Angel…? | Part B/end | 2shoot | KyuMin | YAoi

.

.

Makan malam romantis. Menu makanan adalah hasil susah payahnya mencoba memasak sebaik mungkin selama seharian ini. Masih setia mengenakan clemeknya dan kemudian memanggang satu per satu daging yang sudah ia siapkan sedari tadi. Steak istimewa buatannya dan juga pesta barbeque.

“Ini sangat romantis.”

Sungmin tersenyum saat melihat cahaya yang dipancarkan 3 lilin kecil yang berada di meja makan. Dan semua sudut di apartemen minimalis itu seakan sudah disulap seperti cerita di film romantis.

Bunga dan lilin cantik disetiap celahnya. Ruangan yang sangat harum dan juga indah.

“Ini seperti aku melihat hujan bintang.”

Sungmin bergumam kecil saat ia melihat dari kejauhan, titik-titik berwarna kekuningan yang terlihat dari balik pintu slide yang terbuat dari kaca. Pintu yang menghubungkan kebalkon luar itu seperti gerbang menuju langit yang penuh bintang.

“Hae-ah…. ini indah sekali.”

“Ah… tentu saja. Dan semuanya aku siapkan khusus hanya untuk seorang Lee Sungmin.”

Sungmin membiarkan rona merah menghiasi kedua pipinya, ia tersanjung dengan semua perlakuan namja tampan yang tengah menjamunya ini. Sungmin tersenyum kecil dan melangkah keluar pintu itu. Ia menghirup wangi lilin beraroma terapi. Sungguh, suasana yang sangat menenangkan.

.

.

.

“Kau menyukaiku?”

Hae mengangguk dan kembali menunjukkan senyuman innocent-nya yang sungguh membuat wajah itu terlihat semakin tampan. Siapa yang tak akan meleleh?

“Tapi, aku dan Kyuhyun___ kau tahu bukan, dulu kami…”

Hae meraih tangan Sungmin dan mengecupnya. “Ada waktu dimana kau mencintainya, dan ada waktu dimana kau akan mencintaiku. Anggap saja sekarang adalah waktumu untuk mencintaiku. Bagaimana?”

“Oke.” Mengangguk ragu hingga akhirnya membiarkan Hae untuk memeluknya. “Mungkin,ini patut dicoba.”

“Gomawo.”

.

.

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

~ANGEL…???~

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin

–          Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, Fluff etc

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

—->>>> ANGEL….???<<<——

Part B

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, kau sudah berpacaran dengan Sungmin-ku?”

 

“Mwo? Sungmin-KU ?” Hae tertawa pelan dan kemudian menghentikan acara makannya. Ia memutar tubuhnya dan kemudian menghadap Kyuhyun. “Apa maksudmu dengan Sungmin-ku? Kau harus ingat dia itu milikku sekarang, bukankah kita sudah DEAL?”

 

“Ish…” Kyuhyun mencibir pelan hingga tak terdengar, hanya berupa mimik bibir yang menunjukkan betapa kesalnya ia mendengar kabar gembaira (?) yang dibawa oleh Hae. “Kau pasti menyuapnya.”

 

“Aku tak melakukan apapun. Aku hanya mengatakan aku menyukainya, dan tentu saja dengan suasana romantis di apartemenku, candle light dinner masakanku sendiri dan juga iringan musik yang membuat suasana semakin indah.”

 

Kedua mata Hae berbinar membuat Kyuhyun semakin panas. Kedua tangannya sudah mengepal hingga buku-buku ditangannya memutih, tapi Kyuhyun tetap berusaha menjaga wibawa dan harga dirinya.

 

“Ouh…. hanya rayuan gombal standar dan murahan. Sudah kuduga, dia namja yang seperti itu.”

 

“Eoh? Seperti itu bagaimana?”

 

“Yeah… gampang dirayu dan gampang berpindah hati.”

“Ck… bukankah sama denganmu, Tuan Cho.”

 

Kedua pasang mata mereka bertemu, hingga akhirnya mereka tertawa terbahak. Tak tahu pasti apa yang menjadi alasan dan bisa membuat mereka tertawa sesenang itu. Benar-benar aneh.

 

Suasana kembali hening saat mereka kembali sibuk menyantap bento yang katanya di buatkan oleh masing-masing kekasih mereka. Hae kembali mengangguk dan tersenyum senang setiap kali ia mengambil menu di dalam kotak bekal itu.

 

“Tak kusangka, Sungmin pintar memasak. Meski bentuknya sedikit aneh, tapi ini enak seperti masakan Umma.”

 

“Uhhuk…”

 

Kyuhyun terbatuk. Ia baru ingat jika yang membuatkan bekal Hae sudah pasti ‘mantan’ kekasihnya.

 

“Kenapa sajangnim?”

 

“Ah, ahnieyo…”

 

“Kau pasti iri padaku? Heum…. memang, Kibum itu orang Korea tapi jangan lupa kalau ia besar di luar negeri sana. Huh… isi kotakmu benar-benar seperti makanan orang Eropa.” Hae mengangkat kotaknya dan melewatkannya dihadapan Kyuhyun.

 

“Wuah… harumnya, khas Lee Sajangnim. Wangi stowberry vanila dan coklat dan juga sangat menggoda. Membuatku lapar terus hahaha…..haha….”

 

Hae kembali tertawa terbahak karena merasa menang dari Kyuhyun. Ck… sikap mereka berdua memang benar-benar kekanakkan.

