If Only | KyuMin | GS | Ch. 1

 

.

 if only gs kyumin

.

.

Kedua tangannya bergetar melihat apa yang ada dihadapannya. Menjatuhkan kertas itu dan berusaha menahan tangisnya. Bersusah payah untuk tak menangis dan menyesali semuanya, tapi seakan semua sudah terlambat dan hanya menyisakan luka untuknya.

“Hikss….. “

Menggeleng tak percaya dan kembali beranjak dari duduknya. Mencoba benda putih panjang dan pipih itu untuk yang keberapa kalinya. Dan kembali, memberikan 2 garis yang menandakan bahwa___

“Aku…. Hikss… tidak mungkin….”

.

.

.

Terus menunggu untuk beberapa menit lagi mungkin, setelah ia menunggu 2 jam disana. Menghabiskan secangkir teh hangat yang ia harapkan bisa menghentikan semua perih yang semakin membuat seluruh syaraf dan tubuhnya nyeri.

“Ah… maaf chagi, aku terlambat.”

Biasanya akan terukir senyuman jika dia melihat namja ini, tapi kali ini hanya raut wajah kesedihan dan kekecewaan.

“Dan aku juga terlambat…”

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

— if only …—-

.

 

.

 

.

 

“Melepaskan genggamanku, dan membiarkan pasir itu perlahan jatuh dari sela jemariku. Menutup kedua mataku dan menahan perih lukaku. Mengapa saat semuanya seperti ini….

 

Aku sadar, akan sulit untuk kembali lagi…”

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

          Others Super Junior and Shinee members

Pairing: KyuMin | Slight MinMin | Slight KyuWook

Genre : Drama, romance, sad,etc

Length : series

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : GS, GaJe, Typo(s), etc

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

Ini akan sedih, jadi bacanya pelan dan dihayati. Dan juga hilangkanlah dan maafkanlah typo… hahahaa

.

.

.

Chapter 1

 

.

 

Lee Sungmin POV

.

 

.

 

“Hei, jangan bercanda.”

Minho tertawa mendengar perkataanku. Apakah kehamilan itu satu hal yang lucu dan patut ditertawakan jika keadaannya seperti ini?? Bagiku ini petaka dan masalah besar. Dan aku tahu, baginya mungkin juga seperti itu.

“Aku tidak bercanda.” Aku menggeleng lemah dan kemudian mengeluarkan kertas yang hasil cek up kemarin. Aku yakin, dan sangat yakin dia tak akan bisa menolaknya lagi. “Kau jangan mencoba untuk menghindar. Disini tertulis jelas jika aku memang hamil. Dan asal kau tahu, itu memang anakmu.”

“Aku tidak menghindar, hanya saja rasanya tidak mungkin. Lagi pula, itu pertama kalinya kita___ errr…” Minho menggaruk tengkuknya. Dan aku tahu, berurusan dengan anak kecil seperti dia pasti akan sulit. Harusnya aku tahu, dan tak sebodoh itu.

“Kau menghindar, aku tahu itu. Kau mencoba mengelak, tak mau bertanggung jawab.” Aku berdiri dari posisiku dan meraih pergelangan tangannya. “Ikut denganku.”

.

.

.

.

Kami sampai di mobilku. Biar aku tegaskan. Aku bukan yeoja lemah yang sama sekali tak bisa berbuat apapun. Aku wanita karir yang bahkan bisa menghidupi anakku nanti. Tapi, anak ini__baby ini…

“Dengarkan aku, jawab pertanyaanku.”

“Nde.” Minho seperti mulai menunjukkan sikap kekanakannya. Dan ia kembali seakan meremehkan aku. Ya Tuhan, apa dia pikir semuanya ini hanya permainanku?

“Aku tahu, kau masih muda. Aku juga tahu, pekerjaan super model –mu itu. Tapi kau harus ingat, ini anakmu.”

“Yah, aku tahu. Tapi itu bukan sepenuhnya kesalahanku. Kau juga menikmatinya saat itu, jangan hanya menyalahkan aku. Bukankah kau mencintaiku?”

“Ya, tentu saja. Tapi kau juga harus bertanggung jawab, aku tak mau anak ini lahir tanpa appa. Dan bukankah kau mencintaiku? Seperti yang kau katakan setiap hari, kau mencintaiku.”

