Remarried | KyuMin | YAOI | Part 1

.

 

.

 

.

 

Matahari sore bersinar hangat. Terlihat indah. Mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar taman sedikit jauh di depan rumah mereka. Membeli ice cream atau sekedar gula kapas mungkin.

 

Tapi, sore ini …

 

Sepertinya namja pintar ini memiliki pemikiran lain. Memang wajar jika seusianya sudah menanyakannya. Ia mencoba untuk tak bertanya, tapi nyatanya perbedaan itu terlalu mencolok dan benar-benar membuatnya penasaran.

 

“Appa….”

 

“Heum…”

 

“Cungie cuma punya satu appa, waeyo?”

 

“Kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu, baby?”

 

Sunghyun sedikit takut dan mengkerut, hingga akhirnya ia menggeleng lemah dan berusaha untuk tidak menangis. Ia tahu, appanya tak akan suka jika membicarakan hal ini. Bahkan sejak beberapa hari yang lalu, ia sudah mulai berfikir jika dia bukan anak appa kesayangannya ini. Mungkin saja, perkataan chingunya benar jika Sunghyun berasal dari sebuah rumah yang besar dengan begitu banyak anak kecil didalamnya. Rumah besar tepat didepan rumah mereka.

 

“Ahniya, appa…”

 

Namja mungil itu menunduk, namun dengan pasti ia melepaskan tangannya dari genggaman namja disisinya. Mau tak mau, namja tampan itu harus menghentikan langkah mereka dan mulai membujuk putra kesayangannya yang merajuk padanya.

 

Meski namja kecil itu sedikit meronta, tapi ia tetap memaksakan untuk membawanya dalam gendongan lengannya. “Kenapa bersikap seperti ini pada Appa? Hei… jangan menangis sebelum mengatakan apapun. Kau tahu bukan, namja tidak boleh cengeng.”

 

Sunghyun mengangguk pelan. Ia mengusap sedikit basah di wajahnya dan kemudian segera memeluk erat leher appanya. “Juniol, punya 2 appa.”

 

Sunghyun bergumam kecil dengan suaranya yang sedikit serak. Sungguh, ia benar-benar ingin tahu, kenapa hanya dia…

 

Kenapa…

 

Namja tampan ini sangat yakin, jika jagoan kecilnya ini pasti tengah merengek. Sebenarnya bukan karena 2 atau 3 appa. Ia mungkin hanya merasa iri dan itu saja, tidak lebih. “Hei… lalu kau mau punya 2 appa juga?”

 

“Eum…Cungie…” Sunghyun menggumam pelan.

 

“Atau kau ingin seperti Gwiboon?”

 

“Eoh? Boonie nuna…” Sunghyun tampak berfikir. Heuh… ia sama sekali tak tahu apa yang dia pikirkan. Ia juga tidak ingin mempunyai satu appa dan satu umma. Dia tidak merasa iri pada Gwiboon. Bukan pada yeoja anak tetangganya itu. Tapi, ia benar-benar merasa iri pada Junior.

 

“Appa…” Sunghyun menangkup kedua sisi pipi namja yang tengah menggendongnya ini. Kemudian dia mendekatkan wajahnya dan mencium kening namja itu.

 

“Cungie lihat Hae Appa cepelti itu cama Hyukkie appa.”

 

“Hehehe….Lalu?”

 

“Yeye appa…. “

 

“Nde, kenapa dengan Yesung appa?”

 

Sunghyun tidak menjawab, hanya menggeleng. Dan dengan begitus saja namja ini tahu, jika putranya benar-benar tak menyukai seseorang yang selama ini selalu bersama mereka.

 

“Wae?”

 

“Cungie bukan dali lumah itu ‘kan, Appa?”

 

“Ya… tentu saja. Ish… siapa yang mengatakan itu?”

 

“Yeye appa, bukan appa Cungie. Lalu ciapa appa Cungie?”

 

“Sunghyunie….”

 

“Apa, Cungie punya umma cepelti Boonie nunna?”

 

“Chagiya, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu. Sudahlah… eum appa akan membelikan ice cream untukmu.”

 

“Hukss… Appa….”

