All About You | KyuMin | Yaoi (trilogi) | A

 

.

 

 

rainy hearT

 

.

 

 

~Proudly present~

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

ALL ABOUT U

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cast :  – Cho Kyuhyun

 

          Lee Sungmin

 

          -Choi Minho (Shinee)

 

          Others Super Junior members

 

 

Pairing: KyuMin

 

 

Genre : Drama, romance, angst, etc

 

 

Length : ?

 

 

Rated : T

 

 

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

 

 

 

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Don’t Like Don’t Read

 

 

No Copas No Bash No Flame

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

“Aku pikir ini waktu yang tepat.”

 

 

“Maksud hyung?”

 

 

Sungmin melakukan usaha terbaiknya dan mencoba tersenyum. Meski semuanya percuma saja karena Ryeowook tetap bisa tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi padanya. Tinggal dalam satu ruangan apartemen yang memungkinkan mereka berbagi segalanya.

 

 

Tak ada yang bisa disembunyikan oleh Sungmin.

 

 

“Sudah beberapa tahun dan tak ada perubahan apapun. Aku merasa semuanya percuma.”

 

 

Sungmin merasakan tepukan dan usapan lembut di bahunya. Ia menoleh melihat wajah sedih Ryewook. “Yah, mungkin sudah saatnya kau merubah semuanya Hyung. Selama ini, kau hanya terlalu sibuk dengannya dan sampai tak mempedulikan orang lain yang mungkin saja malah sanggup memberikan perhatian lebih.”

 

 

“Kau bisa saja.”

 

 

Dan kemudian hanya hening. Ryewook memeluk erat tubuh Sungmin. Hyung yang sangat ia sayangi ini sepertinya semakin kurus. Heum… ia tak mau merasakan cinta jika sakitnya akan membuatmu semakin kurus. Ryewook tertawa kecil mengingat pemikiran bodohnya barusan.

 

 

Sepertinya, ia terlalu dalam memikirkan semua masalah yang dihadapi Sungmin.

 

 

‘Cinta tak harus memiliki.’

 

 

Jika mendengar kata-kata itu, rasanya hampa dan tak berguna. Tetap saja, kita egois dan harus memiliki. Rasa sakit hati, lebih bertahan lama dan terus saja melukai tubuh kita meski lukanya tak terlihat sama sekali. Jika bahkan memiliki cinta pun, entahlah harus bersikap seperti apa.

 

 

Mungkin pemikiran Ryewook memang ada benarnya. Sungmin hanya ingin merasakan perasaan dicintai. Hanya cukup dia dicintai oleh orang yang baru dan dia akan melupakan perasaan mencintainya yang sudah cukup lama menyatu dengan Sungmin.

 

 

Ryewook melihat wajah sendu Sungmin yang tengah tertidur. Namja itu selalu lelah dan tertidur dengan cepat setelah melampiaskan semua perasaannya. Meski hanya diam dan berusaha menahan air mata yang tak mungkin untuk tak keluar, ia tetap merasa lelah.

 

 

Ryewook merapihkan makan malam yang telah ia siapkan untuk Sungmin. Ia bergegas meraih mantel dan tas ranselnya. Sudah waktunya untuk bekerja. Ryewook berjalan pelan hingga akhirnya dia sampai di platform untuk menunggu kereta yang akan ia naiki.

 

 

Dari wangi yang berada disekitarnya, Ryewook bisa merasakan jika ini wangi namja itu. Ia benci karena ia juga ikut merasakan sakit hati yang Sungmin rasakan. Ia benci saat melihat wajah angkuh yang seakan buta dan tak melihatnya, padahal mereka berdiri tepat bersisian.

 

 

Ryewook memilih menjauh, dan ia tersenyum lega saat menemukan seseorang yang tengah sibuk mengacak-acak tas ranselnya.