Kulihat dia mengangguk. Aku tahu dia ragu, dia meragukan perasaanya. Apa-apaan ini?

”A-aku mencintaimu, tapi___”

“Kalau begitu, kita haru secepatnya menikah.” Aku terus mendesaknya.

“Aku tak mau menikah sekarang, masih terlalu cepat dan lagi pula aku masih mengejar karirku.”

Dia mengalihkan pandangannya dariku. Kenapa??? Kenapa seperti ini? Kenapa dia bersikap seolah tak mau bertanggung jawab???

“Tinggal gugurkan saja apa susahnya. Aku tak mau karirku hancur, kau tahu itu  ‘kan?”

Apa???? Gugurkan??? Anakku?

Aku menatap sengit padanya. “Apa maksudmu dengan gugurkan?”

Dan kembali, mata besar itu menghipnotisku. Kumohon jangan seperti ini, kau tahu aku selalu tak bisa marah padamu. Aku kesal, kesal sampai darahku naik semua. Tapi, jika dia bersikap seperti ini__

Tubuhku bergerak tanpa aku sadari, menerima begitu saja pelukannya. Dan juga kecupan kecilnya di puncak kepalaku. Sial…

“Hikss…., Minho-ya… eotte? Aku bisa diusir dari keluargaku jika seperti ini? Jebal, kita bisa menikah secepatnya.”

Dan aku merasakan kedua tangan besarnya menangkup pipiku, mencuri ciuman kecil dikeningku. “Aku tak bisa berbuat apapun saat ini, tapi aku janji aku akan membuat hidupmu bahagia. Bisakah menunggu dan berusaha sendiri dulu? Kita akan menikah tapi tidak secepat ini.”

“Tapi Minho, aku___”

“Kau hanya perlu gugurkan dan kita akan hidup seperti biasa, eotte?”

Aku tak percaya___ dia ingin membunuh bayi kami??? “Minho…”

Dan haruskah aku biarkan bibir tebal itu kembali melumat bibirku. Sial!!! Tak bisa menolaknya. Meski menangis pun rasanya percuma, aku terlalu mencintainya.

.

.

.

.

.

Pertemuanku dengan Minho, boleh dibilang seindah dongeng. Dimana dia terlihat seperti pangeran yang menolongku dari kejaran preman jahat yang hendak memperkosaku. Tapi, bukan berarti perjalanan cinta kami semudah kisah klasik yang ada dicerita dongeng.

Seharusnya aku tak semudah itu percaya pada rayuannya. Aku ingin terlihat kuat___ sejujurnya aku ingin seperti itu. Tapi, nyatanya tidak semudah itu. Dan sekarang aku juga menangis lagi___

Berusaha menghapus air mataku yang terus turun dengan sendirinya. Dan Minho___ dia seenaknya pergi dari Korea. Apa maksudnya??? Meninggalkan aku disaat seperti ini.

.

.

‘Minho ya__’

‘Ah, Minnie. Nde, bagaimana kabarmu?’

‘Kenapa kau menghilang? Bukankah seharusnya kau bertanggung jawab? Mengapa tak menjawab telfonku?’

‘Mianhe, bukan seperti itu. Kau tahu bukan, aku sangat mencintaimu? Aku hanya sedang mengusahakan sesuatu. Eum… bisakah kau menjaga baby kita untukku? Aku akan membahagiakanmu, tapi tidak sekarang.’

‘Minho, apa mak__’

‘Cepatlah, atau kita ketinggalan pesawat___’

‘Minho??? Yahhhh… Minho!!!’

.

.

Kembali mengingat telfon terakhirku dengannya beberapa hari yang lalu. Dan sekarang ini, aku semakin tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku sendiri dan terbuang.

Meringkuk sendiri di ruang tamu di rumahku. Appa, Umma dan bahkan Wookie…

“Nona Lee…”

Aku melihat namja itu, ingin segera berlari dan mendekatinya. Tapi, sama sekali tubuhku tak bisa kugerakkan. Aku hanya bisa menggeleng dan menangis menatapnya. Terasa begitu rapuh dan terluka.

