D.R.A.M.A After Story | Ch. 9 | KyuMin | YAOi

 

D.R.A.M.A after STORY

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : T

 

 

Cast :

 

– Cho Kyuhyun

 

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

 

– Lee Sungjin

 

– Kim Jongjin

 

– Kim Key Bum

 

– Lee Jinki

 

– Other cast

 

 

Switchgender : Kim Heechul, Kim Kibum (SuJu), Kim Jaejong

 

 

Pairing : || KYUMIN ||HANCHUL || 2JIN|| ONKEY ||

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

 

 

Genre : ||Drama || Romance||Mystery ||

 

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||twincest||

 

 

Summarry : || Amazing pieces is OUR MARRIAGE. Amazing Surprise Is OUR BABY||

 

 

Another PRESENT From Me

 

 

 

D.R.A.M.A after STORY

 

 

 

Just KYUMIN

 

 

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

 

 

.

 

 

 

Maaf untuk story yang semakin ga jelas seperti ini, saya sadar ini membosankan. Tapi yah…. dinikmati ajah

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

Chapter  9

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Satu tempat di Sudut Kota OSAKA

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Youngmaster…”

 

 

 

Namja paruh baya itu meletakkan segelas teh hijau didepan seorang namja yang sepertinya masih betah berada dalam kesedihannya. Ia duduk diam di ruangan itu sejak lama. Bahkan kamar itu sekarang lebih terlihat seperti kamar rumah sakit kelas VIP dengan segala peralatannya.

 

 

 

“Kuharap kau tak bersikap seperti ini. Bukankah, Venus sudah ditemukan kembali?”

 

 

 

Ia menghela nafasnya. Berusaha terlihat tegar dan kemudian mengulas sebuah senyuman di wajah sendunya.”Aku tahu, mungkin mereka sama. Yang lebih membuatku senang adalah dia juga tengah hamil. Aku tak menyangka jika ada male pregnant lain selain Venus.”

 

 

 

Ia menghentikan perkataannya. Kemudian beranjak mengambil satu pigura dimana terlihat dua namja yang saling berpelukan dan sepertinya sangat bahagia. Terlebih berbalutkan jas putih yang membuat mereka semakin terlihat seperti pasangan yang sempurna.

 

 

 

“Aku tahu, aku tak seharusnya memaksakan Venus.”

 

 

 

Pelayan itu__

 

 

 

Bukannya ia tak tahu kesedihan Tuan Muda kecilnya yang kini sudah tumbuh dewasa itu. Semuanya memang mungkin sudah takdir mereka. Pengawetan jasad Venus-pun sebenarnya tak ada yang menginginkannya. Terlebih semua anggota kelompok mawar putih.

 

 

 

Melihat pemimpin mereka yang terbiasa angkuh dan tegas, sekarang berubah hanya karena kematian Venus. Jika bisa memilih, mungkin mereka akan mencega pemimpin besar mereka ini untuk tak melakukan kegilaannya.

 

 

 

“Sudahlah, Youngmaster. Yang terpenting sekarang kita sudah menemukan Venus kembali.”

 

 

 

Ia mengangguk pelan. Kembali melangkah mendekati tabung besar itu. Tabung berisi seorang namja yang terlihat begitu cantik dengan pakaian putihnya. Bahkan jasad itu sama sekali tak berkurang sedikitpun. Terlihat sempurna dalam lingkupan air berwarna kebiruan dengan berbagai macam bunga didalamnya.

 

 

 

“Venus…”

 

 

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Flashback

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Kau tak harus melakukan ini. Tapi, jika kau memang benar-benar menginginkan anak itu__”

 

 

 

“Sudahlah, aku akan tetap melakukannya.”

 

 

 

Wajah kedua namja ini sama- sama angkuh dan menakutkan. Sebenarnya ada seorang pelayan lagi disana. Pelayan dengan umurnya yang sudah banyak itu, memang sedari kecil merawat Tuan Mudanya.

 

 

 

“Tapi, Venus…”

 

 

 

“Jangan membuat aku meragukan keputusanku Yesungie….”

 

 

 

Suara angkuh itu langsung bisa menghentikan pembantahan namja yang sedari tadi seakan tak setuju dengan apa yang ia lakukan. “Venus, please….”

 

 

 

Kesal___ Venus sangat kesal hingga ia melayangkan tatapan tajamnya pada Yesung.

