HORMONES|The Confusing Teens – Ch. 1|KyuMin Vers

 

 

Author : rainy hearT

Length : Series (?)

Rated :  T

Cast :

-Cho Kyuhyun & Lee Sungmin

– EunHae

-BaDeul

-HanChul x SiChul

-YeWook

-YunJae

-OnKey

-2Min

Pairing : || KYUMIN |

Desclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance|| Angst | Fluff

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Sumarry : I just pick some scene’s from mini series from Thai, named Hormones. It’s just get inspired by the tittle, but actually the story inside was so different, not same as the series. If you like Thai series, better chek it out. The mini series was so damn fucking good. Trust me.

HORMONES KYUMIN FF

.

 

Another PRESENT From Me

.

~The Confusing Teens~

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash.

 

.

 

HAPPY READING

.

.

 

Part 1

 

 

.

 

.

 

Seoul International school

.

 

.

 

Meski pelajaran hari ini sudah dimulai, tapi tetap saja Sungmin terus sesekali menengok kebelakang. Ia merasa sangat terganggu. Sungmin melihat penuh benci kearah Kyuhyun yang masih duduk dengan posisi seenaknya dan juga masih tak memakai seragam sekolah pada hari ini.

 

Ini sudah hari kedua, dan sepertinya Kyuhyun memang sangat keras kepala. Sungmin melihat kearah depannya. Ia menatap Jung Soo-nim. Mereka saling bertatapan untuk beberapa saat. Jung Soo menghela nafasnya, berusaha menahan kemarahannya.

 

Ia sangat mengerti, apa yang ditakutkan Sungmin. Ia mencoba memberikan senyum samar, mencoba mengatakan jika semuanya mungkin akan membaik nanti, dan Jung Soo akan memikirkan apapun caranya untuk mengatur Kyuhyun.

 

“Cho Kyuhyun… “

 

Terdengar suara tegas dan garang yang tiba-tiba saja menyita seluruh perhatian siswa dan Jung Soo di kelas itu. Kang In-nim tengah berjalan dari pintu hingga ketengah ruangan dan terus saja memukulkan stik bambunya ke lantai.

 

“Ikuti aku.”

 

Kangin berkata dengan sangat tegas. Semua siswa sangat mengenal KangIn-nim. Namja itu begitu menakutkan dan tegas dengan semua peraturan. Dia adalah wakil kepala sekolah, yang mungkin saja tahun depan akan menjadi kepala sekolah. Sangat wajar, jika Kang In-nim begitu tegas dengan peraturan.

 

“Kau melanggar peraturan, dan sudah seharusnya kau diberi hukuman. Sekolah tak membebaskanmu untuk memakai pakaian seperti itu.

 

Cho Kyuhyun tak bergeming. Dia sama sekali tak mendengarkan dan tak peduli dengan ucapan Kang In. Bagaimana pun marahnya  Kang In, seperti bukan masalah baginya. Ia tetap saja duduk dan malah balas menatap tajam pada Kang In.

 

Kang In menggeram marah. Hampir saja dia berjalan menuju Kyuhyun dan memukulnya – mungkin – tapi Jung Soo-nim menghentikannya. Ia memegang bahu Kang In dan kemudian berbisik ditelinganya. Entah apa yang dikatakan Jung Soo-nim, tapi yang jelas Kang In-nim langsung pergi dari kelas itu meski sebelumnya tetap saja memamerkan kegarangannya pada Kyuhyun.

 

“Cho Kyuhyun-ssi, saya sangat berharap anda mematuhi peraturan. Secara sadar atau tidak, anda telah mengganggu kegiatan belajar di kelas saya.” Jung Soo mengalihkan perhatiannya dari Kyuhyun. Ia kembali menatap ke seluruh penjuru kelas. “Now class, let’s just talk about the rules. We have so many rules to make the new sentences from the reality that….”

