Cheat on ME | HanChul | SiChul | Nc-17 | Ch. 3

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Jadi pemberkatan pernikahan di Korea?”

 

 

 

“Nde, Umma.”

 

 

 

“Lalu, kau jadi mengadakan resepsinya di Paris.”

 

 

 

Heechul menggeleng pelan. “Sepertinya tidak perlu. Mungkin aku hanya akan mengundang teman kantor untuk liburan bersama disana.”

 

 

 

Heechul menoleh pada namja tampan yang duduk disisinya. Namja itu mengecup punggung tangan Heechul dan melemparkan senyuman padanya.

 

 

 

“Kurasa, itu  keputusan yang terbaik.” Hangeng berbisik pelan sebelum ia kemudian mengecup kening Heechul.

 

 

 

Heechul mengangguk pelan. Dalam hatinya, ia sangat berharap semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : M

 

 

Cast :

 

-Cho Hangeng

 

-Kim Heechul (GS)

 

-Choi Siwon

 

 

– Other SUJU member

 

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia|| NC-21 ||

 

 

Another PRESENT From Me

 

.

 

 

 

~Cheat on ME~

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

 

 

 

 

Chapter 3

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Suasana butik di pusat kota Seoul ini terlihat begitu menyenangkan. Karena kehadiran 3 yeoja yang khas dengan keindahan mereka masing-masing. Salah satu dari mereka tengah sibuk memilih-milih gaun putih yang berjajar indah disana. Yang lainnya hanya sibuk membolak-balik majalah yang diterbitkan oleh sang perancang di butik itu sendiri.

 

 

 

Salah satu dari mereka sempat berkali-kali mencuri pandang. Sesekali memberanikan diri untuk bertanya, dan akhirnya ia mengurungkannya. Tapi, sungguh__ ia ingin bertanya lagi, hingga akhirnya dia melanjutkan niatnya itu. “Eonni…”

 

 

 

“Heung…” Hanya dengungan. Heechul mendengung pelan sambil sibuk mengagumi halusnya material yang menjadi salah satu bahan pembuat wedding dress itu.

 

 

 

“Bolehkah aku mengajak Kyuhyun?”

 

 

 

Heechul menoleh pada Sungmin. Yeoja manis nan polos itu bertanya dengan kedua mata yang sendu penuh harap. Yeah… Ia sangat berharap, kekasih kecilnya itu bisa ikut.

 

 

 

“Ck… sebenarnya, Kyuhyun sangat menyebalkan. Aku heran, bagaimana bisa dia ternyata adik sepupu Hannie. Ish… dia sangat mesum. Masih kecil saja sudah mesum.”

 

 

 

“Hahahhaa….”

 

 

 

Hyukkie ikut tertawa bersama Heechul. Menertawakan wajah Sungmin yang malu-malu dan juga mengingat entah bagaimana kedua makhluk berbeda planet itu bisa saling menyukai.

 

 

 

Heechul kemudian menghentikan kegiatannya dan lebih memilih membiarkan salah satu dari pelayan di sana memasangkan beberapa sample sepatu pengantin di kakinya. IA duduk di samping Sungmin dan kemudian berbisik pelan padanya. “Yah… Sungmin-ah…”

 

 

 

“Nde, Eonni.”

 

 

 

“Kuharap, kau mengikat Kyuhyun baik-baik. Di pesta nanti, kurasa banyak yeoja cantik.”

 

 

 

Tapi Sungmin hanya membalas dengan senyumannya. Ia menaikkan bingkai kacamatanya dan kemudian menoleh menatap Heechul. Ia mengangkat jari kirinya, seakan tengah memamerkan sesuatu yang memang melingkar dijarinya.

 

 

 

“Appa dan Umma Cho, sepertinya sudah mempercayakan Kyuhyun padaku. Lihat, ini cincin dari Umma Cho.”

 

 

 

Wajah Heechul seketika mengkerut, sungguh ia kalah cepat dibandingkan Sungmin. Terlebih suara tawa berlebihan dengan nada mengejek dari seorang  Lee Hyukjae, sukses membuatnya makin kesal.

 

 

 

“Hahaha…. Heechul Eonni belum punya. Hahhaa…”

 


Dan sukses, sebuah bantal sofa melayang ke wajah Hyukkie.

