HORMONES- The Confusing teens-Dopamine_KyuMin|YAoi

 HORMONES KYUMIN FF

Author : rainy hearT

Length : Series (?)

Rated :  T

Cast :

-Cho Kyuhyun & Lee Sungmin

– EunHae

-BaDeul

-HanChul x SiChul

-YeWook

-YunJae

-OnKey

-2Min

Pairing : || KYUMIN |

Desclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance|| Angst | Fluff

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Sumarry : I just pick some scene’s from mini series from Thai, named Hormones. It’s just get inspired by the tittle, but actually the story inside was so different, not same as the series. If you like Thai series, better chek it out. The mini series was so damn fucking good. Trust me.

 

.

 

Another PRESENT From Me

.

~The Confusing Teens~

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash.

 

.

 

HAPPY READING

.

.

 

Part 2 (Dopamine)

 

 

.

 

.

 

Hae’s home…

.

 

.

 

“Bagaimana Hyung, apa handycam-nya sudah siap?”

 

“Sebentar, Hae.”  Yesung mengangguk yakin saat ia sudah memastikan oom dan angle yang akan dia dapatkan. IA memilih duduk di lantai kamar Hae dan bersiap. “Oke. Siap!” Yesung mengacungkan jempolnya.

 

Donghae sudah bersiap dengan gitarnya. Hari ini ia ingin membuat sebuah demo yang akan dia unggah ke youtube, dan juga media social sekolah. Hae sudah sangat siap, dan kali ini ia akan menyanyikan lagu ciptaanya.

 

Hae hendak memerik gitarnya, tapi ia berhenti. Ia melirik pada Kyuhyun. “Hei, Kyu!!! Ayo bantu aku, aku butuh bantuanmu.  Seorang namja paling keren satu sekolah.”

 

Kyuhyun yang tengah sibuk dengan psp-nya mau tak mau meletakkan benda kesayangannya itu terlebih dahulu. Kyuhyun mendengar suara pintu terbuka, ia mengangguk hormat saat melihat Umma-nya Hae di ambang pintu.

 

“Hae!!!”

 

“Nde!!”

 

Hae’s Umma masuk ke kamar anak kesayangannya itu. “Aku akan masak bulgogi, kalian pasti akan menyukainya. Ayo, makan bersama.”

 

“Nde, ahjumma.” Yesung menjawab bersamaan dengan Kyuhyun. Mereka mengabaikan wajah kesal Hae. Setelah yakin jika umma-nya sudah meninggalkannya, Hae menatap kesal pada kedua sahabatnya.

 

“Ck… bukankah kalian masih ingat? Jika Umma meminta kalian makan malam disini, jangan mau.”

 

Kyuhyun menepuk bahu Hae. “Tidak apa-apa, aku sudah biasa mendengar suara cempreng Umma-mu.”

 

“YA! Tapi Umma-ku terlalu berisik. Dia bisa berbicara sepanjang waktu makan malam dan menceritakan semua kejelekanku.” Hae menatap Kyuhyun dan Yesung. “Begini saja, kalian bantu aku membuat demo malam ini, dan jangan makan malam dirumah. Aku akan mentraktir kalian Di Grill 5 Taco.”

 

“Deal!!!” Kyuhyun berseru senang. “Ayo, lakukan.”

 

Mereka memulai merekam demo yang akan diunggah ke youtube. “Tadinya aku hanya dapat 30 view dalam satu minggu. Sekarang pasti langsung ribuan. Hahhaa…!” Donghae tertawa polos.

.

 

.

.

.

 

“Dimana Kyuhyun dan Yesung?”

 

“Mereka sudah pulang, Umma.”

 

“Padahal umma sudah memasak sangat banyak, kenapa kau biarkan mereka pulang.” Hae’s Umma meletakkan piring berisi sayuran dan kemudian sibuk menuangkan sayur ke piring Hae. “Seharusnya mereka ikut kita makan.”

 

Donghae menggeser kursinya dan duduk dikursi. “Tidak apa-apa. Aku yang akan habiskan.” Hae tersenyum pada Ummanya. Yah… dia merasa bersalah. Terkadang ummanya memang sangat berisik. Hae melihat TV yang masih menyala dihadapannya. “Appa, besok belikan aku itu yah???”

