Shanghai Romance | HanChul | Sekuel | Part. a | GS Nc-17

.

shanghai romance season 2 part a 

.

 

.

 

“Kau gila!”

 

Yeoja yang diteriaki itu tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia menoleh sengit kearah namja yang kini berhenti dibelakangnya. Memamerkan senyuman canggungnya dan memberikan tanda peace dengan jemari tangan kanannya.

 

“Kau bilang apa? Aku gila?!”

 

Namja itu ikut berjalan mundur saat yeoja yang ada dihadapannya semakin berjalan maju mendekatinya. Yeoja itu sangat cantik, terlebih seksi. Tapi, jika dalam keadaan seperti ini benar-benar terlihat menakutkan.

 

“Maaf. Aku tak bermaksud seperti itu. Ah… honey, kumohon jangan melihatku seperti itu. K-kau sedang hamil dan itu anakku. Aku tak mau nanti anakku membenciku.”

 

“Kau bilang aku gila!” Yeoja itu mendekat dan mencengkeram kuat kerah baju namjanya. “Yah!!! Tan Hangeng! Kau yang gila!” Yeoja ini mengusap kasar air mata yang mengalir bebas dipipinya. “Kita belum menikah. Belum resmi dan hubungan ini masih disembunyikan. Terlebih, karirku yang aku bangun dengan susah payah. Lalu apa…”

 

Hangeng mencoba menghapus air mata yang terus saja mengalir di pipi yeojanya. “ Mianhe, aku benar-benar__”

 

“Kau bilang aku gila___ aku harus melakukan apa hah???! Kau pikir semua kerja kerasku, akan aku lepaskan begitu saja? Aku harus melakukannya.”

 

“Kau tak boleh melakukan apapun. Kita akan menikah secepatnya.”

 

“Andweyo!!!”

 

“Kita akan menikah Kim Heechul, jebal… jangan bunuh dia.”

 

 

 

.

 

.

 

.

 

 

.

 

.

 

.

 

rainy hearT

.

 

~Proudly present~

 

.

 

.

 

 ~Sanghai Romance ~

 

Sekuel

.

 

.

 

.

 

“Saat aku menemukanmu, aku meyakinimu. Cukup percaya dan bertahan denganku. Melakukan segala cara hanya untuk bersamamu. Your body was so HOT and keep calling me~”

.

 

.

 

.

 

.

 

Cast :  – Tan Hangeng

–  Kim Heechul

 

Pairing: HanChul

 

Genre : Drama, romance, etc

 

Length : Series

 

Rated : M

 

Disclaimer : Hannie dan Heehee saling memiliki

 

 

Warning : GS, GaJe, Typo(s), etc

 

.

 

 

.

 

Don’t Like Don’t Read

 

No Copas No Bash No Flame

 

.

 

— Happy Reading —

.

 

.

——>>> Shanghai Romance Season 2

 

Part a

 

.

 

.

 

.

 

Diruangan yang sangat cantik, lengkap dengan perabot rumah yang bisa dibilang berharga tinggi. Rumah dengan nuansa warna merah dan juga kesan antik yang sangat kental. Rumah yang tak besar, namun cukup besar untuk ditinggali sendiri.

 

Yeoja ini tengah gelisah, perasaannya campur aduk tak jelas. Dia baru saja mengalami masalah dengan sebuah label yang memakainya. Tubuhnya cepat lelah dan juga sering pusing, membuatnya terkesan bekerja setengah-setengah dan terlihat tak profesional lagi.

 

Mulai stress dan juga merasakan ketakutan.  Sedikit terburu-buru, dia beranjak dari duduknya. Mengingat pesan manager-nya jika dia sudah  membelikan alat itu dan menyimpannya di  laci kedua di toliet utama.

 

Jangan tanyakan kemana sang manager?

 

Yeoja itu tengah pusing menghadapi banyak klien yang marah karena Heechul membatalkan semua pemotretannya minggu ini.

 

Heechul menetap di China, mungkin untuk waktu yang lama. Bukan hanya karena banyak tawaran yang berdatangan padanya, tapi sambutan orang China sangat baik. Fanboy dan fangirl, jangan tanyakan lagi. Tapi bukan berarti tak banyak juga antis yang membencinya.