 

 

“Hyung…”

 

 

“Oh, Wookie baby…”

 

 

“Nde.” Ryewook meraih lengan namja itu dan bergelayut manja padanya. “Sungmin hyung tak berangkat malam ini. Kurasa, kita harus mencarikan perkerjaan lain untuknya. Menjadi penyanyi dicafe itu akan semakin menyakitinya.”

 

 

Ryewook mengangkat wajahnya dan menatap namja kesayangannya. Ia mencuri ciuman kecil di hidung namja itu. “Bisa bantu aku, Hyung.”

 

 

Heuh…. namja tampan itu tengah sibuk dengan pemikirannya lagi. “Yesung hyung…” Ryewook merengek manja.

 

 

“Aku sedang memikirkan kemana sebaiknya kita membuang Sungmin.”

 

 

Ryewook hanya berpout-ing ria saat mendengar kata-kata menyebalkan dari Yesung.

 

 

“Ish… bukan membuang. Hanya menjauhkan dia dari Kyuhyun. Aku tak mau terus-terusan melihat wajah sedih Sungmin Hyung. Cukup sudah untuk 3 tahun terakhir ini. Kurasa dia harus mencari seseorang yang bisa mencintainya dan mungkin Sungmin hyung akan belajar mencintai namja itu.”

 

 

“Bagaimana jika Sungmin memilih mengalihkan perhatiannya pada Yeoja?”

 

 

Sahutan pelan nan lirih itu benar-benar membuat Ryewook gemas. Dia mencubit pinggang Yesung dan kemudian segera berlari kedalam kereta yang kebetulan sudah berhenti tepat dibelakangnya. Ia membiarkan Yesung meringis kesakitan.

 

 

Mereka menghilang tepat setelah kereta itu pergi. Tak ada yang tersisa disana. Termasuk Kyuhyun, yang sedari tadi berdiri diam dan menggenggam kedua tangannya. Ia pun hilang bersama perginya kereta itu.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Ryewook sibuk membolak-balikkan tumpukkan kertas yang sangat membosankan baginya. Mengerjakan tugas sekolahnya di cafe dimana ia bekerja sepertinya percuma. Mengerjakan di rumah pun tak mungkin. Ia selalu teralih perhatian pada Sungmin.

 

 

Di cafe, dia pun tak bisa menghentikan rasa bencinya saat melihat seorang namja yang terlihat tampan dengan pakaian casualnya. Menekan tuts piano dan sesekali melayangkan senyumannya saat ia terhanyut oleh nada yang ia mainkan sendiri.

 

 

Tanpa sadar Ryewook menekan keras pensilnya hingga ujungnya patah.

 

 

“Sudahlah. Mau kau lihat sampai kedua bola matamu keluar-pun, dia akan tetap seperti itu. Sangat mengherankan,  Sungmin bisa menyukai namja yang bahkan tak bisa berbicara dengan baik dan benar seperti dia.”

 

 

Ryewook menghela nafasnya. Cafe sangat tenang sore itu hingga Yesung tak sibuk dan bisa mengganggunya. Yeah, mengganggu fantasinya dimana hanya tempat itu yang bisa menjadikan keinginannya nyata. Ia bisa mencabik-cabik Kyuhyun seenaknya.

 

 

“Hyung….”

 

 

Ryewook ikut menoleh saat mendengar suara orang yang ia yakini, adalah target selanjutnya dari semua rencana yang ia susun baik-baik.

 

 

“Ah…Minho-ah. Aigo!!! Kau semakin tampan saja.”

 

 

Minho hanya bisa tersipu malu. Dia masih seperi anak-anak, yang terkadang memang sangat menggemaskan. Meski pada kenyataannya, dialah pemilik cafe itu tapi dia tak pernah membandingkan apapun tentang perbedaan kekayaan dan usianya.

 

 

“Aku tak melihat Sungmin hyung.” Minho berbicara pelan sambil melihat kesekeliling. “Dia tak berangkat?”

