FF Lomba II | Promise To Marry U | KyuMin| Yaoi| OneShoot

.

.

.

 

Title: Promise To Marry U

Author: Astia Morichan

Rate : T

Genre: Romance, Fluff, Drama

Lenght: One Shoot

 

 

Summarry: Janji masa kecil seorang Cho Kyuhyun kepada Lee

Sungmin yang selalu menemaninya. Kyuhyun berjanji akan menikah dengan Sungmin

di masa ketika Ia dewasa nanti. Akankah pernikahan itu terwujud?

 

 

Disclameir: KyuMin itu saling memiliki selamanya. Kyuhyun

milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. Maka dari itu saya tak dapat memilki

Kyuhyun (?)

 

Warning:

Typo’s,

YAOI, Abal, Ooc, Gaje, garing, dll

 

Pair: Kyuhyun X Sungmin

 

Cast :  Cho Kyuhyun

Lee Sungmin

And other cast

 

 

A/N: this Fanfic is dedicated for Cho Kyuhyun. Happy

Birthday Kyuhyun Oppa..  FF ini sedikit

terispirasi kembali akibat junjou romantica bagian Nowaki ._.  Tulisan di ITALIC itu

FLASHBACK

yah !! juga yang di italic blod itu isi hati Kyuhyun ^^

saengilCukahae, Otanjobi Omedetou for Cho Kyuhyun. \(´`)/

 

Happy Reading

 

KyuMin Is Real

 

enJOY !!!

.

.

.

.

.

 

 

“Kyunie, apa yang kau

 

tulis?” Seorang anak laki-laki yang sangat manis itu- Sungmin mengadahkan

kepalanya melihat teman yang seumuran dengannya kini tengah sibuk dengan

bukunya. Kini mereka tengah berada di sebuah bukit yang ada di belakang

sekolah.

 

 

“Hanya sebuah

kata-kata” ucap anak laki-laki yang berparas tampan itu –Cho  Kyuhyun tanpa menatap Sungmin.

 

 

“Aishh,, kau

 

mengacuhkan ku lagi” Sungmin mempoutkan bibirnya kesal, yang terlihat sangat

lucu di mata Kyuhyun.

 

 

“Aku tak bermaksud

 

seperti itu Minnie-ah” Kyuhyun menutup bukunya, dan menatap Sungmin dengan

tatapan yang seolah selalu membuat Sungmin terjerat dalam obsidian itu. Sampai

terdengar suara yang membuat Kyuhyun langsung  menindih tubuh Sungmin agar bersembunyi di

bawah semak-semak.

 

 

“Tuan Muda Cho ! Tuan

Muda Cho kau di mana? Tuan Muda Cho !”

 

 

Brukkkk

 

 

“Aishh,, waeyo? Kenapa

 

sembunyi?” bisik sungmin sangat pelan di telinga Kyuhyun.  Sungguh Sungmin sangat kaget ketika Kyuhyun

menindih tubuhnya agar tidak terlihat oleh seseorang yang seperti berpakaian

seperti Bodyguard yang kini memanggil Kyuhyun.

 

 

“pssstt,, diamlah. Aku

akan menjelaskannya nanti” Balas Kyuhyun dengan berbisik di telinga Sungmin.

 

 

‘Dia benar-benar tampan. Wajahnya putih, bagaikan malaikat. Aku baru

kali ini melihat wajahnya sedekat ini’

ucap Sungmin dalam hati mengagumi ketampanan Kyuhyun, yang memang jarak

mereka sangat dekat.

 

 

“Tuan Muda Cho ! Tuan

 

Muda Cho ! aish,, bisa gawat jika aku tidak menemukannya” Pria dewasa yang

berpakaian seperti bodyguard itu terus berteriak memanggil Kyuhyun, dan

kemudian Pria itu segera pergi meninggalkan Bukit. Membuat Kyuhyun

mengehmbuskan nafas lega.

 

 

“Huahh,, siapa dia

 

Kyu? Kenapa mencarimu? Dan kenapa dia tahu tempat ini?” Sungmin segera

mendudukan dirinya. Entah kenapa jika dekat dengan Kyuhyun Ia selalu menjadi

gugup.

