Lomba FF KYUMIN | Bad Mood Ming | YAOI | 2sh | #2 [END]

Tittle : Bad Mood Ming | YAOI , Fluffy/Romance | TwoShoot | part two [END!]

bad mood ming

By. ipech [Oh InYoung]

Rate : T

Disclaimer : semua Cast milik Kita.. FF ini punya Ipech seorang.

i/N : ipech uda siap di BASH!!!, so..silahkan di bash ini epepnya… komen yang pedes juga boleh, tapi alangkah lebih baik jika bash tulisan ipech aja, jangan cast nya yak …J

Summary : Maaf, bukan maksudku untuk membuatmu begini, tapi kadang kala sikap dan perhatian ku tak patut dan tak harus kuungkap dengan kata kata, tak patut ku deskripsikan serta ku jabarkan dengan kalimat indah yang romatis, tak perlu kurealisasikan dalam bentuk pagutan asmara berselimut keindahan serta kenikmatan meskipun itu sering. Tapi, ada satu. Aku bisa mengungkap itu dengan hatiku. Hati yang sejak terbentuk sudah terukir nama Lee Sungmin, teruntuk Lee Sungmin dan hanya dimiliki seorang Lee Sungmin. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menghindari sosok Lee Sungmin itu?

WARNING!! : FLAT, and NO CONFLICT!! TYPO menyebar dan alangkah lebih baik jika diabaikan saja, EYD aneh.

®cast®
KyuMin and Super Junior

.

.

.

.

.

The story is begin..

Dengan hati sedikit sedih, perih dan jengkel, namja manis itu terpaksa mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun. Sedikit mengumpat tak terima karena dengan seenak jidat Kyuhyun yang lebar , Kyuhyun memberikan beberapa lembar kertas agenda yang berisi waktu – waktu yang tepat untuk menghubunginya dari pagi hingga malam menjelang.

Sungmin tak habis fikir dengan otak jenius milik kekasihnya ini? apa semalam dia salah makan mengingat dia makan dengan manager Hyung?

Ingin protes, tapi ia sadar Kyuhyun bukanlah orang yang mudah mengubah pendiriannya, dan akhirnya Sungmin hanya bisa duduk diam setelah menyanggupi isi kertas yang diberikan kekasihnya itu, beralih mengamati wajah kekasihnya sebelum akhirnya meninggalkannya.

***

Van itu berhenti menandakan bahwa mereka sudah sampai di bandara. Ryeowook turun terlebih dahulu, tak ada banyak fans seperti biasa, entah ini memang disengaja atau apa?

Yesung masih didalam van memberesi barang – barang yang tadinya ia bongkar dari dalam tas nya, sedikit melirik Kyuhyun dan Sungmin yang masih anteng tak bergerak. Kyuhyun tetap asyik dengan PSP nya dan Sungmin yang asyik mengambil foto Kyuhyun dari samping menggunakan ponselnya.

“lebih baik foto dari depan Ming, kau hanya akan mendapat gambar bekas jerawatnya saja jika dari samping begitu” ujar Yesung santai dengan diakhiri kekehan menghina di akhir nya.

-bug-

“akh!” Yesung menjengit kaget dan berbalik saat merasa sesuatu barusaja mengenai punggungnya, menatap Kyuhyun yang masih anteng dengan PSP curiga.

“bekas jerawatku itu adalah salah satu daya tarikku Hyung!” ujar Kyuhyun santai. Dapat Kyuhyun dengar jika Yesung mengumpat di hadapannya.

“hhaahh! Yesung Hyung!” panggil Kyuhyun seraya memasukkan PSP hitam itu ke dalam tas punggung yang akan ia bawa. Manatap sebal pada Hyung tertuanya –saat ini– yang masih saja sibuk memberesi tas nya.

“hm” Yesung hanya menggumam sebagai jawaban tanpa membalikkan badannya.

“kenapa kau tak keluar juga heh? Palliwa! Ryeowookkie pasti sudah menunggu lama.” Omel Kyuhyun.

Yesung berbalik dan mulai menyandang satu tali tas punggungnya.

“aku hanya ingin melindungi Sungmin, itu saja.” Jawabnya santai. Kyuhyun menggeram marah mendengar jawaban yang terlontar dari bibir tipis Hyungnya yang seakan tak membiarkannya melakukan ritual sacral mereka ketika akan berpisah –kisseu– .

“arra arra… na kanda, jangan berbuat yang aneh – aneh! Cepat keluar dan jangan buat kami menunggu lama hanya karena mu magnae gila!” Yesung kemudian keluar dengan senyuman aneh nya.