 

Hae’s Appa melihat iklan yang masih di putar di TV itu. Iklan sebuak skuter yang memang baru di luncurkan beberapa hari kemarin. Ia tak bisa membiarkan Hae mengendarai motor itu. Hae anak yang cukup ceroboh. “Tidak bisa, itu bukan mainan anak ceroboh sepertimu.”

“Tapi appa….” Hae merengek. Ia menoleh pada Umma yang duduk disisinya. “Umma, belikan aku itu yah???”

 

“Mianhe, appamu bilang tidak. Jadi umma tidak bisa berbuat apapun.”

 

Hae cemberut. Ia memasang wajah memelasnya.

 

“Sudahlah, Hae. Umma sudah menyiapkan susumu. Sebelum naik, bawa keatas dan habiskan.”

 

Hae hanya mengangguk patuh. Sejujurnya ia kesal. Ia masih saja dipandang dan diperlakukan seperti anak kecil. Setelah menyelesaikan makan malamnya, ia naik keatas menuju kamarnya. Ia sudah tak sabar untuk melihat bagaimana reaksi viewer di video yang diunggahnya.

 

Hae mereload  halaman terakhir dari youtube. Dan, “Coooollll!!!” Hae berseru senang.

 

Dilayar tertera jelas. “1448.”

.

 

.

 

.

 

At School!!!

 

.

 

.

 

Esoknya Hae merasa seperti menjadi artis dadakan. Mungkin mengalahkan perasaan artis kilat lainnya yang terkenal hanya lewat youtube. Dia berjalan menuju  kelasnya dengan senyuman lebar diwajahnya.

 

Ia menemui Yesung dan Kyuhyun yang tengah menikmati waktu santai mereka di tepian lorong sekolah mereka.

 

“Hae-ah…. sepertinya kau senang sekali.”

 

“Nde, Kyu!!!! Kau tau viewernya pagi ini sudah 2500. Itu bagus sekali. Ah… biarkan aku merasakan menjadi seorang artis dulu.

 

“Kyuhyun Sunbae!!!”

Tiba-tiba datang segerombolan namja yang sudah pasti Kyuhyun tidak mengenalnya. Key, Jonghyun dan Jino. Sebenarnya Jonghyun malas mengikuti Key. Tapi Key memang sangat manja dan pemaksa. Dia tak segan-segan mengomeli  Jonghyun didepan orang banyak. Key menyeret Jino untuk mendekat kepada Kyuhyun.

 

“Kyuhyun Sunbae, aku sudah melihat video yang kau unggah. Lagunya bagus!!! Bisa berfoto bersama?”

 

“Tentu saja, cantik…” Kyuhyun tak lupa memberikan rayuan maut. Yesung hanya bisa menggeleng heran. Kyuhyun memang tak bisa diam jika melihat makhluk cantik. Key memberikan ponselnya pada Yesung. Tapi saat Yesung sudah bersiap mengambil foto, Key kembali berubah pikiran.

 

“Yesung sunbae ikut berfoto dengan kami.” Key menatap Donghae. Ia menarik ponselnya dari Yesung dan memberikannya pada Donghae. “Sunbae, tolong fotokan untuk kami. Eum 2 kali yah, takutnya nanti hasilnya kurang bagus.”

 

Sebenarnya Donghae sangat kesal. Ia memang tak bisa sepopuler Kyuhyun, tapi kenapa seperti ini. Mau tak mau, meski sangat kesal ia memotret mereka.

 

“Hae, sepertinya kau masih kalah populer dari Kyuhyun.”  Setelah segeromnolan namja itu pergi, Yesung tertawa pelan dan menepuk bahu Hae. Bermaksud untuk menenangkan namja itu, tadinya memang berniat seperti itu. Tapi akhirnya Hae semakin dongkol dan kesal.

 

“Kenapa seperti ini? Aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi artis terkenal.”

 

Kyuhyun dan Yesung hanya tertawa melihat komentar polos Hae. Anak itu memang benar-benar masih sangat polos.

 

“Annyeong…”

 

Hae terdiam seketika. Ia melihat salah satu sunbae mereka -mahasiswa- yang Hae kenal benar jika namja ini adalah salah satu personil dari Spaceband.

 

“Sunbae….”

 

“Aku melihat video di youtube. Bukankah kau yang memainkan gitar?”

 

Hae mengangguk semangat.

 

“Aku akan mengadakan audisi akhir pekan ini. Aku tunggu di ruang musik sekolah sabtu sore.”

