FF Lomba II | Experience One Day | KyuMin| Yaoi| OneShoot

Tittle: Experience One Day

Author: Restia Titanreeves Ningsih/Choi Eun Joon

 

Lenght: Oneshoot

 

Pairing: KyuMin and always KyuMin

 

Cast:  

–          Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

–          Lee Sungmin as Lee Sungmin

–          Putri Aiko

–          Kim Min Jong

–          Kaisar Akihito

 

Genre: Yaoi,  Action, Spy, Sweety, Romance, Happy Ending

 

Rate: T (Gag tau bedanya Rate, kecuali Rate M, hahahaha)

 

Warning: YAOI, gaje, Typos, dll-

 

Backsound: Super Junior SPY, Catch Me TVXQ

 

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin adalah milik Tuhan YME. Kedua Umma-Appa mereka, dan tentu saja mereka saling memiliki. Tapi setidaknya izinkan saya berharap jodoh saya nanti mirip Kyuhyun ya… #PlakK

 

Summary: Kyuhyun dan Sungmin dipertemukan dalam sebuah misi yang berbeda namun dengan target yag sama. Tanpa ada kesengajaan mereka bertemu, kemudian bekerja sama, bersatu menjadi sebuah tim. Perjalanan satu hari yang mereka jalani diwarnai begitu banyak hal yang membawa mereka pada akhirnya ke suatu posisi dimana mereka merasakan cinta satu sama lain.

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

Sunday, 13 Januari 2013

 08.15 am

“Maaf, maaf permisi, aku sedang buru-buru”. Sesosok namja mungil menembus keramaian bandara, melesat memasuki sebuah taksi, berhenti di depan sebuah hotel mewah, dan tanpa menunggu lama segera masuk kedalam gedung megah itu.

“Aduh, kemana mereka?”. Namja itu mengacak rambutnya frustasi.

“Ada yang bisa saya bantu?”

Suara lembut menyapa indera pendengarannya, kala dia masih kebingungan memikirkan cara untuk melangsungkan misinya.

“Aaaa… iya, namaku Lee Sungmin. Aku adalah agen kekaisaran Jepang. Tolong bekerjasamalah dengan kami. Aku sedang dalam misi penyelamatan. Aku harus membawa pulang putri kaisar dengan selamat. Dan sekarang ini, putri Aiko ada di hotel ini”. cap Sungmin nyaris berbisik.

Resepsionis hotel itu memperhatikan penampilan Sungmin dari atas hingga bawah. Kaus biru laut, dibalut mantel berwarna coklat cappucino, kepalanya ditutupi topi rajutan berwarna hijau tua. Sungguh, resepsionis ini sama sekali tidak mempercayai kalau namja dihadapannya ini adalah seorang agen pemerintahan. Dia justru berpikir, Sungmin adalah anak SMA yang membolos dan melarikan diri ke hotel.

“Maaf, tapi itu adalah privasi. Kami tidak berhak memberitahukannya”. Ucap nona itu, dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi.

Sungmin mengacak rambutnya lagi.

“Dengar Nona……

Sungmin melongokan kepalanya ke name tag si resepsionis.

“Nam Hye Sung, ini tanda pengenalku. Kau tidak percaya? Kalau kau tidak mau bekerja sama denganku, aku bisa saja melaporkanmu pada kepolisian. Dan kau…. bisa bayangkan sendiri apa yang akan kau dapatkan setelah itu”.

Resepsionis itu memperhatikan tanda pengenal dan Sungmin. Sedetik kemudian, raut wajahnya berubah, dengan gugup dia memberitahukan semua yang ingin diketahui Sungmin.

.

.

.

“1208… 1209… 1210” akhirnya Sungmin sampai di kamar yang dimaksud oleh resepsionis tadi.

“Huft, bagaimana caranya aku melihat situasi di dalam?”.

Sambil mencari ide, Sungmin terus berjalan bolak balik di depan kamar nomer 1210 itu. Baerkali-kali dia melirik jam tangannya, seolah-olah ada bom waktu yang akan meledak jika ia terlambat masuk kedalam.

“Permisi tuan”. Seorang pelayan menegur Sungmin, karena namja manis ini sudah menghalangi jalan yang tidak terlalu luas itu.

“Oh iya maaf”. Sungmin menarik tubuhnya menjauh dari tempat itu.

Namun sebelum pelayan itu sempat meraih kenop pintu, Sungmin kembali mendekat kearah si pelayan.

“Maaf, apa itu pesanan dari dalam?” tanyanya.

“Iya benar. Ada apa?”

“Biar aku yang mengantarkannya”.

“Tapi tuan…”

“Tidak apa-apa, aku bagian dari mereka, tapi aku datang terlambat”.

Dengan segala alasan, akhirnya si pelayan menyerahkan trolli itu pada Sungmin. Setelah pelayan itu menjauh, Sungmin mendorong trolli itu kesebuah kamar yang berbeda, yang tak lain adalah kamarnya sendiri yang ia pesan sengaja dekat dengan kamar Putri. Disana ia mengganti seragamnya dengan seragam pelayan hotel. Sangat mirip. Entah darimana ia mendapatkan seragam itu.

Dengan fasih, Sungmin mendorong trolli itu menuju kamar 1210.

‘tuk-tuk-tuk’

“Pesanan” teriaknya dari luar.

“Hah, pesanan kita sudah datang”. Jawab salah seorang yang berada didalam kamar itu. Bisa dilihat, kamar itu diisi oleh 3 orang Korea dan 2 orang Jepang, dan salah satu dari dua orang Jepang itu, bisa dipastikan adalah Putri Aiko, putri sulung dari Putra Mahkota Naruhito, sekaligus cucu ketiga kaisar Akihito.

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan,  dilihatnya sosok putri yang sedang ia cari, sedang duduk memunggunginya. Pelan-pelan ia meletakkan pesanan yang diantarnya. Tatapan matanya, mengedar, namun tetap terfokus pada sang putri. Ingin rasanya Sungmin mengajak pulang putri saat itu juga. Tapi bisa dipastikan itu akan menimbulkan keributan. Dan pesan dari Kaisar adalah ‘bawa pulang Putri Aiko, tanpa menciptakan kegaduhan!’

Sungmin menghela napasnya berat. Berkali-kali berharap, sang putri akan menoleh kearahnya, namun ternyata tidak.

“Baiklah, kau boleh pergi.” Perintah salah satu dari orang Korea itu.

“Ah…? iya, kalau begitu, aku permisi dulu” beruntunglah Sungmin yang mampu berbahasa korea, meskipun agak menggelikan. Jika tidak, mungkin ‘mereka’ akan curiga dan waspada.

Hingga saat Sungmin hendak keluar dari kamar itupun, Putri Aiko belum juga menoleh kearahnya. Sungmin berjalan begitu perlahan. Sambil berjalan mundur, tangannya meraih kenop pintu dan menempelkan sesuatu disana.

‘Kriett’

“Huft, mendebarkan. Apa yang mereka rencanakan terhadap tuan putri? Baiklah, pengintaian akan dimulai.” Sungmin melangkah menjauhi kamar itu, beralih menuju kamarnya sendiri.

