Cheat on ME | HanChul | SiChul | Ch. 4

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

“Never baby….” Siwon berusaha memeluk tubuh yang sudah berbalut gaun cantik itu. Ia terus merengkuh kuat meski Heechul sudah berusaha untuk melepaskan diri. “Kau tak mungkin tega melakukan ini. Tenanglah baby, aku akan membuatmu sadar. Semua yang akan kau lakukan ini adalah satu kesalahan.”

 

 

 

“Hikss… kumohon…”

 

 

 

“Jangan memaksaku.”

 

 

 

Tubuh Heechul melemah. Untuk hari ini, ia sudah terlalu lelah. “Seharusnya, kau membiarkan aku dengan kehidupanku. Hari ini adalah hari pemberkatan pernikahanku. Kenapa kau tega sekali?”

 

 

 

“Apa kau lupa…” Siwon menangkup lembut kedua pipi basah itu. Ia menatap dalam pada kedua mata Heechul yang masih memerah. “Kau akan menikah denganku, aku mencintaimu__ bahkan lebih Chullie….”

 

 

 

“Belum cukupkah? Bukankah kau sudah berjanji padaku?”

 

 

 

Dan entah bagaimana, tapi Heechul bisa melihat dengan jelas….

 

 

 

Senyuman di wajah tampan itu, benar-benar mengerikan.

 

 

 

‘Hannie….’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : M

 

 

Cast :

 

-Cho Hangeng

 

-Kim Heechul (GS)

 

-Choi Siwon

 

 

– Other SUJU member

 

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia|| NC-21 ||

 

 

Another PRESENT From Me

 

.

 

 

 

~Cheat on ME~

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

 

 

 

 

Chapter 4

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Tell me what makes a man,  Wanna give you all his heart

 

 Smile when you’re around,  And cry when you’re apart

 

 If you know what makes a man,  Wanna love you the way I do

 

 Girl you gotta let me know,  So I can get over you

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Master…”

 

 

 

“…”

 

 

 

“Ini sudah beberapa tahun, dan…”

 

 

 

“Jangan bicara apapun.”

 

 

 

Suara tegas itu memerintah, meski hampir berbisik. Wajah keras dan tegang yang sama sekali tak termakan usia. Masih terlihat sangat tampan.

 

 

 

Dia meminum wine merahnya, dan melihat hamparan salju yang mulai memenuhi pekarangan rumah megahnya. Rumah yang bahkan jauh dari kota besar, rumah rahasia dimana ia menyembunyikan seluruh kehidupannya.

 

 

 

Wajah tampan ini, lama kelamaan berubah gusar hingga seluruh pikirannya kalut dan kacau. Ia kemudian terisak pelan. Mulai sadarkah? Ia sendiri tak mengerti, berharap akan meraih semua kebahagiaannya.

 

 

 

Apa yang membuat seorang pria bisa begitu mencintaimu? Apa yang membuatmu, sangat mencintainya.’

 

 

 

Jika mengikuti alur pemikirannya, semua orang pun tahu jika dia memang yang terbaik. Lebih tampan, lebih kaya dan bahkan lebih berkuasa. Dia berhasi mengusir namja itu dari Korea dan bahkan menginjakkan namanya di perusahaan namja itu.

 

 

 

“Master…”

 

 

 

“Sudahlah, tak usah mengatakan apapun.”

 

 

 

“Tapi, Nyonya Heechul…”

 

 

 

“Aku tahu…”

 

 

 

“Kurasa, Irlandia tempat yang sangat jauh. Tapi, apakah Master pernah berfikir jika semua ini percuma?”

 

 

 

“Diamlah… “

 

 

 

Namja itu sebenarnya hanya sesuatu yang rapuh, bahkan tak bisa berdiri hanya dengan kedua kakinya. Ia hanya butuh seseorang untuk membangunkannya dari semua mimpinya.

 

 

 

“Master,apa tidak sebaiknya kita….”

 

 

 

Ucapan Shim ahjussi terhenti, saat ia bisa melihat wajah tegas masternya yang kemudian memerah menahan amarah. Ia tahu, jika masternya tak mungkin marah padanya atas segala ucapannya. Masternya, hanyalah seseorang yang kehilangan dirinya.

 

 

 

Shim ahjussie, orang kepercayaan keluarga Choi. Dialah yang merawat namja tampan ini sedari kecil. Tak pernah menyangka jika tuan muda kesayangannya bisa bertindak di luar kendali seperti ini.

