Angel…? | Part B/end | 2shoot | KyuMin | YAoi

.

.

Makan malam romantis. Menu makanan adalah hasil susah payahnya mencoba memasak sebaik mungkin selama seharian ini. Masih setia mengenakan clemeknya dan kemudian memanggang satu per satu daging yang sudah ia siapkan sedari tadi. Steak istimewa buatannya dan juga pesta barbeque.

“Ini sangat romantis.”

Sungmin tersenyum saat melihat cahaya yang dipancarkan 3 lilin kecil yang berada di meja makan. Dan semua sudut di apartemen minimalis itu seakan sudah disulap seperti cerita di film romantis.

Bunga dan lilin cantik disetiap celahnya. Ruangan yang sangat harum dan juga indah.

“Ini seperti aku melihat hujan bintang.”

Sungmin bergumam kecil saat ia melihat dari kejauhan, titik-titik berwarna kekuningan yang terlihat dari balik pintu slide yang terbuat dari kaca. Pintu yang menghubungkan kebalkon luar itu seperti gerbang menuju langit yang penuh bintang.

“Hae-ah…. ini indah sekali.”

“Ah… tentu saja. Dan semuanya aku siapkan khusus hanya untuk seorang Lee Sungmin.”

Sungmin membiarkan rona merah menghiasi kedua pipinya, ia tersanjung dengan semua perlakuan namja tampan yang tengah menjamunya ini. Sungmin tersenyum kecil dan melangkah keluar pintu itu. Ia menghirup wangi lilin beraroma terapi. Sungguh, suasana yang sangat menenangkan.

.

.

.

“Kau menyukaiku?”

Hae mengangguk dan kembali menunjukkan senyuman innocent-nya yang sungguh membuat wajah itu terlihat semakin tampan. Siapa yang tak akan meleleh?

“Tapi, aku dan Kyuhyun___ kau tahu bukan, dulu kami…”

Hae meraih tangan Sungmin dan mengecupnya. “Ada waktu dimana kau mencintainya, dan ada waktu dimana kau akan mencintaiku. Anggap saja sekarang adalah waktumu untuk mencintaiku. Bagaimana?”

“Oke.” Mengangguk ragu hingga akhirnya membiarkan Hae untuk memeluknya. “Mungkin,ini patut dicoba.”

“Gomawo.”

.

.

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

~ANGEL…???~

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin

–          Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, Fluff etc

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

—->>>> ANGEL….???<<<——

Part B

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, kau sudah berpacaran dengan Sungmin-ku?”

 

“Mwo? Sungmin-KU ?” Hae tertawa pelan dan kemudian menghentikan acara makannya. Ia memutar tubuhnya dan kemudian menghadap Kyuhyun. “Apa maksudmu dengan Sungmin-ku? Kau harus ingat dia itu milikku sekarang, bukankah kita sudah DEAL?”

 

“Ish…” Kyuhyun mencibir pelan hingga tak terdengar, hanya berupa mimik bibir yang menunjukkan betapa kesalnya ia mendengar kabar gembaira (?) yang dibawa oleh Hae. “Kau pasti menyuapnya.”

 

“Aku tak melakukan apapun. Aku hanya mengatakan aku menyukainya, dan tentu saja dengan suasana romantis di apartemenku, candle light dinner masakanku sendiri dan juga iringan musik yang membuat suasana semakin indah.”

 

Kedua mata Hae berbinar membuat Kyuhyun semakin panas. Kedua tangannya sudah mengepal hingga buku-buku ditangannya memutih, tapi Kyuhyun tetap berusaha menjaga wibawa dan harga dirinya.

 

“Ouh…. hanya rayuan gombal standar dan murahan. Sudah kuduga, dia namja yang seperti itu.”

 

“Eoh? Seperti itu bagaimana?”

 

“Yeah… gampang dirayu dan gampang berpindah hati.”

“Ck… bukankah sama denganmu, Tuan Cho.”

 

Kedua pasang mata mereka bertemu, hingga akhirnya mereka tertawa terbahak. Tak tahu pasti apa yang menjadi alasan dan bisa membuat mereka tertawa sesenang itu. Benar-benar aneh.

 

Suasana kembali hening saat mereka kembali sibuk menyantap bento yang katanya di buatkan oleh masing-masing kekasih mereka. Hae kembali mengangguk dan tersenyum senang setiap kali ia mengambil menu di dalam kotak bekal itu.

 

“Tak kusangka, Sungmin pintar memasak. Meski bentuknya sedikit aneh, tapi ini enak seperti masakan Umma.”

 

“Uhhuk…”

 

Kyuhyun terbatuk. Ia baru ingat jika yang membuatkan bekal Hae sudah pasti ‘mantan’ kekasihnya.

 

“Kenapa sajangnim?”

 

“Ah, ahnieyo…”

 

“Kau pasti iri padaku? Heum…. memang, Kibum itu orang Korea tapi jangan lupa kalau ia besar di luar negeri sana. Huh… isi kotakmu benar-benar seperti makanan orang Eropa.” Hae mengangkat kotaknya dan melewatkannya dihadapan Kyuhyun.

 

“Wuah… harumnya, khas Lee Sajangnim. Wangi stowberry vanila dan coklat dan juga sangat menggoda. Membuatku lapar terus hahaha…..haha….”

 

Hae kembali tertawa terbahak karena merasa menang dari Kyuhyun. Ck… sikap mereka berdua memang benar-benar kekanakkan.

 

“Heuh… Cuma bekal ini, kau pikir aku iri?”

 

“Eh… bukan Cuma bekal, sajangnim. Tapi masih banyak hal lain lagi.”

 

“Memangnya apalagi?”

 

“Nanti sore, Nae Sungminnie akan berkunjung lagi kerumahku. Aku akan mengganti wallpaper kamarku dengan warna yang  dia inginkan. Ah… mungkin sesekali dia bisa menginap dan kami bisa___”

“MWO??? Bisa apa hah??!!! Beraninya kau Lee Donghae!”

 

“Hei!!! Tenang bung!!!!”

 

Hae mendorong pelan dada Kyuhyun. Ia menempatkan Kyuhyun kembali dikursinya.

 

“Kau tak seharusnya marah. Dan lagi pula, aku mencintai Sungmin dengan tulus. Aku tak akan semudah itu bercinta dengannya, jadi kau tenang saja.”

 

“Yah!!! Mana bisa begitu??? Dasar ikan mesum.” Kyuhyun kembali berapi-api. Ia melemparkan sumpitnya ke depada Hae. Sementara itu, sang terdakwa (?) hanya tersenyum tak jelas. Entahlah, mungkin ada yang salah dengan otaknya.

 

“Kau bukan kekasih Sungmin lagi, jadi apa salahnya? Sekarang dia milikku, jadi mau berfikiran mesum pun itu bukan masalah.”

 

“Huah…. kau ini benar-benar…” Kyuhyun menggeleng pelan. Sepertinya ia tengah berusaha menahan kemarahannya. “ Apa kau tak takut aku pecat hah??? Kau pikir, akan kau beri makan apa Sungmin-ku nanti?”

 

“Ah… sama sekali tak takut. Sungmin ‘kan banyak uang, dan kau juga tak mungkin memecatnya karena Tuan Lee juga menanam modal dan pemilik 50% saham.”

 

Jika ini adalah manga, maka di kepala dan hidung Kyuhyun pasti sudah penuh dengan gambar asap. Ia mendidih sampai mengepulkan asap luar biasa. Kemarahannya sudah sampai diubun-ubun.

 

“Yahhh!!!! PERGI KAU IKAN!!!!”

 

Dan secepat kilat, Donghae menyingkir dari ruangan Kyuhyun. Tapi, sepertinya ikan kita yang satu ini memang tak punya pemikiran yang dinamakan perasan tak enak atau apalah itu namanya. Yang jelas, ia tetap  tersenyum sesaat sebelum pergi dan menutup ruangan Kyuhyun.

 

“Ah….” Hae membuka pintu ruangan Kyuhyun lagi, setelah beberapa detik menutupnya. Dan malah seperti biasa saja, ia melenggang santai dan kemudian meletakkan kotak bekal dari Sungmin ke atas meja Kyuhyun.

 

“Cha…. ini bekal dari SUNGMIN-KU.” Memberikan penekanan pada pengucapan nama Sungmin yang selalu diberi akhiran KU. Dan seperti tanpa adanya penyesalan atau rasa tak enak hati, Donghae menepuk bahu Kyuhyun.

 

Sebenarnya, Kyuhyun sudah sangat marah. Sangat terlihat dari tatapan mematikan yang ia tujukan pada Hae. Tapi, sepertinya ikan polos kita yang satu ini benar-benar tak pernah berfikiran seperti itu.

 

“Apa maksudmu, meletakkan kotak ini disini?”

 

“Eum… mungkin kau ingin merasakan ‘benar-benar makan.’ Aku dengan senang hati memberikannya untukmu. Aku sudah kenyang jadi…” Hae menepuk bahu Kyuhyun dan kemudian merendahkan tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Kyuhyun. “Cha…. makanlah.”

 

.

1 detik…

.

3 detik…

.

5 detik…

.

 

“Yah!!! Lee Donghae!!!!”

.

Blam…!!!!

.

 

Dan si Ikan Mokpo ini sudah kabur entah kemana. Tapi, tetap saja suara tawanya terdengar sampai kedalam ruangan Kyuhyun.

 

“Ck…. menyebalkan sekali.”

 

Meski terus menggerutu, tapi Kyuhyun memakan bekal yang dibuatkan Sungmin.

 

“Heuh… rasanya masih sama seperti yang setiap hari aku makan. Ck…. benar-benar payah.”

 

Entahlah___

 

Tapi Kyuhyun bisa merasakan asin di mulutnya. Kedua matanya meremang dan ini sangat aneh. Ia menarik laci kecil yang ada di mejanya. Mengeluarkan sebuah frame berbingkai kayu hitam. Menatap gambar di frame itu lekat- lekat.

 

“Kau menyebalkan sekali, Lee Sungmin….”

 

Heuh… rupanya ia tengah merutuki seorang namja, bernama Lee Sungmin.

 

Kyuhyun meletakkan foto itu diatas mejanya dan sambil terus memakan bekal makan siang masakan Sungmin. melahap suapan demi suapan dan terus melihat foto itu lagi dan lagi.

 

“Awas saja, aku akan membalasmu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Lee Sungmin POV

.

 

.

 

.

 

Aku sungguh merasa tak nyaman. Apakah seperti ini perasaan seorang pengkhianat?

Ck… seharusnya aku tak merasakan ini. Semuanya berjalan begitu saja dan ini sangat gila. Hal ini sangat konyol dan membuatku kesal. Semakin bertambah kesal dan lagi dan semakin lagi.

 

Aku benci ketika jam makan siang tiba dan aku harus melihat Kyuhyun bermesraan dengan Kibum. Ish…. kenapa harus lagi? Kenapa harus melihat mereka?

 

Padahal aku sudah berusaha menjaga jarak dan menjaga intensitas pertemuan kami, tapi mengapa tetap saja bertemu dengan penjahat ini.

 

“Sudah aku bilang, kita tak usah makan siang disini. Dan see___ sekarang aku melihat mereka.” Aku memarahi Eunhyuk yang sedari pagi tadi tetap kekeuh (?) mengajakku untuk makan siang di cafe langganannya. Dan dengan alasan klasik Hyukkie yang mengatakan aku-harus-makan-ice-cream-banana-stawberry-coklat- siang-ini-juga- maka dengan berat hati, aku menyetujui kemauan Eunhyuk.

 

“Aish… menyebalkan sekali.”

Aku kembali memalingkan wajahku untuk menghadap kearah lain.  Sebenarnya sangat mengesalkan, saat melihat Kyuhyun dan Kibum masuk ke restoran yang sama denganku dan sialnya lagi mereka duduk tepat dihadapanku, seakan sengaja membuatk aku tak bisa memalingkan wajahku meski juga secara tak sengaja menatap mereka saling bersuapan mesra di hadapanku.

 

GOD~~~~

 

Mereka pikir aku ini batu yang sama sekali tak punya perasaan lagi?

Ayolah, aku dan Kyuhyun berpacaran selama 7 tahun dan itu bukan waktu yang sebentar. Bagaimana bisa aku melupakan masa-masa –indah- itu begitu saja???

 

“Tapi, dari yang kudengar__ Kyuhyun serius dengan Kibum.”

 

“Mwo?”

Aku kembali menatap kedepan menghadap ke wajah imut yang sekarang sedang menyebalkan ini-Eunhyuk- Menatapnya dengan tatapan mengintimidasi, mencari kebenaran dari semua yang ia ucapkan tadi.

 

“Kau serius?”

 

“Nde.” Eunhyuk mengangguk. “Aku tak bohong, aku bertanya sendiri pada Kibum saat aku mendengar pegawai lain menanyakannya dan memang benar.” Eunhyuk menggerakkan tangannya seakan memintaku untuk lebih mendekat padanya.

 

“Dan kau tahu, Kibum berbagi rahasia besarnya padaku.”

 

“Apa?”

 

Eunhyuk semakin menunduk dan berbisik lebih pelan ditelingaku. “Di jari manis Kibum itu___ “

 

“Nde….” Aku mengangguk mencoba mengumpulkan serpihan (?) kata-kata Eunhyuk.

 

“Cincin emas putih itu__”

 

“Cincin??”

 

Aku mengerutkan dahiku dan kemudian menatap kedua mata Eunhyuk. Ia menatapku balik dan kemudian mengangguk.

 

“Nde, cincin yang bermata kristal biru itu__”

 

Seperti biasa, Eunhyuk menggantungkan kalimatnya dan itu membuatku kesal setengah mati. Padahal aku sudah sangat penasaran. “Apa, Hyukkie…”

 

“Cincin itu adalah cincin yang rencananya akan Kyuhyun berikan padamu saat dipesta besok.”

 

“MWO!!!!?”

 

“Dan sekarang ia sudah memberikannya pada Kibum.”

 

“Aish… Jinja!!!!”

 

.

Brak….

.

 

Entahlah, mungkin aku sudah benar-benar gila.

 

Memukul meja kami –itu gerakan spontan yang terjadi begitu saja- dan mengundang perhatian semua pengunjung termasuk juga Kyuhyun dan Kibum. Hingga akhirnya aku memilih kabur dari tempat menyebalkan itu. Meninggalkan Eunhyuk – yang harus bersiap-siap mengeluarkan uangnya untuk membayar tagihan- dan segera pulang kembali ke kantor.

 

‘Ini hari yang buruk…’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“ArgghHH!!!”

 

Aku menggeram kesal. Berteriak sepuasnya dan melampiaskan kemarahanku. Toh ini apartemenku –meski Eunhyuk menginap diapartemenku malam ini- tak ada orang yang melarangku untuk berteriak sesuka hatiku.

 

“Apa yang harus kulakukan setelah ini?”

 

Aku menatap tajam pada Eunhyuk. Kulihat ia memundurkan tubuhnya, dan memeluk Mr. Smith untuk melindungi tubuhnya dari pukulanku –mungkin-

 

“Kau menyuruhku MAKEOVER, dan see___ aku sudah melakukannya.”

 

Aku berjalan mondar-mandir kesana kemari didepan Eunhyuk, aku sungguh gelisah.

 

“Dan aku juga sudah memacari Hae. Sudah melakukan saranmu untuk mencari yang lain. Tapi, Hyukkie___”

 

Aku mendekati Hyukkie dan kemudian duduk tepat dihadapannya. Menarik Mr. Smith kepelukanku dan menatap intens pada mata hitam Eunhyuk. “Itu tidak berguna. Kyuhyun memberikan Hae tugas yang sangat banyak hingga ia tak ada waktu untukku. Bahkan untuk sekedar bermesraan saat jam makan siang dan memanas-manasi Kyuhyun-pun tidak bisa.”

 

Aku mengepalkan kedua tanganku dan menggeratakkan (?) gigiku didepan Eunhyuk. “Aku kesal!! ARGGHHHH…! Menyebalkan sekali.”

 

Tapi, yang kuterima bukan dukungan emosional (?)dari Eunhyuk. Sahabat –yang katanya- setia ini sepertinya malah lepas tangan dan benar – benar tak mendukungku. Ia malah memberikan saran yang benar-benar membuatku merasa seperti  didorong untuk jatuh kedalam galian sumur yang dalam.

 

“Kalau begitu, kau memang benar-benar harus melupakan Kyuhyun dan mencoba untuk benar-benar mencintai Hae.”

 

“Yah!!!!”

 

Aku berteriak kesal dihadapannya. Aku menarik kesal telinga panjang Mr. Smith -untuk melampiaskan rasa gemasku karena aku tak tega memukuli Eunhyuk- menarik boneka pemberian Kyuhyun itu kepelukanku.

 

“Eunhyukkie!!!! Kau juga menyebalkan….!”

 

.

 

.

 

.

 

Dan pada akhirnya aku lebih memilih sendiri. Menyuruh Eunhyuk untuk tidur di luar kamarku –mengusirnya-  dan berharap dengan sendiri aku bisa lebih berfikir jernih dan benar.

 

Mengatur nafasku dan sesekali menghapus basah yang kurasakan sedikit keluar dari ujung mataku.

 

“Hikss…”

 

‘Mengapa aku harus menangis???’

 

Aku menatap ke layar ponselku. I-phone ku sudah retak karena tak sengaja terinjak tadi. Sudah mati dan tak bisa digunakan lagi.

 

‘Padahal itu pemberian Kyuhyun-KU… huwee…’

 

Huah… menangisi ponsel bodoh ini pun percuma, toh Kyuhyun tak akan menelfonku. Dia sudah sibuk dengan Kibum. Aku kembali menghela nafasku. Menunduk dan lebih memilih menatap pada Mr. Smith. Mulai berfikir tentang semuanya, juga tentang Kim Kibum.

 

Dia namja yang manis, dan memang benar-benar tak bisa ditolak. Pesonanya terlalu dan sangat berlebih hingga aku saja tak bisa untuk berlama-lama marah padanya. Jadi, bagaimana bisa aku menyalahkannya atas semua yang terjadi sekarang?

 

Oke…

 

Ini hanya terjadi karena kekesalanku pada Kyuhyun yang tak mengakuiku. Mengakui kebersamaan kami selama 7 tahun terakhir didepan publik.

 

Seharusnya si PABO itu meminta maaf padaku.

 

Tapi kenapa dia langsung berpaling dan memacari Kibum?

 

“Hikss…. Kyunie….”

 

Huwah…. aku menangis lagi. Ini sangat bodoh. Mengapa aku bisa sebodoh ini???

 

.

 

.

 

.

 

Hari ini pun tiba. Hari dimana diadakan pesta penyambutan khusus untuk colega bisnis dari luar negeri dan juga peresmian satu gedung anak perusahaan yang baru.

 

Heuh…. harusnya aku senang, karena hari ini gedung itu akan diresmikan. Gedung yang didanai oleh Cho appa dan juga appaku. Gedung yang tadinya akan menjadi sumber penghidupan kami berdua nanti.

 

Bahkan aku sudah mempunyai ruangan sendiri di gedung itu. Sebagai direktur utama di bagian pemasaran.

 

“Menyebalkan….”

 

Aku merutuki kebodohanku lagi. Heuh…. Mungkin ini waktunya untuk benar-benar menyerah.

 

.

Ting tong….

.

 

Aku mendengar bunyi bel apartemenku. Dan sudah kuduga, itu pasti Hae.

 

Aku berdiri dan kembali merapikan jas putihku. Aku menatap pantulan bayangan tubuhku dicermin. Terlihat sangat manis. Pakaian pesta ini dipilih Kyuhyun setelah mengetahui hari tepatnya diadakan pesta peresmian gedung itu.

 

Kenapa semuanya mengingatkanku pada KYUHYUNKU???

 

Aku mencoba menyemangati diriku sendiri. Kemudian segera bergegas keluar.

 

“Annyeong chagi…”

 

Mencoba memberikan senyuman terbaikku saat aku mendengar kata ‘Chagi’ yang diucapkan Donghae. Really… he’s not that bad.

 

Dia sangat tampan dan terlihat elegan. Juga sangat imut di waktu  yang bersamaan. Dan juga rambutnya yang ditata serapi mungkin. Dia juga sangat wangi, dan aku suka. Sangat maskulin.

 

Tapi, wangi Kyuhyun lebih dari ini.

 

Aku lagi-lagi mencoba mengatur hatiku sendiri. Memang, sebelumnya tak pernah ada yang mengajakku pergi kepesta karena aku dan Kyuhyun selalu berangkat terpisah. Tapi, mengapa harus Hae yang mengajakku ke pesta untuk pertama kalinya.

 

Yeah, jika boleh jujur….

 

AKU INGIN KYUHYUNKU.

 

Aku memasuki mobil putih Hae. Sungguh, namja ini benar-benar tahu bagaimana caranya memperlakukan kekasihnya. Dia membukakanku pintu mobilnya dan bahkan memasangkan sabuk pengamanku.

 

Memang__

 

Kyuhyun tak pernah berbuat seperti ini, tapi AKU INGIN KYUHYUNKU yang pertama kali melakukannya.

 

“Kau baik-baik saja???”

 

“Ah, nde. Tentu saja.”

 

Sungguh, aku mungkin sudah sangat jahat dan melupakan bagaimana perasaan Hae. Dia pasti lebih bingung dan lebih terluka dariku. Aku hanya mempermainkannya. Yeah, sebut saja begitu.

 

Tapi aku benar-benar tak ingin melakukannya, dan saat ini AKU INGIN KYUHYUN-KU…

 

“Eum…. sepertinya memang bukan seperti ini yang benar-benar kau inginkan.”

 

“Eh…?”

 

Aku merasa sedikit tertarik dengan pembicaraan Hae. Dan nada bicaranya yang rendah seakan mengatakan –aku –tak- baik-baik -saja -dengan apa yang akan-aku ucapkan sekarang.

 

Aku menatap Hae, dan kulihat dia menepikan mobilnya di pinggiran jalan. Sesungguhnya, aku juga bingung harus berlaku seperti apa sekarang ini.

 

Kulihat, Hae menghela nafasnya. Ia menoleh padaku dan aku melihatnya. Ia mencoba tersenyum padaku. Senyuman yang sungguh dipaksakan. Ya Tuhan, apakah aku sudah menyakitinya???

 

“Kyuhyun akan melamar Kibum malam ini.”

 

Mwo???

 

Batinku menjerit, tapi aku tak bisa menunjukkannya sekarang. Aku hanya memberikan tatapan tak percayaku pada Hae. “Benarkah?” mencoba dengan susah payah untuk tersenyum dan terlihat natural. Terlihat aku rela dengan kenyataan bodoh dan menyebalkan itu. “Baguslah…”

 

“Benarkah?”

 

“Nde. Itu kabar bagus.”

 

Hae menghadapkan tubuhnya padaku dan kemudian ia meraih tanganku. Mencium punggung tanganku dan mengusapnya lembut. Sungguh, perlakuan ini membuatku benar-benar semakin menginginkan Kyuhyun. Hhukss…. AKU INGIN KYUHYUNKU yang memperlakukan aku seperti ini.

 

“Bisakah kau jujur padaku?”

 

Hae bertanya dengan nadanya yang pelan dan lembut. Bahkan terdengar seperti berbisik.

 

“Maksudmu???”

 

“Sungmin Chagi, kuharap kau tak menyesal dengan semuanya.” Aku membiarkan Hae memberikan kelembutannya padaku. Membiarkan ia tetap menggenggam tanganku meski tubuhnya sudah menghadap kedepan.

 

Kami sama-sama diam dan hanya menghadap ke jalanan yang ada didepan kami. Jalanan yang cukup ramai.

 

“Aku hanya tak ingin, kau menyesali kenyataan yang akan terjadi. Semua tak akan berubah jika kau tak mau merubahnya.”

 

 

Aku mencoba menenangkan diriku. Sesungguhnya, sangat sulit melakukannya. Saat ini, aku merasa tercekik dan ingin memangis. Akh…. aku sungguh cengeng.

 

“Sudahlah…”

 

“Aku senang kau bersamaku, meski nantinya mungkin Kyuhyun akan melakukan hal gila padaku. Tapi  aku harap kau juga mulai berfikir bahwa dia sangat mencintaimu.”

 

“Heuh…” Aku menoleh pada Hae. Entahlah, rasanya campur aduk tak karuan. Aku merasa dibuang. Hae seakan membuangku dan melemparku pada Kyuhyun.“Apakah kau sedang mencoba untuk bernego denganku? Membuangku perlahan, seperti itu???”

 

“Ahniya, Sungminnie…” Hae menoleh padaku. “Aku sungguh mencintaimu, tapi sepertinya sama sekali tak terlihat dimatamu itu ada aku. Aku hanya tak ingin kau menyesali semuanya.”

 

Hae mendekatkan wajahnya padaku. Ia berbisik tepat dihadapanku.

 

“Untuk saat ini, aku bisa sedikit melonggarkan ikatanku padamu. Tapi, aku tak bisa berjanji jika aku bisa dengan mudah melepaskanmu setelah ini, setelah kau sadar bahwa kau memang benar-benar hanya mencintai Kyuhyun. Aku tak akan melepaskanmu jika kau pergi setelah ini.”

 

Hae tersenyum kecut.

 

“Aku memberikan kesempatan untukmu, dan ini  hanya satu kesempatan dan hanya ini yang bisa aku berikan. Sekali kau menjadi milikku aku tak akan membiarkanmu pergi.”

 

“H-Hae…”

 

“Kyuhyun akan melamar Kibum di atap gedung kantor kita. Aku tahu, itu tempat favorit kalian.”

 

“H_Hae….”

 

Suaraku semain hilang. Aku menatap pada wajah tampan dihadapanku ini. Rasanya tercekik. Sangat sakit karena tercekik oleh kedua tanganku sendiri. Aku merasa bersalah.

 

“Sekarang, tentukanlah perasaanmu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Aish….”

 

Dengan tergesa aku memencet tombol lift. Dan sialnya, lift  bodoh ini tak kunjug datang. Ya Tuhan, aku tak bisa membiarkan Kyuhyun melakukan hal bodoh dan menikahi Kibum. Aku harus bisa menyadarkan Kyuhyun. Mungkin saja perasaan yang Kyuhyun rasakan pada Kibum hanya sementara, hanya pelarian dari rasa kesalnya padaku.

 

Aku bergegas menuju tangga darurat dan berlari sekuat tenaga menuju atap.

 

“Hossh… hossh….”

 

Aku mengatur nafasku sejenak dan berhenti tepat di pintu menuju atap kantorku. Aku merutuki dalam hati.

 

Aku mendengar alunan musik romantis dari balik pintu ini. “Hikss….”

 

Tibat-tiba seperti ada sesuatu yang menusuk jantungku. Rasanya sangat sakit. Beribu pemikiran merayapi otakku. Mungkin saja mereka sedang berdansa.

 

‘Ah… andweyo…’

 

Aku harus menghancurkannya.

 

Bergegas menuju pintu dan membuka kasar pintu itu.

 

.

Brak…

.

 

“Yahhh!!!!”

 

.

 

.

 

.
Lee Sungmin POV End

 

.

 

.

 

.

Brak…

.

 

“Yahhh!!!!”

 

Sungmin berteriak keras saat memasuki kawasan (?) atap. Dia terpaku pada tempatnya. Sama sekali tak ada tanda-tanda kehidupan. Tak ada Kyuhyun atau Kibum.

 

Ia berjalan ke tengah menuju ke meja yang sudah dipenuhi dengan 2 set makan malam romantis dan juga lilin. Candle light dinner.

 

Sungmin melihat ke sekitar. Ia menemukan player tua yang tengah mengalunkan suara musik indah yang membuat suasana semakin romantis. Bahkan dengan bunga, lilin dan banyak balon yang berserakan dilantai. Benar-benar sangat indah.

 

“Ah… mungkin saja mereka belum datang.”

 

Sungmin segera menghilangkan semua perasaan kagumnya. Ia menyusuri meja  makan itu dan tersenyum licik saat menemukan satu kotak merah kecil terikat dengan pita berwarna keemasan. Di bawah kotak itu, terlihat surat yang berbalut amplop berwarna coklat tua yang bertuliskan ‘For My Honey…’

 

Sungmin bergegas melihat isi kotak yang sudah bisa dipastikan bahwa isinya adalah cincin. Dan memang benar, isi kotak itu adalah cincin. Tapi Sungmin menggeram kesal.

 

“Ini cincin yang aku lihat di brosur. Ini cincin yang aku inginkan.”

 

Tiba-tiba, Sungmin semakin  merasa sakit dihatinya. Ia merasa benar-benar sudah dikhianati oleh Kyuhyun.

 

“Hikss…. bahkan kau memakai cincin pilihanku untuk melamarnya.”

 

Sungmin bergumam pelan. Ia sungguh merasa kesal saat  ini.  Sungmin bergegas menaruh cincin itu kembali ketempatnya. Perhatiannya kembali tertuju pada amplop yang mungkin berisi curahan hati dari Kyuhyun.

 

“Baiklah, Tuan SOK ROMANTIS. Aku ingin tahu, apa yang bia kau tuliskan untuk merayu namja nerd aneh menyebalkan itu.”

 

Sungmin masih berusaha untuk menahan gejolak emosinya. Ia benar-benar sudah putus asa, tapi juga merasa sangat kesal saat ia tak benar-benar bisa mengeluarkan kemarahannya.

 

“Huah…. tenanglah Lee Sungmin.”

 

Sungmin mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia membuka amplop itu dan kemudian mengeluarkan isinya. Selembar kertas yang sangat harum. Ia membuka lipatan kertas itu, dan sangat yakin bahwa tulisan dikertas itu adalah tulisan Kyuhyun.

.

 

.

 

‘Hi honey….

 

Ah… mungkin ini sangat mengesalkan bagimu. Baiklah, aku rasa ini adalah waktunya untuk berhenti bermain-main. Aku tahu kau pasti merasa keberatan dengan semua ini.

 

Eum… tapi, bisakah kau memberikan aku sedikit saja waktu untuk menjelaskannya padamu?

 

Yang pertama kalinya adalah…

 

Aku ingin mengatakan bahwa aku sungguh tak mencintainya. Dia namja yang baik, tapi tak cukup baik untuk mengerti aku. 

 

.

 

Sungmin merutuk kesal. Ia baru membaca satu bait teratas dan sudah merasa teramat sangat dibuang. Kyuhyun sangat memuji Kibum. Dan bahkan mereka berdua baru saling mengenal beberapa bulan kemarin.

 

“Ini menyebalkan sekali. Dasar playboy!!!!”

 

Sungmin berteriak keras mencoba meluapkan kemarahannya. Ia kembali mengatur nafasnya dan mencoba membaca kembali isi surat itu.

 

.

 

Kau adalah satu- satunya yang benar-benar berharga dalam hidupku. Bahkan disetiap hembusan nafasku dan aliran darahku. Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa melihat senyumanmu.

 

Sehari saja aku tak memakan makanan yang kau buat, seperti aku tak mempunyai tenaga untuk hidup. Kau seluruhnya arti hidupku, sangat berharga…

 

.

 

Sungmin sudah tak bisa menahan tangisnya. Entahlah, ia sendiri tak menyadarinya jika ia tengah menangis lirih. Hanya tulisan itu  terlihat remang hingga Sungmin perlahan harus menghapus air matanya agar tak mengganggu penglihatannya lagi.

 

.

 

Dan aku tak ingin menunggu terlalu lama. Aku ingin menghabiskan semuanya. Seluruh waktu dalam hidupku, seluruh yang aku miliki. Berbagi semua kebahagiaan kita, berbagi semua waktu kita.

 

Melihat anak-anak yang nanti akan kita miliki, melewati hari bahagia penuh tawa seperti yang kau inginkan. Ah… Aku tahu kau menyukai anak yang di panti asuhan itu.

 

Kita akan mengadopsinya dan merawatnya dengan baik. Mengajarinya banyak hal dan berbagi kebahagiaan bersama.

 

Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.

 

Jika menerimaku, pakailah cincin itu dan temui aku.

 

Sebagai tanda kau setuju untuk menikah denganku. Aku tahu, lamaran ini konyol tapi aku sungguh berharap kau menermianya.

 

Berbaliklah dan kau akan menemukanku.

 

.

 

Sungmin segera berbalik. Ia melihat kesegala penujuru untuk mencari  keberadaan Kyuhyun. “Hiks….”dan tangisnya tak terbendung lagi. Sungmin menutup mulutnya saat ia melihat siluet namja tampan yang kini membentangkan kedua tangannya.

 

“Apakah tak ingin memelukku?”

 

Suara bass itu terdengar sangat merdu.

 

“Ah… ayolah, aku tahu kau tak akan salah paham lagi kali ini. Bacalah sampai selesai, Honey…”

 

Dengan cepat Sungmin kembali membaca surat itu. Ia menuntaskannya dengan cepat, dan saat ia  sudah menyelesaikannya__ Kyuhyun sudah berdiri dihadapannya. Namja itu mengambil cincin yang tergeletak diatas meja. Mengambil satu cincin dengan ukirannya yang sangat cantik.

 

Kyuhyun meraih satu tangan Sungmin, mengecup punggungnya lembut. “Mianhe….”

 

Kedua pasang mata mereka bertemu. Dengan satu tangannya yang lain, Kyuhyun mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Sungmin.

 

“Mengapa menangis???”

 

“Hiks…. mengapa kau menyebalkan sekali Cho Kyuhyun?”

 

“Ah…. aku hanya ingin membuat satu hal yang berbeda.” Kyuhyun mengangkat cincin itu di tangan kanannya. Dan kemudian berlutut dihadapan Sungmin, sambil tetap memegang tangan kiri Sungmin.

 

“Aku tahu, mungkin akhir-akhir ini aku sudah membuatmu marah. Aku hanya ingin, sesuatu yang tak terlupakan dalam sejarah percintaan kita. Aku tak peduli, dengan ‘Nerd’ Lee Sungmin ataupun ‘Awesome’Lee Sungmin. Tapi, jika boleh jujur aku sungguh tak menyukai kau mengumbar semuanya.”

 

Sungmin tertawa kecil.

 

“Aku tak suka kau menunjukkan sisi cantikmu pada semua orang. Itulah mengapa aku tak ingin menunjukkan siapa Lee Sungmin sebenarnya. Itulah mengapa aku selalu menyimpanmu untukku sendiri.”

 

Dan sekarang berganti Kyuhyun yang tertawa kecil. “Hehehe… tapi, kau malah marah dan memutuskan aku. Ah… tapi aku tahu, kau tak pernah bisa lepas dariku. Kau akan selalu mencintaiku, Bukankah begitu___ cantik???”

 

.

Blushhh…

.

 

“Ish…”  Sungmin mendesis pelan. Pipinya merona merah.

 

“Jadi___ maukah menikah denganku, Lee Sungmin?”

 

“…”

 

Diam.

 

“Hei, kau tidak mau?”

 

“Hikss….”

 

“Yah… kau menolak lamaran romantisku???? Aish… baiklah, mungkin aku akan menikah deng___”

 

“Yah…. kenapa menyimpulkan sendiri.” Sungmin menggeram kesal. Ia menahan senyumannya. Sungguh, meski cahaya terbatas__ tapi rona merah diwajah Sungmin masih saja terlihat.

 

“Jadi, Yeppeo… maukah menerimaku sebagai teman hidupmu?”

 

Sungmin mengangguk pelan. “Tentu saja….”

 

“Ahh…hahaha….”

 

Kyuhyun tertawa dan segera memasukkan cincin itu dijari Sungmin. Ia beranjak dari posisinya dan kemudian menatap kedua mata bening Sungmin.

 

“Kau sangat cantik dan bertambah cantik setiap harinya. Tapi sungguh, aku tak menginginkan semuanya melihatmu.”

 

“Aish… baiklah, aku akan kembali bertransformasi menjadi NERD Sungmin.”

 

Kyuhyun tertawa pelan. Ia mengusap bibir Sungmin dengan ibu jarinya. Dan entah sejak kapan, kedua lengan Kyuhyun sudah melingkar indah dipinggang Sungmin.

 

“Nde, memang sebaiknya seperti itu.” Kyuhyun tersenyum dan sekarang pandangannya benar-benar terkunci pada bibir manis bershape M itu.

 

Sungmin tahu, jika ciuman ini akan menjadi permulaan dari malam indah mereka. Saling berpelukan erat dan mencumbu. Berciuman lembut dan tak menuntut. Membiarkan semuanya mengalir perlahan dan menyalurkan semua perasaan mereka.

 

“Mmmhh…”

 

Terdengar desahan pelan Sungmin.

 

Saat ini satu tangan Kyuhyun tengah menekan lembut butt sexy Sungmin. Sementara satu tangan lainnya mengeratkan pelukannya pada tubuh Sungmin.

 

Merasa tak bisa berhenti untuk bercumbu dan merasai manisnya bibir Sungmin. Mengulum lembut bibir bawah Sungmin dan memainkan lidahnya untuk menjilat dan terus merasuk kedalam ruang lembab itu.

 

Bertukar saliva dan terus berusaha untuk bergulat memancing kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri. Membiarkan rambut coklat ikalnya berantakkan karena remasan tangan nakal Sungmin.

