Cheat on ME | HanChul | SiChul | Ch. 5

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

Plaakk….!!!

 

 

 

.

 

 

 

Tamparan itu bahkan terdengar sangat mengerikan. Sama sekali tak terbayangkan, apa yang akan terjadi pada pipi mulus putih yeoja ini. Ia tak kuat lagi menangis,dan seperti menjadi gila.

 

 

 

Dia tertawa pelan dan menggeleng. Terus seperti itu hingga ia terlihat sangat ketakutan. Heechul melihat ke arah depan. Seorang Choi Siwon tengah diliputi rasa bersalah padanya.

 

 

 

“Kau menamparku karena kau memang seperti itu. Ini yang disebut mencintaiku?”

 

 

 

“Aku… mianhe, aku tidak sengaja. Itu karena kau selalu mengingatnya.”

 

 

 

“Kau pikir mudah melupakan seseorang yang selalu bersamamu, bahkan hampir seluruh hidupmu?” Heechul tersenyum miris. Ia mendekat pada Siwon menatap melas pada namja itu, dan bahkan ia menghindar saat Siwon berusaha mengusap setitik darah diujung bibirnya.

 

 

 

“Jangan mencoba bersikap baik padaku. Kau sama sekali tak tahu cara mencintai. Kau hanya menginginkan aku. Iya ‘kan?”

 

 

 

Dan dengan penuh kemarahan, Heechul mulai merobek gaun pengantinnya sendiri. Ia mencoba melepaskannya, menelanjangi dirinya sendiri.

 

 

 

“Baiklah, kita bercinta. Sampai puas, sampai kau lelah… jika perlu sampai aku mati.”

 

 

 

Heechul meringis pelan saat merasakan perih di bagian bawah tubuhnya. Mereka baru saja bermain kasar, dan ini bukanlah tamparan yang pertama yang ia dapatkan. Heechul bahkan sudah tak bisa dikatakan cantik lagi.

 

 

 

“Hei, mengapa memalingkan wajahmu? Apakah aku sudah jelek dan buruk rupa. Apa kau kasihan? Atau jijik? Hukss… jawab aku!!!”

 

 

 

Heechul mengoyak kemeja yang masih menggantung di tubuh Siwon. Namja itu memang keras, namun kali ini ia sungguh-sungguh baru menyadari apa yang ia lakukan.

 

 

 

“Aku minta maaf Chullie. Kita hentikan semuanya. Aku akan mengobatimu, kita akan mendarat secepat mungkin.”

 

 

 

.

 

 

 

Plakkk!!!

 

 

 

.

 

 

 

“Hikss… kau benar-benar menyedihkan Tuan Choi…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Ketika baju pengantinku terkoyak….

 

 

 

Siapakah yang sanggup mengobatiku?

 

 

 

Adakah yang mengerti, jika mati bahkan lebih baik dari ini?

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : M

 

 

Cast :

 

-Cho Hangeng

 

-Kim Heechul (GS)

 

-Choi Siwon

 

 

– Other SUJU member

 

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia|| NC-21 ||

 

 

Another PRESENT From Me

 

.

 

 

 

~Cheat on ME~

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

 

 

 

 

Chapter 5

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Siwon memasang wajah datarnya. Meski sedari tadi sudah berkali-kali Heechul mencoba memukulnya, namun sepertinya tamparan Heechul kali ini benar-benar terasa sampai ke hatinya. Ia menjatuhkan tubuhnya, setara dengan tinggi Heechul.

 

 

 

Hatinya seperti teriris, saat ia baru menyadari apa saja yang ia perbuat selama beberapa menit terakhir. Muncul lebam dan bahkan setitik darah diwajah cantik itu. Siwon tak sanggup berkata apapun. Jika boleh jujur, ia sangat menyesal.

 

 

 

Ia menatap Heechul, namun tak tahu apa yang harus dilakukan. Ia mengulurkan tangannya perlahan, mencoba menggapai pipi pucat itu. Namun Heechul memundurkan tubuhnya, menepis perlakuan Siwon.

 

 

 

“Aku… “ Siwon kehabisan kata-kata. Ia sungguh terluka saat ini, sangat menyesal. “Biarkan aku menebusnya. Aku benar-benar mencintaimu. Tadi itu, aku hanya….”

 

 

 

Heechul menggeleng pelan dan menutup kedua telinganya. Ia benar-benar tak ingin mendengar apapun dari pembohong besar seperti Choi Siwon. Ia menangis sesenggukan dan entah bagaimana, entah apa yang dipikirkannya hingga sedetik kemudian ia tertawa pelan saat ia menyadari keadaannya.

 

 

 

Melihat tubuhnya yang bahkan penuh dengan goresan merah. Cakaran dan bahkan lebam di lengannya. Ia merasa sangat kotor dan bahkan tak pantas lagi untuk menjadi seorang pengantin.  Hatinya semakin menciut, saat ia kembali mengingat pernikahannya.

 

 

 

Harusnya dia tidak mengenal Siwon.

 

 

 

Harusnya dia menikah dan bahagia, bukan terjebak bersama pshyco mengerikan berkedok Tuan Muda yang tampan.

 

 

 

Heechul meremas ujung gaun pengantin yang masih menggantung di tubuhnya. Sudah terkoyak dan tak terbentuk lagi. Suasana mendadak hening, dan hanya menyisakan isak tangis lirih dari Heechul.

 

 

 

Siwon akhirnya menyerah. Dia membenarkan pakaiannya dan kemudian beranjak dari ruangan itu. Diam dan tanpa menoleh ke belakang. Dia menutup ruangan itu dan kemudian duduk diam di salah satu kursi penumpang yang cukup luas.

 

 

 

Hatinya berdenyut sakit. Ia tahu, ia tak bisa menerima ini. Ia menghukum hatinya untuk tak luluh saat ini. Heechul hanya perlu sedikit lebih banyak waktu dan mereka akan bahagia selamanya. Semuanya akan berakhir seperti apa yang ia inginkan, seperti apa yang ia angankan saat melihat cantiknya yeoja itu untuk pertama kalinya.

 

 

 

Salah satu pengawalnya mendekat diikuti dengan beberapa pelayan lain yang membawakan wine dan juga makan malam. “Time for dinner, Master.”

 

 

 

Siwon hanya mengangguk dan memasang wajah dinginnya. Tapi sejenak kemudian dia menatap salah satu namja berjas hitam lengkap yang senantiasa berdiri disisinya. “Apa yang terjadi selanjutnya pada si bodoh itu?”

 

 

 

“Kami sudah membakar beberapa gudang dan juga satu ladang utama.”

 

 

 

Mendengar jawaban itu, Siwon memalingkan wajahnya dan kemudian tersenyum menakutkan. “Lakukan lebih, dan buang dia diluar Korea. Jangan biarkan dia bernafas dengan nyaman.”

 

 

 

“Baik, Master.”

 

 

 

“Ah… satu lagi.” Siwon tersenyum pada pelayan itu. “Pastikan dia tak akan bisa menemukanku dimanapun, termasuk Cinderellaku. Kau mengerti?”

 

 

 

“Yes Master…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Argghhh…!”

 

 

 

Hangeng berteriak keras saat mendengar laporan jika beberapa gudangnya sudah terbakar habis dalam sekejap.

 

 

 

“Sepertinya, gudang kita di bom. Akan segera aku selidiki, Cho Sajangnim.” Salah satu bawahannya itu segera mundur dan pergi dari ruangan Hangeng. Hangeng kemudian menghempaskan punggungnya di kursi kerjanya.

 

 

 

Ia langsung berangkat ke kantor saat mendengar salah satu ladangnya terbakar habis, ditambah sekarang dengan terbakarnya beberapa gudang utama tempat penyimpanan beberapa mobil impor dan juga wine kebanggaannya.

 

 

 

“Tidak ada pekerja yang tewas bukan?”

 

 

 

Yang ditanya namja itu hanya diam. Hangeng menatap penuh curiga. Ia sudah cukup pusing memikirkan kira-kira kemana namja gila itu membawa Heechul, sekarang ditambah lagi dengan beberapa pekerja yang dimungkinkan tewas.

 

 

 

“Saya tidak yakin sajangnim, tapi mereka menjatuhkan beberapa bom diatas ladang kita dan…”

 

 

 

“Ya Tuhan!!!”

 

 

 

Hangeng meremas kesal beberapa berkas dihadapannya. Ia kemudian memberikan kode kepada bawahannya yang lain yang sepertinya sedari tadi sudah menunggu gilirannya didepan pintu.

 

 

 

“Ada apa?”

 

 

 

“Maaf sajangnim, tapi beberapa investor mendengar ledakan ini dan mereka akan menarik dananya… secepatnya.”

 

 

 

Hangeng hanya bisa tertawa kecil. Ia menggeleng pelan. “Baiklah, terserah kalian saja.”

 

 

 

Hangeng segera beranjak dari duduknya dan meraih kunci mobilnya. Ia tahu, ini adalah rangkaian dari permainan namja itu. “Jangan menunjukkan kuasa dan kegilaanmu, Tuan Choi. Aku akan benar-benar membunuhmu.

 

 

 

Hangeng segera pergi meninggalkan kantornya. Ia tahu, perusahannya tak akan tertolong lagi. Hanya bisa meminta maaf kepada seluruh pekerjanya. Ia segera masuk kedalam mobil hitanya dan meluncur cepat, menuju satu tempat.

 

 

 

Terus mendesah kesal dan menahan kemarahannya. “Heechulie….”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Hangeng sampai pada sebuah rumah, dengan pagar yang terlihat sangat mewah tinggi menjulang dihadapannya, setelah sebelumnya memaksa beberapa orang di kantor Siwon untuk mengatakan dimana sebenarnya rumah sajangnim kebanggaan mereka itu. Hangeng bahkan masih lengkap dengan pakaian pengantinnya, dan ini sudah menjelang malam.

 

 

 

Ia melihat beberapa pengawal dari kejauhan. Ck… sudah menduga, jika kemungkinan Choi Siwon akan membawa pengantinnya kabur ke rumah megahnya itu, benar-benar penjagaan yang sangat ketat.  Hangeng mencoba untuk masuk dengan baik, tapi beberapa penjaga tetap menghadangnya.

 

 

 

Hangeng merasa kesal, karena mereka berusaha untuk mengusirnya. Ia mencengkeram leher  salah satu dari mereka. “Yah!! Katakan dimana Choi brengsek itu?!”

 

 

 

“Maaf, kami tak bisa mengatakan apapun, sebaiknya anda pergi.”

 

 

 

Datang salah satu pengawal lagi, dan mencoba melepaskan cekalan Hangeng tapi dengan cepat Hangeng melakukan perlawanan dan mulai memukuli mereka.

 

 

 

.

 

 

 

Buagh…!!!

 

 

 

.

 

Hangeng tersenyum setelah melakukan pukulan terakhirnya. Beberapa pengawal lainnya mengangkat tangan, pertanda mereka mempersilahkan Hangeng untuk masuk kedalam rumah megah itu.

 

 

 

Hangeng segera masuk dan berteriak tak karuan.

 

 

 

“YAH!!! CHOI Brengsek!!! Keluar kau!”

 

Hangeng berteriak kesana kemari, menyusuri setiap ruangan dirumah itu. Ia tak menemukan apapun selain pintu dan ruangan kosong. Ia hanya menemukan seorang namja yang sudah sedikit tua dan sedari tadi terus menatapnya dalam diam. Hangeng memutuskan untuk mendekat padanya.

 

 

 

“Katakan padaku, dimana si bodoh itu membawa pengantinku?”

 

 

 

Saya Butler Shim, dan saya meminta maaf atas nama Young Master.

 

 

 

“Heuh… aku tidak memintamu untuk berkata maaf. Katakan dimana dia?”

 

 

 

“Master tidak ada di rumah ini, dia pergi ketempat yang jauh. Saya tidak yakin dia pergi kemana. Saya hanya meminta maaf karena tak  bias mencegah Master untuk membawa pengantinmu dan…

 

 

 

“Diam kau… jangan ingatkan aku.”

 

 

 

Hangeng menunduk sedih. Ia menggenggam kuat kedua kepalan tangannya. Menggeleng tak percaya dan kemudian meremas frustasi rambutnya. “Brengsek!!!”

 

 

 

Hangeng benar-benar tak puas dengan jawaban bodoh itu. Ia kemudian terus berteriak dan mulai membanting semua benda yang ada disana. Beberapa pelayan dan pengawal mencoba menghentikannya, tapi butler Shim menghentikan mereka.

 

 

 

“Biarkan saja.”

 

 

 

Hingga akhirnya Hangeng mulai melempari pigura besar dengan gambar seorang Choi Siwon yang angkuh terlukis jelas disana. Ia melempari dengan semua yang bisa diraihnya. Bahkan memukuli beberapa pengawal yang berada didekatnya.

 

 

 

“Katakan dimana dia!!!”

 

Hangeng sudah mulai frustasi, dan bahkan ia menangis terisak. Terdengar sangat pilu dan menyedihkan. Dia mendekati namja tua tadi. Ia mencengkeram kerah baju namja itu. “Kau harus tahu, jika master mu itu gila. Hukss.. dia membawa pengantinku. Katakan dimana dia…

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Bagaimana Hyung, kau menemukannya?”

 

 

 

“Tidak.” Hangeng menggeleng pelan dan kemudian berjalan melintasi Kyuhyun yang tadi menghadangnya. “Entahlah…” Hangeng melepas jas-nya yang sudah tidak karuan dan melemparnya sembarangan. Ia menggeleng tak percaya dan menghempaskan tubuhnya tepat di single sofa didepan Kyuhyun dan yang lainnya.

 

 

 

“Lalu apa yang akan kau lakukan Oppa?”

 

 

 

“Molla, Sungmin-ah…”

 

 

 

Sungmin kemudian mendekati Hangeng dan berusaha menenangkannya. “Aku tahu, ini akan sulit. Mianhe Oppa, karena kami tidak bisa menjaga Heechul eonni dengan baik.”

 

 

 

Hangeng tersenyum melihat Sungmin. “Ini adalah salah namja itu, kalian tak bisa mencegahnya.”

 

 

 

“Dan bagaimana dengan perusahaan, Hyung?”

 

 

 

Hangeng menggeleng. “Aku tak bisa meneruskannya lagi. Sepertinya memang Siwon akan melakukan segala cara. Aku rasa dia benar-benar mencintai Heechulie sampai gila.”

 

 

 

“Kalau begitu kau bisa menuntutnya. Kau tahu jelas dia pelakunya, dan itu bisa ditebak dengan mudah.”

 

 

 

“Dasar bocah…” Hangeng tertawa pelan dan dia melihat Kyuhyun. “Orang lain tak akan percaya. Dia terlalu berpengaruh dan sangat sulit menjatuhkannya.” Hangeng mendesah kecewa. “Aku tak memikirkan perusahaan, aku bahkan tak peduli jika perusahaan itu bangkrut. Yang aku khawatirkan adalah semua pekerja dan juga Heechul. Siwon bahkan meledakkan ladang utama di siang hari. Bisa kau bayangkan berapa banyak petani dan juga pekerja yang mati sia-sia karena kekejamannya.”

 

 

 

“Aku akan mencari cara, untuk menemukan Heechul eonni.” Eunhyuk mendekati Hangeng dan mengusap punggungnya. “Aku punya beberapa teman, dan meski akan sangat sulit tapi aku yakin kita bisa menemukannya.”

 

 

 

“Teman?”

 

 

 

“Nde, Oppa. Beberapa kawan lama dan aku rasa mereka akan membantumu dan berusaha. Tapi, Oppa… Kumohon kau bisa bertahan.”

 

 

 

“Tentu saja.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Hangeng adalah namja yang tak pernah menyerah.

 

 

 

Tak ada kata menyerah dalam hidupnya. Hidup terus berjalan, dan terus dijalani. Hanya menggenggam harapan, meski terkadang terdengar terlalu egois dan tak mungkin.

 

 

 

Kita hanya perlu percaya dan Hangeng sudah melakukannya. Ia memulai hidupnya kembali, menata seluruh hati dan juga hidupnya setelah di deportasi dari Korea. Tak akanada yang menyangka jika Siwon bahkan sanggup menyuruh Departemen keamanan untuk mengeluarkan Hangeng dari Korea.

 

 

 

Alasan sepele karena adanya peledakan dan menewaskan hampir dua ratus pekerja. Dan Hangeng, tak bisa berbuat apapun.

 

 

 

Dan selama itu, Siwon sama sekali tak bisa ditemukan.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Oppa, ini indah sekali.”

 

 

 

Sungmin tersenyum takjub, dan bahkan dia melepaskan lengan Kyuhyun yang sedari posesive tadi melingkar di pinggangnya hanya untuk sekedar menjadi lebih dekat dengan sesuatu yang benar-benar menarik perhatiannya. Bahkan berkali-kali Sungmin mengusap  matanya dan membenarkan kacamatanya, ia sungguh tak percaya.

 

 

 

“Ini seperti melihat Heechul eonni. Benar-benar sangat cantik.”

 

 

 

Sungmin menyentuh lukisan itu. Sungguh, ia ingin menangis. Tapi harus ditahan, ia tak mau di hari bahagia ini ia menangis. “Restoran ke lima. Kau sungguh hebat Oppa.”

 

 

 

“Nde, begitulah.

 

 

 

Hangeng mengusap lembut kepala Sungmin, mengabaikan tatapan penuh kesal dari Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa diam, ia tak bisa menghentikan Sungmin yang dasarnya memang berhati baik dan sangat polos.

 

 

 

“Ah… aku akan bersiap, Oppa.” Sungmin tersenyum manis dan kemudian mulai mengikat rambutnya, dan  meninggalkan Hangeng dan Kyuhyun. Ia segera masuk ke ruang ganti. Memilih satu dari beberapa seragam khas berwarna merah yang banyak menggantung disana.

 

 

 

Sungmin mempersiapkan dirinya, setelah merasa cukup cantik dia  kemudian keluar dengan mengenakan pakaian pelayan itu. “Perkenalkan, namaku Ah Mei… selamat datang di Red Moon restaurant. Aku pelayanmu, tuan Cho…”

 

 

 

Kyuhyun gemas sekali dengan yeoja ini. Pakaian berwarna merah khas Chinese yang membuatnya semakin manis. Sungmin tersenyum malu saat Hangeng bahkan mentertawakannya. Ia memang sangat menggemaskan.

 

 

 

Sungmin menyeret Kyuhyun untuk ikut bersamanya. “Kyunie, bukankah kau sudah berjanji untuk menjadi pelayan sehari disini?”

 

 

 

“Ish… kau ini masih ingat saja.”

 

 

 

“Sudahlah, sana berganti pakaian. Kita akan merayakan pembukaan restaurant kelima Hangeng Oppa.” Sungmin mendorong Kyuhyun dan kemudian mulai mendekati Hangeng. “Oppa, ini sangat bagus. Heechul Eonni pasti sangat bangga padamu. Chef yang tampan…”

 

 

 

“Kau ini… bisa saja.” Hangeng mencubit kecil hidung Sungmin.

 

 

 

Mereka memulai hari dengan baik. “Tak kusangka pasar Eropa sangat baik.” Hangeng melihat ke seluruh penjuru restorannya. “Bahkan Opening day, tanpa free food saja sangat ramai.”

 

 

 

Hangeng merasakan tepukan di bahunya. “Aku bangga padamu, Oppa. Sebagai hadiahnya, Ah Mei akan menjadi pelayan sehari.”

 

 

 

“Kau lucu sekali Sungmin-ah…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Semuanya berjalan baik, bahkan sangat baik untuk setahun pertama. Tapi tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Heechul selama satu tahun itu. Sama sekali tak mendengar kabar dan seluruh sahabat Hyukkie sudah bekerja dengan baik.

 

 

 

Ini seperti mencari sebuah batu berlian diantara luasnya hamparan pantai. Terkadang ingin menyerah dan menangis lirih.

 

 

 

Hangeng bahkan seringkali hanya diam dan menatap banyak lukisan yang seperti hidup di setiap restorannya. Ia tak lupa, setiap detail keindahan dari seorang Kim Heechul untuknya.

 

 

 

“Bahkan saat dia marah pun sangat cantik.”

 

 

 

Hangeng menggumam lirih. Ia kemudian bergegas merogoh sakunya saat berulang kali merasakan getaran yang cukup lama dari ponselnya. “Nde, Hyukkie-ah….”

 

 

 

‘Oppa, aku sudah tahu dimana Heechul Eonni.’

