HONEY | CH.1 | KyuMin | YAOI

 

 

.

.

.

“Aishhh….”

Aku mengacak rambutku frustasi. Bagaimana tidak kesal jika ini juga terjadi padamu? Lagi dan lagi aku menatap kesal foto keluargaku. Bagaimana bisa ini terjadi padaku?

Harusnya hidupku begitu sempurna, tapi ini…

Diusiaku sekarang, yang seharusnya aku begitu bahagia__

Menikmati hidupku dan memiliki seorang kekasih__

Atau bahkan bermain dengan banyak yeoja cantik, tapi___

Aku kembali menatap naas pada kertas yang aku pegang sekarang. Dialah penghancur hidupku. Dia yang menghancurkan mimpiku. Bagaimana bisa  aku akan menikahi namja ini?

Dan bagaimana bisa diusiaku yang ke 28 ini malah menikahi seorang namja manja yang masih berumur 17 tahun???

“Ahhh!!! Tidakkk!!!!”

.

.

.

“Sssttt…. kau berisik chagi…”

.

.

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

HONEY

.

 

.

 

.

 

“Tak tahu apa sebenarnya arti cinta. Yang kulakukan selama ini hanya menutup kedua mata dan telingaku. Tak sekalipun terlintas dalam pikiranku, jika aku akan jatuh dalam cerita cinta  yang sungguh begitu “ISTIMEWA.” Tuhan memberikan perasaan ini padaku, bukan tanpa alasan bukan? Jadi, tak mungkin aku punya alasan konyol untuk menolak ‘Hadiah’ teristimewa dari Tuhan ini.”

 

“I Love You…. Forever…”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

          Others Super Junior and Shinee members

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : series

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

Chapter 1

 

.

 

.

 

.

 

Menatap  horor pada appanya, Sungmin meremas kedua genggaman tangannya. Ia sama sekali tak habis pikir, dan terlebih menatap senyuman yang terukir di wajah Lee Young Woon –sang appa- semakin membuatnya kesal.

“Appa?!”

“Jangan menolak lagi, Ming.” Young Won mendekati Sungmin dan menunjukkan satu foto namja kecil yang  ia yakin benar jika namja itu adalah tunangannya. “Lihatlah, bukankah dia sangat menggemaskan???”

“Mwo?” berdiri dan mendejajarkan wajahnya dengan sang appa. Meraih kasar foto ditangan appanya dan kemudian mendekatkannya pada wajahnya. “See… Appa lihatlah ini, apa kau sedang menjahiliku?”

“Yeah, kalian mirip.”

“MwooOO???!!!” menghentak kesal dan melempar sembarang pigura bergambar namja kecil yang begitu tampan dan memang terlihat imut terlebih ia memeluk boneka beruang kesayangannya.

“Tenanglah, ekspersi kesenanganmu jangan berlebihan seperti itu. Dan itu hanya fotonya waktu berusia 10 tahun, kau belum melihatnya yang berusia 17 tahun sekarang. Appa yakin dia pasti sangat tampan, hahhaaahaa…”

Memicingkan matanya dan mendorong kasar appa-nya yang menghalangi jalannya. Sungmin segera melepas sandal rumah dan menggantinya dengan sepatu putihnya.

“Mau kemana?”

“Terserah aku, kau tak perlu tahu appa.” Sungmin tengah sibuk mencoba mengaitkan tali sepatunya, tapi selalu saja aneh dan tak terlihat baik terlebih juga tak terikat dengan benar.

Young Woon mendekat dan kemudian mengikatkan tali sepatu anaknya itu. “Sebaiknya kau pikirkan lagi. Appa minta maaf tapi, ini memang yang terjadi. Lagi pula pernikahan GAY couple itu sudah disahkan Presiden dan terlebih kau akan menikah dengan salah satu keturunan kerajaan Korea.”