 

 

“Dia pesuruh Appaku,

 

mungkin dia tahu tempat ini karena ini adalah rumahku” Kyuhyun  kembali mendudukan dirinya di bawah pohon.

Menyenderkan tubuhnya di pohon yang cukup rindang itu.

 

“eh?? Rumahmu?”

 

 

“Uhm,,  tempat ini adalah rumahku  Minnie-ah” Kyuhyun kembali membuka bukunya,

dan mulai menuliskan sesuatu di buku itu.

 

 

“Arraseo, uhmm,, Kyunie

 

aku pulang ne. Ini sudah sore” Sungmin membereskan bukunya yang berserakan di

hamparan rumput, dan mulai memasukannya ke dalam tas.

 

“ne, kau pulanglah”

 

 

“Tak ingin ikut

 

denganku ? kau bisa tinggal di rumahku kalau mau” Sungmin kembali menatap

Kyuhyun. Berharap Kyuhyun bisa ikut ke rumahnya. Sungguh Ia tidak mungkin tega

jika harus membiarkan Kyuhyun sendirian di bukit belakang sekolah  ini. Apalagi hari sudah hampir malam.

 

“Eh? Bolehkah?”

 

 

“ne, tentu saja boleh

Kyunie”

.

.

.

.

 

 

“Eomma, Aku pulang”

 

Seorang anak laki-laki itu berteriak kencang ketika Ia baru saja masuk ke dalam

rumahnya , menggandeng seseorang di sampingnya. Dan langsung di sambut oleh

seorang wanita paruh baya yang sangat cantik.

 

 

“Kau sudah pulang

 

Miniie-ah? Dari mana saja ? ibu mencemaskanmu” raut wajah wanita itu terlihat

sangat khawatir. Sudah sejak dua jam yang lalu Ia menunggu putranya pulang.

 

 

“Mianhae Eomma,  Aku tidak menghubungimu. Tadi aku terlalu

 

asyik bermain dengan Kyunie. Kenalkan eomma, dia temanku Cho Kyuhyun” Anak

laki-laki itu –Sungmin, memperkenalkan seseorang anak laki-laki yang seumuran

dengannya, yang sedari tadi ada di sampingnya. Kyuhyun langsung membungkukkan

badannya. Sebagai rasa hormat pada Eomma Sungmin.

 

 

“Annyeonghaseyo, Cho

Kyuhyu Imnida”

 

 

“Aigoo,, Minnie-ah,

 

temanmu tampan sekali. Kenapa kau baru membawanya ke sini??” Eomma Sungmin

berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Kyuhyun. Menatap lekat wajah tampan

Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum mendengar pujian dari Eomma Sungmin.

 

 

“Ah iya, Eomma

 

bolehkah Kyuhyun menginap malam ini? Ia bilang ingin menginap di rumahku”

Sungmin menatap Eommanya penuh harap.

 

 

“Ne, Kyunie boleh

 

menginap disini. Kalau begitu kalian mandilah. Eomma sudah menyiapkan makanan untuk

kalian” Eomma Sungmin lalu berdiri, dan pergi meninggalkan KyuMin.

 

 

“Benarkah aku boleh

menginap?” Tanya Kyuhyun setelah Eomma Sungmin pergi meninggalkan mereka.

 

 

“Tentu saja boleh, kau

 

jangan sungkan Kyunie” Sungmin tersenyum senang, dan segera menarik tangan

Kyuhyun untuk ke kamarnya.

.

.

.

 

“Gamshamnida, telah

 

mengizinkanku menginap” Kyuhyun membungkukan tubuhnya, sebagai rasa terimakasih

kepada Eomma Sungmin.

 

 

“Ne, Kyunie. Sekarang

 

kau istirahatlah” Eomma Sungmiin tersenyum senang ketika melihat Kyuhyun keluar

dari kamar mandi dengan setelan baju piyama milik Sungmin.

 

 

“Gamshamnida” Kyuhyun

 

sekali lagi membungkukan badannya, dan mulai meninggalkan Eomma Sungmin, dan

Sungmin di sana.