“tsk! Dasar! Sudah tua tapi tidak tahu sopan santun!” umpat Kyuhyun. Matanya beralih pada namja dsampingnya, ikut tersenyum ketika lengkungan manis itu tercipta di bibir tipis namjanya itu.

***

Sungmin tersenyum manis mendapati gambar yang ia bidik di layar ponsel nya. Meski hanya menampakkan sebagian dari wajah sang kekasih tapi setidaknya expresi itu terlihat alami dan tidak dibuat – buat muncul dari wajah tampan kekasihnya.

“Hyung, kita selca ya” pinta Kyuhyun, Sungmin menoleh ke arahnya dan tersenyum. Ia tahu kebiasaan maknae dan kekasih tercintanya ini ketika akan pergi jauh.

Sungmin dengan senang hati mendekat ke arah Kyuhyun. Menyamankan duduknya di sampig namja tampan itu dan mulai mengambil ancang – ancang untuk membidik gambar mereka berdua.

Kyuhyun mulai tersenyum, menarik pinggang itu agar lebih mendekat ke arahnya, memeluknya posesif dan mengikuti arah dimana Sungmin mengangkat tinggi ponsel touch itu. Tersenyum manis ke arah lensa dan menyandarkan kepalanya ke kepala Sungmin. Tersenyum lebar kala kelinci imut berisi itu mengisyaratkan bahwa bidikannya akan dimulai.

Sungmin menurunkan ponselnya dan tersenyum ketika hasil bidikannnya terlihat sempurna.

“kkk~~” terkekeh pelan saat membandingkan hasil bidikannya dengan Kyuhyun.

“wae?”

“anni… hanya saja kau terlihat lebih tampan saat di foto.” Kyuhyun tidak menjawab atau meneriaki Sungmin, matanya hanya focus ke arah bibir M namja itu yang masih melengkung indah dan ia tak mau kesempatan indah itu terlewat begitu saja.

Meski kaget akan tindakan Kyuhyun yang tiba tiba, tapi Sungmin tersenyum disela pagutan itu. Mulai menikmati alunan manis yang tercipta disana.

Layaknya bersenandung dengan nada cinta yang begitu memabukkan, Sungmin memejamkan matanya, menggerakkan kepalanya berusaha menggapai dan mengikuti kemana bibirnya dibawa semakin dalam dan semakin intens.

Ia membuka matanya. Menemukan sosok tampan dengan bibir tebal yang barusaja memagutnya nikmat itu tersenyum antara puas dan tulus.

“aku pasti sangat merindukan ini…” Kyuhyun mengusap sisa – sisa basah di bibir merah itu. Tangannya beralih ke dahi Sungmin, mengusapnya pelan dan menciumnya lembut. Dan Sungmin hanya bisa memejamkan mata, menerima sentuhan cinta yang lembut itu mengena pada dahinya. “ini”

Membuka mata dan kembali mendapati expresi namja tampan itu, antara sedih, bahagia dan kesal sepertinya.

Jemari Kyuhyun mulai membelai kedua kelopak mata Sungmin bersamaan, membuat Sungmin memejamkan matanya lagi hingga ciuman itu ia dapatkan disana. “aku juga pasti akan merindukan yang ini.”

Tak berhenti disana dan jemari panjang Kyuhyun mulai menangkup pipi berisi Sungmin, mengelusnya dan mengecupnya berkali – kali secara bergantian. “yang ini”

Menyentil hidung mancung Sungmin sejenak dan mengecupnya sekilas. Menggesek gesekkan hidungnya dengan hidung mancung nan mungil itu.

Tangan itu turun untuk meraih dagu Sungmin agar mendongak. Megelusnya dengan ibu jari dan menciumnya, sedikit memberi gigitan disana membuat Sungmin mengerang sebentar. “ini juga..”

“aku pasti akan sangat merindukanmu Hyung..” dan pada akhirnya Kyuhyun merengek seakan tak rela bahwa ia ia akan pergi jauh dari orang tercintanya. Memeluk tubuh itu erat dan menghirup dalam -dalam wangi khas namjanya.

“nado~ gwenchana Kyu, hanya untuk sementara bukan? Ayolah..~~” Sungmin mencoba menasehati maknae-nya itu, mengelus sayang punggung itu dan membenamkan wajahnya di leher Kyuhyun. Menghirup juga wangi khas dari sana yang pasti akan sangat ia rindukan.

***

Berhari hari setelah kepergian KRY ke Jepang dijalani Sungmin dengan kadar emosi yang semakin naik setiap harinya.

Menghadapi manusia – manusia yang menurutnya sudah cukup umur itu layaknya mengurusi anak dibawah umur. Setiap hari mendengar teriakan – teriakan yang memekakkan telinga di dorm dan dimanapun ketika mereka tengah berkumpul hanya karena hal kecil.