.

“Aku tidak pernah tahu, kakek punya banyak teman di Korea.”

 

“Benarkah, Yang Mulia tidak pernah bercerita tentang kami?”

Gadis kecil itu mengangguk.

“Hmm, kami juga bingung menjelaskannya, tapi yang pasti, dulu ayahku adalah teman baik Kaisar”.

‘krek’

Sungmin menyaksikan apa yang tertera dilayar monitornya dengan kesal. Sudah terlalu banyak saputangan yang dirobeknya. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa Putri Jepang bisa lolos dari penjagaan? Bagaimana bisa Putri kekaisaran dibawa oleh orang tak dikenal? terlebih lagi mereka adalah MAFIA BESAR. Dan bagaimana bisa kaisar memerintahkan untuk menyelamatkan putri secara diam-diam? kenapa tidak dengan penyergapan besar-besaran saja? Bukankah dengan begitu, para mafia jadi bisa diringkus sekaligus?

“Hah, ini membuatku gila. Kasihan Putri Aiko yang mungil. Anak sekecil itu tahu apa?” Sungmin mengacak rambutnya frustasi.

“Tidak masuk akal, jika Kaisar takut dengan Mafia”. Diteguknya kopi yang sejak tadi menemaninya memantau keadaan dimana Putri Aiko berada saat ini.

“Aku ingin bertemu kakek”.

 

“Baiklah Yang Mulia. Kita berangkat sekarang bagaimana?”

 

Bocah itupun mengangguk tanpa senyuman.

“Ah, mau kemana mereka? Yang Mulia?”

Dimana kakek akan menjemputku?”

 

“Di pulau Nami, yang mulia akan kami antar kesana”.

 

“Pulau Nami? ___Aku tidak boleh tertinggal, Yang Mulia…..”

Sungmin berlari keluar dari kamarnya, menuju latar parkir mobilnya, berharap tidak tertinggal terlalu jauh dari rombongan yang membawa Tuan Putri.

.

.

Sunday, 13 Januari 2013

09.50 am

Diluar dugaan, ternyata jumlah mereka lebih dari tiga. Mobil mereka saja lebih dari lima. Ini benar-benar bukan hal biasa.

“Huft…  baiklah, kalian berani bermain-main dengan Lee Sungmin ya.”

Begitu Sungmin bermaksud menginjak gas, tiba-tiba…

“Polisi. ikuti mobil itu!”

Seorang pemuda tampan berstelan seperti intel, masuk kedalam mobil Sungmin.

“Kau juga mengikuti mereka? Mobil itu kan?” tanya Sungmin dengan polosnya.

“Bisakah cepat? kita bisa kehilangan jejak”. Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, namja itu kembali memerintah.

Sungmin masih ingin melanjutkan kata-katanya. Membuat namja itu geram dan mengambil alih kemudi. Untuk beberapa saat mereka sedikit kesulitan untuk bertukar posisi. Dan untungnya berhasil.

“Lihat! Kita sudah kehilangan jejak mereka. Terimakasih Nona”.

“YaK! Siapa yang kau sebut Nona?”.

Namja itu menoleh kearah Sungmin.

“Bukankah kau itu yeoja?”

“Dalam mimpimu”. Sungmin mmepoutkan bibirnya.

Namja itu tak ambil pusing dengan tindakan Sungmin. Dia lebih tertarik memperhatikan jalanan. Mencari jalan pintas yang memungkinkan mereka bisa menemukan mobil yang tadi mereka ikuti.

15 menit mengelilingi jalanan itu, tapi tidak juga mereka temukan mobil itu.

Siiiitt… Polisi tampan itu mengerem mendadak mobil yang mereka kendarai.

“Hah, otak udang. Kita kehilangan jejak.”

Hening. Sungmin tida berniat menjawab kata-kata namja ini.

“Kau… untuk apa kau mengikuti mobil itu?”. Akhirnya mereka akan berkenalan juga setelah beberapa menit satu mobil tapi tidak saling memanggil nama.

“Untuk apa kau tahu?” balas Sungmin sinis.

“Hei”.

“Apa? Mengatai orang yeoja, tapi tidak mau minta maaf”.

“Kau masih mempermasalahkan itu?”

“Tentu saja. Aku selalu merawat tubuhku dengan baik, tapi seenaknya kau panggil aku nona?”

Polisi muda itu memperhatikan Sungmin dengan intens dari atas sampai bawah.

“Apa yang kau lihat??” tanya Sungmin ragu-ragu karena tatapan namja itu.

“Hei, apa perlu ku belikan kau cermin ukuran besar? Agar kau bisa melihat sendiri betapa kau itu terlihat seperti yeoja”.

“Uhhhhh… dasar menyebalkan.” Sungmin melipat lengannya didepan dada dan menoleh keluar jendela. Marah mungkin.

‘kruckkk…kruckkk’

Keheningan diantara keduanya, sedikit terpecahkan karena suara perut dari keduanya. Mendengar itu, keduanya saling bertatapan dan tertawa bersamaan.

.

.

.

“Jadi kau agen kekaisaran?”

“Umm, benar. Kau sendiri?”

“Aku bekerja untuk kepolisian Seoul”.

“Mmm, begitu.”

“Kau bilang kau orang Jepang, tapi namamu….”

“Itu karena aku hanya menumpang tinggal disana. Aku lahir disini. orang tuaku orang sini. Aku pindah ke Jepang karena ayah dan ibuku meninggal, jadi, aku tinggal dengan pamanku di Tokyo”.

“Mmm…”

Keduanyapun berhenti bicara untuk sejenak. Menyeruput minuman mereka masing-masing, sekedar melepaskan dahaga mereka setelah berusaha keras menemukan target mereka.

“Kyuhyun…”

“Mmm??”

“Kenapa kau mengejar mereka?”

“Kau tidak tahu? Siapa mereka kau tidak tahu?” Namja itu, Kyuhyun, meletakkan Coffee lattenya dan memulai kembali pembicaraan mereka.

“Tentu saja aku tahu. Mereka bukan kelompok mafia biasa. Bahkan sindikat mereka sangat besar di Tokyo”. Ucapnya bersemangat.

“Lalu kenapa bertanya?”

Sungmin menggeleng.

“Sudah jelas tujuan ku adalah meringkus mereka semua. Mereka sudah benar-benar meresahkan dan merusak nama baik Korea Selatan. Aku ingin buktikan, kalau aku bisa menangkap siapapun orang yang bersalah, sekalipun dia adalah mafia internasional ”. Ucap Kyuhyun dengan penuh penekanan. “Kau sendiri? Ada masalah apa hingga agen kekaisaaran Jepang mengintai mafia besar korea, SENDIRIAN?” dengan tak kalah penasarannya Kyuhyun bertanya pada Sungmin.

