FF LOMBA II| The Legend | KyuMin | GS | OS

.

.

 

 

The Legend

 

| Cho Kyuhyun | Lee Sungmin | Choi Siwon | Seohyun | Eunhyuk | Ryeowook | Donghae | Kangin | Leeteuk | Hankyung | Jung Yunho | Kim Jaejoong | Victoria | Jessica |

 

T+ >>> Rate

 

Romance Drama Fantasy >>> Genre

 

Genderswitch untuk semua uke, OOC, ada nama-nama cewek2 yang mungkin enggak disuka pembaca tapi gak crack pair kok >>> Warning

 

.

.

 

Author : Diavolos

 

oOo

 

Sungmin menatap wajah appa-nya dengan seksama—beberapa bekas luka yang tertorehkan di wajah kasar itu membuat hatinya kembali berdesir, usia appa-nya sudah tidak muda lagi, jauh lebih tua bahkan dari usia ayah-ayah temannya yang lain apalagi jika melihat pekerjaan sang ayah nan begitu melelahkan sekaligus mempertaruhkan nyawa. Hati Sungmin tidak bisa menolak jika menatap balik tatapan itu, tatapan sangar namun masih ada harapan di sana. Sungmin tidak bisa menyalahkan apa yang tengah terjadi padanya, tidak menyalahkan peraturan adat yang sudah begitu menyimpang dan kenyataan bahwa makhluk mistis di tengah hutan tempat desa mereka ini berada menyimpan legenda-legenda yang membuat setiap bulu kuduk manusia naik.

 

Lycanthrope.

 

Ya, legenda yang menyatakan bahwa sekarang adalah tahun dimana manusia di desa ini diserang oleh Lycanthrope.

 

Berbeda dengan mahkluk aneh lainnya, Lycanthrope atau sering di kenal manusia serigala bukanlah sejenis immortal. Mahkluk titisan iblis tersebut adalah siluman serigala yang kerap sekali memangsa manusa dengan cara mencabik-cabik ketika matahari tidak ada—saat itu musim dingin dan awan menghalangi cahaya hangat matahari yang masuk. Sebenarnya hewan tersebut juga bisa berkeliaran saat terang, namun acap kali ia mengurung diri di gua, hutan bahkan mungkin saja ia dalam wujud manusia merupakan penduduk desa.

 

Satu-satunya dari makhluk ini yang ada di desa tempat mereka sudah sangat meresahkan warga—pemburu semakin menipis dan terakhir kali romobongan mereka pulang dengan hanya membawa berita bahwa beberapa dari kelompok sudah binasa dihabisi makhluk biadab itu. Ayah Sungmin adalah seorang pemburu yang selamat. Semua warga resah, dan kabarnya malam ini begitu bulan sudah purnama setengah sempurna manusia serigala itu akan menghantam desa dan mengobrak-abrik kediaman warga akibat serangan pemburu di sebuah gua yang konon katanya adalah tempat tinggal makhluk itu. Sungmin resah—mungkin saja manusia serigala itu ingin menuntut balasan dan membunuh ayahnya begitu saja. Dan keresahannya semakin menjadi-jadi, terlebih semenjak ramalan dari nenek Han yang mengatakan bahwa satu-satunya ritual yang bisa menyelamatkan desa hanya bisa dilakukan oleh perawan tercantik di desa mereka.

 

Nenek Han berkata, dahulu kala saat desa seberang diteror oleh siluman serigala yang sama, ritual ini dilakukan. Nenek Han adalah satu di antara yang selamat, karena ritual yang diadakan tersebut gagal lantaran sang serigala tidak menikmati hidangan yang tersedia. Ya, hidangan. Seorang perempuan tercantik di desa dikorbankan untuk keselamatan umat. Saat itu nenek Han ingat sekali, kakaknya lah yang dikorbankan dan saat purnama selanjutnya datang—ritual yang bermula dengan pembacaan mantera pada si gadis dan dilanjutkan dengan mengikat  kedua tangan sang gadis di atas batu sementara warga mengelilinginya. Kesalahan fatal yang dilakukan saat itu adalah, mereka memilih gadis yang salah—manusia serigala itu mengamuk dan mencabik-cabik tubuh gadis itu di depan warga dan setelahnya melakukan hal yang sama pada seluruh warna lainnya.

 

Sungmin menangis seketika. Ia tidak tega melihat beban ayahnya saat itu, itu adalah hari kedua setelah teman-teman rekannya dihabisi—hanya dirinya dan tiga orang lainnya yang selamat. Siwon, ayah Siwon dan juga ayah Kyuhyun. Siwon adalah pemuda tertampan di desa mereka, ia muda dan kuat dan ia sudah dilatih menjadi pemburu handal—beberapa hewan buas seperti harimau bisa ia taklukan sendiri dan itu juga berkat pelatihan dari ayahnya. Ayahnya juga merupakan pemburu yang hebat, Sungmin bahkan pernah mendengar keluarga Choi memang memiliki bakat di bidang tersebut. Dan satu lagi adalah ayah Cho Kyuhyun, Kyuhyun sendiri adalah sahabat Sungmin, sayangnya Kyuhyun tidak berniat menjadi seorang pemburu sama sekali—ia pun tidak pernah ikut berburu manusia serigala ini.

 

“Sungminnie, uljima chagiya… apa yang kau cemaskan?” Seorang di antaranya menenangkan, Sungmin beralih melirik yeojya tersebut dan memeluknya hangat. “Appa tidak akan apa-apa, jangan berpikiran yang macam-macam, ne? Bersiaplah, setelah ini akan ada rapat penduduk di rumah Siwon…” ucap Leeteuk—eomma Sungmin mengingatkan, ia tersenyum sambil mengusap lembut rambut coklat terang Sungmin—membelai lembut rambut ikal panjang tersebut. Sungmin memang sangat menawan, matanya sangat bening dan bola matanya begitu besar berbeda dengan yeojya lainnya. Leeteuk begitu menyayangi anak angkatnya ini, Sungmin memang merupakan anak angkatnya—ia dan suaminya, Kangin, menemukan Sungmin di sungai dengan perutnya terluka parah. Dan karena mereka berdua tidak memiliki seorang anak lantas Sungmin mereka angkat menjadi anak, dan Leeteuk begitu mengagumi kecantikan Sungmin yang tidak hilang dari dua tahun yang lalu ia menemukannya.