 

 

 

“Kau seakan tak mengingat perkataanmu sendiri. Dan bukankah kita sudah sepakat untuk melakukannya? Lagi pula, meski sakit pun__ aku yang akan merasakannya. Lalu, jika menyesal sekarang kenapa kau memaksaku melakukannya dulu?”

 

 

 

Yesung segera beranjak dari duduknya dan kemudian memberi kode kepada pengawalnya untuk keluar. Setelah pengawal itu benar-benar keluar, ia mendekati Venus. Berlutut dihadapannya dan menggenggam kedua tangannya. Memaksa kedua mata tajam itu untuk menatapnya.

 

 

 

“Listen, baby….”

 

 

 

Enggan.

 

 

 

Venus benar-benar enggan menatap wajah memohon yang terus saja membuatnya ragu dan semakin bingung. “Sudahlah, jangan berdebat lagi. Kau hanya perlu tahu, kita bisa mempunyai keturunan yang lahir dari tubuhku sendiri. Keturunan kita, darahmu dan darahku. Penerus sah dari Mawar Putih.”

 

 

 

Yesung menggeleng cepat dan kemudian sedikit beranjak dari duduknya dan memeluk namja yang ada dihadapannya. “Baby, kau terlalu lemah. Kumohon, jangan meneruskan semua ini.” Ia kemudian melepaskan pelukannya dan mengunci kedua bahu sempit itu.

 

 

 

“Aku tahu, aku memang menuntutmu. Tapi itu dulu, sebelum aku mengetahui resikonya. Please, demi aku.”

 

 

 

Venus menggeleng pelan. “Sudahlah jangan memaksaku lagi. Meski tubuhku tak bisa menerimanya, tapi aku yakin semua akan berjalan dengan baik.”

 

 

 

“Ya…! Dengarkan aku!” Ikut beranjak dan berdiri tepat dibelakang Venus, namja ini berusaha menahan kekesalannya sendiri. “Lupakan pemikiran konyol kita  dan lupaan percobaan ini. Resikonya terlalu besar, dan aku tak mau kau__”

 

 

 

Perkataan Yesung terputus saat jari Venus berada di bibirnya. “Jangan mengatakan apapun lagi. Kau tahu bukan, aku tak pernah melakukan apapun setengah-setengah?”

 

 

 

“Ya!!! Jangan terus bertingkah seperti ini!” Tak tahan dengan semua penolakannya, hingga akhirnya Yesung berteriak menahan amarahnya. “Kau tahu, aku hampir gila memikirkanmu! Aku hanya punya kau dan aku tak akan membiarkanmu mati hanya karena kegilaanku sendiri. Aku tak menginginkannya lagi, Venus! Kau dengar itu!”

 

 

 

“Sssstttt….” Venus meletakkan telunjuknya ke bibirnya sendiri. Ia menggeleng perlahan. “Even if you don’t want to, I’ll keep on doing this crazy things.”

 

 

 

“But… aish…. aku mohon. Dengarkan aku Venus, percobaan ini bukan main-main dan nyawa taruhannya. Aku tak mau kau mengkonsumsi semua obat-obatan bodoh itu dan melakukan semua percobaan itu. Ingat, meski dia pernah berhasil melakukannya dengan  baik tapi jangan lupakan jika dia juga pernah gagal.”

 

 

 

“Huhhhh… sudahlah. Percayakan padaku.”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Flashback end

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 Menghapuskan setitik air bening yang menggenang disudut matanya. “Bawa dia padaku dengan selamat. Aku tak mau ada goresan sekecilpun di wajah Venusku.”

 

 

 

Pelayan itu mengangguk dan tersenyum penuh. “Ye, Youngmaster.” Namja itu segera membungkuk pelan dan mengundurkan diri dari hadapan tuan muda-nya. Mengukirkan senyuman saat meninggalkan ruangan itu. Kemudian mengangguk pada pelayan yang sedari tadi sudah menunggunya diluar.

 

 

 

“Lakukan secepatnya dan kita akan mendapatkan pemimpin kita kembali.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Kamar JinKey – Hanchul House

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Jinki menutup notebooknya, kemudian mulai mengurut keningnya. Berharap dapat sedikit bisa mengurangi penat yang sekarang ia rasakan. Menoleh pada tubuh yang sudah tersembunyi di balik selimut mereka.

 

 

 

Beranjak dari duduknya dan kemudian mencoba berbaring disisi tubuh itu. Key, tidur dengan posisi miring hingga Jinki dengan leluasa bisa memandangi wajah cantiknya. Terdiam untuk beberapa saat hingga akhirnya ia tersenyum miris.