Dan Donghae sebenarnya sama sekali tidak tega melihat Sungmin yang kelimpungan menghadapi tingkah mereka yang memang disengaja. Dan diantara mereka –yang merencanakan– mungkin hanya Donghae yang setengah hati mau melaksanakannya. Ia masih cukup tahu batasan membuat orang kesal seperti apa. Dan ia juga menjadi orang yang sering mengingatkan untuk tidak lupa dengan kejutan ulangtahun Sungmin dengan menyiapkan kue dan makanan kesukaan Sungmin.

Menurut Donghae, dengan Kyuhyun tak mengangkat telepon darinya dan tak memberi kabar itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat seorang Lee Sungmin seperti orang bodoh. Tidak perlu bertindak kekanakan dan membuat Sungmin layaknya seorang ibu dengan 12 anak dibawah umur.

Hari ini Sungmin kembali mencoba untuk menghubungi Kyuhyun. Hampir seminggu dan ia dipastikan akan sangat marah jika namja yang sangat ia butuhkan saat ini itu tidak juga memberinya kabar.

Tapi ia harus rela membanting ponselnya untuk kesekian kali ketika nada sambungan itu tak juga berganti dengan suara Kyuhyun. ‘sabar’ mungkin itulah yang diterapkannya saat ini, mungkin Kyuhyun sedang sibuk. Dan dengan langkah lunglai, Sungmin keluar dari dorm, tak menyapa sama sekali member – member yang lain yang berada di ruang tengah disana. Ia harus tetap mengudara di SUKIRA meski tak ada Ryeowook disampingnya

***

“Kyu, kau kenapa?” Tanya Ryeowook santai. Ditangannya ia membawa setoples keripik berwarna kuning. Ryeowook mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun yang sepertinya tengah mencoba menikmati acara yang disuguhkan oleh televisi di depannya.

Kyuhyun menoleh ke arah Ryeowook dengan tatapan memelas dan sungguh membuat siapapun muak. Dan ini sudah berlangsung sejak kedatangan mereka ke Jepang.

“mwo?” Ryeowook tahu apa arti tatapan itu. Beginilah ketika maknae Super Junior sedang menginginkan sesuatu. Tatapan memelas yang gagal dipelajari dari king of aegyo Super Junior dikeluarkan.

Kyuhyun mengeluarkan satu jari telunjuknya dan merepet ke arah Ryeowook. Ryeowook bergidik. Dari sini ia bisa melihat jika Kyuhyun tengah menggumamkan kata ‘hanbonman’.

“aigo~~ sebegitu rindukah kau dengan Sungmin Hyung eo?” dan Kyuhyun hanya mengangguk melas.

“Kyu, bahkan ini baru beberapa hari kan?” Tanya Ryowook.

“ne, tapi aku tersiksa Wookkie! Kalian melarangku menerima telpon dari Sungmin Hyung, melarangku membalas e-mail dan pesan singkatnya, melarangku menghubunginya! Kau tahu? Kalian sangat menyebalkan!” ujar Kyuhyun mem-poutkan bibirnya. Terkesan aneh dan… menyebalkan.

“ya! Bukannya kau sudah setuju untuk rencana ini? kau ingat? Membuat Sungmin Hyung bad mood?”

“aish! Ne ne aku ingat. Tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk mendengar suaranya. Kalian terlalu berlebihan!” maknae itu mulai merengek.

“ada apa lagi Kyu?” Yesung yang tiba – tiba datang dan duduk mengapit Kyhyun itu bertanya. Kyuhyun menatapnya dengan tatapan yang beberapa hari ini sangat dihafalnya. Tatapan –ijinkan aku menghubungi namja ku–. Ya, kira – kira seperti itu.

“arasseo arasseo! Wookkie-ya, palli kau telpon Sungmin!” putus Yesung akhirnya.

***

Hari ini Sungmin seperti hari kemarin yang harus rela menjadi DJ di Sukira sendirian. Tampak imut dengan topi rajut berwarna abu – abu kombinasi pink warna kesukaannya.

Entahlah, semenjak berangkat dari Dorm tadi semangatnya terkikis dengan perlahan. Hyung dan Dongsaeng nya selalu berbuat ulah dan tentunya membuatnya jengkel. Ditambah lagi kenapa mereka harus tidak ada jadwal.

Ia jadi merindukan Hyung tertuanya –Leeteuk. Biasanya tiap mereka berbuat ulah di Dorm dengan bangun kesiangan, atau bertengkar kecil selalu bisa diam jika ada Leeteuk. Tapi sekarang?