“Putri Aiko datang berkunjung ke Seoul beberapa hari yang lalu bersama Putra Mahkota Naruhito dan Putri Mahkota Masako. Tapi, entah bagaimana, putri Aiko diizinkan untuk berada di Seoul lebih lama dari pada Yang Mulia Putra Mahkota. Tiba-tiba saja aku mendapat perintah untuk membawa pulang Tuan Putri. Dengan kata lain, kaisar mengatakan bahwa putri diculik. Kau tahu? Aku harus membawa pulang Putri tanpa Keributan. Aku tidak habis pikir, memangnya kenapa kalau sedikit terjadi pertarungan? Mereka penculik.”

“Hubungan Korea dan Jepang sedang tidak bagus. Meskipun mereka itu mafia yang memang sudah sepantasnya di perangi, bukan berarti, pertarungan antara Jepang dan Korea tidak akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.”

“Menurutmu begitu?”

“Mmm…”

“Tapi apa yang akan mereka lakukan pada Tuan Putri?” Sungmin mengaduk-aduk kopi di gelasnya dengan keras.

“Mungkin untuk menekan kekaisaran agar menghentikan penyisiran terhadap sindikat mereka.”

“Maksudmu, memaksa kekaisaran untuk tidak ikut campur dalam urusan mereka, begitu?”

“Yap, begitulah”.

“Hmmm.”

‘click, drrrtt drrrtt’

Kyuhyun membuka satu pesan baru di ponselnya.

“Bagus”.

“Apanya yang bagus?” tanya Sungmin kebingungan.

“Anak buahku baru saja menemukan posisi mereka saat ini. sebaiknya kita bergerak cepat, sebelum mereka meinggalkan Seoul.”

“Memang ada kemungkinan seperti itu?”

“Siapa tahu.”

.

.

.

Sunday, 13 Januari 2013

11.25 am

Dan disinilah mereka sekarang. Di dalam mobil Sungmin. Anggap saja mereka berdua adalah tim. Setidaknya, tujuan mereka sama.

“Kau siap?”

“Hmm…” Sungmin mengencangkan sabuk pengamannya seraya mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Aku dapatkan posisi mereka. Pulau Nami?”

“Ah, ya, mereka menyebut-nyebut tentang Nami tadi”. Sungmin baru menyadari sesuatu.

“Kenapa tidak bilang dari tadi? Kalau kita tahu tujuan mereka, kita tidak perlu berhenti tadi. Dan seharusnya mereka sudah tertangkap sekarang”. Gerutu Kyuhyun.

“Kau mau mengomel terus atau fokus pada target mu? Kalau lupa itu, ya lupa. Siapa suruh tadi kau mengatai aku yeoja?.” Sungmin kemudian meraih ponselnya dan mulai serius memperhatikan sesuatu disana.

“Ada apa?”

“Tidak ada. Aku hanya lupa memberi makan anjingku”.

“Arrrrgghht… namja aneh” Kyuhyun merasa menyesal sudah menanyakan hal tidak penting seperti itu.

Namja tampan itu kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan. Melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.

“Mereka berhenti di Dermaga”. Sungmin terus berkutat dengan ponselnya, mencoba terus menelusuri GPS yang terdeteksi oleh sistem pengamanan kepolisian Seoul.

“Kau bisa temukan jalur tercepatnya?”

“Lewat jalur utara saja. Disana sedikit lebih lengang dan mudah untuk di lalui.”

Kyuhyun membanting stirny ke arah berlawanan. Dan mengikuti saran Sungmin untuk melewati jalur utara menuju dermaga.

.

.

.

Akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah Dermaga.

“Aku tidak melihat Tuan Putri.”

“Aku juga”.

“Kyu, firasatku tidak enak”.

Kyuhyun menyentuh pundak Sungmin.

“Tenanglah, kita semua akan baik-baik saja”.

Dermaga itu memang tampak tidak seperti biasanya, lebih tenang, atau lebih tepatnya sepi.

Sungmin dan Kyuhyun masih bertahan memandangi kelompok mafia itu dari jarak yang lumayan jauh. Mereka tidak bisa menjamin keselamatan masing-masing jika berjarak lebih dekat dari ini.

“Kita perlu tahu apa yang mereka bicarakan”.

“Aku bisa menempelkan ini pada salah satu dari mereka”. Sungmin menunjukan sebuah alat penyadap suara kepada Kyuhyun. Dan Kyuhyun menyetujuinya.

Sungmin turun dari mobil dengan penyamaran ala kadarnya. Hanya sebuah topi dan kacamata. Ia bergabung dengan gerombolan mafia itu, berpura-pura menjadi salah satu dari mereka. Sungmin seperti seorang profesional. Dia menempelkan SPY Ear GSM nya pada pakaian salah satu dari para mafia itu. Kemudian berlalu menjauhi mereka.

‘Brugh’

“Ah, maaf aku tidak sengaja”. Seseorang yang baru saja menabrak Sungmin itu, berulang kali menundukan badannya meminta maaf. Dan Sungmin hanya membalasnya dengan senyuman, lalu kemudian pergi menjauh.

“Hah, sudah. Apa sudah masuk?”

“Aku rasa mereka akan pergi lagi. Pegang kemudi!”

Dengan sigap, Sungmin mengambil alih kemudi dari tangan Kyuhyun. Sementara namja kurus itu, masih sibuk dengan gadgetnya, mencoba menghubungi GSM yang terpasang pada SPY Ear itu.

Terlihat dari jauh, kelompok mafia itu akan meninggalkan Dermaga Gapyeong.

“Mau kemana mereka? Bukankah rencananya adalah Pulau Nami?”

“Kapal hanya akan berangkat ke Pulau Nami pada jam 09.30 am. Aku rasa mereka menunda keberangkatannya. Jadi kita punya waktu sampai malam ini. ikuti mereka!”.

“Baik”. Sungmin mengerti. Dan mulai mengikuti arah mobil lawan.

Sudah hampir 30 menit mereka berada dijalanan. Entah kemana tujuan mereka sebenarnya. Dan Kyuhyun, masih belum selesai dengan gadgetnya.

“Bagaimana?”

Kyuhyun masih enggan menjawab pertanyaan Sungmin. Untuk sesaat dahi namja jangkung itu mengkerut, seperti kesulitan mencerna satu hal. Dan Sungmin bisa melihat itu.

“Kyu, kira-kira kita akan kemana? Kenapa rasanya semakin menjauh dari dermaga?” tanya Sungmin.

“Aku rasa mereka akan mencari penginapan di sekitar Tapgol Park. Ikuti saja!”

Sungmin hanya menurut saja atas perintah Kyuhyun. Kalau benar merek akan ke Tapgol Park. Maka, mereka akan menghabiskan waktu 2 jam di perjalanan. Dan Sungmin mulai penasaran, kenapa Spy Ear nya belum tersambung.

“Ada apa?”

Kyuhyun masih diam, dan memainkan jari-jarinya pada ipad di tangannya. Hal ini membuat Sungmin frustasi dan mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut.

“Gawat”. Ujar Kyuhyun pada akhirnya.

“Apa? Ada apa?”

“GSMnya tidak bisa dilacak. Sudah satu jam aku mencari jaringannya, tapi tetap not found. Apa yang terjadi?”.

“Kyu…”

Mendengar ada yang aneh dengan nada suara Sungmin, Kyuhyun mengalihkan pandangannya kedepan, dimana pandangan Sungmin juga menuju kesana.

