Top to The Toe | KyuMin | YAOI | OS

.

533293_167139313413954_1645101600_n

.

.

Ini bukan tentang apa dan siapa?

Ini tentang bagaimana?

Bagaimana aku melihatnya?

Bagaimana aku memposisikan dirinya?

Bagaimana aku memposisikan diriku?

Bagaimana aku menghargainya?

.

.

Ini semua tentang sebuah proses…

.

.

Bagaimana aku dengan mudah, jatuh cinta padanya?

Tentang bagaimana dia yang bahkan tak melakukan apapun untuk membuatku mencintainya.

Itu semua adalah satu proses__

Bagaimana keindahan hidupku terbentuk saat ini?

Tentang semua caranya membuat dirinya terlihat sangat indah dimataku.

Ini adalah, tentang sebuah ikatan.

Bagaimana benang merah itu mengikat hidupku?

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

.

 

“TOP TO THE TOE”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin

–          Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, fluff, etc

Length : Oneshoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

Hati-hati, karena tingkat keGAJEan yang tinggi. Penderita DIABETES, dilarang mengkonsumsi (?) FF ini. Jika masih saja memaksakan diri, saya tidak menjamin kalau kalian akan dapat dikatakan orang waras lagi *lebay*

Yang di BOLD itu berarti dialog dimasa lalu yah

Hahaha…. CEKIDOT!!!

.

.

—>> CHO KYUHYUN POV

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Aku baru bangun pagi ini. Semua berjalan seperti biasanya. Tak ada yang istimewa.

 

Ataukah, semua hari memang istimewa?

 

Aku tidak tahu.

 

Setiap hari terasa lebih indah…. ah, ahniya. Bukan indah, tapi berwarna. Terkadang berwarna biru, terkadang juga berwarna kuning, dan juga bahkan sangat sering berwarna PINK. Aish…. warna itu hampir membuatku sakit mata.

 

PINK dikamarku, PINK di dapurku, dan bahkan PINK dikamar mandi dan TOILET-ku. Aku sempat heran, bagaimana bisa dia menemukan closet berwarna PINK menyala dan memasangnya di kamar mandi kami tanpa sepengetahuanku. Aish…. nae namja, benar-benar…

 

Dan juga, semua perlengkapannya. Dari bed sheet, sampai ke sendok kami. Memang tidak sepenuhnya berwarna PINK, tapi sendok itu entah bagaimana bisa memiliki ukiran BUNNY berwarna PINK.

 

MY PINKY baby….

 

.

 

.

 

.

 

Hari ini masih sama seperti hari kemarin. Dan hari ini pula, aku bangun lebih dulu darinya. Ah… aku lupa mengatakannya, ini tahun ke-6 kami bersama. Kami baru merayakan ulang tahun baby kami semalam. Ah… dia benar-benar namja yang hebat, dia__ Cho Sungmin.

 

Seseorang yang selalu saja mengganggu mataku, menyakiti hatiku, dan bahkan membuat nafasku sesak. Tak jarang pula, membuatku terkena serangan jantung dadakan.  Dan mungkin, aku harus benar-benar mengurangi kadar gula dalam setiap minuman dan makananku. Namja  ini berhasil membuatku diabetes.

 

Bukankah dia benar-benar err…. AWESOME!!!!

 

.

 

.

 

.

 

Perlukah aku menceritakannya?

 

Perlukah kalian tahu?

 

Ah… kurasa tak perlu. Aku tak mau membagi meski sedikit saja kecantikan Sungmin.

 

Hei…!!!

Jangan berteriak padaku dan mengatakan aku namja pelit.

 

Kalau pelit untuk semua yang berkaitan dengan Lee ah… Cho Sungmin, itu wajar saja bukan? Kalian harus ingat, dia MILIKKU!

 

Hei, jangan memohon padaku untuk menceritakannya. Puppy eyesmu bahkan lebih jelek dariku. Sudahlah, tidak akan mempan. Lebih baik close ff  ini dan cari yang lain saja.