 

 

 

“Aku bukannya belum punya, hanya saja aku___”

 

 

 

“Selalu tak yakin saat sudah mendekati hari pernikahan.”

 

 

 

.

 

 

 

Degh…

 

 

 

.

 

 

 

Suara itu…

 

 

 

Seketika mampu membuat seluruh tubuh Heechul menjadi dingin seketika. Ia sama sekali tak menyangka jika namja ini sangat nekat, dan bahkan menampakkan dirinya didepan kedua teman kantornya.

 

 

 

Dan tepat disaat itu juga, seorang pelayan ditoko itu keluar membawa salah satu gaun yang tadi sudah dipilih Heechul. Tapi, sebuah tangan menghentikan gerakan pelayan itu. Dan tanpa aba-aba, namja tampan ini mengambil alih pakaian pengantin itu dan kemudian dengan sengaja menarik lengan Heechul agar mendekat padanya.

 

 

 

“S-Siwon, apa yang kau lakukan??” Heechul membentak, meski dengan nada liri. Dan kini malah ia yang berbalik, menarik Siwon untuk menjauh dari Sungmin dan Hyukkie.

 

 

 

Heechul menyeret namja itu ke tempat yang cukup tertutup, kemudian dengan sekuat tenaga menurunkan lengan Siwon yang entah sejak kapan bergelayut mesra (?) di pinggangnya.

 

 

 

“Eumh…. Tak kusangka, kau dengan pakaian kantormu malah terlihat berkali lipat lebih seksi.”

 

 

 

Dan Heechul sudah merasa sangat mual. Ia bisa merasakan nafas Siwon begitu dekat dengan tengkuknya. Yeah, kini namja tampan itu tengah berusaha menciumi helaian rambut Heechul yang menurutnya sangat wangi dan sexy.

 

 

 

“Ish… kau gila.”

 

 

 

Heechul berusaha mendorong Siwon, dan kemudian dengan segera merebut wedding dress dari tangan Siwon. Bukan pekerjaan mudah, karena Siwon sengaja menjauhkan pakaian itu dari jangkauan tangannya. Tapi akhirnya dengan sedikit bersusah payah dan melompat, Heechul berhasil meraih pakaian itu.

 

 

 

“Kau pergilah, apa belum cukup kemarin?”

 

 

 

“Apa??? Kemarin yang manai, cantik…”

 

 

 

“Ish… pergilah!!!” Heechul mendorong kasar tubuh Siwon, tapi sepertinya percuma. “Yah…. Apa yang kau lakukan?”

 

 

 

Siwon mengacuhkan Heechul dan kemudian menyeretnya menjauh dari tempat itu. “Silahkan saja berteriak dan kedua temanmu mencurigai kita.”

 

 

 

“Kau…..Errghhhh….” Heechul akhirnya diam dan mengurungkan niatnya untuk berteriaksekuat mungkin. Dan sementara itu, Siwon tersenyum penuh kemenangan.

 

 

 

“Tenanglah, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu padamu.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Ommo….”

 

 

 

Heechul tak bisa berkedip saat melihatnya. Bukan karena silaunya batu yang berkerlip yang menambah keanggunan pakaian pengantin itu, tapi…

 

 

 

“Ini benar-benar cantik…”

 

 

 

Sempat terpesona hingga lupa, namun akhirnya Heechul sedikit tersadar dan menggeleng pelan. Ia berbalik dan menatap Siwon. “Sudahlah, aku pergi saja.”

 

 

 

Heechul hampir saja meninggalkan ruangan entah apa itu, sebelum akhirnya Siwon menahan kembali lengannya. Dan entah bagaimana, semuanya seperti berjalan begitu saja.

 

 

 

Heechul membiarkan namja itu mengagumi keindahan tubuhnya. Membiarkan lengan Siwon melingkar posesif pada pinggang langsingnya, dan perlahan menurunkan zipper rok pendek miliknya.

 

 

 

“Apa yang ahhh…”

 

 

 

Dan seluruh tubuh Heechul merinding hebat. Ia bisa merasakan, seperti apa jemari pintar itu menjaga seluruh tubuhnya. Merasakan jari besar hangat milik Siwon mulai merasuk kedalam kemeja kerjanya yang cukup kekecilan itu,dan satu tangan yang lain dengan lincah melepaskan kaitan-kaitan kancing kemeja Heechul.

