D.R.A.M.A After Story | Ch. 11/end | KyuMin | YAOI

D.R.A.M.A after STORY

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T

 

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Lee Sungjin

– Kim Jongjin

– Kim Key Bum

– Lee Jinki

– Other cast

 

Switchgender : Kim Heechul, Kim Kibum (SuJu), Kim Jaejong

 

Pairing : || KYUMIN ||HANCHUL || 2JIN|| ONKEY ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

Genre : ||Drama || Romance||Mystery ||

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||twincest||

 

Summarry : || Amazing pieces is OUR MARRIAGE. Amazing Surprise Is OUR BABY||

 

Another PRESENT From Me

 

D.R.A.M.A after STORY

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

.

 

Jujur, ini emang melenceng jauh dari cerita awal. Semua karena aku juga ngikutin kemauan salah satu komen di ff ini. Katanya, FF aku yg ini terlalu ringan dan hampir ga da konflik yang berat. Sebenarnya, memang FF ini dibuat seperti itu. Aku Cuma ingin, yang baca Ff ini jadi lebih bahagia and ga terlalu dibebankan dengan perasaan yang campur aduk. Tapi, ternyata ada yang benar-benar menginginkan konflik berat di Ff ini.

 

Dan maaf, semua yang ada di ff ini adalah hasil karangan bebas. Memang aku juga searching di google, tapi please semua tulisan ini adalah karangan bebas yang ga harus kalian percaya.

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter  11

 

.

 

.

 

.

 

“Kuharap kalian sangat berhati-hati.”

 

Jinki menoleh ke belakangnya. Kedua namja itu mengangguk patuh. Ini memang bukan tugas mudah. Terlebih saat kedua namja itu tetap saja memaksa untuk ikut andil dalam tugas ini meski  Jinki sudah mengatakan resikonya.

 

Kyuhyun dan Jongjin sudah membekali diri mereka dengan 2 pistol yang diberikan Jinki, hanya untuk  berjaga-jaga. Yeah, meski mereka semua tahu mungkin mereka akan kembali ditangkap.

 

Sengaja mereka langsung menuju ke gedung rumah sakit itu pada tengah malam. Meninggalkan Key dan Sungjin di apartemen mereka, membiarkan kedua namja itu tidur lelap. Ini terlalu berbahaya, dan tak mungkin membawa banyak orang.

 

Semakin lama, semuanya terasa semakin dekat. Terlebih saat menemukan beberapa namja berjas hitam dengan atribut dan juga senjata lengkap.

 

Jinki bergerak cepat, dan dengan sekali tembakan di leher, berhasil melumpuhkan namja itu. Tembakan bius yang bisa dipastikan jika namja tadi mungkin akan bangun beberapa jam lagi.

 

Jongjin terus memberikan pengarahannya tentang ruang bawah tanah itu, sesuai dengan ingatannya. Ia ingat lokasi yang digunakan, sebenarnya dulu merupakan tempat penelitiannya bersama Hyungnya. Tempat bermain mereka bersama Kazu dan Zhoumi.

 

“Kau yakin, ini jalan pintasnya?”

 

Jinki bertanya, untuk sekedar meyakinkan. Karena setelah ini mereka akan masuk melalui pipa yang digunakan untuk menyalurkan pakaian pasien dan juga kain di rumah sakit pada bagian laundry yang ada di basement.

 

 

“Nde. Aku sering lewat sini jika dulu Yesung hyung tak mengijinkanku ikut dengannya. Dan asal kau tahu, Yesung hyung sudah berteman dengan dokter Yamato sejak lama.”

“Ah… pantas saja mereka sama kejamnya.” Kyuhyun bergumam pelan.

 

Mereka merangkak berurutan dan Jongjin di posisi paling depan sebagai penunjuk arah. Sepertinya memang tepat jika itu jalannya, karena mereka mulai bisa mendengar suara orang yang berbicara saling bersahutan. Mereka berhenti saat Jongjin juga berhenti. Melihat dari salah satu pipa berpintu dan membukanya sedikit. Terlihat jelas jika Sungmin masih terbaring lemah diatas bed rumah sakit, lengkap dengan semua peralatannya.

 

Kyuhyun tak bisa menahan dirinya. Ia bergegas maju untuk memastikan keadaan Sungmin.

 

Sungmin masih terlelap, pingsan atau entahlah… mungkin pengaruh obat bius. Kedua mata Kyuhyun meremang, rasanya tak sanggup membiarkan Sungmin dalam kondisi seperti itu lebih lama lagi. Ia kemudian menoleh pada Jinki dan Jongjin. “Lalu apa yang akan kita lakukan?”

 

“Kita harus menunggu, sampai operasi itu akan dimulai. Saat dimana Yesung akan berkonsentrasi penuh pada Venus dan sedikit lengah. Saat itu, kita bisa menembaknya dengan peluru bius.”