 

Jung Soo mulai berbicara panjang lebar tentang penentuan penggunaan tata bahasa Inggris. Sungmin berusaha untuk mendengarkan dengan baik, tapi tetap saja dia tak bisa berkonsentrasi. Ia masih kesal dan malah semakin merasa kesal setelah kedatangan Kang In-nim.

 

.

 

.

 

.

 

Sungmin berdiri gelisah didepan gerbang sekolahnya. Hari ini ummanya berjanji untuk menjemput. Meski ia berkata tidak usah, tapi yeoja itu tetap memaksa. Terkadang Sungmin merasa sangat aneh, karena Ummanya masih saja bertahan dengan pendiriannya untuk selalu mengantar jemputnya, meski ummanya sangat sibuk sekalipun.

 

Umma Sungmin yang memang hanya bekerja sebagai perawat senior dan tak mempunyai banyak jam kerja. Hanya beberapa jam di pagi hari setiap harinya hingga selalu saja yeoja itu bisa menyempatkan untuk menjemput Sungmin.

 

Anak mommy mungkin, tapi Sungmin sangat menyayangi ummanya. Baginya, hidup seperti ini yang terbaik. Sangat teratur meski ia paham jika appanya adalah orang sibuk yang tak setiap hari bisa ia temui, tapi ia tak tumbuh menjadi anak nakal sangat berbeda dengan Kyuhyun.

 

Ugh… jika mengingat Kyuhyun, rasanya Sungmin menjadi semakin kesal saja. Namja itu benar-benar nakal, atau bodoh atau hanya tukang mencari perhatian. Pada kenyataannya Kyuhyun adalah namja yang pandai, dan ditambah dengan wajah yang tampan … siapa yang tak akan menyukainya.

 

Dan juga dia populer seketika, ditambah lagi dengan kenakalannya dan tingkah seenaknya, “Menyebalkan sekali.”

 

“Hei… baby Ming.”

 

“Um-mma…” Sungmin tersenyum canggung.

 

“Kenapa wajahmu seperti itu?”

Sungmin memeluk dan mencium pipi Ummanya. Dia terlalu sibuk dengan pemikirannya tentang Kyuhyun hingga dia tak sadar jika Ummanya sudah menghampirinya.

 

“Hanya seseorang, Umma. Mungkin dia belum bisa beradaptasi dengan sekolah dan aturannya.”

 

“Murid baru?”

 

“Nde….”

 

“Sudahlah.”

 

Sungmin tersenyum melihat Ummanya. Mereka masuk kedalam mobil. “Hari ini Umma belum memasak, yah… baru saja selesai dan Umma langsung menjemputmu.”

 

“Kalau begitu, aku yang akan memasak.”

 

“Boleh…”

 

.

 

.

 

.

 

Sementara itu, Kyuhyun masih berjalan dengan coolnya dan malah duduk di tepian lapangan melihat Yesung yang sedang bermain basket bersama dengan Donghae dan Eunhyuk, hobae mereka. Kyuhyun tertawa melihat beberapa kali Yesung gagal mengambil bola.

 

“Hahhaa…. pabboya Yesung!!”

 

“Hei! Jangan tertawa, ayo maju sini!!!”

 

“Malas.” Kyuhyun menyahut sekenanya dan kemudian menggeleng. Ia bersandar pada salah satu tiang penyangga sekolah yang terdapat di jalan lorong di sekeliling lapangan basket. Beberapa kali, Kyuhyun melihat Hyukjae memanggilnya untuk ikut bermain tapi Kyuhyun hanya menggeleng dan  malah semakin nyaman dengan posisinya. Ia mengambil ponselnya. Entah apa yang ada dipikirannya, yang jelas ia dengan seenaknya menulis di semua social media miliknya.

 

“KENAPA HARUS MEMAKAI SERAGAM?”

 

Lalu Kyuhyun mengupload beberapa foto terbaru miliknya hari ini dan mengatakan jika tak ada alasan yang mengharuskan mereka memakai seragam disekolah. Di Amerika saja tidak ada aturan seperti itu.

