Your Lips | YAOI | KYUMIN | OS

.

your lips

.

.

“Aish… jangan sampai aku terlambat hanya karena ini.”

Terus menggerutu dan terus melihat pada benda putih yang melingkar di pergelangan tanganku. Aku gelisah, benar-benar gelisah sampai keringat dingin keluar dari seluruh pori-pori di leher dan dahiku.

“Bagaimana ini?”

Shit!! Bus itu tak juga datang. Ck…. ayolah, aku harus segera sampai ke kampusku sebelum Mr. Tom masuk kekelasku.

Mengembangkan senyumanku saat melihat bus itu mulai mendekatiku. Pintunya terbuka dan akhirnya— yeah meski harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya, tapi aku harus bisa masuk dan segera sampai di kampus.

‘Eih… tak ada tempat duduk yang tersisa. Yeah.. setidaknya bus ini tak terlalu sesak. Aku menyandarkan tubuhku pada tiang bus dan mulai menikmati perjalananku.

Ck… sangat membosankan.

Heuh… mulai melihat ke seluruh bus, dan …

‘Ommo…’

Mengapa rasanya nyeri sekali…

Jantungku…

Hatiku…

Bagaimana ini???

Hatiku???

Mencuri pandang pada satu keindahan yang ada disudut  pengelihatanku. Dan aku tahu, mungkin aku mulai menggila sekarang.

Rambut hitamnya terlihat begitu halus, bahkan dalam jarak sejauh ini.

Pipi itu, sangat merona… yeppo…

Dan bibirnya…

Bersenandung kecil …

Bibir itu…

Shape M … terlihat sangat kenyal dan mungkin terasa manis…

Ommo…

Aku…

Jantungku…

.

.

.

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

 

Your Lips

.

 

.

 

.

 

“Hanya melihatmu dan aku tahu aku sudah menjadi gila. Tak ada yang bisa kulakukan selain terus memikirkan bagaimana caranya memilikimu”

 

“I Love You…. and I know it…”

.

 

.

 

.

 

.

Cast : – Cho Kyuhyun

          Lee Sungmin

Pairing: KyuMin

Genre : Drama, romance, etc

Length : ONEshoot

Rated : T

Disclaimer : KyuMin saling memiliki, Kyu Milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyu _bersama dengan saya_  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

.

.

Oh iya, ini aku bikin karena sedikit terinfeksi ma FF OnKey dengan jalan cerita yang memang mirip seperti ini. Ff nya entah punya siapa yang aku temuin di WP, padahal tuh FF bagus tapi sayangnya dia kayaknya dah hiatus and dah ga ngepost ff lagi disana.

jika dikatakan menjiplak, ini bukan jiplakan sama sekali. Aku aja lupa gimana tuh kata-kata dalam FF itu. Gamsha >,<

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

— Happy Reading —

.

.

Cho Kyuhyun POV

 

.

 

.

 

.

Aku masih meliriknya. Mencoba menyimpan lebih banyak sketsa wajahnya didalam otakku. Sedikit merasa terganggu saat beberapa orang bergerak-gerak di bus yang aku tumpangi. Ia masih duduk disana, masih juga melihat ke arah luar dari jendela bus.

Sedikit bertanya dalam hatiku, semudah inikah aku menyukai seseorang? Terlihat sangat lucu dan tidak masuk akal. Terlebih, aku adalah Cho Kyuhyun. Namja pintar, tampan, kaya dan ah…. jangan lupakan kalau banyak yeoja yang menyukai dan bahkan mencintaiku hingga rela menjadi nomor urutan 10 sekalipun.

Tapi__

Dia berbeda. Dia bahkan tak melakukan apapun padaku. Tak merayuku seperti kebanyakan yeoja, dan bahkan tak membalas tatapanku. Padahal, sepertinya orang disekitarku berdiri sekarang tengah menatap heran padaku karena pasti wajahku ini terlihat sangat aneh saat terus tersenyum menatapnya.

Merasa sudah cukup lama berada dalam bus, aku mulai memperhatikan luar. Sepertinya halte depan adalah pemberhentianku. Aku mulai frustasi dan terus berfikir, bagaimana jika nanti aku tak lagi bertemu dengannya?

Ataukah besok aku harus naik bus lagi?

