Kiss Yo…|KyuMin|OS |YAOi

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Beberapa orang mengatakan, jika kau sedang marah maka wajahmu akan semakin menggemaskan.

 

Marah pun, kau terlihat seperti anak kecil yang tengah merajuk.

 

 

Eum… apakah bisa aku rayu dengan sesuatu yang disukai anak-anak?

 

 

“Kau mau ice cream? Atau coklat?”

 

 

Hanya menggeleng. Oh… baiklah..

 

 

.

 

 

See…

 

 

Jika kau anggap dia benar-benar seperti anak kecil, yeah.. benar-benar seperti yang

 

kau bayangkan termasuk segala tingkah lakunya, jawabnya adalah salah besar. Dia

 

bahkan tak mempan dirayu oleh strawberry ataupun pumpkin kesukaannya.

 

 

“Hyung, aku benar-benar tak tahu kenapa kau marah?”

 

 

Dan dia pergi meninggalkan aku. Ah… apalagi ini?

 

 

Aku mencoba menguntitnya (?) lagi. Mengekorinya kemanapun dia berjalan. Meski hanya

 

disekitar dorm saja. Aku jujur… aku tak tahu kenapa dia marah?

 

 

“Aku tak berselingkuh hyung?”

 

 

Dia  berhenti berjalan dan kemudian menoleh dan menatapku. Aku hanya bisa tersenyum

 

aneh dan sungguh, wajah imut itu kali ini terlihat menakutkan. “Ah… ahniya.

 

Maksudku, kupikir jika kau mengira aku selingkuh maka aku tidak hyung. Ayolah,

 

kenapa kau marah?”

 

 

“Heuh… sama sekali, kau benar-benar menyebalkan.”

 

 

Dan dia kembali meninggalkanku, masuk kedalam kamarnya dan__

 

 

.

 

 

Jdukkk…!!!

 

 

“Awww…. Uhh… neomu appo.”

 

 

Dahiku sukses mencium pintu yang ditutup kasar oleh Sungmin hyung. Anyways…. Ada yang

 

tahu, apa kesalahanku?

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

rainy hearT

 

 

.

 

 

~Proudly present~

 

 

.

 

 

.

 

 

Kiss Yo…

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

“If you are not telling me, how will I know?”

 

 

 

Cinta itu seperti ice cream, yang lama kelamaan

 

mungkin akan bisa meleleh dan benar-benar tak enak. Tapi bukankah kita bisa

 

menyimpannya di lemari pendingin?

 

 

 

Cinta sama seperti itu, jika dimakan terlalu

 

cepat juga tidak bisa benar-benar dirasakan dan dinikmati. Jika terlalu lama,

 

maka akan bosan dan meleleh.

 

 

 

Lalu, apa hubungannya dengan lemari pendingin?

 

 

 

It was about your heart…

 

 

 

Cinta butuh pemikiran yang dingin, butuh hati

 

yang super sabar dan pengertian.

 

 

 

Yeah, I guess so…

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Cast :  – Cho Kyuhyun

 

          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

 

 

Pairing: KyuMin

 

 

Genre : Drama, romance, fluff

 

 

Length : ONEshoot

 

 

Rated : T

 

 

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu.

 

 

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

 

 

.

 

 

.

 

 

Aku lagi suka banget lagu kiss yo… dan entahlah, kepikiran alur ccerita ini. Semoga

 

ga bikin bosen deh… ^__^

 

.

 

 

Don’t Like Don’t Read

 

 

No Copas No Bash No Flame

 

 

.

 

 

— Happy Reading —

 

 

.

 

 

 

 

.

 

 

Cho Kyuhyun POV

 

 

 .

 

 

.

 

 

Aku rasa aku sama sekali tak melakukan kesalahan apapun. Aku bekerja dengan baik dan bahkan kami sedikit membagi rahasia kami ke salah satu KMS –I guess-  beberapa hari kemarin. Dan dia benar-benar terlihat senang saat itu, bahkan sangat cantik.

 

 

Ah… dan aku juga sempat menyuruhnya mendekat padaku saat di stage. Dan setelah semuanya selesai, dia tak protes apapun tentang perhatianku. Lalu apa yang salah? Aku tak melakukan kesalahan apapun.