 

.

 

.

 

.

 

‘Mianhaeyo… baby…’

 

.

 

.

 

.

 

 

re-MARRIED

 

.

.

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

– Lee Hyunming (Sungmin Twins) – OC – Yeoja

– Other SUJU member

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. KyuMin saling memiliki dan saya adalah pemilik mutlak dari seorang Lee Sungjin #%$&&^%???

 

Genre : ||Drama || Romance|| Slice of life |

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

.

 

Another PRESENT From Me

.

 kyumin remarried mini size

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

.

 

.

 

Happy Reading

.

 

 

 

Part 1

.

 

.

 

.

 

Jika aku bisa kembali, aku berharap tak pernah menemukanmu,

 

Jika aku bisa menolaknya, maka aku tak ingin bersama denganmu,

 

Dan jika aku akan kalah pada akhirnya, aku benar-benar tak akan pernah mencintaimu.

 

.

 

.

 

.

 

Berawal dari pertemuan kecil, hingga akhirnya membuatmu terus merasa bersalah jika tak mengalah. Apakah sama sekali tak pernah berfikir, bahwa aku benar-benar tak menginginkan ini.

 

Jika cinta hanya karena belas kasihan, aku tak mau melakukannya. Mengapa memohon padaku, jika nantinya akan menyakitimu?

 

Untuk apa kau melakukan ini? Apakah sudah bosan dan tak mencintaiku lagi?

 

Apa hakmu untuk mengatur kehidupanku? Untuk apa memohon padaku?

 

Harusnya kau juga tahu, aku tak akan pernah bisa membahagiakannya. Aku tak akan pernah benar-benar mencintainya. Aku sungguh, tak akan bisa.

 

Mengerti?

 

 Atau kau tak mau mengrti….

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Flashback On

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Teng….teng… teng…

 

.

 

Lonceng gereja itu berbunyi nyaring, menandakan upacara disana telah selesai. Meski hanya beberapa sahabat asing yang mereka temukan, itu sudah cukup sebagai saksi kebahagiaan mereka. saling melempar senyuman dan bahkan menggenggam jemari.

 

Seperti tak ada beban apapun lagi, karena kita benar-benar bebas. Bahkan berciuman didepan orang banyak, dan mereka menghargai.

 

Inilah yang disebut cinta, sesuatu yang bebas.

 

Dan inilah ikatan kita seharusnya.

 

.

 

.

 

.

 

“Aku tak percaya kita menikah.”

 

Senyuman cantik itu menghiasi bibir Sungmin. Dia tersenyum dan memutar tubuhnya, untuk melihat bagaimana ekspresi namjanya. Yeah, mereka menikah …

 

Jauh diseberang. Di negeri orang, dimana pernikahan itu akan benar dan tak ada yang salah dengan cinta mereka.

 

“Kau senang, Ming?”

 

“Nde, tentu saja. Heuh, aku tak menyangka akan menikah dengan namja menyebalkan yang dari dulu sangat suka menggangguku. Kukira kau tak akan menemukan aku di Paris. Sangat menyebalkan.”

 

Sungmin mendekat pada namja itu, kemudian membiarkan lengan kuat namjanya melingkar indah dan mengangkat tubuh Sungmin, agar kaki mungilnya berpijak pada kakinya.

 

“Ck… Kyunie, aku berat. Kau tahu….”

 

“Biarkan saja. Aku ingin melakukan ini. Aku suka kau seperti ini, jangan mencoba diet. Atau aku akan memberikanmu susu penambah nafsu makan.”

 

“Ahaha… Konyol sekali.”

 

Kyuhyun, namja yang menikahinya. Memberikan marga Cho, meski sangat sulit pada akhirnya. Senyuman di bibir Sungmin perlahan menghilang. Ia kemudian mengusap dada Kyuhyun dan memeluknya erat.

 

“wae, kenapa wajahmu seperti itu?”

