FF LOMBA ALWAYS LOVE YOU | YAOI | KYUMIN | #2/END

LOMBA FF KYUMIN


Tittle : ALWAYS LOVE YOU
Author : Friska 137
Length : 2Shoot
Pairing : KyuMin slight MinJun
Cast : Lee sungmin
Cho kyuhyun
Super Junior member
Warning : YAOI, typo (s), abal, aneh, OOC, bahasa tidak elit, gg nyambung, bikin mules, tidak sesuai
EYD dan lain lain
Disclaimer : sungmin punya kyuhyun, kyuhyun punya sungmin, kyumin punya kyumin shipper, tapi FF
ini resmi punya saya
Genre : humor, romance, sad yang memaksakan
Rating : T+
Summary : Sungmin menyukai sahabat masa SD nya, tapi mereka berpisah karena sahabatnya itu pindah ke Jepang. Sahabatnya kembali dan mereka kembali berhubungan baik. Sungmin mencoba menyatakan cinta pada sahabatnya itu, tetapi ditolak karena sudah dianggap sebagai adik baginya. Sungmin terpuruk tapi itu tak lama. Cho kyuhyun, laki laki teman satu group sungmin. Mencintainya, membantu sungmin bangkit dari keterpurukkan dan akhirnya sungmin membalas cinta kyuhyun.