 

“Hhh….. Minggghhhh…”

 

.

Malam ini masih panjang. Yeah…Tentu saja…

 

.

 

.

 

Berbaliklah dan lihatlah aku~

 

Cho Kyuhyun yang selalu dan memang tercipta hanya untuk mencintai Lee Sungmin.

 

.

 

.

 

ENd

.

 

.

 

Hadeuh….

 

Gimana lanjutannya?? Ga aneh kan???? Ga gantung kan???

 

Nih, kurang manis diabetes deh kayaknya.

 

Hahaha…..

 

Ghamsa!!!

 

.

 

.

 

.

 

Epilog…

 

.

 

.

 

“Akhirnya aku memilih mendengarkanmu dan membiarkan Lee Sungmin.”

 

“Oh baguslah.”

 

Namja manis berambut kebiruan ini hanya mengangguk dan kemudian kembali meneguk wine di gelasnya.

 

“Tapi, sekarang aku tak punya kekasih lagi karena menuruti saranmu.”

 

“Kau pikir itu masalah untukku?”

 

“Ck… harusnya kau merasa bersalah karena membuatku kembali tak punya kekasih.”

 

“Hae-ah…” Namja manis itu menoleh pada namja disisinya. Menghadapkan tubuhnya dan kemudian menepuk bahu Hae. “Kan masih ada Kibum?”

 

“Ck… dia kekasih Siwon, dan Kyuhyun hanya meminta bantuannya untuk rencana konyolnya.”

 

“Eum… kalau begitu cari saja kekasih yang baru.”

 

“Yah… enak saja.” Hae kemudian terdiam. Ia membiarkan lengan kurus itu melingkari bahunya.

 

“Hei, lihat saja. Disini juga banyak yeoja cantik. Dan lagi, banyak barang impor.”

 

Tapi entah kenapa, pemikiran Hae tak sejalan dengan apa yang ada dipikiran namja yang ada disebelahnya ini. “Kurasa, kau harus bertanggung jawab sepenuhnya atas semua saranmu Hyukkie…”

 

“Maksudmu?”

 

“Yeah, bertanggung jawab. Karena terbukti semua saranmu sama sekali tak menguntungkan. Baik saranmu pada Sungmin dan juga padaku.”

 

“Heuh… baiklah. Aku harus bertanggung jawab seperti apa?”

 

“Benarkah? Kau akan menyanggupinya?”

 

“Asal tidak aneh-aneh.”

 

“Ah, ini tidak aneh kok.”

 

“Eum… apa itu?”

 

Tercipta seringaian evil di bibir tipis Hae. Namja itu menatap intens pada Eunhyuk, membuat Eunhyuk langsung melepaskan rangkulannya pada bahu Hae.

 

“Jadi uke-ku.”

 

“Hahaha…. jangan bercanda.”

 

“Aku tidak bercanda. Karena dilihat-lihat, kau juga manis Hyukkie-ah….”

 

“Andweyo!!!! Aku top ultimate SEME.”

 

.

 

.

 

.

 

END beneran

 

Kali ini udah END beneran deh…

 

Bye….

 

 

 

 

Iklan

Angel…? |KyuMin | 2Shoot | YAOI

.

.

“Aku tak akan membawanya ke pesta yang diadakan perusahaan.”

“Kenapa?”

“Yah, Hae-ah… apa kau tak lihat dia??? Kacamata aneh dengan cara berpakaian aneh dan terlebih blazer tuanya, dan oh jangan lupakan dasi kupu2 anehnya.”

“Tapi, dia kekasihmu.”

“Ck… aku menerimanya karena terpaksa. Apa kau lupa, dia selalu mengejarku. Meski dia hanya diam, tapi selalu saja mengikutiku seperti hantu.”

“Heum… jadi kau akan membawa siapa Kyu?”

“Siapa saja, asal bukan dia. Ah… lebih baik sendiri saja dan minum sepuasnya.”

Hae kemudian tertawa lagi. “Jika kau tak menyukainya kenapa kalian bertahan sangat lama. Kau lupa?”

Hae kemudian menghitung dengan jarinya, mencoba mengingat-ingat dengan baik saat pertama sisetan ini berpacaran dengan namja aneh dan kutu buku yang sangat terkenal disekolahnya.

“Ah… 7 tahun Kyu.” Hae tersenyum mengejek dan kemudian mendesak-desak Kyuhyun hingga namja tampan nan evil itu menjadi merinding sendiri saat merasakan tatapan genit Hae. “Katakan??? Kenapa jika tak suka, kau bahkan tak pernah berselingkuh darinya selama 7 tahun ini??? Ayo mengaku saja?”

“Yah???!!! Jangan melihatku seperti itu!”

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

~ANGEL…???~

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin

–          Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, Fluff etc

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

—->>>> ANGEL….???<<<——

 

.

 

.

 

.

 

“Ah… aku ingat, saat Sora Nunna mengajakmu kencan dan yeah… aku tahu saat itu kau sedang ada seikit masalah dengan si Nerd itu. Tapi, ajaibnya___ kau menolak!”

 

Wajah excited Hae membuat Kyuhyun semakin kesal. Ia menggeleng dan kemudian tertawa terbahak. “Yah… itu hanya kebetulan saja. Lagi pula dia namja yang tak pernah mencari masalah. Jadi seperti sama sekali tak ada alasan untukku meninggalkannya.”

 

“Benarkah? Hanya seperti itu?”

 

“T-tentu saja.” Sedikit tergugup karena sepertinya Hae masih ingin menginterogasi lebih lanjut (?), Kyuhyun meminum kopi hitamnya sedikit terburu-buru berharap dapat melegakan perasaannya.

 

“Bagaimana dengan yang lain? Namja lain misalnya. Mungkin kau tak mau berkencan dengan yeoja, tapi bagaimana dengan___” Hae mengetuh dagunya mencoba untuk membuka lembaran pikirannya. “Ah…Kibummie? Aish… kau tahu, dia semakin menggemaskan. Meskipun sangat pendiam tapi dia teman dan pendengar yang baik.”

 

“Ah… itu__” Kyuhyun terlihat berfikir. Kedua alis tebalnya menyatu menandakan ia –mungkin- tengah berfikir keras. Sementara Hae, yang memang sudah tak sabar segera mengambil kesimpulan sendiri.

 

“Atau kau memang mencintai NERD itu?”

“Ah.. ahnieyo!!!” Kyuhyun menggeleng. “Bukan seperti itu. Eum.. . hanya saja aku kasihan.”

 

“Kasihan? Benarkah?

 

“ Yeah, kau tahu bukan dia selalu menjadi bahan bully teman yang lain karena keanehannya dan semuanya hilang. Splashh!!!”

 

Kedua mata Kyuhyun berbinar. “Hilang seketika saat aku mengklaim dia milikku. Yeah, kau tahu bukan___ aku namja tampan dan baik hati. Tak mungkin aku membiarkan penindasan terjadi saat itu.”

 

“Uhhhukkk… uhhhukkk… banyak alasan. Kau tak pintar berkelit Kyuhyun Oppa.” Hae menirukan suara yeoja dan bertingkah aneh (?) hingga akhirnya mereka tertawa bersama terbahak-bahak membuat kebisingan diseluruh ruangan cafe di dekat kantor mereka.

 

“Hahhahaahhaha…!!!!”

 

.

 

.

 

“Ehhem… kalau begitu, kau tak keberatan bukan jika aku menyukainya?”

 

“Uhhuk…! Uhhuk…!!!” Kyuhyun tersedak minumannya sendiri. “Ah.. itu…”

 

“Hahhaa… aku bercanda.”

 

Sedetik kemudian wajah Kyuhyun berubah cerah. “Ah… Iya…”  Ia kembali menikmati pancake dihadapannya.

 

“Tapi, jika kau tak keberatan aku akan serius. Heuh… aku rasa dia namja yang baik.”

 

“Ah… iya… heheee… terserahmu saja.”

 

Kyuhyun menyahut sekenanya. Entahlah, mungkin ia sedang merasa kalut atau bahkan lebih dari ini. Sesekali mencuri pandang pada Hae. Sungguh, sepertinya namja tampan ini siap mencekik mati si ikan dihadapannya kapanpun.

 

Belum selesai ia mengumpat, harus dikejutkan lagi dengan pijatan lembut dibahunya. Ia kenal benar dengan wangi ini. Wangi teh hijau yang sangat sejuk.

 

Kedua matanya membulat dan kemudian menatap Hae. Memberi kode, mencoba bertanya siapa namja yang tengah memijatnya kali ini.

 

“Ah… Kyuhyunie… pasti kau lelah karena rapat dengan klien tadi.”

 

“S-sungminnie…” Kyuhyun menoleh pada Sungmin –namja yang memijatnya- dan kemudian segera menyeret namja itu untuk duduk disisinya. “Ah, chagiya… ayo duduk denganku.”

 

“Wah… ternyata pembohong besar. Bukankah aku si NERD aneh???” Sungmin membenarkan dasi kupu-kupunya dan kemudian menunjuk tepat pada kacamatanya. “Dengan kacamata aneh yang hampir menutupi wajahku.”

 

Sungmin menggeram kesal dan kemudian ___

.

Plak….

.

 

Satu tamparan mendarat mulus di pipi Kyuhyun.

 

“Cukup penghinaan kali ini. Mungkin selama ini aku bisa bersabar karena tingkahmu itu. Aku mungkin memang NERD dan kutu buku aneh yang hanya bisa bergantung padamu, tapi aku bukan namja lemah.”

 

Sungmin masih menatap tajam pada Kyuhyun dia mendekatkan wajahnya pada namja itu dan kemudian menunjuk tepat dihidung Kyuhyun. “Aku-bisa-hidup-tanpamu.”

 

Sungmin kembali menegakkan tubuhnya dan kemudian bergegas membenarkan blazernya. “Terima kasih karena sudah melindungiku selama ini. Ck… kau benar-benar keterlaluan. Dasar PLAYBOY!!!”

 

.

 

.

 

Sepeninggal Sungmin, Kyuhyun hanya bisa membelalakkan kedua matanya. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. Masih lagi harus menanggung malu karena sudah menjadi tontonan gratis di cafe itu. Terlebih bekas 5 jari yang masih menempel dan tercetak indah dipipi pucat Kyuhyun, dia menatap tajam namja yang menjadi tersangka –biang kerok- akar- dari pertengkaran mereka.

 

“Sebelumnya kami bertengkar dan itu karena aku melarangnya untuk terlalu dekat dengan Eunhyuk.”

 

Kyuhyun bercerita lagi tentang masalahnya dengan Sungmin. Sepertinya dia masih belum bisa menerima kepergian Sungmin dari hidupnya.

 

“Tapi, aku sudah mencoba meminta maaf. Juga pada Eunhyuk, aku bahkan sudah membelikannya cake strawberry spesial sebagai ucapan maafku. Dan sekarang, karena kau!! Aish… apakah ini artinya aku__ kami putus??”

 

“Heum… sepertinya kau memang tak cocok dengannya.” Hae menggeleng pelan dan kemudian mengembangkan senyumannya. “Lihatlah aku__” Hae membenarkan jasnya, “Aku tampan bukan dan juga lucu (?) dan sepertinya aku lebih cocok dengannya.”

 

Kyuhyun hanya mendengus pelan, mencoba tak menanggapi Hae lagi.

 

“Ah… dan juga, aku mapan. Yeah, meski jabatanmu lebih tinggi dari pada aku, tapi mungkin saja aku yang cocok dengannya.”

 

Kyuhyun lama kelamaan kesal karena sepertinya Hae sangat terobsesi dengan Sungmin. “Heuh… memangnya apa yang kau lihat dari dia?”

 

“Yeah… dia hanya buruk di luar. Cukup di makeover dan dia akan menjelma menjadi malaikat.”

 

“Hahaha… kau lucu sekali.” Kyuhyun mencibir  lirih. “Ck… sudahlah. Jika dia mau denganmu, kau ambil saja. Tapi jika tidak___ maka jangan harap kau bisa menggodanya.”

 

“Oh… Oke… Kita deal.” Hae mengulurkan tangannya, mengajak Kyuhyun berjabatan. Sungguh, kedua namja ini memang benar-benar menyebalkan.

 

.

 

.

 

.

 

“Hyukkie!!! Aku bersumpah aku akan memukulinya habis – habisan. Dia sangat menyebalkan.”

 

Sungmin sedari tadi sibuk berteriak kesana kemari, memukul apapun sebagai pelampiasan kekesalannya. Sementara Eunhyuk, yang sepertinya mulai bosan melihat Sungmin yang terlihat sangat berantakkan, akhirnya memilih untuk menyeret namja itu agar mendekat padanya.

 

“Bukankah aku sudah mengatakannya, dia itu PLAYBOY.”

 

“Tapi dia memang tak pernah berselingkuh, dan lagi dia sama sekali tak pernah memanfaatkan aku.”

 

“Yeah… mungkin dia belum menemukan pasangan selingkuhan yang pas.”

 

Eunhyuk sukses mendapatkan lirikan tajam gratis dari Sungmin. Sungmin menunjukkan kepalan tangan kananya didepan wajah Eunhyuk. “Aku akan memukuli siapapun yang mengganggu Kyuhyunku.”

 

“Bukannya kalian putus?”

 

Dan Sungmin hanya bisa menghela nafasnya. Ia mengangguk pelan. “Yeah… mungkin bisa disebut putus.” Ia mengangkat wajahnya dan kemudian menatap Eunhyuk. “Apakah aku benar-benar aneh dan bahkan ___ jelek???”

 

“Eum.. tidak juga.”

 

“Berarti ada kemungkinan dia menyukaiku dan kau ingat___ selama 7 tahun ini dia tak pernah berselingkuh. Meski banyak yeoja genit yang selalu mencoba mengajaknya kencan, tapi dia tak pernah sekalipun menerimanya, dia sama sekali tak tergoda. Bukankah itu bisa disebut dia juga sangat mencintaiku?”

 

“Tapi, apa dia pernah menciummu?”

 

Sungmin menghentikan senyumannya. Ia langsung memperlihatkan wajah datarnya. “Jika sekedar berciuman, aku juga pernah.”

 

“Ck… bukan ciuman tidak sengaja karena kau jatuh saat diperpustakaan itu hyung.”

 

Eunhyuk mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Ia mengusap rambut hitam Sungmin. “Kau  sudah 28 tahun Hyung, dan kau belum pernah merasakan ciuman yang sesungguhnya kurasa.”

 

“Ah… kalau itu___ itu…”

 

“Heuh… sudahlah, mungkin ada baiknya kau mencari yang lain saja.”

 

Sungmin tadinya hendak menyangkal lagi, tapi akhirnya ia menyerah. Lama kelamaan ia juga bingung sendiri dengan apa yang sebenarnya terjadi pada hidupnya.

 

Tak ada satupun yang kurang dari masa mudanya beberapa tahun yang lalu itu. Saat ia kuliah dan bertemu dengan namja tampan bersurai coklat yang sangat lembut.

 

Tak ada satupun yang akan menyangkal, jika ia mengakatan bahwa namjanya memang sangat tampan. Dan sekarang, ia seperti sedih sendiri. “Tak akan ada lagi yang menelfonku malam-malam.”

 

“Ish… tingkah kalian seperti anak-anak. Aneh…” Eunhyuk beranjak dari kasur Sungmin dan kemudian ia segera bergegas memunguti semua berkas kerjanya. “Aku akan pulang.”

 

“Nde…”

 

Eunhyuk menyelesaikan kegiatannya berberes, dan sementara Sungmin masih sibuk dengan dunia pemikirannya sendiri.

 

“Heuh… sebaiknya kau pikirkan saranku hyung. Makeover atau kau cari yang lain yang benar-benar mencintaimu dan memberimu kebahagiaan. Aku pulang, Hyung…”

 

.

Blam…

.

 

Dan Eunhyuk menghilang dibalik pintu apartemen minimalis Sungmin. Sekarang namja imut –namun berantakkan dan aneh- ini segera membereskan seluruh kamarnya. Ia berhenti dicermin besar yang ada di depan bednya.

 

Sungguh, ia memang terlihat sangat kacau dan juga aneh. “Heuh… aku hanya ingin mencari seseorang yang benar-benar menerimaku dan bisa mencintaiku apa adanya…”

 

Sungmin bergumam dan kemudian ia melangkah menuju bed-nya. Mendudukkan tubuhnya disudut  kanan bawah bed-nya, kemudian meraih dan memeluk Mr. Smith _boneka bunny pink pemberian Kyuhyun_ dan mulai meratapi nasibnya.

 

Ini memang bukan sekali dua kali Kyuhyun berkata seperti itu, dan sebelumnya Sungmin masih bisa memaafkannya. Tapi entahlah, kali ini ia benar-benar marah.

 

“Tapi, dia memang menyebalkan.”

 

Sungmin melirik jam mungil berbentuk bunny di meja kerjanya. Dan dia mulai mencari ponselnya. Biasanya, Kyuhyun akan menelfon pada saat sekarang.

 

“Benar-benar tidak ada telfon. Ughh… dan dia tak mengirim satu pesan pun.” Sungmin mulai berfikir aneh dan menyimpulkannya sendiri, bahwa Kyuhyun mungkin memang menganggap hubungan mereka sudah berakhir.

 

Sungmin berdiri dan kemudian berjalan menuju cermin di ruangannya. “Baiklah, aku akan membuang si NERD dan menggantinya dengan Sungmin yang sangat mempesona (?)”

 

Sungmin menghapuskan titik basah disudut matanya. Entah sejak kapan ia mulai menangis. “Hikss… Kyuhyunie…”

 

.

 

.

 

.

 

“S-sungmin?”

 

“Nde…”

 

“Kau Sungmin?”

 

Sepertinya suasana kantor Kyuhyun menjadi sangat ramai pagi ini. Semuanya tersenyum dan bahkan tercengang tak percaya, karena kehadiran seorang Lee Sungmin yang sangat mempesona. Kacamata tebalnya telah menghilang dan menunjukkan mata hitam yang selama ini tersembunyi dengan baik.

 

Rambut hitamnya ditata sesempurna mungkin dan sedikit berantakkan tapi itu membuatnya terlihat sangat tampan. Dan jangan lupakan, pakaian yang ia kenakan. Khas seorang direktur muda yang sangat pas untuk tubuhnya.

 

“Kau terlihat___ berbeda…”

 

“Ah, terima kasih.”

 

Sungmin masih sama, seperti Sungmin yang sebelumnya. Dan perubahan yang ia lakukan hanya membuatnya memiliki banyak teman. Tapi, sepertinya usahanya belum cukup karena__

 

“Cho sajangnim mengajakku berkencan.”

 

Suara itu cukup mengganggu pendengaran Sungmin. Ia menoleh pada sumber suara. Dan melihat namja manis dengan senyumannya yang sangat langka tengah berbicara dengan Eunhyuk. Sungmin memilih menghentikan langkahnya danmulai mencuri dengar.

 

“Apa kau bercanda?”

 

“Aku dengar  dia sudah tak bersama dengan Lee sajangnim, jadi bukankah tidak apa-apa?”

 

“Jadi, kau menerimanya. Eum… maksudku kau bersamanya sekarang?”

 

“Yeah, begitulah.”

 

Namja manis itu pergi, dan Sungmin langsung mendekati Eunhyuk. Ia menarik Eunhyuk untuk masuk kedalam ruangannya. “Katakan padaku, jika kalian sedang main-main tadi. Yang kau bicarakan dengannya, itu bohong dan hanya akal-akalan kalian bukan?”

 

“Hyung, itu yang terjadi sesungguhnya. Aku hanya mendengar gosip pagi tadi dan kemudian menanyakannya. Kau tahu, gosip sangat cepat menyebar.”

 

Sungmin mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya. Menghela nafas lemas. “Seperti yang kau bilang, aku sudah merubah penampilanku tapi sepertinya Kyuhyunku memang sudah bosan padaku.”

 

“Aku tak tahu tentang hal ini, aku angkat tangan.” Eunhyuk segera beranjak pergi dari ruangan Sungmin. “Kau bisa menyelesaikannya sendiri hyung.”

 

.

Blam…

.

 

Kembali, Sungmin berada dikesendiriannya. Ia mengabaikan semua pekerjaannya yang menumpuk sejak kemarin. Dengan ragu mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi Kyuhyun. Tapi, baru terdengar suara ‘Tuut’ sekali saja dia sudah mematikannya lagi.

 

“Aishhh… this Kim Kibum… “

 

Ia geram sendiri. Sungmin menekan no 1 pada line telfon kantornya, menyuruh sekretarisnya untuk memanggil pegawai baru yang bernama Kim Kibum itu.

 

‘Kita harus berbicara. Oke…’

 

.

 

.

 

.

 

“Ah… Kibum, silahkan duduk.”

 

“Nde, sajangnim.”

 

Seperti biasa, Kibum memang namja yang dingin dan hanya bicara seperlunya saja. Tapi, agaknya Sungmin berfikiran lain. Ia menganggap sikap yang ditunjukkan Kibum benar- benar tak sopan padanya dan ini semakin menambah daftar kekesalannya.

 

“Baiklah, bagaimana pekerjaanmu? Aku dengar kau belum melakukan penjualan mencapai minimum target, bisakah kau jelaskan padaku?”

 

Kibum mengangkat wajahnya, dan pandangannya kosong seperti tak terarah pada apapun. Dia bersikap datar dan sedikit acuh. “Semuanya tergantung pembeli, aku sudah melakukan sebisaku. Jika pembeli tak mau, aku tak bisa memaksa.”

 

“Begitukah? Tapi kau bisa merayu mereka.”

 

“Maksudmu?” Kening Kibum mengerut. Sedikit banyak ia tahu apa yang dimaksudkan atasanya ini, tapi ia mencoba berfikir positif dan tak mengarah ke hal yang buruk.

 

Sungmin menatap tajam pada Kibum. Ia melihat namja itu dai atas kebawah kemudian keatas lagi. Ia akui jika namja ini sangat manis. “Kau dipecat.”

 

“Mwo?”

 

“Yeah, kau aku pecat dengan sangat amat tidak terhormat.”

 

“Tapi, kenapa?” Kibum mencoba bersikap tenang. Ia hanya sedikit terkejut, tapi sama sekali tak terlihat dari wajahnya. “Aku hanya belum melakukan penjualan minimum dan itu bukan alasan yang cukup kuat untuk memecatku.”

 

“Apa yang kau lakukan membuatku merugi. Apa kau ingin aku dipecat oleh Cho Sajangnim___ direktur utama-yang-sekarang-bersamamu.”

 

Kibum merasa ini konyol. Hanya karena ia bersama Kyuhyun dan sekarang ia kehilangan pekerjaannya. “Apakah kau sedang menyalahkan aku, sajangnim?”

 

Sungmin diam, ia mencoba tak ambil pusing, dan segera menyiapkan berkas pengunduran diri Kibum.

 

“Bukankah kau sudah berpisah dengan Kyuhyunie dan sekarang dia bersamaku, harusnya kau bersikap profesional dan tak menjadikan ini alasan.”

 

“Kau jangan membantahku.”

 

“Tapi, kau benar-benar keterlaluan.”

“Kim Kibum…!!!” Sungmin sedikit berteriak. Ia sudah megepalkan tangannya. “Aku sudah memecatmu dan kau tak boleh berada di gedung ini lagi.”

 

“Heuh… baiklah. Tapi, aku sungguh kasihan padamu. Hanya karena ini kau memecatku.”

 

.

 

.

 

Tiba-tiba Eunhyuk masuk dan segera mendorong Sungmin untuk keluar dari ruangannya, meninggalkan Kibum sendirian disana. Eunhyuk memeluk Sungmin dan mencoba menenangkannya.

 

“Aku tahu kau tak seperti ini hyung. Kau harus percaya, jika mungkin Kyuhyun lebih bahagia bersamanya.”

 

“Tapi, bukan dengan dia. Kenapa harus dia yang bahkan sekantor denganku, dia bawahanku.”

 

“Sudahlah.” Eunhyuk menangkup pipi Sungmin dengan kedua telapak tangannya. “Kau hanya harus merelakannya dan aku yakin kau bisa.”

 

Eunhyuk tersenyum untuk meyakinkan Sungmin. Ia kemudian melepaskan pelukannya dan meminta Sungmin kembali keruangannya. “Sebaiknya kau meminta maaf Hyung, aku tahu Kibum tak mungkin bermaksud seperti itu.”

 

Menoleh pada Eunhyuk sekali lagi sebelum ia kembali keruangannya. Sungguh, ia memang benar-benar sudah kehilangan dirinya.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, apakah kau tetap memecatnya?”

 

Eunhyuk bertanya dengan semangat pada Sungmin. Saat ini mereka tengah menikmati waktu istirahat makan siang mereka di sebuah cafe didekat kantor mereka.

 

“Menurutmu?”

 

“Entahlah, aku tak tahu.”

 

.

 

Flashback On

.

 

“Ok…. kita kembali ke masalah kita sebelumnya.”

 

Sungmin mulai sibuk mengatur kata-katanya. Ia sendiri tak bisa berfikir jernih sejak beberapa jam yang lalu, atau tepatnya kemarin ssesaat setelah ia memutuskan Kyuhyun. Dan sekarang, mungkin dia sudah mendapatkan jalan terangnya.

 

Mengabaikan genggaman tangannya yang basah karena keringat dan mencoba bersikap tegar. Ia sungguh kalut, tapi tak bisa juga untuk terus bersikap seperti ini.  Ia menatap Kibum dan kemudian membuka kedua tangannya. “Bisakah kau memelukku?”

 

“Untuk?”

 

“Just do it.”

 

Kibum mengangguk dan kemudian menerima pelukan Sungmin. Dan dipelukan namja itu, Sungmin menangis lirih.

 

“Aku tahu, ini pasti mengejutkan untukmu. Aku meminta maaf  karena seharusnya aku tak bersikap seperti ini padamu.”

 

“Tidak apa-apa. Bukan masalah jika kau memecatku, aku bisa…”

 

“Ahniyo, “ Sungmin menggeleng pelan. “Bisakah lupakan masalah ini dan kau bekerja seperti biasa?”

 

Kibum melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin. “Kau memaafkan aku?”

 

“Nde…”

 

“Juga, untuk kebersamaanku dengan Kyuhyun?”

 

Sungmin mengangguk kembali. “Aku sadar, disini aku yang salah. Maafkan aku.”

 

.

 

Flashback Off

.

 

.

 

“Oh… baguslah.”

 

Sungmin merasa sedikit kesal karena sepertinya Eunhyuk sangat senang mendengar kabar itu. Tapi, setidaknya inilah yang terbaik untuk hubungan mereka selanjutnya.

 

“Tapi, aku masih belum bertemu Kyuhyun hari ini.”

 

“Oh… “ Eunhyuk menoleh kesamping kanannya dan memberi kode kepada Sungmin, hingga namja itu bisa melihat Kyuhyun kesayangannya tengah menikmati makan siang yang romantis dengan kekasih barunya.

 

“Ish… tak kusangka dia menyukai namja dengan model pakaian aneh dan kacamata tebal.” Sungmin menggerutu sendiri. Kemudian ia menatap Eunhyuk. “Jadi menurutmu, apakah aku salah melakukan makeover.”

 

“Aku pikir tidak juga.” Eunhyuk mengangguk sopan saat melihat atasannya berjalan menuju meja mereka. “Ah, silahkan duduk bersama kami.”

 

“Oh, Lee sajangnim, kau ada disini. Bolehkah aku duduk bersamamu?”

 

“Nde, tentu saja.”

 

Namja itu mengulurkan tangannya kepada Sungmin. “Kau bisa memanggilku Hae, Lee Donghae… yeppeo…”

 

Bukan ingin mengkhayal, tapi namja yang duduk disisi Sungmin ini memang tampan, dan ingat__ namja itu baru saja mengatakan Sungmin ‘Yeeppeo.’

 

‘Ck… bahkan Kyuhyun-ku saja belum pernah mengucapkannya.’ Sungmin sibuk membatin, sepertinya ia memang butuh yang baru. Melihat kembali namja yang duduk disisinya. Senyuman yang sempurna, mata yang teduh dan kulit yang bagus. Sungmin juga tak lupa, jika namja ini adalah wakil direktur  utama, itu artinya dia wakil dari Kyuhyun. ‘Tak buruk juga.’

 

“Ah,ya… Hae…”

 

“Senang berkenalan denganmu, yeppeo…. “

 

‘Kau pikir hanya kau yang bisa, Cho Kyuhyun!’ Sungmin menjerit dalam hati, terlebih saat ia melihat kembali Kyuhyun yang kini sibuk menyuapi Kibum. ‘Benar-benar mengesalkan.’

 

.

 

.

 

.

 

TBC

.

 

.

 

GAJE???

 

Abaikan semuanya, termasuk TYPO.

Heartbeat | KyuMin | Yaoi | 2S/end

 

.

hb

.

.

‘Hey… bisakah kau berhenti? Sejenak saja…’

Aku lelah berusaha menangkapmu, sementara kau ___ masih senang berlari kesana kemari. Tak bisakah berhenti saja dan diamlah dipelukanku?

.

‘Hey… apa yang harus aku lakukan? Sementara kau tak melakukan apapun tapi…”

Bingung….

Blank dan tak tahu apa-apa. Aku hanya diam dan akhirnya juga tak melakukan apapun. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku? Sebenarnya, apa yang sesungguhnya kau inginkan?

.

‘Hei, apa kau sengaja melakukannya?’

Terus saja menggodaku dan terus memaksa pikiranku untuk memikirkanmu. Memikirkan bagaimana caranya untuk memilikimu dan bersamamu?

.

‘Hei… haruskah aku menggila dan memaksamu?’

‘Hei, haruskah aku berbuat jahat untuk memaksamu?’

‘Apa kau sengaja atau memang benar-benar tidak tahu?’

.

My heart still keep beating for you

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

HEARTBEAT

.

 

.

 

.

 

“Hatiku berdebar kencang saat melihatmu. Hanya dalam jarak seperti ini saja sudah membuatku jatuh begitu dalam pada pesonamu. Tapi, kumohon…

 

Jangan katakan kau tak akan membalas perasaanku, jebal…”

 

.

 

.

 

.

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Other Super Junior Member

Pairing: KyuMin | YeMin (?)

Genre : Drama, romance, fluff

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Mereka memiliki satu ikatan istimewa dan akan selalu seperti itu.

Warning : YAOI / BL | Tidak sesuai EYD | Typo’s

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

Cafe Heechul

 

.

.

.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu? Aneh!!!”

Heechul berjalan menuju Kyuhyun yang memang tampak tengah tersenyum aneh di sudut cafenya. Sedikit konyol juga, karena ia merasa khawatir pengunjung lain akan merasa terganggu dengan tingkah _kegilaan_ Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun membenarkan posisinya dan menumpukan kedua tangannya ke atas meja. Tersenyum senang pada Heechul.  “Hyung, aku sedang senang. Asal kau tahu saja, aku sudah membuat janji untuk bertemu Sungmin besok malam. Ck… aku tak sabar menunggu besok malam.”

Heechul Hyung kemudian duduk dihadapanku. “Jadi, kau sudah menghubunginya?”

“Nde, dan aku juga sudah tahu jika dia pemilik dari wedding planer yang ada di dekat Wedding shop itu.”

Heechul  mengangguk pelan. Kemudian ia menyerobot kopi yang ada di hadapan Kyuhyun. terlihat berfikir. “Apa kau yakin dengannya?”

“Eoh? Maksudmu?”

“Huah… pabo!!!” Heechul menyandarkan punggungnya dan menggeleng pelan. Mulai berdehem dan menjelaskan satu hal yang mungkin sedikit diabaikan oleh Kyuhyun. “Dengarkan aku, bocah. Apa kau pernah berfikir jika dia juga sepertimu? Eum … maksudku meski kau belum sepenuhnya menjadi seseorang yang menyukai sesama namja, tapi apakah kau tak memikirkan jika bisa saja dia malah sudah memiliki yeoja atau bahkan istri dan anak dirumahnya?”

Raut wajah Kyuhyun langsung berubah. “Hyung… kenapa kau malah mematahkan semangatku??”

Ingin sekali Heechul memukul kepala Kyuhyun. “Huah….Jika saja Hannie tak melarangku untuk memukul kepala babo-mu itu mungkin saja aku sudah memukulimu sejak tadi. Hei… Tuan Cho__ Hubungan ini tak mudah. Tak seperti saat kau menyukai teman-teman semasa sekolahmu dulu. Ini berbeda dan harus menar-benar konsisten.”

Kyuhyun menggeleng heran, kemudian menyunggingkan senyumannya. “Hahhaa… ternyata Hyung sangat keren.” Memberikan satu jempolnya pada Heechul dan kemudian segera beranjak dari duduknya. “Huah, sepertinya aku harus mencari cara yang tepat agar dia langsung bisa menjalani hubungan istimewa ini__ sama seperti yang kau katakan.”

Kyuhyun berdiri di sisi Heechul dan menatapnya penuh sayang. Merentangkan kedua tangannya sedikit lebar dan tersenyum penuh pada Heechul.

“Jangan katakan kau akan memelukku disini?”

“Oh ayolah Hyung, aku ini saeng-mu yang paling menggemaskan.”

“Ya!! ! Berhenti bertingkah aneh dan pergilah, jangan membuat pengunjung menggunjingkan kita.”

“Ayolah Hyung…” Kyuhyun semakin merentangkan kedua tangannya membuat Heechul mau tak mau akhirnya berdiri dan memeluk Kyuhyun. “Aku menyayangimu, hyung. Hahhaa… gomawo.”

Melepaskan pelukan mereka dan memberikan satu ciuman kecil di pipi Heechul. “Gamsha, Heechulie Eomma!!!”

“Ya!!! Aku bukan ibumu!!! ”

.

.

.

.

Tempat pertemuan dan lagi-lagi di Cafe Heechul

.

.

.

.

Atas permintaan Heechul, akhirnya Kyuhyun mengubah tempat janjiannya hingga terdamparlah _lagi-lagi_ di cafe milik Heechul. Dari mejanya, Heechul sudah memantau Kyuhyun.

Tersenyum tipis saat melihat kecanggungan Kyuhyun yang tengah berbicara dengan seseorang  dihadapannya. Meja Kyuhyun yang cukup jauh membuatnya tak bisa mencuri dengar apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Sungmin dan Kyuhyun.

.

.

“Mianhe telah menggangu waktumu.”

“Ahniya___ aku sudah selesai mengurus semuanya.”

“Eoh… syukurlah.” Mengangguk canggung dan sesekali meremas pelan genggaman tangannya. Terasa dingin dan juga takut. Terlebih melihat Sungmin yang malam itu semakin bertambah menggemaskan dengan topi rajut dan juga rambut blonde-nya.

“Eum… bolehkah aku mengatakan sesuatu?”

“Nde, tentu saja. Heum… kau lucu sekali.  Kenapa takut seperti itu denganku? Apakah aku menyeramkan?”

Matilah kau Cho Kyuhyun!!!

Sungmin memasang aegyonya. Mata bulatnya, bibir pouty berwarna pink dan juga pipi chubby-nya.

“Neomu yeppo…” bergumam lirih dan seakan tersihir oleh Sungmin.

“Gamsahae. Tapi aku namja.” Sungmin menyahut gumaman Kyuhyun.

Terlihat aneh, saat Kyuhyun bukannya berbicara dan malah menatap Sungmin lagi dan lagi. Wajah itu begitu mempesonanya.  Hingga akhirnya genggaman tanga Sungmin yang meraih satu tangannya itu menyadarkan Kyuhyun.

“Hei…. jangan melihatku seperti itu.”

“Ah, mianhe.”

Dan tanpa sadar, mereka masih bergenggaman tangan. Kembali lagi, Kyuhyun menatapi wajah Sungmin. Seakan kembali tersihir dan kemudian mengukirkan senyumannya. “Eum … bolehkah aku bicara satu hal?”

“Nde, tentu saja.”

“Apakah kau tahu, cinta yang sangat istimewa itu seperti apa?” Kyuhyun sadar. Sekarang ia benar-benar sadar dan tengah berusaha sebaik mungkin untuk menyatakan perasaannya.

“Eum … memangnya seperti apa?”

Mengukirkan senyuman dan menarik tangan Sungmin untuk membuat namja itu makin mendekat padanya. Menggenggam lembut dan mengusap punggung tangan itu perlahan.

“Sesuatu yang mudah dimengerti, mudah dirasakan dan mudah dijalani. Akan lebih sempurna lagi jika mudah didapatkan.”

“Hehehe…. kau pasti mengarang bebas.”

“Ahni, aku tidak seperti itu.” Kyuhyun menggeleng cepat dan kemudian mendekatkan tangan Sungmin untuk menyentuh ke dadanya. Merasakan detak jantungnya yang memang sangat cepat sekarang ini.

“Cinta yang begitu cepat dirasakan hingga terasa istimewa karena meyakini dan memperjuangkannya. Semuanya mempengaruhi, termasuk debaranku. Cinta yang istimewa karena tak melihat siapa dia. Cinta yang istimewa karena aku dengan mudah jatuh cinta dan terikat, dengan mudah yakin dan berusaha untuk mendapatkannya.”