 

Leeteuk membiarkan Sungmin bersiap-siap di kamar, ia lalu menghampiri Kangin dan mengelus lembut permukaan wajah suaminya itu.

 

“Aku khawatir dengan Sungmin…” ujar Kangin berat. Ia memang selama ini tegas dan terlihat acuh, namun di lubuk hatinya ia sudah terlampau menyayangi anak angkatnya itu.

 

“Aku mengerti.” Balas Leeteuk.

 

“Aku takut dengan ritual tersebut, aku tidak percaya itu. Ritual tersebut tidak pernah berhasil, dan aku takut jika warga kembali memilih gadis yang salah…” lirih Kangin sebelum menyeruput kopi hitamnya. Leeteuk terdiam, ia memilih untuk melirik pada Sungmin yang sudah keluar dengan memakai gaun pajang berwarna biru pastel yang menawan—gaun itu adalah gaun Leeteuk semasa muda yang dirajut oleh eomma-nya dulu dan sangat pas di badan Sungmin.

 

“Kau cantik sekali anakku,” puji Leeteuk segera merangkul Sungmin. Kangin mengangguk, menandakan agar mereka segera berangkat ke kediaman Choi Yunho, ketua kelompok di desa mereka. Di luar tampak penduduk desa juga sudah bersiap-siap, mereka berjalan beriringan dengan suami dan anak-anak mereka. Sungmin dapat melihat Eunhyuk dan Ryeowook di sana, ia tersenyum saat matanya bertemu dengan mereka berdua. Eunhyuk dan Ryeowook juga merupakan teman dekat Sungmin, Eunhyuk sudah memiliki kekasih bernama Donghae dan mereka sudah berencana menikah beberapa bulan lagi dan sekarang ia tampak begitu cantik dan anggun dibalut gaun berwarna bunga teratai. Senada dengan warna rambut Eunhyuk yang pirang kepitihan, Ryeowook tak kalah menarik—gaunnya lebih gelap karena memakai warna hijau lumut. Ryeowook sendiri baru saja menikah dengan kekasihnya dua bulan yang lalu, dan sekarang ia tengah hamil muda.

 

Saat mereka sudah berada di rumah keluarga Choi, Sungmin memilih duduk di dekat Eunhyuk dan Ryeowook. Awalnya ia ingin sekali menghampiri Siwon terlebih dahulu—sekedar menyapa tuan rumah namun ia mengurungkan niat untuk menjaga nama baik anak dari orang terhormat di desanya itu.

 

“Sungmin-ah, dimana Kyuhyun?” Bisik Eunhyuk membuat Sungmin mengedarkan pandangannya melirik seluruh warga yang ada. Tidak ada Kyuhyun di sana, Sungmin hanya bisa melihat beberapa temannya yang lain dan keluarga mereka.

 

“Aku tidak tahu, tapi aku lihat Cho Ahra eonni dan Cho ahjushi di sini…” ujar Sungmin membalas.

Eunhyuk lalu diam, ia tidak mau bertanya lagi karena diskusi sudah dimulai. Tetua desa membuka, nenek Han menawarkan solusinya dengan ritual yang sama dan beberapa warga lainnya segera memberi usul tambahan. Mereka setuju—walau Sungmin yakin, Kangin tidak terlalu setuju karena ia hanya diam dan lebih memilih mendengar.

 

“Mungkin kesalahan kaum yang lalu karena mereka salah menentukan gadis saat itu…” ujar seseorang. Yunho, selalu pemimpin mengangguk. Ia melirik Jaejoong, istrinya sekilas yang sudah siap dengan nampan berisi lima piring besar dengan isi kue kering dengan hiasan buah plum. Yunho mempersilahkan mereka menyantap hidangan ringan tersebut, ia memang terkenal sangat ramah dan dermawan dan juga memiliki banyak uang di desa itu. Mungkin memang ia seorang pemburu, namun ia juga memiliki beberapa batu permata dari warisan keluarganya. Jaejoong juga merupakan yeojya yang sangat cantik, konon katanya ia adalah gadis tercantik saat itu dan pantas saja mereka dapat memiliki anak setampan Siwon.

 

“Menurutku, saat ini kita butuh untuk memutuskan yeojya yang tepat dan kumohon ia dan juga keluarga atau pun sahabat-sahabatnya bisa mengerti posisinya saat itu…” ucap Yunho membuat semua terdiam.

 

Keundae, itu akan sangat berat bagi orang tuanya kurasa. Aku saja… jika Sungmin yang merupakan anak angkatku yang terpilih, aku tidak akan bisa melepas begitu mudahnya. Terlebih bagi orang tua kandungnya…” protes Kangin membuat suasana menjadi gaduh. Sungmin menatap wajah awayhnya itu lekat, ia tersenyum begitu Kangin melempar senyum padanya. Seolah senyuman dan atapan itu berkata, ‘Aku menyayangimu, Sungmin-ah’.

 

“Aku pikir itu adalah hal yang mudah, anggap saja putrimu sudah mengorbankan hal terbaik bagi warga…” jawab Choi Hankyung, ayah Kyuhyun yang saat itu hanya ditemani Cho Ahra sementara Kyuhyun dan istrinya mungkin saja di rumah. Kangin menatap Hankyung, ia bisa melihat mata elang Hankyung seolah mengintimidasinya.

