HONEY | CH. 4 | KYUMIN | YAOI

.

 

.

.

“Yang Mulia, jangan berfikir aku tak mengetahui tujuanmu.”

Hangeng menunduk. Rasanya seperti inikah? Saat ditindas, bahkan oleh putramu sendiri.

Ia sama sekali tak mencoba untuk melihat wajah Kyuhyun, namja yang sedari tadi menatap dalam padanya. Kyuhyun hanya diam, dan sekalinya bicara hanya kata pedas itulah yang ia keluarkan. Kyuhyun menyeringai kecil dan kemudian menepuk bahu Hangeng.

“Yang Mulia, aku tahu kau mendukung Raja. Tapi, jangan kau pikir aku tak tahu jika kau yang mengusulkannya.”

“Aku hanya tak ingin kau hidup dalam kekangan lingkungan kerajaan.” Hangeng menyahut pelan. Sementara Kyuhyun hanya menggeleng pelan dan tersenyum. Ia berjalan mendekati pagar pembatas di ruang kerja Hangeng.

“Bukan berarti dengan kau membuang Keluarga Kim ke Vienna, kau sudah menyelesaikan semuanya. Apa kau tak tahu, Crown Prince bahkan mempertaruhkan tahtanya hanya untuk bersama dia?”

Kyuhyun menoleh pada Hangeng dan untuk saat itu juga, kedua mata mereka bertemu. Kyuhyun menatap sendu pada Hangeng. “Aku takut, Yang Mulia. Crown Prince bisa saja memanfaatkan semuanya, bahkan dengan Pangeran Shim. Aku tak yakin…”

Hangeng mengangguk pelan. “Aku tahu, Crown Prince akan melakukan segala cara. Kumohon, kali ini jangan menyalahkan aku. Keluarga Kim dibuang keluar Korea atas perintah langsung dari raja dan aku hanya membantu mereka karena kurasa disana mereka bisa hidup dengan baik.”

“Lalu membiarkan putrimu dan menantu kesayanganmu mengurusi kerajaan ini?” Kyuhyun menatap tajam pada Hangeng. “Apa kau pikir mereka tak menginginkan kebebasan? Bahkan aku lebih memilih menjadi orang di pegunungan jika hanya itu yang bisa membuatku bersama Sungmin.”

“Kau akan menikah dengannya, jadi jangan memikirkan apapun.”

“Menikah? Bahkan aku tak yakin___ aku takut dia akan menjadi satu bagian dari rencana Crown prince.”

Hangeng diam. Kyuhyun tertawa kecil. “Apa kau terlalu egois? Tak memikirkan Putrimu dan hanya memikirkan hidupmu. Harusnya kau membujuk raja! Kau harus melakukan itu, dan disini bukan kau yang berasalah, lalu kenapa kau selalu saja menanggung semuanya?”

Kyuhyun menurunkan nada suaranya, melemah. “Aku ingin memanggilmu appa, tapi bisakah dengan tak meninggalkan Ahra disini? Aku tak ingin Crown Prince melakukan hal gila, jadi bisakah kau membuju Raja?”

“Ak-aku….”

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

HONEY

.

 

.

 

.

 

“Tak tahu apa sebenarnya arti cinta. Yang kulakukan selama ini hanya menutup kedua mata dan telingaku. Tak sekalipun terlintas dalam pikiranku, jika aku akan jatuh dalam cerita cinta  yang sungguh begitu “ISTIMEWA.” Tuhan memberikan perasaan ini padaku, bukan tanpa alasan bukan? Jadi, tak mungkin aku punya alasan konyol untuk menolak ‘Hadiah’ teristimewa dari Tuhan ini.”

 

“I Love You…. Forever…”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :

– Cho Kyuhyun as Pangeran kecil

–          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin as Tuan Muda Lee

–          Choi Siwon as Crown Prince

–          Kim Kibum as Kim Kibum a.k.a Kim Family Son’s

–          Cho Heechul (GS) as Yang Mulia Cho ( Kyuhyun Eomma)

–          Cho Hangeng as Yang Mulia Cho (Kyuhyun Appa)

–          Raja Choi and Ratu Choi (OC) as Siwon parents

–          Cho Ahra a.k.a Shim Ahra as Tuan Putri Cho (Kyuhyun Sist.)