Sungmin mengacak rambut dan mengusap kasar wajahnya. “See appa!!! Aku ini namja! Aku punya yang dia punya, juga banyak yeoja yang menyukaiku terlebih pekerjaanku sedang sangat bagus sekali dan aku sudah menyelesaikan S2-ku. Jangan bercanda!!! Apa kau sedang menyuruhku untuk bertingkah seperti putri kerajaan? Tinggal di istana yang ada di Jeju dan diam disana sebagai putri yang memakai hanbok tiap hari???”

Tapi bukannya menenangkan Sungmin, Young Woon malah mengangguk dan tersenyum senang. “Sepertinya juga tak buruk, dan dari yang kudengar bahkan hanbok untuk kerajaan sangat mahal. Ahhahaa…. kau pasti akan terlihat sangat cantik.”

“Yahhh!!! Appa!!!!”

.

 

.

 

.

 

.

 

Plung….

.

Plung…

.

Plung….

.

Terdengar lagi dan lagi. Lemparan kerikil kecil yang terus saja mengganggu ketenangan air di kolam ikan kecil yang ada di tengah taman kota. Ditempat ini biasanya Sungmin bersepeda atau bertemu dengan teman-temannya dan tidak jarang juga pergi berkencan dengan yeoja ia sukai meski selalu gagal.

Yeah, mungkin ia digilai banyak yeoja. Tapi, apakah akan berlaku lagi jika kecantikan Sungmin bahkan melebihi semua yeoja yang menyukainya. Dan terlebih lagi saat mereka bertemu ditaman itu, dan bias cahaya marahari sore yang berwarna kekuningan itu ikut menyinari wajah Sungmin__ he’s almost like an angel.

Seperti sekarang ini___

Siapa yang tak akan terpana melihat wajah itu? Wajah yang sangat cantik meski tengah murung dan kesal. Membayangkan, bagaimana keadaannya jika wajah itu tersenyum. Mungkinkah sangat cantik?

“Neomo yeppeo….”

Seseorang mengukirkan senyumannya saat menemukan ekcantikan Sungmin. Ia menyamankan duduknya di samping pohon yang tak jauh dari tempat Sungmin. Terus mengukir senyumannya saat melihat mimik lucu dari wajah dan bibir Sungmin.

.

.

.

.

.

Setelah kekesalannya sedikit reda, dan lagi ia sudah kelaparan__ Sungmin segera meninggalkan taman itu dan berjalan menuju salah satu kedai Ramyun yang ada di sana. Kedai langganannya yang terkenal sangat enak, meski yang membuat Ramyun itu hanyalah seorang halmeoni yang sudah sangat tua.

“Ah!!! Sungminnie!!!!!”

“Yah, halmeoni! Berhenti memanggilku dengan panggilan seperti itu. Terdengar seperti yeoja saja.”

“Ah…. tapi aku suka memanggilmu dengan nama itu. Terdengar sangat manis, pas untukmu. Hahahaa…. jadi, kau patah hati lagi atau sedang bahagia? Aku punya resep baru dan kurasa cocok untukmu. Meski sedikit pedas tapi ini akan enak.”

“Buatkan saja yang sangat pedas Halmeoni, aku sedang dalam keadaan tak baik.”

“Begitukah?” Jung halmeoni langsung membawa masuk kedalam panci ramyun yang tengah kosong dan tersenyum saat melewati meja Sungmin. “Tapi kau tak akan menginap disini bukan?”

“Ahahhaa…. kau tahu saja. Ck… tadinya memang iya, tapi sepertinya kau tak suka. Baiklah, aku tak akan menginap.”

“Hei, aku hanya bercanda. Menginaplah sesukamu, asal besok kau tak gugup berangkat kekantormu.”

“Nde…”

Sungmin mengukirkan senyumannya melihat yeoja paruh baya itu berjalan menjauhinya. Seorang nenek yang tinggal sendiri, sedangkan anak dan cucunya berada di Jeju. Tersenyum saat melihat Jung halmeoni mendekatinya dengan satu nampan dengan panci yang mengepulkan asap.