 

 

 

“J-Jeongmalyo?”

 

 

 

‘Nde. Ah… aku akan segera kesana. Kau jangan kemana-mana, Oppa.’

 

 

 

Hangeng tersenyum sambil melihat layar ponselnya yang sudah kembali hitam.  Hanya menunggu sebentar, dan Hyukkie bersama beberapa namja berjas hitam –sahabatnya- itu sudah datang ke restoran Hangeng.

 

 

 

“Tim detektif anehmu ini benar-benar hebat.”

 

 

 

“Jangan memuji dulu, Oppa.”

 

 

 

Eunhyuk kemudian mengajak Hangeng untuk duduk pada sebuah meja, menghindari tatapan beberapa orang pengunjung yang sudah melihat heran kepada mereka. Biar bagaimanapun, memang penampilan sahabat Hyukkie sedikit mengundang perhatian mereka.

 

 

 

Beberapa namja tampan dengan jas hitam dan kacamata. Entah dia mendapatkan dari mana kumpulan detektif yang sudah membantu Hangeng selama beberapa bulan ini.

 

 

 

“Kali ini, kami sangat yakin jika Heechul eonni berada di satu tempat. Sedikit jauh dari tempat kita Oppa.”

 

 

 

“Nde.” Seseorang mendekati Hangeng dan kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Hangeng. “Aku, Lee Donghae. Detektif dari Korea, dan aku yang menyelidiki kasusmu.”

 

 

 

“Nde, gamsha.” Hangeng mengangguk pelan dan menyambut uluran tangan Donghae. “Jadi, dia berada dimana?”

 

 

 

“Menurut penyelidikan, dia berada di 2 negara yang cukup luas dan memang pondasi perusahaan keluarga Choi. Antara mansion di Inggris dan juga rumah utama di Irlandia.”

 

 

 

“Kau mendapatkan alamat mereka?”

 

 

 

Hae menggeleng pelan. “Tak ada orang  yang tak tahu dimana mansion di Inggris. Rumah besar itu adalah rumah yang ditinggali oleh orang tua Siwon sebelum keduanya meninggal. Aku sempat memeriksa beberapa rumah sakit dan salah satunya mengatakan jika pernah ada dokter yang dipanggil ke mansion utama itu.”

 

 

 

“Nde, Oppa. Dan kukira mereka memang merawat Heechul eonni.”

 

 

 

“Yeah, sepertinya begitu karena menurut dokter itu memang sekirat satu tahun yang lalu ia dipanggil ke mansion utama untuk memeriksa seorang yeoja. Cukup sulit mendapatkan informasi karena mereka adalah dokter khusus keluarga Choi. Kami melakukan penyelidikan kembali, dan bisa dipastikan jika itu Heechul dan dia koma.”

 

 

 

“Mwo? Koma, apa maksudmu?”

 

 

 

“Nde, Oppa.” Hyukkie mengenggam kedua tangan Hangeng yang sudah mengepal keras. Namja itu benar-benar menahan amarahnya sekarang. “Kurasa Heechul eonnie menunggumu.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Master… “

 

 

 

“Ada apa?”

 

 

 

“Saya rasa, Nyonya Heechul sedikit tertekan. Dia bahkan tak memakan sarapan yang kami antarkan.”

 

 

 

“Kau tak berhak menghakimi.” Siwon berkata angkuh dan kemudian dia berjalan mendekati ruangan Heechul kembali. Membukanya perlahan. Inilah kali pertama Siwon membuka pintu itu setelah mereka tiba di mansion utama di Inggris.

 

 

 

Ia menatap sedih yeoja yang duduk meringkuk di lantai di pojokan ruangan itu. Berusaha mendekat, tapi yeoja itu semakin menutup dirinya. Heechul bahkan terlihat sangat menakutkan dan berantakan. Ia menolak semua pakaian dan bahkan makanan yang Siwon berikan.

 

 

 

“Kau pikir gaun pengantin itu nyaman eoh?”

 

 

 

“…”

 

 

 

“Sebaiknya, kau mengalah dan mendengarkan aku. Aku hanya ingin membahagiakanmu.”

 

 

 

Siwon duduk di pinggiran bed. Dia mendekati Heechul dan menyingkirkan poni yeoja itu. “Kau benar-benar sangat menyedihkan Chullie. Biarkan dirimu menerimaku, jangan seperti ini.”

 

 

 

“Kau pikir kau punya apa? Apa yang sanggup kau berikan padaku.” Terdengar jawaban halus dari Heechul. Yeoja itu mengangkat wajahnya dan kemudian menatap tajam pada Siwon. Ia mendekat dan kemudian mencengkeram jas Siwon.

 

 

 

“Bahkan kau adalah orang yang termiskin yang pernah kutemui. Tak lebih dari tuan muda yang bodoh dan sama sekali tak memiliki apapun. Kau tak lebih dari sampah.”

 

 

 

Heechul menatap sengit pada Siwon. Dia kemudian  berdiri dan tertawa pelan. “Kau bahkan tak bisa melakukan apapun, jangan menganggap kau sudah menang.” Heechul kemudian tertawa kembali. Tertawa terbahak-bahak dan terdengar pilu. Siwon menatap kasihan, sungguh ia tak menyangka jika akan seperti ini. Sempat ia mencoba menenangkan Heechul, hingga akhirnya Siwon jengah dan memilih meninggalkan yeoja itu.

 

 

 

Pintu kamar Heechul kembali tertutup. Dan ia kembali menangis. Bahkan tak ada yang bisa ia lakukan. Ia masih setia memakai pakaian pengantinnya. Setidaknya itulah yang tersisa padanya. Heechul berjalan mengitari ruangan itu. Bahkan tak ada apapun yang bisa ia gunakan untuk bunuh diri.

 

 

 

Heechul merasa, ia tak akan sanggup lagi seperti ini. Ia tahu, ia akan mengecewakan banyak orang. Heechul berjalan pelan ke sebuah kamar mandi besar yang terletak di dalam kamarnya yang luas. Mulai berkaca dan melihat dirinya.

 

 

 

Ia menangis lirih saat melihat bagaimana menyedihkannya ia, melihat pantulan wajahnya di cermin besar yang ada disana. Ia mulai merasa frustasi, dan kemudian memukuli kaca itu terus menerus meski percuma karena bayangannya sama sekali tak akan menjadi lebih baik.

 

 

 

Heechul ingin berteriak kesal, tapi ia sama sekali tak bisa berteriak. Ia bahkan tak punya tenaga lagi.

 

 

 

Tapi, mungkinkah takdir…

 

 

 

Saat ia harus terpeleset dan terbentur hingga akhirnya ia tak ingin bangun lagi.

 

 

 

Yang Heechul dengar hanya tangisan dan beberapa teriakan hingga akhirnya semuanya sunyi ditelinganya.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cinta masih tak sempurna, meski aku sudah memilikimu…

 

 

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

.

 

TBC?

 

 

 

.

 

 

 

Apa ini???

 

 

 

 

 

Iklan

Cheat on ME | HanChul | SiChul | Ch. 4

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

“Never baby….” Siwon berusaha memeluk tubuh yang sudah berbalut gaun cantik itu. Ia terus merengkuh kuat meski Heechul sudah berusaha untuk melepaskan diri. “Kau tak mungkin tega melakukan ini. Tenanglah baby, aku akan membuatmu sadar. Semua yang akan kau lakukan ini adalah satu kesalahan.”

 

 

 

“Hikss… kumohon…”

 

 

 

“Jangan memaksaku.”

 

 

 

Tubuh Heechul melemah. Untuk hari ini, ia sudah terlalu lelah. “Seharusnya, kau membiarkan aku dengan kehidupanku. Hari ini adalah hari pemberkatan pernikahanku. Kenapa kau tega sekali?”

 

 

 

“Apa kau lupa…” Siwon menangkup lembut kedua pipi basah itu. Ia menatap dalam pada kedua mata Heechul yang masih memerah. “Kau akan menikah denganku, aku mencintaimu__ bahkan lebih Chullie….”

 

 

 

“Belum cukupkah? Bukankah kau sudah berjanji padaku?”

 

 

 

Dan entah bagaimana, tapi Heechul bisa melihat dengan jelas….

 

 

 

Senyuman di wajah tampan itu, benar-benar mengerikan.

 

 

 

‘Hannie….’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : M

 

 

Cast :

 

-Cho Hangeng

 

-Kim Heechul (GS)

 

-Choi Siwon

 

 

– Other SUJU member

 

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia|| NC-21 ||

 

 

Another PRESENT From Me

 

.

 

 

 

~Cheat on ME~

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

 

 

 

 

Chapter 4

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Tell me what makes a man,  Wanna give you all his heart

 

 Smile when you’re around,  And cry when you’re apart

 

 If you know what makes a man,  Wanna love you the way I do

 

 Girl you gotta let me know,  So I can get over you

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Master…”

 

 

 

“…”

 

 

 

“Ini sudah beberapa tahun, dan…”

 

 

 

“Jangan bicara apapun.”

 

 

 

Suara tegas itu memerintah, meski hampir berbisik. Wajah keras dan tegang yang sama sekali tak termakan usia. Masih terlihat sangat tampan.

 

 

 

Dia meminum wine merahnya, dan melihat hamparan salju yang mulai memenuhi pekarangan rumah megahnya. Rumah yang bahkan jauh dari kota besar, rumah rahasia dimana ia menyembunyikan seluruh kehidupannya.

 

 

 

Wajah tampan ini, lama kelamaan berubah gusar hingga seluruh pikirannya kalut dan kacau. Ia kemudian terisak pelan. Mulai sadarkah? Ia sendiri tak mengerti, berharap akan meraih semua kebahagiaannya.

 

 

 

Apa yang membuat seorang pria bisa begitu mencintaimu? Apa yang membuatmu, sangat mencintainya.’

 

 

 

Jika mengikuti alur pemikirannya, semua orang pun tahu jika dia memang yang terbaik. Lebih tampan, lebih kaya dan bahkan lebih berkuasa. Dia berhasi mengusir namja itu dari Korea dan bahkan menginjakkan namanya di perusahaan namja itu.

 

 

 

“Master…”

 

 

 

“Sudahlah, tak usah mengatakan apapun.”

 

 

 

“Tapi, Nyonya Heechul…”

 

 

 

“Aku tahu…”

 

 

 

“Kurasa, Irlandia tempat yang sangat jauh. Tapi, apakah Master pernah berfikir jika semua ini percuma?”

 

 

 

“Diamlah… “

 

 

 

Namja itu sebenarnya hanya sesuatu yang rapuh, bahkan tak bisa berdiri hanya dengan kedua kakinya. Ia hanya butuh seseorang untuk membangunkannya dari semua mimpinya.

 

 

 

“Master,apa tidak sebaiknya kita….”

 

 

 

Ucapan Shim ahjussi terhenti, saat ia bisa melihat wajah tegas masternya yang kemudian memerah menahan amarah. Ia tahu, jika masternya tak mungkin marah padanya atas segala ucapannya. Masternya, hanyalah seseorang yang kehilangan dirinya.

 

 

 

Shim ahjussie, orang kepercayaan keluarga Choi. Dialah yang merawat namja tampan ini sedari kecil. Tak pernah menyangka jika tuan muda kesayangannya bisa bertindak di luar kendali seperti ini.

 

 

 

“Aku hanya terlalu mencintainya, dan apakah harga ini yang harus aku bayar?”

 

 

 

“Tuhan punya takdir sendiri untukmu.”

 

 

 

Dan berakhir dengan pelukan. Suasana yang dingin dengan hujan salju dan juga red wine. Tak cukup berhenti sampai disitu. Rumah itu benar-benar menyeramkan, dimana berkumpul begitu banyak jiwa yang kesepian dan angkuh. Terlebih satu ruangan itu, dimana seorang yeoja cantik… bahkan sangat segan untuk hidup, tapi dia tak bisa untuk mati sekarang.

 

 

 

Masih setia tertidur lelap dan memeluk baju pengantinnya yang kusam dan bahkan penuh dengan percikan darah merah yang sudah pudar. Ia bahkan tak punya air mata lagi, bahkan mungkin jika tak memiliki apapun…. ia akan memilih mati.

 

 

 

“Heechulie….”

 

 

 

“Heechulie…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

‘Seperti nyanyian yang indah terus terdengar ditelingaku, aku yakin… itu adalah panggilanmu….’

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“It’s been a years, and he is still waiting for her…”

 

 

 

Seorang sahabat, yang hanya bisa bergumam pelan saat melihat keadaannya. Sebuah kecelakaan hebat, yang bahkan tak mampu mengambil nyawanya.

 

 

 

“Aku tak pernah tahu, jika hyung adalah namja yang begitu kuat. Bahkan kecelakaan itu pun tidak bisa membuatnya mati.”

 

 

 

“Berhenti bicara seperti itu Kyu, itu antara kau menghina dan juga memujinya. Kata-katamu terkadang terdengar sangat menyebalkan.”

 

 

 

“Ck… baby….”

 

 

 

Namja bernama Kyuhyun itu pun kemudian menangkap tubuh mungil yang melintas dihadapannya. “Kyuhyunie, aku harus mengurus Hangeng Oppa.”

 

 

 

“Heuh… padahal kekasihmu ‘kan aku.”

 

 

 

“Ayolah, ingat tujuan kita kesini.”

 

 

 

“Okkay, baiklah.” Kyuhyun melepaskan tubuh itu setelah sebelumnya berhasl mencium kening yeojanya. “Kurasa Oxford sudah menungguku. Eum… Sungminnie…”

 

 

 

“Nde?”

 

 

 

“I love you…. “

 

 

 

“Ck… Love you too…”

 

 

 

Dan senyuman tampan itu berlalu kemudian menghilang di balik pintu.

 

 

 

Inilah England, dimana semuanya berakhir. Seorang namja tampan yang dinyatakan koma setelah entah bagaimana helikopternya meledak sesaat sebelum terbang. Untunglah ia sempat melompat, tapi sayang…

 

 

 

“Han oppa, apa kau tak ingin bangun?”

 

 

 

Dia berada dalam hidup dan mati. Tepat mengambang di tengahnya. Tak ingin membuka mata dan tak ingin bergerak barang sedikitpun. Tak juga mengalami kecacatan apapun. Ia bahkan masih bisa menggunakan kedua tangan dan kakinya jika mau.

 

 

 

Tapi, namja ini memilih bungkam. Namja ini lebih senang berada dialam bawah sadarnya dan bermain dengan kekasih hatinya. Seakan tak ada tempat lain untuknya bersembunyi. Dia… hanya seseorang yang terlalu mencintainya.

 

 

 

Katakan, apa yang membuat seorang pria sangat mencintaimu?

 

 

 

“Ini sudah lima tahun, oppa. Bahkan Kyuhyun sudah hampir menyelesaikan tugasnya. Kau tahu, dia ingin meneruskan semua yang kau bangun dengan susah payah. Ingin mengambil, apa yang seharusnya menjadi milikmu. Tak bisakah kau bangun, oppa? Dan melihat apa yang telah ia lakukan untukmu? Ia berjuang sangat keras,Oppa.”

 

 

 

Sungmin berhenti saat ia membersihkan dahi Hangeng. Sedikit luka goresan di sekitar rambutnya. Namja ini menjadi gila saat ia sama sekali tak menemukan kekasihnya dimanapun. Pengantinnya yang menghilang.

 

 

 

“Ah… dan Heechul eonni, aku yakin dia tidak mengkhianatimu. Aku tahu Heechul Eonni…”

 

 

 

Sungmin terus berbicara pelan. Sungguh, ia sudah lelah menangis hingga tak ingin melakukan hal paling menyedihkan itu lagi. Ia kemudian segera beregas keluar rumah, saat mendengar bel pengantar susu didepan rumahnya.

 

 

 

“Ouh… “ Sungmin mengambil beberapa botol susu segar dan juga koran pagi. Sebenarnya ia sangat malas untuk membaca koran karena itu memang kebiasaan Kyuhyun. Tapi, kali ini sepertinya ia ingin sekedar mencari lowongan pekerjaan atau apalah itu.

 

 

 

Tak mau terlalu bergantung pada Kyuhyun, dan hei… mereka bahkan belum menikah. Sungmin tak mau menikah dengan seorang siswa yang sangat mesum dan menyebalkan. Ck… kasihan sekali Cho Kyuhyun.

 

 

 

“Oppa, lihatlah. Cho Grup melebarkan sayapnya ke Inggris bagian utara. Kau tahu, Oppa. Kyuhyun sangat hebat. Dia mengembangkan restoranmu bahkan kita sudah memiliki ribuan cabang dimanapun. Seperti yang kau inginkan, oppa.”

 

 

 

Sungmin terus mengajak bicara namja itu. Hangeng, memulai membuka restoran satu demi satu, berharap Heechul akan mendatangi restoran itu dan menemukannya. Setidaknya, biarkan dia tahu jika Heechul-nya baik-baik saja dan bahagia bersama namja itu. Ia bahkan memasang foto cantik yeoaj itu di setiap restorannya, hanya berharap…

 

 

 

Yeah, hanya berharap. Apakah tidak boleh?

 

 

 

“Hikss… “

 

 

 

Sungmin tak bisa menahan kesedihannya. Ia tak tahu, apakah ada cinta yang lebih tragis dibandingkan kisah kedua manusia ini. “Oppa, setidaknya kau harus bangun jika kau benar-benar ingin menemukannya. Jika kau selalu tidur dan menunggu, maka dia tak akan pernah kau temukan.”

 

 

 

Sungmin berusaha menghentikan tangisannya. Dia mengusap lembut jemari hangat Hangeng. Sungmin dan Kyuhyun, masih bersyukur. Setidaknya, hangeng tidak meninggalkan mereka.  Sungmin kemudian menggeleng, berharap semua pemikiran buruknya menghilang. Ia tahu, jika semuanya percuma. Keinginan dalam diri Hangeng belum mampu untuk membuat namja itu terbangun dari mimpinya.

 

 

 

Sungmin melipat kembali koran itu dan meletakkannya di sisi bed Hangeng. Dia kemudian mulai memasang infus baru dan memakaikan kembali pakaian Hangeng.

 

 

 

.

 

 

 

Sreeett…

 

 

 

.

 

 

 

Koran pagi itu terjatuh, dan sedikit mengganggu kerja Sungmin. Ia mengambilnya dan tanpa sengaja melihat sesuatu yang benar-benar membuatnya terkejut. “Oh my God…” Dia membaca koran itu dengan cepat. Membuka lembarannya dengan wajah tidak percayanya. Ia bahkan ingin menangis, tapi ingin juga tertawa.

 

 

 

Sungmin segera mengambil ponselnya dan kemudian mendial nomor Kyuhyun. Sedikit mengumpat karena Kyuhyun tak kunjung mengangkat telfonnya.

 

 

 

“Ya… baby, wae?”

 

 

 

“Kyunie, kau lihat koran pagi ini?”

 

 

 

“Eum, aku belum melihatnya. Wae baby?”

 

 

 

“Ah… ada berita tentang perusahaan Choi. Ada kemungkinan mereka sangat dekat dengan kita.”

 

 

 

“J-jeongmalyo??”

 

 

 

“Nde. Pusat dari Choi Grup. Mereka Irlandia!!!”

 

 

 

Sungmin berseru senang dan melonjak tak karuan. Ia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali ia merasa sebahagia ini. Choi Grup…

 

 

 

“Aku mencarinya selama beberapa tahun.”

 

 

 

Sungmin membenarkan kaca matanya dan kemudian mendekati Hangeng kembali. Ia mengusap tangan dingin namja itu. “Oppa, kita akan menemukan Heechul eonni. Kau tahu, Choi grup mengadakan pesta di mansionnya. Dan free untuk semua orang. Dan kau tahu, bahkan ada foto Choi Siwon yang menyebalkan itu. Hikss… Oppa, kuharap kau bangun dan melihatku menikah dengan Kyunie…”

 

 

 

Dan sungmin, bahkan sudah lupa dengan namja diseberang telfonnya. Sungguh, ia tak sabar menantikan saat ini.

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Master…”

 

 

 

Siwon mengangguk lemah. Ia menoleh ke arah pintu, dimana ia menyembunyikan yeojanya. Disana, Shim ahjussie sudah menunggunya. Rasanya sangat berat saat ia kembali mengingat, jika ini adalah kesalahannya. Ia berusaha untuk membahagiakan Heechul, tapi akhirnya…

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Things that trully happened on that time is…

 

 

 

.

 

 

 

Flashback On

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Kita mau kemana huh? Kemana?”