 

Sungmin hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Sejujurnya, ia sungguh takut dalam hal ini. “Aku tak bisa menjelaskannya nanti. Bagaimana jika appa dan umma-mu tahu? Bagaimana jika mereka…”

 

Kyuhyun menggeleng dan meletakkan satu jemarinya dibibir Sungmin, meminta namja itu untuk diam dan menghentikan semua pemikiran anehnya. Sungmin merajuk. Dia menghentak pelan tubuhnya dan memasang wajah khawatirnya.

 

“Ck… mereka tak pernah menyukaiku sejak dulu. Mereka sadar, jika kau… aku… yeah…. aku…”

 

“Sssttt…. jangan berfikiran sampai seperti itu. Aku yakin, mereka akan merestui kita. Bukankah, menantunya ini sangat cantik?” Kyuhyun mencuri ciuman kecil di pipi chubby Sungmin. Membuat wajah imut namja itu memerah dan semakin menggemaskan.

 

“Ah, aku juga tak tahu bagaimana memberi tahu Hyunming noona.” Tambah Sungmin. Namja itu benar-benar khawatir tentang semua hal. Pernikahan ini benar-benar tak mudah. Bagaimana bisa ia mengubah pemikiran banyak orang dinegaranya nanti. “Dan juga appa dan Umma…”

 

Kyuhyun tersenyum kecil dia mengusap lembut pipi Sungmin, membuat namja itu menatap Kyuhyun. “Apa kau ingin pulang, baby?” Kyuhyun berbisik pelan. Sungmin hanya mengangguk.

 

Bagaimana ia tak ingin pulang setelah beberapa tahun meninggalkan Korea. “Aku sudah menyelesaikan sekolahku di sini. Aku bisa mengajar di salah satu universitas atau high school. Dan lagi, aku mengkhawatirkan Hyunming noona. Beberapa bulan ini, dia sama sekali tak bisa dihubungi.”

 

Kyuhyung mengangguk pelan. “Baiklah, Cho Sungmin. Kita akan pulang ke Korea.”

 

“Tapi, Kyu… appa dan umma-mu…”

 

“Jangan dipikirkan. Aku yakin mereka akan mengerti, dan jika mereka belum bisa menerimamu… aku akan tetap bersamamu.”

 

Masih terlihat raut wajah khawatir Sungmin, tapi Kyuhyun menoba meyakinkannya. Menatap kedua mata foxy yang cantik itu dan tersenyum pada namjanya. “Kita akan bersama, bukankah aku sudah mampu melaluinya selama beberapa tahun. Untuk beberapa tahun lagi, kurasa bukan masalah.”

 

Sungmin mengembangkan senyumannya. Sungguh, ia sangat mencintai namjanya. Namja tampan yang sedari dulu sudah mengejarnya. Namja yang bahkan rela melanggar aturan dalam keluarganya hanya untuk cintanya.

 

“Aku sangat mencintaimu, Kyu.”

 

“Aku lebih mencintaimu, Cho Sungmin….”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Bandara selalu saja ramai. Bahkan hari ini sepertinya lebih ramai. Yeoja yeppeo ini sudah menunggu hingga kering di arrival gate. Sialnya, penerbangan diundur beberapa jam hingga membuatnya menunggu dan menunggu.

 

Sesekali ia melihat jam tangan putih yang bertengger manis di pergelangan tangannya. Menggeleng pelan dan kemudian melihat lagi kearah depannya. “Ah… akhirnya.” Ia mendesah pelan saat melihat beberapa orang asing keluar dari pintu itu. Sepertinya penantiannya sudah berakhir.

 

Sangat mudah mencari seseorang yang ia tunggu. Sangat mudah….

 

“Noona….”

 

Sungmin tersenyum saat melihat yeoja yang tengah menunggunya di arrival gate. Dia meninggalkan Kyuhyun dan kemudian segera bergegas memeluk yeoja itu.

 

“Sungmin… ck… kau menyebalkan sekali. Asal kau tahu, aku menunggu sangat lama.”

 

“Mianhe, noona…”

 

“Hikss… kau benar-benar kejam saat meninggalkan aku sendiri di Korea. Aku merindukanmu, pabbo…”

 

Sungmin melepaskan pelukannya dan bersiap untuk menghapus air mata nonanya. “Ck… kau cengeng sekali, Nonna.”

