Miss | Ch. 2 | KyuMin | YAOI |

.

 

.

 

.

 

‘Biar  bagaimanapun, aku seorang namja. Memang, menjadi cantik itu bukanlah sesuatu yang harus disesali. Hanya saja, aku selalu menyesal jika semua tak berjalan sesuai yang ku inginkan. Pantaskah, aku menceritakannya padamu?’

 

.

 

“Kau pasti berfikir, aku berlebihan.” Sungmin mendesah lirih. Ia mulai berfikir, mungkin Kyuhyun menganggap ini hal yang lucu atau bahkan diluar pemikirannya. Sama sekali tidak masuk akal.

 

Tapi, yang terjadi sebenarnya tidaklah seperti itu. Kyuhyun memang tersenyum, dan ia sama sekali tak berfikir itu satu hal yang konyol. Ia kembali melihat kearah Sungmin, dan sekali lagi__ mata itu bisa menangkap mata foxy dengan manik hitam yang sangat cantik di hadapannya.

 

Kyuhyun merasa… ia sudah masuk kedalam perangkapnya.

 

“Kau memang cantik, jadi kenapa harus menjadi masalah.”

 

“Aku namja, dan kurasa hal ini sangatlah tidak bagus.” Sungmin menggerutu pelan. Tapi, suara itu masih bisa didengar Kyuhyun dengan baik.

 

“Kau tak melihat Heechul? Kurasa dia sama sepertimu.”

 

Dan entah apa yang lucu, hingga tiba-tiba Sungmin tertawa.

 

“Wae?” Kyuhyun mengerutkan keningnya, dan bersamaan itu juga__ ada sesuatu yang benar-benar mengunci pandangannya. Bibir Sungmin yang tersenyum sempurna, benar-benar membuat namja itu sangat cantik, berkali lipat lebih cantik.

 

“Heechul Hyung sangat cantik, bahkan melebihi yeoja. Dan aku kira dia juga orang yang tak selalu mempedulikan orang lain. Dia selalu seperti itu, makanya dia berbeda denganku.” Sungmin menatap dedaunan yang jatuh di jalanan. Hari semakin sore, dan entah bagaimana ia semakin menikmati moment ini.

 

Sampai lupa dengan kebiasaannya yang selalu pulang tepat waktu. “Aku tidak seperti Heechul Hyung. Jika ada yang mengatakan dia yeoja maka dia akan tertawa dan malah membanggakannya. Tapi, jika aku…”

 

Sungmin menghela nafasnya. “Aku tak bisa tertawa dan membanggakan bahwa aku cantik. Pada awalnya, semua teman di junior dan middle school bahkan sudah menatap aku dan berfikiran bahwa aku yeoja. Mereka sama sekali tak pernah memperlakukan aku sebagai namja, dan itu benar-benar membuatku menjadi kesal dan juga marah. Tapi, sama sekali tak bisa melakukan apapun saat mereka bahkan menggunakannya sebagai bahan olokan untukku.”

 

“Sungmin…”

 

“Eunghh…” Sungmin menoleh pada Kyuhyun. Dan terlihat jelas guratan kekesalan bercampur kesedihan di wajah cantiknya.

 

“Kurasa kau butuh pelukan sekarang. Jika mau kau bisa memelukku…”

 

.

 

.

 

.

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

– Other SUJU member

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance|| School life |

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Another PRESENT From Me

.

 

~MISS~

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

 

Ps:  Yang dicetak miring tebal (Boldz+italic), berarti isi pikiran dan hati Sungmin.

 

.

 

 

Chapter 2

 

.

 

.

 

“Memelukmu?”

 

“Nde, kurasa kau butuh pelukan. Mungkin sedikit bisa membuat perasaanmu tenang.”

 

“Eum…” Sungmin mengangguk pelan. Tapi, tetap sama saja. Posisinya masih seperti semula, meski dia menyetujui untuk melakukan ‘pelukan’ itu. Hahaha…. Sungmin masih tetap duduk manis dan tak melakukan apapun. Bahkan untuk menatap Kyuhyun pun tidak. Jadi jangan berharap Sungmin akan membuka kedua lengannya dan tersenyum kearah Kyuhyun untuk meminta pelukan dari namja tampan itu.

 

Sangat tidak mungkin. Hahha…..

 

Kyuhyun menggeleng kecil. Ia merasa semakin gemas dengan namja manis yang masih diam pada posisinya meski ini sudah beberapa detik berlalu. Entah, apa yang dipikirkan Sungmin.

