HONEY | pART 7/END | YAOI | KYUMIN

.

honey 7

.

.

“Hugsss….”

Suara isakannya terdengar samar. Ia terus menahan isakan cengeng itu dan mencoba untuk terlihat kuat. Berlari menuju istana utama yang letaknya cukup jauh.

Dengan cepat, membuka kasar pintu utama dan dengan langkahnya yang lebar-lebar ia segera menuju ruang utama. “Dimana Appa?”

Bertanya tanpa nada kelembutan pada yeoja yang kini tengah menangkap tubuhnya. “Kenapa, Pangeranku?” Sebenarnya ia merasakan pelukan lembut itu, tapi agaknya perasaan Kyuhyun memang sedang teramat sangat kacau.

“Hugs…. Appa, dia harus mempertanggungjawabkan semuanya. Dimana appa?”

Yeoja itu membawa Kyuhyun menuju satu ruangan besar yang ada di paviliun utama di istana itu. Dan tanpa basa-basi lagi, Kyuhyun langsung duduk mendekati Appanya. “Kau tahu, apa yang dilakukan Crown Prince?”

“Aku tahu.”

Kyuhyun merasa sedikit geram saat Hangeng seperti tak terkejut lagi dan malah tetap berkonsentrasai membaca bukunya.

“Lalu kenapa kau setenang itu?”

Kyuhyun menarik paksa kedua bahu Hangeng untuk membuat namja itu menghadap kearahnya.

“Dia menculik Sungmin-ku, dan kau pasti tahu apa yang bisa dia lakukan. Dia bisa melakukan apapun, Appa. Hugss… apakah aku harus memohon padamu untuk mengembalikannya?”

Hangeng tersenyum kecil dan kemudian menarik Kyuhyun kedalam pelukannya. “Ck… Pangeran kecilku, selalu saja berlebihan. Kupikir kau sudah dewasa.”

“Jangan menghinaku!!! Bagaimana aku tak menangis? Dia Sungmin-KU, dan Putra mahkota bisa saja membunuhnya, hugss… appa…”

“Justru, sekarang kita harus mengkhawatirkan Putra Mahkota.”

Kyuhyun mengernyit heran. Ia menatap Hangeng. “Maksud appa?”

“Ada pengkhianat didalam Istana.”

 

.

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

HONEY

.

 

.

 

.

 

“Tak tahu apa sebenarnya arti cinta. Yang kulakukan selama ini hanya menutup kedua mata dan telingaku. Tak sekalipun terlintas dalam pikiranku, jika aku akan jatuh dalam cerita cinta  yang sungguh begitu “ISTIMEWA.” Tuhan memberikan perasaan ini padaku, bukan tanpa alasan bukan? Jadi, tak mungkin aku punya alasan konyol untuk menolak ‘Hadiah’ teristimewa dari Tuhan ini.”

 

“I Love You…. Forever…”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :

– Cho Kyuhyun as Pangeran kecil

–          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin as Tuan Muda Lee

–          Choi Siwon as Crown Prince

–          Kim Kibum as Kim Kibum a.k.a Kim Family Son’s

–          Cho Heechul (GS) as Yang Mulia Cho ( Kyuhyun Eomma)

–          Cho Hangeng as Yang Mulia Cho (Kyuhyun Appa)

–          Raja Choi and Ratu Choi (OC) as Siwon parents

–          Cho Ahra a.k.a Shim Ahra as Tuan Putri Cho (Kyuhyun Sist.)

–          Shim Changmin as Pangeran Shim a.k.a Ahra Hubby

–          Lee young Woon as Sungmin Appa

–          Lee Hyukjae as Sungmin bro

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : series

Rated : T+

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

Chapter 7

 

.

 

.

 

.

 

“Aku sudah mengatakannya, bukan? Dan sekarang Yang Mulia Raja bisa melihatnya sendiri.”

 

Sang raja tak bergeming sedikitpun. Ia seperti patung Budha yang hanya duduk diam dan sama sekali tak terganggu oleh apapun. Entahlah, tak ada yang tahu pasti apa yang sebenarnya ada dalam pikirannya.

 

Hangeng berdiri dari posisinya. Ia hendak beranjak meninggalkan tempat itu. Menyudahi pembicaraan membosankan mereka. Sama sekali tak membuahkan hasil, karena Sang Raja tetap saja keras kepala.