 

 

 

“Aku hanya ingin, kau membiarkanku.”

 

 

 

Heechul menggeleng pelan. Baginya, ini benar-benar satu kecurangan. “Kumohon…hentikan.”

 

 

 

Siwon menggeleng pelan, meski masih melakukan kegiatannya yang menciumi punggung lembut Heechul. “Aku hanya ingin…mmmhhhh…. memakaikanmu pakaian ini.” Siwon memutar tubuh Heechul yang sedari tadi memunggunginya. Mereka berhadapan langsung dan dengan jelas Heechul bisa melihat raut kesedihan di wajah tampan itu.

 

 

 

“Ini adalah gaun pengantin terbaik yang pernah aku lihat. Gaun pengantin terakhir yang diinginkan ummaku, dan aku sungguh ingin melihatnya bahagia sebelum akhirnya dia harus meninggalkan aku.”

 

 

 

Heechul menggeleng tak mengerti. “That’s enough. Please… let me..”

 

 

 

“Tidak akan, sebelum kita …”

 

 

 

Heechul menggeleng. Ia tak mungkin melakukannya. Meski hanya memakai gaun itu dan, “Ahhh…..” Heechul sedikit menjerit saat merasakan sesuatu mendesak di bagian bawah tubuhnya. Kedua mata cantiknya membulat tajam.

 

 

 

Sungguh, ia ingin kembali menginjak kaki Siwon dengan ujung heels-nya yang tajam, tapi…

 

 

 

“Ahh…. hentikan…”

 

 

 

Kedua tangan Heechul Sibuk melepaskan lengan Siwon yang melingkar kuat di pinggangnya. Ditambah lagi dengan getaran hebat di bagian Miss V-nya karena gesekan jemari meski dari luar G-string-nya.

 

 

 

“Baiklah… baiklah… aku akan memakainya.”

 

 

 

Dan Siwon menghentikan kegiatannya. Jika boleh jujur, dia sungguh tergoda kali ini. Melihat wajah terangsang Heechul, dan terlebih ia bisa merasakan rasa khas dari cairan yang memang membasahi string Heechul saat ia menjilat jemari telunjuknya.

 

 

 

Dan Heechul sudah hampir gila. Otaknya benar-benar bekerja diluar kontrol, dan ia sempat membayangkan yang tidak-tidak saat Siwon dengan sengaja menjilat jemarinya sendiri seperti lolipop yang benar-benar nikmat.

 

 

 

Dan sesi berikutnya sepertinya akan menjadi sesuatu yang lebih berat.

 

 

 

Siwon melepaskan kemeja Heechul. Ia benar-benar tak menginginkan yeoja itu bekerja sendiri. Heechul sungguh ingin lari, tapi___

 

 

 

Saat ia hanya bisa melihat empat dinding yang keseluruhannya adalah kaca dan tak tahu ia berada di ruangan sebelah mana.

 

 

 

“Jangan berharap kau bisa keluar dari sini sebelum melakukan apa yang kau janjikan. Ini ruangan rahasiaku.” Siwon berbisik pelan, sebelum akhirnya ia mengecup lembut telinga Heechul dan menurunkan tali bra-nya.

 

 

 

Sedikit nakal saat ia malah meremas payudara yang penuh dan sedang mengeras itu.

 

 

 

Sungguh Heechul benar-benar ingat, jika dia memiliki Hannie. Tapi entahlah, ada saat dimana ia tak bisa menolak sentuhan-sentuhan namja ini.

 

 

 

“Ahhhss….”

 

 

 

Terlebih, ia mulai berfikir bahwa ini adalah sebuah kegilaan. Ia membiarkan sesuatu yang kenyal dan basah itu memainkan nipple-nya. Menarik dan menggigitnya pelan, membuatnya menjerit dan mendesah perlahan.

 

 

 

“Kumohon… Ahss… Siwonie…”

 

 

 

“Jebal… hanya kali ini dan aku berjanji…”

 

 

 

Ini bercinta? Bernego? Atau belas kasihan?

 

 

 

Heechul sama sekali tak mengerti. Tapi, yang jelas ia merasa jika disini… dialah yang bersalah.