Kyuhyun terkejut. Mobil para mafia itu berpencar di jalur tiga di hadapan mereka. Mereka kebingungan harus mengikuti yang mana, sementara mereka tidak tahu dimobil mana target mereka berada.

“Kita hrus bagaimana?” tanya Sungmin.

“Ada yang tidak beres. Tukar posisi”.

Kyuhyun kembali mangambil alih kemudi, melesat lurus dengan kecepatan tinggi. Dan sayangnya, tidak ada satupun dari mobil mereka yang terkejar olehnya.

“Apa yang terjadi?” Kyuhyun tak habis pikir dengan situasi mereka saat ini.

“Kyu…”

“Apa?”

“Sepertinya, kita juga diikuti”. Sungmin mengeluarkan suaranya dengan begitu pelan, hingga hampir tak terdengar oleh Kyuhyun. Karena itu Kyuhyun mengalihkan pandangannya sebentar kebelakang. Dan…

“Apa-apaan ini?”

Kyuhyun menggeram kesal, di aturnya sistem kemudi otomatis, kemudian melihat kearah Sungmin secara mendetil.

“Kenapa? Mereka mengikuti kita itu tidak ada sangkut pautnya denganku”. Kyuhyun mengabaikan protes Sungmin terhadapnya yang kini mulai menginspeksi tubuh namja imut itu.. tangannya menelusuri setiap bagian tubuh Sungmin, membuat sang pemilik tubuh ketakutan bukan main.

“Tuan Cho apa yang kau lakukan? Situasi kita sedang genting. Kau tidak boleh melaukan ini”. Sungmin berusaha mendorong tubuh Kyuhyun yang semakin menghimpitnya..

Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun ataupun Sungmin, tapi yang pasti, sungguh pikiran Kyuhyun dan Sungmin berada pada dasar yang sangat berbeda saat ini.

“Dugaanku benarkan? Bagaimana bisa kau seceroboh ini? lihat, inilah situasinya jika mata-mata dimata-matai.” Kyuhyun kembali keposisi duduk awalnya, dan menonaktifkan sistem kemudi otomatis mobil Sungmin. Kembali fokus pada jalanan, meningkatkan kecepatan, sehingga mereka bisa menjauh dari kejaran mafia itu.

“Jadi mereka  membagi kelompok menjadi 3 karena tahu kita ikuti? Jadi mereka juga menyadapku?”

“Baguslah akhirnya kau mengerti.” Kyuhyun membanting stirnya ke kanan. Ia memutar balik arahnya, dan itu membuat Sungmin tidak megerti.

“Patahkan penyadapnya”. Kyuhyun menyerahkan sebuah chip kecil yang disisipkan lawan di pakaian Sungmin.

Sungmin segera menuruti perintah Kyuhyun.

“Kenapa memutar arah?”. Tanya Sungmin tidak mengerti.

“Kalau terus lurus, kita akan semakin jauh dari Dermaga. Jadi sebaiknya kita pakai rencana B.”

“Rencana B?”

“Sembunyi, dan susun strategi baru”. Kyuhyun menginjak gasnya, dan semakin menggila mengemudikan mobil itu. 2 mobil yang mengikuti mereka pun telihat kewalahan menandingi kecepatan mobil yang dikemudikan Kyuhyun.

Ketika semakin dekat dengan persimpangan jalan jalur tiga tadi, Kyuhyun sengaja mematikan seluruh sistem SPY yang ada di mobil itu.

“Matikan semua sistem yang tidak aku ketahui. Jangan sampai mereka bisa melacak dari mobil ini”. perintah Kyuhyun.

“Apa yang akan kau lakukan?”

Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, Kyuhyun memusatkan pandangannya pada tiang listrik di pinggir jalan.

“Sudah kau matikan?”

“Ya, sudah”

Tanpa aba-aba, Kyuhyun kembali menginjak pedal gas, hingga mobil itu melaju dengan sangat cepatnya.

“Hitungan ke kesatu, melompat dari mobil”. Ucap Kyuhyun.

“Tap….”

“Satu…” Kyuhyun melompat dari mobil itu, diikuti oleh Sungmin yang masih tidak mengerti.

Dan, sedetik kemudian mobil Mercedes Benz SLR McLaren berwarna perak itu menabrak dengan sukses tiang listrik yang berdiri angkuh di pinggir jalan itu. Sungmin shock bukan main melihat mobil kesayangannya mulai di kelilingi api.

“Kau gila. Apa yang kau lakukan pada mobilku?”. Sungmin meraih kerah baju Kyuhyun.

Sebentar lagi mobil para mafia itu akan menyusul mereka. Dengan sigap, Kyuhyun menarik lengan Sungmin untuk meninggalkan tempat itu. Meski enggan, tapi Sungmin tetap mengikuti namja itu.

.

.

.

Sunday, 13 Januari 2013

03.15 pm

Sungmin dan Kyuhyun kini berada di sebuah penginapan yang tidak terlalu jauh dari Dermaga Gapyeong. Mereka sudah membersihkan diri mereka, dan kini duduk di kursi salah satu Cafe disekitar tempat itu.

“Kau membakar mobilku”. Ucap Sungmin begitu sedih.

Kyuhyun menoleh tajam kearah Sungmin. Mata itu begitu berapi-api menatap Sungmin.

“Kau masih bisa memikirkan mobilmu yang bahkan harganya tidak sampai sepersatujuta dari nyawaku, nyawamu, dan nyawa Tuan Putri? Kau tahu, yang tadi itu bisa membahayakan nyawa kita semua”.

“Aku tidak sengaja. Siapa yang mau di mata-matai ha?”

“Itu karena kau ceroboh. Bagaimana bisa ada agen seperti dirimu. Bukan menyelamatkan, kau malah berpotensi untuk meleyapkan klienmu”.

Sungmin menitikkan air matanya. Kata-kata Kyuhyun mungkin benar, tapi ini pertama kalinya Sungmin dibentak habis-habisan, terlebih lagi oleh namja yang baru dikenalnya dalam hitungan jam.

“Lagi pula, kita ini dilindungi hukum. Kau polisi dan aku agen. Kenapa kita harus takut pada mereka?” Tanya Sungmin terisak.

“Gunakan rasio mu. Kita tidak tahu dimana Tuan Putri sekarang, sedikit saja gegabah, bukan hanya nyawa kita yang jadi taruhannya, tapi juga Yang Mulia.” Nada suara Kyuhyun mulai melemah. Mungkin ia sadar, tak ada gunanya juga mengamuk pada namja dengan sejuta aegyo itu.

Kyuhyun menghela napasnya berkali-kali. Sedangkan Sungmin masih setia dengan isakannya.

“Mulai sekarang, kita jalan sendiri-sendiri. Kau dan aku tidak bisa bekerja sama, sejak awal kita selalu berselisih paham”. Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Sungmin.

Mendengar kata-kata Kyuhyun, tangis Sungmin justru semakin kencang. Entah mengapa, ia merasa tidak rela berpisah dari Kyuhyun.