Saat Jung halmeoni sampai, Sungmin benar-benar merasa lapar. “Kelihatannya sangat enak.”

“Tentu saja, makanlah. Gratis untukmu, asal kau mau menginap.”

“Nde, pasti Halmeoni. Gomawo.”

.

 

.

.

.

.

“Jung Soo chagi…” Meletakkan lili putih didepan gundukan nisan yang bertuliskan Lee Jung Soo. “Apa kau merindukanku?”

Mengukirkan senyumannya dan mengusap sayang foto yang tertempel di nisan itu. “Setelah 10 tahun ini, bagaimana kabarmu disana?” berusaha untuk terus terlihat bahagia, tapi tetap saja tak bisa menghentikan kesedihan yang ia rasakan. Merasakan kedua matanya meremang.

“Aku menjaga Sungmin dan Hyukkie dengan baik. Seperti harapanmu, aku menjaga dan mendidik mereka. Dan pernikahan Sungmin, aku sudah mengaturnya. Hikkss….”

Menangis lirih menahan beban yang membuat hatinya nyeri. “Aku ingin bersamamu__ kenapa usiaku masih  panjang?” Menghapus kecil jejak air mata diujung kedua matanya. “Ah… lihatlah, namjamu ini sangat cengeng chagi.”

“Ah, juga hyukkie___ dia mulai nakal dan berpacaran dengan anak tetangga. Dan Sungmin, seperti yang kau inginkan. Sebentar lagi ia akan menikah, tepat dihari ulang tahunmu chagi. Hikkss sebentar lagi.”

.

.

.

.

“Mwoooo!!! Bulan depan?!”

Sungmin menoleh pada sang appa. Dia baru saja pulang dari tempat kerjanya dan kembali dikejutkan dengan kekonyolan Young Won. Namja itu memintanya untuk memilih undangan yang cocok dengan selera dan keinginannya. Hal ini semakin membuat Sungmin gemas sekarang.

“Appa!!! Aku belum setuju dengan pernikahan ini. Aku juga belum dan tak akan memikirkan ini lagi. Kau tahu, ini membuatku makin kesal denganmu. Bisakah kau meminta Hyukkie saja yang menikah dengannya? Kenapa harus aku? Lihatlah, aku sudah nyaman dengan kehidupanku. Apa kau tak memikirkan bagaimana aku??”

Young Woon mengacuhkan Sungmin dan kemudian membenarkan kacamatanya. Sesekali melihat beberapa undangan berwarna merah kuning dan hitam kuning dan mengukirkan senyuman puasnya. “Ah…. sepertinya yang ini bagus. Ayo, tentukan cepat. Aku ingin segera melihat undanganmu.”

“Yah!! Apa kau tak mendengarku?? Aku tak akan menikah secepat itu dan tak akan juga menikah dengan namja itu. Aku bahkan belum pernah melihatnya, jebal Appa… mengertilah.”

Kekesalan Sungmin semakin menjadi saat Young Woon malah bertingkah seperti tak mendengarkannya lagi. Namja itu tetap asyik dengan kegiatannya memilih undangan. “Wah yang ini sepertinya mahal, atau kau mau model yang lain? Aku akan menelfon pelayan istana untuk membawakan sample lainnya.”

“Yahh!!! Appa!!!”

.

Blammm…!!!

.

Habis sudah kesabaran Sungmin untuk bicara dengan namja tua itu. Ia berjalan dengan langkah yang lebar-lebar saat keluar dari rumahnya. Sebenarnya, rumah minimalis itu sama sekali tak menggambarkan hubungan kedekatan apapun dengan anggota kerajaan. Hanya karena Young Woon adalah sahabat  adik sang raja, jadilah Sungmin sebagai sasarannya.

“Yang Mulia Cho itu benar-benar keterlaluan. Apakah aku harus menemuinya???”