 

 

 

“Mianhe….”

 

 

 

Berbisik lirih, tak ingin mengusik istirahat Key. Ini bahkan sudah dini hari dan ia masih tak bisa meng-istirahatkan pikirannya. Ia tahu, sesuatu hal yang mengejutkan pasti akan terjadi dalam waktu dekat. Tapi__

 

 

 

“Aku tak ingin kau mengikutiku, yeobo.”

 

 

 

Tangannya terulur untuk menyingkirkan rambut Key yang  menutupi dahinya. Ia terus menatap wajah itu, dan terus saja berfikir bagaimana agar ia bisa melakukannya sendiri. Tak ingin melibatkan banyak pihak.

 

 

 

“Sungmin hyung, dan juga Kyuhyun hyung. Cukup mereka saja dan sebenarnya juga, kau tak usah ikut merasakannya.  Aku tak akan bisa melindungimu juga jika kau ikut, Key.”

 

 

 

Dan mata yang sedari tadi seakan terpejam itu mulai terbuka. Jinki sedikit tersentak, namun kembali ia berusaha tersenyum. “Hei, kau belum tidur?”

 

 

 

Key hanya diam. Tak ada sedikitpun keinginan untuk menjawab pertanyaan bodoh Jinki. Yang ia lakukan adalah menarik pinggang Jinki dan mempersempit jarak antara tubuh mereka. “Aku mungkin tak bisa melakukan banyak hal untuk membantumu, tapi hyung___ dia adalah Sungmin hyung dan juga Kyuhyun. Bisakah kau membiarkan aku, kali ini saja?”

 

 

 

Jjinki terdiam. Ia tak mungkin membiarkan Key mengikutinya besok. Tapi mata sendu Key, seakan tengah merayu Jinki untuk menganggukkan kepalanya. “Haish…. “

 

 

 

“Ayolah, lagipula kita beropersi di Korea. Banyak polisi yang bisa membantu kita, atau setidaknya aku bisa membantumu.”

 

 

 

“Menurut mata-mata yang aku suruh untuk mengawasi apartemen Sungjin, ada 2 anggota mawar putih. Kazu dan Zhoumi. Dan yang perlu kau ingat, Jongjin itu adik dari pemimpin mawar putih. Bukan tidak mungkin jika dia tak terlibat sedikitpun dalam kasus ini.”

 

 

 

“Baiklah, hanya Kazu dan Zhoumi. Hanya mereka yang akan membawa Sungmin hyung, dan sementara kita___ Kau harus ingat jika ini Korea, daerah kekuasaan kita. Ini bukan Jepang yang dikuasai mafia seperti Jong Won.”

 

 

 

Jinki  tertawa kecil. “Kau terlalu bersemangat Yeobo….”

 

 

 

Ia kemudian menarik Key kedalam pelukannya. Mencoba memaksakan kedua matanya untuk beristirahat. Besok dan besoknya lagi mungkin adalah hari yang akan begitu sibuk. “Tidurlah yeobo, night__ night…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Apartemen Sungjin – Daegu

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Hyung, kau yakin akan dirumah saja.”

 

 

 

“Nde, aku ‘kan bersama Kyunie jadi tidak apa-apa.”

 

 

 

Sungjin menatap tak yakin pada Sungmin. Tapi akhirnya Sungmin yang keras kepala mode ON ini mendorong dua namja itu untuk segera keluar dari apartemen mereka. “Sungjinnie, Jongjin, pergilah. Kalian harus fitting tuxedo dan juga foto prewedd.  Ah, jangan lupakan untuk memeriksa gedung pernikahan kalian. Aku ingin semuanya sempurna.”

 

“Nde, baiklah. Tapi apakah kau ti__”

 

 

 

“Haish… sudahlah. Jangan mengkhawatirkan aku. Umma pasti sudah menunggu di Seoul. Kalian harus segera berangkat sekarang.”

 

 

 

“Haish… baiklah. Jaga dirimu baik-baik Hyung.”

 

 

 

“Nde… jalja…”

 

 

 

.

 

Brakkk…

 

.

 

 

 

Dan pintu tertutup. Sungmin segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka –read: KyuMin room- untuk membangunkan Kyuhyun yang sepertinya memang masih asyik dengan dunia mimpinya.