 

“Menurutku, jika kita sudah menyayangi desa dan warga kita ini maka semuanya akn baik-baik saja walau anak kita yang dikorbankan. Oh ayolah, dan lagipula kurasa Sungmin tidak akan keberatan melepas nyawanya untuk penduduk desa, bukan?” Ucap Hankyung melirik Sungmin. Yeojya itu terdiam, ia menatap Kangin dan Leeteuk bergantian.

 

“A—aku…”

 

“Jangan terlalu tegang, Kangin-ah, Hankyung-ah… Kita di sini hanya berdiskusi, bukan langsung memilih siapa orang yang tepat…” ujar Yunho menengahkan ketegagan yang ada. Sungmin bisa bernafas lega, ia lalu menunduk diam sampai akhirnya ia mendengar pintu rumah tersebut terbuka dan memperlihatkan dua orang, namja dan juga yeojya masuk membawa beberapa botol wine.

 

“Hechullie… kau lama sekali…” ucap Hankyung pada istrinya tersebut. Kyuhyun menyusul di belakangnya dan segera menyerahkan botol anggur yang ia pegang pada Siwon. “Kami membawa hasil panen kami untuk warga…” ujar Hakyung menjelaskan. Semuanya tersenyum, mereka menikmati hidangan dengan nikmat seketika ketegangan melebur. Sungmin menatap Kyuhyun, pemuda tampan itu sudah beberapa hari tidak ia lihat dan jujur Sungmin sudah tidak tahan untuk menyapa Kyuhyun saat itu juga. Kyuhyun duduk di sebelah Hankyung—yang tepat sekali berada di seberang Sungmin, ia bisa melihat Sungmin saat itu, melihat betapa cantiknya sahabatnya yang satu itu. Kyuhyun bisa melihat pancaran mata Sungmin menatapnya dan itu membuat ia cepat ingin mengakhiri pertemuan bodoh itu dan segera memeluk tubuh Sungmin. Saat itu juga.

 

Perundingan sudah menemui titik puncak, mereka memutuskan untuk melakukan ritual saat bulan purnama yang jatuh satu minggu lagi. Malam itu mereka menyepakati untuk menutup pintu dan jendela rapat-rapat dan tidak mengadakan acara apapun begitu matahari tenggelam, Sungmin bergerak gelisah begitu Yunho mulai membuka syarat-syarat mengenai calon korban yang akan digunakan. Hatinya berdebar seiring satu demi satu persyaratan terujar.

 

“Tentu saja kita di sini sudah berjanji, jika itu jatuh pada anak atau keluarga kita atau bahkan diri kalian sendiri maka akan dengan senang hati menerimanya…” ujar Yunho yang segera dipatuhi oleh seluruhnya warga. Kangin akhirnya setuju, ia menatap Sungmin sendu. “Atau mungkin di sini ada yang terlebih dahulu bersedia dan percaya ia adalah wanita tercantik di desa ini?”

 

“Aku wanita tercantik.” Ucap Heechul tersenyum. Warga tertawa dan Yunho tersenyum.

 

“Tentu saja maksudku seorang gadis perawan, Heechul­-ah…” ujar Yunho. “Jika kau bertanya padaku tentu aku akan berkata Jaejoong yang tercantik…” canda Yunho membuat suasana menjadi tidak tegang kembali.

 

“Bagaimana dengan pendapatmu, Yunho­-ah?” Tanya Kangin.

 

“Hmm, Jessica? Apa kah kau siap?” Yunho dan seluruh warga melirik Jessica. “Kau cantik dan aku tahu kau berhati mulia…” tambah Yunho.

 

“A—aku…” Jessica menggigit bibirnya. “Aku rasa aku tidak bisa, maksudku bukan aku tidak mau tetapi aku rasa aku tidak secantik yang lainnya. Aku rasa mungkin, Eunhyuk eonni lebih cantik dariku…” ucap Jessica membuat Eunhyuk pucat.

 

“Baiklah, tapi kau tetap masuk kandidat calonnya, Jessica…” ujar Yunho lalu melirik Eunhyuk. Eunhyuk menggeleng sambil melihat Donghae.

 

“Aku tidak maksudku, aku akan menikah dan aku memiliki kekasih. Err—maksudku aku bukan seorang gadis lagi, Yunho ahjushi. Maafkan aku,” tolak Eunhyuk yang langsung bersemu malu. Sungmin melirik sahabatnya itu dan segera tersenyum geli. “Aku malu sekali…” bisik Eunhyuk.

 

“Aku bersedia…” lirih seorang gadis di ujung, ia berwajah jelita. Sungmin dapat melihat Kyuhyun menyerngitkan dahinya begitu melihat yeojya tersebut. “Dia telah membunuh appa dan membuat eomma sedih, adikku juga sangat sedih. Aku tidak mau anak-anak lain dan istri lain merasakan yang sama, makanya aku bersedia. Itu jika Yunho ahjushi setuju…” ucapnya sambil terseyum. Sungmin mengenal perempuan itu, namanya Seohyun. Ia pendiam dan ayahnya merupakan kelompok dari pemburu yang tidak selamat dari serigala jahanam itu, Seohyun dekat dengan Kyuhyun dan beberapa orang berkata mereka sepasang kekasih walau Kyuhyun selalu berkata tidak setiap kali ditanya.

 

“Baiklah kalau begitu, bagaimana jika malam ini kita lakukan ritual percobaan?” Nenek Han memberi usul, beberapa warga menatap tidak setuju. Bukannya ritual malam ini akan sangat begitu mendadak?

 

“Hmm, kurasa aku tidak setuju.” Kali ini Jaejoong ikut bicara. “Maksudku, itu akan terlalu riskan bagi kita dan juga bagi Seohyun sendiri. Jika gagal maka kita semua akan dihabisi dan semua akan menjadi sia-sia, lebih baik malam ini kita tidur dan siaga di rumah masing-masing. Masalah ini, bisa kita tampung dan pikirkan terlebih dahulu, kurasa kita menentukan calon saja untuk saat ini dan biar nanti kita lihat lagi siapa di antara mereka yang cocok.”

