Miracle… | KyuMin | YAOI | OS

 

.

.

.

Masih berdiri disini, berharap aku akan terbawa pergi

Berharap aku akan segera menghilang, atau sekedar lenyap sesaat ditelan kerumunan disekitarku.

Kau bahkan tak tahu aku…

Aku lebih tak tahu aku sendiri

Tapi, bisakah kau dan aku bersama__

Berjalan di jalanan ini kembali?

Hanya bisa menutup kedua mataku, dan berharap saat aku membukanya nanti…

Adalah senyumanmu yang pertama aku lihat

.

So much that i love you…

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

— Miracle —

.

 

.

 

.

 

.

Cast :  – Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : ONEshoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

Selamat Hari Natal untuk semua yang merayakannya

Sedikit hadiah kecil yang aku tulis secara singkat padat dan jelas  kayak body Sungmin oppa yang makin lama makin padat dan jelas-seksi- hahhahaha…..

Ga mau panjang dan melebar #kaya body-ku yang hancur ini

Yah, pokoknya selamat menikmati.

Hadiah Natal untuk semua!!!

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

— Happy Reading —

.

.

 

‘Aku tak akan bahagia hanya dengan berfikir dan terus membayangkannya. Tak akan terasa nyata sakit dan senangnya. Yang ada hanya kehampaan yang tak kumengerti dimana pangkal dan ujungnya.’

 

.

.

Semuanya berawal dari sini, dan seakan semua berhenti disini. Dan bodohnya lagi, terjadi di hari ini. Aku berjalan pelan menyusuri jalanan ini lagi. Tak mengharapkan apapun, tapi apakah aku boleh  meminta satu hal saja untuk menjadi hadiah natalku?

Aku ingin menemukannya lagi, seseorang yang mungkin telah jenuh menungguku. Menunggu satu hal yang bahkan tak bisa kujanjikan sepenuhnya padanya. Satu hal yang tak bisa kumengerti sendiri. Sebenarnya, aku ini bodoh atau apa?

.

.

.

Mereka mengatakan, jika semuanya pasti butuh kepastian. Dan aku tahu itu__

Aku bukan orang bodoh yang sama sekali tidak peka, dan mereka juga tahu itu. Memasang wajah polosku seakan aku tak tahu atau bahkan tak memikirkan apapun. Selalu mencoba bersikap datar atau bahkan sangat manis, atau___ ah…. aku tahu aku sudah menjadi sangat aneh.

Sama sekali tak pernah berfikir perasaan ini akan menghimpitku sendiri. Menyakitiku dan menyiksaku. Bahkan tumpukan rasa bersalah ini seolah tak ada hentinya.

.

.

.

Aku masih bisa melihatnya, bahkan masih bisa tersenyum bersamanya. Tapi bukan ini perasaan sesungguhnya. Bukan ini kenyataan yang aku inginkan. Kami tidak seperti  ini dulu, bahkan mungkin banyak yang iri dengan kami.

“Jangan memikirkan orang lain. Kau hanya akan lebih merasa lelah jika terus melakukannya. Tak bisakah, hanya beri aku kepastian dan kita akan menjadi benar-benar satu dalam artian yang sebenarnya? Tak lelahkah kau melakukan hal ini?”

Selalu berkata seperti itu. Aku tahu jika aku yang bersalah, tapi dia tak perlu terus seakan mengingatkan aku. “Aku bukan tak lelah, Kyu. Ini bukan hal mudah, dan aku tak bisa langsung saja  berdikiran pendek sepertimu.”

“Mwo? Berfikiran pendek? Kau pikir, selama 7 tahu ini aku tak memikirkannya? Dari awal pun aku sudah memikirkannya. Bahkan sampai sekarang dan aku hampir gila. Apakah, aku harus menyanyi lagu sedih dulu baru kau akan merasakan kesedihanku?”

Aku tak mengerti, mengapa sangat sulit untuk memastikannya. Aku merasakannya, aku membutuhkannya. Tapi, selalu saja terasa sangat berat dan sulit. Aku bersama tanggung jawabku, appa, umma,dan Sungjinnie…

.

.

.

