa-bisanya bercanda seperti itu dengan Taehe? Apa maksudnya?”

“Hei, itu hanya profesionalitas. Bersyukur saja kau bisa kesini, padahal kau banyak jadwal. Aku harus mengatur ulang semua jadwal yang kau obrak-abrik. Ck… ini akan memperlambat peluncuran album barumu.”

“Hah, sudahlah. Kajja, kita kembali ke mobilku dulu. Aku ingin kembali ke hotel dan tidur. Aku kesal hyung.”

“Eih, jangan sekarang.” Hae menahan tangan Kyuhyun yang mencoba menyeretnya. Ia kemudian menunjuk ke satu arah “ Itu lihatah. Ayolah Kyu, aku baru melihat Hyukkie.”

“Yah! Kau tadi melarangku dan terus mengajakku pergi, sekarang malah ingin disini. Ppalli, Hae hyung! Atau aku tak akan mematuhi semua jadwalmu lagi”

Hae mengacak frustasi rambutnya. Padahal ia juga sebenarnya sudah sangat berharap bisa bertemu dengan Hyukkie, tapi sepertinya ia harus menghentikan niatannya itu.

.

.

.

.

.

.

“CUT!” Kangin dan kru yang lain bertepuk tangan, “Wah, kalian bagus sekali. Semoga, ini menjadi hadiah yang baik untuk mengawali karir Lee Sungmin” Kangin berseru senang. Bagaimana tidak, ia mendapat plus jika bisa semakin mempopulerkan nama Sungmin.

Zhoumi melihat Sungmin dan Taehe dari kejauhan, kemudian mendekat pada Sungmin dan menepuk bahunya. “Hei! Chukkae! Kalian bagus sekali.”

“Ah, ini karena Sungmin-ssi sangat hebat. Jadi tidak selalu NG dan pembuatan MV ini berjalan cepat.”

“Nah, karena besok masih ada satu scene lagi di tempat lain jadi kalian harus beristirahat cukup.”

Zhoumi tersenyum menatap Taehe dan juga Sungmin. Kemudian manajer  Taehe menjemput yeoja itu dan mereka berdua langsung pergi dari lokasi syuting, meninggalkan Zhoumi dan Sungmin.

“Bagaimana kalau kita makan? Aku yang akan mentraktirmu.”

“Eoh, tapi bagaimana dengan Hyukkie? Dia…”

“Aku akan makan sendiri hyung. Aku menunggumu di hotel.” Hyukkie yang baru saja datang kemudian menyerahkan mantel Sungmin dan merapihkan tas kerjanya. “Aku masih banyak tugas dan mempersiapkan keperluanmu untuk besok. Lagi pula perjalanan tadi cukup membuatku lelah. Aku butuh tidur.”

.

.

.

.

.

Hyukkie berjalan lemas setelah turun dari parkiran di hotel tempat mereka menginap. Tapi…

.

Greep…

.

“Hwa!!!!”

Hyukkie berteriak keras saat ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang namun sebuah tangan segera menutupi mulutnya dan dengan segera tubuh yang memeluknya itu membalik tubuh Hyukkie.

“Kau!” Hyukkie mengumpat kesal saat melihat wajah namja yang sudah mengagetkannya tadi. “Hya! Bagaimana bisa kau ada disini?”

“Hei, apa tak merindukanku? Kita lama sekali tak bertemu, padahal Kyuhyun dan Sungmin saja sering bertemu. Tapi kenapa menemuimu susah sekali.” Hae bertingkah seperti anak kecil dan memeluk erat pinggang Hyukkie, sedikit menariknya agar namja itu tak mengelak dari kedekatan tubuh mereka. Kajja, ke kamarku saja. Aku merindukanmu.”

“Eh, lepas. Jangan tarik-tarik. Yah! Dasar mesum! Lepas!”

.

.

.

.

.

Hyukkie merengut kesal. Ia duduk menyilangkan kedua kakinya dan juga menyilangkan ke dua tangannya di dadanya. Bola mata cantiknya menatap malas namja yang terus saja berjalan kesana-kemari di depannya.

“Hei, bisakah kau berhenti! Namja aneh! Untuk apa kau membawaku kemari? Aku masih banyak pekerjaan.”

Hae berhenti dari kegiatannya dan kemudian menoleh  pada Hyukkie. Ia tersenyum dan memasang wajah berfikirnya yang begitu polos. Ck… tak terlihat seperti seorang seme.

“Chagi… aku tahu  kau sibuk dan kita sama, aku juga sibuk. Aku hanya sedang berfikir, karena banyak hal yang ingin aku lakukan denganmu makanya aku bingung. Sebaiknya hal apa dulu yang aku lakukan.”

Hyukkie memutar bola matanya kesal. “Hei, chagi?” Ia mencoba membenarkan pendengarannya dengan memainkan jari kelingkingnya di lubang telinganya. “Siapa yang kau panggil chagi? Ck… kau sudah gila. Sudahlah, aku tak menyukai namja aku masih straight.”

“Kata siapa?” Hae langsung mendekati Hyukkie dan semakin mendekatkan jarak wajahnya dengan wajah Hyukkie. Kedua pipi Hyukkie terasa memerah dan mulai merona merah. Ia menutup kedua matanya, menahan rasa canggung dan aneh karena kedekatannya ini.

“Kau hanya tak menyadarinya, Chagie. Sudahlah, jangan jual mahal. Tak usah memasang gengsimu itu, bilang saja kalau kau juga…”

Hae mendekatkan wajahnya pada Hyukkie, membisikkannya dengan lirih “… Mencintaiku…” Tersenyum kecil dan menangkap pipi Hyukkie dengan satu tangannya. Menghipnotis namja itu untuk masuk dalam perangkapnya.

Merasakan manis dan lembutnya bibir itu….

“Eumhh….”

Merasakan perasaan hangat dan menggelitik di perutnya…

“Ahhhmmm….”

Meremas erat rambut halus itu, melampiaskan perasaannya yang seakan meledak di dalam tubuhnya…

.

.

.

.

.

.

.

“Haish membosankan sekali.” Kyuhyun menggumam lirih dan kemudian beranjak dari kasurnya. Ia meraih kacamata hitam dan topinya kemudian keluar dari kamar hotel tempat ia menginap.

Kyuhyun berhenti sejenak di meja resepsionis dan menanyakan tentang Lee Sungmin. “Apa artis yang bernama Lee Sungmin sudah kembali?”

“Belum, dia belum kembali tuan.”

Kyuhyun hanya mengangguk, kemudian meninggalkan hotel itu meski hanya untuk sekedar jalan-jalan. Pulau Nami yang sepi dan sejuk, sangat tenang. Kyuhyun bersiul sepanjang jalannya. Sesekali ia mengeratkan syal dan juga membenarkan topinya saat ia melihat beberapa yeoja yang mulai berbisik di belakangnya.

Ia tak mau penyamaranya diketahui publik, meski tetap saja akan ketahuan. Kyuhyun memasuki salah  satu resort dan segera duduk di salah satu kursi yang ada disana. Menatap ke hamparan rumput dan juga pepohonan. Sudah banyak daun yang gugur.

“Mianhe, anda mau pesan apa?” Seorang pelayan mendekati Kyuhyun.

“Eum, aku ingin … eoh? Chakkaman.” Kyuhyun tersenyum saat matanya menemukan satu pemandangan yang cukup aneh dan menarik perhatiannya. Ia menyeringai kecil. “Eum… aku akan kesana, berikan aku menu yang sama dengan yang dimakan mereka.”