“Misiku adalah menangkap mereka. Mengenai Tuan Putri Aiko, aku tidak bisa menjamin”. Setelah mengatakan itu, Kyuhyun berlalu dari pandangan Sungmin. Meninggalkan sosok yang semakin tertunduk lemah itu sendirian.

“Hiks… Hiks…”

Sunday, 13 Januari 2013

07.35 am

 

Kyuhyun sudah mendapatkan mobil yang ia pesan dari Seoul. Dia memasang sistem pelacakan yang berhasil ia selamatkan dari mobil Sungmin sebelum mobil itu meledak.

“Aku harus berhasil meringkus mereka malam ini juga. Apapun yang terjadi, meski nyawaku taruhannya.”

Saat sedang memasang layar monitor milik Sungmin ke mobilnya, Kyuhyun mendadak terdiam. Ada rasa menyesal yang mengampiri Kyuhyun, mengingat kata-kata yang ia tujukan pada Sungmin tadi Sore. Jujur, ia merindukan sosok bawel yang dikenalnya beberapa jam yang lalu itu. Bukan keinginannya untuk meninggalkan Sungmin sendiri. Dia juga sadar, seharusnya dia bertanggung jawab karena sudah meledakkan mobil Sungmin.

Kyuhyun memejamkan matanya selama beberapa menit. Begitu membuka mata, ia menghela napasnya dengan pelan.

“Kenapa aku terpikir dia terus”. Kyuhyun menggelengkan kepalanya berkali-kali.

.

“Namja egois, tidak punya hati. Sudah meledakkan mobil orang, sekarang dia meninggalkanku. Arrrghhtt…. aku harus bagaimana? Aku harus menyelamatan Tuan Putri sendirian. Huft…”

“Tunggu dulu, memangnya kenapa? Memang rencana awal aku akan melakukan misi ini sendiri kan? Untuk apa berpusing-pusing memikirkan namja aneh itu”. Sungmin membanting walkie talkie yang sejak tadi ia pegang.

“Tapi sekarang bagaimana? Aku ini terlalu lama di Jepang. Di Seoul saja aku tidak punya rumah. Hah, bagaimana aku melanjutkan misi ini?”

Sungmin menekuk kakinya dan memeluknya dengan erat. Pikirannya melayang ke saat-saat pertama dia bertemu Kyuhyun. Jujur, namja itu sudah berhasil menarik perhatian Sungmin sejak pertemuan pertama mereka.

‘Tin… Tin…’

Sungmin mendengar suara klakson mobil dari luar mansion yang ditinggalinya saat ini.  dilihatnya situasi diluar melalui jendela di mansion itu. Kalau mata Sungmin masih normal maka benar, orang yang berdiri diluar mansion itu adalah sosok tampan yang sejak tadi menghantui pikirannya.

“Kyuhyun?” dengan sigap Sungmin berlari keluar menghampiri polisi galak itu.

Menatap kedatangan Sungmin, Kyuhyun segera masuk kedalam mobil ‘baru’ nya. Malihat hal itu, begitu sampai di mobil itu, Sungmin segera saja masuk kedalam.

“Kau kembali?”. Tanya Sungmin ragu-ragu.

Suasana jalanan itu sangat gelap. Baik Sungmin maupun Kyuhyun tidak bisa melihat ekspresi mereka satu sama lain.

“Aku butuh translater. Takutnya nanti mereka bicara dalam bahasa Jepang, dan aku tidak mengerti.”

Sungmin melirik wajah Kyuhyun yang tetap tak bisa dilihat dengan jelas meski dalam jarak yang begitu dekat seperti ini. yang ada, Kyuhyun jadi salah tingkah karena berdekatan dengan Sungmin.

“Dengan kata lain, kau mengajakku bekerja sama lagi?” yanya Sungmin.

“Anggap saja begitu. Pakai sabuk pengamanmu!”. Kyuhyun bersiap untuk melajukan mobilnya meninggakan area mansion itu.

“Tapi aku masih pakai piyama”. Meski protes, tapi Sungmin tetap menuruti perintah Kyuhyun.

.

“Kyu, kita mau kemana?”

“Tapgol Park. Kita harus selesaikan malam ini juga.”

Sungmin mengangguk-angguk lucu.

“Min,…”

“Ya???”.

“Aku… aku….”

“Kau kenapa?”

“Aku pikir, kita bisa memulai rencana B, tepat pukul 20.00 nanti.”

“Ohh…” suara Sungmin terdengar seperti kecewa.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun.

“Tidak pa-pa”. Sungmin merapikan piyamanya yang sedikit berantakan.

“Oh iya, ini…” Kyuhyun menyerahkan paper bag kepada Sungmin. Dan namja imut itu segera melihat isinya.

“Untuk apa?” tanyanya bingung.

“Kali ini, kita akan langsung turun ke lapangan. Dan aku ingin, kau menyamar untuk memastikan keadaan didalam. Eh, sebelumnya maaf. Dari kita berdua, kau yang paling cocok menjadi seorang yeoja. Jadi…….”

“Hmm,,, hm… hm…. aku mengerti, tidak perlu dilanjutkan”. Potong Sungmin dengan ekspresi yang kurang ikhlas.

“Hehehe, jangan cemberut. Itu karena kau sangat cantik”. Kyuhyun mencoba memberi pengertian pada Sungmin.

Sungmin menatap Kyuhyun lagi.

Lama ia memperhatikan namja jangkung itu.

“Kyu…”

“Mmm???”

“Kau suka yang cantik?”

“Tentu saja, namja mana yang tidak suka yang cantik-cantik?”

Sungmin lemas mendengar jawaban Kyuhyun. Dia kemudian beranjak menuju kursi belakang, hendak mempersiapkan penyamarannya. Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa tersenyum simpul.

Melihat Sungmin melepas satu persatu pakaiannya, entah mengapa membuat Kyuhyun jadi gelisah sendiri.

“Ming…”

“Ya??”

“Aku keluar sebentar. Mengecek keadaan”.

“Oh,, iya”.

Sesegera mungkin Kyuhyun keluar dari mobilnya. Sementara Sungmin melanjutkan acaranya.

.

.

.

Sunday, 13 Januari 2013

08.00 am

“Aku mohon berhati-hatilah”.

“Mmm, aku akan berusaha”.

Sungmin melangkah masuk kedalam Cafe di sekitar Tapgol Park Dengan dandanan yang sangat –cantik- dan cara berjalan yang sangat anggun. Suasana di dalam Cafe cukup ramai, dan bukan hal yang sulit untuk menemukan para mafia itu, mengingat jumlah mereka yang sangat banyak. Bahan mungkin selain Sungmin dan Putri Aiko, mereka semua adalah mafia.

“Kita baru bisa berangkat besok pagi tuan”.

 

“Eksekusinya akan dilakukan jam 12.00 malam ini tuan”.

 

“Bagaimana kalau Jepang tetap melakukan eksekusi itu tuan?”

Tiga orang yang duduk di depan Sungmin sibuk membicarakan sesuatu yang bisa Sungmin pastikan ada kaitannya dengan Putri Aiko dan kekaisaran. Sungmin mendengarkan dengan sangat cermat setiap kata yang keluar dari mulut mereka. Dan setiap kata itu juga tersalurkan kepada Kyuhyun yang menunggu di mobil, melalui penyadap suara yang tertempel di kacamata Sungmin.