Ah… mungkin memang baiknya seperti itu. Aku kembali menatapnya dan lagi-lagi tanpa kusadari aku tersenyum. Ternyata terus memperhatikan tingkahnya saja sudah membuatku gila. Tapi, sepertinya dia mulai merasa bosan dengan kegiatannya. Kulihat dia mulai merogoh tasnya dan mengeluarkan satu buku, yang entahlah __

Tapi sepertinya itu bukan notes ataupun buku bacaan. Dari jarak pandangku terlihat beberapa sketsa pemandangan. Sepertinya itu buku sktesanya. Dan kurasa memang benar, karena ia mulai memainkan pensilnya dan tak lagi memperhatikan sekitar.

Aku mengacuhkan kegiatan yang dilakukannya dan memilih untuk mulai melihat wajahnya lagi. Melihat wajah sempurna yang kini sedikit menunduk. Poni hitamnya sedikit turun dan sepertinya ia sedikit terganggu dengan poni yang hampir menutup matanya itu. Mulai merapihkan poninya dan kini menopang wajahnya dengan satu tangannya.

Tangan yang menempel pada pipinya dan lihatlah___ pipi itu sepertinya begitu kenyal dan juga sepertinya sangat manis. Berwarna pink dan halus. Aish… aku sudah mulai gila.

“Halte 115!”

Asih…. supir bus sudah meneriakkan pemberhentian saat ini dan selanjutnya adalah pemberhentianku. Bagaimana ini, padahal aku masih ingin melihatnya lagi? Ah… berdo’a saja pada Tuhan.

Aku berdebar dan rasanya sangat berat. Sesekali masih melihat ke arahnya. Ya Tuhan, semoga aku bisa bertemu dengannya lagi. Dan …”Ommo…!”

Mendesis tak percaya. Saat ini, dia tengah menatapku. Membalas tatapanku. Dan tubuhku seakan kaku seketika. Sepertinya juga tak ada orang lain atau bahkan semuanya seakan berhenti. Tak ada satu hal pun yang mengganggu waktuku kali ini.

Tanpa kusadari, aku tersenyum canggung padanya. Ini terasa aneh dan juga benar-benar hal yang konyol. Dan lebih tak bisa aku mengerti lagi, seakan dia sudah menyihirku. Membawa semua fikiranku untuk berpusat pada kecantikan wajah itu.

Pada rambut hitamnya, mata yang begitu dalam, hidung mungilnya dan juga pipi meroan kemerahannya. Jangan lupakan, bibir shape M yang mungkin terasa sangat manis. Dan, ya Tuhan… bibir itu__ mengulaskan senyumannya. Dia membalas senyumanku. Ck…. aku benar-benar sudah gila.

Rasanya ada sesuatu dalam tubuhku yang begitu tegang sekarang. Jantungku serasa jatuh seketika dan hawa panas itu seakan naik ke wajahku. Ah… apakah sekarang aku sudah seperti yeoja yang  tengah jatuh cinta? Ck… konyol sekali.

“Halte 116!!!”

Aku mendengar teriakan operator bus yang aku tumpangi. Sungguh, perasaanku begitu berat sekarang. Dan pada kenyataannya, memang aku masih saja berdiri ditempatku dan masih juga menatap matanya. Bukan tersenyum lagi tapi aku sudah seperti orang aneh dan autis yang bahkan hanya punya ekspresi malu-malu sekarang.

Sesekali menunduk dan sesekali pula mengangkat wajahku. Kembali tersenyum menatapnya hingga akhirnya ia tertawa melihat tingkahku. Hahaa… aku tahu, aku memang sangat tampan. Dan aku yakin, bahkan namja sepertinya pun mungkin akan dengan mudah menyukaiku.

Yeah, namja itu. Namja manis dengan bibir shape M yang kini masih tertawa kecil melihat tingkahku. Apakah aku begitu meggemaskan? Ahhahaa… Ya Tuhan, aku sudah tidak waras.

“Uhh….” merasakan terdesak oleh penumpang lain yang ada di belakangku. Dan kuakui, itu cukup berhasil mengembalikan kesadaranku. Aku tahu jika aku harus segera turun. Tapi mengapa rasanya sangat berat. Aku melintas disisi tempat duduknya dan melihat ia tersenyum padaku.