 

Nenek Han mengangguk setuju.

 

“Victoria-ssi, apakah kau bersedia? Kulihat kau sangat cantik dan setahuku kau belum memiliki kekasih…” ujar Jaejoong lembut. Victoria yang sedang duduk diam di sebelah Ryeowook tersenyum dan mengangguk lemah.

 

“Baiklah, sekarang kita punya tiga calon. Victoria, Jessica dan juga Seohyun.” Sungmin menggigit bibirnya begitu mata Yunho saat bicara saat ini menatapnya. “… Sungmin-ah, kenapa kau begitu gelisah?” Ujar Yunho menatap Sungmin. Sungmin segera menjadi pusat utama perhatian.

 

“Aku, maaf sekali. Aku hanya sangat takut, aku takut jika kita semua menjadi sandera manusia serigala itu nanti malam. Aku hanya tidak merasa perasaanku baik-baik saja…” ucap Sungmin mencoba jujur. Matanya berair. “Oleh karena itu, aku bersedia menjadi calonnya…” ucap Sungmin memutuskan. Yunho tampak agak terdiam, ia melirik Siwon—bagaimana pun ia tahu Sungmin merupakan gadis yang dicintai Siwon, anaknya dan nyatanya beberapa minggu yang kemarin Siwon sudah datang ke rumah Sungmin untuk melamar yeojya tersebut. Namun ia tidak boleh termakan omongannya sendiri, apa pun yang terjadi—jika pun Sungmin yang akan dikorbankan maka ia dan juga Siwon harus rela.

 

Pertemuan itu usai saat matahari sudah hampir hilang, semua warga segera menuju rumahnya masing-masing. Sungmin bisa melihat Kyuhyun dari jauh menatapnya dan memberi kode, ia pun segera masuk ke rumah dan mengunci kamar. Berkata pada Leeteuk dan Kangin bahwa ia akan tidur dan diam-diam keluar jendela begitu mendengar suara ketukan jendela mengalun di telinganya.

 

“Kyu…” panggil Sungmin begitu jendela terbuka. Malam sudah menyambut dan tidak ada orang di luar rumah saat itu, kecuali beberapa tetua yang ingin menjaga rumahnya dengan membawa beberapa bawang putih untuk penangkal. Kyuhyun menyambut Sungmin saat yeojya itu melompat keluar kamar, mereka berusaha tidak terlalu bising dan setelah menutup jendela dengan benar keduanya berlalu menuju belakang rumah kosong di pinggir desa.

 

“Kemana saja kau?” Tanya Sungmin begitu Kyuhyun membawanya dalam sebuah pelukan hangat.

 

“Aku tidak bisa cerita sekarang, Min. Aku ingin bertanya sesuatu padamu, kata Eunhyuk kau akan menikahi Siwon. Apa itu benar?”

 

“Dia melamarku, Kyu… dan aku belum menjawabnya. Lagipula, aku sudah bersedai menjadi korban dan aku—“

 

“Tidak! Aku tidak mau kau menjadi korban, aku tidak mau kehilanganmu. Kau tahu aku menyayangimu, Sungmin-ah…” tolak Kyuhyun lalu menatap mata Sungmin lama. Sungmin tersenyum.

 

“Kalau begitu, buat aku tidak bisa menjadi korban…” ucap Sungmin menatap Kyuhyun, namja tampan itu terdiam, ia lalu bisa merasakan tubuhnya memanas karena Sungmin menatapnya lebih dekat. Perlahan, entah disadarinya atau tidak jemarinya sendiri bergeriliya di belakang gaun Sungmin hingga mencapai tali pembukanya. Ditariknya ujung tali tersebut dengan lembut—selembut sentuhan Sungmin di wajahnya saat ini. Kyuhyun kehilangan akal sehatnya saat itu, ia melumat bibir Sungmin dan mulai meraba punggung Sungmin yang sudah terbuka.

 

“Tunggu, Kyu! A—aku hanya bercanda, maksudku tidak seserius ini…” ujar Sungmin mendorong bahu Kyuhyun pelan. “Aku tidak ingin membuat appa dan eomma kecewa. Aku tidak ingin serigala itu melukai mereka berdua, aku menyayangi mereka berdua…”

Kyuhyun terdiam, ia bisa melihat beta Sungmin tidak menginginkan dua orang itu pergi dari dirinya.

 

Mianhae, aku tidak sadar… Aku janji akan melindungi keluargamu, Min.” ujar Kyuhyun kembali mengikat tali belakang gaun Sungmin. “Maafkan aku, Min. Tapi aku benar-benar mencintaimu.”

Sungmin tersenyum. “Seohyun?”

 

“Ahh… aku tidak menyukai dia. Dia sudah seperti adik bagiku, Min.”

 

“Victoria?

 

Kyuhyun merengutkan dahinya saat Sungmin menyebutkan nama Victoria. “Hey, kau lebih tua dari Victoria noona?”

 

“Hmm, kau seharusnya memanggilku ‘noona’…”

 

“Haha, tapi wajahmu sangat—“

 

“Aku tahu, kalau begitu aku kembali ke kamarku.”

 

“Biar aku antar…”

 

“Hati-hati, Kyu. Aku tidak mau kau terluka…”

 

Ne… aku juga tidak mau kau terluka.”

 

.

.

 

“Sungmin-ah, apa yang kau lakukan tadi malam?” Siwon segera menanyakan hal itu, matanya menatap Kyuhyun garang. Mereka sedang mempersiapkan untuk pesta nanti malam—pesta remaja-remaja desa, dan Kyuhyun saat itu duduk bercengkrama bersama Donghae, Sungmin dan juga Eunhyuk. Siwon datang dan mengganggu mereka begitu saja.

