CSTS | Side Story | JunSung | Ch. 1 |Nc. 17

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

edite daniel ming

 

 

Author : rainy hearT

 

Length : Series

 

Rated : T to M

 

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

– Other SUJU and SHINEE member

 

-KyuMin aegya :

~ Cho Sunghyun a.k.a Sungie (N)

~ Cho Minhyun a.k.a Minhyunie (Y)

~ Sandeul b1a4  a.k.a  Cho Kyumin (N)

 

Haehyuk aegya

~ Lee Eunhae a.k.a Junior (N)

 

-Yewook aegya

                ~Kim Jongki a.k.a Kie (N)

 

-Zhoury Aegya

                ~ Jinyoung b1a4 a.k.a Zhoury (N)

 

-Sibum Aegya

                ~ Baro b1a4 a.k.a Sibum                (N)

 

-Jungmo x Leeteuk

~ Gongchan a.k.a Baby Soo (N)

 

– Yeoja Cast (GS)

                ~ Leeteuk            ~ Junsu’ie            ~ Taemin

~ Heechul            ~ Jaejong             ~ Key

 

Pairing : KYUMIN and Other Pair

 

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

 

Genre : Romance / Family/Fantasy

 

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

 

Summarry : “Menjadi dewasa adalah IMPIAN. Setelah dewasa karena usia adalah BEBAN. Karena semua yang kita lakukan adalah sebuah bekal, untuk melangkah bersama menuju satu titik KEDEWASAAN. Dimana KEJUJURAN akan menjadi satu tali yang mengikat kebersamaan kita. Raih genggaman tanganku dan kita akan tumbuh bersama.”

.

.

.

.

Ahhh…. akhirnya aku bisa menulis lagi. Setelah mendapatkan banyak inspirasi gegara gaji naek….

Ini juga sebagai hadiah buat semua member and reader yang sudah berjuang keras buat UJIAN NASIONAL kemaren.

Mari berdo’a agar hasilnya memuaskan (?)

Yah…. kali ini hadir dengan cast yang entah kenapa terlihat semakin imut dari waktu ke waktu.

Uri JunHyung Couple

 

 ~Junior x Sunghyun ~

 

Here we go…!!!!

.

.

HAPPY READING

.

.

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

.

Chapter 1

.

.

Notice me:

 

Ni keterangan Usia and tingkatan kelas mereka.

 

~ Senior High 3rd Grade :  Cho Sunghyun (17), Cho Minhyun (17), Kim Jongki (17), Junior (17), Taemin (15), Key (16), Minho (16), Onew (17).

 

~ Senior High 1st Grade :  Zhoury (15), Sibum (15)

 

~ Primary School  5th grade : Kyumin (10), Baby Soo (11)

 

.

.

.

 Junior House

 

.

 

.

 

.

 

“Emmh… jebal…”

 

Sunghyun sudah memasang wajah memelasnya. Keringat sudah membasahi seluruh tubuhnya, dan bahkan sebagian menetes dari ujung matanya. Ia terlihat sangat kasihan tapi, disisi lain juga terlihat begitu sexy. Terlebih saat ia menggigit bibirnya. Ahh… sexy…

 

Tak perlu obat perangsang, video yadong atau bahkan godaan dari Junior. Dorongan sex didalam tubuh Sunghyun akan langsung otomatis ada jika Minhyun dan Kie melakukannya. Bisa disebut satu keberuntungan, atau juga satu kesialan.

 

Sunghyun memang terlihat sedikit keberatan dengan hal konyol ini, tapi juga terlihat jelas jika dia cukup menikmatinya. Ah… mungkin kata ‘cukup’ itu tidak tepat___ ‘sangat memuaskan’ mungkin lebih tepat.

 

Sedikit konyol, karena Sunghyun sama sekali bukan pribadi yang pervert seperti itu. Bukan namja yang mudah terangsang dan berada dalam kondisi hard. Sangat sulit memancing membernya untuk berdiri tegak. Hahaha…. Tapi entahlah, semuanya terjadi seperti begitu saja dan Sunghyun sepertinya tak bisa melakukan apapun.