Rasanya ada yang tertinggal dan kosong di hatiku hingga membuat satu lubang yang besar. Aku perlahan turun dan saat dibawahpun aku masih menlihatnya. Tapi sepertinya dia  tengah sibuk dengan buku sketsanya.

Sedikit kecewa saat memikirkan bahwa mungkin dia hanya menganggapku orang lalu yang mungkin tak akan bisa bertemu lagi dengannya. Tapi___

Aku tak bisa menyembunyikan senyumanku saat melihatnya menempelkan buku sketsanya ke kaca bus. Aku mendekati padanya dan… “Argh…! Sial!!!”

Sepertinya, aku harus berusaha lebih keras untuk membaca tulisan itu. Aku berlari kencang mengikuti bus yang sudah berjalan sedikit jauh didepanku. Mendesah kecewa saat sepertinya bus itu tak akan terkejar tapi__

Kembali tersenyum saat melihat bola kertas terlempar dari jendela bus itu. Aku segera mengejar bola kertas itu karena aku yakin, bahkan sangat yakin jika bola kertas itu memang milik namja yang ada di bus tadi.

Berdebar saat menggenggam bola kertas itu dan perlahan membukanya. Dan lagi lagi, sepertinya darah langsung mengalir cepat ke otakku. Apakah aku benar-benar menyukainya?

Aku melipat baik-baik bola kertas itu dan kembali berjalan santai menuju kampusku. Sepertinya hari ini, mood-ku sangat baik. Dan sepertinya pula, aku akan bisa tersenyum sepanjang hari.

“Hai! Kenapa tersenyum seperti itu?”

Aku menatap sahabatku yang menghampiriku. Ia langsung merangkulku dan meledekku. “Ah, bukan apa-apa.”

“Benarkah?”

“Nde.”

“Tapi sepertinya kau bahagia sekali. Apakah kau menerima salah satu yeoja itu?”

“Ya! Ahni! Memangnya kau pikir aku playboy sepertimu, ikan Mokpo!”

“Ya!! Cho Kyuhyun! Beraninya kau?!!!”

Dan aku siap menjalani hariku hari ini. Dengan sejuta senyuman dan berjuta kelegaan hati. Aku tak sabar menanti hari esok yang mungkin bahkan lebih baik dari hari ini. Hahahaa…. sangat konyol.

.

.

 

‘ Make me so currious….’

.

.

.

Mungkin, jika hal buruk yang akan terjadi padaku aku akan menyumpahi seorang Cho Heechul yang seenaknya membawa pergi mobilku untuk jalan-jalan bersama teman-teman perkumpulan bodohnya itu. Tapi, mungkin kali ini aku akan sedikit berterima kasih pada Umma-ku yang sangat fantastis itu.

Kembali menunggu di jam –yang kuharapkan sama dengan jam yang kemarin- dan masih dihalte yang kemarin juga. Berdiri gelisah saat beberapa menit menunggu. Yeah, mungkin kemarin juga selama ini. Tapi, rasanya hari ini sangat amat lama.

Mengukir senyuman saat aku melihat bus itu berhenti didepanku.  Aku berdiam menanti orang-orang berurutan masuk ke dalam bus. Hingga aku yang paling akhir masuk dan kembali, aku terpesona lagi untuk hari ini.

Dia masih duduk di tempat yang sama dan masih memakai earphone yang sama. Namun bedanya, ia sudah menatapku. Apakah mungkin ia sudah menatapku sebelum aku menatapnya? Hhaha…aku sudah gila.

Lama__

Kami hanya berdiri dalam diam dan saling menatap. Tapi, mungkin lama kelamaan ia bosan hanya tersenyum dan menatapku saja. Ia mulai mengambil buku sketsanya dan kembali memainkan pensilnya. Sungguh, ada keinginan untuk  mendekatinya.

Tapi aku mungkin belum cukup berani untuk itu. Ini bukan masalah apa, bukan juga masalah boys love. Yeah, menyukai namja –bahkan untuk namja setampan aku- adalah hal yang wajar, terlebih itu jika jatuh cinta pada sosok malaikat manis yang kini duduk sendiri.

Aku mengukir senyuman dan meski sedikit ragu aku melangkah menuju kursi disisinya yang tengah ditinggal salah satu penumpang yang baru saja turun, tapi__

“Annyeong…”

“nde?”

