It was you, me and rainy days…|KyuMin | Drabble | Yaoi

.

.

.

“It was you, me and rainy days…”

.

.

Ketika hujan turun dan aku menyadari, tak selamanya hanya memberiku rasa sakit akan dingin yang berlebihan ini.

Ketika hujan rintik dan aku berteduh, tidak hanya aku… there was us…

Bukan… bukan hanya kita, tapi banyak orang. Entahlah, yang bisa kulihat hanya kita dan yang lainnya… anggaplah hanya bayangan semu dimataku.

Itu adalah kali pertama, aku melihatnya. Senyuman yang sangat cantik saat kau mengagumi hujan. Dan ketika kaki kecilmu melangkah untuk bermain diantara mereka…

Aku… aku bahkan tak bisa menghentikan diriku sendiri untuk tak tersenyum.

Hanya cukup melihatmu seperti itu, dan aku tahu ada hangat diantara rintik hujan yang selalu aku benci. Sejujurnya, hujan tak pernah menjadi sahabatku. Tapi, bolehkah kali ini kita berbagi payung merahku?

Ck… aku merasa seperti anak kecil, yang bahkan tak berani melakukan apapun. Hanya melihatmu, menari dengan cantik dan berbaur dengan rintik hujan yang terus turun. Sama sekali melupakan semua orang yang menatap heran padamu, tapi inilah kau…

Diantara kau dan aku… selalu ada hujan yang menghangatkan aku.

Diantara kau dan hujan, aku berjanji akan selalu ada aku yang mengantarkan payung merah untukmu.
.

.

.

rainy hearT
.

~Proudly present~

.

.

It was you, me and rainy days..
.

.

.
Ketika hujan terus turun dan membasahimu,
Aku selalu bisa melihatmu.

Saat menemukanmu dan kau tersenyum,
Aku telah jatuh cinta…. sekali lagi.

Saat aku datang dan melindungimu,
Berbagi payung merah bersamaku…

And after that…

Can i kiss you….?
.

.

Cast : – Cho Kyuhyun
– Lee Sungmin
– Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, fluff, etc

Length : Oneshoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_ >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.
Maap jika ini ga ada manis-manisnya. Ah… cuman kebayang aja sama fanart kyumin berpayung merah. Cekidot…!!!

.

.

.

.
—>> Kyuhyun POV

.

.

.

.

Ini adalah hari keberapa dalam bulan ini, hujan terus turun disaat kami menyelesaikan latihan kami. Sebenarnya aku sedikit khawatir, aku takut dingin.

Entahlah ini sedikit aneh memang, tapi jika bisa jujur aku juga sangat mencintai hujan. Aku menyukai hujan, karena ada dia. Seseorang yang kini tengah melompat kesana kemari dan sibuk bermain dengan percikan air di kakinya.

Sesekali berputar dan mengarakan senyumannya ke atas,melihat langit yang terus menjatuhkan rintik hujan di wajahnya. Aku melihatnya, lebih bersinar.

Aku sangat beruntung, karena bisa terus mengaguminya. Tapi, aku juga mengkhawatirkannya. Tak takutkah dia, jika sakit. Hujan tak selamanya menjadi sahabat jika sudah berlebihan seperti ini.

“Hyung, aku yakin kau akan sakit jika kita bertahan 5 menit lagi saja disini?” Aku melangkah mendekatinya, mencoba menangkap tubuhnya dan menghentikannya untuk terus bermain hujan.

Dia menatap penuh melas padaku. “Ayolah, Kyunie… aku hanya bersenang-senang.” Dan kemudian kembali berlari kesana kemari, melompat kembali.

Aku hanya bisa menggeleng tak percaya dengan apa yang ia lakukan. Bahkan kali ini ia menaikkan lengan mantel yang ia pakai dan mulai kembali memainkan air hujan yang jatuh di jemarinya.

“Hyungie…”

“Ck… Kyunie, onegai….”

