Nameless Memory | KyuMin | YAoi | CH. 1 |

NAMELESS MEMORY

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin

-Other Super Junior Member

-OC

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#muehehhehe#

Genre : Romance || Drama || Angst||

 

Warning : || Boy x Boy / BL / YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

Summarry : || “Kehidupan begitu sulit. Terlebih jika harus mencoba bertahan sendiri. Tapi satu keyakinan pasti jika semuanya akan kembali pada garisnya. My love will completely COMPLETE.” ||

 

Another PRESENT From Me

 

NAMELESS MEMORY

 

Terinspirasi dari Mini Drama untuk teaser Solo Album SS501…

 

And this is KyuMin Version

Mianhe jika ada sedikit atau banyak part yang berbeda. Mohon dimaafkan

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

NAMELES MEMORY

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 1

.

.

“Bereskan dan tanda tangani ini.”

 

Namja paruh baya itu menyodorkan satu amplop besar berisi beberapa surat kuasa dan penyerahan atas harta keluarga Lee. Dan namja di depannya hanya tersenyum sinis.

 

“Aku bukan orang murahan yang bertekuk lutut pada uangmu. Apalagi pada ancamanmu. Jangan berfikir jika aku takut pada orang rendahan sepertimu.”

 

Namja tampan itu, Choi Siwon melempar kasar amplopnya dan berlalu pergi dari hadapan namja yang kini sibuk mengatur detak jantungnya.

 

“Sialan!”

 

Tak ada yang pernah berani  melawannya seperti yang dilakukan Siwon. Ia menggeram kesal, kemudian menekan tombol angka satu pada telfon yang ada di ruangannya.

 

“Minta Cha Woo Young untu menemuiku.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Beberapa jam kemudian…

 

.

 

Bunyi sepatu yang terdengar jelas seiring langkah gemetarnya seakan menambah kesan bahwa sebentar lagi hanya ada kemarahan dan hukuman dari atasannya. Namja paruh baya itu berjalan pelan menuju satu meja di ruangan yang benar-benar luas tanpa pengawal satupun.

 

“Akh… Cha Woo Young. Selamat datang.”

 

Namja dengan pakaian kebesarannya serta pemantik pemotong jari yang selalu ia bawa kemana-mana, tersenyum lebar ketika partner atau lebih kasar disebut bawahannya datang dengan wajah datar dan tubuh dingin gemetaran.

 

“Bagaimana dengan pekerjaanmu? Mudah bukan. Hahahahaha…”

 

Namja itu tertawa terbahak seraya menepuk bahu Woo Young. Tapi ketika bawahannya itu hanya diam, dia bisa menyimpulkan satu hal. Ia kemudian meraih leher Woo Young dan berbisik ditelinganya.

 

“Apa yang sebenarnya bisa benar-benar kau lakukan huh? Kau bodoh! Dan oh…” Namja itu tersenyum licik dan menyeringai, meraih jemari Woo Young dan mengulumnya. “Jari manismu ini memang benar-benar manis…”

.

Cetikkk….

.

“Hhahahhahaha….”

 

Namja itu berlalu dari hadapan Woo Young dan berjalan mendekati meja kerjanya. Mulai memainkan laptop di hadapannya. Sesekali menyeringai kecil dan memicingkan matanya.

 

“Dasar  agen tidak tahu diri. Kau akan sadar kau berurusan dengan siapa. Hahahhahaa….”

Namja itu tertawa kasar dan menekan tombol send. Mengirim rekaman dari laptopnya ke salah satu pembunuh bayaran kepercayaannya.

.

 

.

 

.

 

Di satu kamar yang terlihat sedikit redup dengan pencahayaan yang begitu terbatas, duduklah namja itu di tepi kasur yang terlihat sangat nyaman untuk seseorang lain yang masih belum ingin bangun dari tidurnya.

 

Cukup sabar, beberapa lama menunggu hingga akhirnya seseorang yang tengah tertidur  itu menggeliat pelan dan mengerjapkan kedua matanya. Mencoba menyesuaikan dengan cahaya disekitarnya dan juga sedikit meringis saat merasakan nyeri di lengannya.

 

“Kau…”

 

Dan ia begitu terkejut menemukan dirinya sendiri di kamar itu. Begitu terkejut saat menemukan namja tampan yang masih setia memainkan pistolnya. Dan namja tampan itu hanya menatapnya sekilas, untuk kemudian dia pergi meninggalkan namja yang masih terbaring lemah di kasurnya.

 

“Ya…!!! Mau kemana kau? Lepaskan aku!”