 

Mungkin karena mereka kembar, maka jadi seperti itu. Mungkin juga karena mereka ‘benar-benar’ kembar hingga seperti itu. Ataukah ini adalah keajaiban dari bayi yang lahir karena peri? Tak ada yang  benar-benar mengerti.

 

.

 

.

 

Kembali ke keadaan di kamar bernuansakan coklat monkey dan kuning pisang.  Lantai kayu di kamar itu terlihat sangat berantakkan. Seragam Sunghyun dan Junior berserakan dimana-mana, ditambah dengan buku tugas mereka. Lampu remang yang menambah kesan romantis dan juga musik yang sedikit mellow. Jangan lupakan suara desahan dan bunyi yang ditimbulkan karena penyatuan tubuh mereka itu.

 

Untung saja bed yang  mereka tiduri cukup kuat. Sama sekali tak mempedulikan keadaan sekitar, juga keadaan didalam rumah mereka. Ah… sangat kasihan karena Sang Umma harus menyingkir akibat tak tahan mendengar desahan putranya.

 

Sunghyun masih mencoba meraih ring yang melingkar di juniornya. Ring yang menahannya untuk cum. Sungguh sangat frustasi.  Tapi, sama sekali tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya ditahan oleh tangan Junior. Namja tampan yang masih setia tersenyum diatas Sunghyun itu benar-benar menyebalkan.

 

Sunghyun sudah hampir menangis karena menahan cum-nya.

 

“Junnie…. lepaskan ring itu…ahhss…”

 

Sunghyun melenguh tak karuan. Sedangkan Junior___ namja itu  masih sibuk menjilati dada terbuka Sunghyun. Menggoda dan sesekali menggigit nipple mungil Sunghyun. Belum lagi tangan nakal Junior yang sudah sibuk meremas butt Sunghyun. Sama sekali tak mempedulikan Sunghyun yang benar-benar harus cum sekarang juga.

 

Dan seperti sengaja saat Junior malah menggerakkan pusat tubuhnya dengan sangat pelan. Membiarkan ujung membernya itu benar-benar menyentuh lembut titik terdalam di tubuh Sunghyun.

 

“Argghhh… Junnie please… ahhhhhsss….”

 

Mendengar suara memelas Sunghyun, Junior merasa semakin senang dan  semakin menikmati permainan yang ia ciptakan.

 

“Aku kira kau menyukainya.” Junior sengaja berbisik pelan di telinga Sunghyun. Kemudian  dengan lembut ia menjilat lagi daun telinga Sunghyun yang memang sudah basah.

 

Sunghyun menggeleng pelan. “Jebal… aku harus cum… ahhh…..” ia menatap lembut pada Junior. Akhirnya, sebuah senyuman tercipta di wajah Junior. Namja itu mengangguk pelan.

 

“Baiklah…”

 

Junior melepaskan cock ring itu dan kemudian dengan cepat kembali menggerakkan tubuhnya, semakin menusuk masuk dan dalam. Berkali-kali terus mengenai titik kenikmatan Sunghyun. Membuat namja itu semakin menggeliat dan berteriak tak karuan. Sunghyun meremas kuat bahu Junior dan menariknya untuk lebih mendekat padanya.

 

Pikirannya seakan terbang ke langit saat ia merasakan cairan itu keluar dari membernya. Beberapa tembakan hangat… yeah, karena Sunghyun sudah menahan cumnya sejak beberapa menit yang lalu.

 

“Ahhhsss…. Junnie…”

 

Sunghyun kembali mendesah saat ia merasakan Junior mencoba untuk menarik pelan membernya dari dalam holenya. Sunghyun tersenyum saat ia merasakan ciuman singkat di dahinya. Sunghyun membuka mata dan menemukan wajah tampan Junior di atas wajahnya.

 

“Ah… sangat melelahkan.” Sunghyun bernafas lega dan mulai mengatur tubuhnya. Kakinya otomatis turun dari pinggang Junior.