 

Jinki kemudian menepuk bahu Kyuhyun. “Kau tenang saja. Aku sudah menggunakan pelacak ditubuhku. Hanya beberapa menit dan seluruh satuan keamanan akan melakukan tugasnya dengan cepat.”

 

Kyuhyun mengangguk lemas. Rasanya ia sudah sangat tak bisa menunggu lagi. Hanya bisa menghela nafasnya dan duduk bersandar pada dinding lorong besar tempat persembunyian mereka. “Heuh… Baiklah. Menunggu dan menunggu. Tapi, kau juga harus memastikan jika semua ini akan berhasil.”

 

“Nde.” Jinki kemudian beralih ke selfonnya. Sedikit memundurkan tubuhnya, menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun dan Jongjin. Mungkin menelfon seseorang.

 

Pandangan Kyuhyun kembali fokus pada Sungmin. Meski dalam jarak yang cukup jauh, tapi masih bisa jelas terlihat begitu banyak selang yang sudah terpasang ditubuh mungil namja itu. Perut Sungmin juga sudah sedikit terlihat membesar.

 

Rasanya sangat menyakitkan. Terkadang Kyuhyun hampir tak bisa menahan emosinya. Baginya, menunggu adalah hal yang paling membosankan. Namun akhirnya, 10 menit itu berlalu dengan cepat.

 

Hanya dalam waktu 10 menit, seluruh pasukan sudah datang dan langsung  melumpuhkan penjagaan di masing-masing titik.

 

“Kau lihat saja. Bawahanku sedang melakukan tugasnya. Kajja, sepertinya kau sudah tak sabar.” Jinki memberikan senyumannya, dan dia mengangguk untuk meyakinkan Kyuhyun.

 

Mereka terjun ke bawah. Jarak yang cukup tinggi sepertinya tak menjadi penghalang. Kyuhyun berlari cepat menuju Yesung. Melihat kedatangan Kyuhyun, Jinki dan Jongjin serta pasukan keamanan Korea itu, Yesung sedikit panik. Terlebih Kyuhyun mengarahkan pistolnya pada tabung besar yang menyimpan tubuh Venus.

 

“Berani kalian menyentuh Venus-ku, maka aku akan membunuhnya.” Yesung mengarahkan pistolnya tepat kearah jantung Sungmin. Ia menyeringai. “Aku tak pernah main-main dengan ucapanku, Tuan Cho.”

 

Semua satuan keamanan itu menatap Jinki. Dan saat melihat kode yang diberikan Jinki, mereka mundur dan menjauh dari tabung yang berisikan tubuh Venus.  Yesung menyeringai kecil.

 

“Lepaskan Dr. Yamato.” Yesung memerintahkan pengawal yang masih menjagal Dr. Yamato untuk melepaskannya.

 

“YAH!!! APA MAKSUDMU?”  Kyuhyun menggeram kesal.

 

Tapi, sepertinya luapan kemarahan Kyuhyun itu sama sekali tak ada artinya. Yesung semakin menguarkan senyuman dan tawa kemenangannya. “Venusku akan hidup. Dan sepertinya sangat menyenangkan saat kau menyaksikannya sendiri.”

 

Yesung menoleh pada Kazu. Dan seperti sudah teratur begitu saja, Kazu mendekati ketiga namja itu. Jongjin dan Jinki di borgol dan disatukan pada sebuah tiang penyangga sedikit jauh dari tempat mereka berdiri tadi.

 

Sementara itu Kyuhyun harus menahan pahitnya kesakitannya sendiri saat ia dihadapkan dengan tubuh Sungmin.

 

“Chagiyya….”

 

Mendesah pelan saat ia bisa melihat wajah pucat itu dalam jarak yang sangat dekat. Ia mengulurkan tangannya, hanya untuk meraih wajah Sungmin dan mengusapnya. Yesung memang membiarkan Kyuhyun. ia hanya menyuruh Kazu untuk mengarahkan pistolnya ke kepala Kyuhyun.

 

“Bukankah aku sudah sangat berbaik hati padamu? Mengijinkanmu untuk mengucapkan salam perpisahan padanya.”

 

Kyuhyun menoleh tajam. Ia begitu geram. Tapi sayang, sama sekali tak bisa melakukan apapun karena sesaat kemudian Kazu menahan kedua tangannya. “Kuharap kau tetap diam dan tenang, atau dengan sekali tembak dan dia akan mati.”

 

Yesung menatap dokter Yamato. Memastikan semua persiapan yang dilakukan namja itu berjalan sesuai dengan prosedur operasi. “Kali ini aku tak akan memaafkan meski satu kesalahan yang sangat kecil sekalipun.”

 

“Baik, Youngmaster.”

 

Dokter Yamato membiarkan asistennya membersihkan begitu banyak macam pisau yang akan digunakan. Ditambah lagi, dengan seringaian jahat yang dikeluarkan oleh Dokter Yamato. Namja itu tengah mencelupkan pisau yang terlihat sangat tajam pada cairan sterilisasi.