 

Gomawo!!!!

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Eum… baiklah, kalian yang memaksa.

 

Aku akan menceritakan setiap detailnya, dari setiap titik indah yang menyatu menjadi tubuh cantik itu. Dan jangan lupakan, semua sikap dan sifatnya. Dan ini FREE tanpa imbalan apapun. Bukankah aku sangat baik???

 

Tentu saja, aku pantas menjadi satu-satunya namja yang dimiliki Sungmin.

 

_Oke, itu pengecualian untuk Uri Little baby yang kami adopsi 4 tahun yang lalu_

 

.

 

.

 

Hanya membayangkan semua kenangan kami saja, aku hampir gila.

 

.

 

.

 

.

 

Mulai dari rambut hitamnya. Dulu tak berwarna hitam. Namja manisku ini, memang yeah… bisa dibilang fashionista. Sebenarnya, bukan dia. Tapi Hyung-ku. Heechul Hyung menjadikannya seperti boneka manekin hidup.

 

Ia seperti memiliki kuasa penuh atas semua sudut keindahan di tubuh Sungmin, dan bahkan Sungmin sendiri sepertinya tak berhak berpendapat.

 

Seringkali rambut Sungmin berwarna blonde saat itu. Tapi, memang___ dan sebenarnya aku setuju dengan pendapat Heechul Hyung. Dia semakin cantik dengan warna rambut seperti itu. Semakin terang dimataku, hahaa… sampai sangat silau.

 

Aku masih ingat saat pertemuanku dengannya dulu.

 

“Kau siapa?”

 

“Aku… sebenarnya aku…”

 

“Kau boneka Heechul hyung yang baru?”

 

“Eih???

 

Dan saat itu pandanganku fokus ke kedua mata foxynya. Mata yang membulat dan bening. Sangat cantik. Jangan lupakan bibir pink dengan shape M yang benar-benar menggemaskan. Pouty___ seakan memaksaku untuk memakannya.

 

“Maksudku, apa kau model baru?”

 

“Oh… nde. Aku model baru. Sebenarnya tidak baru juga sih, selama ini aku bekerja di bagian desain. Tapi, Heechul hyung mengatakan wajahku sangat manis.”

 

Dan saat ia memuji dirinya sendiri, terlihat sangat lucu. Kedua pipinya merona merah, aigoooo!!!! Aku gila!

 

“Jadi dia memintamu berhenti di bagian desain dan menjadikanmu modelnya.”

 

“Nde.”

 

“Dan juga rambut blondemu itu___??”

 

“Ah…. ini sebenarnya ide Heechul Hyung. Dia bilang aku akan terlihat lebih manis jika rambutku berwarna seperti ini.”

 

Sungguh, dia memang sedikit narsis saat itu. Tapi, memang dia sangat cantik. Aku sering melihatnya sebelumnya. Dia berkacamata dan rambutnya sedikit aneh atau bahkan bisa disebut kuno. Mungkin, memang tangan Heechul hyung benar-benar ajaib. Dan kurasa, aku harus terus berterima kasih padanya.

 

 

Dan jangan lupakan, dia masih pemalu. Saat  pertama bertemu denganku saja, dia selalu menunduk saat berbicara denganku. Pada suatu hari,di butik Heechul Hyung__ aku pernah berbuat sangat konyol dan bahkan aku berani menjamin, bahwa itu perbuatan terkonyol yang  pernah aku lakukan.

 

Sungmin pernah menunduk dalam dan bahkan sangat dalam, hingga suaranya sedikit tak terdengar dan aku mulai merasa aneh. Mungkin saja dia tersinggung dan marah padaku sampai menangis. Aku segera meraih kotak tissue dan kemudian menyodorkannya padanya.

 

Dia memang menerima tissue dariku, tapi__

 

“Ini tissue. Aku minta maaf karena terlalu banyak bertanya. Aku hanya penasaran dengan keluargamu.