 

 

 

“Aku hanya terlalu mencintainya, dan apakah harga ini yang harus aku bayar?”

 

 

 

“Tuhan punya takdir sendiri untukmu.”

 

 

 

Dan berakhir dengan pelukan. Suasana yang dingin dengan hujan salju dan juga red wine. Tak cukup berhenti sampai disitu. Rumah itu benar-benar menyeramkan, dimana berkumpul begitu banyak jiwa yang kesepian dan angkuh. Terlebih satu ruangan itu, dimana seorang yeoja cantik… bahkan sangat segan untuk hidup, tapi dia tak bisa untuk mati sekarang.

 

 

 

Masih setia tertidur lelap dan memeluk baju pengantinnya yang kusam dan bahkan penuh dengan percikan darah merah yang sudah pudar. Ia bahkan tak punya air mata lagi, bahkan mungkin jika tak memiliki apapun…. ia akan memilih mati.

 

 

 

“Heechulie….”

 

 

 

“Heechulie…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

‘Seperti nyanyian yang indah terus terdengar ditelingaku, aku yakin… itu adalah panggilanmu….’

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“It’s been a years, and he is still waiting for her…”

 

 

 

Seorang sahabat, yang hanya bisa bergumam pelan saat melihat keadaannya. Sebuah kecelakaan hebat, yang bahkan tak mampu mengambil nyawanya.

 

 

 

“Aku tak pernah tahu, jika hyung adalah namja yang begitu kuat. Bahkan kecelakaan itu pun tidak bisa membuatnya mati.”

 

 

 

“Berhenti bicara seperti itu Kyu, itu antara kau menghina dan juga memujinya. Kata-katamu terkadang terdengar sangat menyebalkan.”

 

 

 

“Ck… baby….”

 

 

 

Namja bernama Kyuhyun itu pun kemudian menangkap tubuh mungil yang melintas dihadapannya. “Kyuhyunie, aku harus mengurus Hangeng Oppa.”

 

 

 

“Heuh… padahal kekasihmu ‘kan aku.”

 

 

 

“Ayolah, ingat tujuan kita kesini.”

 

 

 

“Okkay, baiklah.” Kyuhyun melepaskan tubuh itu setelah sebelumnya berhasl mencium kening yeojanya. “Kurasa Oxford sudah menungguku. Eum… Sungminnie…”

 

 

 

“Nde?”

 

 

 

“I love you…. “

 

 

 

“Ck… Love you too…”

 

 

 

Dan senyuman tampan itu berlalu kemudian menghilang di balik pintu.

 

 

 

Inilah England, dimana semuanya berakhir. Seorang namja tampan yang dinyatakan koma setelah entah bagaimana helikopternya meledak sesaat sebelum terbang. Untunglah ia sempat melompat, tapi sayang…

 

 

 

“Han oppa, apa kau tak ingin bangun?”

 

 

 

Dia berada dalam hidup dan mati. Tepat mengambang di tengahnya. Tak ingin membuka mata dan tak ingin bergerak barang sedikitpun. Tak juga mengalami kecacatan apapun. Ia bahkan masih bisa menggunakan kedua tangan dan kakinya jika mau.

 

 

 

Tapi, namja ini memilih bungkam. Namja ini lebih senang berada dialam bawah sadarnya dan bermain dengan kekasih hatinya. Seakan tak ada tempat lain untuknya bersembunyi. Dia… hanya seseorang yang terlalu mencintainya.

 

 

 

Katakan, apa yang membuat seorang pria sangat mencintaimu?

 

 

 

“Ini sudah lima tahun, oppa. Bahkan Kyuhyun sudah hampir menyelesaikan tugasnya. Kau tahu, dia ingin meneruskan semua yang kau bangun dengan susah payah. Ingin mengambil, apa yang seharusnya menjadi milikmu. Tak bisakah kau bangun, oppa? Dan melihat apa yang telah ia lakukan untukmu? Ia berjuang sangat keras,Oppa.”

 

 

 

Sungmin berhenti saat ia membersihkan dahi Hangeng. Sedikit luka goresan di sekitar rambutnya. Namja ini menjadi gila saat ia sama sekali tak menemukan kekasihnya dimanapun. Pengantinnya yang menghilang.

 

 

 

“Ah… dan Heechul eonni, aku yakin dia tidak mengkhianatimu. Aku tahu Heechul Eonni…”

 

 

 

Sungmin terus berbicara pelan. Sungguh, ia sudah lelah menangis hingga tak ingin melakukan hal paling menyedihkan itu lagi. Ia kemudian segera beregas keluar rumah, saat mendengar bel pengantar susu didepan rumahnya.