 

 

 

‘I’m a cheater….’

 

 

 

“Akkhhh… awwhhhh..Wonahhhhh….”

 

 

 

Jujur, ia menangis… tapi mengapa ia menikmati ini. Membiarkan namja itu menguasai dirinya, membiarkan namja itu merasakan apa yang selama ini hanya ia berikan untuk namjanya.

 

 

 

Hannie…. Jeongmal….’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Dan setelah kegiatan gila itu, setelah seminggu peristiwa itu__ dan seminggu ini pula Siwon tak pernah lagi membuntutinya. Meski akhirnya Heechul harus bersusah payah menjelaskan dan berbohong pada Eunhyuk dan Sungmin, jika dia malah terjebak sebuah sale di salah satu toko merk ternama.

 

 

 

Heechul mungkin terlihat tenang, tapi sungguh hatinya berkecamuk dan penuh ketakutan. Ia teringat, kepingan –kepingan beberapa hari yang lalu. Bahkan saat setelah seminggu ini sudah berlalu, tetap saja ia seperti tak bisa melepas bayang-bayang Siwon dan juga setiap sentuhannya.

 

 

 

Heechul menggeleng pelan, dan entah bagaimana ia bisa tak menyadari kehadiran seorang namja tampan yang selalu menyejukkan dengan senyumannya yang begitu tenang dan dalam.

 

 

 

Heechul bahkan tak sadar jika ia tengah menangis, jika namja tampan itu tak mengusap pipinya dan mengecup ujung matanya yang basah.

 

 

 

“Wae? Kau tegangkah? Sampai menangis seperti ini?”

 

 

 

“Hannie…”

 

 

 

Heechul hanya bergumam pelan, dan kemudian dengan jemari lentiknya __ ia kembali mengurutkan ukiran ketampanan Hangeng, namjanya.

 

 

 

Sungguh, ia tengah berusaha sekuat tenaga untuk kembali menyimpan wajah ini didalam hati dan ingatannya. Sungguh,ia tak mau lagi goyah seperti sebelumnya. Dan bahkan karena Siwon__ Sungguh, ia tak ingin lagi.

 

 

 

“Wae…?”

 

 

 

“Ahniya.” Heechul hanya menggeleng dan kemudian dia mendekati wajah Hangeng. Ia tersenyum kecil dan kemudian mulai mengusap bibir bawah namja itu. Bibir yang selalu menjadi candu untuknya. “Can i…”

 

 

 

“Yah… kenapa harus bertanya? Biasanya kau juga akan langsung menciumku.”

 

 

 

Heechul tertawa pelan. “Ish… kenapa aku genit seperti itu.”

 

 

 

“Hahhaah….” Hangeng tertawa pelan dan seperti sengaja, ia menarik Heechul hingga jatuh dari atas ayunan yang sedari tadi didudukinya. Jatuh tepat menimpa tubuh Hangeng.

 

 

 

Awalnya, Heechul sedikit tegang karena sekarang memang mereka tengah berada ditaman di depan apartemen mereka. Meski ini sudah malam, bukan berarti mereka bebas bermesraan.

 

 

 

“HHhhh… sekarang sangat dingin. Bisakah menciumku?” Hangeng berbisik pelan sambil memainkan hidung Heechul.

 

 

 

Yeoja itu tak bisa menahan senyumannya. Selalu saja, saat kedua mata Hangeng memenjaranya dan menatapnya lembut__”YYAh….” Heechul kemudian berusaha untuk bangkit, tapi sayang tetap saja masih tertahan oleh pelukan lengan posesif Hangeng.

 

 

 

“Ish… Hannie…”

 

 

 

“Mmmmm…”

 

 

 

“Jangan disini, aku tak mau ditangkap petugas.”

 

 

 

“Lalu, kau mau dimana?”

 

 

 

“Yahhhh…”

 

 

 

“Ahahha…. baiklah.”

 

 

 

“Ish… dasar pervert…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Untuk apa ke butik, jika akhirnya kau akan memakai wedding dress milik Umma.”

 

 

 

Heechul sedikit melirik tak senang pada namja kecil yang sudah menghadangnya didepan tangga.

 

 

 

“Yah, Cho Kyuhyun! Bagaimana kau bisa ada disini? Bukannya menunggu digereja.”