 

“….”

 

“Ah… apakah aku mengingatkanmu pada kedua orang tuamu yang sudah meninggal?”

 

“….”

 

“Jebal, jangan membuatku semakin bersalah.”

 

Saat itu aku sudah putus asa. Bahkan sudah sedikit frustasi. Ayolah, aku sudah jatuh cinta padanya dan aku  harus memilikinya. Tapi, apakah memang harus pendekatanku berakhir se-tragis  itu?

 

Dan pada kenyataannya malah__

 

“Hatchi! Huks…. hatchi!!!!”

 

Dia bersin!!!!!

 

Ya Tuhan….!!!

 

Aku sudah hampir gila dan kukira dia menangis dan kenyataannya dia hanya pilek???? DAMN!

 

Aku sangat malu, bahkan sepertinya seluruh karyawan dan termasuk Heechul Hyung tengah menertawakan kebodohanku.

 

SIAL!!!

 

“Aku hanya pilek, Kyuhyunie.”

 

Huwa!!! KYUHYUNIE….!!

Itu pertama kali dia memanggilku seperti itu. Ah… hatiku___ jantungku____ REMUK JANTUNGKU_

 

Entahlah, saat itu meski aku sangat malu tapi rasanya senang sekali. Hahaha… benar-benar memalukan. Bagi seorang Kyuhyun yang tampan, hal bodoh itu benar-benar membuat reputasiku jatuh dan harga diriku langsung ‘murah.’

 

.

 

.

 

.

 

Ah, mengingat kedua matanya___ aku akan mengatakan satu rahasia kecil. Mungkin bisa disebut telepathy. Yeah, dia menggunakan kedua matanya saat dia tak bisa menggunakan bibirnya untuk berbicara padaku.

 

Ini adalah satu hari dimana aku mengajaknya untuk makan di salah satu restoran kesukaanku.

 

Aku memang sering kesana, dan saat memasuki restoran itu dia juga sangat senang. Tapi, karena hampir semua pelayan mengenalku jadilah mereka mengganggu acara kencanku.

 

Saat itu salah satu pelayan blonde___ dan itu memang restoran Italia__ duduk didekatku, sedangkan Sungmin  memang duduk dihadapanku.

 

Saat itu, aku memang belum resmi menjadi kekasih Sungmin. Tapi kami sudah bisa disebut sangat dekat. Dan saat itu Sungmin menatapku tajam sambil memutar-mutar garpu spaghetinya.

 

Mata itu seakan menghipnotisku dan seakan memerintahku untuk mengusir yeoja yang memang sengaja bergelayut dibahuku.

 

Aku tak bisa begitu saja mengusirnya dan lagi pula, hal itu seperti sudah biasa. Memang orang pelayan disana sangat terbiasa berbuat seperti itu.

 

Tapi sepertinya Sungmin tak bisa terima. Dia marah dan kemudian membanting garpunya. Bergegas memakai mantel hangatnya dan kemudian meninggalkan aku.

 

Aku langsung memberikan uang dan tip kepada pelayan itu, dan kemudian mengejar Sungmin ke luar restoran.

 

Terlihat jelas, dia sangat kesal. Sampai menghentak-hentakkan langkahnya dan juga berjalan sangat cepat.

 

Aku mengejarnya dan mendapatkan satu tangan kanannya. Menariknya untuk mengikuti langkahku. Saat itu dia hanya diam dan menurut.

 

Kami berhenti di taman bermain yang tak jauh dari restoran itu. Aku mendudukkannya di atas ayunan, dan kemudian berjongkok dihadapannya.

 

Dan pemandangan didepanku benar-benar indah.

 

Wajah Sungmin marah, malah terlihat merona merah. Dan kedua mata itu kembali menatapku tajam. Seperti ada kemarahan, seperti ada kebencian, kekecewaan. Ah, mungkin berlebihan.