 

Junior tertawa kecil. Ia kemudian mendekatkan wajahnya hingga hidungnya bersentuhan dengan hidung Sunghyun. Kemudian memainkannya untuk menciumi seluruh wajah Sunghyun.

 

Sunghyun tahu, jika Junior mungkin akan melakukannya lagi. Namja tampan itu tak pernah puas jika hanya bermain sekali saja. Junior segera menangkap wajah Sunghyun dan kemudian menghentikannya tepat didepan wajahnya. Sedikit menarik wajah Sunghyun, untuk keberapa kalinya__ ia mencium lagi bibir manis namja itu.

 

“Eung… sudah cukup Junnie…”

 

“Eh? Wae?” Junior memasang wajah kesalnya. Seperti biasa, dia selalu saja tak terima jika harus berhenti ditengah jalan. “Aku masih kuat beberapa ronde lagi.”

 

“Kita punya banyak tugas, kau ingat? Dan kurasa kau juga belum menyelesaikan tugas dari Han Seonsaengnim.”

 

“Ck…” Junior berdecak kecil. “Ayolah, sekali saja. Nde…???”

 

“Tidak.” Sunghyun menggeleng dan kemudian mencoba berdiri dari poisinya. “Sekali bermain dan itu menghabiskan waktu 2 jam.”

 

“Tapi__”

 

“YAH!!!!”

 

Sebuah teriakan berhasil menginterupsi acara merengek Junior. Dia tahu persis teriakan itu berasal dari depan pintu kamarnya. Kemudian terdengar beberapa teriakan lainnya dan juga gedoran (?) pintu yang cukup ekstrim disertai dengan handle yang terus bergerak memaksa untuk terbuka.

 

“Qie Umma.” Sunghyun berbisik pelan dan kemudian ia memanfaatkan kesempatan saat junior lengah. Dia segera beranjak dan berlari menuju toilet yang ada dikamar itu. Dia perlu membersihkan tubuhnya.

 

Junior melengos  saat menyadari tubuh Sunghyun sudah menghilang dibalik pintu toilet kamar mereka. Ia  menatap nanar pada pintu yang sedikit begetar itu. “Umma!!!Kau mengganggu sekali.”

 

“Mengganggu apa???Anak bodoh! Hentikan kegiatan kalian.”

 

Junior beranjak malas dan kemudian ia meraih boxer pendek di lemarinya dan memakai sekenanya, ia berjalan mendekati pintu dan membukanya. “CK… “ Berdecak pelan saat melihat seorang namja cantik dengan rambut blondenya yang khas toping jamur itu tengah berkacak pinggang menggunakan kedua lengan kurusnya. “Kenapa menolak saat Appa mengajak Umma ikut ke Jepang?”

 

“Kau!!!”

 

Hyukkie gemas dengan putranya yang satu ini. Selalu saja menyerang balik saat ia mencoba menyadarkan ke’error’an otak putranya. Hyukkie hendak mengomel lagi, tapi Junior keburu memasang wajah malasnya. Benar-benar mirip dengan Hae.

 

“Sudahlah Umma~”

 

“Lee Eunhae!!!”

 

Dan akhirnya, Junior mendapatkan beberapa jitakan gratis di kepalanya. Namja tampan itu hanya bisa meringis menahan sedikit denyutan nyeri di ujung kepalanya. “Auww… appo Umma!”

 

Sementara itu, Sunghyun menghentikan acara berendamnya dan kemudian mengintip dari celah kecil di pintu toiletnya.

 

“Salah Umma, kenapa mendengarkan kami.” Junior masih mencoba bernego dengan Hyukkie. Dan hal itu semakin membuat Hyukkie menyesal.

 

“Kalian mendesah keras seperti itu, bagaimana bisa aku tak mendengar. Pabbo!!! Cepat selesaikan tugasmu!”

 

“Heuh!!! Seharusnya Umma ikut appa saja!”

 

“Yah!!!!”

 

“Auwhhh… jangan telingaku Umma!!!”