“Tapi, meja itu…”

Belum sempat pelayan itu membantah, Kyuhyun sudah beranjak dari tempatnya menuju tempat yang cukup jauh dari tempat duduknya tadi. Menuju ke tepi bangunan itu dan duduk di sisi namja manis yang tadinya sedang menikmati teh-nya.

.

Pluk…

.

Satu tepukan di bahu Zhoumi membuat namja itu menoleh dan menatap wajah namja yang tersembunyi  di balik topi dan kacamatanya itu. “Eoh? Kyu?”

“Hai Hyung, Jo Myuk Hyung! Lama tak bertemu.” Dengan wajah tanpa dosanya, Kyuhyun menepuk bahu Zhoumi dan tersenyum aneh.  Kemudian ia mendekati Sungmin dan langsung duduk disisinya. Tak mempedulikan tatapan heran dari Sungmin yang masih menggeliat tak nyaman karena Kyuhyun merangkul bahunya terlalu erat.

“ Apa yang kau lakukan disini? Bukankah  kau produser? Kenapa bisa sampai kemari?” Kyuhyun bertanya dengan seenaknya dan sesekali mengambil anggur dari salad buah yang sedang dimakan Sungmin.

“Apa kau lupa? Sungmin itu artisku, jadi wajar saja kalau aku mengawasinya. Lagipula, harusnya kau tak  berada disini. Bukankah kau seharusnya ke studio untuk rekaman album barumu?”

“Kyu?” Sungmin mengernyit heran dan menatap tajam pada Kyuhyun. “Jadi apa yang kau lakukan disini?”

“Eum, itu…” Kyuhyun bingung. Ia tak mungkin mengatakan jika ia membuntuti Sungmin. Sungmin akan marah besar karena Kyuhyun tahu pasti, Sungmin tak suka di ganggu saat ia bekerja.

“Apa? Membuntutiku?”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Ia bingung, terlebih saat Sungmin mulai memperlihatkan kekesalannya. “Itu…”

“Lepaskan tanganmu!”

“Ming, aku…”

“Ayo lepaskan tanganmu!” Sungmin menggeram lirih. Ia mengintimidasi wajah polos Kyuhyun dengan seringaian tajam dari mata foxynya.

“Tapi Ming, aku hanya…”

“Haish…” Sungmin melepas paksa lengan Kyuhyun kemudian dengan cepat menyeret Kyuhyun ke satu sudut di ruangan resort itu. Sudut yang cukup sepi dan tak terlihat oleh pengunjung yang lain.

Sungmin mendorong Kyuhyun hingga namja itu tersudut di pojok yang tak terlihat. “Kau tahu bukan, aku tak suka kau mengikutiku? Kau punya jadwal sendiri Kyu, dan kau harus menyelesaikannya.”

Namun Kyuhyun yang memang tak bisa menghilangkan sifat evilnya, malah melingkarkan lengannya untuk mengikat Sungmin semakin dekat dengannya. “Aku hanya mengkhawatirkanmu. Kau tahu, Kim Taehe itu cantik bahkan mungkin setingkat dengan Hye Gyo dan kau begitu menyukai Hye Gyo, jadi mana mungkin aku tak khawatir saat tahu kau akan syuting dengan Taehe.”

“Ck… konyol. Lepaskan tanganmu! Kau mau kita menjadi skandal?! Lepas.” Sungmi mencoba melepaskan lengan Kyuhyun yang mulai mengusap pinggang nya. Kyuhyun malah menyeringai dan mencium kecil pipi Sungmin.

“Ahni. Aku akan melepasnya kalau malam ini kau tidur di kamarku.”

“Mwo?” Sungmin mendelik kaget.

“Aku menginap di hotel yang sama, bahkan kamarku ada di depan kamarmu.”

“Mwo?! Kau ini benar-benar…”

.

Chup….

.

Satu kecupan singkat di bibir Sungmin. “Aku akan menunggumu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kemudian menyeret Sungmin untuk kembali ketempat mereka tadi. Ia mendudukkan Sungmin kemudian menyeringai menatap Zhoumi yang masih santai mengaduk kopinya. “Aku titip bunny-ku Hyung. Awas saja kalau kau menyentuhnya.”

Dan Kyuhyun pergi dari resort itu. Meninggalkan Sungmin yang masih mengumpat kesal dan juga Zhoumi yang terus tersenyum aneh. Tapi sayang, tak ada yang menyadari kehadiran seseorang di resort itu. Yah, seorang stalker  dan pencari berita yang benar-benar gila.

“I got it!”

Wartawan itu tersenyum melihat hasil jepretan kameranya. Ia kemudian beranjak dari tempatnya berdiri tadi. Tak akan ada yang menyangka jika di balik lipatan tirai bambu tempat Sungmin memojokkan Kyuhyun, akan ada wartawan gila itu.

“Sempurna.” Menyeringai licik, kemudian segera berlari dari tempatnya bersembunyi. Mengambil mobilnya, mungkin saja ia akan segera menuju kantornya. “My bonus…. i got ‘cha…”

.

.

.

.

.

“Huh… kau ini selalu saja.” Sungmin berjalan kesal dan membiarkan Kyuhyun terus memeluknya dari belakang. Mengusap pinggang Sungmin dan terus mencium kecil leher putih itu.

Sekarang memang mereka berdua sedang berada di kamar Kyuhyun. Sungmin memang selalu menepati janjinya pada Kyuhyun.

“Sudah Kyu, kau ini… ck, berlebihan.”  Sungmin menggeliat dan melepaskan lengan Kyuhyun kemudian mendudukkan tubuhnya di kasur Kyuhyun. Ia masih gelisah, sesekali melihat Kyuhyun dan kemudian diam lagi.

“Waeyo? Gwenchana…?” Kyuhyun mendekati Sungmin dan menariknya dengan lengannya hingga Sungmin kini dalam posisi berbaring dan Kyuhyun berada di atasnya, menopang tubuhnya dengan lengannya.

Sungmin memainkan jemarinya untuk mengusap kerah Kyuhyun. Memainkan kancing piyama namja itu dan kedua matanya terus menatap Kyuhyun. “Aku ingin bicara serius denganmu.”

“Apa?”

“Eum, itu masalah kita. Hubungan kita.” Sungmin diam sejenak, ia mencoba menenangkan dirinya. “Kemarin, Key baru saja dari rumah Jinki. Dan kau tahu, Jinki Umma tak bisa menerima Key karena dia tak bisa memberikan keturunan untuk Jinki. Aku…”

“Kau memikirkan itu?” Kyuhyun mengusap anak rambut Sungmin dan menatap kedua mata foxy yang terlihat khawatir itu. Sementara itu Sungmin hanya mengangguk. “ Sudahlah jangan dipikirkan, itu akan menjadi urusanku.”

“Tapi, Nyonya Cho… bagaimana jika dia…”

“Hei…” Kyuhyun mencolek hidung Sungmin dan mencium hidung mungil itu. “ Jangan dipikirkan. Itu akan menjadi urusanku. Lagipula, sebentar lagi kau akan ada casting untuk film besar. Kau tak boleh melewatkannya.”

“Kyu…” Sungmin bergumam lembut, kemudian ia tersenyum kecil dan menangguk. “Saranghae…”

“Nado… saranghaeyo.” Kyuhyun melesakkan wajahnya ke ceruk leher Sungmin dan menghirup wangi namja manis itu. “Selalu wangi vanilla…” Bergumam lirih sambil mencium kulit putih itu.

Membiarkan Sungmin meremas rambut ikalnya untuk melepaskan kerinduan mereka. Kedua tangan Kyuhyun pun tak tinggal diam. Satu tangannya mengusap seluruh tubuh Sungmin sedangkan satu tangan yang lain, menggenggam kuat jemari Sungmin seakan saling berbagi kepercayaan.