 

“Ya, pasti. Aku pasti akan datang.”

 

Setelah sunbae itu pergi, Hae berjingkrak senang. Ia bahkan tak malu saat dengan seenaknya mencium pipi Kyuhyun dan Yesung. “Cool!!!”

 

.

 

.

 

.

 

Prok..! Prookkkk!

 

“Ah.. Eunhyuk-ah!” Hae berlari kencang menuju Enhyuk yang menyambutnya dengan tepuk tangan meriah dari dalam kelas.

 

“Aku dengar kau diterima di band itu, chukkae!”

 

Hae memeluk Eunhyuk. “Nde. Ah… kami akan mengadakan pertunjukkan untuk menutup acara sekolah. Aku ingin kau merekamku nanti dan pastikan kau ada di barisan pertama.”

 

“Nde…”

 

.

 

.

 

.

 

Sekolah sangat meriah. Terlebih, nanti akan ada pentas seni yang dibuka oleh band sekolah mereka. Hae sangat gugup, ini pertama kalinya dia tampil didepan banyak orang. Hae melihat penonton yang sudah mulai berkumpul di depan panggung. Ia tersenyum melihat semua siswa sepertinya benar-benar tertarik untuk melihat penampilan Spaceband.

 

“YA! Hae-ah, ayo ambil posisi.”

 

Hae mengangguk. Ia kemudian naik ke panggung dan mengambil gitarnya. Bersiap untuk mengiringi vokalis band mereka. Kali ini mereka akan memainkan lagu wajib Spaceband. Lagu yang sedikit bergenre rock meski dengan lirik yang sedikit melow.

 

Seperti janjinya, Eunhyuk berada di barisan depan. Dia sudah bersiap dengan kamera ponselnya. Awalnya Enhyuk takut, saat iamelihat keraguan di raut wajah Hae. Tapi entah mengapa, lama-kelamaan ia malah menjadi khawatir. Hae sepertinya terlalu menikmati atau malah over dalam memainkan gitarnya.

 

“Lihatlah, bukankah dia gitaris baru?”

 

“Nde, tapi kenapa main gitarnya seperti itu?”

 

“Ih… aneh sekali. Bagaimana bisa dia mengiringi Subin eonni?”

 

“Ia, permainan gitarnya juga jelek sekali.”

 

Eunhyuk sudah memaksakan diri untuk menulikan telinganya dan tak mempedulikan ocehan para yeoja yang berdiri disekitarnya. Mereka mengomentari permainan gitar Hae. Eunhyuk memfokuskan dirinya untuk melihat penampilan Hae, tapi lama kelamaandia juga merasakan jika apa yang dikatakan para yeoja berisik itu memang ada benarnya. Eunhyuk mulai ragu. Ia menurunkan ponselnya.

 

Ia melihat penampilan Hae yang malah semakin lama semakin berlebihan. Ia merasa kesal sendiri dan kecewa, seharusnya Hae tak perlu bermain seperti itu.

 

Setelah penampilan Spaceband selesai, Hae langsung turun dari panggung. Ia heran kenapa di detik-detik akhir Enhyuk malah pergi dan tidak menonton penampilannya lagi. Ia mencari Eunhyuk  ke seluruh ruangan dan lorong sekolah. Tapi semuanya sepi.

 

Akhirnya Hae memilih untuk kembali ke ruang kelasnya. Ia menemukan ponselnya sudah berada di meja. “Ah.. pasti dari Hyukkie.” Hae memutar videonya dengan semangat. Ia sudah tak sabar melihat seperti apa penampilannya tadi.

 

Awalnya Hae memang merasa senang, ia terlihat seperti pemain gitar profesional tapi saat Hae mulai mendengar suara berbisik-bisik, ia mulai merasa terganggu. Hae mengeraskan volume rekaman video itu. Meski suara musik lebih keras tapi Hae bisa mendengar suara dari beberapa yeoja yang mengomentari penampilannya.

 

Hae menghentikan video itu. Ia tertegun. ‘Apa ini alasan Hyukkie?’

 

.

 

.

 

.

 

“Hae, Umma akan mengajakmu untuk makan di restoran Jepang. Kita akan merayakan penampilan pertamamu dengan bandmu itu. Bagaimana?”

 

Umma Hae yang tengah menyetir itu mengerutkan keningnya. Tak biasanya Hae hanya diam dan tak menyahut. Apalagi, Hae paling suka masakan Jepang. “Hae, kau baik-baik saja kan sayang.”