Merasakan pelukan tubuh itu. Memelukku erat seakan menyalurkan semua perasaannya. Aku tahu, aku semakin buruk sekarang. Setelah appa dan umma melupakanku, terlebih sekarang aku diusir karena kesalahanku.

“Hikss…. naega eotteokhe….”

“Ikutlah bersamaku.”

.

.

.

Sekarang aku berada di rumah yang sederhana namun, disinilah ketenangan dan keyakinan itu ada. Aku yakin bisa bertahan. Meski harus sesekali semua ketegaranku tergoyahkan. Minho_

Aku melihat fotonya disalah satu majalah. Kudengar dia mulai terkenal di Jepang. Kembali menatap langit yang ada di atasku. Menghirup udara yang sejuk di tepian Kota Seoul.

“Nona Lee…”

Aku menoleh pada Jung ahjussie, dialah yang merawatku selama ini. Selalu menjaga dan melindungiku, terlebih dari semua pandangan orang-orang yang menatap aneh padaku. Karirku hancur dan sekarang tak ada yang bisa aku lakukan  sebelum bayi ini lahir.

Mencoba bertahan untuk 3 bulan kedepan. Aku mengusap perut buncitku. Terus menatap  penuh kedepan. “Ahjussie…”

“Nde.”

Dia meletakkan secangkir teh hangat dihadapanku. “Bagaimana aku akan bisa menjaganya?”

Dia mendekatiku dan meraih kedua tanganku. Menatapku penuh kasih sayang. Hanya dia yang kupunya. Hanya dia yang ditinggalkan Lee Appa. “Hiksss…. “ tanpa sadar aku pun menangis. “Bagaimana bisa aku membahagiakannya? Dia bahkan… hikss…. harus bagaimana aku membesarkannya?”

Dia meraihku dalam pelukannya. Sungguh, aku baru tahu seperti ini rasanya diasingkan. Sesakit inikah rasanya, dan sialnya lagi___ ini semua kesalahanku.”

Dia melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku. “Tenanglah, seumur hidupku___ selama aku bisa aku akan menjagamu. Kau putriku, putri kesayanganku. Tenanglah, kuatlah untuk aegyamu.”

.

.

.

Lee Sungmin POV end

.

.

 4 Years later

 

.

.

“Umma!!!!”

Seorang namja kecil berlari kencang saat melihat yeoja yang sedari tadi ditunggunya di depan gerbang sekolahnya. Tubuh kecil itu berlari lincah membiarkan pantat berpampersnya itu bergoyang kesana kemari dan terlihat sangat lucu.

“Ahh!!! Chagiyaa!!!!”

Tersentak saat yeoja itu merasakan pelukan kencang dari tubuh namja itu langsung melompat dan meraih lehernya. Sedikit merasakan beban di bahunya saat ia mencoba berdiri dan membawa namja kecil itu untuk ikut bersamanya.

“Umma, hali ini Mino jadi anak baik.”

“Nde? Benarkah?”

“Ye, Umma. Hali ini Mino makan semuanya, telus makan sayul telus makan buah, cucunya juga minum. Dan Miss. Lim bilang, Mino anak pintel. Mino dapat 5 bintang.”

“Wuah … Anak Umma hebat!!!”

Terus berjalan menyusuri kota kecil di pinggiran Seoul itu. Tak ada kemewahan apapun yang bisa ia berikan pada putra kecilnya. Hanya kehidupan sederhana dan berkecukupan yang ia dapat dari kedai bunga yang selama ini ternyata cukup bisa membuat hidupnya bahagia. Meski tak hidup mewah tapi ia bisa memastikan, ia memberikan kebahagiaan dan kasih sayang yang penuh pada baby kecilnya itu.

“Eumm… Umma…” Minho berdengung sambil memainkan rambut hitam yang tepat ada dihadapannya itu.

“Nde.”

“Besok sabtu, Miss. Lim bilang kalau Mino halus bawa bumonim ke cekolah.”

“Untuk?”

“Palens day, Umma.”

Jantungnya berdebar kencang. Ia melihat mata bening yang besar itu menatap penuh harap padanya. Ia menghentikan perjalanannya dan memilih duduk beristirahat sebentar di salah satu bangku yang ada di taman.

“Memangnya harus ya?”

