Angel…? |KyuMin | 2Shoot | YAOI

.

.

“Aku tak akan membawanya ke pesta yang diadakan perusahaan.”

“Kenapa?”

“Yah, Hae-ah… apa kau tak lihat dia??? Kacamata aneh dengan cara berpakaian aneh dan terlebih blazer tuanya, dan oh jangan lupakan dasi kupu2 anehnya.”

“Tapi, dia kekasihmu.”

“Ck… aku menerimanya karena terpaksa. Apa kau lupa, dia selalu mengejarku. Meski dia hanya diam, tapi selalu saja mengikutiku seperti hantu.”

“Heum… jadi kau akan membawa siapa Kyu?”

“Siapa saja, asal bukan dia. Ah… lebih baik sendiri saja dan minum sepuasnya.”

Hae kemudian tertawa lagi. “Jika kau tak menyukainya kenapa kalian bertahan sangat lama. Kau lupa?”

Hae kemudian menghitung dengan jarinya, mencoba mengingat-ingat dengan baik saat pertama sisetan ini berpacaran dengan namja aneh dan kutu buku yang sangat terkenal disekolahnya.

“Ah… 7 tahun Kyu.” Hae tersenyum mengejek dan kemudian mendesak-desak Kyuhyun hingga namja tampan nan evil itu menjadi merinding sendiri saat merasakan tatapan genit Hae. “Katakan??? Kenapa jika tak suka, kau bahkan tak pernah berselingkuh darinya selama 7 tahun ini??? Ayo mengaku saja?”

“Yah???!!! Jangan melihatku seperti itu!”

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

~ANGEL…???~

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin

–          Others Super Junior members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, Fluff etc

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

—->>>> ANGEL….???<<<——

 

.

 

.

 

.

 

“Ah… aku ingat, saat Sora Nunna mengajakmu kencan dan yeah… aku tahu saat itu kau sedang ada seikit masalah dengan si Nerd itu. Tapi, ajaibnya___ kau menolak!”

 

Wajah excited Hae membuat Kyuhyun semakin kesal. Ia menggeleng dan kemudian tertawa terbahak. “Yah… itu hanya kebetulan saja. Lagi pula dia namja yang tak pernah mencari masalah. Jadi seperti sama sekali tak ada alasan untukku meninggalkannya.”

 

“Benarkah? Hanya seperti itu?”

 

“T-tentu saja.” Sedikit tergugup karena sepertinya Hae masih ingin menginterogasi lebih lanjut (?), Kyuhyun meminum kopi hitamnya sedikit terburu-buru berharap dapat melegakan perasaannya.

 

“Bagaimana dengan yang lain? Namja lain misalnya. Mungkin kau tak mau berkencan dengan yeoja, tapi bagaimana dengan___” Hae mengetuh dagunya mencoba untuk membuka lembaran pikirannya. “Ah…Kibummie? Aish… kau tahu, dia semakin menggemaskan. Meskipun sangat pendiam tapi dia teman dan pendengar yang baik.”

 

“Ah… itu__” Kyuhyun terlihat berfikir. Kedua alis tebalnya menyatu menandakan ia –mungkin- tengah berfikir keras. Sementara Hae, yang memang sudah tak sabar segera mengambil kesimpulan sendiri.

 

“Atau kau memang mencintai NERD itu?”

“Ah.. ahnieyo!!!” Kyuhyun menggeleng. “Bukan seperti itu. Eum.. . hanya saja aku kasihan.”

 

“Kasihan? Benarkah?

 

“ Yeah, kau tahu bukan dia selalu menjadi bahan bully teman yang lain karena keanehannya dan semuanya hilang. Splashh!!!”

 

Kedua mata Kyuhyun berbinar. “Hilang seketika saat aku mengklaim dia milikku. Yeah, kau tahu bukan___ aku namja tampan dan baik hati. Tak mungkin aku membiarkan penindasan terjadi saat itu.”

 

“Uhhhukkk… uhhhukkk… banyak alasan. Kau tak pintar berkelit Kyuhyun Oppa.” Hae menirukan suara yeoja dan bertingkah aneh (?) hingga akhirnya mereka tertawa bersama terbahak-bahak membuat kebisingan diseluruh ruangan cafe di dekat kantor mereka.