Masih berjalan di jalanan ini. Sesekali melihat kesisi kiriku. Sangat banyak keindahan yang bisa kulihat. Cafe dan juga rumah, bahkan supermarket atau toko kecil di tepian jalan___

Berhiaskan pohon natal dan juga balon. Tulisan- tulisan ‘Selamat Hari Natal’ dan bahkan Santa. Lalu fee gift untuk semua.

“Heuhhh….”

Hanya  bisa menghela nafasku yang terasa sangat berat. Masih berjalan menyusuri jalanan ini, hingga akhirnya aku menemukan satu toko kecil. Sebenarnya ada satu hal yang menarik perhatianku. Bukan pohon natal atau bola kristal. Bukan juga santa atau kumpulan anak kecil yang meramaikan toko itu.

Toko yang hanya berukuran kecil, namun sangat ramai dikunjungi anak-anak. Aku mendekatinya dan berhenti pada satu sisi yang cukup sepi. Kelihatannya, sangat membosankan tapi akan sangat menyenangkan jika kami membacanya bersama. Dia lucu sekali, dan juga pendengar yang baik.

Baiklah, kita pilih beberapa lagu. Aku pastikan dia akan menyukainya.

“Aku ambil ini, eum… bisakah kau membungkusnya sekalia?”

“Nde…”

.

.

.

Natal kali ini, mungkin tak akan seramai 10 tahun yang lalu. Ketika aku masih menjadi seseorang yang egois dan hanya memikirkan diriku sendiri. Tapi bisakah aku mengatakan, jika saat ini pun aku masih menjadi seseorang yang egois?

Aku kembali melihat keatas, menatap tetesan salju yang jatuh tepat diwajahku. Rasanya, begitu dingin tapi belum cukup untuk membuatku tenang.

“Ah, aku harus segera sampai dirumah.”

Sedikit bergegas saat melihat jam yang ada ditengah kota. Malam ini, adalah malam natal. Heum…. mungkin dia sudah menungguku. Mulai berjalan cepat, atau naik taxi? Ah… sepertinya malam ini semua taxi merayakan hari natal, benar-benar tak ada taxi yang kosong.

“Heum… jalan pintas…”

.

.

.

Mengukir senyuman saat melihat bangunan minimalis ini didepanku. Menekan kode pagar dan berjalan pelan memasuki garasinya. Melihat mobil BMW biru itu sudah ada di garasi. Heum…. nae baby sudah pulang.

Berjalan sepelan mungkin, memutari rumah dan kemudian mencoba masuk kedalam rumah perlahan. “Ssst…. “ Meletakkan telunjukku didepan mulutku, berharap ahjumma tak akan membocorkan kejutanku.

Menaiki satu per satu anak tangga perlahan dan sebisa mungkin tak mengeluarkan suara. Melihat pintu ruangan itu terbuka, mengukirkan senyumanku.

“Ahhh!!! Ayolah!”

“E-eum…”

Dia menggeleng pelan dan mencengkeram benda putih itu kuat-kuat. Sungguh, terlihat begitu imut dan bertambah tampan. Dan mata tajam juga bibir mungilnya yang menyeringai___

Hahhaa… bahkan seringaian itu, membuatku benar-benar gemas sekarang. Ini sudah 10 tahun, dan aku masih bisa menyimpan semuanya. Semua kenangan dan setiap detailnya. Rasanya tak akan cukup seluruh hidupku untuk menggantikan seulas senyuman itu.

“Ya!!! Apa-apaan itu? Jangan meniruku!”

Dia menjulurkan lidahnya dan kemudian dengan jahilnya malah menduduki benda putih itu. “Ini punakuh.”

“Ya!!! Punyamu? Enak saja! Ayo kemarikan! Jangan diduduki!”

“Ish… awash yah!!! Nanti Jin bilangin Min appah lho.”

“Yah… apa-apaan? Kau mengancamku?”

Dia juga bertingkah kekanakkan. Mulai melepaskan kacamatanya dan menaikkan lengan kemejanya. Benar-benar, ah… aku sungguh tak tahan untuk menemuinya. Bagian dari keluargaku, yang benar-benar utuh.