 

“Heuh… Cuma bekal ini, kau pikir aku iri?”

 

“Eh… bukan Cuma bekal, sajangnim. Tapi masih banyak hal lain lagi.”

 

“Memangnya apalagi?”

 

“Nanti sore, Nae Sungminnie akan berkunjung lagi kerumahku. Aku akan mengganti wallpaper kamarku dengan warna yang  dia inginkan. Ah… mungkin sesekali dia bisa menginap dan kami bisa___”

“MWO??? Bisa apa hah??!!! Beraninya kau Lee Donghae!”

 

“Hei!!! Tenang bung!!!!”

 

Hae mendorong pelan dada Kyuhyun. Ia menempatkan Kyuhyun kembali dikursinya.

 

“Kau tak seharusnya marah. Dan lagi pula, aku mencintai Sungmin dengan tulus. Aku tak akan semudah itu bercinta dengannya, jadi kau tenang saja.”

 

“Yah!!! Mana bisa begitu??? Dasar ikan mesum.” Kyuhyun kembali berapi-api. Ia melemparkan sumpitnya ke depada Hae. Sementara itu, sang terdakwa (?) hanya tersenyum tak jelas. Entahlah, mungkin ada yang salah dengan otaknya.

 

“Kau bukan kekasih Sungmin lagi, jadi apa salahnya? Sekarang dia milikku, jadi mau berfikiran mesum pun itu bukan masalah.”

 

“Huah…. kau ini benar-benar…” Kyuhyun menggeleng pelan. Sepertinya ia tengah berusaha menahan kemarahannya. “ Apa kau tak takut aku pecat hah??? Kau pikir, akan kau beri makan apa Sungmin-ku nanti?”

 

“Ah… sama sekali tak takut. Sungmin ‘kan banyak uang, dan kau juga tak mungkin memecatnya karena Tuan Lee juga menanam modal dan pemilik 50% saham.”

 

Jika ini adalah manga, maka di kepala dan hidung Kyuhyun pasti sudah penuh dengan gambar asap. Ia mendidih sampai mengepulkan asap luar biasa. Kemarahannya sudah sampai diubun-ubun.

 

“Yahhh!!!! PERGI KAU IKAN!!!!”

 

Dan secepat kilat, Donghae menyingkir dari ruangan Kyuhyun. Tapi, sepertinya ikan kita yang satu ini memang tak punya pemikiran yang dinamakan perasan tak enak atau apalah itu namanya. Yang jelas, ia tetap  tersenyum sesaat sebelum pergi dan menutup ruangan Kyuhyun.

 

“Ah….” Hae membuka pintu ruangan Kyuhyun lagi, setelah beberapa detik menutupnya. Dan malah seperti biasa saja, ia melenggang santai dan kemudian meletakkan kotak bekal dari Sungmin ke atas meja Kyuhyun.

 

“Cha…. ini bekal dari SUNGMIN-KU.” Memberikan penekanan pada pengucapan nama Sungmin yang selalu diberi akhiran KU. Dan seperti tanpa adanya penyesalan atau rasa tak enak hati, Donghae menepuk bahu Kyuhyun.

 

Sebenarnya, Kyuhyun sudah sangat marah. Sangat terlihat dari tatapan mematikan yang ia tujukan pada Hae. Tapi, sepertinya ikan polos kita yang satu ini benar-benar tak pernah berfikiran seperti itu.

 

“Apa maksudmu, meletakkan kotak ini disini?”

 

“Eum… mungkin kau ingin merasakan ‘benar-benar makan.’ Aku dengan senang hati memberikannya untukmu. Aku sudah kenyang jadi…” Hae menepuk bahu Kyuhyun dan kemudian merendahkan tubuhnya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Kyuhyun. “Cha…. makanlah.”

 

.

1 detik…

.

3 detik…

.

5 detik…

.

 

“Yah!!! Lee Donghae!!!!”

.

Blam…!!!!

.

 

Dan si Ikan Mokpo ini sudah kabur entah kemana. Tapi, tetap saja suara tawanya terdengar sampai kedalam ruangan Kyuhyun.

 

“Ck…. menyebalkan sekali.”

 

Meski terus menggerutu, tapi Kyuhyun memakan bekal yang dibuatkan Sungmin.

 

“Heuh… rasanya masih sama seperti yang setiap hari aku makan. Ck…. benar-benar payah.”

 

Entahlah___

 

Tapi Kyuhyun bisa merasakan asin di mulutnya. Kedua matanya meremang dan ini sangat aneh. Ia menarik laci kecil yang ada di mejanya. Mengeluarkan sebuah frame berbingkai kayu hitam. Menatap gambar di frame itu lekat- lekat.

 

“Kau menyebalkan sekali, Lee Sungmin….”

 

Heuh… rupanya ia tengah merutuki seorang namja, bernama Lee Sungmin.

 

Kyuhyun meletakkan foto itu diatas mejanya dan sambil terus memakan bekal makan siang masakan Sungmin. melahap suapan demi suapan dan terus melihat foto itu lagi dan lagi.

 

“Awas saja, aku akan membalasmu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Lee Sungmin POV

.

 

.

 

.

 

Aku sungguh merasa tak nyaman. Apakah seperti ini perasaan seorang pengkhianat?