 

 

 

“Huah….” Kyuhyun menguap lebar. “Aku menunggu Sungmin, bukan menunggu nenek lampir yang cerewet seperti Heechurela.”

 

 

 

“Yah!!!!”

 

 

 

Heechul hampir berlari dari ujung tangga atas itu, jika saja sebuat tangan halus tak menyentuh bahu polosnya dan menghentikan langkahnya yang sudah mantap tadi.

 

 

 

“Ish… Eomonim…”

 

 

 

“Ck… Kyuhyun-ah. Ini area yeoja.”

 

 

 

“YA… ya… ya…” Kyuhyun menganguk malas dan kemudian ia naik ke tangga. “Aku hanya ingin menjemput Sungmin.” Kyuhyun sempat mehrong pada Heechul, sebelum akhirnya ia menghilang dari jarak pandang Heechul, menuju ke ruang pengantin wanita. Yeah, mencari sosok bermarga Lee yang terlihat cantik berbalut dress selutut berwarna pink pastel.

 

 

 

“Sungminnie…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Yah… Hannie…”

 

 

 

Heechul seperti merajuk. Ia menatap kekanan dan kirinya. Ibu dari Kyuhyun dan ibu dari Hangeng mengapitya ditengah. “Eomma… sebaiknya kalian mengusir dia. Bukankah dia harusnya sudah berada digereja.”

 

 

 

“Yah! Kalian berdua harusnya memang sudah berangkat.”

 

 

 

“Heum… baiklah. Aku akan menunggu pengantinku disana.” Hangeng sempat mengerlingkan sebelah matanya, sebelum akhirnya ia melesat keluar menuju Appanya yang sudah menunggunya di depan pintu rumah mereka.

 

 

 

“Nah, sebaiknya sekarang kita menuju ke mobil. Mungkin saja supir sudah menunggu dari tadi. Kajja.”

 

 

 

Heechul mengangguk pelan, hingga akhirnya ia melangkah keluar. Selangkah demi selangkah___

 

 

 

.

 

Degh…

 

.

 

 

 

Kedua mata Heechul membulat lebar. Ia benar-benar tak menyangka. Seseorang yang berjalan tegap dan begitu yakin mengarahkan langkahnya pada Heechul.

 

 

 

“Permisi Eomonim, sepertinya Heechul Noona akan berangkat bersamaku.”

 

 

 

“Eoh????”

 

 

 

“Nde…” Namja itu mengangguk dan tersenyum angkuh. Dan tanpa basa basi, namja itu mengarahkan pistolke arah kedua yeoja paruh baya itu.

 

 

 

“Jangan berteriak, atau kalian tak akan hidup lagi.”

 

 

 

Sementara itu, Heechul terus menatap tajam pada namja itu. Ia benar-benar tak percaya. “Kenapa??”

 

 

 

Namja itu hanya menggeleng.

 

 

 

“Yah….!!! Kenapa?!”

 

 

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Hmmmpphhh….”

 

 

 

“Jebal, jangan membuatku menyiksamu, Chullie…”

 

 

 

Tapi, tetap saja. Yeoja itu mencoba untuk menginjak kaki namja yang tengah berusaha menculiknya (?) dengan menggunakan ujung heelsnya yang bisa dibilang runcing. Mungkin cukup bisa melumpuhkan kaki namja itu, tapi dia seperti sudah mati rasa. Mengabaikan darah yang mengalir dikakinya dan tetap berusaha membawa Heechul bersamanya.

 

 

 

Dia mengemudikan mobilnya dengan cepat, setelah sebelumnya__ meski dia tak tega_ ia mengikat Heechul menggunakan tali yang  memang sudah ia siapkan. Bibir sexy itu, sukses dibungkamnya menggunakan dasi kerjanya.

 

 

 

Sesungguhnya, ia sama sekali tak tega melakukan ini.

 

 

 

Di tepian jalan, ia menghentikan mobilnya. Tak sanggup melihat yeoja itu terus meronta disisinya. Ia memaksa untuk mencium kening Heechul, meski yeoja itu sudah berusaha untuk menolak.

 

 

 

Namja ini, akhirnya melepaskan dasinya di bibir Heechul.

 

 

 

“Yah!!! Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila, Tuan Choi Siwon yang terhormat!”

