Cheat On Me | HanChul | GS | Ch.1 | Nc-17

 

.

 

.

 

 

“Mmmh…. Hannnhhh…”

 

“Wae?”

 

“Berhentilah…”

 

Suara Heechul terdengar merintih melas. Ia sungguh tak puas jika hanya seperti ini saja. Seluruh tubuhnya bergetar sempurna tapi terasa sangat kosong. Ia merintih tanpa alasan yang kuat, dan ia butuh yang lebih kuat, lebih dari ini. Hasratnya seakan ingin meledak dikepalanya.

 

Ia tak tahu harus menahan hasratnya seperti apa lagi. Heechul sudah sangat menggila saat hanya jari nakal Hangeng yang membuka lipatan Miss V-nya. Dan ternyata, itu hanya pembuka atau bahkan hanya tipuan belaka.

 

Hangeng benar-benar memanjakannya. Ia selalu bisa membuat Heechul melayang lebih dan lebih lagi. Terlebih saat lidah nakal Hangeng mulai memainkan klit Heechul. Menggoda lipatannya, menggoda lubangnya, menyusup kedalam dan terasa panas. Bukan jemari nakal Hangeng, tapi lidah itu.

 

Sesuatu yang basah dan hangat dan lembut dan… “Ugghhh… Hanniehh…”

 

Ia bisa merasakan, seluruh aliran darahnya menjadi panas dan menyatu pada pusat tubuhnya di bawah sana. Ia bergetar.

 

Dan bahkan menjerit…

 

“Ahhh… Hannie… Ahhh…ashhh…”

 

Heechul hampir kehabisan nafasnya. Ia sudah mencapai puncaknya beberapa detik yang lalu. Namun sepertinya Hangeng belum puas menghisap cairan dari dalam tubuhnya.

.

Sluruuppp…

.

 

“Mmmhhh…”

 

.

Cpk… cpk…

 

.

 

Bahkan bunyi kecipak miss V-nya sendiri yang tercampur antara cairannya dengan saliva Hangeng terdengar sangat menggairahkan.

 

“Hannie… Euhhh… masuk saja…”

 

Dan Hangeng benar-benar tuli untuk saat sekarang ini. Ia masih ingin menikmati Ms. V kesayangannya. Ia menggeleng perlahan. Dan hal itu malah semakin memancing hasrat Heechul.

 

Rambut jabrik namja kesayangannya itu sukses menggesek paha bagian dalamnya. Heechul bergerak gelisah dan mulai menggoda punggung telanjang Hangeng dengan tumitnya. Ia sungguh tak kuat jika hanya seperti ini, lebih lama lagi.

 

“Please, sexy baby… I need you…”

 

.

Chup~

 

“In me…”

 

.

.

 

.

 

.

 

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Hangeng

-Kim Heechul (GS)

-Choi Siwon

 

– Other SUJU member

 

Pairing : || HanChul|| SiChul ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance|| Sad || Slice Of Life

 

Warning : || GS || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Another PRESENT From Me

.

 

~Cheat on ME~

.

 

.

 

Maaf jika semakin menambah daftar hutang. Entahlah.. ide FF ini terus menggantung dikepalaku. Hehhee…..

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

Chapter 1

.

 

.

 

.

 

Mulai sedikit merasakan hangat matahari pagi yang menyentuh kulit lembut punggungnya yang polos, Heechul menggeliat pelan. Ia terbangun. Sungguh sangat lelah. Yeah, karena percintaan mereka memakan waktu berjam-jam lamanya. Tapi, jika sudah begini tak mungkin dia tidur lagi.

 

Heechul tersenyum saat melihat wajah tampan dihadapannya. Ia mencuri ciuman kecil di bibir tipis namja itu. “Ughhh…”

 

Heechul menyeringai kecil. Ia menggigit bibir bawahnya. Jujur, dia hanya melihat seberkas keringat dan juga basah di leher Hangeng. Dan juga, sedikit lancang ia mencium aroma wangi maskulin yang entah bagaimana membuatnya ingin menyentuh dan ingin disentuh lebih.

 

Tapi, dia belum cukup gila untuk melakukannya lagi. “Tahan Heechulie…” Heechul berbisik pada dirinya sendiri. Dia mengusap pelan bibir Hangeng dengan jemarinya. Kemudian turun hingga ke jakun namja itu.