Ck… seharusnya aku tak merasakan ini. Semuanya berjalan begitu saja dan ini sangat gila. Hal ini sangat konyol dan membuatku kesal. Semakin bertambah kesal dan lagi dan semakin lagi.

 

Aku benci ketika jam makan siang tiba dan aku harus melihat Kyuhyun bermesraan dengan Kibum. Ish…. kenapa harus lagi? Kenapa harus melihat mereka?

 

Padahal aku sudah berusaha menjaga jarak dan menjaga intensitas pertemuan kami, tapi mengapa tetap saja bertemu dengan penjahat ini.

 

“Sudah aku bilang, kita tak usah makan siang disini. Dan see___ sekarang aku melihat mereka.” Aku memarahi Eunhyuk yang sedari pagi tadi tetap kekeuh (?) mengajakku untuk makan siang di cafe langganannya. Dan dengan alasan klasik Hyukkie yang mengatakan aku-harus-makan-ice-cream-banana-stawberry-coklat- siang-ini-juga- maka dengan berat hati, aku menyetujui kemauan Eunhyuk.

 

“Aish… menyebalkan sekali.”

Aku kembali memalingkan wajahku untuk menghadap kearah lain.  Sebenarnya sangat mengesalkan, saat melihat Kyuhyun dan Kibum masuk ke restoran yang sama denganku dan sialnya lagi mereka duduk tepat dihadapanku, seakan sengaja membuatk aku tak bisa memalingkan wajahku meski juga secara tak sengaja menatap mereka saling bersuapan mesra di hadapanku.

 

GOD~~~~

 

Mereka pikir aku ini batu yang sama sekali tak punya perasaan lagi?

Ayolah, aku dan Kyuhyun berpacaran selama 7 tahun dan itu bukan waktu yang sebentar. Bagaimana bisa aku melupakan masa-masa –indah- itu begitu saja???

 

“Tapi, dari yang kudengar__ Kyuhyun serius dengan Kibum.”

 

“Mwo?”

Aku kembali menatap kedepan menghadap ke wajah imut yang sekarang sedang menyebalkan ini-Eunhyuk- Menatapnya dengan tatapan mengintimidasi, mencari kebenaran dari semua yang ia ucapkan tadi.

 

“Kau serius?”

 

“Nde.” Eunhyuk mengangguk. “Aku tak bohong, aku bertanya sendiri pada Kibum saat aku mendengar pegawai lain menanyakannya dan memang benar.” Eunhyuk menggerakkan tangannya seakan memintaku untuk lebih mendekat padanya.

 

“Dan kau tahu, Kibum berbagi rahasia besarnya padaku.”

 

“Apa?”

 

Eunhyuk semakin menunduk dan berbisik lebih pelan ditelingaku. “Di jari manis Kibum itu___ “

 

“Nde….” Aku mengangguk mencoba mengumpulkan serpihan (?) kata-kata Eunhyuk.

 

“Cincin emas putih itu__”

 

“Cincin??”

 

Aku mengerutkan dahiku dan kemudian menatap kedua mata Eunhyuk. Ia menatapku balik dan kemudian mengangguk.

 

“Nde, cincin yang bermata kristal biru itu__”

 

Seperti biasa, Eunhyuk menggantungkan kalimatnya dan itu membuatku kesal setengah mati. Padahal aku sudah sangat penasaran. “Apa, Hyukkie…”

 

“Cincin itu adalah cincin yang rencananya akan Kyuhyun berikan padamu saat dipesta besok.”

 

“MWO!!!!?”

 

“Dan sekarang ia sudah memberikannya pada Kibum.”

 

“Aish… Jinja!!!!”

 

.

Brak….

.

 

Entahlah, mungkin aku sudah benar-benar gila.

 

Memukul meja kami –itu gerakan spontan yang terjadi begitu saja- dan mengundang perhatian semua pengunjung termasuk juga Kyuhyun dan Kibum. Hingga akhirnya aku memilih kabur dari tempat menyebalkan itu. Meninggalkan Eunhyuk – yang harus bersiap-siap mengeluarkan uangnya untuk membayar tagihan- dan segera pulang kembali ke kantor.

 

‘Ini hari yang buruk…’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“ArgghHH!!!”

 

Aku menggeram kesal. Berteriak sepuasnya dan melampiaskan kemarahanku. Toh ini apartemenku –meski Eunhyuk menginap diapartemenku malam ini- tak ada orang yang melarangku untuk berteriak sesuka hatiku.

 

“Apa yang harus kulakukan setelah ini?”

 

Aku menatap tajam pada Eunhyuk. Kulihat ia memundurkan tubuhnya, dan memeluk Mr. Smith untuk melindungi tubuhnya dari pukulanku –mungkin-

 

“Kau menyuruhku MAKEOVER, dan see___ aku sudah melakukannya.”

 

Aku berjalan mondar-mandir kesana kemari didepan Eunhyuk, aku sungguh gelisah.

 

“Dan aku juga sudah memacari Hae. Sudah melakukan saranmu untuk mencari yang lain. Tapi, Hyukkie___”

 

Aku mendekati Hyukkie dan kemudian duduk tepat dihadapannya. Menarik Mr. Smith kepelukanku dan menatap intens pada mata hitam Eunhyuk. “Itu tidak berguna. Kyuhyun memberikan Hae tugas yang sangat banyak hingga ia tak ada waktu untukku. Bahkan untuk sekedar bermesraan saat jam makan siang dan memanas-manasi Kyuhyun-pun tidak bisa.”