“Mudah saja, kalau sampai kekaisaran Jepang melakukan eksekusi itu, itu artinya sebuah tanda untuk kita melenyapkan Putri Aiko dari dunia”

 

Mendengar hal itu, emosi Sungmin terpancing, dengan kasar ia berdiri dari duduknya,

‘srett’

“Ka….. Hmmp….”

Hampir saja ia melabrak para mafia itu, jika saja Kyuhyun tidak lebih cepat menariknya, dan membekap mulutnya yang hendak melancarkan kata-kata makian pada mereka.

Mendengar kegaduhan dibelakang mereka, ketiga mafia itu menoleh kebelakang.

“Dasar remaja zaman sekarang, tidak tahu tempat untuk bermesraan”.

Kyuhyun segera menarik Sungmin menjauh dari tempat itu.

“Lepppasss”. Sungmin meronta dalam pelukan Kyuhyun.

“Kau sudah gila?”.

“Kau pikir apa yang akan kau lakukan jika mendengar kata-kata tadi secara langsung, hah? Seseorang mengatakan dihadapanmu, bahwa dia akan menghabisi nyawa orang yang akan kau lindungi.”

Sungmin meluapkan emosinya pada Kyuhyun, dan namja tinggi itu hanya bisa memeluk Sungmin agar ia bisa sedikit lebih tenang.

.

.

Sunday, 13 Januari 2013

09.00 am

“Kita masuk bersama saja”.

“Jadi, Tuan Putri akan dijadikan pertukaran dengan mafia yang akan dihukum mati besok pagi”. Sungmin berucap dengan lirih, namun masih bisa terdengar oleh Kyuhyun.

“Ming, dengarkan aku. Jika kita berhasil menyelamatkan Putri malam ini, maka misi kita berdua akan berhasil. Putri akan selamat, dan mereka akan tertangkap”. Ujar Kyuhyun, dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Sungmin.

Mendengar ucapan Kyuhyun, Sungmin jadi kembali bersemangat untuk misi penyelamatan ini, toh masih tersisa paling sedikit 3 jam lagi sebelum semuanya terlambat.

.

.

Sungmin dan Kyuhyun masuk bersamaan kedalam Cafe yang memang cukup ramai itu. Sungmin menuju ketempat penginapan sementara Kyuhyun menunggu diluar memastikan keadaan dan menghubungi pasukannya dari kepolisian secara berkala.

Sungmin melangkah layaknya wanita dari kalangan bangsawan. Melangkah sambil mengintip satu persatu kamar dipenginapan itu. Sampai di ujung koridor, Sungmin melambatkan langkahnya. Menajamkan pendengarannya. Dengan keahliannya sebagai mata-mata, Sungmin menyimpulkan di kamar itu hanya ada satu orang, hanya saja ia tidak tahu siapa. Tapi, insting detektifnya mengatakan, orang didalam itu adalah Putri Aiko.

“Yang Mulia… Yang Mulia…” Sungmin mengetuk-nggetuk pelan pintu kamar itu. Tak ada jawaban apapun dari dalam.

“Yang Mulia ada didalam kan?” Sungmin masih bersikeras memanggil Putri kecil itu.

Bukannya melanjutkan pencariannya di kamar yang lain, Sungmin justru membuka unci pintu itu dengan jepitan rambut yang ia kenakan. Tak sampai 2 menit, pintu itu terbuka dan benar firasat Sungmin, dikamar itulah Putri Aiko berada. Meskipun tanpa ikatan, tapi tetap saja ini disebut penculikan dan penyekapan.

Sungmin mencoba membangunkan Putri Aiko yang tertidur. Namun usahanya sia-sia, karena gadis kecil berparas malaikat itu masih belum membuka matanya. Tak ingin membuang-buang waktu, Sungmin menggendong sang putri dan membawanya keluar dari penginapan itu.

“Aku menemukan Yang Mulia, cepat bergerak”. Ujarnya pada Kyuhyun melalui SPY ear yang dibawanya.

Sungmin melangkah pelan-pelan, membawa Putri ke atap Cafe itu. Dia tidak bisa membawa putri dalam keadaan seperti ini, apalagi ada banyak mafia dibawah sana. Mau tak mau, dia harus menunggu hingga Putri bangun, atau hingga Kyuhyun berhasil meringkus mereka semua.

.

Sementara Sungmin menunggu saat yang tepat untuk mebawa Putri Aiko keluar, Kyuhyun mulai melancarkan rencana mereka.

“Bos, gawat, laporan dari penjaga perbatasan, beberapa mobil polisi Seoul mendekat kemari. Apa yang harus kita lakukan?”

“Bagaimana bisa. Bukankah kalian sudah pastikan tidak ada yang mengetahui rencana kita?”

“Harusnya begitu Boss, aku menyaksikan sendiri, mobil Agen itu meledak di pertigaan tadi siang”.

“Berarti dia masih hidup. Cek Putri Aiko dikamarnya. Dongjoon, pastikan tidak ada penyusup yang masuk kemari.”

“Baik Boss”

Kyuhyun masih terlihat tenang meski mereka –para mafia- hampir mengetahui keberadaannya saat ini. Sambil membaca koran, Kyuhyun memainkan jemarinya di bawah meja, mengirimkan pesan pada pasukannya yang sudah bersiap di tempat yang tidak jauh dari Cafe itu untuk menyergap tempat itu begitu ada aba-aba dari Kyuhyun.

“Celaka, Putri Aiko hilang” seseorang berteriak dari kamar tempat Putri Aiko disekap. Sontak mereka semua gelagapan, hilir mudik kesana kemari untuk menemukan gadis berusia 12 tahun itu.

Kyuhyun berpura-pura menjadi bagian dari mereka, ikut menggeledah setiap ruangan di Cafe rangkap penginapan ini.

“Ada penyusup disekitar sini. Alat pendeteksiku, mengidentifikasi ada elemen berbeda disekitar kita.”

Kyuhyun menangkap semua ucapan dari seluruh anggota mafia itu.

“Kau dimana?” tanya Kyuhyun setengah berbisik.

“Aku diatap. Disini tidak ada penjaga”.

“Tetaplah disana, mereka menyadari keberadaan kita”.

“Boss, siapa yang kemari menggunakan mobil audi warna silver?”

“Audi silver? Anggota kita tidak ada yang menggunakan Audi Silver. Cek semua orang disini, jika obil itu satu-satunya yang ada disini, itu artinya, dialah orangnya. Temukan dia!”. Semua orang disana berpencar untuk menemukan Kyuhyun dan Sungmin.

Kyuhyun bersiap bergerak menjauh dari tempat itu.

“Tunggu dulu, tanda pengenalmu”. Seorang pria mnghampiri Kyuhyun dan menanyakan tanda pengenalnya.

“Maaf, aku lupa membawanya”. Jawab Kyuhyun.