 

Tapi teriakan itu hanya dianggap angin lalu. Namja tampan dengan wajah datarnya itu hanya menyeringai kecil dan menyimpan senjatanya. Kemudian berjalan pelan menuju kamarnya.

 

.

 

.

 

Namja tampan itu, Cho Kyuhyun. Ia menatap penuh kebencian pada namja yang ada di dalam video yang baru saja diterimanya. Semua ingatan di otaknya berputar cepat dan berhenti pada satu waktu dimana seharusnya ia tak menjadi seperti sekarang ini.

 

Kyuhyun hanya menyeringai kecil untuk kemudian memainkan pistolnya. Ingatannya kembali berputar pada waktu dimana dia menembak Siwon. Satu hal yang benar-benar ia sesali adalah, ada orang lain yang mempunyai rencana yang sama dengannya.

 

Entah membunuh Siwon atau membunuh namja yang kini ada bersamanya. Pikiran Kyuhyun terus menerawang jauh, ke waktu yang begitu lalu. Ke waktu dimana ia masih hidup tenang dan menikmati semua kehidupannya dimasa lalu itu. Bukan seperti saat ini, dimana hanya ada kebencian dan hasrat untuk membunuh di hati dan pikirannya.

.

.

Cho Kyuhyun, kembali duduk tenang disisi seorang namja yang masih tertidur lelap, atau lebih mudah dikatakan jika namja itu pingsan. Hingga akhirnya suara lenguhan kecil membuat perhatian Kyuhyun terpusat pada namja yang kini mulai menggeliat menahan sakit di lengannya. Dan Kyuhyun hanya menatapnya datar.

 

“Ahhhhsss….”

“Sudah tak usah banyak tingkah.”

 

Namja itu menatap dalam pada Kyuhyun. “Siapa kau? Ahssshhh…” Namja itu kembali meringis pelan seraya memegangi lengannya. Ia mencoba duduk dan menghindari tangan Kyuhyun yang mencoba meraih lengannya.

 

“Ck… diam saja, bisa tidak? Kau terlalu banyak bergerak! Ck… namja yang sangat lemah.”

 

Namja itu semakin kesal pada Kyuhyun, dan seakan kesabarannya sudah diambang batas. Tapi ia tetap membiarkan Kyuhyun membalut luka gores di lengannya. Sungguh, ia juga heran mengapa hanya seperti itu saja ia bisa pingsan.

 

“Kau sangat lemah. Hanya terkena tembakan dilengan saja kau sudah pingsan.”

 

“Berapa hari aku pingsan?”

 

“Baru dua hari. Dan sebenarnya aku pun malas menolongmu.”

 

Namja manis itu terhentak seketika, ia teringat dengan kekasihnya yangmungkin saja bernasib sama dengannya. “Akh… Wonnie…” Ia mencoba bangkit tapi Kyuhyun menahan lengannya. Kemudian Kyuhyun menatapnya tajam.

 

“Kau tetap disini.”

 

Kyuhyun menyeringai kecil dan meninggalkan namja itu sendirian di kamarnya. Namja itu mencoba membuka pintunya. Menggedornya keras dan terus berteriak.

 

“Lepaskan aku! Kau gila!! Cepat lepaskan aku!”

 

Dan hingga ia lelah dan perlahan menangis pun, tetap saja seorang Cho Kyuhyun seakan sudah tuli dan tak mendengarkannya sedikitpun.

 

.

 

.

 

Kyuhyun melangkah menuju dapur kecilnya. Menyiapkan sekedar makanan yang bisa ia buat dan juga segelas susu. Membawanya ke dalam kamar yang berisi sanderanya.

 

Didalam kamar itu, namja yang terlihat lemah dan pucat itu segera beranjak dari kasurnya saat mendengar derap langkah menuju ke kamarnya. Ia segera meraih kotak kayu yang terletak diatas meja dan bersiap menghadang Kyuhyun di sisi pintu.

.

Ceklek…

.

“Gya!”

 

Sembari berteriak, namja itu memukul belakang kepala Kyuhyun menggunakan kotak obat yang ada dikamarnya. Tapi sayang, Kyuhyun bahkan seakan tak merasakan luka atau apapun itu.

 

.

Brugghhh…

.

 

“Ah… wae?” Namja itu sedikit terkejut saat Kyuhyun hanya terhuyung tanpa pingsan atau luka sekalipun. “Bagaimana bisa….”