 

Ia mencium jakun itu dan bahkan menggigitnya  perlahan, dan itu sukses membuat Hangeng menggeliat. Sungguh, cara membangunkan yang benar-benar pas. Panas….

 

“Hhh… Hannie…”

 

Heechul memanggil nama namjanya. Sedikit mendesah dengan suara yang berat. Sengaja menghembuskan nafas di leher namja itu, kemudian dengan liciknya ia menghirup wangi maskulin bercampur keringat di leher Hangeng.

 

Tubuh Heechul memanas dan jika lebih lama lagi, dia bisa menggila. “Hannhhh….”

 

“Eung???”

 

Hangeng hanya berdengung pelan. Ia memang cukup terganggu dengan usapan lembut jemari lentik Heechul yang sudah sampai pada dada telanjangnya. Cukup menggoda, ah tidak… bahkan sangat menggoda. Tapi, rasanya ia belum ingin membuka kedua matanya. Masih sangat berat.

 

“Ck…” Heechul berdecak kesal.

 

Heechul berusaha melepaskan lengan Hangeng dari pinggangnya. Seluruh tubuhnya lengket dan ini membuatnya lupa dengan kegilaannya sebelumnya, ia benar-benar harus mandi. Heechul melirik malas jam yang tergantung di dinding kamar itu.

 

Sudah menunjukkan jam 10 dan dia harus rapat pada jam makan siang nanti. Heechul segera memakai dengan sembarang, kemeja biru muda milik Hangeng. Tanpa underwear apapun. Ia segera berdiri dan melangkah pelan menuju toilet dikamar itu.

 

Menarik drawer kecil di sisi pintu toilet. “Huh… hanya tinggal warna merah.”

 

Heechul mendesah lemas. Ia sudah tak punya underwear lagi. Baiklah, jika warna lain mungkin banyak. Tapi, warna hitam kesayangannya kebanyakan sudah dirobek kasar oleh namjanya.

 

“Hannie, i need to buy my new underwear. Black only and  i need it a lot.”

 

Heechul sibuk mengomel sambil terus mengobrak-abrik drawer itu. Ia sempat melirik kembali pada Hangeng. Ia tahu, namja itu sudah terjaga, tapi tetap saja namja itu memaksakan diri untuk terpejam. “Hannie, are you even hear me huh?”

 

“Nghh…”

 

“Huhh…”

 

Mendengar Hangeng hanya berdengung, Heechul hanya bisa mendesah lemas. Ia segera melangkah kedalam toilet, membersihkan dirinya.

 

.

 

.

 

Beberapa menit kemudian…

.

 

Ceklek…

 

.

 

Dan pintu terbuka. Masih menunjukkan Heechul dengan kemejanya. Namun kini sedikit samar terlihat warna merah di balik tipisnya kemeja itu. Heechul sempat melirik kembali pada Hangeng. namja itu masih sibuk bergelut dengan selimutnya.

 

Heechul tersenyum, memikirkan beberapa kenakalan lain yang akan ia lakukan pada namjanya. Ia mendekati Hangeng dan kemudian mencium lembut pipi namja itu.

 

“Hannie, aku akan membuatkan sarapan__ ahni. Hanya sekedar sandwich mungkin. Untuk pagi ini saja, atau hanya kopi atau coklat hangat. So please, kau harus bangun dan mandi. Kita akan rapat jam 12 nanti, di restoran di depan kantor kita. Kau tahu, Mr. Irie tak suka menunggu.”

 

Hening beberapa detik. Heechul sungguh sebal. Hangeng terkadang memang membuatnya kesal dan sangat amat gemas. Namja itu hanya mengangguk dan mengangguk, membuat Heechul harus terus-terusan mengganggunya. Sekedar meniup lehernya atau mencium dan menggigit telinga Hangeng. Apapun yang bisa membuat Hangeng bangun.

 

Terlihat senyuman kecil di bibir tipis Hangeng.

 

“Ahh… baiklah.”

 

Hangeng segera membuka matanya dan kemudian membalikkan tubuhnya hingga menghadap Heechul. Hangeng menatap lekat tubuh yeojanya diatas tubuhnya. Sangat sexy. 2 kancing teratas yang tak Heechul kaitkan, membuat belahan dada putih dan kenyal itu terlihat sangat menggairahkan. Dan bahkan kissmark yang tercetak disana, membuat Hangeng sudah berfantasi liar kemana-mana.