Aku menyayangi mereka. Mencintai keduanya dan bahkan aku yakin, jika perasaan ini tak akan pernah berat sebelah. Terlebih di hari ini, adalah hari terindah untukku.

Dimana aku mendapatkan semuanya, dihari ini…

“Apah? Wlee….”

“Yah! Jin! Awas kau!”

.

Boo….!!!

.

“Argghhh!!! Lepashhh!!!”

“Yah! Tidak akan appa lepas!”

“Aahhahaha…Min appa!!! Ahahhaahaha…!!!!

Aku memeluknya dan memainkan tubuhnya. Menggelitik setiap titik sensitif yang membuat tubuh mungil itu kegelian. Yah, sedikit membantu yeobo-ku yang kewalahan ini.

“Ahahhaa… Min Appa… ahaha…. Stop…”

.

.

.

.

“Jadi, pangelan hidup celamanah cama Cindelela?”

“Nde…”

Dan mata bening nan bulat itu menoleh padaku. “ Eum…. jadi Cuma kalena cepatuh, Cindelela dapat pangelan?”

“Bukan begitu baby, tapi…”

“Min Appa, tadi ciang cepatu Jin juga ketemu. Kie yang nemuin.”

“Nde, kau sudah berterima kasih.”

“Eum…” dia mengangguk imut, dan kembali mata bening itu melihatku. “Apa Kie itu cindelela-nya Jin?”

“Hei? Apa-apaan itu? Mana boleh seperti itu?”

Aku memberikan isyarat pada namja yang masih memasang wajah kesalnya.

“Yah, lagipula setan kecil ini mana boleh berfikir sampai kesana. Haishhh….”

“Hahhaa… sudahlah Kyu, bukankah dia sama gilanya denganmu?”

“Ya! Min hyung, apa maksudmu?”

“Aish!!! Min appa, Kyu appa___ cemuanya belisik tahu.”

“Ya! Bagaimana tidak berisik Lee Jinki! Kau ini masih 5 tahun. Bicara saja belum benar sudah memkirkan Cinderela. Kau pikir Key itu mau dengan namja gendut bergigi dua sepertimu?”

Suasana mendadak hening. Hanya ada suara tepukan dan ringisan lirih. Yeah, Sungmin tengah mencubi keras lengan Kyuhyun. Kemudian ia segera menarik  Jinki untuk mendekat.

“Hikss…”

“Eih… sudahlah. Kenapa menangis?”

“Hikss…hiksss…”

“Ya… ya… ya… appa minta maaf. Kau puas?” Dan kepala kecil dengan rambut hitam lebatnya itu menggeleng pelan. “Baik…. baik. Dia itu Cinderela-mu dan menikahlah dengannya jika besar nanti.”

“Min appa…”

“Nde, tentu saja chagi…”

Dan mata bulat yang tadi menatapku penuh harap itu berubah membentuk satu senyuman. Hahhaa… dia lucu sekali.

.

.

.

“7 Tahun mengenalmu, 10 tahun menikah denganmu dan sekarang kelihatanya kau masih sama saja.”

“Benarkah? Terima kasih.” Aku hanya mengukirkan senyuman saat melihatnya menyodorkan segelas wine itu padaku. “Selamat natal, Kyu.”

“Selamat natal, Ming…”

Kami berdiam dan menikmati indahnya salju yang turun perlahan. Seakan tak ada hal lain yang mengusik kami. Hanya berpegangan tangan dan saling menatap. Sungguh, aku benar-benar mencintainya.

“I love you…”

“Aku lebih mencintaimu, Kyuhyunie. Happy anniversarry….”

“Heuh… hehhee…” Ia tertawa pelan. “10 Tahun, dan monster kecil itu lahir. Haish… seandainya saja Ahra noona tidak meninggal setelah melahirkannya, mungkin dia tak akan bersama dengan kita.”

“Dan dia juga tak akan menjadi satu bagian penting dalam hidup kita.” Aku tersenyum menatap wajah tampannya. “Kostummu lucu sekali DeerKyu.”

“Yes… Ming santa. Hahha….”

Membawaku kedalam pelukan hangatnya. Malam ini adalah akhir dari tanggal 25 Desember. Meski terlambat, tapi tak akan menjadi masalah jika berdo’a pada Tuhan bukan? Bukankah dia selalu mendengarkan setiap do’a???