 

 

Ryewook menggeleng pelan. “Dia sedikit tak bersemangat malam ini. Eum, Minho-yah…”

 

 

“Heum…”

 

 

Ryewook menatap Minho. Kedua mata mereka bertemu dan sukses membuat Minho salah tingkah, terlebih Ryewook bahkan tersenyum saat melihatnya. “Kau tahu, kau sangat tampan.”

 

 

“Hyung sangat berlebihan.”

 

 

“Kurasa, kau tak kalah tampan dari batu itu. Bagaimana jika kau menyatakan perasaanmu pada Sungmin hyung lagi.”

 

 

Minho terdiam. Raut wajahnya berubah. “Sungmin hyung…”

 

 

“Aku tahu, aku terlalu memaksakan kemauanku. Tapi aku mencintai Sungmin hyung. Melihatnya menangisi batu itu terus menerus membuatku bertambah kesal. Setidaknya jika denganmu, dia akan merasa lebih baik. Kurasa dia hanya butuh dicintai.”

 

 

Ryewook menatap kedalam kedua mata besar Minho. “Kau masih mencintainya bukan???”

 

 

Minho mengangguk pelan. “Tapi, Kyuhyun hyung…”

 

 

“Ish… dia bahkan bukan saudaramu. Aku benci kenapa kau mengalah pada hantu batu itu.”

 

 

“Tapi, dia anak appaku dan aku tak mau…”

 

 

“Sudahlah, kalau begitu.” Ryewook mengalihkan perhatiannya dari Minho dan kembali sibuk melihat tugasnya. “ Sebaiknya kau beralih saja jika sama sekali tak mau berusaha. Kau mengalah pada orang yang salah. Kyuhyun tak menyukai Sungmin. Aku tahu, dia hyungmu. Tapi kalian bahkan tak sedarah. Jika Ummamu tak menikah dengan si bodoh itu, aku sangat yakin jika Sungmin Hyung akan menyukaimu.”

 

 

Ryewook kembali menghentakkan genggaman tangannya ke meja. Dia sungguh gemas. “Kenapa kau masih sangat muda Minho-yah…Ish, aku benci Cho Kyuhyun.”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Ini adalah hari yang lainnya. Hari yang sama seperti hari sebelumnya. Sekolah musik sama sekali tak menarik lagi baginya.  Cafe tempatnya bernyanyi pun, sama sekali tak bisa menghiburnya. Dia sama sekali tak bisa mengalihkan pikirannya pada hal lain. Meski ia bisa mendengar suara Minho, tapi kedua matanya selalu bisa menemukan sosok yang tengah duduk diam sambil melempar jagung kearah merpati yang ada dihadapannya.

 

 

Bagi Sungmin, pemandangan dihadapannya sangat indah. He is kind of another angel. Kyuhyun terlihat sangat sempurna, terlalu bersinar.

 

 

“Aku tahu, aku tak bisa mengalihkanmu.”

 

 

Minho berucap pelan dan sambil menepuk bahu Sungmin. Sungmin mau tak mau harus merasakan perasaan bersalah. Ia juga terluka tengah membuat Minho berada dalam posisi yang mungkin malah paling sakit diantara mereka.

 

 

Sungmin menyentuh kedua sisi pipi Minho. “Kau terlalu baik, Minho.”

 

 

“Tapi tak cukup baik untukmu.”

 

 

Sungmin membeku. Sungmin tahu, jika Minho mencintainya. Entah berapa kali namja itu menyatakan perasaannya. Semua orang pun tahu jika Minho bahkan seribu kali lebih baik dari Kyuhyun. Tapi, kenapa…

 

 

“Mianhe, Minho.”

 

“Bukan salahmu jika sama sekali tak menyukaiku. Tapi, aku bisa mencintaimu. Kita bisa, setidaknya jika kau mau mencoba. Jebalyo…”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

“Hyung, bagaimana kencanmu?’