Ini semua akan terlewati, dengan begitu cepat dan mudah….

.

.

.

.

.

.

.

“Cut! Ya! Tinggal satu scene lagi. Ini akan jadi endingnya. Eum, disini nanti Taehe akan berekspresi sesedih mungkin dan Sungmin akan memeluknya, ending yang manis. Sebuah kebahagiaan yang di balut tangis karena rasa tak  percaya akan keajaiban yang telah datang pada mereka.”

“Tapi hyung, Sungmin…”

“Ck… Kyu! Jangan mengganggu syutingnya. Bukankah kau sudah berjanji?” Zhoumi menghentikan Kyuhyun yang berusaha menghentikan scene terakhir dari MV itu. Sebenarnya sudah sedari tadi Kyuhyun ingin menghentikan syuting MV itu, tapi Sungmin memerankan semua dengan baik dan bahkan sangat baik hingga tak pernah NG dan selalu saja selesai dengan cepat.

Tapi bukan berarti Kyuhyun senang dengan hasil itu, ia malah semakin kesal saat Sungmin beradegan mesra dengan Taehe. “Ck…. menyebalkan.”

Kyuhyun meninggalkan lokasi syuting itu dan melangkah cepat menuju mobilnya. ”Kyu! Kau mau kemana?!” Teriakan Hae pun tak diindahkan oleh Kyuhyun.

Kyuhyun masuk kedalam mobilnya. Ia duduk dengan kesal. “Haish… tadi pegangan tangan, pegang pipi terus sekarang pelukan… Yah!!! Dia pikir Sungmin itu milik siapa? Aish! Menyebalkan sekali.”

.

Tukk… tuk… tukk….

.

Kyuhyun melirik ke pintu mobilnya. Zhoumi tengah mengetuk kaca mobil itu, berusaha untuk berbicara pada Kyuhyun. Ia menoleh dengan kesal dan kemudian menurunkan kaca mobilnya.

“Mwo? Aku sedang ingin sendiri, jadi jangan menggangguku.”

Zhoumi tertawa pelan. Ia sungguh gemas dengan sikap Kyuhyun yang memang terlihat kekanakkan. Waj a hkesal Kyuhyun itu, sama sekali tak cocok dengan sikap evil-nya. “Sudahlah. Itu hanya acting jadi jangan terlalu kau pikirkan.”

“Hei! Kau ‘kan juga tahu, kalau Sungmin itu milikku. Bagaimana bisa kau membiarkannya berakting dengan Taehe?”

Zhoumi hanya terkekeh kemudian mengusap kecil kepala Kyuhyun. “Hei…Kyunie, dengarkan Hyungmu ini. Mungkin untuk sekarang kau memang memiliki Sungmin, tapi bisa saja dia bosan denganmu karena kau itu cerewet dan manja. Dan saat itu aku akan siap untuk menggantikanmu.”

“Mwo?! Yah! Hyung! Apa-apaan kau? Benar-benar mau cari masalah denganku yah!?”

Zhoumi hanya tersenyum dan kemudian berdiri tegak di samping mobil Kyuhyun. “Kita akan buktikan. Aku rela menjadi gay, meski hanya untuk mencintai Sungmin saja. Dia sangat berharga, Kyu. Dan kau akan menyesal jika menyakitinya, karena saat itu aku akan mengambilnya darimu.”

Zhoumi berjalan pelan meninggalkan Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun masih mengumpat kesal di dalam mobilnya. Di kejauhan, ia dapat melihat jelas jika Sungmin tengah berpelukan dengan Taehe. Tak lama kemudian para kru dan juga Kangin bertepuk tangan, tandanya syuting sudah selesai.

Kyuhyun akhirnya bisa bernafas lega, saat ia melihat Sungmin berlari menuju ke mobilnya. Namja manis itu tersenyum kemudian dengan cepat masuk ke dalam mobil Kyuhyun.

Hosshhh… hoshhh…

Dengan nafas yang masih terengah, Sungmin kemudian mencoba tersenyum pada Kyuhyun lagi. “Kajja! Kita pergi dari sini, biar Hae dan Hyukkie yang mengurus semuanya. Kita ke Seoul bersama.”

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan, di usapnya punggung tangan Sungmin dengan lembut. “Pasti chagi, kau akan selalu bersamaku.”

.

.

.

.

.

“Cih! Apa-apaan ini?” Yeoja cantik itu membanting kasar satu majalah yang terkenal sering menggosipkan banyak artis terkenal, dan kini yang menjadi korban adalah putranya satu-satunya.

“Cepat siapkan supir untukku. Aku harus ke perusahaan.”

Pelayan itu hanya mengangguk dan kemudian segera menuju ke luar ruangan Nyonya besarnya. “Dia sudah gila! Benar-benar gila! Bagaimana bisa dia menjatuhkan dirinya seperti itu?”

Nyonya Cho berjalan cepat ke luar ruangan pribadinya, tapi langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja cantik yang menunggunya di ruang tamu. Dia hampir saja melupakan kedatangan yeoja itu.

“Ah, mianhe. Mungkin kau menunggu terlalu lama.” Nyonya Cho mencoba duduk dengan tenang. Ia memang terkesan elegan dan mewah terlebih wajah cantiknya sangat bisa menutupi usianya yang sudah semakin tua.

“Gwenchana. Aku senang, akhirnya bisa bertemu dengan Cho Umma.”

Nyonya Cho tersenyum kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati yeoja itu. Memeluknya erat. “Aku senang kau kembali, Ji Won.”

“Nde…”

“Aku akan segera mengaturnya….”

Nyonya Cho tersenyum cantik dan mengusap pipi Ji Won. Sedangkan yeoja itu menatap lembut ke dua mata Nyonya Cho.  Entahlah, apa yang mereka rencanakan.

.

.

.

.

.

.

.

 Siwon membanting kasar majalah itu di meja kerjanya. Kemudian ia menatap Jinki. Asisten yang sudah bekerja padanya selama bertahun-tahun bahkan sejak pertama ia menginjakkan kaki di CnC entertainment.

“Kau masih ingin mengundurkan diri? Bahkan di situasi separah ini?”

“Sebenarnya ini bukan keinginanku.” Onew mendekat pada Siwon, kemudian berdiri di sisi atasannya. Sedikit bergumam lirih. “Aku punya alasan sendiri sampai aku harus mengundurkan diri.”

“Aku tak mau tahu. Kau tak aku ijinkan mundur sebelum semua masalah teratasi dan juga aku menemukan penggantimu.”

“Tapi, bagaimana dengan…”

“Ck… masalah apa sebenarnya?” Siwon memutar bola matanya. Ia kesal. Ia berdiri dan berjalan mendekati Onew membuat namja itu semakin mundur dan berjalan mundur hingga tubuhnya jatuh terjengkang di atas sofa.

“Hahahha… lihatlah. Kau konyol, ck… sangtae. Aku tak akan menemukan asisten sekonyol dan seaneh dirimu lagi. Ayolah, bukankah aku membayarmu cukup tinggi? Kau juga nyaman bekerja disini, jadi pikirkan alasan yang tepat untuk mengundurkan diri.”

Onew membenarkan posisinya dan mencoba duduk. Ia memungut ponselnya dan sedikit mengusap kepalanya saat tak sengaja membentur sudut meja. Ia sedikit melirik Siwon yang masih terkekeh geli melihat tingkah aneh Onew.

“Kau sungguh langka. Hahaahaha….”