 

 

 

“Ouh… “ Sungmin mengambil beberapa botol susu segar dan juga koran pagi. Sebenarnya ia sangat malas untuk membaca koran karena itu memang kebiasaan Kyuhyun. Tapi, kali ini sepertinya ia ingin sekedar mencari lowongan pekerjaan atau apalah itu.

 

 

 

Tak mau terlalu bergantung pada Kyuhyun, dan hei… mereka bahkan belum menikah. Sungmin tak mau menikah dengan seorang siswa yang sangat mesum dan menyebalkan. Ck… kasihan sekali Cho Kyuhyun.

 

 

 

“Oppa, lihatlah. Cho Grup melebarkan sayapnya ke Inggris bagian utara. Kau tahu, Oppa. Kyuhyun sangat hebat. Dia mengembangkan restoranmu bahkan kita sudah memiliki ribuan cabang dimanapun. Seperti yang kau inginkan, oppa.”

 

 

 

Sungmin terus mengajak bicara namja itu. Hangeng, memulai membuka restoran satu demi satu, berharap Heechul akan mendatangi restoran itu dan menemukannya. Setidaknya, biarkan dia tahu jika Heechul-nya baik-baik saja dan bahagia bersama namja itu. Ia bahkan memasang foto cantik yeoaj itu di setiap restorannya, hanya berharap…

 

 

 

Yeah, hanya berharap. Apakah tidak boleh?

 

 

 

“Hikss… “

 

 

 

Sungmin tak bisa menahan kesedihannya. Ia tak tahu, apakah ada cinta yang lebih tragis dibandingkan kisah kedua manusia ini. “Oppa, setidaknya kau harus bangun jika kau benar-benar ingin menemukannya. Jika kau selalu tidur dan menunggu, maka dia tak akan pernah kau temukan.”

 

 

 

Sungmin berusaha menghentikan tangisannya. Dia mengusap lembut jemari hangat Hangeng. Sungmin dan Kyuhyun, masih bersyukur. Setidaknya, hangeng tidak meninggalkan mereka.  Sungmin kemudian menggeleng, berharap semua pemikiran buruknya menghilang. Ia tahu, jika semuanya percuma. Keinginan dalam diri Hangeng belum mampu untuk membuat namja itu terbangun dari mimpinya.

 

 

 

Sungmin melipat kembali koran itu dan meletakkannya di sisi bed Hangeng. Dia kemudian mulai memasang infus baru dan memakaikan kembali pakaian Hangeng.

 

 

 

.

 

 

 

Sreeett…

 

 

 

.

 

 

 

Koran pagi itu terjatuh, dan sedikit mengganggu kerja Sungmin. Ia mengambilnya dan tanpa sengaja melihat sesuatu yang benar-benar membuatnya terkejut. “Oh my God…” Dia membaca koran itu dengan cepat. Membuka lembarannya dengan wajah tidak percayanya. Ia bahkan ingin menangis, tapi ingin juga tertawa.

 

 

 

Sungmin segera mengambil ponselnya dan kemudian mendial nomor Kyuhyun. Sedikit mengumpat karena Kyuhyun tak kunjung mengangkat telfonnya.

 

 

 

“Ya… baby, wae?”

 

 

 

“Kyunie, kau lihat koran pagi ini?”

 

 

 

“Eum, aku belum melihatnya. Wae baby?”

 

 

 

“Ah… ada berita tentang perusahaan Choi. Ada kemungkinan mereka sangat dekat dengan kita.”

 

 

 

“J-jeongmalyo??”

 

 

 

“Nde. Pusat dari Choi Grup. Mereka Irlandia!!!”

 

 

 

Sungmin berseru senang dan melonjak tak karuan. Ia bahkan sudah lupa kapan terakhir kali ia merasa sebahagia ini. Choi Grup…

 

 

 

“Aku mencarinya selama beberapa tahun.”

 

 

 

Sungmin membenarkan kaca matanya dan kemudian mendekati Hangeng kembali. Ia mengusap tangan dingin namja itu. “Oppa, kita akan menemukan Heechul eonni. Kau tahu, Choi grup mengadakan pesta di mansionnya. Dan free untuk semua orang. Dan kau tahu, bahkan ada foto Choi Siwon yang menyebalkan itu. Hikss… Oppa, kuharap kau bangun dan melihatku menikah dengan Kyunie…”

 

 

 

Dan sungmin, bahkan sudah lupa dengan namja diseberang telfonnya. Sungguh, ia tak sabar menantikan saat ini.