 

 

Ryewook bertanya dengan semangat penuh. Ia sendiri yang mengatur kencan Sungmin dengan Minho hari ini. Suasana romantis, sore yang cerah bersama dengan angin yang sejuk. Ditambah ice cream dan juga merpati yang selalu beterbangan di tengah taman.

 

 

“Bukankah sangat romantis, seperti di Paris. Jadi, bagaimana dengan Minho? Apa kau sudah… eum setidaknya berciuman dengannya?”

 

 

Sungmin hanya diam. Ia sama sekali tak bisa mencerna apapun yang dikatakan Ryewook. Dalam pikirannya hanya ada Kyuhyun ia sama sekali tak mengerti, kenapa di semua tempat ia harus selalu bertemu Kyuhyun.

 

 

“Wookie-ah…”

 

 

“Heum…”

 

 

“Disana juga ada Kyuhyun.”

 

 

“Mwoya!!! Bagaimana bisa?!” Ryewook berteriak kesal. “Bagaimana dia bisa ada disana? Dari semua taman, bagaimana bisa dia ada disana!!? Dasar penguntit!” Ryewook kesal, dia terlihat benar-benar sangat kesal dan marah. Ia sudah susah payah membujuk Minho, agar menyatakan perasaannya lagi pada Sungmin.

 

 

Sudah susah payah membujuk Sungmin untuk kencan (?) dengan Minho, dan akhirnya semua berakhir seperti ini lagi.

 

 

“Kenapa Kyuhyun seperti penguntit? Bahkan dia berhenti bekerja di cafe tanpa pemberitahuan apapun dan berapa hari kemudian aku melihatnya berada di toko roti tepat di depan florist yang baru kita buka. Sangat keterlaluan! Aku akan memarahinya terang-terangan. Lihat saja!”

 

 

Ryewook segera beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Sungmin.

 

 

Sungmin memang merasa sangat aneh. Saat dimana ia mulai menjaga jarak dari Kyuhyun, adalah saat yang sangat berat. Karena memang aneh, dia masih bisa menemukan Kyuhyun dimanapun meski dia sudah berpindah tempat kerja, berhenti dari sekolah musik dan bahkan saat ia mengantar bunga kesalah satu pesta pernikahan. Dia bisa menemukan Kyuhyun berada disana, baik dijalan maupun tengah duduk atau sekedar memotret.

 

 

Dan dari pintu kaca toko bunganya, ia bahkan bisa melihat Kyuhyun tengah tersenyum ramah pada seorang Halmeoni dan menghidangkan satu potong cake dan juga coffe latte yang memang terkenal sangat enak saat Kyuhyun yang membuatnya.

 

 

Tak ada satupun celah untuk keburukan yang dimiliki Kyuhyun.

 

 

Apapun yang ada didalam tubuh Kyuhyun, semuanya sempurna.

 

 

“And I was so in love with him….”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Hari dimana Ryewook justru tidak berangkat untuk membantunya ditoko bunga adalah hari yang terberat bagi Sungmin. Pemilik cake shop, tempat dimana Kyuhyun bekerja memesan beberapa set bunga untuk menghias tokonya.

 

 

Sedikit berdebar. Sungmin tak pernah sedekat ini dengan Kyuhyun setelah beberapa bulan berlalu. Setelah ia memutuskan untuk berhenti menempel pada Kyuhyun dan memutuskan untuk merubah semua tingkah lakunya. Meski ia sendiri merasakan sesuatu yang asing, dia seperti bukan dirinya lagi.

 

 

“Ah… kau sudah datang. Kuharap kau tak sibuk, karena aku ingin kau mengatur semua bunga. Bisakah?”