–          Shim Changmin as Pangeran Shim a.k.a Ahra Hubby

–          Lee young Woon as Sungmin Appa

–          Lee Hyukjae as Sungmin bro

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : series

Rated : T+

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

Chapter 4

 

.

 

.

 

.

 

“Crown prince…”

 

Ahra mendesah pelan saat melihat Siwon masuk kedalam paviliunnya. Namja itu langsung duduk dihadapannya. Ahra tak habis pikir, bagaimana seorang Crown Prince bisa sampai ke paviliunnya.

 

Jarak antara paviliun Crown Prince ke tempat Ahra memang cukup jauh, terlebih ini sudah malam hari, dan bukan waktu yang pantas untuk berkunjung

 

“Apa terkejut melihatku mengunjungimu nonna? Apa kau keberatan?”

 

“Ah tidak.” Yeoja dengan hanbok biru mudanya itu menggeleng lembut. “Hanya tak menyangka jika Crown Prince akan mengunjungiku.”

 

Siwon tersenyum ramah dan kemudian meminum teh yang sudah dituangkan Ahra untuknya. “Bukankah Shim Hyung tidak ada?”

 

“Nde, dia sedang menangani pertemuan dengan duta besar di gedung pemerintahan bersama dengan presiden.”

 

Siwon mengangguk, dan sepertinya ia sedang senang terlihat dari wajahnya yang begitu cerah malam ini.  “Baguslah. Sepertinya dia sudah terbiasa dengan urusan kenegaraan.”

 

Ahra menatap bingung pada Siwon. Siwon yang dikenalnya, tak seperti ini. Namja itu begitu dingin, terlebih sepeninggal Kibum. Dan sekarang, Siwon seperti menjadi orang lain.  “Apa maksud Crown Prince?”

 

Kurasa tidak apa-apa jika kerajaan berganti dinasti dan Changmin menjadi raja selanjutnya menggantikan aku.”

 

“Ap-apa…?”

 

Cukup terkejut hingga seperti tersedak. Cepat-cepat Ahra meletakkan kembali cangkir tehnya. Sungguh, ia sangat takut sekarang. Terlebih melihat Siwon yang sepertinya hendak berbicara sangat serius dengannya.

 

Siwon menatap ke perut Ahra dan kembali, dia mengulas senyumannya. “Aku positive mandul dan tak akan bisa memberikan keturunan, bukankah tak ada gunanya jika raja seperti itu?”

 

“Yang Mulia….”

 

“Dan Changmin, sepertinya dia sebentar lagi akan menjadi seorang Appa. Pasti sangat senang.” Siwon menoleh pada Ahra, menatap serius padanya. “Aku mempertaruhkan tahtaku, jadi__ bisakah kau membujuk Changmin untuk menggantikan aku? Masalah Raja, aku sendiri yang akan membicarakannya.”

 

“Tap-tapi___”

 

“Tenanglah Noona…. menjadi raja bukan hal yang sulit. Memang sedikit pusing saat menghadapi tekanan dari parlemen dan presiden, tapi aku yakin Changmin hyung orang yang hebat.”

 

Ahra menggeleng pelan. Ia berdiri dan melangkah mendekati Siwon. Berdiri dihadapan namja itu, membuat kedua mata mereka bertemu. “Aku tak yakin, kau benar-benar tak bisa memberikan keturunan. Kau sudah ditentukan untuk menikahi Putri dari Perdana Mentri Kim. Bukankah seharusnya kau menjalaninya saja, kuharap kau tak bertindak gegabah. Pikirkan rakyatmu.”

 

Tapi Siwon seakan menganggap remeh. Ia kemudian beranjak dari duduknya dan merapikan pakaiannya. Berjalan meninggalkan Ahra perlahan-lahan. “Ada kalanya, tahta itu tak penting dan mungkin untu saat ini sangat tak penting untukku.”