 

Tapi, bukan itu saja yang menjadi perhatianku.

 

Dia menggigit bibir sexynya. Bibir itu memerah karena gigitan giginya. Aku menangkupkan kedua tanganku di pipinya, memaksanya untuk berhenti menggigit bibirnya___ hanya dengan mengusap bibir bawahnya menggunakan ibu jariku.

 

Perlahan, sepertinya kilatan kemarahan di matanya menghilang. Dia saat itu malah mempoutykan bibirnya.

 

Aku meraih kedua tangannya dan mencium punggung tangannya. Mencium dan menghirup lama. Bau saus jamur dan juga sedikit bercampur dengan wangi vanilla.

 

“Jika kau marah, itu artinya kau menyukaiku. Dan aku senang akan kenyataan itu.”

 

“Ak-aku….”

 

“Ssttt…”

 

Saat itu aku meletakkan jemariku dibibirnya. Semakin terkunci pada bibir plumpnya dan kemudian mendekatkan jarak antara kami.

 

Aku bisa merasakan setiap hembusan nafasnya. Nafas hangat dan juga wangi. Juga genggaman tangan kami yang semakin erat.

 

Dan aku mendapatkannya.

 

HIS FIRST KISS

 

Jangan tanyakan bagaimana aku tahu, jika ciuman saat itu adalah ciuman pertamanya. Hei, itu mudah. Karena saat itu bibir Sungmin terasa sangat manis. Terlebih, Sungmin tak melawanku dan bahkan tak mengikuti permainanku. Dia hanya berusaha kecil untuk memanjakan bibirku dan menghisapnya.

 

“Eumhh….”

 

“Mmmhh….”

 

“Ahhh…. hoshh….”

 

“Ahh…”

 

“Yah, Kyuhyunie mau membunuhku?”

 

Daat itu wajah memerahnya benar-benar cantik. Terlebih terkena cahaya orange dari  langit. Benar-benar pelangi___ pelangi yang diturunkan Tuhan diatas sana.

 

“Apakah kau menyukai yang tadi??”

“Apanya?”

 

“Ciuman kita.”

 

“It-itu__”

 

“Jika kau menyukainya berarti kau mencintaiku.”

 

“EH???”

 

“Saranghaeyo, Lee Sungmin. Jadilah namja-ku, my only namja…”

 

“K_Kyunie…”

 

“Jawablah.”

 

“Nde, aku mau menjadi namja Kyunie, hanya milik Kyunie.”

 

“Saranghae…”

 

“Nde, nado saranghaeyo.”

 

Dan saat itu aku dan dia meresmikan hubungan kami. Kami berciuman lebih lama dan lebih lama lagi. Aku bahkan sudah meremas bokong sexynya. He has a very cute butt. Ah…. membayangkannya saja aku semakin gila.

.

 

.

 

Aku mengulurkan tangan kananku untuk mengusap bibirnya. Dia masih tertidur lelap saat ini. Mungkin dia kelelahan mempersiapkan pesta semalam.

 

Aku hanya bisa tersenyum melihatnya lagi. Bibir ini adalah hal termanis yang pernah aku kecap. Selain sikapnya yang sangat manis, dan juga tingkah manjanya___ bibir manisnya juga salah satu faktor yang membuatku terkena penyakit diabetes.

 

Hahaha…. bukankah aku konyol sekali???”

 

Ah, jangan lupakan penyakit jantungku.

 

Aku masih terus berdebar saat melakukan ‘sex’ dengannya. Entahlah, padahal kami sering melakukannya bahkan hampir setiap hari dulu. Tapi kehadiran baby kami membuat jadwal bercinta kami jadi berantakkan.

 

Dan aku juga pernah merasakan sesak hingga hampir mati dan juga jantungan dalam waktu bersamaan. Hatiku sakit karena kebodohanku sendiri.

 

Aku lupa untuk menjemputnya di Incheon. Dia pergi untuk mengantarkan wedding dress dan memasangkannya ke pengantin itu.