 

 

Sungmin hanya mengangguk. Yeoja yang sudah berumur itu sangat manis. Seperti ummanya, dan Sungmin tak mungkin mengatakan tidak pada yeoja pemilik cake shop itu. Meski itu artinya dia akan berada disekeliling Kyuhyun. Namja itu tengah merapihkan meja yang baru saja ditinggalkan oleh sepasang kekasih.

 

 

Sungmin sesekali mencuri pandang untuk melihat Kyuhyun, dan semuanya masih sama dia masih saja berdebar dan bahkan sekarang terasa sedikit sakit. Sungmin tak mau lebih lama merasakan perasaan itu, dia bergegas merapihkan punga mawar putih di beberapa meja yang tersisa dan segera mengucapkan salam pada ahjumma pemilik cakeshop itu.

 

 

Sedikit berharap, Kyuhyun akan menyapanya. Tapi, sepertinya kenyataan tak berjalan seperti apa yang ia inginkan. Bahkan Kyuhyun tak melihatnya sekalipun.

 

 

‘He’s as cold as ice…’

 

 

.

 

 

.

 

 

“Hujan…”

 

 

Sungmin melihat kearah luar. Sore itu sangat sepi, karena hujan terus saja turun. Ia bahkan tak bisa pulang karena tak mungkin berjalan cukup jauh untuk sampai ke stasiun kereta di tengah hujan yang entah kapan akan berhenti.

 

 

Sungmin beranjak dari duduknya dan kemudian menutup jendela kaca tokonya. Mungkin ia akan menginap di toko saja. Setelah mengirim pesan pada Ryewook, ia membuat coklat panas dan kembali duduk diam. Ia menekan tombol play pada music player yang ada ditokonya dan ia mulai sedikit merasa tenang. Alunan piano yang terdengar pelan dan lembut cukup berhasil menghibur kesepiannya.

 

 

“Sangat tidak sopan kau selalu memainkannya.”

 

 

Sungmin hampir menjatuhkan gelas coklatnya saat ia mendengar suara bass yang benar-benar ia kenal. Meski hampir sangat jarang Kyuhyun berbicara padanya. Sungmin juga baru merasakan panas pada pahanya beberapa menit setelah ia sadar dari keterkejutannya.

 

 

“Apakah kau selalu seperti ini?”

 

 

Kyuhyun berucap pelan dan mendekati Sungmin. Sungmin tak bisa berkata apapun. Ia bahkan belum percaya pada penglihatannya, Kyuhyun berada dihadapannya, dan berbicara padanya.

 

 

“Aku tidak… aku tak sengaja menjatuhkan coklatnya. Uh… maaf. Tapi, kenapa kau ada disini?”

 

 

Kyuhyun hanya diam. Situasi seperti ini membuat Sungmin sedikit canggung. Meski sebelumnya dia selalu ceria didepan Kyuhyun, tapi entahlah. Sekarang ia merasa sangat takut dan canggung.

 

 

“Kenapa kau sangat senang bermain-main?”

 

 

“Hheuhhh…?”

 

 

Kyuhyun tak menyahut. Ia hanya memamerkan smirk yang entah sejak kapan tak ia keluarkan. Ia mendekati Sungmin dan memegang erat kedua sisi bahunya. “Bagaimana bisa kau selalu seperti ini padaku?”

 

 

“Aku tak melakukan apapun. Bukankah aku sudah menjauh? K-kau sepertinya tak…”

 

 

“Beraninya kau melakukan itu padaku?”

 

 

“Aku tak melakukan apapun, Kyu. Aku tak mengganggumu.”

 

 

Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Kedua mata foxy itu terlihat sangat cantik, dan alunan piano yang mengiringi mereka sepertinya seakan mengerti suasana hati Kyuhyun.

 

 

“Siapa yang mengijinkanmu untuk menjauhiku?”

 

 

“Tapi, Kyu kau…”

 

 

Sungmin diam.