Sungmin menggumam pelan. Dan seakan menemukan ide brilian, dia segera menginjak pedal gasnya dan berangkat menuju Istana Timur yang berada di Pusat Seoul. Menempuh perjalanan hampir satu jam, Sungmin mulai memasuki kawasan Istana Timur. Istana yang memang diberikan oleh raja untuk Yang Mulia Cho, sedangkan Istana Utama yang berada di Jeju diperuntukkan sebagai kediaman tetap anggota kerajaan. Raja Cho Yang memerintah sekarang adalah kakak dari Cho Heechul. 

“Selamat datang Tuan Muda Lee.”

Mengangguk anggun (?)dan kemudian membenarkan jas kantornya yang sedikit berantakkan. “Aku yakin, kau sudah tahu tentangku__ jadi, aku tak akan memperkenalkan diriku lagi. Bisakah kau membawaku bertemu dengan Yang Mulia Cho Heechul? Aku harus membicarakan sesuatu dengannya.”

“Ah, tentu saja. Ikut dengan saya.”

Sungmin sedikit risih saat memasuki kediaman istana yang berisi begitu banyak ruangan dan paviliun kecil. Bertemu banyak pelayan yang saling berbisik saat melihatnya, agaknya membuat Sungmin merasa tak nyaman sendiri.

“Lihatlah, dia yang akan menjadi anggota baru kerajaan.”

“Yang akan menikah dengan Pangeran Kecil??”

“Nde, yang akan menikah dengan Pangeran Kyuhyun. Aish… sayang sekali, padahal Pangeran Kecil sangat tampan.”

“Hahahaa…. tapi kenapa namja itu sa___eumpppp…”

Pelayan itu langsung mengatupkan mulutnya saat mendapat hadiah tatapan menakutkan gratis dari salah seorang pelayan utama berpakaian  orange yang berjalan mendekati Sungmin. “Ini kepala pelayan bagian dalam Istana. Kau bisa memanggilnya jika kau butuh sesuatu mulai sekarang dan selama kau tinggal diistana. Kepala Pelayan Go Hara, atau kau bisa memanggilnya sesukamu saja.”

“Hara-ssi, antar Tuan Muda untuk menemui Yang Mulia Heechul.”

“Nde.” Mengangguk dan mengukirkan senyumannya. “Ikut dengan saya Tuan Muda. Yang Mulia pasti akan sangat senang melihatmu berkunjung.”

Disepanjang perjalanan, Hara menceritakan banyak hal termasuk tentang Pangeran Kecil.  Yeoja yang mungkin seumuran dengan Umma-nya ini  telah mengabdi sejak ia berusia 15 tahun. Baginya, Pangeran Kecil sudah seperti putranya sendiri.

“Ini adalah kamar Pangeran Kecil, mungkin akan jadi kamar kalian. Kamar yang sangat luas dan__ ah, kau akan melihatnya sendiri nanti. Dan diujung adalah kamar utama Istana Timur. Kajja!!!”

Sedikit canggung dan malas sebenarnya, tapi apa boleh buat. Ini adalah lingkungan istana dimana Sungmin harus bersikap baik dan juga selalu ramah. Berjalan santai sambil sesekali melihat kekanan dan kekirinya. Banyak sekali pelayan dan juga pengawal istana.

“Ini ruangan Yang Mulia, kajja masuklah.”

Hara mengajak Sungmin untuk memasuki pintu besar nan tinggi, seperti gerbang utama untuk menuju ke kamar utama itu. Pertama masuk, sudah disuguhi keindahan taman dan juga bias pelangi yang terlihat di kolam ikan yang ada di bawah atam kaca. Berjalan penuh kekaguman, hingga akhirnya__

Sungmin harus mengatur detak jantung dan kadar kegugupannya. Didepannya adalah Yang Mulia Heechul. Terlihat sangat cantik dengan Hanbok kemerahan yang ia pakai. “Ah, kau sudah datang.”

“Nde, Yang Mulia. Silahkan Tuan Muda Lee, saya akan meninggalkan kalian berdua.” Hara berpamitan saat memastikan beberapa pelayan sudah menyiapkan teh hangat untuk Sungmin. Memberi kode kepada para pleayan yang lain untuk ikutkeluar bersamanya.