 

 

 

Ia berjalan pelan sambil terus mengusap perutnya yang sedikit membuncit kemudian memilih duduk disisi bed yang ditiduri Kyuhyun. Ia tersenyum kecil saat melihat wajah Kyuhyun yang begitu tenang.

 

 

 

“Hei, baby. Lihatlah appamu, bukankah dia lucu sekali?”

 

 

 

Sungmin kemudian naik disisi yang cukup sempit dan ikut berbaring di sisi Kyuhyun. Menghadap ke namja tampan itu dan kemudian memainkan jarinya. “Aegya…. jadilah namja tampan seperti appa. Lihatlah, hidung appa, pipi appa dan juga bibir appa. Semuanya harus seperti appa. Jangan seperti aku, nanti kau akan menjadi Uke…. hehhee…”

 

 

 

Sungmin terkekeh kecil. Ia kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Semakin mendekat hingga bibir mereka saling bertemu. Merasakan basah dan kenyal  yang terasa kering di bibir Kyuhyun.

 

 

 

Sedikit sengaja ia menjilat bibir Kyuhyun dan membasahinya untuk kemudian kembali menyesapi bibir yang mungkin sedikit terasa aneh di pagi hari itu. Sungmin hampir saja mulai memasukkan lidahnya tapi tiba-tiba bibir tebal itu membentuk satu senyuman.

 

 

 

“Hei… pencuri morning kiss…”

 

 

 

“Eihh?”

 

 

 

“Ayo, kenapa berhenti? Bukankah kau sudah mencuri morning kiss-ku?” Kyuhyun mengangkat wajah Sungmin dan kemudian memainkan hidung mereka. “Ayo cium lagi…”

 

 

 

“Shireo, aku tak mau mencium lagi.”

 

 

 

“Kenapa begitu? Padahal tadi sepertinya kau sangat senang menggodaku.”

 

 

 

Sungmin menyamankan posisinya dan kemudian kedua lengannya memeluk Kyuhyun seakan meminta namja itu untuk berada di atasnya. Hingga akhirnya posisi bagian bawah tubuh Kyuhyun berada di sisi Sungmin namun tubuh bagian atasnya berada diatas Sungmin .

 

 

 

Sungmin memainkan kancing piyama Kyuhyun. “Eum… Kyunie…”

 

 

 

“Nde…” Kyuhyun menyahut singkat dan kemudian mulai sibuk menatap wajah Sungmin. “Neomu yeppeo….”

 

 

 

.

 

Blusshhh….

 

.

 

 

 

“Aishhh… pintar sekali merayu.” Sungmin menghentikan kegiatannya dan kemudian ia menatap kedua mata Kyuhyun. “Bisakah aku meminta sesuatu?”

 

 

 

Berfikir sejenak. Selama ini memang Sungmin belum meminta hal yang aneh-aneh dan kebanyakan hal juga ia hanya memintanya saja tanpa berharap akan menjadi kenyataan, dan memang  usia kandungan Sungmin sepertinya mulai memasuki masa me-ngidam.

 

 

 

Sungmin menatap penuh harap pada kedua mata Kyuhyun. “Kyunie…”

 

 

 

“Heum?”

 

 

 

“Saat perjalanan dari stasiun ke sini, aku melihat satu restoran seafood. Restoran yang menyajikan makanan Chinese itu.”

 

 

 

“Lalu?”

 

 

 

“Entahlah, kenapa aku tiba-tiba ingin makan seafood.”

 

 

 

“Baiklah, kita akan kesana.”

 

 

 

“Ommo… jeongmall? Kita akan kesana?”

 

 

 

“Nde, tentu saja.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Ah, Sungmin… Kyuhyun.”

 

 

 

“Wah…. Kazu, Zhoumi… annyeong.”

 

 

 

Mereka sampai disana dan langsung memesan makananya.  Menunggu untuk beberapa saat hingga akhirnya Zhoumi dan Kazu juga datang ke restoran itu. “Sepertinya kalian baru memesan? Bolehkah kami ikut makan di sini?”

 

 

 

“Nde, tentu saja.” Sungmin mengangguk cepat. “Lagi pula sepertinya restoran sangat ramai dan tak ada lagi meja kosong.”

 

 

 

Sebenarnya Kyuhyun juga ingin menolak permintaan Zhoumi, tapi melihat memang tak ada meja kosong akhirnya dia pun membiarkannya. Dan seperti biasa, Sungmin selalu saja sibuk mempedulikan orang lain. Terlebih sekarang ada Kazu.