 

 

“Hyung… jika kau tak mau bicara maka aku tak tahu apa salahku?”

 

 

Aku kembali merayapi pintu sambil sesekali masih mengetuknya. Benar-benar kasihan. Ck… seharusnya libur begini kami bisa menghabiskan waktu berdua. Tapi, kenapa dia malah marah padaku.

 

 

“Hyung, harusnya kita bisa jalan-jalan hyung? Ayolah hyung, kenapa diam begini?? Apanya yang salah?”

 

 

Aish… lagi-lagi tak ada jawaban.Baiklah, mungkin dia terlalu sering ke Jepang hingga Jepang tak lagi menarik. Tapi, jika jalan – jalan bersamaku bukankah belum pernah. “Kita bisa menyamar

 

dan pergi ke tempat yang kau mau. Onegai …”

 

 

.

 

 

Tuk… tuk… tuk…

 

 

.

 

 

Aku menempelkan punggungku ke pintu, dan kemudian mengetuk malas dengan menggunakan kukuku. Tak mungkin aku ribut pagi-pagi, bisa-bisa aku menjadi sasaran kemarahan Kangin hyung. Heuh… beruang itu masih tidur.

 

 

“Atau kau mau nonton hyung? Kita bisa ke bioskop dan nonton disana. Kita bisa minta kursi di sudut depan atau belakang yang tak terlihat orang. Kita bisa nonton film romantis atau apalah.”

 

 

Hening….

 

 

“Ck… hyung!!! Ayolah, jangan diam saja.”

 

 

Lagi-lagi tak ada jawaban.

 

 

Heuh… baiklah, dia benar – benar marah padaku.

 

 

“Hyung, ck… jika kau tak menjawab, ataupun membuka pintu maka aku sendiri yang akan mendobraknya.”

 

 

“….”

 

 

“Hyung????”

 

 

Sama sekali tak ada suara. Ada apa dengannya?

 

 

Arraseo!!!

 

 

Aku kembali menyandarkan tubuhku pada pintu. Tanganku memainkan kenopnya dan, “Eh… tidak dikunci?”

 

 

Ah… paboya Cho Kyuhyun.

 

 

Aku mengintip ke dalam. Sama sekali tak terlihat dimana namjaku – bunnyku yang tengah merajuk -itu. Perlahan aku memasuki kamarnya dan…

 

 

 

“Ouh…. Kau tertidur…”

 

 

Dia sudah menggulung tubuhnya dengan selimut. Aku tahu, ini terlalu pagi dan dia belum sepenuhnya beristirahat. Mungkin masih mengantuk.

 

 

Aku naik ke kasurnya, berbagi seperti yang biasanya kami lakukan selama di Jepang -pengecualian untuk tadi malam karena dia marah dan tak mau bicara padaku hingga dia lebih memilih tidur

 

di sofa-

 

 

 

Wajahnya lelah sekali, sepertinya dia benar-benar terganggu dengan masalah kami. Aku sendiri tak tahu apa salahku dan dia sama sekali tak memberitahukannya. Aishh… apanya yang salah.

 

 

Aku mengulurkan tanganku untuk mengusap pipi chubbynya, dan memastikan suhu tubuhnya normal. Setidaknya, dia marah padaku bukan karena dia sedang sakit dan menjadi badmood.  Tapi, suhu tubuhnya normal dan apakah dia benar-benar kelelahan?

 

 

Dia tak terganggu sama sekali dengan apa yang aku lakukan tadi.

 

 

Ah… aku semakin ingin menggodanya. Aku mengulurkan jariku dan kemudian mengurutkan hidung mungilnya. Hidungnya cantik sekali, dan bibirnya…

 

 

Ah… I wanna kiss you~

 

 

Aku mengusap bibirnya lembut, dan jujur aku benar-benar ingin menciumnya. Dan entah kapan, tapi beberapa detik kemudian aku sadar dia sudah membuka matanya. Mata foxy yang menatap kosong

 

padaku.

 

 

Jujur aku serba salah, dan rasanya sangat canggung. Sungmin hyung hampir tak pernah menatapku seperti ini. Ini terlihat seperti dia marah dan putus asa.

 

 

“Hei…”

 

 

Aku memanggilnya dan dia menyahut dengan suara yang sangat rendah dan bahkan hampir tak terdengar.