 

“Aku harap kau mau mendengarkan aku. Mungkin saja pengawal istana bisa dengan mudah menemukan penculiknya, tapi aku tak yakin jika Crown Prince akan selamat jika kau menolak kesepakatannya.”

 

“Hahahhaa….”

 

Dan tiba-tiba, Raja tertawa keras. Sangat keras, bahkan seperti menertawakan hal yang sangat lucu. Tapi, sedetik kemudian raut wajahnya berubah datar kembali. Ia menunduk dalam.

 

“Aku memang payah dalam hal ini.” Menggeleng pelan dan kemudian melepaskan mahkotanya. Meletakkan mahkota kebesarannya itu diatas meja dihadapannya.

 

“Lihatlah, aku hanya ingin mempertahankan dinasty Choi. Tapi sepertinya, Siwon memang tak pernah benar-benar menginginkan menjadi raja.” Raja menghela nafasnya. “Aku mungkin akan menyerah setelah ini.”

 

Hangeng tetap diam pada posisinya. Ia tahu, ini juga akan sangat sulit pada nantinya tapi mungkin ini yang terbaik. Ia berbalik dan kemudian membuka kedua tangannya. “Aku adalah Hyung-mu setelah ini. Kau bukan raja lagi.”

 

Kedua pasang mata mereka saling menatap, hingga akhirnya raja beranjak dari duduknya dan memeluk Hangeng. “Ah… semua yang berasal dari rakyat memang menyebalkan.” Sang raja bergumam pelan. Ia tertawa kecil dan kemudian menatap Hangeng.

 

“Kau telah merebut Heenim Noona dariku, dan sekarang kau juga sepertinya sudah berhasil melepaskan aku dari tahtaku.” Raja tertawa pelan dan menepuk bahu Hangeng.

 

“Heum… ada baiknya jika kau mencoba tinggal di pinggiran Seoul. Istana disana tak buruk juga, dan yang pasti Ratumu juga tak akan kesepian lagi.”

 

Raja melepaskan pelukannya dan kemudian menatap Hangeng. “Apa maksudmu? Istana itu___ Keluarga Kim?”

Hangeng mengangguk pelan. “Mungkin aku lancang, tapi mereka sudah kembali ke Korea.”

 

“Hyung, maksudmu?”

 

“Aku menghapus hukum itu dan membiarkan mereka kembali ketempat mereka semula. Sudah cukup lama mereka meninggalkan Korea dan kurasa itu sudah cukup. Lagipula, aku yakin Siwon pasti sangat merindukan Putra dari keluarga Kim.”

 

Raja terkekeh pelan. “Ck… ternyata kau lebih licik daripada mata-mata dan para pengkhianat itu.”

 

“Ah… tentu saja.”

 

“Hahahaa….Hahaa…”

 

.

 

.

 

.

 

“Pangeran, sebaiknya kembali ke Istana saja. Pangeran terlihat tak sehat.”

 

Kyuhyun melayangkan tatapan mengerikannya pada pelayan yang tadi menyarankannya untuk beristirahat. Memang, sedari siang dia bahkan tak bisa menikmati makan siang atau mungkin sekedar snack siangnya. Pikirannya hanya tertuju pada Sungmin, bahkan sampai tengah malam.

 

“Sungmin-KU belum aku temukan. Jangan mengaturku.”

 

Lapar, tentu saja. Dan lagi pula, Pangeran Manja ini tak terbiasa dengan udara dingin malam hari. Mereka tengah berjalan ditengah pemukiman penduduk untuk mencari Sungmin. Menurut informan dan juga polisi setempat, ia melihat mobil yang digunakan untuk membawa Sungmin berhenti di wilayah itu.

 

Mobil dan pengkhianat itu pun sudah ditahan penjaga istana, tapi mereka tetap saja bungkam dan tak mau mengatakan dimana mereka membuang Sungmin.

 

Sesekali Kyuhyun terbatuk saat ia tak terbiasa dengan asap pembakaran kayu yang mereka jumpai.

 

“Kenapa semua penjaga istana itu tak bisa memaksa mereka mengatakannya?”