 

 

 

Sedikit merasa terabaikan, Kyuhyun memilih untuk pergi ke toilet sebentar—hanya untuk sekedar membasuh wajahnya. “Aku ke toilet sebentar chagi.”

 

 

 

“Nde Kyunie…”

 

 

 

Sungmin mengangguk dan tersenyum. Kemudian ia kembali melanjutkan makannya dan sesekali tertawa melihat tingkah konyol Zhoumi. Bukan satu kebetulan jika mereka bertemu disana. Kazu dan Zhoumi memang sengaja mengikuti Kyuhyun dan Sungmin.

 

 

 

Dan saat Sungmin lalai karena terlalu sibuk memperhatikan Zhoumi, Kazu dengan cepat memasukkan satu pil kecil kedalam teh hijau milik Sungmin. Tak berapa lama, Kazu kemudian pergi ke toilet meninggalkan Zhoumi dan Sungmin di sana.

 

 

 

“Kenapa Kyuhyun lama sekali?” Sungmin menggerutu kecil. Ia memainkan sumpitnya dan sesekali melihat ke arah  pintu toilet. “Eh… itu Kazu saja sudah selesai dari toilet, kenapa Kyuhyun belum?”

 

 

 

“Ah, mungkin saja dia sedang… eum…”

 

 

 

“Sungmin-ssi, sepertinya kita terlalu asyik berbicara dan tak melihat Kyuhyun. Aku tak bertemu dengannya di toilet jadi, kurasa dia mungkin sudah menunggu di parkiran.”

 

 

 

“Benarkah, Kazu-chan?”

 

 

 

“Nde, sebaiknya kau segera menghabiskan makanmu dan juga teh-mu. Biar semua aku yang membayarnya.”

 

 

 

“Wuah… Kazu baik sekali. Gamsha…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Menurut informanku, Kazu dan Zhoumi keluar setelah mobil Sungmin hyung keluar dari area parkir apartemen Sungjin. Dan juga, Sungjin dan Jongjin pergi beberapa jam sebelum mobil Sungmin keluar.”

 

 

 

“Kalalu begitu, bisa jadi__”

 

 

 

Key menatap Jinki yang masih sibuk menyetir. Mereka baru akan memasuki wilayah Daegu. Key sudah mulai meremas jemarinya, berusaha melampiaskan kekhawatirannya. “Harusnya kita mengikuti Sungmin hyung dan Kyuhyun sejak awal mereka berangkat.”

 

 

 

Jinki menggeleng pelan. “Tenanglah, aku yakin dia tidak apa-apa. Aku rasa, mereka tak bertujuan untuk membunuh Sungmin. Tapi tetap saja mereka pasti melakukan sesuatu. Kita masih punya sedikit waktu.” Jinki menoleh ke kanan dan kirinya. Dan akhirnya ia menyetir cepat hingga kemudian memasuki salah satu area parkir sebuah restoran.

 

 

 

“Disini.” Jinki mempersiapkan peralatannya. “Sebaiknya kau tunggu disini, Key. Mereka sudah mengenalimu, arra?”

 

 

 

“Nde.”

 

 

 

Jinki segera turun dari mobilnya dan kemudian berjalan yakin menuju ke restoran itu. Melihat kesekeliling dan akhirnya tak melakukan apapun. Namun mata Jinki semakin menyipit saat melihat Kyuhyun yang berjalan sedikit sempoyongan keluar dari toilet.

 

 

 

“K-kyu…”

 

 

 

Jinki langsung  menghampiri Kyuhyun dan membantunya menopang tubuhnya.  “Ah, Jinki.” Kyuhyun berusaha menyadarkan pikirannya dan kemudian ia segera melihat ke-meja-nya tadi. “Sungmin? Dimana Sungminku?”

 

 

 

Jinki sama –sama melihat kearah yang ditatap Kyuhyun. Benar-benar sial, ia sudah terlambat dan kalah cepat dari Kazu dan Zhoumi.  Jinki membantu Kyuhyun berjalan dan kemudian meninggalkan restoran itu. “Akan aku jelaskan di mobil. Sebaiknya kau ikut aku sekarang.”

 

 

 

“Tapi, Sungminku___ sebenarnya apa yang terjadi. Bukankah aku harusnya menanyakannya pada orang-orang yang ada disana? Atau setidaknya__”

 

 

 

Jinki mengabaikan ocehan Kyuhyun. Ia lebih memilih mengatur rencana setelah ini, dan sebisa mungkin bertindak sendiri dan tak terlalu melibatkan banyak pihak.