 

 

 

“Sssstt…. kumohon. Ini yang terbaik untuk kita.”

 

 

 

“Lepaskan aku!”

 

 

 

“Never baby….” Siwon berusaha memeluk tubuh yang sudah berbalut gaun cantik itu. Ia terus merengkuh kuat meski Heechul sudah berusaha untuk melepaskan diri. “Kau tak mungkin tega melakukan ini. Tenanglah baby, aku akan membuatmu sadar. Semua yang akan kau lakukan ini adalah satu kesalahan.”

 

 

 

“Hikss… kumohon…”

 

 

 

“Jangan memaksaku.”

 

 

 

Tubuh Heechul melemah. Untuk hari ini, ia sudah terlalu lelah. “Seharusnya, kau membiarkan aku dengan kehidupanku. Hari ini adalah hari pemberkatan pernikahanku. Kenapa kau tega sekali?”

 

 

 

“Apa kau lupa…” Siwon menangkup lembut kedua pipi basah itu. Ia menatap dalam pada kedua mata Heechul yang masih memerah. “Kau akan menikah denganku, aku mencintaimu__ bahkan lebih Chullie….”

 

 

 

“Belum cukupkah? Bukankah kau sudah berjanji padaku?”

 

 

 

Dan entah bagaimana, tapi Heechul bisa melihat dengan jelas….

 

 

 

Senyuman di wajah tampan itu, benar-benar mengerikan.

 

 

 

‘Hannie….’

 

 

 

.

 

 

 

.

 

.

 

.

 

TBC?

 

 

 

.

 

 

 

Inilah alasannya, kenapa ini ga tega kalo Kyumin. Hahaha… takut ditimpukin orang seKyumin dan SeSUJU… hahha…..

 

 

 

Mianhe untuk Adegan rate-nya dengan SiChul cast.

 

 

 

Mianhe juga karena ni bentar lagi tamat.

 

 

 

Mianhe juga karena ga bakal ada Sibum-nya di FF ini. Hahahha ….

 

 

 

Bye…

 

Korean-Dress-MD00341

 

 

19 thoughts on “Cheat on ME | HanChul | SiChul | Nc-17 | Ch. 3

  1. Aah~ rai~ aku suka posternya~ ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    Umm, kalo kyumin emang kasian jadinya….. Kalo sihanchul lebih cocok emang, ah~ hanchulllll~ ending hanchul kan?

    Ini siwonnya terobsesi bgt ya sama hee?
    Wahaah mau ending kapaan?

  2. itu photo chullie cntiknyo…hhi
    yak,aku gk ngrti tu nc’nya sichul,i cant imajin it..*polosnyo..
    Aish..coba sja kau lakukn ini pd urie kyuminnie,tk kn ku maaf kn *apaan sh lebay dh,,
    tapi sngguh,pern ini memang ccok utk sichul dn hanchul,krn ku rza mrk lebh cock dpt pern org dwsa..

  3. siwon jhtkn dsni..?? Ahhh kibumieeee
    ada gk d ff ni ..?? Ini ff official pair kan..?? Mga j d n bsa ma wonpa.. Chulli kn pnya hab gege..Mga j han gege cpt nolngn chullie ne.. Nexttt…

  4. Wah.. siwon beneran minta dihajar nih
    Hangeng cepatlah tolong heechullie mu..

    Eon kenapa tega sekali pada hanchul T__T
    Pasti happy ending kan buat hanchul? Harus! /maksa
    Update kilat eon, fighting!

  5. Ouh ya ampun ,gw yg aneh atau krna ff ini yg bgtu menyayat
    gw nangis pas adegan NC’y sichul berasa han dihianati olh mrka.
    Hueeee T.T *pukpuk papih*
    sumfah pengen ngebunuh siwon kalau kya gni cara’y. Astajim.😥

  6. kerrren! sangat suka dengan pairing kyuchul, tp sangat amat sedikiiit dan susah mencari yg berbahasa Indonesia, bisakah author membuatkannya, please…..

  7. kasihan sih liat hangeng yg kalem tp feel.a sichul lebih dapet… heechul kayak risih banget liat siwon tp msih mkirin siwon…
    suka banget krakter siwon bener2 BAD BOY pakek nyulik heechul…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s