 

Kemudian, seseorang asistennya mendorong troli yang sudah penuh dengan peralatannya. Kyuhyun semakin tak bisa menahan dirinya. Ia kalap dan kemudian menginjak kaki Kazu.

 

Tentu saja, Yesung tak tinggal diam. Ia segera mengarahkan satu pistol lainnya ke arah kepala Sungmin.

 

Tapi yang terjadi sekarang,
malah Kyuhyun yang menyeringai pada namja itu.

 

“Kau membunuh dia, maka akan kupastikan jantungnya hancur. Aku sendiri yang akan melakukannya. Bahkan aku akan menembak perut Sungmin-ku sendiri, dengan tanganku sendiri membunuhnya.”

 

Kyuhyun mengarahkan pistol yang ia tarik dari arah dalam jacket yang ia pakai dan mengarahkannya ke perut Sungmin. “Rahim hilang dan kau juga akan berakhir.”

 

Yesung terlihat kesal. Tapi tetap saja namja itu masih mempertahankan keangkuhannya. “Kau pikir aku akan takut dengan ucapanmu?”

 

“Yeah, mungkin saja.”

 

“Ha…. hahaha….Kau benar-benar payah, Tuan Cho.” Bukannya menurunkan senjatanya, Yesung malah mengeluarkan satu senjata lagi dan kemudian mengarahkannya pada Kyuhyun.

 

“Sepertinya kau memang benar-benar bodoh. Kau pikir aku tak bisa menggunakan rahim lainnya? Apa kau hanya berfikir jika hanya rahimnya yang bisa aku gunakan??”

 

“Ma_maksudmu??”

 

“Aku hanya perlu rahim dan jantung baru. Dan jika itu bukan Sungmin, maka tak masalah.” Yesung menoleh pada Dr. Yamato. “Bukankah begitu?”

 

“Ye… Youngmaster. Benar sekali.”

 

Dan entah bagaimana, sekarang pikiran Kyuhyun semakin kalut. Ia menurunkan senjatanya___ ah lebih tepatnya malah menjatuhkannya. Bersamaan pula dengan ia menjatuhkan tubuhnya untuk berlutut di sisi Sungmin. Menggenggam tangan dingin namja itu.

 

“Jika begitu, bisakah kau lepaskan kami?”

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Yesung. Entahlah, ia menjadi sangat cengeng sekarang.

 

“Kau tentu sangat mencintai Venus, jadi seharusnya kau juga tahu bagaimana perasaanku.”

 

Yesung masih diam tak bergeming. Ia malah terkesan meremehkan setiap ucapan Kyuhyun.

 

“Aku dan Sungmin, dan juga baby kami.  Tak bisakah melepaskan kami?”

 

“Heh… apakah kau sedang bernego denganku??? Ck… sangat konyol.” Yesung menggeleng pelan. “Dan apakah kau berfikir, aku akan melepaskanmu begitu mudahnya. Ah… sungguh keterlaluan.”

 

Yesung mendekati Kyuhyun dan mengarahkan pistolnya pada kepala Kyuhyun. “Aku ini mafia, dan aku benar-benar sangat kejam. Bagaimana bisa kau berfikir aku akan menerima permohonan konyolmu? Lebih baik membunuh kalian semua.”

 

Dan dengan gerakan cepat, Yesung mengarahkan pistolnya pada Jinki dan Jongjin. Kedua namja itu langsung mengerang pelan hingga kemudian tak bergerak lagi. Kyuhyun merasa sangat  geram. Ia bergegas berdiri dan kemudian menarik kerah kemeja Yesung.

 

Namun sayang, belum sempat memukul wajah mulus namja itu___ Kazu sudah menarik tubuhnya untuk menjauh dari Yesung. Kembali terdengar tawa lirih Yesung.  “Aku adalah yang terbaik. Dan bahkan mereka___”

 

.

Dooor…

 

.

 

“Atau bahkan adikku sendiri…” Yesung kembali mengarahkan pistolnya pada Jongjin dan menembaknya lagi. Tubuh kaku itu sama sekali tak bergerak, hanya terlihat cipratan darah yang keluar dari tubuh Jongjin. “Aku dengan senang hati akan membunuhnya.”

 

“Yahhh!!!!”

 

Kyuhyun berteriak keras. Ia kembali meronta dan berusaha melepaskan cengkraman kuat kedua tangan Kazu. Ia berbalik dengan cepat dan kemudian mulai memukuli Kazu.

 

Sangat aneh, terlebih Kyuhyun bahkan tak tahu bagaimana caranya memukul orang. Ia berhasil memberikan bayak luka lebam di wajah Kazu. “Yah!!! Kenapa tak melawanku?! Ayo !!! Pukul aku!!!”

 

“Ha…hahhaa….”

 

Yesung tertawa puas melihat apa yang dilakukan Kyuhyun. “Kau benar-benar payah.” Yesung menoleh pada Dr. Yamato. “Sepertinya ini sudah tidak menyenangkan lagi. Zhoumi___”

 

“Ye, Youngmaster.”