 

“Aku…”

 

“Bukannya kau sudah bersedia menjadi calonnya? Kenapa kau melakukan itu dengan Cho brengsek ini?”

 

“Aku tidak melakukan apa pun dengan Kyuhyun tadi malam, Siwon-ah. Mungkin benar kau melihat aku dan Kyuhyun di sana tetapi aku dan Kyuhyun tidak melakukan apa-apa, kami hanya berciuman dan semuanya selesai. Aku tidak mungkin melanggar janjiku…” Sungmin menjelaskan. Siwon menatap Kyuhyun sementara namja Cho itu hanya tersenyum sinis.

 

“Kau dengar itu, huh? Jangan menunduh macam-macam, Tuan Choi.” Ledek Kyuhyun sambil mengisi beberapa gelas dengan wine. Ia lalu menawarkan segelas pada Siwon dan terang saja Siwon menolak, ia memilih menatap Sungmin kembali.

 

“Maafkan aku, Sungmin-ah. Aku telah curiga padamu…” ujar Siwon. Ia memang melihat Sungmin dan Kyuhyun malam itu, namun ia tidak bisa berlama-lama karena ia sendiri juga tidak ingin melihatnya sampai terlalu jauh.

 

“Aku yang minta maaf, aku hampir saja lupa dengan tanggung jawabku. Aku memegang nyawa kalian semua, jika aku yang terpilih nanti. Aku… tidak mungkin melakukan kesalahan…” ujar Sungmin. Siwon lalu menjauh, ia memilih konsentrasi dengan persiapan pesta mereka.

 

“Hey,” sapa Kyuhyun saat Sungmin sedang menyiapkan beberapa makanan manis, jemari panjang itu melingkar di pinggang Sungmin—memeluk tubuh itu dari belakang. “Aku mencintaimu…” bisik Kyuhyun membuat Sungmin tersenyum geli. “Apa tak ada kue spesial untukku, hmm?”

 

“Spesial?” Tanya Sungmin berbalik badan, ia membiarkan Kyuhyun menatap wajahnya leluasa. Wajah cantik yang selama ini dikagumi Kyuhyun, yang entah kenapa tidak akan pernah bosan ia perhatikan setiap saat. “Memangnya kau siapa, hmm?” Tanya Sungmin setengah bercanda.

 

“Aku… hmm, Cho Kyuhyun, sahabat—ehm, maksudku kekasihmu. Kim Sungmin,” ujar Kyuhyun tersenyum lembut. Sungmin tertawa, ia lalu melepaskan pelukan Kyuhyun dan duduk kembali merangkai beberapa bunga bersama Ryeowook dan juga Eunhyuk. “Min…” panggil Kyuhyun ikut duduk bersama yeojya-yeojya tersebut. Eunhyuk yang melihat tampang Kyuhyun tertawa.

 

“Ya, Cho Kyuhyun. Kau mendekati Sungmin terus, seperti kekasihnya saja. Donghae tidak begitu padaku,” ucap Eunhyuk menggoda. Ryeowook terkikik.

 

“Aku… memang kekasihnya Sungmin.”

 

Jinjja? Kalian sudah menjadi kekasih?” Kali ini Ryeowook yang berkomentar. “Sungmin eonni, kenapa kau tidak cerita?”

 

“Hmm, seperti malam sudah tiba, kajja kita berpesta…” Sungmin memilih mengalihkan pembicaraan, ia melihat langit sudah mulai gelap maka pertanda pesta akan dimulai.

Beberapa remaja langsung berdiri, mereka tertawa lepas dan menari sesuai dengan alunan musik. Donghae memainkan semacam alat musik pukul dan Siwon sendiri memainkan alat musik petik, mereka berdansa dan menari. Di saat yang bersamaan Seohyun mendekat pada Kyuhyun, ia menawarkan pemuda itu sepiring kue basah. Memang pada saat itu bertepatan dengan hari dimana perempuan memberikan hasil masakannya pada namja yang ia suka dan kebetulan saat itu Seohyun membuatkan Kyuhyun kue beras dengan isi coklat manis.

 

“Terimakasih, Seohyun-ah…” ujar Kyuhyun menerimanya.

 

Gwaenchanayo, oppa. Hmm, bagaimana kabar oppa? Aku jarang melihatmu akhir-akhir ini…”

Kyuhyun menggeleng kaku, ia lalu memilih diam dan meninggalkan tempat itu saat ia melihat beberapa dari orang yang ada di sana memilih masuk rumah. Dan Kyuhyun tidak melihat Sungmin saat itu.

 

Mianhae, Seonhyun-ah. Aku harus pergi…”

Bertepatan dengan kepergian Kyuhyun, suara musik semakin keras. Saat itu beberapa orang tua keluar rumah dan menyuruh anak-anak mereka berhenti bermain musik, terjadi lah cekcok. Yunho tampak keluar dan mencari Siwon, sayangnya anaknya itu tidak terlihat dan ia kembali mencoba menenangkan warga.

 

“Argh!!!!” Suara teriakan terdengar. Warga menajdi panik begitu melihat seekor serigala besar masuk ke desa saat itu, besar hitam dan menyeramkan. Badan itu dengan cepat menyambar seorang yeojya di sana dan mencabik tubuhnya. Suara teriakan terdengar seketika, mereka berlari-lari mencoba masuk ke rumah. Sungmin yang saat itu tengah berada di dalam kamarnya tebangun karena Leeteuk masuk kemarnya.

 

Eomma?”

 

“Minnie, serigala itu muncul…” lirih Leeteuk. “Dan appa-mu sudah berniat memburunya…”

Sungmin melebarkan mata seketika, ia keluar kamar dan melihat Kangin sudah siap dengan senjata dan segala perlengkapannya.