 

 

Dia tak akan bisa bicara saat bibirnya merasakan kelembutan bibir Kyuhyun. Sesuatu yang hangat dan sangat memaksa, yang sanggup melemahkan kedua kaki Sungmin. Bahkan tubuhnya bergetar hebat.

 

 

“Jangan melakukan apapun tanpa seizinku. Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika kau milikku.”

 

 

“Kyu….”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

“What!!!!” Ryewook berteriak histeris. “Beran-beraninya si evil batu menyebalkan itu mencuri ciuman dari bibir Sungmin hyung!” Ryewook menoleh tajam pada Yesung. Namja yang mungkin sama sekali tak bersalah dalam masalah ini.

 

 

“Ini karena kau, Hyung!!! Kau menahanku saat aku akan menjemput Sungmin hyung. Ish… kau sangat menyebalkan.”

 

 

“Kita sedang  di ronde 2 saat kau ingat Sungmin, bagaimana bisa aku membiarkanmu pergi saat aku sendiri membutuhkanmu.”

 

 

Ryewook ingin sekali memukuli namjanya yang selalu saja blak-blakan itu.

 

 

“Ish…Mianhe Sungmin hyung, aku tak bisa menjagamu. Aku berjanji, setelah ini aku akan selalu bersamamu. Mengantarmu dan mengikutimu kemanapun kau mau.”

 

 

“Yah!!! Aku namjachingumu. Jika kau terus menguntit Sungmin, kapan kau akan bermesraan denganku?”

 

 

“Ish… jangan kekanakkan hyung. Sungmin hyung lebih penting sekarang.” Ryewook bergegas merapihkan isi tas ranselnya dan kemudian bersiap. “Nah, sekarang kita berangkat ke florist. Ah… aku ingin mencium wangi bunga.”

 

 

Ryewook terhenti saat ia tak merasakan pergerakan Sungmin, padahal dia sudah menarik pergelangan tangan namja itu. “Wae Hyung??? Apakah ada yang terlupa?? Bukankah kau meninggalkan tasmu di toko.”

 

 

“Eum… Wookie-ah.”

 

 

“Heum?”

 

“Sebenarnya ranselku tak tertinggal di toko.”

 

 

“Eoh? Dimana hyung??? Jangan sampai hilang atau kita tak akan bisa mengantarkan bunga yang sudah di booking pembeli. Ish… aku tak punya salinan alamatnya hyung.”

 

 

“Wookie, tenanglah. Tasku tidak hilang.”

 

 

“Lalu?”

 

 

“Hanya tertinggal di suatu tempat.”

 

 

“Dimana?”

 

 

“Dirumah Kyuhyun.”

 

 

“Oh… ya sudah kita ambil saja.” Ryewook melenggang dengan santainya sambil menarik Sungmin untuk mengikutinya. Tapi selang beberapa detik, “What!!!!” Ryewook berbalik dengan sangat cepat dan menghadap tepat didepan wajah Sungmin. “Bagaimana bisa dirumah Kyuhyun!!!!”

 

 

“I-itu….”

 

 

“Sshhh…. baby Wookie-ah.” Yesung mencoba menghentikan tangan kurus  Wookie yang terus menggoncangkan tubuh Sungmin.

 

 

“Sudahlah. Lagian kemarin hujan deras, dan sangat pas untuk make out.”

 

 

“Yah!!!!” Ryewook berteriak kesal pada Yesung. “Ingatkan aku jika aku sedang marah denganmu Hyung.” Ryewook mendorong tubuh Yesung hingga namja itu menabrak pintu. Ryewook mengacuhkannya dan kembali sibuk pada Sungmin.

 

 

“Jangan katakan k-kalian make out.”

 

 

Meski dengan wajah memerah dan menunduk, tapi dengan jelas dia melihat Sungmin mengangguk.

 

 

“Yahhh!!! Bagaimana bisa? Ish… aku harus buat perhitungan dengan si evil batu jelek itu. Aku akan…”

 

 

“Akan apa?”