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Master…”

 

 

 

Siwon mengangguk lemah. Ia menoleh ke arah pintu, dimana ia menyembunyikan yeojanya. Disana, Shim ahjussie sudah menunggunya. Rasanya sangat berat saat ia kembali mengingat, jika ini adalah kesalahannya. Ia berusaha untuk membahagiakan Heechul, tapi akhirnya…

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Things that trully happened on that time is…

 

 

 

.

 

 

 

Flashback On

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Kita mau kemana huh? Kemana?”

 

 

 

Heechul berusaha melepaskan pelukan Siwon di pinggangnya. Namja itu tengah menyeretnya untuk mendekati sebuah pesawat yang berada di lapangan asing yang bahkan tak pernah Heechul datangi.

 

 

 

“Hikss… kau sangat mengerikan tuan Choi…” Heechul melemah. Ia sudah tak mampu lagi melawan Siwon. Beberapa jam terus memberontak dan mencoba memukuli namja itu, benar-benar terasa percuma.

 

 

 

 Siwon akhirnya memasukkan Heechul kedalam pesawat pribadinya itu. Disana, ia berusaha menenangkan yeoja itu. Berusaha selembut mungkin mengusap air matanya. “Sssttt…. jangan menangis. Aku akan membawamu jauh. Kau tak akan bertemu dengannya lagi, kau tidak mengkhianatinya. Kau mencintaiku.”

 

 

 

“Kumohon… Ini hari pernikahanku.” Heechul memohon dan menyatukan kedua tangannya. Ia bahkan jatuh merosot kelantai dan berusaha memohon pada Siwon. Tapi, sepertinya namja itu sama sekali tak punya lagi belas kasihan.

 

 

 

Ia hanya tersenyum kecil dan kemudian menarik Heechul untuk duduk di pangkuannya. “Hei… jangan seperti ini. Kau nyonya Choi, kau bisa memiliki apapun yang tidak bisa kau miliki. Aku akan memberimu apapun.”

 

 

 

Siwon berbisik pelan,sambil terus mengecup jemari kurus Heechul. Ia kemudian memutar tubuh Heechul untuk menghadapnya. Tersenyum dengan begitu tampan. “Aku mempunyai apapun, bahkan kuasa yang melebihi siapapun. Kau akan bahagia bersamaku.”

 

 

 

“Tapi, Wonnie aku tidak …”

 

“Ssttt…” Siwon menempelkan jari telunjuknya di bibir Heechul. Dia tersenyum kecil dan kemudian menarik yeoja itu kedalam ciuman singkatnya. Membiarkan bibir siwon menarik dan memanjanya. Membiarkan lidah itu bahkan melakukan wedding kiss yang seharusnya ia lakukan bersama Hangeng. Tapi, mengapa….

 

 

 

Aku … kenapa?’

 

 

 

Heechul sungguh tak mengerti, mengapa ia seperti ini. Seorang pengkhianat, atau bahkan seorang yang gila harta. Heechul menggeleng, dan memaksa untuk mengakhiri ciuman itu.  “Ahniya, aku tidak butuh uangmu. Jebal, lepaskan aku. Kau bisa mencari yeoja lain. Artis… atau anak menteri. Atau anak presiden, aku dengar dia sangat cantik. Aku… aku bukan siapa-siapa. Kumohon, menikahlah dengan yang lain, siapapun itu… Kumohon….”

 

 

 

“Heuh… Kau lucu sekali sayang. Memangnya jika aku menikah dengan siapapun itu, kau kira kau akan kembali pada siapa heuh?” Seketika wajah tampan itu seperti berubah menjadi vampire yang menakutkan.

 

 

 

Raut wajah Heechul berubah. Sangat terlihat, ketakutan didalam kedua matanya yang cantik itu. Dia mencengkeram kerah baju Siwon dan menatapnya penuh selidik. Beberapa pemikiran buruk, menghinggapi kepalanya.

 

 

 

“Apa maksudmu? Kau tak membunuhnya kan?”

 

 

 

“Hehehe….” Siwon tertawa pelan dan kemudian dia menyandarkan punggungnya. “Kau pikir seperti apa?”

 

 

 

“Yah!!! Kau tak membunuhnya ‘kan? Ya Tuhan, Choi Siwon … jebal, jangan lakukan apapun padanya.”