 

“Maaf Yang Mulia Pangeran Kecil, tapi meski mereka diancam untuk dibunuh mereka memang tetap bungkam. Dan sayangnya, Penjaga istana sama sekali tak bisa benar-benar membunuh mereka karena mereka sangat dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya.”

 

“Lalu bagaimana dengan Crown Prince?”

 

“Dia juga menghilang.”

 

Kyuhyun menggeleng pelan. “Harusnya aku tak membiarkan Hyung bertindak bodoh. Dia memang benar-benar bodoh dan menyebalkan.”

 

Dan disepanjang perjalanan, Kyuhyun sibuk mengoceh sendiri. Ia melampiaskan kekesalannya pada Siwon dengan cara kekanakkannya. Sesekali bersin dan terbatuk. Ck… benar-benar seorang Pangeran yang tak pernah menyentuh pemukiman miskin.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Kibum???”

Sungmin mencoba untuk duduk dengan benar dan kemudian menerima uluran teh hangat dari Kibum. Sesekali masih mencuri pandang, untuk meyakinkan jika namja yang ada dihadapannya itu benar Kim Kibum.

 

“Kau berada di Korea?”

 

Kibum mengangguk pelan. “Nde, aku baru sampai beberapa hari yang lalu.” Kibum tersenyum kecil dan kemudian ia memperhatikan Sungmin. “Penampilanmu seperti orang dalam Istana Timur.”

 

“Nde, aku Lee Sungmin.”

 

“Oh… kau yang akan menikah dengan Kyuhyun.”

 

“Hei, bagaimana kau tahu?”

 

“Itu karena yang mulia Cho Hangeng sebelumnya sudah memberitahuku. Dan sepertinya dia juga sudah memperhitungkan semua kemungkinan.”

 

Sungmin mengangguk pelan. Ia kemudian meletakkan tehnya dan melihat ke sekeliling ruangan. Kedua matanya membulat saat melihat jam yang terletak diatas meja kecil yang ada disana. “Ini sudah tengah malam.”

 

“Nde, dan kuharap kau akan menginap. Kau kurang istirahat, jadi menginaplah. Besok kau bisa kembali ke istana.”

 

Sungmin kemudian sibuk merogoh seluruh saku yang ada dipakaiannya. Ia sama sekali tak menemukan ponselnya. “Aku harusnya menghubungi Kyuhyun. Dia pasti sangat khawatir.”

 

Sungmin menatap Kibum, dan hanya dengan tatapan matanya saja__ Kibum sudah mengerti maksud Sungmin.

 

“Ini, pakailah.”

 

Sungmin tersenyum menerima uluran Ponsel dari Kibum. Ia segera mendial nomor yang sudah ia ingat benar.  Sambil menunggu panggilan diangkat, ia kembali bertanya pada Kibum.

 

“Kita ada dimana?”

 

“Di pemukiman pinggiran Seoul. Pemukiman didekat pelabuhan.”

 

‘Yeobosseoyo…’

 

“Ah… Kyuhyun-ah….”

 

‘Ommo… S-Sungmin?’

 

“Nde, ini Sungmin.”

 

‘Ah… Honey!!!! Hugss…. neo eodiga?’

 

“Aku berada di pemukiman didekat pelabuhan, di pinggiran kota Seoul.”

 

‘Ah, nde. Aku akan segera kesana.’

 

Sambungan terputus begitu saja. Mungkin Kyuhyun terlalu bersemangat dan akhirnya memilih segera melakukan pencarian Sungmin. Sungmin mengembalikan ponsel Kibum.

 

“Jadi, kau mungkin sudah tahu Drama yang dimainkan Crown Prince.”

 

“Entahlah, aku tak tahu pastinya.” Kibum menggeleng dan kemudian ia tersenyum melihat pemandangan luar. “Aku ingin hidup bebas, tanpa kekangan hukum istana. Hubungan kami memang tak sebaik yang dibayangkan, jadi mungkin ada baiknya jika dia menjadi raja saja dan tak perlu memikirkan bagaimana kami nantinya.”

 

“Tapi, dia bahkan berani mencelakaiku. Dia akan berbuat nekat.” Sungmin mencoba untuk membujuk Kibum, sepertinya namja ini terlalu pasrah pada kenyataan tentang keadaan mereka sekarang.

 

“Aku percaya dia tak seburuk itu, Kibum-ah.”