 

“Carikan aku orang lain. Dan bereskan mereka semua.”

 

Zhoumi mengangkat senapan laras panjang miliknya. Ia menyeringai menatap Kyuhyun. “Kuharap, kau akan dengan senang hati menemui  namjamu di surga sana. “

 

“Kau!!!”

 

.

 

Dorrr….!!!

 

.

 

Dorrr…!

 

.

 

.

 

.

 

Tak terhitung entah berapa banyak terdengar suara ledakan bulir peluru yang menembus tubuh mereka.  Termasuk tubuh Sungmin dan Kyuhyun yang sudah berubah menjadi kemerahan. Cairan merah itu merembes memenuhi pakaian mereka.

 

Kyuhyun masih berusaha memaksakan nafasnya. Ia berjalan pelan dan mencoba meraih tangan Sungmin yang jatuh dari atas bed. Meraihnya dan menciumnya.

 

“For our baby, Sungminnie…. saranghae..”

 

Dan semuanya gelap, bagi semua orang.

 

Hanya menunjukkan wajah penuh kemenangan seorang Kim Jong Woon.

 

Ia memberikan kode pada Zhoumi dan Kazu untuk membereskan semua kekacauan yang terjadi.  Dan kemudian ia berjalan menuju tabung besar yang ada di hadapannya.

 

“Kita akan bahagia, tanpa ada pengganggu lagi.”

 

Yesung kemudian meraih teh yang di berikan oleh pelayan pribadinya. Ia duduk di kursi kuasanya dan menikmati pemandangan indah dihadapannya.

 

“Bukankah permainan ini sangat menyenangkan.”

 

Kembali mengeluarkan senyumannya.

 

“Bukankah begitu, Baby….”

 

Menatap penuh senyum dan mengajak bersulang namja yang ada di tabung itu. Dan entah bagaimana, namja itu membuka matanya dan tersenyum. Kemudian mendekatkan tubuhnya pada dinding kaca.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Inikah sebuah akhir?

 

Tak pernah terbayangkan bahkan oleh siapapun.

 

Ketika cinta harus dihadapkan pada kematian… seakan itu adalah pilihan terbaik dari pada kau harus hidup tanpa jiwamu.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Epilog

 

.

 

.

 

.

 

Angin berhembus lembut membelai surai berwarna blonde miliknya. Ia memejamkan mata menikmati hembusan angin itu diwajahnya. Mempererat pegangannya pada pagar balkon saat ia sengaja sedikit lebih memajukan tubuhnya, ingin lebih merasakan angin di hadapannya.

 

“Hyung…”

 

Ia tak menghiraukan panggilan itu. Malah semakin mengembangkan senyumannya saat ia bisa menghirup wangi pepohonan disekitar asrama mereka.

 

“Hyungie…”

 

Sebenarnya ia menunggu, suara manja namja itu untuk memanggilnya. Ia membuka mata bulatnya dan tersenyum menoleh ke arah sumber suara.“Nde.”

 

“Umma menyuruh kita pulang  akhir pekan ini.”

 

“Huah… lama sekali tidak pulang.” Namja berambut blonde ini menyatukan kedua tangannya dan kemudian tersenyum lebar.  Ia kemudian menatap penuh harap. “Bolehkah aku mengajak Minwoo?”

 

“Ish… Tidak boleh.”

 

“Kwangie…” memperlihatkan puppy eyes andalannya, merajuk.

 

“Aku bilang, tidak. Itu artinya tidak boleh.”

 

Namja tampan bernama Kwangmin itu kemudian menarik cepat pinggang ramping namja yang sedikit lebih pendek darinya. Meskipun mereka kembar, entah mengapa tetap saja berbeda.

 

Kwangmin mengusap surai halus milik Hyungnya. “Youngie hyung…. aku sudah berdamai dengan Minwoo, bukan berarti aku akan membebaskannya untuk terus mengganggu kita.”

 

“Tapi, Kwangminnie__”

 

“Jika memaksa, aku akan meminta Umma untuk mengirim kita kembali ke LA.”

 

Youngmin mem-pout-kan bibirnya. Namun, hal itu malah membuat Kwangmin gemas dan mencium bibir Youngmin. Ciuman sekilas, tapi sungguh sangat manis.

 

“Sudahlah. Lebih baik bersiap. Aku tak mau terlambat. Kau harus menontonku, karena ini pertandingan final Hyung.”

 

“Yah, baiklah.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Wuah!!! Yeppeo!!!!”

 

Yeoja cantik ini berteriak keras saat melihat keluarga besannya datang. Tak ada yang bisa melupakan bagaimana gilanya seorang Cho Heechul. Ia terlihat sangat bersemangat menyambut keluarga Lee.

 

“Ommo!!! Sungjinnie juga tak kalah cantik dengan Sungminnie. Aigoo!!! Bagaimana pernikahanmu?”