 

Mungkin seharusnya ia meraih bahu Sungmin dan memaksa memeluknya. Heum… jangan harap,  Kyuhyun tak akan melakukannya. Tapi meski seperti itu, tetap saja ada perang tersendiri antara hati dan pikirannya. Sungguh, ia benar-benar tak tahan untuk memeluk Sungmin. Selain memang kondisi Sungmin yang terlihat sangat  kacau__  wangi tubuh Sungmin, seperti sesuatu yang benar-benar menarik baginya.

 

Percampuran antara rasa mint dan wangi buah. Sepertinya terasa sangat manis dan menyegarkan di indera penciuman Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin. Memperhatikan namja yang kelihatannya lebih memilih menatap jalan di bawah kakinya dari pada menatap namja berwajah tampan yang duduk mengaguminya disisinya.

 

Kyuhyun tertawa dalam diamnya saat sekarang ia malah merasa menjadi seseorang yang sangat narsis. Mulai berfikir dan mengkhayal bahwa Sungmin akan menggilainya sama seperti sunbae atau nunna yang selama ini mengejar-ngejarnya.

 

Dan konyolnya, sekarang malah sepertinya dia yang mengemis pelukan Sungmin.

 

Kyuhyun terus memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan sekarang. Melihat wajah Sungmin yang masih sendu, membuatnya juga tak tega. Sungguh ia ingin benar-benar memeluknya.

 

Akhirnya, Kyuhyun hanya bisa mendesah lemas. “Baiklah, kurasa kau masih belum ingin berbagi dengan siapapun dan membiarkan orang lain untuk membantumu. Mungkin, lain waktu.” Kyuhyun berdiri dari duduknya.

 

Ia tersenyum pada Sungmin, dan beberapa detik kemudian Sungmin pun beranjak dari duduknya. Mau tak mau pandangan mereka bertemu kembali.

 

“Sebaiknya kau pulang. Hari sudah semakin sore.” Kyuhyun berucap lirih kepada Sungmin, dan oh… jangan lupakan wajahnya yang sedikit lemas itu. Ia benar-benar berfikir, jika mungkin esok hari hal seperti ini tak akan bisa ia lakukan lagi. Tapi, Kyuhyun benar-benar sudah tak bisa berbuat apapun.

 

Sungmin mengangguk canggung.

 

“Eum, kita berbeda arah. Aku harus ke rumah Siwon dulu.”

 

Sungmin hanya diam. Ia sama sekali tak mengangguk atau bahkan tersenyum. Seperti ada yang berhenti ditenggorokannya. Tercekat dan menghambat semuanya. Jika boleh jujur, dia masih mengharapkan pelukan itu.

 

 Kyuhyun mengangkat tangan kanannya, melambaikannya menandakan selamat tinggal.

 

“Ya sudah, aku pergi.” Kyuhyun berbalik, membelakangi Sungmin. Dan selama itu pula yang dilakukan Sungmin hanya diam dan mengangguk. Bahasa tubuh yang benar-benar canggung.

 

“Eum… Kyuhyun…”

 

Meski lirih, panggilan itu masih terdengar di telinga Kyuhyun yang memang pada kenyataannya Kyuhyun pun mengharapkan panggilan itu. Dan Kyuhyun menoleh dengan begitu semangatnya. Dan juga dengan sangat percaya diri, dia tersenyum pada Sungmin.

 

“Wae?”

 

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ia melihat Sungmin langsung menunduk saat ia tersenyum pada namja itu. Sungmin meremas genggaman kedua tangannya.  “Eum… bisakah memelukku?”

 

Sungmin memintanya. Ahahha….. Pikiran Kyuhyun mulai menggila, tapi dia harus tetap bisa mengontrol pemikiran dan juga tingkahnya. Dia tak boleh bersikap aneh didepan Sungmin meski pada kenyataannya dia benar-benar senang saat Sungmin memintanya.

 

“Tentu saja.”

 

Sungmin mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyum canggungnya. Benar-benar tak bisa bersikap wajar dan biasa saja. Baginya, hal ini sangat mendebarkan. “Kemarilah, ak-aku… eummm…”

 

“Baiklah, biarkan aku memelukmu.”