 

“Hahhahaahhaha…!!!!”

 

.

 

.

 

“Ehhem… kalau begitu, kau tak keberatan bukan jika aku menyukainya?”

 

“Uhhuk…! Uhhuk…!!!” Kyuhyun tersedak minumannya sendiri. “Ah.. itu…”

 

“Hahhaa… aku bercanda.”

 

Sedetik kemudian wajah Kyuhyun berubah cerah. “Ah… Iya…”  Ia kembali menikmati pancake dihadapannya.

 

“Tapi, jika kau tak keberatan aku akan serius. Heuh… aku rasa dia namja yang baik.”

 

“Ah… iya… heheee… terserahmu saja.”

 

Kyuhyun menyahut sekenanya. Entahlah, mungkin ia sedang merasa kalut atau bahkan lebih dari ini. Sesekali mencuri pandang pada Hae. Sungguh, sepertinya namja tampan ini siap mencekik mati si ikan dihadapannya kapanpun.

 

Belum selesai ia mengumpat, harus dikejutkan lagi dengan pijatan lembut dibahunya. Ia kenal benar dengan wangi ini. Wangi teh hijau yang sangat sejuk.

 

Kedua matanya membulat dan kemudian menatap Hae. Memberi kode, mencoba bertanya siapa namja yang tengah memijatnya kali ini.

 

“Ah… Kyuhyunie… pasti kau lelah karena rapat dengan klien tadi.”

 

“S-sungminnie…” Kyuhyun menoleh pada Sungmin –namja yang memijatnya- dan kemudian segera menyeret namja itu untuk duduk disisinya. “Ah, chagiya… ayo duduk denganku.”

 

“Wah… ternyata pembohong besar. Bukankah aku si NERD aneh???” Sungmin membenarkan dasi kupu-kupunya dan kemudian menunjuk tepat pada kacamatanya. “Dengan kacamata aneh yang hampir menutupi wajahku.”

 

Sungmin menggeram kesal dan kemudian ___

.

Plak….

.

 

Satu tamparan mendarat mulus di pipi Kyuhyun.

 

“Cukup penghinaan kali ini. Mungkin selama ini aku bisa bersabar karena tingkahmu itu. Aku mungkin memang NERD dan kutu buku aneh yang hanya bisa bergantung padamu, tapi aku bukan namja lemah.”

 

Sungmin masih menatap tajam pada Kyuhyun dia mendekatkan wajahnya pada namja itu dan kemudian menunjuk tepat dihidung Kyuhyun. “Aku-bisa-hidup-tanpamu.”

 

Sungmin kembali menegakkan tubuhnya dan kemudian bergegas membenarkan blazernya. “Terima kasih karena sudah melindungiku selama ini. Ck… kau benar-benar keterlaluan. Dasar PLAYBOY!!!”

 

.

 

.

 

Sepeninggal Sungmin, Kyuhyun hanya bisa membelalakkan kedua matanya. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. Masih lagi harus menanggung malu karena sudah menjadi tontonan gratis di cafe itu. Terlebih bekas 5 jari yang masih menempel dan tercetak indah dipipi pucat Kyuhyun, dia menatap tajam namja yang menjadi tersangka –biang kerok- akar- dari pertengkaran mereka.

 

“Sebelumnya kami bertengkar dan itu karena aku melarangnya untuk terlalu dekat dengan Eunhyuk.”

 

Kyuhyun bercerita lagi tentang masalahnya dengan Sungmin. Sepertinya dia masih belum bisa menerima kepergian Sungmin dari hidupnya.

 

“Tapi, aku sudah mencoba meminta maaf. Juga pada Eunhyuk, aku bahkan sudah membelikannya cake strawberry spesial sebagai ucapan maafku. Dan sekarang, karena kau!! Aish… apakah ini artinya aku__ kami putus??”

 

“Heum… sepertinya kau memang tak cocok dengannya.” Hae menggeleng pelan dan kemudian mengembangkan senyumannya. “Lihatlah aku__” Hae membenarkan jasnya, “Aku tampan bukan dan juga lucu (?) dan sepertinya aku lebih cocok dengannya.”

 

Kyuhyun hanya mendengus pelan, mencoba tak menanggapi Hae lagi.