 

Hanya gosip__

 

Sesungguhnya, bukan gosip karena itu memang kenyataannya. Tapi Heechul sangat pandai bersilat lidah. Ia tak mau hubungan mereka sampai diketahui publik. Karena hanya dengan sebuah perkiraan yang diungkapkan di infotaiment saja, semua fans seorang Tan Hangeng  seakan menjadi musuhnya.

 

Dia harus benar-benar menyembunyikan hubungan ini, dan apa lagi jika sampai ketahuan jika dia dan Hangeng tinggal serumah. Maka tamatlah riwayat seorang Kim Heechul di China.

 

Membayangkan semua kenyataan itu saja, Heechul harus terus menerus berusaha menguatkan hati dan pikirannya. Dan lalu, apalagi ditambah dengan dia yang harus menahan diri saat melihat salah satu adegan dalam film yang dibintangi oleh ‘kekasihnya’ itu. Sungguh, ia benar-benar ingin mencakar habis wajah namja tampannya. Tapi sayang, dia selalu saja kalah jika sudah berhadapan dengan ‘kekasihnya.’

 

Jika disebut sebagai kekasih, juga sedikit tidak bisa disebut seperti itu. Heechul sangat tak bisa menerima kenyataan jika dia memang jatuh cinta pada namja tampan ini. Dia selalu saja mengelak  setiap kali Hangeng mengajaknya membicarakan ini.

 

Dalam pandangan Heechul, Hangeng seperti seorang teman yang selalu siap dan ada untuknya. Memang, seluruh waktu bebas Hangeng adalah miliknya. Dan perlu dicatat, namja China itu bahkan sudah ribuan kali mengatakan jika dia sangat mencintai Heechul dalam 3 bulan terakhir ini.

 

Dan masalah sex__

 

Jangan tanyakan berapa kali mereka melakukannya. Salahkah Heechul yang terlalu sexy?

 

Atau memang salah Hangeng yang selalu saja tergoda?

 

Namja mana yang tak akan tergoda melihat kulit kencang seputih susu dan juga payudara indah yang berukuran sangat pas terlebih hanya berbalut kemeja tipis setiap harinya.

 

Jangan tanyakan apakah yeoja ini memakai bra atau tidak.

 

Hangeng selalu saja mengabaikan bra dan segitiga pengaman yang melindungi privat Heechul. Baginya, ada atau tidaknya benda itu tetap saja tak mengurangi kadar keseksian Heechul.

 

 

.

 

Srettt..

 

.

 

Terdengar suara pergesekan benda kayu saat Heechul menarik laci di toilet utama yang ada di rumah megah itu. Dia mengambil satu benda kecil yang kini menjadi penentuan hidup dan matinya.

 

Menggengamnya erat dan terus berdo’a jika semuanya tak akan berjalan seperti apa yang ia takutkan. Dengan sangat berhati-hati, melakukan semuanya sesuai dengan apa yang tertulis pada petunjuk penggunaan benda itu,

 

Dan hanya dalam 5 menit saja__

 

“Tidak mungkin…”

 

Heechul menjatuhkan benda itu dan entahlah, tubuhnya terasa lemas hingga akhirnya tubuhnya merosot kebawah. Beruntung ia sedari tadi berdiri didekat  dinding wastafel di toilet itu. Setidaknya ada yang ia gunakan untuk menyandarkan kepalanya yang tiba-tiba saja terasa  sangat pusing.

 

Heechul menutup kedua matanya. Perasaan dan pikirannya sangat kacau. Seluruh nafasnya seakan berhenti. Sesak___

 

Heechul berusaha bangkit dan kemudian dengan tubuhnya yang terasa lemas itu, ia memasuki bathtub yang kosong. Bathtub yang sangat luas, hingga mudah baginya dan Hangeng untuk bercinta bahkan di waktu mandi mereka.

 

Tapi, kali ini__ bathtub itu seakan menjadi saksi betapa hancurnya Kim Heechul.