 

Siwon berhenti dan kemudian kembali menatap Ahra. “Aku hanya ingin bebas dan mungkin dengan segala cara. Kau tahu Noona, hidupku ini begitu membosankan dan terlebih dengan Raja__ Siapa dia? Aku bahkan tak mengenalnya.”

 

Dan setelah itu, Siwon menghilang dari pandangan Ahra. Ahra mencoba untuk duduk dengan benar, ia merasakan seluruh tubuhnya bergetar. Tak menyangka jika semuanya akan segila ini.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Heuh….”

 

Sungmin melenguh pelan, yeah… sekedar menghilangkan rasa bosannya. Sungguh, hidup diistana baginya tak ada untungnya. Memang dia bisa memakan apapun yang ia mau, tapi jika disaat seperti ini rasanya dia ingin pulang kerumah.

 

Mencoba bersikap dewasa sesuai usianya, Sungmin membaca buku tebal dengan tulisan berjajar rapi seperti semut kecil. Sungguh, kedua matanya sudah pedih melihat deretan tulisan itu.

 

Akhirnya, Sungmin memutuskan untuk keluar dari paviliunnya. Berjalan-jalan kelingkungan Istana yang mungkin bisa saja membuatnya tersesat___ err… seperti sekarang ini.

 

Sungmin menoleh kesemua arah, hanya ada pepohonan, jalanan dan juga rumah kecil dihadapannya. Entah ia sudah ada dimana. Memutuskan untuk masuk ke rumah itu saat menyadari hari semakin panas saja.

 

“Aishh… bagaimana ini, tersesat.”

 

Sungmin melihat ke ruangan itu, menekan saklar dan menyalalah beberapa lampu yang menjadi penerang disana. Sedikit kagum saat melihat beberapa benda antik yang sepertinya sudah usang dan juga rusak. Keramik dan bahkan piano tua yang mungkin sudah tak bisa dipakai lagi.

 

Pandangan Sungmin mengarah pada satu pigura yang dari kejauhan sudah memperlihatkan wajah cantik Heechul. Sedikit berusah payah dan berhati-hati, Sungmin mengambil pigura itu dan___

“Eomma….”

 

Dada Sungmin bergetar, ia melihat potret yeoja cantik yang tengah memeluk Heechul. Sungmin membersihkan pigura itu dari semua debu yang menempel, kemudian memilih duduk dilantai dan mulai mengusap wajah Ummanya.

 

“Neomo yeppeo…”

 

Bergumam pelan. Terlihat sangat cantik dengan Hanbok biru mudanya terlebih bersanding dengan Heechul yang tengah tersenyum memakai pakaian pengantin dijamannya.

 

.

Krekkk….

.

 

Suara itu sedikit membuyarkan lamunan Sungmin. Ia menoleh ke belakangnya, tertegun saat melihat lukisan yang sedikit jatuh dan bergesek dengan kursi dihadapannya. Ia berdiri dan kemudian meraih lukisan itu.

 

Tertegun saat melihatnya.

 

Kali ini, kedua matanya disuguhkan dengan pemandangan cantik yang terlukis indah disana. Sungguh, jika dilihat ___ lukisan itu bahkan belum cukup tua untuk dibuang. “K.K.” Sungmin membaca inisial di pojokmbawah lukisan itu.

 

“Sedang apa Tuan Muda?”

 

Merasa ketahuan, Sungmin segera meletakkan lukisan yang dipegangnya___ namun terlambat. Sungmin merasakan tepukan dibahu belakangnya, dengan cepat ia menoleh. “Crown Prince…”

 

.

 

.

 

.

 

“Kenapa kau berada disini?”

 

“Crown Pince juga, kenapa bisa sampai kesini?”

 

“Aku bertanya, dan kau berhak menjawab dan harus menjawab.”

 

“Maaf.” Sungmin mengulurkan tangannya dan kemudian mengambil lukisan tua yang ia temukan tadi. “Ini Ummaku, dan ini Yang Mulia Cho. Kudengar, mereka memang bersahabat sejak kecil.”