 

 

 

Siwon menggeleng pelan, dan kemudian mengusap lembut pipi Heechul. “Aku tak melakukan apapun.”

 

 

 

“Lalu…?”

 

 

 

“Heuh…. Heechulie…” Siwon kembali menarik pinggang itu ke pelukannya. Dan perlahan dia mengusap pelan paha Heechul yang tersembunyi. “Aku hanya membuatnya, tak bisa memberikan apa yang kau butuhkan.”

 

 

 

Siwon mengecup pelan rambut Heechul. “Seperti perawatan mahal untuk kulitmu dan rambutmu yang sangat wangi ini. Kau butuh uang sayang…”

 

 

 

Heechul, berusaha mati-matian untuk tidak mendesah. Ia memang mencoba berfikir, apa yang sebenarnya dilakukan Siwon pada Hangeng. Tapi, tetap saja sentuhan dan kecupan kecil di bahunya, membuatnya seperti… lupa…

 

 

 

“Kau juga butuh pakaian yang bagus dan seksi, untuk tubuhmu… Chulie…”

 

 

 

“Unghhh…”

 

 

 

Dan akhirnya Heechul tak bisa menahannya lagi. Ia merasakan sesuatu yang mengeras tengah menggesek bagian bawah tubuhnya. Dan bahkan secara perlahan, Siwon sudah berhasil menaikkan rok bawahan gaun pengantin Heechul, hingga namja kini tengah menggoda Miss. V Heechul. Menghembuskan nafasnya dan menciuminya perlahan.

 

 

 

“Eunghh…”

 

Heechul melemas, ia tak tahu mengapa ia seperti ini. Ia sendiri yakin jika ia sangat mencintai Hangeng. Hangeng, namja yang tak pernah lelah menantinya. Namja yang selalu ada bersamanya, namja yang selalu memuaskannya.

 

 

 

“Eunghh… Hann… aahhh… Hannie….”

 

 

 

Dan saat mendengar itu, Siwon merasakan kemarahan yang luar biasa. “Beraninya kau menyebutnya, saat kau tahu jika itu aku?” Siwon langsung menatap tajam pada Heechul, dan kemudian dia mendorong Heechul hingga jatuh dari pangkuannya.

 

 

 

“Kau tahu,bahkan namja itu sudah jatuh miskin sekarang. Apa kau tak sadar?”

 

 

 

“Apa yang kau lakukan padanya?”

 

 

 

Siwon tersenyum licik. “Hanya membuatnya, menjual seluruh kekayaannya.” Siwon mendekati Heechul dan kemudian mencengkeram erat kedua sisi pipi yeoja itu. “Dia bukan apa-apa bagiku. Membuatnya jatuh miskin adalah hal termudah, seperti membalikkan telapak tanganku.”

 

 

 

“Apa yang sebenarnya kau inginkan? Aku tak bisa mencintaimu. Kumohon, jangan lakukan apapun lagi.”

 

 

 

“Heuh…” Siwon melepaskan beberapa kancing kemejanya. Ia kemudian mendekati Heechul dan menyeretnya menuju ke kabin belakang. Entah bagaimana, disana bisa tersedia bed lebar yang cukup nyaman untuk mereka berdua.

 

 

 

“Bercinta denganku, dan jangan sekalipun mengingatnya. Aku akan membuatmu melupakannya, melupakan namja miskin itu.”

 

 

 

“Tapi, aku tidak…”

 

 

 

“Jangan menjawabku, seperti kau punya pilihan. Atau, kau ingin aku melakukan lebih pada namjamu yang bodoh itu?”

 

 

 

.

 

 

 

Sreeek….

 

 

 

.

 

 

 

Dan dengan sekali tarik, gaun pengantin itu sudah tercabik oleh tangan kasar Siwon.

 

 

 

.

 

 

 

‘Aku tak sungguh menikmati ini, apakah kau tahu aku menangis?’

 

 

 

‘Bahkan jika aku bisa, aku ingin mati saat ini juga…’

 

 

 

‘Tapi, sama sekali tak mampu. Aku ingin terakhir… sekali saja, dapat melihatmu…’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

.

 

TBC?

 

 

 

.

 

 

 

Kyaa!!!! Ini gak masuk rate M kan??? Iya kan???? Aduh…. jangan marahin aku, kenapa storynya jadi begini???

 

 

 

 

12 thoughts on “Cheat on ME | HanChul | SiChul | Ch. 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s