 

Dia membuka kran air hangat dan membiarkan seluruh tubuhnya terendam didalam air. Sepertinya, dengan begini kesedihan dan bebannya akan berkurang. Mencoba menutup mata dan menikmati kegiatan berendamnya. Membiarkan kemeja putihnya basah ikut terendam bersamanya.

 

Heechul menyandarkan kepalanya pada bantal yang bahkan tersedia di pinggiran bathtub. Ia mengusap bagian perutnya yang masih rata. Ia tahu, ini belum terlihat. Tapi, sepertinya ia mulai bisa merasakannya. Ada detak jantung lain didalam tubuhnya.

 

“Waeyo???”

 

Hanya bisa menangis lirih, haruskah ia menyimpan ini sendiri…?

 

.

 

.

 

.

 

Terlihat sangat kacau__

 

“Aku pulang, Baby…”

 

Hangeng yang baru saja menyelesaikan tour dalam masa mempromosikan film terbarunya  terburu-buru masuk ke dalam rumahnya. Ditangan kanan dan kirinya, penuh dengan kantung belanjaan yang sudah pasti hadiah dari fans dan juga hadiah yang dibelinya sendiri untuk Heechul.

 

Sampai ia berteriak keseluruh rumah pun, tak ada sahutan. Ia yakin jika Heechul di rumah. Ditandai dengan mobil putih kesayangan yeojanya ini masih tergeletak indah di garasi. Hangeng meletakkan semua barang di tangannya. Segera ia melepaskan kacamata hitam dan juga mantelnya. Berjalan menuju kamar mereka.

 

Semakin bingung saat melihat keadaan kamar yang sedikit berantakkan. Ini sudah sore, tapi mengapa kasurnya masih berantakkan seperti ini.

 

Heechul mungkin memiliki sifat dan sikap seenaknya, tapi bukan berarti dia yeoja yang jorok. Hangeng mulai merasakan keanehan, terlebih saat mendengar lirih aliran kran dan air yang sepertinya terjatuh karena bathub yang penuh.

 

Dia segera masuk ke toilet utama di rumah itu, toilet yang berada di dalam kamar mereka.

 

“Baby-ya!!!!”

 

Berteriak panik saat melihat Heechul yang terendam air penuh, dan hampir mencapai seluruh wajahnya. Tak cukup bisa memastikan, apakah Heechul sempat tenggelam atau tidak.

 

“Baby-ya… jebal, bertahanlah.”

 

Tak tahu mengapa, mungkin karena perasaannya. Tanpa sadar air mata itu jatuh di pipi Hangeng. dia membawa Heechul dari Bathtub itu dan meletakkannya di kasur nyaman mereka. Segera membuka setiap kaitan kancing kemeja yang dipakai Heechul.

 

Kulit yang biasanya sangat cantik dan kencang itu, kini terlihat pucat dan berkerut. Entahlah berapa lama dia terendam di dalam air.

 

Sebisa mungkin Hangeng melakukan pertolongan. Dia segera mengganti baju Heechul dan kemudian mengompresnya. Demam. Mungkin saja Heechul demam, atau bahkan lebih dari itu.

 

Tapi, mungkin Hangeng bisa bernafas lega saat ia yakin bahwa jantung Heechul masih berdetak dengan baik. Entahlah, mungkin inilah yang bisa ia lakukan untuk menunjukkan betapa ia menyayangi Heechul.

 

Turut melepaskan pakaiannya, dan mengganti bajunya dengan piyama yang sama motif dengan yang di pakai Heechul. Membawa tubuh Heechul dan membaringkannya di sofabed yang  berada tepat disisi  perapian.

 

Meski ia sendiri kepanasan, tapi setidaknya dengan begini Heechul akan merasa hangat. Hangeng mengorek isi kotak obatnya, dan menemukan obat penurun panas. Segera meminumnya dan menahannya di mulut, kemudian mendekatkan bibirnya pada bibir Heechul. Setelah berhasil menyalurkan sirup itu, dia kembali ke rencananya semula.

 

Tidur dengan tenang, dan memeluk erat tubuh Heechul. “Bangunlah,baby…”

 

.

 

.

 

.