 

Siwon hanya mengangguk pelan. Kemudian ia berjalan menuju jendela kecil yang terletak disalah satu sisi gedung itu. “Aku sering kesini, dulu.” Dengan raut wajah yang berubah, sepertinya dia sedang bersedih. “Menemaninya untuk melukis, atau sekedar menghilangkan kejenuhanku karena sekolah yang sangat membosankan. Tapi sayang, sepertinya sekarang tak bisa lagi seperti itu.”

 

“Ah… berarti kau memang tinggal diistana ini sejak semula.”

 

“Yeah, bisa dibilang begitu. Aku tinggal disini selama bersekolah, lalu aku kembali ke Jeju saat mendengarnya juga kembali ke sana. Aku mengikutinya dan berusaha untuk selalu bersamanya. Tapi kebersamaan itu berjalan sangat singkat, entahlah dia berjanji padaku akan kembali lagi tapi kenyataannya sampai sekarang dia tetap saja belum kembali.”

 

“Nuguya?”

 

“Seseorang yang aku cintai.”

 

“Ommo…”

 

“Kim Kibum….”

 

.

 

.

 

.

 

Flashback On

 

.

 

Choi Siwon POV

 

.

 

.

 

“Kau sedang apa?”

 

“Eum…melukis, kau bisa lihat sendiri.”

 

“Huh… kenapa tak bersenang-senang saja. Aku sudah bosan belajar dan saat bertemu denganmu, kau masih saja belajar.”

 

“Ini bukan belajar,Siwonie. Hanya saja dikelas seni tadi, aku diharuskan menggambar bunga padahal kukira sesuatu yang abstrak itu lebih indah.”

 

Aku mengusap rambut pendeknya, dan juga memaksanya meletakkan kuas lukisnya. Aku tahu dia marah dan ah… rambut pendek. Dia memang berambut pendek, berwarna coklat gelap dan juga sangat wangi.

 

Dia juga sangat manis meski  jarang tersenyum, tapi jika untukku dia akan selalu tersenyum. Namja ini, dia namjaku.

 

“Jangan mengacak rambutku, karena seperti biasanya setelah ini kau selalu saja melakukan hal lebih.”

 

“Hanya menciumnya saja.”

 

“Iya, mencium dan banyak hal lainnya hingga kemanapun. Aish…. aku sedang tak ingin bersenang senang.” Dia meletakkan kuasnya dan kemudian memutar tubuhnya menghadapku. Dan entahlah, kedua mata bulatnya semakin bulat.

 

“R-Raja…”

 

Jantungku berdebar kencang, dan aku menoleh kebelakangku. Ah… Ya Tuhan, aku tak ingin mengakhiri ini.

 

.

 

.

 

Dan dia dibuang ke Jeju, kembali kekeluarganya. Semua beasiswanya di Seoul berakhir, bahkan dia bersekolah di sekolah yang begitu kumuh. Aku kabur dari Seoul, menuju istana utama di jeju. Berlari menemui Ibu Suri dan memohon. Dengan sangat aku memohon, aku ingin bertemu dengannya.

 

Tapi yang terjadi tidaklah seperti itu. Raja ikut menyusulku ke Jeju dan yang kutahu saat aku terbangun dari lelapku, aku sudah berada diruangan gelap dan dingin. Sendiri…

 

Aku berusaha untuk pergi, aku harus menemuinya. Dan saat itu Changmin hyung, dia datang menolongku. Memberitahuku jalan puntas keluar dari Istana utama dan akhirnya bisa menemuinya.

 

Aku melihatnya dari kejauhan. Begitu pucat dan juga sendiri disana. Duduk diatas batu besar menghadap kekolam yang cukup indah saat memantulkan cahaya bulan. Aku meremang, aku tahu dia habis menangis.

 

Melangkah cepat seakan berlari dan aku memeluknya. Menciumi wajahnya dan juga pucuk rambut hitamnya. Sungguh, setahun ini aku merindukannya. “Kibumie….” Aku menangis untuknya, sungguh aku mencintainya. Tak menginginkan apapun lagi, bahkan tahtaku akan aku lepaskan.

