HONEY | KYUMIN | YAOI | CH. 2

 

.

.

.

“Pangeran Choi baru saja sampai ke istana. Sepertinya perjalanannya dari Jeju tidak berjalan baik. Dia sudah beristirahat di ruangannya.”

.

.

.

“Kudengar kau akan menikah?”

“Nde, meski terlalu cepat kurasa tak buruk juga.” Kyuhyun meminum tehnya dan kemudian beranjak dari duduknya. “Aku harap kau juga segera menikah dan naik tahta. Bersyukurlah, kau masih bisa menikah dengan yeoja.”

“Heum… sepertinya kehidupan di Inggris tak  membuatku berubah. Aku masih tak bisa menyukai yeoja.”

“Jangan selalu memikirkannya.”

“Entahlah, sepertinya aku ingin bertukar posisi. Jika bisa, aku ingin menikah dan kau yang naik tahta.”

Kyuhyun menoleh pada Hyungnya. Ia tahu, sebenarnya hyung-nya ini memang tak siap menggantikan Raja Choi. “Sudahlah, mungkin kau hanya butuh lebih banyak waktu.”

Meninggalkan pangeran itu dan kemudian berjalan kembali kekamarnya. Sementara itu, sepeninggal Kyuhyun__ Pangeran Choi ‘Putra Mahkota’ berjalan lemas menuju kamarnya.

‘4 tahun ini tak melihatmu. Bahkan aku tak menemukanmu di Jeju, apa yang kau pikirkan? Beraninya meninggalkan aku.’

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

HONEY

.

 

.

 

.

 

“Tak tahu apa sebenarnya arti cinta. Yang kulakukan selama ini hanya menutup kedua mata dan telingaku. Tak sekalipun terlintas dalam pikiranku, jika aku akan jatuh dalam cerita cinta  yang sungguh begitu “ISTIMEWA.” Tuhan memberikan perasaan ini padaku, bukan tanpa alasan bukan? Jadi, tak mungkin aku punya alasan konyol untuk menolak ‘Hadiah’ teristimewa dari Tuhan ini.”

 

“I Love You…. Forever…”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

          Choi Siwon

          Cho Heechul (GS)

          Lee young Woon as Sungmin Appa

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : series

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

Chapter 2

 

.

 

.

 

.

“Kenapa harus kau yang menyetir?” Sungmin menggerutu pelan saat ia duduk gelisah di kursi yang tepat berada di sebelah jok kemudi.

“Tentu saja sudah jelas, ini ‘kan mobilku. Lagi pula aku sudah mempunyai SIM,  jadi tidak ada alasan mengapa aku dilarang menyetir.” Kyuhyun menjawab santai dan kemudian tetap melihat penuh konsentrasi kearah depan.

Kehidupan ke-Pangeran-annya tak cukup membuatnya aman dari serbuan fans atau bahkan paparazi yang siap mengikutinya kemanapun. Terlebih, sekarang ia memutuskan untuk pergi sendiri tanpa pengawal dan pelayan istana yang siap melindunginya.

Tapi sepertinya Sungmin masih belum bisa menerimanya. Baginya, ia tetap yang harus mengemudi. Sebagai penerapan dari prinsipnya jika seorang yang benar-benar namja memang melakukan semuanya sendiri. “Harusnya ‘kan aku yang menyetir. Lagi pula, aku ini lebih tua darimu jadi bisakah kau sedikit sopan padaku. Setidaknya memanggilku Hyung.”

Kyuhyun tertawa kecil. “Kau ini__ wajahmu saja seperti itu, bagaimana aku bisa memanggilmu Hyung? Kalau memanggilmu noona, itu mungkin baru benar. Noona neomu yeppeo…” Kyuhyun menyanyikan salah satu bait lagu yang sering ia dengar dan melirik jahil pada Sungmin. Sementara namja itu sepertinya sama sekali tak menyadari jika dia tengah mem-poutkan bibirnya, seakan menggoda Kyuhyun dengan keimutannya yang benar-benar melewati batas kewajaran.

“Ish… kau sama sekali tidak lucu. Ck…” Berdecak kesal dan menghempaskan punggungnya ke sandaran jok. “Tadi, apa maksudmu menciumku? Tak seharusnya seorang pangeran sepertimu bertingkah seperti itu.”

“Apa salah?”

“Tentu saja salah.” Sungmin yang sebenarnya mulai bisa mengendalikan emosinya, kini sedikit terpancing. Ia menoleh pada Kyuhyun dan menatapnya sengit. “Kau tahu, aku membencimu.”

“Ah… aku juga membencimu kalau begitu.”