 

Kibum tersenyum. Senyuman yang begitu dingin dan seperti tanpa pengharapan. “Aku sudah mengalami banyak hal yang mungkin saja mampu membuatku mati rasa. Jika dia bisa melakukan hal yang sama denganku, kurasa dia bisa bertahan. Aku tak mau dia terus melanggar peraturan dan itu karena aku.”

 

Belum juga Sungmin membantah pemikiran Kibum, mereka mendengar ketukan  dari pintu rumah mereka. Sungmin bergegas menuju pintu dan segera membukanya. Ia tersenyum saat melihat namja dengan kupluk rajutan berwarna pink miliknya tengah tersenyum polos menatap kearahnya.

 

“Ah… annyeong Pangeran Kecil, apa merindukan aku?”

 

“Ish…. kau menyebalkan sekali.”

 

.

Grep….

.

 

Kyuhyun segera memeluk tubuh mungil itu. Memberi kecupan kecil di puncak kepalanya. Meski sedikit sedih saat melihat penampilan berantakan Sungmin, tapi ia tahu namjanya dalam keadaan baik-baik saja.

 

Kyuhyun menatap kebelakang Sungmin, kearah namja yang sedari tadi berdiri sedikit jauh dibelakang. “K-Kibum hyung?”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Bagaimana keadaa Crown Prince?”

 

“Dia sudah sadar, hanya saja mungkin masih tak ingin bertemu dengan siapapun. Maaf Yang Mulia Raja.”

 

Dokter istana itu pun pergi meninggalkan Raja. Raja memberikan kode kepada para pelayan yang ada disana untuk pergi dari paviliun milik putranya itu.

 

Hingga sekarang hanya tersisa ia dan putranya yang masih terbaring lemah di tempat tidurnya.

 

Sesungguhnya, raja merasa sangat bersalah. Ia melihat luka gores dan bahkan berkas lebam yang mungkin dikarenakan pukulan dari beberapa pengawal yang mengkhianati putranya itu.

 

Semuanya sudah ditangkap, termasuk dengan pemimpin utama dari misi pembunuhan Crown Prince. Tapi, tetap saja tak bisa menyalahkan Presiden karena para pengkhianat itu bahkan rela mati demi menjaga Presiden mereka.

 

Raja mencoba membutakan mata dan melupakan peristiwa itu. Toh, Putranya selamat. Tapi, yang menjadi pikirannya saat ini adalah apakah ia bisa dan benar-benar sanggup untuk mengatakannya kepada putranya?

 

Ia sendiri sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi rakyat biasa.

 

Raja mendekat pada Siwon dan duduk disisi bed yang ditiduri Siwon. Namja itu hanya sedikit bergeser dan sama sekali tak mempedulikan tatapan melas dari Raja. Mungkin, saat ini Siwon benar-benar tengah berfikir atau entahlah. Mungkin saja putra Raja itu hanya terhimpit perasaan bersalah.

 

“Baiklah, jika kau masih marah padaku.”

 

Raja menghela nafasnya dan kemudian menatap ke arah luar ruangan itu. Dapat dengan jelas ia lihat kesibukan pelayan istana yang kesana kemari dan membersihkan taman yang berada di belakang paviliun Siwon.

 

“Aku tahu, kau mungkin merasa malu atas kesalahanmu. Tapi, bukan berarti kau bisa melarikan diri. Meski ini bagian dari percobaan pembunuhanmu, tapi kau masih dinyatakan bersalah karena mencoba menculik dan membuang Tuan Muda Lee.”

 

Siwon masih diam. Sepertinya ia benar-benar enggan berdebat dengan rajanya.

 

“Heuh… baiklah. Mungkin ini kali terakhirnya aku mengalah padamu. Ku harap kau senang dengan keputusanku.”

 

Rraja menoleh pada Siwon, dan membiarkan putranya itu menatapnya. Yeah, kedua pasang mata mereka bertemu. Sangat terlihat raut sedih di wajah sang Raja saat melihat wajah pucat Siwon. “Apakah kau begitu tertekan dengan keputusanku?”

 

Raja tertawa pelan dan kemudian berusaha menyembunyikan kesedihannya. Ia terlihat sangat payah, terlebih dengan kerutan didahi dan keriput di ujung matanya. “Sebaiknya, kau segera sehat. Mungkin, setelah itu kita bisa secepatnya melaksanakan upacara pernikahanmu.”