 

Saat aku kesana, pesta pernikahan itu bahkan sudah selesai. Dan Sungmin belum sampai dibutik ataupun rumahnya. Aku sudah sangat panik dan kemudian menelfon Heechul Hyung. Dan dia malah menyalahkan aku.

 

Berulang kali aku mencoba menghubungi Sungmin dan saat itu aku benar-benar frustasi.

 

Aku  berhenti di pinggir jalan, sedikit jauh dari rumah itu. Duduk diatas kap mobilku dan merenungkan kebodohan dan kelalaianku.

 

Aku bersedih, dan benar-benar putus asa.

 

Tapi, sepertinya kenyataan tengah mempermainkanku.

 

.

Tap….

.

 

“Hossh… hossh…. Kyunie-ah….”

 

Nafasnya tersengal-sengal dan sepertinya dia habis berlari.

 

“Ming?”

 

“Aish… Kyuhyunie kenapa dipanggil tidak mau berhenti. Lihat, aku jadi kelelahan karena berlari mengejarmu.”

 

“Eh? Kukira kau sudah pulang, jadi__”

 

“Babo!!! Makanya, kau tanya dulu dengan pelayannya. Jangan hanya melihat  mereka beres-beres, dan kau menganggapku sudah tidak ada disana.”

 

“Mianhe… hehehe…”

 

“Ish, sudahlah. Kajja, kau harus membelikan satu porsi besar es krim coklat strawberry.”

 

Dan dia juga sempat mengatakan berat badannya turun hanya karena dia harus berlari hari itu. Hahhaa…. benar-benar lucu.

 

.

 

.

 

Aku melihat namja yang berada ditengah-tengah kami.

 

Entah sejak kapan dia bangun.

 

Aku juga sempat heran dengan namja ini. Namja yang baru semalam berusia 4 tahun ini kenapa sangat mirip dengan Sungminku. Yeah, meski dia anak adopsi.

 

Kedua mata mereka memiliki tipe yang sama. Dan memang, dia seperti Sungmin kecil bagiku.

 

“Hei …baby boy….” Aku menyapanya dan mengacungkan genggaman tanganku padanya. Mengajaknya tos ala pria.

 

“Hei… appa…!!”

 

“Sssttt…. jangan keras-keras. Nanti Ming appa bangun.”

 

“Eum…”

 

Dia mengangguk cepat dan berkedip beberapa kali. Aigoo!!! Neomu kyeopta!

 

Aku kemudian memeluk baby Sandeulie dan menepuk-nepuk bokong berpampers miliknya. Memaksanya untuk tidur kembali dan memelukku.

 

“Tidurlah lagi, hari masih pagi.”

 

“Nde…”

 

Dia memang sangat penurut, bukankah dia baby yang baik?

 

Dan tak lama kemudian dia sudah sibuk dengan ibu jarinya dan terlelap kembali.

 

Baiklah, mari kita lanjutkan penjelajahan kita.

 

.

 

.

 

“Upss…”

 

Aku melihat hickey di lehernya. Aigo!!! Besok pasti belum hilang. Aku masih ingat dengan jelas, bagaimana Heechul Hyung memukuliku dengan brutal karena memberikan satu hickey di leher Sungmin.

 

Hari itu, aku tak tahu jika Sungmin harus melakukan pemotretan untuk mengisi lembar depan a.k.a cover di salah satu majalah yang memang rutin menggunakan desain dari butik Heechul hyung untuk majalahnya.

 

Dan itu adalah kesempatan Sungmin untuk mengembangkan karirnya. Aku benar-benar merasa bersalah saat itu.

 

“Yah!!! Kenapa kau membuat hickey disana? Dasar babo!!!!”

 

“Appo! Hyung, berhenti memukuliku.”

 

“Bagaimana berhenti??? Kau membuatku harus memundurkan jadwal Sungmin untuk penerbitan bulan depan. Cho Kyuhyun!!! Aku rugi besar!”