 

Appa! Kumohon jangan keluar…” pinta Sungmin memeluk appa-nya tersebut. Kangin diam, ia melepas pelukan Sungmin.

 

Appa janji akan membawa kepala serigala tersebut ke rumah kita,” ujar Kangin mengelus kepala Sungmin. “Tinggal lah di rumah bersa—“

 

BRAK

 

Pintu rumah mereka terpaksa terbuka, serigala tersebut membuka paksa. Taringnya terlihat dan mata tajamnya menatap Sungmin lekat, hewan besar itu lalu melebarkan mulutnya—bersikap seolah ingin melahap Sungmin dan pada saat itu juga Kangin menghalangi dengan kapak besarnya. Sungmin dan Leeteuk segera keluar meminta perlindungan. Pertarungan itu berlangsung sangat sengit, beberapa orang mulai menolong Kangin. Yunho ikut serta dan Hankyung juga ada di sana, yang lainnya memilih untuk mengecek beberapa warga yang terluka dan juga beberapa warga yang sudah tidak bernyawa.

 

Auman serigala terdengar, Kangin merasakan tangannya melemah. Beberapa detik ia hampir merasa akan mati hingga sampai akhirnya Yunho menancapkan pedangnya tepat di leher serigala hitam itu, membuat kepala itu terlepas dan Kangin segera beralih dan membantu Yunho. Seluruh warga diam di tempat, nenek Han ikut serta melihat—ia melihat sebentar lalu menatap Yunho dan Kangin bergantian.

 

“Dia hanya serigala biasa. Jika ia Lycanthrope maka tubuh ini akan berubah menjadi wujud aslinya namun sayangnya—“

 

Belum sampai nenek tua itu menyelesaikan kalimat, seekor serigala lagi muncul. Kali jauh lebih besar dengan mata merah menyala, ia mencabik tubuh yeojya tua itu dengan garang dan bergerak gesit menghancurkan seluruh sisa-sisa pesta. Ia berlalu menuju sebuah rumah dan menghancurkan rumah tersebut, beberapa warga diterjang dan bahkan diinjaknya tanpa ampun. Kangin segera bertindak—namun Yunho mencegah dan membiarkan begitu saja karena tampaknya serigala itu benar adalah manusia jejadian yang mereka buru.

 

“Tunggu! Kami bisa melakukan ritual yang benar untukmu…” Yunho berteriak. Serigala itu berhenti, ia menatap Yunho tanpa kedip. Semua warga pun segera keluar dari persenyumbunyiannya untuk melihat, makhluk itu diam dan ia sedikit memperhatikan kumpulan warga. Seohyun berjalan mendekat dan seketika serigala itu menerjang gadis malang itu hingga semua warga berteriak. Makhluk tersebut meraih beberapa wanita cantik lainnya, ada Jessica dan juga Krystal di sana. Mereka berdua dihabisi dengan kejam, Kangin mulai bertindak begitu juga Hankyung dan Yunho.

 

“Semua masuk ke rumah dan tutup jendela!” Yunho berteriak. Ia berhenti saat serigala besar hitam ini tepat di depannya, mata merahnya menatap garang dan saat itu juga Yunho merasakan kakinya terkena gigitan dan ia kesadarannya mulai hilang. Siwon yang menyaksikannya terdiam, matanya memanas melihat tubuh appa-nya tercabik sedemikian kasarnya. Namun ia juga tidak bisa apa-apa, Hankyung sudah tidak berani menyerang hanya Kangin yang tertinggal dan tetap mencoba melayangkan kapaknya pada serigala besar tersebut.

 

Suara erangan besar terdengar, Kangin berhasil melayangkan kapaknya—walau tidak mencapai leher namun melukai salah satu kaki dari serigala tersebut. Dan begitu luka tersebut ada, ia berlalu—meninggalkan desa yang sudah amburadul tersebut dan Kangin dengan jantung berdebar.

 

“Sungminnie… Sungmin dimana? Sungmin-ah! Leeteukie!” Ia lalu berteriak, Jaejoong segera menghampiri Yunho bersama Siwon dan beberapa warga sibuk mencari keluarganya. Ia menuju rumahnya, Kangin melihat Leeteuk terbaring dengan darah di lengannya, Kangin menatap luka tersebut. Luka yang di sebabkan dari benda tajam yang mungkin saja jatuh saat serigala itu tadi menghantam rumah mereka, ia lalu segera membaringkan dan mengikat luka istrinya dengan cepat.

 

“Sungmin dimana? Ahjushi, apa kau melihat Sungmin?” Suara Siwon membuat Kangin menoleh, ia menggeleng. “Appa sudah tidak bernyawa, eomma akan mengurusnya. Aku akan mencari Sungmin.”

 

“Carilah Sungmin olehmu, Siwon-ah. Aku percayakan Sungmin padamu… Aku ikut berduka atas Yunho-ssi.” ujar Kangin lemah.

 

Ne, aku akan jaga Sungmin dan eomma. Hanya mereka yang aku punya saat ini…”

 

Kangin mengangguk, ia terdiam. Ia menatap Leeteuk lama, perlahan ia mulai menghangatkan air untuk membasuh lukanya.

 

“Aneh sekali, serigala itu bisa saja membunuhku. Kenapa dia tidak membunuhku saja saat itu? Kenapa ia justru pergi begitu saja?” Kangin terdiam dan begitu melihat luka Leeteuk ia termenung, matanya melebar dan jantungnya berdebar. Saat itu, saat ia melayangkan kapak itu… Kangin bisa melihat manusia serigala buruan mereka menatap Kangin dan di saat yang sama Kangin sangat mengenal tatapan tersebut. Dia… ada di antara mereka. Ya, manusia serigala itu adalah salah satu dari warga desa mereka.

 

.

.