Dia menghentikan kegiatannya dan merajuk padaku. Dari kejauhan dia bertingkah lucu dan memasang aegyonya. Aish… baiklah, tidak tergoda. Akan lebih baik dia marah dari pada dia sakit nantinya.

“Tidak hyung, ini sudah 30 menit dan hujan rintik lebih berbahaya. Kau bisa kena flu dan jangan lupakan, jika kau sudah bermain air selama beberapa hari.”

“Aish… Kyunie tidak asyik. Aku kan hatch…iii !!!”

“Well…”

Aku segera menariknya dan dia harus mau mengikutiku.

“Baiklah, kita pulang.”

“Kita memang harus pulang hyung, atau kau akan benar-benar sakit.”

“Eum….”

Aku mendengarnya berdengung pelan, tapi setelah itu ia sama sekali tak mengucapkan apapun. Demi Tuhan, dia sangat menggemaskan. Tubuh mungilnya terbungkus mantel kuning yang membuatnya semakin menggemaskan.

“Apa yang ingin kau katakan, hyung?”

“Ahniya, tidak jadi.”

Eoh??? Baiklah. Kurasa ini sudah terlalu malam, dan berjalan kaki diantara rintik hujan tak buruk juga. Menikmati saat ini, adalah kepingan terbaik dalam hidupku. Membagi payung merahku dengannya dan juga menggenggam jemarinya.

“Lihat sepertinya jarimu sudah berkerut.” Aku mengangkat satu tangannya dan melihat satu per satu jemarinya, dia benar-benar sudah kedinginan. “Seharusnya kau berhenti bermain hujan.”

Dia hanya diam. See… sekarang siapa yang benar-benar cerewet, aku sungguh mengkhawatirkannya. Sama seperti beberapa minggu kemarin saat aku sakit dan dia juga ikut sakit, aku sama sekali tak bisa melakukan apapun.

“Aku hanya mengkhawatirkanmu, hyung…”

Aku menggenggam jemari kanannya dan memasukkannya kedalam saku mantelku. Aku sedikit mendengar nada protes darinya, tapi sama sekali tak bisa menghentikan keinginanku.

“Jangan menolak apa yang aku lakukan, kau tahu… kau kedinginan hyung dan kita masih harus 15 menit lagi berjalan menuju dorm.”

“Arraseo…”

Suaranya terdengar lirih dan sedikit kesal. Mood bunny Ming kesayanganku memang terkadang buruk. Dia memperlambat langkahnya, aku tahu dia benci terlalu diperhatikan seperti ini. “Ah… apa kau mau aku patah tulang hanya karena menggendongmu? Apa kau tak sadar kau itu berat?”

“Kyunie….!!!”

“Ah… baiklah-baiklah… jangan merajuk.”

Dia malah berhenti berjalan, sudah kuduga dia pasti kesal. Kami terpaksa menepi lagi di salah satu halaman toko yang sudah tutup. Sudah jam 11 malam dan jika tak hujan pun udara sudah dingin. Tak bisa kubayangkan berapa derajat malam ini.

Aku melepaskan kaitan kancing mantelnya dan kemudian melepaskan mantelku sendiri, memakaikan padanya.

“Kyunie, nanti kau kedinginan dan sakit. Sudahlah, lagi pula ini salahku.”

“Gwenchana…”

“Harusnya tadi kita pulang bersama yang lain dan naik mobil manajer hyung. Tapi hujan dan… dan aku..”

“SSsssttt…” Aku meletakkan telunjukku pada bibirnya. Dan baru kusadari, bibirnya sudah membiru. “Sebaiknya aku menelfon seseorang untuk menjemput kita. Aku akan menelfon Kangin hyung, sebentar.”

Aku segera melakukan apa yang harus aku lakukan, menelfon seseorang yang kurasa lebih bisa mengendalikan Sungmin hyung.

Meski hujan tak selebat tadi, tapi tetap saja perjalanan kami masih cukup lama, dan Sungmin hyung sudah benar-benar kedinginan kali ini. Setelah selesai menelfonnya, aku kembali memperhatikan Sungmin hyung.