 

“Yah!!! Kau pikir kau pergi berapa lama. Sama sekali tak memikirkan bagaimana aku. Appa dan Umma terus menanyakanmu. Mereka sangat khawatir.”

 

“Mianhe…” Sungmin mencium pucuk kepala nonanya. Ia kemudian menoleh ke belakangnya. Namja tampan itu tengah menunggu gilirannya. “Eum, Hyunming nonna…ini…”

 

“Ah… bukankah kau Kyuhyun.” Hyunming melihat penuh selidik pada Kyuhyun. “Ommo!!! Jangan katakan kalau kalian…”

 

Sungmin mengangguk mengiyakan pemikiran Hyunming.

 

“Yah!!! Beraninya kau menikah tanpa memberitahuku. Anak nakal.” Hyunming memukul lengan Sungmin dengan jemari kurusnya. “Ah … baiklah, sepertinya aku harus mengucapkan selamat. Dan kau Kyuhyun-ah… jaga Sungminku baik-baik.”

 

Sungmin berusaha tersenyum. Meski wajah nonanya sama sekali tak menyiratkan apapun, tapi ia tahu… nonanya kecewa. Ini bukan karena Sungmin menikah dengan sesama namja tapi ini karena….

 

Kyuhyun…

 

.

 

.

 

.

 

Mereka terkesan diam didalam mobil. Sangat tak wajar karena diawal pertemuan, Hyunming bahkan sangat berisik.  Terlebih lagi, yeoja itu lebih memilih duduk dibelakang bersama karangan bunga white lily yang ia bawa untuk Sungmin. memilih menyendiri dibelakang dan membiarkan Kyuhyun membawa mobilnya menuju rumahnya.

 

“Nonna, tentang appa dan umma… “

 

“Tenanglah Ming, aku yakin mereka hanya butuh waktu. Kau bisa menjelaskannya perlahan.”

 

Biar bagaimanapun, biar seperti apapun cinta itu… hubungan mereka tetaplah menjadi cinta yang terlarang. Dianggap tabu dan sebelah mata. Dan benar-benar menyakitkan jika sama sekali tak ada satupun dari mereka yang mengerti.

 

“Ah… bagaimana denganmu Noona. Apakah kau sudah menikah?”

 

Hyunming tertawa pelan. “Bagaimana menikah, jika aku pusing memikirkanmu. Aku khawatir padamu, Ming. Kau pergi begitu saja, untung Umma tidak mati karena serangan jantung.”

 

“Hehe… mianhe Noona, kau juga sama sekali tak bisa dihubungi beberapa bulan terakhir.”

 

“Ah… itu karena aku harus mengurus perusahaan Appa. Mereka ingin beristirahat. Heuh… harusnya kau yang melakukannya, kenapa jadi aku.”

 

“Ahh… nde. Dan soal ini, aku….”

 

Dan kembali hening lagi. Sungmin tak berani melanjutkan perkataannya saat ia menyadari genggaman kuat pada tangannya. Kyuhyun mencoba menghentikan pembicaraan Sungmin.

 

Sungmin menatap seklias pada Kyuhyun, terlihat raut kecewa dan gelengan perlahan dari namja itu. Sungmin sendiri tak mengerti harus bagaimana. Dari dulu, ia sudah berusaha untuk membuat Kyuhyun tak mencintainya. Membuat namja itu melihat nonanya. Tapi, percuma.

 

“Nonna, aku minta maaf.”

 

Hyunming menghela nafasnya. Entahlah, ia hanya merasa sedikit sesak dan… bodoh.

 

“Tak ada yang perlu dimaafkan Ming.” Hyunming kemudian meraih tasnya dan merapikan dirinya. “Ah… aku berhenti disini.”

 

“Tapi noona….”

 

“Ck… jangan khawatir. Aku akan bertemu dengan Yesung Oppa. Sebaiknya kau bawa mobilku, berjalan-jalan mungkin. Kau bisa pulang ke apartemenku dulu. Atau kalian mau berbulan madu. Ahahha…. sangat romantis.”