 

Siwon berlari begitu melihat sosok orang di dalam hutan, orang tersebut terluka di bagian tangan kirinya. Luka tersebut tidak terlalu parah karena ia masih bisa berjalan malam tetesan darah masih tetap ada, Siwon segera mengingat sesuatu—saat itu Kangin sempai melukai satu dari empat kaki hewan tersebut dan tentu saja akan meninggalkan luka jika serigala itu berubah wujud menjadi manusia.

 

“Kau! Kau ternyata makhluk mengerikan itu, Cho Kyuhyun!” Siwon langsung menyerang Kyuhyun, ia mengambil langkah tepat sehingga Kyuhyun bisa berada tepat di depannya. Pemuda tinggi tersebut menatap berang, ia melirik luka pada pergelangan tangan kiri Kyuhyun.

 

“Kau bicara apa, huh?” Ujar Kyuhyun tidak suka, ia mencoba berjalan menghindar namun sayang Siwon menghalanginya.

 

“Katakan dimana Sungmin? Kau membawanya bukan? Kau apakan dia?” Siwon bertanya, terdengar menuduh karena Kyuhyun langsung melepas paksa.

 

“Kau menuduhku serigala itu, huh? Apa kau gila? Kita kenal dari kecil, dan kau tahu aku bukan makhluk itu. Ada apa dengan otakmu?” Kyuhyun jelas saja menolak, ia tidak suka dengan tuduhan sembarang Siwon padanya. “Dan satu lagi, luka ini karena tanganku mencoba melepaskan diri dari tumbuhan berduri untuk mencari Sungmin!”

 

Siwon tertawa mengejek. “Kau pengecut! Jelas kau adalah makhluk itu dan sekarang kau tidak mengaku, kau selalu tidak ada saat perburuan dan kau selalu menghilang tiba-tiba!” Jelas Siwon menyudutkan. Kyuhyun menggeleng geram.

 

“Sudah kubilang aku bukan manusia serigala itu!”

 

“Diamlah kau brengsek!” Siwon berniat melayangkan pedangnya sebelum sebuah suara nafas berat dari hewan besar terdengar. Siwon melebarkan matanya melihat sosok yang tengah mereka ributkan berada tepat di belakang Kyuhyun, ia mengeluarkan taring tajamnya dan mengaum keras—mata merahnya menatap Siwon tajam. Kyuhyun yang pasalnya terluka hanya bisa diam dan berdoa saat serigala lapar itu sudah berpindah tempat, kini Kyuhyun bisa melihat dengan mata kepala sendiri makhluk yang menyerang desa mereka itu. Matanya merah dan menatap nanar pada keduanya—ia lalu segera melolong keras, membuat Siwon menjatuhkan pedangnya dan segera menghindar. Kyuhyun terdiam, ia tidak bisa bergerak saat itu.

 

Manusia serigala ini tidak menyerangnya, dan Kyuhyun kembali merasakan hal yang sama. Saat itu, dua tahun yang lalu ia dan teman-temannya berburu dan pada saat itu mereka menemukan seekor serigala pada bulan purnama. Serigala yang sama persis dengan sekarang, yang membunuh teman-temannya dan menyisakan dirinya sendiri. Kyuhyun ingat sekali—ia menghunus tepat perut serigala tersebut walau ia sama sekali tidak melawan dan justru menjatuhkan diri di air terjun yang berada di belakang mereka saat itu. Oleh karena itu ia berjanji tidak akan pernah berburu seumur hidupnya lagi dan berusaha menghindari bulan purnama agar tidak bertemu dengan sosok hewan mematikan ini.

Dan sekarang, Kyuhyun menemukannya lagi bahkan bisa dibilang serigala ini sama sekali tidak melawannya.

 

Tubuh serigala ini terluka, bagian kaki depannya yang kanan mengeluarkan banyak darah dan Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa kecuali memperhatikan bagaimana saat mentari mulai menampakkan dirinya. Matanya bisa melihat perubahan yang terjadi di tubuh besar itu, perlahan mengecil dan mulai membentuk sesosok tubuh manusia. Dengan warna kulit putih bersih dan rambut coklat terang ikal panjang, Kyuhyun melihat tubuh manusia dari serigala tersebut. Dari manusia serigala tersebut. Tubuh polos tersebut membuat nafas Kyuhyun tercekat, matanya menatap nanar dan segera berjongkok meraih tubuh yang terbaring lemah itu.

 

“Kyuhyun-ah, aku mencintaimu…” ucapnya tersenyum. Bibirnya membiru karena darahnya memang sudah nyaris hampir habis.

 

“Aku juga mencintaimu, Min. Aku mencintaimu, kumohon bertahanlah…”

 

.

.

 

“Kyuhyun-ah…”

 

“Hmm… aku merasa bersalah dengan semua warga desa.”

 

“Kau sudah melakukan yang terbaik, setidaknya untuk appa dan eomma-mu. Mereka selamat, Min.”

 

“Hmm, sebenarnya aku sudah lebih bisa mengendalikan emosiku saat berubah. Aku tidak menyakiti siapapun yang dekat denganku, hanya saja… aku tidak menyangka aku bisa melakukan hal itu pada Yunho ahjushi, aku mungkin sedikit kesal karena dia memaksaku menikah dengan Siwon. Itu saja…”

 

“Hey, tapi kau membunuh banyak orang malam itu, Min.”

 

“Sebenarnya saat itu aku memang sedikit tidak benar, emosiku tidak stabil.” Ungkap Sungmin lalu memalingkan wajahnya yang memerah, mereka sedang berada di sebuah toko di kota—mereka memutuskan ke kota dan meninggalkan desa, Kyuhyun memutuskan menikahi Sungmin dan membuka toko wine di sana.

 

“Hmm, kukira aku tahu alasannya…” ujar Kyuhyun menggoda Sungmin. “Kau cemburu melihatku dengan Seouhyun, bukan?”