 

“Jika kau masih memaksaku untuk menikahi yeoja itu, lebih baik kau menghentikan mimpimu.”

 

Siwon mencoba mengabaikan rasa sakit diperutnya –karena tusukan yang cukup dalam – dan kemudian mencoba duduk bersandar pada kepala bed dibelakang punggungnya.

 

“Aku akan melakukan semuanya. Bahkan hal gila yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya. Aku harus mendapatkan Kibum-ku, bagaimanapun caranya…”

 

“Hahhaa…. “Raja tertawa pelan. Ia kemudian menepuk bahu Siwon. “Ternyata sikap angkuhmu dan juga pembangkang itu benar-benar menurun padamu. Ck… harusnya aku mungkin tak melupakan kebiasaanku dimasa lalu. Heuh… semuanya memang kembali pada diri sendiri.”

 

Raja kemudian turun dari bed Siwon dan melangkah perlahan menjauhi Siwon. “Kuharap, setelah ini kau akan meminta maaf dan berterima kasih padaku.”

 

“Heuh…???”

 

“Sudahlah, kau pikirkan nanti saja.”

 

.

 

.

 

.

 

Sepeninggal Raja, Siwon masih terus saja berkutat dengan pemikirannya. Ia sama sekali tak bisa menangkap apa yang sebenarnya menjadi bahan pembicaraan mereka berdua.

 

“Yang Mulia Putra Mahkota, aku membawakan makan siangmu.”

 

“Ck…” Siwon berdecak sebal. Ini sudah kelima kalinya ia mendengar teriakan itu disiang hari yang cukup panas ini. “Apa kau tak mendengarku? Aku tak mau makan.”

 

“Tapi Yang Mulia…”

 

“Yah!!! Pergi sekarang atau aku akan meminta Hara untuk memecatmu.”

 

“Yang Mulia, kau harus makan atau kalau tidak aku yang akan terkena hukumanya.”

 

“Yah!!! Kau hanya perlu pergi. Ish… mengganggu saja.”

 

“YANG MULIA!!!!”

 

“Ah… ya ampun.” Siwon menggerutu pelan. Ia menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangan besarnya. Enggan mendengarkan suara cempreng namja yang berteriak didepan kamarnya.

 

.

Grukkk… grukkk… grukkk…

.

 

Siwon menoleh sebal ke arah pintu. Sudah ia duga, pelayan itu pasti mencoba membuka pintu slide kamarnya. “Ish… benar-benar menyebalkan.” Siwon semakin kesal saat melihat pintu itu bahkan mungkin sudah rusak pada kuncinya.

 

“Yah!!! Aku akan benar-benar meminta Hara untuk___” Siwon terdiam saat ia membuka pintu slide. Ia menemukan wajah itu. Tersenyum lembut sambil menunjukkan nampan yang berisi menu makan siangnya.

 

“Kau pikir ini lucu?”

 

“Hei…”

 

Siwon tertawa miris dan kemudian memundurkan langkahnya, menjauh dari namja yang kini mencoba mendekatinya.

 

“Kau pikir kau apa? Kau pikir kau siapa?”

 

“Siwonie, aku___”

“Heuh… Siwonie…???” Siwon mendudukkan tubuhnya di kursi besar yang ada di ruangan itu. Ia tertawa pelan. Tapi, sama sekali tak bisa menyembunyikannya. Kedua matanya memerah dan entah untuk alasan apa, ia sendiri tak tahu. Tapi yang jelas ia ingin menangis sekarang juga.

 

“Aku minta maaf, aku__”

.

Brakk….

.

 

Siwon menggebrak kasar meja yang ada di depannya. Ia segera menarik namja itu dan mendudukkannya di pangkuannya. Mencengkeram kasar dagu namja itu dan kemudian menatap dalam pada kedua mata hitamnya.

 

“Kau bahkan berani kembali kesini seperti ini? Kau pikir kau siapa?’

 

“Ak-aku…”

 

“Yah!!!” Siwon meluapkan kemarahannya yang entah sudah seperti apa. Rasanya tubuhnya sangat panas. Ia merasa kesal dan bodoh. “Kau pikir kau siapa, Kibum-ya!!! Kau pembohong besar!”