 

Saat itu aku dipukuli oleh hyungku, dan masih mending dia memukulku dengan tangan kurusnya yang sama sekali tak berotot itu. Biasanya dia akan melemparku dengan potongan tubuh manekin yang ‘naked’ yang ada disekitarnya.

 

Saat itu aku langsung lari dari butik Heechul Hyung dan tentu saja membawa Sungmin bersamaku. Menyeretnya untuk ikut denganku tanpa mempedulikan teriakan Heechul Hyung.

 

“Mianhe, Ming. Karena hickey itu, kau harus menunda pemotretanmu.”

 

“Ahniya, gwenchana.”

 

Kami berbicara didalam mobilku. Aku menepikan mobilku di tepi jalanan taman kota yang benar-benar indah. Sangat cantik dengan daun yang berguguran.

 

Dan semakin cantik, saat aku menoleh ke sisiku. Sungmin tengah tersenyum padaku. Aku menarik tengkuknya dan kemudian meniup pelan matanya agar menutup. Memberikannya ciuman singkat di bibirnya.

 

Chu!~~~

 

Dan tersenyum saat melihat ia masih menutup kedua matanya. Aku kembali mendekati wajahnya dan menekan tengkuknya untuk mendekat padaku___ dan…

 

Aish… aku tak tahan lagi. Aku segera mengangkat baby boy kami dan memindahkannya kekamar dinginnya. Kamar yang berada tepat disebelah kamar kami. Untung, kamar baby boy kami berwarna shappire blue dengan campuran warna yang membentuk gelombang lautan yang sangat cantik.

 

Untunglah, Sungmin tak membiarkan sedikitpun warna PINK di kamar itu.

 

Baiklah, Sandeulie sudah tidur dengan baik, sekarang saatnya melanjutkan fantasiku.

 

Aku tak ingin berfantasi lagi. Aku akan mengecapnya langsung.

 

Aku kembali tiduran didepan Sungmin, dia memiringkan tubuhnya hingga aku bisa menghadap ke arahnya. Wajahnya sangat tenang seperti malaikat.

 

Aku mengurutkan wajahnya dengan jemariku. Telunjukku menyentuh hidungnya yang benar-benar cantik. Juga ibu jariku mengusap pipinya yang sangat kenyal. Hingga turun ke lehernya yang begitu halus dan selalu memberikanku wangi yang benar-benar memabukkan.

 

Dan sementara itu kedua mataku tetuju pada bibirnya. Bibir merah yang sedikit terbuka, membuatku tak tahan untuk menyusup (?) kedalamnya.

 

Aku semakin mendekatkan wajahku dan mengulurkan lidahku, memasukkannya perlahan dan memaksanya untuk menikmati gerakan lidah nakalku.

 

“Eunghhh…”

 

Ahahha… aku suka menggodanya. Dan hebatnya lagi, dia tidak terbangun. Baiklah, aku akan berhenti mengganggu tidur lelahnya. Aku mengusap punggungnya dari balik selimut tebal kami. Turun hingga menemukan sexy butt-nya.

 

Benar-benar sexy dan sangat eughhh…

 

Kau tak akan pernah tahu rasanya, dan aku tak akan membiarkanmu tahu.

 

Ah…. dia benar-benar….

 

.

 

Oke… berhenti berfikiran mesum pagi-pagi.

 

Aku mendudukkan tubuhku dan mulai mengagumi tubuhnya lagi. Bahkan jemari kakinya juga sangat bersih dan cantik. Aku mencium ibu jari kakinya, membuatnya sedikit tersentak kaget.

 

Hahhaa…. benar-benar konyol. Entahlah, aku senang melakukan ini. Mengagumi tubuhnya.

 

Aku masih ingat, saat itu dia harus memakai baju yeoja. Model androgini???