 

“Ah… dan juga, aku mapan. Yeah, meski jabatanmu lebih tinggi dari pada aku, tapi mungkin saja aku yang cocok dengannya.”

 

Kyuhyun lama kelamaan kesal karena sepertinya Hae sangat terobsesi dengan Sungmin. “Heuh… memangnya apa yang kau lihat dari dia?”

 

“Yeah… dia hanya buruk di luar. Cukup di makeover dan dia akan menjelma menjadi malaikat.”

 

“Hahaha… kau lucu sekali.” Kyuhyun mencibir  lirih. “Ck… sudahlah. Jika dia mau denganmu, kau ambil saja. Tapi jika tidak___ maka jangan harap kau bisa menggodanya.”

 

“Oh… Oke… Kita deal.” Hae mengulurkan tangannya, mengajak Kyuhyun berjabatan. Sungguh, kedua namja ini memang benar-benar menyebalkan.

 

.

 

.

 

.

 

“Hyukkie!!! Aku bersumpah aku akan memukulinya habis – habisan. Dia sangat menyebalkan.”

 

Sungmin sedari tadi sibuk berteriak kesana kemari, memukul apapun sebagai pelampiasan kekesalannya. Sementara Eunhyuk, yang sepertinya mulai bosan melihat Sungmin yang terlihat sangat berantakkan, akhirnya memilih untuk menyeret namja itu agar mendekat padanya.

 

“Bukankah aku sudah mengatakannya, dia itu PLAYBOY.”

 

“Tapi dia memang tak pernah berselingkuh, dan lagi dia sama sekali tak pernah memanfaatkan aku.”

 

“Yeah… mungkin dia belum menemukan pasangan selingkuhan yang pas.”

 

Eunhyuk sukses mendapatkan lirikan tajam gratis dari Sungmin. Sungmin menunjukkan kepalan tangan kananya didepan wajah Eunhyuk. “Aku akan memukuli siapapun yang mengganggu Kyuhyunku.”

 

“Bukannya kalian putus?”

 

Dan Sungmin hanya bisa menghela nafasnya. Ia mengangguk pelan. “Yeah… mungkin bisa disebut putus.” Ia mengangkat wajahnya dan kemudian menatap Eunhyuk. “Apakah aku benar-benar aneh dan bahkan ___ jelek???”

 

“Eum.. tidak juga.”

 

“Berarti ada kemungkinan dia menyukaiku dan kau ingat___ selama 7 tahun ini dia tak pernah berselingkuh. Meski banyak yeoja genit yang selalu mencoba mengajaknya kencan, tapi dia tak pernah sekalipun menerimanya, dia sama sekali tak tergoda. Bukankah itu bisa disebut dia juga sangat mencintaiku?”

 

“Tapi, apa dia pernah menciummu?”

 

Sungmin menghentikan senyumannya. Ia langsung memperlihatkan wajah datarnya. “Jika sekedar berciuman, aku juga pernah.”

 

“Ck… bukan ciuman tidak sengaja karena kau jatuh saat diperpustakaan itu hyung.”

 

Eunhyuk mendekatkan wajahnya pada Sungmin. Ia mengusap rambut hitam Sungmin. “Kau  sudah 28 tahun Hyung, dan kau belum pernah merasakan ciuman yang sesungguhnya kurasa.”

 

“Ah… kalau itu___ itu…”

 

“Heuh… sudahlah, mungkin ada baiknya kau mencari yang lain saja.”

 

Sungmin tadinya hendak menyangkal lagi, tapi akhirnya ia menyerah. Lama kelamaan ia juga bingung sendiri dengan apa yang sebenarnya terjadi pada hidupnya.

 

Tak ada satupun yang kurang dari masa mudanya beberapa tahun yang lalu itu. Saat ia kuliah dan bertemu dengan namja tampan bersurai coklat yang sangat lembut.

 

Tak ada satupun yang akan menyangkal, jika ia mengakatan bahwa namjanya memang sangat tampan. Dan sekarang, ia seperti sedih sendiri. “Tak akan ada lagi yang menelfonku malam-malam.”

 

“Ish… tingkah kalian seperti anak-anak. Aneh…” Eunhyuk beranjak dari kasur Sungmin dan kemudian ia segera bergegas memunguti semua berkas kerjanya. “Aku akan pulang.”