 

 

“Kau kenapa hyung?”

 

 

Dia hanya menggeleng lemah dan kemudian berusaha mendudukkan tubuhnya dan bersandar pada headbed. Terlihat wajahnya yang sangat lesu.

 

 

Aku menatap kedua matanya dan kemudian mengangkat dagunya. “Katakan padaku, apa kau sakit?” Dia hanya menggeleng cepat sambil memainkan bibirnya.

 

 

Eoh…. Hontoni kawaii !!!

 

 

 

“Heung… wanna hug me?”

 

 

 

 

Dia hanya diam. Ah… baiklah, uri cute bunny need some hug from his lovers.

 

 

“Come… let me hug you.”

 

 

Dia tak bergerak barang sedikitpun. Aish… benar-benar menjaga harga dirinya. Ya baiklah, aku yang

 

mengalah. Aku mengulurkan kedua tanganku dan menariknya untuk mendekat kearahku.  Mendudukkannya di hadapanku dan memeluknya dengan erat.

 

 

Heum… meski belum mandi pun, pagi ini dia sudah wangi.

 

 

 

 

“Jadi, apa yang kau pikirkan tentangku. Sampai kau memilih tidur disofa dan marah saat akan ku pindah. Kita tak sedang bertengkar ‘kan? Dan lagi pula, kurasa aku tak berbuat aneh-aneh.”

 

 

Dia mengangguk kecil.

 

 

Sungmin hyung terdiam hening sejenak hingga kemudian dia sedikit berdiri dan sampai wajahnya sedikit lebih tinggi dari aku. Kemudian kembali mengeratkan pelukkannya di leherku.

 

 

“Tell me…”

 

 

Untuk beberapa saat kemudian dia diam, hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya dan menatapku. “Kyunie…”

 

 

“Nde, bunny?”

 

 

“Ish…”

 

 

“Ahhh… ayolah, hanya memanggilmu seperti itu. Ck… bukankah kau bunnyku yang cantik?” Dia mem-pout-kan bibirnya, membuatku mencuri quick morning kiss-nya pagi ini. “Kawaii!!!” aku mencubit kecil pipinya. Dia hanya tersenyum kecil dan memukul bahuku.

 

 

Kurasa mood-nya kali ini sudah sedikit membaik. “So, ada apa?”

 

 

Sungmin hyung hanya menggeleng. Dia kemudian menjatuhkan bokong seksinya di pangkuanku. Ah… jujur, it’s so iritating me.

 

 

Merasakan butt-nya tepat di kakiku, membuatku sudah berpikiran yang aneh-aneh. Ah… ahni, Sungmin hyung akan menolaknya. Morning sex… untuk saat ini mungkin tidak, Sungmin hyung belum sepenuhnya membaik.

 

 

 “Kyunie…”

 

 

“Ah… nde, wae?”

 

 

“Mungkin, ini hanya karena aku saja yang terlalu memikirkannya. Mianhe…”

 

 

“Untuk?”

 

 

“Yeah, karena marah padamu.” Dia kemudian menarik kedua lenganku dan memainkan jariku menggunakan jemarinya. “Aku hanya terlalu serius memikirkanya. Aku sampai marah padamu, padahal mungkin saja saat itu kau sedang tak begitu__” Ucapan Sungmin terhenti. “Begitu…???? Begitu apa?”

 

 

“Ah… sudahlah, tidak jadi. Aku mau tidur lagi saja.” Dia menggeleng cepat dan kemudian segera beranjak, tapi jangan harap dia bisa lepas begitu saja tanpa menyelesaikan masalah ini.

 

 

“Hei…tunggu sebentar.” Aku kembali menariknya dan mendudukkannya di kakiku. Membuatnya sedikit miring menghadapku dan aku bisa melihat wajahnya memerah. “Aigo… siapa yang membuatmu seperti ini, eoh??? Kenapa wajahmu seperti yeoja yang tengah malu-malu begitu.”

 

 

“Ish…” Dia memasang wajah sebalnya. “It’s not like that. Ah… sudahlah, aku mau tidur saja. Dari semalam aku tak bisa tidur.”

 

 

“Itu kan salahmu karena kau menghindariku.”