 

 

“Untung saja piyamamu

cukup untuknya Minnie”

 

 

“tentu saja, karna Eomma

 

waktu itu membelinya kebesaran” Sungmin membasuh mulutnya dengan air. Ia baru

saja selesai sikat gigi.

 

 

“Hahah , kau benar.

Ah-iya, Minnie-ah kau harus berteman baik dengannya. Kyuhyun itu anak baik”

 

“ne, arraseo Eomma”

 

.

.

.

CEKLEKKK

 

 

Sungmin membuka pintu

 

kamarnya perlahan. Dilihatnya kini, Kyuhyun tengah asyik berbaring di atas futon

(kasur lipat) sambil membaca buku yang ada di rak buku Sungmin. Sungmin dengan

perlahan mendekati Kyuhyun, dan mulai berbaring di futon miliknya.

 

 

“Aku kira kau sudah

tidur” Sungmin membuka percakapannya dengan Kyuhyun.

 

 

“Ahni, aku menunggumu

Ming” Kyuhyun masih saja membaca bukunya, tanpa melihat ke arah Sungmin.

 

 

“Ya !! lihat aku jika

aku bicara denganmu Kyu !”

 

 

“Hmm, Arraseo” Kyuhyun

 

pun dengan cepat menutup bukunya dan mulai melihat ke arah Sungmin yang tengah

berbaring di sampingnya, yang kini tengah mengerucutkan bibirnya.

 

 

“Nah, begitu lebih

baik” Sungmin tersenyum senang, ketika Kyuhyun menatapnya.

 

 

“Hmm- Minnie-ah, aku

 

minta maaf karena merepotkan keluargamu” Kyuhyun menundukan kepalanya. Sungguh

Ia sangat jarang merasakan kehangatan sebuah keluarga seperti ini. Orang tuanya

tak pernah ada di rumah. Sibuk dengan pekerjaan mereka yang ada di luar negeri.  Membuat Kyuhyun selalu sendirian, dan hanya

di temani oleh pelayan rumahnya.

 

 

“Aniya, kau sama

sekali tak merepotkan Kyu. Aku senang kau menginap di rumahku”

 

 

“Gomawo, Minnie-ah aku

 

janji jika kita sudah besar nanti, aku akan menjadi pacarmu”  entah kenapa Kyuhyun mengucapkan hal itu. Ia

benar-benar sudah jatuh cinta pada Sungmin yang selalu menemaninya setiap saat.

 

 

“Eh?? Kau bilang apa??”  Sungmin

 

membelalakan matanya tidak percaya ketika Kyuhyun mengucapkan kata-kata sakral

itu.

 

 

“kau dan aku setelah

 

besar nanti akan menikah, aku akan mewujudkan janji itu” Kyuhyun menatap

Sungmin dengan onyx nya. Mata onyx Kyuhyun benar-benar selalu membuat Sungmin

seperti terhipnotis.

 

 

“Mwo?? Kita ini namja

 

Kyu, tidak mungkin menikah” Sungmin memalingkan wajahnya, tak ingin menatap

Kyuhyun. Wajah Sungmin sudah terlihat merona, membuat Kyuhyun kembali

menyunggingkan senyumannya.

 

 

“tapi, aku sudah

berjanji pada diriku sendiri untuk menikah denganmu”

 

 

“Kau benar-benar aneh

 

Kyu. Sebaiknya kita tidur” Sungmin menarik selimutnya, dan mulai mencoba

memejamkan matanya.

 

‘Tapi aku akan menepati janjiku Min’

 

.

.

.

 

 

“Sungmin-ah Tunggu aku, aku harus bicara padamu” Kyuhyun

berlari kecil mengejar seorang namja manis bernama Lee Sungmin, yang tengah

mencoba menghindarinya.

 

 

“Berhenti mengikutiku, jangan menggangguku” Namja manis itu-

Sungmin terus berlari menjauhi Kyuhyun. Ia benar-benar tak ingin di ganggu oleh

siapa pun.

 

 

“Sungmin-ah, aku bilang berhenti di situ !!!” Suara Kyuhyun

terdengar lebih keras dari sebelumnya. Kali ini terdengar seperti sebuah

perintah. Membuat Sungmin berhenti saat itu juga. Sungguh Kyuhyun tidak pernah

sekali pun membentaknya seperti ini.