 

Junior mendapat jeweran gratis ditelinganya. Dan hingga sekarang memerah. Hyukkie memang sangat gemas dengan putranya ini. Dia benar-benar pervert.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Pagi yang sangat cerah dan tentu saja masih ribut seperti biasanya. Minhyun yang selalu saja heboh di pagi hari. Terlebih karena dia diharuskan home schooling, yang sepertinya membuat Kie lebih direpotkan lagi oleh Minhyun yang selalu mengharuskan namja itu untuk sarapan di rumahnya.

 

Yeah, ini karena Kyuhyun yang tak memperbolehkan mereka tinggal dalam satu rumah, meski Kie sudah memiliki sebuah apartemen kecil untuk mereka tinggali bersama. Alasannya sangat klasik, karena Minhyun benar-benar yeoja yang merepotkan.

 

Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Kie diwajibkan untuk mencicipi hasil masakan Minhyun. Untunglah Kie namja yang pengertian, sehingga dia tak terlalu banyak komplain tentang semua keinginan Minhyun. Minhyun memang sengaja belajar memasak dan mencoba menjadi istri yang baik. Tapi, bukan berarti dia akan menghilangkan sifat manjanya.

 

Ah…. kedua insan ini benar-benar sangat cocok.

 

Semuanya terlihat sangat baik. Yah, jika kasat mata (?) mungkin terlihat seperti itu. Tapi aslinya, apa yang terjadi dirumah megah ini benar-benar menakjubkan.

 

Sibum yang entah sejak kapan menjadi bagian dari keluarga Cho. Dia sudah seperti supir (?) pribadi yang siap  mengantar dan mengawal Kyumin kemanapun namja itu pergi.

 

Kyuhyun dan Sungmin yang setiap hari juga sepertinya semakin disibukkan dengan perusahaan mereka, karena Appa dan Umma Cho sudah pensiun dan hanya ingin berlibur dan bersenang-senang  setiap harinya.

 

Dan yang terakhir ___Sunghyun.

 

Junior sangat menyayanginya. Tentu saja, dan terlebih namja tampan itu sangat menunjukkan usahanya untuk membuat Sunghyun benar-benar jatuh cinta padanya dan BERHASIL___ mereka sekarang tak terpisahkan.

 

.

 

.

 

.

 

Dan sekarang, namja manis ini tengah menunggu Junior. Dia duduk dengan posisi paling nyamannya di barisan depan bangku penonton di gedung olahraga. Lengkap dengan air mineral dan handuk. Juga tas ransel milik Junior yang berisi perlengkapan mandi dan baju ganti.

 

Sunghyun juga masih setia melihat setiap gerak-gerik Junior. Namja itu terlihat lincah dan selalu berhasil melakukan three poin. Tak ada yang bisa mengingkari, bagaimana hebatnya sang mantan ketua klub basket itu. Yeah, Junior memilih mundur dan memberikan jabatannya pada yang lain. Ia tak mau kehilangan  banyak waktu bersama Sunghyun hanya untuk sibuk bermain basket. Ah… masih banyak hal yang bisa mereka lakukan berdua.

 

“Tampan…”

 

Sunghyun menggumam pelan dan kemudian tersenyum. Yeah… mau diapakan lagi?  Junior atau Lee Eunhae memang semakin lama semakin tampan. Tentu saja ini juga karena Sunghyun benar-benar merawat namja itu.

 

Tapi … tapi… tapi…___ untuk saat ini terlihat berkali lipat lebih tampan!!!

 

Saat ia memainkan kecepatan tangannya men-dribble bola dan saat melompat memasukkannya  kedalam ring. Ah… keringat yang membasahi seluruh wajah dan tubuh Junior semakin membuat namja itu terlihat bersinar dimata Sunghyun. Dan begitu juga, senyuman di wajah Sunghyun. Tanpa di komando pun, wajahnya akan membentuk sebuah senyuman manis. Terlebih saat melihat Junior memberikan flying kiss untuk Sunghyun setiap kali namja itu berhasil mencetak angka. Ah… Sunghyun semakin menggila.