“Eum… “ Sungmin tersenyum canggung. “Apa kau sedang merayuku?”

“Ehh…” Kyuhyun tersentak dan dengan cepat melepaskan tangan Sungmin. Dia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Benar-benar salah tingkah. “Ah, maaf. Seharusnya yang tadi itu tak terjadi. Ah… maaf aku sudah keterlaluan. Eum… mungkin kau merasa aneh, tapi yahh… lupakan saja. Hehehee…”

Sungmin mengangguk pelan. Meski samar terlihat, tapi sesuatu yang berubah pada raut wajahnya itu seperti menunjukkan satu hal yang tak pasti. Kembali melanjutkan pembicaraan konyol mereka yang hanya berputar pada pekerjaan dan cuga customer.

.

.

“Huahh… payahhh…”

Heechul menepuk dahinya setelah melihat Kyuhyun berjalan lemas mendekatinya. “Ak-aku juga tak tahu akan melakukan itu. Padahal aku juga tak merencanakan apapun.”

Menyeret Kyuhyun untuk duduk di meja kerjanya bersamanya. Wajah Kyuhyun memang terlihat tak bersemangat, terlebih semua rencananya berantakkan__ termasuk mengantar Sungmin pulang kerumah.

“Lagi- lagi namja itu. Dia hanya Hyung Sungmin, tapi tetap saja aku kesal. Mereka berbeda ayah dan Sungmin tetap memakai marganya.”

“Yeahm dan hanya itu saja yang kau tahu. Ck… harusnya kau merayunya setelah memastikan kemana hati dan arah pemikirannya. Setidaknya kalian membicarakan tentang hubungan sesama jenis dulu. Huah… pabbo…”

“Iya baiklah, aku memang bodoh. Lalu harus apa?”

“Entahlah, mungkin saja dia tak akan menemuimu lagi. Aku lihat ia juga tak begitu senang saat kau mengatakan hal konyol yang memalukan itu?”

“Yah… hyung___ Jangan membuatku putus asa. Harusnya kau membantuku.”

Heechul menggeleng dan mulai memberesi semua barang-barang miliknya yang berserakan di meja. “Lebih baik sekarang kau ikut aku. Kita pulang dan pastikan kau tidur dengan baik. Kuharap saat bangun besok, otak dan pemikiran payahmu itu akan hilang. Ck… payah…”

“Yah Hyung!!! Aku tidak payah! Aku tad-tadi hanya…”

“Sudahlah, sebaiknya kau lupakan kejadian memalukan hari ini. Banyak berdo’a pada Tuhan agar dia memberi jalan lain atau setidaknya namja lain yang cukup cantik atau bahkan melebihi kecantikanku.”

“Hyung…”

“Atau kau minta  bantuan Siwon untuk mendo’akanmu agar kau selalu beruntung.”

“Yah!!! Hyung!!!!”

.

.

.

.

Dan memang sepertinya kenyataan berjalan lurus dengan pemikiran Heechul pada awalnya. Seperti yang Heechuil takutkan. Sungmin sama sekali tak bisa dihubungi oleh Kyuhyun. Baik nomor kantor maupun nomor pribadi. Cukup sekali mencoba untuk menelfon namja itu __dan bagi Kyuhyun sudah cukup. Pada kenyataannya memang panggilannya sama sekali tidak masuk.

Bukan berarti tidak dijawab___ panggilannya sama sekali tak masuk. “Hyung~”

Merengek seperti anak kecil dan memasang wajah penuh melas pada Heechul. Sementara itu Heechul yang sama bingungnya hanya menggeleng lemah dan melepas kacamatanya. “Aku akan menikah, jadi sebaiknya kau tak menambah beban pikiranku. Dan lebih sebaiknya lagi__ berhenti merengek seperti anak kecil dan cari yang lain saja. Kau harusnya sadar, itu kesalahanmu.”

“Hajiman, Hyung~~~”

“Kau yang salah, jadi untuk apa memikirkannya lagi. Sudahlah, masih banyak namja lain. Dan sebaiknya, besok-besok kau harus lebih bisa mengatur dirimu. Ck… kasihan.”

Kyuhyun melongo saat melihat Heechul yang malah dengan santainya meraih ponselnya dan bertelfonan ria dengan Hangeng__ pastinya. Kyuhyun hanya bisa mengacak gemas rambut coklatnya yang memang terlihat lebat, hingga membuatnya tepat seperti orang gila. Ia keluar dari cafe Heechul dan berjalan santai. Meninggalkan mobilnya disana dan lebih menikmati pemandangan sore hari yang sepertinya cukup menyenangkan.

“Heuh… padahal aku baru sekali merasakannya.”

Kyuhyun menggumam perlahan dan terus menggaruk tengkuknya. “Apakah aku harus mengunjungi ke kantornya?” Kembali menggeleng cepat, “Ah, tidak bisa. Mana boleh aku kesana? Bagaimana jika dia memang tidak mau bertemu denganku?”

Tertawa payah dan kemudian mendudukkan kasar tubuhnya di atas rerumputan hijau yang ada di taman kota. Duduk di tempat teduh di bawah pohon dengan angin yang cukup sejuk. “Apa yang harus aku lakukan? Apakah perlu mencari yang lain?”

Mengedarkan pandangannya dan menatap kesegala arah. Mencari dan menilai setiap orang yang memang tengah bersantai dan mungkin hanya sekedar duduk di taman itu. “Eum… itu?” mengarahkan telunjuknya pada namja dengan kaus ketat berwarna pink dan juga celana jeans berwarna biru yang membuatnya terlihat aneh.

“Ah, tidak. Dia sangat tidak mungkin. Masih kalah jauh dengan Heechul Hyung. Lalu, siapa yah???”

Merenung dan kemudian menunduk lesu. Kyuhyun merogoh ponselnya dan melihat nomor kontak yang bahkan sudah ia beri tanda khusus. Lee Sungmin.

Nama itu sudah membekas, bahkan sebelum ia tahu nama sipemilik wajah manis yang selalu membuatnya terlihat seperti orang bodoh.  “Heuh… Lee Sungmin…”

Kyuhyun kembali melihat kesegala arah yang bisa ia jangkau dari sudut tempatnya duduk sekarang. Tak ada hal menarik lagi. Bahkan segerombol yeoja yang terlihat tengah bercanda sambil sesekali melihatnya-pun tak membuatnya tertarik. Entahlah, baginya hanya Lee Sungmin dan sudah cukup.

“Kyuhyun beranjak dari tempatnya duduk dan kemudian kembali berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai terang dengan lampu dan juga hiasan langit. Berjalan dengan perlahan dan sesekali terus melihat ke sekitarnya.

“Heuhh…. mungkin memang harus berusaha lebih keras. Atau mendatanginya besok?”

Menggeleng cepat. ‘Tidak___ mana boleh seperti itu? Jika dia menerimamu maka baik, jika tidak__ kau akan malu karena itu dikantor orang.

Baiklah, harga diri ke-SEME-annya tengah dipertaruhkan, jadi dia tak akan mengunjungi Sungmin. Ke rumah Sungmin???

“Ahh… aku tak akan kerumahnya. Ck… sama saja bunuh diri.”

Kyuhyun masih ingat benar laporan sahabatnya yang mengatakan jika Sungmin adalah putra seorang pengusaha yang cukup disegani. Sementara Kyuhyun, dia hanya orang kantoran biasa yang masih dibantu dengan segala kemudahan dari appanya.

Dan akhirnya, Kyuhyun tak memiliki keputusan apapun. Ia memilih berjalan menuju kembali ke Cafe Heechul dan bersiap dimarahi karena mungkin Heechul sudah menunggunya untuk pulang bersama.

Dan___ apakah ini yang dinantikan Kyuhyun.

.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

Apakah ada yang tahu pengambaran yang tepat untuk sosok cantik yang sepertinya tengah tersenyum padaku saat ini?

Katakan jika aku tak bermimpi? Ataukah memang angin malam sedikit membuyarkan pandanganku? Apakah aku berhalusinasi? Tapi___ itu memang Sungmin.

Ia berdiri tepat ditempat pertama kali aku melihatnya. Menatap lurus padaku dan mengukirkan senyumannya. Membuatku benar-benar jatuh cinta pada sosok cantik dan lembut itu.

Sedikit tergesa hingga akhirnya aku berlari dan menghampirinya. Dengan nafas terengah berhenti dihadapannya dan berusaha memberikan senyuman terbaikku.

“Ahhh… Hei… huhh… huh…”

Masih mencoba men-stabilkan nafasku dan juga detak jantungku. Sungguh, kali ini berdetak sangat cepat. Bukan karena aku berlari tapi karena aku melhatnya.

“Kenapa kau tak ada disini?”

“Eoh??? Apakah kau sudah menungguku?”

“Nde, cukup lama sampai aku sedikit membeku karena kedinginan.”

“Ah… maaf…” aku membungkuk meminta maaf, membuat Sungmin kembali mengukirkan senyumannya dan tertawa perlahan.  Sungguh, dia sangat cantik.

“Sudahlah, gwenchana.”

“Eum… mau secangkir kopi atau coklat? Aku akan men-traktirmu.”

Menggeleng dan kemudian menatap fokus padaku, aku tahu dia melihatku. Menggeleng dan kemudian meraih tanganku. “Bawa aku kemobilmu saja, aku ingin bicara.”

.

.

“Jadi, kau akan bicara apa?”

“Dengarkan aku, dan please___ mengertilah karena aku tak akan mengulanginya lagi.”

“Nde, tentu saja.”

Aku melihatnya berulang kali seperti mengatur nafas dan juga sesekali mengusap dadanya. Apakah dia juga canggung denganku? Bolehkah aku sedikit berharap???

“Aku sadar, semuanya sudah menjadi gila. Termasuk kehidupan yang aku jalani. Bolehkah aku bercerita?”

Aku mengangguk yakin. Siap mendengarkannya dan juga menatapi wajahnya.

“Banyak kegilaan yang aku alami, dari banyak namja dan yeoja yang mendekatiku. Dan hingga akhirnya Yesung hyung menjadi sangat aneh dan terlalu melindungiku. Tapi saat ia tak ada, mengapa aku merasa sepi?”

Got Cha!!! Aku sudah mendapat satu poin dan YES. Dia membuka sedikit pintu hatinya, aku tahu itu.

“Heuhhh…” Dia menghela nafasnya dan kemudian mengarahkan pandangannya kedepan. “Saat aku melihat kedepan dan tak ada yang berbisik untukku, maka aku hilang arah. Karena biasanya Yesung hyung yang melakukannya untukku dan sekarang aku harus sendiri.”

Dan dapat!!! Poin kedua. Aku tak bisa menahan senyumanku. Aku tahu, sebenarnya dia juga ingin mengakui jika dia menyukaiku juga. Apakah aku sudah kelewatan??? Tentu saja tidak. Hei … cinta perlu menjadi gila dan aneh.

“Dan juga saat Yesung hyung meminta yeoja itu untuk mengatur semuanya, mengapa aku malah memikirkanmu??? Ingin meminta maaf kenapa tak bisa berbicara denganmu dan membiarkan panggilanmu begitu saja. Heuh… aku hanya butuh waktu untuk berfikir, mungkin saj-aaa___”

Dan aku meraihnya dalam pelukanku. Aku tahu dia juga menyukaiku, aku yakin itu bahkan seribu persen pun aku yakin.

“K-Kyu…”

“A-aku akan menjadi semua yang kau butuhkan. Aku akan bersamamu dan menjagamu, aku akan menjadi satu-satunya orang yang membahagiakanmu dengan utuh dan hanya untukmu.”

“Hei…. hehehe… kenapa kau berbicara seyakin itu? Aku tadi tidak sedang menyatakan perasaanku.”

“Nde, aku tahu. Kau tadi sedang berputar aneh dan berbicara panjang lebar tapi tetap pada satu titik. Dan cukup__”

Aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya. Meraih satu tangannya dan menapakkannya didadaku. “Rasakan disini… my heart keep beating___ dan ini hanya untukmu.”

“Hei… aish… tapi bukan seperti ini. Aku tidak sedang berbicara hubungan seperti  ini, ak-aku berbicara tentangmu yang mungkin bisa menggantikan Yesung Hyung eumhhh… hmmmm…”

Dan aku tak ingin ia bicara lebih banyak.

Aku bukan namja bodoh yang buta dan tak tahu apa-apa. Dan menurut sahabatku yang bertempat tinggal di dekat rumah Sungmin, dia mengatakan dengan jelas jika Sungmin memang tengah membutuhkan pelayan pribadi untuk bisa selalu bersamanya.

Hahhaa… dan dia tak butuh yang lain. Hanya aku dan aku. aku akan menjadi segalanya untuknya termasuk pelayan untuknya.

Tapi, Ramen (?)

Aku tak bisa memasak???

Eotte??

‘Ck… jangan pikirkan Cho Kyuhyun. sekarang pikirkan saja bibir manis yang masih kau hisap penuh.’

Yeah, aku masih menciumnya. Dan demi Siwon yang begitu taat…. bibirnya sangat manis. Dan demi Heechul hyung yang sedang menjadi angel___ aku akan memintanya untuk mengijinkan aku menikah bersamaan dengannya minggu depan. Aku sudah tak bisa menahannya.

“Eunghhh… K-Kyuhhh….. ahhass….”

Dan demi semua khayalan anehku____ kulit sensitifnya ini sangat harum danbegitu menarik untuk dinikmati… sangat manis…

Dan desahan erotisnya___ Remasan lembut pada rambutku saat aku mulai mencumbunya___

“Mingh… Saranghayo…”

“Tap-tapi… sebenarnya aku…”

“Ck… aku tahu kau mencintaiku. Heuh… mendesahlah baby….”

“Ah… Kyuhyunieee…”

‘Panggilan yang bagus… hahaha…’

.

.

.

FIN

.

.

Aneh???

Gaje ???

Bingung???

Ya sudah abaikan typo dan nikmatin ajah… jalja!!!

Low lum mudeng endingnya___ baca lagi… hahahaaa

Bye…

 

Miracle… | KyuMin | YAOI | OS

 

.

.

.

Masih berdiri disini, berharap aku akan terbawa pergi

Berharap aku akan segera menghilang, atau sekedar lenyap sesaat ditelan kerumunan disekitarku.

Kau bahkan tak tahu aku…

Aku lebih tak tahu aku sendiri

Tapi, bisakah kau dan aku bersama__

Berjalan di jalanan ini kembali?

Hanya bisa menutup kedua mataku, dan berharap saat aku membukanya nanti…

Adalah senyumanmu yang pertama aku lihat

.

So much that i love you…

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

— Miracle —

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : ONEshoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

Selamat Hari Natal untuk semua yang merayakannya

Sedikit hadiah kecil yang aku tulis secara singkat padat dan jelas  kayak body Sungmin oppa yang makin lama makin padat dan jelas-seksi- hahhahaha…..

Ga mau panjang dan melebar #kaya body-ku yang hancur ini

Yah, pokoknya selamat menikmati.

Hadiah Natal untuk semua!!!

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

— Happy Reading —

.

.

 

‘Aku tak akan bahagia hanya dengan berfikir dan terus membayangkannya. Tak akan terasa nyata sakit dan senangnya. Yang ada hanya kehampaan yang tak kumengerti dimana pangkal dan ujungnya.’

 

.

.

Semuanya berawal dari sini, dan seakan semua berhenti disini. Dan bodohnya lagi, terjadi di hari ini. Aku berjalan pelan menyusuri jalanan ini lagi. Tak mengharapkan apapun, tapi apakah aku boleh  meminta satu hal saja untuk menjadi hadiah natalku?

Aku ingin menemukannya lagi, seseorang yang mungkin telah jenuh menungguku. Menunggu satu hal yang bahkan tak bisa kujanjikan sepenuhnya padanya. Satu hal yang tak bisa kumengerti sendiri. Sebenarnya, aku ini bodoh atau apa?

.

.

.

Mereka mengatakan, jika semuanya pasti butuh kepastian. Dan aku tahu itu__

Aku bukan orang bodoh yang sama sekali tidak peka, dan mereka juga tahu itu. Memasang wajah polosku seakan aku tak tahu atau bahkan tak memikirkan apapun. Selalu mencoba bersikap datar atau bahkan sangat manis, atau___ ah…. aku tahu aku sudah menjadi sangat aneh.

Sama sekali tak pernah berfikir perasaan ini akan menghimpitku sendiri. Menyakitiku dan menyiksaku. Bahkan tumpukan rasa bersalah ini seolah tak ada hentinya.

.

.

.

Aku masih bisa melihatnya, bahkan masih bisa tersenyum bersamanya. Tapi bukan ini perasaan sesungguhnya. Bukan ini kenyataan yang aku inginkan. Kami tidak seperti  ini dulu, bahkan mungkin banyak yang iri dengan kami.

“Jangan memikirkan orang lain. Kau hanya akan lebih merasa lelah jika terus melakukannya. Tak bisakah, hanya beri aku kepastian dan kita akan menjadi benar-benar satu dalam artian yang sebenarnya? Tak lelahkah kau melakukan hal ini?”

Selalu berkata seperti itu. Aku tahu jika aku yang bersalah, tapi dia tak perlu terus seakan mengingatkan aku. “Aku bukan tak lelah, Kyu. Ini bukan hal mudah, dan aku tak bisa langsung saja  berdikiran pendek sepertimu.”

“Mwo? Berfikiran pendek? Kau pikir, selama 7 tahu ini aku tak memikirkannya? Dari awal pun aku sudah memikirkannya. Bahkan sampai sekarang dan aku hampir gila. Apakah, aku harus menyanyi lagu sedih dulu baru kau akan merasakan kesedihanku?”

Aku tak mengerti, mengapa sangat sulit untuk memastikannya. Aku merasakannya, aku membutuhkannya. Tapi, selalu saja terasa sangat berat dan sulit. Aku bersama tanggung jawabku, appa, umma,dan Sungjinnie…

.

.

.

Masih berjalan di jalanan ini. Sesekali melihat kesisi kiriku. Sangat banyak keindahan yang bisa kulihat. Cafe dan juga rumah, bahkan supermarket atau toko kecil di tepian jalan___

Berhiaskan pohon natal dan juga balon. Tulisan- tulisan ‘Selamat Hari Natal’ dan bahkan Santa. Lalu fee gift untuk semua.

“Heuhhh….”

Hanya  bisa menghela nafasku yang terasa sangat berat. Masih berjalan menyusuri jalanan ini, hingga akhirnya aku menemukan satu toko kecil. Sebenarnya ada satu hal yang menarik perhatianku. Bukan pohon natal atau bola kristal. Bukan juga santa atau kumpulan anak kecil yang meramaikan toko itu.

Toko yang hanya berukuran kecil, namun sangat ramai dikunjungi anak-anak. Aku mendekatinya dan berhenti pada satu sisi yang cukup sepi. Kelihatannya, sangat membosankan tapi akan sangat menyenangkan jika kami membacanya bersama. Dia lucu sekali, dan juga pendengar yang baik.

Baiklah, kita pilih beberapa lagu. Aku pastikan dia akan menyukainya.

“Aku ambil ini, eum… bisakah kau membungkusnya sekalia?”

“Nde…”

.

.

.

Natal kali ini, mungkin tak akan seramai 10 tahun yang lalu. Ketika aku masih menjadi seseorang yang egois dan hanya memikirkan diriku sendiri. Tapi bisakah aku mengatakan, jika saat ini pun aku masih menjadi seseorang yang egois?

Aku kembali melihat keatas, menatap tetesan salju yang jatuh tepat diwajahku. Rasanya, begitu dingin tapi belum cukup untuk membuatku tenang.

“Ah, aku harus segera sampai dirumah.”

Sedikit bergegas saat melihat jam yang ada ditengah kota. Malam ini, adalah malam natal. Heum…. mungkin dia sudah menungguku. Mulai berjalan cepat, atau naik taxi? Ah… sepertinya malam ini semua taxi merayakan hari natal, benar-benar tak ada taxi yang kosong.

“Heum… jalan pintas…”

.

.

.

Mengukir senyuman saat melihat bangunan minimalis ini didepanku. Menekan kode pagar dan berjalan pelan memasuki garasinya. Melihat mobil BMW biru itu sudah ada di garasi. Heum…. nae baby sudah pulang.

Berjalan sepelan mungkin, memutari rumah dan kemudian mencoba masuk kedalam rumah perlahan. “Ssst…. “ Meletakkan telunjukku didepan mulutku, berharap ahjumma tak akan membocorkan kejutanku.

Menaiki satu per satu anak tangga perlahan dan sebisa mungkin tak mengeluarkan suara. Melihat pintu ruangan itu terbuka, mengukirkan senyumanku.

“Ahhh!!! Ayolah!”

“E-eum…”

Dia menggeleng pelan dan mencengkeram benda putih itu kuat-kuat. Sungguh, terlihat begitu imut dan bertambah tampan. Dan mata tajam juga bibir mungilnya yang menyeringai___

Hahhaa… bahkan seringaian itu, membuatku benar-benar gemas sekarang. Ini sudah 10 tahun, dan aku masih bisa menyimpan semuanya. Semua kenangan dan setiap detailnya. Rasanya tak akan cukup seluruh hidupku untuk menggantikan seulas senyuman itu.

“Ya!!! Apa-apaan itu? Jangan meniruku!”

Dia menjulurkan lidahnya dan kemudian dengan jahilnya malah menduduki benda putih itu. “Ini punakuh.”

“Ya!!! Punyamu? Enak saja! Ayo kemarikan! Jangan diduduki!”

“Ish… awash yah!!! Nanti Jin bilangin Min appah lho.”

“Yah… apa-apaan? Kau mengancamku?”

Dia juga bertingkah kekanakkan. Mulai melepaskan kacamatanya dan menaikkan lengan kemejanya. Benar-benar, ah… aku sungguh tak tahan untuk menemuinya. Bagian dari keluargaku, yang benar-benar utuh.

Aku menyayangi mereka. Mencintai keduanya dan bahkan aku yakin, jika perasaan ini tak akan pernah berat sebelah. Terlebih di hari ini, adalah hari terindah untukku.

Dimana aku mendapatkan semuanya, dihari ini…

“Apah? Wlee….”

“Yah! Jin! Awas kau!”

.

Boo….!!!

.

“Argghhh!!! Lepashhh!!!”

“Yah! Tidak akan appa lepas!”

“Aahhahaha…Min appa!!! Ahahhaahaha…!!!!

Aku memeluknya dan memainkan tubuhnya. Menggelitik setiap titik sensitif yang membuat tubuh mungil itu kegelian. Yah, sedikit membantu yeobo-ku yang kewalahan ini.

“Ahahhaa… Min Appa… ahaha…. Stop…”

.

.

.

.

“Jadi, pangelan hidup celamanah cama Cindelela?”

“Nde…”

Dan mata bening nan bulat itu menoleh padaku. “ Eum…. jadi Cuma kalena cepatuh, Cindelela dapat pangelan?”

“Bukan begitu baby, tapi…”

“Min Appa, tadi ciang cepatu Jin juga ketemu. Kie yang nemuin.”

“Nde, kau sudah berterima kasih.”

“Eum…” dia mengangguk imut, dan kembali mata bening itu melihatku. “Apa Kie itu cindelela-nya Jin?”

“Hei? Apa-apaan itu? Mana boleh seperti itu?”

Aku memberikan isyarat pada namja yang masih memasang wajah kesalnya.

“Yah, lagipula setan kecil ini mana boleh berfikir sampai kesana. Haishhh….”

“Hahhaa… sudahlah Kyu, bukankah dia sama gilanya denganmu?”

“Ya! Min hyung, apa maksudmu?”

“Aish!!! Min appa, Kyu appa___ cemuanya belisik tahu.”

“Ya! Bagaimana tidak berisik Lee Jinki! Kau ini masih 5 tahun. Bicara saja belum benar sudah memkirkan Cinderela. Kau pikir Key itu mau dengan namja gendut bergigi dua sepertimu?”

Suasana mendadak hening. Hanya ada suara tepukan dan ringisan lirih. Yeah, Sungmin tengah mencubi keras lengan Kyuhyun. Kemudian ia segera menarik  Jinki untuk mendekat.

“Hikss…”

“Eih… sudahlah. Kenapa menangis?”

“Hikss…hiksss…”

“Ya… ya… ya… appa minta maaf. Kau puas?” Dan kepala kecil dengan rambut hitam lebatnya itu menggeleng pelan. “Baik…. baik. Dia itu Cinderela-mu dan menikahlah dengannya jika besar nanti.”

“Min appa…”

“Nde, tentu saja chagi…”

Dan mata bulat yang tadi menatapku penuh harap itu berubah membentuk satu senyuman. Hahhaa… dia lucu sekali.

.

.

.

“7 Tahun mengenalmu, 10 tahun menikah denganmu dan sekarang kelihatanya kau masih sama saja.”

“Benarkah? Terima kasih.” Aku hanya mengukirkan senyuman saat melihatnya menyodorkan segelas wine itu padaku. “Selamat natal, Kyu.”

“Selamat natal, Ming…”

Kami berdiam dan menikmati indahnya salju yang turun perlahan. Seakan tak ada hal lain yang mengusik kami. Hanya berpegangan tangan dan saling menatap. Sungguh, aku benar-benar mencintainya.

“I love you…”

“Aku lebih mencintaimu, Kyuhyunie. Happy anniversarry….”

“Heuh… hehhee…” Ia tertawa pelan. “10 Tahun, dan monster kecil itu lahir. Haish… seandainya saja Ahra noona tidak meninggal setelah melahirkannya, mungkin dia tak akan bersama dengan kita.”

“Dan dia juga tak akan menjadi satu bagian penting dalam hidup kita.” Aku tersenyum menatap wajah tampannya. “Kostummu lucu sekali DeerKyu.”

“Yes… Ming santa. Hahha….”

Membawaku kedalam pelukan hangatnya. Malam ini adalah akhir dari tanggal 25 Desember. Meski terlambat, tapi tak akan menjadi masalah jika berdo’a pada Tuhan bukan? Bukankah dia selalu mendengarkan setiap do’a???

‘My Lord…. aku ingin hidup selamanya dengan Kyuhyunie tanpa pengecualian apapun itu.’

.

.

.

.

.

“Kalian yakin akan menikah?”

“Nde, Yesung hyung. Kuharap kau bisa melindungi kami.”

“Apa kalian yakin? Dan kau Lee Sungmin, bagaimana dengan appamu?”

“Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.” Aku menggenggam tangan itu. Menciumi punggung tangannya. “Di hari natal ini, aku tak mengharapkan hadiah apapun dari Santa atau bahkan Tuhan. Yang aku butuhkan hanya satu keajaibannya yang membuat Kyuhyun kembali membuka matanya untukku.”

“Maaf aku tak bisa menjaganya. Harusnya ia tak menemukan obat itu dan meminumnya hingga over dosis.”

“Sudahlah, yang terpenting adalah dia sadar dan aku bisa membahagiakannya.” Berkata penuh keyakinan menatap kedua mata tajam yang masih tertutup. “Tuhan, kembalikan Kyuhyunie-ku.”

.

 

.

 

.

“Aku, Cho Kyuhyun bersedia menerima Lee Sungmin sebagai pendamping hidupku, untuk selamanya dalam susah atau pun senang, sehat ataupun sakit, sampai kematian memisahkan kami.”

.

.

.

“Kyuhyunie, kau tahu aku sangat bahagia?”

“Wae?”

“Akhirnya aku bisa melihatmu sadar dan bisa membahagiakanmu. Menikah denganmu, yeah walaupun harus sembunyi-sembunyi seperti ini.”

“Nde, gwenchana Ming. Aku masih merasa ini hanyalah mimpi. Terima kasih, atas kemampuanmu bertahan dan membuktikan.”

Merasakan pelukan eratnya dan juga dinginnya salju yang turun perlahan malam ini. “Selamat hari natal Kyuhyunie,saranghae…”

“Nde, nado saranghaeyo….”

.

.

END

.

.

.

GAJE!!!

 

HAHHAA… ya ampun! FF apaan ini coba. Aku sadar jika ini aneh dan  bikin puyeng… hahhaa dinikmatin ajah… bye….

 

(Lomba FF) C.A.K.E 2 | 2shoot | Yaoi

..

.

 

Tittle :: C.A.K.E

 

Author :: Puji SparkyuElf II

 

Summary :: Sadarkah kalian? Hidup itu penuh dengan warna, dan itu semua memiliki arti. Tergantung warna apa yang melingkupi hidup kalian. Menuntun atau menjerumuskan. Disini, ‘Kau’ dan ‘aku’ bahkan disatukan oleh warna, yang berpadu manis dengan rasa lezat dan indanya sebuah C.A.K.E~

 

Cast :: Lee Sungmin→Cho Kyuhyun, Kim Ryeowook, Lee Donghae, Lee Hyukjae and other supporter cast.

 

Genre :: Fluff, Romance,

 

Rate :: T

 

Warning :: YAOI! The Queen of Typo(s), cerita aneh.

 

Hope you like it! ENJOY! ☺

 

.

.

.

.

 

 

 

“Oh baiklah akan saya sampaikan. Terimakasih~”

 

Yeoja berpakaian khas maid itupun membungkukkan badannya kearah namja kurir dihadapannya. Tangan kanannya dengan hati-hati memegang kardus berisi cake kiriman dari seseorang, sedangkan tangan kirinya mencoba untuk menutup daun pintu. Namun belum sampai pintu itu tertutup, gerakannya terhenti ketika mendengar suara seorang wanita dibelakangnya.

 

“Siapa yang datang?”

 

“Ada kiriman cake lagi, nyonya.” Yeoja berbaju maid itupun melapor seraya menimang-nimang kardus berisi cake yang berada ditangannya dengan hati-hati.

 

“Jinjja? Dari My baby Cho kah?” Wanita yang masih cantik diumurnya yang sudah tidak muda lagi itu berucap dengan mata yang berbinar-binar. Senyumnya melebar ketika melihat sang pelayan mengangguk tanda cake itu memang kiriman dari ‘My Baby Cho’ nya. “Tolong ambilkan piring dan teh hangat ke depan, sepertinya aku ingin menikmati lezatnya cake buatan anakku sore-sore begini.”

 

Maid itupun mengangguk lalu berlalu pergi setelah terlebih dahulu menyerahkan kardus cake itu kepada wanita yang biasa ia panggil ‘Nyonya Cho’ itu. Nyonya Cho menatap kardus cake itu dengan senyum kecil tersungging dibibirnya. Dengan perlahan dia membuka kembali daun pintu yang tadi belum sempat tertutup dengan sempurna, lalu diapun berjalan menuju taman kecil yang berada didepan rumahnya. Disana terdapat beberapa sofa santai. Dengan beberapa pohon berakar tunggang yang tertanam disana, cukup membuat suasana disekitar taman kecil tersebut teduh. Nyonya Cho mendudukkan dirinya diatas salah satu sofa seraya meletakkan kardus cake itu. Sepertinya saat ini suasana sedang sangat pas sekali untuk menikmati jamuan manis seperti cake atau teh.

 

“Maaf menunggu lama, ini pesanan anda nyonya.”

 

Maid itu datang ke hadapan Nyonya Cho seraya membawa nampan berisi secangkir teh, sepasang piring dan garpu kecil khusus untuk cake, serta sebuah pisau.

 

“Terimakasih. Kau boleh pergi,” Nyonya Cho membuka tutup kardus cake tersebut setelah sang maid berpamitan untuk berlalu dari hadapannya. Matanya kembali berbinar-binar ketika melihat makanan manis yang tersembunyi didalam kardus berwarna putih tersebut.

 

Sebuah cake yang berukuran sedikit lebih besar dari sebuah batu bata. Seperti biasa, tampilan luar cake hasil racikan anaknnya memang selalu dibiarkan polos. Hanya beberapa cake saja yang tampilan dasar cakenya selalu ditambahkan bahan lain. Cake ini berwarna kuning keemasan, dengan garnish sebatang kayu manis yang ditaruh diatas potongan buah peach yang bersanding dengan sepucuk daun mint. Bubuk-bubuk halus cinnamon powder disebarkan diatas cake, memberikan efek sedikit abstrak namun cantik. Sangat simple.

 

Nyonya Cho mengangkat wadah alumunium yang terdapat dibawah cake, mengangkat wadah tempat cake itu diletakan. Ditempatkannya cake itu diatas piring seraya dengan perlahan menyingkirkan dengan hati-hati kertas alumunium tersebut.”Hah,” Nyonya Cho tersenyum ketika melihat cake cantik itu sudah tertata rapi diatas piring. Tak sabar, tangan keriput nyonya Cho dengan segera mengambil pisau yang tak jauh dari hadapannya.

 

Menilik-nilik sebentar keseluruhan cake itu dari dekat. “Sepertinya warna kuning cake ini berasal dari Golden Cheese.” Terkanya, karna memang setahu dia sang anak jarang menggunakan pasta pewarna makanan didalam cakenya. Apalagi aroma khas keju sangat terasa kuat didalam hidungnya. Setelah mengambil pusat tengah cake tersebut, Nyonya Cho pun memotong cake tersebut menjadi dua bagian.

 

“Eh? Omo!” Wanita berumur 50 tahunan itu terpekik kecil seraya menutup mulutnya ketika melihat cairan berwarna hitam pekat mengalir dari sela perpotongan cake tersebut. “Heuh anak itu, selalu saja mengagetkan diriku. Dan apa ini? Warnanya pekat sekali.” Nyonya Cho mencolek liquid pekat tersebut lalu mengecapnya. “Aku tahu apa yang dibuat anakku selalu enak. Tapi kenapa dia selalu memberiku cake yang pasti ada unsur warna gelap seperti ini? Atau hanya perasaanku? Hah, Molla. Yang penting rasanya lezat!”

 

Dengan semangat nyonya Cho mengambil garpu lalu menusukan potongan kecil cake tersebut, mencolekkannya keatas liquid hitam yang terlihat menyeramkan namun sangat lezat itu. “Ah, anakku memang hebat! Aku bangga padamu Kyuhyun-ah!” Nyonya Cho berkata seraya terus menikmati cakenya. Rasa lezat cake tersebut membuat dia serasa lupa akan segalanya termasuk sekitar, sampai dia tak menyadari seorang namja tampan berkulit putih pucat yang sedari tadi mengintip dari balik pagar tengah memasang wajah melas. Seperti.. Frustasi?

 

 

***

 

Sungmin mendudukkan tubuh berisinya diatas ranjang bersprei Light Pink miliknya. Mata Foxy-nya mengarah kearah jam digital berbentuk lambang ‘Playboy’ berwarna putih yang menunjukkan pukul 9.00 PM. Sungmin menghela nafas seraya menggerak-gerakkan tubuhnya yang terasa pegal dan kaku. Berada seharian di Joy’s Bakery memang sedikit banyak menguras tenaganya. “Eh?” Dahi Sungmin berkerut ketika nama ‘Joy’s Bakery’ hinggap didalam kepalanya. Dengan gerakan cepat Sungmin mengambil tas kerja berwarna hitam beraksen pink favoritnya lalu sedikit mengubek-ubek isi di dalamnya.

 

Sungmin menghela nafas lega ketika tangannya menyentuh sebuah misting berwarna coklat dan terdapat lambang Joy’s Bakery di atas tutupnya. Lambang J ♥ B, yang masing-masing didalam huruf tersebut berisi berbagai macam bentuk roti dan cake. Sangat simple memang. Tanpa menunggu waktu lama, tangan putihnya terjulur untuk membuka tutup misting tersebut. Memperlihatkan beberapa potongan cake berwarna hitam yang disusun cantik membentuk lingkaran dengan garnish 2 pasang buah blackberry plus daun mint diletakkan ditengah-tengah ruang kosong di sekeliling cake tersebut. Sungmin termenung menatap cake itu, bukan karna cara penataan cake yang terlihat rapi dan enak dipandang mata walaupun sangat sederhana tersebut. Namun.. Warna hitam pekat yang mendominasi cake tersebut. Mungkin hanya warna hijau daun mint saja yang membuat mata yang melihatnya bisa sedikit cerah.

 

“Hitam,” Sungmin mendongakkan kepalanya, menerawang. “Misteri, ketakutan, kejahatan, ketidak bahagiaan, perasaan yang dalam, kesedihan, kemarahan, sesuatu yang melanggar..”

 

‘.. Warna cake itu menggambarkan diriku persis, Hyung.’

 

“Kenapa dengan lelaki itu?” Sungmin memejamkan matanya masih mendongakkan kepalanya. Misting berisi cake tersebut masih berada di pangkuannya. Patissier Cho itu menyuruh Sungmin supaya membawa cake hasil karyanya untuk dibawa pulang, mungkin sebagai kenang-kenangan pertemuan pertama mereka.

 

Cklek

 

Pintu berbahan kayu mahogany itu terbuka dari arah luar, menampakkan seorang namja paruh baya yang masih terlihat kharismatik dengan senyuman khasnya. “Bagaimana harimu, Sungmin-ah?”