 

 

“Aku hanya sedikit kesal padamu, kau benar-benar menyebalkan.”

 

 

Aku menatapnya, dan bisa kulihat dia benar-benar tengah tersipu malu. Ah…. Neoumu yeppeo. “Ya… siapa yang tengah malu sekarang? Hyung, wajahmu semakin memerah. Kurasa kau tak sakit, jadi kau

 

pasti merasa malu padaku. Ah… biar kutebak, apa kau merindukanku?”

 

 

“Ahniya. Ck… sudahlah.”

 

 

Dan wajahnya makin memerah, sampai ke telinganya. Aku yakin, pasti dia hanya merasa bahwa dirinya sangat konyol dan memalukan

 

 

“Benarkah?” Aku menggodanya, dan jangan salahkan pikiran mesumku jika mulai bekerja dan mempengaruhi semua fungsi tubuhku. Entah mengapa, pikiranku langsung mengarah ke hal yang

 

‘iya-iya’ itu.

 

 

Kemudian aku mengangkat dagunya dan mendekatkan wajah kami. “Eum… jika aku ingat, terakhir kali kita melakukan itu adalah eum… kapan yah? Pokoknya kita sudah sedikit lama tak melakukan itu,

 

bahkan aku saja sampai lupa. Dan biar kutebak, kau marah karena kita lama tak

 

mel…aawwww… kenapa mencubitku?”

 

 

Dia mencubit pahaku. Meski cubitan kecil tapi tetap saja sakit. Dia menyilangkan kedua tangannya tepat di dadanya dan benar-benar berpose seperti orang yang tengah merajuk. Ah… aku

 

semakin ingin menggodanya.

 

 

“Hehehe… jangan katakan, kau menginginkannya?”

 

 

“Mwo???”

 

 

Kedua mata foxynya melebar. Ah… aku semakin yakin. “Yeah, kita lama tak bermain dan aku yakin kau pasti menginginkannya dan oh… aku baru ingat.”

 

 

“A-ahnieyo. Aku tidak marah. Ck… kau ini mesum sekali.”

 

 

Ah… iya, aku baru ingat sekarang.

 

Aku menepuk dahiku dan kemudian menatap nakal padanya. “Apa kau marah karena

 

saat itu?”

 

 

“….”

 

 

Wajahnya semakin memerah, dan dia mulai bergerak gusar. Baiklah, mungkin kali ini aku benar. “Karena waktu kita berciuman beberapa hari yang lalu, aku tak benar-benar menikmatinya, yeah… karena aku sedikit merasa flu dan kau langsung mendorongku dan pergi. Benar ‘kan?”

 

 

“Eum…???”

 

 

“Hei… tak usah mengelak, aku sudah tahu. Bukankah benar? Dan lagi kita juga sudah lama tak melakukan itu, makanya kau marah karena kau sangat merindukan namjamu yang tampan ini.”

 

 

“A-ahnieyo, eumh.. . i-itu hanya kebetulan saja. Aku bukan marah karena itu. Ck… sudahlah, aku semakin kesal nanti. Biarkan aku tidur saja.”

 

 

Dia hendak beranjak lagi, tapi kali ini aku memilih untuk mengikat pinggangnya erat dan kemudian menjatuhkan tubuh kami berdua. Ah… aku bisa merasakan debaran jantungnya yang cepat, aku

 

pastikan dia gugup dan takut karena ketahuan.

 

 

“Kau berdebar hyung, berarti aku benar.”

 

 

“A-ahniya. Ck… sudahlah, kita tidmmmhhh…”

 

 

Kalian tahu, aku sangat lega saat berhasil menciumnya.

 

 

Aku memanjakannya dan memainkan lidahku. Mencampur saliva kami hingga membuat basah di sekitar pipi dan lehernya. Menghisap dan menggigit bibirnya. Ah… sangat manis. Meremas rambut

 

hitamnya dan semakin menekan tubuhnya. Ah… dia hangat sekali.

 

 

“MMhhh… Kyunie…” Dia mendorongku dan melepaskan ciuman kami. Ouh… aku benar-benar tergoda wajahnya. Aku menurunkan ciumanku dan kali ini aku memanjakan lehernya. Hanya

 

mengendusnya dan meniupkan udara hangat di lehernya.