“Nah, jadi kau yang bernama Lee Sungmin.”

“Nde, Yang Mulia.”

Yeoja itu meraih lengan Sungmin dan menuntunnya (?) untuk duduk disalah satu kursi antik khas kerajaan. Duduk canggung dan sedikit merasa aneh. Terlebih yeoja itu menggenggam kedua tangan Sungmin dan menatapnya penuh kelembutan.

“Neomu yeppeo…”

Sungmin sebenarnya ingin marah, tapi melihat kelembutan Yang Mulia akhirnya ia mencoba untuk menahan semua kemarahannya yang telah memuncak tadi. Mencoba menahan emosinya dan berbicara dengan baik dan lembut pada Yang Mulia.

“Kau tahu, aku senang saat Young Woon menyetujui pernikahan kalian dulu. Sebenarnya aku juga tak rela pangeran kecil menikah dengan namja, tapi__”

“Lalu kalau begitu, kenapa tak dihentikan saja?” Sungmin sontak menjawab, dan akhirnya ia merasa tak enak sendiri pada saat melihat perubahan raut wajah Heechul. “Ah, maksudku__ kau tahu bukan ak-aku juga mempunyai kehidupan sendiri. Jadi, boleh saja kau batalkan. Dan lagi pula, aku namja___ yeah, kau tahu aku dan Pangeran kecil sama-sama namja dan juga kau tahu bukan jika kami__”

Yang Mulia kemudian tersenyum lembut dan meremas pelan genggaman tangan Sungmin. “Dengarkan aku, jangan mendengarkan siapapun. Dan aku harap kau juga tak memikirkan masalah keturunan. Karena pangeran kecil juga sudah menyetujuinya. Kurasa kalian juga akan bertahan lama hingga tua nanti. Untuk apa memikirkan masalah keturunan? Masih ada Ahra yang akan memberikan aku keturunan.”

“Tapi Yang Mulia, jika kau ingin membatalkannya aku juga akan menyetujuinya?”

Heechul menggeleng perlahan. “Kau tenang saja, aku menyetujui semuanya. Pernikahan kalian, bahkan sebelum kau menyetujui pernikahan ini.”

“Tap-tapi aku__”

“Aku tahu, kau takut dan khawatir. Tenang saja, Pangeran Kecil sepertinya menyukaimu. Ayo kita temui dia, kurasa dia sudah pulang dari sekolahnya.”

“Chakkaman!!!”

Sungmin menghentikan gerakan Heechul yang hendak berhenti. Membuat kerutan tak mengerti yang terukir jelas didahi Heechul. “Waeyo?”

“Ak-aku__”

“Ah, aku tahu.” Heechul tersenyum jahil. “Kau pasti takut bertemu dengannya, ah… dia sangat tampan. Kau tenang saja.”

Mati kutu____

Sungmin hanya bisa menurut saja saat Heechul dengan sesukanya melangkah didepannya. Dengan semangat menceritakan semua tentang pangeran kecil kebanggaannya itu.

Sungmin memukul kepalanya sesekali dan terus mengomel pelan merutuki kebodohannya. Ah…! Sial!!!!’

.

.

.

.

“Nah, ini kamar pangeran kecil. Kajja!!!”

Membiarkan pelayan membukakan pintu slide itu dan terlihatlah___ keindahan yang tersembunyi di balik pintu. “Nanti, ini akan menjadi kamarmu juga.”

“Uhhh—hukkk….”

Terbatuk pelan dan susah payah menelan salivanya saat ia mendengar celotehan lebih lanjut dari Yang Mulia.

“Aku tahu kau pasti terlalu senang. Ah… asal kau tahu, aku yang mengusulkan pernikahan sesama jenis untuk diperbolehkan. Dan juga, apakah kau tahu__ jika pernikahan kalian memang sudah ditentukan saat Pangeran Kecil masih ada di kandunganku.”