“Sudahlah sajangnim, kau membuatku malu.” Onew mencibir  lirih. “Biar begini pun kau masih membutuhkan aku.”

Siwon mencoba mengehentikan tawanya. “Jadi bagaimana keputusanmu?”

“Aku tetap harus mengundurkan diri, jika tidak Umma akan memberikan perusahaan ke Departemen Sosial. Aku tak mungkin membiarkan Umma melakukannya.”

Sekarang situasi sangat serius bagi mereka berdua. Siwon sibuk memikirkan caranya untuk menyelesaikan masalah Kyuhyun dan juga menahan asistennya. Ia kemudian tersenyum saat ia menemukan satu cara yang cukup jitu baginya.

“Apa nama perusahaanmu?”

“Chinese TOFU…”

“Mwo? Bwahahhaaa….” Siwon tertawa keras, hingga ia merasakan perutnya sakit. “Hehehheee… ya ampun, hanya perusahaan pembuatan tahu?” Onew mengangguk. “Hahahhaa….. kau membuatku sakit perut.”

“Hei sajangnim, kenapa sepertinya nama perusahaanku itu lucu sekali eoh? Itu hanya nama perusahaan pembuatan tahu. Kenapa tertawa sampai seperti itu?”

“Padahal aku kira perusahaanmu adalah perusahaan besar hingga mungkin aku akan mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.”

“Eoh?” Onew menoleh pada Siwon. “Apa maksudmu? Kau mau membelinya?”

“Nde, aku beli saja. Tapi tentu setelah itu menjadi milikmu, dan tentu saja aku akan membeli dengan harga yang pantas sesuai dengan omset  dan keuntungan yang aku dapat.”

“Haish…. selalu saja dengan uang. Kau pikir Umma akan menjualnya padamu.”

Onew menatap tak yakin pada Siwon. Tapi namja tampan itu malah membenarkan jasnya dan menepuk-nepuk dada bidangnya. “Lihatlah, sajangnim-mu ini tampan dan berkelas. Tak ada yang bisa menolakku.”

Onew hanya menggeleng. Ia tahu sebagaimana gila dan narsisnya atasannya yang tampan ini. Sedikit bersyukur, karena ini artinya tak ada lagi penghalang untuk hubungannya dengan Key.

.

.

.

.

.

Kyuhyun memainkan kunci mobilnya, sambil berjalan santai menuju ke ruangannya. Ia terus tersenyum mengingat ciuman hangat yang ia lakukan di depan rumah Sungmin sebelum namja mungil itu menyuruhnya untuk pulang.

Tapi saat ia membuka pintunya, ia harus dikejutkan dengan dua orang yeoja yang tengah duduk cantik di sofa tamu yang ada di ruangan itu.

“Umma?” Kyuhyun mengernyit menatap yeoja itu, kemudian pandangannya beralih pada yeoja yang tersenyum cantik disebelah Umma-nya. “Nuguya?”

“Masa kau lupa dengannya?” Kyuhyun hanya menggeleng dan kemudian duduk di sisi Nyonya Cho. “Dia Ha Jiwonie. Dia anak dari seorang anggota di parlemen. Dulu kalian bahkan satu kelas saat primary. Tapi Jiwon harus pindah ke Kanada karena appanya di tugaskan di sana dan sekarang ia sudah kembali.”

“Untuk apa dia kembali?” Kyuhyun menanggapi dengan malas semua perkataan nyonya Cho.

“Dia kembali karena memang dia baru memulai karirnya di Korea. Dia lulusan terbaik sekolah seni di Kanada dan mulai besok akan ada di bawah manajemen Siwon.”

“Mwo? Maksud Umma, dia akan menjadi artis?”

“Nde, dia model terkenal di Kanada dan dengan kedatangan Ji won Umma harap itu bisa membersihkan namamu.”

“Eoh? Apa maksud Umma?”

“Sudahlah, lebih baik kalian bicara berdua saja karena Umma harus mengurus hal lain. Dan ingat, kalian harus segera melakukan konferensi pers.”

“Untuk apa? Bukankah tak ada masalah. Lagi pula peluncuran albumku masih lama.” Kyuhyun melepaskan jaketnya, membuang gerah dan perasaan sedikit kesal karena Nyonya Cho selalu mengaturnya.

Nyonya Cho kemudian tersenyum kecil dan mengusap bahu Kyuhyun. “Bukan untukmu, tapi untuk memperkenalkan Ha Jiwon.”

“Untuk apa Umma? Kalau memperkenalkan dia, ya harus dia sendiri yang konpress. Kenapa aku harus ikut?”

Nyonya Cho menyeringai kecil dan mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun, hingga kini ia berhenti tepat di sisi telinga Kyuhyun. Sedikit berbisik, “Karena dia calon istrimu.”

“Mwo?!”

.

.

.

.

.

.

2bEEcON

.

Bagaimana kelanjutannya? Tambah menyimpang dari Secret Garden.

 

Haish… biarlah. Jujur, feel untuk ff ini kayak dah ilang karena tanggapan yang cenderung ilang dari readerdeul. Mianhe jika lanjutannya mengecewakan.

 

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

Big Hug and Thank’s for my Lovely readers

.

Untuk Chap ini, mind to RnR…

GamsaHAE ^_^

.

SECRET HEART || KYUMIN FF || CH. 14/20 || YAOI ||


Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun   (N)

-Lee Sungmin    (N)

– Kim Heechul    (Y)

-And other SUJU and SHINEE member

Pairing : || KYUMIN || SIBUM || ONKEY || and Other Pairs ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Sad ||Angst||

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, Genderswitch (Y).||

Summarry : || Aku adalah satu hal yang SEMPURNA. Tapi tak akan ada artinya jika tanpa dirimu disisiku. Aku bukanlah apa-apa ||

Another PRESENT From Me

KYUMIN FF, ditulis dengan seluruh kekuatan Hati dan Pikiranku. Terinspirasi dari drama yang sangat mengena dihatiku. “SECRET GARDEN.”

Disini aku menambahkan pair kesayanganku yang lain “OnKey”, so welcome for Uri Unyu Leader.

Ini hanya terinspirasi dengan drama itu, bukan berarti ceritanya akan sama dengan Secret Garden. Aku membuatnya dengan segenap hati dan cintaku untuk seorang Lee Sungmin #ck… I’m crazy ’bout him#

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

~SECRET HEART~

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 14

.

.

.

.

KyuMin Side

.

.

.

“Jadwalku sudah selesai.” Kyuhyun duduk di salah satu kursi santai yang ada di rumah megahnya. Menggumam pelan seraya tersenyum kecil, menerima telfon dari Sungmin.

“…”

“Baiklah, aku akan melihatmu syuting. Mungkin saja aku bisa membantu.”

“…”

“Nde????” Kyuhyun tersentak kaget. “Mimi ge? Yaish… kau tak aman bersamanya.”

Dan setelah percakapan singkat itu, Kyuhyun segera saja meraih kunci mobilnya dan langsung tancap gas menuju lokasi syuting Sungmin. Inilah kegiatan Kyuhyun disela syutingnya dan juga promo film mereka.

Meski semua berjalan dengan perasaan kaku dan canggung, tapi desir hangat itu sama sekali tak bisa di abaikan. Kyuhyun dan Sungmin, hanya mengikutinya. Ikut berjalan kearah dimana desiran itu terasa hangat.

.

.

.

Kyuhyun melihat ke sekitar. Tempat kumuh yang penuh dengan pepohonan. Dan juga kedai  penjual shoju dan kedai-kedai kecil dengan penataan seperti jaman Korea kuno. Yeah, Sungmin tengah syuting film laga dengan setting pada dinasty  Woo.