 

 

 

Heechul berusaha melepaskan pelukan Siwon di pinggangnya. Namja itu tengah menyeretnya untuk mendekati sebuah pesawat yang berada di lapangan asing yang bahkan tak pernah Heechul datangi.

 

 

 

“Hikss… kau sangat mengerikan tuan Choi…” Heechul melemah. Ia sudah tak mampu lagi melawan Siwon. Beberapa jam terus memberontak dan mencoba memukuli namja itu, benar-benar terasa percuma.

 

 

 

 Siwon akhirnya memasukkan Heechul kedalam pesawat pribadinya itu. Disana, ia berusaha menenangkan yeoja itu. Berusaha selembut mungkin mengusap air matanya. “Sssttt…. jangan menangis. Aku akan membawamu jauh. Kau tak akan bertemu dengannya lagi, kau tidak mengkhianatinya. Kau mencintaiku.”

 

 

 

“Kumohon… Ini hari pernikahanku.” Heechul memohon dan menyatukan kedua tangannya. Ia bahkan jatuh merosot kelantai dan berusaha memohon pada Siwon. Tapi, sepertinya namja itu sama sekali tak punya lagi belas kasihan.

 

 

 

Ia hanya tersenyum kecil dan kemudian menarik Heechul untuk duduk di pangkuannya. “Hei… jangan seperti ini. Kau nyonya Choi, kau bisa memiliki apapun yang tidak bisa kau miliki. Aku akan memberimu apapun.”

 

 

 

Siwon berbisik pelan,sambil terus mengecup jemari kurus Heechul. Ia kemudian memutar tubuh Heechul untuk menghadapnya. Tersenyum dengan begitu tampan. “Aku mempunyai apapun, bahkan kuasa yang melebihi siapapun. Kau akan bahagia bersamaku.”

 

 

 

“Tapi, Wonnie aku tidak …”

 

“Ssttt…” Siwon menempelkan jari telunjuknya di bibir Heechul. Dia tersenyum kecil dan kemudian menarik yeoja itu kedalam ciuman singkatnya. Membiarkan bibir siwon menarik dan memanjanya. Membiarkan lidah itu bahkan melakukan wedding kiss yang seharusnya ia lakukan bersama Hangeng. Tapi, mengapa….

 

 

 

Aku … kenapa?’

 

 

 

Heechul sungguh tak mengerti, mengapa ia seperti ini. Seorang pengkhianat, atau bahkan seorang yang gila harta. Heechul menggeleng, dan memaksa untuk mengakhiri ciuman itu.  “Ahniya, aku tidak butuh uangmu. Jebal, lepaskan aku. Kau bisa mencari yeoja lain. Artis… atau anak menteri. Atau anak presiden, aku dengar dia sangat cantik. Aku… aku bukan siapa-siapa. Kumohon, menikahlah dengan yang lain, siapapun itu… Kumohon….”

 

 

 

“Heuh… Kau lucu sekali sayang. Memangnya jika aku menikah dengan siapapun itu, kau kira kau akan kembali pada siapa heuh?” Seketika wajah tampan itu seperti berubah menjadi vampire yang menakutkan.

 

 

 

Raut wajah Heechul berubah. Sangat terlihat, ketakutan didalam kedua matanya yang cantik itu. Dia mencengkeram kerah baju Siwon dan menatapnya penuh selidik. Beberapa pemikiran buruk, menghinggapi kepalanya.

 

 

 

“Apa maksudmu? Kau tak membunuhnya kan?”

 

 

 

“Hehehe….” Siwon tertawa pelan dan kemudian dia menyandarkan punggungnya. “Kau pikir seperti apa?”

 

 

 

“Yah!!! Kau tak membunuhnya ‘kan? Ya Tuhan, Choi Siwon … jebal, jangan lakukan apapun padanya.”

 

 

 

Siwon menggeleng pelan, dan kemudian mengusap lembut pipi Heechul. “Aku tak melakukan apapun.”

 

 

 

“Lalu…?”

 

 

 

“Heuh…. Heechulie…” Siwon kembali menarik pinggang itu ke pelukannya. Dan perlahan dia mengusap pelan paha Heechul yang tersembunyi. “Aku hanya membuatnya, tak bisa memberikan apa yang kau butuhkan.”

 

 

 

Siwon mengecup pelan rambut Heechul. “Seperti perawatan mahal untuk kulitmu dan rambutmu yang sangat wangi ini. Kau butuh uang sayang…”

 

 

 

Heechul, berusaha mati-matian untuk tidak mendesah. Ia memang mencoba berfikir, apa yang sebenarnya dilakukan Siwon pada Hangeng. Tapi, tetap saja sentuhan dan kecupan kecil di bahunya, membuatnya seperti… lupa…

 

 

 

“Kau juga butuh pakaian yang bagus dan seksi, untuk tubuhmu… Chulie…”

 

 

 

“Unghhh…”

 

 

 

Dan akhirnya Heechul tak bisa menahannya lagi. Ia merasakan sesuatu yang mengeras tengah menggesek bagian bawah tubuhnya. Dan bahkan secara perlahan, Siwon sudah berhasil menaikkan rok bawahan gaun pengantin Heechul, hingga namja kini tengah menggoda Miss. V Heechul. Menghembuskan nafasnya dan menciuminya perlahan.

 

 

 

“Eunghh…”

 

Heechul melemas, ia tak tahu mengapa ia seperti ini. Ia sendiri yakin jika ia sangat mencintai Hangeng. Hangeng, namja yang tak pernah lelah menantinya. Namja yang selalu ada bersamanya, namja yang selalu memuaskannya.

 

 

 

“Eunghh… Hann… aahhh… Hannie….”

 

 

 

Dan saat mendengar itu, Siwon merasakan kemarahan yang luar biasa. “Beraninya kau menyebutnya, saat kau tahu jika itu aku?” Siwon langsung menatap tajam pada Heechul, dan kemudian dia mendorong Heechul hingga jatuh dari pangkuannya.

 

 

 

“Kau tahu,bahkan namja itu sudah jatuh miskin sekarang. Apa kau tak sadar?”

 

 

 

“Apa yang kau lakukan padanya?”

 

 

 

Siwon tersenyum licik. “Hanya membuatnya, menjual seluruh kekayaannya.” Siwon mendekati Heechul dan kemudian mencengkeram erat kedua sisi pipi yeoja itu. “Dia bukan apa-apa bagiku. Membuatnya jatuh miskin adalah hal termudah, seperti membalikkan telapak tanganku.”

 

 

 

“Apa yang sebenarnya kau inginkan? Aku tak bisa mencintaimu. Kumohon, jangan lakukan apapun lagi.”

 

 

 

“Heuh…” Siwon melepaskan beberapa kancing kemejanya. Ia kemudian mendekati Heechul dan menyeretnya menuju ke kabin belakang. Entah bagaimana, disana bisa tersedia bed lebar yang cukup nyaman untuk mereka berdua.

 

 

 

“Bercinta denganku, dan jangan sekalipun mengingatnya. Aku akan membuatmu melupakannya, melupakan namja miskin itu.”

 

 

 

“Tapi, aku tidak…”

 

 

 

“Jangan menjawabku, seperti kau punya pilihan. Atau, kau ingin aku melakukan lebih pada namjamu yang bodoh itu?”

 

 

 

.

 

 

 

Sreeek….

 

 

 

.

 

 

 

Dan dengan sekali tarik, gaun pengantin itu sudah tercabik oleh tangan kasar Siwon.

 

 

 

.

 

 

 

‘Aku tak sungguh menikmati ini, apakah kau tahu aku menangis?’

 

 

 

‘Bahkan jika aku bisa, aku ingin mati saat ini juga…’

 

 

 

‘Tapi, sama sekali tak mampu. Aku ingin terakhir… sekali saja, dapat melihatmu…’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

.

 

TBC?

 

 

 

.

 

 

 

Kyaa!!!! Ini gak masuk rate M kan??? Iya kan???? Aduh…. jangan marahin aku, kenapa storynya jadi begini???

 

 

 

 

Cheat on ME | HanChul | SiChul | Nc-17 | Ch. 3

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Jadi pemberkatan pernikahan di Korea?”

 

 

 

“Nde, Umma.”

 

 

 

“Lalu, kau jadi mengadakan resepsinya di Paris.”

 

 

 

Heechul menggeleng pelan. “Sepertinya tidak perlu. Mungkin aku hanya akan mengundang teman kantor untuk liburan bersama disana.”

 

 

 

Heechul menoleh pada namja tampan yang duduk disisinya. Namja itu mengecup punggung tangan Heechul dan melemparkan senyuman padanya.

 

 

 

“Kurasa, itu  keputusan yang terbaik.” Hangeng berbisik pelan sebelum ia kemudian mengecup kening Heechul.

 

 

 

Heechul mengangguk pelan. Dalam hatinya, ia sangat berharap semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : M

 

 

Cast :

 

-Cho Hangeng

 

-Kim Heechul (GS)

 

-Choi Siwon

 

 

– Other SUJU member

 

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia|| NC-21 ||

 

 

Another PRESENT From Me

 

.

 

 

 

~Cheat on ME~

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

 

 

 

 

Chapter 3

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Suasana butik di pusat kota Seoul ini terlihat begitu menyenangkan. Karena kehadiran 3 yeoja yang khas dengan keindahan mereka masing-masing. Salah satu dari mereka tengah sibuk memilih-milih gaun putih yang berjajar indah disana. Yang lainnya hanya sibuk membolak-balik majalah yang diterbitkan oleh sang perancang di butik itu sendiri.

 

 

 

Salah satu dari mereka sempat berkali-kali mencuri pandang. Sesekali memberanikan diri untuk bertanya, dan akhirnya ia mengurungkannya. Tapi, sungguh__ ia ingin bertanya lagi, hingga akhirnya dia melanjutkan niatnya itu. “Eonni…”

 

 

 

“Heung…” Hanya dengungan. Heechul mendengung pelan sambil sibuk mengagumi halusnya material yang menjadi salah satu bahan pembuat wedding dress itu.

 

 

 

“Bolehkah aku mengajak Kyuhyun?”

 

 

 

Heechul menoleh pada Sungmin. Yeoja manis nan polos itu bertanya dengan kedua mata yang sendu penuh harap. Yeah… Ia sangat berharap, kekasih kecilnya itu bisa ikut.

 

 

 

“Ck… sebenarnya, Kyuhyun sangat menyebalkan. Aku heran, bagaimana bisa dia ternyata adik sepupu Hannie. Ish… dia sangat mesum. Masih kecil saja sudah mesum.”

 

 

 

“Hahahhaa….”

 

 

 

Hyukkie ikut tertawa bersama Heechul. Menertawakan wajah Sungmin yang malu-malu dan juga mengingat entah bagaimana kedua makhluk berbeda planet itu bisa saling menyukai.

 

 

 

Heechul kemudian menghentikan kegiatannya dan lebih memilih membiarkan salah satu dari pelayan di sana memasangkan beberapa sample sepatu pengantin di kakinya. IA duduk di samping Sungmin dan kemudian berbisik pelan padanya. “Yah… Sungmin-ah…”

 

 

 

“Nde, Eonni.”

 

 

 

“Kuharap, kau mengikat Kyuhyun baik-baik. Di pesta nanti, kurasa banyak yeoja cantik.”

 

 

 

Tapi Sungmin hanya membalas dengan senyumannya. Ia menaikkan bingkai kacamatanya dan kemudian menoleh menatap Heechul. Ia mengangkat jari kirinya, seakan tengah memamerkan sesuatu yang memang melingkar dijarinya.

 

 

 

“Appa dan Umma Cho, sepertinya sudah mempercayakan Kyuhyun padaku. Lihat, ini cincin dari Umma Cho.”

 

 

 

Wajah Heechul seketika mengkerut, sungguh ia kalah cepat dibandingkan Sungmin. Terlebih suara tawa berlebihan dengan nada mengejek dari seorang  Lee Hyukjae, sukses membuatnya makin kesal.

 

 

 

“Hahaha…. Heechul Eonni belum punya. Hahhaa…”

 


Dan sukses, sebuah bantal sofa melayang ke wajah Hyukkie.

 

 

 

“Aku bukannya belum punya, hanya saja aku___”

 

 

 

“Selalu tak yakin saat sudah mendekati hari pernikahan.”

 

 

 

.

 

 

 

Degh…

 

 

 

.

 

 

 

Suara itu…

 

 

 

Seketika mampu membuat seluruh tubuh Heechul menjadi dingin seketika. Ia sama sekali tak menyangka jika namja ini sangat nekat, dan bahkan menampakkan dirinya didepan kedua teman kantornya.

 

 

 

Dan tepat disaat itu juga, seorang pelayan ditoko itu keluar membawa salah satu gaun yang tadi sudah dipilih Heechul. Tapi, sebuah tangan menghentikan gerakan pelayan itu. Dan tanpa aba-aba, namja tampan ini mengambil alih pakaian pengantin itu dan kemudian dengan sengaja menarik lengan Heechul agar mendekat padanya.

 

 

 

“S-Siwon, apa yang kau lakukan??” Heechul membentak, meski dengan nada liri. Dan kini malah ia yang berbalik, menarik Siwon untuk menjauh dari Sungmin dan Hyukkie.

 

 

 

Heechul menyeret namja itu ke tempat yang cukup tertutup, kemudian dengan sekuat tenaga menurunkan lengan Siwon yang entah sejak kapan bergelayut mesra (?) di pinggangnya.

 

 

 

“Eumh…. Tak kusangka, kau dengan pakaian kantormu malah terlihat berkali lipat lebih seksi.”

 

 

 

Dan Heechul sudah merasa sangat mual. Ia bisa merasakan nafas Siwon begitu dekat dengan tengkuknya. Yeah, kini namja tampan itu tengah berusaha menciumi helaian rambut Heechul yang menurutnya sangat wangi dan sexy.

 

 

 

“Ish… kau gila.”

 

 

 

Heechul berusaha mendorong Siwon, dan kemudian dengan segera merebut wedding dress dari tangan Siwon. Bukan pekerjaan mudah, karena Siwon sengaja menjauhkan pakaian itu dari jangkauan tangannya. Tapi akhirnya dengan sedikit bersusah payah dan melompat, Heechul berhasil meraih pakaian itu.

 

 

 

“Kau pergilah, apa belum cukup kemarin?”

 

 

 

“Apa??? Kemarin yang manai, cantik…”

 

 

 

“Ish… pergilah!!!” Heechul mendorong kasar tubuh Siwon, tapi sepertinya percuma. “Yah…. Apa yang kau lakukan?”

 

 

 

Siwon mengacuhkan Heechul dan kemudian menyeretnya menjauh dari tempat itu. “Silahkan saja berteriak dan kedua temanmu mencurigai kita.”

 

 

 

“Kau…..Errghhhh….” Heechul akhirnya diam dan mengurungkan niatnya untuk berteriaksekuat mungkin. Dan sementara itu, Siwon tersenyum penuh kemenangan.

 

 

 

“Tenanglah, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Ommo….”

 

 

 

Heechul tak bisa berkedip saat melihatnya. Bukan karena silaunya batu yang berkerlip yang menambah keanggunan pakaian pengantin itu, tapi…

 

 

 

“Ini benar-benar cantik…”

 

 

 

Sempat terpesona hingga lupa, namun akhirnya Heechul sedikit tersadar dan menggeleng pelan. Ia berbalik dan menatap Siwon. “Sudahlah, aku pergi saja.”

 

 

 

Heechul hampir saja meninggalkan ruangan entah apa itu, sebelum akhirnya Siwon menahan kembali lengannya. Dan entah bagaimana, semuanya seperti berjalan begitu saja.

 

 

 

Heechul membiarkan namja itu mengagumi keindahan tubuhnya. Membiarkan lengan Siwon melingkar posesif pada pinggang langsingnya, dan perlahan menurunkan zipper rok pendek miliknya.

 

 

 

“Apa yang ahhh…”

 

 

 

Dan seluruh tubuh Heechul merinding hebat. Ia bisa merasakan, seperti apa jemari pintar itu menjaga seluruh tubuhnya. Merasakan jari besar hangat milik Siwon mulai merasuk kedalam kemeja kerjanya yang cukup kekecilan itu,dan satu tangan yang lain dengan lincah melepaskan kaitan-kaitan kancing kemeja Heechul.

 

 

 

“Aku hanya ingin, kau membiarkanku.”

 

 

 

Heechul menggeleng pelan. Baginya, ini benar-benar satu kecurangan. “Kumohon…hentikan.”

 

 

 

Siwon menggeleng pelan, meski masih melakukan kegiatannya yang menciumi punggung lembut Heechul. “Aku hanya ingin…mmmhhhh…. memakaikanmu pakaian ini.” Siwon memutar tubuh Heechul yang sedari tadi memunggunginya. Mereka berhadapan langsung dan dengan jelas Heechul bisa melihat raut kesedihan di wajah tampan itu.

 

 

 

“Ini adalah gaun pengantin terbaik yang pernah aku lihat. Gaun pengantin terakhir yang diinginkan ummaku, dan aku sungguh ingin melihatnya bahagia sebelum akhirnya dia harus meninggalkan aku.”

 

 

 

Heechul menggeleng tak mengerti. “That’s enough. Please… let me..”

 

 

 

“Tidak akan, sebelum kita …”

 

 

 

Heechul menggeleng. Ia tak mungkin melakukannya. Meski hanya memakai gaun itu dan, “Ahhh…..” Heechul sedikit menjerit saat merasakan sesuatu mendesak di bagian bawah tubuhnya. Kedua mata cantiknya membulat tajam.

 

 

 

Sungguh, ia ingin kembali menginjak kaki Siwon dengan ujung heels-nya yang tajam, tapi…

 

 

 

“Ahh…. hentikan…”

 

 

 

Kedua tangan Heechul Sibuk melepaskan lengan Siwon yang melingkar kuat di pinggangnya. Ditambah lagi dengan getaran hebat di bagian Miss V-nya karena gesekan jemari meski dari luar G-string-nya.

 

 

 

“Baiklah… baiklah… aku akan memakainya.”

 

 

 

Dan Siwon menghentikan kegiatannya. Jika boleh jujur, dia sungguh tergoda kali ini. Melihat wajah terangsang Heechul, dan terlebih ia bisa merasakan rasa khas dari cairan yang memang membasahi string Heechul saat ia menjilat jemari telunjuknya.

 

 

 

Dan Heechul sudah hampir gila. Otaknya benar-benar bekerja diluar kontrol, dan ia sempat membayangkan yang tidak-tidak saat Siwon dengan sengaja menjilat jemarinya sendiri seperti lolipop yang benar-benar nikmat.

 

 

 

Dan sesi berikutnya sepertinya akan menjadi sesuatu yang lebih berat.

 

 

 

Siwon melepaskan kemeja Heechul. Ia benar-benar tak menginginkan yeoja itu bekerja sendiri. Heechul sungguh ingin lari, tapi___

 

 

 

Saat ia hanya bisa melihat empat dinding yang keseluruhannya adalah kaca dan tak tahu ia berada di ruangan sebelah mana.

 

 

 

“Jangan berharap kau bisa keluar dari sini sebelum melakukan apa yang kau janjikan. Ini ruangan rahasiaku.” Siwon berbisik pelan, sebelum akhirnya ia mengecup lembut telinga Heechul dan menurunkan tali bra-nya.

 

 

 

Sedikit nakal saat ia malah meremas payudara yang penuh dan sedang mengeras itu.

 

 

 

Sungguh Heechul benar-benar ingat, jika dia memiliki Hannie. Tapi entahlah, ada saat dimana ia tak bisa menolak sentuhan-sentuhan namja ini.

 

 

 

“Ahhhss….”

 

 

 

Terlebih, ia mulai berfikir bahwa ini adalah sebuah kegilaan. Ia membiarkan sesuatu yang kenyal dan basah itu memainkan nipple-nya. Menarik dan menggigitnya pelan, membuatnya menjerit dan mendesah perlahan.

 

 

 

“Kumohon… Ahss… Siwonie…”

 

 

 

“Jebal… hanya kali ini dan aku berjanji…”

 

 

 

Ini bercinta? Bernego? Atau belas kasihan?

 

 

 

Heechul sama sekali tak mengerti. Tapi, yang jelas ia merasa jika disini… dialah yang bersalah.

 

 

 

‘I’m a cheater….’

 

 

 

“Akkhhh… awwhhhh..Wonahhhhh….”