Tepat___

Sungmin memang ingin menanyakannya. “Untuk itu___ sebenarnya aku heran. Apakah kau sendiri tak tahu jika bayi dalam kandunganmu itu adalah namja.”

Menggeleng pelan dan membuka bilik lain menuju kamar yang lebih berada didalam kamar itu. “Aku tak tahu dan juga tak ingin tahu. Terlebih saat meminta pernikahan itu, Teukkie sedang kritis. Aku sudah berjanji dan pantang untuk mengingkarinya.”

Mengukir senyumannya saat melihat namja berpakaian merah melintasi didepannya. “Kyunie~”

Bergegas menghampiri putra kesayangannya dan kemudian memeluknya. “Bagaimana kelasmu? Apakah kau sudah mendapat SIM?”

“Nde, tentu saja. Tada!!!” menunjukkan sikap kekanakkannya pada Heechul. Sementara Sungmin yang melihat mereka dari kejauhan hanya bisa menggeleng tak percaya. Melihat Heechul mencium sayang dahi namja itu dan membiarkan tangan lembutnya mengusap punggungnya.

“Kau yang terhebat. Ah… aku akan mengenalkanmu pada seseorang.”

Menyeret kembali dengan sesukai hati. Sungmin pada tangan kanan dan Kyuhyun padatangan kirinya. “Duduklah di sisiku dan dengarkan aku.”

Mengambil posisi ditengah dan kemudian tersenyum saat menatap kekanan dan kirinya. “Kau adalah putra kesayanganku, Kyunie___ Dan kau adalah calon menantuku yang sangat cantik.”

Mengalihkan pandangannya dan menatap ke depan. “Aku ingin kalian bahagia. Menjadi anggota lengkap dan meramaikan istana. Meski kalian tak saling mengenal atau bahkan tak saling mencintai tapi aku yakin nantinya akan terjalin hubungan yang sangat dekat diantara kalian. Jebal, penuhilah janji terakhirku pada Umma-mu.”

Heechul menatap Sungmin dan tersenyum padanya “Dia berharap kalian menikah tepat dihari ulang tahunnya.”

Batin Sungmin menjerit. ‘Tidak!!!! Secepat itukah?’ Sungmin menggeleng tak percaya dan menatap horor pada Heechul. “Tap-tapi yang mulia aku belum___”

“Jangan gugup seperti itu. Eum, bagaimana jika aku tinggalkan kalian berdua.” Heechul berdiri dan kemudian menatap nakal pada Kyuhyun dan Sungmin. “Aku sudah mengatur kalian untuk datang ke wedding gallery menemui Mrs. Kim. Dia akan membantu kalian untuk memilih tuxedo dan hanbok yang akan kalian pakai.”

Membiarkan wajah shock Sungmin dan dengan cepat berlalu pergi. Meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun hanya berdua dikamar luas itu. Kyuhyun hanya menghela nafas sekilas dan kemudian beranjak dari duduknya.

“Kau mau kemana?”

“Ganti baju. Bukankah tadi Yang Mulia sudah mengatakannya dengan jelas?”

“Ish…”

Sungmin sibuk memainkan bibir kemerahannya. Mengomel tak jelas tanpa suara dan mendudukkan kasar bokong seksinya di salah satu kursi antik yang ada disana. Mengedarkan pandangan matanya dan kemudian terpaku pada sosok namja dengan pakaian kebesaran kerajaan.

Jika ia tak malu untuk jujur, sungguh ia ingin mengakui jika dia pangeran kecil itu memang tampan. Tapi tetap saja baginya pernikahan ini tetap salah. Meraih foto itu dan kembali menatapnya.

“Aku memang tampan, jadi tak usah Sungkan untuk memujiku.”

“Eoh???” memasang ekspresi tak  percaya dengan tingkah dan tingkat kenarsisan Kyuhyun yang tinggi. “Kau jangan terlalu percaya diri. Ck… siapa juga yang akan memujimu?”

