MISS | KyuMin | Yaoi | Ch. 1

.

bench

.

Musim selalu berganti

 

Bahkan udara yang aku hirup juga terus berganti

 

Semua datang dan menghilang

 

Pergi bergitu saja

 

.

 

.

 

Sesekali memberikan bekas

 

Entah itu hanya jejak langkah semata atau hanya wangi hembusan angin

 

Tapi yang datang dan pergi kali ini

 

Seakan memberikanku satu peringatan

 

.

 

Jika aku sudah melupakan satu hal penting

 

Jika aku tengah lalai dan mencoba mendustai hatiku sendiri saat itu

 

Jika aku sudah melewatkannya begitu saja

 

.

.

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

– Other SUJU member

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance|| School life |

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Another PRESENT From Me

.

 

~MISS~

.

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

 

Ps:  Yang dicetak miring, berarti isi pikiran dan hati Sungmin.

 

.

 

 

Chapter 1

 

.

 

.

 

.

 

Aku tak mengenalnya, hanya satu kebetulan yang terjadi pada pertemuan kami. Aku sama sekali tak mengerti apa yang dilihat kebanyakan orang padanya. Dia hanya namja biasa__

.

Pagi pertama di tahun ajaran baru. Sepertinya, semua akan terulang lagi sama seperti tahun-tahun yang sudah berlalu.

Sungmin melangkah pelan menuju ke sekolah barunya, tahun pertama di Senior High School. Berjalan sendiri, dan seakan tak terganggu dengan ramainya jalanan yang ia lalui.

Sesekali berpapasan dengan siswa lainnya, entah itu siswa baru atau sunbae. Sungmin kembali berjalan dalam keheningannya.

Sedikit jauh dihadapannya, ia melihat seseorang yang sepertinya  berada dalam masalah.

Sebenarnya Sungmin ingin berinteraksi dengan yang lainnya, termasuk juga namja itu__ tapi , mungkin di lain waktu dan itu bukan sekarang. Sungmin melihat ke kanan dan kirinya, bahkan kebelakangnya. Tak ada seorangpun, dan jangan lupa ini adalah hari pertama di tahun ajaran pertama baginya. Seharusnya dia bisa memulai harinya dengan baik.

Yeah… akhirnya setelah  perdebatan pikirn dan perasaannya yang panjang, ia memutuskan untuk hanya melewati namja itu. Tapi, takdir sepertinya menginginkan hal  yang lain.

Sungmin terhenti saat tangan namja itu menangkap lengannya. Sebenarnya ia bisa juga langsung  bertingkah tak nyaman dan membuat namja itu melepaskan lengannya. Tapi tak ada yang ia lakukan selain menunggu. Dan setelah beberapa detik, sepertinya yang dia lakukan percuma. Hingga akhirnya, mau tak mau ia harus menoleh ke belakang.

‘Senyuman itu…’

Sungmin hampir saja__ dan bahkan mungkin malah sudah terpesona (?) dengan senyuman yang baru ia dapatkan beberapa detik yang lalu. Sebenarnya hanya senyuman biasa, tapi__ bagi Sungmin senyuman itu adalah awal yang baik untuk hari-harinya nanti.

“Eum… kurasa kau menuju sekolahmu. Bisakah kita bersama?”

“…?”

‘Aku tak bisa menjawabnya.’

Sungmin hanya sibuk membatin. Kembali, ada perang dipikiran dan hatinya. Baginya hal ini sangat baru, karena ia sama sekali tak mengenal namja itu. Dan sepertinya, namja itu juga bukan berasal dari sekolahnya dulu.

“Aku tidak tahu jalannya, rumahku cukup jauh dan karena aku hanya sekali kesana saat mendaftar kemarin jadi__”

Dan akhirnya setelah mempertimbangkan semuanya dengan seksama (?) Sungmin memutuskan untuk menunjukkan arahnya, atau bisa disebut dia berangkat bersama namja itu. Meski aneh, tapi ia merasa ini benar-benar awal yang berbeda dan ini juga awal yang sangat baik untuknya. Tahun pertama di sekolah ini, mungkin akan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya di sekolahnya yang lalu.