 

“Aku akan bersamamu, kumohon tetaplah bertahan. Aku akan menyerah dan berbicara pada raja. Atau jika perlu, melepaskan tahtaku…. Kumohon___”

 

Tapi dia menggeleng. Dan wajah tegarnya, aku tahu dia tengah berbohong padaku. “Cukup Siwonie…. dan kita memang melanggar aturan. Aku tahu ini sudah tak seharusnya jadi memang sudah seharusnya seperti ini. Aku harus pergi.”

 

“Mwo??? Kau tak akan kemana-mana Kim Kibum, jangan berani pergi dariku bahkan untuk satu langkahpun.”

 

Tapi aku meluluh, melepaskan kedua tanganku yang menggenggam erat kedua tangannya. Melihat wajahnya yang begitu sedih. Ya Tuhan, apakah aku salah jika aku begitu ingin memilikinya?

 

“Aku mencintaimu Siwonie… jika waktunya, aku pasti kembali.”

 

Dan setelah kecupan ringan dibibirku, yang bahkan tak kusadari entah kapan itu___ bayangannya sudah menghilang. Dia pergi meninggalkan aku.

 

.

 

.

 

.

 

Flashback Off

 

.

 

.

 

“Setelah itu dia pergi dan entah kapan akan kembali lagi. Tapi aku yakin, tahun ini dia akan kembali dan mungkin akan menemuiku disini makanya aku kembali lagi dan selalu ketempat ini.”

 

“Jadi ini lukisannya?”

 

“Nde, aku yang menyelesaikannya. Memberikan insial K.K untuk selalu mengingatnya.” Aku menatap Sungmin, sepertinya dia begitu iba padaku. Apakah aku terlihat seperti itu? “Sudahlah, sebaiknya kau ikut pulang bersamaku. Aku tahu kau pasti tersesat, dan juga tak mungkin membiarkan Pangeran Kecil kesepian di kamarnya. Dia pasti menunggumu.”

 

Aku meraih tangannya, mengajaknya pergi. Mungkin dia sudah dewasa melebihi usiaku, tapi yang kutahu aku mungkin bisa bergantung padanya. Sekali lagi menoleh kedalam saat aku menutup pintunya. Meninggalkan kenangan itu lagi, dan sekali lagi berharap___ dia akan kembali, suatu hari nanti.

 

.

 

.

 

Choi Siwon PoV end

 

.

 

.

 

.

 

.

 

“Kau dari mana?”

 

Sungmin sedikit tersentak dan kemudian dengan cepat melepaskan tangan Siwon yang ia sadar benar, masih menggengam tangannya. Meski dia tak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan, tapi ia tau tak seharusnya dia berlaku seperti itu dihadapan Kyuhyun. Sedikit kikuk dan takut, bahkan semakin bertambah takut saat menyadari Siwon melangkah meninggalkannya dan menghampiri Kyuhyun.

 

Siwon tersenyum aneh dan menepuk bahu Kyuhyun, berbisik padanya. “Hanya meminjam sebentar, kurasa dia juga tidak apa-apa. Tak perlu sampai seperti itu, kau sangat menakutkan Pangeran Kecil-ku…”

 

Kyuhyun mengeratkan kedua genggaman tangannya, dia menutup matanya rapat-rapat berusaha meredam amarahnya. Yeah… yang Kyuhyun tahu, Putra Mahkota sangat membencinya. Kini setelah Siwon menghilang, pandangan Kyuhyun beralih pada Sungmin.

 

Sementara itu, Sungmin hanya bisa tersenyum canggung dan kemudian bergegas masuk kedalam kamar ‘mereka.’ Sungmin tahu, jika Kyuhyun mengikutinya dari belakang. Namja itu bergegas menyusul Sungmin dan kemudian menutup pintu kamar besarnya.

 

“Rupanya kau belum lupa jika ini tempatmu?”

 

Ucapan pedas Kyuhyun sempat membuat hati Sungmin menciut. Rasanya ia terluka sendiri, entahlah___ belum tahu pastinya mengapa seperti ini.