Orang itu memandang curiga pada Kyuhyun. Dan tanpa disangka Kyuhyun, seseorang ddepannya berteriak dengan kencang.

“Dia orang yang satu mobil dengan Agen itu”.

Kyuhyun sedikit terkejut. Tanpa aba-aba, sejumlah mafia menyerang Kyuhyun dengan pukulan-pukulan.

Sungguh ini sudah diprediksi oleh Kyuhyun. Dengan sigap ia menangkis setiap serangan yang ditujukan padanya. Namun setangguh apapun namja ini, hal yang mustahil untuknya melawan lebih dari 100 orang seorang diri dan dengan tangan kosong. Beberapa kali tak bisa menghindari pukulan lawan, membuat Kyuhyun memuntahkan darah segar. Hingga sebuah balok kayu enghantam keras bagian belakang kepalanya, dan Kyuhyun jatuh tersungkur dilantai.

Beberapa dari mereka, menyeretnya untuk dihadapkan pada pimpinan mereka.

“Dia adalah Putra Kepala Polisi Seoul.” Ujar salah satu dari mereka yang ternyata mengenali kyuhyun.

“Ayah dan anak sama-sama keras kepala.”

Boss Mafia itu menjambak kasar rambut Kyuhyun hingga pemuda tampan itu meringis kesakitan.

“Apa ayahmu tidak pernah memberitahukanmu bahwa aku, Kim Min Jong, bukanlah orang yang mudah untuk kau lumpuhkan?”.

“Heh, kita lihat saja, apa kau masih bisa melarikan diri sekarang?”. Tantang Kyuhyun penuh percaya diri.

Boss para mafia itu melangkah menjauhi Kyuhyun.

“Bagaimana kau bisa sepercaya diri ini, nak? Kau akan berakhir seperti pendahulumu. MATI.” Seringaian tampak jelas di wajah Kim Min Jong. “Kau tahu, pasukan polisi Seoul yang kau hubungi itu, tidak akan pernah sampai di tempat ini”.

Kyuhyun menatap penuh kebingungan.

“Aku sudah memutus jalur Seoul menuju Tapgol Park. Dan kalaupun mereka berhasil sampai disini, kau pasti sudah mati bersama mereka yang kau bawa kemari.”

“Cuhh…” Kyuhyun dengan beraninya meludahi sang pimpinan kelompok itu.

“Tegakkan kepalanya, aku rasa dia benar-benar sudah bosan bernapas”. Dengan amarah yang memuncak, Min Jong mengarahkan revolvernya tepat kearah kepala Kyuhyun.

Situasi mulai menegang.

1, 2, 3.

“Dorr”. Revolver di tangan Min Jong terhempas kelantai. Semua orang menoleh keasal sumber suara.

“Sayangnya, Kyuhyun tidak bekerja sendiri, tuan-tuan”. Sungmin muncul dari atas, melompat kebawah dan menghajar mreka semua dengan kasar.

Sungguh Sungmin merutuki ini semua. Jika pada akhirnya terjadi pertumpahan darah, kenapa tidak sejak tadi ini dilakukan.

“Hia…”

Dengan cepat Sungmin menendangi, menginjak, memukul semua lawan dihadapannya. Tak ingin melihat Sungmin berjuang sendirian, Kyuhyun bangkit dengan seluruh rasa sakit yang ia rasakan, dan membantu Sungmin menghabisi mereka semua.

“Kau tidak apa-apa?”. Tanya Sungmin dengan napas terengah-engah.

“Yah, setidaknya aku masih hidup”.

“Hia…”

Meski tidak imbang, tapi bisa dikatakan Kyuhyun dan Sungmin sangat hebat. Terutama Kyuhyun yang sudah terluka parah.

“Dimana Yang Mulia?”.

“Di tempat yang aman. Dimana pasukanmu?”

‘uhukk’

“Mereka merusak jalurnya, jadi mereka tidak bisa sampai malam ini”. jawab Kyuhyun, dengan darah yang muncrat keluar dari mulutnya.

“Shiitt, hiaa,…” Sungmin melancarkan pukulan mematikan kearah 5 orang sekaligus.

Meski hanya berdua, tapi KyuMin sudah mampu menumbangkan hampir 40 dari ratusan orang.

‘Prok-prok-prok’

“Berhenti, atau nyawa gadis mungil ini akan tamat?”.

“Yang Mulia”. Teriak Sungmin saat melihat sosok gadis kecil yang diseret turun dari lantai atas.

“Jangan pernah bermimpi bisa mengalahkan Kim Min Jong. Kau, pengkhianat, kau mau membawa Aiko dari sini? Dasar. Jepang itu sudah melukai negaramu. Tapi sekarang apa yang kau lakukan? Menyelamatkan salah satu keturunannya? Dengar, warga Korea, akan di eksekusi mati besok pagi, apa kalian akan diam saja?” Boss mafia itu menarik rambut Putri Aiko dengan kasar.

“Aaaa”. Teriak Putri Aiko.

“Lepaskan dia aku mohon”. Pinta Sungmin.

“Aku memang akan melepskannya, asalkan pihak kekaisaran mau melepaskan adik dan kakakku”.

“Yang salah harus dihukum”. Kyuhyun menyela diantara batuk berdarahnya.

“Yang salah.? Harusnya kalian tanyakan pada Kaisar Hirohito”.

“Aaaaaaa, paman…” Aiko berteriak saat Min Jong mendorong Aiko hingga hampir terjatuh dari lantai atas.

“Aku mohon, Putri masih terlalu kecil. Dia belum mengerti apa-apa”. Pinta Sungmin.

12.00 am

“Tuan Kangta dan Tuan Hangeng sudah di eksekusi tuan”. Seorang anak buah mngabarkan berita eksekusi kakak dari Boss mafia ini.

“Hahahahahaha, Mereka sepertinya menantangku. Memangnya aku tidak beranni menghabisi nyawa anak kecil ini.

Min Jong mendorong Putri Aiko hingga terlempar kelantai bawah. Semua orang terperanjat melihat aksi itu. Untungnya tangan mungil Aiko berhasil meraih pinggiran tangga. Mengetahui Putri Aiko masih menggelantung, Min Jong bermaksud melepaskan pegangan Sang Putri.

“Jangan berpengangan. Kau harus mati seperti saudara-saudaraku”.

Sedikit lagi pegangan itu akan terlepas.

Sedikit lagi saja.

Dan,

“Jangan bergerak, tempat ini sudah kami kepung”. Lebih dari 200  pasukan mengepung Cafe itu. Diluar dugaan mengingat tadi mereka bilang, mereka tidak bisa melewati jalur biasa. Mungkin mereka melewati jalur luar biasa.

Melihat kedatangan pasukan polisi Seoul, Min Jong terkejut lalu menginjak dengan keras jemari Putri Aiko.

Dengan cepat para polisi menembak Min Jong dari berbagai arah.

“Aaaaaa…..” Putri Aiko terlepas dari pegangannya.

Dengan sigap Sungmin berlari untuk menangkapnya. Dengan lompatan kecil Sungmin meraih tubuh mungil itu. Melihat kemungkinan area jatuh Sungmin dan Putri Aiko, Kyuhyun bangkit dan ikut menangkap Sungmin.