 

 

 

“Kau bisa percaya padaku, tenanglah.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

Sekarang suasana diapartemen itu benar-benar gelap. Jinki terus mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan mungkin saja tengah direncanakan oleh pemimpin besar mawar hitam. Tentang siapa Venus dan apa hubungannya dengan Sungmin.

 

“Maaf karena tak memberitahukanmu. Aku juga baru menyadarinya saat ini. Sempat tak yakin, tapi dia benar-benar mirip dengan Venus.”

 

 

 

Kyuhyun memijat pelipisnya. Ia menatap tak yakin pada paparan data yang ada dihadapannya. “Venus…” Kemudian dengan cepat ia menoleh pada Jinki. “Jika kau memang yang menangani  masalah ini, kenapa tak bertindak secepat mungkin? Kau payah. Lalu, kalau sudah begini memangnya harus bagaimana?”

 

 

 

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke sofa. “Bahkan apartemen Kazu dan Zhoumi sudah kosong.”

 

 

 

“Aku sudah memblokir mereka untuk keluar dari Korea. Harusnya mereka masih ada di Korea.” Jinki kembali mengutak-atik notebook-nya. “Kuharap kau sedikit bersabar.” Ia kemudian menatap Kyuhyun. “Apa kau juga tahu, jika Jongjin itu___ adalah adik dari pemimpin organisasi itu?”

 

 

 

“Maksudmu?”

 

 

 

“Jongjin adalah adik dari Pemimpin organisasi Mawar Putih. Sepertinya, dia yang memerintahkan penculikan Venus, karena sebelum ini dia hanya bergerak dalam penyelundupan senjata dan mobil.”

 

 

 

Jinki memperlihatkan foto keluarga dari ketua mafia itu. “Lihatlah, mereka keluarga mawar putih. Salah satunya Jongjin. Dialah yang akan emnjadi adik ipar Sungmin. Meski sepertinya dia sama sekali tak tertarik untuk bermain dalam dunia mafia Jepang, tapi tidak menutup kemungkinan jika dia sama sekali tak tahu tentang rencana ini. Dan bahkan, Zhoumi dan Kazu adalah sahabat Jongjin. Sangat tidak mungkin jika dia tidak mengenalnya.”

 

 

 

“Aishh… jinjja!!!” Kyuhyun meremas genggaman tangannya. Dengan cepat ia meraih ponselnya dan segera menghubungi Sungjin.

 

 

 

“Yeobosseoyo… Sungjin-ah…”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Venus adalah kekasih dari hyungk-ku.” Jongjin mencoba menjelaskan sebelum terjadi kesalah pahaman diantara mereka. Sungjin sendiri tengah berusaha keras untuk menahan kemarahan Kyuhyun.

 

 

 

“Lalu___ kenapa kau diam saja? Kau tahu siapa Venus dan kau tahu seperti apa wajah itu. Lalu kenapa kau diam saja? Atau kau sedang berpura-pura hah???”

 

 

 

“Ssshh… tenangkan dirimu.” Jinki berusaha menghentikan Kyuhyun. Namja itu sudah mencengkeram kuat kerah kemeja Jongjin. Dan dengan seidkit tarikan paksa, Jinki akhirnya cukup bisa menghentikan amarah Kyuhyun.

 

 

 

Kyuhyun memilih untuk bangkit dari duduknya. “Aishhh!!! Sial! Harusnya aku sudah tahu dari awal. Pantas saja Kazu ikut masuk kedalam toilet dan mencegahku. Dan setelah itu aku tak merasakan apapun lagi. Aishhh… sial…”

 

 

 

“Kau sedikit terbius oleh hipnotisnya. Dia memiliki kemampuan hipnotis yang cukup hebat. Tapi, kurasa bukan itu yang perlu kita  takutkan.” Jinki menjeda kalimatnya dan kemudian ia menatap pada Jongjin.

 

 

 

“Kim Jongjin-ssi, kurasa kau tahu banyak tentang kekuasaan Kim Jong Won. Bukan hanya tentang Venus, tapi juga tentang penelitian yang membunuh Venus.”

 

 

 

Wajah Jongjin seketika memucat. Ia tak menyangka jika informasi yang didapat oleh Jinki akan sedetail itu. “A-aku…”

 

 

 

“Dan tentang Dr. Yamato dan juga penelitian gagalnya?”