 

Sungmin tertawa sambil menutup wajahnya. “Arrasseo, aku benar-benar menyesal sekali. Aku jadi ingat saat itu, aku juga rindu mereka semua. Aku…” Sungmin terhenti, ia bisa merasakan Kyuhyun memeluknya erat.

 

“Apapun yang terjadi, yang jelas mereka sekarang aman. Keluargamu, sahabatmu dan semua yang masih hidup. Jangan pernah mengingat itu lagi, Min. Jika kau akan terluka, sekarang yang kau pikirkan adalah menjaga kesehatanmu dan jangan pernah minum wine lagi. Mengerti?”

 

Kyuhyun melepas pelukan mereka, tangannya ia usapkan di bagian perut Sungmin yang membuncit.

 

“Terimasih sudah mencintaiku, Kyu.”

 

“Hmm, terimakasih sudah mau bersamaku dan mengandung anakku, Min. Aku mencintaimu, chagiya…”

 

.

.

 

END

 

Omake

 

“Aku masih merindukan Sungmin…” Leeteuk mendesah berat, ia mengaduk sarapan mereka dalam diam. Kangin hanya tersenyum—ia tidak pernah memberitahu kenyataan bahwa Sungmin itu adalah serigala yang selama ini mengancam mereka, Kangin menyimpan rapat rahasia itu. Tentu saja ia sangat mengerti tatapan itu padanya terlebih lagi makhluk itu tidak menyerang Kangin. Seluruh desa percaya Sungmin juga termasuk korban, dan lagipula Siwon mengaku ia melihat langsung serigala itu menyerangnya dan juga Kyuhyun sehingga orang berpikir Kyuhyun juga menjadi korban dan tidak ada yang tahu dengan keberadaan serigala yang sesungguhnya—semuanya tetap siaga dan terus melanjutkan hidup seperti biasa.

 

Chagiya…

 

“Hmm?”

 

“Kenapa serigala itu tidak muncul selama setahun ini?”

 

Kangin tersenyum mendengar pertanyaan Leeteuk.

 

“Apapun itu, kurasa ia melakukannya karena kita.”

 

“Eh? Apa?”

 

Aniyo… ayo habiskan sarapanmu.”

 

Apapun itu, aku tetap menyayangimu. Sungmin-ah, appa dan eomma selalu menyayangimu. Kuharap kau bahagia di sana… bersama siapapun itu.’

 

.

.

 

“Kyu?”

 

“Hmm?”

 

“Tadi aku baru saja mimpi appa dan eomma datang ke kota dan memelukku,” ucap Sungmin saat terbangun dari tidurnya.

 

“Hmm… aku mengantuk, Min…”

 

“Oh, ne. Kalau begitu tidur saja, Kyu.”

 

Sungmin lalu menerawang, ia tersenyum—mimpi tadi sangat indah.

 

“Aku menyayangi kalian, aku sangat menyayangi kalian…” lirih Sungmin sebelum akhirnya memutuskan bangun dan menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun dan juga dirinya.

 

FIN

 

Wah~ fantasy! Kayaknya aku lagi suka-sukanya di genre fantasy😀 Semoga ini bisa dipahami dan ada romance2nya ya, walau mungkin enggak fluff tapi ada drama dan romancenya kan? Hihihi…… Rasanya sangat menyenangkan sekali bisa ikut lomba ini, lomba ff pertama yang aku ikuti lohh. Dalam rangka ultah Kyuhyun oppa lagi, hehehehe. Komennya ditunggu yaaa..

 

.

 

12 thoughts on “FF LOMBA II| The Legend | KyuMin | GS | OS

  1. Woaaaaaaaaah!! Aku tertipu😀
    Awalnya aku fikir beneran Kyu serigala itu😀
    Eh ternyata makhluk mengerikan itu justru Sungmin hm? Unbelieveable!!
    Benar-benar mengejutkan!!
    Kangin dan Siwon tau tentang identitas Sungmin kan?
    Hah..kisah yg rumit.. Uhm..itu Sungmin kan manusia setengah serigala, kalo dia hamil anaknya ntar apa? Manusia atau campuran? Oke abaikan ini..
    Keren!! Beneran keren!!
    Mungkin kalo lebih panjang, bisa lebih seru kali yah😉

  2. Dari awal pas tau Sungmin anak angkat KangTeuk,aku udah curiga pasti Sungmin ada hubungannya dngan serigala itu dan ternyata benar.
    Ternyata Sungmin sendiri serigala itu.
    Pantas saja ritual itu selalu gagal,orang serigalanya yeoja kok masa di kasih yeoja perawan,harusnya jga namja kaleee.
    Tapi tragis jga sih ceritanya.
    Daebak !!!

  3. Ku pikir y serigala itu kyu e….tnyata min oppa pantes kalo di ksh tumbal jessica dll serigalanya jd tambah buas. Coba kalo tumbalnya kyu…pasti mantap tuh ^,^”

  4. aku jga suka fantasy
    cuman kurang panjang, kya ad yg kurang admin
    trus jg ga ngerti kapan kyu n min ngelkuin ‘itu’ smpe min hamil
    sequel ya admin #plak

  5. Sama seperti yang lain, aku kira kyuhyun lah yang jadi serigala eh tapi ternyata sungmin..
    Ide ceritanya bagus..
    tapi masih ada beberapa bagian yang masih jadi tanda tanya..
    keseluruhan bagussss

  6. Woahh.. aku pikir kyu yg jd srigala, ternyata min..
    Tp seneng akhir nya mereka hidup bahagia,,…
    Keep hwaithing….🙂

  7. ya ampun!!!><
    aku kira KYU yg jadi serigalanya!, ternyata si bunnyMING errr~
    aku suka ceritanya…
    romence nya kerasa koq🙂
    pen donk baca ff KyuMin mu yg lainnn..
    dimana bisa aku menemukannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s