“Kajja…”

Sungmin bersuara lirih. Dan ia segera melepas tangan namja itu. Berusaha berjalan memimpin didepan dan menghindari untuk berjalan saling berdampingan.

“Aku Cho Kyuhyun.”

Sungmin hanya mengangguk.

‘Mungkin aku tak harus memberitahukan namaku. Tak ada yang mengingatnya, dan aku tak mau itu terjadi lagi.’

 

Yah… bagi Sungmin, ini memang satu kenangan yang buruk. Beberapa teman bahkan sempat salah menempatkan nama untuknya. Dan satu hal yang benar-benar payah adalah, saat ia malah di sangka yeoja oleh Seonsaengnim-nya sendiri di Middle School kemarin.

Tak ada yang pernah benar-benar mengingat nama Sungmin, dan bagaimana, dan siapa serta seperti apa Sungmin. Jadi rasanya percuma, dan ia mulai berfikir bahwa ia tak harus memberitahukan namanya pada siapapun.

“Apakah kau tak berniat untuk memberitahukan namamu?”

 

‘Eh??’

Sungmin terhenti dan menoleh tak yakin. Ia menatap Kyuhyun, kemudian mencoba tersenyum.

Tapi, ia merasa usahanya untuk memberikan senyuman yang benar-benar natural dan tulus mungkin akan gagal. Ia tak pernah benar-benar tersenyum dengan bebas. Wajahnya kembali datar dan ia kembali melihat ke arah depan. “Namaku Lee Sungmin.”

“Lee Sungmin. Sungmin… Sungminnie… Minnie.. Hehhee…”

Sungmin mengangkat wajahnya. Jika ia bisa jujur berkata, saat ini ia tengah terpesona oleh senyuman namja yang kini sudah melangkah di sampingnya.

“Aku merasa lebih baik jika memanggilmu Sungmin saja, dan mungkin sesekali Sungminnie, atau Minnie…”

Sungmin hanya tersenyum hambar menanggapi perkataan Kyuhyun. Dan sejujurnya, ia tak tahu harus bersikap seperti apa.

“Oiii…!!! Kyuhyun-ah!!!”

“Ah… Annyeong!!!”

Kyuhyun melambaikan tangannya kepada sekelompok namja yang terlihat di depan gerbang sekolah. Sebenarnya, ia sedikit merasa berat meninggalkan Sungmin. Rasanya seperti namja itu benar-benar butuh perlindungan. Tapi,saat melihat Sungmin hanya menunduk__ akhirnya ia memilih berpamitan.

“Mianhe, aku__”

“Pergilah.”

Sungmin menyahut lirih. Ia memilih berjalan lebih lambat hingga akhirnya Kyuhyun bisa berjalan sedikit jauh di hadapannya.

Sementara itu, Kyuhyun merasa aneh. Ia seperti sudah kehilangan sesuatu. Ia tak mengerti sama sekali. Ia mencoba berbaur dengan teman-temannya, tapi itu belum cukup untuk membuat hati dan pikirannya tenang.

Akhirnya ia memilih untuk menoleh kebelakang, mencari sosok yang sempat membuatnya merasa kehilangan.

Kyuhyun menemukannya.

Namja itu tengah berhenti di tepi jalan. Sedikit menelisik lagi, Kyuhyun mencoba memastikan apa yang dilakukan Sungmin. Dan saat ia menemukan penyebabnya, ia tak bisa menahan senyumannya.

Terlebih, ada yang aneh pada hatinya. Ia tak bisa menahan perasaan yang tiba-tiba saja memenuhi hatinya.

Sungmin tersenyum manis. Menunjukkan sebuah lukisan yang tak ternilai dengan harta apapun. “Yeppeo…”

 Kyuhyun berbisik lirih. Ia merasa ada yang salah.

“Wae Kyu?”

