Heartbeat | KyuMin | Yaoi | 2S/end

 

.

hb

.

.

‘Hey… bisakah kau berhenti? Sejenak saja…’

Aku lelah berusaha menangkapmu, sementara kau ___ masih senang berlari kesana kemari. Tak bisakah berhenti saja dan diamlah dipelukanku?

.

‘Hey… apa yang harus aku lakukan? Sementara kau tak melakukan apapun tapi…”

Bingung….

Blank dan tak tahu apa-apa. Aku hanya diam dan akhirnya juga tak melakukan apapun. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku? Sebenarnya, apa yang sesungguhnya kau inginkan?

.

‘Hei, apa kau sengaja melakukannya?’

Terus saja menggodaku dan terus memaksa pikiranku untuk memikirkanmu. Memikirkan bagaimana caranya untuk memilikimu dan bersamamu?

.

‘Hei… haruskah aku menggila dan memaksamu?’

‘Hei, haruskah aku berbuat jahat untuk memaksamu?’

‘Apa kau sengaja atau memang benar-benar tidak tahu?’

.

My heart still keep beating for you

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

HEARTBEAT

.

 

.

 

.

 

“Hatiku berdebar kencang saat melihatmu. Hanya dalam jarak seperti ini saja sudah membuatku jatuh begitu dalam pada pesonamu. Tapi, kumohon…

 

Jangan katakan kau tak akan membalas perasaanku, jebal…”

 

.

 

.

 

.

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Other Super Junior Member

Pairing: KyuMin | YeMin (?)

Genre : Drama, romance, fluff

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Mereka memiliki satu ikatan istimewa dan akan selalu seperti itu.

Warning : YAOI / BL | Tidak sesuai EYD | Typo’s

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

Cafe Heechul

 

.

.

.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu? Aneh!!!”

Heechul berjalan menuju Kyuhyun yang memang tampak tengah tersenyum aneh di sudut cafenya. Sedikit konyol juga, karena ia merasa khawatir pengunjung lain akan merasa terganggu dengan tingkah _kegilaan_ Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun membenarkan posisinya dan menumpukan kedua tangannya ke atas meja. Tersenyum senang pada Heechul.  “Hyung, aku sedang senang. Asal kau tahu saja, aku sudah membuat janji untuk bertemu Sungmin besok malam. Ck… aku tak sabar menunggu besok malam.”

Heechul Hyung kemudian duduk dihadapanku. “Jadi, kau sudah menghubunginya?”

“Nde, dan aku juga sudah tahu jika dia pemilik dari wedding planer yang ada di dekat Wedding shop itu.”

Heechul  mengangguk pelan. Kemudian ia menyerobot kopi yang ada di hadapan Kyuhyun. terlihat berfikir. “Apa kau yakin dengannya?”

“Eoh? Maksudmu?”

“Huah… pabo!!!” Heechul menyandarkan punggungnya dan menggeleng pelan. Mulai berdehem dan menjelaskan satu hal yang mungkin sedikit diabaikan oleh Kyuhyun. “Dengarkan aku, bocah. Apa kau pernah berfikir jika dia juga sepertimu? Eum … maksudku meski kau belum sepenuhnya menjadi seseorang yang menyukai sesama namja, tapi apakah kau tak memikirkan jika bisa saja dia malah sudah memiliki yeoja atau bahkan istri dan anak dirumahnya?”

Raut wajah Kyuhyun langsung berubah. “Hyung… kenapa kau malah mematahkan semangatku??”

Ingin sekali Heechul memukul kepala Kyuhyun. “Huah….Jika saja Hannie tak melarangku untuk memukul kepala babo-mu itu mungkin saja aku sudah memukulimu sejak tadi. Hei… Tuan Cho__ Hubungan ini tak mudah. Tak seperti saat kau menyukai teman-teman semasa sekolahmu dulu. Ini berbeda dan harus menar-benar konsisten.”

Kyuhyun menggeleng heran, kemudian menyunggingkan senyumannya. “Hahhaa… ternyata Hyung sangat keren.” Memberikan satu jempolnya pada Heechul dan kemudian segera beranjak dari duduknya. “Huah, sepertinya aku harus mencari cara yang tepat agar dia langsung bisa menjalani hubungan istimewa ini__ sama seperti yang kau katakan.”

Kyuhyun berdiri di sisi Heechul dan menatapnya penuh sayang. Merentangkan kedua tangannya sedikit lebar dan tersenyum penuh pada Heechul.