 

Hae tetap saja diam. Hae’s Umma kemudian memasuki lahan parkir luas yang tepat berada di depan sebuah restoran Jepang yang mewah. “Ayo, kita masuk dan makan dulu. Setelah itu baru kita pulang, umma sudah menyiapkan kejutan untukmu.”

Tapi bukannya turun dan menuju ke restoran, Hae malah berlari jauh dan mengabaikan teriakan Ummanya. Hae merasa kesal, pada dirinya sendiri dan juga ia merasa bersalah… pada dirinya sendiri. Mengapa ia bertingkah konyol dan memalukan seperti itu?

 

Hae berlari dari restoran jepang yang jaraknya memang cukup dekat dari rumahnya. Dengan tergesa, ia membuka gembok rumahnya dan masuk melalui pintu yang ada di samping rumah.Tapi Hae tertegun saat melihat motor yang terparkir di samping rumah.

 

“Mianheyo, Umma…”

 

Hae menangis pelan. Ia telah meninggalkan ummanya. Seharusnya, ia tak bersikap seperti itu. Hae mengusap air matanya, ia tersenyum saat melihat tulisan di kartu yang tergantung di spion sepeda motor itu.

 

“Hae-ah…화이팅!!!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Heechul tengah menikmati waktu sorenya di sebuah toko buku. Ia akan membeli beberapa buku bacaan yang mungkin bisa menemaninya saat ia merasa kesepian di rumah. Nunna-nya tak selalu ada waktu untuknya.

 

Ia melihat ponselnya. “Ah… Dia sudah menungguku.” Heechul segera membayar dikasir dan kemudian keluar dari toko buku itu.

 

“Annyeong…”

 

Heechul tersenyum saat melihat seorang namja yang menyapanya. Bukan dari sekolah yang sama dengannya, tap namja itu cukup menarik baginya. “Nde, annyeong.”

 

“Bisa berbagi contact mu denganku? Kuharap kita bisa berteman.”

 

.

 

Pluk!

 

.

 

Sebuah tepukan kecil melayang dengan mudahnya mengenai kepala namja itu. Heechul hanya bisa diam. Ia tahu, dalam hal ini ia tak akan bisa berbuat  apapun. “Yah, anak kecil. Jangan sekali-kali mengganggu dia lagi. Dia ini milikku.”

 

Namja itu hanya bisa merengut kesal. Dan tak lama setelah Heechul berlalu darinya, di belakangnya tiba-tiba ada sekelompok namja yang kemudian ikut memukulinya. “Kau harusnya berkaca. Ah… dan harus kau ingat, kau bukan apa-apa. Hanya namja lemah yang tak pantas bersaing dengan Han hyung.”

 

Heechul masih sempat menoleh kebelakang hanya untuk memastikan keadaan namja itu. “Hannie, seharusnya kau tak perlu sekejam itu padanya. Dia hanya ingin berteman denganku.”

 

“Chullie, jangan mengelak. Aku tahu bagaimana sikapmu. Jangan buat aku kehilangan kesabaran denganmu.”

 

Heechul hanya bisa diam pada akhirnya. Ia tahu, Hangeng memang sangat dan terlalu mencintainya. Bukan ia tak mencintai Hangeng, hanya saja namja itu selalu memberikan cinta yang berlebih untuknya dan terkadang ia malah merasa bosan.

 

“Ah… dan kenapa Siwon harus menjadi anak buahmu. Dia sungguh kasihan, harus membelamu.”

 

“Hei… dia itu adik kesayanganku. Sudahlah, berhenti mengasihani orang lain.” Hangeng meremas nakal bokong Heechul. “Aku akan mengajakmu ke rumahku. Kita bisa menghabiskan akhir pekan bersama.”

.

 

.

 

.

 

.

 

Sungmin memasuki kelasnya dengan wajah cerah. Mereka semua baru saja kembali ke kelas masing-masing setelah sebelumnya berkumpul di gedung olahraga untuk mengetahui siapa yang akan mewakili upacara penghormatan kepada para guru yang sudah biasa mereka lakukan di awal tahun pelajaran.

 

Sungmin senang-senang saja saat mendengar jika Kyuhyun juga ikut mewakili mereka. Sebenarnya ia berharap wakil yang lainnya dari kelas yang lain dan bukan dari kelasnya, terlebih itu adalah Kyuhyun. Tapi Sungmin harus bersikap sportif.