 

“Bodoh.” Dengan perlahan Kyuhyun meletakkan makanan yang ia bawa. Menaruhnya dimeja nakas yang ada disana. Kemudian Kyuhyun menutup cepat pintunya dan kembali menguncinya. Sama sekali tak mempedulikan teriakan namja yang ada didalam kamar sandera itu.

 

Namja itu, Lee Sungmin. Hanya bisa mengumpat kesal dan membanting semua benda yang ada di kamar itu. Melempar kasar makanan yang baru saja di bawa Kyuhyun.

 

“Gya!!! Lepaskan aku bodoh! Keluarkan aku dari sini!”

 

Terus mencoba menggedor pintu dengan menggunakan sisa tenaganya. Tapi, sepertinya memang percuma. Dan yang ia bisa lakukan hanya menangis, meski ia tak tahu apa yang sebenarnya ia tangisi.

 

.

 

.

 

Kyuhyun menatap tajam pada foto seorang namja. “Choi Siwon, bodoh!” Ia menyeringai menatap foto namja yang baru saja menjadi targetnya, dan sayangnya namja itu…

 

“Kenapa? Bisa – bisanya kau masih hidup.” Kyuhyun mendengus kesal, saat melihat video dilaptopnya. Video yang baru saja dikirim oleh orang yang menyewanya. Ia sedikit terkejut saat korban penembakan itu selamat dan sedang menjalani perawatan intensif di satu rumah sakit dan dengan pengawalan begitu banyak polisi dan juga anggota secret agent dari kepolisian Korea.

 

.

 

.

 

Ketua geng mafia itu, Kang Young Min atau lebih dikenal dengan Kang Min. Ia kembali mengirim data dari target pembunuhan selanjutnya. Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan segera meninggalkan kamarnya. Membawa pistol itu bersamanya dan memastikan semuanya aman saat rumah itu ia tinggalkan.

 

Kyuhyun melangkah pelan menuju satu bar  di malam yang larut itu. Keadaan sudah sangat sepi dan hanya tersisa seorang namja yang masih duduk lemah dan terus saja mengigau karena mabuk. Dengan satu lemparan dan…

.

Sreet…

.

 

Pisau itu menancap sempurna dileher korban selanjutnya. Dan dengan cepat anak buah dari namja yang baru saja Kyuhyun bunuh itu segera berlari mengejar Kyuhyun. Kyuhyun sendiri terus berusaha menghindari dan sesekali melawan beberapa orang yang mulai dekat dengan posisinya.

 

“Sial!”

 

Kyuhyun berhenti di depan pintu keluar darurat dari bar itu. Pukulan demi pukulan telak ia dapatkan diseluruh tubuhnya hingga akhirnya ia menyeret satu orang dari gerombolan yang mengeroyoknya dan menjadikannya sandera. Mengarahkan pisaunya pada leher namja itu.

 

“Aku akan membunuhnya!”

 

“Huh… tak semudah itu…”

 

“Akhhhss…”

Kyuhyun meringis menahan sakit di sela tulang telapak tangannya saat entah dari mana sanderanya itu malah menusukkan pisau ke tangannya. Dengan cepat Kyuhyun mendorong sanderanya dan berlari keluar dari bar itu.

 

Tanpa ia sadari, Siwon sudah mengintainya dari kejauhan. Namja itu tersenyum kecil dan kemudian mendekati korban pembunuhan Kyuhyun. Seorang ketua geng mafia yang sudah lama menjadi targetnya.

 

Mati dengan mudah di tangan pembunuh bayaran yang kini menjadi sasaran dan target utamanya. Siwon menutup kedua matanya rapat-rapat. Melangkah pelan meninggalkan bar itu.

 

Siwon yang seharusnya masih terbaring lemah dirumah sakit bersama dengan infus dan slang oksigen__ bagaimana bisa dia ditempat yang sama bersama dengan Kyuhyun??

 

.

 

.

 

.

 

Sementara Kyuhyun berjalan tertatih menyusuri setiap jalanan menuju rumahnya. Sempat ia berhenti di salah satu toko perhiasan. Menatap nanar pada satu benda yang tersimpan indah di etalase toko itu.

 

Lama ia menatap dan seperti kembali menyelami masa lalunya. Sedikit perih, bahkan sanggup baginya untuk melupakan luka ditangannya.

 

Luka dan kenangan masa lalunya bahkan lebih menyakitkan dari itu. Ia menggeleng pelan. Mungkin, jika sekarang ia memang memiliki uang yang banyak, bahkan untuk membeli ratusan perhiasan itu pun ia sangat mampu. Tapi, tak ada yang dijanjika kehidupan padanya.