 

Merasakan hawa panas dan sesak, Heechul seperti berada dalam satu ruangan gelap yang begitu hampa. Seperti ikut dalam mimpi itu, berkeringat karena terus berlarian ke semua arah. Seakan begitu banyak orang yang mengejarnya.

 

“Baby, bangunlah.”

 

“Tidak bisa, kumohon. Ini bukan salahku… hikss… berhenti…”

 

“Heechulie, please baby…. bangunlah.”

 

Hangeng terus mencoba membangunkan Heechul. Tubuh lemah Heechul terus bergerak hingga membuat Hangeng ikut terbangun. Sangat terkejut saat melihat raut kelelahan dan juga bulir keringat yang muncul di seluruh wajah dan tubuh Heechul. Piyama pink bermotif foxy yang dipakai Heechul pun sudah basah.

 

Hangeng  menepuk pelan pipi Heechul dan berbisik ditelinga yeoja itu. “Kumohon, baby… bangunlah.”

 

“Hikss…”

 

Dan suara isakan itu, cukup membuat Hangeng lega. Sedikit demi sedikit, ia bisa merasakan jika Heechul mulai terbangun. Tubuh yeojanya ini, sudah tak panas lagi hanya saja sepertinya Heechul tengah menyimpan beban yang sangat berat.

 

Kedua mata mereka saling menatap, dan Hangeng__ namja itu mulai mengusap keringat di wajah Heechul dengan handuk basah yang sedari tadi dipakai untuk mengompres Heechul.

 

“Tunggu disini, aku akan membawakan piyama baru. Sepertinya, piyamamu basah.”

 

Tapi, belum juga Hangeng beranjak dari duduknya kedua tangannya di tahan oleh Heechul. Kedua mata Heechul masih setia mengalirkan air matanya, dan ini semakin membuat Hangeng tak mengerti.

 

“Aku tahu ini sangat mengejutkan. Tap-tapi___” Heechul berhenti. Ia tak sanggup mengatakannya. Mungkin saja Hangeng tak akan mempercayainya, tapi jika terus diam maka apa yang akan ia dapatkan. Memendam semuanya sendiri, sepertinya bukan jalan keluar yang baik.

 

Heechul mencoba beranjak dari posisinya yang sedari tadi masih berbaring di sofa bed-nya, ia meraih leher Hangeng dan kemudian memeluk erat namja itu. Menghirup wangi yang sangat sexy baginya.

 

Heechul menarik nafas dalam, dan mencoba menguatkan dirinya. “Hannie…”

 

“Heum…”

 

Untuk beberapa detik, Heechul kembali diam. Dia menggigit bibirnya dan berusaha untuk tak menangis. Jika berfikir ini adalah satu anugrah, maka mungkin harusnya dia bahagia tapi semuanya seakan hanya awal dari kehancuran saat datang di waktu yang  benar- benar tak diperkirakan.

 

“Aku hamil…”

 

.

 

.

 

.

 

“Jeongmal?”

 

Hangeng menangkup kedua sisi pipi Heechul dan menatap lekat pada mata cantik itu. Heechul mengangguk cepat. Kenyataan ini membuat Hangeng sangat bahagia, namja itu langsung kembali memeluk tubuh Heechul dengan sangat erat. Hampir menangis malah, karena dia terlalu bahagia.

 

“Sudah kuduga, kau akan hamil anakku dalam waktu dekat ini. Ternyata usahaku tak sia-sia.” Hangeng melepaskan pelukannya dan mengusap airmata yang masih saja membasahi kedua pipi Heechul.

 

“Aku tahu kau menangis bahagia. Terima kasih, ini hadiah yang paling indah untuk ulang tahunku tahun ini. Terima kasih baby…”

 

“U-ulang tahun?”

“Nde, besok lusa adalah ulang tahunku. Bagaimana jika kita merayakannya dengan keluargaku di rumah. Kau akan aku kenalkan dengan mereka, lalu kita membicarakan masalah pernikahan. Ah… aku senang sekali. Sepertinya ini ide yang sangat bagus.”