Dan,

‘Hap’

Sungmin berhasil menangkap Aiko, dan Kyuhyn berhasil menangkap Sungmin. Meski berhasil tertangkap, tapi pendaratan mereka cukup gagal. Lengan kanan Kyuhyun robek terkena pecahan kaca. Tapi ia justru tersenyum saat melihat wajah Putri Aiko dan Sungmin dalam dekapannya.

.

.

.

Monday, 14 Januari 2013-01-13

08.00 pm

 

Hari ini, Kaisar Akihito, Putra Mahkota Naruhito dan Putri Mahkota Masako, mengadakan kunjungan ke Seoul, sekaligus untuk menjemput Putri Aiko. Pertemuan itu diadakan di kantor kementrian luar negri Korea Selatan.

“Kakeeek… Ayah”. Putri Aiko berlari menuju ayah dan kakeknya begitu ia melihat sosok keluarganya itu muncul dari pintu masuk.

“Cucuku. Maafkan kakek ya”. Kaisar Akihito memeluk erat tubuh cucu ketiganya itu.

.

.

Akhirnya sampai kesaat dimana Kaisar akan menyampaikan kata sambutannya.

“Aku minta maaf untuk semua yang terjadi disini. maaf karena aku sudah mengeksekusi mati warga negara korea. Maaf. Tapi, aku melakukan itu bukan tanpa alasan. Mereka adalah Mafia kelas kakakp yang sudah menyusahkan banyak negara, termasuk Korea sendiri. Karena itu, kami mengambil kesimpulan untuk mengeksekusi mati mereka begitu mereka tertangkap”.

Selagi Sang Kaisar menyampaikan permohonan maafnya, dua orag paling berjasa dalam misi kali ini terlihat lebih memilih mengasingkan diri dari hiruk pikuk pertemuan itu.

“Lenganmu masih sakit?”. Tanya Sungmin seraya menyentuh pelan lengan Kyuhyun yang diperban.

“Tidak terlalu.”

Keduanya kemudian tersenyum.

“Ming…”

“Ya??”

“Kemarin itu kau hebat. Bahkan meski kau menggunakan pakaian yeoja, tapi kau tetap mampu melumpuhkan puluhan orang”.

“Ah… tidak terlalu mengesankan”.

Sungmin dan Kyuhyun saling melemparkan senyuman. Posisi mereka yang sedang duduk di atap, membelakangi pintu menghadap langit pagi, membuat mereka tidak menyadari kedatangan Putri Aiko.

“Kalian romantis sekali. aku jadi iri”.

“Tuan Putri?” KyuMin berucap berbarengan.

Putri Aiko pun tersenyum, dan berjalan mendekat kearah mereka berdua.

“Terimakasih. Kalian berdua adalah malaikat penolongku. Aku tidak akan melupakan kalian. Aku janji. Nanti kalau kalian punya anak, beri nama dia Aiko ya. Aku akan pulang ke Jepang setelah ini”.

Aiko menatap KyuMin bergantian, begitu juga dengan KyuMin. Lalu, Putri Aiko meraih jemari KyuMin bersamaan, dan menyatukannya.

“Kalau kalian mau menikah di Jepang, aku dan ayah akan mempersiapkan semuanya”.

“Tuan Putri”. KyuMin jadi salah tingkah sendiri.

“Yang Mulia, kita akan segera berangkat”.

“Aku akan pergi sekarang. Sekali lagi terimakasih ya”. Putri Aiko melangkah menjauhi KyuMin sambil melambaikan tangan mungilnya.

Selepas peninggalan Putri Aiko, KyuMin jadi canggung satu sama lain.

“Putri Aiko pasti salah paham”. Sungmin memulai pembicaraan.

“Hmm, kau akan pulang Jepang?”.

“Mungkin, kecuali ada seseorang yang memintaku jangan pergi”

“Kalau aku bilang, jangan pergi?” tanya Kyuhyun.

Sungmin menoleh menatap Kyuhyun.

“Kenapa?”

“Penglaman satu hari kita, membuat aku, merasakan sesuatu.”

“Hmm??? Bukankah kau hanya tertarik pada yang cantik?”.

“Jadi kau belum mengakuinya juga? Maksudku yang tercantik itu adalah …. Kau Ming. Lee Sungmin.”

Jantung Sungmin seolah tak mampu lagi berdetak normal. Sungmin ingin tersenyum, tapi ia malu.

“Kyuhyun”.

“Tinggallah disini. bersamaku”. Ajak Kyuhyun.

“Tapi aku…”

Mendadak nada suara Sungmin berubah, raut wajah Kyuhyun juga ikut berrubah.

“Apa kau tidak bersedia?”

“Bukan begitu. Tapi aku____ ingin dilibatkan dalam misi selanjutnya ya”. Sungmin memasang cengiran yang sangat lucu.

“Ming…”

“Hmmm???”

“Ciumanku waktu itu bagaimana?”

“Mmm, terlalu.”

“Terlalu apa?”

“Terlalu singkat”.

Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin dengan satu tangannya yang tidak diperban. Lalu menggelitiknya pelan.

“Hahahaha, geli, tuan Cho… hahah…”

“Ayo kita perpanjang”.

“Kau pikir itu KTP?”

“Anggap saja iya…”

“Mana bisammmpph….”

Kyuhyun tak tahan lagi dengan ocehan Sungmin yang tidak ada ujungnya itu. Walhasil, Kyuhyun mengklaim bibir yang begitu menggoda itu dengan penuh kelembutan. Mereka menjadikan semilir angin yang bertiup  disela pepohonan senagai musik pangiring ciuman mereka.

Memang bukan ciuman yang ekstreme, tapi cukup memabukkan bagi keduanya.

Dan berterimakasihlah pada para mafia. Jika tidak ada mereka, Kyuhyun tidak akan menjadi satu tim dengan Sungmin, dan mereka tidak akan saling jatuh cinta.

“Mmmpphh… Kyuhhh”

.

.

.

The End

Nb: Hua,,, maafkanlah saya yang membuat ff ini terkesan gaje.

Maaf karena membuat KyuMin berada dalam situasi yang berbahaya. Ff ini juga tidak ada maksud apa-apa sih, Cuma pengen ikut berpartisipasi aja buat ulang tahun bias utamaku.

Oh iya, satu lagi, maaf untuk terlalu panjangnya word yang saya pakai. rasanya gag puas kalo dipaksa jadi 3oooan words. jadinya segini deh…

Berharap banget ada yang RCL, hasil tulisan aku ini.

Gamsamida, Arigatou, yorobeun…^^

3 thoughts on “FF Lomba II | Experience One Day | KyuMin| Yaoi| OneShoot

  1. dan berterima kasih juga pada author, jika tak ada author maka tak mungkin ada juga ff yg keren dan menegangkan ini.. Hehe

  2. Wah, keren ceritanya🙂
    Ada Masako segala lagi, haha😀
    Setelah baca FF ini jadi keinget Lee Minho yg jadi mata” di Drama Korea yang judulnya Skip Beat kalo gak salah.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s