“Heuh…. “ Kyuhyun memilih duduk santai dan kemudian mulai mengancingkan blazernya. “Aku adalah Pangeran terbaik yang mau mengorbankan semua kehidupan dan kebahagiaanku hanya untuk melunasi janji Yang Mulia. Harusnya kau juga berfikiran sama, jadi kenapa tak mencoba berfikir ini mudah dan jalani saja.”

“M-Mwo?!!!”

Sungmin menatap horor pada Kyuhyun. “Apa yang kau katakan? Menjalaninya? B-bagaimana menjalaninya? Apa kau tak tahu, jika begini saja sudah menyiksaku? Apa kau pikir aku bahagia dengan gelar yang diberikan istana karena menikah denganmu?”

“Yeah setidaknya seperti itu.”

“Ish… kau benar-benar keterlaluan.” Sungmin menundukkan dengan kasar bokongnya disisi Kyuhyun. “Kau__ dengarkan aku baik-baik.” Sungmin mengatur nafasnya dan kemudian mulai menurunkan emosinya. “Apa kau tak mempunyai mimpi?”

“Eum… mimpiku hanya memenuhi semua persyaratan dan permintaan Yang Mulia. Hanya itu saja, toh lagi pula smeua kehidupan yang akan aku jalani sudah diatur.”

“Menggeleng tak percaya. Dan kembali memikirkan pertanyaan selanjutnya. “Apa kau tak memiliki yeoja chingu? Yeah, setidaknya kau mungkin normal. Jadi aku berfikir jika kau mungkin saja menyesal dengan pernikahan ini. Terlebih aku ‘kan namja, jadi k-kau___”

Berhenti saat pandangan mata mereka bertemu. Mata tajam Kyuhyun seakan mengunci pandangan Sungmin. Entahlah ini aneh atau bagaimana? Yang jelas Sungmin emrasakan sedikit sakit dan nyeri di ulu hatinya.

Terlebih saat merasakan nafas hangat Kyuhyun menyentuh wajahnya. “Ehhhmmm… P-Pang___”

“Wae? Apakah aku cukup membuatmu terpesona? Heum?”

.

Chuppp~~~

.

Mematung beberapa detik. Hingga akhirnya ia memperoleh kesadarannya. “YahhHH!!!! Pangeran!!!!!”

Sungmin menoleh ke segala arah dan kemudian menggeram kesal saat melihat punggung Kyuhyun yang hampir hilang dibalik pintu. “Kau gila! Semuanya  gila! Bahkan pengesahan pernikahan itu gila!!! Arggghhhh!!!!”

Mengacuhkan teriakan Sungmin dan kemudian mengangguk pada salah satu pelayan yang berjaga dipintu. Sementara Sungmin___ dengan seenaknya meninggalkan ruangan itu tanpa rasa canggung sedikitpun.

“Silahkan Tuan Muda Lee.”

Sungmin berhenti saat salah satu pelayan memintanay untuk mengikutinya. Sementara Kyuhyun__ sepertinya namja itu berjalan terlalu cepat dan  meninggalkan Sungmin.

“Pangeran Kecil pasti sudah menunggumu.”

“Memangnya kita akan pergi? Jadi pergi?”

“Nde, tentu saja. Tapi Tuan Muda hanya pergi bersama Pangeran kecil.” Melihat mobil putih melintas dihadapannya. Dan see~ terlihat jelas wajah Kyuhyun yang sempurna saat kaca mobil hitamnya diturunkan.

“Silahkan Tuan Muda.”

Dan dengan sangat amat terpaksa, Sungmin mengikuti kemauan pelayan yang sudah membukakan pintu untuknya itu. Lagi___ di mobil,Sungmin masih menatap Kyuhyun dengan sengitnya. “Kau tak bermaksud yang aneh-aneh bukan?”

“Heuh… kau pikir aku namja seperti apa? Umurku saja baru 17 tahun dan masih dalam masa pertumbuhan. Apakah kau tak memikirkannya? Apa karena usiamu hampir 30 tahun jadi kau selalu berpikiran aneh?”