 

 

 

“Ah.. itu…”

 

 

 

Wajah Jongjin mulai memucat. Ia menatap random keseluruh isi apartemen itu, dan kemudian berhenti pada wajah Sungjin yang menatapnya cemas. “Itu… masalah itu, aku…”

 

 

 

“Dan tentang  obat ciptaan dokter aneh yang gagagl itu, bukankah kau mengetahui semuanya?”

 

 

 

Sungjin menatap bimbang. Pada Jinki dan juga Jongjin. Begitu juga dengan Key dan Kyuhyun. mereka seperti sisi kosong yang tak tahu apa-apa tapi ikut dibuat bingung oleh perdebatan kecil Jongjin dan Jinki.

 

 

 

“Kuharap kau bisa membantu kami, Kim Jongjin-ssi. Mungkin jika kau mengingat bahwa ini akan merusak organisasi itu, maka akan terasa sangat sulit terlebih dia hyung-mu sendiri. Tapi, bukankah kalian sebentar lagi menikah?” Jinki mengalihkan tatapannya pada Sungjin. “Apa kau juga mau di cap pembunuh oleh namja-mu sendiri.”

 

 

 

Jongjin  tersentak. “A-aku… “

 

 

 

“Jongjinnie….”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Gomenne, Youngmaster. Sepertinya kami telah di blokir untuk tak bisa keluar Korea. Dan juga, kami tak bisa keluar dari tempat persembunyian kami. Pengawasan disini cukup ketat.”

 

 

 

“….”

 

 

 

“Baiklah, kami akan menjaganya dengan baik. Kurasa dia akan tidur panjang untuk beberapa hari ini.”

 

 

 

“…”

 

 

 

“Ye, kami akan menunggu kedatangan Youngmaster.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Siapkan semua yang kita butuhkan.”

 

 

 

Namja itu menatap angkuh pada semua pengawal dan juga pelayan setianya. Dan terakhir dia menatap pada namja berpakaian serbaputih yang menyunggingkan senyumannya. “Dr. Yamato, kuharap kau tak melakukan kesalahan. Duplikat Venus tak mungkin ada untuk yang kedua kalinya.”

 

 

 

“Ye, youngmaster. Percayakan padaku.”

 

 

 

Yesung memberi kode kepada semua pelayan dan pengawalnya untuk kembali meninggalkannya sendiri. Dan kembalilah, tuan muda yang begitu lemah dan tak punya daya apa-apa. Menatap sendu pada tubuh yang masih setia ditemani gelembung aneh yang bercampur dengan air berwarna biru yang selalu membuatnya tetap hidup.

 

 

 

“Venus, kau akan kembali. Aku akan membuatmu kembali…”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

TBC

 

 

.

 

.

 

.

 

Hahhaa… datang lagi bawa part gaje.  Aduh, aku emang ga bisa bikin mistery apa gimana gituh…. hahhaa… gagal…..

 

 

 

Abaikan keberadaan typo’s ^__^

 

 

 

GamsaHAE ^__^

 

 

 

Untuk yang selalu like and comment. Really, i love you all

 

 

43 thoughts on “D.R.A.M.A After Story | Ch. 9 | KyuMin | YAOi

  1. Aiggoo..aku sama sekali gga ngerti dengan venus itu,eon..
    Sebenarnya dia siapa?
    *lola mode on

    hemm..tapi aku suka waktu sungmin manja manja sama kyu..hihi..
    Ya walaupun kyumin momentnya gga banyak tapi tetap aja aku senang bacanya..

  2. wah akhirnya update juga udah lama aku tunggu, wah jalinan kisahnya makin keren malah tambah penasaran gimana entar cara Kyu buat nyelametin Umin pastinya seru aduh nggak sabar nunggu part depan semangat terus ya dan jangan bosan unk meneruskan kisah ini aku selalu tunggu lanjutannya walau agak lama dan semoga selalu mendapatkan ide ide yg baru, Hwaiting (^_^)

  3. Wuaah, apa ya? -.=’ oalaaah kok kayak ada makhluk2 (?) naruto yah? Dapet hidayah darimana pake cast itu? #plak >.< ming dibawa kemanaaa? Lanjut ne^^ ,semangat thor ^o^

  4. huuuaaa…
    Ff ini aku tunggu2 banget kelanjutannya.