“Jangan katakan kau akan memelukku disini?”

“Oh ayolah Hyung, aku ini saeng-mu yang paling menggemaskan.”

“Ya!! ! Berhenti bertingkah aneh dan pergilah, jangan membuat pengunjung menggunjingkan kita.”

“Ayolah Hyung…” Kyuhyun semakin merentangkan kedua tangannya membuat Heechul mau tak mau akhirnya berdiri dan memeluk Kyuhyun. “Aku menyayangimu, hyung. Hahhaa… gomawo.”

Melepaskan pelukan mereka dan memberikan satu ciuman kecil di pipi Heechul. “Gamsha, Heechulie Eomma!!!”

“Ya!!! Aku bukan ibumu!!! ”

.

.

.

.

Tempat pertemuan dan lagi-lagi di Cafe Heechul

.

.

.

.

Atas permintaan Heechul, akhirnya Kyuhyun mengubah tempat janjiannya hingga terdamparlah _lagi-lagi_ di cafe milik Heechul. Dari mejanya, Heechul sudah memantau Kyuhyun.

Tersenyum tipis saat melihat kecanggungan Kyuhyun yang tengah berbicara dengan seseorang  dihadapannya. Meja Kyuhyun yang cukup jauh membuatnya tak bisa mencuri dengar apa yang sebenarnya dibicarakan oleh Sungmin dan Kyuhyun.

.

.

“Mianhe telah menggangu waktumu.”

“Ahniya___ aku sudah selesai mengurus semuanya.”

“Eoh… syukurlah.” Mengangguk canggung dan sesekali meremas pelan genggaman tangannya. Terasa dingin dan juga takut. Terlebih melihat Sungmin yang malam itu semakin bertambah menggemaskan dengan topi rajut dan juga rambut blonde-nya.

“Eum… bolehkah aku mengatakan sesuatu?”

“Nde, tentu saja. Heum… kau lucu sekali.  Kenapa takut seperti itu denganku? Apakah aku menyeramkan?”

Matilah kau Cho Kyuhyun!!!

Sungmin memasang aegyonya. Mata bulatnya, bibir pouty berwarna pink dan juga pipi chubby-nya.

“Neomu yeppo…” bergumam lirih dan seakan tersihir oleh Sungmin.

“Gamsahae. Tapi aku namja.” Sungmin menyahut gumaman Kyuhyun.

Terlihat aneh, saat Kyuhyun bukannya berbicara dan malah menatap Sungmin lagi dan lagi. Wajah itu begitu mempesonanya.  Hingga akhirnya genggaman tanga Sungmin yang meraih satu tangannya itu menyadarkan Kyuhyun.

“Hei…. jangan melihatku seperti itu.”

“Ah, mianhe.”

Dan tanpa sadar, mereka masih bergenggaman tangan. Kembali lagi, Kyuhyun menatapi wajah Sungmin. Seakan kembali tersihir dan kemudian mengukirkan senyumannya. “Eum … bolehkah aku bicara satu hal?”

“Nde, tentu saja.”

“Apakah kau tahu, cinta yang sangat istimewa itu seperti apa?” Kyuhyun sadar. Sekarang ia benar-benar sadar dan tengah berusaha sebaik mungkin untuk menyatakan perasaannya.

“Eum … memangnya seperti apa?”

Mengukirkan senyuman dan menarik tangan Sungmin untuk membuat namja itu makin mendekat padanya. Menggenggam lembut dan mengusap punggung tangan itu perlahan.

“Sesuatu yang mudah dimengerti, mudah dirasakan dan mudah dijalani. Akan lebih sempurna lagi jika mudah didapatkan.”

“Hehehe…. kau pasti mengarang bebas.”

“Ahni, aku tidak seperti itu.” Kyuhyun menggeleng cepat dan kemudian mendekatkan tangan Sungmin untuk menyentuh ke dadanya. Merasakan detak jantungnya yang memang sangat cepat sekarang ini.

“Cinta yang begitu cepat dirasakan hingga terasa istimewa karena meyakini dan memperjuangkannya. Semuanya mempengaruhi, termasuk debaranku. Cinta yang istimewa karena tak melihat siapa dia. Cinta yang istimewa karena aku dengan mudah jatuh cinta dan terikat, dengan mudah yakin dan berusaha untuk mendapatkannya.”

“Eum… “ Sungmin tersenyum canggung. “Apa kau sedang merayuku?”