“Bisakah kau membiarkan aku duduk? Aku sudah tua dan tak kuat berdiri, lagi pula sudah tak ada tempat duduk lagi.”

Dan harapanku sirna sudah. Aku memilih membiarkan Halmeoni itu untuk duduk dan sedangkan aku sendiri berdiri di sisinya. Yeah, meski tak duduk persis di sampingnya tapi aku bisa melihatnya lebih dekat dari jarak ini.

Dan untungnya lagi__

“Ah… mianhe. Sepertinya istriku sedikit lelah. Maklumlah ia mungkin masih sakit. Bisakah kau memberikan kursimu?”

Aku bersorak senang saat namja itu memilih berdiri dan kemudian membiarkan yeoja paruh baya itu untuk duduk dikursinya. Dan hal yang terbaik dari semua itu adalah, ia berdiri tepat disisiku.

Jika bisa kugambarkan, mungkin perasaanku akan seperti air dilautan yang bahkan bagian terdalamnya pun akan begitu ramai seperti ini. Dan lebih konyol lagi, seakan perutku sakit mendadak, melilit dan aneh. Bahkan aku merasakan demam yang begitu cepat menjalar keseluruh tubuhku.

Wangi__

Yeah, aroma tubuhnya itu tercium jelas di indra penciumanku. Sungguh, wangi yang bahkan sangat manis untuk namja seukuran dia dan…

“Ehhhmmm…”

Sial! Aku ketahuan tengah melihatnya dan konyolnya lagi, dia bahkan seakan tahu aku tengah mencoba mencium wangi rambut hitamnya. Ommo!

“Sepertinya, kau sangat tertarik?”

“Eh?”

“Eum, atau boleh kukatakan kau penasaran?

“Er…. itu?”

Aku menggaruk tengkukku untuk menghilangkan canggungku. Tapi mungkin wajahku ini sangat menggemaskan dan lucu hingga ia dengan pipi merona merahnya tersenyum dan bahkan tertawa kecil melihatku.

“Heheheh… kau lucu sekali.”

Ah… ya Tuhan! Suara itu bahkan sangat lembut saat tertawa seperti ini.

“Ah… begitu ya. Hehee… yeah… begitulah.” Aku speechless. Aku benar-benar mengakui jika aku sangat bodoh sekarang.

Satu hal yang aku herankan sampai sekarang. Aku bahkan akan merasa teramat sangat mudah untuk menggoda dan bahkan mempermainkan yoja diluaran sana. Tapi, mengapa sekarang aku bertindak konyol dan terlihat begitu memalukan.

“Jadi, kenapa kau suka melihatku?”

“Errr… itu….” Aku bingung!! “Ah, entahlah. Aku sendiri tidak tahu.”

“Benarkah?”

“Nde. Aku tidak tahu.”

“Apa mungkin karena aku menarik?”

“Ah… benarkah seperti itu?”

Ia diam sejenak dan kemudian menarik kerah jaketku hingga aku menunduk dan ia mendekati telingaku. Ia menghembuskan nafasnya di telingaku, membuat semua bulu ditubuhku berdiri merinding tak karuan.

“Apakah aku membuatmu begitu gila sampai kau bertingkah sangat lucu seperti sekarang ini?”

“Ah, benarkah? Hahaa…. aku tak merasakan seperti itu.” Menggeleng dan tak sengaja hidung kami bersentuhan. Jantungku berdebar lebih cepat dan sepertinya seluruh tubuhku begitu tak bekerja sama sekarang.

“Pipimu memerah.”

“Ah, benarkah?”

Dia mengangguk imut. Ya Tuhan, aku tak taha untu mencium ppipi pink yang benar-benar terlihat sangat kenyal itu.

“Halte 116.”

Sial!!! Kembali halte ini pula yang menjadi masalah. Jika aku membolos, maka umma akan membakar semua portable yang ada dikamarku! Lalu bagaimana ini?

“Sepertinya ini haltemu?”

“Nde, tap-tapi… errr…”

“Bisakah kita bertemu lagi?”

Yes!!! Akhirnya aku bisa menanyakan hal bodoh itu! Ya Tuhan, bunuh saja aku yang konyol ini. Ahhaa…. benar-benar kacau. Dan lebih sialnya lagi, dia hanya mengerling nakal padaku.