“Bibirmu sudah membiru, seharusnya kalau sudah kedinginan kau berhenti hyung.”

“Tapi, Kyu…. hujan jarang terjadi dan seringnya aku melewatkannya. Kau tahu, sekarang kita tak selalu bisa menikmati waktu dan…”

.
Chup…
.

“Satu ciuman, untuk namja cerewet sepertimu. Kau tahu, kau sakit nanti hyung…”

Dia mempoted-kan bibirnya dan bergumam lucu seakan menirukan aku. Baiklah, namja ini benar-benar membuatku gemas. “Hei…” Aku memanggilnya lirih. Dia sama sekali tak mau menatapku. Aku mengusap bibir shape M yang selalu menarik untukku.

“Look… “ Aku menjaga kedua pipinya agar ia bisa menghadapku, menatapku dengan baik dan mau mendengarkan aku. “Aku tak mau kau sakit hyung, aku benar-benar khawatir. Jadwalmu sangat padat, dan kumohon berhenti menjadi egois.”

“Ck… arra…”

Dia menjawab dengan nada kesalnya, kawaiii neh…?

“I love you hyung…”

“Neh…”

“Hei… kenapa jawabnmu seperti itu, kau marah?”

“Ahniya,hanya saja kau sangat cerewet.”

Aku memeluknya. “Biarkan seperti ini, karena kau sangat kedinginan.”

Dia diam, sama sekali tak menjawab. Ck… baiklah, dia benar-benar kesal. Aku mengangkat dagunya, membuatnya menatapku. “Apa kau marah pada dirimu sendiri?”

Dia mengangguk pelan.

“Oke… lain kali, kita akan bermain hujan, tapi tidak jika malam hari. Dan sekarang, jangan memasang wajah seperti itu, atau aku akan berakhir di rumah sakit karena Kangin hyung memukuliku.”

Dia memukul kecil dadaku. Aish… sangat menggemaskan. Aku mengusap lembut bibirnya dan mendekatkan jarak kami. Biarkan saja J-Elf melihat, bukankah bagus.

Ah… bibirnya benar-benar dingin. Seperti es…

Aku mengulumnya pelan dan mempererat pelukan kami. Sungguh, dia benar-benar butuh sesuatu yang hangat, seperti ciumanku kali ini. Ah… bolehkah aku tersenyum?

“I love you…”

“Love you too…”

Dan melanjutkan ciuman kami kembali, aku harap kali ini dia lebih mendengarkan aku.

.

.

.

.

.
END
.

.

Apah ini????

Okeh ini bukan FF yah… ini drabble….

Ps: abaikan TYpo

14 thoughts on “It was you, me and rainy days…|KyuMin | Drabble | Yaoi

  1. Aigoo kyu beneran cerewet kl menyakut soal Ming🙂
    Aigoo Ming suka sekali ujan2an🙂
    Eh Kyu nyium n meluk Ming biar Ming g kdinginan ampe Kangin jemput y🙂 so sweet🙂

    dtungg FF yg laen eonni🙂

  2. aigoo,ming dah kayak anak kecil nie klo maen ujan2an gitu…
    q suka kyu yg protective ke ming…
    mereka so sweet bgt
    daebakk eon…

  3. uuuuuhhhhhh… so sweet bgt, berpayung berdua… gerimis romantis eeuuuyyyyy…
    jdi inget Ming waktu pake mantel kuning pas acara SJ-M… bner2 kyeopta…
    kyu perhatian bgt sma ming.. senengx… mna bacax juga pas hujan gini… bikin iri n bikin pengen juga.. eheheheheee

  4. KYUMIN IS REAL!!! ;D
    Susah banget buka situs ini lwt hp(aqu ga ada laptop)

    Lagi seru2 baca,eh malah out sndri gara2 ukuran halaman terlalu gede ;(
    Waktu itu rainy-ssi ada bilang kalo
    Bukanya via mobile pake opmin gampang
    Tapi gimana cara’ny?#plakk
    Hehe
    Kmren2 aqu minta pw lum di kasi
    ;(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s