 

“Nde…”

 

Eunhyuk menyelesaikan kegiatannya berberes, dan sementara Sungmin masih sibuk dengan dunia pemikirannya sendiri.

 

“Heuh… sebaiknya kau pikirkan saranku hyung. Makeover atau kau cari yang lain yang benar-benar mencintaimu dan memberimu kebahagiaan. Aku pulang, Hyung…”

 

.

Blam…

.

 

Dan Eunhyuk menghilang dibalik pintu apartemen minimalis Sungmin. Sekarang namja imut –namun berantakkan dan aneh- ini segera membereskan seluruh kamarnya. Ia berhenti dicermin besar yang ada di depan bednya.

 

Sungguh, ia memang terlihat sangat kacau dan juga aneh. “Heuh… aku hanya ingin mencari seseorang yang benar-benar menerimaku dan bisa mencintaiku apa adanya…”

 

Sungmin bergumam dan kemudian ia melangkah menuju bed-nya. Mendudukkan tubuhnya disudut  kanan bawah bed-nya, kemudian meraih dan memeluk Mr. Smith _boneka bunny pink pemberian Kyuhyun_ dan mulai meratapi nasibnya.

 

Ini memang bukan sekali dua kali Kyuhyun berkata seperti itu, dan sebelumnya Sungmin masih bisa memaafkannya. Tapi entahlah, kali ini ia benar-benar marah.

 

“Tapi, dia memang menyebalkan.”

 

Sungmin melirik jam mungil berbentuk bunny di meja kerjanya. Dan dia mulai mencari ponselnya. Biasanya, Kyuhyun akan menelfon pada saat sekarang.

 

“Benar-benar tidak ada telfon. Ughh… dan dia tak mengirim satu pesan pun.” Sungmin mulai berfikir aneh dan menyimpulkannya sendiri, bahwa Kyuhyun mungkin memang menganggap hubungan mereka sudah berakhir.

 

Sungmin berdiri dan kemudian berjalan menuju cermin di ruangannya. “Baiklah, aku akan membuang si NERD dan menggantinya dengan Sungmin yang sangat mempesona (?)”

 

Sungmin menghapuskan titik basah disudut matanya. Entah sejak kapan ia mulai menangis. “Hikss… Kyuhyunie…”

 

.

 

.

 

.

 

“S-sungmin?”

 

“Nde…”

 

“Kau Sungmin?”

 

Sepertinya suasana kantor Kyuhyun menjadi sangat ramai pagi ini. Semuanya tersenyum dan bahkan tercengang tak percaya, karena kehadiran seorang Lee Sungmin yang sangat mempesona. Kacamata tebalnya telah menghilang dan menunjukkan mata hitam yang selama ini tersembunyi dengan baik.

 

Rambut hitamnya ditata sesempurna mungkin dan sedikit berantakkan tapi itu membuatnya terlihat sangat tampan. Dan jangan lupakan, pakaian yang ia kenakan. Khas seorang direktur muda yang sangat pas untuk tubuhnya.

 

“Kau terlihat___ berbeda…”

 

“Ah, terima kasih.”

 

Sungmin masih sama, seperti Sungmin yang sebelumnya. Dan perubahan yang ia lakukan hanya membuatnya memiliki banyak teman. Tapi, sepertinya usahanya belum cukup karena__

 

“Cho sajangnim mengajakku berkencan.”

 

Suara itu cukup mengganggu pendengaran Sungmin. Ia menoleh pada sumber suara. Dan melihat namja manis dengan senyumannya yang sangat langka tengah berbicara dengan Eunhyuk. Sungmin memilih menghentikan langkahnya danmulai mencuri dengar.

 

“Apa kau bercanda?”

 

“Aku dengar  dia sudah tak bersama dengan Lee sajangnim, jadi bukankah tidak apa-apa?”

 

“Jadi, kau menerimanya. Eum… maksudku kau bersamanya sekarang?”

 

“Yeah, begitulah.”

 

Namja manis itu pergi, dan Sungmin langsung mendekati Eunhyuk. Ia menarik Eunhyuk untuk masuk kedalam ruangannya. “Katakan padaku, jika kalian sedang main-main tadi. Yang kau bicarakan dengannya, itu bohong dan hanya akal-akalan kalian bukan?”