 

Aku mengepalkan kedua tanganku dan menggeratakkan (?) gigiku didepan Eunhyuk. “Aku kesal!! ARGGHHHH…! Menyebalkan sekali.”

 

Tapi, yang kuterima bukan dukungan emosional (?)dari Eunhyuk. Sahabat –yang katanya- setia ini sepertinya malah lepas tangan dan benar – benar tak mendukungku. Ia malah memberikan saran yang benar-benar membuatku merasa seperti  didorong untuk jatuh kedalam galian sumur yang dalam.

 

“Kalau begitu, kau memang benar-benar harus melupakan Kyuhyun dan mencoba untuk benar-benar mencintai Hae.”

 

“Yah!!!!”

 

Aku berteriak kesal dihadapannya. Aku menarik kesal telinga panjang Mr. Smith -untuk melampiaskan rasa gemasku karena aku tak tega memukuli Eunhyuk- menarik boneka pemberian Kyuhyun itu kepelukanku.

 

“Eunhyukkie!!!! Kau juga menyebalkan….!”

 

.

 

.

 

.

 

Dan pada akhirnya aku lebih memilih sendiri. Menyuruh Eunhyuk untuk tidur di luar kamarku –mengusirnya-  dan berharap dengan sendiri aku bisa lebih berfikir jernih dan benar.

 

Mengatur nafasku dan sesekali menghapus basah yang kurasakan sedikit keluar dari ujung mataku.

 

“Hikss…”

 

‘Mengapa aku harus menangis???’

 

Aku menatap ke layar ponselku. I-phone ku sudah retak karena tak sengaja terinjak tadi. Sudah mati dan tak bisa digunakan lagi.

 

‘Padahal itu pemberian Kyuhyun-KU… huwee…’

 

Huah… menangisi ponsel bodoh ini pun percuma, toh Kyuhyun tak akan menelfonku. Dia sudah sibuk dengan Kibum. Aku kembali menghela nafasku. Menunduk dan lebih memilih menatap pada Mr. Smith. Mulai berfikir tentang semuanya, juga tentang Kim Kibum.

 

Dia namja yang manis, dan memang benar-benar tak bisa ditolak. Pesonanya terlalu dan sangat berlebih hingga aku saja tak bisa untuk berlama-lama marah padanya. Jadi, bagaimana bisa aku menyalahkannya atas semua yang terjadi sekarang?

 

Oke…

 

Ini hanya terjadi karena kekesalanku pada Kyuhyun yang tak mengakuiku. Mengakui kebersamaan kami selama 7 tahun terakhir didepan publik.

 

Seharusnya si PABO itu meminta maaf padaku.

 

Tapi kenapa dia langsung berpaling dan memacari Kibum?

 

“Hikss…. Kyunie….”

 

Huwah…. aku menangis lagi. Ini sangat bodoh. Mengapa aku bisa sebodoh ini???

 

.

 

.

 

.

 

Hari ini pun tiba. Hari dimana diadakan pesta penyambutan khusus untuk colega bisnis dari luar negeri dan juga peresmian satu gedung anak perusahaan yang baru.

 

Heuh…. harusnya aku senang, karena hari ini gedung itu akan diresmikan. Gedung yang didanai oleh Cho appa dan juga appaku. Gedung yang tadinya akan menjadi sumber penghidupan kami berdua nanti.

 

Bahkan aku sudah mempunyai ruangan sendiri di gedung itu. Sebagai direktur utama di bagian pemasaran.

 

“Menyebalkan….”

 

Aku merutuki kebodohanku lagi. Heuh…. Mungkin ini waktunya untuk benar-benar menyerah.

 

.

Ting tong….

.

 

Aku mendengar bunyi bel apartemenku. Dan sudah kuduga, itu pasti Hae.

 

Aku berdiri dan kembali merapikan jas putihku. Aku menatap pantulan bayangan tubuhku dicermin. Terlihat sangat manis. Pakaian pesta ini dipilih Kyuhyun setelah mengetahui hari tepatnya diadakan pesta peresmian gedung itu.

 

Kenapa semuanya mengingatkanku pada KYUHYUNKU???

 

Aku mencoba menyemangati diriku sendiri. Kemudian segera bergegas keluar.

 

“Annyeong chagi…”

 

Mencoba memberikan senyuman terbaikku saat aku mendengar kata ‘Chagi’ yang diucapkan Donghae. Really… he’s not that bad.

 

Dia sangat tampan dan terlihat elegan. Juga sangat imut di waktu  yang bersamaan. Dan juga rambutnya yang ditata serapi mungkin. Dia juga sangat wangi, dan aku suka. Sangat maskulin.

 

Tapi, wangi Kyuhyun lebih dari ini.

 

Aku lagi-lagi mencoba mengatur hatiku sendiri. Memang, sebelumnya tak pernah ada yang mengajakku pergi kepesta karena aku dan Kyuhyun selalu berangkat terpisah. Tapi, mengapa harus Hae yang mengajakku ke pesta untuk pertama kalinya.

 

Yeah, jika boleh jujur….

 

AKU INGIN KYUHYUNKU.

 

Aku memasuki mobil putih Hae. Sungguh, namja ini benar-benar tahu bagaimana caranya memperlakukan kekasihnya. Dia membukakanku pintu mobilnya dan bahkan memasangkan sabuk pengamanku.