“Ehh…” Kyuhyun tersentak dan dengan cepat melepaskan tangan Sungmin. Dia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Benar-benar salah tingkah. “Ah, maaf. Seharusnya yang tadi itu tak terjadi. Ah… maaf aku sudah keterlaluan. Eum… mungkin kau merasa aneh, tapi yahh… lupakan saja. Hehehee…”

Sungmin mengangguk pelan. Meski samar terlihat, tapi sesuatu yang berubah pada raut wajahnya itu seperti menunjukkan satu hal yang tak pasti. Kembali melanjutkan pembicaraan konyol mereka yang hanya berputar pada pekerjaan dan cuga customer.

.

.

“Huahh… payahhh…”

Heechul menepuk dahinya setelah melihat Kyuhyun berjalan lemas mendekatinya. “Ak-aku juga tak tahu akan melakukan itu. Padahal aku juga tak merencanakan apapun.”

Menyeret Kyuhyun untuk duduk di meja kerjanya bersamanya. Wajah Kyuhyun memang terlihat tak bersemangat, terlebih semua rencananya berantakkan__ termasuk mengantar Sungmin pulang kerumah.

“Lagi- lagi namja itu. Dia hanya Hyung Sungmin, tapi tetap saja aku kesal. Mereka berbeda ayah dan Sungmin tetap memakai marganya.”

“Yeahm dan hanya itu saja yang kau tahu. Ck… harusnya kau merayunya setelah memastikan kemana hati dan arah pemikirannya. Setidaknya kalian membicarakan tentang hubungan sesama jenis dulu. Huah… pabbo…”

“Iya baiklah, aku memang bodoh. Lalu harus apa?”

“Entahlah, mungkin saja dia tak akan menemuimu lagi. Aku lihat ia juga tak begitu senang saat kau mengatakan hal konyol yang memalukan itu?”

“Yah… hyung___ Jangan membuatku putus asa. Harusnya kau membantuku.”

Heechul menggeleng dan mulai memberesi semua barang-barang miliknya yang berserakan di meja. “Lebih baik sekarang kau ikut aku. Kita pulang dan pastikan kau tidur dengan baik. Kuharap saat bangun besok, otak dan pemikiran payahmu itu akan hilang. Ck… payah…”

“Yah Hyung!!! Aku tidak payah! Aku tad-tadi hanya…”

“Sudahlah, sebaiknya kau lupakan kejadian memalukan hari ini. Banyak berdo’a pada Tuhan agar dia memberi jalan lain atau setidaknya namja lain yang cukup cantik atau bahkan melebihi kecantikanku.”

“Hyung…”

“Atau kau minta  bantuan Siwon untuk mendo’akanmu agar kau selalu beruntung.”

“Yah!!! Hyung!!!!”

.

.

.

.

Dan memang sepertinya kenyataan berjalan lurus dengan pemikiran Heechul pada awalnya. Seperti yang Heechuil takutkan. Sungmin sama sekali tak bisa dihubungi oleh Kyuhyun. Baik nomor kantor maupun nomor pribadi. Cukup sekali mencoba untuk menelfon namja itu __dan bagi Kyuhyun sudah cukup. Pada kenyataannya memang panggilannya sama sekali tidak masuk.

Bukan berarti tidak dijawab___ panggilannya sama sekali tak masuk. “Hyung~”

Merengek seperti anak kecil dan memasang wajah penuh melas pada Heechul. Sementara itu Heechul yang sama bingungnya hanya menggeleng lemah dan melepas kacamatanya. “Aku akan menikah, jadi sebaiknya kau tak menambah beban pikiranku. Dan lebih sebaiknya lagi__ berhenti merengek seperti anak kecil dan cari yang lain saja. Kau harusnya sadar, itu kesalahanmu.”

“Hajiman, Hyung~~~”

“Kau yang salah, jadi untuk apa memikirkannya lagi. Sudahlah, masih banyak namja lain. Dan sebaiknya, besok-besok kau harus lebih bisa mengatur dirimu. Ck… kasihan.”

Kyuhyun melongo saat melihat Heechul yang malah dengan santainya meraih ponselnya dan bertelfonan ria dengan Hangeng__ pastinya. Kyuhyun hanya bisa mengacak gemas rambut coklatnya yang memang terlihat lebat, hingga membuatnya tepat seperti orang gila. Ia keluar dari cafe Heechul dan berjalan santai. Meninggalkan mobilnya disana dan lebih menikmati pemandangan sore hari yang sepertinya cukup menyenangkan.