 

Kyuhyun memamerkan smirk andalannya.

 

“Kyuhyun-ie…”

 

Kyuhyun menoleh malas. Meski ia tak yakin siapa yang menghampirinya, tapi mendengar suara yeoja saja dia sudah mual. Malas sekali berurusan dengan para sunbae yang selalu saja berada disekitarnya.

 

Sunbae itu lebih menakutkan dari Kang In-nim. Yeah, setidaknya menurutnya seperti itu.

 

“Kau tak datang di pesta ulang tahunku semalam.”

 

Siapa peduli???’

 

Bisa saja Kyuhyun menyahuti seperti itu, tapi tak mungkin  dia merusak citranya sendiri.  Kyuhyu tersenyum palsu dan kemudian meraih ujung rambut hitam kemerahan sunbaenya.

 

“Mianhe, sunbae… aku sibuk dengan Ummaku.”

 

“Ish… jangan memanggilku sunbae. Kelihatannya aku sangat tua.”

 

“Mianhe, Hyuna baby….”

 

“Hei…!!! Siapa Hyuna!!!!”

 

Suara lengkingan yeoja itu berhasil membuat telinga Kyuhyun berdengung.

 

“Siapa lagi Hyuna!! Baru saja mengencaniku kemarin, tapi kau sudah punya yang lain.”

 

“Ah… mianhe Suzy aku…”

 

“YAHHH!! Siapa lagi Suzy…!!!”

 

.

 

Plakkk

 

.

 

Kyuhyun mengaduh pelan saat ia merasakan pedas di bahunya, sisa tamparan tangan yeoja yang entah siapa namanya. “Namanya Ji Eun. Baru saja minggu yang lalu kalian kencan dan berciuman hot di bar. Masa sudah lupa.”

“Ck…. bagiku tidak penting. Yesung-ah….”

 

“Heum…”

 

Kyuhyun memperlihatkan ponselnya pada Yesung.

 

“Kyu, ini..”

 

Kyuhyun hanya mengangguk. Yesung tertawa dan kemudian memukul-mukul bahu Kyuhyun. “Kau benar-benar cari masalah.”

 

“Yah… untuk hiburan. Lagipula, bukankah asik jika kita tak pakai seragam.”

 

“Boleh…”

 

Dan mereka berdua tertawa penuh kemenangan.

 

.

 

.

 

.

 

Dengan cepat, semua upload dan update terbaru dari Kyuhyun pun menyebar dan juga semua anak mau tak mau mengakui begitu banyak alasan yang dikatakan Kyuhyun. Seragam sekolah yang tak modis dan kuno. mungkin di negara lain masih banyak yang memakai seragam lebih kuno dari yang mereka pakai, tapi tetap saja semua alasan Kyuhyun ada benarnya.

 

“Cha!!! Kami datang kembali!!!”

 

Pasangan reporter alias wartawan sekolah itu terkadang hadir dengan seenaknya dan membuat semua orang kaget dengan kehadiran mereka yang tiba-tiba itu. Terlebih dengan mic berbentuk lolipop dan juga bando telinga mickey yang aneh yang menghiasi kepala mereka.

 

“Disini reporter BaDeul Couple!! Ye!!!”

 

“Kami sedang meliput fenomena hari tanpa seragam yang sepertinya dimulai hari ini. setelah kemarin Cho Kyuhyun sunbae memberi tahu kita semua alasan kenapa kita tidak mesti memakai seragam, semua anak sepertinya terpengaruh.”

 

“Nde…” Baro mengarahkan kamera ponselnya hingga merekam banyak siswa yang tengah berlalu lalang. Sandeul menangkap (?) seorang siswa yang tengah melintas.

 

“Hei… kemari.”

 

“Annyeong!!!”

 

“Nde, annyeong.”

 

“Bagaimana hari pertamamu berangkat tak memakai seragam?”

 

“Wah… senang sekali. Meski pertama kali, Umma dan Appa melarang. Tapi saat aku mengatakan alasan yang sama dengan alasan Kyuhyun Sunbae, akhirnya mereka mengijinkan aku.”