Belum lagi ditambah beban fikirannya akibat Kyuhyun. Di dorm pun ia semakin dibuat frustasi kala mendengar laporan dari yang lain jika Kyuhyun mengangkat telepon mereka dan sering mengiriminya kabar selama beberapa hari ini.

Menyuruhnya untuk terus memberinya kabar tapi kenapa malah dia sendiri yang tidak konsisten. Ingin sekali Sungmin mencakar dan memukul tubuh Kyuhyun yang kurus itu jika Kyuhyun ada dihadapannya sekarang. Kau tahu rasanya kekasihmu tak member kabar apapun, tak mengangkat telepon, membalas sms maupun e-mail bukan? Itu yang dirasakan Sungmin.

Hati gondok dan rasanya emosi. Apapun yang kita lakukan serasa sia – sia karena ujung – ujungnya kita emosi juga.

Sengaja memang, ingat! Tujuan awal mereka adalah membuat Sungmin kesal dan bahagia di hari ulangtahunnya secara bersamaan.

***

Ia mengawali Sukira sendirian. Mengikuti alur script yang sudah dibuat oleh produsernya dan hanya melakoninya. Tapi sungguh, siapapun dapat melihat bahwa aura Sungmin hari ini berbeda dengan hari hari sebelumnya ketika siaran dan ketika Kyuhyun masih ada di Korea. Tampak dari wajahnya gurat gurat kerinduan, kesal, kecewa sedih dan sebagainya.

Suaranya pun tak seperti biasanya yang ceria dan terkesan imut tanpa dibuat – buat. Suaranya terdengar begitu lemah dan terkesan dipaksa.

“eo! yeobseo!” sapanya agak kaget ketika tiba – tiba ada telfon yang masuk.

Orang disana memberi salam. Dan hanya dengan mendengarkan sekilas ia bisa menebak bahwa itu adalah Ryeowook.

Suara Ryeowook yang agak melengking memang sangat mudah dikenali oleh indera pendengar Sungmin. Namja imut itu seperti mendapat pencerahan ketika suara Ryeowook menghampiri pendengarannya. Ia sedikit bertanya dan berbincang dengan Ryowook.

Dan saat Ryeowook mengatakan bahwa ia bersama Kyuhyun ia benar – benar seperti orang haus yang mendapat segelas air es. Apalagi saat Kyuhyun memperkenalkan dirinya. Tertawa keras, tawa yang amat dirindukan Sungmin.

“nae rommatte… nae rommatte!” Sungmin hafal betul suara itu, suara bass yang amat ia rindukan. Dan Sungmin tak bisa menahan gejolak bahagia yang membuncah di hatinya.

“nae rommatte! Cepat kembali! Kkk~~” dan kata kata permohonan itu terlepas begitu saja dari bibir tipisnya. Menyesal? Tentu tidak. Ia ingin berbicara lebih dengan Kyuhyun nya, ingin mendengar suara itu lebih lama. Tapi… sepertinya Ryeowookkie dan Yesung menahan setan itu agar tidak lebih frontal mengucapkan hal – hal yang hanya bisa dan boleh diucapkan di lingkungan dorm.

Sungmin agak merunduk kebawah melihat ponselnya. Di layar datar itu menampakkan nama Kyuhyun mrngiriminya pesan singkat. Ia kembali mendongak dan berpamitan dengan Ryeowook. Terlihat jelas raut muka manis itu sedikit berbinar meski kasat mata. Tapi siapapun bisa melihat.

***

Sungmin mengeratkan selimutnya agar lebih hangat. Menutup telinganya dengan bantal untuk mereda bunyi – bunyian aneh yang ia yakin berasal dari dua Hyung nya yang masih tersisa di Dorm bersama dirinya karena tidak ada jadwal.

Satu jam kemudian Sngmin bangun dengan segar karena telah mandi. T-shirt putih berleher bulat serta jeans biru tua kehitaman membuatnya terlihat tampan tanpa meninggalkan kesan cantik disana.

Matanya menatap dua punggung lebar yang tengah beradu game di ruang tamu itu. Dengan acuh Sungmin melangkah menuju dapur. Matanya berubah nyalang dan tatapannya sendu. Ingin sekali ia menempeleng dua kepala yang sama – sama bulat itu menggunakan Teflon yang berlumuran miyak dilantai.

Bagaimana mungkin ia baru saja bangun dan sudah mendapati kekesalan di pagi yang cerah ini? Shindong dan Kangin mereka mencoba memasak di dapur karena mereka lapar dan tidak ada Ryeowook di dorm. Sebenarnya ini murni salah Sungmin yang tidak bangun saat suara – suara aneh itu terdengar.