“Heuh… padahal aku baru sekali merasakannya.”

Kyuhyun menggumam perlahan dan terus menggaruk tengkuknya. “Apakah aku harus mengunjungi ke kantornya?” Kembali menggeleng cepat, “Ah, tidak bisa. Mana boleh aku kesana? Bagaimana jika dia memang tidak mau bertemu denganku?”

Tertawa payah dan kemudian mendudukkan kasar tubuhnya di atas rerumputan hijau yang ada di taman kota. Duduk di tempat teduh di bawah pohon dengan angin yang cukup sejuk. “Apa yang harus aku lakukan? Apakah perlu mencari yang lain?”

Mengedarkan pandangannya dan menatap kesegala arah. Mencari dan menilai setiap orang yang memang tengah bersantai dan mungkin hanya sekedar duduk di taman itu. “Eum… itu?” mengarahkan telunjuknya pada namja dengan kaus ketat berwarna pink dan juga celana jeans berwarna biru yang membuatnya terlihat aneh.

“Ah, tidak. Dia sangat tidak mungkin. Masih kalah jauh dengan Heechul Hyung. Lalu, siapa yah???”

Merenung dan kemudian menunduk lesu. Kyuhyun merogoh ponselnya dan melihat nomor kontak yang bahkan sudah ia beri tanda khusus. Lee Sungmin.

Nama itu sudah membekas, bahkan sebelum ia tahu nama sipemilik wajah manis yang selalu membuatnya terlihat seperti orang bodoh.  “Heuh… Lee Sungmin…”

Kyuhyun kembali melihat kesegala arah yang bisa ia jangkau dari sudut tempatnya duduk sekarang. Tak ada hal menarik lagi. Bahkan segerombol yeoja yang terlihat tengah bercanda sambil sesekali melihatnya-pun tak membuatnya tertarik. Entahlah, baginya hanya Lee Sungmin dan sudah cukup.

“Kyuhyun beranjak dari tempatnya duduk dan kemudian kembali berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai terang dengan lampu dan juga hiasan langit. Berjalan dengan perlahan dan sesekali terus melihat ke sekitarnya.

“Heuhh…. mungkin memang harus berusaha lebih keras. Atau mendatanginya besok?”

Menggeleng cepat. ‘Tidak___ mana boleh seperti itu? Jika dia menerimamu maka baik, jika tidak__ kau akan malu karena itu dikantor orang.

Baiklah, harga diri ke-SEME-annya tengah dipertaruhkan, jadi dia tak akan mengunjungi Sungmin. Ke rumah Sungmin???

“Ahh… aku tak akan kerumahnya. Ck… sama saja bunuh diri.”

Kyuhyun masih ingat benar laporan sahabatnya yang mengatakan jika Sungmin adalah putra seorang pengusaha yang cukup disegani. Sementara Kyuhyun, dia hanya orang kantoran biasa yang masih dibantu dengan segala kemudahan dari appanya.

Dan akhirnya, Kyuhyun tak memiliki keputusan apapun. Ia memilih berjalan menuju kembali ke Cafe Heechul dan bersiap dimarahi karena mungkin Heechul sudah menunggunya untuk pulang bersama.

Dan___ apakah ini yang dinantikan Kyuhyun.

.

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

Apakah ada yang tahu pengambaran yang tepat untuk sosok cantik yang sepertinya tengah tersenyum padaku saat ini?

Katakan jika aku tak bermimpi? Ataukah memang angin malam sedikit membuyarkan pandanganku? Apakah aku berhalusinasi? Tapi___ itu memang Sungmin.

Ia berdiri tepat ditempat pertama kali aku melihatnya. Menatap lurus padaku dan mengukirkan senyumannya. Membuatku benar-benar jatuh cinta pada sosok cantik dan lembut itu.

Sedikit tergesa hingga akhirnya aku berlari dan menghampirinya. Dengan nafas terengah berhenti dihadapannya dan berusaha memberikan senyuman terbaikku.

“Ahhh… Hei… huhh… huh…”

Masih mencoba men-stabilkan nafasku dan juga detak jantungku. Sungguh, kali ini berdetak sangat cepat. Bukan karena aku berlari tapi karena aku melhatnya.

“Kenapa kau tak ada disini?”

“Eoh??? Apakah kau sudah menungguku?”

“Nde, cukup lama sampai aku sedikit membeku karena kedinginan.”