“Ishh…. sudah jelas salah__ jangan mengajak bercanda.” Sungmin mengalihkan pandangannya ke wajah Kyuhyun, menatap pangeran tampan yang masih tersenyum ringan menanggapi kemarahannya. “Kau menghancurkan semuanya, termasuk karirku yang sedang naik. Susah payah aku bekerja dan akhirnya saat aku akan naik jabatan, malah harus keluar dan menikah denganmu.”

“Harusnya kau senang, atau setidaknya berterima kasih pada Tuhan. Jangan bertingkah seolah kau menyesalinya. Aku tahu kau senang dengan pernikahan ini.”

“KauuU!!!!”

Sungmin menggeram kesal. Ia mengepalkan kedua tangannya. Jika saja dia tak mengingat bahwa namja dihadapannya ini adalah Pangeran Kecil, mungkin saja dia sudah memukulnya habis-habisan.

“Apanya yang senang? Apakah aku terlihat senang sekarang? Kau menghancurkan semuanya! Terlebih pernikahan sialan ini!!! Aku tak pernah, bahkan salam mimpi-pun___ menikah dengan namja. Meski itu pangeran tetap saja aku tak menyetujuinya. Haishhh… menyebalkan!”

Kyuhyun hanya menggeleng dan menghela nafasnya. “Memang benar apa yang dikatakan Yang Mulia, jika kau mungkin akan sedikit tempramen dan emosional. Seharusnya kau belajar untuk bersikap baik, biar bagaimanapun kau akan hidup dilingkungan istana. Ada baiknya kau menjaga sikap dan tak terlalu mudah marah.”

“Huahhhh!!! Aku tidak peduli! Ck… menyusahkan.”

Sungmin kembali menghempaskan punggungnya. Ia sungguh kesal dan tak habis pikir. Bagaimana bisa Pangeran Kecil itu begitu santai menanggapi pernikahan ini.

.

.

.

.

 

“Eh???” sungmin mengernyitkan dahinya saat melihat kumpulan design itu. Bersyukurlah jika dia tetap memakai hanbok untuk namja dan tuxedo elegan khas kerajaan. Tapi tetap saja dia tak bisa menerima pernikahan ini semudah itu. “ Haishh… sungguh aku mual melihat ini. Tak bisakah aku hidup normal dan menikah dengan yeoja???”

“Mwo?” Kyuhyun tak menyangka Sungmin bisa berbicara seperti itu, bahkan ditempat umum seperti di Wedding galery ini. Untung saja mereka berada di satu kamar khusus yang disediakan Mr. Kim, jadi tidak akan ada yang mendengar perkataan Sungmin. Tapi meski begitu, tetap saja Kyuhyun menganggap Sungmin sedikit keterlaluan.

“Ya! Harusnya aku yang marah. Kenapa malah kau yang menatapku seperti itu?”

“Harusnya kau bisa menjaga cara bicaramu. Ternyata selain kasar kau juga tak punya sopan santun dan juga liar.” Kyuhyun menggeleng tak percaya. “Haish… terserah kau sajalah.” Kembali membuka-buka kumpulan desaign tuxedo yang di tawarkan padanya. “Heum… semuanya bagus.”

“Ya… ya… ya… memang bagus. Tapi lebih bagus jika bukan kau dan aku yang memakainya.” Sungmin melempar kasar buku sketsa itu. Menghempaskan nafasnya kesal. Sungguh ia benar-benar kesal dan merasa semua ini sudah cukup atau bahkan benar-benar kelewatan. “Heuh… dan aku tak terima kau ejek seperti itu. Sebaiknya kau tarik kembali kata-katamu.”

“Kalau itu memang kenyataan, apa yang karus aku tarik. Kau memang tak punya sopan santun. Kau harus belajar menjadi anggota kerajaan, kau harus ingat kau akan menikah dengan seorang Pangeran.”

“Mwooo!!!??? Kau pikir itu masalahku??? Yang benar saja___ aku tidak peduli.”

Menghela nafasnya. “Heuh… kukira kau sudah cukup dewasa. Ayolah, hanya menikah denganku saja apa sulitnya?” Kyuhyun mencoba berbicara baik-baik dengan Sungmin. “Lagi pula aku ini namja dengan tingkat ketampanan, kepintaran dan juga kedewasaan yang tinggi___ jadi kau juga tak akan bisa menolak pesonaku. Ayo, mengakulah dan menerima pernikahan ini dengan senang hati. Mengakui jika kau memang tak keberatan dengan pernikahan ini hahahhaaa…”

“Ya! Kau pikir aku ini menyukaimu? Kau pikir aku ini menyukai namja?”

“Yeah… mungkin kau tak menyukai namja, atau bahkan tak menyukaiku. Tapi, mencoba bukankah tak ada ruginya?”

“Mwo? Kau bilang tak ada ruginya?”