Membuat dapur berantakan dan kacau balau akibat mereka. Alhasil karena entah kenapa bibi yang biasanya bertugas membatu namja namja tampan itu membersihkan dorm serta menyiapkan makanan itu tiba – tiba ijin tidak masuk. Tepatnya dijinkan untuk tidak datang ke dorm. Ulah siapa lagi kalau bukan ulah namja – namja yang hendak menyiapkan kejutan untuk Sungmin. Jadinya Sungminlah yang kebagian membersihkan dorm sekarang, sementara kedua Hyung nya sibuk bermain PS di depan televisi.

“ya! Sungmin-ah, bisakah kau membuatkan kami minuman dingin?” teriak Shindong yang bisa didengar jelas oleh Sungmin dari dapur. Sungmin mencibir pelan dan tetap membersihkan wastafel yang penuh dengan minyak sisa dan perkakas kotor hasil experimen Hyung –Hyung nya itu.

“YA Lee Sungmin!!” kini giliran teriakan Kangin yang terdengar berat namun melengking. Haah! Kenapa mereka tidak ada jadwal seperti yang lain? Sungmin mengeluh dalam hati.

Akhirnya, degan hati dongkol dan tak ada likhas sama sekali, namja yang masih mengenakan clemek pink untuk melapisi kaus putihnya itu berjalan dengan kesal menuju lemari pendingin. Membuka dan mengambil dua botol berisi cairan berwarna orange dari sana.

Menutup pintu lemari pendingin itu kembali dan berjalan menghampiri kedua Hyung yang dengan asyiknya berkonsentrasi dengan layar besar dihadapan mereka.

“igo.” Sungmin meletakkan dua botol itu di meja yang ada di belakang mereka dan kembali berniat untuk melanjutkan pekerjaan yang seharusnya bukan pekerjaannya.

“aigoo~~ apa yang dilakukan big duo itu dengan wajan ini? aish. Tsk!” Sungmin tak henti – hentinya mengumpati keadaan wajan yang mestinya mudah dibersihkan itu kini malah terdapat noda gosong yang sulit dihilangkan.

“apa mereka memasak karet? Ck! Tidak bisa memasak ya jangan memasak, punya uang banyak tinggal beli juga mudah kan?” lanjutnya mendumel.

“YA! Sungmin – ah, kenapa tidak ada gelasnya?” Sungmin menghela nafas mendengar teriakan yang keluar dari mulut Shindong.

“minum langsung dari botolnya juga bisa Hyung!” teriaknya.

“ani, aku tidak terbiasa, cepat ambilkan gelas!” titah suara itu.

“biasanya juga diatas pentas Hyung sel –”

“palliwa!!!”

“tsk! Beruang menyebalkan!” namja manis itu mengumpat sebelum akhirnya mengambilkan satu gelas kaca berukuran panjang. Berjalan tak ikhlas dan meletakkan gelas itu di meja.

Sungmin sengaja meletakkan gelas itu dengan agak keras sehingga menimbulkan bunyi akibat kaki gelas yang menempel pada meja. Sengaja memang ia melakukannya agar Shindong menoleh. Dan bingo! Beruang itu menoleh dan tersenyum padanya sebelum akhirnya melangkahkan kakinya pergi dari sana.

“ambilkan gelas untukku juga Min!”

-tep-

Sungmin menoleh, tepatnya memicing mendengar suara itu. Ia hanya menstabilkan nafasnya yang sedikit memburu dan mengelus dadanya mencoba kembali bersabar.

***

sudah sebulan lebih Sungmin jalani tanpa kabar dari Kyuhyun. Sungguh! Sungmin merasa dirinya ingin menyerah dan keluar dari Super Junior.

Meski Kyuhyun jarang mengungkapkan kata – kata manis maupun perbuatan manis untuknya melainkan kejengkelan tapi tetap saja ia merindukan Kyuhyun. Kyuhyun nya yang entah bagaimana kabarnya. Bahkan ia juga sempat berfikir bahwa mungkin Kyuhyun disana sudah mendapatkan sosok yang dapat menggantikannya dihati Kyuhyun.

Sungmin jadi semakin pendiam, tertutup dan sensitive. Sering marah – marah dan berteriak tanpa alasan. Membuat semua yang ada di Dorm ngeri sendiri. Tapi sifat itu akan hilang saat ia bertemu dengan Kyuhyun ketika ada acara yang mengharuskan Super Junior hadir. Didepan kamera bahkan mereka yang jarang ter update menjadi sering sekali ter update.