 

 

“Nngghh … Kyunie, aku tidak… ah…. Hentikan. Jangan digigit, awww… Kyu!!”

 

 

Aku langsung mengangkat wajahku dan menatapnya. Aku memberikan senyuman evil terbaikku. “So, apakah kau mau mengaku?”

 

 

Kulihat nafasnya masih tak karuan.

 

 

“Hei, apakah aku sehebat itu sampai kau terlihat sangat kelelahan?” Aku tersenyum evil padanya dan memainkan alisku. “Atau kau yang benar-benar ingin?”

 

 

“Ahnieyo, aku…”

 

 

OK… baiklah.

 

 

Aku beranjak dari posisiku dan kemudian berjalan menuju ke pintu kamar.

 

 

“Kyu, aku tak mau kemana-mana. Aku mau dirumah saja. Jika kau mau jalan-jalan, kau bisa ajak Kangin hyung atau yang lain.”

 

 

“Oh… benarkah?”

 

 

“Nde, ajak yang lain saja. Aku tak ingin keluar rumah, dan…”

 

 

 .

 

 

HUP!!!

 

 

.

 

 

Aku langsung melompat dan mendekatinya. “Kau pikir aku akan pergi eoh?”

 

 

“Eum…”

 

 

“Heum… kau pikir, siapa yang mau pergi. Aku hanya memastikan aku sudah mengunci pintu atau belum tadi.”

 

 

“Kyu, kau tau… kita tak harus melakukan itu pagi ini dan aku mmmhhh…. Nnghhh…”

 

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Aku tak perlu banyak penjelasan lagi. Aku tahu, dia hanya merindukanku. Ya Tuhan… kenapa dia bisa semanis ini. Bukankah tinggal minta saja, dan aku akan melayaninya (?) sampai dia menyerah

 

kalah. Ah… namja ini sangat manis.

 

 

“Nghhh… Kyunieee…ahsss…”

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

 

END

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

 

 

Semoga ini ga ngelanggar rate T yah…

 

 

 

 

 

Bye… bye…

 

 

28 thoughts on “Kiss Yo…|KyuMin|OS |YAOi

  1. kyaaaa,lama sekali ga berkunjung ke blog kyumin favoritku ini –‘
    dan aku senang karena banyak ff baru.
    hehe ^^
    hwaa, kyu emang paling ngerti sama masalah yang ‘iya iya’.. dan ming kenapa harus malu segala?
    bikin gemes aja. haha😀

  2. gatau knp sya ngakak wktu baca ff ini.,hehe #digeplak
    ming marah cm gara2 kyu ga menikmati ciuman yg dikasih cuma2 (?) sma ming.,
    aigooo,sweet bgt.,
    sederhana ff nya,tp sukses bikin diabetes dadakan.hehe.
    suka bgt eon d^.^b

  3. oh my god…
    ming ternyata ketularan virus mesum kyu ampe mikir mau ‘iya iya’

    aku reader baru blog ini tapi dh baca ff kamu di ffn…
    aku lagi baca ff yg judulnya not suitable for children…
    tiba2 ampe chap 6 ya kalo g salah ,,, dihapus…
    aku mau minta pw dong….

  4. jadi ming marah gara** kyu gak nikmatin ciuman itu, terus dia juga rindu ama kyu
    mungkin rindu ngelakuin ‘itu’ juga kali ya #plak (ketahuan mesum -,-)

    ming kamu ini ngegemesin

    nice ff ^_^

  5. anyonghaseyo..
    ill be back..
    bisa baca ff mu lg eoni…
    he…
    langsung jah deh…
    ff yg ni jg seru…
    sperti biasa slalu bwt kejutan..
    ming opa trnyta pervet jg…he..
    kirain cuman kyu opa doank..keke…
    seru coz gx slalu harus kyupa duluan yg minta jatah..he…
    *otak yadong made on
    syang ratenya T coba kalo..he….
    mian eoni trlalu dket ma kyupa makanya jd kyk begini
    #dihajar sparkyu
    justru lebih asik klo dilanggar eoni..
    coz peraturan itu dibuat bwt dilanggar..
    #ketawa setan…
    xD

    #dah ah cuap2nya ntar ngabisin jatah komen yg lain..
    anyong eoni..
    q mw baca ff mu yg lain
    #bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s