 

Kibum diam. Ia tak bisa berkata apapun lagi. Lebih memilih menarik leher Siwon dan memberikannya ciuman lembut di bibir kissable itu.

 

“Mianhe…” Hanya bisa berbisik lirih dan mengucap maaf yang entah untuk kesalahannya yang mana. Dan baru sekali ini, dan baru juga ia mengerti betapa tertekannya namja tampannya ini.

 

Sangat konyol saat melihat wajah sedih dari namja yang ia kenal sangat tegar dan terlihat angkuh dimatanya. Namja itu kini menatapnya penuh kesedihan.

 

Siwon menelan asin di liurnya. Menelan semua air matanya. Tak mungkin ia akan memperlihatkan kerapuhannya. Ia memilih mengusap air mata Kibum yang entah sejak kapan menghiasi pipi chubby itu.

 

“Kau bodoh karena membiarkan semuanya kau jalani sendiri. Kau pikir kau siapa, Kibumie…”

 

Dan Siwon, melampiaskan kerinduannya. Ia tak ingin berucap apapun lagi. Yang ia lakukan hanya memeluk namja itu. Memeluknya erat dan sepertinya tak akan melepaskannya lagi.

 

“Sudah cukup Bummie….”

 

“Nde…”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Lain lagi dengan keadaan di paviliun yang satu ini. Pemandangan disini terlihat konyol dan kekanakkan.

 

Sungmin masih tak habis pikir, bagaimana bisa Pangeran yang kini tengah mencoba untuk tidur bersandar di bahunya ini akan menjadi ‘suami masa depannya.’

 

“Kudengar kau menangis.”

 

“Ck… jangan bahas itu lagi.”

 

“Hei, aku hanya ingin memastikannya. Apakah kau benar-benar menangis?”

 

“Ck… Sungminnie…”

 

Kyuhyun merajuk. Ia mengeratkan pelukannya di pinggang Sungmin. Kemudian, dengan masih menyandarkan dagunya di bahu Sungmin___ Kyuhyun menatap Sungmin. Jarak kedua pasang mata mereka sangat dekat hingga Kyuhyun bahkan bisa melihat jerawat kecil di pipi Sungmin.

 

“Apakah aku harus mengatakannya secara terbuka?”

 

“Eum… baiklah. Jadi biarkan aku menyimpulkannya sendiri.” Sungmin mengetuk dagunya dan kemudian ia tersenyum kecil saat mendapatkan rentetan pemikiran yang menjadi kesimpulan semuanya.

 

Ia menatap Kyuhyun dan kemudian mengangkat wajah itu. Meletakkan kedua telapak tangan mungilnya di pipi Kyuhyun dan mengusapnya.

 

“Pangeran kecil kita, takut kehilangan pengantinnya. Maka, ia menangis dan kemudian berlari kesana- kemari untuk mengadu. Hahah… kau sangat menggemaskan Kyuhyunie.”

 

“Ish…” Kyuhyun mencibir pelan dan kemudian mengalihkan pandangannya dari Sungmin.

 

“Ah… Pangeran kecil kita marah.” Sungmin tak kehabisan akal ia kemudian menekan leher Kyuhyun untuk mengarahkan pipi namja itu agar mendekat padanya.

 

Sebuah kecupan singkat dipipi Kyuhyun sanggung membuatnya berdebar dan terasa hangat. Sungmin tersenyum saat menyudahi ciuman itu. Dan lebih bahagia lagi saat Kyuhyun kini membalas senyumannya.

 

“Heuh… Sungminnie…”

 

Dan sepertinya, keputusan Sungmin –mari mencium pipi chubby Kyuhyun- benar-benar keputusan yang salah. Ia melihat senyuman aneh di wajah Kyuhyun.

 

“Ck… jangan biarkan pikiran pervertmu itu mengendalikan semuanya.”

“Eum… bagaimana lagi yah???”

 

Kyuhyun menunjukkan senyuman evilnya dan kemudian segera menarik Sungmin untuk jatuh diatas tubuhnya. Membiarkan rerumputan hijau dibawah mereka itu tertidur karena tertimbun tubuh Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengusap poni Sungmin yang menutupi pemandangan indahnya. Kemudian ia mencolek pelan hidung Sungmin dan mengecupnya.