 

“Hyung, itu yang terjadi sesungguhnya. Aku hanya mendengar gosip pagi tadi dan kemudian menanyakannya. Kau tahu, gosip sangat cepat menyebar.”

 

Sungmin mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya. Menghela nafas lemas. “Seperti yang kau bilang, aku sudah merubah penampilanku tapi sepertinya Kyuhyunku memang sudah bosan padaku.”

 

“Aku tak tahu tentang hal ini, aku angkat tangan.” Eunhyuk segera beranjak pergi dari ruangan Sungmin. “Kau bisa menyelesaikannya sendiri hyung.”

 

.

Blam…

.

 

Kembali, Sungmin berada dikesendiriannya. Ia mengabaikan semua pekerjaannya yang menumpuk sejak kemarin. Dengan ragu mengambil ponselnya. Mencoba menghubungi Kyuhyun. Tapi, baru terdengar suara ‘Tuut’ sekali saja dia sudah mematikannya lagi.

 

“Aishhh… this Kim Kibum… “

 

Ia geram sendiri. Sungmin menekan no 1 pada line telfon kantornya, menyuruh sekretarisnya untuk memanggil pegawai baru yang bernama Kim Kibum itu.

 

‘Kita harus berbicara. Oke…’

 

.

 

.

 

.

 

“Ah… Kibum, silahkan duduk.”

 

“Nde, sajangnim.”

 

Seperti biasa, Kibum memang namja yang dingin dan hanya bicara seperlunya saja. Tapi, agaknya Sungmin berfikiran lain. Ia menganggap sikap yang ditunjukkan Kibum benar- benar tak sopan padanya dan ini semakin menambah daftar kekesalannya.

 

“Baiklah, bagaimana pekerjaanmu? Aku dengar kau belum melakukan penjualan mencapai minimum target, bisakah kau jelaskan padaku?”

 

Kibum mengangkat wajahnya, dan pandangannya kosong seperti tak terarah pada apapun. Dia bersikap datar dan sedikit acuh. “Semuanya tergantung pembeli, aku sudah melakukan sebisaku. Jika pembeli tak mau, aku tak bisa memaksa.”

 

“Begitukah? Tapi kau bisa merayu mereka.”

 

“Maksudmu?” Kening Kibum mengerut. Sedikit banyak ia tahu apa yang dimaksudkan atasanya ini, tapi ia mencoba berfikir positif dan tak mengarah ke hal yang buruk.

 

Sungmin menatap tajam pada Kibum. Ia melihat namja itu dai atas kebawah kemudian keatas lagi. Ia akui jika namja ini sangat manis. “Kau dipecat.”

 

“Mwo?”

 

“Yeah, kau aku pecat dengan sangat amat tidak terhormat.”

 

“Tapi, kenapa?” Kibum mencoba bersikap tenang. Ia hanya sedikit terkejut, tapi sama sekali tak terlihat dari wajahnya. “Aku hanya belum melakukan penjualan minimum dan itu bukan alasan yang cukup kuat untuk memecatku.”

 

“Apa yang kau lakukan membuatku merugi. Apa kau ingin aku dipecat oleh Cho Sajangnim___ direktur utama-yang-sekarang-bersamamu.”

 

Kibum merasa ini konyol. Hanya karena ia bersama Kyuhyun dan sekarang ia kehilangan pekerjaannya. “Apakah kau sedang menyalahkan aku, sajangnim?”

 

Sungmin diam, ia mencoba tak ambil pusing, dan segera menyiapkan berkas pengunduran diri Kibum.

 

“Bukankah kau sudah berpisah dengan Kyuhyunie dan sekarang dia bersamaku, harusnya kau bersikap profesional dan tak menjadikan ini alasan.”

 

“Kau jangan membantahku.”

 

“Tapi, kau benar-benar keterlaluan.”

“Kim Kibum…!!!” Sungmin sedikit berteriak. Ia sudah megepalkan tangannya. “Aku sudah memecatmu dan kau tak boleh berada di gedung ini lagi.”

 

“Heuh… baiklah. Tapi, aku sungguh kasihan padamu. Hanya karena ini kau memecatku.”