 

Heechul langsung menyambut Sungjin dan memeluknya. Mengabaikan Jongjin dan anggota keluarga lainnya. Memang, jika dilihat sekilas__ Sungjin dan Sungmin memang sama-sama yeppeo.

 

“Heenim-ah. Sebaiknya duduk dulu. Kehamilanmu sudah bulan yang kesembilan. Jangan terlalu lelah dan histeris seperti itu.” Leeteuk meraih tangan Heechul dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah megah keluarga Cho.

 

“Nde, Teukki-ah. Kajja, masuklah…”

 

Mereka menuju ruang keluarga yang kini sudah ramai. Kesibukan disana benar-benar ajaib.

 

Ia mengembangkan senyumannya, hingga lesung pipi di ujung bibirnya terlihat. Rasanya sangat merindukan putranya. “Ah…. Sungminnie!!!”

 

Sungmin menghentikan kegiatannya dan kemudian berdiri menyambut Ummanya. “Umma, annyeong.”

 

Teukkie mendekat pada Sungmin dan mengusap punggung namja itu. “Eoh…. Sungmin bertambah gendut yah…”

 

“Ish… Umma.” Sungmin merengut kesal. Ia paling tak suka dibilang gendut. Tapi, mau bagaimana lagi memang kenyataannya seperti itu. “Jadi, ada acara apa Umma datang.”

 

“Hari ini, acara penghargaan itu akan di tayangkan ulang. Kami akan menonton bersama.”

 

Mendengar ucapan Ummanya, Sungmin sedikit kesal. Ia melepaskan pelukannya pada Teukkie dan kemudian kembali mengurus aegyanya.

 

“Jika mengingat itu, aku menjadi kesal sendiri Umma.” Sungmin bergumam pelan saat melihat Heechul dan Teukkie mendekatinya. Ia menyentuh bibir bawah baby dalam box berwarna pink dan memainkan jemarinya. “Bukankah begitu Hyunminnie? Kau juga kesal bukan? Halmeoni keterlaluan.”

 

Heechul terkikik pelan. “Ah…. tapi aku bahagia Sungmin-ah. Seandainya kau melihat sendiri film itu, kau akan tahu seberapa besar cinta Kyuhyun untukmu. Sangat sayang kau tak mau melihatnya. Dan lagi, sepertinya kau harus berterima kasih pada Eomma karena Kyunie sekarang menjadi artis terkenal.”

 

“Mwo??? Berterima kasih???” Sungmin menatap tajam pada mertuanya itu. Ia melirik Sunghyun yang berada dalam gendongan Heechul. “Kemarikan putraku, aku tak mau dia tertular virus evil Eomma. Heechul Eomma benar-benar gila.”

 

“Ah…. benarkah???” Heechul bermain mata dengan Teukki dan kemudian saling melempar senyuman. “Aku tak merasa begitu,iya ‘kan Teukkie?”

 

Dan kemudian terdengar tawa riuh kedua yeoja yang selalu heboh jika bertemu.

 

“Ish… gara-gara kegilaan Umma, aku hampir mati. Dan apa Umma sudah lupa___ gara-gara film itu aku melahirkan sebelum waktunya. Lihatlah, babyku kecil-kecil sekali. Menyebalkan!”

 

“Hahahhaa…..”

 

Heechul meraih bahu Sungmin dan berbisik padanya. “ Aku tahu, kau kecewa karena peranmu hanya tidur saja.”

 

“Sudahlah Umma, jangan membuatku semakin kesal.” Sungmin bertambah merengut saat mendengar suara kikikan pelan, yang begitu khas ditelinganya. Ia menoleh kearah namja yang berada di belakangnya. Kemudian menatap tajam, membuat namja itu menunduk menyembunyikan wajahnya.

 

Sedikit geram, Sungmin mendekati namja itu dan memberikan satu ttakbam di dahinya. “Kau juga, Sungjinnie! Kau juga pembohong besar!”

 

 

“Aww… neomu appo…”

 

“Cih…. manja sekali.”

 

Sungmin meletakkan Sunghyun di box-nya. Ia kemudian duduk dengan tenang. “Sangat melelahkan.” Bergumam pelan dan kemudian menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa. Ia menoleh ke sebelah kanannya. ”Eomma…”

 

“Heum…”

 

“Kenapa kau diam saja saat mengetahui jika itu hanya rencana bodoh dari Nyonya Cho Heechul yang menyebalkan ini?” Sungmin menatap kesal yeoja cantik yang kini sibuk mengutak-atik TV di ruangan itu.

 

“Eih?” Teukkie hanya tertawa miris. “Eum… itu sebenarnya___”

 

“Heuh…” Heechul mendekati Sungmin dan Teukki. Ia kemudian menepuk bahu Sungmin. “Dengarkan Umma, anak manis. Teukkie itu baik sekali, dan asal kau tahu___ aku hanya merayunya dengan sepasang sepatu Prada merah yang limited edition, maka dia akan diam.”