 

Ah, bukan seperti itu. Tapi ini lebih ke tantangan yang dilakukan Heechul Hyung dengan calon Semenya.  Hangeng hyung__ dia akan menerima Heechul hyung menjadi kekasihnya jika dia bisa menunjukkan blue ocean di pakaian yang akan ia pakaikan pada Sungmin.

 

“Neomu yeppeo…”

 

“Benarkah??? Apakah tidak aneh aku berpakaian seperti ini?”

 

Sebenarnya saat itu memang sedikit aneh, karena didadanya terdapat bola gumpalan entah apa itu. Tapi selebihnya dia benar-benar sexy. Tubunya, seperti gitar dari Spain (?). Meliuk tak karuan dan sangat sexy.

 

Dengan pakaian yang membalut tubuhnya pas dan menunjukkan bahunya yang lebar dan putih. Sesungguhnya aku tak rela saat melihatnya mempertontonkan dirinya sendiri di fashion show aneh itu.

 

Tapi, semua seakan tertipu dan menganggapnya yeoja betulan.

 

“Sebaiknya aku berganti baju sekarang, Kyunie…”

 

“Jangan!!!”

 

“Wae?”

 

“Pakai saja terlebih dahulu. Dan aku akan mengantarmu pulang ke apartemenmu.”

 

Sebenarnya saat itu aku tak berniat merusak pakaian yang merupakan master piece dari Heechul Hyung. Tapi, pakaian itu sangat mengganggu saat aku ingin memasukkan tanganku untuk memanjakan junior Sungmin.

 

Damn!!!

 

Baju sexy itu berhasil membuatku ingin menerkamnya.

 

Argghh…. Kyuhh…”

 

“Ahhhss…. Ming…”

 

Dan sangat sexy saat aku hanya menaikkan gaun itu dan bercinta dengannya dalam keadaan seperti itu. Aku memang membuka zipper pada bagian samping dress itu dan kemudian terus merabai dada penuh Sungmin.

 

Ah…. sex kedua kami juga bagian yang terbaik.

 

.

 

.

 

Aku kembali menatapi Sungmin. dia sedikit bergeser dan sekarang dalam posisi telentang (?)

 

Sepertinya, dia memanggilku untuk melakukannya lagi.

 

Aku mengangkangi (?) tubuhnya dan menahan beban tubuhku dengan kedua kaki dan tanganku. Menurunkan tubuh bagian atasku hingga wajah kami berhadapan dengan pas.

 

Aku meniup kedua matanya, memaksanya untuk  bangun.

 

“Eungh…. 5 menit lagi.”

 

Suaranya serak.

 

Tapi itu malah terdengar sangat sexy.

 

Dan aku tak akan membiarkannya tidur lagi. Hei, 5 menit juga bisa digunakan untuk foreplay kami. Aku menurunkan tubuhku lagi, hingga aku bisa merasakan hangat tubuhnya.

 

Aku mengecup pelan puncak hidungnya dan kemudian sedikit menggigitnya. Hingga akhirnya aku menurunkan bibirku untuk merasakan manisnya bibirnya.

 

“Annnhh….”

 

Aku tak akan membiarkannya tidur.”

 

“Eummmppp…..”

 

Dan aku harus menyelesaikan urusan pagiku dengan juniorku.

 

“Kyuhhh!!! Arghhh….”

 

Hahhaa… dia mendorongku saat aku meremas kuat juniornya dan mengocoknya perlahan dari dalam celana piyamanya.

 

“Oke, Kyuh!!! Arghhh… stoph… ahhhh…”

 

“Wae? Kau tak suka?”

 

“Bukan begitu. Kau tahu bukan, aku tak suka jika masih berpakaian seperti ini. Juniorku sakit.”

 

“Oke, baiklah.”

 

Aku tersenyum seduktif dan kemudian mendorongnya.

 

Menarik turun celana piyamanya dan kemudian mulai memanjakan juniornya.

 

“Ahhss… Kyuhhh….”

 

Mengulum lagi dan lagi.