 

“Kukira kau akan pulang ke kamar Putra Mahkota, yang lebih mewah dan indah. Dan juga___ dia seumuran denganmu, apakah kau berfikir kalian bahkan lebih cocok bersama? Ah… atau kau gila tahta? Dia Putra Mahkota dan aku hanya Pangeran Kecil, sudah pasti dia lebih berkuasa atas segalanya. Apakah kau berfikiran seperti itu?”

 

Tak tahu apa yang terjadi pada hatinya, tapi ini sungguh terasa sakit dan saat merasakan kedua matanya memanas, Sungmin tahu dia akan menangis.

 

Sungmin berusaha menoleh kebelakang, namun sama sekali tak lagi menemukan Kyuhyun. Kedua matanya menelisik jauh, hingga akhirnya menemukan pangeran itu duduk di bangku yang sedikit jauh darinya.

 

Kini, perasaan Sungmin bercampur tak jelas. Ia bingung, apakah ia harus menghampiri Kyuhyun? Antara ego dan juga perasaan yang tak menentu, Sungmin terus berusaha meyakinkan dirinya dan akhirnya ia lebih memilih menghampiri Kyuhyun.

 

Ia juga tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang ia tahu hanyalah sesuatu dalam hatinya mendorongnya melakukan ini. Yang ia tahu, mungkin Kyuhyun terluka dengan ini. Dan yang ia tahu, ia yang bersalah dalam hal ini.

 

Lebih bodohnya lagi, ia tahu__ jika ia tak menginginkan harta atau bahkan kekuasaan. “Yang kutahu, aku masih disini. Yang kutahu, aku tetap bertahan dengan kegilaan ini. Aku hanya berusaha menghilangkan kebosananku menunggumu yang sibuk dengan sekolahmu. Jadi, bisakah kau berfikir sedikit lebih baik padaku? Mengapa kau selalu menganggapku seperti itu. Ini bukan pertama kalinya kau marah karena Crown Prince. Aku tersesat dan dia membantuku pulang.”

 

Tapi, Kyuhyun hanya diam. Dia sama sekali tak berniat menanggapi Sungmin. Hal ini semakin membuat Sungmin geram. Dia mendekati Kyuhyun dan menghentakkan kakinya seperti anak kecil. dia menarik tangan Kyuhyun dan menempelkannya pada dadanya sendiri.

 

Awalnya Kyuhyun enggan menoleh pada Sungmin tapi saat merasakan basah yang jatuh di atas jemarinya, sedikit-sedikit ia menoleh. Dan ___  Sungmin menangis, itulah yang dilihatnya.

 

“Aku tahu, ini tak pantas kulakukan pada usiaku. Dan kau!!! Beraninya kau melakukan ini padaku. Ini bukan salahku, ini sepenuhnya salahmu dan kesalahan Yang Mulia. Jadi kenapa kau marah padaku hanya karena hal seperti ini?”

 

Sungmin menahan semua kekesalannya. “Kau merasakannya bukan? Aku bahkan berdebar hanya karena kebodohanku sendiri. Harusnya jika marah, maka aku yang harus marah. Kau menghancurkan semuanya, hidupku dan bahkan masa depanku. Dan juga sekarang kau menghancurkan aku dan bahkan perasaanku.”

 

Kyuhyun merasa iba, ia tahu ini pasti berat untuk Sungmin. Ia memeluk erat namja manis itu dan memiarkan Sungmin menangis dipelukannya dan membasahi pakaiannya.

 

“Jika hanya hal sekecil  itu kau marah, maka harusnya aku lebih marah lagi. Hikks…. kenapa kau sangat menyebalkan Cho Kyuhyun!!!”

 

Kyuhyun tersenyum merasakan pukulan-pukulan pelan Sungmin didadanya.  Ia seakan tahu, jika Sungmin sudah terikat dengannya. Ia bukan khawatir atau cemburu. Ia hanya takut dengan semua yang akan dilakukan Crown Prince.

 

“Mianhe…”

 

.

 

.

 

.

 

Dan pemandangan pagi ini cukup membuat Kyuhyun menganga. Setelah semalaman mereka bertengkar dan kemudian berbaikan dan sekarang, saat Kyuhyun tengah menikmati roti dan susunya. Hampir saja ia tersedak dibuat oleh Sungmin.