 

Sunghyun sudah tersenyum-senyum aneh sedari tadi. Dan terkadang terlihat semburat merah dipipinya saat melihat bayangan samar abs Junior yang terlihat dibalik kaus putihnya yang basah.

 

Untunglah, Sunghyun duduk menyendiri dan tak berbaur dengan yang lain__ jadi kegilaannya sedikit samar terlihat.

 

“Kulihat kau mulai terbiasa?”

 

Sebuah suara mengganggu keasyikan Sunghyun. Dia menoleh ke sisinya. Namja yang sekarang berkacamata itu menyodorkan sekaleng coke padanya.

 

“Gamsha, Kie…”

 

“Kulihat kau mulai terbiasa, dengan Junior.” Kie duduk tepat disisi Sunghyun dan mulai melihat kearah lapangan. Ia terkekeh pelan saat menyadari perubahan di wajah Sunghyun.

 

Wajah Sunghyun sedikit memerah. “Bukan terbiasa. Mungkin saja karena dia yang selalu berusaha.”

 

“Baguslah kalau begitu.” Kie tersenyum kecil. “Aku sudah menanyakannya pada Umma.”

 

Sunghyun menoleh dengan cepat dan kemudian segera menyeret tangan Kie. Membawanya menyingkir dari tempat yang bisa dikatakan ramai itu. Mereka akan membicarakan hal yang benar-benar privat dan bahkan Junior pun tak berhak tahu tentang hal ini.

 

Hei, tadi mereka tengah menonton latihan basket Junior. Sudah bisa dipastikan banyak siswa lain yang ada disana dan bisa saja mereka mendengar percakapannya dengan Kie.

 

Sunghyun membawa Kie ke tempat duduk yang sedikit lebih tinggi dan berada di belakang. Dia kemudian tersenyum. “Jadi bagaimana? Apakah ada cara?”

 

“Apakah memang membebanimu?”

 

Dahi Sunghyun berkerut mendengar pertanyaan Kie. “Tentu saja membebaniku. Kau tak tahu, Junior itu pervert dan aku tidak. Aku juga berbeda dari Minhyun. Huah…. yeoja hamil itu menyusahkan.”

 

Tapi sepertinya, kenyataan berbicara lain. Kie mngulurkan tangannya dan menunjuk tepat di leher belakang Sunghyun. “Hickey itu__”

 

Dengan cepat Sunghyun menutupnya. Kie hanya tertawa kecil melihat tingkah gugup Sunghyun.

 

“Ahhahaa… Kurasa hickey itu sudah cukup menjelaskan. Ada baiknya kau menganggapnya biasa, atau mulailah terbiasa.”

 

“Haishh….Kie…” Sunghyun menoleh frustasi. “Apakah kau tak pernah berfikir? Junior itu pervert. Juga Minhyun___ dia benar-benar tak kenal waktu. Dan kau juga, apa kau tak kasihan dengan calon baby yang ada diperut Minhyun? Kalian melakukan itu hampir tiap hari dan sepertinya tak ada hari tanpa bermesraan.”

 

Kie membenarkan kacamatanya dan kemudian bersandar ke bangku lain yang ada di belakang tubuhnya. Ia tersenyum kecil dan seperti mulai membayangkan waktu di masa lalu.“Dulu tidak seperti ini.”

 

“Yeah, karena dulu kau tak melakukannya dengan Minhyun. Tapi sekarang, sepertinya kau terkontaminasi hal yadong dan itu sangat parah.”

 

Jawaban singkat Sunghyun sukses mengundang tawa dari Kie.

 

“Ish… sudahlah. Bagaimana hasilnya? Apa yang dikatakan Wookie Umma?”

 

Kie menoleh, menatap Sunghyun. Dan dengan wajah polosnya itu, Kie malah tertawa. Sunghyun semakin gemas dan hampir mati penasaran. Dia harus menemukan caranya, untuk menghilangkan jalinan ‘pervert’ yang ditularkan Minhyun padanya.