Berdiri dari duduknya dan menunjuk tepat dihidung namja yang ada dihadapannya. “Ya! Cho Kyuhyun! Bagaimana aku tidak rugi, kau menjadi seme dan aku uke. Wuahhh.. apa-apaan itu? Harusnya kau yang Uke dan aku yang seme!!!”

“Hei…” Kyuhyun menahan tawanya dan menarik Sungmin untuk kembali duduk disisinya. “Dengar___ semua itu adalah Yang Mulia yang mengaturnya. Lagi pula dilihat dari segi manapun, kau tetap Uke. Meski kau lebih tua, tapi tetap saja kau uke… hhhahahaa…”

“Yahhh!!!! Kau!!!”

Sungmin menggeram kesal dan menunjuk tepat diwajah Kyuhyun. Tapi, entahlah seolah semua kata-kata yang hendak ia teriakkan menghilang entah kemana. Hanya menyisakan debaran-debaran halus yang mulai merayapi jantung dan hatinya.

Kedua mata coklat itu menguncinya penuh, hingga semua suaranya bahkan lenyap dan hanya menyisakan suara hembusan nafas yang terdengar semakin berat.

“Kau belum mencobanya. Mengapa tak memberikan kesempatan pada dirimu sendiri?” Kyuhyun berbisik lembut diwajah Sungmin. Tersenyum kecil dan menatap penuh pada bibir pink kemerahan itu.

Satu tangan Kyuhyun terulur untuk mengusap pipi chubby Sungmin, membuatnya mengukirkan senyuman saat merasakan betapa lembutnya pipi itu. “Aku tak bisa berbohong, kau memang menarik… “

Dan mengklaim bibir itu dengan sempurna. Sungmin membulatkan kedua matanya, terkejut saat menerima bibir Kyuhyun. Terasa sangat lembut dan bahkan begitu lembut hingga ia bisa merasakan perasaan yang dalam.

Semakin memaksa kedua mata Sungmin untuk menutup dan lebih meresapi ciuman itu. Seakan lupa, jika dia begitu membenci kenyataan ini. Tapi, mengapa dengan mudah menerima ciuman itu?

Membiarkan lidah bawah Kyuhyun menggoda bibirnya, hingga akhirnya masuk ke dalam rongga hangatnya__ membuat ciuman itu sedikit memanas. Jantung Sungmin berdebar kencang. Ia bisa merasakan jika Kyuhyun meremas punggungnya dan menekan tengkuknya. Sementara kedua tangannya, entah bagaimana caranya tengah melingkar indah di leher Kyuhyun.

“Eunghhh…. nggghhhh…”

.

Tok…..

.

Tokk…

.

Tok…

.

SNAP!

.

“Yang Mulia, apakah anda sudah selesai memilih desaign-nya???”

Langsung tersentak dan melepaskan tautan mereka. Sungmin membenarkan kemejanya dan juga menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun. “Ah… sial! Apa yang aku lakukan?” menggertu pelan, namun masih bisa didengar oleh Kyuhyun. Dan terlebih saat ia hendak mengusap sisa saliva di bibirnya, kembali__

LICK!!

Jilatan kecil itu membuat tubuhnya menjadi kaku seketika. Sementara si pelaku – Kyuhyun- tersenyum senang saat melihat ekspresi Sungmin. “I guess that’s your first kiss.”

“Yah!!!”

“Ayolah, kau tak bisa membohongiku.”

“Yang Mulia, bisakah saya masuk.”

Terdengar lagi seruan dari luar ruangan. “Sepertinya, dia senang menggangu kita. Heum… apakah sebaiknya kita segera pergi dari sini, mengunci diri di mobil misalnya??”

“Yahhh! Pervert!”

Sungmin mendorong bahu Kyuhyun dan kemudian berjalan menuju pintu. Membuka pintu dan menampilkan senyuman dewasanya (?) “Ah… maaf lama, tadi terlalu asyik melihat-lihat.”

“Ahh… benarkah…”

“Jadi sudah diputuskan akan memilih yang mana?”

“Eum, aku ingin desain yang ini.” Kyuhyun menunjuk satu gambar dengan model yang sederhana, bahkan terlalu sederhana untuk kalangan kerajaan.

“Tidak ‘kah terlalu simple?”

“Aku rasa tidak. Ini sangat cocok dan tidak terlalu mencolok, aku ingin yang ini.” Kemudian dia menoleh pada Sungmin, meminta persetujuannya.

Sungmin mengangguk dan memberikan senyuman terbaiknya. “Nde, yang itu saja. Sederhana dan juga cantik, tapi bisakah kau memberi  sedikit warna pink pada campuran warnanya.”

“Ah… tentu saja.”

.

.

.

“Hahhhahahah!!!”

“Yah! Berhenti tertawa!”