Ah… ayolah, jawab ya. “Eum… kau tak mau bertemu denganku ya? Ah… kalau begitu juga tidak apa-apa.”

“Sepertinya bus ini akan segera berjalan lagi.”

“Aish…tapi …. aishh…”

Ia mendorongku hingga menuju pintu. Merogoh saku sweaternya dan kemudian memasukkannya ke saku jaketku, mendorongku  hingga aku keluar dari bus. “Jalja!!!”

Lagi-lagi aku hanya bisa mendesah kesal. Benar-benar sial.

Aku mulai mengingat pepatah, yang mengatakan tak mungkin kebetulan itu terjadi hingga 3 kali. Dan lalu, bagaimana dengan nasibku besok? Ah… tidak-tidak.

Aku menggeleng cepat dan berusaha menghilangkan pemikiran-pemikiran konyolku. Kembali, ikan mokpo itu sudah menungguku didepan gerbang. “Sepertinya kau jadi suka naik bus ke kampus?”

“Ah, ahni. Bukan begitu, hanya saja…”

Aish… hampir lupa jika namja itu menyelipkan sesuatu di sakuku. “Ah, Hae hyung! Aku lupa jika harus menemui Mr. Tom. Kau pergi saja ke kelas dulu.”

“Biasanya aku juga menemanimu.”

“Tapi tidak kali ini, sudah sana pergilah.”

“Eoh…? Ah… baiklah.”

Aku langsung berjalan cepat menuju lorong kampus yang cukup sepi dan juga jukup jauh dari tempatku berjalan tadi. Segera merogoh sakuku. Tersenyum saat melihat notes berwarna putih kebiruan di sana.

Membacanya dengan perlahan dan ___ lagi__

Aku tak bisa mengontrol diriku sendiri. “Ahahhaa…! Yesss!”

Berteriak keras dan melompat tak tentu seperti  orang yang memang sudah gila. Aku tahu, jika aku tak akan pernah gagal. Aku tahu, jika aku akan selalu mendapatkan semuanya. Meski awalya begitu konyol, aku tahu jika aku dan ketampananku bisa meluluhkannya. Hahhaa…

“Eh…”

Aku mengernyit heran. Kembali aku membuka notes yang sudah aku lipat-lipat itu karena kurasa ada yang ganjal.  Sepertinya ada yang aneh. Membaca dengan teliti dan__ “Mwo!”

Membulatkan kedua mataku tak percaya.

“Hei?”

“Eoh…”

Aku mengangkat wajahku dan kembali dibuat terkejut. Aku tak tahu, harus senang atau… argghhhh aku tak tahu harus berbuat apa. Hanya bisa kembali terpaku saat ia berjalan dengan santainya mendekatiku.

“Hei, aku bertanya padamu. Kenapa kau tak menjawabnya?”

“Itu karena, aku_ aku…”

“Aku apa?”

“Aku___ eehmmm aku…”

“Sungmin, Lee Sungmin imnida.”

“Ah,nde Sungmin-ssi. Ah… aku Cho Kyuhyun.”

“Jadi, bagaimana?”

“Eum… apa yang bagaimana?”

“Yeah, kantor administrasinya. Aku harus mengurus S2 ku hari ini.”

“Ah, nde. Hahaa… baiklah. Kajja! Aku akan mengantarmu.”

Dan tanpa sadar, aku meraih tangannya. Sedikit terkejut saat aku menyadarinya. Dan hal terbaiknya adalah dia benar-benar menerima genggaman tanganku. Sama sekali tak menolak.

“Hahahhaa… mianhe. Aku tak sadar aku melakukannya, jadi__”

“Tak apa-apa.”

“Ehhh…”

“Genggam saja. Tidak apa-apa.”

Dan dia tersenyum menatapku. Ah… apakah ini awal yang baik? Aku mulai berfantasi dengan angan-anganku sendiri. Masih terdiam dan terpesona dengan wajah menggemaskan itu?

Dan tiba-tiba seakan seluruh darah dalam tubuhku berhenti mengalir, bahkan jantungku bekerja begitu cepat. Dia__ tangan lembut itu menyentuh pipiku dan tersenyum padaku.

“Kurasa aku menyukaimu…”

“Ahhh… ahhhhaahahhaa….”