 

Sungmin geram. Terlebih ia melihat sepatu itu sepertinya adalah sepatu yang dipakai Ummanya. “Umma!!!! Kau sama saja dengan Key dan Jinki! Dan Juga kau Jongjin bodoh!!!!”

 

Sungmin mengacak rambutnya kesal. “Dan kenapa kalian juga masih tetap berbohong meski semua proses film itu sudah selesai!!! Dasar menyebalkan!!!”

 

“Hahahhaa…..hahhahaa…”

 

.

 

 

.

 

 

.

 

Ruangan ini masih sangat tenang. Meski sudah terdengar bunyi mainan baby yang bergerak tertiup angin. Sesungguhnya ia menyesal, dan kali ini berjanji jika hal gila yang kemarin adalah yang terakhir.

 

“Aku benar-benar berjanji, Hannie…”

 

Namja tampan itu hanya menghela nafasnya dan tersenyum maklum. Yah, dia memang tak pernah bisa marah pada anae-nya yang cantik ini. Ia meraih bahu Heechul dan kemudian menariknya ke pelukannya.

 

“Jika bukan alasan mengidammu yang konyol itu, aku tak akan membiarkanmu melakukannya.”

 

“Tapi, movie itu menang dan mendapat banyak penghargaan.” Suara Heecul semakin lirih saat namja tampan itu menatapnya tajam. “Baiklah, aku ‘kan sudah meminta maaf.”

 

“Heuh… asal kau benar-benar berjanji jika itu adalah hal gila yang terakhir.”

 

“Nde, tentu saja.”

 

.

 

.

 

.

 

Someone Mind

 

.

 

.

 

Tak ada yang tahu apa yang ada dalam pikiranku. Termasuk si tampan dan sexy, my Hannie. Baiklah, aku ingin berhenti___ tapi…

 

Tapi, aku mungkin bisa mencobanya. Yah__ beberapa tahun mendatang Hannie pasti sudah lupa tentang kejadian ini. Jika menang, Hannie tak akan mendiamkan  aku lama-lama. Ah… baiklah. Sudah aku putuskan.

 

.

 

.

 

Dan tercipta seringaian aneh di wajahnya. Ia meletakkan majalah itu kembali kedalam laci meja kerjanya. Ia mengusap lembut perutnya dan berjalan pelan kembali kekamarnya.

 

“Kau sudah minum susumu?”

 

“Sudah, Hannie sayang.”

 

Hangeng menarik Heechul untuk mendekat dan kemudian berlutut untuk mencium perut yeoja itu. “Hanya tinggal beberapa hari lagi, dan kau akan melihat appa sayang.”

 

Heechul sangat senang menerima perlakuan Hangeng. Tapi, seringaian diwajahnya itu___ entahlah. Tak ada yang pernah tahu, apa arti dari senyumannya. Apakah ia bahagia karena sebentar lagi ia akan melahirkan? Ataukah????

 

.

 

.

 

“Big Baby The Movie___ meraih penghargaan dalam kategori Film anak – anak terbaik tahun ini. Dan diduga, keuntungan yang dihasilkan menjapai jutaan dolar Amerika.”

.

 

.

 

.

 

.

 

END

.

.

.

Eotte???

Endingnya aneh dan dipaksain. Hahahaa???? Saya tahu *ditimpuk sendal*

 

Untuk yang selalu like and comment. Really, i love you all

 

Dan juga buat yang selalu menghargai Typo saya… hahaha….

 

Sejujurnya aku ga pernah edited lagi semua story aku. Jadi maklumilah dengan banyaknya TYPO yang bertebaran.

 

Sekali lagi, Ghamsahe

 

See yaa!!!!

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Little bit of flashback

 

.

 

.

 

.

 

“Eungh… Kyuhyunie….”

 

“Ah, Sungmin.”

 

Kyuhyun langsung beranjak dari posisinya, yang sebelumnya duduk di sofa yang sedikit jauh dari tempat tidur Sungmin. Ia kemudian segera menghampiri Sungmin dan meraih satu tangannya dan menciuminya.

 

“Kyuhyunie…”

 

Ia melihat buliran keringat di dahi Sungmin, kemudian ia menyekanya lembut dan menghujani pipi namja itu dengan ciumannya.

 

Perlahan, kedua mata Sungmin terbuka. Sedikit remang pada awalnya, hingga akhirnya sedikit demi sedikit semakin jelas. Ia kemudian menitikkan air matanya. “Kyunie…”

 

“Gwenchana, Ming…. semuanya baik-baik saja.”

 

“Ah… Uri baby….” Sungmin mengusap perutnya. Ia menatap penuh harap pada Kyuhyun. “Uri baby….”

 

“Dia baik-baik saja.”

 

“Ah… syukurlah.”