***

Natal telah tiba. Tak ada yang istimewa dari natal ini. terkesan biasa dan seperti tahun tahun sebelumnya. Tapi Sungmin merasa kurang. Kyuhyun. Menurut kabar dari penghuni Dorm serta manager, Kyuhyun sengaja menghabiskan malam natal bersama dengan keluarganya. Sebegitu tak berartikah Sungmin untuk Kyuhyun saat ini? bahkan ucapan natal pun tak ia dapatkan dari Kyuhyun. Sedangkan para member yang lain memberi tahu bahwa Kyuhyun mengirimi mereka ucapan selamat natal lengkap dengan fotonya didepan pohon natal. Demi apa Sungmin ingin sekali membanting layar – layar datar itu. Beginikah Kyuhyun memperlakukan KEKASIHNYA??

***

Hari ini ia pulang dari SUKIRA. Lelah? Tentu saja namja ini lelah, pulang sendiri karena Ryeowook ditelfon oleh seseorang. Tapi setidaknya malam nanti adalah momen istimewa yang tak mungkin dilewatkan. Malam tahun baru sekaligus menyambut hari ulangtahunnya. Karena dijalan tadi sempat macet. Jadilah ia terlambat sampai di Dorm. Maklum, warga Korea tumpah ruah dijalan hanya untuk menyambut momen setahun sekali ini.

Sungmin memasuki Dorm. Dihati ia sudah menebak nebak apa yang ada di dalam Dorm. Kue ulangtahun serta makanan kesukaannya serta tak lupa makhluk – makhluk aneh sebagai pelengkap kue dan makanan kesukaannya itu tersedia di dalam.

Tapi hayalan itu pupus sudah ketika ia mendapati suasana Dorm yang sepi dan gelap. Menghidupkan lampu pun sama saja dorm itu memang sepi tak berpenghuni. Ia memutuskan keluar dan menuju lantai 12. Sepi.

Kembali turun ke lantai 11 dan ia baru sadar ada selembar kertas yang tertempel di depan pintu kamarnya.

| kami ke taman kota untuk melihat kembang api. Selamat bersenang senang^^ |

Dan Sungmin hanya menatap sedih selembar kertas itu. Rasa lelahnya menjadi sangat lelah ketika membaca pesan itu. Ia berteriak dan sejenak kemudian terdengar isakan nya. Menandakan bahwa namja imut ini benar benar menderita.

Ia membuka pintu kamarnya kasar dan menutupnya dengan cara membantingnya. Ia berlari dan menelungkup diatas kasurnya menumpahkan kekesalannya karena tak ada seorangpun yang mau menemaninya menghabiskan malam ini. jika tahu begini lebih baik ia menyetujui ajakan ibu nya untuk menghabiskan malam tahun baru bersama sekaligus merayakan ulangtahunnya.

Tubuhnya menegang seketika saat ia merasakan ada lengan yang membelenggu punggungnya. Nafas hangat itupun mulai terasa di area lehernya.

“kau merindukanku Hyung? Mianhae, Saengil chukkae…marry Christmas” namja itu berujar lembut membuat Sungmin tersenyum dalam isak nya.

Mereka pun bangkit dan saling pandang. Suara riuh dan gemerlap cahaya yang berasal dari kembang api itu sedikit demi sedikit menerangi kamar kyuMin yang gelap.

***

“sekarang, siapa yang bisa menjelaskan ini semua padaku huh?” Kyuhyun menghentak – hentakkan kakinya di lantai sementara Hyung – Hyung nya berlutut dihadapannya. Persis seperti prajurit yang menanti hukuman mati. Pagi setelah bangun memang sengaja Kyuhyun berniat menyampaikan segala uneg – uneg yang ada di pikirannya selama hampir dua bulan ini.

Dan Sungmin? Oh, namja kelinci itu sedang sibuk di dapur menikmati sarapan pagi nya dari Ryeowook.

“mi.. mian Kyu, kami lupa.” Jawab Yesung takut. Kyuhyun mengusap mukanya frustasi. Mati matian ia menahan hasrat ingin berjumpa dengan Sungmin, tapi Hyung – Hyung yang menyuruhnya untuk bertahan demi kejutan yang akan mereka berikan, malah tak memenuhi janjinya. Semuanya sia sia.

“lalu kenapa kalian malah melihat kembang api dan bukan menyiapkan kejutannya hah?? Kalian menyuruhku menunggu Sungmin Hyung dikamar sementara kalian asyik pergi begitu? Bagus sekali..” suara Kyuhyun sungguh membuat siapapun bergidik saat ini.

“aniya… ini ide Hyuk, Kyu. Dia yang menyuruh kami keluar.” Bela Yesung.