 

 

“Sungmin-ah, dengarkan aku” Kali ini suara Kyuhyun terdengar

lebih lembut. Kyuhyun semakin mendekat ke arah Sungmin, yang sekarang berdiam

tak bergeming. Tubuhnya seperti bergetar, membuat Kyuhyun kaget ketika Ia

membalikan tubuh Sungmin.

 

 

“Mi-Mianhae, aku tak bermaksud seperti itu” Kyuhyun dengan

cepat menghapus air mata Sungmin yang sudah membasahi pipi chubby nya.

 

 

“Kaa !!  pergi Kyu !!

aku tak mau melihatmu” Sungmin menghempaskan tangan Kyuhyun kasar.

 

“Aku akan menjelaskannya. Kau salah paham”

 

 

“Kaa !! aku bilang pergi Kyu !!!” Sungmin mendorong Kyuhyun

untuk menjauh  darinya. Membuat Kyuhyun

mau tak mau harus mengalah dan pergi membiarkan Sungmin sendiri.

 

‘Aishh,, kenapa jadi salah seperti ini? Menyebalkan’

 

.

.

.

FlashBack

 

 

“Aishh,, apa- apaan

 

itu? Kenapa Kyuhyun bersama para yeoja genit itu?” Sungmin menggerutu kesal,

ketika melihat Kyuhyun tengah membagikan bunga kepada para yeoja yang ada di

cafe. Yah, memang benar Kyuhyun sekarang tengah mempunyai pekerjaan part time.

Membuat Kyuhyun harus lebih giat supaya Ia cepat lulus dari Universitasnya.

Karena itu memang adalah tugas akhirnya.

 

 

“Mwo?? Kenapa Kyuhyun

 

harus memberikan  bunga itu padanya? Aku

saja tak pernah di beri bunga olehnya” Sungmin mempoutkan bibirnya, sambil

menatap Kyuhyun dengan kesal.

 

 

“Hmm, lebih baik aku

 

menghampirinya saja” Sungmin mulai meninggalkan tempat persembunyiannya. Sedari

tadi Ia memang sembunyi di balik pohon yang besar. Membuat Kyuhyun mungkin

tidak menyadari keberadaannya.

 

Tapp Tapp tapp

 

 

Sungmin semakin

 

melangkahkan kakinya, mendekati Kyuhyun yang tengah tersenyum sambil membagikan

bunga pada yeoja-yeoja yang ada di cafe.

 

 

“Kyuhyun-shii, aku

 

kira kau sedang bekerja. Ternyata tidak” Sungmin menyilangkan kedua tangannya

di dada, dan menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya.

 

 

“Minnie-ah, ternyata

 

kau datang. Tunggu sebentar ne !” Kyuhyun melirik Sungmin sebentar yang kini

sudah ada di sampingnya, dan kembali melanjutkan kegiatan memberikan bunga pada

yeoja yang ada di depannya.

 

 

“Ya !! kau lebih

 

mementingkan mereka dari pada aku. Menyebalkan” Sungmin dengan cepat pergi

meninggalkan Kyuhyun yang kini tengah berteriak memanggilnya.

 

FlashBack OFF

 

.

.

.

 

 

“Aishh,, lebih baik aku segera menyelesaikan kesalahpahaman

ini. Aku tidak tahan, jika Minnie mengabaikanku seperti ini. Dan membiarkan dia

menunggu kejutannya” Kyuhyun kini tengah berdiri di depan pintu Apartement

Sungmin. Menghela nafas perlahan. Berdoa supaya Sungmin tidak marah lagi padanya.

 

Took Tokk Tokk

 

Kyuhyun mengetuk pintu Apartement itu dengan keras.

 

 

“Nuguya???” Suara Sungmin berteriak dari dalam

Apartementnya. Membuat Kyuhyun semakin berdebar tak karuan.

 

Cekkleekk

 

 

Perlahan pintu berwarna abu itu terbuka, hanya setengahnya. Tapi

terlihat jelas setengah wajah Sungmin di balik pintu itu. Raut wajah Sungmin

saat itu terlihat kaget, ketika melihat Kyuhyun ada di depan apartementnya.