 

Yeah … namja dihadapan Kyuhyun ini terlihat sangat manis. “Otte???”

“K_kau! Apa yang kau lakukan? Kau pikir kau sedang apa? Dengan pakaian seperti itu, siapa yang memberikanmu seragam itu? Dah … aish… apa-apaan rambutmu ini? Kapan berubah?”

 

Kyuhyun memarahi Sungmin. Sebenarnya bukan karena penampilan Sungmin, tapi karena ia hampir saja ia tak mengenali figur cantik didepannya ini.

 

Sungmin memang sangat cantik, aish… Hyung, neomu yeppeo…

 

Mengenakan seragam sekolah yang sama dengan Kyuhyun, rambut hitamnya berganti blonde dan jangan lupakan, kilatan manis dibibir pink Sungmin.

 

‘Aish… aku tak tahan.’

 

.

Chup~

.

Sebuah kecupan singkat pada awalnya, hingga akhirnya Kyuhyun lebih memperdalam lagi kecupan itu. Melumat lembut bibir Sungmin dan saat menyadari Sungmin ikut menikmati sesi morning kiss (?) mereka, Kyuhyun semakin bersemangat mencium namja manis itu.

 

Menangkap lidah manis Sungmin dan menyalurkan rasa manis dari susu coklat kesayangannya. Menekan tengkuk Sungmin dan satu tangan lainnya meremas lembut bokong Sungmin. Untunglah pelayan bernama Go Hara itu sudah pergi, jika tidak mungkin ia akan merona sendiri melihat kemesraan Pangeran Kecilnya.

 

“Ahhh…..sess….ahhhh!!!” Dengan sedikit bersusah payahSungmin melepaskan ciuman Kyuhyun. “Sesak bodoh! Kau mau membunuhku!?”

Sungmin hendak mengusap sisa saliva dibibirnya, tapi tangan Kyuhyun menghalangi tangannya dan dnegan cepat Kyuhyun menjilat kecil saliva yang tersisa disudut bibir Sungmin.

 

“Aku hanya menghapus jejak manis dibibirmu. Jangan sekali-kali memakainya lagi, aku tak berani menjamin aku bisa bertahan untuk tak menciummu.” Kyuhyun tersenyum manis dan kemudian memperhatikan Sungmin. “Apa kau sedang bercanda? Jangan katakan kau akan ikut kesekolahku.”

 

“Iya, aku akan ikut kesana. Ini aku minta dari Hara, dia yang memberiku seragam saat aku bercerita padanya tadi malam. “

 

Sungmin kemudian meraih susu coklatnya dan meminumnya. Mengecap-ngecap rasa manis dan coklat dengan bibir yang selalu saja bergerak manis seakan menanti Kyuhyun untuk menciumnya.

 

“Aku bosan dan mungkin bersekolah denganmu akan menyenangkan. Ah… bukankah aku masih pantas? Bahkan kau terlihat lebih tua dan aku terlihat sangat muda. Hahhaa…”

 

‘Ah… Ya Tuhan… namja ini…’

 

Kyuhyun hanya bisa membatin. Ia tak bisa menghalangi Sungmin, dan lagi pula ia juga cukup senang. Sekolah mungkin akan menjadi salah satu tempat favoritnya mulai sekarang.

 

“Baiklah kalau begitu. Tapi kuharap kau tak menangis saat melihat banyak fans dan juga yeoja cantik yang akan terus berteriak dan berusaha mendekatiku nanti.” Kyuhyun tersenyum mengejek, gerakan matanya terus saja menatap lapar pada Sungmin. Sungguh, jantungnya sudah berdebar sangat kencang.

 

“Ish… jangan bermimpi. Memangnya kau siapaku? Kau pikir aku akan cemburu.”

 

“Ah… ayolah, aku tahu kau sudah jatuh cinta padaku. Ck… tak pandai berbohong.”

 

“Ahniya, aku tidak seperti itu.”

 

“….”

 

“Yah!!! Kenapa wajahmu seperti itu. Sudah kukatakan, aku tidak jatuh cinta pada siapapun. Termasuk pada pangeran jelek sepertimu, dasar menyebalkan.”