“Aku tidak hahhaa….. aku tak bisa. Ini terlalu lucu, hahhaha…”

“Yah! Apa salahnya? Aku hanya seorang namja yang menyukai pink, hanya itu saja___ dan kau tertawa seperti tak ada hari esok. Dasar kampungan!”

“Hahahhaa… PINK!!! Ommoooo!!!! PINK!!!”

.

Bugh…

.

Bugh…

Sungmin memukul kecil lengan Kyuhyun dan sesekali mencubitnya. Yah… cubitan dan pukulan kesal seperti anak kecil yang tengah mengamuk, sama sekali tak terasa sakit dan malah membuat Kyuhyun makin senang tertawa.

“Ahahhaa… kau ini benar-benar ajaib. Hhahaha…”

“Huahhh!!! Sudahlah, percuma saja mencoba menjelaskannya padamu. Ish… menyebalkan.”

Kembali, Sungmin mengeluarkan aegyonya.  Mempoutkan bibirnya dan kemudian menyilangkan kedua tangannya didadanya. “Memang apa yang salah dengan pink, kurasa itu warna yang bagus. Warna lembut dan terkesan manja tapi benar-benar cantik.”

“Hei, tapi kau ini namja dan juga usiamu hampir 30. Ya Tuhan, apa perlu aku mengingatkanmu?” Kyuhyun bersusah payah mencoba berbicara dengan Sungmin dan menahan tawanya. “Tapi, mungkin sangat cocok dengan karaktermu__ yeah, seorang UKE memang sangat pas dengan warna manja dan lembut seperti itu.”

“Yahhhh!!! Jangan membuatku marah lagi! Ishhh…. jika bukan pangeran, aku akan memukulimu.”

“Kalau begitu satu pukulan satu ciuman. Sepertinya kau sudah memukulku berkali-kali tadi, jadi apakah aku bisa meminta bayarannya?”

“Yahhhh!!!” Sungmin memundurkan tubuhnya hingga mentok di kaca pintu mobil dan emnatap horor pada Kyuhyun. “Yah!!! Jangan mendekat atau aku akan benar-benar memukulimu.”

“Lalu aku juga akan benar-benar menciummu.”

“Ishh… bisakah berhenti bercanda dan kita pulang saja? Aku sudah lapar.”

Kyuhyun menatap nakal pada Sungmin. “Satu ciuman, dan kau akan pulang ke rumahmu.”

“Tidak akan. Aku bisa pulang sendiri.” Sungmin kemudian merapikan tubuhnya dan hendak beranjak dari dalam mobil. Meraih kenop pintu dan__

.

Click…

.

“Terkunci…” Kyuhyun menyeringai evil, membuat Sungmin semakin geram dibuatnya. “Ayolah, satu ciuman saja dan kita akan  pulang ke rumahmu. Bukankah aku sudah sangat baik hati? Heiii… jangan menatapku seperti itu.” Kyuhyun mencoba menggoda Sungmin dan kemudian mencolek dagunya.

“Ish… menyebalkan sekali. Aku lebih baik kelaparan disini dari pada harus berciuman dengan anak kekanakkan dan manja sepertimu?”

“Benarkah?” Kyuhyun menatap Sungmin dan menopang kepalanya dengan satu tangannya yang bertumpu pada setir mobil itu. “Aku tak yakin, karena sepertinya kau tadi sangat menikmatinya.”

“Itu hanya terbawa susasana, jadi kau jangan menganggap serius. Sebaiknya hilangkan pikiran anehmu dan berhenti meggodaku.”

Kyuhyun menggeleng pelan.  “Tak ada ciuman berarti tak ada pulang kerumah. Aku akan membawamu ke satu tempat dan mungkin bersenang-senang disana. Ah, aku ingat jika istana mempunyai satu kolega yang memberikan satu villa untuk-ku saat ulang tahun ku tahun kemarin. Mungkin kita bisa kesana.”

“Mwo?”

Kyuhyun mengacuhkan keterkejutan Sungmin. Ia segera memutar kunci mobilnya dan kemudian menginjak pedal gasnya. “Sepertinya akan sangat menyenangkan, kata teman-temanku__ bercinta dengan namja bahkan lebih panas dan___

“STOPPPP!!!!” Kyuhyun sontak menghentikan mobilnya saat mendengar teriakan Sungmin. Sementara itu Sungmin langsung menoleh tajam pada Kyuhyun. “Jangan memancing kemarahanku. Aku tidak peduli itu akan panas atau apalah. Sekarang antarkan aku pulang dan jangan macam-macam atau aku akan benar-benar memukulimu.”

“Aku tidak yakin.” Kyuhyun malah kembali menyunggingkan senyumannya dan kemudian menepikan mobilnya. Memutar tubuhnya menghadap Sungmin dan menatap intens pada wajah cantik itu.