 

“Ah… begitu. Gomawo…” Sandeul membungkuk hormat kepada salah satu sunbaenya itu. Ia kemudian kembali berjalan dan terus menghampiri beberapa siswa lain dan mewawancarai mereka.

 

“Kyuhyun Sunbae nae namja!!!”

 

“Kyuhyun Jjang!!!”

 

“Kyuhyun sunbae … saranghae.”

 

Banyak lagi komentar yang terdengar seiring dengan semakin banyaknya siswa yang tak memakai seragam setiap harinya. Sementara itu, Sungmin tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berharap mereka semua akan berubah pikiran.

 

Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan saat tak sengaja bertemu pandang dengan Sungmin. Meski ia masih merasa sangat terganggu dengan kehadiran Kyuhyun, tapi mau tak mau Sungmin harus mengajak bicara namja itu.

 

Sungmin berhenti sebelum berjarak begitu jauh dengan Kyuhyun. Dia menoleh dan menatap Kyuhyun. “Kyuhyun-ssi…”

 

Kyuhyun berhenti dan hanya berhenti. Sama sekali tak terganggu untuk melihat kearah Sungmin.

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

“…”

 

“Kau pikir kau siapa? Kau hanya seorang siswa, dan sekolah ini memiliki aturan. Kau tak berhak menghasut semua siswa yang lain untuk bertingkah sepertimu.”

 

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan kemudian ia berjalan mendekati Sungmin. Dia tersenyum sinis pada Sungmin dan ia menepuk malas bahu Sungmin. “Katakan saja kau juga ingin mengikuti mereka. Ingin  mengikutiku dan tak memakai seragam. Kau hanya sedang kesal, karena kau ketua kedisiplinan yang tak mungkin melanggar peraturan. Hei…”

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya, hingga sangat dekat dengan Sungmin. Ia memamerkan smirk-nya kembali. “Atau kau hanya bingung, akan  memakai rok atau celana seperti itu nantinya. Heh… kulihat kau cukup cantik untuk ukuran namja.”

 

“Kau!!! Ughh!!!” Sungmin yang sangat gemas dengan tingkah Kyuhyun, kemudian dengan sangat cepat menginjak keras kaki Kyuhyun membuat namja itu mengaduh kesakitan. Sungmin tertawa senang melihat ekspresi konyol Kyuhyun.

 

“Awww!!! Yah… jangan menginjak kakiku, pabbo!”

 

“Kau yang babo!”

 

“Yah!!! Bilang saja kau ingin mengikuti kami semua dan tak memakai seragam, kenapa harus berbelit dan melarangku. Kau seperti Ummaku, benar-benar seperti Ummaku. Mengganggu saja.”

 

“Yah!!! Sebaiknya kau jangan mengajak yang lain untuk mengikutimu. Dasar menyebalkan.”

 

Kyuhyun kembali tersenyum. Rupanya ia sangat mengerjai Sungmin. “Oh.. kalau begitu, apa kau punya alasan yang tepat? Kenapa kita harus memakai seragam? Bukankah di Amerika saja tak harus memakai seragam? Lalu kenapa harus??? Jika hanya karena itu peraturan, maka peraturan memang dibuat untuk dilanggar. Lagi pula, aku bukan namja yang bodoh dan jangan lupakan… semua orang menyukaiku.”

 

“Mwo!!! Besar kepala sekali. Aku … aku sangat membencimu.”

 

“Benarkah??? Lalu…” Kyuhyun kembali menatap tajam pada Sungmin. “Bagaimana rasanya ciumanku kemarin?”

 

Kyuhyun lalu pergi berlalu dari hadapan Sungmin setelah berhasil mencuri satu ciuman di pipi Sungmin.

 

“YAH!!! Menjijikkan!!!”

 

Sungmin sangat geram. “Ughhh … awas saja, jika aku bukan ketua kedisiplinan aku pasti sudah menghabisimu.” Sungmin melangkah besar-besar dan menghentakkan kakinya. Ia memang tengah geram dan sangat kesal.