 

 

 

Jujur, ia menangis… tapi mengapa ia menikmati ini. Membiarkan namja itu menguasai dirinya, membiarkan namja itu merasakan apa yang selama ini hanya ia berikan untuk namjanya.

 

 

 

Hannie…. Jeongmal….’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Dan setelah kegiatan gila itu, setelah seminggu peristiwa itu__ dan seminggu ini pula Siwon tak pernah lagi membuntutinya. Meski akhirnya Heechul harus bersusah payah menjelaskan dan berbohong pada Eunhyuk dan Sungmin, jika dia malah terjebak sebuah sale di salah satu toko merk ternama.

 

 

 

Heechul mungkin terlihat tenang, tapi sungguh hatinya berkecamuk dan penuh ketakutan. Ia teringat, kepingan –kepingan beberapa hari yang lalu. Bahkan saat setelah seminggu ini sudah berlalu, tetap saja ia seperti tak bisa melepas bayang-bayang Siwon dan juga setiap sentuhannya.

 

 

 

Heechul menggeleng pelan, dan entah bagaimana ia bisa tak menyadari kehadiran seorang namja tampan yang selalu menyejukkan dengan senyumannya yang begitu tenang dan dalam.

 

 

 

Heechul bahkan tak sadar jika ia tengah menangis, jika namja tampan itu tak mengusap pipinya dan mengecup ujung matanya yang basah.

 

 

 

“Wae? Kau tegangkah? Sampai menangis seperti ini?”

 

 

 

“Hannie…”

 

 

 

Heechul hanya bergumam pelan, dan kemudian dengan jemari lentiknya __ ia kembali mengurutkan ukiran ketampanan Hangeng, namjanya.

 

 

 

Sungguh, ia tengah berusaha sekuat tenaga untuk kembali menyimpan wajah ini didalam hati dan ingatannya. Sungguh,ia tak mau lagi goyah seperti sebelumnya. Dan bahkan karena Siwon__ Sungguh, ia tak ingin lagi.

 

 

 

“Wae…?”

 

 

 

“Ahniya.” Heechul hanya menggeleng dan kemudian dia mendekati wajah Hangeng. Ia tersenyum kecil dan kemudian mulai mengusap bibir bawah namja itu. Bibir yang selalu menjadi candu untuknya. “Can i…”

 

 

 

“Yah… kenapa harus bertanya? Biasanya kau juga akan langsung menciumku.”

 

 

 

Heechul tertawa pelan. “Ish… kenapa aku genit seperti itu.”

 

 

 

“Hahhaah….” Hangeng tertawa pelan dan seperti sengaja, ia menarik Heechul hingga jatuh dari atas ayunan yang sedari tadi didudukinya. Jatuh tepat menimpa tubuh Hangeng.

 

 

 

Awalnya, Heechul sedikit tegang karena sekarang memang mereka tengah berada ditaman di depan apartemen mereka. Meski ini sudah malam, bukan berarti mereka bebas bermesraan.

 

 

 

“HHhhh… sekarang sangat dingin. Bisakah menciumku?” Hangeng berbisik pelan sambil memainkan hidung Heechul.

 

 

 

Yeoja itu tak bisa menahan senyumannya. Selalu saja, saat kedua mata Hangeng memenjaranya dan menatapnya lembut__”YYAh….” Heechul kemudian berusaha untuk bangkit, tapi sayang tetap saja masih tertahan oleh pelukan lengan posesif Hangeng.

 

 

 

“Ish… Hannie…”

 

 

 

“Mmmmm…”

 

 

 

“Jangan disini, aku tak mau ditangkap petugas.”

 

 

 

“Lalu, kau mau dimana?”

 

 

 

“Yahhhh…”

 

 

 

“Ahahha…. baiklah.”

 

 

 

“Ish… dasar pervert…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Untuk apa ke butik, jika akhirnya kau akan memakai wedding dress milik Umma.”

 

 

 

Heechul sedikit melirik tak senang pada namja kecil yang sudah menghadangnya didepan tangga.

 

 

 

“Yah, Cho Kyuhyun! Bagaimana kau bisa ada disini? Bukannya menunggu digereja.”

 

 

 

“Huah….” Kyuhyun menguap lebar. “Aku menunggu Sungmin, bukan menunggu nenek lampir yang cerewet seperti Heechurela.”

 

 

 

“Yah!!!!”

 

 

 

Heechul hampir berlari dari ujung tangga atas itu, jika saja sebuat tangan halus tak menyentuh bahu polosnya dan menghentikan langkahnya yang sudah mantap tadi.

 

 

 

“Ish… Eomonim…”

 

 

 

“Ck… Kyuhyun-ah. Ini area yeoja.”

 

 

 

“YA… ya… ya…” Kyuhyun menganguk malas dan kemudian ia naik ke tangga. “Aku hanya ingin menjemput Sungmin.” Kyuhyun sempat mehrong pada Heechul, sebelum akhirnya ia menghilang dari jarak pandang Heechul, menuju ke ruang pengantin wanita. Yeah, mencari sosok bermarga Lee yang terlihat cantik berbalut dress selutut berwarna pink pastel.

 

 

 

“Sungminnie…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Yah… Hannie…”

 

 

 

Heechul seperti merajuk. Ia menatap kekanan dan kirinya. Ibu dari Kyuhyun dan ibu dari Hangeng mengapitya ditengah. “Eomma… sebaiknya kalian mengusir dia. Bukankah dia harusnya sudah berada digereja.”

 

 

 

“Yah! Kalian berdua harusnya memang sudah berangkat.”

 

 

 

“Heum… baiklah. Aku akan menunggu pengantinku disana.” Hangeng sempat mengerlingkan sebelah matanya, sebelum akhirnya ia melesat keluar menuju Appanya yang sudah menunggunya di depan pintu rumah mereka.

 

 

 

“Nah, sebaiknya sekarang kita menuju ke mobil. Mungkin saja supir sudah menunggu dari tadi. Kajja.”

 

 

 

Heechul mengangguk pelan, hingga akhirnya ia melangkah keluar. Selangkah demi selangkah___

 

 

 

.

 

Degh…

 

.

 

 

 

Kedua mata Heechul membulat lebar. Ia benar-benar tak menyangka. Seseorang yang berjalan tegap dan begitu yakin mengarahkan langkahnya pada Heechul.

 

 

 

“Permisi Eomonim, sepertinya Heechul Noona akan berangkat bersamaku.”

 

 

 

“Eoh????”

 

 

 

“Nde…” Namja itu mengangguk dan tersenyum angkuh. Dan tanpa basa basi, namja itu mengarahkan pistolke arah kedua yeoja paruh baya itu.

 

 

 

“Jangan berteriak, atau kalian tak akan hidup lagi.”

 

 

 

Sementara itu, Heechul terus menatap tajam pada namja itu. Ia benar-benar tak percaya. “Kenapa??”

 

 

 

Namja itu hanya menggeleng.

 

 

 

“Yah….!!! Kenapa?!”

 

 

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Hmmmpphhh….”

 

 

 

“Jebal, jangan membuatku menyiksamu, Chullie…”

 

 

 

Tapi, tetap saja. Yeoja itu mencoba untuk menginjak kaki namja yang tengah berusaha menculiknya (?) dengan menggunakan ujung heelsnya yang bisa dibilang runcing. Mungkin cukup bisa melumpuhkan kaki namja itu, tapi dia seperti sudah mati rasa. Mengabaikan darah yang mengalir dikakinya dan tetap berusaha membawa Heechul bersamanya.

 

 

 

Dia mengemudikan mobilnya dengan cepat, setelah sebelumnya__ meski dia tak tega_ ia mengikat Heechul menggunakan tali yang  memang sudah ia siapkan. Bibir sexy itu, sukses dibungkamnya menggunakan dasi kerjanya.

 

 

 

Sesungguhnya, ia sama sekali tak tega melakukan ini.

 

 

 

Di tepian jalan, ia menghentikan mobilnya. Tak sanggup melihat yeoja itu terus meronta disisinya. Ia memaksa untuk mencium kening Heechul, meski yeoja itu sudah berusaha untuk menolak.

 

 

 

Namja ini, akhirnya melepaskan dasinya di bibir Heechul.

 

 

 

“Yah!!! Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila, Tuan Choi Siwon yang terhormat!”

 

 

 

“Sssstt…. kumohon. Ini yang terbaik untuk kita.”

 

 

 

“Lepaskan aku!”

 

 

 

“Never baby….” Siwon berusaha memeluk tubuh yang sudah berbalut gaun cantik itu. Ia terus merengkuh kuat meski Heechul sudah berusaha untuk melepaskan diri. “Kau tak mungkin tega melakukan ini. Tenanglah baby, aku akan membuatmu sadar. Semua yang akan kau lakukan ini adalah satu kesalahan.”

 

 

 

“Hikss… kumohon…”

 

 

 

“Jangan memaksaku.”

 

 

 

Tubuh Heechul melemah. Untuk hari ini, ia sudah terlalu lelah. “Seharusnya, kau membiarkan aku dengan kehidupanku. Hari ini adalah hari pemberkatan pernikahanku. Kenapa kau tega sekali?”

 

 

 

“Apa kau lupa…” Siwon menangkup lembut kedua pipi basah itu. Ia menatap dalam pada kedua mata Heechul yang masih memerah. “Kau akan menikah denganku, aku mencintaimu__ bahkan lebih Chullie….”

 

 

 

“Belum cukupkah? Bukankah kau sudah berjanji padaku?”

 

 

 

Dan entah bagaimana, tapi Heechul bisa melihat dengan jelas….

 

 

 

Senyuman di wajah tampan itu, benar-benar mengerikan.

 

 

 

‘Hannie….’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

.

 

.

 

TBC?

 

 

 

.

 

 

 

Inilah alasannya, kenapa ini ga tega kalo Kyumin. Hahaha… takut ditimpukin orang seKyumin dan SeSUJU… hahha…..

 

 

 

Mianhe untuk Adegan rate-nya dengan SiChul cast.

 

 

 

Mianhe juga karena ni bentar lagi tamat.

 

 

 

Mianhe juga karena ga bakal ada Sibum-nya di FF ini. Hahahha ….

 

 

 

Bye…

 

Korean-Dress-MD00341

 

 

Cheat On Me | HanChul | GS | Ch.1 | Nc-17

 

.

 

.

 

 

“Mmmh…. Hannnhhh…”

 

“Wae?”

 

“Berhentilah…”

 

Suara Heechul terdengar merintih melas. Ia sungguh tak puas jika hanya seperti ini saja. Seluruh tubuhnya bergetar sempurna tapi terasa sangat kosong. Ia merintih tanpa alasan yang kuat, dan ia butuh yang lebih kuat, lebih dari ini. Hasratnya seakan ingin meledak dikepalanya.

 

Ia tak tahu harus menahan hasratnya seperti apa lagi. Heechul sudah sangat menggila saat hanya jari nakal Hangeng yang membuka lipatan Miss V-nya. Dan ternyata, itu hanya pembuka atau bahkan hanya tipuan belaka.

 

Hangeng benar-benar memanjakannya. Ia selalu bisa membuat Heechul melayang lebih dan lebih lagi. Terlebih saat lidah nakal Hangeng mulai memainkan klit Heechul. Menggoda lipatannya, menggoda lubangnya, menyusup kedalam dan terasa panas. Bukan jemari nakal Hangeng, tapi lidah itu.

 

Sesuatu yang basah dan hangat dan lembut dan… “Ugghhh… Hanniehh…”

 

Ia bisa merasakan, seluruh aliran darahnya menjadi panas dan menyatu pada pusat tubuhnya di bawah sana. Ia bergetar.

 

Dan bahkan menjerit…

 

“Ahhh… Hannie… Ahhh…ashhh…”

 

Heechul hampir kehabisan nafasnya. Ia sudah mencapai puncaknya beberapa detik yang lalu. Namun sepertinya Hangeng belum puas menghisap cairan dari dalam tubuhnya.

.

Sluruuppp…

.

 

“Mmmhhh…”

 

.

Cpk… cpk…

 

.

 

Bahkan bunyi kecipak miss V-nya sendiri yang tercampur antara cairannya dengan saliva Hangeng terdengar sangat menggairahkan.

 

“Hannie… Euhhh… masuk saja…”

 

Dan Hangeng benar-benar tuli untuk saat sekarang ini. Ia masih ingin menikmati Ms. V kesayangannya. Ia menggeleng perlahan. Dan hal itu malah semakin memancing hasrat Heechul.

 

Rambut jabrik namja kesayangannya itu sukses menggesek paha bagian dalamnya. Heechul bergerak gelisah dan mulai menggoda punggung telanjang Hangeng dengan tumitnya. Ia sungguh tak kuat jika hanya seperti ini, lebih lama lagi.

 

“Please, sexy baby… I need you…”

 

.

Chup~

 

“In me…”

 

.

.

 

.

 

.

 

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Hangeng

-Kim Heechul (GS)

-Choi Siwon

 

– Other SUJU member

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Another PRESENT From Me

.

 

~Cheat on ME~

.

 

.

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Chapter 1

.

 

.

 

.

 

Mulai sedikit merasakan hangat matahari pagi yang menyentuh kulit lembut punggungnya yang polos, Heechul menggeliat pelan. Ia terbangun. Sungguh sangat lelah. Yeah, karena percintaan mereka memakan waktu berjam-jam lamanya. Tapi, jika sudah begini tak mungkin dia tidur lagi.

 

Heechul tersenyum saat melihat wajah tampan dihadapannya. Ia mencuri ciuman kecil di bibir tipis namja itu. “Ughhh…”

 

Heechul menyeringai kecil. Ia menggigit bibir bawahnya. Jujur, dia hanya melihat seberkas keringat dan juga basah di leher Hangeng. Dan juga, sedikit lancang ia mencium aroma wangi maskulin yang entah bagaimana membuatnya ingin menyentuh dan ingin disentuh lebih.

 

Tapi, dia belum cukup gila untuk melakukannya lagi. “Tahan Heechulie…” Heechul berbisik pada dirinya sendiri. Dia mengusap pelan bibir Hangeng dengan jemarinya. Kemudian turun hingga ke jakun namja itu.

 

Ia mencium jakun itu dan bahkan menggigitnya  perlahan, dan itu sukses membuat Hangeng menggeliat. Sungguh, cara membangunkan yang benar-benar pas. Panas….

 

“Hhh… Hannie…”

 

Heechul memanggil nama namjanya. Sedikit mendesah dengan suara yang berat. Sengaja menghembuskan nafas di leher namja itu, kemudian dengan liciknya ia menghirup wangi maskulin bercampur keringat di leher Hangeng.

 

Tubuh Heechul memanas dan jika lebih lama lagi, dia bisa menggila. “Hannhhh….”

 

“Eung???”

 

Hangeng hanya berdengung pelan. Ia memang cukup terganggu dengan usapan lembut jemari lentik Heechul yang sudah sampai pada dada telanjangnya. Cukup menggoda, ah tidak… bahkan sangat menggoda. Tapi, rasanya ia belum ingin membuka kedua matanya. Masih sangat berat.

 

“Ck…” Heechul berdecak kesal.

 

Heechul berusaha melepaskan lengan Hangeng dari pinggangnya. Seluruh tubuhnya lengket dan ini membuatnya lupa dengan kegilaannya sebelumnya, ia benar-benar harus mandi. Heechul melirik malas jam yang tergantung di dinding kamar itu.

 

Sudah menunjukkan jam 10 dan dia harus rapat pada jam makan siang nanti. Heechul segera memakai dengan sembarang, kemeja biru muda milik Hangeng. Tanpa underwear apapun. Ia segera berdiri dan melangkah pelan menuju toilet dikamar itu.

 

Menarik drawer kecil di sisi pintu toilet. “Huh… hanya tinggal warna merah.”

 

Heechul mendesah lemas. Ia sudah tak punya underwear lagi. Baiklah, jika warna lain mungkin banyak. Tapi, warna hitam kesayangannya kebanyakan sudah dirobek kasar oleh namjanya.

 

“Hannie, i need to buy my new underwear. Black only and  i need it a lot.”

 

Heechul sibuk mengomel sambil terus mengobrak-abrik drawer itu. Ia sempat melirik kembali pada Hangeng. Ia tahu, namja itu sudah terjaga, tapi tetap saja namja itu memaksakan diri untuk terpejam. “Hannie, are you even hear me huh?”

 

“Nghh…”

 

“Huhh…”

 

Mendengar Hangeng hanya berdengung, Heechul hanya bisa mendesah lemas. Ia segera melangkah kedalam toilet, membersihkan dirinya.

 

.

 

.

 

Beberapa menit kemudian…

.

 

Ceklek…

 

.

 

Dan pintu terbuka. Masih menunjukkan Heechul dengan kemejanya. Namun kini sedikit samar terlihat warna merah di balik tipisnya kemeja itu. Heechul sempat melirik kembali pada Hangeng. namja itu masih sibuk bergelut dengan selimutnya.

 

Heechul tersenyum, memikirkan beberapa kenakalan lain yang akan ia lakukan pada namjanya. Ia mendekati Hangeng dan kemudian mencium lembut pipi namja itu.

 

“Hannie, aku akan membuatkan sarapan__ ahni. Hanya sekedar sandwich mungkin. Untuk pagi ini saja, atau hanya kopi atau coklat hangat. So please, kau harus bangun dan mandi. Kita akan rapat jam 12 nanti, di restoran di depan kantor kita. Kau tahu, Mr. Irie tak suka menunggu.”

 

Hening beberapa detik. Heechul sungguh sebal. Hangeng terkadang memang membuatnya kesal dan sangat amat gemas. Namja itu hanya mengangguk dan mengangguk, membuat Heechul harus terus-terusan mengganggunya. Sekedar meniup lehernya atau mencium dan menggigit telinga Hangeng. Apapun yang bisa membuat Hangeng bangun.

 

Terlihat senyuman kecil di bibir tipis Hangeng.

 

“Ahh… baiklah.”

 

Hangeng segera membuka matanya dan kemudian membalikkan tubuhnya hingga menghadap Heechul. Hangeng menatap lekat tubuh yeojanya diatas tubuhnya. Sangat sexy. 2 kancing teratas yang tak Heechul kaitkan, membuat belahan dada putih dan kenyal itu terlihat sangat menggairahkan. Dan bahkan kissmark yang tercetak disana, membuat Hangeng sudah berfantasi liar kemana-mana.

 

Begitu pula Heechul. Yeoja itu sibuk dengan dada bidang Hangeng. Dada sexy yang mengkilap karena keringat. Dengan abs dan juga warna coklat yang sedikit gelap. Hot…. and sexy…

 

Keduanya saling melempar senyuman.

 

“Oh ayolah, ini sudah siang. Jangan melihatku seperti itu.” Heechul berucap nakal, sambil memainkan jemarinya di perut rata Hangeng. Ia mungkin berkata tidak, tapi gesture tubuhnya jelas mengatakan ia sangat senang saat melihat namja itu seperti ingin memakannya.

 

“Ck… hanya morning kiss, Baby…” Hangeng berbisik pelan.

 

Dan secepat kilat, lengan Hangeng menyambar leher Heechul memaksanya menurunkan tubuhnya pada Hangeng. Menyatukan bibir mereka.

 

 

Dan seperti biasa…

 

Ciuman itu akan begitu lama dan panas. Meski memang murni hanya berciuman, tapi gelutan lidah__ kaitan saliva dan juga remasan di bokong sexy Heechul membuat yeoja itu sanggup mengerang dan meminta lebih.

 

Hingga akhirnya, Heechul harus menyerah kalah dan pada akhirnya mereka harus melakukan qiuck sex pagi itu.

 

“Ahhss…. Hannie..”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Lalallaa….”

 

Heechul, menaikkan kaca mata hitam bertahta berlian miliknya. Merk asli Ck yang baru saja ia rampok dari salah satu cabang resmi di Depr. Store tempat ia bermain pagi ini. Ia hanya menunjukkan card member dan kemudian secara otomatis akan menambah kredit di Gold Card member milik Hangeng. Ck… yeoja ini benar-benar mengerikan.

 

Ia hanya beralasan ke toilet pada sesi rapat yang menurutnya membosankan itu. Ia hanya sekretaris yang bahkan tak pernah diperintah oleh Hangeng. Mana mungkin namja Chinesse itu tega memerintah kekasih tersayangnya untuk sekedar mengambil ini itu dan menjelaskan hal-hal lainnya.

 

‘Hangeng sangat mencintaiku!’

 

Yeah… Heechul terus memainkan langkah kakinya, dan ia tersenyum lebar sambil terus meyakinkan dan menyemangati dirinya. Hangeng… namja itu memang sangat mencintainya.