 

Sungmin yang mendengar suara pintu terbuka segera membuka matanya, tersenyum ketika melihat sang appa yang tengah berjalan menuju kearah tempat tidurnya. “Baik.” Lalu menggeser sedikit tubuhnya untuk memberikan ruang duduk bagi sang appa.

 

“Hei, apa yang kau bawa?” Appa Lee mengambil misting berisi cake itu dengan seenaknya dari tangan Sungmin. Membuat namja bermata foxy itu sedikit mendelik kearah sang appa. “Ini buatan salah satu patissier di tokomu, appa.”

 

“Jinjja?” Appa Lee pun mencomot satu potongan cake tersebut lalu menyuapkannya kedalam mulut. Dahinya berkerut ketika merasakan cake itu melumer diatas lidahnya. “Ini enak, aku baru tahu namja Cho itu membuat resep seperti ini.”

 

“Appa kenal Kyuhyun?”

 

Appa Lee kembali mencomot potongan cake berikutnya. “Tentu saja, semua pegawai disana yang mengetesnya adalah aku.” Sungmin mendengus ketika melihat sang appa menepuk-nepuk dadanya bangga, masih setia mengunyah cake hitam pekat itu didalam mulutnya. “Ini seperti ada rasa kopinya. Ah! benar-benar seleraku!”

 

“Cih, boss mana yang tidak tahu bakat pegawainya sendiri?” Sungmin melipat kedua tangannya didada ketika misting berisi cake itu sudah berpindah ke tangan sang appa. “Ayolah min, kau tahu sendiri kan appamu ini sangat sibuk? Biasanya eomma-mu yang sering memantau kesana, namun akhir-akhir ini dia mengeluh karna jauhnya jarak rumah kita dengan Joy’s Bakery itu, mungkin sekitar 2 bulan sekali eomma-mu akan memantau rutin kesana. Sedangkan appa akan memantau jika appa mempunyai waktu luang saja,”

 

“Miris sekali.” Sindir Sungmin. Appa Lee terkekeh kecil. “Maka dari itu, kau mau kan mengelola Joy’s Bakery? Sayang jika tempat itu terbengkalai begitu saja.” Appa Lee memandang Sungmin dengan tatapan memohon. Namun tangannya masih setia menyuapkan cake berwarna hitam pekat itu kedalam mulutnya.

 

Sungmin terdiam. Ini adalah tiket emas bagi Sungmin! Selain untuk mengisi waktu luangnya, Sungmin juga bisa memantau Patissier Cho dengan nyaman disana. Eh? Maksudnya bukan memantau, Sungmin hanya penasaran dengan namja Cho yang terkesan misterius itu saja. Tak masalahkan jika dia ingin tau lebih banyak tentang namja Cho itu? “Sungmin-ah?”

 

Sungmin tersentak, mata foxy miliknya beralih menatap sang appa. Senyum simpul terlukis di bibir tipisnya, “Aku mau, appa!”

 

 

***

 

Next Day 8.00 AM

 

Sungmin memasuki Joy’s Bakery seraya membenarkan letak tas ransel yang berada di punggungnya. Ransel? Kalian jangan berpikir bahwa Sungmin kabur dari rumahnya. Kalian ingat kemarin dia menyetujui permintaan appa-nya untuk mengelola Joy’s Bakery? Jarak rumah keluarga Lee dan toko ini bisa dibilang cukup jauh, dan appa Lee yang tidak mau anaknya merasa kelelahan menyuruh Sungmin untuk mencari penginapan saja disekitar Nowon, mungkin sekitar 1 minggu sebagai percobaan.

 

Kelopak mata Sungmin terpejam ketika hidungnya mencium aroma khas roti yang baru saja selsai dipanggang. Uh, benar-benar menggugah selera! “Ah, Sungmin-Hyung! Aku kira kau tidak akan datang sepagi ini.” Hyukjae yang kaget ketika melihat sang boss memasuki Joy’s Bakery segera menghampiri namja manis yang dengan santainya mendudukkan diri diatas sofa yang tersedia untuk para pengunjung.

 

“Hehe, kau berlebihan Hyukjae-ah.” Sungmin membenarkan posisi duduknya. “Kenapa rasanya sepi sekali? Kemana yang lain?” Sungmin menggerakan kepalanya kesana kemari.

 

“Ryeowook dan Kyuhyun belum datang, hanya ada aku dan Donghae saja.”

 

“Oh.. Belum datang yah?” Gumam Sungmin ketika mendengar nama namja Cho itu disebutkan oleh Hyukjae. Hyukjae menganggukkan kepalanya, baru saja dia ingin membuka mulutnya untuk memulai obrolan selanjutnya, sebuah suara menginstrupsi kegiatan 2 namja manis tersebut.

 

“Annyeong Yeorobun~” Tiba-tiba saja Donghae keluar dengan senyuman lebar khasnya dari arah dapur. Dan dia terlihat membawa keranjang yang sepertinya berisi.. “Wonderful French bread untukmu, Hyung.”

 

“Whuah!” Sungmin menjerit tertahan ketika melihat keranjang berisi roti sepanjang tangan hingga sikunya diletakkan diatas meja. Dasar roti tersebut ditaburi gula bubuk, disusul dengan lelehan coklat panas diatasnya. Astaga, ini benar-benar terlalu menggiurkan!

 

“Ini adalah french bread biasa yang kami make over habis-habisan. Sehingga memberikan rasa yang berbeda.” Sungmin tersenyum ketika mendengar ucapan berlebihan Donghae. “Dan silahkan dinikmati, roti ini pas sekali untuk dimakan saat sarapan.”

 

Dengan senyuman lebar khas balita miliknya, Sungmin menggenggam roti berukuran ‘wow’ itu. Menimang-nimang sebentar roti itu diudara ketika dirasa bibirnya tak memungkinkan untuk melahap keseluruhan bagian atas roti tersebut. Ketika menemukan posisi yang pas, Sungmin pun menggigit bagian sisi atas roti itu. Walaupun gigitannya tidak terlalu besar, tapi Sungmin menggigit dalam roti tersebut. Membuat bagian isinya melumer keluar.

 

“Yummy!”

 

Sungmin berucap riang ketika melihat isian cream berwarna kecoklatan yang didapat dari campuran White cream dan bubuk cinnamon yang dipadu dengan potongan stroberi segar serta kismis yang memberikan tekstur khusus. “Tak menyesal aku bersedia untuk mengelola toko ini!” Ucap Sungmin seraya masih sibuk mengunyah roti manisnya. Hyukjae dan Donghae hanya bisa tersenyum simpul melihat kelakuan boss baru mereka.

 

 

***

 

Namja itu menggeliat pelan ketika cahaya matahari berhasil masuk mengenai kornea matanya. Tanpa menunggu lama akhirnya kelopak itu terbuka, manampakkan obsidian onyx yang sedikit memerah dan berair. Merasa nyawanya sudah mulai terkumpul, namja itupun bangkit dan mendudukkan dirinya diatas bed tempatnya tidur beberapa saat yang lalu. Tangan putih pucatnya terjulur mengambil handphone miliknya yang berada diatas nakas. Melihat beberapa notification.

 

Ditekannya tombol open ketika melihat sebuah pesan yang menurut ia sekiranya penting.

 

|From : Hyukjae-hyung

 

Segeralah kemari, Kyu. Bahkan Sungmin sajangnim saja sudah datang, jangan memberikan kesan buruk. Aku tunggu-|

 

Namja yang teridentifikasi sebagai Cho Kyuhyun ini hanya mengedikkan bahunya lalu meletakkan kembali handpone tersebut diatas nakas. “Sungmin sajangnim?” Kedua tangan Kyuhyun ia posisikan dibelakang, berfungsi sebagai penahan tubuhnya. Matanya menatap kearah matahari pagi yang seakan menantangnya dari balik jendela kamar yang memang tidak ia tutup dari semalam. Tanpa diduga senyum penuh kharisma terlukis di bibir sexy-nya. Kyuhyun membawa kedua tangannya diatas dada, menyatukan jarinya erat. “Aku percayakan semuanya padamu, Hyung.” Ucapnya masih tersenyum lebar. Jarang sekali ia tersenyum seperti itu, ini aneh.

 

 

***

 

“Membosankan!” Sungmin mengerucutkan bibirnya seraya mengaduk-aduk tepung terigu yang ada dihadapannya dengan asal. Ya, saat ini Sungmin tengah berada di dapur Joy’s Bakery. Disaat kedua pegawainya Lee Hyukjae dan Lee Donghae tengah asik melayani pembeli sementara ia malah terkurung disini.

 

“Coba saja ada Ryeowook ataupun Kyuhyun disini.” Gumam Sungmin seraya menumpukkan dagunya keatas tangan.

 

“Aku disini, Hyung.”

 

“YA!” Sungmin menjerit kecil ketika suara bernada bass tiba-tiba saja memasuki indra pendengarnya. Disusul dengan sesosok tubuh jangkung yang masuk melalui pintu yang berada persis dibelakang Sungmin. “Kau mengagetkanku, Kyu! Menyebalkan!” Sungut Sungmin seraya merengut kesal. Kyuhyun terkekeh kecil. “Mianhae.”

 

Kyuhyun ikut mendudukkan dirinya disebelah Sungmin. Rasanya Kyuhyun ingin selalu terkekeh ketika melihat raut menggemaskan Sungmin ketika sedang merengut. “Sudahlah. Akukan sudah minta maaf.” Sungmin mendelik sekilas. “Arra.”

 

Kyuhyun mengedikkan bahunya acuh. Lalu matanya dibiarkan berpendar kesegala arah. Dahinya berkerut ketika merasa ada yang aneh dengan dapur Joy’s Bakery hari ini. “Kemana Ryeowook?” Bukankah aneh ketika tak melihat si pegawai teladan saat jarum jam sudah mengarah ke angka 10 pagi?

 

“Huh? Aku tak tahu.” Jawab Sungmin acuh tak acuh seraya terus memainkan butiran tepung dihadapannya. Kyuhyun mendelik. “Lalu, kenapa kau ada disini?”

 

“Kau belum tahu? Aku yang sekarang menjadi owner toko ini. Pokoknya semua yang berhubungan dengan Joy’s Bakery, aku yang urus!” Ucap Sungmin menggebu-gebu. “Oh.” Sungmin mendelik horor ketika Kyuhyun menjawab dengan sangat singkat dan datar. Tak sopan!

 

Brak!

 

“Ya!”

 

“Mianhae Sungmin-hyung.” Sungmin melotot kearah Hyukjae yang baru saja membuka pintu dengan cara brutal. Sedangkan sang pelaku hanya nyengir dan memasang wajah seolah tanpa dosa ketika Sungmin memberikannya tatapan ‘manis’.

 

“Ada apa?” Suara Kyuhyun membuat Hyuk tersadar apa tujuan utamanya datang ke dapur Joy’s Bakery sampai membuat sebuah insiden kecil yang cukup bermasalah. “Begini, Ryeowook meneleponku bahwa dia mohon ijin untuk satu hari ini. Ada urusan mendadak dengan keluarga yang tidak bisa ditolak katanya.” Terang Hyukjae.

 

“Tak masalah, aku ijinkan. Tenang saja,” Ucap Sungmin kalem ketika mengerti dengan ucapan namja berambut blonde itu.

 

“Tapi masalahnya bahan-bahan untuk roti dan cake sudah habis, biasanya Ryeowook yang akan mengurus semuanya. Dari mulai membuat daftar, memilih-milih bahan dan sebagainya. Apalagi ada pesanan roti yang belum Donghae buat, bisa jadi masalah nanti.” Ucap Hyukjae frustasi. Sungmin menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. “Yasudah, biar aku saja yang belanja bahan-bahan itu.” Putus Sungmin. Sungmin mengerti Hyukjae dan Donghae tidak akan pergi untuk melakukan tugas tersebut. Karna kedua namja itu lebih dikhususkan untuk menjadi ‘penjaga’ dibanding dengan ‘tukang seleksi’.

 

“Eh? Memangnya kau tahu semua yang kami butuhkan, hyung?” Tanya Hyukjae dengan tampang polos.

 

“Tidak juga, sih. Tapi kalau untuk memilih-milih bahan sepertinya aku bisa.” Jawab Sungmin seraya melipatkan tangannya diatas dada. Matanya berputar, berusaha mencari ide. Tentu saja dia tidak mau toko roti miliknya yang baru saja ia pegang bangkrut begitu saja karna ketiadaan barang. Memalukan.

 

“Kau ikut denganku, Kyu!”

 

“Mwo? Kenapa aku?”

 

Sungmin memutar bola matanya malas. “Kau dengar sendiri kan jika aku tidak terlalu tahu dengan bahan-bahan pembuatan roti dan cake? Jadi kau ikut saja denganku. Kau sebagai penunjuk bahan dan aku yang akan memilih. Lagipula kau sedang tidak ada kerjaan kan? Bagaimana?” Tawar Sungmin seraya menaik-turunkan alisnya. Kyuhyun menghembuskan nafas berat. Menolak pun pasti akan tetap dipaksa.

 

“Baiklah.”

 

 

***

~

 

“Tepung terigu yang bergambar kunci.”

 

“Sebentar.”

 

Kyuhyun memutar bola mata bosan ketika melihat Sungmin tengah serius membaca bagian belakang kemasan tepung. Memeriksa kualitas mungkin. “Sudahlah hyung, sudah sejak lama toko Joy’s Bakery memakai tepung tersebut. Dan hasilnya bagus.”

 

“Begituyah? Baiklah, tepungnya 2 box ajusshi!”

 

Sungmin memeriksa kertas yang dipakainya untuk menulis bahan-bahan yang disebutkan Kyuhyun selama mereka berbelanja. “Baking powder, telur, gula, butter & mentega, susu cair. Ehm, aku pikir bahan pokoknya sudah semua, apa yang kurang?” Tanya Sungmin seraya mendongakkan kepalanya, memandang Kyuhyun.

 

“Aku rasa stok buah-buahan sedang sangat menghawatirkan.”

 

Sungmin mendengus lirih ketika mendengar suara datar Kyuhyun. Matanya berpendar, senyum terulas ketika melihat stand buah-buahan. Dengan seenaknya Sungmin menarik tangan Kyuhyun supaya mau mengikuti dirinya, mengabaikan sosok namja yang tengah mengerutkan dahi bingung kearahnya.

 

“Nah, buah-buahan apa saja yang kalian butuhkan?”

 

Kyuhyun berpikir sebentar. “Strawberry,” Ujarnya seraya menjulurkan tangan, mengambil satu buah strawberry yang dihargai per kilogram.

 

“Aish, jadi orang itu harus pilih-pilih Kyu!” Sungmin merebut paksa strawberry yang berada ditangan Kyuhyun lalu menyimpannya kembali. Sementara ia sekarang tengah sibuk mengobrak-abrik gunung strawberry segar dihadapannya. “Apa yang salah? Strawberry tadi bagus! Segar, besar pula! Aku bingung dengan seleramu, Hyung.” Gerutu Kyuhyun. Layaknya seorang istri yang tak menanggapi ocehan suaminya, Sungmin terus saja sibuk memilah-milih strawberry yang menurutnya lulus uji.

 

“Hei, Cho! Lihat kemari,” Dengan malas Kyuhyun menuruti perintah sang boss. Matanya menyipit ketika melihat Sungmin menyodorkan strawberry di dua telapak tangannya. Layaknya seorang SPG yang sedang menawarkan produk. “Ini strawberry yang kau pilih,” Sungmin menaikkan tangan kanannya. “Dan ini strawberry yang ku pilih.” lanjutnya seraya menaikkan tangan sebelah kirinya.

 

“Sepintas memang terlihat sama. Namun kau harus lebih teliti, strawberry yang kau pilih memang besar dan segar. Tapi apa kau tak lihat? Warna merah strawberry ini tidak menyeluruh, sebagian masih berwarna putih dan sebagian lagi berwarna merah tetapi merah pias.” Sungmin menghela nafas. “Sedangkan strawberry yang kupilih, ukurannya tidak terlalu jauh beda dengan strawberry pilihanmu. Namun lihat, strawberry ini berwarna sangat merah, dan menyeluruh. Teksturnya-pun bagus. Sangat menggugah selera,”

 

“Huh? Hanya beda sedikitlah, Hyung. Yang penting strawberry!” Kyuhyun masih kekeuh dengan alasannya. Sungmin menggeleng. “Jangan menyepelekan! Warna merah pada buah-buahan berarti di dalam buah tersebut terdapat kandungan Antosianin dan Lycopene. Antosianin dan Lycopene berfungsi untuk mencegah berbagai kanker dan menghambat proses kemunduran fisik sehingga tidak mudah pikun!”

 

Kyuhyun ternganga. Hei, apakah Lee Sungmin sekarang sedang bertransformasi menjadi seorang dokter?

 

“Lagipula merah itu berarti kesan energi, kekuatan, hasrat. Dan ah, aku lupa lagi! Keke~” Dan tanpa diduga-duga Kyuhyun ikut tersenyum ketika melihat Sungmin terkekeh lucu. Entahlah, ia merasa senang ketika Sungmin membahas tentang arti warna.

 

“Baiklah, kau yang memilih strawberry-strawberry ini.” Sungmin mengangguk semangat. Dan Kyuhyun kembali tersenyum dibailk bahu Sungmin yang tengah serius menyeleksi strawberry menggiurkan dihadapannya. Mengabaikan seorang ajhussi penjaga stand yang sedari tadi memperhatikan keributan kecil antara Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Benar-benar pasangan yang romantis. Khukhu~”

 

 

***

3MonthLater 

 

TRING!

 

Sungmin menjulurkan tangannya keatas meja nakas. Mematikan alarm yang sudah berhasil membuatnya terbangun. Dengan mata yang masih setengah terpejam, pinky boy ini mendudukkan dirinya. Membiarkan sinar matahari menyapa tubuhnya. Tangan Sungmin terjulur mengambil handphone bercassing putih beraksen pink yang ada diatas meja. Sebuah pesan ia buka ketika nama sang appa tertera sebagai pengirim.

 

From : Appa Lee

 

|Sungmin-ah, apa kau baik? Syukurlah kalau memang begitu. Hanya ingin memberi tahu, kalau appa dan eomma akan berangkat ke China, ada sedikit krisis disana. Mungkin sampai akhir tahun. Mianhae, kau akan merayakan natal seorang diri. Karna Sungjin juga tengah sibuk di Jepang. Tapi kau tenang saja, di hari ulang tahunmu appa akan datang, Janji! Tetap jaga kesehatanmu, captain!|

 

Sungmin menghela nafas berat. Sudah ia duga, tapi No problem lah. Oh hei, hampir 3 bulan lebih Sungmin hidup di sebuah apartement yang cukup sederhana di Nowon. Sekitar 1 minggu sekali Sungmin akan pulang, bertemu dengan kedua orang tuanya. Apartement Sungmin sendiri berlokasi cukup dekat dengan Joy’s Bakery. Jalan kaki selama 10 menit juga sudah sampai. Dan entah kenapa hidup Sungmin sekarang terasa lebih berwarna dibandingkan sewaktu ia di Jepang dulu. Teman-temannya di Joy’s Bakery yang semuanya unik membuatnya nyaman dan happy! Tidak ada alasan untuk Sungmin tidak betah di Joy’s Bakery. Dan juga, Sungmin sudah mulai bisa beradaptasi dengan baik bersama Kyuhyun. Ah~ entah kenapa jantung Sungmin selalu berdegup seolah telah olahraga ketika membayangkan nama itu. Bukankah itu hal aneh?

 

Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya lucu ketika membayangkan hal tersebut. Matanya tak sengaja menangkap ke arah jam yang menunjukkan pukul 06.30. Teringat rencananya kemarin yang akan datang pagi untuk mengecek pengiriman bahan, memang setelah Sungmin ditetapkan menjadi boss urusan keuangan dipegang oleh Sungmin. Ia tidak mau membebani Ryeowook yang sudah banyak membantunya di Joy’s Bakery.

 

“Sepertinya aku harus ke Joy’s Bakery sekarang juga. Okay, Fighting Lee Sungmin!”

 

 

***

 

From : Eomma

 

| Apa kabarmu, Chagi? Kapan kau bisa berkunjung menemui eomma? Oh dan mana cake mu? Sudah lama rasanya kau tidak mengirim cake lagi kepada eomma, eomma menunggu cake lezat buatanmu, Chagi. Ah~ I really miss u, son!|

 

Brak!

 

Handphone bercassing hitam itu membentur keras dinding dapur Joy’s Bakery. Tidak hancur, namum membuat layarnya hitam seketika. Kyuhyun, sang pelaku pelemparan hanya bisa menatap tajam benda berteknologi canggih tersebut dengan mata memerah. Pandangannya terarah pada berbagai macam bahan pembuat cake yang berada dihadapannya. “Shit!”

 

Brak!

 

“Bajingan!”

 

Cklek

 

“Omo!” Pintu dapur terbuka, menampakkan wajah terkejut seorang Lee Sungmin. Bagaimana tidak, wajah didepannya itu sangat menyeramkan. Dengan ekspresi dingin, mata panda yang sangat nyata, dan kelakuannya yang berhasil menghancurkan sebuah kursi kayu yang biasanya dipakai Sungmin untuk duduk menjadi fanboy Kyuhyun ketika sedang membuat cake. Sungmin menatap Kyuhyun tak percaya. “Ya! Kau kenapa?” Kyuhyun hanya diam. Hanya deruan nafas beratnya saja yang terdengar menggema.

 

“Kenapa pagi-pagi sekali kau sudah ada disini?” Sungmin menyipitkan matanya. “Atau, kau tak pulang dan bahkan tidak tidur? Astaga~”

 

Badan Sungmin menegang ketika Kyuhyun berjalan kearahnya. Tentu saja dengan tatapan tajam mematikan khas Cho Kyuhyun. Semakin dekat dan, “Eh?” Sungmin ingin sekali memukul orang yang tengah seenaknya mendorong tubuhnya dengan seenaknya kearah luar. Memang tidak kasar, tapi tetap saja menyebalkan. “Ya! Aish, kenapa kau mengusirku?”

 

“Tolong beri aku ketenangan.”

 

Cklek

 

Sungmin menganga. Berani sekali namja itu memperlakukan seorang boss seperti ini. Huh, kalau bukan pegawai yang mempunyai potensi Sungmin tidak mau mempertahankan patissier tampan itu. “Kenapa lagi dia?” Sungmin merengut lucu. “Aneh lagi. Huh!”

 

 

***

 

“Silahkan~ Dijamin roti dan cake di Joy’s Bakery akan membuat anda ketagihan.” Dengan senyum manisnya Sungmin menjulurkan brosur-brosur berisi iklan tentang Joy’s Bakery itu kepada semua orang yang berlalu lalang ditengah dinginnya salju akhir tahun. Baru sekitar seminggu yang lalu ia menekuni cara ini. Bermula saat ia merasa bosan karna tidak ada pekerjaan lain selain mengawasi dan mengurus keuangan. Dan tentu usahanya tak sia-sia, selain terpesona oleh keramahan seorang Lee Sungmin dan tergoda oleh lezatnya gambar cake dan roti, orang-orang juga bersemangat datang ke toko ini karna melihat 5 namja ‘wah’ dalam brosur tersebut. Hei, bahkan Sungmin membuat sebuah photoshoot dirinya, Donghae, Kyuhyun, Hyukjae dan Ryeowook untuk dijadikan penarik minat masyarakat. Benar-benar pintar kau Min!

 

“Hah~” Sungmin meregangkan tangannya ke udara saat brosur dalam tangannya telah habis. Seharian berada diluar benar-benar membuatnya cukup penat dan sedikit kedinginan. Terlihat dari pipinya yang mulai memerag. Sungmin melihat jam, sekitar jam 3 sore. “Pantas saja Joy’s Bakery sangat ramai.” Ucapnya seraya melihat keadaan didalam. Senyuman kecil tersungging ketika melihat Ryeowook, Hyukjae dan Donghae tampak sibuk dengan para pengunjung genit yang mayoritas memang anak remaja. Kyuhyun? 3 bulan ia berapatasi dengan Joy’s Bakery cukup membuat Sungmin tahu sedikit dengan kehidupan pribadi Cho Kyuhyun. Ternyata ia merupakan salah satu kepala patissier disalah satu Hotel mewah di Nowon. Jadi Sungmin memberi kelonggaran untuk Kyuhyun bekerja di Joy’s Bakery. Namun cukup mengherankan, untuk apa Kyuhyun bekerja di Joy’s Bakery ketika ia sudah mempunyai pekerjaan yang lebih menjanjikan? Bahkan namja Cho itu lebih sering menghabiskan waktu disini. Yah, walaupun tidak sering dan tidak lama. Berbicara mengenai Kyuhyun, sepertinya Sungmin belum melihat namja itu pergi dari Joy’s Bakery.

 

“Eh?” Sungmin menyipitkan matanya ketika melihat seorang namja keluar dari pintu belakang Joy’s Bakery. “Siapa dia? Mencurigakan!” Dengan cepat Sungmin berlari kearah namja tersebut, sekedar memastikan.

 

“Jogiyo~”

 

Namja itu berbalik. “Ne? Ada yang bisa saya bantu?” Pandangan Sungmin teralih pada sebuah kotak yang berada ditangan namja tersebut. “Ah, saya lihat anda keluar dari pintu belakang Joy’s Bakery? Apakah ada yang anda perlukan? Kebetulan saya pemilik toko itu.” Ucap Sungmin ramah, tidak maksud menuduh.

 

“Oh tidak, saya tadi hanya ingin mengambil sebuah kiriman dari Tuan Cho.”

 

“Tuan Cho?” Sungmin mengerutkan dahi. “Maksud anda Cho Kyuhyun?” Namja itu mengangguk.

 

Kyuhyun? Paket? Apa? Sungmin penasaran! “Boleh saya melihatnya sebentar?” Namja itu mengangguk seraya tersenyum. “Tentu.”

 

| To : Cho Heebum

From : Your ‘Lovely’ Son, Cho Kyuhyun.|

 

“Oh, paket untuk eomma-nya. Aku rasa ini cake.” Ucap Sungmin ketika melihat sepercik memo diatas tutup kardus tersebut. Senyum kecil tersungging di bibir Sungmin. “Aku tak me-”

 

BRUK!

 

“OMO!” Sungmin dan namja dihadapannya tersentak kaget ketika kardus yang berada diatas tangan Sungmin jatuh keatas Trotoar yang dilapisi oleh tebalnya putih salju. Membuat isinya hancur berantakan.

 

“Ya anak muda! Kembali kau! Dasar tak sopan!” Namja tersebut berteriak kalap kepada seorang remaja berseragam Junior High School yang tengah melajukan sepedanya dengan kecepatan brutal. Dialah yang tak sengaja menyenggol Sungmin sehingga kardus itu jatuh keatas trotoar.

 

“Anda baik-baik saja?” Namja berbadan tambun itu bertanya khawatir kearah Sungmin yang tampak terdiam kaku. Ekspresinya seperti orang yang Shock. Ya, Sungmin Shock ketika melihat isian cake yang jatuh berantakan diatas Trotoar. Bukan masalah cake itu yang hancur, tapi.. “Hitam,” Ucap Sungmin lirih. Dengan cepat Sungmin mengambil kardus berisi cake hancur itu lalu dibawa kepangkuannya. “Anda tak perlu khawatir, cake ini akan saya tangani. Ini bayaran anda.”

Dan Sungmin pun berlalu dengan tergesa-gesa seraya membawa kardus cake itu ditangannya. Meninggalkan namja yang tengah membuka telapak tangan dengan lembaran uang won diatasnya. “Aneh.”

 

 

***

 

BRAK!

 

Kyuhyun yang sedang membereskan meja berantakan miliknya terlonjak kaget saat mendengar pintu yang berada persis dibelakangnya dibuka dengan brutal. Ia membalikan badannya, menyipitkan mata ketika melihat Sungmin tengah menatap aneh kearahnya.

 

“Kau kenapa?”

 

“JUSTRU AKU YANG HARUSNYA BERTANYA KENAPA!” Kyuhyun berjengit kaget. Ayolah, semalam dia tidak tidur. Ditambah ia merasa lelah karna seharian disibukkan membuat cake ‘spesial’, dan sekarang tiba-tiba saja sang boss marah-marah tak jelas. “Apa maksudmu?!” Ucap Kyuhyun dengan nada datar.

 

“Jelaskan dengan rinci hubungan eomma-mu, cake, dan-” Sungmin menyodorkan kardus yang berisi cake hancur tersebut, membuat Kyuhyun reflek membulatkan matanya. “-Hitam.”

 

Kyuhyun diam. Oh, dan Kyuhyun lupa jika namja manis didepannya ini adalah seorang pembaca arti warna handal. Kyuhyun tersenyum, hanya tersenyum kecut.

 

“Dulu kau memberiku sebuah cake hitam yang kau namakan Something Cake. Dan kau bilang warna pada cake itu menggambarkan dirimu. Dan sekarang,” Sungmin memandang cake hancur yang berada didalam kardus. Cake yang terdiri dari semua unsur hitam. Dari mulai Adonan cake, cream, bahkan garnish pun semua yang berwarna hitam. Sungmin tak habis pikir, siapa yang mau memakai cake seperti ini? Dari segi rasa mungkin enak, tapi dari segi penampilan nol besar bagi Sungmin.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya kearah sofa yang berada beberapa meter dihadapannya. Sofa untuk bersantai setelah para pegawai ‘dapur’ bekerja. “Duduk.” Seakan terhipnotis, Sungmin pun memilih mendudukkan dirinya diatas kursi kayu yang ia tarik dari bawah meja.

 

“Hah~” Kyuhyun menghela nafas berat. Sepertinya bebannya sangat besar, membuat Sungmin semakin penasaran. “Kau ingat ketika aku pernah berbicara padamu bahwa dulu dapur adalah salah satu tempat yang aku blacklist dalam memori otakku?”

 

Sungmin mengangguk. “Dan kau mungkin bingung dengan pernyataan dan keadaanku yang sekarang menjadi, yah bisa dibilang seorang patissier handal. Bukankah aku benar?” Sungmin kembali mengangguk. Bertele-tele sekali, ck!

 

“Itu adalah pangkal masalahnya. Kau tahu? Cita-citaku dulu adalah seorang pemusik handal, namun itu semua tidak akan pernah terwujud. Karna aku sekarang adalah seorang patissier handal,”

 

“Eommaku memaksaku untuk masuk kedalam dunia kuliner, Ia ingin aku meneruskan impiannya yang dulu terhenti, apalagi appaku adalah seorang chef. Jadilah ia sangat terobsesi,”

 

Sungmin serius mendengarkan. Kyuhyun terkekeh lemah ketika melihat raut menggemaskan Sungmin. “Dulu aku sangat-sangat alergi dengan yang namanya dapur, bahkan aku pernah menghancurkan dapur temanku ketika aku berniat memasak ramen instan. Haha,” Demi apapun Sungmin tidak ingin ikut tertawa melihat tawa horor Kyuhyun.

 

“Kau tahu perjuanganku untuk beradaptasi dengan dunia baru itu? Rasanya sangat lelah asal kau tahu. Bahkan jariku sudah hampir ratusan kali tersayat, kulitku terbakar, mataku hampir buta. Maka dari itu, aku memilih jalur sebagai patissier daripada Chef,”

 

“Kau terpaksa? Lalu kenapa kau menerimanya begitu saja? Kau kan bisa menyuarakan protesmu.” Intrupsi Sungmin.

 

“Tidak semudah itu. Obsesi eomma semakin besar ketika appa meninggal,” Sungmin tersentak. “Sesakit apapun yang aku rasa, demi kebahagiaan orang tuaku satu-satunya aku bersedia melakukannya. Well, walaupun berat.”

 

Kyuhyun tersenyum kecut. “Aku memang bersedia menjalankan obsesinya, tapi jika aku terus-menerus dipaksa aku tidak yakin akan bertahan. Dia sangat bahagia melihatku bekerja sebagai patissier, tanpa dia tahu aku mempunyai syndrom aneh karna hal itu,”

 

“S-syndrom?”

 

“Aku akan merasa marah dan kesal ketika aku melihat cake hasil buatanku sendiri. Namun disaat yang bersamaan justru aku menghasilkan cake yang begitu lezat, dan justru terlihat berbeda dari yang lain. Hanya kau yang tahu, jika semua cake yang kubuat adalah berdasarkan curahan hatiku,” Kyuhyun berhenti sejenak. “Tapi apa? Eomma tidak pernah tahu apa isi hatiku, TIDAK PERNAH TAHU! Bahkan aku sering mengamuk sendiri akibat syndrom itupun ia tak tahu. TAK TAHU, HYUNG!”

 

Sungmin bangkit. Menghampiri Kyuhyun yang tengah memejamkan matanya, menetralisir perasaan kesal yang membuncah. Ia mengerti, sangat mengerti maksud Kyuhyun. Duduk disamping Kyuhyun lalu menghadapkan tubuhnya kearah namja berkulit pucat itu. “Jadi kau selalu rutin mengirimi eomma-mu cake supaya ia tahu bagaimana perasaanmu?” Sungmin mengangkat pipi Kyuhyun. Menghadapkan mata itu kearah wajahnya. “Caramu salah, Kyu. Eomma-mu justru akan makin merasa bahwa kau nyaman dengan duniamu. Kau bisa membicarakannya, itu akan lebih baik.”

 

Kyuhyun menghadapkan wajahnya kearah samping. “Dia tidak akan mengerti, Hyung! Lagipula..” Sungmin memasang telinganya baik-baik. “Aku takut mengecewakannya, aku tidak mau.” Cicit Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum. “Ternyata rasa cintamu lebih besar daripada rasa bencimu. Lalu apa yang membuatmu seolah menjaga jarak dengan eomma-mu? Kau tahu jika ini justru akan membuatnya lebih dari sekedar kecewa.”

 

Kyuhyun terdiam. Hidungnya kembang-kemping tak beraturan. “AA-ku-”

 

Sungmin yang mengerti segera menarik kepala Kyuhyun untuk bersembunyi dibalik bahunya. Mendekap erat tubuhnya dan mengelus lembut punggungnya. “Arraseo, aku mengerti. Menangislah, menangislah sepuasmu.”

 

Sungmin tersenyum sedih ketika merasakan tangan Kyuhyun mendekap erat pinggangnya. Menyurukkan wajahnya pada bahu Sungmin, dan seketika isakkan berat Kyuhyun menggema diruangan serba putih tersebut. Membuat Sungmin meringis kecil. ‘Cho Kyuhyun..’

 

 

☆~☆~☆

 

 

“Ya Hae! Itu milikku!”

 

Sungmin terkekeh keras ketika melihat Hyukjae yang tengah merengut kesal karna kado natal miliknya diambil dan dimainkan dengan seenaknya oleh Donghae. Ck, namja berwajah childish itu memang senang menggoda Hyukjae. Ya, malam ini adalah malam Natal. Selsai berdoa bersama, boss manis ini berniat merayakan perayaan kecil di toko rotinya. Kalian pasti sudah tahu kenapa Sungmin memilih merayakan Natal di Joy’s Bakery kan? Dan kebetulan Hyukjae dan Donghae juga ingin menghabiskan malam suci ini dengan Sungmin ketika tahu sang boss akan merayakan perayaan Natal seorang diri. Sedangkan Ryeowook, ia tidak datang karna sudah mempunyai urusan lain.

 

“Jangan marah Chagi, akukan hanya bercanda.”

 

Kekehan Sungmin berubah menjadi senyuman ketika mendengar nada merajuk Donghae. Chagi? Tidak, kalian tidak salah dengar. 3 bulan lebih berada di Joy’s Bakery membuat Sungmin tahu bahwa Hyukjae dan Donghae mempunyai hubungan dekat yang ‘lebih’ dari seorang sahabat. Dan selama itu pula Sungmin yang memang menghargai perbedaan juga tahu bahwa orang-orang tidak mempermasalahkan hubungan Donghae dan Hyukjae. Walaupun beberapa orang masih ada yang sering menganggap aneh ataupun mencibir mereka, Tapi dua pasangan hyperactive itu tidak peduli. Yang penting mereka nyaman dan tetap bisa bermesraan, itu sudah lebih dari cukup.

 

BUK!

 

“Aw!”

 

Sungmin berjengit ketika melihat Hyukjae memukul brutal otot bisep Donghae dengan boneka berbentuk kepala santa. Donghae sendiri sibuk melindungi tubuhnya dari serangan mendadak sang kekasih. “Ya!Berhenti chagi,”

 

“Kau menyebalkan Lee Donghae!”

 

Buk! Buk!

 

Sungmin tertawa keras ketika melihat wajah Donghae memerah menahan geram. Beginilah keromatisan yang selalu disuguhkan oleh kedua sejoli ini, ribut. Tawaan Sungmin memelan perlahan ketika matanya menangkap sosok jangkung Kyuhyun yang berjalan kearah luar tanpa sepatah katapun. Oh, bahkan Sungmin melupakan jika Kyuhyun juga ikut merayakan malam Natal di Joy’s Bakery. Entah suruhan siapa, Sungmin bangkit dari atas sofa lalu berjalan keluar mengikuti kemana Kyuhyun pergi.

 

 

.

 

.