 

.

 

.

 

.

 

Hal seperti itu terus berlanjut hingga akhirnya sampai ke hari pertama lagi, hari senin. Mereka kembali lagi berkumpul di aula sekolah dan kembali berbaris rapi untuk mengikuti upacara.

 

Tapi belum juga dimulai, mereka sudah kembali ribut dan resah tentunya karena yang naik ke podium bukannya kepala sekolah mereka tapi Kang In-nim. Kangin. Memukulkan stik bambunya ke tubuh podium dan kemudian menatap tajam keseluruh siswa.

 

Pemandangan warna-warni dengan celana ketat dan rok atau celana super duper pendek membuatnya tak habis pikir. Tahu begini, dia tak menuruti keinginan Jung Soo untuk mendiamkan terlebih dahulu tingkah Kyuhyun.

 

“Semua… yang tidak memakai seragam, saya harap…”

 

Kangin memberikan jeda dalam pidatonya. “Kembali kerumah masing-masing. Silahkan belajar ditempat yang hanya menuruti kalian. Sekolah kita tak memberlakukan peraturan seperti itu. Saya harap, besok kalian sadar dan akan kembali memakai seragam kalian.”

 

“Untuk yang memakai seragam, silahkan tetap berada ditempat dan juga silahkan mengikuti pelajaran seperti biasanya.”

 

Sungmin melihat kesekelilingnya. Begitu banyak tempat kosong karena banyak sekali siswa yang akhirnya pulang. Sungmin menunduk diam. Dia mendengarkan pidato kepala sekolah, dan kemudian seperti biasanya dia akan memimpin do’a bersama untuk melewati minggu itu dengan baik.

 

Rasanya kosong sekali.

 

Dalam hatinya, ia menyumpahi Kyuhyun.

 

.

 

.

 

.

 

Keesokan harinya, kembali semua siswa dikumpulkan menjadi satu dalam aula. Masih banyak siswa yang masih tak menggunakan seragam hari itu. Sepertinya, hukuman skors 1 hari tak merubah apapun.

 

“Baiklah.” Kang In menarik nafas untuk menahan kemarahannya yang sudah meluap-luap. “Jadi kalian semua menantangku?”

 

Kangin turun dari podium dan kemudian berjalan ke hadapan ratusan siswa. “Yang memakai seragam silahkan kembali kekelas kalian masing-masing. Dan yang tak memakai seragam, sebaiknya kalian menyiapkan kedua tangan kalian untuk merasakan panasnya stik bambu milikku.”

 

Semua anak sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan Kang In. Meski mereka bersalah, Kang In sama sekali tak berhak bersikap seperti itu.

 

“Kang In seonsengnim!!!”

 

Beberapa anak berteriak keras dan kemudian mundur saat Kang In mendekati mereka satu per satu. Jung Soo segera meminta ijin kepada kepala sekolah untuk menjernihkan masalah itu.

 

“Perhatian semuanya!” Jung Soo harus berulang kali memanggil semua siswa dan juga terus berusaha membujuk Kang In untuk menghentikan aksinya. Setelah suasana sedikit tenang, ia meminta semua anak kembali ke barisan.

 

“Sebenarnya apa yang kalian inginkan? Kebebasan???” Jung Soo menatap Kyuhyun. Seakan ia tengah mengajak bicara namja yang kini masih dengan wajah keras kepalanya yang sangat menyebalkan.

 

“Cho Kyuhyun-ssi. Sebenarnya apa tujuanmu? Mempengaruhi semua siswa untuk bertingkah sepertimu. Tak seharusnya kau melakukan hal seperti ini, sekolah memiliki aturan dan aturan itu sudah dibuat sesuai dengan semua hal yang menurut sekolah dan kami para seonsengnim adalah hal yang terbaik untuk semua siswa.”