Membuat Sungmin refleks langsung menutup pintunya, tapi ditahan dengan cepat

oleh Kyuhyun.

 

 

“Kau mau apa lagi, eoh?” Sungmin tetap berusaha menutup

pintunya. Menghalangi Kyuhyun agar tidak masuk ke apartementnya. Sungmin memang

kini tengah tinggal di Apartementnya. Ia meninggalkan rumah mewahnya hanya

karena Ia ingin mandiri.

 

 

“menjelaskan semuanya Minnie-ah” Kyuhyun terus mendorong

pintu itu, sampai akhirnya Ia bisa masuk ke dalam apartement Sungmin dan-,

 

Braaakk

 

Kyuhyun menendang pintu tak berdosa itu.

 

“kau merusak pintuku”

 

 

“Itu tak penting sekarang. Listen to me Cho Sungmin !!”

Kyuhyun memegang bahu Sungmin. Membiarkan mata onyxnya bertemu dengan foxy

milik Sungmin.

 

“katakan”

 

 

“Aku tahu kau cemburu” Kyuhyun tersenyum menggoda melihat

wajah Sungmin kini sudah bersemu merah akibat ucapannya.

 

 

“T-Tidak” Sungmin memutuskan kontak matanya dengan Kyuhyun.

Membuat Kyuhyun sedikit kecewa.

 

 

“Jangan marah padaku chagi, tadi itu adalah pekerjaanku.

Tugasku hari ini adalah membagikan bunga kepada para pelanggan. Makanya kau tak

perlu semarah itu” Kyuhyun menggesekan hidungnya, pada hidung Sungmin yang

mancung.

 

“jinjja??” Kyuhyun hanya menganngguk mengiyakan.

 

 

“kau tahu? Aku hanya mencintaimu Sungmin-ah. Selalu

mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu” Kyuhyun menatap Sungmin

lekat-lekat. Membuat Sungmin kembali terhipnotis oleh Kyuhyun.

 

Greeppp

 

 

Sungmin memeluk Kyuhyun erat. Seolah tak ingin Kyuhyun pergi

darinya.

 

 

“Waeyo??”  Kyuhyun

dengan cepat membalas pelukan Sungmin. Berbagi kehangatan, di Apartement ini.

 

“Kyunie, jeongmal saranghae”

 

 

“Nado saranghae Minnie-ah. Hmm, aku membuat kejutan untuk

mu” Kyuhyun melepas pelukannya dan

berjongkok di hadapan Sungmin.

 

“Mwo?”

 

 

“Lee Sungmin Would you marry me?” Kyuhyun menggenggam tangan

Sungmin, sesekali mencium punggung tangannya.

 

“eh?”

 

 

“Would You marry me Sungmin-ah?” Sungguh Sungmin sangat

bahagia dengan apa yang Kyuhyun ucapkan. Dengan cepat Ia menggangguk, dan tak

lupa tangis bahagia membasahi pipinya.

 

 

“I do, Kyunie” Kyuhyun berdiri, dan segera mendekap Sungmin

dalam pelukan hangatnya.

.

.

.

.

 

 

Di hari yang sangat

bersejarah untuknya, kini seorang Cho Kyuhyun tengah berlutut di hadapan seorang

namja paruh baya. Seharusnya ini menjadi hari spesial untuknya, karena Ia

tengah berulang tahun yang ke 26 (korea) . merayakannya dengan namjachingunya.

Tapi sepertinya itu tidak mungkin.

 

 

“Aku mohon, izinkah aku menikahi putramu Tuan lee” Kyuhyun

kini tengah berlutut di hadapan Tuan Lee. Meminta izin untuk menikahi putranya.

Memang ini terdengar sangat tabu, bahkan tak masuk akal sama sekali. Tapi apa

daya, kekuatan cinta yang membuat seorang Cho Kyuhyun rela berlutut di hadapan

seseorang.