 

Kyuhyun tahu, jika Sungmin mungkin akan sangat canggung dengan ini. Dengan cepat dia berjalan mendekati Sungmin dan segera membuka kedua tangannya. Kemudian dengan cepat melingkarkan kedua lengannya untuk merengkh tubuh Sungmin.

 

Satu perasaan hangat seakan menyusup didalam tubuhnya, dan hatinya, seluruh perasaannya…

 

Bahkan jantungnya berdebar kencang….

 

.

 

‘Ini pertama kalinya aku merasakan ini. Bukan Umma dan Appa yang memelukku. Kyuhyun… Cho Kyuhyun.’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Annyeong…”

 

Sungmin baru saja datang ke kelas, dan sayangnya didalam sana belum ada siapapun –yang termasuk teman Sungmin-

 

Sungmin berusaha untuk menyapa beberapa teman sekelasnya, tapi tak tahu pasti apa yang terjadi karena yang didapatnya hanya tatapan aneh. Seperti mengejek, seperti kesal, seperti  …

 

“Sungmin-ah…”

 

“Ah… Heechul Hyung.”

 

Sungmin tersentak. Ia segera beranjak dari tempat berdirinya tadi –di ambang pintu- masuk ke dalam kelas saat tangan Heechul menariknya masuk ke dalam. Sungmin langsung duduk di tempat duduknya dan sama juga dengan Heechul dan Eunhyuk, mereka duduk di bangku mereka.

 

Sungmin langsung sibuk dengan bukunya. Sementara itu Heechul langsung menatap seluruh isi kelas pagi itu. Meneliti satu per satu wajah baru di kelas tingkat pertama di Senior High School itu. Heechul menyunggingkan smirk adalannya.

 

“Eh… apa kalian tahu, apa yang sebenarnya menjadi masalah kalian?” Heechul berucap datar dan masih setia menunjukkan kekuasaannya.

 

Dari beberapa siswa didalam sana, tak ada yang berani menjawab. Semuanya diam dan bahkan beberapa dari mereka malah bergunjing di sudut kelas. Hal ini semakin membuat Heechul kesal. “Kalian sangat aneh. Kalau begitu sangat pantas, jika Lee Sungmin tak usah berteman dengan kalian semua. Pemikiran aneh dan terlalu berlebihan, memperbesar masalah yang sebenarnya malah ada pada diri kalian sendiri.”

 

Heechul tersenyum menakutkan. Namja cantik ini benar-benar gemas. Meski dia hanya mengenal Sungmin beberapa tahun, tapi baginya persahabatan ini sangat berarti.

 

“Hyukkie-ah…” Sungmin, sedikit berbisik memanggil Eunhyuk.

 

“Nde.” Eunhyuk menoleh pada Sungmin. Dan untungnya, panggilan lirih dari Sungmin itu tak dihiraukan oleh Heechul. Namja cantik itu terlalu sibuk untuk mengurusi beberapa siswa lain yang baginya sangat menyebalkan. Heechul sudah menggenggam kuat kedua kepalan jemari tangannya, menandakan ia sangat kesal. Dan Sungmin, dengan tatapan matanya seakan meminta Eunhyuk untuk menghentikan kemarahan Heechul__ atau setidaknya Eunhyuk harus melakukan sesuatu untuk sedikit mengendalikan Heechul.

 

Sebelumnya Sungmin berkali-kali sudah menepuk pelan bahu Heechul, dan pada kenyataannya itu percuma. Eunhyuk akhirnya berdiri dari duduknya dan menutupi pandangan Heechul. Membelakangi namja itu dan dia berbalik arah menatap keseluruh siswa lain yang ada didalam sana.

 

“Kalian harusnya meminta maaf pada Sungmin. Kalian tak mengenal Sungmin, dan hanya karena mendengar kabar dari sana-sini kalian menghakimi Sungmin sesuka kalian. Apa kalian sebenarnya iri? Apa karena Kyuhyun? Atau karena kami?”

 

Dan dari luar sudah terdengar suara tawa Kyuhyun, seakan memberikan kode pada Hyukkie untuk melakukan hal lain. “Sebaiknya kalian berfikir lagi, atau jika tidak ___ “ Hyukkie menatap Kyuhyun yang sudah sampai dipintu. “Tanyakan sendiri padanya.”

 

Kyuhyun memasang wajah bingungnya. Dia segera meletakkan tasnya di bangkunya dan kemudian mulai menatap beberapa teman sekelasnya. “Ada apa?”