 

Tepat saat Hyunming berhenti berbicara, mobil mereka sudah menepi. Sungmin hampir menahan Hyunming, tapi Kyuhyun sepertinya tak mengijinkannya. Hingga akhirnya, ia hanya melihat dari dalam mobilnya, yeoja itu mengusap kasar pipinya. Ia yakin, jika noona kesayangannya tengah menangis. Dan ini karena dia.

 

“Kami adalah saudara Kyu. Aku tahu nonna sangat kecewa padaku. Aku…”

 

Sungmin terdiam saat ia merasakan tarikan cepat dari Kyuhyun dan pelukan nyaman tubuh namja itu. Ia berusaha memejamkan kedua matanya dan mencoba untuk tak menangis.

 

“Bukankah kau yang meminta pulang? Jika kau belum siap, kita bisa kembali ke Paris.”

 

Sungmin menggeleng lemah. “Ahnieyo… aku akan menghadapi semuanya, Kyu. Aku… aku hanya…”

 

“Jika kau hanya kasihan pada nonamu, apa ku tak kasihan padaku? Apa tak memikirkan aku?”

 

“Kyu…”

 

Sungmin mengangkat wajahnya dan melihat Kyuhyun. Melihat wajah tampan itu tersenyum padanya, dan membiarkan ibu jari namja itu mengusap berkas air mata di pipinya.

 

“Jangan menangis, bukankah kau namja? Jangan mengatakan kau tak bisa, karena kita tak bisa terus menghindari ini.”

 

Sungmin mengangguk, dan perlahan tapi pasti ia menyatukan bibirnya…

 

Membiarkan Kyuhyun menuntunnya untuk  menenangkan pikiran dan perasaannya. Merasakan setiap lumatan lembut dan gigitan nakal Kyuhyun. Menikmati moment mereka di tengah kota Incheon.

 

Meski mereka tak menyadarinya, seseorang tengah mencoba menahan tangisnya. “Hikss…”

 

“Hei…”

 

“Ah, Yesung oppa.” Hyunming mencoba menghapus semua air matanya. Ia segera mengalihkan pandangannya dari mobil dimana Sungmin dan Kyuhyun masih sibuk dengan kegiatannya.

 

Yesung hanya menggeleng pelan dan kemudian meraih jemari kurus Hyunming. “Tak seharusnya kau terus memikirkannya. Bahkan Kyuhyun sama sekali tak melihatmu.”

 

“Aku tahu, oppa… tapi…”

 

“Apakah setiap saudara kembar pasti akan seperti ini? Jatuh cinta pada orang yang sama, seperti tidak ada yang lain saja.”

 

“Oppa…” Suara Hyunming semakin lirih. Ia berusaha untuk tak menangis lagi, tapi tangannya melemah dan perlahan melepaskan genggaman Yesung. Mau tak mau namja itu berhenti dan kemudian memeluk Hyunming.

 

“Jangan menangis untuk kebahagiaan mereka. Bukankah kau menyayangi Sungmin?”

 

Hyunming mengangguk pelan. “Aku sangat menyayangi Sungmin, bahkan lebih dari apapun.”

 

“Jadi berbahagialah untuk mereka. Kau yeoja yang hebat, Hyun-ah…”

 

Hyunming mengangguk pelan. “Aku tahu…hikss… tapi, tetap saja ini sedikit sakit. Hikss…. Oppa…”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

Dan angin menerbangkan kisah mereka. Menceritakannya pada debu yang menyertainya. Membawa mereka pada satu titik waktu dimana semuanya harus berubah sesuai dengan takdirnya. Sama sekali tak bisa menghindar.

 

Jadi, aku hanya manusia biasa. Apa yang bisa aku lakukan….

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, apa rencana hari ini?”

 

“Eum….”

 

Sungmin mengetuk dagunya menggunakan pena yang sedari tadi ia mainkan. “Aku sudah mendaftar pada salah satu sekolah, kurasa mungkin bulan depan aku sudah harus bekerja.”

 

“Baik, lalu…”

 

“Kita akan ke rumah Umma.”

 

“Umma?”

 

“Nde, ke rumah Umma.”