 

.

 

.

 

Tiba-tiba Eunhyuk masuk dan segera mendorong Sungmin untuk keluar dari ruangannya, meninggalkan Kibum sendirian disana. Eunhyuk memeluk Sungmin dan mencoba menenangkannya.

 

“Aku tahu kau tak seperti ini hyung. Kau harus percaya, jika mungkin Kyuhyun lebih bahagia bersamanya.”

 

“Tapi, bukan dengan dia. Kenapa harus dia yang bahkan sekantor denganku, dia bawahanku.”

 

“Sudahlah.” Eunhyuk menangkup pipi Sungmin dengan kedua telapak tangannya. “Kau hanya harus merelakannya dan aku yakin kau bisa.”

 

Eunhyuk tersenyum untuk meyakinkan Sungmin. Ia kemudian melepaskan pelukannya dan meminta Sungmin kembali keruangannya. “Sebaiknya kau meminta maaf Hyung, aku tahu Kibum tak mungkin bermaksud seperti itu.”

 

Menoleh pada Eunhyuk sekali lagi sebelum ia kembali keruangannya. Sungguh, ia memang benar-benar sudah kehilangan dirinya.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi, apakah kau tetap memecatnya?”

 

Eunhyuk bertanya dengan semangat pada Sungmin. Saat ini mereka tengah menikmati waktu istirahat makan siang mereka di sebuah cafe didekat kantor mereka.

 

“Menurutmu?”

 

“Entahlah, aku tak tahu.”

 

.

 

Flashback On

.

 

“Ok…. kita kembali ke masalah kita sebelumnya.”

 

Sungmin mulai sibuk mengatur kata-katanya. Ia sendiri tak bisa berfikir jernih sejak beberapa jam yang lalu, atau tepatnya kemarin ssesaat setelah ia memutuskan Kyuhyun. Dan sekarang, mungkin dia sudah mendapatkan jalan terangnya.

 

Mengabaikan genggaman tangannya yang basah karena keringat dan mencoba bersikap tegar. Ia sungguh kalut, tapi tak bisa juga untuk terus bersikap seperti ini.  Ia menatap Kibum dan kemudian membuka kedua tangannya. “Bisakah kau memelukku?”

 

“Untuk?”

 

“Just do it.”

 

Kibum mengangguk dan kemudian menerima pelukan Sungmin. Dan dipelukan namja itu, Sungmin menangis lirih.

 

“Aku tahu, ini pasti mengejutkan untukmu. Aku meminta maaf  karena seharusnya aku tak bersikap seperti ini padamu.”

 

“Tidak apa-apa. Bukan masalah jika kau memecatku, aku bisa…”

 

“Ahniyo, “ Sungmin menggeleng pelan. “Bisakah lupakan masalah ini dan kau bekerja seperti biasa?”

 

Kibum melepaskan pelukannya dan menatap Sungmin. “Kau memaafkan aku?”

 

“Nde…”

 

“Juga, untuk kebersamaanku dengan Kyuhyun?”

 

Sungmin mengangguk kembali. “Aku sadar, disini aku yang salah. Maafkan aku.”

 

.

 

Flashback Off

.

 

.

 

“Oh… baguslah.”

 

Sungmin merasa sedikit kesal karena sepertinya Eunhyuk sangat senang mendengar kabar itu. Tapi, setidaknya inilah yang terbaik untuk hubungan mereka selanjutnya.

 

“Tapi, aku masih belum bertemu Kyuhyun hari ini.”

 

“Oh… “ Eunhyuk menoleh kesamping kanannya dan memberi kode kepada Sungmin, hingga namja itu bisa melihat Kyuhyun kesayangannya tengah menikmati makan siang yang romantis dengan kekasih barunya.

 

“Ish… tak kusangka dia menyukai namja dengan model pakaian aneh dan kacamata tebal.” Sungmin menggerutu sendiri. Kemudian ia menatap Eunhyuk. “Jadi menurutmu, apakah aku salah melakukan makeover.”

 

“Aku pikir tidak juga.” Eunhyuk mengangguk sopan saat melihat atasannya berjalan menuju meja mereka. “Ah, silahkan duduk bersama kami.”

 

“Oh, Lee sajangnim, kau ada disini. Bolehkah aku duduk bersamamu?”