“mwo? Aniya.. aku mengajak kalian untuk ke supermarket membeli bahan bahan kan? Kalian saja yang berlebihan sok sok an ingin melihat kembang api. Cih” Eunhyuk yang tidak mau disalahkan memberikan alibinya.

“lalu ini?” Kyuhyun mengangkat kertas bertuliskan pesan yang sempat Sungmin remas semalam. Semuanya kaget terutama Eunhyuk.

“aish! Sudahlah! Diam kalian! Sungmin Hyung, kajja!” Kyuhyun dengan emosi menarik pergelangan Sungmin untuk mengikutinya. Sementara Hyung – Hyung yang bertanggung jawab itu mulai menyalahkan satu sama lain.

“ya! Ini semua gara – gara kau Ryeowookkie-a” tuduh Eunhyuk.

“ya! Mwoya? Kenapa aku?”

“karena ini ide mu kan?”

“aniya…

Dan sepertinya adegan tuduh menuduh itu tak berhenti begitu saja.

***

Seharian ini Kyuhyun mengajak Sungmin berkeliling kota Seoul. Meski sedang ramai tak mengurungkan niat mereka jalan – jalan. Sekalian merayakan ulang tahun Sungmin yang kejutannya meleset dari yang seharusnya.

“mianhae Hyung!”

“wae? Kenapa kau minta maaf?”

“karena rencana kejutan ulangtahunmu sia – sia. Kau tahu? Aku hampir mati saat mereka tak mengijinkanku untuk menghubungi mu Hyung,”

Terdengar kekehan kecil dari bibir tipis namja imut itu. Mata bulatnya terus saja menikmati hamparan permadani bumi yang tersaji begitu apik sesuai tatanan alam. Sedikit lega mendengar penuturan jujur yang dikatakan namja cingunya itu.

“Hyung…” panggil Kyuhyun. Ia heran kenapa Sungmin hanya diam dan tak menoleh barang sedikitpun padanya. Itu makin menguatkan spekulasi bahwa namjacingunya itu memang sedang marah padanya.

“shhtt.. diamlah Kyu, lihatlah, mataharinya mulai turun.” Pekik Sungmin. Dari nada bicaraya kentara sekali bahwa namja manis itu tengah senang. Kyuhhyun mengernyit memandang tampang antusias namjanya itu ketika menanti sang surya mulai manampakkan sinar keajaibannya, semburat senja yang menambah indah dunia.

“haah… padahal aku ingin sekali kesini saat pergantian hari ulangtahunku, menatap sunrise. tapi asal bersamamu tak apa sunset pun indah” ujar Sungmin lagi. Meski tak diungkapkan secara langsung, Tapi Kyuhyun bukanklah namja yang bodoh yang tak tahu kondisi namjanya sendiri. Ia tahu Sungmin kecewa.

Bagaimana tidak? Selama hampir 2 bulan dilarang bahkan sengaja dilarang untuk menghubungi kekasih sendiri. Apalagi Hyung-dongsaeng yang ada di Dorm selalu saja pamer bahwa Kyuhyun menghubungi mereka.

Hanya untuk kejutan ulangtahun? GOD! Bahkan makhluk – makhluk aneh yang menjurus ke ‘polos’ itu tak tahu apa yang harus disiapkan untuk ulangtahun Sungmin. Dan parahnya mereka melupakannya begitu saja karena tertarik dengan kembang api? Bunuh Heebum sekarang juga ^^V

Sungguh demi apa! Kyuhyun ingin sekali memakan mereka setelah memasaknya dengan cara memanggangnya, mengolesi mentega dengan sauce balado dan sedikit taburan cabai kering di atasnya. Pasti sangat nikmat.

Kyuhyun menunduk. Ia merasa gagal menjadi orang yang akan membat kekasihnya bahagia. Gagal membuat kekasihnya bahagia dihari bahagianya. “mianhae”

Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun dan tersenyum. Ia lantas menyandarkan kepalanya ke lengan panjang itu,menggenggam tangan Kyuhyun yang sedari tadi berpegangan pada pagar pembatas disana. Menggenggamnya erat seakan memberitahukan bahwa ia benar tak apa.

“sudahlah, bisa disini bersamamu pun aku sudah bahagia Kyu, gwenchana..” ujar Sungmin tulus. Mata kelincinya terus menatap kedepan dimana sang surya seolah enggan berpamitan padanya dan akan mengajaknya bermain esok hari.

Kyuhyun tersenyum mendengar penuturan tulus namjanya itu. Inilah yang paling ia sukai dari Sungmin. Pengertian dan sangat baik hati. Ia beruntung karena makhluk sempurna yang diciptakan dengan sempurna oleh Tuhan itu bisa ia dapatkan dan ia jaga. Makhluk dengan kadar sempurna yang amat tinggi dan membuat siapapun merasa sangat beruntung.