“Sepertinya aku mengganggu?”

Kyuhyun menatap kesal pada Zhoumi. Dan koala merah itu hanya tersenyum kecil dan mengacak rambut Kyuhyun. “Nae lovely titi…”

“Hish….. aku bukan titi okey. Aku ini Kyu oppa… hahhahaa…” Kyuhyun berlagak narsis seraya menarik Sungmin ke dalam pelukan lengannya. “Aku pinjam  Sungmin.” Dan tanpa seizin Zhoumi, Kyuhyun membawa Sungmin ke mobilnya.

“Eh, untuk apa kemari. Aku masih ada beberapa scene dan harus selesai hari ini.”

Kyuhyun menatap dalam pada Sungmin. Menyingkap rambut panjang yang jatuh di lehernya dan mencium sekilas leher itu. “Heum… meski sudah berkeringat, kau masih saja wangi….” Kyuhyun sibuk memeluk Sungmin. Ia melingkarkan lengannya dengan sangat posesif di pinggang itu. Kemudian perlahan menarik sedikit kerah baju Sungmin dan menghisap,menggigit kecil kulitnya.

“Ahssss Kyuhhhh…”

Sungmin menggeliat tak nyaman. Ia mendorong Kyuhyun dan menatapnya tajam. “Hei,  aku sedang syuting. Kau ini sengaja sekali mengundang kontroversi, kau mau hubungan ini diketahui publik? Dasar aneh…”

Sungmin mencoba menjauh dari Kyuhyun, tapi langkahnya terhenti saat Kyuhyun menahan lengannya. “ Hei, bagaimana jika aku ikut syuting?”

“Mwo?”

.

.

.

.

.

“Ya!!! Kenapa aku jadi prajurit? Aku ini bintang hallyu, tampan dan juga artis terkenal. Kenapa peranku kecil begini?”

Kyuhyun mengeluh kesal. Ia hanya berpakaian prajurit dan terlihat kumuh. Terlebih lagi penampilannya sangat konyol dan juga rambut panjang anehnya benar-benar mengundang tawa.

“Hahahahhaa…”

Zhoumi terbahak melihat Kyuhyun. “Hei, lihatlah figuran dadakan ini. Hei … Kyuhyun-ah. Wajahmu terlihat aneh.” Zhoumi langsung menghentikan tawanya saat  melihat tatapan mematikan dari Kyuhyun.

“Hei, aku ini artis profesional. Jangan meremehkan aku.” Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang terlihat menahan tawanya. “Jangan menertawakan aku, Ming.” Kyuhyun menjatuhkan pedangnya dan duduk diam di salah satu kursi istirahat untuk artis. Kursi Sungmin.

“Kyu….” Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun. Ia meraih pedang Kyuhyun yang jatuh di tanah dan memberikannya pada Kyuhyun. “Kita akan mulai syuting, jadi jangan merusak mood dan suasana hati pemain yang lain. Lagi pula tak ada yang memintamu menjadi figuran.”

“Tapi Ming, aku bosan melihatmu syuting. Tadinya ingin membantu, tapi jika peranku seperti ini… ish…” Kyuhyun menundukkan wajahnya. Kakinya sibuk menendang pelan daun kering yang ada di kakinya. “Aku kesini untuk mengajakmu pulang, aku ingin kau ke rumahku.”

Sungmin mengusap pelan bahu Kyuhyun. Untunglah tempat istirahat Sungmin jauh dari artis yang lain. Sedangkan Hyukkie masih sibuk mencarikan makan siang untuk Kyuhyun dan Sungmin.

“Kyuh… aku bisa syuting sampai malam, jadi jika peran ini tak benar-benar  kau inginkan lebih baik kau pulang saja.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya. Ia melepaskan wig anehnya, dan membuangnya ke tanah. “ Kau menyebalkan, Ming.” Kyuhyun merengut dan kemudian kembali ke ruang ganti. Mengganti pakaian anehnya dan menghapus semua make up yang membuatnya terlihat kumuh.

“Hyung, kau sudah ditunggu yang lain!” teriakan Hyukkie membuat Sungmin bergegas dan masuk ke ruang ganti.

Mengusap pelan dada Kyuhyun, sedikit berjinjit dan mencium pipi Kyuhyun. “Aku hanya bekerja, jadi tak perlu khawatir. Kau bisa ke rumahku, otte?” Sungmin merogoh kantong di tas yang ia bawa dan memberikan kunci pas rumahnya pada Kyuhyun. “Kode pintunya adalah namamu, kau tahu… aku mencintaimu. Jangan khawatir.”

Dan Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun tanpa sama sekali melihat ke belakang, melihat bagaimana kesalnya Kyuhyun. Ia memakai bajunya kembali, kemudian bergegas meraih kunci mobilnya. Mengabaikan semua pandangan yang benar-benar tak mengenakkannya. Ia sungguh benci. Terlebih lagi Kyuhyun melihat Zhoumi  tertawa seakan mengejeknya.

‘Awas saja Jo Myuk jelek… aku akan memukulimu.’

.

.

.

.

Kyuhyun melipat wajahnya. Sudah sampai tengah malam ia menunggu Sungmin di rumahnya, tapi sama sekali tak ada tanda bahwa Sungmin akan pulang. Berkali-kali Kyuhyun mencoba untuk menghubungi Sungmin, tapi selalu saja Hyukkie yang menjawab panggilannya.

Hingga akhirnya wajah tampan itu terlelap dalam lelahnya.

.

.

“Kajja, ini rumahku.“ Sungmin mengajak Zhoumi untuk ikut masuk ke dalam rumahnya. Rencananya ia akan bermalam di rumah Sungmin. “Kyu!!!” Sungmin berteriak keras seraya melepaskan sepatunya.

Zhoumi mengerutkan keningnya. Meski ragu, akhirnya ia memberanikan dirinya untuk bertanya pada Sungmin. “Sungmin-ah, Kyuhyun ada disini?”

“Nde, dia bilang akan menungguku pulang. Jadi dari pada dia mati kesal di tempat syuting, aku menyuruhnya untuk menginap di rumahku.”

Dua namja itu masuk ke dalam rumah Sungmin. Sungmin segera menuju dapurnya untuk sekedar smencari minuman dingin, sedangkan koala merah itu tersenyum kecil saat ia menemukan Kyuhyun yang tengah tertidur di sofa tamu. Zhoumi langsung duduk di sisi Kyuhyun dan mengganggu tidurnya.

“Hei, Kyu! Ieronna!” Zhoumi sedikit berteriak dan terus menggoncang tubuh Kyuhyun. Namun sepertinya Kyuhyun sangat lelah hingga ia hanya bergerak sedikit dan kemudian diam kembali.

Sungmin melangkah mendekati Zhoumi dan Kyuhyun. “Eih, sudah tertidur rupanya. Bisakah kau membantuku membawanya ke kamar, dia berat.” Sungmin tersenyum canggung dan berusaha membawa Kyuhyun. Dan sepertinya Kyuhyun sedikit mengigau sekarang.

“Ming, kau pulang lama sekali…” Kyuhyun menggumam lirih. “Ming, aku capek menunggumu…”

“Yaish…. dia masih tidur, tapi bisa-bisanya mengigau.” Zhoumi sedikit protes tapi tampaknya suara itu dapat membangunkan jiwa Kyuhyun hingga akhirnya secara tiba-tiba Kyuhyun bangun dan mencoba berdiri tegak, kemudian  memeluk posesif pada Sungmin.