 

Memang__

 

Kyuhyun tak pernah berbuat seperti ini, tapi AKU INGIN KYUHYUNKU yang pertama kali melakukannya.

 

“Kau baik-baik saja???”

 

“Ah, nde. Tentu saja.”

 

Sungguh, aku mungkin sudah sangat jahat dan melupakan bagaimana perasaan Hae. Dia pasti lebih bingung dan lebih terluka dariku. Aku hanya mempermainkannya. Yeah, sebut saja begitu.

 

Tapi aku benar-benar tak ingin melakukannya, dan saat ini AKU INGIN KYUHYUN-KU…

 

“Eum…. sepertinya memang bukan seperti ini yang benar-benar kau inginkan.”

 

“Eh…?”

 

Aku merasa sedikit tertarik dengan pembicaraan Hae. Dan nada bicaranya yang rendah seakan mengatakan –aku –tak- baik-baik -saja -dengan apa yang akan-aku ucapkan sekarang.

 

Aku menatap Hae, dan kulihat dia menepikan mobilnya di pinggiran jalan. Sesungguhnya, aku juga bingung harus berlaku seperti apa sekarang ini.

 

Kulihat, Hae menghela nafasnya. Ia menoleh padaku dan aku melihatnya. Ia mencoba tersenyum padaku. Senyuman yang sungguh dipaksakan. Ya Tuhan, apakah aku sudah menyakitinya???

 

“Kyuhyun akan melamar Kibum malam ini.”

 

Mwo???

 

Batinku menjerit, tapi aku tak bisa menunjukkannya sekarang. Aku hanya memberikan tatapan tak percayaku pada Hae. “Benarkah?” mencoba dengan susah payah untuk tersenyum dan terlihat natural. Terlihat aku rela dengan kenyataan bodoh dan menyebalkan itu. “Baguslah…”

 

“Benarkah?”

 

“Nde. Itu kabar bagus.”

 

Hae menghadapkan tubuhnya padaku dan kemudian ia meraih tanganku. Mencium punggung tanganku dan mengusapnya lembut. Sungguh, perlakuan ini membuatku benar-benar semakin menginginkan Kyuhyun. Hhukss…. AKU INGIN KYUHYUNKU yang memperlakukan aku seperti ini.

 

“Bisakah kau jujur padaku?”

 

Hae bertanya dengan nadanya yang pelan dan lembut. Bahkan terdengar seperti berbisik.

 

“Maksudmu???”

 

“Sungmin Chagi, kuharap kau tak menyesal dengan semuanya.” Aku membiarkan Hae memberikan kelembutannya padaku. Membiarkan ia tetap menggenggam tanganku meski tubuhnya sudah menghadap kedepan.

 

Kami sama-sama diam dan hanya menghadap ke jalanan yang ada didepan kami. Jalanan yang cukup ramai.

 

“Aku hanya tak ingin, kau menyesali kenyataan yang akan terjadi. Semua tak akan berubah jika kau tak mau merubahnya.”

 

 

Aku mencoba menenangkan diriku. Sesungguhnya, sangat sulit melakukannya. Saat ini, aku merasa tercekik dan ingin memangis. Akh…. aku sungguh cengeng.

 

“Sudahlah…”

 

“Aku senang kau bersamaku, meski nantinya mungkin Kyuhyun akan melakukan hal gila padaku. Tapi  aku harap kau juga mulai berfikir bahwa dia sangat mencintaimu.”

 

“Heuh…” Aku menoleh pada Hae. Entahlah, rasanya campur aduk tak karuan. Aku merasa dibuang. Hae seakan membuangku dan melemparku pada Kyuhyun.“Apakah kau sedang mencoba untuk bernego denganku? Membuangku perlahan, seperti itu???”

 

“Ahniya, Sungminnie…” Hae menoleh padaku. “Aku sungguh mencintaimu, tapi sepertinya sama sekali tak terlihat dimatamu itu ada aku. Aku hanya tak ingin kau menyesali semuanya.”

 

Hae mendekatkan wajahnya padaku. Ia berbisik tepat dihadapanku.

 

“Untuk saat ini, aku bisa sedikit melonggarkan ikatanku padamu. Tapi, aku tak bisa berjanji jika aku bisa dengan mudah melepaskanmu setelah ini, setelah kau sadar bahwa kau memang benar-benar hanya mencintai Kyuhyun. Aku tak akan melepaskanmu jika kau pergi setelah ini.”

 

Hae tersenyum kecut.

 

“Aku memberikan kesempatan untukmu, dan ini  hanya satu kesempatan dan hanya ini yang bisa aku berikan. Sekali kau menjadi milikku aku tak akan membiarkanmu pergi.”

 

“H-Hae…”

 

“Kyuhyun akan melamar Kibum di atap gedung kantor kita. Aku tahu, itu tempat favorit kalian.”

 

“H_Hae….”

 

Suaraku semain hilang. Aku menatap pada wajah tampan dihadapanku ini. Rasanya tercekik. Sangat sakit karena tercekik oleh kedua tanganku sendiri. Aku merasa bersalah.

 

“Sekarang, tentukanlah perasaanmu.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Aish….”

 

Dengan tergesa aku memencet tombol lift. Dan sialnya, lift  bodoh ini tak kunjug datang. Ya Tuhan, aku tak bisa membiarkan Kyuhyun melakukan hal bodoh dan menikahi Kibum. Aku harus bisa menyadarkan Kyuhyun. Mungkin saja perasaan yang Kyuhyun rasakan pada Kibum hanya sementara, hanya pelarian dari rasa kesalnya padaku.