 

“….”

 

“Yah….! Bicara sesuatulah…. jangan diam saja.”

 

“….”

 

“Yah!!! Cho Kyuhyun!!!!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

TBC

 

.

.

.

No EDITED >////<

Bagaimana dengan ceritanya??? Aduh ini sedikit lebay and ngawur. Hikss…. khayalan saya cuman sampe itu. Dan jangan tanyakan apakah saya pernah browsing masalah kerajaan Korea???? Sama sekali ga…. jadi jangan dimarahin yah jika ngawur gini….

Bye….

43 thoughts on “HONEY | CH. 4 | KYUMIN | YAOI

  1. Eh, kenapa si Kyupil diem aja? Terlalu terpesonakah dengan Ming yang imut2??

    Aku khawatir malah Ming yang bakal dikejar2 para seme ‘lapar’ entaran –‘

  2. jdi ikut bayangin ming yg cute bgt😀
    jdi sbenerx apa sech rencanax siwon?!
    ciieeee ciieee ming mulai jatuh cinta sama kyu…
    kyu jgn sok dulu donk, siapa tau nt malah fansx kyu berbelok jdi fansx ming… wkwkwkwkkkk
    ga sabar nunggu chap slanjutx🙂

  3. iseng – iseng nyari fanfict kyumin, dpat yg ini,,,q bca yg part 4 dulu baru k awal, hehehe,kyak2 princess hour bkan ?oy, buka blog ini gak tahan ama fto ming n kyu,,imut n gnteng abiz

  4. blum bca yg part 3 soalx d protect jd loncat az ke yg 4 ne mreka udah nikah ya?
    dsni klihatan ming udah mli nerima kehidupanx yg bru n kyu ya klihatan mreka jd mesra gtu tpi ttp ya si evil pervertx gak ketulungan klo dh sma ming
    nah loh ad mslah ap sih kyu n siwon trus hub kyu n siwon itu apa nah kibum itu pacarx won tpi d asingkn gra2 rhubungan sma won pdhl won calon raja nnti
    ribet n membingungkan
    lanjutttt

  5. kkke~ pertengkaran yg manis antara KyuMin.
    Kyu bnr2 pervert klo dkt dng ming #sabar ya Ming
    Beneran Ming gk bakal cemburu ma fansx Kyu
    Ohhh kibum d’asingkan tow??

  6. Omo, omo, biar belum baca chap 3nya tapi chap ini telah berhasil bikin saya senyum2 sendiri kaya orang g*la *baru nyadar* #plak
    Sungminie satu sekolah sama kyu nggak sabar baca chap selanjutnya ^^

  7. Ya kyu oppa jngn trlalu percaya diri dulu blum tentukan siapa tau nnti malah oppa yg kwlalahan menghadapi fans’a ming oppa minnie oppaQ kan manis dan cute lg!

  8. Hm spertinya ming uda mulai mengakui perasaannya ke kyu yaaa hehhe
    Hahh pasangan pervert ini tiap pagi nyari kesempatan ajah buat mesum2an -_-”
    Kasian bgt siwon harus dipisahin dr kibum😦

  9. uahh ming gg nyadar umur neh.. mw sekolah
    ia walaupun masih keliatan baby face seh..
    ming ming

    tp kyu kayanya km deh yg bakal cemburu..
    pastinya ming yg bakal jd incaran..
    hahah

  10. Kirain siwon suka sama ming, trnyta ada kibum nya ya…
    Di chap ini Ming udh mulai bs nerima kyu :)…
    Q msh sedikit bingung sama cerita kerajaannya…

  11. manis bgt ya kyumin bertengkarnya🙂 ciee
    ehmm sepertinya ada yg jujur ttg perasaannya nihh *tunjukming
    aku suka bgt kyumin momentnya ♥

  12. Ming ma kyu mkin sweet aja
    Ming ikt skolah ntar yg da mlah fans kyu jd lri k ming smua jngan kkk
    Lmayan bgg blm bca part 3
    Aq mnta pw donk aq dah ngkutin cra’y kok biar dpt pw
    Pleaseeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s