 

“Baik.” Kyuhyun mengangguk dan melepaskan kacamatanya. “Kurasa, aku siap untuk kerumahmu.” Kyuhyun mendekati Sungmin dan memainkan hidungnya, membuat Sungmin mau tak mau tersenyum melihat tingkah Kyuhyun.

 

“Yak, Kyunie… hentikan.” Sungmin menjauh, ia sungguh kesal saat Kyuhyun terus memainkan hidungnya. “Ish… siapa bilang akan kerumahku, aku ingin kita ke rumahmu Kyunie.”

 

“Eoh?”

 

“Kau yakin?”

 

“Aku pulang!!!”

 

“Noona….!” Sungmin langsung mendorong Kyuhyun untuk menjauh darinya. Biar bagaimanapun ia masih punya perasaan untuk hal ini. Ia tak ingin menyakiti noonanya lebih dalam lagi. “Wah, kau sudah pulang.”

 

“Nde.” Hyunming membuka beberapa tas belanjaannya. Ia tersenyum saat mengangkat salah satu dari beberapa tas itu. “Nah, Sungminnie… lihat apa yang aku beli untukmu.”

 

Hyunming mengangkat kain itu dan kemudian berjalan mendekati Sungmin. “Cuaca akan dingin di akhir bulan ini. Aku harap, syal ini akan menghangatkan nae bunny Ming.”

 

“Ish… Noona, seperti kau bukan bunny saja.” Sungmin meraih syal yang dililitkan Hyunming di lehernya. Syal berwarna hijau yang cantik. “Gomawo, noona…”

 

“Nde.” Hyunming mengangguk dan kemudian dia mengobrak-abrik belanjaannya yang lain lagi. “Nah, ini untuk Kyuhyun. Cha…” Hyunming berusaha untuk tersenyum sebaik mungkin. Meski sedikit malas, tapi Kyuhyun akhirnya menerimanya – meski harus menerima deathglare terlebih dahulu dari Sungmin-.

 

“Terima kasih untuk syalnya…”

 

“Nde, Kyuhyun-ah. Mianhe karena yang tersisa tinggal warna putih. Aku sebenarnya akan memberikanmu yang hijau sama dengan milik Sungmin. Tapi…”

 

“Gwenchana, ini saja sudah cukup.”

 

Sungmin melihat kecanggungan diantara kedua manusia itu. Sungguh, ia seperti orang jahat yang terus saja menusuk noonanya sendiri. Keadaan ini benar-benar sangat tidak nyaman.

 

“Ah… Nonna, besok aku akan kerumah Kyunie.”

 

“Wah, bagus. Ganbate!! Aku tahu, appa dan umma Cho akan senang melihatmu.”

 

Seketika raut wajah Sungmin berubah. Hyunming menyadari itu. “Hei… jangan seperti ini. Biar bagaimanapun, cepat atau lambat kau juga akan tetap menemui mereka.”

 

“Noona, bisakah kau ikut denganku. Aku…”

 

“Ming?” Kyuhyun menyela Sungmin. Sungguh, ia benar-benar tak senang dengan keadaan ini.

 

“Tapi, Kyu… aku ingin noona melihat dan mendukungku. Aku ingin dia selalu bersamaku. Kau tahu, kami sama Kyu… aku…”

 

Hyunming menggeleng dan menggenggam tangan Sungmin. “Gwenchana Ming, Noona tidak usah ikut ya. Aku janji, akan selalu mendoakanmu Bunny…..”

 

“Tapi Noona, aku ingin kau melihatku. Aku ingin kau menjadi Umma dan mendukungku. Kau tahu, aku tak bisa memberitahu Umma sekarang. Dia benar-benar bisa mati karena serangan jantung dan….”

 

“Ah… baiklah, tapi…”

 

Kyuhyun segera beranjak dari duduknya dan meletakkan syal dari Hyunming begitu saja. “Heuh… terserah kalian saja.”

 

“Kyu! Yak… Cho Kyuhyun…!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC

 

.

 

.

 

Ini alurnya mundur yah… dan saja ga tahu, ini bakal ngegantung apa cepet end… ahaha….

 

 

GamsaHAE ^_^

.