 

Sungmin meraih leher Kyuhyun dan menenggelamkan kepala Kyuhyun untuk memeluknya. Kyuhyun tersenyum lega. Semuanya berakhir dengan sangat baik, meski ia begitu shock saat mengetahui apa yang terjadi.

 

.

 

.

 

.

 

Jadi sebenarnya apa yang terjadi???

 

.

 

.

 

“Cut!!!!”

 

Suara itu seakan menjadi komando untuk setiap manusia yang berada didalam ruangan yang disebut bawah tanah.

 

“Kerja bagus untuk semuanya. GOMAWO!!!!”

 

Namja berperawakan  gembul itu kemudian memerintahkan beberapa kru untuk segera membangunkan para pemain yang benar-benar pingsan karena tembakan onat bius itu.

 

“YA!!! Keluarkan adikku  dari tabung bodoh itu.”

 

“Nde!!!”

 

Beberapa namja mengerumuni tabung itu dan segera mengeluarkan seorang namja dari dalam sana.

 

“Huah…. ini sangat melelahkan.”

 

“Omona …Wookie baby, tanganmu berkerut.”

 

“Nde, gwenchana Hyung.”

 

“Yah!!!!” Namja gembul itu memukul kepala Yesung. “Lepaskan dia, dia harus melepaskan semua peralatan penyamarannya. Dasar kepala besar bodoh.”

 

“Ah…. Hodong hyung…”

 

“Gwenchana, Wookie. Cha…. aku antar kau ke ruanganmu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

GAJE!!!

BENER_BENER END!

39 thoughts on “D.R.A.M.A After Story | Ch. 11/end | KyuMin | YAOI

  1. astaga..
    sumpah eon..ini bener2 ga ketebak banget..beneran cuma akting??
    jadi dari awal tuh bukan beneran???
    wkwkwk..gila…seruuuuu habis..
    hampir ak kecewa dengan ending yg kyuminnya mati, ternyata cuma akting..bnr2 sesuai judulnya..Drama..haha

    bagusssss bangettt eon..critanya bener2 ga ketebak..haha….

  2. apaaaaaaa?????
    jadi ini bener2 drama??????=.=”

    sebenarnya apa yang terjadi???????????

    tapi standing applause deh buat rainy! daebak bgt dahhhh!!!😀

  3. aish q kra bnran, dah kcw tuh klo kyumin end,,,,, eh eh eh dan tryta sma krjan quen of devil ckckck tgany….
    bkn seq y chingu, tp q pgn chulie’y yg d’krjain jgn kyumin lg?!

  4. Ah… Kirain bnran eonnnn…. Dh tgang2 eh diakhirnya bner2 bkin shock… Gokillllllllll….. Dtnggu ff lainnya yg gk klah gokil dri ini ne…

  5. Yaaampunnnn saya teritipu ternyata ini film…..
    Padahal saya udah kebawa banget sama ceritanya ternyata ini film T^T
    Keren chingu akhir ceritanya nggak bisa ketebak…
    대박!!!! ^^

  6. wach kirain beneran mati😦
    keren alurny……g nyaka kl bakal sprt itu salut🙂
    tp emang slalu salut sich ma FF u

    dtungg FF yg laenny🙂

  7. Huaahaha.. Gak nyangka bakalan kek gne endingnya..
    Sungmin chagi d kerjain terus-terusan sama heechul oemma,walo pn udh hamil..
    Yang sabar ne chagiya.?

  8. omona…. cinderella bener2 bikin drama terheboh yg aq pkir ini cerita ngga nyambung banget..tp tara….. dengan ajaibnya rainy bikin nih ff jadi alamak serunya gara2 di nongolin chulle yang rada gila sampe ngidam aja gilanya tmbh parah kasian tuhcucunya jd lahir prematur…entah segila apatuh babynya chulle wkwk sayang ngga sampai chulnya brojol hehe…klo boleh request squel yaaa… please (kedip2 ala sungmin)

  9. Bikin orang deg-degan aja deh.. Aku kira ini bakalan Sad ending.. KyuMin mati gara-gara Jongwoonie.. Iiisshhz~ ternyata cuma ulah Baginda Ratu Cho Heechulia yang maha agung dan tak terbantahkan =”= >,<

    Jadi yang jadi pernyataanku adalah… Ini akhir ceritanya Happy Ending atau gimana? Menggantung juseyooo~ :3😀

  10. Anjeeeeeeerrrr!!!! hahahahaha.. D.R.A.M.A cuuyy D.R.A.M.A!!! Ok… gua berasa pengen jadiin Hodong babi guling!!! hahahaahhaahah😀
    Siapa yg harus sya cubit ini gemes bgt! Udah gregetan.. rada gk paham dipertengahan, macam MV One Shot nya B.A.P yg gk pnah gue pahami smpe skrng…
    Dan ternyata di part akhir, ok… cukup buat GUBRAK!! hahahhaha…
    Rainy eonniiiiiiii… Daebak… endingnya sih gak kpikiran loh… hahahaah😀