“Ya! Jo Myuk aneh! Apa yang kau lakukan di rumah Min hyung?”

Dan seringaian aneh itu terlihat jelas di wajah Zhoumi. “Aku akan menginap disini. Apartemenku itu sangat jauh dari lokasi syuting dan aku sudah lelah.”

“Heh, bukannya rumah Min Hyung itu juga jauh? Kenapa kau malah kesini? Alasan saja!”

“Yaish…. sudah. Kalian mau menginap atau tidak, aku tidak peduli. Kalau mau tidur, itu kamar tamu.” Sungmin menunjuk satu kamar yang letaknya  agak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. “Dapur ada disana. Aku harus tidur, besok ada pertemuan penting untuk iklanku bukan?”

Zhoumi mengangguk. “Nde, kau ada pertemuan. Dan Kyu…” Zhoumi menoleh pada Kyuhyun dan menyeret lehernya dengan rangkulan lengannya. “Kau jangan mengganggu tidur orang, arraseo? Kajja! Kau tidur denganku.”

“Eih?” Kyuhyun melotot kaget. “Ahni! Shireo! Aku akan tidur dengan Min hyung.”

“Yaish, kajja! Aku tak mau kau mengganggu tidur orang.”

Dan akhirnya, kembali Sungmin meninggalkan dua namja yang terus bertengkar itu dan lebih memilih pergi ke kamarnya dan menikmati tidur malamnya. “Ah, mereka berdua sama saja. Kekanakkan!”

.

.

.

.

“Ish! Geser hyung! Kau ini mau aku jatuh atau bagaimana? Kenapa tidurmu seperti monyet begitu?” Kyuhyun mendorong kuat tubuh Zhoumi. Tubuh jangkung yang sengaja membentangkan kedua kaki dan tangannya, kemudian selalu tersenyum aneh dalam lelapnya yang penuh dengan kepura-puraan. Sungguh pertengkaran yang konyol.

Dan Kyuhyun tetap saja tak bisa menikmati tidurnya saat kaki panjang Zhoumi kemudian jatuh menimpanya. Dan dengan kekuatan penuh akhirnya ia menyingkirkan kaki itu. Sebenarnya Zhoumi hanya pura-pura tidur, tadinya. Tapi lama kelamaan namja itu tidur sungguhan dan dengan posisi yang benar-benar ekstrem hingga membuat Kyuhyun tak punya space lagi untuk tidur disana.

Perlahan Kyuhyun membawa tubuhnya untuk beranjak dan keluar dari kamar nista itu. Ia membuka satu per satu pintu di rumah Sungmin, hingga akhirnya senyum terkembang saat ia menemukan sosok namja yang masih sibuk dengan lampu tidurnya dan bersembunyi di bawah selimut.

Kyuhyun tersenyum kecil kemudian menyingkap selimut itu, membuat Sungmin sedikit terperanjat kaget dan tersenyum kecil. “Wae?” Sungmin bertanya dengan wajah aegyonya yang semakin membuat Kyuhyun gemas.

Kyuhyun meletakkan lampu baca itu dan kemudian mengambil buku di tangan Sungmin. Menyandarkan tubuh Sungmin pada sandaran kasur mereka dan memposisikan tubuhnya untuk tiduran di paha Sungmin.

“Ming….” Kyuhyun berujar lirih. Kemudian menatap pada Sungmin. “Aku kesal, kau terlalu dekat dengan koala aneh itu.”

Sungmin hanya menggeleng pelan dan tersenyum kecil. “Hei, kau ini kenapa seperti anak kecil? Bukankah kita menyembunyikan hubungan ini? Jadi jangan merusaknya.”

Kyuhyun beranjak dari posisinya. Memegang kedua bahu Sungmin dan memeluknya erat.  “Tapi bukan berarti kau mengabaikanku.”

Sungmin mendorong pelan bahu Kyuhyun. “Kau tak terlihat seperti seme. Huh, payah.” Sungmin kemudian tersenyum kecil dan mendorong Kyuhyun, hingga ia  kemudian mendorong tubuh Kyuhyun dan sedikit menindihnya. “Kalau aku mencoba menjadi seme, otte?”

“Eih! Andweyo! Kau uke, dan tak akan jadi seme.” Kyuhyun menatap horor pada Sungmin. “Apa-apaan kau? Jangan memaksakan memasang wajah aneh itu, kau sama sekali tak terlihat manly dimataku.”

“Ya sudah, makanya jangan kekanakan begitu. Memasang wajah konyolmu, dan kau terlihat menggelikan.” Sungmin menarik tubuhnya, kemudian berbaring untuk menikmati waktu tidurnya. “Tidurlah sekarang, besok aku ada syuting juga dan jadwalku sangat padat.”

Kyuhyun kemudian beranjak dan memeluk Sungmin posesif. “Padahal aku  ini hallyu star, kenapa kau ini terlihat lebih sibuk daripada aku?” Kyuhyun bergumam lirih dan menghembuskan nafas hangatnya yang menggelitik di leher Sungmin.

“Ck… sudahlah.” Sungmin menggeliat tak nyaman dalam pelukan Kyuhyun, yah… biar bagaimanapun dia memang lelah. “Ayolah Kyu, jangan memelukku sekencang ini. Aku sesak…”

“Ming, hajiman…”

“Kyu, ayolah. Tidur atau kau pindah saja ke kamar Zhoumi.”

“Nde, arraseo.”

Sedikit gondok dan kesal, tapi akhirnya ia pun tidur dengan nyaman. Memeluk Sungmin dengan posesif seakan tak peduli jika Sungmin merasa sesak dalam dekapan eratnya. Kemudian mencium wangi tubuh Sungmin yang selalu menjadi candunya.

“Saranghaeneun… Cho Sungmin…”

Bergumam lirih, dan mungkin saja Sungmin tak akan bisa mendengarnya. Ia sudah tertidur lelap. Malam yang hangat untuk mereka. Sementara di luar kamar itu, terlihat dua namja terkikik lirih.

“Key baby,lihatlah. Sangat manis.”

“Nde, dan kurasa Min hyung bisa jadi controller untuk Kyuhyun. Kau tahu kan, dia orang yang paling menyebalkan yang pernah aku temui.”

Kemudian kedua namja masuk ke dalam kamar mereka. Berbaring melepas lelah setelah seharian membereskan apartemen Onew. “Aku lelah.” Key menghela nafasnya seraya membaringkan tubuhnya setelah mengganti kausnya dengan piyama pink kesayanganya.

“Mianhe… gara-gara Umma akan datang ke rumahku besok, kau malah ikut sibuk.” Onew tersenyum kecil. kemudian memeluk Key dan sibuk menciumi bahunya. “Terima kasih, telah menjadi partner kerjaku. Tapi kenapa kau mengecat semua ruangan menjadi pink begitu, apa kata Umma nanti.”

Key terdiam pelan. Dia tidak marah, bukan marah karena cat pink… tapi…

Key memutar tubuhnya dan menatap wajah menggemaskan Onew dengan pipi gembungnya. “Bagaimana jika Ummamu itu menganggap aneh hubungan kita, dan mungkin dia akan membunuhku seperti di film-film itu.”

Onew hanya tersenyum aneh. “Kita lihat saja nanti…”

“Eih…?” Key menoleh pada Onew. Mencoba mencari kepastian jawaban dari raut wajah menggemaskan yang kini tersenyum kecil padanya. Namun semakin lama Key memperhatikan wajah Onew, Key semakin tak bisa menemukannya. Apakah ia harus mengkhawatirkan hari besok, ataukah ia harus benar-benar menyerahkan semuanya pada hari esok?