 

Hangeng begitu bersemangat, bahkan melebihi apapun. Dia sangat bahagia, lebih bahagia dari saat dia dinobatkan menjadi the best artist di penghargaan kemarin. Tapi disela tawanya dan juga cerita betapa ia bahagia, Hangeng merasa ada yang aneh.

 

Raut wajah Heechul sama sekali tak menunjukkan kesenangan apapun. Dia mulai berfikir lain. Terlihat drai raut wajahnya yang semakin meredup. Hangeng mencoba menghapus semua pemikiran buruknya.

 

Ia mengubur dalam-dalam semua kemungkinan yang lain. Dalam pikirannya hanya sibuk tentang kebahagiaan dan kebahagiaan lain. Namun saat melihat gelengan kepala Heechul,  Hangeng tahu jika yeoja ini berfikir sebaliknya dari apa yang ia pikirkan.

 

“Aku berfikir, jika belum waktunya untuk anak ini.”

 

“Baby…” Hangeng berucap lirih, tubuhnya melemas seketika. Dalam hitungan detik pun dia sudah melepaskan rengkuhannya pada Heechul. Beranjak dari duduknya dan menjauh drai Heechul. Menggeleng tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

 

“Kau tak akan melakukan apapun tanpa ijinku. Kita akan menika Heechullie, please… kali ini saja dengarkan aku.”

 

Heechul menggeleng dan menunduk dalam, mencoba melihat ke sisi perutnya. Udara dingin yang menyusup masih bisa ia rasakan karena piyama yang basah. Hangat perapian pun seakan tak bisa menghangatkan hatinya yang seakan beku.

 

“Aku juga tak tahu, hanya saja mungkin yang terbaik untuk saat ini adalah menggugurkannya. Aku tak mau merusak semuanya, termasuk karirmu dan aku. Anak ini belum waktunya, jadi___”

 

Hangeng berlutut di depan Heechul. Berjalan terseok dengan kedua lututnya dan mulai menangis lirih. “Aku tahu, kita terlalu cepat. Tapi bukan berarti aku tak benar-benar mencintaimu. Please, kali ini saja jangan menjadi orang yang keras kepala. Jika hal lain, aku akan mengikutimu tapi ini___ dia baby kita… Kumohon.”

 

Heechul memilih beranjak dari duduknya dan bergegas berdiri mengabaikan posisi Hangeng yang memeluk lututnya tadi. Heechul berjalan cepat menuju kekamar ‘mereka.’

 

“Aku akan menggugurkannya, dan kurasa ini yang terbaik. Kau tak berhak atas apapun karena aku yang merasakannya. Kau bisa saja bersembunyi, lalu aku__ apakah yang akan terjadi padaku nanti?”

 

Heechul mendesah perlahan. Ia tak sanggup lagi melihat Hangeng yang berdiri mematung di hadapannya. Segera memutar tubuhnya dan meraih kenop pintu slide kamar ‘mereka.’

 

“Kita sudah selesai, dan aku harap setelah ini kau akan hidup lebih baik dan tentunya tanpia bayi ini dan aku.”

 

“Apa?” Hangeng bergumam lirih. Dia segera berjalan menuju ke kamar mereka. mengetuk keras pintu kayu itu. “Yah!! Kim Heechul! Dia anakku dan selamanya adalah anakku, kau tak berhak membunuhnya. Yah!!! Buka pintunya…!”

 

Dan sementara dibalik pintu itu. Yeoja ini mengusap kasar air matanya. Jika boleh jujur, maka ini juga sangat berat baginya. Lalu apa yang harus ia lakukan? Tak mungkin memilih keduanya, dan membiarkan semuanya go public, sama saja dengan bunuh diri.

 

“Maafkan aku…”

 

.

 

.

 

.

 

Pertengkaran dan pertengkaran lainnya. Seakan rumah itu tak pernah sepi oleh suara teriakan. Heechul sebenarnya sudah sangat lelah, tapi jangan harap dia bisa keluar dari rumah itu. Tak mungkin dia membiarkan banyak wartawan diluaran sana tahu jika dia dan Hangeng tinggal serumah.

 

“Sial!!!”