 

Dan hanya hening. Tak ada suara apapun. Hyukkie dan Heechul mendesah kesal. Mereka saling bertatapan dan kemudian malah tertawa terbahak.

 

“Euh…. hanya beberapa anak bodoh dengan pemikiran bodoh, Kyu.”

 

Heechul berucap seenaknya. Dan pada detik kemudian ia malah sibuk sendiri dengan ponselnya. “Aish… Hannie mengganggu saja.”

 

“Wae Hyung?”

 

“Hyukkie, nanti aku tak bisa menemanimu. Bagaimana jika kau mengajak Sungmin?”

 

“Eoh…” Eunhyuk dan Heechul sepertinya sudah melupakan tragedi kecil itu, dan kini malah sibuk dengan urusan mereka sendiri. “Bagaimana bisa seperti itu, kau sendiri yang mengajakku.”

 

“Wae?” Sungmin bertanya dengan suara kecilnya.

 

“Kami akan pergi ke butik yang baru di buka di ujung jalan sana, tapi Heechul hyung malah sepertinya akan berkencan.”

 

“Euh, kencan???” Sungmin sedikit tertarik dengan perbincangan kedua chingunya itu. Ia sudah melupakan masalah yang sebelumnya terjadi.

 

“Nde, aku akan berkencan dengan Hannie. Ish…. sangat menyusahkan saat namjamu berubah menjadi orang yang sangat cerewet dan berlebihan, dan sangat konyol karena dia terus mencoba memarahiku menggunakan bahasa Korea yang sungguh lucu dan payah.”

 

Heechul tersenyum geli mengingat kenangannya, sementara Sungmin__ ia mulai sibuk dengan pemikirannya lagi. “Euh, bukankah namjamu adalah seorang mahasiswa?”

 

“Eung…” Heechul mengangguk pelan.

 

“Wuah… kau hebat sekali.”Sungmin tersenyum penuh.

 

Dan entah bagaimana, tapi Kyuhyun sepertinya selalu menemukan sudut yang sangat pas untuk mengabadikan kecantikan Sungmin dengan setiap senyumannya. Kyuhyun terus tersenyum sendiri, dan ia seperti orang bodoh yang tengah mencuri pandang___ sedikit melirik-lirik dan bahkan menyembunyikan kedua matanya dan bahkan separuh wajahnya dengan jari tangan besarnya. Berharap, tak ada satupun orang yang memergokinya tengah terpesona dengan Sungmin.

 

Sketsa wajah yang sangat cantik.

 

Terlihat sangat lembut karena senyumannya, juga tawa kecilnya dan juga bias cahaya pagi yang menyinari kulit putih itu. ‘Jinjja, neomu yeppeo…’

 

.

 

.

 

.

 

Lunch – Break Time

.

 

.

 

“Aku akan pergi membeli minuman.”

 

Sungmin hanya mengangguk dan kemudian ia kembali sibuk memakan bekal makan siangnya. Sesekali ia melihat kearah Heechul. Terbesit rasa kekaguman untuk namja cantik itu.

 

Heechul  memang sangat cantik, tapi dia memiliki satu sisi ketegasan seorang namja. Dan sepertinya itulah hal yang tidak dimiliki Sungmin. Sungmin memperlambat cara makannya tanpa ia sadari. Heechul seperti menyadarinya. Dan ia cukup penasaran untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada dipikiran Sungmin.

 

“Wae?”

 

“Ah, ahnieyo….”

 

Sungmin hanya menggeleng pelan. Dia kemudian mengarahkan pandangannya ke tempat lain, ia tak mau ketahuan tengah mengagumi kecantikan namja di hadapannya.

 

Dan sekarang, ia tak tahu. Ia merasa sedikit errr… seperti kosong.

 

Sebenarnya ini bukanlah haknya,tapi___ jika ia merasakannya maka ini bukan salahnya.

 

‘Nuguya?’

 

Sungmin hanya bisa diam dan terus mencoba mencari tahu dengan membalik-balikkan semua ingatannya.

 

Tentang seorang namja yang sangat manis, namja yang terlihat begitu natural dan juga sangat bersahabat. Namja yang tengah berbicara dengan semangatnya__

 

“Dia Kim Ryeowook.”

 

Sungmin menghentikan kegiatan –mari menatapnya- itu. Ia sedikit malu karena ketahuan oleh Heechul. Ia mengangkat wajahnya dan kemudian menatap Heechul.