 

Heechul tersenyum puas saat ia sampai di Spot yang sangat ingin ia kunjungi sore itu. Victoria Secret. Ah… Heechul hampir gila hanya dengan melihat rentetan lingerie dan juga underwear yang terpajang dietalase sana. Ia melangkah yakin dan mengembangkan senyumannya kepada pelayan didalam sana.

 

“Annyeong Ms…”

 

“Ah…. Hyosung…”

 

Heechul mengembangkan senyumannya. Ia kemudian meletakkan seluruh barang belanjaan dan juga tasnya di corner toko itu.

 

“Kurasa, aku akan membeli beberapa yang berwarna hitam. Dan mungkin, kau bisa memberikan aku satu yang bertahta berlian hitam.”

 

“Tentu saja.”

 

 

.

 

.

 

Heechul masih asyik dengan dunianya. Ia seperti menggila jika melihat lingerie dan juga berbagai macam underwear yang ada disana. Bahkan, ia sangat takjub saat menemukan koleksi bertahta berlian yang menyerupai sayap malaikat.

 

Namun, ia belum gila untuk membeli itu. Hangeng bisa membunuhnya seketika. Heechul tertawa membayangkannya.

 

Ia memilih satu lingerie bertahta hitam. Mengambilnya, dan segera mencobanya. Hei…. ini Victoria Secret. Merk mahal yang benar-benar membuatmu gila jika sama sekali tak pas dengan tubuhmu. Dan Heechul, ia sangat senang saat Hyosung yang begitu mengerti dirinya itu mengijinkan Heechul untuk mencobanya.

 

Heechul mengikuti Hyosung ke satu ruangan VIP, dan mereka akan mencobanya disana. Satu ruangan yang disekat empat dinding dan juga hanya terisi satu sofa double. Ruangan yang dikhususkan untuk member VIP di dept. Store itu.

 

Heechul mulai melucuti pakaiannya. Ia membiarkan Hyosung terus tersenyum iri saat melihat tubuhnya yang sempurna itu. Payudara yang pas berukuran 39 dan bisa dipastikan itu alami dan sangat kenyal.

 

Kulit seputih susu yang sangat menggoda dan juga tubuh polos Heechul dengan bulu halus didaerah sensitive-nya. Benar-benar bisa membuat wanita manapun iri padanya.

 

Terlebih saat semua sudah terbalut bra bertahta berlian hitam yang menakjubkan.

 

“Otte?”

 

“Sexy….”

 

Heechul tersenyum puas mendengar perkataan Hyosung. “Ok, I’ll take this.”

 

.

 

.

 

.

 

“Nde???”

Heechul membulatkan kedua matanya tak percaya.

 

“Kau bilang gratis?”

 

“Nde, Eonni. Ini gratis.”

 

“Tapi bagaimana bisa.”

 

Heechul sungguh tak percaya. Ia belanja begitu banyak di Victoria Secret, dan tidak bisa dibilang murah dan itu semua gratis. Heechul menatap penuh selidik pada Hyosung.

 

“Yah, kemari kau.” Ia menarik Hyosung untuk mendekat padanya. Segera mendudukkannya disisinya. “Bagaimana ini bisa gratis, Sin Hyosung-ssi? Kau jangan bercanda. Aku tak mau kau dipecat hanya karena memberikan aku diskon 100 persen.”

 

Hyosung menggeleng pelan. “Ahni, Eonni.” Hyosung terlihat gelisah. Ia sungguh takut untuk berbohong. “Baiklah, sebenarnya itu tidak gratis.”

 

“Lalu??”

 

“Direktur Choi yang membayarnya untukmu.”

 

“Tapi, bagaimana bisa? Sudahlah, aku akan membayarnya sendiri.” Heechul memaksakan Hyosung untuk menerima Gold card miliknya.

 

“Tidak perlu Miss Kim.” 

 

Heechul tahu siapa pemilik suara yang berhasil mengehntikan aksinya untuk memaksa Hyosung.  Namja tinggi dan tampan itu benar-benar mulai membuatnya risih. Ia tak bisa seperti ini.

 

“Tuan Choi, seharusnya kau tak melakukan ini.”

 

Heechul menggeleng dan kemudian ia segera menyambar semua belanjaan sebelumnya dan tasnya___ setelah itu berjalan cepat meninggalkan toko itu. Ia meninggalkan underwear yang sudah ia pilih tadi. Sungguh, ia benar-benar kesal.

 

Heechul berusaha berjalan cepat, tapi bagaimanapun___ jika kau berjalan dnegan heels setinggi 15 cm dan kau masih bisa lolos dari kejaran seorang Choi Siwon, rasanya benar-benar tidak mungkin.

 

Namja itu tetap akan menemukan lenganmu dan akan menyeretmu kemanapun ia mau.

 

Seperti sekarang, lengan Heechul ditangkap dengan mudahnya oleh Siwon dan dengan mudah pula namja itu menyeret Heechul untuk ikut bersamanya. Heechul sudah berusaha melawan perlakuan Siwon. Tapi rasanya percuma.

 

Namja itu terlalu kuat dan bahkan Heechul sudah mulai merasakan sakit pada kakinya karena ia harus sedikit berlari mengkiti langkah namja itu.

 

“Ah….”

 

Heechul tak sengaja menabrak tubuh Siwon saat namja itu tiba-tiba berhenti didepan sebuah pintu, dan entah bagaimana___ mereka berdua kini sudah masuk kedalam satu ruangan pas yang lainnya. Dan…

 

.

Klik…

.

 

Siwon berhasil mengunci ruangan itu dari dalam. Ruangan pas yang cukup luas. Sama dengan ruangan sebelumnya dan lengkap juga dengan sofa double didalamnya. Ia mendudukkan Heechul di sofa itu dan kemudian dengan cepat berjongkok dan melepaskan sepatu Heechul.

 

“Mianhe, aku tak bermaksud__”

 

.

Plakk…

 

.

 

Satu tamparan mendarat penuh di pipi Siwon. Heechul sungguh tak habis pikir, bagaiman bisa namja itu memperlakukannya seperti ini.

 

“Aku… kita… bukankah baru saling mengenal. Dan itu juga baru beberapa hari yang lalu. Jadi, bisakah kau tak menggangguku?”

 

“Mianhe…” Siwon mengangkat satu tangannya dan berusaha untuk meraih tangan Heechul, namun sayang__ Heechul kembali menepisnya.

 

“Kenapa kau menggangguku?”

 

Siwon menunduk. Namun ia tak menunjukkan kekecewaannya. Ia kemudian mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyumnya. “Kurasa kau juga tahu jika aku sudah terikat padamu. Aku mencintaimu dan itu kenyataannya.”

 

“Heuh… bodoh.”

 

“Nde, mungkin bodoh memang.” Siwon mengangguk. “Tapi, aku cukup pintar karena memilih mencintai yeoja secantik Kim Heechulie. Kau benar-benar pas untukku. Kita pasangan yang serasi.”

 

Heechul tersenyum remeh. Ia benar-benar tak berfikir untuk sampai kearah ini dengan seorang jutawan bermarga Choi yang ada dihadapannya.

 

“Kurasa, kau hanya menyukaiku saja. Itu bukan cinta. Hanya suka saja, dan sepertinya kau harus mempertimbangkan perasaanmu lagi. Huh… sudahlah.” Mata Heechul tertuju pada tas bertuliskan Victoria Secret yang tergeletak naas dilantai. Sungguh, ia merasa sangat sayang dengan semua benda yang ada didalam sana.

 

“Itu, biar aku yang bayar.”

 

“Sudahlah, aku sudah membayarnya. Jadi tidak usah.”

 

Heechul memutar bola matanya. Ia sungguh malas berurusan dengan namja gila yang sepertinya terobsesi padanya. Memang, pada awalnya ia sungguh merasa aneh pada hatinya sendiri. Tapi, ia terus menekankan pada dirinya jika Hangeng seribu kali lebih baik dari namja yang kini tengah berjongkok dihadapanya ini.

 

Siwon berdiri, dan kemudian meraih tas Victoria Secret itu dan menyerahkannya pada Heechul. “Ini untukmu. Sudahlah, pakai saja. Kau terlihat ribuan kali lebih cantik jika menggunakannya.”

 

Sungguh, Heechul benar-benar sudah tak habis pikir. Tapi, ia cukup tersanjung dengan apa yang diucapkan oleh Siwon. Tapi, saat perasaannya mulai melunak untuk namja tampan itu___ Siwon sedikit memberik kejutan padanya.

 

Namja itu menurunkan tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Heechul. “Ap-apa yang akan kau lakukan. Sudahlah, pergilah. Terima kasih untuk ini, dan kuharap kau tak melakukannya lagi.”

 

“Heum… itu tergantung keinginanku.” Siwon mengembangkan senyumannya dan kemudian dengan cepat, dia meraih tengkuk Heechul dan memaksa untuk mencium bibir pink itu.

 

Heechul berusaha berontak. Kedua tangannya sudah berusaha untuk mendorong tubuh Siwon. Tapi namja itu semakin menangkap tubuhnya dan bahkan sudah mengikat pinggang ramping Heechul dengan satu lengannya yang lain. Memaksakan Heechul untuk menikmati ciuman itu.

 

“Mmmmhhh….”

 

Heechul memang melenguh, tapi…

 

Entahlah, perasaannya sedikit sakit. Dan tak mengerti juga saat tanpa ia rasakan, air matanya mengalir perlahan. Siwon melepaskan ciuman paksanya dan kemudian mengusap perlahan pipi Heechul.

 

“Mianhe…”

 

“Hiksss…”

 

“Jebal… maafkan aku.”

 

“Kenapa? Kenapa melakukan ini? Bukankah sudah jelas aku menolakmu?”

 

“Jebal Heechulie, aku sudah begitu mencintaimu.”

 

Dan disaat hening diantara kedua manusia itu, sebuah dering telfon terdengar dan bisa dipastikan itu adalah ponsel Heechul. Pikirannya secara otimatis seperti diarahkan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat.

 

Ia sungguh takut merasakan perasaan ini lagi. Perasaan takut yang entah bagaimana begitu mengerikan. Heechul segera meraih ponselnya, dan sangat jelas tertera nama Hangeng dilayarnya.

 

“Kau bisa mengabaikannya.”

 

“Tidak.” Heechul menggeleng dan dia kemudian menunjukkan layar ponsel itu pada Siwon. “Dia namjaku, asal kau tahu___ dia kekasihku.”

 

“Dan kau belum menikah dengannya. Kau masih bisa memilihku.”

 

“Jangan memaksaku, kau bisa memilih yang lain.”

 

“Tidak, untukku hanya Kim Heechul.” Dan dengan kasar Siwon merebut ponsel Heechul dan segera mematikan telfon itu.

 

“Yah! Ap-apa ya__mmmhhh….”

 

Dan kembali, Siwon memaksakan ciuman itu pada Heechul. Heechul sungguh takut. Seluruh hatinya seakan runtuh. Ia tak menginginkan ini. Sungguh__

 

Siwon melepaskan ciumannya dan kemudian menghapus jejak basah di pipi Heechul. Ia mengecupi kedua kelopak mata yeoja itu.

 

“Saranghae…”

 

Siwon berbisik lirih pada Heechul, dan kemudian kembali__ ia memaksakan ciumannya. Heechul tak tahu harus bersikap seperti apa. Ada sesuatu dalam dirinya yang menolak ini, tapi ada juga satu titik di dalam hatinya yang berusaha menerima ini.

 

“Mmmmhhh… “

 

‘Hannie….’

.

 

.

 

TBC?

 

.

 

Maafkan saya membuat cerita seperti ini. Hehhe… jangan timpukin saya nde…

 

Tadinya, ini malah mau KyuMin. Tapi aku ga kuat kalau dibikin kayak gini. Ahhaha…. NC nya bukan Ch ini, ok…

 

=­_=;

 

Bye…

 

 

Cheat On Me | HanChul | GS | Prolog

 

.

 heechul_girl__16082009032727

.

 

“Ap-apa yang kau lakukan?”

 

Yeoja cantik itu terbata saat menemukan seorang namja tampan membantunya untuk memunguti barang belanjaannya. Memang, apa yang ia bawa sudah melebihi kapastias tangannya hingga akhirnya beberapa tas berisi sepatu dan pakaiannya tercecer di jalanan menuju parkiran.

 

“Hanya membantumu.”

 

Namja itu mengangkat wajahnya dan kemudian tersenyum. Membuat kedua lekukan lesung pipi itu terlihat jelas. Sangat tampan.

 

“Wajahmu merona merah.”

 

Perkataan itu sanggup membuatnya semakin salah tingkah. Yeoja cantik ini tak tahu harus bersikap seperti apa. Sama sekali tak bisa melarang saat namja tampan itu memaksakan untuk membawakan barang belanjaannya.

 

Ia juga tak bisa menghentikan wajahnya yang semakin memanas saat sesekali ia memergoki namja itu menatapnya. Sangat lembut.

 

“Bahkan punggungmu pun sangat cantik.”

 

Dan yeoja ini hanya bisa mendesah lemas. Ia tak tahu harus bersikap seperti apa. Ia terus berjalan didepan, dan yeah… meski sesekali ia tetap menolah kebelakang untuk melihat namja tampan yang mengikutinya.

 

Satu alasan bodoh saat ia berfikir jika namja itu mungkin akan kabur dan membawa semua barang bawaannya.

 

.

 

.

 

.

 

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Hangeng

-Kim Heechul (GS)

-Choi Siwon

 

– Other SUJU member

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Another PRESENT From Me

.

 

~Cheat on ME~

.

 

.

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Lantai B1 =  basement

.

 

.

 

“Terima kasih. Maaf, ini sangat merepotkan.”

 

 

“Gwenchana.”

 

Namja tampan itu kemudian masih juga membantu saat sampai di parkiran. Ia membantu memasukkan barang belanjaan ke bagasi mobil.

 

Sempat terfikir jika ia akan memberikan uang tip sekedar tanda terima kasih karena namja itu sudah membantunya. Tapi, sepertinya ia harus memikirkannya lagi. Namja yang membantunya tadi tak terlihat seperti namja tak mampu dan bahkan ia tahu jika jas yang dipakai namja itu berharga mahal.

 

“Eum… kau membantuku, tapi aku tak bisa membalasnya. Mungkin hanya ucapan terima kasih, karena aku juga tak mungkin memberikan uang tip padamu. Sepertinya kau bukan orang miskin.”

 

Mencoba berkata terus terang, meski terkesan tak sopan. Ah… dia juga bingung harus berdikap seperti apa.

 

 

Tapi, namja itu malah tersenyum. Ia kemudian mengangkat tangan kanannya, mengulurkannya. Dan seakan menyambut, tangan halus itu pun ikut terangkat. Mereka saling berjabat tangan. Terlihat biasa, seperti pada umumnya. Tapi sebenarnya  genggaman itu terasa lain. Sangat berbeda.

 

“Choi Siwon, pemilik dari Departemen Store ini.”

 

“Ah…. jadi kau Direktur Choi.”  Sebuah senyuman terkembang di bibir merahnya. “Aku, Kim Heechul.”

 

“Nama yang cantik, seperti orangnya. Neomu yeppeo…”

 

“Ah… iya.”

 

Sebenarnya sangat tak pantas saat ia malah tersipu mendengar pujian itu. Ini bukan waktunya lagi untuknya. Tapi, entahlah__

 

Tak begitu jelas apa yang terjadi padanya. Yang pasti ia malah merasakan debaran jantungnya yang semakin cepat dan juga seperti memberikan perasaan hangat tersendiri.

 

Dengan sedikit gugup Heechul menghentakkan tangannya. Ia kemudian tersenyum canggung dan menggaruk tengkuknya. Namun hal itu malah seperti sengaja ia lakukan untuk memerlihatkan helaian rambutnya yang sangat halus.

 

“Eum… sebaiknya aku pulang.”

 

“Baiklah, semoga kita bertemu lagi.”

 

“Kau orang sibuk, jadi kemungkinannya sangat kecil.”

 

“Aku bisa saja menemukanmu.”

 

.

Deg…

 

.

 

Dan ini sangat gila.

 

Tanpa pemberitahuan apapun….

 

 Tanpa isyarat apapun…

 

Namja itu mengusap lembut pipinya. Heechul ingin membuang jauh tangan itu, tapi __

 

Tangan yang begitu hangat itu seakan menguasainya. Ia tak mampu menepisnya.

 

“Siwon-ssi….”

 

“Aku berharap bertemu lagi, dan saat itu aku mungkin semuanya tak hanya sesingkat ini.”

 

“Ap-apa maksudmu???”

 

“Kita akan lebih saling mengenal. Mungkin afternoon tea party dan hanya kita berdua. Terdengar sangat romantis.”

 

“Ish… kau bisa saja.”

 

Heechul tertawa canggung dan kemudian ia memaksakan tangan Siwon untuk lepas dari pipinya. “Sebaiknya aku pulang sekarang.” Heechul bergegas untuk masuk kedalam mobilnya. Menutup pintu dengan cepat dan berusaha untuk memasang seatbeltnya dengan benar.

 

“Sebaiknya kau hati-hati, karena mengemudi disaat jantungmu berdebar cepat sangat berbahaya.”

 

“Eh??”  Heechul menoleh. Perkataan Siwon, meski terdengar pelan namun ia mendengarnya dengan jelas dan itu semakin membuatnya salah tingkah. Memang benar saat ini jantungnya berdegub kencang.

 

Siwon membuka pintu mobil Heechul dan kemudian ia sedikit merendahkan tubuhnya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Heechul.

 

“Sepertinya kau berdegub terlalu cepat?”

 

“Aku tidak___”

 

“Jika kita bertemu lagi, kau harus memberikan nomor ponselmu.”

 

“Bagaimana bisa begitu? Sudahlah, aku harus pulang.”

 

“Baiklah, Yeppeo…”

 

.

 

Chup~

 

.

 

Blam…

 

.

 

Siwon langsung kabur saat ia berhasil mencuri ciuman dipipi Heechul, dan dengan cepat juga ia sudah menutup pintu mobil merah itu.

 

“Apa…”

 

Heechul mendesah lemas didalam mobilnya. Tak tahu pasti apa yang sebenarnya.

 

Sedikit kaget saat ia mendengar dering ponselnya. Dengan cepat, ia merah ponsel yang ada di tas Prada kesayangannya. Entahlah, tak begitu jelas__ tapi ia gugup. Ini terasa seperti dia melakukan kesalahan. Ia berdebar, terlebih saat melihat nama yang tertera di ponselnya.

 

‘Lovely Hannie…’

 

“Yeobosseoyo…”

 

“Baby-ah…”

 

“Nde…”

 

“Tebak sekarang aku ada dimana.”

 

“Eum… memangnya dimana?”

 

“Di basement di Hyundai Departemen Store. Aku akan menjemputmu. Kita pakai mobilmu saja.”

 

Jantung Heechul semakin berdebar kencang. Ia semakin merasa seperti maling yang ketahuan mencuri. ‘Otte???’

 

“Ah… aku di parkiran line B. Kau dimana, baby…”

 

“Ak-aku…” Heechul melihat papan yang sedikit jauh diatas mobilnya. “Aku di line H.”

 

“Oke, aku akan kesana. Tunggu nde…”

 

Dan setelah itu sambungan mati. Tapi, meski begitu__ debaran jantung Heechul seperti tak berkurang sedikitpun. Ia sangat takut. Benar-benar seperti orang yang ketahuan melakukan satu kesalahan.

 

“Semoga Hannie tak melihatnya.”

 

Sangat konyol memang, jika berfikir seperti itu. Parkiran line H akan masuk dari jalan belakang dan line B masuk dari jalan depan. Harusnya Heechul tak perlu khawatir memikirkan itu. Tapi…

 

‘Aku tidak berselingkuh. Itu hanya kebetulan, dan Choi Siwon itu gila.’

 

Heechul mulai berfikiran seperti itu. Terus men-sugesti dirinya sendiri, jika yang terjadi tadi hanya satu kegilaan kecil.

 

.

 

Tuk…

 

Tuk…

 

Tuk…

 

Heechul menurunkan kaca mobilnya saat mendengar ketukan. Ia sudah sangat yakin jika itu adalah Hangeng. Ia berusaha mengembangkan senyumannya, senatural dan setenang mungkin.

 

“Ah… cepat sekali.”