 

Begitu pula Heechul. Yeoja itu sibuk dengan dada bidang Hangeng. Dada sexy yang mengkilap karena keringat. Dengan abs dan juga warna coklat yang sedikit gelap. Hot…. and sexy…

 

Keduanya saling melempar senyuman.

 

“Oh ayolah, ini sudah siang. Jangan melihatku seperti itu.” Heechul berucap nakal, sambil memainkan jemarinya di perut rata Hangeng. Ia mungkin berkata tidak, tapi gesture tubuhnya jelas mengatakan ia sangat senang saat melihat namja itu seperti ingin memakannya.

 

“Ck… hanya morning kiss, Baby…” Hangeng berbisik pelan.

 

Dan secepat kilat, lengan Hangeng menyambar leher Heechul memaksanya menurunkan tubuhnya pada Hangeng. Menyatukan bibir mereka.

 

 

Dan seperti biasa…

 

Ciuman itu akan begitu lama dan panas. Meski memang murni hanya berciuman, tapi gelutan lidah__ kaitan saliva dan juga remasan di bokong sexy Heechul membuat yeoja itu sanggup mengerang dan meminta lebih.

 

Hingga akhirnya, Heechul harus menyerah kalah dan pada akhirnya mereka harus melakukan qiuck sex pagi itu.

 

“Ahhss…. Hannie..”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Lalallaa….”

 

Heechul, menaikkan kaca mata hitam bertahta berlian miliknya. Merk asli Ck yang baru saja ia rampok dari salah satu cabang resmi di Depr. Store tempat ia bermain pagi ini. Ia hanya menunjukkan card member dan kemudian secara otomatis akan menambah kredit di Gold Card member milik Hangeng. Ck… yeoja ini benar-benar mengerikan.

 

Ia hanya beralasan ke toilet pada sesi rapat yang menurutnya membosankan itu. Ia hanya sekretaris yang bahkan tak pernah diperintah oleh Hangeng. Mana mungkin namja Chinesse itu tega memerintah kekasih tersayangnya untuk sekedar mengambil ini itu dan menjelaskan hal-hal lainnya.

 

‘Hangeng sangat mencintaiku!’

 

Yeah… Heechul terus memainkan langkah kakinya, dan ia tersenyum lebar sambil terus meyakinkan dan menyemangati dirinya. Hangeng… namja itu memang sangat mencintainya.

 

Heechul tersenyum puas saat ia sampai di Spot yang sangat ingin ia kunjungi sore itu. Victoria Secret. Ah… Heechul hampir gila hanya dengan melihat rentetan lingerie dan juga underwear yang terpajang dietalase sana. Ia melangkah yakin dan mengembangkan senyumannya kepada pelayan didalam sana.

 

“Annyeong Ms…”

 

“Ah…. Hyosung…”

 

Heechul mengembangkan senyumannya. Ia kemudian meletakkan seluruh barang belanjaan dan juga tasnya di corner toko itu.

 

“Kurasa, aku akan membeli beberapa yang berwarna hitam. Dan mungkin, kau bisa memberikan aku satu yang bertahta berlian hitam.”

 

“Tentu saja.”

 

 

.

 

.

 

Heechul masih asyik dengan dunianya. Ia seperti menggila jika melihat lingerie dan juga berbagai macam underwear yang ada disana. Bahkan, ia sangat takjub saat menemukan koleksi bertahta berlian yang menyerupai sayap malaikat.

 

Namun, ia belum gila untuk membeli itu. Hangeng bisa membunuhnya seketika. Heechul tertawa membayangkannya.

 

Ia memilih satu lingerie bertahta hitam. Mengambilnya, dan segera mencobanya. Hei…. ini Victoria Secret. Merk mahal yang benar-benar membuatmu gila jika sama sekali tak pas dengan tubuhmu. Dan Heechul, ia sangat senang saat Hyosung yang begitu mengerti dirinya itu mengijinkan Heechul untuk mencobanya.

 

Heechul mengikuti Hyosung ke satu ruangan VIP, dan mereka akan mencobanya disana. Satu ruangan yang disekat empat dinding dan juga hanya terisi satu sofa double. Ruangan yang dikhususkan untuk member VIP di dept. Store itu.