 

 

‘Ya Tuhan, karena ini adalah hari Ulangtahun ku. Aku hanya memohon

 

padamu, untuk mempermudah lamaranku pada Sungmin. Berikan aku kemudahan untuk

mendapatkan restu tuan Lee. Aku hanya menginginkan kado itu’

 

 

“Aku mohon. Izinkan aku menikah dengan Sungmin”

 

 

“Kau gila, dia itu Namja sama seperti mu. Kalian tidak

mungkin bisa menikah.  Di Korea tidak

pernah ada pernikahan sesama jenis Kyuhyun-shii” Tuan Lee kini menatap Kyuhyun

dengan tatapan tajamnya. Sungmin yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok,

melihat Kyuhyun yang berhadapan dengan ayahnya terkikik geli. Sungmin sangat

terharu melihat Kyuhyun rela berlutut di hadapan Ayahnya. Ia sama sekali tidak

pernah membayangkan Kyuhyun akan melakukan hal seperti itu. Tentu saja, keluarga

Cho adalah keluarga yang mempunyai harga diri tinggi. Tapi mau bagaimana lagi,

ini adalah rencana kejutan untuk Kyuhyun.

 

 

“Aku akan membawanya ke Amerika. Kami tidak akan menikah

disini” Kyuhyun menatap Tuan Lee mantap. Mencoba menyakinkan namja paruh baya

itu.

 

 

“Tidak bisa, Sungmin sudah aku jodohkan dengan yeoja yang

sudahku pilihkan” Tuan Lee tersenyum simpul melihat kegigihan Kyuhyun di

hadapannya.

 

 

“mwo?? Kalau begitu aku akan membawa kabur putramu” Kyuhyun

berdiri, dan mulai menatap Tuan Lee tidak suka.

 

“Aku akan melaporkanmu atas kasus  penculikan Kyuhyun-shii”

 

‘Aishh,, Ya Tuhan, aku mohon berilah kadomu sekarang’

 

“Tuan Lee, aku mohon padamu. Biarkan aku menikahi Sungmin”

 

“Apa kau serius mencintainya Kyuhyun-shi?”

 

 

“Tentu saja, aku sangat mencintainya melebihi diriku

sendiri”

 

 

“Hahahah, Baiklah. Aku mengerti” Tuan Lee berdiri dari

duduknya dan mulai mendekati Kyuhyun. Matanya berisyarat pada tiga orang yang

ada di balik tembok itu. Membuat ketiga orang yang tengah bersembunyi itu

melangkahkan kakinya perlahan mendekati Tuan Lee. Tanpa di sadari oleh Kyuhyun.

 

“Aku me,-“

 

 

Tuuuttt- tuuttttt-

tuuuuttt–treeeettt

 

 

Ucapan Tuan Lee terhenti oleh suara terompet yang sangat

keras. Membuat Kyuhyun menoleh ke arah suara tersebut yang memang  ke arah yang ada di belakangnya.

 

 

“Saengilcukahamnida Cho Kyuhyuniiee” Namja manis itu-

Sungmin membawa Kue tart yang ada di genggamannya kehadapan Kyuhyun.

 

 

Tuuuttt Tuuutttt

 

 

Sungjin masih saja asyik meniup terompet itu. Sementara

Eomma Sungmin mendekati Tuan Lee yang menyunggingkan senyumannya, melihat

KyuMin.

 

 

“eh? Ke-Kenapa ? aku hanya butuh izinmu Tuan Lee” Kyuhyun

membalikan badannya lagi, menghadap ke arah Tuan Lee yang ada di hadapannya.

 

 

“Aku sudah mengizinkanmu

untuk menikahi putraku Cho Kyuhyun. Itu adalah hadiahku untuk

Ulangtahunmu” Kyuhyun membelalakan matanya tidak percaya pada ucapan Tuan Lee.

Sungguh Ia sangat bingung, tadi Tuan Lee tak mengizinkan. Dan sekarang Ia

tersenyum lebar memberikan restunya.

 

 

“Gamshamnida, jeongmal Gamshamnida” Kyuhyun  membukukkan kembali badannya. Sungguh Ia

sangat senang. Ini adalah hadiah ulangtahun terindah untuknya.

 

 

“Tiup Lilin mu Kyunie” Sungmin tersenyum senang melihat

Kyuhyun yang kini terlihat bahagia. Kyuhyun dengan cepat membalikan badannya.