 

Aku bergegas menuju tangga darurat dan berlari sekuat tenaga menuju atap.

 

“Hossh… hossh….”

 

Aku mengatur nafasku sejenak dan berhenti tepat di pintu menuju atap kantorku. Aku merutuki dalam hati.

 

Aku mendengar alunan musik romantis dari balik pintu ini. “Hikss….”

 

Tibat-tiba seperti ada sesuatu yang menusuk jantungku. Rasanya sangat sakit. Beribu pemikiran merayapi otakku. Mungkin saja mereka sedang berdansa.

 

‘Ah… andweyo…’

 

Aku harus menghancurkannya.

 

Bergegas menuju pintu dan membuka kasar pintu itu.

 

.

Brak…

.

 

“Yahhh!!!!”

 

.

 

.

 

.
Lee Sungmin POV End

 

.

 

.

 

.

Brak…

.

 

“Yahhh!!!!”

 

Sungmin berteriak keras saat memasuki kawasan (?) atap. Dia terpaku pada tempatnya. Sama sekali tak ada tanda-tanda kehidupan. Tak ada Kyuhyun atau Kibum.

 

Ia berjalan ke tengah menuju ke meja yang sudah dipenuhi dengan 2 set makan malam romantis dan juga lilin. Candle light dinner.

 

Sungmin melihat ke sekitar. Ia menemukan player tua yang tengah mengalunkan suara musik indah yang membuat suasana semakin romantis. Bahkan dengan bunga, lilin dan banyak balon yang berserakan dilantai. Benar-benar sangat indah.

 

“Ah… mungkin saja mereka belum datang.”

 

Sungmin segera menghilangkan semua perasaan kagumnya. Ia menyusuri meja  makan itu dan tersenyum licik saat menemukan satu kotak merah kecil terikat dengan pita berwarna keemasan. Di bawah kotak itu, terlihat surat yang berbalut amplop berwarna coklat tua yang bertuliskan ‘For My Honey…’

 

Sungmin bergegas melihat isi kotak yang sudah bisa dipastikan bahwa isinya adalah cincin. Dan memang benar, isi kotak itu adalah cincin. Tapi Sungmin menggeram kesal.

 

“Ini cincin yang aku lihat di brosur. Ini cincin yang aku inginkan.”

 

Tiba-tiba, Sungmin semakin  merasa sakit dihatinya. Ia merasa benar-benar sudah dikhianati oleh Kyuhyun.

 

“Hikss…. bahkan kau memakai cincin pilihanku untuk melamarnya.”

 

Sungmin bergumam pelan. Ia sungguh merasa kesal saat  ini.  Sungmin bergegas menaruh cincin itu kembali ketempatnya. Perhatiannya kembali tertuju pada amplop yang mungkin berisi curahan hati dari Kyuhyun.

 

“Baiklah, Tuan SOK ROMANTIS. Aku ingin tahu, apa yang bia kau tuliskan untuk merayu namja nerd aneh menyebalkan itu.”

 

Sungmin masih berusaha untuk menahan gejolak emosinya. Ia benar-benar sudah putus asa, tapi juga merasa sangat kesal saat ia tak benar-benar bisa mengeluarkan kemarahannya.

 

“Huah…. tenanglah Lee Sungmin.”

 

Sungmin mencoba menenangkan dirinya sendiri. Ia membuka amplop itu dan kemudian mengeluarkan isinya. Selembar kertas yang sangat harum. Ia membuka lipatan kertas itu, dan sangat yakin bahwa tulisan dikertas itu adalah tulisan Kyuhyun.

.

 

.

 

‘Hi honey….

 

Ah… mungkin ini sangat mengesalkan bagimu. Baiklah, aku rasa ini adalah waktunya untuk berhenti bermain-main. Aku tahu kau pasti merasa keberatan dengan semua ini.

 

Eum… tapi, bisakah kau memberikan aku sedikit saja waktu untuk menjelaskannya padamu?

 

Yang pertama kalinya adalah…

 

Aku ingin mengatakan bahwa aku sungguh tak mencintainya. Dia namja yang baik, tapi tak cukup baik untuk mengerti aku. 

 

.

 

Sungmin merutuk kesal. Ia baru membaca satu bait teratas dan sudah merasa teramat sangat dibuang. Kyuhyun sangat memuji Kibum. Dan bahkan mereka berdua baru saling mengenal beberapa bulan kemarin.

 

“Ini menyebalkan sekali. Dasar playboy!!!!”

 

Sungmin berteriak keras mencoba meluapkan kemarahannya. Ia kembali mengatur nafasnya dan mencoba membaca kembali isi surat itu.

 

.

 

Kau adalah satu- satunya yang benar-benar berharga dalam hidupku. Bahkan disetiap hembusan nafasku dan aliran darahku. Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana hidupku tanpa melihat senyumanmu.

 

Sehari saja aku tak memakan makanan yang kau buat, seperti aku tak mempunyai tenaga untuk hidup. Kau seluruhnya arti hidupku, sangat berharga…

 

.

 

Sungmin sudah tak bisa menahan tangisnya. Entahlah, ia sendiri tak menyadarinya jika ia tengah menangis lirih. Hanya tulisan itu  terlihat remang hingga Sungmin perlahan harus menghapus air matanya agar tak mengganggu penglihatannya lagi.