“Mwo??? Kau!!!”

“Ah, mungkin kau juga terlalu berlebihan mengekspresikan kesenanganmu? Hahhaa…. aku tahu kau pasti sangat senang bisa menikah dengan  Pangeran tampan sepertiku?”

“Apahhhh??? In your dream! Heuh…!!!”

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Bagaimana dengan prolognya??? Hadeuh… ceritanya pasaran bener dah. Haha biarin ajah. Low ada yang rcl sukur, low ga yah… ga tahu dah… ahhahahahaaa…

 

62 thoughts on “HONEY | CH.1 | KyuMin | YAOI

  1. Annyeong… Sudh lm tak berkunjung, ternyata ada lomba ff..

    Di sini, eomma sungmin udh nggak ada kan ?!
    Pangeran kecil terliht pasrah2 sj…

    Ayo dilnjut Rainy eonnie.

  2. hahahah
    ini kaya na lucu Rainy-ssi.
    gokil, umin 28 tahun dan kyu 17?
    pasti si evil bahagia bukan main kalau begitu.
    narsisnya bo’ emang deh kyu cocok bgt begitu.
    tiba2 jd kasian juga liat umin di missunderstandingin terus sma orang
    hahah

  3. itu heechul..? jadi umma’a kyu lagi? haha dia bisa lemah lembut gitu..
    meskipun tema’a agak mirip sama fic eonnie yang drama, yaitu ‘kawin paksa’. tp eonnie bisa bikin suasana’a beda jauh un. keren…
    ahh fic eonnie emank selalu keren
    lanjut eonnie..!!!😀

  4. waaahhhhhh… ko te be ce…
    kurang pnjang critax eon…
    ternyta kluarga cho itu keluarga kerajaan…
    hmmmmmm… kasian juga min mesti nikah sama bocah evil umur 17 thn…
    lanjut eon..
    update kilat ne…

  5. Kyuhyun jd pangeran kecil yg penurut??
    Meragukan nich-_-
    Evil’ny tetep ya ga bisa ilang..

    Trus itu sungmin diam_diam ad yg merhatiin, siapa ya??

  6. Huh, Pangeran Kecil apa? Gitu2 udah mesum aja –‘ Dasar Kyu!

    Ming cuma diawalan aja nolak, ntar lama2 suka juga. Iya ga Ming? #colekdaguSungmin

  7. nah loh Ming d jodohin sma pangeran Korea alias si evil tpi perbedaan umurx lumayan jga ya n wajahx jga bda jauh ya lbih mudaan ming psti #plakk
    nah loh pertama ketemu ming sdh d cium hati2 ming mli kluar tuh pervertx si evil kkk

  8. Emang rada telat sih baca ff ini karena dari beberapa minggu yg lalu saya sibuk banget jadi nggak bisa buka wp ini *nggak ada yg nanya -_-* #plak
    Keren chingu!!! ^^
    Saya langsung baca next chap
    Saya pasti komen di setiap ff yg saya baca, walaupun cuma sepatah, duapatah kata #plak #plak

  9. Ya kyu oppa kenapa sifat narsis mu tdk hilang2 sih dan omo… apa2an itu blum apa2udh pakai cium segala lg huh dasar pervert…….

  10. bedanya jauh amat 17 sama 28 bagaikan/? rafi ahmad sama yuni sara😮

    ming masih aja gak mau terima nasib .-.

    Kyu yadong ya -___- pertama kali ketemu udah main cium” aja .-.

  11. hallo..
    sya org bru..kikikikikk

    beda umrnya 11 tahun amat..woww
    tp klo yg main kyumin sih yah ak sneng2 aja
    nikahin aja gpp deh..hehehehehe

  12. hhaa cho kyu jd pangeran kecil, kkk😀
    tp pasti ming bakal jtuh cinta dehh sm kyu
    oia kangin perannya agk soft ya, dsini dia ga terlalu tegas *upps
    lnjutt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s