 

Sungmin berdiri di depan para siswa yang lainnya. Hari ini mereka dibebaskan dari semua pelajaran sekolah untuk mempersiapkan upacara penghormatan itu.

 

“Apa kau yakin dengan apa yang kau tuliskan? Apa tak ingin berubah dari tahun kemarin?” Kyuhyun bersuara mengomentari tulisan di papan tulis yang baru saja di tuliskan Sungmin.

 

“Kita perlu sesuatu yang teratur dan juga rapi. Aku tidak mau kau membawa tingkahmu yang urakan itu kedalam sekolah kami.”

 

“Tapi, Sungminnie…” Kyuhyun memanggil Sungmin dengan suara lembutnya. Sungmin sempat merasa malu pada awalnya. Namun ia langsung menghentikan acara ber-blush-ing ria dan kembali menormalkan raut wajahnya. Sungmin mulai merasa ada yang salah dengan dirinya.

 

Sementara, Kyuhyun yang sadar dengan kelakuannya hanya tersenyum nakal. “Apakah tidak sebaiknya kita menambahkan kesan lucu agar para siswa juga tak takut lagi dengan Seonsaengnim. Kau tahu, seperti Kang In seonsaengnim, dia menakutkan. Yah… aku hanya berfikir mungkin kita bisa menambah sesuatu yang lucu. Agar tak kaku seperti biasanya, Ming.”

 

Sungmin hanya menggeleng. Ia harus berusaha sabar menghadapi Kyuhyun. meski Kyuhyun sudah berani-beraninya memanggilnya dengan berbagai macam panggilan yang sama sekali tak sopan. “Kalau begitu baiklah. Aku pikir ada baiknya juga. Nah, yang setuju dengan ideku untuk melakukan upacara formal seperti biasanya harap berkumpul di sebelah kiri dan yang setuju dengan ide Kyuhyun harap berkumpul disebelah kanan.”

 

Kyuhyun masih sempat mencuri padang pada Sungmin, meski sepertinya Sungmin terlalu acuh dan tak memperhatikannya. Meski Kyuhyun sudah berusaha untuk menyangkal, tapi tingkah Kyuhyun benar-benar memperlihatkan betapa ia sangat mengagumi Sungmin.

 

.

 

.

 

.

 

Heechul keluar dari sekolah dengan lemas. Hari ini Hangeng tak akan sempat menciumnya. menjadi seorang mahasiswa memang melelahkan dan membuatnya tak bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama Heechul.

 

Heechul melihat Siwon yang tengah berdiri di halte bus, ia mnghampirinya. “Hei!”

 

“Oh… Heechul Hyung.”

 

“Kenapa sendirian?”

 

“Hari ini aku harus pulang kerumah dulu, baru main ke tempat Hangeng Hyung.”

 

Heechul mengangguk. “Eum.. apakah kau benar-benar melakukannya atas dasar teman?”

 

“Maksudmu?”

 

Heechul menatap melas pada Siwon. “Kau tahu, Hannie hanya memanfaatkan kalian. Aku tak suka dia melakukan hal seperti itu.”

 

Siwon hanya menggeleng. “Tidak apa-apa.”

 

“Hey!!!”

Siwon menoleh ke sumber suara. Ia melihat namja yang kemarin menggida Heechul mendatanginya dengan beberapa teman genknya. Siwon mungkin jago bela diri, tapi jika teman genk-nya sebanya itu…

 

“Ayo! Pukul dia!”

 

Heechul hanya bisa berteriak dan sedikit-sedikit menangkis pukulan pada tubuh Siwon. “YA! Jangan ganggu kami, pergilah! Tolong!”

 

Setelah ada seorang polisi patroli terlihat berlari menuju ke tempat mereka, gerombolan anak-anak itu lalu pergi meninggalkan Heechul dan Siwon. “Mianhe, Siwon-ah…”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Malamnya, di tempat Hangeng mereka semua berkumpul. Termasuk Siwon dan Heechul.

 

“Aku akan menghabisi mereka.” Hangeng geram hingga meremas kaleng beer yang ia pegang. Ia menepuk pelan bahu Siwon. “Kau sekarang, tak boleh kemana-mana sendiri. Sebaiknya kalian selalu ikut bersamanya.”

 

“Nde, Hyung.” Bebearap anak yang lain menyahut patuh pada pemimpin mereka.