 

Yah, hanya bisa mengumpat. Heechul sama sekali tak bisa berkutik saat begitu banyak wartawan terlihat sangat jelas diluaran sana. Bahkan tak jarang pula dari mereka yang sampa berkemah dipinggir jalan menuju ke rumah Hangeng.

 

Sementara itu Heechul hanya bisa menatap sengit pada namja yang masih asyik bermain game di laptopnya. Sungguh ia geram dan kesal. Ditambah dengan mood-nya yang semakin tak menentu akhir-akhir ini, seakan semakin lengkap kemarahannya.

 

.

 

Bukkkk…

.

 

Menutup kasar laptop Hangeng, membuat si empuya melihat kearah pelaku. Tapi sepertinya, disini sang pelaku teramat sangat menakutkan hingga Hangeng hanya bisa menunduk dan kemudian meraih rubuk yang sedari tadi tergeletak tak berdaya dilantai kayu rumahnya.

 

“Yah!!! Jangan berpura-pura bodoh dan tak tahu apa-apa. Kau pikir aku bisa kau permainkan begitu saja? Caramu sangat licik Tan Hangeng.”

 

Tapi bukannya takut, Hangeng masih sibuk bermain dengan rubiknya. “Diamlah, ini sangat sulit jadi jangan mengganggu konsentrasiku. Ck… sangat tak menyangka jika ibu hamil itu lebih cerewet. Bahkan kau yang biasanya saja sudah sangat cerewet, terlebih sekarang kau hamil. Ya Tuhan, ampuni semua dosaku.”

 

Kedua mata Heechul membulat sempurna. “Yah!!! Kau ini benar-benar menyebalkan.” Heechul memutar kursi yang diduduki Hangeng. dia mengambil paksa rubik yang dimainkan Hangeng dan menatap tajam pada namja tampan itu.

 

“Aku tahu, jika ini hanya akal-akalanmu. Jangan pikir aku bodoh. Kau sengaja mengatakan pada pers jika kau akan menikah, kau sangat licik.”

 

“Hei….Honey… baby-ku sayang.” Hangeng mencoba meraih rambut hitam Heechul dan menciumnya.Tapi baru kena ujungnya saja sudah ditarik oleh si pemilik. Heechul mengibaskan rambutnya ke belakang dan merengut tak senang. Hangeng kembali tersenyum dan kemudian menyandarkan punggungnya.

 

“Aku memang akan menikah, bukankah itu benar. Dan berbagi dengan pers bukanlah satu kelicikan. Itu hanya caraku untuk mengatakan pada public kalau aku sudah ada yang memiliki. Yaitu, seorang yeoja dari Korea yang sangat cantik, dengan kedua mata yang begitu tajam dan juga bibir merah yang sangat manis.”

 

“Ish… jangan merayuku lagi. Kau tahu, aku tak akan berubah pikiran. Aku masih harus bekerja dan menjadi yang terbaik dari semua yang terbaik. Aku tak mau kau merusak semuanya, dan sekarang jangan menggodaku lagi dan merayuku dengan kata-kata anehmu yang membuatku semakin mual. Kau sangat menyebalkan.”

 

Heechul berbicara panjang lebar pada Hangeng dan sangat kasihan saat hanya ditanggapi dengan anggukan singkat dan senyuman manis dari namja tampan yang kini malah sudah berhasil menarik Heechul ke pangkuannya.

 

“Aish… kau hamil berapa bulan sih, kenapa jadi berat begini? Pantas saja semua baju tak muat denganmu kau bertambah gemuk.”

 

“Yah!!! Dengarkan aku, ish… lepaskan aku…!”

Heechul menggeliat dan sedikit berteriak saat merasakan pelukan erat kedua lengan Hangeng di pinggangnya dan juga kecupan kecupan ringan di leher belakangnya. Perlakuan seperti ini yang membuat Heechul selalu saja mencair. Hangeng selalu bisa memancing sesuatu dalam diri Heechul, dan itu sangat dibencinya.

 

“Ahhhnn… Uppps…”

 

“Wah… suaramu sexy honey….”

 

“Yah! Jangan menggodaku. Tadi itu tak sengaja…. ahhn…. hentikan tanganmu Tan Hangeng.”