“Nde,  Umma.” Minho kecil menghentikan kegiatannya memeluk leher umma tersayangnya itu. Ia menatap penuh pengharapan pada kedua mata yeoja yang ada dihadapannya. “Umma bilang, appa pelgi jauh cekali. Bisakah Umma minta appa pulang?”

Ia menatap dalam pada wajah mungil yang entah bagaimana bisa begitu mirip dengan namja yang telah meninggalkannya dulu. Ia tak bisa menjawab apapun dan hanya bisa menangis lirih. Memilih untuk memeluk erat namja itu.

“Umma….”

Minho kecil hanya bisa berbisik lirih saat melihat perubahan raut wajah pada yeoja yang selalu memeluknya ini. Mencoba  meyakinkan wajah polos itu. “Nde, umma akan meminta appa pulang.”

“Cincca!!!”

Terkekeh pelan saat melihat wajah polos yang tengah sibuk menceritakan kisahnya hari itu. Mungkin terlalu serius untuk memperhatikan Minho, ia sendiri tak  begitu memeprhatikan jalan hingga__

.

Brugh…

.

Tak sengaja bertabrakan dengan orang yang berpapasan dengannya di tepi jalanan sepanjang taman itu. Untunglah orang yang ia tabrak sempat menahan tubuhnya untuk tak terjatuh. “Ahh…. “ sedikit terkejut saat melihat lengan seseorang yang begitu dekat dihadapannya. Mengangkat wajahnya, hingga pandangan mata mereka bertemu.

“Mianhe, telah menabrakmu. Aku sungguh tak sengaja.”

“Nde, gwenchana.” Tersenyum canggung saat melihat namja yang ada dihadapannya. Tak mungkin ia bisa melupakannya. Sontak terus berfikir, jika pertemuan ini sama sekali tidak baik. “Ahhh… maaf. Aku harus segera pergi.”

Namun terhenti saat merasakan cengkraman yang cukup kuat di lengannya. “Kau tahu, aku tak pernah berhenti.”

“Maaf, kau salah mengenali orang.” Mencoba mengelak dan segera meninggalkan tempat itu.

“Aku tak mungkin salah.” Menarik yeoja itu untuk menatapnya. “Kau tahu, Lee Sungmin__ sampai kapanpun, aku tak akan pernah melupakanmu. Aku takkan pernah salah mengenalimu.”

Yeoja itu – Lee Sungmin- memeluk erat tubuh Minho dan berusaha melepaskan tangan Kyuhyun. Ia tak mau mengulangi apapun lagi. Tak mau memulai dengan siapapun lagi. Baginya cukup hanya Minho kecil dan dirinya. “Mianhe, aku harus pergi.”

.

.

.

.

Ring Florist

.

.

.

“Kau bertemu dengan siapa?”

“Ah, ahjussie.”

Sedikit kaget saat merasakan tepukan lembut dibahunya. Dia menoleh dan menatap namja yang baru saja kembali dari kebun belakang. “Jangan menutupi apapun Noona Lee.”

Berusaha untuk menyembunyikan kegelisahannya. Tapi, tetap saja smeua akan gagal. Selalu, tak bisa menyembunyikan apapun dari namja ini.  “Aku akan membuat hidupmu lebih bahagia dengan pilihanmu sendiri. Hanya sedikit yang bisa aku lakukan, tapi aku bisa menjamin jika semuanya adalah kehidupan yang labih baik.”

“Ahjussie…” Sungmin bergumam lirih menatap namja yang sudah ia anggap seperti appanya sendiri sekarang. Tempatnya bersandar dan selalu saja mengeluhkan semua lukanya. Satu-satunya yang melindunginya dan menjaganya sepenuh hati tanpa mengharapkan apapun.

“Cho Kyuhyun___ dia kembali.”

.

.

.

.

Flashback On

.

.

.

.

Cinta itu sangat mudah, terlebih jika kita langsung menemukan satu tautan untuk saling berkata ya.

“Yes, i love you too.”

Menjawab pertanyaan dengan senyuman dibibirnya. Tapi, apakah memang sebenarnya seperti itu. Dan disisi lain, seseorang harus menutup rapat kedua matanya.

.

.

.

.