Dan .-

 

Greepp

 

 

Memeluk Sungmin erat, sampai Kue yang di pegang Sungmin

hampir terjatuh. Untung saja ada Sungjin di samping Sungmin yang langsung

dengan refleks memegang Kue Tart itu.

 

 

“Minnie-ah,, kita menikah. Kita akan menikah chagiya. Aku

benar-benar senang” Kyuhyun memeluk Sungmin dengan sangat erat, sampai membuat

Sungmin sedikit sesak.

 

 

“nado Kyunie” Sungmin pun membalas pelukan Kyuhyun.

Menyampaikan perasaan bahagianya.

 

 

“Baiklah, Tiup lilinmu dan buat permohonan. Setelah itu kita

akan membicarakan soal pernikahan kalian” Eomma Sungmin menginstrupsi kegiatan

KyuMin. Membuat KyuMin melepaskan pelukan mereka, dan tersipu malu.

 

 

“Ne, Eomma” Sungmin mengambil Kue Tart dari tangan Sungjin.

Dan mulai menghadapkannya pada Kyuhyun.

 

 

“buat permohonanmu, Kyunie” Kyuhyun mengannguk, dan mulai

menutup matanya. Berdoa dengan khusyu kepada Tuhan.

 

 

‘Ya Tuhan, hanya satu permintaanku. Aku hanya mohon padamu untuk selalu

 

membiarkan ku dan Sungmin selalu bersama selamanya. Aku tahu hubungan kami

salah, tapi aku mohon kabulkan permintaanku’

 

 

Setelah selesai berdoa, Kyuhyun dengan cepat meniup lilin

yang ada di kue tart itu.

 

“Selesai”

 

“kau memohon apa Kyunie?”

 

“rahasia chagiya”

 

.

.

.

.

 

 

“ Kalau begitu kita bicarakan untuk pernikahanmu dengan

Sungmin Kyu”  Kini semua keluarga Sungmin

dan Kyuhyun tengah berada di ruang tengah rumah megah Keluarga Lee. Senyum

terus mengembang di wajah Kyuhyun. Ia tak peduli jika sudah dikatai tidak

waras. Yang jelas, Ia sangat senang.

 

 

“Ne,  Appa. Bolehkah

pernikahan kami Hari Minggu ini?” Kyuhyun bertanya ragu pada tuan Lee. Memang

benar, setelah acara perayaan Ulangtahun Kyuhyun. Tuan Lee dan Nyonya Lee

menyuruhnya untuk memanggil mereka Eomma dan Appa. Bagaimana pun juga, Kyuhyun

sebentar lagi akan menjadi anak mereka juga. Sungguh Kyuhyun sudah lama sekali

tidak menyebut sesorang dengan sebutan Eomma, dan Appa. Yah,, orang tua Kyuhyun

sudah tidak ada lagi. Mereka meninggal akibat kecelakaan pesawat. Membuat

Kyuhyun harus hidup sendiri. Memimpin Cho Cooperation di tangannya.

 

 

“Eh? Mwoo? Minggu ini??” Sungmin yang duduk di samping

Kyuhyun menatap Kyuhyun kaget. Sungguh Ia tak pernah membayangkan akan secepat

ini.

 

“Ne, Minggu ini chagi. Aku sudah menyiapkan semua”

 

 

“kau tak salah Kyu? Itu terlalu cepat” Tuan Lee Kembali

menatap Kyuhyun. Mencoba mencari keseriusan di mata onyx itu. ?”

 

 

“ne, Appa.  Aku sudah

menyiapkan semua pernikahanku dengan Sungmin di Amerika. Semua sudah di siapkan

olehku”

 

 

“Baiklah semua terserah kau, Kyu. Tapi Kau kan belum lulus

Kuliah Kyu !!”

 

 

“Tak apa,, Appa. Aku kan sebentar lagi juga akan lulus.

Tugas ku sudah selesai. Tinggal menunggu kelulusan saja. Jadi Bagaimana  chagiya? Kau setuju?” Kyuhyun  kembali menatap Sungmin yang ada di

sampingnya. Berharap Sungmin menyetujui keinginanya untuk menikah minggu ini.

 

“Ne, Kyunie. Kita menikah minggu ini”

 

.

.

.

.