 

“Nde, tentu saja.”

 

Namja itu mengulurkan tangannya kepada Sungmin. “Kau bisa memanggilku Hae, Lee Donghae… yeppeo…”

 

Bukan ingin mengkhayal, tapi namja yang duduk disisi Sungmin ini memang tampan, dan ingat__ namja itu baru saja mengatakan Sungmin ‘Yeeppeo.’

 

‘Ck… bahkan Kyuhyun-ku saja belum pernah mengucapkannya.’ Sungmin sibuk membatin, sepertinya ia memang butuh yang baru. Melihat kembali namja yang duduk disisinya. Senyuman yang sempurna, mata yang teduh dan kulit yang bagus. Sungmin juga tak lupa, jika namja ini adalah wakil direktur  utama, itu artinya dia wakil dari Kyuhyun. ‘Tak buruk juga.’

 

“Ah,ya… Hae…”

 

“Senang berkenalan denganmu, yeppeo…. “

 

‘Kau pikir hanya kau yang bisa, Cho Kyuhyun!’ Sungmin menjerit dalam hati, terlebih saat ia melihat kembali Kyuhyun yang kini sibuk menyuapi Kibum. ‘Benar-benar mengesalkan.’

 

.

 

.

 

.

 

TBC

.

 

.

 

GAJE???

 

Abaikan semuanya, termasuk TYPO.

36 thoughts on “Angel…? |KyuMin | 2Shoot | YAOI

  1. seperti biasa rainy klo bikin ff sll bikin penasaran dgn klanjutan na hehehe…
    berarti kibum sm sungmin sm style na ya?nerd tpi imut hehehe

  2. haduch ckckckck g nyangka karakter ming disini jadi kekanakan biasanya kyu yang kayak gitu, nich dari sudut pandang ming, penasaran gimana perasaan kyu yang sebenarnya……..

  3. Min ke Kyu n Kyu ke Min sm2 krg ngerti sm perasaan sndr tuh.. kl biasany yg pny phk ketiga itu Min n Kyu keselny bkn main trs cb bkin Min ttp sm dy, dsni trblik y, wlupn Min jg pny rncna pny pcar n cb bkin Kyu blik.

  4. Jadi, sebenarnya Kyu gak sadar sama perasaannya atau memang menutupinya karna gengsi hm?? .___.
    Kasihan Ming, harus menanggung semua. Ckck~
    Uhm..Hae beneran bakalan deketin Ming? Dan Kyu akhirnya nerima Kibum? Omo!!
    Benar-benar akan menjadi kisah cinta yg rumit. Mereka yg memperumit segalanya😐
    Aku tunggu chapter selanjutnya ^-^

  5. padahal mah Kyu kyake suka Ming tp knp dia kyak gk mau ngakuin gtu,gengsi apa yach???
    nah Kyu deket ma Kibum truz Ming mecat Kibum krn Kibum dekat ma Kyu.
    Nahh tuch Hae siap2 deketin si Ming,Ming jg mo manas2in si Kyu.
    Gmn mrk bz balikan yac????

  6. Kyuhyun suka sama cowo Nerd ? Knpa stlh putus sama Sungmin beralih ke Kibum ? Padahal Sungmin ud ngubah penampilan nya U,U
    Penasaran..
    Kalo gtu Lanjut Eonni^^

  7. Omoo emang dasar ni si kyu bisa-bisanya buat sungminnie oppaku galau gajeh. Okeh tenang aja oppa aku akan selalu ada untukmu :* *Dilemparddangkkomasamaepil*
    haha, semangat ne nae sarang sungminnie buat bisa balikan ama kyuppa. Ini lagi si snow white udah sana sama bang kuda aja udah anteng diem ehehe. btw storynya emang daebak!!!

  8. ya,,, kenapa ming makeover sesudah putus??,,, kenapa nggak sebelum putus??,, di jamin kyu bakal cinta mati deh sama ming,,, hehehe,, next,,,

  9. tbc nya mengganggu bgt nh.hehehe… pnasaran bgt m klnjutannya,kira2 siapa yg bkal jatuh dluan, kyuhyun or sungmin???p maunya c kyuhyun yg akhirnya ngejar ming…. lanjut ke next chap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s