Cinta begitu indah terlebih lagi saat sebuah ikatan suci menyatukan kita. Semua akan terasa mudah dan tak perlu bersusah payah. Tapi, jika semua terasa dipaksakan. Bukan seperti itu sebenarnya, tapi hati ini tak sanggup berbicara lebih. Hanya sanggup menyimpan dan membiarkan luka itu semakin dalam.

Sungmin melihat pantulan bayangan cantik dicermin yang ada dihadapannya. Hari ini ia menikah, satu kisah penuh kebahagiaan. Mungkin seperti itulah. Terlebih, siapapun tahu__ mungkin terlalu berlebihan jika mengatakan orang buta pun mungkin juga tahu jika ia juga teramat mencintai namja itu.

Calon suaminya ini, telah memiliki seluruh hatinya. Tapi, pernikahan ini sama sekali bukan yang ia harapkan. Bahkan mungkin bermimpi pun ia tak berani.

Jika menikah adalah satu kebahagiaan, maka ia rela memberikan semua kebahagiaannya. Untuknya saat ini, hanyalah mengikuti takdir yang ada. Percuma berusaha untuk menolak semuanya karena tak akan ada habisnya.

Melangkah perlahan dan terus berusaha tersenyum saat namja tua itu tengah mengulurkan tangannya di pintu kamarnya.

“Yakinlah, ini untuk kebaikanmu. Kebahagiaan dan kecintaanmu. Semua perasaanmu akan muncul seiring waktu. Yang harus kau lakukan hanya mengikuti apa yang sedang terjadi saat ini.”

Sungmin penatap pada pelayan yang sudah ia anggap sebagai ahjussienya. Membiarkan namja itu menuntunnya keluar dari ruang rias pengantinnya. “Tuan Besar Lee pasti akan sangat bahagia melihatmu begitu cantik hari ini.”

Mengangguk pelan dan kemudian membiarkan pelayan itu mencium keningnya. “Kuatlah. Ini untuk kebaikanmu. Jangan merasa canggung atau tak enak hati. Aku tahu kau mencintainya.”

“Tapi, ahjussie… Kim appa…”

“Ssst… tenanglah. Kim Jungmo tak akan melakukan apapun.”

.

.

.

Berjalan anggun menuju ke altar, merasakan genggaman tangan namja yang begitu ia segani. Kim Jungmo, seorang ayah tiri memang. Namja yang menikahi Ummanya. Tapi, bukan berarti ia senang memiliki ayah baru yang begitu tampan dan tegas ini.

Tetap saja selamanya Lee Young Woon adalah appa terbaik yang ia miliki. Ia bukan namja yang buruk hanya saja, entahlah__ Sungmin tak begitu menyukainya. Melirik ke sisi kanannya. Dimana seseorang itu memalingkan wajahnya saat tahu Sungmin menatapnya.

Sungguh, ia ingin menolaknya. Menolak pernikahan ini jika hanya akan menyakiti hati semua orang. Pernikahan yang sebenarnya tak bisa dikatakan memaksakan, tapi ia sungguh terpaksa. Bukan tanpa cinta karena ia juga begitu mencintai Kyuhyun. tapi…

“Saya bersedia.”

Dan sekarang tibalah  giliran Sungmin. Seharusnya ia bisa yakin menjawab bersedia atas pernikahan yang memang ia impikan ini. Tapi, kenyataannya ia sungguh terluka__ bahkan untuk cintanya sendiri.

.

.

.

>>>Flashback ON flashback<<<

.

.

“Eonni…”

Sungmin menoleh perlahan pada yeoja berambut gelombang yang baru saja masuk menuju kamarnya.  Bukan mereka tak akur. Tadinya mereka adalah teman baik, saat primary dan kemudian Lee Young Woon meninggal, lalu Lee Jung Soo menikah dengan Kim Jungmo.

Kim Ryeowook -anak dari Kim Jungmo- pribadi yang begitu lembut dan juga santun. Terlebih keramahan dan juga kepintarannya. Tak perlu diragukan lagi.

Yeoja itu mendekati Sungmin dan langsung duudk dihadapannya. Menatap lembut dan meraih satu tangan Sungmin. “Eonni…”

“Nde, wae?” Sungmin mengusap lembut rambut Wookie yang melewati telinganya. Menyekanya agar kembali tersembunyi di belakang telinganya, menunjukkan pipi tirus dan wajah khawatir itu lebih jelas. Sungmin tahu, ada yang tak beres disini.