 

Gereja yang cukup besar ini terlihat sangat mewah. Dekorasi gaya

eropa terlihat jelas di setiap dinding gera itu. Bunga-bunga pun terlihat

menghiasi gereja itu. Kini seorang pemuda nan manis, memakai toxedo putih yang

pas di tubuhnya. Dengan lengan yang di apit oleh namja paruh baya yang tak lain

adalah Ayahnya berjalan melalui altar. Namja itu- Sungmin tersenyum senang

ketika melihat  sosok namja jangkung yang

tampan yang mengenakan toxedo berwarna hitam menyambut di depan altar.

Mengulurkan tangannya, ketika Sungmin sudah mendekat. Lalu Sungmin menggenggam

erat tangan Kyuhyun ketika Kyuhyun membawanya ke depan Pendeta yang tengah

menatap mereka. Sungmin sangat berdebar ketika sang Pendeta mulai berbicara,

dan membacakan beberapa doa.

 

 

“Cho Kyuhyun, apa kau bersedia menerima dengan Lee Sungmin.

Menerimanya sebagai pasangan hidupmu, dalam duka maupun suka. Dalam pujian atau

hinaan, dalam sakit atau pun sehat. Menjaganya selamanya dalam ikatan Tuhan?”

 

 

“Aku, Cho Kyuhyun, bersedia menerima Lee Sungmin sebagai

pasangan Hidupku. Dalam duka maupun suka, dalam pujian ataupun hinaan, dalam

sakit ataupun sehat. Menjaganya selamanya”  Kyuhyun menatap Sungmin lembut, tatapan yang

hanya mengisyaratkan ketulusan disana. Sungguh Sungmin sangat bahagia. Ini

adalah moment paling membahagiakan yan pernah Ia dapatkan. Kyuhyun benar-benar

anugerah yang Tuhan berikan untuknya.

 

 

“Aku Lee Sungmin, menerima Cho Kyuhyun sebagai pendamping

hidupku selamanya. Selamanya mencintainya, dan hanya akan ada dia yang yang

paling ku cintai selamanya”   Pendeta itu

tersenyum. Turut merasakan kebahagian yang Kyuhyun dan Sungmin rasakan.

 

 

“Cium pasanganmu Tuan Cho” Kyuhyun dengan cepat menarik

Sungmin dalam pelukannya. Mencium lembut bibir plum Sungmin yang selalu menjadi

candu untuk. Ciuman yang penuh ketulusan tanpa adanya rasa nafsu disana.

 

Prookk Prrookkk

 

 

Semua yang ada di gereja megah itu bertepuk tangan melihat

Kyuhyun dan Sungmin kini sudah saling teriikat. Memang yang ada di sana tidak

banyak. Kyuhyun dan Sungmin hanya mengundang kerabat terdekat mereka.

 

 

“akhirnya mereka menikah juga” Ryeowook menangis haru ketika

melihat Sungmin dan Kyuhyun yang masih menikmati moment mereka.

 

 

“Ne, Wookie-ah. Mereka sudah bahagia, seperti kita” Yesung

memeluk pinggang Ryeowook dan kembali melihat KyuMin yang masih berada di depan

altar.

 

 

“Minnie-ah, saranghae. Aku mencintaimu selamanya” Kyuhyun

melepaskan pangutan bibirnya, dan kembali menatap Sungmin dengan lembut.

Kembali membuat seorang Cho Sungmin hanyut dalam tatapan Cho Kyuhyun.

 

 

“Nado sarangahae, Kyuhyunie. Aku akan selalu mencintaimu.

Karena kau yang terpenting dalam hidupku”  Sungmin kembali memeluk Kyuhyun dengan erat.

Tidak memperdulikan semua orang yang melihat mereka.

 

FIN ^^

 

 

Mianhae kalau pas bagian ikrar

pernikahannya kaya gitu. Soalnya aku gak tau😥

 

Semoga aja kaya gitu, abisnya aku

Cumaliat di Film doang😄

 

Di mohon untuk RCL nya.

Gamsha ^^

RCL Juseyo ^^

 

 

6 thoughts on “FF Lomba II | Promise To Marry U | KyuMin| Yaoi| OneShoot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s