“Ah… maaf…” aku membungkuk meminta maaf, membuat Sungmin kembali mengukirkan senyumannya dan tertawa perlahan.  Sungguh, dia sangat cantik.

“Sudahlah, gwenchana.”

“Eum… mau secangkir kopi atau coklat? Aku akan men-traktirmu.”

Menggeleng dan kemudian menatap fokus padaku, aku tahu dia melihatku. Menggeleng dan kemudian meraih tanganku. “Bawa aku kemobilmu saja, aku ingin bicara.”

.

.

“Jadi, kau akan bicara apa?”

“Dengarkan aku, dan please___ mengertilah karena aku tak akan mengulanginya lagi.”

“Nde, tentu saja.”

Aku melihatnya berulang kali seperti mengatur nafas dan juga sesekali mengusap dadanya. Apakah dia juga canggung denganku? Bolehkah aku sedikit berharap???

“Aku sadar, semuanya sudah menjadi gila. Termasuk kehidupan yang aku jalani. Bolehkah aku bercerita?”

Aku mengangguk yakin. Siap mendengarkannya dan juga menatapi wajahnya.

“Banyak kegilaan yang aku alami, dari banyak namja dan yeoja yang mendekatiku. Dan hingga akhirnya Yesung hyung menjadi sangat aneh dan terlalu melindungiku. Tapi saat ia tak ada, mengapa aku merasa sepi?”

Got Cha!!! Aku sudah mendapat satu poin dan YES. Dia membuka sedikit pintu hatinya, aku tahu itu.

“Heuhhh…” Dia menghela nafasnya dan kemudian mengarahkan pandangannya kedepan. “Saat aku melihat kedepan dan tak ada yang berbisik untukku, maka aku hilang arah. Karena biasanya Yesung hyung yang melakukannya untukku dan sekarang aku harus sendiri.”

Dan dapat!!! Poin kedua. Aku tak bisa menahan senyumanku. Aku tahu, sebenarnya dia juga ingin mengakui jika dia menyukaiku juga. Apakah aku sudah kelewatan??? Tentu saja tidak. Hei … cinta perlu menjadi gila dan aneh.

“Dan juga saat Yesung hyung meminta yeoja itu untuk mengatur semuanya, mengapa aku malah memikirkanmu??? Ingin meminta maaf kenapa tak bisa berbicara denganmu dan membiarkan panggilanmu begitu saja. Heuh… aku hanya butuh waktu untuk berfikir, mungkin saj-aaa___”

Dan aku meraihnya dalam pelukanku. Aku tahu dia juga menyukaiku, aku yakin itu bahkan seribu persen pun aku yakin.

“K-Kyu…”

“A-aku akan menjadi semua yang kau butuhkan. Aku akan bersamamu dan menjagamu, aku akan menjadi satu-satunya orang yang membahagiakanmu dengan utuh dan hanya untukmu.”

“Hei…. hehehe… kenapa kau berbicara seyakin itu? Aku tadi tidak sedang menyatakan perasaanku.”

“Nde, aku tahu. Kau tadi sedang berputar aneh dan berbicara panjang lebar tapi tetap pada satu titik. Dan cukup__”

Aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya. Meraih satu tangannya dan menapakkannya didadaku. “Rasakan disini… my heart keep beating___ dan ini hanya untukmu.”

“Hei… aish… tapi bukan seperti ini. Aku tidak sedang berbicara hubungan seperti  ini, ak-aku berbicara tentangmu yang mungkin bisa menggantikan Yesung Hyung eumhhh… hmmmm…”

Dan aku tak ingin ia bicara lebih banyak.

Aku bukan namja bodoh yang buta dan tak tahu apa-apa. Dan menurut sahabatku yang bertempat tinggal di dekat rumah Sungmin, dia mengatakan dengan jelas jika Sungmin memang tengah membutuhkan pelayan pribadi untuk bisa selalu bersamanya.

Hahhaa… dan dia tak butuh yang lain. Hanya aku dan aku. aku akan menjadi segalanya untuknya termasuk pelayan untuknya.

Tapi, Ramen (?)

Aku tak bisa memasak???

Eotte??

‘Ck… jangan pikirkan Cho Kyuhyun. sekarang pikirkan saja bibir manis yang masih kau hisap penuh.’

Yeah, aku masih menciumnya. Dan demi Siwon yang begitu taat…. bibirnya sangat manis. Dan demi Heechul hyung yang sedang menjadi angel___ aku akan memintanya untuk mengijinkan aku menikah bersamaan dengannya minggu depan. Aku sudah tak bisa menahannya.