 

.

 

Dan aku tak ingin menunggu terlalu lama. Aku ingin menghabiskan semuanya. Seluruh waktu dalam hidupku, seluruh yang aku miliki. Berbagi semua kebahagiaan kita, berbagi semua waktu kita.

 

Melihat anak-anak yang nanti akan kita miliki, melewati hari bahagia penuh tawa seperti yang kau inginkan. Ah… Aku tahu kau menyukai anak yang di panti asuhan itu.

 

Kita akan mengadopsinya dan merawatnya dengan baik. Mengajarinya banyak hal dan berbagi kebahagiaan bersama.

 

Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.

 

Jika menerimaku, pakailah cincin itu dan temui aku.

 

Sebagai tanda kau setuju untuk menikah denganku. Aku tahu, lamaran ini konyol tapi aku sungguh berharap kau menermianya.

 

Berbaliklah dan kau akan menemukanku.

 

.

 

Sungmin segera berbalik. Ia melihat kesegala penujuru untuk mencari  keberadaan Kyuhyun. “Hiks….”dan tangisnya tak terbendung lagi. Sungmin menutup mulutnya saat ia melihat siluet namja tampan yang kini membentangkan kedua tangannya.

 

“Apakah tak ingin memelukku?”

 

Suara bass itu terdengar sangat merdu.

 

“Ah… ayolah, aku tahu kau tak akan salah paham lagi kali ini. Bacalah sampai selesai, Honey…”

 

Dengan cepat Sungmin kembali membaca surat itu. Ia menuntaskannya dengan cepat, dan saat ia  sudah menyelesaikannya__ Kyuhyun sudah berdiri dihadapannya. Namja itu mengambil cincin yang tergeletak diatas meja. Mengambil satu cincin dengan ukirannya yang sangat cantik.

 

Kyuhyun meraih satu tangan Sungmin, mengecup punggungnya lembut. “Mianhe….”

 

Kedua pasang mata mereka bertemu. Dengan satu tangannya yang lain, Kyuhyun mengusap air mata yang keluar dari sudut mata Sungmin.

 

“Mengapa menangis???”

 

“Hiks…. mengapa kau menyebalkan sekali Cho Kyuhyun?”

 

“Ah…. aku hanya ingin membuat satu hal yang berbeda.” Kyuhyun mengangkat cincin itu di tangan kanannya. Dan kemudian berlutut dihadapan Sungmin, sambil tetap memegang tangan kiri Sungmin.

 

“Aku tahu, mungkin akhir-akhir ini aku sudah membuatmu marah. Aku hanya ingin, sesuatu yang tak terlupakan dalam sejarah percintaan kita. Aku tak peduli, dengan ‘Nerd’ Lee Sungmin ataupun ‘Awesome’Lee Sungmin. Tapi, jika boleh jujur aku sungguh tak menyukai kau mengumbar semuanya.”

 

Sungmin tertawa kecil.

 

“Aku tak suka kau menunjukkan sisi cantikmu pada semua orang. Itulah mengapa aku tak ingin menunjukkan siapa Lee Sungmin sebenarnya. Itulah mengapa aku selalu menyimpanmu untukku sendiri.”

 

Dan sekarang berganti Kyuhyun yang tertawa kecil. “Hehehe… tapi, kau malah marah dan memutuskan aku. Ah… tapi aku tahu, kau tak pernah bisa lepas dariku. Kau akan selalu mencintaiku, Bukankah begitu___ cantik???”

 

.

Blushhh…

.

 

“Ish…”  Sungmin mendesis pelan. Pipinya merona merah.

 

“Jadi___ maukah menikah denganku, Lee Sungmin?”

 

“…”

 

Diam.

 

“Hei, kau tidak mau?”

 

“Hikss….”

 

“Yah… kau menolak lamaran romantisku???? Aish… baiklah, mungkin aku akan menikah deng___”

 

“Yah…. kenapa menyimpulkan sendiri.” Sungmin menggeram kesal. Ia menahan senyumannya. Sungguh, meski cahaya terbatas__ tapi rona merah diwajah Sungmin masih saja terlihat.

 

“Jadi, Yeppeo… maukah menerimaku sebagai teman hidupmu?”

 

Sungmin mengangguk pelan. “Tentu saja….”

 

“Ahh…hahaha….”

 

Kyuhyun tertawa dan segera memasukkan cincin itu dijari Sungmin. Ia beranjak dari posisinya dan kemudian menatap kedua mata bening Sungmin.

 

“Kau sangat cantik dan bertambah cantik setiap harinya. Tapi sungguh, aku tak menginginkan semuanya melihatmu.”

 

“Aish… baiklah, aku akan kembali bertransformasi menjadi NERD Sungmin.”

 

Kyuhyun tertawa pelan. Ia mengusap bibir Sungmin dengan ibu jarinya. Dan entah sejak kapan, kedua lengan Kyuhyun sudah melingkar indah dipinggang Sungmin.

 

“Nde, memang sebaiknya seperti itu.” Kyuhyun tersenyum dan sekarang pandangannya benar-benar terkunci pada bibir manis bershape M itu.

 

Sungmin tahu, jika ciuman ini akan menjadi permulaan dari malam indah mereka. Saling berpelukan erat dan mencumbu. Berciuman lembut dan tak menuntut. Membiarkan semuanya mengalir perlahan dan menyalurkan semua perasaan mereka.