 

Heechul mulai melucuti pakaiannya. Ia membiarkan Hyosung terus tersenyum iri saat melihat tubuhnya yang sempurna itu. Payudara yang pas berukuran 39 dan bisa dipastikan itu alami dan sangat kenyal.

 

Kulit seputih susu yang sangat menggoda dan juga tubuh polos Heechul dengan bulu halus didaerah sensitive-nya. Benar-benar bisa membuat wanita manapun iri padanya.

 

Terlebih saat semua sudah terbalut bra bertahta berlian hitam yang menakjubkan.

 

“Otte?”

 

“Sexy….”

 

Heechul tersenyum puas mendengar perkataan Hyosung. “Ok, I’ll take this.”

 

.

 

.

 

.

 

“Nde???”

Heechul membulatkan kedua matanya tak percaya.

 

“Kau bilang gratis?”

 

“Nde, Eonni. Ini gratis.”

 

“Tapi bagaimana bisa.”

 

Heechul sungguh tak percaya. Ia belanja begitu banyak di Victoria Secret, dan tidak bisa dibilang murah dan itu semua gratis. Heechul menatap penuh selidik pada Hyosung.

 

“Yah, kemari kau.” Ia menarik Hyosung untuk mendekat padanya. Segera mendudukkannya disisinya. “Bagaimana ini bisa gratis, Sin Hyosung-ssi? Kau jangan bercanda. Aku tak mau kau dipecat hanya karena memberikan aku diskon 100 persen.”

 

Hyosung menggeleng pelan. “Ahni, Eonni.” Hyosung terlihat gelisah. Ia sungguh takut untuk berbohong. “Baiklah, sebenarnya itu tidak gratis.”

 

“Lalu??”

 

“Direktur Choi yang membayarnya untukmu.”

 

“Tapi, bagaimana bisa? Sudahlah, aku akan membayarnya sendiri.” Heechul memaksakan Hyosung untuk menerima Gold card miliknya.

 

“Tidak perlu Miss Kim.” 

 

Heechul tahu siapa pemilik suara yang berhasil mengehntikan aksinya untuk memaksa Hyosung.  Namja tinggi dan tampan itu benar-benar mulai membuatnya risih. Ia tak bisa seperti ini.

 

“Tuan Choi, seharusnya kau tak melakukan ini.”

 

Heechul menggeleng dan kemudian ia segera menyambar semua belanjaan sebelumnya dan tasnya___ setelah itu berjalan cepat meninggalkan toko itu. Ia meninggalkan underwear yang sudah ia pilih tadi. Sungguh, ia benar-benar kesal.

 

Heechul berusaha berjalan cepat, tapi bagaimanapun___ jika kau berjalan dnegan heels setinggi 15 cm dan kau masih bisa lolos dari kejaran seorang Choi Siwon, rasanya benar-benar tidak mungkin.

 

Namja itu tetap akan menemukan lenganmu dan akan menyeretmu kemanapun ia mau.

 

Seperti sekarang, lengan Heechul ditangkap dengan mudahnya oleh Siwon dan dengan mudah pula namja itu menyeret Heechul untuk ikut bersamanya. Heechul sudah berusaha melawan perlakuan Siwon. Tapi rasanya percuma.

 

Namja itu terlalu kuat dan bahkan Heechul sudah mulai merasakan sakit pada kakinya karena ia harus sedikit berlari mengkiti langkah namja itu.

 

“Ah….”

 

Heechul tak sengaja menabrak tubuh Siwon saat namja itu tiba-tiba berhenti didepan sebuah pintu, dan entah bagaimana___ mereka berdua kini sudah masuk kedalam satu ruangan pas yang lainnya. Dan…

 

.

Klik…

.

 

Siwon berhasil mengunci ruangan itu dari dalam. Ruangan pas yang cukup luas. Sama dengan ruangan sebelumnya dan lengkap juga dengan sofa double didalamnya. Ia mendudukkan Heechul di sofa itu dan kemudian dengan cepat berjongkok dan melepaskan sepatu Heechul.

 

“Mianhe, aku tak bermaksud__”

 

.

Plakk…

 

.

 

Satu tamparan mendarat penuh di pipi Siwon. Heechul sungguh tak habis pikir, bagaiman bisa namja itu memperlakukannya seperti ini.