 

“Maaf, asebenarnya aku ingin berhenti tapi sepertinya tubuhmu memerintah lain padaku. Aku jadi tak bisa menghentikannya, aish… bagaimana ini?”

 

“Yah!! Kau pervert… ahhhhs… Hannie… ahhhh…”

 

“Sssttt… jangan keras-keras. Banyak wartawan diluar, mereka bisa saja mendengar kita.”

 

Hangeng masih sibuk menggoda leher dan bahu Heechul. Memeluk yeoja itu dari belakang adalah hal yang paling disukainya. Ia bisa merasakan perut Heechul yang mulai sedikit berbeda, bisa mengusapnya secara langsung dengan menyusupkan kedua tangannya kedalam kemeja Heechul.

 

“Aku merasakan baby kita.”

 

Hangeng berbicara lirih tepat ditelinga Heechul sesekali mengecupnya dan menjilat lembut daun telinga itu hingga berulang kali Heechul harus mendesah tertahan. Terlebih saat tangan Hangeng mulai menyusup ke atas dan menyapa satu puncak mungil yang sudah menegang. Memilinnya dengan gerakan yang sangat lembut dan juga satu tangan lain yang mulai menyusup ke bawah, menyapa panties berwarna hitam yang sudah dipastikan sangat basah.

 

“Ahhh… jebal Hanie, ini sudah cukup. Kita tak akan melakukannya lagi. Aaaaahhhhss…. jeb… ahhhh…”

 

Heechul kembali sibuk mendesah saat Hangeng mengisap dalam titik sensitif dibawah telinganya. Dapat ia rasakan dengan sangat jelas jika bagian privatnya sudah tersentuh oleh jemari nakal Hangeng. Merasakan sesuatu memaksa masuk dan memainkan vaginanya yang sudah begitu basah.

 

Heechul semakin menekan tubuhnya kebelakang dan tanpa ia sadari, ia sendiri menekan bagian privat Hangeng. menggesekkannya dengan belahan bokong padatnya.

 

Sial___

 

Heechul selalu saja hanya memakai kemeja putih tipis dan juga bra dan panties berwarna hitam yang begitu terlihat. Siapa yang tak akan tergoda?

“Ahhhnnn… Hannie… ouhhh…”

 

“Kita akan menikah, kau dengar itu? Aku tak peduli dengan karirmu dan fans-ku. Aku rasa mereka semua setuju dan terlebih Aba dan ama, mereka pasti sangat senang memiliki menantu secantik malaikat sepertimu. Jadi berhenti berfikir gila Kim Heechul.”

 

“Ahhh…. shit!!! Jangan banyak bicara, just fuck me ___ Now…!”

 

“Tak tahan???”

 

“Ahhhnnn… Hannie…. please, aku benar-benar tak bisa menahannya lagi.”

 

“Kalau begitu, kau harus setuju. Kita menikah di hari ulang tahunku.”

 

“What? That’s too fast.”

 

“Apa???” Hangeng mencoba menggoda lebih. Sepertinya dia sedang tak ingin berkompromi kali ini. Dia menarik paksa tubuh Heechul dan melemparnya ke sofa bed didekat perapian. Dengan cepat menarik turun panties hitam itu dan kemudian menenggelamkan wajahnya untuk menikmati makan siangnya. Huh… hari ini sangat panas.

 

“Ahhhnn… jeball … jangan menggodaku lagi.”

 

Dan Hangeng, masih belum mendapatkan jawabannya. Dia memainkan lidahnya dan menyapa biji kacang kecil di privat Heechul. Menghisap dan menjilat dengan lembut dan kuat. Sementara kedua tangannya menahan paha Heechul yang terus saja berusaha menutup.

 

“Ahhh…. Jebal Hannie, aku ingin kau bukan benda aneh itu. Ahhhnnn… kumohon…”

 

Tapi Hangeng malah mengangkat wajahnya. Dia menarik laci dibawah sofa bed yang menjadi ajang ‘pertempuran’ mereka kali ini. Mengambil sebuah alat kecil dengan bulatan lonjong di ujung kabel itu.