“Ah… bukan apa-apa. Kajja, Siwon-ah…”

.

.

.

“Heum… kasihan sekali.” Sungmin bergumam pelan, sambil tetap mengusap bulu halus dari seekor kucing yang sepertinya di buang oleh pemiliknya.

“Aku akan menitipkanmu pada penjaga sekolah. Semoga dia mau.”

Sungmin tersenyum. Ia merasakan lembut bulu kucing itu. Benar-benar tak seperti kucing liar.

“Kyeopta…”

.

.

.

“Annyeong, Hyukkie…”

“Oi…. Sungmin-ah…”

Mungkin inilah satu – satunya keberuntungan Sungmin. Ia masih bisa berada didalam satu kelas dan satu sekolah yang sama dengan Eunhyuk. Tumbuh bersama sejak kecil, membuat Eunhyuk benar-benar paham bagaimana Sungmin. Dan beruntungnya, ia tak pernah sama sekali mempermasalahkan itu.

Yeah, MASALAH yang ada pada diri Sungmin.

“Kita akan mengundi tempat duduk.” Eunhyuk berbisik pelan ditelinga Sungmin. Sungmin hanya mengangguk.

“Aku adalah Park Jung Soo, aku wali kelas kalian. Sekarang kita akan mengundi tempat duduk.” Park Seonsangenim kemudian mengangkat satu kotak persegi ke atas meja. Didalamnya terdapat nomor-nomor yang akan menjadi nomor tempat duduk sesuai dengan denah yang ia buat di papan tulis.

“Nah, kau__ ayo mengambil terlebih dahulu.”

Merasa ditunjuk, Sungmin perlahan maju kedepan. Ia merasa sedikit risih karena pandangan banyak orang. Sebenarnya ia benar-benar tak nyaman diperlakukan seperti ini.

Sungmin mengambil dengan cepat dan segera menyerahkannya pada Park Seonsangenim.

“Lee Sungmin, nomor 3.” Park Seonsangenim mengumumkannya didepan kelas. Dan ketika tiba giliran yang lain, tak ada yang bersedia untuk mengambil urutan yang selanjutnya. Mereka hanya sibuk bergunjing dan ribut dibelakang.

“Heuh… Ayolah…”  Kyuhyun mulai gusar.

Baginya, berada diruangan itu dengan keadaan hening (read; keasaan berisik dan sibuk sendiri-sendiri) sangat membosankan. Entah apa yang ada dikepalanya__ tapi ia benar-benar tersenyum, dan itu bukan senyuman lembut seperti tadi pagi. Itu senyuman licik. Terlihat beberapa temannya seperti Siwon  dan Yesung sedikit begidik ngeri melihatnya.

“Aku akan duduk didekat Sungmin.” Kyuhyun mengangkat mejanya.

“Tapi, kau harus mengundi Kyu.”

“Tidak usah mengundi, Park Seonsangenim. Aku akan tetap duduk disana.”

Dan dengan secepat kilat, Kyuhyun sudah mendudukkan tubuhnya di sisi Sungmin. Tepat dibelakang Sungmin, sepertinya Siwon juga tak kalah cepat.

“Yah, Wonnie. Aku harusnya yang duduk disana.” Eunhyuk sedikit merengek. Ia tak mungkin mengusir Heechul yang sudah terlebih dahulu menduduki bangku tepat didepan Sungmin. Ia masih sayang nyawanya.

“Sudahlah, kau duduk disitu saja.”Heechul berbicara dengan nada malasnya. Ia kemudian menoleh kebelakang dan melihat Sungmin. “Ini adalah usaha kami, kau tahu?”

Sungmin mengangguk pelan.

“Coba angkat wajahmu.” Heechul memerintah Sungmin seenaknya.

Sebenarnya Sungmin enggan melakukan itu. Tapi mengingat ini adalah perintah Heechul, maka mau tak mau Sungmin harus melakukannya.