“Mau apa kau? Jangan melihatku seperti itu.”

“Hanya mengagumimu, dan ternyata teman-temanku benar. Kau emmang cantik.”

“Eh…. darimana mereka tahu tentang aku?”

“Ck… siapa yang tak mengenal guru olahraga dan juga calon wakil kepala sekolah yang gagal naik jabatan di sekolah yang paling populer di Seoul.”

“Ommooo!!!! Jadi semuanya sudah tahu?”

“Nde, bahkan appamu menyuruhku untuk kerumahmu sekarang.  Dia bilang banyak teman sesama guru dan juga ada beberapa siswa yang berkunjung kesana.”

“Ahhh!!! Tidak!!!!”

Sungmin menutupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya. Ia benar-benar sudah kehilangan muka sekarang. Bagaimana bisa semuanya datang ‘berkunjung’___ Yang benar saja???

“Ayo, satu ciuman dan kau akan menemui mereka semua.”

Sungmin akhirnya hanya bisa menoleh melas pada Kyuhyun. “Sekarang bahkan bukan masalah ciumannya lagi. Menikah denganmu saja sudah membuatku putus asa dan terlebih mereka semua datang ke rumah. Apakah pantas aku membanggakannya?”

“Setidaknya kau pantas membanggakan aku.”

“Huah…. aku benar-benar membenci ini.”

.

Chup~

.

Satu ciuman gratis dan singkat, hanya menempel saja. Sungmin hanya mengerjapkan kedua matanya dan menatap penuh tanya pada Kyuhyun. Sementara sang pelaku, hanya tersenyum kecil dan mengacak rambut hitam Sungmin.

“Satu ciuman dan kita kerumahmu. Hanya meghadapi ini dengan ringan hati dan juga jangan terlalu dipikirkan. Aku saja, sangat dewasa menanggapi ini dan tak terlalu memikirkan ocehan orang lain. Bagaimana bisa, kau malah malu seakan semua anggota kerajaan tengah mempermalukanmu dengan menyetujui pernikahan ini.”

Sungmin hanya diam dan menoleh pada Kyuhyun. Menatap intens pada namja itu, sementara Kyuhyun sudah fokus dengan  jalanan yang mereka lalui menuju rumah Sungmin. Dalam hatinya, sempat bertanya ‘Mengapa namja seperti Kyuhyun bisa dengan mudah menerimanya? Mengapa dia tidak bisa semudah itu melakukan semuanya.’

.

.

.

“CHUKKAE!!!!”

Teriakan itu terdengar saat Sungmin baru saja memasuki rumahnya. Ternyata memang benar, semua orang sudah ada didalam sana. Juga semua muridnya dan bahkan kepala sekolah, juga beberapa yeoja dan mantan kekasihnya sesama guru di sekolah itu.

“Kudengar oppa akan menikah bulan depan. Ah, itu sangat cepat___ padahal kemarin aku sempat memikirkan untuk kembali bersama Oppa.”

Seorang yeoja menarik kedua tangan Sungmin dan langsung berbicara padanya tanpa mengindahkan Kyuhyun yang tengah menatap sengit pada yeoja itu.

“Hyo Sung-ssi, mianhe. Sebenarnya aku jug-“

“Ah… mianhe. Karena aku dan Sungmin sudah datang, bisakah kalian meninggalkan kami. Ada beberapa hal kecil yang harus aku bicarakan dengan Lee Ahjussi dan juga Sungmin hyung.” Kyuhyun menyerobot pembicaraan itu dan langsung saja menarik Sungmin ke belakang tubuhnya.

Sebenarnya, Sungmin bisa saja menolak tingkah Kyuhyun tapi sepertinya ia masih mempunyai perasaan dan tak akan mempermalukan Pangeran Korea itu didepan banyak orang. “Ah, benar. Tadi Yang Mulia juga mengirim pesan jika dia akan datang hari ini. Sebaiknya kalian segera pulang, dan maaf untuk pestanya karena harus selesai sekarang.”

Lee Young Woon segera mengusir semua tamunya dan memberikan kode pada Kyuhyun dan Sungmin untuk masuk dan duduk nyaman disana. Banyak makanan dan tentu saja, si kelinci lapar itu langsung mendekati kue tart dengan krim strawberry yang sepertinya sangat enak.

“Wah … sepertinya ini enak.” Sungmin mulai menjilati krim itu dan meninggalkan Kyuhyun yang terpaku melihat tingkah kekanakkan Sungmin. “Harusnya kau tak berbicara seperti itu. Meski aku berterima kasih, tapi Hyo Sung itu salah satu mantanku yang benar-benar pernah aku cintai.”