 

“Aku… kita… bukankah baru saling mengenal. Dan itu juga baru beberapa hari yang lalu. Jadi, bisakah kau tak menggangguku?”

 

“Mianhe…” Siwon mengangkat satu tangannya dan berusaha untuk meraih tangan Heechul, namun sayang__ Heechul kembali menepisnya.

 

“Kenapa kau menggangguku?”

 

Siwon menunduk. Namun ia tak menunjukkan kekecewaannya. Ia kemudian mengangkat wajahnya dan menunjukkan senyumnya. “Kurasa kau juga tahu jika aku sudah terikat padamu. Aku mencintaimu dan itu kenyataannya.”

 

“Heuh… bodoh.”

 

“Nde, mungkin bodoh memang.” Siwon mengangguk. “Tapi, aku cukup pintar karena memilih mencintai yeoja secantik Kim Heechulie. Kau benar-benar pas untukku. Kita pasangan yang serasi.”

 

Heechul tersenyum remeh. Ia benar-benar tak berfikir untuk sampai kearah ini dengan seorang jutawan bermarga Choi yang ada dihadapannya.

 

“Kurasa, kau hanya menyukaiku saja. Itu bukan cinta. Hanya suka saja, dan sepertinya kau harus mempertimbangkan perasaanmu lagi. Huh… sudahlah.” Mata Heechul tertuju pada tas bertuliskan Victoria Secret yang tergeletak naas dilantai. Sungguh, ia merasa sangat sayang dengan semua benda yang ada didalam sana.

 

“Itu, biar aku yang bayar.”

 

“Sudahlah, aku sudah membayarnya. Jadi tidak usah.”

 

Heechul memutar bola matanya. Ia sungguh malas berurusan dengan namja gila yang sepertinya terobsesi padanya. Memang, pada awalnya ia sungguh merasa aneh pada hatinya sendiri. Tapi, ia terus menekankan pada dirinya jika Hangeng seribu kali lebih baik dari namja yang kini tengah berjongkok dihadapanya ini.

 

Siwon berdiri, dan kemudian meraih tas Victoria Secret itu dan menyerahkannya pada Heechul. “Ini untukmu. Sudahlah, pakai saja. Kau terlihat ribuan kali lebih cantik jika menggunakannya.”

 

Sungguh, Heechul benar-benar sudah tak habis pikir. Tapi, ia cukup tersanjung dengan apa yang diucapkan oleh Siwon. Tapi, saat perasaannya mulai melunak untuk namja tampan itu___ Siwon sedikit memberik kejutan padanya.

 

Namja itu menurunkan tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Heechul. “Ap-apa yang akan kau lakukan. Sudahlah, pergilah. Terima kasih untuk ini, dan kuharap kau tak melakukannya lagi.”

 

“Heum… itu tergantung keinginanku.” Siwon mengembangkan senyumannya dan kemudian dengan cepat, dia meraih tengkuk Heechul dan memaksa untuk mencium bibir pink itu.

 

Heechul berusaha berontak. Kedua tangannya sudah berusaha untuk mendorong tubuh Siwon. Tapi namja itu semakin menangkap tubuhnya dan bahkan sudah mengikat pinggang ramping Heechul dengan satu lengannya yang lain. Memaksakan Heechul untuk menikmati ciuman itu.

 

“Mmmmhhh….”

 

Heechul memang melenguh, tapi…

 

Entahlah, perasaannya sedikit sakit. Dan tak mengerti juga saat tanpa ia rasakan, air matanya mengalir perlahan. Siwon melepaskan ciuman paksanya dan kemudian mengusap perlahan pipi Heechul.

 

“Mianhe…”

 

“Hiksss…”

 

“Jebal… maafkan aku.”

 

“Kenapa? Kenapa melakukan ini? Bukankah sudah jelas aku menolakmu?”

 

“Jebal Heechulie, aku sudah begitu mencintaimu.”

 

Dan disaat hening diantara kedua manusia itu, sebuah dering telfon terdengar dan bisa dipastikan itu adalah ponsel Heechul. Pikirannya secara otimatis seperti diarahkan. Seluruh tubuhnya bergetar hebat.