 

13 thoughts on “Remarried | KyuMin | YAOI | Part 1

  1. Ini hyunmin yg bakal jd istrinya kyu ya? Ato ini m-preg?#sotoy
    Jdi dua²nya suka sma kyu?
    Penasaran sumpah…
    Lnjuuut scptnya^^

  2. Kyaaaaaaaaaaa……kenapa kau menambah hutang FF mu lagiii…>.<
    tapi ya aku tetep suka nih fic…..keren deh idenya…..
    Aku ngerasain bgt sedihnya mereka…..T.T
    tapi ga ada yang salah dsni….
    dan aku suka bgt ma sunghyun…..palagi tuh ada pic imutnya, kok ya mirip "kolaborasinya" Sungmin ama Kyuhyun ya…..
    dan Sunghyun itu anaknya KyuMin kan?
    Jangan2 nti yg dkenalin Sungmin ke keluarga Cho sebagai istrinya Kyu itu Hyunming lagi?
    Aaaaahhhh, ini bakal Angst kah?
    Happy ending KyuMin dooooooonnnkkkk!
    Jangan kelamaan ya updatenya, kkkk….segeran buat puasa😛

    PS: Not Suitable 4 Children & Miss nya ditungguin ^^

  3. Wach da FF br🙂
    Eh Ming dsini kembar y7???Ming sadar kl Hyumin suka ma Kyu tp Kyu malah suka ma Ming n nikah ma Ming????
    Sunghyun it anak Kyumin tau Kyu ma Hyumin????
    Aigoo Uri Sunghyun cemburu y gara2 cm pny 1 appa :)… Eh awal crita it yg jadi appa tunggal Sunghyun Kyu tau Ming????
    Knp Sunghyun cm pny 1 appa????
    Reaksi ortu Kyu saat tau Kyu dach nikah ma Ming gmn????trus reaksi ortu Ming gmn????

    dtungg klanjutny eonni🙂

  4. Annyeong eonni,aku ganti ID name Park Min Rin jd KyuminLove137.
    Eonni : Nggak nanya…!!!😛

    Yang dipanggil sunghyun “appa” itu ming kah??
    #SokTau
    Hehehe…

    Jadi hyunming itu juga suka sama kyu,tapi kyu nya malah suka dan nikah sama ming.
    Terus sunghyun itu anaknya kyumin kan eon??
    Jangan bilang kyuhyun nikah sama hyunming.
    Masih sedikit bingung sih eon,soalnya masih chapter 1 juga kan.
    Aku penasaran eonni.
    Update kilat ne.
    Ditunggu next chapternya eonni😀

  5. Annyeong eonni,aku ganti ID name Park Min Rin jd KyuminLove137.
    #Eonni : Nggak nanya…!!!😛

    Yang dipanggil sunghyun “appa” itu ming kah??
    #SokTau
    Hehehe…

    Jadi hyunming itu juga suka sama kyu,tapi kyu nya malah suka dan nikah sama ming.
    Terus sunghyun itu anaknya kyumin kan eon??
    Jangan bilang kyuhyun nikah sama hyunming.
    Masih sedikit bingung sih eon,soalnya masih chapter 1 juga kan.
    Aku penasaran eonni.
    Update kilat ne.
    Ditunggu next chapternya eonni😀

  6. Wah ff bru
    mang klo orang kmbar bsa ska sma orang yg sma y ???
    Jngan blang ntar hyunming yg jd istri’y kyu dan ming yg dkorbanin huhhh
    bru chap 1 tp dah bkin pnasaran bgdddd

  7. aku pikir GS, tp ternyata tokoh utama sungmin’a tetep cowok, tp gpp aku sukaaaaa mohon di lanjut *bow tengkyu for publish see ya🙂

  8. seperti nya ming pisah sma kyu yach…??
    kog sunghyun blg dy punya satu appa….??
    apa kyu sma hyunmin..??
    pasti ming mengalah sma noona nya…
    ini c perkiraan qhu…
    atau ming sngaja ninggalin kyu biar noona ya gag trlalu sakit..
    tp klo jadi gtuw…
    kasihan kyu…..

    lanjutin lg donk eonni crta nya….
    penasaran bgt aqhu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s