 

 

Sungmin berdiri mematung di depan pintu ketika merasakan tubuhnya mendingin akibat salju yang turun disertai dengan angin cukup kencang. Dieratkannya syal serta jaket yang membungkus tubuh mungilnya. Pandangan Sungmin mengarah kedepan, matanya membulat ketika melihat si namja Cho tengah tidur diatas tebalnya salju seraya memejamkan mata. Ck, apa-apaan namja itu! Sungmin kembali masuk kedalam, mengambil matras cukup tebal yang berukuran tak lebih besar dari sebuah karpet pada umumnya.

 

“YA! Kau ingin mati kedinginan? Ck!”

 

Seruan keras Sungmin membuat Kyuhyun refleks membuka matanya. Tatapan tajam namja Cho itu mengarah kepada Sungmin yang tengah berjalan kearahnya dengan susah payah karna menarik matras. Kyuhyun mengerutkan keningnya ketika melihat Sungmin berdiri diatasnya dengan mata melotot lucu. “Huh?” Mata Kyuhyun seketika ikut membulat ketika kaki mungil berbungkus boot hitam beraksen pink itu mendorong tubuhnya hingga posisi tubuh Kyuhyun menyamping. Wow, Kyuhyun tak menyangka tenaga Sungmin bisa sekuat itu.

 

“Matras ini akan sedikit menghidarkanmu dari dinginnya salju.”

 

Kyuhyun mendudukkan dirinya. Memilih menatap Sungmin yang sibuk memasang matras diatas salju tebal tepat disebelahnya. Memang semenjak hari dimana Kyuhyun menceritakan semua keluh kesahnya pada Sungmin, namja manis itu terlihat lebih memperhatikan Kyuhyun. Namja berkulit putih pucat itu menghela nafas berat.

 

Sungmin yang mendengar desahan berat disampingnya membuat kepalanya bergerak menatap kearah Kyuhyun. Senyuman kecil terulas dibibir pinkish Sungmin. “Ayo duduk disini.” Ucapnya seraya menepuk-nepuk bagian atas matras kosong disamping tempatnya duduk.

 

“Tapi aku ingin tidur.”

 

Ucapan datar Kyuhyun membuat Sungmin mendesah kecil. Matras ini besarnya tak seberapa, ditambah lagi separuhnya sudah diduduki oleh Sungmin. Dan juga badan Kyuhyun tinggi dan tidak mungkin ia bisa tidur diatas matras. Kalaupun bisa, tidak akan lebih dari seperempat bagian badannya saja yang terlindungi hangatnya matras. Sungmin berpikir, jika dia membiarkan Kyuhyun menguasai semua bagian matras ini, dia akan duduk dimana? Tentu saja Sungmin tidak mau kedinginan.

 

“Eh?”

 

Sungmin kaget ketika tiba-tiba saja Kyuhyun merebahkan kepalanya diatas paha Sungmin,menjadikannya bantalan. Mengetahui bagaimana keras kepalanya seorang Cho Kyuhyun, namja manis inipun memilih mengalah seraya mendesah kecil.

 

“Lagipula jika kau ingin tidur, kenapa memilih diluar? Jelas kau tahu jika malam ini sedang turun hujan salju.” Ucap Sungmin seraya membenarkan ciput rajutan berwarna pink yang dikenakannya. Menghangatkan kepalanya dari rintikan hujan salju di malam Natal.

 

“Aku hanya ingin menenangkan diri saja dari kedua pasangan ‘romantis’ itu.” Jawab Kyuhyun seraya mulai memejamkan matanya. Ada untungnya juga ia diposisi seperti ini, karna bisa mendapatkan lebih banyak kehangatan. Sungmin terkekeh kecil ketika mendengar ucapan Kyuhyun yang mengandung sindiran.

 

“Begitulah cinta, Kyu. Penuh dengan warna,” Sungmin tersenyum. “Cinta tidak selalu harus dilihat dari perhatian berlebihan ataupun seberapa romantis pasangan itu mengumbarkannya. Cinta juga bisa diekspresikan dengan pertengkaran kecil seperti tadi, justru itu yang membuat sebuah hubungan menjadi lebih menarik.”

 

Kyuhyun membuka matanya. Mendongakkan kepala, menatap orang yang sedari tadi berbicara mengenai sesuatu yang menurutnya tidak pernah ia ketahui sebelumnya. Lama Kyuhyun menatap wajah Sungmin dari posisinya saat ini, dan entah kenapa itu rasanya menenangkan dan menyenangkan. Rasa hangat mendominasi ketika Sungmin menundukkan kepalanya, membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan dan senyuman simpul khasnya.

 

Suasana sekejap hening ditengah hujan salju disertai angin yang cukup untuk membekukkan tubuh. Kyuhyun dan Sungmin masih terlarut dengan acara tatap-tatapan yang dimulai sejak beberapa menit yang lalu. Hanya ada suara samar-samar musik dari arah dalam yang tampak dari jendela sedang mengiringi pasangan Donghae dan Hyukjae berdansa romantis.

 

“Perbuatan yang kau lakukan selama ini kepada eomma-mu juga sebagian bentuk dari Cinta dan kasih sayang. Cara penyampaianmu saja yang salah, sehingga tidak semua orang dapat melihat perhatian penuh itu.”

 

Kyuhyun mendesah. Ia menangkap tangan Sungmin yang berada diatas dadanya, meminta kehangatan lebih. “Lalu apa yang harus aku lakukan?” Tanyanya lirih.

 

“Kembalilah seperti Kyuhyun sebelum kau menjadi seorang patissier Cho. Aku tahu kau dulu adalah orang yang sangat mencintai keluarga terutama eomma-mu, buktinya kau rela melakukan sesuatu yang bahkan kau tidak pernah mau melakukannya.” Sungmin ikut mengelus tangan Kyuhyun yang tengah melingkupi tangannya. “Tanpa kau sadar, kau terlalu mencintai eomma-mu. Tinggal bagaimana cara kau mengungkapkan rasa cinta itu.”

 

“Lalu, menurutmu aku harus bagaimana?”

 

“Hm, cukup jujur pada eomma-mu tentang semuanya lalu kembali seperti ibu dan anak yang saling menyayangi.” Jawab Sungmin seraya tersenyum.Helaan nafas berat kembali dihembuskan Kyuhyun. Baiklah, Sungmin mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun saat ini.

 

Hening terasa ketika Kyuhyun kembali diam. Sungmin yang sedari tadi menunggu ucapan Kyuhyun sedikit tersentak ketika sebuah tangan melingkar dipinggangnya. “Dingin~” Dan namja manis itu hanya memutar bola mata bosan ketika mendengar rengekkan manja Kyuhyun.

 

“Sudah kubilang kita kedalam saja, disini memang sangat dingin.” Ucap Sungmin sedikit menggerutu. Bukannya mengendur, pelukan itu malah terasa semakin mengerat. “Aku tidak mau mengganggu pasangan romantis yang ada didalam sana.” Jawab Kyuhyun seraya mendorong punggung Sungmin cukup kuat, membuat tubuh namja imut itu terhuyung kedepan dan hampir saja wajahnya bertabrakan dengan Kyuhyun. “Dan begini lebih baik.”

 

Sungmin tersenyum kecil ketika merasakan nafas hangat Kyuhyun menerbangkan helaian poninya. Sepertinya Kyuhyun benar, posisi ini memang terasa nyaman. Kyuhyun yang tidur diatas paha Sungmin seraya memeluk erat pinggang sang namja manis, sedangkan Sungmin menyurukkan badannya kearah depan dan menumpukkan pipi kirinya diatas kening lebar Kyuhyun. Hm, benar-benar hangat.

 

Kyuhyun dan Sungmin pun kembali diselimuti keheningan. Membiarkan salju menghujani keduanya. Mengabaikan Donghae dan Hyukjae yang tampak dari balik jendela tengah berciuman dengan panas dan mesra ditemani rentetan lagu klasik penyejuk jiwa.

 

~

***

12-31-2012

2.00 PM KST

 

Kyuhyun terlihat menatap lurus kearah telur yang ada dalam genggamannya. Sejak beberapa menit yang lalu ia memperhatikan telur ayam tersebut. Sepertinya sedang ada sesuatu yang mengusik pikirannya. “Cinta,” Kyuhyun menimang-nimang telur tersebut. “Huh? Cinta?” Dan sekarang telur itu ia lemparkan dari tangan kanan ke tangan kiri begitupun sebaliknya. “Hah~ Aku tidak yakin.” Gumamnya seraya kembali memperhatikan telur yang ia letakkan diatas meja. Ck, patissier muda ini sepertinya sangat frustasi.

 

Cklek

 

Pandangan Kyuhyun terarah pada pintu dapur yang terbuka. Menampakkan wajah manis sang boss, Lee Sungmin yang terlihat tengah mengerutkan keningnya kearah Kyuhyun. “Kukira kau sedang membuat cake.  Kau masih ingat kan bahwa kau punya banyak pesanan?” Ucap Sungmin seraya mendudukkan dirinya diatas kursi kayu yang biasa ia duduki seraya menonton pertunjukan membuat cake Kyuhyun. Dahinya makin mengkerut ketika melihat namja Cho dihadapannya malah terdiam seraya menatap dirinya, dengan intens. Membuat Sungmin sedikit kikuk sebenarnya. “Y-ya kau kenapa? Cepat buat cake-nya, kau mau para pelanggan enggan memesan roti dan cake disini lagi?” Titah Sungmin. Menghela nafas sebentar, akhirnya Kyuhyun menyibukkan diri dengan peralatan serta bahan-bahan untuk membuat cake. Akhir-akhir ini memang pesanan cake sedang sangat meningkat, kalian masih ingat cake yang diberikan Kyuhyun pada Sungmin lalu dimakan oleh Appa Lee? Ternyata appa Lee ketagihan dan akhirnya merekomendasikan cake tersebut kepada teman-temannya. Cake yang mengandung unsur coffee itu memang cocok bagi orang-orang berumur seperti Appa Lee.

 

“Kenapa kau kesini? Memangnya diluar sedang ramai pengunjung?” Tanya Kyuhyun seraya sibuk menuangkan berbagai macam bahan kedalam mangkok besar dihadapannya. Kebiasaan Sungmin jika Joy’s Bakery sedang ramai, ia akan memilih kabur kedapur. Ia tidak terlalu suka keramaian, lagipula dia tidak bisa melakukan sesuatu diluar sana.

 

“Ani, Joy’s Bakery justru sedang sangat sepi. Dan aku kemari hanya ingin memberikan Donghae dan Hyukjae privasi.” Jawab Sungmin seraya mencomot sebuah Strawberry yang berada tak jauh didekatnya. “Mereka benar-benar pasangan yang sedang dimabuk cinta, ckck~” Sungmin menggelengkan kepalanya lucu seraya terus mengunyah buat merah berbentuk hati itu.

 

Bukanlah hal aneh jika pasangan itu selalu mengumbar kemesraan dimana-mana. Walaupun bukan dalam lingkup negative, tapi tetap saja orang yang ada disekitar mereka akan merasa iri jika melihat betapa romantinya Donghae dan Hyukjae. Kyuhyun yang baru saja memasukan adonan kedalam oven pun hanya menganggukkan kepala seraya membentuk mulutnya menjadi O. Kyuhyun kembali berjalan kearah meja, menyiapkan buah-buahan untuk dipakai sebagai garnish. Diambilnya beberapa buah Kiwi dan Strawberry lalu memotongnya sesuai keinginan.

 

“Berbeda dengan Ryeowook, malah terkesan tidak banyak tingkah dengan pacarnya. Hah, Cinta memang unik! Bahkan bisa merubah kepribadian seseorang.”

 

Gerakan tangan Kyuhyun terhenti. Obisidiannya mengarah kepada Sungmin. “Menurutmu sendiri, Cinta itu bagaimana?”

 

Sungmin yang mendengar ucapan Kyuhyun mengerutkan dahinya. Cinta? Hm, “Tulus, nyaman, berani dan yakin. Itu definisi Cinta menurutku.” Kyuhyun mengangguk singkat. Hei, ada apa dengan namja Cho ini? Sepertinya ada yang salah.

 

Tring!

 

Bunyi Oven yang menandakkan bahwa cake yang baru dipanggang beberapa menit yang lalu oleh Kyuhyun itu telah matang. Kyuhyun menaruh pisaunya, lalu beranjak menuju oven. Cake ini memang hanya memerlukan waktu yang sebentar untuk proses masaknya. Sungmin yang melihat Kyuhyun tengah sibuk mengurus cake panasnya pun beranjak, mengambil pisau lalu memotong Kiwi dan Strawberry dihadapannya. Yah, sekedar membantu Kyuhyun.

 

“Memangnya kenapa Kyu? Kau kelihatan aneh sekali hari ini.”

 

“Aku sedang bimbang.”

 

“Bimbang? Apa yang membuatmu bimbang?” Tanya Sungmin seraya menyomot kembali 2 buah strawberry dan langsung ia masukkan kedalam mulut. Membuat pipinya mengembung dengan wajah berjengit karna masam.

 

“Ada seseorang yang entahlah, membuatku selalu nyaman ketika bersamanya, merasa tenang ketika aku didekatnya, dan merasa menjadi Cho Kyuhyun yang lebih berani jika ia dihadapanku.” Sungmin sempat terkaget ketika sebuah tangan mencengkram kedua tangannya dari belakang. Mengarahkan harus bagaimana posisi pisau ketika sedang memotong buah-buahan. Yah, memang hasil potongan Sungmin terlihat ‘cukup’ baik.

 

“Tapi aku masih bingung dengan kata-kata Tulus, hyung. Aku tidak tahu aku bisa tahu perasaanku ini tulus atau tidak.” Ucap Kyuhyun persis dibelakang telinga Sungmin. Jika ada yang salah paham, Sungmin dan Kyuhyun pasti akan dikatakan pasangan paling romantis dengan posisi seperti ini.

 

Menelan semua strawberry halus yang telah dikunyahnya. Sungmin pun berkata, “Kau sendiri yang bisa menilai seberapa tulusnya cintamu, Kyu. Tulus adalah perasaan yang tiba-tiba muncul tanpa kau tahu kapan dan sebab rasa itu datang. Tulus adalah disaat kau merasa bebas akan sesuatu seolah tidak ada yang memaksa dan mengekangmu. Tulus adalah spontanitas, tidak banyak menggunakkan pikiran. Itu menurutku,”

 

Kyuhyun tersenyum simpul. Hanya sekejap. Tangannya masih sibuk menggerakan tangan Sungmin yang berada dibawahnya. Namun gerakannya terhenti, membuat tangan Sungmin juga menghetikan pergerakannya. “Berbaliklah, hyung.” Sedikit bingung, namun Sungmin pun menuruti keinginan sang patissier tampan.

 

“Tetap seperti itu dan jangan bergerak sampai aku memerintahkanmu.” Ucap Kyuhyun. Hei, berani sekali namja Cho itu menyuruh-nyuruh Sungmin? “Eh?” lirih Sungmin ketika melihat Kyuhyun menatap intens dirinya, perlahan jarak minim antara Kyuhyun dan Sungmin semakin menipis ketika Kyuhyun memajukan wajahnya. Dan seolah terhipnotis oleh perkataan Kyuhyun, Sungmin tidak bergerak sama sekali.

 

CHU~

 

Sungmin membulatkan matanya ketika merasakan sebuah bibir hangat melingkupi bibir mungilnya. Ia tidak menampakkan mata membulat penuh, hanya tersentak sekejap saja tadi. Lumatan terus ia rasakan, membuat tak sadar ia mengulum sebentar bibir hangat itu. Hanya sebentar dan itupun tak sengaja.

 

Kyuhyun melepaskan penyatuan bibir itu seraya tersenyum. “Cinta itu tulus, dan tulus adalah spontanitas dan tidak banyak menggunakkan pikiran. Lalu, kenapa tadi kau tak menolak ciumanku? Apa kau tulus menrima keberadaan bibirku diatas bibirmu?”

 

DEG!

 

Mata Sungmin membulat seketika seraya menatap Kyuhyun yang tengah menyeringai kearahnya.

 

 

***

 

12-31-2012

 

10.00 PM KST

 

Sret Sret

 

Suara ujung pensil yang berbenturan dengan kertas terdengar jelas di dapur Joy’s Bakery yang sunyi ini. Sang pelaku, Cho Kyuhyun masih terus memperbaiki sketsanya. Sketsa cake itu amat sangat ia pertimbangkan dari mulai segi warna, bahan dan rasa ketika nanti ia membuat cake aslinya.

 

Cklek

 

“Kyu?” Kyuhyun mendongak ketika mendengar suara tenor Ryeowook. Namja mungil itu masuk diikuti Donghae dan Hyukjae yang semuanya menatap heran kearah Kyuhyun. “Kukira kau sudah pulang.” Ucap Ryeowook seraya mendudukkan dirinya diatas sofa. Besok adalah tahun baru, dan toko sangat ramai. Mungkin nanti sampai tengah malampun akan ada pengungjung, maklumlah kawasan Joy’s Bakery memang berada dipusat kota. Tentu saja memakan roti hangat ditengah dinginnya salju ketika merayakan malam tahun baru adalah hal yang menyenangkan. Mereka tidak terlalu khawatir, karna Sungmin menyuruh mereka istirahat cukup dan mulai membuka toko pada jam 10 pagi. Jadi mereka yakin tidak akan mengantuk dan akan melewati malam tahun baru dengan sukacita. Sungmin sendiri sudah pulang dari hari masih sore, entah kenapa ia tak berkata hal aneh-aneh dan pergi begitu saja. Mengherankan.

 

“Apa yang kau buat?” Tanya Donghae seraya mengambil kertas berisi sketsa cake dipangkuan Kyuhyun.

 

“Cake?”

 

“Happy birthday?” Kini Hyukjae yang mengerutkan keningnya bingung. Setahu dia, patissier handal semacam Cho Kyuhyun tidak harus menggunakan sketsa dulu jika ingin membuat cake.

 

“Siapa yang ulang tahun?” Gumam Donghae seraya meletakkan jarinya diatas dagu.

 

“Tahun baru dan ulang tahun?” Ryeowook mengernyit. “Omo! Sungmin-hyung!” Jeritan kecil itu membuat Donghae dan Hyukjae tersentak dan akhirnya tersadar. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihat ekspresi ketiga orang didepannya.

 

“Jadi cake yang ada dalam sketsa ini untuk Sungmin-hyung?”

 

“Ne. Aku berencana membuatnya hari ini dan besok aku bisa langsung mempersembahkannya.”

 

“Whuah~ Romantis sekali.” Hyukjae dan Ryeowook berseru manja seraya meletakkan tangan diatas pipi, membuat Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya heran.

 

“Ehm, mau kita bantu?”

 

Kyuhyun menatap kearah Donghae, Hyukjae dan Ryeowook yang tengah memandang kearahnya seraya tersenyum simpul. Membuat tak sadar lengkungan pun tercipta dibibir Kyuhyun. “Gomawo!”

 

 

♥~♥~♥

 

01-01-2013

7.30 AM

 

“Happy New Year~” Namja manis itu berucap lirih seraya memandang kearah luar, menatap salju yang masih mendiami beberapa tempat. Menghela nafas berat seraya terpejam, lalu kembali membuka matanya. Matanya memerah karna efek bangun dan kurang tidur. Pandangannya beralih kearah meja, menatap smartphone kesayangannya. Huh, bahkan dihari special begini pun tidak ada yang peduli padanya. Ya, tahun baru dan hari ulang tahun dirinya. Lee Sungmin.

 

Bahkan para pegawai Joy’s Bakery tidak ada satupun yang mengirim pesan. Ah, atau mungkin mereka kelelahan karna semalaman mengurus toko? Sungmin jadi merasa bersalah karna pergi begitu saja, padahal jelas-jelas toko ramai karna kemarin adalah malam pergantian tahun. Salahkan namja Cho yang dengan seenak jidatnya mencium Sungmin. Baiklah, kemarin Sungmin memang tidak mengelak atau apapun. Tapi, Tapi, ah! Sungmin pun tak mengerti. Namja manis itu mengacak-acak rambutnya yang memang masih berantakan. “Cinta, huh?”

 

Drrt Drrt

 

Tangan Sungmin terjulur mengambil smartphone-nya. Bingung ketika melihat nomor asing yang tidak ia kenal. “Yeoboseo?”

 

“Apakah benar ini nomor Tuan Lee Sungmin? Pemilik Joy’s Bakery?”

 

Dahi Sungmin berkerut. Sedikit was-was sebenarnya. “Ne, saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?”

 

“Begini, saya Cho Heebum. Eommanya Kyuhyun-”

 

DEG!

 

“-saat ini saya berada didepan Joy’s Bakery. Namun ternyata belum buka, kira-kira toko ini buka jam berapa?”

 

“E-eoh? Ajhumma sudah berada di depan Joy’s Bakery? Ini terlalu pagi, ajhumma.” Jeda sejenak. “Tapi ajhumma mohon tunggu sebentar, saya akan secepatnya kesana.”

 

“Baiklah kalau begitu, Terimakasih Sungmin-sshi.”

 

“Ne.”

 

 

♥~♥~♥

 

 

“Jadi Kyuhyun tidak menghubungimu sama sekali, ajhumma?”

 

“Ne, bahkan handphone-nya akhir-akhir ini selalu mati. Karna ajhumma khawatir, yasudah ajhumma datangi saja Joy’s Bakery.” Sungmin mengangguk canggung. Hah, namja Cho itu benar-benar! Saat ini Sungmin dan Cho Ajhumma tengah berada didalam Joy’s Bakery. Ditemani roti hangat dan hot chocolate membuat suasana semakin terasa nyaman.

 

“Memangnya ajhumma tidak tahu apartement tempat Kyuhyun tinggal?”

 

“Dulu ajhumma tahu, tapi ternyata Kyuhyun pindah dan lagi-lagi tidak memberitahu ajhumma.” Lirih Cho Ajhumma.

 

“Ck, benar-benar anak itu!” Sungmin geram. Sungmin tahu Kyuhyun memang mempunyai ‘sesuatu’ dengan eommanya, tapi Sungmin tidak menyangka sampai sejauh ini.

 

“Sungmin-ah, ajhumma merasa Kyuhyun menjaga jarak dengan ajhumma. Dia jarang sekali datang menengok kerumah, dan hanya rutin mengirimi cake buatannya. Memang ajhumma suka, tapi tetap saja eomma rindu pada patissier tampan itu.”

 

Sungmin tersenyum sedih. Sepertinya Sungmin bingung yang mana yang harus disalahkan. Kyuhyun atau eomma-nya? “Ehm, ajhumma, sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan tentang sifat Kyuhyun.”

 

“Apa? Bicara saja Chagi.” Walaupun baru beberapa menit bertemu dan mengobrol bersama, mereka berdua terlihat sangat akrab. Sifat hangat ajhumma Lee sangat cocok dengan sifat baik Sungmin.

 

Sungmin mencoba meyakinkan dirinya. Menghela nafas berat, dan akhirnya iapun membuka mulutnya. Menceritakan semua curahan hati Kyuhyun secara detail kepada Cho Ajhumma.

 

.

 

.

 

“Benarkah begitu ceritanya, Sungmin-ah?” Sungmin mendekat lalu mendekap tubuh ringkih Cho Ajhumma. Ya mau bagaimana lagi, Sungmin menceritakan semuanya juga demi kebaikan Kyuhyun beserta eomma-nya.

 

“Kyuhyun-ah, Mianhae~ Tolong maafkan eomma. Hiks,” Sungmin mengelus punggung Cho Ajhumma, menenangkan yeoja paruh baya tersebut.

 

Tring

 

Sungmin mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara pintu depan terbuka. Ia pun dengan perlahan melepas pelukannya, “Saya tinggal sebentar, ajhumma.” Cho Ajhumma mengangguk seraya sibuk membersihkan air matanya. Sungmin berjalan kearah depan, memeriksa siapa yang datang.

 

“HAPPY BIRTHDAY!”

 

Sungmin terlonjak kecil ketika melihat rombongan appa, eomma, dan para pegawai Joy’s Bakery tengah berseru dengan keras kearahnya. Seperti anak kecil, Sungmin berlari kearah kedua orang tuanya lalu memeluknya erat. “Hei, captain sudah! Kau tak malu pada teman-temanmu?” Sungmin segera melepaskan pelukannya. Dan tersenyum kearah Ryeowook, Hyukjae, Donghae dan oh! Entah kenapa jantung Sungmin serasa berpacu ketika pandangan matanya bertemu dengan Cho Kyuhyun. Ukh!

 

“Eomma dan Appa tadi ke apartementmu, tapi ternyata kau tak ada. Jadi kami menebak kau datang ke Joy’s Bakery, ternyata benar.” Ucap Eomma Lee. “Dan kebetulan sekali kami bertemu dengan mereka berempat didepan. Jadi acara suprise ini sedikit lebih ramai.” Timpal Appa Lee.

 

“Saengilchukhae, Hyung.” Kini bergantian Ryeowook, Hyukjae dan Donghae berpelukan memberi selamat kepada Sungmin. Kyuhyun juga, namun sangat singkat dan tak sehangat teman-teman yang lain.

 

“Ayo masuk.” Sungmin mengajak semuanya kedalam, supaya lebih nyaman.

 

“Eomma,” Dan Sungmin tersentak ketika mendengar suara lirih Kyuhyun. Oh, bahkan Sungmin melupakan jika ada Cho Ajhumma didalam. Dan mata Sungmin membulat ketika melihat Cho Ajhumma menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya erat, menangis terisak didalam dekapan sang anak tercinta. “Maafkan eomma, Kyu. Maafkan eomma jika selama eomma selalu memaksamu. Hiks,” Kyuhyun menatap Sungmin yang berada disampingnya, seolah memastikan sesuatu. Dan desahan kecil ia keluarkan ketika melihat Sungmin mengangguk kecil lalu menunduk. Eunhaewook, Eomma Lee dan Appa Lee hanya bisa memasang wajah tak mengerti.

 

Tangan Kyuhyun terangkat untuk mengelus punggung sang eomma. “Maafkan Kyuhyun juga eomma, maafkan kelakuanku yang selalu menyakiti eomma.” Tak terasa setitik air mata menetes dari mata Kyuhyun. Terenyuh juga mendengar dan merasakan sang eomma menangis didalam pelukannya.

 

“Eomma berjanji akan mengikuti semua keinginanmu mulai saat ini, bahkan jika kau ingin berhenti menjadi patissier pun eomma akan menyetujuinya.”

 

Senyuman Kyuhyun tercipta. Dan Sungmin yang melihatnya jelas menjadi was-was. Apa Kyuhyun akan melepaskan jabatannya sebagai seorang patissier? Entah kenapa Sungmin seperti tak rela.

 

“Jinjja?” Dan senyuman Kyuhyun semakin mengembang ketika melihat sang eomma mengangguk antusias. Namja Cho itu perlahan melepaskan pelukannya, membalikan badannya. Membungkuk kearah Appa dan Eomma Lee yang tengah tersenyum kearahnya. Lalu memberi seperti kode kepada Eunhaewook yang langsung mengangguk mengerti. “Eomma tunggu disini, ada yang ingin Kyu tunjukan.” Dan diakhiri dengan kecupan manis dipipi sang eomma, Kyuhyun pun beranjak bersama Eunhaewook kearah dapur. Meninggalkan 4 orang termasuk Sungmin yang tengah mengerutkan dahi bingung.

 

*

 

“Semuanya sudah siap, Kyu!”

 

Namja Cho yang sedari tadi mengatur nafasnya seraya terpejam pun membuka matanya. Matanya menatap Donghae, Hyukjae dan Ryeowook yang tengah tersenyum kearahnya. Sebuah senyuman disertai seringai tercipta dibibir Kyuhyun. “Inilah waktunya.”

 

 

♥~♥~♥

 

Mata kelinci Sungmin berpendar kesana kemari. Sedikit khawatir ketika tak melihat Kyuhyun, Donghae, Hyukjae dan Ryeowook muncul. Sebenarnya apa yang tengah dilakukan mereka?

 

“Sampai saat ini aku tak menyangka jika Kyuhyun adalah putramu.” Pandangan Sungmin beralih kearah Cho Ajhumma yang tengah mengobrol hangat bersama kedua orangtuanya. Dan satu fakta ditemukan, bahwa ternyata Cho ajhumma adalah teman semasa SMP Eomma dan Appa Lee. Beginilah akibatnya karna Kyuhyun tak pernah mengenalkan orang tuanya kepada eomma dan appa Lee, semuanya jadi tidak terkuak.

 

“Maaf menunggu lama.” Dan suara bass Kyuhyun membuat semua pandangan tertuju kearah pintu dapur. Dahi Sungmin berkerut ketika melihat Hyukjae dan Donghae tengah mendorong trolly yang diatasnya diberi tutup. Apa itu?

 

“Saengilchukkhae hamnida,” Oh, suara bass Kyuhyun ternyata sangat indah dan enak untuk didengar. Tak salah Kyuhyun mempunyai impian untuk menjadi pemusik. Ucap Sungmin takjub. “Saengilchukkhae hamnida.” Kyuhyun berjalan kearah Sungmin dan para tetua. “Uri sarang Lee Sungmin,” Kyuhyun berhenti tepat dihadapan Sungmin. “Saengilchukkhae hamnida~” Dan lagu ditutup oleh senyuman tampan Cho Kyuhyun. Membuat Sungmin ikut tersenyum melihatnya. Para tetua berserta Donghae, Hyukjae dan Ryeowook bertepuk tangan riuh. Semntara Kyuhyun dan Sungmin tengah saling menatap seraya tersenyum manis. Ukh!

 

“Dan, hanya ini yang bisa kuberikan untukmu.” Kyuhyun berbalik lalu membuka tutup yang berada diatas trolly, menampakkan sebuah cake berpenampilan manis yang membuat Sungmin membulatkan matanya takjub.

.

 

.

 

“Biru berarti tenang, kasih sayang, kepercayaan. Dan warna tersebut aku gunakan sebagai alas.”

 

“Merah muda berarti simbol kasih sayang dan cinta, pengobatan emosi, perasaan yang manis dan indah. Aku membuat warna merah muda hampir  mendominasi cake ini.”

 

“Sedangkan putih yang aku letakkan ditengah-tengah sebagai pusat mempunyai arti kedamaian, permohonan maaf, ketulusan, persatuan, dan kesucian.”

 

“Dan merah yang aku gunakan sebagai warna pendukung walaupun sedikit memliki arti, keberanian, pencapaian tujuan, perjuangan, perhatian.”

 

Cho ajhumma, eomma dan appa Lee, Haehyuk serta Ryeowook hanya bisa menganga tak percaya ketika Kyuhyun mempresentasikan cake yang ada dihadapan mereka dengan begitu lancar. Wow, satu lagi hal yang menakjubkan dari seorang Cho Kyuhyun.

 

“Dan kau pasti mengerti maksud keseluruhan cake yang kubuat ini.” Ucap Kyuhyun kepada Sungmin yang tengah menatap dengan tatapan kosong kearahnya.

 

“Cinta.” Semuanya memandang Sungmin yang baru saja menggumamkan sesuatu. “Ya, cake itu menggambarkan perasaan cinta.” Ucap Sungmin yakin lalu menatap kearah Kyuhyun yang tengah tersenyum simpul.

 

“Dan ini aku buat untukmu. Hanya untukmu,” Semuanya tercengang. Ayolah, mereka tidak sebodoh itu. Tentu saja mereka mengerti apa maksud dari semua rentetan kejadian ini. Kyuhyun tampak berjalan kearah sang eomma yang tengah menatapnya dengan pandangat tak percaya. “Eomma, apa eomma mengijinkanku untuk mengikat sebuah perasaan cinta kepada Lee Sungmin?” Suara lembut Kyuhyun seolah menyadarkan Cho Ajhumma bahwa ia telah berjanji bahwa mulai saat ini ia akan mendukung semua kemauan Kyuhyun. Meskipun ragu menyelimuti, namun akhirnya Cho ajhumma mengangguk. Ia mengerti Cinta itu seperti apa. Sangat mengerti, “Aku mengijinkanmu, Cho.” Dan Kyuhyun refleks memeluk eomma-nya seraya menggumamkan semua kata-kata terimakasih. Kalian bertanya bagaimana Sungmin? Namja itu tersenyum melihat Kyuhyun yang sangat bahagia dalam pelukan sang eomma, tak sadar air mata mengalir deras dari mata foxy-nya.

 

Kyuhyun melepas pelukannya perlahan. Menghadapkan badannya kearah eomma dan appa Lee yang tengah menatapnya dengan, entahlah Kyuhyun pun tak mengerti. “Lee Ajhumma dan Ajhusshi, aku tahu ini mungkin akan mengecewakan kalian. Tapi bolehkah aku bertanya, apakah aku boleh mengikat Sungmin dengan perasaan Cinta?” Eomma Lee sedari tadi menangis terharu melihat kelakuan Kyuhyun. Namja tampan itu benar-benar romantis dan sangat menampakkan perhatian yang berlebihannya kepada Sungmin. Tanpa sadar kepalanya mengangguk, membuat Kyuhyun tersenyum simpul. Kini Kyuhyun menatap kearah appa Lee yang juga tengah menatapnya seolah meminta jawaban.

 

“Tapi ini tak lazim, kalian sama-sama lelaki.”

 

“Aku berjanji cintaku tulus dan tak main-main.”

 

“Aku berharap Sungmin akan menjadi ayah yang baik dan akan menghasilkan keturunan penerus keluarga Lee.”

 

“Aku berjanji akan membahagiakannya,”

 

“Aku-aku ingin Sungmin menjadi lelaki normal,”

 

“Aku berjanji akan selalu ada kapanpun ketika dia membutuhkanku.”

 

“Aku-aku belum siap melihat Sungmin dihujat oleh semua orang,”

 

“Aku berjanji akan melindunginya segenap jiwaku, walaupun aku akan mati, aku rela melakukannya.”

 

Hening. Setelah perkataan terakhir Kyuhyun semuanya menjadi hening. Hanya suara isakkan lirih antara Cho ajhumma dan Eomma Lee yang tengah berpelukan. Hyukjae yang tengah menangis dibahu Donghae, sedangkan Ryeowook hanya bisa sesegukan seorang diri seraya meremas kuat pakaiannya. Dia terlalu terbawa suasana.

 

Kyuhyun memang was-was, ia takut semuanya berakhir tidak seperti harapannya. Tubuhnya semakin merendah, hampir bersujud dihadapan appa Lee sebelum sebuah tangan menghentikan gerakannya. Kyuhyun menatap kesamping, matanya berbinar tak percaya ketika Sungmin ikut duduk disampingnya seraya tersenyum sangat manis. Dan nafas Kyuhyun serasa tercekat ketika merasakan sebuah tangan halus menggenggam tangannya yang dingin. Sangat erat.

 

“Appa. Sebelumnya aku minta maaf, maaf sekali. Tapi tolong, beri kami ijin appa. Aku hanya meminta itu, kumohon.”

 

Dan Kyuhyun tercengang ketika melihat Sungmin bersujud seraya menggenggam erat tangannya. Sungmin mengucapkan itu semua seraya menangis namun juga tersenyum. Oh, seperti mimpi indah ketika tahu bahwa Sungmin juga, mencitainya. Sangat mencintainya. Iapun ikut bersujud bersama Sungmin. Dan tanpa ada yang tahu, kedua namja itu saling melempar senyum ketika pandangan mereka bertemu.

 

Appa Lee tersentuh. Tak pernah ia melihat Sungmin berekspresi seperti ini. Menangis hebat seraya tersenyum, sampai membuat dirinya bersujud. Itu adalah pemandangan yang tak pernah disangka oleh namja paruh baya tersebut. Ia tahu perasaan cinta kedua namja itu sangat tulus, tapi..

 

“Bangkitlah,” Appa Lee menepuk-nepuk punggung Kyuhyun dan Sungmin. “Perasaan tulus kalian membuat appa mengijinkan semua ini..”

 

Kyuhyun dan Sungmin menganga tak percaya. Semua orang mengghembuskan nafas lega. Kyumin segera bangkit dan memeluk appa Lee dengan erat seraya mengucapkan beribu-ribu terimakasih. Membuat appa Lee tersenyum.

 

Kyuhyun dan Sungmin melepas pelukannya perlahan, lalu saling memandang. Tersenyum manis lalu membawa tubuh masing-masih kedalam pelukan hangat penuh cinta. Kyuhyun meregangkan pelukannya, “Saranghae Lee Sungmin, Jeongmal saranghae..” Sungmin terkekeh kecil, ia menoyor pelan dada bidang Kyuhyun. “Nado saranghae Cho babo..”

 

Semua orang disana tersenyum tulus ketika melihat Kyuhyun dan saling memagut bibir mesra. Bahkan mereka tak malu berciuman panas didepan orang banyak seperti ini. Ck, benar-benar. Sepatah dua patah doa terucap dari bibir masing-masing ketika melihat tulusnya cinta Kyuhyun dan Sungmin. Berharap selamanya mereka akan bahagia, dan kisah cinta mereka akan selalu manis, berwarna-warni, dan unik seperti semua cake buatan patissier Cho. Perfecto!