 

Kie akhirnya hanya menggeleng. “Tak ada cara apapun.”

 

“Oh… Mwo!??” Kedua mata Sunghyun membulat. Ia memposisikan duduknya untuk tegap menatap Kie. “Apa maksudmu? Wookie Umma bisa melakukan semuanya ‘kan?”

 

Kie mengangguk. “Yeah, memang seharusnya seperti itu. Tapi, entahlah___ Umma tak mau menjelaskan mengapa dia tak bisa melakukannya. Tapi, kau bisa tenang karena semua jalinan itu akan hilang seiring waktu.”

 

“Kapan?”

 

“Jika Minhyun sudah melahirkan baby kami.”

 

“Huah… itu masih lama sekali.” Sunghyun terduduk lemas. Dia mengacak rambutnya dan kemudian menggenggam kedua tangannya gemas. “Ini gara-gara kau!!! Kie, kau harus bertanggung jawab. Apapun caranya, kalian tak boleh melakukannya lagi.”

 

Kie lagi-lagi tersenyum. “Bukankah kau suka? Bahkan kau sering menginap di rumah Junior.”

 

“I-Itu…. karena…”

 

.

Greeeppp…

.

 

“Karena dia ingin__”

 

Kata-kata itu menghentikan penjelasan gugup Sunghyun, terlebih ia merasakan rangkulan di lehernya. Lengan basah dan juga bau keringat, sudah bisa dipastikan itu adalah Junior. Junior mencuri ciuman kecil di pipi Sunghyun dan kemudian mengusap dagu namja itu menggunakan tangannya yang melingkar di leher Sunghyun.

 

Sebenarnya Sunghyun merasa risih. Dia juga sudah menggeliat kecil untuk melepaskan rangkulan Junior. Tapi, sepertinya namja tampan itu sama sekali tak mempedulikan Sunghyun. Dia malah asyik menyeka keringatnya dan kemudian malah menarik Sunghyun semakin dekat kepelukannya.

 

“Memang apa yang ingin kau lakukan___ yeppo…?”

 

Suara Junior yang sedikit dibuat-buat, sukses memberi rona merah diwajah Sunghyun. Sunghyun akhirnya memilih menunduk dan membiarkan Junior terus menggelitik telinganya dengan bisikan-bisikan aneh.

 

“Huah… sudahlah. Sebaiknya aku pulang. Minhyun pasti menungguku.” Kie yang tidak tahan melihat pasangan di hadapannya yang sibuk bermesraan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka.

 

Tapi, baru berapa langkah saja__ Kie sudah berhenti. Ia seakan teringat sesuatu dan kemudian kembali mengukirkan senyuman aneh di wajahnya. Ia menoleh pada Junior dan Sunghyun yang masih berada di posisi mereka semula.

 

“Ah… Sungie Hyung…”

 

“N_Nde…”

 

“Tadi Ming Mommy menanyakan, apakah kau akan pulang atau tidak?”

 

“Eoh???”

 

Melihat wajah bingung Sunghyun, Kie kemudian kembali tersenyum. Menunjukkan senyum innocent tanpa rasa bersalahanya.

 

“Ming Mommy hanya  berpesan, jika kau tak pulang ke rumah___ sebaiknya jangan membuat keributan di rumah orang. Qie Mommy sempat harus mengungsi di rumahku dan itu sangat merepotkan.”

 

Butuh beberapa detik hingga akhirnya Sunghyun tahu apa yang sebenarnya di maksudkan Kie. “Yah!!!! Awas kau!!! Aku seperti itu juga karenamu, kau dan Minhyun sama menyebalkannya!!!”

 

Kie hanya tertawa mendengar teriakan Sunghyun. Dia benar-benar puas menggoda namja yang terbilang alim dan kalem itu.

 

“Ish… Junnie, ini salahmu.”

 

Sunghyun menunjuk tepat di hidung Sunghyun.

 

“Aku???”

 

“Nde!!! Kau pervert!!!!”