”Jinki-ah… Ayolah, jawab aku. Kau membuatku khawatir.” Key mencoba merengek dan merajuk. Tapi sepertinya semua usahanya percuma. Hanya ada senyuman aneh untuk kemudian Onew kembali memeluk erat Key dan mencoba untuk tidur. Meninggalkan Key yang masih sibuk mengatur dirinya untuk besok. Hari penting dalam hidupnya, bertemu dengan Nyonya Lee…

.

.

.

.

“Kulihat kau bisa mengendalikan Umma dengan sangat cepat.”

“Tentu saja.”

Siwon hanya menggeleng tak percaya. Sedikit ngeri saat ia melihat senyuman misterius dari Kibum. Namun akhirnya ia beranjak dari tempat duduknya dan kemudian menyeret Kibum untuk duduk bersamanya di sofa yang ada di sudut rumahnya. Memangkunya dan juga sibuk menciumi rambut hitamnya.

Sebenarnya, posisi ini adalah posisi yang paling tak disukai Kibum. Dimana ia selalu membenci hal selanjutnya yang akan terjadi jika mereka ada di posisi ini. “Wonie, bisakah kau biarkan aku duduk sendiri?”

“Wae? Bukankah kau nyaman. Lagipula aku ini tidak kurus, jadi kau juga tak akan merasa sakit saat duduk di pangkuanku.”

Kibum tahu, Siwon tersenyum aneh dan sangat misterius dari balik punggungnya. Ia tak bisa menahannya lagi. Segera Kibum beranjak dari duduknya dan kemudian berdiri. Melepas cepat kaca matanya.

“Jangan kau pikir aku tak tahu, jika pikiran aneh dan mesummu itu sedang bekerja sekarang.”

“Apa???” Siwon memasang wajah innocentnya. “Aku tidak…”

“Jangan mengelak Tuan Choi. Aku bisa merasakan.. ahh.. itu… Eum maksudku, punyamu… itu… aishhh…”

Kibum mengerang frustasi dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar pada salah satu sofa single lain yang ada di sudut ruangan itu. Memalingkan wajahnya dari Siwon, berusaha menghilangkan raut kemerahan yang terlihat jelas di wajahnya.

“Hei… kenapa wajahmu merah chagi?”

“Ck… diamlah. Atau aku pulang.”

Siwon terkekeh pelan. “Cobalah pulang, dan aku pastikan kau tak akan bisa keluar dari rumahku. Kau ingat bukan, rumahku ini memiliki lebih dari 15 lorong dan juga puluhan pintu. Taman yang luas yang mengelilingi setiap sisi rumah. Terlebih dengan jalan berliku yang pasti akan membuatmu tak bisa keluar dengan selamat.”

Kibum tersenyum aneh dan menggelengkan kepalanya. “Menyebalkan. Tahu begini, aku tak mau kau ajak ke rumahmu. Dan kemana semua pelayan? Apakah tak ada satupun dari mereka yang melayanimu? Setidaknya menunggui kita disini dan…”

“Dan menggangguku.” Siwon memotong pembicaraan Kibum. Kemudian dengan cepat ia mendekat pada Kibum dan merangkul erat lehernya. Mencium pelipisnya dan kemudian berbisik lirih, “Aku hanya menginginkan kita. Kau tahu bukan? Hanya kita.”

Kibum menoleh dan menatap tajam pada Siwon. Namun, belum juga ia mengumpat namja chingu mesumnya itu, bibirnya telah di klaim oleh Siwon. “Eummmhhh….” membuat ia melenguh pelan secara tak sadar dan seakan ciuman itu tengah memanggil hasratnya. Terlebih saat tangan lebar Siwon mulai memanjakan dadanya. Mengusapnya pelan dan mulai menelanjangi tubuh bagian atasnya.

“Ahnnn……”

.

.

.

.

.

“Kau?”

Sungmin mengernyit heran saat menemukan Kyuhyun yang kini sudah ada di ruangannya. Ia kemudian meletakkan tas ranselnya dan menaruh topinya. Seakan menunjukkan bahwa ia mempunyai rambut baru dan berwarna blonde terang yang sungguh membuatnya semakin… errr…

“Kyu??”

Sungmin mengernyit heran, saat ia hanya bisa terus bertanya-tanya dalam hati sementara Kyuhyun terus menatapnya tanpa berkedip sekalipun.

“Ck…” Akhirnya Sungmin duduk di atas meja, tepat di hadapan Kyuhyun. Kemudian dengan perlahan mengusap pipi Kyuhyun. Membuat Kyuhyun tersadar, dari pesona seorang Lee Sungmin.

“Joahaeyo…” Kyuhyun menggumam lirih. Ia memainkan poni Sungmin dan menarik kecil hidung Sungmin. “Kau sangat menggemaskan Ming…”

Sungmin segera melepaskan jari Kyuhyun dari hidungnya. “Sudahlah, jangan mengejekku begitu. Jika bukan karena peran sebagai white angel di MV yang baru saja aku tanda tangani mungkin aku tak akan merubah warna rambutku.”

Kyuhyun tersenyum kecil. Kemudian membawa Sungmin untuk duduk di pangkuannya. Mencium aroma lehernya. Dan Sungmin, mulai menggeliat tak nyaman. Biar bagaimanapun, dia selalu ingat jika mereka masih dikantor dan bisa saja ada staff yang masuk dan memergoki mereka.

“Ayolah Kyu, turunkan aku.”

“Arra.” Kyuhyun menurunkan Sungmin, dengan sedikit perasaan kesal tentunya. “ Tapi, sebenarnya aku tak suka kau mengganti warna rambutmu.” Kyuhyun menaikkan kakinya di atas meja Sungmin. Sungguh tak sopan.

“Ini hanya tuntutan pekerjaan. Dan kau harus tahu, aku sudah menandatangani kontraknya. Dan Kyu… turunkan kakimu.”

“Aku hanya tak bisa menerimanya Ming. Kau terlihat semakin menggemaskan dan manis. Neoumu yeppeoyo.”

“Ish… kau saja yang salah lihat. Aku ini makin terlihat manly.” Sungmin mempoutkan bibir merahnya. Sungguh, inilah yang paling di takutkan Kyuhyun. Wajah menggemaskan Sungmin, melebihi semua barang berharga yang ia miliki. Wajah menggemaskan dengan bibir semerah cerry yang sanggup membuat Kyuhyun menelan air liurnya dengan cepat.

“Ming, hentikan wajahmu itu atau aku bisa menyerangmu.”

“Apa?” Sungmin melongo. Sungguh, ini semakin menyiksa Kyuhyun. Wajah cengo dan innocent Sungmin benar-benar berada di luar batas kewajaran. Dan Kyuhyun, tak akan menyiakan kesempatan ini. Ia segera mendekati Sungmin. Menangkap pinggangnya….

“K-Kyu…”

Sungmin tergagap saat melihat Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya padanya. “Kyu… ini dikantor, Kyu…”

“Biarlah Ming… aku…”

.

Ceklek

.

Sungmin dan Kyuhyun terperanjat kaget. Keduanya saling membenarkan posisi saat mendengar pintu  ruangan Sungmin di buka.

“Sungmin-ah…”

“Ah, nde Kangin Hyung…” Sungmin tersenyum canggung saat menyadari tatapan Kangin yang kemudian mengernyit heran pada Kyuhyun.

“Sedang apa dia disini? Bukankah dia ada di bawah naungan Siwon?”

“Ah, itu karena dia…”

“Aku hanya main. Mengunjungi teman.” Kyuhyun berjalan seenaknya dari posisinya dan kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan Sungmin. Menaikkan kakinya di atas mejanya.