 

Aku suka lolipopku ini.

 

Dan sialnya, saat aku masih begitu ingin menikmati morning sex kami___

 

“Appa…!!! Hukss… huwaa!!! Appa!!!”

 

“ Ommo, Sandeul…! Kyu, aku lupa membuatkannya susu.”

 

Ish… lagi-lagi anak itu menggagalkan rencanaku. Dasar menyebalkan!!!!

 

Oke, morning sex pagi ini pun juga harus gagal. Aku hanya bisa diam meratapi juniorku yang sudah sangat tegang.

 

Tak bisa menunggu Sungmin, karena setelah minum susu__ maka bayi menyebalkan itu akan minta mandi, minta main dan makan dan kemudian sekolah dan aku kekantor dan___

 

‘Arghhh!!!! SANDEULLIE!!! Kau menyebalkan sekali.’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

END

.

.

Ini ga romantis, ga fluff… and juga postingnya kemaleman. Mianhe…!!!

Ps: abaikan TYpo

.

39 thoughts on “Top to The Toe | KyuMin | YAOI | OS

  1. waaahhh,,,, jarang2 nih kyu’s side, btw, tanya donk….beberapa fic yang aku baca sekarang kebanyakan nama anak kyumin itu sandeul, meskipun disini adopsi sih…..apakah memang ada tokoh nyata nya? soalnya klo dulu biasanya anaknya kyumin namanya minhyun atau sunghyun. gomawo….^_^

  2. Rainy… Keren… Bhsax ringan tp bagus bgt…
    Ahhhahahha manis2 lucu gmn gtu certax….
    Keliatan bgt klo kyu jatuh cnta stgh mati sm min….
    Tp ngmg2 kasian tu si kyu d gantungin gtu… Aahahhah

  3. ngakak guling2 liat kyu opa gagal lg..
    he…
    yg sabar ya kyupa…
    keke…
    but so sweeet…
    romantis n berkesan…
    q suka kyupa posesif ma ming opa…

    ming opa emang imut nya berlebihan apalgi klo rambutnya d blonde..
    ah cetar membhana deh liatnya jg
    ..
    q suka ff ni …
    kerend….
    #bow

  4. waaahhhhh… stuju bgt dech sama sosok ming yg d’ceritain kyu d’sini… ming emg kya malaikat, love kyumin family with baby sandeullie…

  5. hahahaha kyu ksian yahh ck ck ck
    yg sabar ya kyu
    pengambaran tokoh yg sangat baik
    sungmin disini polos sekali wkwk
    keep writing ka
    new reader😀

  6. lagi lagi gantung TT tapi kereeeeeeennn huaaaaa thor buat drabble humor dong,tapi kaya bersambung gitu dan judulnya beda beda #apaini ehehe itu sarang aja ko thor😀

  7. wah…. wah…. wah…. kyu benar2 mengagumi ming….. untung j dy rela membagi critanya dg kita…. gomawo…. kyu memang baik… hehehe

  8. Huaaa…
    posterhya cocok banget deh beneran!!
    bener2 kyuhyun yang menceritakan semuanya.
    Hahahaa
    ehm.. sandeul memang sll perfect jadi anak kyumin!
    Hahahaha
    kasian kyuhyun pasti harus menuntaskan urusan nya sendirian.
    ckckckck

  9. Aaaaaaa,, keluarga manis yg bahagia sekali.
    Pas banget ada baby sandeul. Hahahaha
    Pantessss.
    Daebak buat storynya.
    Kyu memaparkan min dengan behgitu manis. Aku suka manis itu.
    ┼┼ee┼┼ee..┼┼ee┼┼ee..

  10. aku suka gaya bahasanya
    hmm sabar ya kyu
    ming juga masih on tuh😄

    ceritanya manis
    hanya ada di beberapa bagian yang aku kurang ngerti #ini sayanya yang babo -_-

    over all nice
    i like this ff (y)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s