    Seneng deh liat ming yg manja sama kyu,bkin aku envy.
    Hehehe…

    Ming diculik.
    Siapa saja cepat tolong ming,sebelum terlambat.
    ming mau diapain tu sama kelompok mawar putih??

    Jangan bikin ming tersiksa atau pun tersakiti ya eon.🙂

    Akhir kata,ditunggu kelanjutannya eon.
    Fighting eonni…!!!
    ^___^

  5. Sebenernya venus itu meninggalnya karena percobaan apa sih?
    Banyak banget pertanyaan diotak saya
    Lanjut chingu!! Saya penasaran banget sama lanjutannya ^^

  6. Akhir’a critaa’a lanjutt jjg xD
    Tpi eonni , aku smakin gag ngerti jalan critaa’a ..
    Hubungan Venus samaa Sungmin apha yaa ??
    Truss klompok Mawar Putih tauu’ Ming dariimanaa ??
    Mohon pnjelasan’a eon d’chap depan🙂

  7. Akhir’a critaa’a lanjutt jjg xD
    Tpi eonni , aku smakin gag ngerti jalan critaa’a ..
    Hubungan Venus samaa Sungmin apha yaa ?? ._.
    Truss klompok Mawar Hitam iitu aphaan eon ??
    Truss klompok Mawar Putih tauu’ Ming dariimanaa ??
    Dokter’a mauu’ aphaa’in Ming eon ?? :O
    Mohon pnjelasan’a eon d’chap depan🙂

  8. mianhe rainy-shi, joengmal mianhe,
    aqu baru sempet bca ff ini,
    apalgi sejak tau yg chap 10 uda update,
    chap 10 aqu bca separuh, tpi aqu uda keburu binggung ajah,
    eh, ternyata chap 9 nya aqu belum baca,
    hehehe,,
    baru sempet baca, krn tugas kantor menumpuk,
    buat laporan tutup tahun,
    mianhe ne,

    aqu ska moment ming yg manja ke kyu,
    kpn lgi coba ming bsa manja ke kyu,
    ming kan keras kepala bgt, hehehe
    trus antara venus dg ming knpa mrka pnya wajah yg sama???
    klo bukan ada hubungan sodara,,
    makin buat penasaran ajah nih ff,

  9. Eh…udah update chap 9 dan 10….😀
    Ming diculik….andwaeee….
    Pasti kyu sedih dan stress banget gara” ming diculik…

    Semoga ming sama aegya nggak apa”…
    Lagian knp mesti ming yang diculik…kan kasian mereka, padahal lg bahagia” nya…

  10. Wahhhh… Akhirnya update jg eonni… Hihihi…
    Wlpn eon blng nie crtane kyak sinetron.. Tp buat ku ini lbh baek drpd liat sinetron, so jgn ptus asa ttp $є♏ªñ9ª† buat lanjutin FF ini… ĸªL̲̅σ Ъќ>:/, bs mati pnasaran nti… *lebay…
    =Dkώk=˚°kώk==Dώkψk

    Ahhhh… Umin ϑî culik… Psti kyu akn brbuat sgla cra buat bebasin kyu…

    Lanjut eon……

  11. Penantianku akhirnya terbayar juga.. Fyiuuuhh~ :3

    Eonni-ya.. Ini ceritanya kok makin masuk kearah crime yaa???

    Omo~ O.O
    Itu Ming diculik mau diapakan sama Yesungie?? Oh TIDAK! Jangan pisahkan Kyuhyun & Sungminnie.. Huweee~ T,T

    KYU! Ayo semangat cari Ming-nya! FIGHTING! ^_^9 Demi istrimu tercinta!

    Itu yang jadi Venus itu Baby Wookie yaa eonni??? *penasaran banget siapa Venus!*

    KyuMin moment-nya kok berkurang? =3=

  12. Aigoo.. Jd sungminnie oppa mo d jd kan bhn uji coba y? Berhasil g y? Kyunnie.. Ayo seamatkan min oppa! “hwaiting\(‘,’)/”

  13. Huft #lap kringet
    Onnie knp ada venus”an sgla ??
    Wah onn nih knflik kyanya bkal panjang yaa???
    Jgn trllu brat lha onn knfliknya, nde??🙂
    Trus soal min sma chul aq mhoooooonnn jgn d prdebatkn lgiii ke dua mnusia ityuuuu😦
    Hahahahaiii
    ☺k(◦^⌣’)(y) deh onn, d tnguuu klnjutanya !!

    Azza azza hwaiting !!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s