“Ck…. dasar tidak sopan.” Kangin berdecak heran. Kemudian ia menyerahkan satu map tipis pada Sungmin. “Ini cerita dari MV yang akan kau perankan. Dan kau akan bermain dengan salah satu artis yang ada di bawah naungan Zhoumi juga.”

Sungmin membuka file itu. Bola matanya bergera-gerak mengikuti setiap huruf yang ia baca. Ia mengangguk pelan dan tersenyum kecil. “Jadi lawan mainku yeoja? Nuguya?”

“Nde, beauty yeoja. Kau tahu kan Kim Taehe?”

“Ah, nde… arrasseo.” Sungmin mengangguk pelan dan kemudian kembali memperhatikan script yang ada di tangannya. Tanpa mempedulikan seorang namja yang melotot kaget di kursinya.

“Geurae, kita mulai syuting besok malam. Aku akan menunggumu di lokasi syuting, Nami island. Kuharap kau segera membereskan semua barang-barangmu. Kau tahu bukan, jadwalmu padat.”

“Nde, hyung. Aku mulai sibuk dan merasa lelah.” Sungmin mengeluh pelan seraya memijit tengkuknya yang terasa pegal. Memang benar, ia baru saja selesai  syuting iklan dan juga interview kecil dengan salah satu acara infotainment.

Kangin menepuk pelan bahu Sungmin. “Aku sudah membicarakannya dengan Hyukkie untuk mengatur ulang jadwalmu. Mungkin setelah MV ini kau akan mendapat libur, tapi mungkin hanya 2 hari.”

“Wae? Ini bahkan sudah memasuki musim dingin. Aku ingin liburan.” Sungmin menghela nafasnya, sesungguhnya ia butuh istirahat dan juga sedikit menyegarkan pikirannya. Terlalu banyak pekerjaan dan mulai membuatnya jenuh.

“Aku ada satu film, dan ini bertaraf international. Kau tahu bukan, jika akan ada seleksi langsung yang dilakukan oleh sutradara dari LA. Aku ingin kau memainkannya. Meski peran kecil, tapi film ini adalah garapan terakhir sutradara legendaris itu. Bisa kupastikan, karirmu akan langsung melejit dan mungkin kau akan menjadi trending topic di Amerika nanti.”

“Jeongmalyo?”

Kangin mengangguk yakin. “Aku percaya pada kemampuanmu.” Ia tersenyum kecil, kemudian meninggalkan Sungmin yang masih tersenyum dan sibuk membayangkan pertemuannya dengan sutradara itu.

“Sepertinya kau sangat senang.”

Suara Kyuhyun membuyarkan lamunan Sungmin. “Ah, Kyu.” Sungmin tersenyum kecil. Kemudian memutar kunci pintu ruangannya dan duduk mendekat pada Kyuhyun. “Tentu saja aku senang, kau tahu bukan itu adalah peluang besar untukku.”

“Baiklah, asal kau tak melupakan aku saat kau mulai sibuk.” Kyuhyun memalingkan wajahnya dari Sungmin. Ia sungguh kesal saat Sungmin mulai sibuk dengan pekerjaannya. Selalu saja ia merasa terabaikan karena Sungmin seorang perfeksionis yang menginginkan semuanya sempurna hingga Sungmin selalu saja melupakan Kyuhyun dan sibuk memikirkan pekerjaannya.

“Ayolah, bukankah kita sudah membicarakan semuanya.”

“Ck… jika aku sibuk, aku selalu mengabarimu. Yah meski hanya sms atau email, aku selalu mengirimnya untukmu. Tapi kau… aku sampai harus kelelahan dan tidur di rumahmu dan kau bahkan sama sekali tak mengirim satu pesan pun untukku.”

“Kyu…” Sungmin  mengusap bahu Kyuhyun. “Ayolah, hentikan. Jangan mulai lagi.” Sungmin tahu benar sikap dan sifat Kyuhyun. Hanya masalah sepele saja bisa membuat mereka bertengkar hebat.

“Aish….” Kyuhyun menjauhkan tubuhnya dari Sungmin. Ia duduk menjauh dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya dan mempoutkan bibirnya.

Sungmin terkikik geli melihat wajah Kyuhyun. “Hei, bagaimana bisa seorang seme seperti itu? Ayolah, kau mencintaiku bukan? Atau kau sudah bosan eoh?”

Kyuhyun melotot menatap Sungmin. “Yah! Apa-apaan kau ini? Kenapa kau berkata seperti itu?”

Sungmin tertawa lirih dan mengalungkan lengannya di leher Kyuhyun. Ia menaikkan tubuhnya dan bertumpu diatas lututnya. Berdiri dengan kedua lututnya di sofa dan mendekat pada Kyuhyun. Memeluk tubuh itu dan membuat Kyuhyun mencium dada Sungmin.

Kyuhyun menghirup wangi Sungmin dan memeluk erat pinggangnya. Hingga akhirnya Kyuhyun merasa nyaman dan mulai menarik tubuh Sungmin untuk jatuh di atas tubuhnya. Mengikat tubuh Sungmin dengan kedua kakinya dan menghirup wangi lehernya.

Sungmin mengangkat tubuhnya, kemudian bertumpu dengan kedua tangannya. “Eum, aku free untuk sore hingga malam ini. Karena besok aku akan ke Nami island, mungkin kau mau…”

“Tentu…” Kyuhyun menjawab cepat. Dan dengan senyuman mesum di wajahnya, ia mulai membuka kancing kemeja Sungmin. Tak ada lagi perkataan apapun dari mereka. Hanya ada senyuman dan juga tatapan aneh dan mesum.

Perlahan Kyuhyun menarik leher Sungmin setelah ia melepaskan semua kancing kemeja Sungmin. Menyusupkan lengannya dan memeluk pinggang ramping Sungmin, menariknya hingga ia menemukan bibir cerry Sungmin.

“Eummmhhhh…”

“Mmmphhh…”

.

.

.

.

.

“Lee Jinki?” Yeoja itu mengernyit heran menatap dua  namja yang saling berpegangan tangan di depannya. “Bagaimana bisa kau melakukan ini pada Umma?” Yeoja itu menatap tajam pada Key. “Kau pikir kau ini siapa? Apa kau pikir kau bisa memberiku keturunan dan menjadikannya penerus keluarga Lee? Kau pikir kau bisa?”

Key semakin menunduk dan menyembunyikan wajahnya. Onew menggenggam kuat tangan Key. Ia sungguh tak bisa bertahan melihat ketakutan Key didepan Ummanya. “Tenanglah…” Onew berujar lirih.

“Hajiman, hyung. Aku…”

“Jangan berbisik didepanku!”

Sedikit teriakan dari nyonya Lee dan itu sanggup membuat Key melepaskan genggaman tangan Onew. Ia mulai gelisah dan duduk tak nyaman di depan nyonya Lee. Matanya terus menatap ke bawah  dan kedua tangannya sibuk meremas ujung kemeja panjangnya.

Keringat mulai keluar dari tubuhnya. “Kau pikir kau bisa apa hah?!”

“Aku….”

“Jawab!”

.

.

2bEEcON

.

Bagaimana kelanjutannya? Garingkah? Jujur aku sempet kehilangan feel buat ff ini. Terlebih lagi ni ff didelete ma admin ffn. Aish… aku kecewa…

Gamsahae udah bersama author and all pure couple. Especially KYUMIN

.

.

Big Hug and Thank’s for my Lovely readers

.

Untuk Chap ini, mind to RnR…

GamsaHAE ^_^

.