 

‘Mencintaimu adalah disaat aku merasa nyaman bersedih denganmu.’

 

-‘Mencintaimu adalah disaat aku bisa berhasil membuatmu tersenyum kembali. Karna itu adalah sebuah ketulusan,’

 

‘Mencintaimu adalah disaat aku merasa tenang dan tidak pernah takut, karna bersamamu aku seolah berani melawan takdir yang bahkan tuhan yang berkuasa.’

 

-‘Mencintaimu adalah disaat semua perjuanganmu membuatku tersenyum, seolah semua yang ada didunia ini tidak ada yang bisa membuatku terpaku seperti aku ketika berada didepanmu.’

 

‘Mencintaimu adalah ketika aku menyadari perasaan yang aku tidak tahu apa, yang membuat aku selalu mengingat dan tidak mau berpisah denganmu.’

 

-‘Mencintaimu adalah disaat perasaan itu memainkan hatiku, menggelitik seolah menyuruhku untuk selalu bersamamu. Tidak ada yang lain.’

 

“Terimakasih Lee Sungmin..”

 

“Terimakasih juga Cho Kyuhyun..”

 

Selamat menikmati hari baru di tahun baru untuk cinta kalian~ Tuhan selalu memberkati.

 

 

-FIN-

 

 

Maaf kepanjangan, maaf juga jika readers malah jadi bosen, maaf juga ceritanya malah tambah aneh, Jeongmal Mianhaee~ #DeepBow

Ini noedit, jadi maaf jika banyak typo.

Thanks bagi yang masih menunggu FF ini dan udah mau RCL, Jeongmal Gamsahamnida ☺ FF ini bukan apa-apa tanpa kalian. Sekali lagi Gamsahamnida dan Mianhae~ Love!! ☺

 

 

 

LOMBA FF || KYUMIN || MY ALL IS IN YOU, MY ANGEL || YAOI || CHAP 2 (END)

Title : My all is in you, My Angel.

Author : Fanny Devina (@smiLeyfanny)

Length : Twoshoot

Genre : sad, romance, M-Preg

Rate : T

Main Cast : – Lee Sungmin (25 Tahun)

– Cho Kyuhyun (23 Tahun)

Other Cast : – Choi Siwon

– Lee Hyuk Jae

– Choi Kibum

– Lee Donghae

Summary :

Aku tidak mau takdirku seperti ini. Tapi aku lebih tidak mau Cinta ku harus berakhir sedih. Aku pilih Cintaku, karena aku tahu, Cinta ku yang akan membawaku kepada takdirku yang sangat Indah. Dengan nya, dan terutama dengan mu. Jika kau pergi, tolong sampaikan padaNya untuk mengabulkan 1 permintaanku, yaitu memutar waktu sebelum kau pergi. Aku akan mengakhiri hidupku terlebih dahulu sebelum kau pergi meninggalkanku. Aku takkan mampu hidup tanpamu. Ini bukan sebuah kata-kata para pujangga Cinta, tapi ini adalah benar kata hatiku. Aku mencintaimu, sayangku, jiwaku, malaikatku….I can’t live without you, My all is in you.

Author Note :

Sebuah pengenalan diri melalui tulisan. RCL please…

Part 1 : http://www.facebook.com/groups/rainyheart/doc/421321661275160/

Happy Ending, don’t worry. Jika Cast utama di dunia/ff bernama Cho Kyuhyun, dan Lee Sungmin, pasti akan berakhir bahagia. Percayalah~~~ ^^

***My all is in you***

Kehidupan pernikahan Sungmin dan Kyuhyun terus berlanjut. Setelah kejadian yang lalu, Kyuhyun pun terlihat semakin dingin dengan Sungmin. Kyuhyun semakin menampakan ketidaksukaannya pada Sungmin terlebih dengan sikap Sungmin yang tidak memancarkan rasa kebencian sedikit pun. Itu membuat Kyuhyun merasa bersalah sekaligus Muak. Kyuhyun sering sekali meneriaki Sungmin ketika mereka berpapasan. Kyuhyun memang berada di lantai atas dan Sungmin ada di lantai bawah. Kebetulan kamar Sungmin tidak memiliki kamar mandi, sehingga ia harus keluar kamar jika ingin kekamar mandi. Sial bagi Kyuhyun atau memang takdir yang berkehendak, Kyuhyun yang ingin keluar pun berpapasan dengan Sungmin. Sungmin saat melihat Kyuhyun hanya tersenyum, namun Kyuhyun terbalik, ia malah meneriaki Sungmin.

“JANGAN TERSENYUM KEPADA KU!!!”

***My All is in you***

Pagi ini, setelah Kyuhyun berangkat kerja, Sungmin pun bersiap untuk pergi. Seperti biasa, Sungmin akan bekerja menjajakan jualannya di depan sekolah Taman Kanak-Kanak. Ini sudah tiga bulan lamanya, Sungmin bekerja dengan cara seperti ini. Namun hari ini ada yang berbeda dengan keadaan Sungmin, ia terlihat sangat tidak sehat. Mukanya pucat dan badan nya terasa lemas. Tapi bagaimanapun, ia harus bekerja. Meskipun suaminya adalah seorang yang sangat kaya, tetapi Sungmin sama sekali tidak pernah mendapatkan uang dari Kyuhyun. Soal makanan dirumah, Kyuhyun akan selalu mengirimkan bahan-bahan makanan dari toserbanya kerumah.

Sungmin sampai di pekarangan sekolah. Karena merasa lelah dan tubuhnya terasa lemas, ia mendudukan tubuhnya dibawah pohon yang cukup besar. Sedari tadi ia datang, ada seorang lelaki yang memperhatikan gerak-geriknya. Karena rasa penasaran yang sangat tinggi, pria itu pun mendatangi Sungmin.

“Chogi…” kata pria bertubuh atletis dengan lesung yang tajam berada dikedua pipinya.

Saat Sungmin membalikan tubuhnya melihat siapa yang memanggilnya, kedua dari mereka pun saling terkejut.

“Sung—min hyun—g?” gagap Siwon. Siwon adalah sahabat Sungmin saat kecil. Mereka sama saat berada dipanti asuhan. Sayangnya perbedaanya, Siwon tidak mengalami kecacatan, hanya saja kedua orang tuanya mengalami kecelakaan saat ia kecil. Malah ia sangat sempurna, dari kecil ia memang sudah menampakan tanda-tanda akan menjadi pria yang tampan, dan karena itu ia diangkat oleh seorang keluarga kaya raya bermarga Choi. Kini Siwon pun berubah menjadi pangeran tampan kaya raya bernama, Choi Siwon.

“Si—Won ??” gumam Sungmin

Siwon pun mengerutkan dahinya. Pasalnya ia tidak mendengar suara indah Sungmin. Suara yang selama ini ia dengar mengalunkan lagu saat ia tidur. Saat Sungmin menenangkannya karena mimpi kecelakaan orang tuanya. Siwon juga tahu bahasa bibir dan isyarat, karena seluruh dari mereka diajarkan itu oleh kepala panti.

“Hyu—ng, Sungmin hyung? Apa yang terjadi denganmu?” kata Siwon

“Nan gwenchana, Siwon-ah” Sungmin melafalkan kata-kata itu yang sangat dimengerti oleh Siwon.

“Apa yang kau bilang gwenchana? Ini kau bilang gwenchana? Apa yang terjadi dengan mu hyung” Siwon mengguncang tubuh Sungmin, meminta penjelasan apa yang terjadi.

Sungmin pun bercerita semuanya. Sungmin tidak bisa menutupi apa yang terjadi padanya kepada Siwon. Bagaimanapun Siwon adalah sahabatnya. Awalnya Siwon murka dengan apapun yang menyangkut marga Cho, namun Sungmin selalu menjelaskan juga jika ia tidak apa-apa. Mungkin ini takdir Tuhan.

“Nah, jelaskan apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sungmin

“ah, aku menjemput anakku. Biasanya istriku yang menjemputnya. Sayangnya istriku ada operasi persalinan yang tidak bisa ia tinggalkan. Hyung, aku telah menikah. Istriku bernama Choi Kibum dan anakku Choi Sibum.” Jawab Siwon.

“Wah, aku turut bahagia Siwon-ah~~~~” kata Sungmin sambil tersenyum manis.

Teeetttt…Teeettttt

Bunyi suara tanda berakhirnya sekolah. Anak-anak yang manis itu pun langsung mengerumuni Sungmin. Siwon melihat itu hanya tersenyum miris. Siwon merasa sedih melihat keadaan Hyung yang dulu sangat melindunginya.

“Cha, Siwon-ah…aku harus kembali” isyarat Sungmin saat proses jual-beli itu selesai.

“Apa yang kau katakan hyung, pertemuan ini sangat singkat. Dan kau mau pergi begitu saja. Kau tidak mau bermain dengan keponakanmu?” Tanya Siwon yang sedang menggendong Sibum.

“Ah, mianhae Siwon-ah. Aku sedikit tidak enak badan hari ini. Aku ingin istrahat”

Siwon pun tidak akan membantah jika Sungmin sudah terlihat keras kepala. Siwon pun juga bersikeras mengantarkan Sungmin kerumahnya dan Sungmin pun memenuhi keinginan Siwon. Saat sudah sampai dirumah Sungmin, mereka berpamitan. Saat melihat Sungmin sudah memasuki rumahnya, Siwon pun menelepon istrinya.

“Yeoboseo, Chagi…bisakah kau memberikanku nomor telepon dr.Lee?”

“…”

“Aishhh, chinca…aku tidak akan mengkhianatimu. Aku masih menyukai wanita cantik sepertimu”

“…”

“Ne, sms khan nomornya”

“….”

“Sungmin Hyung, orang yang selalu ku ceritakan padamu. Aku menemukannya. Dan ia terlihat buruk. Baiklah aku tutup ne, Saranghae yeobo. Cup”

Siwon mengakhiri percakapannya dengan istrinya. Dan segera setelah itu, ia mendapatkan sebuah pesan berisikan nomor ponsel seseorang yang sangat ia inginkan saat ini. Dan tanpa pikir panjang ia akan menelepon orang itu.

“Yeoboseo, dr.Lee?”

“…”

“Aisshhh, aku tidak akan berkencan denganmu. Aku sudah punya ISTRI dan ANAK!!!”

“…” terdengar kekehan dari ujung telepon Siwon.

“Aish, berhenti tertawa monyet gila. Aku membutuhkanmu kali ini. Tidak sebagai pasangan gay mu, tapi kau sebagai dokter. Aku mempunyai seorang hyung yang mengalami kerusakan pada pita suaranya. Bisakah kau membantuku?”

“…”

“Ne, besok aku akan ke klinikmu. Terima kasih”

Siwon pun melajukan mobilnya untuk pulang, anaknya yang dari tadi merengek minta pulang tak bisa lagi ia hiraukan. Dan tak lupa pun Siwon mengirimkan sebuah pesan untuk Sungmin

To. Sungmin Hyung

Hyung, besok kau tidak perlu bekerja jangan bawa jualanmu itu. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Jangan menolak. Aku tidak suka kau selalu menolakku.

-Siwon-

Didalam rumah, Sungmin hanya tersenyum melihat sms dari Siwon. Ia hanya menganggukan kepala dan kemudian melanjutkan memasak untuk Kyuhyun. Masakan pun telah selesai, waktu menunjukan pukul 16.00. Saat ingin beranjak ke kamar, suara bell rumah itu berbunyi. Sungmin meyakini kalau itu bukan Kyuhyun, karena Kyuhyun tahu PassCode rumah itu. Jadi Sungmin memutuskan untuk membukanya. Saat pintu itu terbuka, Sungmin terkejut melihat seorang wanita yang sangat cantik. Karena tahu, wanita itu tidak akan tahu dengan apa yang dikatakan Sungmin, maka bergegas Sungmin menulis di sebuah note yang selalu berada di kantungnya.

“Anda mencari siapa?” Tulis Sungmin

Wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Han Ga in, Ia pun sedikit terkejut dengan tindakan Sungmin. Melihat kebingungan Gain, Sungmin pun menulis kembali.

“Maaf, aku bisu”

Seakan tersadar dengan apa yang terjadi, Gain hanya bisa tersenyum dan berkata.

“Oh, Joesonghamnida…Annyongasseo, Han Ga in Imnida. Aku kekasihnya Kyuhyun. Apakah ia sudah pulang kerja” Tanya Gain.

Sungmin sempat terkejut sekilas. Namun segera ia tersenyum. Sungmin kembali menuliskan sesuatu di atas note nya.

“Dia belum pulang, silahkan masuk jika ingin menunggu. Saya akan menyiapkan minuman untuk anda” tulis Sungmin

“Baiklah, terima kasih. Ngomong-ngomong…aku tidak tahu jika Kyuhyun mempunyai saudara laki-laki” tanya Gain sambil duduk di sofa yang terletak diruang tamu.

“Pembantu”

Hanya sepatah kata itu yang ditulis Sungmin sebelum ia pergi meninggalkan Gain untuk menyiapkan minuman. Saat mengantarkan minuman pada Gain, Sungmin hendak beranjak pergi namun dicegah oleh Gain. Gain meminta Sungmin untuk menemaninya. Hampir satu jam Gain dan Sungmin bercengkrama, dan sepertinya melihat keadaan yang ada, pembicaraan itu hanya satu arah. Gain terus bercerita tentang perjalanannya ke Eropa beberapa hari yang lalu, dan tentu saja dengan uang Kyuhyun. Sungmin hanya menanggapinya dengan anggukan dan senyuman. Tiba-tiba suara bunyi pintu terbuka terdengar. Gain dan Sungmin sama-sama bangkit dari duduknya, bedanya Sungmin langsung bergegas masuk ke kamar, Gain bergegas menuju pintu depan. Mereka berdua sangat yakin dengan siapa yang datang. Kyuhyun. Saat pintu terbuka, Kyuhyun terkejut mendapati Gain berada dirumahnya. Apa yang harus ia katakan pada Gain tentang seseorang yang berada dirumahnya.

“Ga..Gain?” Kyuhyun tergagap memanggil nama kekasihnya

“Kyu~~~~” Gain menerjang dan memeluk Kyuhyun. Kyuhyun hanya membalas kaku pelukan Gain dengan mata yang menerawang ke dalam rumah, melihat apakah Sungmin melihat kebersamaannya dengan Gain.

“Kyu, Aku merindukan mu chagi~~~” Cup. Gain pun mencium Kyuhyun sekilas. Kyuhyun pun semakin gelisah. Ia segera menjauhkan tubuh Gain dengan sangat tidak melambangkan sosok ‘kekasih’ dan hanya tersenyum kecut.

“Apa yang kau lakukan disini. Dan mengapa kau bisa masuk Gain-ah” Kyuhyun melangkahkan kakinya menjauhi Gain yang masih berdiri didepan pintu menuju sofa.

“Wae? Kau tidak merindukanku? Mengapa aku bisa masuk, ya tentu saja pembantumu yang mempersilahkan ku masuk” Jawab Gain yang sudah merangkul Kyuhyun.

“Pembantuku? Siapa pembantuku? Sepertinya aku tidak mempekerjakan seorang pembantu pun disini” kata Kyuhyun yang mengernyit heran.

“Aishh…jadi kau anggap apa Sungmin itu,eoh? Isss, kau ini —– “ jawab Gain sambil memukul dada Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut. Jantungnya hampir saja berhenti jika saja Gain tidak memukul dadanya. Entah karena pukulan Gain atau apa, tetapi dadanya sangat sakit kali ini.

***My All is in you***

—SKIP TIME : HARI ESOK—

Kegiatan Sungmin tetap sama seperti yang biasa ia lakukan. Hanya saja kondisi nya masih sama bahkan lebih buruk dari kemarin. Sungmin semakin pucat. Namun karena Sungmin ingat akan janjinya dengan Siwon, ia berusaha agar terlihat bugar.

“Hyung, Sungmin Hyung….kau sangat terlihat buruk” kata Siwon saat Sungmin keluar dari rumahnya.

“Ah, Gwenchana Siwon-ah. Cha, kau mau bawa aku kemana?” tanya Sungmin sambil berusaha tersenyum.

“Sebaiknya kau naik dulu. Aku akan mengantarkanmu ke tempat yang akan mengubah hidupmu” jawab Siwon mantab.

Sungmin hanya menatap heran akan pernyataan Siwon. Namun karena pusing yang menderanya, Sungmin tidak bertanya lebih lanjut.

Akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Rumah sakit? Siwon mengajak Sungmin menemui seseorang. Seseorang yang ‘luar biasa’ yang dia anggap Siwon mampu mengubah kehidupan Sungmin.

“Cha, Sungmin Hyung…perkenalkan ini adalah teman istriku, Kibum. Namanya adalah dr. Lee Hyuk Jae. Dr.Lee, ini adalah Sungmin hyung. Hyung yang kemarin aku ceritakan padamu” Siwon memperkenalkan dr.Lee pada Sungmin.

“Ne, annyongasseo Sungmin-ssi, Lee Hyuk Jae Imnida. Senang berkenalan dengan mu, Sungmin Hyung ^^” dr. Lee memperkenalkan dirinya pada Sungmin dengan senyum andalan yang ia berikan kepada siapa saja yang ingin ia ‘tarik’.

“Ne, annyongasseo Lee uisanim, Cho..Ani, Lee Sungmin Imnida” Sungmin membungkuk menghormat pada dr.Lee

“Kau tidak perlu sungkan pada ku, Sungmin-ssi. Aku ini sahabat dari dr.Kibum istri Siwon. Panggil saja aku Eunhyuk, itu nama ‘panggung’ ku ^^. Dan aku sudah mendengar dari Siwon bagaimana kau bisa kehilangan suaramu. Sepertinya aku bisa membantumu, untuk awalnya aku perlu memeriksa___

BUGHH

Terdengar suara dentuman yang cukup keras. Dan ternyata suara itu berasal dari tubuh Sungmin. Sungmin terjatuh. Sepertinya ia sudah sampai di titik kekuatannya. Ia tidak kuat lagi menahan sakit ditubuhnya. Dengan segera Eunhyuk yang notabene adalah dokter memeriksa Sungmin yang telah Siwon angkat dan baringkan di kasur. Walaupun Eunhyuk adalah dokter bagian THT, tapi tidak bisa dipungkiri jika ilmu-ilmu dasar kedokterannya masih bisa berfungsi mengecek kondisi seorang pasien. Ada keanehan dari tubuh Sungmin. Eunhyuk sangsi dengan hipotesanya.

“Siwon-ah, apakah kau dekat dengan Sungmin?”

“Ne, Eunhyuk-ah. Ada apa?”

“Maaf mengatakan ini, tapi apakah Sungmin seorang Gay?”

“Ehhmmmm…ehmmm….Ne, dia sama sepertimu” Siwon menjawab agak ragu.

“apakah dia seorang pria yang bisa hamil?” tanya dr.Lee lagi.

“Kata kepala panti asuhan ku dulu, sepertinya iya”

Dr.Lee tidak bertanya lagi pada Siwon. Eunhyuk langsung mengambil Smartphonenya dan menelepon seseorang.

“Yeoboseo, dr.Choi…bisa kau keruanganku sekarang? Ada seorang pasien yang perlu kau tangani”

“Waeyo? Apakah pasien itu salah masuk ruangan, dr.Lee? Seharusnya ia masuk ke bagian kandungan malah tersesat ke ruangan THT begitu? Hahaha, kau ada-ada saja Eunhyuk-ah” Jawab Kibum. Seseorang yang Eunhyuk telepon tadi.

“Aish, jangan banyak tertawa dr.Choi…cepat datang kesini. Salahkan suami kuda mu ini yang salah memeriksakan temannya pada ku” kesal Eunhyuk.

“MWO? Siwon dirumah sakit ini, bersama siapa? Ne…Ne, aku akan kesana”

Pipp

“Untuk apa kau menghubungi istriku, Eunhyuk-ah?” tanya Siwon sesaat Eunhyuk menutup panggilannya.

“Aku membutuhkan istrimu untuk memastikan hipotesaku. Sepertinya, Sungmin hamil. Tapi aku tidak bisa membenarkan berita itu, oleh karena itu kita membutuhkan dr.Choi, istrimu”

Siwon terkejut. Sangat terkejut. Sungmin pernah bercerita jika Suaminya tidak mencintainya. Jadi apa yang terjadi disini. Siwon pun semakin terkejut saat Kibum yang baru saja datang memeriksa Sungmin dan membenarkan pernyataan Eunhyuk. Sungmin benar hamil. Kandungan Sungmin berumur 12 Minggu, dan sangat rawan. Sepertinya Sungmin sangat tertekan, sehingga Kibum menyatakan jika anak dalam kandungan Sungmin sangat rentan. Kandungan Sungmin sangat lemah, dan anaknya kekurangan nutrisi. Saat Sungmin sadar, mereka semua mengatakan kebenarannya pada Sungmin. Dan baru kali ini, Sungmin menangis. Menangisi kebodohannya yang hampir mencelakakan kehidupan baru yang ada dirahimnya.

Siwon dan Eunhyuk mengantarkan Sungmin pulang sedangkan Kibum pergi terlebih dahulu tadi untuk menjemput Choi kecil. Rumah masih kosong, Kyuhyun belum pulang dari kantornya. Siwon dan Eunhyuk memberanikan diri untuk masuk mengantarkan Sungmin ke kamar, meskipun awalnya Sungmin menolak, tetapi akhirnya ia mau juga diantarkan oleh kedua temannya itu.

“Sungmin hyung, aku sudah menyetel angka 1 di handphone mu menjadi nomorku. Jika terjadi sesuatu, kau bisa menghubungiku segera. Dan istrahatlah, tolong jaga kesehatanmu. Jangan sampai aegi disini jadi kekurangan nutrisi….”

Eunhyuk menasihati Sungmin panjang lebar. Siwon bahkan terpukau dengan perhatian Eunhyuk. Semua pertanyaan menggumpal di pikirannya sampai akhirnya mereka diluar rumah Sungmin, Siwon memberanikan diri untuk bertanya pada Eunhyuk.

“Joesonghamnida,dr.Lee…apakah kau menyukai hyung ku?”

“Ne, Siwon-ah…aku menemukan pengganti mu ^^” Eunhyuk menjawab pertanyaan Siwon dengan mengedipkan matanya.

***My All is in you***

Segera setelah Siwon dan Eunhyuk pergi, Sungmin bergegas ke dapur untuk memasak makan malam Kyuhyun. Begitupun, ia harus melaksanakan tugasnya.

Terulang lagi kejadian kemarin. Bunyi suara bell terdengar oleh Sungmin. Namun kali ini berbeda. Yang datang bukanlah seorang wanita cantik lagi. Tetapi seorang pemuda tampan.

“Annyongasseo, Lee donghae imnida. Bisakah saya bertemu dengan Cho Kyuhyun. Saya seorang dokter. Saya dokter pribadi keluarga Cho.”

Sungmin membungkuk. Dia tersenyum dan mengisyaratkan untuk masuk kedalam rumah. Tanpa berbicara, Sungmin menyiapkan minuman untuk Donghae. Dan Donghae hanya tersenyum heran karena dari tadi Sungmin tidak mengeluarkan suara sedikit pun. Karena jengah dengan keadaan ini, Donghae pun bertanya pada Sungmin.

“Ehmm Joesonghamnida, bisakah saya tahu anda siapa” tanya Donghae.

Sungmin bergegas mengambil note yang ada di sakunya dan menuliskan satu kata yang sama seperti kemarin. Bedanya, sebelum hampir Donghae membaca tulisan itu. Kyuhyun datang dari luar dan menjawab pertanyaan Donghae.

“Dia istriku…” jawab Kyuhyun datar.

Donghae dan Sungmin sama-sama menoleh. Mereka sama-sama terkejut mendengar jawaban Kyuhyun. Sungmin segera masuk ke kamarnya. Dan Donghae bangkit dan mematung di tempat itu.

“Silahkan duduk,hyung. Tidak perlu terkejut. Dia Lee Sungmin, istriku. Dan dia bisu. Dan dia bukan pembantuku” jawab Kyuhyun datar sambil mendudukan dirinya di sofa, Kyuhyun juga melihat note bertuliskan ‘Pembantu’ yang diyakini terjatuh karena Sungmin terburu-buru masuk kamar.

***My All is in you***

Kyuhyun menceritakan semuanya pada Donghae. Dan terhenti saat seseorang memencet bell rumah Kyuhyun dengan sangat brutalnya.

Tetttt…

Teetttt….

Tettt….

Kyuhyun dengan kesal membukakan pintu rumahnya dan mendapati seorang pria tampan yang lebih mirip ikan teri dengan mengenakan jubah putih yang biasanya ia dapati saat bertemu dengan Donghae.

“hosh..hosh…bisa aku tahu dimana kamar Sungmin” tanya Eunhyuk. Pria itu adalah Eunhyuk.

Kyuhyun mengernyit heran dan hanya bisa menunjuk sebuah kamar dekat ruang tamu. Tanpa pikir panjang Eunhyuk langsung menerjang masuk. Takut Eunhyuk adalah orang jahat, Kyuhyun mengikuti Eunhyuk masuk kekamar Sungmin diikuti oleh Donghae juga. Mereka bertiga sangat terkejut. Mereka melihat Sungmin tergeletak tak berdaya dengan handphone digenggamannya. Eunhyuk langsung sigap membopong Sungmin dan meletakannya di atas tempat tidur. Sebelum Sungmin pingsan, Sungmin memang menekan tombol 1 untuk meminta pertolongan. Sungmin berjanji tidak akan menyia-nyiakan anaknya. Melihat itu, Kyuhyun hanya diam. Tak ada tanggapan dan tak ada suara.

“Tuan Cho…?” Eunhyuk membuyarkan lamunan Kyuhyun segera setelah ia memastikan Sungmin Sehat

“Ne, Saya. Anda siapa?” tanya Kyuhyun.

“Oh, annyongasseo, Lee Hyuk Jae imnida. Saya seorang dokter” jawab Kyuhyun

“Kaauuu…Lee Hyuk Jae? Kau dokter dirumah sakit JOY bagian THT bukan? Mengapa kau bisa disini?” Donghae ikut berbicara karena terkejut dengan adanya Eunhyuk. Eunhyuk sangat terkenal untuk beberapa kalangan dokter. Dia adalah dokter yang berprestasi. Seorang dokter bagian THT. Selain karena prestasi, Eunhyuk juga terkenal karena sempat menyatakan dirinya adalah seorang Gay di pertemuan dokter-dokter seKorea tahun lalu.

“Oh, Joesonghamnida. Sepertinya kalian terkejut. Tadi Sungmin menelepon saya. Dan ternyata dugaan saya benar, terjadi sesuatu padanya. Saya kini menjadi dokter pribadinya, saya akan berusaha menyembuhkan pita suarannya. Hanya saja saya mohon untuk tidak menekan pikirannya__”

“Apa maksud anda? Menekan pikiran?” tanya Kyuhyun.

“Ne, Sungmin sedang hamil. 12 Minggu. Kandungannya sangat lemah, dan jika ia tertekan, maka itu sangat membahayakan kandungannya. Saya mohon pamit. Tolong sampaikan pada saya jika Sungmin sudah sadar”

Eunhyuk pun berlalu. Meninggalkan Kyuhyun dan Donghae yang melamun terkejut. Donghae yang sadar akan keberadaan Eunhyuk, mengantarkannya ke depan rumah.

“annyongasseo, saya dokter Lee Donghae” Donghae memperkenalkan diri saat mereka telah berada didepan rumah Kyuhyun.

“Ne, saya tahu dr.Lee. Foto anda paling tidak setahun ada 3 kali menghiasi headline majalah kedokteran. Seorang dokter muda spesialis penyakit dalam yang sangat digandrungi oleh banyak pasien karena ketampanannya. Kalau begitu saya permisi dr.Lee ^^”

Kamar Sungmin***

“Sungmin…Sungmin…apakah aku salah dengar? Kkau…hamil? 12 Minggu? Anakku?” Kyuhyun berujar lirih. Terkejut, shock, seluruh perasaan bercampur aduk. Ia tidak tahu harus berkata apa

***My All is in you***

Setelah malam itu, Sungmin terus melanjutkan pekerjaannya. Tapi kali ini berbeda. Dia sangat bersemangat untuk bekerja keras agar bisa mendapatkan uang untuk membeli keperluan vitamin baginya agar aegi nya sehat dan untuk membiayai operasi pita suara. Sungmin pun berhati-hati. Sesekali ia dijemput oleh Eunhyuk, dan kemudian diantar pulang saat waktunya tiba. Eunhyuk tidak mempedulikan pekerjaannya jika sudah jam jemput/antar Sungmin. Eunhyuk pernah mengatakan agar Sungmin tinggal di rumahnya, agar mudah pemeriksaan. Tapi Sungmin menolak karena mengingat tanggung jawabnya sebagai istri.

Kyuhyun? Sungmin tidak memberitahu Kyuhyun tentang kehamilannya. Ia tidak mau Kyuhyun membenci anak mereka. Cukup saja Sungmin yang Kyuhyun benci. Tapi berbeda dengan pikiran Sungmin. Mungkin kali ini naluri seorang ayah memancar dari aura Kyuhyun. Walaupun masih bersikap dingin, Kyuhyun selalu menyuruh orang untuk mengantarkan vitamin dan susu untuk orang hamil ke rumah mereka. Sungmin menganggap mungkin itu kesalahan dari pengantar. Tapi Sungmin tidak memungkiri jika ia sangat beruntung. Percuma juga melaporkan itu pada Kyuhyun, karena mereka tidak pernah berbicara. Sungmin hanya memanfaatkan bintang jatuh itu untuk menghemat uang nya.

Siang ini Sungmin sedang santai, ia selalu mengenakan baju yang kebesaran agar perutnya tidak terlihat membesar. Tak ada pemeriksaan seperti kemarin, baik pemeriksaan kerongkongannya maupun kandungannya. Jadi Sungmin memutuskan untuk menonton film dengan segelas susu dan makanan sehat. Sungmin menonton film yang dibintangi oleh ‘Cha Tae Hyun’ Hello Ghost. Kadang ia tertawa dalam diam saat hantu-hantu itu mencoba menggoda Tae Hyun. Sungmin masih fokus menonton filmnya, sampai tidak mengetahui jika Kyuhyun sedang memperhatikannya dalam diam. Kadang Kyuhyun tersenyum saat melihat Sungmin tertawa. Tapi kadang juga Kyuhyun mengernyit heran dengan mulut Sungmin yang komat-kamit. Kyuhyun fokus pada bibir Sungmin, mencoba membaca apa yang Sungmin katakan. Lalu ia tersenyum lagi saat Sungmin juga tertawa.

Entah ada angin apa, tiba-tiba Sungmin ingin menoleh. Dan tepat ternyata ia menemukan Kyuhyun yang berdiri memperhatikannya. Sungmin heran, bagaimana mungkin Kyuhyun pulang jam segini, ini baru pukul 14.00. Menghiraukan keheranannya, Sungmin ingin segera beranjak dari duduknya ingin mematika tv dan membawa gelas susunya nya kekamar, tetapi hal itu belum sempat terjadi karena Kyuhyun berbicara

“Tak perlu, Sungmin. Tetaplah disitu. Lanjutkan tontonanmu, aku yang akan ke kamar” Kyuhyun berbicara sangat lembut walaupun sedetik kemudian ia berlalu meninggalkan Sungmin

Sungmin hanya mengendikan bahunya. Ia melanjutkan tontonannya.

***My All is in you***

Waktu berlalu, Kyuhyun pun sedikit gerah berada dikamar terus. Bahkan ini masih 1 jam ia berada dikamar. Kini dia mengerti bagaimana bosannya Sungmin saat berada seharian di kamar. Kyuhyun berniat turun ke bawah, setidaknya meneguk segelas air mungkin bisa merilekskan dirinya. Saat berada ditangga, pandangan mata Kyuhyun tertuju pada Sungmin. Kyuhyun terkejut dengan apa yang ia lihat. Sungmin sedang tertunduk dengan tubuh yang gemetar.

“Sungminnn….Sungminnn…Sungmin-ah” Kyuhyun panik. Dengan berlari ia mendapati Sungmin.

“Sungminn…apa yang terjadi padamu. Katakan padaku.” Kyuhyun berusaha mengangkat kepala Sungmin tapi tidak berhasil. Sungmin menolak sampai Kyuhyun akhirnya membentak Sungmin.

“CHO SUNGMIN!!! LIHAT AKU…apa yang terjadi padamu” emosi bercampur panik, itu yang terjadi pada Kyuhyun.

Sungmin mengangkat kepalanya, dan Kyuhyun terkejut bukan main. Baru kali ini melihat ada air mata dari mata yang selalu memancarkan kasih sayang yang walaupun beberapa kali Kyuhyun membentaknya, mata itu masih saja memancarkan cinta. Kyuhyun merasakan sakit dibagian dadanya.

“Sungmin-ah, kau kenapa? Mengapa menangis?” tanya Kyuhyun lirih

Sungmin yang masih terisak menggelengkan kepalanya, berucap yang berharap Kyuhyun mengerti. Karena dalam keadaan seperti ini, ia tidak sanggup menulis.

“Aku baik-baik saja. Aku hanya sedih menonton film ini. Hantu-hantu itu ternyata adalah orang tuanya. Mereka yang selalu menjaga pemuda itu. Pemuda itu sangat beruntung, setidaknya orang tuanya masih ada didekatnya” kata Sungmin.

Ajaib bin ajaib, Kyuhyun mengerti. Kyuhyun menyandarkan kepala Sungmin di pundaknya dan berujar.

“Jangan menangis…sudah, kau juga sangat beruntung. Aku ada disini. Tenanglah, itu hanya film”

Sadar atau tidak, Kyuhyun malah memukul-mukul pundak Sungmin lembut. Agar Sungmin tenang. Dan hualahhh…Sungmin tertidur. Kyuhyun mengangkat Sungmin kekamar Sungmin, dan membaringkannya diatas tempat tidur. Kyuhyun berdiri tegak dan kemudian menunduk lagi mencium kening Sungmin. Kemudian mata onyx itu menatap perut Sungmin. Dan Kyuhyun juga mengecupnya.

***My All is in you***

Hari terus berlanjut. Kyuhyun tidak bersikap dingin lagi meskipun juga belum terlihat ramah pada Sungmin. Tapi ada keanehan setiap malam dirasakan oleh Kyuhyun. Hampir setiap pukul 02.00 dini hari, Kyuhyun seperti mendengar suara pintu terbuka. Kali ini Kyuhyun berencana untuk tidak tidur, ingin melihat apa yang sedang terjadi. Ternyata suara itu adalah suara Sungmin yang keluar rumah pada jam itu.

“Apa yang ia lakukan? Mengapa ia keluar malam-malam begini?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun mengikuti Sungmin hingga Kyuhyun menyadari jika ia sedang menuju pasar. Jangan salahkan kota Seoul yang tidak pernah mati, bahkan jam segini masih banyak orang berlalu lalang di pasar itu. Masih mengikuti Sungmin, akhirnya Kyuhyun tersadar jika Sungmin sedang ngidam. Sungmin ngidam makan makanan pada jam-jam dini hari begini.

“Kau ngidam…tetapi kau tidak mengatakannya padaku. Apakah aku terlalu jahat padamu Min-ah. Sampai saat ini pun kau tidak mengatakan apa-apa tentang kehamilanmu” Kyuhyun berbicara sendiri, sedih melihat keadaan Sungmin yang harus mencukupi hasrat ngidamnya sendiri tanpa Kyuhyun.

“JIKA KAU TIDAK PUNYA UANG, JANGAN COBA-COBA BERBELANJA!!!”

“KAU PENGEMIS YANG MAU MAKAN GRATIS YA! PERGI SANA…PERGI!! KAU MAU AKU PUKUL TERNYATA. DASAR GELANDANGAN!!!”

Kyuhyun mendengar suara teriakan, dan seorang pria besar hendak melayangkan tangan besarnya kepada orang yang sangat ia kenal. Kyuhyun segera menangkisnya.

“AMBIL INI PEDAGANG SIALAN!!! SEKALI SAJA KAU MENYAKITI ISTRIKU, KUPATAHKAN TANGANMU” Kyuhyun pun melemparkan uang se ikat pada seorang pedagang yang hendak memukul Sungmin. Kali ini Sungmin tidak sanggup mencukupi hasrat ngidamnya. Ia kehabisan uang. Beberapa hari yang lalu Kibum memperingatkan tentang kandungan Sungmin yang lemah, oleh karena itu Sungmin tidak mendapatkan Uang.

Kyuhyun semakin tersenyum pedih menahan sakit di dadanya. Ini karena dia, jika saja ia memberikan uang pada istrinya mungkin pedagang itu tidak akan meremehkan Sungmin. Pedagang itu terdiam saat dilempar uang sebanyak itu. Ia lalu menyiapkan semangkuk mie ayam (?) untuk Sungmin.

“Maafkan saya, ini silahkan makan” Pedagang itu menyodorkan mangkuk itu pada Sungmin yang sudah dibawa duduk oleh Kyuhyun.

“Sungmin-ah, makan lah” kata kyuhyun lembut.