Wookie menatap lembut dan penuh kesedihan. Kedua mata beningnya masih memperlihatkan lukanya. “Kau tahu, eonni__ Kyuhyun Oppa…”

Jantung Sungmin bergetar hebat. Ia tahu, bahkan seluruh kampus tahu jika Wookie menyukai namja itu dan inilah yang ia takutkan.

“Aku menyatakan lagi perasaanku padanya, dan lagi__”Wookie menghentikan kalimatnya. Ia keburu menangis dan membuat Sungmin semakin iba. “Hikss… eonni…. aku__”

“Tenanglah dulu, baru kau bercerita lagi. Dan lagi pula, untuk apa kau  menyukainya dan terus menyatakan perasaanmu jka dia sama sekali tak membalasmu, lebih baik kau mencari yang lain chagi.”

Wookie menggeleng pelan dan kemudian menatap Sungmin. “Ini sangat sulit eonni. Dan terlebih, bukan hanya sekedar menolakku, tapi _ hiksss…. “Dia mengatakan yang tak pernah aku duga sebelumnya.”

“Apa??? Apa dia menghinamu? Katakan padaku, aku akan membalasnya.”

Wookie menggeleng pelan. “Bukan itu eonni, tapi… hiksss…. dia memilihmu. Dia menyukaim … hiksss… Kyuhyunnie menyukaimu, dia memilihmu…. hikss….”

.

.

.

.

Bermaksud untuk meminta penjelasan, tapi mengapa akhirnya seperti ini. Ia terjebak dalam satu kondisi dimana ia tak bisa memilih. Siapapun tak bisa menolak perasaan itu. Begitu pula Sungmin.

Hatinya kalut, biar bagaimanapun___ ia juga mencintai namja yang sekarang tengah menatap penuh pengharapan dihadapannya.

“Aku mencintaimu, sungguh mencintaimu.”

Sungmin mencoba menepis perasaannya.  Ia menggeleng pelan, berusaha menahan rasa nyeri dihatinya. Ia berusaha menyusun kata untuk menolak pernyataan itu. Berulang kali ia teringat perkataan Wookie kemarin.

.

.

‘Berjanjilah, kau tak akan pernah menikah dengannya. Berjanjilah, kalian tak akan pernah bersama. Eonni… hiksss kumohon….’

 

‘Tapi, aku…’

 

‘Kau harus membencinya, kumohon….’

 

“Tapi Wookie….”

Meski bagaimana pun ia tak akan bisa membohongi hatinya. Ia membiarkan lengan Kyuhyun merengkuh tubuhnya.”Jebal…. aku sungguh mencintaimu. Bukan yang lain, aku tak mengenal siappaun lagi selain dirimu. Aku hanya ingin Lee Sungmin saja.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kemudian menatap  lembut pada Sungmin. “Kau tercantik untukku, terbaik untukku__ Lee Sungmin.”

Dan hati itu tertutup. Ia ingin egois, ia ingin bahagia. Ia ingin merasakan bibir tebal kemerahan yang semakin mendekati wajahnya dan mulai mengecup hidung mungilnya. Sungmin menutup kedua matanya saat merasakan nafas Kyuhyun kian mendekati wajahnya.

Membiarkan jantungnya berdebar kencang dan darahnya mengalir deras. Membiarkan tubuhnya luluh dan bergetar hebat saat merasakan bibir itu menyentuh lembut bibirnya. Begitu perlahan dan sangat lembut.

First Kiss…

Melumat dan mulai menghisap. Menarik tubuh Sungmin untuk lebih mendekat dan mencengkeram penuh pinggang langsing yang hanya tertutupi kaos berwarna pink. Membiarkan besar itu memanjakan punggungnya.

Ingin melawan setiap sentuhan Kyuhyun, tapi…. apa yang tubuhnya lakukan bertentangan dengan semua keinginannya. Ia terlena, menikmati ciuman yang begitu dalam dan begitu memabukkan.

Mengaitkan lidah mereka dan membiarkan setiap saliva menetes di rahang mereka. Menekan tengkuk Sungmin dan kemudian menyudai ciumannya. Menyentuhkan hidung mereka dan memberikan seulas senyuman.