 

“Kau sudah mau pulang?” Tanya Hangeng. Ia kemudian masuk ke dalam mobil dan mendudukkan tubuhnya di kursi penumpang tepat disisi Heechul.

 

“Nde, sudah mau pulang.”

 

“Bagaimana kalau kita makan? Aku rindu China…”

 

“Ish… selalu saja…”

 

Heechul berusaha untuk tertawa. Bahkan ia berusaha sangat baik dan sebaik-baiknya saat merasakan lengan Hangeng menarik tubuhnya dan memeluknya. Ia berusaha menikmati perlakuan lembut namja itu.

 

Heechul memejamkan kedua matanya saat ia mulai merasakan hembusan nafas Hangeng mendekat. Ia tahu, namja itu akan mencium pelipisnya hingga akhirnya berakhir di bibirnya. Ciuman yang sangat lembut.

 

Hari-hari yang lalu tak seperti ini. Ia masih bisa sangat menikmati perlakuan Hangeng. Tapi sekarang___

 

‘Ya Tuhan, apa ini…’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC?END?

 

.

 

.

 

Gomawo dah mo baca… hahha….

 

Bye…

 

 

D.R.A.M.A After Story | Ch. 11/end | KyuMin | YAOI

D.R.A.M.A after STORY

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T

 

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Lee Sungjin

– Kim Jongjin

– Kim Key Bum

– Lee Jinki

– Other cast

 

Switchgender : Kim Heechul, Kim Kibum (SuJu), Kim Jaejong

 

Pairing : || KYUMIN ||HANCHUL || 2JIN|| ONKEY ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance||Mystery ||

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||twincest||

 

Summarry : || Amazing pieces is OUR MARRIAGE. Amazing Surprise Is OUR BABY||

 

Another PRESENT From Me

 

D.R.A.M.A after STORY

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

.

 

Jujur, ini emang melenceng jauh dari cerita awal. Semua karena aku juga ngikutin kemauan salah satu komen di ff ini. Katanya, FF aku yg ini terlalu ringan dan hampir ga da konflik yang berat. Sebenarnya, memang FF ini dibuat seperti itu. Aku Cuma ingin, yang baca Ff ini jadi lebih bahagia and ga terlalu dibebankan dengan perasaan yang campur aduk. Tapi, ternyata ada yang benar-benar menginginkan konflik berat di Ff ini.

 

Dan maaf, semua yang ada di ff ini adalah hasil karangan bebas. Memang aku juga searching di google, tapi please semua tulisan ini adalah karangan bebas yang ga harus kalian percaya.

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter  11

 

.

 

.

 

.

 

“Kuharap kalian sangat berhati-hati.”

 

Jinki menoleh ke belakangnya. Kedua namja itu mengangguk patuh. Ini memang bukan tugas mudah. Terlebih saat kedua namja itu tetap saja memaksa untuk ikut andil dalam tugas ini meski  Jinki sudah mengatakan resikonya.

 

Kyuhyun dan Jongjin sudah membekali diri mereka dengan 2 pistol yang diberikan Jinki, hanya untuk  berjaga-jaga. Yeah, meski mereka semua tahu mungkin mereka akan kembali ditangkap.

 

Sengaja mereka langsung menuju ke gedung rumah sakit itu pada tengah malam. Meninggalkan Key dan Sungjin di apartemen mereka, membiarkan kedua namja itu tidur lelap. Ini terlalu berbahaya, dan tak mungkin membawa banyak orang.

 

Semakin lama, semuanya terasa semakin dekat. Terlebih saat menemukan beberapa namja berjas hitam dengan atribut dan juga senjata lengkap.

 

Jinki bergerak cepat, dan dengan sekali tembakan di leher, berhasil melumpuhkan namja itu. Tembakan bius yang bisa dipastikan jika namja tadi mungkin akan bangun beberapa jam lagi.

 

Jongjin terus memberikan pengarahannya tentang ruang bawah tanah itu, sesuai dengan ingatannya. Ia ingat lokasi yang digunakan, sebenarnya dulu merupakan tempat penelitiannya bersama Hyungnya. Tempat bermain mereka bersama Kazu dan Zhoumi.

 

“Kau yakin, ini jalan pintasnya?”

 

Jinki bertanya, untuk sekedar meyakinkan. Karena setelah ini mereka akan masuk melalui pipa yang digunakan untuk menyalurkan pakaian pasien dan juga kain di rumah sakit pada bagian laundry yang ada di basement.

 

 

“Nde. Aku sering lewat sini jika dulu Yesung hyung tak mengijinkanku ikut dengannya. Dan asal kau tahu, Yesung hyung sudah berteman dengan dokter Yamato sejak lama.”

“Ah… pantas saja mereka sama kejamnya.” Kyuhyun bergumam pelan.

 

Mereka merangkak berurutan dan Jongjin di posisi paling depan sebagai penunjuk arah. Sepertinya memang tepat jika itu jalannya, karena mereka mulai bisa mendengar suara orang yang berbicara saling bersahutan. Mereka berhenti saat Jongjin juga berhenti. Melihat dari salah satu pipa berpintu dan membukanya sedikit. Terlihat jelas jika Sungmin masih terbaring lemah diatas bed rumah sakit, lengkap dengan semua peralatannya.

 

Kyuhyun tak bisa menahan dirinya. Ia bergegas maju untuk memastikan keadaan Sungmin.

 

Sungmin masih terlelap, pingsan atau entahlah… mungkin pengaruh obat bius. Kedua mata Kyuhyun meremang, rasanya tak sanggup membiarkan Sungmin dalam kondisi seperti itu lebih lama lagi. Ia kemudian menoleh pada Jinki dan Jongjin. “Lalu apa yang akan kita lakukan?”

 

“Kita harus menunggu, sampai operasi itu akan dimulai. Saat dimana Yesung akan berkonsentrasi penuh pada Venus dan sedikit lengah. Saat itu, kita bisa menembaknya dengan peluru bius.”

 

Jinki kemudian menepuk bahu Kyuhyun. “Kau tenang saja. Aku sudah menggunakan pelacak ditubuhku. Hanya beberapa menit dan seluruh satuan keamanan akan melakukan tugasnya dengan cepat.”

 

Kyuhyun mengangguk lemas. Rasanya ia sudah sangat tak bisa menunggu lagi. Hanya bisa menghela nafasnya dan duduk bersandar pada dinding lorong besar tempat persembunyian mereka. “Heuh… Baiklah. Menunggu dan menunggu. Tapi, kau juga harus memastikan jika semua ini akan berhasil.”

 

“Nde.” Jinki kemudian beralih ke selfonnya. Sedikit memundurkan tubuhnya, menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun dan Jongjin. Mungkin menelfon seseorang.

 

Pandangan Kyuhyun kembali fokus pada Sungmin. Meski dalam jarak yang cukup jauh, tapi masih bisa jelas terlihat begitu banyak selang yang sudah terpasang ditubuh mungil namja itu. Perut Sungmin juga sudah sedikit terlihat membesar.

 

Rasanya sangat menyakitkan. Terkadang Kyuhyun hampir tak bisa menahan emosinya. Baginya, menunggu adalah hal yang paling membosankan. Namun akhirnya, 10 menit itu berlalu dengan cepat.

 

Hanya dalam waktu 10 menit, seluruh pasukan sudah datang dan langsung  melumpuhkan penjagaan di masing-masing titik.

 

“Kau lihat saja. Bawahanku sedang melakukan tugasnya. Kajja, sepertinya kau sudah tak sabar.” Jinki memberikan senyumannya, dan dia mengangguk untuk meyakinkan Kyuhyun.

 

Mereka terjun ke bawah. Jarak yang cukup tinggi sepertinya tak menjadi penghalang. Kyuhyun berlari cepat menuju Yesung. Melihat kedatangan Kyuhyun, Jinki dan Jongjin serta pasukan keamanan Korea itu, Yesung sedikit panik. Terlebih Kyuhyun mengarahkan pistolnya pada tabung besar yang menyimpan tubuh Venus.

 

“Berani kalian menyentuh Venus-ku, maka aku akan membunuhnya.” Yesung mengarahkan pistolnya tepat kearah jantung Sungmin. Ia menyeringai. “Aku tak pernah main-main dengan ucapanku, Tuan Cho.”

 

Semua satuan keamanan itu menatap Jinki. Dan saat melihat kode yang diberikan Jinki, mereka mundur dan menjauh dari tabung yang berisikan tubuh Venus.  Yesung menyeringai kecil.

 

“Lepaskan Dr. Yamato.” Yesung memerintahkan pengawal yang masih menjagal Dr. Yamato untuk melepaskannya.

 

“YAH!!! APA MAKSUDMU?”  Kyuhyun menggeram kesal.

 

Tapi, sepertinya luapan kemarahan Kyuhyun itu sama sekali tak ada artinya. Yesung semakin menguarkan senyuman dan tawa kemenangannya. “Venusku akan hidup. Dan sepertinya sangat menyenangkan saat kau menyaksikannya sendiri.”

 

Yesung menoleh pada Kazu. Dan seperti sudah teratur begitu saja, Kazu mendekati ketiga namja itu. Jongjin dan Jinki di borgol dan disatukan pada sebuah tiang penyangga sedikit jauh dari tempat mereka berdiri tadi.

 

Sementara itu Kyuhyun harus menahan pahitnya kesakitannya sendiri saat ia dihadapkan dengan tubuh Sungmin.

 

“Chagiyya….”

 

Mendesah pelan saat ia bisa melihat wajah pucat itu dalam jarak yang sangat dekat. Ia mengulurkan tangannya, hanya untuk meraih wajah Sungmin dan mengusapnya. Yesung memang membiarkan Kyuhyun. ia hanya menyuruh Kazu untuk mengarahkan pistolnya ke kepala Kyuhyun.

 

“Bukankah aku sudah sangat berbaik hati padamu? Mengijinkanmu untuk mengucapkan salam perpisahan padanya.”

 

Kyuhyun menoleh tajam. Ia begitu geram. Tapi sayang, sama sekali tak bisa melakukan apapun karena sesaat kemudian Kazu menahan kedua tangannya. “Kuharap kau tetap diam dan tenang, atau dengan sekali tembak dan dia akan mati.”

 

Yesung menatap dokter Yamato. Memastikan semua persiapan yang dilakukan namja itu berjalan sesuai dengan prosedur operasi. “Kali ini aku tak akan memaafkan meski satu kesalahan yang sangat kecil sekalipun.”

 

“Baik, Youngmaster.”

 

Dokter Yamato membiarkan asistennya membersihkan begitu banyak macam pisau yang akan digunakan. Ditambah lagi, dengan seringaian jahat yang dikeluarkan oleh Dokter Yamato. Namja itu tengah mencelupkan pisau yang terlihat sangat tajam pada cairan sterilisasi.

 

Kemudian, seseorang asistennya mendorong troli yang sudah penuh dengan peralatannya. Kyuhyun semakin tak bisa menahan dirinya. Ia kalap dan kemudian menginjak kaki Kazu.

 

Tentu saja, Yesung tak tinggal diam. Ia segera mengarahkan satu pistol lainnya ke arah kepala Sungmin.

 

Tapi yang terjadi sekarang,
malah Kyuhyun yang menyeringai pada namja itu.

 

“Kau membunuh dia, maka akan kupastikan jantungnya hancur. Aku sendiri yang akan melakukannya. Bahkan aku akan menembak perut Sungmin-ku sendiri, dengan tanganku sendiri membunuhnya.”

 

Kyuhyun mengarahkan pistol yang ia tarik dari arah dalam jacket yang ia pakai dan mengarahkannya ke perut Sungmin. “Rahim hilang dan kau juga akan berakhir.”

 

Yesung terlihat kesal. Tapi tetap saja namja itu masih mempertahankan keangkuhannya. “Kau pikir aku akan takut dengan ucapanmu?”

 

“Yeah, mungkin saja.”

 

“Ha…. hahaha….Kau benar-benar payah, Tuan Cho.” Bukannya menurunkan senjatanya, Yesung malah mengeluarkan satu senjata lagi dan kemudian mengarahkannya pada Kyuhyun.

 

“Sepertinya kau memang benar-benar bodoh. Kau pikir aku tak bisa menggunakan rahim lainnya? Apa kau hanya berfikir jika hanya rahimnya yang bisa aku gunakan??”

 

“Ma_maksudmu??”

 

“Aku hanya perlu rahim dan jantung baru. Dan jika itu bukan Sungmin, maka tak masalah.” Yesung menoleh pada Dr. Yamato. “Bukankah begitu?”

 

“Ye… Youngmaster. Benar sekali.”

 

Dan entah bagaimana, sekarang pikiran Kyuhyun semakin kalut. Ia menurunkan senjatanya___ ah lebih tepatnya malah menjatuhkannya. Bersamaan pula dengan ia menjatuhkan tubuhnya untuk berlutut di sisi Sungmin. Menggenggam tangan dingin namja itu.

 

“Jika begitu, bisakah kau lepaskan kami?”

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Yesung. Entahlah, ia menjadi sangat cengeng sekarang.

 

“Kau tentu sangat mencintai Venus, jadi seharusnya kau juga tahu bagaimana perasaanku.”

 

Yesung masih diam tak bergeming. Ia malah terkesan meremehkan setiap ucapan Kyuhyun.

 

“Aku dan Sungmin, dan juga baby kami.  Tak bisakah melepaskan kami?”

 

“Heh… apakah kau sedang bernego denganku??? Ck… sangat konyol.” Yesung menggeleng pelan. “Dan apakah kau berfikir, aku akan melepaskanmu begitu mudahnya. Ah… sungguh keterlaluan.”

 

Yesung mendekati Kyuhyun dan mengarahkan pistolnya pada kepala Kyuhyun. “Aku ini mafia, dan aku benar-benar sangat kejam. Bagaimana bisa kau berfikir aku akan menerima permohonan konyolmu? Lebih baik membunuh kalian semua.”

 

Dan dengan gerakan cepat, Yesung mengarahkan pistolnya pada Jinki dan Jongjin. Kedua namja itu langsung mengerang pelan hingga kemudian tak bergerak lagi. Kyuhyun merasa sangat  geram. Ia bergegas berdiri dan kemudian menarik kerah kemeja Yesung.

 

Namun sayang, belum sempat memukul wajah mulus namja itu___ Kazu sudah menarik tubuhnya untuk menjauh dari Yesung. Kembali terdengar tawa lirih Yesung.  “Aku adalah yang terbaik. Dan bahkan mereka___”

 

.

Dooor…

 

.

 

“Atau bahkan adikku sendiri…” Yesung kembali mengarahkan pistolnya pada Jongjin dan menembaknya lagi. Tubuh kaku itu sama sekali tak bergerak, hanya terlihat cipratan darah yang keluar dari tubuh Jongjin. “Aku dengan senang hati akan membunuhnya.”

 

“Yahhh!!!!”

 

Kyuhyun berteriak keras. Ia kembali meronta dan berusaha melepaskan cengkraman kuat kedua tangan Kazu. Ia berbalik dengan cepat dan kemudian mulai memukuli Kazu.

 

Sangat aneh, terlebih Kyuhyun bahkan tak tahu bagaimana caranya memukul orang. Ia berhasil memberikan bayak luka lebam di wajah Kazu. “Yah!!! Kenapa tak melawanku?! Ayo !!! Pukul aku!!!”

 

“Ha…hahhaa….”

 

Yesung tertawa puas melihat apa yang dilakukan Kyuhyun. “Kau benar-benar payah.” Yesung menoleh pada Dr. Yamato. “Sepertinya ini sudah tidak menyenangkan lagi. Zhoumi___”

 

“Ye, Youngmaster.”

 

“Carikan aku orang lain. Dan bereskan mereka semua.”

 

Zhoumi mengangkat senapan laras panjang miliknya. Ia menyeringai menatap Kyuhyun. “Kuharap, kau akan dengan senang hati menemui  namjamu di surga sana. “

 

“Kau!!!”

 

.

 

Dorrr….!!!

 

.

 

Dorrr…!

 

.

 

.

 

.

 

Tak terhitung entah berapa banyak terdengar suara ledakan bulir peluru yang menembus tubuh mereka.  Termasuk tubuh Sungmin dan Kyuhyun yang sudah berubah menjadi kemerahan. Cairan merah itu merembes memenuhi pakaian mereka.

 

Kyuhyun masih berusaha memaksakan nafasnya. Ia berjalan pelan dan mencoba meraih tangan Sungmin yang jatuh dari atas bed. Meraihnya dan menciumnya.

 

“For our baby, Sungminnie…. saranghae..”

 

Dan semuanya gelap, bagi semua orang.

 

Hanya menunjukkan wajah penuh kemenangan seorang Kim Jong Woon.

 

Ia memberikan kode pada Zhoumi dan Kazu untuk membereskan semua kekacauan yang terjadi.  Dan kemudian ia berjalan menuju tabung besar yang ada di hadapannya.

 

“Kita akan bahagia, tanpa ada pengganggu lagi.”

 

Yesung kemudian meraih teh yang di berikan oleh pelayan pribadinya. Ia duduk di kursi kuasanya dan menikmati pemandangan indah dihadapannya.

 

“Bukankah permainan ini sangat menyenangkan.”

 

Kembali mengeluarkan senyumannya.

 

“Bukankah begitu, Baby….”

 

Menatap penuh senyum dan mengajak bersulang namja yang ada di tabung itu. Dan entah bagaimana, namja itu membuka matanya dan tersenyum. Kemudian mendekatkan tubuhnya pada dinding kaca.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Inikah sebuah akhir?

 

Tak pernah terbayangkan bahkan oleh siapapun.

 

Ketika cinta harus dihadapkan pada kematian… seakan itu adalah pilihan terbaik dari pada kau harus hidup tanpa jiwamu.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Epilog

 

.

 

.

 

.

 

Angin berhembus lembut membelai surai berwarna blonde miliknya. Ia memejamkan mata menikmati hembusan angin itu diwajahnya. Mempererat pegangannya pada pagar balkon saat ia sengaja sedikit lebih memajukan tubuhnya, ingin lebih merasakan angin di hadapannya.

 

“Hyung…”

 

Ia tak menghiraukan panggilan itu. Malah semakin mengembangkan senyumannya saat ia bisa menghirup wangi pepohonan disekitar asrama mereka.

 

“Hyungie…”

 

Sebenarnya ia menunggu, suara manja namja itu untuk memanggilnya. Ia membuka mata bulatnya dan tersenyum menoleh ke arah sumber suara.“Nde.”

 

“Umma menyuruh kita pulang  akhir pekan ini.”

 

“Huah… lama sekali tidak pulang.” Namja berambut blonde ini menyatukan kedua tangannya dan kemudian tersenyum lebar.  Ia kemudian menatap penuh harap. “Bolehkah aku mengajak Minwoo?”

 

“Ish… Tidak boleh.”

 

“Kwangie…” memperlihatkan puppy eyes andalannya, merajuk.

 

“Aku bilang, tidak. Itu artinya tidak boleh.”

 

Namja tampan bernama Kwangmin itu kemudian menarik cepat pinggang ramping namja yang sedikit lebih pendek darinya. Meskipun mereka kembar, entah mengapa tetap saja berbeda.

 

Kwangmin mengusap surai halus milik Hyungnya. “Youngie hyung…. aku sudah berdamai dengan Minwoo, bukan berarti aku akan membebaskannya untuk terus mengganggu kita.”

 

“Tapi, Kwangminnie__”

 

“Jika memaksa, aku akan meminta Umma untuk mengirim kita kembali ke LA.”

 

Youngmin mem-pout-kan bibirnya. Namun, hal itu malah membuat Kwangmin gemas dan mencium bibir Youngmin. Ciuman sekilas, tapi sungguh sangat manis.

 

“Sudahlah. Lebih baik bersiap. Aku tak mau terlambat. Kau harus menontonku, karena ini pertandingan final Hyung.”

 

“Yah, baiklah.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Wuah!!! Yeppeo!!!!”

 

Yeoja cantik ini berteriak keras saat melihat keluarga besannya datang. Tak ada yang bisa melupakan bagaimana gilanya seorang Cho Heechul. Ia terlihat sangat bersemangat menyambut keluarga Lee.

 

“Ommo!!! Sungjinnie juga tak kalah cantik dengan Sungminnie. Aigoo!!! Bagaimana pernikahanmu?”

 

Heechul langsung menyambut Sungjin dan memeluknya. Mengabaikan Jongjin dan anggota keluarga lainnya. Memang, jika dilihat sekilas__ Sungjin dan Sungmin memang sama-sama yeppeo.