Namun Sungmin menolak, ia tidak bernafsu untuk memakan mie ayam itu lagi. Melihat penolakan itu, Kyuhyun pun bertanya pada Sungmin.

“Kau tidak mau lagi? Kau mau apa? Kau menginginkan sesuatu? Apakah aegi itu menginginkan yang lain?”

Sungmin terbelalak kaget mendengar Kyuhyun mengucap kata aegi. Dari mana Kyuhyun tahu. Sungmin menggeleng lemah. Dan mengatakan apa yang ia mau.

“kau mau kita pulang saja?”

“baiklah… Kita akan pulang, tunggu sebentar aku panggilkan taksi”

“apa, kau mau berjalan? Tidak Min, kau tadi sudah berjalan jauh. Aku tidak mau aegi kita sakit”

“jangan membantah Min”

KyuMin pulang. Kyuhyun membopong Sungmin menaiki tangga. Namun saat ingin menaiki tangga pertama, Sungmin berhenti.

“Kau ingin kekamarmu? Cha,,,Kamar mu ada diatas, Min” jawab Kyuhyun

“Besok kita memindahkan barang-barangmu ke atas, atau kau mengalami kesulitan jika berada diatas. Baiklah, aku yang akan memindahkan barang-barangku ke bawah” jawab Kyuhyun lagi

“Tidak ada tapi-tapian,Min. Aku tidak mau kau menyelinap lagi malam-malam begini dan mungkin saja kejadian tadi akan terulang lagi”

Sungmin pun pasrah. Kyuhyun merebahkan Sungmin diatas tempat tidurnya dan dilanjut dengan merebahkan tubuhnya sambil memeluk Sungmin.

“Jaljayo, Min…Jaljayo baby”

***My All is in you***

Suasana berubah 180º. Kyuhyun berubah. Setiap malam Kyuhyun selalu menemani Sungmin melampiaskan hasrat ngidamnya. Sungmin pun kini jadi semakin tidak memilah milih makanan dan membandingkan harganya dengan uang yang ada disakunya. Kyuhyun bertanggung jawab penuh memenuhi ngidam Sungmin.

***My All is in you***

Hari ini jadwal Sungmin Check Up. Eunhyuk sudah bersiap didepan rumah Sungmin. Saat Kyuhyun ingin berangkat kerja, ia melihat Eunhyuk sedang berdiri didekat mobilnya.

“Kau memerlukan sesuatu, dr. Lee?” tanya Kyuhyun

“Aku kesini menjemput Sungmin untuk memeriksa kehamilannya” Jawab Eunhyuk.

Kyuhyun tidak suka. Ia kesal, jengkel, dan marah. Istrinya di jemput oleh pria lain. Dan itu untuk mengecek aeginya. Kyuhyun berubah haluan.

“Tidak perlu dr.Lee, aku yang akan mengantarkan Sungmin. Dia ISTRIKU”

***My All is in you***

Malam ini Sungmin kembali ngidam, dan dengan setia Kyuhyun menemani Sungmin. Namun sial datang. Sungmin melihat ada seorang anak kecil yang ingin menyebrang jalan. Sungmin ingin menyelamatkan anak itu, seperti dejavu Sungmin tertabrak mobil.

“SUNGMIN!!!!!!!” Kyuhyun berteriak kencang saat ia melihat Sungmin sudah tergeletak.

***My All is in you***

Dengan panik Kyuhyun mondar-mandir di lorong ruangan UGD itu.

“Tenanglah Kyu, buat apa kau panik. Jika ia mati, itu sangat menguntungkanmu bukan” Kyuhyun terbelalak kaget mendengar perkataan appanya, Cho Hangeng.

“APA YANG KAU KATAKAN!!? ISTRIKU TIDAK AKAN MATI!! KAU DENGAR ITU?? Jangan pernah dekat dengannya, jika terjadi sesuatu pada Sungmin, aku akan memenjarakanmu karena telah menabraknya 2x”

Hangeng hanya terdiam mendengar bentakan anaknya. Ia menyadari kesalahannya. Mungkin Kyuhyun benar, pantasnya ia dipenjara.

***My All is in you***

Suasana semakin tegang. Kyuhyun, Donghae, Siwon, dan Eunhyuk menunggu selama 2 jam dengan gelisah. Hingga Kibum keluar dan meminta Siwon untuk masuk.

“MENGAPA SIWON YANG KAU AJAK MASUK. AKU SUAMINYA. AKU YANG HARUS DISANA” Kyuhyun terus berteriak. Tapi tidak dihiraukan.

***My All is in you***

“Kyuhyun-ssi, Saya Choi Siwon akan membacakan surat yang telah ditanda tangani oleh klien saya, Cho Sungmin. Ia meminta anda untuk menceraikannya. Ia memberi anda hak sepenuhnya atas anak yang akan diselamatkan nanti. Jika kau menandatangani ini, artinya kau tidak ada hak lagi atas tubuh Sungmin dan keputusan untuk menyelamatkan dari salah satu antara mereka,hiks adalah keputusan Sungmin. Dan ia memutuskan untuk menyelamatkan anaknya. Tolong tanda tangani” ucap Siwon.

“Aaapaa…? Tidak…TIDAK!!!! Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikannya. Sampai kapan pun TIDAK!!! SUNGMIN ISTRIKU!!! SELAMATKAN DUA-DUANYA…AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN JIKA SALAH SATU DIANTARA MEREKA ADA YANG PERGI”

Kyuhyun menangis sejadi-jadinya. Ia menyadari jika ia mencintai Sungmin. Awalnya ia ingin menolak takdir ini. Ia tidak mau dianggap Gay. Ia tidak mau jalan hidupnya harus bersama seorang namja.

Aku tidak mau takdirku seperti ini. Tapi aku lebih tidak mau Cinta ku harus berakhir sedih. Aku pilih Cintaku, karena aku tahu, Cinta ku yang akan membawaku kepada takdirku yang sangat Indah. Dengan nya, dan terutama dengan mu. Jika kau pergi, tolong sampaikan padaNya untuk mengabulkan 1 permintaanku, yaitu memutar waktu sebelum kau pergi. Aku akan mengakhiri hidupku terlebih dahulu sebelum kau pergi meninggalkanku. Aku takkan mampu hidup tanpamu. Ini bukan sebuah kata-kata para pujangga Cinta, tapi ini adalah benar kata hatiku. Aku mencintaimu, sayangku, jiwaku, malaikatku….I can’t live without you, My all is in you.

***My All is in you***

5 Tahun Kemudian

“Eommaaa~~~~~~~~~” terdengar suara panggilan manja dari lantai 2 rumah itu.

“Eomaa!!!!!” terdengar bentakan manja dari lantai 1 rumah itu.

“Aishhh…lama-lama rumah ini seperti hutan marga satwa. Dimana-mana berteriak. Bisakah KALIAN TIDAK MEMANGGIL NAMA SATU ORANG!!!!” bentak Heechul.

“Kau pun berteriak yeobo…sudahlah. Biarkan saja appa dan aegi nya bertarung memperebutkan eommanya” jawab Cho Hangeng.

***My All is in you***

“Eomma~~~~~” suara bass yang sangat manja itu pun semakin menjadi kala melihat namja manis mendatangi kamarnya.

“Eomma….mana Morning Kiss untuk appa~~~”

CUP

“hehehe….Eomma sangat baik”

CUP, Kyuhyun. Namja yang dari tadi menyebut Eomma yang ternyata adalah istrinya, Cho Sungmin kembali mendaratkan ciumannya, yang hanya dibalas senyuman oleh Sungmin.

“Eomaa!!!!!” terdengar bentakan manja lagi dari lantai 1 rumah itu.

“Aishhh….anak itu. Tidak bisakah ia membagi eomma nya untuk ku! Ya! Cho Sung Kyu, berhenti berteriak. Hari ini giliran appa memonolopi eomma mu!!!”

Kyuhyun berteriak berharap anaknya, Cho Sung Kyu mendengarnya. Mendengar kata giliran, Sung Kyu langsung berlari menuju lantai 2 kekamar ayahnya.

“Appa~~~Hari ini eomma sama ku,Ne. Jeball…appa~~~~” rengek Sung Kyu yang sudah berada dikamar ayahnya.

Sungmin sang eomma hanya terkekeh geli melihat Suami dan anaknya memperebutkan dirinya. Bahkan ia dijadikan piala bergilir. Setiap hari Senin-Rabu-Jumat adalah giliran Sungmin merupakan hak penuh Sung Kyu, Appa Kyuhyun tidak boleh mengganggu. Dan Selasa-Kamis-Sabtu merupakan hak penuh Kyuhyun, Aegi Sung Kyu tidak boleh mengganggu. Dan hari minggu adalah hari cemberut nasional. Karena pada hari itu, baik Kyuhyun dan Sung Kyu tidak boleh ada yang mendekati Sungmin.

Sungmin masih belum bisa bicara? Salah, dia sudah bisa bicara. Setahun setelah Sung Kyu lahir, Eunhyuk menjadi ‘suami kedua’ Sungmin. Dr.Lee itu bekerja keras agar Sungmin bisa berbicara lagi, dan hasilnya…Dr.Lee Hyuk Jae mendapat predikat sebagai dokter terbaik untuk kedua kalinya pada tahun itu,karena berhasil mengembalikan pita suara Sungmin. Dan tahun itu juga, petualangan Cintanya berakhir. Dr. Lee Donghae…berhasil merampas kedudukan Sungmin dihatinya. ^^

***Back to Kyumin dan Baby Sung Kyu ***

“Appa~~~Jebal Ne, Eomma hari ini bersamaku. Aku sakit appa~~~lihat-lihat rasakan, dahi ku panas. Hiks hiks appa~~~” Sung Kyu masih terus merengek

“Appa juga sakit, junior appa juga sakit Sung Kyu-ah~~~” Kyuhyun tidak mau kalah.

“Hiks…eomma~~~~” tangis Sung Kyu pecah.

“cup…cup sayang, appa Kyu hanya bercanda. Ne, Sung Kyu sakit nak? Sini eomma peluk. Aigooo, dahi mu panas. Berbaring disamping appa, eomma akan mengambil plester penurun panas dulu” Sungmin berbicara. Ia memutuskan untuk menjadi hak veto Sung Kyu.

“Hei, Cho Sung Kyu. Kau berbohong khan!” mata Kyuhyun menyipit, mencoba untuk menggoda Sung Kyu.

“Appa~~~Sung Kyu sakit. Pegang dahi Sung Kyu, panas khan~~~”

“Aigo…anak appa kenapa sakit” Cup. Cup. Cup. Kyuhyun menciumi Sung Kyu.

“Appa jangan mencium Sung Kyu, nanti apa tertular sakit” protes Sung Kyu.

“Tak apa chagi, Pangeran appa tidak bole sakit. Biar appa saja yang sakit” Kyuhyun menaikan Sung Kyu ke atas tubuhnya dan mendekap erat. Menyampaikan kalau ia sangatttttt mencintai Sung Kyu, begitu pun juga mencintai Sungmin.

Sungmin kembali kekamarnya, ia melihat Kyuhyun sedang melempar-lemparkan tubuh mungil Sung Kyu diatasnya. Mereka tertawa riang. Sungmin tersenyum bahagianya. Ini lah takdir Tuhan yang ia rencanakan untuk Sungmin. Indah pada akhirnya.

Kyuhyun melirik Sungmin yang berdiri didepan pintu. Ia tersenyum dan mengucap tanpa suara “ SARANGHAE, My Angel”

***My All is in you***

When the days are hard, it gets sad

The pain that causes the tears to come

It will end someday

The only thing that is endless is our love

Love is composed of single soul inhabiting two bodies

***My All is in you, My Angel***

LOMBA FF || KYUMIN || MY ALL IS IN YOU, MY ANGEL || YAOI || CHAP 1

Title : My all is in you, My Angel.

Author : Fanny Devina (@smiLeyfanny)

Length : Twoshoot

Genre : sad, romance, M-Preg

Rate : T

Main Cast : – Lee Sungmin (25 Tahun)

– Cho Kyuhyun (23 Tahun)

Other Cast : – Cho Hangeng

– Cho Heechul

– Other Cast

Summary :

Aku tidak mau takdirku seperti ini. Tapi aku lebih tidak mau Cinta ku harus berakhir sedih. Aku pilih Cintaku, karena aku tahu, Cinta ku yang akan membawaku kepada takdirku yang sangat Indah. Dengan nya, dan terutama dengan mu. Jika kau pergi, tolong sampaikan padaNya untuk mengabulkan 1 permintaanku, yaitu memutar waktu sebelum kau pergi. Aku akan mengakhiri hidupku terlebih dahulu sebelum kau pergi meninggalkanku. Aku takkan mampu hidup tanpamu. Ini bukan sebuah kata-kata para pujangga Cinta, tapi ini adalah benar kata hatiku. Aku mencintaimu, sayangku, jiwaku,malaikatku….I can’t live without you, My all is in you.

Author Note :

Sebuah pengenalan diri melalui tulisan. RCL please…

Happy Ending, don’t worry. Jika Cast utama di dunia/ff bernama Cho Kyuhyun, dan Lee Sungmin, pasti akan berakhir bahagia. Percayalah~~~ ^^

***My all is in you***

“Apa maksudmu,appa? Kau sudah GILA??” Seorang anak namja berteriak memastikan perkataan yang baru dilontarkan oleh ayahnya.

“mianhae, chagi. Tapi appa mu harus berkata seperti itu untuk melepaskannya dari kesalahan ini. Kau tahu, nama baik ayahmu harus tetap kita jaga sebelum waktunya” Seorang wanita paruh baya yang masih dikategorikan cantik mencoba menenangkan anaknya yang berteriak pada appanya. Cho Heechul, istri dari Cho hangeng menepuk pundak anaknya, Cho Kyuhyun. Mencoba menenangkan anaknya agar mau berbicara baik-baik tanpa harus emosi.

“Eomma, ini keterlaluan…. Appa, appa….aku tidak mau! AKU TIDAK MAU!!!” Kyuhyun masih saja berteriak mengatakan ketidaksukaannya terhadap keputusan appanya.

“Kyu~~~Appa mohon. Kau tahu appa sebentar lagi akan diangkat sebagai kepala kejaksaan di negri ini. Apa yang harus appa lakukan, jika tim verifikasi kelakukan baik nanti menemukan kecacatan appa hanya karena anak sialan itu?” Hangeng mencoba kembali menjelaskan kepada anaknya mengapa ia harus mengambil keputusan itu.

“Tapi aku tidak harus menikahi seorang namja kan, appa~~~” Kyuhyun masih mencoba bernegoisasi dengan appanya, dengan suara yang telah lemah.

“Kyu, jika bukan karena appa mu tidak sengaja menabrak anak itu, kami tidak akan memintamu dan memohon seperti ini kyu, eomma mohon, turutin apa permintaan appamu, ini demi keluarga baik kita” Heechul masih terus membujuk Kyuhyun agar ia mau menurutin permintaan mereka.

“Jika appa tidak sengaja, masalah ini akan beres,eomma. Ayolah, appa seorang jaksa dan pasti juga akan bisa membela dirinya dengan tuduhan seperti ini. Mengapa harus aku yang kalian korbankan?” Kyuhyun masih terus melayangkan protesnya.

Heechul dan Hangeng saling berpandangan. Mereka harus bisa mencari alasan agar anaknya mau menurutin apa permintaan mereka. Lama mereka masih saling diam. Hingga Hangeng menghela nafas dan harus mengatakan sesungguhnya apa yang terjadi.

“Kyu, mianhae atas kebodohan appa, kau harus seperti ini. Saat itu appa mabuk Kyu. Appa mendapat kabar baik, jika appa akan dipromosikan menjadi kepala kantor kejaksaan di negri ini, saat itu waktu menunjukan pukul 02.00 dini hari, dan appa tidak melihat jika anak itu berada disana…

Flashback

“Cho, Selamat atas promosi yang kau dapatkan” Seorang dari kejaksaan memberi selamat kepada Cho Hangeng.

“Hahaha,,,hikg, kau tidak perlu mengucapkan selamat atas keberhasilan ku,Kim. Aku yang harusnya mengucapkan kedukaanku kepadamu karena kau harus kalah padaku. Cha~~hikg…aku pulang dulu, hikg…aku akan mengabarkan ini pada istriku. Annyong~~hikg” Cho Hangeng berujar kepada saingannya, kemudian melangkah pergi dengan sempoyongan.

“Cih!! Lihat kau Cho, kesombonganmu akan menjatuhkanmu”

Tuan Kim membututin Hangeng, mencoba mencari cara agar Hangeng tidak mendapatkan jabatannya. Dewi Fortuna mungkin sedang melingkupi Tuan Kim, tanpa harus merencanakan terlalu lama, Hangeng ternyata yang tadi berkendara dalam keadaan mabuk menabrak seorang pejalan kaki, dan ternyata Hangeng melarikan diri. Tuan Kim tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia merekam semua kejadian itu dan berniat merusak nama baik Cho Hangeng. Dengan itu, catatan kelakukan baik Hangeng akan rusak.

Saat keesokan harinya, Cho Hangeng menyadari kesalahannya dari asistennya yang mengabarkan kabar tentang rencana Tuan Kim. Hangeng langsung mencari informasi tentang anak yang ia tabrak, Lee Sungmin. Seorang anak yatim piatu yang memiliki kelainan pada tubuhnya, dia seorang pria yang bisa hamil. Itulah data yang didapatkan Hangeng. Saat Hangeng bertemu dengan Sungmin, Hangeng sangat terkejut dengan keadaan yang dia dapatin. Sungmin bisu. Sungmin mengalami cidera pada pita suaranya. Saat Hangeng menabrak Sungmin, ternyata saat itu leher Sungmin terhantam pada sebuah besi lampu jalan. Itu yang mengakibatkan pita suara Sungmin rusak. Tuan Kim yang tiba-tiba datang ke rumah sakit untuk melihat Sungmin dikejutkan dengan kehadiran Hangeng. Tuan Kim yang membawa Sungmin ke rumah sakit malam itu. Hangeng terdiam saat tatapan Tuan Kim mengarah kepadanya. Tidak tahu harus berkata apa, tetapi ide aneh terlintas dipikirannya.

“Kau sedang menjenguk calon menantuku, Tuan Kim?” Hangeng berkata

“APA??Apa yang kau katakan Cho??” Tuan Kim tidak mengerti dengan perkataan Hangeng, lebih tepatnya tidak mengira akan ada perkataan seperti itu keluar dari mulut Cho Hangeng.

“Apa pendengaran mu kurang Tuan Kim? Dia Lee Sungmin, dia kekasih Cho Kyuhyun, anakku. Kau tahukan anakku?”

“Kau gila!!! Kau berencana apa? Kau sudah ‘cacat’ Cho, ini akan masuk daftar kelakuanmu?”

“Aku memang salah, tapi aku bertanggung jawab. Dan ternyata aku bersalah pada calon menantuku, dewan pertimbangan mungkin akan memikirkan ini hanya kesalah kecil”

“KAU GILA!!!!”

Tuan Kim berlalu meninggalkan Hangeng dan Sungmin yang memang mendengar perkataan itu. Ia tidak berbicara, karena dia memang tidak bisa berbicara lagi. Ia terkejut. Ia mencoba berkata menggunakan bahasa isyarat yang memang ia tahu. Sungmin adalah salah seorang penghuni yatim piatu khusus kecacatan fisik. Banyak dari anak-anak disana yang bisu, karena itu Sungmin belajar agar bisa berkomunikasi dengan mereka. Melihat itu Hangeng tidak mengerti, tetapi dia tanggap akan maksud Sungmin. Meminta Kejelasan. Dan Hangeng pun menjelaskan dengan keangkuhannya.

“Dengar Lee Sungmin. Aku akan bertanggung jawab. Kau tidak perlu khawatir, aku tahu kecacatanmu, jadi kau tidak perlu menolak. Kau sudah dengar tadi, Kau akan menikah dengan anakku. Dan ingat, itu hanya sementara hingga aku telah mendapatkan jabatanku. Kau akan ku ceraikan dengan anakku nanti. Selain kau cacat fisik, ternyata kau juga seorang Gay. Cih…”

Sungmin hanya terdiam, tak tahu harus berkata apa dengan masalah yang terjadi. Ia ingin menangis, tetapi tidak bisa. Saat di panti asuhan dia sudah banyak menangis karena dibuang oleh kedua orang tuanya, ia berjanji dalam hati, kesusahan apapun harus ia tanggapin dengan senyuman. Tidak boleh ada kesedihan.

FLASH BACK END

“… begitulah Kyu” Hangeng mengakhiri ceritanya

“Ya!!Appa…mengapa tidak appa saja yang menikahinya,eoh?” Kyuhyun masih tidak terima.

“Kyu, seorang jaksa hanya boleh memiliki satu istri. Dan jika anak appa menikahi orang yang kekurangan, itu akan menambah nilai plus untuk appa. Appa mohon,Kyu…besok kita harus ke Jepang, jebal~~~hiks hiks” Cho Hangeng untuk pertama dalam hidupnya menangis dan berlutut memohon pada Kyuhyun.

Melihat itu Kyuhyun tidak tega, tapi ia juga bingung. Apa yang harus ia lakukan. Ia hampir gila. Dia seorang yang memiliki kekasih. Han Gain…seorang wanita yang cantik. Dan kini dia harus mengubah takdirnya, menikahi seorang namja.

***My all is in you***

Hari pernikahan tiba, keluarga Cho beserta seorang bermarga Lee berada di bandara Jepang. Dari tadi Kyuhyun memperhatikan Lee Sungmin, seorang yang sebentar lagi menghancurkan nasibnya. Lee Sungmin memang sangat berbeda dengan pria kebanyakan. Tubuhnya yang tergolong kecil, kulit putih terawat seperti wanita, padahal ia tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukan perawatan, serta jangan lupakan paras wajah yang manis. Kyuhyun pun sedikit iba dengan Sungmin, yang selalu mengantongi notes kecil untuk berkomunikasi dengan orang lain, jika orang tidak mengerti dengan bahasa isyarat yang ia sampaikan. Sungmin pun hanya berbicara sedikit, dia lebih banyak menebar senyum saat terkadang Hangeng maupun Heechul menyindirnya. Kyuhyun sangat iba…Sangat kasihan. Tetapi mengingat jika pria yang ia kasihani ini lah yang menghancurkan hidupnya, Kyuhyun menjadi seorang yang sangat kejam. Terkadang ia menyenggol bahu Sungmin, sedikit banyak menyampaikan ketidaksukanya pada Sungmin dan itupun dibalas dengan senyuman oleh Sungmin. Kyuhyun muak, dan terkadang membentak Sungmin untuk tidak tersenyum.

“BERHENTI TERSENYUM PADAKU”

Kyuhyun berteriak kala mereka berada didepan gedung. Gedung penandatanganan penikahan untuk para sesama jenis. Kyuhyun masih enggan membubuhkan tanda tangannya. Dia masih melirik kedua orang tuanya, mencoba berharap ini hanya mimpi. Tetapi tidak, ini nyata. Sungmin terlebih dahulu telah menandatangani dokumen itu. Dengan terpaksa Kyuhyun pun harus membubuhkan tanda tangannya didokumen itu. Dan dia segera berteriak frustasi, serta Sungmin hanya menundukan kepalanya, tersenyum miris.

“Arrrrggggggggggggggggggg!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

***My all is in you***

Sesampainya di Seoul, Kyuhyun pun harus dihadapkan dengan pekerjaan yang melambung tinggi. Seminggu ada di Jepang menyiapkan segala pernikahan yang ia anggap tidak berguna itu, membuat pekerjaannya di Korea terlalaikan. Kyuhyun adalah seorang pengusaha muda yang bergulat didunia bisnis market. Diusianya yang 23 tahun, Kyuhyun sudah menjadi pengusaha hebat yang memiliki toserba tersebar di Korea. Berbeda dengan bidang pekerjaan ayahnya, Kyuhyun lebih tertarik dengan dunia bisnis. Ada sedikit masalah di toserba nya cabang Seoul. Ada beberapa oknum yang mencoba memanipulasi jumlah barang yang ada. Hal itu menyebabkan kerugian yang sangat besar. Kyuhyun saat itu harus bolak-balik kantor polisi dan toserbanya. Memastikan siapa yang melakukan tindak kejahatan itu.

Kepenatan Kyuhyun tidak sampai disitu, Han Gain kekasihnya menjadi sangat rewel melebihi anak kecil. Meminta untuk dibelikan perhiasan baru, pakaian baru, dan lainnya. Kyuhyun semakin pusing. Ia harus bertindak apa pada kekasihnya dikala toserbanya hampir mengalami kerugian yang sangat besar.

Tidak sampai masalah toserba dan kekasihnya, Lee Donghae, dokter pribadi keluarga Cho yang juga sahabatnya mengabarkan jika eommanya, Cho Heechul sedang berada dirumah sakitnya. Cho Heechul harus dirawat inap karena kelelahan dan tekanan pikiran, dan itu karena Lee Sungmin. Seseorang yang mengubah takdir keluarganya. Pertama, karena Sungmin, karir suaminya memiliki kendala dan Kedua, harus menyerahkan anak semata wayangnya pada orang yang cacat.

Kyuhyun frustasi, ia pergi ke club dan menghabiskan hampir semua minuman di bar itu. Kyuhyun tidak sanggup menahan tekanan yang tiba-tiba datang menghimpitnya. Dia merasa dipermainkan oleh takdir. Di awal, dia adalah pria yang sangat beruntung. Memiliki keluarga yang mapan dan terpandang. Kyuhyun juga adalah seorang yang sangat tampan, sempurna, yang memiliki kekasih seorang ‘wanita’ cantik yang hampir sempurnanya dengan dia. Tinggi seorang model, tubuh yang sangat indah, dan wajah yang cantik. Tapi lihat akhirnya, ia harus mengalami tekanan seperti ini. Ayahnya yang hampir tidak akan mendapatkan jabatan yang tinggi, ibunya yang masuk rumah sakit, seorang melakukan tindak korupsi di toserbanya, kekasihnya yang sedang merajuk, dan yang paling sangat menekankan Kyuhyun adalah, dirumahnya… seseorang yang berstatus istrinya, adalah seorang namja sedang menunggunya.

Ya, Kyuhyun dan Sungmin telah memiliki sebuah rumah sendiri. Hangeng dan Heechul langsung memisahkan diri dari anaknya, karena mereka tidak tahan melihat Sungmin yang dianggap sebagai pembawa bencana dengannya. Sungmin mengirimkan sebuah sms pada Kyuhyun menanyakan keberadaannya. Kini, waktu menunjukan pukul 03.00 dini hari, dan Kyuhyun juga belum pulang dari tadi pagi. Sungmin yang sedikit banyak menaruh perhatian pada Kyuhyun, bagaimanapun Kyuhyun kini adalah suaminya yang harus ia cemaskan keberadaannya saat pukul sekian masih berada diluar.

Kyuhyun membaca sms itu, Kyuhyun berang. Ia muak. Ia dalam keadaan mabuk dan emosinya menjadi sangat tinggi. Ia bahkan membanting handphone nya dan segera keluar dari bar itu, pulang dengan keadaan yang sangat kacau. Sesampainya dirumah Sungmin membukakan pintu untuk Kyuhyun dengan senyuman, dan lagi… Kyuhyun sangat muak. Ia tidak harus berkata apa. Ia memikirkan bagaimana dalam keadaan yang kacau balau begini, Sungmin masih saja tersenyum tanpa beban. Berang melihat senyuman Sungmin, Kyuhyun pun menarik Sungmin ke kamar Kyuhyun.

Sungmin dan Kyuhyun tidak berada dalam satu kamar. Mereka berada dikamar yang terpisah. Kyuhyun berada dikamar atas dan Sungmin berada di kamar bawah dekat dengan ruang televisi. Mereka seperti berada dirumah yang berbeda. Kyuhyun berada di atas. Ia tidak mau melihat Sungmin. Sungmin akan meletakan makanan di ruang makan untuk Kyuhyun, mengetuk pintu kamarnya sebagai isyarat dia sudah menyiapkan makanan untuk suaminya dan segera kembali kekamarnya. Saat Kyuhyun pergi kekantor, Sungmin juga pergi bekerja namun hanya sampai pukul 13.00. Sungmin bekerja sebagai seorang penjual mainan di taman kanak-kanak, saat anak- anak pulang sekolah, Sungmin pun menjajahkan jualannya. Setelah sekolah bubar, Sungmin pun pulang kerumah, menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Saat waktu menunjukan pukul 18.00, Sungmin akan masuk kekamarnya dan keluar pukul 18.30. Itu adalah waktu Kyuhyun pulang, dan saat pukul 18.30 Sungmin akan keluar kamar dan menyiapkan makanan untuk Kyuhyun dan setelah selesai kembali kekamar.

Namun kali ini berbeda, Kyuhyun menarik paksa Sungmin kekamarnya. Dengan sangat kasar Kyuhyun mencampakan Sungmin keatas tempat tidurnya dan kemudian menindih Sungmin dengan cepat. Kyuhyun langsung menciumi Sungmin dengan sangat kasar hingga bibir Sungmin mengeluarkan darah. Sungmin tidak berteriak dan menangis, dia bisu. Rintihan kesakitan dan mohon yang disampaikannya tidak akan berpengaruh.

“Cpkkkk….ckpppkkkc…cpkk” bunyi suara ciuman KyuMin

“Cppckkk….Ckpkpkpppp”

Kyuhyun pun dengan segera membuka paksa baju yang Sungmin kenakan. Kyuhyun kalap, ia tidak tahu lagi apa yang ia perbuat. Sungmin pun tidak bersuara. Dan bahkan tidak menangis. Ia merelakan semua apa yang terjadi pada Tuhan. Ia tahu apa pun yang terjadi padanya adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Ia pun hanya tersenyum saat Kyuhyun sering mengumpat antara kenikmatan dan kekesalan.

“Aishh…akh….akh…Shit” desah Kyuhyun

“owww, Shit…akh..akh”

“sempit….akh…akh…akhhh”

“akhh….aishhhh…”

Sungmin tetap tak bersuara. Dia hanya menutup matanya saat ia merasakan kesakitan dibagian bawah tubuhnya. Meremas sprai hingga sprai itu sangat kusut. Kyuhyun pun seperti terbuai dengan apa yang ia lakukan, ia bahkan tidak membuka matanya sekedar melihat siapa yang ia buat sakit.

“Aishh…akh….akh…Shit” desah Kyuhyun

“owww, Shit…akh..akh”

“sempit….akh…akh…akhhh”

“akhh….aishhhh….”

Setelah melakukan hal yang bisa dikatakan perkosaan, Kyuhyun terjatuh diatas tubuh Sungmin. Memeluknya dan menangis.

“Hiks…Hiks…mianhae…mianhae, Min” tangis Kyuhyun

Entah menyadari atau tidak dengan tindakannya, Kyuhyun terus saja menangis dan meminta maaf.

“Hiks…Hiks…mianhae…mianhae, Min”

“Hiks…Hiks…mianhae…mianhae, Min”

“Kumohon maafkan aku,Min…”

Sungmin memang tidak bisa disalahkan dengan takdir yang sedang bergelut dikeluarga terutama pada kehidupan Kyuhyun. Bahkan Sungmin adalah korban disini. Tidak sepantasnya Kyuhyun dan orangtuanya melampiaskan kekesalan mereka dan kemarahan mereka pada Sungmin.

Sungmin hanya diam dan masih memejamkan matanya, menahan sakit akibat bagian tubuh Kyuhyun masih berada didalam tubuhnya. Namun sedetik kemudian, ia tersenyum. Sangat tulus. Membelai kepala Kyuhyun yang masih berada diatasnya, seakan menyampaikan bahwa Sungmin tidak membenci dirinya dan orangtuanya.

Sungmin bergerak, mencoba melepaskan tubuhnya dari tubuh Kyuhyun. Tetapi seakan benda magic, tangan Sungmin malah melelapkan Kyuhyun pada tidurnya. Kyuhyun memeluk erat Sungmin, seakan meminta agar Sungmin terus melakukan tidak ‘elus-mengelus’ nya. Untuk beberapa saat Sungmin menurutin permintaan Kyuhyun. Ia terus mengusap kepala Kyuhyun dengan kasih. Menyanyikan lullaby walaupun takkan terdengar suara.

This night is blessing the day that we met.

The moon is out in the sky and the stars are smiling.

I wish that your smile won’t be erased as I pray

for these happy days to always continue

On the nights I spend alone I keep thinking about you

Even if I call you and I complain that’s not what

I really meant do. Did you already know and just act like you didn’t?

When there are hard times, if I’d just listen to your

voice for a moment, I could forget everything and laugh it off.

I was so fortunate to able to meet you

because you’d make me smile by just being near

I could find you even if you go far away over there,

because you’re smiling inside of me

It’s possible to fight after a long time but

even if that happens I won’t ever change.

I promise, I swear under the heavens.

I’ll pray beneath the moon to never make you cry.

This night is blessing the day that we met.

The moon is out in the sky and the stars are smiling.

I wish that your smile won’t be erased as I pray

for these happy days to always keep continue

Far into the future if you’re ever worn and tired

think about the happy and beautiful memories

We plant faith in each other’s garden and happiness blooms.

I’ll send you the heart to my heart

(Believe – Super Junior)

Jangan salahkan Sungmin akan perasaannya. Siapapun yang rapuh akan ia kasihi dan cintai. Begitupun dengan Kyuhyun yang sangat tertekan dengan keputusan orang tuanya. Dan notabene kini adalah Suaminnya.

Sungmin adalah seorang malaikat, seharusnya ia adalah orang yang sangat marah dengan keadaannya seperti ini. Keluarga Cho lah yang harus disalahkan seharusnya. Takdir siapa yang dirusak saat ini. Sungmin atau keluarga Cho? Sungmin yang dulu sangat riang dan ceria, bernyanyi kepada anak-anak TK yang membeli jualannya kini harus berubah 180 derajat. Sungmin kini bisu, pita suaranya tidak bisa lagi mengalunkan lagu-lagu untuk anak-anak itu. Tidak hanya itu, Sungmin harus dijadikan orang pembawa bencana oleh keluarga Cho, dijadikan istri yang bahkan lebih cocok disebut pembantu rumah tangga. Pekerjaannya setiap hari membersihkan rumah, menyiapkan makanan dan berada dikamar.

Mon hudnal onjenga jichigo himi dunda hedo

Haengboghago arumdawodon chu-ogul giogheyo

Soroui hwawone midumul shimgo haengbogul piwo

Maume yolsho-eul noege jonhe jul tenikka

Sungmin mengakhiri nyanyiannya. Ia segera melepas diri dari Kyuhyun, mencoba bangkit dari ranjang Kyuhyun walaupun harus menahan sakit yang tak terkira adanya. Sungmin harus keluar dari kamar itu. Sungmin tidak mau, Kyuhyun memarahi dan membentaknya karena berada dikamarnya, terutama berada didekatnya. Sungmin bisa membaca apa yang terjadi esok jika Sungmin masih berada didekatnya dan Kyuhyun sadar dengan apa yang ia lakukan. Sungmin akan semakin dipojokan atas keberadaannya. Biarlah peristiwa ini berlalu. Anggaplah ini hanya kesalahan dan tidak pernah terjadi.

Sungmin berjalan dengan tertatih, sekali-kali dia meringis kesakitan saat menunduk memungut pakaiannya.

“Ssssttt….”

Seperti itulah ringisan Sungmin, meskipun dia tidak mengeluarkan suara.

“Ini sangat sakit. Apa yang harus kulakukan. Ini sudah pukul 05.00 ternyata. Aku harus kepasar membeli bahan makanan untuk ku masak” ucap Sungmin dalam pikirannya.

Sungmin terlebih dahulu pergi kekamarnya dan mandi, membersihkan tubuhnya dari hal-hal lengket di tubuhnya. 05.30 Sungmin pun pergi kepasar dengan uang yang sangat minim. Ia membeli bahan masakan untuk makan pagi Kyuhyun.

Saat Sungmin sedang kepasar, Kyuhyun terbangun. Ia mengucek matanya memperjelas penglihatannya. Ia melihat jam menunjukan pukul 06.00. Ia sadar kalau ini masih sangat pagi. Ia berniat tidur kembali namun sesuatu yang aneh ia rasakan.

“aishhh…mengapa dingin sekali?” ia bertanya pada dirinya sendiri.

Saat menghidupkan lampu melihat derajat AC nya, Kyuhyun terkejut dengan keadaannya. Ia tidak berbusana. Ia telanjang. Dan jangan lupakan sesuatu yang lengket ditubuhnya. Dia tidak bodoh, dan dia adalah pria normal yang pernah mendapati keanehan itu ditubuhnya. Namun tak apa jika ia masih berpakaian normal, ia pasti mengira itu hanya mimpi basah biasa, tapi kali ini ia telanjang. Ia berpikir sejenak, Kyuhyun tidak bodoh dan ia segera mendapat jawabannya.

Kyuhyun turun kebawah dengan pakaian seadanya. Ia melihat kearah dapur dan mendapati Sungmin sedang memasak sambil ringisan kesakitan tercetak jelas dari kerutan di dahinya kali ia melangkah. Kyuhyun semakin frustasi. Ia merusak Sungmin. Ia merasa bersalah. Tetapi egonya membuat ia harus bertindak diluar kata hatinya.