 

Kedua mata Heechul membulat saat melihat apa yang ditunjukkan Hangeng. “Jika tak mau ini mengotori vagina kesayanganmu, kau harus katakan ya dan kita menikah. Tapi jangan harap aku mengampunimu saat kau berbohong dan mengingkarinya nanti. Aku bersumpah, akan memasukkan benda ini dan bahkan tak hanya satu. 2 atau 3 atau lebih, di manapun ditempat sensitif di tubuhmu.”

 

“Kau!!!”

 

Heechul hendak beranjak dan memukul Hangeng tapi dengan cepat namja itu menindih tubuh Heechul dan menguncinya. Dengan cepat pula membuka kaki Heechul dan siap memasangkan benda aneh itu didepan Miss V Heechul.

 

“Lihat ini, kau mau milikku atau vibrator ini? Ck… aku tak jamin benda aneh ini tak merusak Miss V-mu.”

 

“Aish… kau benar-benar…”

 

“Ah… sepertinya kau lebih menyukai vibratornya. Baiklah, kita mulai saja.”

 

“Ahhh… tidak. Jangan!!!! Baik-baik, masukan juniromu sekarang dan kita akan menikah besok.”

 

“Benarkah?”

“Iya, benar. Aku berjanji, jadi bisakah masukkan sekarang?”

 

“Eum… bagaimana yah….?”

 

Heechul geram. Dia menatap tajam pada Hangeng. “CK… masukkan sekarang atau aku akan memotongnya!!!”

 

“Ahahahahaha…. siap baby…”

 

Dengan sigap, melepas celana training yang ia pakai sejak semalam dan __

 

.

Jleb~

 

.

 

“Ahhhhh !!!! Hannie… ahhss…!!!! Argghh…!”

 

 

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

 

TBC

 

.

 

.

 

.

 

Gimana sekuelnya? Pastinya ga aneh kan??? Ntah kenapa low bikin Hanchul GS tuh enak banget feelnya hahaha….

 

Ga KENTANG dong, iya kan???

 

Dah masuk dan golllll

 

 

Yeayyy!!!!!

 

^_____^

 

Abaikan TYPO dan juga ___

 

HAPPY BIRTHDAY HAN OPPA!!! SEMOGA SEMAKIN SUKSES AND SEMOGA JUGA BISA BALIK JADI 15 LAGI DEH… wkwkwkkw…

 

13 + 2 = 15

 

SARANGHAE!!!

28 thoughts on “Shanghai Romance | HanChul | Sekuel | Part. a | GS Nc-17

  1. omg!!
    knp habis “Jlebb.” mesti tbc sih unnie >.<

    gmn klo part.b bulan madunya full nc.25 ??
    #yadongAkut

    emang sih, kalo HanChull GS tuh dapet banget feelnya,
    saya yg baca aja dpt feel, apalagi yg buat,
    kekekeee *evilaugh

    yoshh!!
    ditunggu selalu lanjutannya🙂

  2. Waah, akhirnya lanjutan Shanghai Romance! Keren keren xD
    Seneng banget deh, tapi NC nya nanggung nih u,u
    Tetep lanjutin ya thor, aku selalu menunggu. Gomawo

    And Happy birthday for uri Hangeng appa ^^

  3. GS Hanchul emang bnr2 manteeepp eon!
    aq yg baca jg ikut dapet feel-nya…
    gilaaa… aku suka bgt karakter hangeng disini! rada bad boy gimanaaa gitu… hahaha.
    okaaai, seperti yg kita semua tau, hangeng itu satu2nya ‘pawang’nya heenim!
    so, please, get married! now! ㅋㅋㅋㅋ

  4. Hahahaha
    Chullie cuman bisa takluk ama juniornya hankyung >///<
    Hankyung memang jagonya kalo ngegodain heechul hahah
    Nc-nya belum masuk ajah udah panas dingin onnie hehehe
    Lanjuuutt !!

  5. ku kira nggak da sequel nya,, eh ternyata ada,, seru banget sequel nya…. Masa’ heechul nolak nikah ma hangeng??, cara ngancam hangeng hebat banget ya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s