“gomawo Hyung, kau memang yang terbaik.” Kyuhyun beralih menggenggam tangan putih itu erat, mencium sekilas pucuk kepala itu hangat dan tersenyum ikut memandang lautan senja yang begitu menenangkan.

“ne, arra, aku tahu aku memang yang terbaik. Dan kau juga adalah orang yang paling terbaik karena mendapatkan orang terbaik sepertiku..kkk~~~” kekehan Sungmin yang terkesan lucu itu membuat Kyuhyun tersenyum.

“ne, kau benar Hyung…” dan untuk beberapa saat, kedua makhluk itu tetap memandang surya senja yang seakan enggan melewatkan sejengkal momen mereka.

“Hyung, kau mau kuberi hadiah?” Tanya Kyuhyun antusias membuat Sungmin menoleh ke arahnya.

“eoh? Apa?” tanyanya berbinar.

Tangan Kyuhyun yang tadi menggenggam tangan Sungmin mulai membibimbing tangan lentik itu ke arah dadanya. Menempelkan disana seolah disana adalah objek yang harus di jaga. Mata bulat itu membulat imut dan sesekali mengerjap cepat membuat pemilik itu terlihat lebih imut. Dan Kyuhyun bersumpah ia berdoa dalam hati agar ia sanggup tak memakan makhluk imut itu sampai di Dorm nanti.

“aku tahu aku bukanlah orang yang puitis seperti Donghae Hyung yang bisa membuatmu tersanjung dengan kata katanya. Dan aku juga bukan Siwon Hyung yang bisa kau banggakan ketampanannya di hadapan orang banyak sebagai kekasihmu. Aku tidak bisa memberimu barang paling berharga didunia ini karena mereka tak dapat menyamaimu yang terlalu berharga untukku Hyung, Tapi ini…” Kyuhyun menjeda kata katanya, semakin menarik tangan Sungmin untuk lebih merekat pada area dadanya.

Jangan tanyakan Sungmin seperti apa dan bagaimana saat ini. namja imut itu hanya diam memandangi tingkah namja dihadapannya ini. merasa lain dengan sosok Kyuhyun.

“aku hanya punya ini, hati yang sudah terukir nama Lee Sungmin didalamya. Aku meyerahkan ini untukmu Hyung, maaf..” Kyuhyun tersenyum hangat. Sangat tulus dan dapat dideteksi bawa ini bukanlah seringaian seperti biasa, melainkan senyuman tulus seorang Cho Kyuhyun yang mungkin hanya akan ditunjukkan kepada Sungmin.

Sungmin hanya bisa melongo menerima perlakuan Kyuhyun, menerima semua kata – katanya dan mencernanya perlahan.

Belum habis keterkejutannya ia harus rela lebih terkejut saat bibirnya ditawan paksa oleh Kyuhyun. Bibir tebal yang tengah melumat bibir tipisnya itu adalah hal yang dirindukan nya selama berbulan ini.

Pagutan indah yang berdasarkan cinta tercipta begitu manis diantara bibir keduanya. Kedua bibir yang saling merindukan.

Kyuhyun tersenyum disela ciumannya. Menatap sekilas wajah yang damai dengan mata tertutup seprti menikmati apa yang ia lakukan terhadap bibir itu.

“saranghae…” dan Sungmin hanya membalasnya dengan senyuman manisnya. Senyuman tulus yang mampu mengatakan bahwa ia juga mencintai Kyuhyun.

Tanpa menunggu lama, pagutan indah berselimut cinta itu tercipta dibiasi cahaya senja sang surya yang sepertinya ikhlas melepas dua makhluk yang tengah dimabuk cinta itu. Menjadi saksi berakhirnya siang tanggal 1 januari serta semakin kuatnya cinta dua insan disana.

Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin.

Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun.

No other, just them.

You believe or not? But you better than believe me.

END.

Pidato perpisahan (?) :

Cha!

Huaahhh~~ selese ditengah pikiran yang bercabang – cabang. UAS, Tugas, Presentasi, Laporan! GOD! maap buat keterlambatan dan cerita yang GaJenya gak ketulungan. Maklum lah yah, Ipech emang gini. Apa adanya bukan ada apanya. Gomawo buat yang mau nyempetin mampir dan baca ini, lop yu❤ muah muah^^ gomawo juga buat Rainy unnie yang mengijinkan FF anehku ini memenuhi wall dengan title Lomba.

See you..❤

5 thoughts on “Lomba FF KYUMIN | Bad Mood Ming | YAOI | 2sh | #2 [END]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s