“Eunghhh… K-Kyuhhh….. ahhass….”

Dan demi semua khayalan anehku____ kulit sensitifnya ini sangat harum danbegitu menarik untuk dinikmati… sangat manis…

Dan desahan erotisnya___ Remasan lembut pada rambutku saat aku mulai mencumbunya___

“Mingh… Saranghayo…”

“Tap-tapi… sebenarnya aku…”

“Ck… aku tahu kau mencintaiku. Heuh… mendesahlah baby….”

“Ah… Kyuhyunieee…”

‘Panggilan yang bagus… hahaha…’

.

.

.

FIN

.

.

Aneh???

Gaje ???

Bingung???

Ya sudah abaikan typo dan nikmatin ajah… jalja!!!

Low lum mudeng endingnya___ baca lagi… hahahaaa

Bye…

 

46 thoughts on “Heartbeat | KyuMin | Yaoi | 2S/end

  1. hahahaaa… iya eon gaje… wkwkwkkkkk
    soalx min kan blm sempet ngomong apa2 tpi si kyupil dah nyosor duluan…
    kan jdi penasaran juga min mau ngomong apa…
    alurx kecepetan eon, mestix lebih panjang lagi biar perjuangan kyux juga lebih banyak buat dapetin hatix min….

  2. aneh sih kagak, cm gaje gtu hahaha..
    tp bgs kq…lgsg to the point, g bertele tele…
    walah, kyu maen nyosor aj…geer bgt tu klo umin jg cinta dia wkwkwk pdhl kan…

  3. Yahhh Kyuuu gmn tochh main nyosor aja O.o
    Ming ampk gk bz jelasin maksudx ckckckck
    Tp bgz Kyu bingung mo nyatain cinta dng kata2 dng aksi nyosor pun oke #tu mah mesum
    jwbn ntr dulu dch nikmatin aja hahahaha #Kyu lo yg ngajarin ^^v

  4. Ff’ny gaje_gaje lucu😄
    Kyu terlalu kepedaan ah..
    Ming blom ngomong ap_ap uda maen nyimpulin perasaan orang seenak’ny-___-
    Ckckckckck

    • Coment ku cuma muncul separoh -___-
      Aneh d..
      Ku lanjutkan d’sini d ( ‾̴̴͡͡▿ ‾̴̴͡͡ʃƪ)
      Critanya bagus..kyu ga sabaran yah,pdhl ming blm ngmg apa”..kocak d ><..

  5. akhirx kyu bsa jga dpetin ming bahkan bsa lgsung cipokan pdhl ming blum slsi ngomong mmg dsr si evil pervert ya psti gerak cepat(?) kkk

  6. Kyaaaaa kyuppa’a nafsu ma umin…kekeke
    kacian kn ming blom kelar ngo
    udah dsosor(?) dluan ma kyuppa
    llaahhh yesung oppa’a kmna??
    Qoo ming ngo bgtu???huhu
    lanjut baca lah🙂

  7. hahaha…. sebenarnya q lom ngerti end nya…. ming ne beneran suka kyu t? kq kyu PD bgt ce…. ming ne beneran balas perasaannya kyu t……….?????????? aaaaaaaaaaa bingung………………. tp yesungdahlah, anggap j ming jg suka… hehehe

  8. lha lha?itu sebenernya sungmin suka ga sih sama kyuhyun?? Aduh kalo aku jadi kyuhyun pasti malu banget–” dasar kepede-an u,u

  9. Muhahhaha…. sprti biasa kyuhyun selalu agresif! belom juga sungmin selesai ngomong, udh langsung nyosor aje -,-
    oh iya sequel nya ini di PW in ya?
    aku sms ya eon, masih aktif kan no yg itu??

  10. aku komen di chap 2 nya aja yaa?? ‘-‘
    sebenernya bingung mw komen apa ._.
    ngebayangin kyu yg ngebet banget pen dapetin Ming…
    dan o.O kyu apaan coba maen nyosor Ming aja -_-
    tapi ming pasrah gitu juga, ~.~
    dan kasian banget uri yesong jadi figuran :-I ㅎㅎㅎ

  11. yaaaaaahhh…
    harusnya lbih pnjang eonnii…..

    tp kyu maksa amat…
    ming smpek berkali kali ngejelasin klo dy gag brmksud gtuw…

    dasar kyu mesum..
    maen sosor ajach….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s