 

Melihat wajah kesal Sunghyun, Junior malah semakin mengembangkan senyumannya. Dia mengacak gemas rambut Sunghyun dan kemudian merah jemari namja itu.

 

“Sudahlah, jangan bertingkah manja di sekolah.”

 

“Eoh?”

 

“Heum… wajah manjamu itu hanya untukku, arraseo?”

 

“????”

 

Sunghyun menoleh pada Junior. Dia menatap tak mengerti. Dan wajah Sunghyun, benar-benar terlihat berkali lipat lebih menggemaskan. Namja yang satu ini memang sedikit polos dan juga benar-benar natural.

 

“Sudahlah. Kajja, ikut aku mandi.”

 

“Yah!!!! Aku tak mau ikut kesana. Sebaiknya aku menunggu di taman saja.”

 

Junior mengangguk pelan. “Ouh… OK. Tapi, jangan marah jika nanti banyak yeoja yang akan mengintip.”

 

Pandangan Sunghyun ikut terarah pada titik yang ditunjukkan oleh Junior. Di sudut itu, sekumpulan yoja sudah berbisik aneh. Ish… benar-benar menyebalkan.

 

Sunghyun menunduk dan kemudian ia beranjak dari duduknya.

 

“Aku ikut. Tapi tidak ada permainan apapun. Kau harus cepat mandi dan kita pulang.”

 

“Nde…. baby… “

 

.

Chu~

.

 

Dan satu ciuman gratis di pipi Sunghyun. Junior melakukannya dengan sangat manis. Ah… yang bisa dilakukan Sunghyun hanya tersenyum manis dan membiarkan rona merah diwajahnya.

 

“Kawaii!!!!”

 

.

Chu~

.

 

Satu ciuman lagi___

 

“Junnie, berhenti menciumku. Kau membuatku malu.”

 

“Neomu yeppeo…”

 

.

Chu~

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, ada caranya?”

 

“Nde.”

 

Kie mengangguk yakin. Dia baru saja menemui Minhyun dan menidurkan yeoja itu. Dan sekarang, dia harus meluruskan satu hal bersama Sunghyun.

 

“Aku baru menanyakannya pada Umma lagi, dan dia baru ingat jika kau bisa mematahkan ‘kutukan’ itu.”

 

“Eoh…benarkah?”

 

Kie mengangguk yakin. “Tapi, aku sedikit tak yakin apa kau akan bisa melakukannya atau tidak.”

 

“Wae? Apakah sangat sulit?”

 

Kie menggeleng tak pasti. Dia kemudian menatap Sunghyun. Memegang kedua bahunya dan kemudian menatap dalam kekedua mata foxy itu. Hal yang dilakukan Kie ini, membuat Sunghyun sedikit takut. Pikirannya mulai memikirkan hal-hal aneh.

 

“W_Wae??”

 

“Heuh… aku tak yakin kau bisa melakukannya.”

 

“Eoh…. katakan saja. Aku akan berusaha.”

 

“Tapi, kuharap kau tak perlu memikirkannya. Kau hanya perlu menunggu sampai Minhyun melahirkan jika kau tak bisa melakukannya.”

 

“Baikla-baiklah. Katakan saja.”

 

Kie menjauh dari Sunghyun. Ia kemudian merebahkan tubuhnya di kasur nyaman Sunghyun. Ia melepaskan kacamatanya dan kemudian menatap Sunghyun. “Kau ingat Key?”

 

“Eh?”

 

“Kau masih ingat dia tidak?”

 

“Eum..” Sunghyun mengangguk. “Wae?”

 

“Kau harus menciumnya jika benar-benar ingin benar mematahkan kutukan itu.”

 

“Men-mencium???”

 

“Nde…” Kie menoleh pada Sunghyun. Dan kedua matanya seakan mengintimidasi namja manis itu. “ Right on her lips.”

 

“Mwo!!!!”

.

 

.

 

TBC

.

.

.

.

Semoga ini ga melenceng jauh yah…

Terima kasih sudah membaca!!!

Arigatou!