 

“Heuh… hanya tinggal 2 hari lagi, dan kau benar-benar milikku.”

 

Kyuhyun terkekeh pelan melihat rona merah di wajah Sungmin.

 

“Neomu yeppeo, Honey…”

 

.

Chu~

.

 

Dan satu kecupan kecil di pipi Sungmin.

 

“Dan kemudian kita pindah kerumah kita sendiri. Mengadopsi banyak anak kecil.”

 

“Nde…”

 

“Dan kemudian membiarkan Siwon hyung dan Kibum hyung berkunjung kerumah.”

 

“Nde, tentu saja.”

 

“Dan oh… mengucapkan pada Changmin hyung untuk penobatannya sebagai raja.”

 

“Nde….”

 

“Dan lalu, sekarang___”

 

Kyuhyun mulai melancarkan (?) aksinya. Satu tangannya sudah merayap kedalam celana Sungmin dan meremas bulatan kenyal itu secara langsung. Membuat siempunya bergerak dan menggeliat pelan di atas tubuh Kyuhyun.

 

“Sekarang, saatnya untuk foreplay…”

 

Kyuhyun kemudian berguling dan membiarkan Sungmin berada di bawah tubuhnya. Dan tanpa basa-basi segera mengklaim bibir merah Sungmin dan mengecapnya. Mencoba merasakan manisnya bibir itu.

 

“Umhh…”

 

Membiarkan desahan itu mengalun lembut. Kyuhyun mengusap pelan leher Sungmin dan berusaha untuk tak melewatkan satu titikpun dari keseluruhan tubuh sensitive di bawahnya.

 

Sediki menekan kedua sisi pipi Sungmin dan mengunci bibir itu untuk pergulatan yang lebih nikmat lagi. “Ahhhhmmm…. mmmhhh…”

 

Mengabaikan Sungmin yang berusaha untuk mencuri nafas. Kyuhyun memainkan lidahnya untuk mengabsen setiap sudut diruang hangat Sungmin. Bergelut dengan lidahnya dan mencoba untuk memenangkan pergulatan manis mereka.

 

Darah Kyuhyun semakin berdesir naik saat merasakan bagian bawah mereka yang sama-sama semakin menegang. Terlebih, remasan tangan Sungmin pada rambutnya seakan menyatakan bahwa Sungmin menginginkan lebih dari sekedar ini.

 

“Kyuhhh….ummhhh…” Sungmin melenguh pelan saat merasakan Kyuhyun menggerakkan tubuh bagian bawahnya. Merasakan tekanan yang sanggup membuat darahnya mendidih dan tubuhnya bergetar tak menentu.

 

“Ahhss … Kyuhhh…. Ahhhh…”

 

Menjenjangkan lehernya dan membiarkan Kyuhyun mencumbu bawah telinganya. Merasakan lidah basah itu memberikan sengatan – sengatan halus pada titik sensitive-nya . Terlebih, saat ia merasakan remasan tangan nakal Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah menyusup masuk kedalam kaus besarnya.

 

“Ahhnnn…. Kyuhhh…”

 

“Ahhhhh…heuhhh…. I’ll make you fly, Honey…”

 

Sungmin menatap kedua mata Kyuhyun yang sekarang berada diatas tubuhnya. Ia terkejut saat merasakan pelukan tiba-tiba dari Kyuhyun. “K-Kyuh…”

 

“Eumh… kurasa ini waktu yang tepat untuk mempraktekkan apa yang kita tonton kemarin malam.”

 

“Eh… maksudmu?”

 

Kyuhyun mengabaikan Sungmin dan kemudian segera menggendong tubuh namja itu. Berjalan cepat menuju kamarnya.

 

“Kyu???”

 

“Ssssttt… nikmati saja. Ini bukan malam pertama, hanya malam percobaan. Jadi, nanti kalau malam pertama kita aku sudah lebih pintar.”

 

“Mwo?”

 

Sungmin membulatkan kedua matanya. Ia berusaha bangkit dari atas bed besar mereka.

 

“Kau bilang hanya foreplay tap-tapi…”

 

“Eum… bagaimana yah…?”

 

“Yah!!! Pakai bajumu kembali. Ck…yah… Kyuaahhh….mmmhhhh….”

 

.

 

.

 

.

 

END

 

.

.

.