Dan aku yakin aku sudah gila sekarang. Aku menggeleng tak percaya dan lebih tak bisa kupercaya lagi, aku meraih tubuh itu dalam pelukanku. “Asal kau tahu…. aku lebih menyukaimu, bahkan menggila seperti ini.”

“Nde, aku tahu.”

Dan aku memeluknya semakin erat. Bolehkah aku mengacuhkan semua mata yang tengah melihat aneh pada kami? Hahhaa… aku tak mempedulikannya. Huah… cinta ini begitu cepat, dan aku yakin memang tak butuh waktu lama untuk mencintaimu.

“Kau tahu, aku bahagia sekali. Hahhaa…”

“Nde, aku lebih bahagia Kyuhyunie….”

“Kau membuatku kehilangan diriku sendiri, Sungminnie…”

“Yeah, aku tahu.”

“Hahahhahahhah…!”

Mengumbar tawa konyol kami. Ah… aku tak pernah tahu, jika jatuh cinta akan semudah ini_ akan seindah ini_dan bahkan akan sekonyol ini. Selamat datang untuk Lee Sungmin, i’m so crazy for you…

.

.

.

Kau tahu kantor administrasinya? Kurasa aku akan berangkat bersamamu lagi besok dan besoknya lagi? Sepertinya menyenangkan….”

.

.

.

END

.

.

.

GAJE!!!

 

HAHHAA… ya ampun! FF apaan ini coba. Yeah aku tahu ini ga bagus dan konyol. Entahlah kenapa jadinya seperti ini….#ngelanjutin ngakak…#hahaha….

55 thoughts on “Your Lips | YAOI | KYUMIN | OS

  1. Huaa akhirnya aku bisa baca FFnya eonni lagi dari sekian lamanya aku hiatus(?) baca FF
    Hehe >.<

    Seperti biasa,FFnya eonni selalu keren~
    Tapi sedikit penasaran sama tulisan yang dikasih uming ke kyuppa..
    Hehe, eonni emang Daebak!

  2. akhirnya kau bz bicsra ma Ming jg Kyu.ternyata Ming jg pnya rasa yg sama jg.tp pertanyaanku apa yg d’tulis Ming d’note yg d’baca Kyu ko Kyu seneng bgt tp abz ntu dia blang “mwo???” yg penting so sweet lah…

  3. aigoo kyu lucu bgt,,kok malah salah tingkah gtu ma min..pdhl biasax min yg slah tgkh kalo berhdpan ma kyu..tp kali ini pesona min tak terbntahkan..sweet bgt ffx..kyumin daebak..

  4. Ini kisahnya manis banget :”)
    Aku baca FF ini sambil denger lagu Long Way, entahlah itu gak sengaja keputar dan yah feelnya dapet banget :’)
    Kyaaaaaa~~ mereka ketemu baru 2 kali kan ya? Tapi sudah jatuh cinta gini😀
    Kyuhyun gak akan bisa menolak pesona bunny Ming dan itu sudah paten!! ^^

  5. Awalnya geregetan sama kyuhyun oppa… tapi akhir akhirnya malah ikut loncat loncatan aku kkeke~

    pengen baca sekuelnya nihh T_T
    nanti ku sms yah eonni ^^

    pokoknya ini FF bikin diabetes deh… ^-^

  6. ku pkir karna judulx your lips ad adegan kyu kissing ming eh gak taunya gak ad pdhal berharap ad #plakk
    cuman dua hari ya mreka lgsung sling suka n jadian mmg cinta dtg kapanpun n dimanapun semaunya. senang lihat kyumin bersatu

  7. jiahahaha
    so sweet……
    itu min mw ngurus S2 d kampusx kyu gtu? berarti trnyata dy tingkatan nya d atas nya kyu y?

  8. gyahaaha….
    q baca ff ni bener2 dah kyk orgil..
    coz dari awal baca ampe akhir q gx berhenti2 snyum2 gje…
    alhasil dilihat orng kyk orgl..
    lain kali q harus baca ffmu d tmpat yg sepi eoni..coz pasti tiap baca ffmu q slalu lupa disekelilingku saking konsen n serius bacanya…
    ff ni so sweeeeeet bnget
    ..
    daebaklah pokonya…😀
    #bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s