 

“Heenim-ah. Sebaiknya duduk dulu. Kehamilanmu sudah bulan yang kesembilan. Jangan terlalu lelah dan histeris seperti itu.” Leeteuk meraih tangan Heechul dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah megah keluarga Cho.

 

“Nde, Teukki-ah. Kajja, masuklah…”

 

Mereka menuju ruang keluarga yang kini sudah ramai. Kesibukan disana benar-benar ajaib.

 

Ia mengembangkan senyumannya, hingga lesung pipi di ujung bibirnya terlihat. Rasanya sangat merindukan putranya. “Ah…. Sungminnie!!!”

 

Sungmin menghentikan kegiatannya dan kemudian berdiri menyambut Ummanya. “Umma, annyeong.”

 

Teukkie mendekat pada Sungmin dan mengusap punggung namja itu. “Eoh…. Sungmin bertambah gendut yah…”

 

“Ish… Umma.” Sungmin merengut kesal. Ia paling tak suka dibilang gendut. Tapi, mau bagaimana lagi memang kenyataannya seperti itu. “Jadi, ada acara apa Umma datang.”

 

“Hari ini, acara penghargaan itu akan di tayangkan ulang. Kami akan menonton bersama.”

 

Mendengar ucapan Ummanya, Sungmin sedikit kesal. Ia melepaskan pelukannya pada Teukkie dan kemudian kembali mengurus aegyanya.

 

“Jika mengingat itu, aku menjadi kesal sendiri Umma.” Sungmin bergumam pelan saat melihat Heechul dan Teukkie mendekatinya. Ia menyentuh bibir bawah baby dalam box berwarna pink dan memainkan jemarinya. “Bukankah begitu Hyunminnie? Kau juga kesal bukan? Halmeoni keterlaluan.”

 

Heechul terkikik pelan. “Ah…. tapi aku bahagia Sungmin-ah. Seandainya kau melihat sendiri film itu, kau akan tahu seberapa besar cinta Kyuhyun untukmu. Sangat sayang kau tak mau melihatnya. Dan lagi, sepertinya kau harus berterima kasih pada Eomma karena Kyunie sekarang menjadi artis terkenal.”

 

“Mwo??? Berterima kasih???” Sungmin menatap tajam pada mertuanya itu. Ia melirik Sunghyun yang berada dalam gendongan Heechul. “Kemarikan putraku, aku tak mau dia tertular virus evil Eomma. Heechul Eomma benar-benar gila.”

 

“Ah…. benarkah???” Heechul bermain mata dengan Teukki dan kemudian saling melempar senyuman. “Aku tak merasa begitu,iya ‘kan Teukkie?”

 

Dan kemudian terdengar tawa riuh kedua yeoja yang selalu heboh jika bertemu.

 

“Ish… gara-gara kegilaan Umma, aku hampir mati. Dan apa Umma sudah lupa___ gara-gara film itu aku melahirkan sebelum waktunya. Lihatlah, babyku kecil-kecil sekali. Menyebalkan!”

 

“Hahahhaa…..”

 

Heechul meraih bahu Sungmin dan berbisik padanya. “ Aku tahu, kau kecewa karena peranmu hanya tidur saja.”

 

“Sudahlah Umma, jangan membuatku semakin kesal.” Sungmin bertambah merengut saat mendengar suara kikikan pelan, yang begitu khas ditelinganya. Ia menoleh kearah namja yang berada di belakangnya. Kemudian menatap tajam, membuat namja itu menunduk menyembunyikan wajahnya.

 

Sedikit geram, Sungmin mendekati namja itu dan memberikan satu ttakbam di dahinya. “Kau juga, Sungjinnie! Kau juga pembohong besar!”

 

 

“Aww… neomu appo…”

 

“Cih…. manja sekali.”

 

Sungmin meletakkan Sunghyun di box-nya. Ia kemudian duduk dengan tenang. “Sangat melelahkan.” Bergumam pelan dan kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia menoleh ke sebelah kanannya. ”Eomma…”

 

“Heum…”

 

“Kenapa kau diam saja saat mengetahui jika itu hanya rencana bodoh dari Nyonya Cho Heechul yang menyebalkan ini?” Sungmin menatap kesal yeoja cantik yang kini sibuk mengutak-atik TV di ruangan itu.

 

“Eih?” Teukkie hanya tertawa miris. “Eum… itu sebenarnya___”

 

“Heuh…” Heechul mendekati Sungmin dan Teukki. Ia kemudian menepuk bahu Sungmin. “Dengarkan Umma, anak manis. Teukkie itu baik sekali, dan asal kau tahu___ aku hanya merayunya dengan sepasang sepatu Prada merah yang limited edition, maka dia akan diam.”

 

Sungmin geram. Terlebih ia melihat sepatu itu sepertinya adalah sepatu yang dipakai Ummanya. “Umma!!!! Kau sama saja dengan Key dan Jinki! Dan Juga kau Jongjin bodoh!!!!”

 

Sungmin mengacak rambutnya kesal. “Dan kenapa kalian juga masih tetap berbohong meski semua proses film itu sudah selesai!!! Dasar menyebalkan!!!”

 

“Hahahhaa…..hahhahaa…”

 

.

 

 

.

 

 

.

 

Ruangan ini masih sangat tenang. Meski sudah terdengar bunyi mainan baby yang bergerak tertiup angin. Sesungguhnya ia menyesal, dan kali ini berjanji jika hal gila yang kemarin adalah yang terakhir.

 

“Aku benar-benar berjanji, Hannie…”

 

Namja tampan itu hanya menghela nafasnya dan tersenyum maklum. Yah, dia memang tak pernah bisa marah pada anae-nya yang cantik ini. Ia meraih bahu Heechul dan kemudian menariknya ke pelukannya.

 

“Jika bukan alasan mengidammu yang konyol itu, aku tak akan membiarkanmu melakukannya.”

 

“Tapi, movie itu menang dan mendapat banyak penghargaan.” Suara Heecul semakin lirih saat namja tampan itu menatapnya tajam. “Baiklah, aku ‘kan sudah meminta maaf.”

 

“Heuh… asal kau benar-benar berjanji jika itu adalah hal gila yang terakhir.”

 

“Nde, tentu saja.”

 

.

 

.

 

.

 

Someone Mind

 

.

 

.

 

Tak ada yang tahu apa yang ada dalam pikiranku. Termasuk si tampan dan sexy, my Hannie. Baiklah, aku ingin berhenti___ tapi…

 

Tapi, aku mungkin bisa mencobanya. Yah__ beberapa tahun mendatang Hannie pasti sudah lupa tentang kejadian ini. Jika menang, Hannie tak akan mendiamkan  aku lama-lama. Ah… baiklah. Sudah aku putuskan.

 

.

 

.

 

Dan tercipta seringaian aneh di wajahnya. Ia meletakkan majalah itu kembali kedalam laci meja kerjanya. Ia mengusap lembut perutnya dan berjalan pelan kembali kekamarnya.

 

“Kau sudah minum susumu?”

 

“Sudah, Hannie sayang.”

 

Hangeng menarik Heechul untuk mendekat dan kemudian berlutut untuk mencium perut yeoja itu. “Hanya tinggal beberapa hari lagi, dan kau akan melihat appa sayang.”

 

Heechul sangat senang menerima perlakuan Hangeng. Tapi, seringaian diwajahnya itu___ entahlah. Tak ada yang pernah tahu, apa arti dari senyumannya. Apakah ia bahagia karena sebentar lagi ia akan melahirkan? Ataukah????

 

.

 

.

 

“Big Baby The Movie___ meraih penghargaan dalam kategori Film anak – anak terbaik tahun ini. Dan diduga, keuntungan yang dihasilkan menjapai jutaan dolar Amerika.”

.

 

.

 

.

 

.

 

END

.

.

.

Eotte???

Endingnya aneh dan dipaksain. Hahahaa???? Saya tahu *ditimpuk sendal*

 

Untuk yang selalu like and comment. Really, i love you all

 

Dan juga buat yang selalu menghargai Typo saya… hahaha….

 

Sejujurnya aku ga pernah edited lagi semua story aku. Jadi maklumilah dengan banyaknya TYPO yang bertebaran.

 

Sekali lagi, Ghamsahe

 

See yaa!!!!

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Little bit of flashback

 

.

 

.

 

.

 

“Eungh… Kyuhyunie….”

 

“Ah, Sungmin.”

 

Kyuhyun langsung beranjak dari posisinya, yang sebelumnya duduk di sofa yang sedikit jauh dari tempat tidur Sungmin. Ia kemudian segera menghampiri Sungmin dan meraih satu tangannya dan menciuminya.

 

“Kyuhyunie…”

 

Ia melihat buliran keringat di dahi Sungmin, kemudian ia menyekanya lembut dan menghujani pipi namja itu dengan ciumannya.

 

Perlahan, kedua mata Sungmin terbuka. Sedikit remang pada awalnya, hingga akhirnya sedikit demi sedikit semakin jelas. Ia kemudian menitikkan air matanya. “Kyunie…”

 

“Gwenchana, Ming…. semuanya baik-baik saja.”

 

“Ah… Uri baby….” Sungmin mengusap perutnya. Ia menatap penuh harap pada Kyuhyun. “Uri baby….”

 

“Dia baik-baik saja.”

 

“Ah… syukurlah.”

 

Sungmin meraih leher Kyuhyun dan menenggelamkan kepala Kyuhyun untuk memeluknya. Kyuhyun tersenyum lega. Semuanya berakhir dengan sangat baik, meski ia begitu shock saat mengetahui apa yang terjadi.

 

.

 

.

 

.

 

Jadi sebenarnya apa yang terjadi???

 

.

 

.

 

“Cut!!!!”

 

Suara itu seakan menjadi komando untuk setiap manusia yang berada didalam ruangan yang disebut bawah tanah.

 

“Kerja bagus untuk semuanya. GOMAWO!!!!”

 

Namja berperawakan  gembul itu kemudian memerintahkan beberapa kru untuk segera membangunkan para pemain yang benar-benar pingsan karena tembakan onat bius itu.

 

“YA!!! Keluarkan adikku  dari tabung bodoh itu.”

 

“Nde!!!”

 

Beberapa namja mengerumuni tabung itu dan segera mengeluarkan seorang namja dari dalam sana.

 

“Huah…. ini sangat melelahkan.”

 

“Omona …Wookie baby, tanganmu berkerut.”

 

“Nde, gwenchana Hyung.”

 

“Yah!!!!” Namja gembul itu memukul kepala Yesung. “Lepaskan dia, dia harus melepaskan semua peralatan penyamarannya. Dasar kepala besar bodoh.”

 

“Ah…. Hodong hyung…”

 

“Gwenchana, Wookie. Cha…. aku antar kau ke ruanganmu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

GAJE!!!

BENER_BENER END!

Shanghai Romance | HanChul | Sekuel | Part. a | GS Nc-17

.

shanghai romance season 2 part a 

.

 

.

 

“Kau gila!”

 

Yeoja yang diteriaki itu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia menoleh sengit kearah namja yang kini berhenti dibelakangnya. Memamerkan senyuman canggungnya dan memberikan tanda peace dengan jemari tangan kanannya.

 

“Kau bilang apa? Aku gila?!”

 

Namja itu ikut berjalan mundur saat yeoja yang ada dihadapannya semakin berjalan maju mendekatinya. Yeoja itu sangat cantik, terlebih seksi. Tapi, jika dalam keadaan seperti ini benar-benar terlihat menakutkan.

 

“Maaf. Aku tak bermaksud seperti itu. Ah… honey, kumohon jangan melihatku seperti itu. K-kau sedang hamil dan itu anakku. Aku tak mau nanti anakku membenciku.”

 

“Kau bilang aku gila!” Yeoja itu mendekat dan mencengkeram kuat kerah baju namjanya. “Yah!!! Tan Hangeng! Kau yang gila!” Yeoja ini mengusap kasar air mata yang mengalir bebas dipipinya. “Kita belum menikah. Belum resmi dan hubungan ini masih disembunyikan. Terlebih, karirku yang aku bangun dengan susah payah. Lalu apa…”

 

Hangeng mencoba menghapus air mata yang terus saja mengalir di pipi yeojanya. “ Mianhe, aku benar-benar__”

 

“Kau bilang aku gila___ aku harus melakukan apa hah???! Kau pikir semua kerja kerasku, akan aku lepaskan begitu saja? Aku harus melakukannya.”

 

“Kau tak boleh melakukan apapun. Kita akan menikah secepatnya.”

 

“Andweyo!!!”

 

“Kita akan menikah Kim Heechul, jebal… jangan bunuh dia.”

 

 

 

.

 

.

 

.

 

 

.

 

.

 

.

 

rainy hearT

.

 

~Proudly present~

 

.

 

.

 

 ~Sanghai Romance ~

 

Sekuel

.

 

.

 

.

 

“Saat aku menemukanmu, aku meyakinimu. Cukup percaya dan bertahan denganku. Melakukan segala cara hanya untuk bersamamu. Your body was so HOT and keep calling me~”

.

 

.

 

.

 

.

 

Cast :  – Tan Hangeng

–  Kim Heechul

 

Pairing: HanChul

 

Genre : Drama, romance, etc

 

Length : Series

 

Rated : M

 

Disclaimer : Hannie dan Heehee saling memiliki

 

 

Warning : GS, GaJe, Typo(s), etc

 

.

 

 

.

 

Don’t Like Don’t Read

 

No Copas No Bash No Flame

 

.

 

— Happy Reading —

.

 

.

——>>> Shanghai Romance Season 2

 

Part a

 

.

 

.

 

.

 

Diruangan yang sangat cantik, lengkap dengan perabot rumah yang bisa dibilang berharga tinggi. Rumah dengan nuansa warna merah dan juga kesan antik yang sangat kental. Rumah yang tak besar, namun cukup besar untuk ditinggali sendiri.

 

Yeoja ini tengah gelisah, perasaannya campur aduk tak jelas. Dia baru saja mengalami masalah dengan sebuah label yang memakainya. Tubuhnya cepat lelah dan juga sering pusing, membuatnya terkesan bekerja setengah-setengah dan terlihat tak profesional lagi.

 

Mulai stress dan juga merasakan ketakutan.  Sedikit terburu-buru, dia beranjak dari duduknya. Mengingat pesan manager-nya jika dia sudah  membelikan alat itu dan menyimpannya di  laci kedua di toliet utama.

 

Jangan tanyakan kemana sang manager?

 

Yeoja itu tengah pusing menghadapi banyak klien yang marah karena Heechul membatalkan semua pemotretannya minggu ini.

 

Heechul menetap di China, mungkin untuk waktu yang lama. Bukan hanya karena banyak tawaran yang berdatangan padanya, tapi sambutan orang China sangat baik. Fanboy dan fangirl, jangan tanyakan lagi. Tapi bukan berarti tak banyak juga antis yang membencinya.

 

Hanya gosip__

 

Sesungguhnya, bukan gosip karena itu memang kenyataannya. Tapi Heechul sangat pandai bersilat lidah. Ia tak mau hubungan mereka sampai diketahui publik. Karena hanya dengan sebuah perkiraan yang diungkapkan di infotaiment saja, semua fans seorang Tan Hangeng  seakan menjadi musuhnya.

 

Dia harus benar-benar menyembunyikan hubungan ini, dan apa lagi jika sampai ketahuan jika dia dan Hangeng tinggal serumah. Maka tamatlah riwayat seorang Kim Heechul di China.

 

Membayangkan semua kenyataan itu saja, Heechul harus terus menerus berusaha menguatkan hati dan pikirannya. Dan lalu, apalagi ditambah dengan dia yang harus menahan diri saat melihat salah satu adegan dalam film yang dibintangi oleh ‘kekasihnya’ itu. Sungguh, ia benar-benar ingin mencakar habis wajah namja tampannya. Tapi sayang, dia selalu saja kalah jika sudah berhadapan dengan ‘kekasihnya.’

 

Jika disebut sebagai kekasih, juga sedikit tidak bisa disebut seperti itu. Heechul sangat tak bisa menerima kenyataan jika dia memang jatuh cinta pada namja tampan ini. Dia selalu saja mengelak  setiap kali Hangeng mengajaknya membicarakan ini.

 

Dalam pandangan Heechul, Hangeng seperti seorang teman yang selalu siap dan ada untuknya. Memang, seluruh waktu bebas Hangeng adalah miliknya. Dan perlu dicatat, namja China itu bahkan sudah ribuan kali mengatakan jika dia sangat mencintai Heechul dalam 3 bulan terakhir ini.

 

Dan masalah sex__

 

Jangan tanyakan berapa kali mereka melakukannya. Salahkah Heechul yang terlalu sexy?

 

Atau memang salah Hangeng yang selalu saja tergoda?

 

Namja mana yang tak akan tergoda melihat kulit kencang seputih susu dan juga payudara indah yang berukuran sangat pas terlebih hanya berbalut kemeja tipis setiap harinya.

 

Jangan tanyakan apakah yeoja ini memakai bra atau tidak.

 

Hangeng selalu saja mengabaikan bra dan segitiga pengaman yang melindungi privat Heechul. Baginya, ada atau tidaknya benda itu tetap saja tak mengurangi kadar keseksian Heechul.

 

 

.

 

Srettt..

 

.

 

Terdengar suara pergesekan benda kayu saat Heechul menarik laci di toilet utama yang ada di rumah megah itu. Dia mengambil satu benda kecil yang kini menjadi penentuan hidup dan matinya.

 

Menggengamnya erat dan terus berdo’a jika semuanya tak akan berjalan seperti apa yang ia takutkan. Dengan sangat berhati-hati, melakukan semuanya sesuai dengan apa yang tertulis pada petunjuk penggunaan benda itu,

 

Dan hanya dalam 5 menit saja__

 

“Tidak mungkin…”

 

Heechul menjatuhkan benda itu dan entahlah, tubuhnya terasa lemas hingga akhirnya tubuhnya merosot kebawah. Beruntung ia sedari tadi berdiri didekat  dinding wastafel di toilet itu. Setidaknya ada yang ia gunakan untuk menyandarkan kepalanya yang tiba-tiba saja terasa  sangat pusing.

 

Heechul menutup kedua matanya. Perasaan dan pikirannya sangat kacau. Seluruh nafasnya seakan berhenti. Sesak___

 

Heechul berusaha bangkit dan kemudian dengan tubuhnya yang terasa lemas itu, ia memasuki bathtub yang kosong. Bathtub yang sangat luas, hingga mudah baginya dan Hangeng untuk bercinta bahkan di waktu mandi mereka.

 

Tapi, kali ini__ bathtub itu seakan menjadi saksi betapa hancurnya Kim Heechul.

 

Dia membuka kran air hangat dan membiarkan seluruh tubuhnya terendam didalam air. Sepertinya, dengan begini kesedihan dan bebannya akan berkurang. Mencoba menutup mata dan menikmati kegiatan berendamnya. Membiarkan kemeja putihnya basah ikut terendam bersamanya.

 

Heechul menyandarkan kepalanya pada bantal yang bahkan tersedia di pinggiran bathtub. Ia mengusap bagian perutnya yang masih rata. Ia tahu, ini belum terlihat. Tapi, sepertinya ia mulai bisa merasakannya. Ada detak jantung lain didalam tubuhnya.

 

“Waeyo???”

 

Hanya bisa menangis lirih, haruskah ia menyimpan ini sendiri…?

 

.

 

.

 

.

 

Terlihat sangat kacau__

 

“Aku pulang, Baby…”

 

Hangeng yang baru saja menyelesaikan tour dalam masa mempromosikan film terbarunya  terburu-buru masuk ke dalam rumahnya. Ditangan kanan dan kirinya, penuh dengan kantung belanjaan yang sudah pasti hadiah dari fans dan juga hadiah yang dibelinya sendiri untuk Heechul.

 

Sampai ia berteriak keseluruh rumah pun, tak ada sahutan. Ia yakin jika Heechul di rumah. Ditandai dengan mobil putih kesayangan yeojanya ini masih tergeletak indah di garasi. Hangeng meletakkan semua barang di tangannya. Segera ia melepaskan kacamata hitam dan juga mantelnya. Berjalan menuju kamar mereka.

 

Semakin bingung saat melihat keadaan kamar yang sedikit berantakkan. Ini sudah sore, tapi mengapa kasurnya masih berantakkan seperti ini.

 

Heechul mungkin memiliki sifat dan sikap seenaknya, tapi bukan berarti dia yeoja yang jorok. Hangeng mulai merasakan keanehan, terlebih saat mendengar lirih aliran kran dan air yang sepertinya terjatuh karena bathub yang penuh.