 

Kyuhyun maju ke depan. Ia berhadapan langsung dengan Kang In dan Jung Soo. “Di Amerika saja, mereka tak mengharuskan kita memakai seragam. Dan lagi pula, dengan seperti ini para siswa terlihat lebih santai dan lebih dapat menikmati sekolah mereka. Lagipula semua peraturan tak tentu semuanya baik untuk kami. Kami yang merasakan, bukan seonsengnim.”

 

Jung Soo tersenyum kecil. “Baiklah. Saya ambil perumpamaan. Kalian melihat kami disini, apakah jika kalian tak mengenal kami maka kalian akan berpikir kami adalah seonsengnim???”

 

“Animnida, Seonsengnim!”

 

“Dan juga, jika kalian berpakaian seperti itu apakah kalian akan dilihat sebagai siswa di luaran sekolah ini?” Semua siswa mulai diam dan berfikir. “Seragam adalah satu hal yang bisa membedakan kita. Siapa siswa, siapa guru. Dan juga jika kalian berpakaian seperti itu, apakah orang-orang jahat dan orang yang baik dapat membedakan kalian?”

 

“Seperti pencuri, jika mereka mengganggu kalian maka polisi mungkin akan diam saja. Mereka akan berfikir jika kalian adalah anak-anak nakal yang lainnya atau malah bahkan kalian ikut ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara. Dan juga, seorang dokter, perawat, dan petugas kebersihan pun juga memakai seragam mereka. itulah yang membedakan kita. Semua orang akan menghormati seorang siswa yang belajar. Siswa yang selalu datang kesekolah dengan pakaian rapi dan juga semangat yang tinggi. Tak ada seorangpun bisa membedakan kalian siswa atau anak jalanan jika berpakaian seperti itu.”

 

Semua siswa diam. Jung Soo menatapi mereka satu per satu. Hingga akhirnya mereka semua tersenyum dan bertepuk tangan.

 

“Gamsahabnida, Jung Soo-nim.”

 

.

 

.

 

.

 

“Heum… kau sudah memakai seragamu.”

 

“Tentu.”

 

Tapi, masih ada yang salah.”

 

“Ck….”

 

Kyuhyun menoleh malas. Lagi-lagi hari ini pun ia harus menerima ocehan membosankan dari Sungmin. “Apalagi??? Bukannya aku sudah memakai seragam? Lagi pula semua siswa lain juga sudah memakai seragam. Kau mau memarahiku lagi?”

 

“Pakai seragam yang benar. Kau pikir seragammu itu sudah layak untuk dilihat???”

 

Kyuhyun melihat tubuhnya sendiri. Ia lupa, jika beberapa kancingnya tak terpasang dengan benar, dan juga lengannya yang ia lipat-lipat sangat tinggi. Kerah bajunya yang entah bagaimana bentuknya.

 

Tapi ia hanya melihatnya saja, tak berusaha untuk membenarkan dandanannya. Entah apa yang dipikirkannya. Dia malah tersenyum aneh pada Sungmin dan dengan cepat menangkap lengan Sungmin. ia mengarahkan telapak tangan Sungmin pada kemejanya yang tak terpasang dengan benar itu.

 

“Kenapa tak kau saja yang rapikan??”

 

“KYUHYUN!!!”

 

 

 

.

 

.

 

TBC

.

.

Thanks buat yang selalu rajin review, #tebar kisseu

Gomawo!!!!

.

 

17 thoughts on “HORMONES|The Confusing Teens – Ch. 1|KyuMin Vers

  1. dah ngaku kalah kyu….. hehehe
    jung soo-nim memang yg terbaik… g perlu pke kekerasan, hanya perlu penjelasan… hahaha…
    tp ttp j msh buat ming mrah…
    dasar cho kyuhyun…..

  2. kyu sok bikin masalah,padahal sih pngen narik perhatiannya ming. kelihatan banget kl suka ming. si cho sweet bgt sih. caranya menarik perhatian beda dari yang lain. trouble maker bgt -_-
    ahihiihi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s