“Sepertinya aku benar-benar mencintaimu, bibir ini__ yang termanis.”

Kembali tersenyum dan memulai lagi untuk mengecap bibir merah Sungmin. Mengabaikan terpaan angin sore ditaman kampus mereka. Mengabaikan angin kencang sebelum salju pertama itu turun, hanya mengeratkan pelukan dan mempercalam ciuman.

Melenguh~~~

Namun___

Apakah ada yang menyadari kehadiran sepasang mata yang menatapnya curiga. “Kau sudah berjanji, Eonni….”

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Wuahhhh saya bingung???!!! Minta maaf karena ff nya GAJE setengah hidup. Lagi juga pendek plus ceritanya pasaran. Ahhaha mian juga jika awalnya pairing MinMin, tapi yeah.. dinikmati ajah. Annyeong!!!

 

25 thoughts on “If Only | KyuMin | GS | Ch. 1

  1. wah ff baru nich sepertinya konfliknya lumayan rumit dan banyak pertannyaan yg masih nggak bisa kejawab tentang gimana Kyumin saling mengenal dan bagaimana akhirnya Umin malah hamil anak Minho aduh nggak sabar nunggu ch lanjutannya bener bener penasaran dan semangat terus ya n Keep fightin…

  2. Aku masih bingung nie.Ming nikah ma Kyu.Kyu cinta Ming,Ming jg cinta Kyu tp knp Ming sedih pz nikah ma Kyu.Trz Minho mantanx Ming????Ming pernah hamil anak Minho namax mino ya????Trz Wookie suka Kyu,Wookie nyuruh Ming jng cinta Kyu.tp knp Ming mau aja d’suruh Wook biar dia gk ska Kyu.Agak rumit n bikin penasaran yaaa…
    D’lanjuuuutttt dch.

  3. kyaaaa~ Daebakkk
    ceritanya penuh dengan intrik dan juga konflik yang menarik,, baru diwal cerita aja konflik percintaannya udah menarik begini.

    aigooo~
    KyuMin make me crazy,, Ming lebih baik ikuti kata hati daripada ego yang bisa membuatmu menyesal diwktu mendatang. Lebih baik jujur sma Wookie tentang perasaanmu ke Kyu daripada harus berbohong mlah makin banyk orang yang kan tersakiti.

    Lanjuuuuttttttttt ^0^

  4. Terlalu banyak pertanyaan yg ingin keluarЩ(ºДºщ)

    Ming yg hamil gara_gara minho tp malah d’tinggal pergi… Dan bagaimana awal pertemuan mreka??

    Juga KyuMin yg dulu’ny saling mencintai bukan??
    Tp karna wookie adik tiri’ny menyukai kyu, apakah sungmin saat pernikahanny malah melakukan penolakan eoh?? Mreka pun berpisah??

    Suka suka suka…
    Walopun agak membingungkan karna terlalu banyak konflik d’awal tp seru..
    D’tunggu secepatny chap lanjutan eonn^^

  5. Aaaaaa,, miris nyesek..
    Minho?? Hmmm masih rada bingung.
    Jd min hamil itu anak minho? Lalu kyu?
    Butuh penjelasan chingu
    Hehehehe
    Tp daebak,, aku sukaaaa.
    Knp wook jahat egois gitu hmm

    Lanjutt,, ditunggu nextnya

  6. Kirain ming hamilnya krna ternyta krna minho toh.
    Huwaaa tuh minho knpa gak mau tanggung jwb>,<
    kyumin pernah nikah dlu? *membingungkan*

  7. hwaaa… critanya.. ming sma kyu sama2 suka tpi ada wookie… nah truss.. mksudnya ming hamil krna minho??? kyaaa… mkin penasarann.. lnjut oennii.
    yang semangat

  8. Uuuwwwaaaaa!! DAEBAK!! (Y)
    ada adegan dewasa’x *tutup kuping* ralat! *tutup mata*,, hahahaha daebak! di Lanjut nee~>

  9. Kalo min ama kyu udah nikah, kok min hamil anak nya minho dan napa min kayak menghindari kyu… trus gimana min bsa ketemu dgn minho…
    Haduh makin penasaran……
    Lanjut eon… hwaigthing…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s