 

 

Ryewook menghentikan kata-katanya. Ia langsung memutar tubuhnya menghadap kepintu. Kemarahannya semakin menjadi saat melihat namja yang benar-benar ia benci tengah berdiri di pintu apartemennya.

 

“Aku akan membunuhmu evil batu jelek!!!”

 

 

“Coba saja kalau kau bisa.” Kyuhyun memamerkan smirknya. Dan tanpa basa-basi ia langsung menarik Sungmin kedalam pelukannya dan mencium lembut bibir namja itu tepat di depan wajah shock Ryewook.

 

 

“How dare you Cho Kyuhyun!!!! Dia hyungku!”

 

 

Kyuhyun memeluk erat pinggang Sungmin setelah ia menghentikan ciuman singkat mereka. ia menatap tajam pada Ryewook. “Kau tahu, aku tak  pernah berharap Sungmin berteman denganmu. Kau membuat semua usahaku sia-sia. Dan tingkahmu yang berani-beraninya menyuruh Minho  untuk terus menempel pada Sungmin benar-benar menggangguku. Jangan melakukan apapun pada Sungminku, atau aku akan melakukan hal yang lebih gila padamu.”

 

 

“Mwoya!!! Apa maksudmu evil Cho!!!!”

 

 

Sungmin menghela nafasnya. Ia mendorong Kyuhyun untuk keluar dari apartemennya. Dia merasa dia harus menjelaskan sesuatu terlebih dahulu pada Ryewook dan menyingkirkan kedua seme evil tak berguna itu diluar pintu.

 

 

“Katakan hyung!!! Bagaimana sebenarnya? Bagaiamana dia bisa melakukan hal itu dengan mudahnya dan bahkan setelah mengacuhkanmu selama beberapa tahun ini dan bagaimana bisa dia menciummu seperti itu? Bag….”

 

 

“Tenang Wookie-ah.”

 

 

“Bagaimana aku bisa tenang?”

 

 

“Dia hanya kesal dengan Minho.”

 

 

“Mwo!!!”

 

“Ya… hari dimana Minho mengatakan dia menyukaiku adalah hari dimana Kyuhyun akan menyatakan perasaannya padaku.”

 

 

“Mwoya!!!”

 

 

“Trust me, he loves me.”

 

 

Dan sungmin mencium pipi Ryewook setelah menepuk pipi tirus itu beberapa kali untuk menyadarkan namja manis itu dari keterkejutannya. “YAH!!! Dasar evil Cho!!!!”

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

END

 

.

 

 

.

 

 

Failed!!

 

 

Bahasanya anehhhhhhhhh….

 

.

 

 

13 thoughts on “All About You | KyuMin | Yaoi (trilogi) | A

  1. uuugh.. so sweet bgt kyumin momentx…
    huaaa.. jdi ming beneran hamil… chukkae..
    ya nyangka si kyu bakalan gmpang dpt restu… tpi kasian jga sama yunho appa, kyx frustasi bgt 2 anakx jdi gay.. pa lgi wkt tau sungminnie anak kesayanganx bisa hamil sama kyu…
    jdi penasaran syarat apa yg bakalan d ajukan sama yunho…
    d tunggu slalu chap slanjutx,,,

  2. wadduuuhhhh.. salah ketik komen d sini nich…
    hahahahaaa…
    huaaaa… bener2 bkin spechless.. tdix jdi sebel sama kyu tpi stlh tau jdix malah paham sama critax…

  3. Ahh.. Co cweet.. Ampe diabetes akunya,kak.
    Apalagi,itu make out sungmin nya imut.
    Haha.. Kalimat yesung frontal bnget. Ronde ke2 hahaha…
    Keren .daebak
    terus berkarya ne.😀

  4. Nape q mikir dicerita ini ryewook rempong amat yak.. ini disini kyumin sweet banget uyyy… gk nahanin.. auuuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s