 

Hanya bisa menggeleng dan kemudian memupuskan harapannya sendiri.

“Seharusnya…”

 

Hanya satu kata itu yang terucap dari bibir Kyuhyun. Kemudian ia tersenyum miris dan kembali berjalan tertatih menuju rumahnya.

 

.

 

.

 

Other Side

 

.

 

.

 

Brukkk…

 

Ia melempar satu amplop yang begitu tebal dan jelas bisa dilihat jika amplop itu berisi uang. Namja itu lalu duduk di sofa nyamannya dan sedikit merelaksasikan otot dan pikirannya. Ia sungguh tak menyangka jika ia akan melakukannya lagi.

 

“Kau tak terlihat senang.”

 

Namja itu menatap pada sumber suara. Namja manis dengan rambut almondnya berjalan ke arahnya membawa dua gelas kopi hitam yang mungkin saja rasanya benar-benar pahit.

 

“Aku menembaknya dan kukira dia mati, tapi ternyata ada yang menyelamatkannya.”

 

“Lee Sungmin, putra tunggal dari Lee Corp. Orang yang telah menghancurkan usaha ayahmu dan juga kekasihnya Choi Siwon. Orang yang telah membunuh ayahmu meski tak sengaja.”

 

“Ayah Choi Siwon sengaja menembak ayahku. Aku melihatnya.”

 

Namja tampan itu terlihat kesal saat sahabatnya terlihat menyalahkannya atau seakan mengatakan bahwa semua yang ia lakukan adalah satu kesalahan.

 

“Kulihat kau tak senang. Apa kau menyesal atau kau malu karena tak ada satu target pun yang mati. Dan oh…” Namja itu menatap dalam padanya. “Aku lupa, kau menembak sekali  lalu bagaimana bisa terdengar dua tembakan.”

 

“Lee Hyukjae, bisakah kau berhenti bicara. Aku sedang kesal.”

 

Hyukjae beranjak dari duduknya dan membawa cangkir kopi itu bersamanya. “Minumlah kopi ini. Rasanya manis meski warnanya hitam dan jika kau tak begitu menyukai upahmu, kau bisa mengembalikannya pada Kang Min. Kurasa ia dengan senang hati menerima uangnya kembali.”

 

“Pergi dan bawa uangnya .” Namja itu menyodorkan uangnya pada Hyukjae. “Eunhyuk-ah…”

 

“Eum…”

 

“Gomawo.”

Hyukjae tersenyum kecil dan menepuk bahu namja itu dengan amplop yang berisi uangnya. “Kau tahu, aku suka wangi uangmu. Baunya khas dan lebih bisa kunikmati saat mengingat jika kau mencarinya dengan susah payah untukku.”

 

“Nde Hyukkie, habiskanlah. Bersenang-senanglah.”

 

Hyukjae tersenyum dan meminum sedikit kopinya. “Hae-ah, sebenarnya aku ingin ikut menjadi pembunuh bayaran sepertimu tapi ternyata berjudi lebih menyenangkan.”

.

.

.

2beeCoN

.

.

.

 

Ini adalah FF lama yang rencananya bakal aku lanjutin lagi. Hehehe…..

 

Semoga bisa menjadi hiburan buat reader tercintah semuanya

 

.

 

.

 

.

 

Bye!!!

8 thoughts on “Nameless Memory | KyuMin | YAoi | CH. 1 |

  1. wah…wah…wah…penasaran…^^
    meskipun aku tau clip movienya tapi aku belum tau kelanjutannya kayak apa….
    ga nyangka klo sungmin ttp namja…
    tapi aku lebih suka dia yg original cute namja….^^

  2. chap 1 lom terlalu ngerti critax chingu….
    ternyata Ming selamat yachh dr tembakan ntuh tp knp dia bisa d’sandera ma Kyu.
    Dan Won jg selamat dr tembakan ntuhh???
    Kyu pnya dendam ma kluarga siwon gtuhh??
    Lanjuttt dechhh🙂

  3. ahhhhhh,,,, sy msh blm ngrti ama jaln critany,,,,,,
    hae itu tmnny hyukkie?
    trus yg mw bunuh siwon itu hae kan? gara2 siwon g sngaja bunh ayahny hae???
    trus yg nyurh kyu sapa dong?
    trus kyu jg niatny bunh siwon y???
    and apa ada hub ny kbencian kyu pd siwon sm masa lalu mreka???
    trus kita lanjut ja deh hahaha
    tp kok part 2 ny g bs d buka y????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s