“Cobalah untuk tersenyum dan bersikap selayaknya menurut usiamu, Sungmin-ah.” Heechul berbisik pelan didepan Sungmin. Ia menutupi gerakan bibirnya dengan jemari lentiknya.

“Wae, Hyung?”

“Aish… paboya Sungminnie. Kau dapat penggemar baru.” Dan dengan lihainya, Heechul melirik ke arah kanan Sungmin. Dan tepat saat Sungmin mencoba menoleh ke arah itu, ia memergokinya. Ia menangkap basah (?) seorang Cho Kyuhyun tengah mencuri pandang padanya.

“Aish… kalian payah sekali.” Heechul berubah masam. Ia kemudian kembali menghadap kedepan dan mulai sibuk dengan kikir dan kukunya.

“Psst… psstt…”

Sungmin mendengar itu, dan jelas itu adalah suara Eunhyuk.

“Wae?” Sungmin bertanya dengan wajah datarnya.

“Apa?”

“Eohh?”

Bukannya menjawab, Sungmin malah memasang wajah polosnya. Dia benar-benar tak bisa menangkap dengan tepat maksud dari Eunhyuk.

“CK… tadi kalian membicarakan apa?”

“Ahnieyo… bukan apa-apa Hyukkie…”

.

‘Hal seperti ini adalah hal baru bagiku. Termasuk Cho Kyuhyun. Dia menempati kursi tepat disisiku, yang seharusnya dan biasanya ditempati Hyukkie. Tapi tidak hanya itu. Sepertinya dia juga sudah menempati yang lain.’

 

‘Heuh… aku merasa kosong dan aneh.’

.

Sesekali Sungmin masih mencoba memikirkan apa yang sebenarnya menjadi initi kemarahan dan pembicaraan Heechul. Mungkin memang ia tak terlalu connect dengan namja pirang yang sangat cantik itu.

Sementara itu, Kyuhyun sendiri mulai terlihat seperti orang bodoh.

Hei, ini bukan sekolah khusus namja. Tapi, sekolah ini seperti surga bagi para penggila namja yeppeo. Dan sepertinya, Kyuhyun pun akan masuk kedalam golongan itu.

Dia menjadi sedikit gila karena mengabaikan sunbae yang sempat menghadangnya di ruang loker tadi.

Juga menjadi gila saat ia mengabaikan yeoja yang benar-benar terang-terangan sudah jatuh di hadapannya _meski pura-pura_ mencoba mencari perhatiannya. Kyuhyun menjadi gila karena mengabaikan yeoja se-sexy Hyosung. Sunbae tingkat 2.

Dan juga, dia mengabaikan seorang Park Boom yang dari tadi mencoba mengajaknya berbicara.

“Heuh…”

Akhirnya Kyuhyun hanya bisa mendesah lemas dan menggeleng pelan. Ia kemudian tersenyum.

Dan semua perhatian siswa kembali ke depan kelas, dimana Park Seonsangenim sudah bersusah payah berusaha untuk mengambil perhatian siswa dan mulai menjelaskan peraturan kelasnya.

.

.

.

“Sepertinya hari pertama sangat menyenangkan ya?”

Sungmin terhenti saat mendengar suara itu. Ia hapal benar jika suara itu adalah suara Kyuhyun. Ia menghentikan langkahnya dan mengangkat wajahnya.

Sebenarnya ia ingin tersenyum. Yeah, pemandangan dihadapannya benar-benar sempurna.

Seorang namja tampan yang terlihat seperti lukisan disore hari. Wajahnya terkena pantulan cahaya kuning orange dari langit. Dan juga angin sejuk yang sedikit menerbangkan rambut coklat ikalnya. Pemanddangan yang benar-benar sejuk.

“Eum…” Sungmin mengangguk pelan. “Karena Kyuhyun, makanya jadi menyenangkan untukku. Gomawo.”

“Cheonman.” Kyuhyun berusaha tersenyum setulus mungkin. “Aku bukan orang jahat, jadi tak ada salahnya jika kau duduk disini bersamaku. Asal kau tahu, aku menunggumu.”

“Aku?”