 

“Ck… jangan melihatku seperti itu.” Heechul tersenyum kecil. “Dia Kim Ryeowook. Saat middle school, dia satu sekolah bersamaku dan juga Kyuhyun.”

 

Sungmin mengangguk pelan.

 

Sebenarnya ia merasa sangat konyol. Rasanya tak perlu bersikap seperti ini. Dia seperti memiliki perasaan tidak suka, sedikit marah dan enggan.

 

Entahlah, apakah itu yang disebut cemburu?

 

Sungmin menggeleng pelan. Ia kemudian melanjutkan acara makannya lagi. Meski, sesekali suara tawa Kyuhyun dan juga suara perbincangan mereka berdua benar-benar terdengar oleh telinga Sungmin dan rasanya___ sangat mengganggu.

 

Di sisi lain, namja cantik ini tersenyum kecil. Mungkin memang pengalaman adalah satu hal yang selalu berhasil kita ambil menjadi guru. Hanya dengan sedikit clue saja, Heechul sudah bisa menyimpulkannya.

 

Heechul tersenyum kecil. Ia kemudian mengulurkan telunjukknya dan menggunakannya untuk mengangkat dagu Sungmin. Kemudian dengan angkuhnya menunjukkan smirk andalannya.

 

“Kau tenang saja, mereka hanya teman.”

 

“Eoh?”

 

Sungmin sama sekali tak mengerti, dan saat ia ingin meminta penjelasan___ Heechul sudah beranjak dari duduknya dan pergi keluar kelas. Sempat berpapasan juga dengan Kim Ryewook dan juga Eunhyuk.

 

“Heuh… mereka selalu saja seperti itu.” Baru datang, dan Eunhyuk langsung menggerutu. Ia menyodorkan soya bean milk didepan Sungmin.

 

“Mereka?”

 

“Nde. Beberapa Sunbae sering sekali mencegatku ditengah jalan dan menanyakanmu.”

 

“Aku?”

 

Sungmin menunjuk tepat pada hidungnya sendiri.

 

Ia masih tak habis pikir, padahal sepertinya ia cukup berhasil mengisolasi (?) dirinya sendiri. Membatasi pertemanannya hingga akhirnya dia seperti alien yang dikucilkan di planetnya sendiri.

 

Tapi sepertinya semuanya tetap percuma. Hal itu terjadi lagi.

 

“Kenapa terjadi lagi Hyukkie?”

 

“Ck… harusnya kau tak perlu terlalu memikirkannya seperti itu. Mungkin saja para namja itu memang benar-benar penasaran dan hanya sekedar ingin mengenalmu.”

 

“Tapi, pasangan mereka…” Sungmin mendesah lirih. Belum hilang dari ingatannya, semua kejadian yang ia alami sebagai imbas dari kelakuan para namja yang sudah berstatus sebagai namja chingu orang lain.

 

“Yeah, sudahlah. Lagipula, kali ini single kok.” Eunhyuk berkata santai sambil menyeruput jus strawberrynya.

 

“Uhhuk…”

 

Sungmin tersedak saat mendengar pernyataan Eunhyuk. Ia tak habis pikir, bagaimana Eunhyuk bisa sesantai itu dan berfikiran seperti itu.

 

“Hehehhe…. kau pasti terkejut jika tahu siapa yang menyukaimu.”

 

“Nuguya?”

 

“Lee Donghae, sunbae tingkat 2. Tapi dari yang kudengar dia seumuran dengan kita.” Eunhyuk menunjukkan senyum lebarnya. Sementara Sungmin, dia hanya bisa terdiam canggung. Sungguh, ia tak tahu yang mana yang bernama Lee Donghae.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Hei….”

 

“Eih…”

 

Sungmin segera berdiri dari posisi duduknya. Ia tengah memberi makan kucing yang ia temukan beberapa hari yang lalu di belakang sekolah. Penjaga sekolah berbaik hati membuatkan kandang kecil berbentuk rumah-rumahan yang sangat lucu di pekarangan kosong itu.

 

“Kucing yang manis.”

 

“Nde.”

 

Sungmin mengangguk pelan.

 

“Sangat manis.”

 

Awalnya, Sungmin merasa Kyuhyun masih memuji kucingnya. Tapi, saat melihat tatapan Kyuhyun tidak tertuju pada kucingnya lagi__ Sungmin merasa sedikit aneh.

 

“Nde, kucing yang sangat manis.”