‘My Lord…. aku ingin hidup selamanya dengan Kyuhyunie tanpa pengecualian apapun itu.’

.

.

.

.

.

“Kalian yakin akan menikah?”

“Nde, Yesung hyung. Kuharap kau bisa melindungi kami.”

“Apa kalian yakin? Dan kau Lee Sungmin, bagaimana dengan appamu?”

“Aku tak tahu harus berbuat apa lagi.” Aku menggenggam tangan itu. Menciumi punggung tangannya. “Di hari natal ini, aku tak mengharapkan hadiah apapun dari Santa atau bahkan Tuhan. Yang aku butuhkan hanya satu keajaibannya yang membuat Kyuhyun kembali membuka matanya untukku.”

“Maaf aku tak bisa menjaganya. Harusnya ia tak menemukan obat itu dan meminumnya hingga over dosis.”

“Sudahlah, yang terpenting adalah dia sadar dan aku bisa membahagiakannya.” Berkata penuh keyakinan menatap kedua mata tajam yang masih tertutup. “Tuhan, kembalikan Kyuhyunie-ku.”

.

 

.

 

.

“Aku, Cho Kyuhyun bersedia menerima Lee Sungmin sebagai pendamping hidupku, untuk selamanya dalam susah atau pun senang, sehat ataupun sakit, sampai kematian memisahkan kami.”

.

.

.

“Kyuhyunie, kau tahu aku sangat bahagia?”

“Wae?”

“Akhirnya aku bisa melihatmu sadar dan bisa membahagiakanmu. Menikah denganmu, yeah walaupun harus sembunyi-sembunyi seperti ini.”

“Nde, gwenchana Ming. Aku masih merasa ini hanyalah mimpi. Terima kasih, atas kemampuanmu bertahan dan membuktikan.”

Merasakan pelukan eratnya dan juga dinginnya salju yang turun perlahan malam ini. “Selamat hari natal Kyuhyunie,saranghae…”

“Nde, nado saranghaeyo….”

.

.

END

.

.

.

GAJE!!!

 

HAHHAA… ya ampun! FF apaan ini coba. Aku sadar jika ini aneh dan  bikin puyeng… hahhaa dinikmatin ajah… bye….

 

23 thoughts on “Miracle… | KyuMin | YAOI | OS

  1. Ff yg singkat eonnie:)
    P1 baca rada bingung,tp dbaca kembali critanya menarik tp terlalu singkat..˚°º:pƗƗe̲̅e̲̅≈ =-?
    =-?≈;)ƗƗe̲̅e̲̅ º°˚
    ˚°º:pƗƗe̲̅e̲̅≈ =-?
    =-?≈\=D/ƗƗe̲̅e̲̅
    Eon,lnjtkan yg dream sama chicken shoupnya..sudah penasaran bgt..itu 2 fav ff yg ku baca😀

  2. Ternyata si jinki itu anaknya ahra kirain anaknya kyumin
    Keren chingu!!! ^^
    Walaupun pas baca awalnya lumayan bingung, tapi tetep daebak ^^

  3. Astaga~ Aku bingung -awalnya-😀
    Tapi semakin ke bawah mulai ngerti🙂
    Jadi pada akhirnya KyuMin tetep bersama kan? Dengan kehadiran Jinki di kehidupan mereka buat mereka jadi kelaurga utuh🙂
    Hah~ kenapa Jinki marganya Lee? O.o
    aku cukup penasaran sama hal itu😀

  4. agak gak ngerti sih sebenarx ceritanya gmna soalx kya gak berurutan gtu pa lgi pas yg bawah itu yg bkin bingung apa cerita yg bwah itu flashbackx?
    tpi yg penting kyumin happy end

  5. moya….
    asli kaget…..
    hore……
    akhirnya kyumin merit…..
    eoni…
    q suka ma endingnya….
    kms kambuh…
    he…
    i love ff mu…

    #bow

  6. Itu kyunie kenapa minum obat sampai over dosis??? Mau bunuh diri y eonn??? Kenapa, bukan’a dia dah punya ming???
    ###l’njut eonn :)###

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s