 

Ia sungguh takut merasakan perasaan ini lagi. Perasaan takut yang entah bagaimana begitu mengerikan. Heechul segera meraih ponselnya, dan sangat jelas tertera nama Hangeng dilayarnya.

 

“Kau bisa mengabaikannya.”

 

“Tidak.” Heechul menggeleng dan dia kemudian menunjukkan layar ponsel itu pada Siwon. “Dia namjaku, asal kau tahu___ dia kekasihku.”

 

“Dan kau belum menikah dengannya. Kau masih bisa memilihku.”

 

“Jangan memaksaku, kau bisa memilih yang lain.”

 

“Tidak, untukku hanya Kim Heechul.” Dan dengan kasar Siwon merebut ponsel Heechul dan segera mematikan telfon itu.

 

“Yah! Ap-apa ya__mmmhhh….”

 

Dan kembali, Siwon memaksakan ciuman itu pada Heechul. Heechul sungguh takut. Seluruh hatinya seakan runtuh. Ia tak menginginkan ini. Sungguh__

 

Siwon melepaskan ciumannya dan kemudian menghapus jejak basah di pipi Heechul. Ia mengecupi kedua kelopak mata yeoja itu.

 

“Saranghae…”

 

Siwon berbisik lirih pada Heechul, dan kemudian kembali__ ia memaksakan ciumannya. Heechul tak tahu harus bersikap seperti apa. Ada sesuatu dalam dirinya yang menolak ini, tapi ada juga satu titik di dalam hatinya yang berusaha menerima ini.

 

“Mmmmhhh… “

 

‘Hannie….’

.

 

.

 

TBC?

 

.

 

Maafkan saya membuat cerita seperti ini. Hehhe… jangan timpukin saya nde…

 

Tadinya, ini malah mau KyuMin. Tapi aku ga kuat kalau dibikin kayak gini. Ahhaha…. NC nya bukan Ch ini, ok…

 

=­_=;

 

Bye…

 

 

24 thoughts on “Cheat On Me | HanChul | GS | Ch.1 | Nc-17

  1. Ah, siwon gencar banget sih-__- heechul bener bener digambarin jadi cewe yang perfect anggun, dan elegan… Emang iya sih-_- heebum bakal dimunculin apa nggak? Haha jadi piaraan nya si heechul~
    Alur nya lambat ya tiap chap? Ini han aja belom ngapa-ngapain
    Wohuu~ can’t wait for the next chap~

  2. kasian banget heechul nya,,, emangnya di sini nggak ada kibum ya sampai siwon ngejar-ngejar heechul??,, ff nya bagus eon,, di tunggu kelanjutannya,, eh NC untuk chap depan hanchul kan?,, hehehe,, kalau sichul kan kasian ma hangeng,, eh,, ya udah deh tetap semangat ne eon lanjut teruuuus,,,

  3. “Tapi ada juga satu titik di dalam hatinya yang berusaha menerima ini.”

    What? Tidaaaak T___T
    Siwon agresif + keras kepala banget eh, pengen kutimpuk pake high heelsnya heechul rasanya *eh
    Chap depan nc? Hanchul kan? Jangan sampai Sichul eon, jebal ;~;
    Always waiting for the next~! Fighting!

  4. kenapa nggak jd bikin kyumin eon??
    Aduh…
    Nggak nyangka abang wonnie bisa memaksakan kehendak begitu.
    Aku penasaran sama kelanjutannya eon.
    Update kilat ya eon.🙂

  5. lagi kangen hanchul dan akhirnya aku sampe sini
    paling suka sama triangel love
    aku sih ga masalah kalo ini mau sichul ato hanchul
    yang penting ceritanya okeh
    diksinya juga bagus

  6. waw waw waw…
    baru ch.1 udah PANAS….
    suka sichul moment, dsni siwon nakal + tergila2 pd chullie….
    chullie d GREPE mau2 aj
    y iyalah siapa yg bsa nolak siwon prince

  7. Kirain ngak bakal ada org ke3 ternyata ada … bukan cuma heechul yg dilema gue juga dilema mending heechul sama siwon apa sama hangkyung…

  8. Ah baru pertama kali nya baca ff Hanchul uh… Errr err >.< ! Siwon benar-benar nafsu banget dah sama chullie, baru pertama mampir dan Saya harap anda tidak terganggu dengan kehadiran saya disini :v salam kenal🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s