Sungmin menunjuk tepat dihidungnya sendiri menggunakan telunjuknya. Benar-benar sketsa yang menggemaskan. Terlebih dengan mata bulat beningnya dan juga bibirnya yang kissable itu.

“Nde, yeppeo….”

Kyuhyun menyahut sekenanya. Dia kemudian memaksakan dirinya sendiri untuk bangkit dan menarik tubuh Sungmin.

“Duduklah disini.”

“Wae?”

“Kurasa, kau ingin menceritakan banyak hal padaku. Kulihat kau tak terlalu akrab dengan yang lain, sepertinya itu masalah.”

Sungmin menunduk, menyembunyikan wajahnya. Ia kemudian menggeleng pelan. “Tak ada masalah.”

“Lalu?”

Sungmin memulai perang dihatinya, dan ini entah untuk yang keberapa kalinya. Dia tak bisa begitu saja menceritakan masalahnya pada Kyuhyun. Namja yang bahkan baru ia tahu namanya pagi tadi.

Tapi, tak bisa diingkari juga jika namja itu sudah berhasil membuatnya percaya. Lebih percaya diri dan lebih percaya jika ia mampu.

“Apa kau tak mau menceritakan padaku?”

“Bukan begitu, Kyu. Aku… aku…”

“Cerita saja. Aku pendengar yang baik.”

Sungmin mulai gelisah. Ia meremas-remas tautan kesepuluh jarinya, berusaha untuk menghilangkan kegelisahannya.

“Itu___ “

“Nde?”

“Itu karena…”

“Karena apa?”

“Karena aku yeppeo…”

.

.

.

 

TBC

.

.

Ini terinspirasi dari manga  anime yang aku cinta banget. KIMI NI TODOKE

Aku buat versi KyuMin-nya.

Sebenernya mo lebih panjang lagi, tapi takut ga ngeFEEL and ga cocok. Minta tanggepannya nde…

.

GamsaHAE ^_^

.

32 thoughts on “MISS | KyuMin | Yaoi | Ch. 1

  1. wahhh ku lom perna liat anime Kimi Ni Todoke jd lom paham gmn jln critax.
    Jadi apa sich yg terjadi ma Ming ntuhh???
    Seneng bgt Kyu bz sedikit m’nambah rasa percaya dirix Ming dng carax.
    Lanjuutttt Rainy😀

  2. kyk.e dua2ny ud jth hti brg. kyu jg blak2an, tp knp diprolog Min kyk ga prnh ungkpin ke Kyu smpk lulus sklh. pnsrn.
    ditggu klnjtnny.

  3. aku tidak tau apa itu arti yeppeo~~~~~~
    apakah sama dengan nerd?—> ini asumsiku….T.T
    tapi aku suka ceritanya….ayo segera dilanjut….^^

  4. Apa hubungan nya wajah ming sama akrab atau enggak nya ?:/ hm jd makin penasaran nih sama ceritanya
    Terus itu kyu Love at first sight gitu sama ming ??? Kkk

    Dilanjut ya thor ^^

  5. eh…..sepertinya seru kyu lsg pdkt ma ming, kayaknya ming punya krisis kepercayaan diri yach…..
    tp kok ming tiba2 bil klo dy yeppo….???

  6. Yeppeo itu artinya apa yah?🙂 Masih agak bingung, mslh ini yg ngmng(baca: berdialog) siapa? Mungkin bisa diperjelas🙂

  7. Rainy… Saya come back lgi….
    Rainy lma gak baca ffmu, jd kangen nich….
    Ff baru ni.. Tp aku msih blm bgitu ngerti, bru chapt 1 kan? Mo bca lnjutannya dulu deh…
    Aku slalu suka ff karangan kmu…:) bagus..

  8. Ming? Ini ff udh bikin gue tepuk tangan dari awal, tapi semuanya skak pas elu ngomong ‘karena aku yeppeo’
    oh my~ coba aja kagak ada kyu, udh abis pipi kamu aku cubit baby ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s