“Heh… makan saja cintamu itu, yang penting kau akan menikah denganku. Oh… dan ingat, kau sudah mengukur pas tubuhmu. Jangan sampai kau kebanyakan makan sampai gendut dan tuxedo pesanan kita tak muat ditubuhmu.”

Sungmin langsung melirik tajam pada Kyuhyun. “Yah!!! Apa maksudmu! Menyebalkan!”

Dan sebagai pelampiasan kekesalannya, Sungmin kembali menyantap semua makanan yang ada didepannya. “Heum… pudingnya juga enak. Dan wuah… roasted chicken!!!”

Sementara itu Young Won yang baru kembali dari acara ‘mengusir tamunya’ itu langsung duduk disisi Kyuhyun. Ia mengambil satu map coklat dibawah meja dan membukanya.

“Tadi, pengawal istana memberikan ini padaku. Dan katanya kalian harus membacanya dan harus menyetujuinya. Ini permintaan langsung dari Yang Mulia Heechul.”

“Nde, aku sudah tahu.” Kyuhyun menerima amplop itu dan menyerahkannya pada Sungmin. “Sebaiknya kau saja yang membacanya, karena aku sudah membacanya saat dirumah kemarin.”

Sedikit ragu, Sungmin mengambilnya dan kemudian mengeluarkan beberapa kertas yang ada disana. “Penyerahan mobil, pengalihan pekerjaan, keterangan uang saku, jalan-jalan, tugas dan liburan.” Sungmin hanya mengangguk sambil membaca tulisan hitam besar yang ada di atas, hingga akhirnya ia membulatkan mata saat melihat halaman terakhir.

“Peraturan Istana?”

“Nde, itu peraturan istana untukmu. Dan sepertinya kau memang harus banyak belajar dari pelayan istana. Kau bisa meminta Go Hara untuk mengajarimu bagaimana caranya bertingkah laku didalam lingkungan istana.”

“Ish… lagi pula aku ‘kan masih akan tinggal dirumah. Untuk apa membaca semua ini. Nanti saja.”

“Eum… chagi…” Young Won merendahkan duduknya dan kemudian duduk disisi Sungmin yang memang sedari tadi duduk dilantai. “Sebenarnya, ada satu hal lagi yang mungkin belum disampaikan Yang Mulia.”

“Apa?”

“Kau akan tinggal diistana mulai hari ini.”

“Mwo???!” sungmin membulatkan kedua matanya. “Bagaimana bisa????” menatap Kyuhyun, tapi sialnya__ Kyuhyun hanya tersenyum evil dan malah memakan buah cerry di atas kue tart yang ada dihadapannya.

“Yah!! Bagaimana bisa?”

.

.

.

.

Berjalan bingung kesana kemari. Sungguh, Istana itu memang terlalu luas bagi Sungmin. Dan mungkin satu keberuntungan__ tapi kesialan bagi Sungmin__ ia harus menjadi anggota istana secepatnya dan melepaskan semua kehidupannya.

Hanya mendampingi Kyuhyun belajar dan belajar. Tinggal di ruangan Kyuhyun bahkan sebelum mereka resmi menikah. “Ah… sial sekali.”

Sungmin kembali mengacak rambutnya. Sungguh, dia sudah pusing dan lelah. Tak mau bertanya pada pelayan dan hanya mengabaikan mereka. Lebih memilih mencari tahu sendiri dan akhirnya__

“Apakah ini kamarnya?”

Membuka pintu slide yang selalu sama untuk setiap kamar. Hanya mengandalkan ingatan terbatas Sungmin dan meyakinkan diri jika ini memang kamarnya. Begitu memasuki ruangan didalam kamar itu, memang sekilas terlihat sama.

Tapi__

“Eh… “ Sungmin mengernyitkan dahinya saat melihat sosok namja tinggi yang tertangkap pandangannya. “Nuguya?”

Sosok itu membalikkan tubuhnya dan menatap Sungmin. “Bagaimana Tuan Muda bisa masuk kemari? Apakah kau tersesat?”

Berjalan dengan gayanya yang khas pangeran dan kemudian mendekati Sungmin. “Sepertinya kau memang tersesat, atau kau sengaja ingin memberikan salam padaku?”

“Ahh.. itu… sebenarnya aku memang tersesat. Tapi___ sangat aneh, aku tidak mengenalmu. Kau siapa?”

“Choi Siwon imnida.”

“Ommo…. Crown prince….”

.

.

“Jadi kau sudah tinggal di istana?”

“Nde, benar sekali.” Sungmin mengangguk lemas. “Mianhe, karena telah lancang dan  mengganggu waktu istirahat Putra Mahkota.”

Mengukirkan senyuman tampannya dan menatap Sungmin. Kedua mata mereka bertemu__ entahlah, mungkin memang mulai banyak hal aneh yang terjadi dalam tata Kerajaan Korea saat ini. Sungmin sendiri tahu, jika Putra Mahkota menatapnya dnegan cara yang tak wajar.