No EDITED >////<

Wuah!!!! Ini aku paksain END… hahahaa…

Gimana? Ga gantung kan???

Ga dong…

Soalnya, aku mo coba buat NC lagi. Yeah, itung-itung ngelemesin tangan. Tapi, ntar NC nya di simpen dulu buat bonus chap 8. Dan Ini END yah???? Okeh…

Bye….

45 thoughts on “HONEY | pART 7/END | YAOI | KYUMIN

  1. kyaaaaa kyu pervert na dah akut xixi(^^,”)a
    mana ada malam pertama pke uji coba…g sabar nunggu next chap na jgn lma2 yaa…hehehe;-)

  2. Kya kyu oppa tnggal 2 hari lagi knp gak sabaran sekali sih dasar pervert ya eonni koq END sih padahal masih gantung loe eonni!

  3. end??gantunggggg eon jangan bikin end dlu..hehehe
    mana ada malam percobaan yah, kyu kocak bgt..lanjutkan eon…
    pengen baca ch8 nya…..
    prewiev Wp nya bagus eon..ak suka.>.<

  4. End? Ga kerasa, akhr yg bhagia sibum jg kembli bersama, kyumin… Kya… Kyu pervet, mana ada mlm percbaan. Dsr pnt2nya dia aja tuh. End untu honey, tp awal untk fic bru, lanjut lg oen..

  5. mwo ?!?
    #melongo
    end ?!
    tp janji hlo y bonus chapt.na
    hehehe

    congrat for sibum, terharu aq rain…akhrna mrk bs bersatu…
    and for kyumin, lanjutkan !
    fighting y rain ^^

  6. Ahahahhah kyu udah gak sbar tuh min… Ampe bikin istilah baru’ mlama percobaan segala’.. Mna ad coba? Dasar kyu….
    Tp lega akhirx kyumin ato wonbum bsa bersatu.. He he he…
    Rainy bikin seguelx dong.. Pengen tau khidupan kyumin abis nikah

  7. Ahahahhah kyu udah gak sbar tuh min… Ampe bikin istilah baru’ mlama percobaan segala’.. Mna ad coba? Dasar kyu….
    Tp lega akhirx kyumin ato wonbum bsa bersatu.. He he he…
    Rainy bikin sequelx dong.. Pengen tau khidupan kyumin abis nikah

  8. aduh Kyuhyun pervertnya keluar ‘kan?
    haha lagian Sungminnya sih yang mancing hehe
    Basicly bagus kok endingnya, tapi akan lebih bagus lagi kalau ada sequelnya hihi
    bisa tuh kalau sequelnya khusus mereka yang ehem (yadongnya keluar) =.”
    Haha yaudah deh, terus semangat ya chingu !

  9. Horeeey akhirnya end juga ^^
    kibum sama siwon akhirnya bersatu ^^
    Ngebayangin kyuhyun nangis2 sambil nyariin sungminie pasti lucu….
    Daebak chinguu!!! ^^ endingnya saya suka sekali ^^
    Ditunggu ff yg lainnya ^^

  10. ahhhhhhhhh………..keren bgt,sk bgt sibum moment,biarpun siwon marah” sm kibum tp so sweet bgt.
    jd ngebayangin kyu nangis sambil nyariin minnie,haha kyknya lucu.

  11. akhirny sibum balikan jg🙂
    hhhaa lucu jg y pangeran kecil kita ini smp nangis2 mncari pengantinnya :p
    aigoo kyu kau bilang cm foreplay, knp jd mlm percobaan? aishh pangeran kecil ini memang yaaa :p
    over all seruu dehh ceritanya unn,😀

  12. ya.. ini nggak ada sequel ya??,, gantung eon,, pas lagi seru2 nya eh END,,, hehehe,, tapi ff nya lucu,seru, dan kereeeeeeen eon,,,

  13. hahahaha kyu pervert….
    pi kok ming blom blang nado saranghae…ckckck
    kim aj mau kok blang nado saranghae wkwkwkwk
    @lee lees kim

  14. Yeaah..
    dan sudah END! Huahahaha
    tapi gantuuung.. mau chap 8 dong chap 8!
    hahahaha
    biar mereka berdua bilang saranghae dulu…
    belum ada saling mengungkapkan dan blm liat prosesi pernikahan mereka doooong..
    hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s