 

“Kau tidak apa-apa, baby…”

 

“Ahni, hanya takut saja. Mereka sempat menggangguku, harusnya kau memukuli mereka.”

 

Hangeng mencium bibir pouty Heechul. “Tenang saja, aku akan bereskan anak kecil itu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Morning!!!”

 

“Yeay! Kembali lagi bertemu dengan Sandeulie yang paling cute dan juga nae baby Baro!”

 

“Nde. Hari ini kami akan menayangkan acara yang paling ditunggu setiap minggunya. Yeah, apalagi kalau bukan We Are Sources.”

 

“Dan kali ini kami akan menayangkan reka ulang dari gosip terhangat dan terpanas minggu ini. Jangan lupa, beri tanggapan kalian di fanpage Badeul News.”

 

Itu hanya sedikit kata pembukaan sebelum rekaman reka ulang dimulai. Sungmin melihat itu. Ia tahu benar rekaman itu adalah kejadian beberapa hari yang lalu yang ia yakin tak ada satu orangpun yang tahu kejadian itu selain dia dan Key.

 

Tapi saksi dalam video reka ulang itu bukan Key. Lalu siapa yang membocorkan hal itu keseluruh sekolah. Sangat memalukan memang. Gay disekolah memang sudah biasa dan tak dipermasalahkan. Tapi bukan berarti mereka bisa bermesraan dengan bebas di lingkungan sekolah.

 

Sungmin sedikit geram melihat rekaman itu. “Chulie… waeyo?” Sungmin menghela nafasnya.

 

“Waeyo, Ming?”

 

“Ah… Kyu…” Sungmin menyembunyikan ponselnya. “Ahni, bukan apa-apa. Kenapa kau belum pulang? Bukankah ini sudah jam pulang.”

 

“Aku menunggumu.”

 

“Ah… klasik sekali.” Sungmin melihat ponselnya. Ia mendapat pesan dari Ummanya. “Kalau begitu, pulanglah sekarang karena aku juga akan pulang sekarang.”

 

Sungmin meninggalkan Kyuhyun didalam kelas. Yesung datang dari luar kelas dan menghampiri Kyuhyun. “Kukira kau sudah di kelas Hae? Ternyata kau mengganggu Sungmin lagi.”

 

“Aku tidak mengganggunya, hanya ingin berkenalan dengannya.”

 

“Kyu, Sungmin itu tidak seperti yang lain.”

 

“Tapi dia tidak galak padaku. Dia pasti akan menyukaiku, buktinya dia masih baik padaku meski aku sudah sering mengganggunya.”

 

“Terserah kau saja.”

 

“Yesung-ah, apa kau tahu apa hubungan Heechul dan Sungmin.”

 

“Aku tak yakin, tapi dulu saat mereka berteman baik. Aku tak tahu, apa yang membuat Sungmin dan Heechul jadi seperti sekarang.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

TBC

 

 

.

 

Aku tahu ini ngebosenin, dan juga ga cuman fokus Kyumin. Kan udah jelas castnya, and bagi yang belum nonton dramanya, aku saranin nonton deh. Dan aku juga secara garis besar ngikut alur di dramanya, jadi yah… begini deh.

 

Gomawo!!!

 

7 thoughts on “HORMONES- The Confusing teens-Dopamine_KyuMin|YAoi

  1. sebenernya agak bingung sma ceritanya eon untuk yg chap ini #plak
    mgkn karena ga fokus ke kyumin ya, trus setiap hbs tanda pisah/jeda alias titik2 bnyak yg tersusun kbawah (?) langsung fokus ke couple lain.makanya sya agak bingung #digatak
    maklum IQ sya IQ jongkok (?) eon.hehe ., kayaknya emang harus nonton filmnya ini😀
    sungmin ada mslh apa ya sma heechul? penasaran nih.
    dilanjut ya eon. fighting!

    :: mian komennya borongan eon, mumpung sya ada waktu dan ga sibuk. tp kl ada waktu sya sempatkan mampir🙂 ::

  2. eonni akhirnya update juga.. Hmm kali ini
    kyumin momentnya g terlalu banyak y
    eon.. eonni boleh minta pw NSFC g?? no
    eonni uda g aktif y?? keep writing & keep
    shipping kyumin.. ^^
    eh kelupaan ni noQ eon 085732496926.. pw juseyo🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s