“Aku senang kau menggangguku. Sebenarnya aku cukup bosan berada di Jeju. Dan hari ini aku baru sampai disini, dengan perjalanan yang cukup membosankan dan melelahkan. Tapi, aku menemukan seorang teman pada akhirnya. Terima kasih.”

Berdesir aneh dan tersenyum canggung. Sungmin tak tahu, mengapa sikapnya bisa selunak ini dengan Putra Mahkota. Sangat berbeda jika ia bersama Kyuhyun. ‘Huah… namja itu sedang bersekolah sekarang, jadi lupakan saja.’ Sungmin membatin senang.

“Jadi apakah tidak keberatan, aku berkunjung dan mengganggumu? Jujur… aku bosan tinggal di istana.”

“Tentu saja tidak keberatan. Baiklah, mungkin kau mau bermain bersamaku. Ikutlah.”

Sungmin ikut beranjak dan berjalan di belakang Siwon. Matanya tak pernah lepas dari punggung berbalut pakaian formal berwarna putih itu. Sungguh tubuh yang tegap dan benar-benar nyaman.

‘Haish… hilangkan pikiranmu, Lee Sungmin. Apa kau mau  benar-benar menyukai sesama namja? Yang benar saja?’

Sungmin memukul pelan kepalanya, berharap ‘kotoran’ yang hampir saja merasuki pemikirannya itu hilang seketika. “Jangan suka memukul kepalamu, atau kau akan menyesal karena tak bisa memikirkan aku lagi.”

“Eh… hahhaa…. Yang Mulia bisa saja.”

Siwon menghentikan langkahnya dan kemudian menghadap Sungmin. “Eum.. kau bisa memanggilku Siwon saja, dan menurut pelayanku usiamu beberapa tahun diatasku__ maka aku yang akan memanggilmu dengan sebutan Hyung. Jadi, Sungmin hyung.”

“Ah, jangan. Yang mulia tidak boleh memanggilku seperti itu nanti aku bisa__”

“Kalau ada masalah, itu adalah urusanku. Dan ingat, kau harus memanggilku Siwon. Hanya Siwon, arra…?”

“Ah… baiklah.” Sungmin mengangguk dan kembali meneruskan perjalanannya menuju satu tempat yang mungkin menyenangkan. Kembali menatap dan mengagumi sosok Putra Mahkota yang ada dihadapannya.

Begitu tampan dengan tubuh tinggi tegap-nya. Berulang kali harus menghentikan pemikirannya yang terus saja membandingkan sosok Pangeran Kecil dengan Putra Mahkota.

“Aku sering kesini. Setidaknya, bermain dengan hasil jepretan kameraku saat perjalanan dari Jeju menuju Seoul bisa membuat kita sedikit sibuk sampai waktu makan malam tiba.”

“Wah… ternyata kau hobi fotografi?”

“Nde. Hanya sekedar hobi tanpa bisa benar-benar mengabdikan diri untuk  mengabadikan moment-moment berharga lainnya. Aku tak bisa kemanapun, ke tempat yang aku inginkan. Yah… hanya bisa mencuri seperti ini.”

Sungmin mendekati Siwon yang mulai sibuk dengan kameranya. Memasukkan memory card ke dalam layar kecil itu dan terlihatlah, begitu banyak hasil mengagumkan yang ia lihat.

“Ini sangat indah.”

“Tentu saja, dan aku ingin bisa menyimpan semuanya dengan baik.”

Sungmin terus sibuk memainkan jemarinya, mengagumi setiap detail foto di layar kaca itu. Namun, sadarkah jika ia juga tengah menjadi objek kekaguman seseorang?

‘Apakah kau sadar, kau juga mengagumkan?’

 

.

.

.

.

TBC

.

 HONEY

.

.

Bagaimana dengan kelanjutannya???

Seperti biasa, ini no edited jadi yah… banyak typo bertebaran…. hahhaha

Jangan tanyakan kenapa storynya aneh begini, karena aku pun tak tahu~~~~ lalalalaa.a.a……

 

63 thoughts on “HONEY | KYUMIN | YAOI | CH. 2

  1. huaaaaaaaaaaaaaa… eoni….. daebaaakkkkkkkkkkkkkkkk!!!!
    ceritax tambah seru nich… bener2 keren dech….
    hmmmmmm… jdi kyx bakalan ad cinta segi 3 nich antara kyumin nsiwon… terus aQ agak peasaran sama kyu.. apa kyu itu beneran cinta sama ming?! pdhl kan mereka d jodohin, tpi kyu langsung suka gtu… emang sech siapa pun orgx bakalan cepet suka n jatuh cinta sama ming, tpi apa kyu beneran jatuh cinta?!
    terus temen yg d cari siwon itu siapa?!