 

Kyuhyun ikut mengulurkan tangannya  dan kemudian dia mengusap kepala kucing berbulu putih yang duduk dengan diam diatas rerumputan sambil menjilati susunya itu. “Kau sudah memberikannya nama?”

 

“Belum.”

“Kenapa?” Kyuhyun kemudian menyamankan posisinya dan duduk diatas rerumputan, berhadapan dengan Sungmin. “Apakah kau meninggalkannya disini?”

 

Sungmin mengangguk.

 

“Wae?”

 

“Appa dan umma tidak mengijinkan aku. Heehehe… aku cukup ceroboh dan juga appa alergi kucing.”

 

“Bagaimana jika dia tinggal bersamaku?”

 

Sungmin mengangkat wajahnya. Sedikit tak percaya saat Kyuhyun menawarkan hal itu.

 

“Yeah, hanya saja jika disekolah mungkin dia akan kesepian. Dan dia bisa menemaniku dirumahku. Hahhaa… hi manis…. argghhh….”

 

Kyuhyun mengerang pelan. Saat ia menurunkan wajahnya untuk menyapa kucing itu, malangnya kucing berbulu putih itu malah mencakar wajahnya.

 

“Aigo…. Kyuhyun…”

 

“Gwenchana… hehehe…. ini hanya kucing.”

 

Kyuhyun mencoba tersenyum meski wajahnya sangat perih. Cakaran yang menyisakan beberapa berkas darah didahinya.

 

“S-sepertinya dia tak akan hidup akur denganmu. Ah, bagaimana jika kita obati dulu lukamu. Kajja…..”

 

Sungmin segera berdiri. Dia berharap Kyuhyun mengikutinya. Namun, namja itu malah hanya diam dan menatapnya.

 

“W-Wae?”

 

“Kau memegang tanganku….”

 

.

 

.

 

.

 

‘Seperti musik yang bermain ditelingaku…. my heart, beating…’

 

 

.

.

 

.

 

 

.

TBC

 

.

 

.

 

Ah, ini beda dari main story di KIMI NI TODOKE. Aku bikin sedikit perubahan dan juga penyesuaian, please… jangan kecewa yah. Hahah…. FF ini gaje banget. Ya ampun, maafin aku.

 

Dan juga buat story yang pada bergelantungan ngambang itu juga… aku minta maaf banget. Kadang ga mood buat nerusinnya.

 

Semoga bisa cukup menghibur (?)

.

GamsaHAE ^_^

.

 

16 thoughts on “Miss | Ch. 2 | KyuMin | YAOI |

  1. Mian baru Review, semalem pas baca FF ini malah ketiduran. Hehe😀
    Diawal dan diakhir part ini sangat romantis menurut aku🙂 Dan aku gak begitu tau tentang Story Kimi Ni Todoke, jadi gak perlu berkecil hati🙂 Lagi pula FF-nya sangat menghibur🙂 Semoga gak ada NC🙂 Kayanya setiap FF di wordpress ini pasti ada NC yah? Semoga ja FF ini gak ada, Amin🙂
    Aku tunggu kelanjutan ceritanya🙂

  2. aaaaa……aku menunggu chap 2 lama, tapi bacanya berasa cepet bgt….T.T
    msh pingin baca lagi, knp tiba2 TBC?
    aku suka aku suka aku suka….
    ayo dilanjuttttt…..^^

  3. wach lama g mampir d WP t’nyata da FF br y

    wach Kyu akhirny dapat meluk Sungmin juga hehehe🙂
    Sungmin mulai cemburu ma wookei y???
    Kyu mau merawat kucing agar bisa lebih dekat dg sungmin y???

    lanjut min

  4. cieee min kyanya jeles nih ama wook yg deket ama kyu,tenang aja min,kta chulli kyuwook cuma temenan aja,
    waaa saingan kyu keren nih,donghae gitu,haaahhaha hae naksir min

  5. Omo,aqu kira Ming narsis bilang dirinya sndri yeppo (emank yeppo sichhh😀 )

    Ternyta dy minder dengan kecantikannya XD*jadi bnyak yang naksirrr

    Lanjutttt

  6. Ktinggalan sampai chapter 3.. Dan saya baru baca..kkk #Lebay

    ming suka sama kyunngg…
    Kkk..
    Tpi msh bingung knpa ming gk mau brteman sama yang lainnya..emang dulu ming knpa???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s