38 thoughts on “CSTS | Side Story | JunSung | Ch. 1 |Nc. 17

  1. kyaaaaaaaaaaaaaa, akhirnya ada side story junhyun ><.
    tp btw key itu nugu?? -_-V, kenapa pula minhyun jadi pervert, apa itu karna bawaan bayinya?? o.O. kalo si junior pervert mah itu udah keturunan dari duo haehyuk =_=.

    dilanjut ne eonnie xD, di tunggu lagi side side story selanjutnya xD

  2. uwaaaaaaaaaa…………… senangnya, akhirnya side story nya keluar juga….
    pengen yang moment sibum ma sandeul yang banyak y, trus moment untuk kyumin (parents) n umin baby jga, soalnya moment mereka dikit………..
    gamsahe…………

  3. Huwaaaaaaaaaaaa yeyy~
    akhir’a ff fav ku apdet jg…
    Dh gtu apdet prtama tentang
    couple junhyun…
    Bener kata eonnie!!!
    Couple inii makin hari makin imut
    and romantis😉
    hyunie udah cinta ma junie itu
    yang bikin aq suka ma couple ini..keke
    aahh aq suka junie yg pervent and
    hyunie yg malu-malu mau..keke
    aigooo lanjut ne eonnie…
    Aq paling suka couple junhyun..hihi
    fighting eonnie!!

  4. Kyaaaaa…… Udah lama nggak buka wp ini malah nemu cerita ini ^^
    Saya suka bnaget sama junsung couple ^^
    Omo, omo, junie-nya pervert banget >///<
    Lanjut chingu!!!! ^^
    대박!!! ^^

  5. hohoho.. Sunghyun galauuuuuuuu… Mau donk eonn minkie momentnya..!!!! Ma aegya aegya yg lainnya jga..
    Dtnggu next chap ne eonn…

  6. yeay ! Akhirnya Muncul juga side storynya😀

    tpi side story kyumin nya kapan ?udah kangd sma mereka -_- lanjut lanjut lanjut

  7. Seneng bget akhir’y side story’y keluar?

    Sunghyun harus cium key untuk mematahkan ”kutukan”-Nya??
    Apa reaksi junior yh klo tw?…

    Ah makin penasaran?…
    Jgan lupa couple lainnya yh?
    Kangen banget ma couple kyumin?

    Tunggu lanjutan’y??…

  8. loh kok kutukan sih??,, bukannya kutukannya menyenangkan,,, junior pasti nggak setujuh sama cara untuk mematahkan kutukannya,,, lagipula kan junior pasti suka sama kutukannya,,, hehehe lanjuttttttttttttt eon,,,

  9. wahhhhhhh… seru2…………… lanjut chingu….. memeangnya usia kandungan minhyun masih berp???? beruntungnya junior… hehehe

  10. Uwwaaaaaaahhh seruuuuu bngeeeett oniiiee !!! Suerr dahhhh !!! Lanjut trus onni ! Jgn nyerah (?) Aq akn sllu mnunggu karya” yadong terbaru mu onnie *hug seneng bngt d bkinin slidestry nyaAaaaaa :’)

  11. nahlo……
    harus nyium key…..
    di amuk onyu+jujun nanti……

    ayo bikin side story nya lagi…..
    kiehyun, bumin nya belom….

  12. wah…koneksi pervert(?) antara sunghyun n minhyun bnar2 mrugikan(?) sunghyun n mnguntungkan junior y hehehe, mreka memang kembar ajaib ckckck…
    tpi kok ga dlanjut sih?
    pnasaran sma sunghyun dia bkal cium key ga hehe
    ok sgitu az ya dtnggu chap. slnjut’y… HWAITING..

  13. aku udah lllaaaammmmaaaa bgt gak buka wordpress ini… >,<'
    Sekalinya buka,,,udah ketinggalan jauh bangatz daah…hahaha
    Tp aku msh inget dikit2 fanfic2 yg dulu sempet di baca…jadi kangen😉
    Di lanjut terus ya karyanya…semangat…!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s