    Tapi kurangnya, proses melahirkan Sungmin hrsnya diceritakan juga, biar trksan m-preg itu emang ada… trus itu anak Sungmin lngsung 2? Gak heran lah ya… hahaha😀
    Malah kirain anaknya langsung 5 mngingat sejak hamil.. yaaa… mmmm.. gitu dehh.. hahaha😀

    Great eonni great!!!! b(^_^)d

  11. astaga q msih bngung eonni…wkwkwkwk
    itu smua cma pelem gt mgsudnya….
    ish udah ampe nangis q td pdhal….
    ish…ming pnya baby kembar yakh…
    huahhh daebbak….
    oh iya eonni…

  12. bingung…
    mungkin perlu di baca berulang” biar ngerti maksudnya…
    tapi kyumin momentnya kok dikit banget yak…
    haaahh…

    tau” udah end…
    aku pikir masih panjang…
    ditunggu lho ff yg lain…

  13. Endingnya gini… hahaha
    awalnya kirain bakal sad ending.
    ya walaupun agak sedikit bingung.
    Anak mreka sebenernya 1 atau 2?
    yang pertama tadi sungmin blg minhyun terus ada lg sunghyun..
    ehm.. terus kyuhyun masih hidup kan yaaa?

  14. tau ga sih thor dari chapter dimana aku tau venus itu siapa… Entah kenapa yang ada dfikiran aku itu ‘harusnya itu wookie yang mirip sama ming’ dan itu benerena terjadi hahha…. Bangga mode on

  15. ommona …
    jadi itu ituh lagi syuting gitu??? sumfeh ga kepikiran sama sekali…
    bikin film ckck… udah novel sekarang film ya ampun heechul umma ade2 aje dah…
    DEABAK..
    FIGHTING..🙂

  16. Kyaa,jdi itu hanya film movie buatan heechul..
    Kupikir beneran eon,aku ke tipu,
    daebak eon, kukasih 10 jempol utk unni..
    Hwaiting o(^o^)o

  17. Kyaa,jdi itu hanya film movie buatan heechul..
    Kupikir beneran eon,aku ke tipu,
    bener2 D.R.A.M.A
    WKWKWK (^u^)
    daebak eon, kukasih 10 jempol utk unni..
    Hwaiting o(^o^)o

  18. Astaga Eonn..
    Ending nya bener-bener enggak keduga >.<

    kirain aku yesung beneran mau nge oprasi si Ming.
    Ternyata cuma akting aja =_=

    Gara-gara tuh film Ming jadi lahiran lebih cepet? 0.o

    Heechul ngidamnya bener-bener ekstrim =_=

    Aku ijin baca ff eonni yang lain yaa.

    Terus berkarya ya eonn ^^

  19. knp awalnya dcritain tentang kegiatan mawar putih klu endingnya cm acting?

    aish, kirain beneran .
    uda pasrah aj gt klu kyumin mati . marah aj sm jinki, katanya aman malah mati jg .
    CUT . tnyta cm acting .

  20. Ternyata cuman akting ………………
    Susah di tebak jalan ceritanya
    Maaf ya sebelumnya aku cuman comment di chap terakhir ._. Abis aku bingung mau comment apa .____.
    Tapi tulisan author semuanya KERENN❤

  21. speechlesso_O
    aduuh eonni, sy kira itu KyuMin bneran mati trnyata cm akting .___.
    deg-degan eon,tegang bgt,.sumpah!
    jalan ceritanya ga bisa ditebak.,daebak eon d(^,^)b
    keren!!🙂

  22. Nyahahahahahahahahahahahahahah___
    Asli Ketipu saya=__=
    Awalnya mo protes,’koq end’ny jadi nyesek gitu’
    Eh,ternyataaa~-_-
    Sippp!!! Qamu keren chinguuu,bner2 ga ketebakkk!!
    Rainy Is Jjang!!
    KyuMin Is Real (~’3′)~
    Gomawo,pw’ny
    Saranghaeee >,<

  23. Ketipu kan, udah kaget ampe nangis. Kakak pinter bgt sih nih bkin alurnya, story nya jg ga annoying, seru banget! Ahhhh finally its end. Loncat ke story berikutnya ^^

  24. astaga…jadi itu semua ide gilanya heechul?
    aneh2 aja ngidamnya heechul nie…
    syukurlah kyumin baik2 aja…
    anaknya kyumin kembar za?
    endingnya bener2 tak terduga
    daebakk chingu

  25. ya ampun eonni….
    aqhu uda keberu nyesel…
    knp crta ending nya jd pada kena tembak smw…??
    masak kyumin ke tembak sich…
    ehhh….

    trnyta cmn syuting…

    tp knp d epilog kyu gag ada eonni…
    aqhh kn pngend banyak kyumin……

    tp daebak lah eonni…

    ff ini ada sekuel nya lg gag yay..
    d buatin dunkz eonni..
    aqhu suka loh….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s