  2. ming nggak nolak waktu di kisseu sama kyu.
    Haduh…
    Kayaknya ada cinta segi tiga ni.

    Abang wonnie mending sama aku aja,jd biar ming sama kyu.
    Hahaha…

    Eonni FF mu selalu daebak…!!!😀

  3. eh???aku belum baca part 1 nya,,part 2 udah seru gini….min emang adorable ya…^^
    apakah bakal ada kisah SiMin disini?ow..ow…thanks utk picnya,,,jd ga susah ngebayangin imagenya kyu,min n siwon di cerita ini….:-)

  4. Eaaa…
    Siwon pun datang sebage orang k3 KyuMin…

    Cieee ciieeee
    Sungmin udah mulai merasakan debaran_debaran aneh tp masih d’acuhkan-__-

  5. Siwonnie selalu jadi pihak ketiga –‘
    sini sama aku aja Abang Kuda.. #tarikSiwonkekamar

    Tuh kan aku bilang apa juga? Dasar Kyu mesum! Ming menikmati juga kah ciuman itu? Hahaha..

  6. wahh.. baru baca tapi udah suka🙂

    baru tau, walaupun sungmin udah -ehem- agak tua, tapi kenapa dia tetap imut dan awet muda, kulitnya jg semakin putih dan mulus aja…
    kyuhyun emang cocok jd manja dan kekanakan, walaupun dewasanya kadang2😀

    sungmin mulai jatuh cintakah dgn siwon..

    aku mau baca yg chap 3.. tapi bagaimana cara minta dan dapetin passwordnya??

  7. nah loh siwon suka sma ming n ming jgn sampe tuh suka sma siwon klo kagum sih gak apa2 ntr yg ad dia bisa d habisin si evil tuh kkk
    nah Ming hrus mli menyesuaikn dri tuh karna sdh tinggal d istana

  8. Aigooo
    siwon oppa jadi orang ketiga … Kyaaaa >.<

    eonn, ini kayak ceritanya princess hour tapi ver. Kyumin ya? Tapi ceritanya msh seru ini, soalnya kyumin …😀 hahaha

  9. Huaaaa daebak banget ceritanya…. ^^
    Apalagi posternya keren banget!!! ^^
    Pengen baca chap 3 tapi di protect (ok saya minta paswordnya nanti) #plak
    Jjang chingu!!!😀

  10. Ya sungmin oppa kata’a benci tp pas di cium kok malah menikmatinya sih dan kyu oppa juga blum jd istri saja sudah nafsu gitu gmna nanti klw sudah jd istri bisa2 ming oppa gak bakalan dikasih keluar kamar huh dasar mesum*diplototin kyu

  11. Wooww ming jd rebutan 2pangeran -_-
    Hahhh pesona ming emang tak terbantahkan deh,bagi2 dong pesonanya *colek dagu ming*
    Hehehhe
    Seperti biasa,ff-nya daebak onnie😀

  12. Seruu onn !
    Tpi ttap min itu sma kyu kann??
    Ohh tidak, jgn prnah psahkan mrekaaa :p

    Trus spa yng di rindukan sma siwon onniiee??
    Waaahh!! Lnjut trus deh onn !!!

  13. hhaa kyu ttp yaa wlwpun masih 17 th ternyata lbh pervert.. ehmm sepertinya ad yg kenalan, awas kyu jgn smp ketinggalan start, ming skrg udh mlai blushing nihh klo dkt kyu..

  14. wach wlpun msh 17th t’nyata pervert juga y hehehe
    wach apa kan da perebutan antara siwon ma kyu buat dapetin sungmin???
    lanjut min…

  15. Sumpah
    KyuMin momentnyaa cute abis!!
    suka banget sama sifatnya kyuhyun yg nakal2 gtu. Hahaha
    chup~
    Tapi kayaknya bakal ada Simin moment jugaaa. Hahaha
    terserah deh aku suka 2-2nyaaa
    hahahaha

  16. ceitanya bikin greget. Hwaaaaa~ itu sungminnya masih gengsi ngakuin kalau dia udah ada rasa sama kyuhyun. Kyuhyun juga udah suka sama sungmin. Dan siwon jadi pihak ketiga. Aw aw aw😄 kekurangannya paling typo aja dan sisanya bagus’o’)b oh iya makasih udah nge bales sms dr aku, chingu~ jangan bosen-bosen ngebales yah kalau aku ngesms lagi. Hihihihi😄

  17. wuaaahhhh…..
    daebak…..
    siwon suka ming…???
    kyumim selisih umur 11tahun…???
    pasti nanti ada pertengkaran nich antara pangeran kecil dengan putra mahkota….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s