 

“Mmmhh…”

 

Terdengar desahan pelan Sungmin.

 

Saat ini satu tangan Kyuhyun tengah menekan lembut butt sexy Sungmin. Sementara satu tangan lainnya mengeratkan pelukannya pada tubuh Sungmin.

 

Merasa tak bisa berhenti untuk bercumbu dan merasai manisnya bibir Sungmin. Mengulum lembut bibir bawah Sungmin dan memainkan lidahnya untuk menjilat dan terus merasuk kedalam ruang lembab itu.

 

Bertukar saliva dan terus berusaha untuk bergulat memancing kenikmatan yang mereka ciptakan sendiri. Membiarkan rambut coklat ikalnya berantakkan karena remasan tangan nakal Sungmin.

 

“Hhh….. Minggghhhh…”

 

.

Malam ini masih panjang. Yeah…Tentu saja…

 

.

 

.

 

Berbaliklah dan lihatlah aku~

 

Cho Kyuhyun yang selalu dan memang tercipta hanya untuk mencintai Lee Sungmin.

 

.

 

.

 

ENd

.

 

.

 

Hadeuh….

 

Gimana lanjutannya?? Ga aneh kan???? Ga gantung kan???

 

Nih, kurang manis diabetes deh kayaknya.

 

Hahaha…..

 

Ghamsa!!!

 

.

 

.

 

.

 

Epilog…

 

.

 

.

 

“Akhirnya aku memilih mendengarkanmu dan membiarkan Lee Sungmin.”

 

“Oh baguslah.”

 

Namja manis berambut kebiruan ini hanya mengangguk dan kemudian kembali meneguk wine di gelasnya.

 

“Tapi, sekarang aku tak punya kekasih lagi karena menuruti saranmu.”

 

“Kau pikir itu masalah untukku?”

 

“Ck… harusnya kau merasa bersalah karena membuatku kembali tak punya kekasih.”

 

“Hae-ah…” Namja manis itu menoleh pada namja disisinya. Menghadapkan tubuhnya dan kemudian menepuk bahu Hae. “Kan masih ada Kibum?”

 

“Ck… dia kekasih Siwon, dan Kyuhyun hanya meminta bantuannya untuk rencana konyolnya.”

 

“Eum… kalau begitu cari saja kekasih yang baru.”

 

“Yah… enak saja.” Hae kemudian terdiam. Ia membiarkan lengan kurus itu melingkari bahunya.

 

“Hei, lihat saja. Disini juga banyak yeoja cantik. Dan lagi, banyak barang impor.”

 

Tapi entah kenapa, pemikiran Hae tak sejalan dengan apa yang ada dipikiran namja yang ada disebelahnya ini. “Kurasa, kau harus bertanggung jawab sepenuhnya atas semua saranmu Hyukkie…”

 

“Maksudmu?”

 

“Yeah, bertanggung jawab. Karena terbukti semua saranmu sama sekali tak menguntungkan. Baik saranmu pada Sungmin dan juga padaku.”

 

“Heuh… baiklah. Aku harus bertanggung jawab seperti apa?”

 

“Benarkah? Kau akan menyanggupinya?”

 

“Asal tidak aneh-aneh.”

 

“Ah, ini tidak aneh kok.”

 

“Eum… apa itu?”

 

Tercipta seringaian evil di bibir tipis Hae. Namja itu menatap intens pada Eunhyuk, membuat Eunhyuk langsung melepaskan rangkulannya pada bahu Hae.

 

“Jadi uke-ku.”

 

“Hahaha…. jangan bercanda.”

 

“Aku tidak bercanda. Karena dilihat-lihat, kau juga manis Hyukkie-ah….”

 

“Andweyo!!!! Aku top ultimate SEME.”

 

.

 

.

 

.

 

END beneran

 

Kali ini udah END beneran deh…

 

Bye….

 

 

 

 

39 thoughts on “Angel…? | Part B/end | 2shoot | KyuMin | YAoi

  1. kyaaa..
    akhirnya bagus bgttttt..wkwkwk
    trnyata kyu cuma pura2..sempet deg2an juga,kirain bakal beneran jd sma kiibum..
    bagussss eon…
    bikin sequel eunhae nya eon XD…memangnya rncana kyu hyuk jg bntu yah?ak penasarn d’situ..
    kasih tauuu eon >_<

  2. Sweeeetttt bangeeeetttt >///<
    Sangking sweetnya jadi senyum2 sendiri pas baca bagian terakhirnya….
    Hae modus banget sama hyukie ^^
    Jjang chingu!!! End-nya daebak!!! ^^
    Hidup kyumin!!!! ^^ *kibar bendera* #plak

  3. Haha salah paham toh, uh our bunny min ini terlalu menggemaskan sih ! Kan jadinya kyuhyun ga mao orang2 liat minnie. Ish pkokonya ini ff DAEBAKKK !

  4. ku kira kyu sama kibum,,, eh ternyata sama ming juga,,, eunhyuk jadi seme??,,, ngakak aku bacanya,,, hahaha mimpi aja tu eunhyuk,,, lamaran kyuhyun daebak,,

  5. wah…diawal crita smpat gemes n ksel sma sikap keras kpala kyumin trutama sungmin
    tpi diakhir aq cman bsa blang owww ci cweet smbil kedip2 mata lhat ending’y hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s