 

Dia segera masuk ke toilet utama di rumah itu, toilet yang berada di dalam kamar mereka.

 

“Baby-ya!!!!”

 

Berteriak panik saat melihat Heechul yang terendam air penuh, dan hampir mencapai seluruh wajahnya. Tak cukup bisa memastikan, apakah Heechul sempat tenggelam atau tidak.

 

“Baby-ya… jebal, bertahanlah.”

 

Tak tahu mengapa, mungkin karena perasaannya. Tanpa sadar air mata itu jatuh di pipi Hangeng. dia membawa Heechul dari Bathtub itu dan meletakkannya di kasur nyaman mereka. Segera membuka setiap kaitan kancing kemeja yang dipakai Heechul.

 

Kulit yang biasanya sangat cantik dan kencang itu, kini terlihat pucat dan berkerut. Entahlah berapa lama dia terendam di dalam air.

 

Sebisa mungkin Hangeng melakukan pertolongan. Dia segera mengganti baju Heechul dan kemudian mengompresnya. Demam. Mungkin saja Heechul demam, atau bahkan lebih dari itu.

 

Tapi, mungkin Hangeng bisa bernafas lega saat ia yakin bahwa jantung Heechul masih berdetak dengan baik. Entahlah, mungkin inilah yang bisa ia lakukan untuk menunjukkan betapa ia menyayangi Heechul.

 

Turut melepaskan pakaiannya, dan mengganti bajunya dengan piyama yang sama motif dengan yang di pakai Heechul. Membawa tubuh Heechul dan membaringkannya di sofabed yang  berada tepat disisi  perapian.

 

Meski ia sendiri kepanasan, tapi setidaknya dengan begini Heechul akan merasa hangat. Hangeng mengorek isi kotak obatnya, dan menemukan obat penurun panas. Segera meminumnya dan menahannya di mulut, kemudian mendekatkan bibirnya pada bibir Heechul. Setelah berhasil menyalurkan sirup itu, dia kembali ke rencananya semula.

 

Tidur dengan tenang, dan memeluk erat tubuh Heechul. “Bangunlah,baby…”

 

.

 

.

 

.

 

Merasakan hawa panas dan sesak, Heechul seperti berada dalam satu ruangan gelap yang begitu hampa. Seperti ikut dalam mimpi itu, berkeringat karena terus berlarian ke semua arah. Seakan begitu banyak orang yang mengejarnya.

 

“Baby, bangunlah.”

 

“Tidak bisa, kumohon. Ini bukan salahku… hikss… berhenti…”

 

“Heechulie, please baby…. bangunlah.”

 

Hangeng terus mencoba membangunkan Heechul. Tubuh lemah Heechul terus bergerak hingga membuat Hangeng ikut terbangun. Sangat terkejut saat melihat raut kelelahan dan juga bulir keringat yang muncul di seluruh wajah dan tubuh Heechul. Piyama pink bermotif foxy yang dipakai Heechul pun sudah basah.

 

Hangeng  menepuk pelan pipi Heechul dan berbisik ditelinga yeoja itu. “Kumohon, baby… bangunlah.”

 

“Hikss…”

 

Dan suara isakan itu, cukup membuat Hangeng lega. Sedikit demi sedikit, ia bisa merasakan jika Heechul mulai terbangun. Tubuh yeojanya ini, sudah tak panas lagi hanya saja sepertinya Heechul tengah menyimpan beban yang sangat berat.

 

Kedua mata mereka saling menatap, dan Hangeng__ namja itu mulai mengusap keringat di wajah Heechul dengan handuk basah yang sedari tadi dipakai untuk mengompres Heechul.

 

“Tunggu disini, aku akan membawakan piyama baru. Sepertinya, piyamamu basah.”

 

Tapi, belum juga Hangeng beranjak dari duduknya kedua tangannya di tahan oleh Heechul. Kedua mata Heechul masih setia mengalirkan air matanya, dan ini semakin membuat Hangeng tak mengerti.

 

“Aku tahu ini sangat mengejutkan. Tap-tapi___” Heechul berhenti. Ia tak sanggup mengatakannya. Mungkin saja Hangeng tak akan mempercayainya, tapi jika terus diam maka apa yang akan ia dapatkan. Memendam semuanya sendiri, sepertinya bukan jalan keluar yang baik.

 

Heechul mencoba beranjak dari posisinya yang sedari tadi masih berbaring di sofa bed-nya, ia meraih leher Hangeng dan kemudian memeluk erat namja itu. Menghirup wangi yang sangat sexy baginya.

 

Heechul menarik nafas dalam, dan mencoba menguatkan dirinya. “Hannie…”

 

“Heum…”

 

Untuk beberapa detik, Heechul kembali diam. Dia menggigit bibirnya dan berusaha untuk tak menangis. Jika berfikir ini adalah satu anugrah, maka mungkin harusnya dia bahagia tapi semuanya seakan hanya awal dari kehancuran saat datang di waktu yang  benar- benar tak diperkirakan.

 

“Aku hamil…”

 

.

 

.

 

.

 

“Jeongmal?”

 

Hangeng menangkup kedua sisi pipi Heechul dan menatap lekat pada mata cantik itu. Heechul mengangguk cepat. Kenyataan ini membuat Hangeng sangat bahagia, namja itu langsung kembali memeluk tubuh Heechul dengan sangat erat. Hampir menangis malah, karena dia terlalu bahagia.

 

“Sudah kuduga, kau akan hamil anakku dalam waktu dekat ini. Ternyata usahaku tak sia-sia.” Hangeng melepaskan pelukannya dan mengusap airmata yang masih saja membasahi kedua pipi Heechul.

 

“Aku tahu kau menangis bahagia. Terima kasih, ini hadiah yang paling indah untuk ulang tahunku tahun ini. Terima kasih baby…”

 

“U-ulang tahun?”

“Nde, besok lusa adalah ulang tahunku. Bagaimana jika kita merayakannya dengan keluargaku di rumah. Kau akan aku kenalkan dengan mereka, lalu kita membicarakan masalah pernikahan. Ah… aku senang sekali. Sepertinya ini ide yang sangat bagus.”

 

Hangeng begitu bersemangat, bahkan melebihi apapun. Dia sangat bahagia, lebih bahagia dari saat dia dinobatkan menjadi the best artist di penghargaan kemarin. Tapi disela tawanya dan juga cerita betapa ia bahagia, Hangeng merasa ada yang aneh.

 

Raut wajah Heechul sama sekali tak menunjukkan kesenangan apapun. Dia mulai berfikir lain. Terlihat drai raut wajahnya yang semakin meredup. Hangeng mencoba menghapus semua pemikiran buruknya.

 

Ia mengubur dalam-dalam semua kemungkinan yang lain. Dalam pikirannya hanya sibuk tentang kebahagiaan dan kebahagiaan lain. Namun saat melihat gelengan kepala Heechul,  Hangeng tahu jika yeoja ini berfikir sebaliknya dari apa yang ia pikirkan.

 

“Aku berfikir, jika belum waktunya untuk anak ini.”

 

“Baby…” Hangeng berucap lirih, tubuhnya melemas seketika. Dalam hitungan detik pun dia sudah melepaskan rengkuhannya pada Heechul. Beranjak dari duduknya dan menjauh drai Heechul. Menggeleng tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

 

“Kau tak akan melakukan apapun tanpa ijinku. Kita akan menika Heechullie, please… kali ini saja dengarkan aku.”

 

Heechul menggeleng dan menunduk dalam, mencoba melihat ke sisi perutnya. Udara dingin yang menyusup masih bisa ia rasakan karena piyama yang basah. Hangat perapian pun seakan tak bisa menghangatkan hatinya yang seakan beku.

 

“Aku juga tak tahu, hanya saja mungkin yang terbaik untuk saat ini adalah menggugurkannya. Aku tak mau merusak semuanya, termasuk karirmu dan aku. Anak ini belum waktunya, jadi___”

 

Hangeng berlutut di depan Heechul. Berjalan terseok dengan kedua lututnya dan mulai menangis lirih. “Aku tahu, kita terlalu cepat. Tapi bukan berarti aku tak benar-benar mencintaimu. Please, kali ini saja jangan menjadi orang yang keras kepala. Jika hal lain, aku akan mengikutimu tapi ini___ dia baby kita… Kumohon.”

 

Heechul memilih beranjak dari duduknya dan bergegas berdiri mengabaikan posisi Hangeng yang memeluk lututnya tadi. Heechul berjalan cepat menuju kekamar ‘mereka.’

 

“Aku akan menggugurkannya, dan kurasa ini yang terbaik. Kau tak berhak atas apapun karena aku yang merasakannya. Kau bisa saja bersembunyi, lalu aku__ apakah yang akan terjadi padaku nanti?”

 

Heechul mendesah perlahan. Ia tak sanggup lagi melihat Hangeng yang berdiri mematung di hadapannya. Segera memutar tubuhnya dan meraih kenop pintu slide kamar ‘mereka.’

 

“Kita sudah selesai, dan aku harap setelah ini kau akan hidup lebih baik dan tentunya tanpia bayi ini dan aku.”

 

“Apa?” Hangeng bergumam lirih. Dia segera berjalan menuju ke kamar mereka. mengetuk keras pintu kayu itu. “Yah!! Kim Heechul! Dia anakku dan selamanya adalah anakku, kau tak berhak membunuhnya. Yah!!! Buka pintunya…!”

 

Dan sementara dibalik pintu itu. Yeoja ini mengusap kasar air matanya. Jika boleh jujur, maka ini juga sangat berat baginya. Lalu apa yang harus ia lakukan? Tak mungkin memilih keduanya, dan membiarkan semuanya go public, sama saja dengan bunuh diri.

 

“Maafkan aku…”

 

.

 

.

 

.

 

Pertengkaran dan pertengkaran lainnya. Seakan rumah itu tak pernah sepi oleh suara teriakan. Heechul sebenarnya sudah sangat lelah, tapi jangan harap dia bisa keluar dari rumah itu. Tak mungkin dia membiarkan banyak wartawan diluaran sana tahu jika dia dan Hangeng tinggal serumah.

 

“Sial!!!”

 

Yah, hanya bisa mengumpat. Heechul sama sekali tak bisa berkutik saat begitu banyak wartawan terlihat sangat jelas diluaran sana. Bahkan tak jarang pula dari mereka yang sampa berkemah dipinggir jalan menuju ke rumah Hangeng.

 

Sementara itu Heechul hanya bisa menatap sengit pada namja yang masih asyik bermain game di laptopnya. Sungguh ia geram dan kesal. Ditambah dengan mood-nya yang semakin tak menentu akhir-akhir ini, seakan semakin lengkap kemarahannya.

 

.

 

Bukkkk…

.

 

Menutup kasar laptop Hangeng, membuat si empuya melihat kearah pelaku. Tapi sepertinya, disini sang pelaku teramat sangat menakutkan hingga Hangeng hanya bisa menunduk dan kemudian meraih rubuk yang sedari tadi tergeletak tak berdaya dilantai kayu rumahnya.

 

“Yah!!! Jangan berpura-pura bodoh dan tak tahu apa-apa. Kau pikir aku bisa kau permainkan begitu saja? Caramu sangat licik Tan Hangeng.”

 

Tapi bukannya takut, Hangeng masih sibuk bermain dengan rubiknya. “Diamlah, ini sangat sulit jadi jangan mengganggu konsentrasiku. Ck… sangat tak menyangka jika ibu hamil itu lebih cerewet. Bahkan kau yang biasanya saja sudah sangat cerewet, terlebih sekarang kau hamil. Ya Tuhan, ampuni semua dosaku.”

 

Kedua mata Heechul membulat sempurna. “Yah!!! Kau ini benar-benar menyebalkan.” Heechul memutar kursi yang diduduki Hangeng. dia mengambil paksa rubik yang dimainkan Hangeng dan menatap tajam pada namja tampan itu.

 

“Aku tahu, jika ini hanya akal-akalanmu. Jangan pikir aku bodoh. Kau sengaja mengatakan pada pers jika kau akan menikah, kau sangat licik.”

 

“Hei….Honey… baby-ku sayang.” Hangeng mencoba meraih rambut hitam Heechul dan menciumnya.Tapi baru kena ujungnya saja sudah ditarik oleh si pemilik. Heechul mengibaskan rambutnya ke belakang dan merengut tak senang. Hangeng kembali tersenyum dan kemudian menyandarkan punggungnya.

 

“Aku memang akan menikah, bukankah itu benar. Dan berbagi dengan pers bukanlah satu kelicikan. Itu hanya caraku untuk mengatakan pada public kalau aku sudah ada yang memiliki. Yaitu, seorang yeoja dari Korea yang sangat cantik, dengan kedua mata yang begitu tajam dan juga bibir merah yang sangat manis.”

 

“Ish… jangan merayuku lagi. Kau tahu, aku tak akan berubah pikiran. Aku masih harus bekerja dan menjadi yang terbaik dari semua yang terbaik. Aku tak mau kau merusak semuanya, dan sekarang jangan menggodaku lagi dan merayuku dengan kata-kata anehmu yang membuatku semakin mual. Kau sangat menyebalkan.”

 

Heechul berbicara panjang lebar pada Hangeng dan sangat kasihan saat hanya ditanggapi dengan anggukan singkat dan senyuman manis dari namja tampan yang kini malah sudah berhasil menarik Heechul ke pangkuannya.

 

“Aish… kau hamil berapa bulan sih, kenapa jadi berat begini? Pantas saja semua baju tak muat denganmu kau bertambah gemuk.”

 

“Yah!!! Dengarkan aku, ish… lepaskan aku…!”

Heechul menggeliat dan sedikit berteriak saat merasakan pelukan erat kedua lengan Hangeng di pinggangnya dan juga kecupan kecupan ringan di leher belakangnya. Perlakuan seperti ini yang membuat Heechul selalu saja mencair. Hangeng selalu bisa memancing sesuatu dalam diri Heechul, dan itu sangat dibencinya.

 

“Ahhhnn… Uppps…”

 

“Wah… suaramu sexy honey….”

 

“Yah! Jangan menggodaku. Tadi itu tak sengaja…. ahhn…. hentikan tanganmu Tan Hangeng.”

 

“Maaf, asebenarnya aku ingin berhenti tapi sepertinya tubuhmu memerintah lain padaku. Aku jadi tak bisa menghentikannya, aish… bagaimana ini?”

 

“Yah!! Kau pervert… ahhhhs… Hannie… ahhhh…”

 

“Sssttt… jangan keras-keras. Banyak wartawan diluar, mereka bisa saja mendengar kita.”

 

Hangeng masih sibuk menggoda leher dan bahu Heechul. Memeluk yeoja itu dari belakang adalah hal yang paling disukainya. Ia bisa merasakan perut Heechul yang mulai sedikit berbeda, bisa mengusapnya secara langsung dengan menyusupkan kedua tangannya kedalam kemeja Heechul.

 

“Aku merasakan baby kita.”

 

Hangeng berbicara lirih tepat ditelinga Heechul sesekali mengecupnya dan menjilat lembut daun telinga itu hingga berulang kali Heechul harus mendesah tertahan. Terlebih saat tangan Hangeng mulai menyusup ke atas dan menyapa satu puncak mungil yang sudah menegang. Memilinnya dengan gerakan yang sangat lembut dan juga satu tangan lain yang mulai menyusup ke bawah, menyapa panties berwarna hitam yang sudah dipastikan sangat basah.

 

“Ahhh… jebal Hanie, ini sudah cukup. Kita tak akan melakukannya lagi. Aaaaahhhhss…. jeb… ahhhh…”

 

Heechul kembali sibuk mendesah saat Hangeng mengisap dalam titik sensitif dibawah telinganya. Dapat ia rasakan dengan sangat jelas jika bagian privatnya sudah tersentuh oleh jemari nakal Hangeng. Merasakan sesuatu memaksa masuk dan memainkan vaginanya yang sudah begitu basah.

 

Heechul semakin menekan tubuhnya kebelakang dan tanpa ia sadari, ia sendiri menekan bagian privat Hangeng. menggesekkannya dengan belahan bokong padatnya.

 

Sial___

 

Heechul selalu saja hanya memakai kemeja putih tipis dan juga bra dan panties berwarna hitam yang begitu terlihat. Siapa yang tak akan tergoda?

“Ahhhnnn… Hannie… ouhhh…”

 

“Kita akan menikah, kau dengar itu? Aku tak peduli dengan karirmu dan fans-ku. Aku rasa mereka semua setuju dan terlebih Aba dan ama, mereka pasti sangat senang memiliki menantu secantik malaikat sepertimu. Jadi berhenti berfikir gila Kim Heechul.”

 

“Ahhh…. shit!!! Jangan banyak bicara, just fuck me ___ Now…!”

 

“Tak tahan???”

 

“Ahhhnnn… Hannie…. please, aku benar-benar tak bisa menahannya lagi.”

 

“Kalau begitu, kau harus setuju. Kita menikah di hari ulang tahunku.”

 

“What? That’s too fast.”

 

“Apa???” Hangeng mencoba menggoda lebih. Sepertinya dia sedang tak ingin berkompromi kali ini. Dia menarik paksa tubuh Heechul dan melemparnya ke sofa bed didekat perapian. Dengan cepat menarik turun panties hitam itu dan kemudian menenggelamkan wajahnya untuk menikmati makan siangnya. Huh… hari ini sangat panas.

 

“Ahhhnn… jeball … jangan menggodaku lagi.”

 

Dan Hangeng, masih belum mendapatkan jawabannya. Dia memainkan lidahnya dan menyapa biji kacang kecil di privat Heechul. Menghisap dan menjilat dengan lembut dan kuat. Sementara kedua tangannya menahan paha Heechul yang terus saja berusaha menutup.

 

“Ahhh…. Jebal Hannie, aku ingin kau bukan benda aneh itu. Ahhhnnn… kumohon…”

 

Tapi Hangeng malah mengangkat wajahnya. Dia menarik laci dibawah sofa bed yang menjadi ajang ‘pertempuran’ mereka kali ini. Mengambil sebuah alat kecil dengan bulatan lonjong di ujung kabel itu.

 

Kedua mata Heechul membulat saat melihat apa yang ditunjukkan Hangeng. “Jika tak mau ini mengotori vagina kesayanganmu, kau harus katakan ya dan kita menikah. Tapi jangan harap aku mengampunimu saat kau berbohong dan mengingkarinya nanti. Aku bersumpah, akan memasukkan benda ini dan bahkan tak hanya satu. 2 atau 3 atau lebih, di manapun ditempat sensitif di tubuhmu.”

 

“Kau!!!”

 

Heechul hendak beranjak dan memukul Hangeng tapi dengan cepat namja itu menindih tubuh Heechul dan menguncinya. Dengan cepat pula membuka kaki Heechul dan siap memasangkan benda aneh itu didepan Miss V Heechul.

 

“Lihat ini, kau mau milikku atau vibrator ini? Ck… aku tak jamin benda aneh ini tak merusak Miss V-mu.”

 

“Aish… kau benar-benar…”

 

“Ah… sepertinya kau lebih menyukai vibratornya. Baiklah, kita mulai saja.”

 

“Ahhh… tidak. Jangan!!!! Baik-baik, masukan juniromu sekarang dan kita akan menikah besok.”

 

“Benarkah?”

“Iya, benar. Aku berjanji, jadi bisakah masukkan sekarang?”

 

“Eum… bagaimana yah….?”

 

Heechul geram. Dia menatap tajam pada Hangeng. “CK… masukkan sekarang atau aku akan memotongnya!!!”

 

“Ahahahahaha…. siap baby…”

 

Dengan sigap, melepas celana training yang ia pakai sejak semalam dan __

 

.

Jleb~

 

.

 

“Ahhhhh !!!! Hannie… ahhss…!!!! Argghh…!”

 

 

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

TBC

 

.

 

.

 

.

 

Gimana sekuelnya? Pastinya ga aneh kan??? Ntah kenapa low bikin Hanchul GS tuh enak banget feelnya hahaha….

 

Ga KENTANG dong, iya kan???

 

Dah masuk dan golllll

 

 

Yeayyy!!!!!

 

^_____^

 

Abaikan TYPO dan juga ___

 

HAPPY BIRTHDAY HAN OPPA!!! SEMOGA SEMAKIN SUKSES AND SEMOGA JUGA BISA BALIK JADI 15 LAGI DEH… wkwkwkkw…

 

13 + 2 = 15

 

SARANGHAE!!!