“Lee SUNGMIN!!!!”

Mendengar teriakan itu Sungmin membalik badannya dan terkejut melihat Kyuhyun yang tidak biasanya bangun secepatnya itu. Dan dipastikan Kyuhyun akan marah karena mereka bertemu, kondisinya disini kan, Sungmin harus menjauh dari Kyuhyun. Tapi bukan karena pertemuan itu yang membuat Kyuhyun berang, tetapi karena apa yang terjadi pada mereka beberapa saat yang lalu.

“LEE SUNGMIN!!!! Apa yang kau lakukan padaku, HAGH? Kau merusakku, Kau yang berencana berbuat seperti ini kan”

“Bukan aku Kyu, kemarin kau mabuk” Sungmin mencoba menjawab dengan gerak bibirnya yang ia harap bisa dimengerti Kyuhyun.

“APA YANG KAU KATAKAN!!!!AKU TIDAK MENGERTI!!! Aishhh….dasar orang bisu. Dengar, Lupakan apa yang terjadi diantara kita. KAU MENGERTI!!!”

Sungmin hanya tersenyum dan mengangguk. Menatap Kyuhyun yang kembali menuju kamarnya. Sungmin hanya tersenyum dan tersenyum mendapati kelakuan kasar dari Kyuhyun

“Tanpa kau bilang, aku akan melupakannya Kyu~~~”

Lomba FF KYUMIN | Bad Mood Ming | YAOI | 2sh | #2 [END]

Tittle : Bad Mood Ming | YAOI , Fluffy/Romance | TwoShoot | part two [END!]

bad mood ming

By. ipech [Oh InYoung]

Rate : T

Disclaimer : semua Cast milik Kita.. FF ini punya Ipech seorang.

i/N : ipech uda siap di BASH!!!, so..silahkan di bash ini epepnya… komen yang pedes juga boleh, tapi alangkah lebih baik jika bash tulisan ipech aja, jangan cast nya yak …J

Summary : Maaf, bukan maksudku untuk membuatmu begini, tapi kadang kala sikap dan perhatian ku tak patut dan tak harus kuungkap dengan kata kata, tak patut ku deskripsikan serta ku jabarkan dengan kalimat indah yang romatis, tak perlu kurealisasikan dalam bentuk pagutan asmara berselimut keindahan serta kenikmatan meskipun itu sering. Tapi, ada satu. Aku bisa mengungkap itu dengan hatiku. Hati yang sejak terbentuk sudah terukir nama Lee Sungmin, teruntuk Lee Sungmin dan hanya dimiliki seorang Lee Sungmin. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menghindari sosok Lee Sungmin itu?

WARNING!! : FLAT, and NO CONFLICT!! TYPO menyebar dan alangkah lebih baik jika diabaikan saja, EYD aneh.

®cast®
KyuMin and Super Junior

.

.

.

.

.

The story is begin..

Dengan hati sedikit sedih, perih dan jengkel, namja manis itu terpaksa mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun. Sedikit mengumpat tak terima karena dengan seenak jidat Kyuhyun yang lebar , Kyuhyun memberikan beberapa lembar kertas agenda yang berisi waktu – waktu yang tepat untuk menghubunginya dari pagi hingga malam menjelang.

Sungmin tak habis fikir dengan otak jenius milik kekasihnya ini? apa semalam dia salah makan mengingat dia makan dengan manager Hyung?

Ingin protes, tapi ia sadar Kyuhyun bukanlah orang yang mudah mengubah pendiriannya, dan akhirnya Sungmin hanya bisa duduk diam setelah menyanggupi isi kertas yang diberikan kekasihnya itu, beralih mengamati wajah kekasihnya sebelum akhirnya meninggalkannya.

***

Van itu berhenti menandakan bahwa mereka sudah sampai di bandara. Ryeowook turun terlebih dahulu, tak ada banyak fans seperti biasa, entah ini memang disengaja atau apa?

Yesung masih didalam van memberesi barang – barang yang tadinya ia bongkar dari dalam tas nya, sedikit melirik Kyuhyun dan Sungmin yang masih anteng tak bergerak. Kyuhyun tetap asyik dengan PSP nya dan Sungmin yang asyik mengambil foto Kyuhyun dari samping menggunakan ponselnya.

“lebih baik foto dari depan Ming, kau hanya akan mendapat gambar bekas jerawatnya saja jika dari samping begitu” ujar Yesung santai dengan diakhiri kekehan menghina di akhir nya.

-bug-

“akh!” Yesung menjengit kaget dan berbalik saat merasa sesuatu barusaja mengenai punggungnya, menatap Kyuhyun yang masih anteng dengan PSP curiga.

“bekas jerawatku itu adalah salah satu daya tarikku Hyung!” ujar Kyuhyun santai. Dapat Kyuhyun dengar jika Yesung mengumpat di hadapannya.

“hhaahh! Yesung Hyung!” panggil Kyuhyun seraya memasukkan PSP hitam itu ke dalam tas punggung yang akan ia bawa. Manatap sebal pada Hyung tertuanya –saat ini– yang masih saja sibuk memberesi tas nya.

“hm” Yesung hanya menggumam sebagai jawaban tanpa membalikkan badannya.

“kenapa kau tak keluar juga heh? Palliwa! Ryeowookkie pasti sudah menunggu lama.” Omel Kyuhyun.

Yesung berbalik dan mulai menyandang satu tali tas punggungnya.

“aku hanya ingin melindungi Sungmin, itu saja.” Jawabnya santai. Kyuhyun menggeram marah mendengar jawaban yang terlontar dari bibir tipis Hyungnya yang seakan tak membiarkannya melakukan ritual sacral mereka ketika akan berpisah –kisseu– .

“arra arra… na kanda, jangan berbuat yang aneh – aneh! Cepat keluar dan jangan buat kami menunggu lama hanya karena mu magnae gila!” Yesung kemudian keluar dengan senyuman aneh nya.

“tsk! Dasar! Sudah tua tapi tidak tahu sopan santun!” umpat Kyuhyun. Matanya beralih pada namja dsampingnya, ikut tersenyum ketika lengkungan manis itu tercipta di bibir tipis namjanya itu.

***

Sungmin tersenyum manis mendapati gambar yang ia bidik di layar ponsel nya. Meski hanya menampakkan sebagian dari wajah sang kekasih tapi setidaknya expresi itu terlihat alami dan tidak dibuat – buat muncul dari wajah tampan kekasihnya.

“Hyung, kita selca ya” pinta Kyuhyun, Sungmin menoleh ke arahnya dan tersenyum. Ia tahu kebiasaan maknae dan kekasih tercintanya ini ketika akan pergi jauh.

Sungmin dengan senang hati mendekat ke arah Kyuhyun. Menyamankan duduknya di sampig namja tampan itu dan mulai mengambil ancang – ancang untuk membidik gambar mereka berdua.

Kyuhyun mulai tersenyum, menarik pinggang itu agar lebih mendekat ke arahnya, memeluknya posesif dan mengikuti arah dimana Sungmin mengangkat tinggi ponsel touch itu. Tersenyum manis ke arah lensa dan menyandarkan kepalanya ke kepala Sungmin. Tersenyum lebar kala kelinci imut berisi itu mengisyaratkan bahwa bidikannya akan dimulai.

Sungmin menurunkan ponselnya dan tersenyum ketika hasil bidikannnya terlihat sempurna.

“kkk~~” terkekeh pelan saat membandingkan hasil bidikannya dengan Kyuhyun.

“wae?”

“anni… hanya saja kau terlihat lebih tampan saat di foto.” Kyuhyun tidak menjawab atau meneriaki Sungmin, matanya hanya focus ke arah bibir M namja itu yang masih melengkung indah dan ia tak mau kesempatan indah itu terlewat begitu saja.

Meski kaget akan tindakan Kyuhyun yang tiba tiba, tapi Sungmin tersenyum disela pagutan itu. Mulai menikmati alunan manis yang tercipta disana.

Layaknya bersenandung dengan nada cinta yang begitu memabukkan, Sungmin memejamkan matanya, menggerakkan kepalanya berusaha menggapai dan mengikuti kemana bibirnya dibawa semakin dalam dan semakin intens.

Ia membuka matanya. Menemukan sosok tampan dengan bibir tebal yang barusaja memagutnya nikmat itu tersenyum antara puas dan tulus.

“aku pasti sangat merindukan ini…” Kyuhyun mengusap sisa – sisa basah di bibir merah itu. Tangannya beralih ke dahi Sungmin, mengusapnya pelan dan menciumnya lembut. Dan Sungmin hanya bisa memejamkan mata, menerima sentuhan cinta yang lembut itu mengena pada dahinya. “ini”

Membuka mata dan kembali mendapati expresi namja tampan itu, antara sedih, bahagia dan kesal sepertinya.

Jemari Kyuhyun mulai membelai kedua kelopak mata Sungmin bersamaan, membuat Sungmin memejamkan matanya lagi hingga ciuman itu ia dapatkan disana. “aku juga pasti akan merindukan yang ini.”

Tak berhenti disana dan jemari panjang Kyuhyun mulai menangkup pipi berisi Sungmin, mengelusnya dan mengecupnya berkali – kali secara bergantian. “yang ini”

Menyentil hidung mancung Sungmin sejenak dan mengecupnya sekilas. Menggesek gesekkan hidungnya dengan hidung mancung nan mungil itu.

Tangan itu turun untuk meraih dagu Sungmin agar mendongak. Megelusnya dengan ibu jari dan menciumnya, sedikit memberi gigitan disana membuat Sungmin mengerang sebentar. “ini juga..”

“aku pasti akan sangat merindukanmu Hyung..” dan pada akhirnya Kyuhyun merengek seakan tak rela bahwa ia ia akan pergi jauh dari orang tercintanya. Memeluk tubuh itu erat dan menghirup dalam -dalam wangi khas namjanya.

“nado~ gwenchana Kyu, hanya untuk sementara bukan? Ayolah..~~” Sungmin mencoba menasehati maknae-nya itu, mengelus sayang punggung itu dan membenamkan wajahnya di leher Kyuhyun. Menghirup juga wangi khas dari sana yang pasti akan sangat ia rindukan.

***

Berhari hari setelah kepergian KRY ke Jepang dijalani Sungmin dengan kadar emosi yang semakin naik setiap harinya.

Menghadapi manusia – manusia yang menurutnya sudah cukup umur itu layaknya mengurusi anak dibawah umur. Setiap hari mendengar teriakan – teriakan yang memekakkan telinga di dorm dan dimanapun ketika mereka tengah berkumpul hanya karena hal kecil.

Dan Donghae sebenarnya sama sekali tidak tega melihat Sungmin yang kelimpungan menghadapi tingkah mereka yang memang disengaja. Dan diantara mereka –yang merencanakan– mungkin hanya Donghae yang setengah hati mau melaksanakannya. Ia masih cukup tahu batasan membuat orang kesal seperti apa. Dan ia juga menjadi orang yang sering mengingatkan untuk tidak lupa dengan kejutan ulangtahun Sungmin dengan menyiapkan kue dan makanan kesukaan Sungmin.

Menurut Donghae, dengan Kyuhyun tak mengangkat telepon darinya dan tak memberi kabar itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat seorang Lee Sungmin seperti orang bodoh. Tidak perlu bertindak kekanakan dan membuat Sungmin layaknya seorang ibu dengan 12 anak dibawah umur.

Hari ini Sungmin kembali mencoba untuk menghubungi Kyuhyun. Hampir seminggu dan ia dipastikan akan sangat marah jika namja yang sangat ia butuhkan saat ini itu tidak juga memberinya kabar.

Tapi ia harus rela membanting ponselnya untuk kesekian kali ketika nada sambungan itu tak juga berganti dengan suara Kyuhyun. ‘sabar’ mungkin itulah yang diterapkannya saat ini, mungkin Kyuhyun sedang sibuk. Dan dengan langkah lunglai, Sungmin keluar dari dorm, tak menyapa sama sekali member – member yang lain yang berada di ruang tengah disana. Ia harus tetap mengudara di SUKIRA meski tak ada Ryeowook disampingnya

***

“Kyu, kau kenapa?” Tanya Ryeowook santai. Ditangannya ia membawa setoples keripik berwarna kuning. Ryeowook mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun yang sepertinya tengah mencoba menikmati acara yang disuguhkan oleh televisi di depannya.

Kyuhyun menoleh ke arah Ryeowook dengan tatapan memelas dan sungguh membuat siapapun muak. Dan ini sudah berlangsung sejak kedatangan mereka ke Jepang.

“mwo?” Ryeowook tahu apa arti tatapan itu. Beginilah ketika maknae Super Junior sedang menginginkan sesuatu. Tatapan memelas yang gagal dipelajari dari king of aegyo Super Junior dikeluarkan.

Kyuhyun mengeluarkan satu jari telunjuknya dan merepet ke arah Ryeowook. Ryeowook bergidik. Dari sini ia bisa melihat jika Kyuhyun tengah menggumamkan kata ‘hanbonman’.

“aigo~~ sebegitu rindukah kau dengan Sungmin Hyung eo?” dan Kyuhyun hanya mengangguk melas.

“Kyu, bahkan ini baru beberapa hari kan?” Tanya Ryowook.

“ne, tapi aku tersiksa Wookkie! Kalian melarangku menerima telpon dari Sungmin Hyung, melarangku membalas e-mail dan pesan singkatnya, melarangku menghubunginya! Kau tahu? Kalian sangat menyebalkan!” ujar Kyuhyun mem-poutkan bibirnya. Terkesan aneh dan… menyebalkan.

“ya! Bukannya kau sudah setuju untuk rencana ini? kau ingat? Membuat Sungmin Hyung bad mood?”

“aish! Ne ne aku ingat. Tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk mendengar suaranya. Kalian terlalu berlebihan!” maknae itu mulai merengek.

“ada apa lagi Kyu?” Yesung yang tiba – tiba datang dan duduk mengapit Kyhyun itu bertanya. Kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang beberapa hari ini sangat dihafalnya. Tatapan –ijinkan aku menghubungi namja ku–. Ya, kira – kira seperti itu.

“arasseo arasseo! Wookkie-ya, palli kau telpon Sungmin!” putus Yesung akhirnya.

***

Hari ini Sungmin seperti hari kemarin yang harus rela menjadi DJ di Sukira sendirian. Tampak imut dengan topi rajut berwarna abu – abu kombinasi pink warna kesukaannya.

Entahlah, semenjak berangkat dari Dorm tadi semangatnya terkikis dengan perlahan. Hyung dan Dongsaeng nya selalu berbuat ulah dan tentunya membuatnya jengkel. Ditambah lagi kenapa mereka harus tidak ada jadwal.

Ia jadi merindukan Hyung tertuanya –Leeteuk. Biasanya tiap mereka berbuat ulah di Dorm dengan bangun kesiangan, atau bertengkar kecil selalu bisa diam jika ada Leeteuk. Tapi sekarang?

Belum lagi ditambah beban fikirannya akibat Kyuhyun. Di dorm pun ia semakin dibuat frustasi kala mendengar laporan dari yang lain jika Kyuhyun mengangkat telepon mereka dan sering mengiriminya kabar selama beberapa hari ini.

Menyuruhnya untuk terus memberinya kabar tapi kenapa malah dia sendiri yang tidak konsisten. Ingin sekali Sungmin mencakar dan memukul tubuh Kyuhyun yang kurus itu jika Kyuhyun ada dihadapannya sekarang. Kau tahu rasanya kekasihmu tak member kabar apapun, tak mengangkat telepon, membalas sms maupun e-mail bukan? Itu yang dirasakan Sungmin.

Hati gondok dan rasanya emosi. Apapun yang kita lakukan serasa sia – sia karena ujung – ujungnya kita emosi juga.

Sengaja memang, ingat! Tujuan awal mereka adalah membuat Sungmin kesal dan bahagia di hari ulangtahunnya secara bersamaan.

***

Ia mengawali Sukira sendirian. Mengikuti alur script yang sudah dibuat oleh produsernya dan hanya melakoninya. Tapi sungguh, siapapun dapat melihat bahwa aura Sungmin hari ini berbeda dengan hari hari sebelumnya ketika siaran dan ketika Kyuhyun masih ada di Korea. Tampak dari wajahnya gurat gurat kerinduan, kesal, kecewa sedih dan sebagainya.

Suaranya pun tak seperti biasanya yang ceria dan terkesan imut tanpa dibuat – buat. Suaranya terdengar begitu lemah dan terkesan dipaksa.

“eo! yeobseo!” sapanya agak kaget ketika tiba – tiba ada telfon yang masuk.

Orang disana memberi salam. Dan hanya dengan mendengarkan sekilas ia bisa menebak bahwa itu adalah Ryeowook.

Suara Ryeowook yang agak melengking memang sangat mudah dikenali oleh indera pendengar Sungmin. Namja imut itu seperti mendapat pencerahan ketika suara Ryeowook menghampiri pendengarannya. Ia sedikit bertanya dan berbincang dengan Ryowook.

Dan saat Ryeowook mengatakan bahwa ia bersama Kyuhyun ia benar – benar seperti orang haus yang mendapat segelas air es. Apalagi saat Kyuhyun memperkenalkan dirinya. Tertawa keras, tawa yang amat dirindukan Sungmin.

“nae rommatte… nae rommatte!” Sungmin hafal betul suara itu, suara bass yang amat ia rindukan. Dan Sungmin tak bisa menahan gejolak bahagia yang membuncah di hatinya.

“nae rommatte! Cepat kembali! Kkk~~” dan kata kata permohonan itu terlepas begitu saja dari bibir tipisnya. Menyesal? Tentu tidak. Ia ingin berbicara lebih dengan Kyuhyun nya, ingin mendengar suara itu lebih lama. Tapi… sepertinya Ryeowookkie dan Yesung menahan setan itu agar tidak lebih frontal mengucapkan hal – hal yang hanya bisa dan boleh diucapkan di lingkungan dorm.

Sungmin agak merunduk kebawah melihat ponselnya. Di layar datar itu menampakkan nama Kyuhyun mrngiriminya pesan singkat. Ia kembali mendongak dan berpamitan dengan Ryeowook. Terlihat jelas raut muka manis itu sedikit berbinar meski kasat mata. Tapi siapapun bisa melihat.

***

Sungmin mengeratkan selimutnya agar lebih hangat. Menutup telinganya dengan bantal untuk mereda bunyi – bunyian aneh yang ia yakin berasal dari dua Hyung nya yang masih tersisa di Dorm bersama dirinya karena tidak ada jadwal.

Satu jam kemudian Sngmin bangun dengan segar karena telah mandi. T-shirt putih berleher bulat serta jeans biru tua kehitaman membuatnya terlihat tampan tanpa meninggalkan kesan cantik disana.

Matanya menatap dua punggung lebar yang tengah beradu game di ruang tamu itu. Dengan acuh Sungmin melangkah menuju dapur. Matanya berubah nyalang dan tatapannya sendu. Ingin sekali ia menempeleng dua kepala yang sama – sama bulat itu menggunakan Teflon yang berlumuran miyak dilantai.

Bagaimana mungkin ia baru saja bangun dan sudah mendapati kekesalan di pagi yang cerah ini? Shindong dan Kangin mereka mencoba memasak di dapur karena mereka lapar dan tidak ada Ryeowook di dorm. Sebenarnya ini murni salah Sungmin yang tidak bangun saat suara – suara aneh itu terdengar.

Membuat dapur berantakan dan kacau balau akibat mereka. Alhasil karena entah kenapa bibi yang biasanya bertugas membatu namja namja tampan itu membersihkan dorm serta menyiapkan makanan itu tiba – tiba ijin tidak masuk. Tepatnya dijinkan untuk tidak datang ke dorm. Ulah siapa lagi kalau bukan ulah namja – namja yang hendak menyiapkan kejutan untuk Sungmin. Jadinya Sungminlah yang kebagian membersihkan dorm sekarang, sementara kedua Hyung nya sibuk bermain PS di depan televisi.

“ya! Sungmin-ah, bisakah kau membuatkan kami minuman dingin?” teriak Shindong yang bisa didengar jelas oleh Sungmin dari dapur. Sungmin mencibir pelan dan tetap membersihkan wastafel yang penuh dengan minyak sisa dan perkakas kotor hasil experimen Hyung –Hyung nya itu.

“YA Lee Sungmin!!” kini giliran teriakan Kangin yang terdengar berat namun melengking. Haah! Kenapa mereka tidak ada jadwal seperti yang lain? Sungmin mengeluh dalam hati.

Akhirnya, degan hati dongkol dan tak ada likhas sama sekali, namja yang masih mengenakan clemek pink untuk melapisi kaus putihnya itu berjalan dengan kesal menuju lemari pendingin. Membuka dan mengambil dua botol berisi cairan berwarna orange dari sana.

Menutup pintu lemari pendingin itu kembali dan berjalan menghampiri kedua Hyung yang dengan asyiknya berkonsentrasi dengan layar besar dihadapan mereka.

“igo.” Sungmin meletakkan dua botol itu di meja yang ada di belakang mereka dan kembali berniat untuk melanjutkan pekerjaan yang seharusnya bukan pekerjaannya.

“aigoo~~ apa yang dilakukan big duo itu dengan wajan ini? aish. Tsk!” Sungmin tak henti – hentinya mengumpati keadaan wajan yang mestinya mudah dibersihkan itu kini malah terdapat noda gosong yang sulit dihilangkan.

“apa mereka memasak karet? Ck! Tidak bisa memasak ya jangan memasak, punya uang banyak tinggal beli juga mudah kan?” lanjutnya mendumel.

“YA! Sungmin – ah, kenapa tidak ada gelasnya?” Sungmin menghela nafas mendengar teriakan yang keluar dari mulut Shindong.

“minum langsung dari botolnya juga bisa Hyung!” teriaknya.

“ani, aku tidak terbiasa, cepat ambilkan gelas!” titah suara itu.

“biasanya juga diatas pentas Hyung sel –”

“palliwa!!!”

“tsk! Beruang menyebalkan!” namja manis itu mengumpat sebelum akhirnya mengambilkan satu gelas kaca berukuran panjang. Berjalan tak ikhlas dan meletakkan gelas itu di meja.

Sungmin sengaja meletakkan gelas itu dengan agak keras sehingga menimbulkan bunyi akibat kaki gelas yang menempel pada meja. Sengaja memang ia melakukannya agar Shindong menoleh. Dan bingo! Beruang itu menoleh dan tersenyum padanya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi dari sana.

“ambilkan gelas untukku juga Min!”

-tep-

Sungmin menoleh, tepatnya memicing mendengar suara itu. Ia hanya menstabilkan nafasnya yang sedikit memburu dan mengelus dadanya mencoba kembali bersabar.

***

sudah sebulan lebih Sungmin jalani tanpa kabar dari Kyuhyun. Sungguh! Sungmin merasa dirinya ingin menyerah dan keluar dari Super Junior.

Meski Kyuhyun jarang mengungkapkan kata – kata manis maupun perbuatan manis untuknya melainkan kejengkelan tapi tetap saja ia merindukan Kyuhyun. Kyuhyun nya yang entah bagaimana kabarnya. Bahkan ia juga sempat berfikir bahwa mungkin Kyuhyun disana sudah mendapatkan sosok yang dapat menggantikannya dihati Kyuhyun.

Sungmin jadi semakin pendiam, tertutup dan sensitive. Sering marah – marah dan berteriak tanpa alasan. Membuat semua yang ada di Dorm ngeri sendiri. Tapi sifat itu akan hilang saat ia bertemu dengan Kyuhyun ketika ada acara yang mengharuskan Super Junior hadir. Didepan kamera bahkan mereka yang jarang ter update menjadi sering sekali ter update.

***

Natal telah tiba. Tak ada yang istimewa dari natal ini. terkesan biasa dan seperti tahun tahun sebelumnya. Tapi Sungmin merasa kurang. Kyuhyun. Menurut kabar dari penghuni Dorm serta manager, Kyuhyun sengaja menghabiskan malam natal bersama dengan keluarganya. Sebegitu tak berartikah Sungmin untuk Kyuhyun saat ini? bahkan ucapan natal pun tak ia dapatkan dari Kyuhyun. Sedangkan para member yang lain memberi tahu bahwa Kyuhyun mengirimi mereka ucapan selamat natal lengkap dengan fotonya didepan pohon natal. Demi apa Sungmin ingin sekali membanting layar – layar datar itu. Beginikah Kyuhyun memperlakukan KEKASIHNYA??

***

Hari ini ia pulang dari SUKIRA. Lelah? Tentu saja namja ini lelah, pulang sendiri karena Ryeowook ditelfon oleh seseorang. Tapi setidaknya malam nanti adalah momen istimewa yang tak mungkin dilewatkan. Malam tahun baru sekaligus menyambut hari ulangtahunnya. Karena dijalan tadi sempat macet. Jadilah ia terlambat sampai di Dorm. Maklum, warga Korea tumpah ruah dijalan hanya untuk menyambut momen setahun sekali ini.

Sungmin memasuki Dorm. Dihati ia sudah menebak nebak apa yang ada di dalam Dorm. Kue ulangtahun serta makanan kesukaannya serta tak lupa makhluk – makhluk aneh sebagai pelengkap kue dan makanan kesukaannya itu tersedia di dalam.

Tapi hayalan itu pupus sudah ketika ia mendapati suasana Dorm yang sepi dan gelap. Menghidupkan lampu pun sama saja dorm itu memang sepi tak berpenghuni. Ia memutuskan keluar dan menuju lantai 12. Sepi.

Kembali turun ke lantai 11 dan ia baru sadar ada selembar kertas yang tertempel di depan pintu kamarnya.

| kami ke taman kota untuk melihat kembang api. Selamat bersenang senang^^ |

Dan Sungmin hanya menatap sedih selembar kertas itu. Rasa lelahnya menjadi sangat lelah ketika membaca pesan itu. Ia berteriak dan sejenak kemudian terdengar isakan nya. Menandakan bahwa namja imut ini benar benar menderita.

Ia membuka pintu kamarnya kasar dan menutupnya dengan cara membantingnya. Ia berlari dan menelungkup diatas kasurnya menumpahkan kekesalannya karena tak ada seorangpun yang mau menemaninya menghabiskan malam ini. jika tahu begini lebih baik ia menyetujui ajakan ibu nya untuk menghabiskan malam tahun baru bersama sekaligus merayakan ulangtahunnya.

Tubuhnya menegang seketika saat ia merasakan ada lengan yang membelenggu punggungnya. Nafas hangat itupun mulai terasa di area lehernya.

“kau merindukanku Hyung? Mianhae, Saengil chukkae…marry Christmas” namja itu berujar lembut membuat Sungmin tersenyum dalam isak nya.

Mereka pun bangkit dan saling pandang. Suara riuh dan gemerlap cahaya yang berasal dari kembang api itu sedikit demi sedikit menerangi kamar kyuMin yang gelap.

***

“sekarang, siapa yang bisa menjelaskan ini semua padaku huh?” Kyuhyun menghentak – hentakkan kakinya di lantai sementara Hyung – Hyung nya berlutut dihadapannya. Persis seperti prajurit yang menanti hukuman mati. Pagi setelah bangun memang sengaja Kyuhyun berniat menyampaikan segala uneg – uneg yang ada di pikirannya selama hampir dua bulan ini.

Dan Sungmin? Oh, namja kelinci itu sedang sibuk di dapur menikmati sarapan pagi nya dari Ryeowook.

“mi.. mian Kyu, kami lupa.” Jawab Yesung takut. Kyuhyun mengusap mukanya frustasi. Mati matian ia menahan hasrat ingin berjumpa dengan Sungmin, tapi Hyung – Hyung yang menyuruhnya untuk bertahan demi kejutan yang akan mereka berikan, malah tak memenuhi janjinya. Semuanya sia sia.

“lalu kenapa kalian malah melihat kembang api dan bukan menyiapkan kejutannya hah?? Kalian menyuruhku menunggu Sungmin Hyung dikamar sementara kalian asyik pergi begitu? Bagus sekali..” suara Kyuhyun sungguh membuat siapapun bergidik saat ini.

“aniya… ini ide Hyuk, Kyu. Dia yang menyuruh kami keluar.” Bela Yesung.

“mwo? Aniya.. aku mengajak kalian untuk ke supermarket membeli bahan bahan kan? Kalian saja yang berlebihan sok sok an ingin melihat kembang api. Cih” Eunhyuk yang tidak mau disalahkan memberikan alibinya.

“lalu ini?” Kyuhyun mengangkat kertas bertuliskan pesan yang sempat Sungmin remas semalam. Semuanya kaget terutama Eunhyuk.

“aish! Sudahlah! Diam kalian! Sungmin Hyung, kajja!” Kyuhyun dengan emosi menarik pergelangan Sungmin untuk mengikutinya. Sementara Hyung – Hyung yang bertanggung jawab itu mulai menyalahkan satu sama lain.

“ya! Ini semua gara – gara kau Ryeowookkie-a” tuduh Eunhyuk.

“ya! Mwoya? Kenapa aku?”

“karena ini ide mu kan?”

“aniya…

Dan sepertinya adegan tuduh menuduh itu tak berhenti begitu saja.

***

Seharian ini Kyuhyun mengajak Sungmin berkeliling kota Seoul. Meski sedang ramai tak mengurungkan niat mereka jalan – jalan. Sekalian merayakan ulang tahun Sungmin yang kejutannya meleset dari yang seharusnya.

“mianhae Hyung!”

“wae? Kenapa kau minta maaf?”

“karena rencana kejutan ulangtahunmu sia – sia. Kau tahu? Aku hampir mati saat mereka tak mengijinkanku untuk menghubungi mu Hyung,”

Terdengar kekehan kecil dari bibir tipis namja imut itu. Mata bulatnya terus saja menikmati hamparan permadani bumi yang tersaji begitu apik sesuai tatanan alam. Sedikit lega mendengar penuturan jujur yang dikatakan namja cingunya itu.

“Hyung…” panggil Kyuhyun. Ia heran kenapa Sungmin hanya diam dan tak menoleh barang sedikitpun padanya. Itu makin menguatkan spekulasi bahwa namjacingunya itu memang sedang marah padanya.

“shhtt.. diamlah Kyu, lihatlah, mataharinya mulai turun.” Pekik Sungmin. Dari nada bicaraya kentara sekali bahwa namja manis itu tengah senang. Kyuhhyun mengernyit memandang tampang antusias namjanya itu ketika menanti sang surya mulai manampakkan sinar keajaibannya, semburat senja yang menambah indah dunia.

“haah… padahal aku ingin sekali kesini saat pergantian hari ulangtahunku, menatap sunrise. tapi asal bersamamu tak apa sunset pun indah” ujar Sungmin lagi. Meski tak diungkapkan secara langsung, Tapi Kyuhyun bukanklah namja yang bodoh yang tak tahu kondisi namjanya sendiri. Ia tahu Sungmin kecewa.

Bagaimana tidak? Selama hampir 2 bulan dilarang bahkan sengaja dilarang untuk menghubungi kekasih sendiri. Apalagi Hyung-dongsaeng yang ada di Dorm selalu saja pamer bahwa Kyuhyun menghubungi mereka.

Hanya untuk kejutan ulangtahun? GOD! Bahkan makhluk – makhluk aneh yang menjurus ke ‘polos’ itu tak tahu apa yang harus disiapkan untuk ulangtahun Sungmin. Dan parahnya mereka melupakannya begitu saja karena tertarik dengan kembang api? Bunuh Heebum sekarang juga ^^V

Sungguh demi apa! Kyuhyun ingin sekali memakan mereka setelah memasaknya dengan cara memanggangnya, mengolesi mentega dengan sauce balado dan sedikit taburan cabai kering di atasnya. Pasti sangat nikmat.

Kyuhyun menunduk. Ia merasa gagal menjadi orang yang akan membat kekasihnya bahagia. Gagal membuat kekasihnya bahagia dihari bahagianya. “mianhae”

Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun dan tersenyum. Ia lantas menyandarkan kepalanya ke lengan panjang itu,menggenggam tangan Kyuhyun yang sedari tadi berpegangan pada pagar pembatas disana. Menggenggamnya erat seakan memberitahukan bahwa ia benar tak apa.

“sudahlah, bisa disini bersamamu pun aku sudah bahagia Kyu, gwenchana..” ujar Sungmin tulus. Mata kelincinya terus menatap kedepan dimana sang surya seolah enggan berpamitan padanya dan akan mengajaknya bermain esok hari.

Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan tulus namjanya itu. Inilah yang paling ia sukai dari Sungmin. Pengertian dan sangat baik hati. Ia beruntung karena makhluk sempurna yang diciptakan dengan sempurna oleh Tuhan itu bisa ia dapatkan dan ia jaga. Makhluk dengan kadar sempurna yang amat tinggi dan membuat siapapun merasa sangat beruntung.

“gomawo Hyung, kau memang yang terbaik.” Kyuhyun beralih menggenggam tangan putih itu erat, mencium sekilas pucuk kepala itu hangat dan tersenyum ikut memandang lautan senja yang begitu menenangkan.

“ne, arra, aku tahu aku memang yang terbaik. Dan kau juga adalah orang yang paling terbaik karena mendapatkan orang terbaik sepertiku..kkk~~~” kekehan Sungmin yang terkesan lucu itu membuat Kyuhyun tersenyum.

“ne, kau benar Hyung…” dan untuk beberapa saat, kedua makhluk itu tetap memandang surya senja yang seakan enggan melewatkan sejengkal momen mereka.

“Hyung, kau mau kuberi hadiah?” Tanya Kyuhyun antusias membuat Sungmin menoleh ke arahnya.

“eoh? Apa?” tanyanya berbinar.

Tangan Kyuhyun yang tadi menggenggam tangan Sungmin mulai membibimbing tangan lentik itu ke arah dadanya. Menempelkan disana seolah disana adalah objek yang harus di jaga. Mata bulat itu membulat imut dan sesekali mengerjap cepat membuat pemilik itu terlihat lebih imut. Dan Kyuhyun bersumpah ia berdoa dalam hati agar ia sanggup tak memakan makhluk imut itu sampai di Dorm nanti.

“aku tahu aku bukanlah orang yang puitis seperti Donghae Hyung yang bisa membuatmu tersanjung dengan kata katanya. Dan aku juga bukan Siwon Hyung yang bisa kau banggakan ketampanannya di hadapan orang banyak sebagai kekasihmu. Aku tidak bisa memberimu barang paling berharga didunia ini karena mereka tak dapat menyamaimu yang terlalu berharga untukku Hyung, Tapi ini…” Kyuhyun menjeda kata katanya, semakin menarik tangan Sungmin untuk lebih merekat pada area dadanya.

Jangan tanyakan Sungmin seperti apa dan bagaimana saat ini. namja imut itu hanya diam memandangi tingkah namja dihadapannya ini. merasa lain dengan sosok Kyuhyun.

“aku hanya punya ini, hati yang sudah terukir nama Lee Sungmin didalamya. Aku meyerahkan ini untukmu Hyung, maaf..” Kyuhyun tersenyum hangat. Sangat tulus dan dapat dideteksi bawa ini bukanlah seringaian seperti biasa, melainkan senyuman tulus seorang Cho Kyuhyun yang mungkin hanya akan ditunjukkan kepada Sungmin.

Sungmin hanya bisa melongo menerima perlakuan Kyuhyun, menerima semua kata – katanya dan mencernanya perlahan.

Belum habis keterkejutannya ia harus rela lebih terkejut saat bibirnya ditawan paksa oleh Kyuhyun. Bibir tebal yang tengah melumat bibir tipisnya itu adalah hal yang dirindukan nya selama berbulan ini.

Pagutan indah yang berdasarkan cinta tercipta begitu manis diantara bibir keduanya. Kedua bibir yang saling merindukan.

Kyuhyun tersenyum disela ciumannya. Menatap sekilas wajah yang damai dengan mata tertutup seprti menikmati apa yang ia lakukan terhadap bibir itu.

“saranghae…” dan Sungmin hanya membalasnya dengan senyuman manisnya. Senyuman tulus yang mampu mengatakan bahwa ia juga mencintai Kyuhyun.

Tanpa menunggu lama, pagutan indah berselimut cinta itu tercipta dibiasi cahaya senja sang surya yang sepertinya ikhlas melepas dua makhluk yang tengah dimabuk cinta itu. Menjadi saksi berakhirnya siang tanggal 1 januari serta semakin kuatnya cinta dua insan disana.

Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin.

Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun.

No other, just them.

You believe or not? But you better than believe me.

END.

Pidato perpisahan (?) :

Cha!

Huaahhh~~ selese ditengah pikiran yang bercabang – cabang. UAS, Tugas, Presentasi, Laporan! GOD! maap buat keterlambatan dan cerita yang GaJenya gak ketulungan. Maklum lah yah, Ipech emang gini. Apa adanya bukan ada apanya. Gomawo buat yang mau nyempetin mampir dan baca ini, lop yu ❤ muah muah^^ gomawo juga buat Rainy unnie yang mengijinkan FF anehku ini memenuhi wall dengan title Lomba.

See you.. ❤