~o000oKYUMINo000o~
.
.
.
ENJOY READ^^
Chapter 2 (end)
Kyuhyun menutup pintu kamar siwon, ia pandangi pintu itu sendu. Air mata nya lagi lagi jatuh, entah sudah seperti apa matanya. Kyuhyun mengusap jejak air mata yang ada di wajahnya, kemudian beranjak dari sana. Berjalan dengan gontai menuju kekamar nya sendiri, tidak dengan sungmin lagi. Ia meraih kenop pintu kamarnya, dan…
BUGH
tubuh kyuhyun limbung dan jatuh dengan tidak elite di depan pintu kamarnya sendiri. Ryeowook yang sejak tadi memperhatikan kyuhyun, membekap mulutnya dan langsung berlari menghampiri tubuh partnernya itu. Ryewook berteriak memanggil member lain untuk membantunya membopong tubuh kyuhyun yang lebih besar darinya.
Donghae dan member lain yang lebih dulu mendengar teriakkan ryeowook segera datang dan membopong tubuh kyuhyun masuk kedalam kamar kyuhyun. Donghae membaringkan tubuh tak berdaya kyuhyun di kasur bersprai biru itu.
“telefon dokter saja teukki hyung” seru kang in yang langsung saja disambut anggukan dari leader Super Junior itu
“a-aku akan bilang pada manager hyung untuk mengosongkan jadwal kyuhyun hari ini” kali ini ryeowook yang menyeru
“h-hyung…” kyuhyun bergumam lirih
“ya kyuhyun-ah, katakan kau kenapa?” Tanya donghae
Kyuhyun membawa tangannya sendiri ke dadanya, dia meremas dan memukul pelan dadanya. Air mata bening itu pun tak berhenti mengalir dari sudat mata onxy nya yang kini sayu “hah, s-se-saakk h-hyung…hahh” keluh kyuhyun
Kang in mendudukan kyuhyun diatas kasur itu, lalu menyodorkan segelas air putih ke bibir pucat kyuhyun. Membantu sang magnae yang sedang drop ini minum.
“pneumothrax nya kambuh, panggil ambulan saja! Kita tidak bisa berlama lama menunggu dokter kim datang, terlalu lama”
.
.
.
“aku haus” sungmin menyibak selimut pink nya, lalu turun dari kasurnya dan keluar kamarnya. Sejenak ia merasa bingung karena keadaan dorm sangat sepi, sedetik kemudian ia menyadari mungkin saja mereka ada schedule.
Sungmin berjalan kearah dapur, ia menghampiri kulkas dan meminum sebotol air mineral yang utuh “shhh…” sungmin meringis kecil saat merasak air mineral yang dingin itu menyentuh bagian luka dibibirnya “masih sangat sakit, jika tidak diobati pasti jadi sariawan” sungmin menggapai obat sariawan yang berada di atas kulkas setelah itu mengobati lukanya. Ia berniat kembali ke kamar siwon, namun langkahnya terhenti saat melewati kamarnya dan kamar kyuhyun. Ia berbalik menatap pintu itu, terbuka sedikit. Sungmin membuka pintu itu, lalu masuk kedalam.
“shindong hyung? Sedang apa?” sungmin kaget melihat shindong ada di kamar kyuhyun, ditambah lagi pria gempal itu menggenggam koper merah ditanganya.
“aku sedang mengemas barang barang kyuhyun” sungmin berjalan menghampiri shindong.
“ke-kenapa dikemas, memangnya kyuhyunie mau ke-mana? Tanya sungmin
“tadi penyakit pneumothrax kyu kambuh, jadi dia di bawa kerumah sakit dan harus dirawat beberapa hari” jawab shindong yang langsung membuat sungmin terkejut
“be-benarkah hyung?”
“hmmmm, kau tidak tahu?”
“sejak tadi aku dikamar, ja-jadi tidak tahu. Aku boleh kesana tidak?”
“tentu saja, cepat salin bajumu. Kutunggu di mobilku ne?”
“arrachi, tunggu aku hyung”
.
.
.
“aishh…kyuhyun-ah ayo makan. Bagaiman kau mau sembuh kalau makan saj tidak mau?” leeteuk mengacak rambutnya frustasi, magnae ini sedang sakit masih saja menyusahkan.
Ceklek
Pintu ruang rawat inap kyuhyun terbuka, di ambang pintu terlihat shindong yang menggenggam koper nya dan sungmin yang membawa parcel buahnya.
“annyeong!” shindong dan sungmin masuk bersama, shindong langsung menaruh koper merah berisi baju baju kyuhyun di sofa dalam ruangan itu. Sementara sungmin langsung meletakkan parcel buahnya di meja nakas disamping ranjang kyuhyun, sejenak tatapan mata foxy dan onyx itu bertemu tetapi kyuhyun langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain asal tidak pada mata yang membuat nya terbang dan jatuh secara bersamaan.
“k-kau baik baik saja kan kyuhyunnie?” sungmin duduk diranjang kyuhyun lalu menggenggam tangan kyuhyun, mencoba memberikan kehangatan pada tangan pucat nan dingin itu.
“aku baik!” kyuhyun menjawab tanpa memandang lawan bicaranya itu “lepaskan tanganmu” kyuhyun menghempaskan tangan sungmin hingga tautan tangan mereka terlepas
“k-kau janga begini kyuhyun-ah” sungmin memandang onyx teduh kyuhyun dengan foxy sayunya
“kau yang jangan begini Lee sungmin-ssi, kau seperti member harapan palsu padaku!” panggilan nama formal itu terasa seperti kata kata yang menusuk dihatinya
“mianhaeyo, je-jeongmal mianhaeyo”
“kau menyuruhku menjauhimu, tapi kenapa kau kembali mendekatiku?” Tanya kyuhyun sarkastik
“aku khawatir pa-damu kyu…” jawab sungmin lirih
“cih! Alasan, kenapa kau tidak katakan kalau kau menyukaiku saja” cibir kyuhyun
“aku-“ sungmin ingin menjawab tapi dipotong oleh kyuhyun “aku sudah tahu jawaban nya, pergilah min”
“…hiks…aku…akan pergi, cepat sembuh” sungmin mengelus surai kyuhyun sebentar lalu ia keluar dari ruangan bernuansa putih tersebut
“kau mau keman min-ah?” Tanya shindong saat melihat sungmin keluar dari ruang rawat inap kyuhyun. Bukankah dia tadi ada di dalam? Tadi shindong dan leeteuk memutuskan keluar untuk membiarakan sungmin berbicara dengan kyuhyun.
“aku mau ke taman rumah sakit dulu hyung, jikan mau pulang telefon aku ne?”
“hmmm”
.
.
.
Sungmin berjaln sambil menunuduk kakinya menendang kerikil kerikil kecil di jalanan yang menyusuri taman rumah sakit Seoul International Hospital, tempat kyuhyun dirawat. Sungmin memdudukan diri dibangku taman berwarna putih itu. Sungmin menghirup udara sebanyak bayaknya lalu dihembuskan dengan bersa melalui mulutnya. Kata kata kyuhyun tadi masih terngiang di teling nya. Sebegitu bencinya kah kyuhyun pada dirinya sekarang?
“Lee sungminnie!” suara perampuan itu begitu familiar ditelinga sungmin, dia mengalihkan pandangan nya yang semula memandang langit menjadi kearah terdengarnya suara itu. Seorang wanita cantik berkacamata yang membawa sebuket mawar putih di tangan kirinya berjalan menghampiri sungmin, awalnya sungmin kebingungan dan bertanya Tanya siapa wanita itu tapi sedetik kemudian senyum indah terukir di bibir tipisnya. Dia adalah Lee Junhee, wanita yang di sukai sungmin.
“Junhee, kenapa ada disini?” Tanya sungmin
Junhee mendudukan diri disamping sungmin “aku menjenguk temanku, yang sedang sakit dan dirawat disini!” jawabnya
“siapa?”
“Jung hyori, teman dekatku. Dia menderita gegar otak, padahal usianya masih muda. Seusia mu”
“begitukah? Semoga saja dia cepat sembuh”
“eung, kau kenapa ada disini?”
“aku pun sama, menjenguk temanku yang sakit. Dia menderita pneumothrax” wajah sungmin menjadi meredup lagi setelah mengatakan itu, sekarang kyuhyun benar benar membuatnya tak bersamangat.
.
.
.
“kyu, kau ada masalah apa dengan sungmin hyung?” Tanya leeteuk
“ceritanya panjang hyung…” kyuhyuh mendesah malas
“dia itu menyukai sungmin hyung…” perkataan yang keluar dari mulut ryeowook sukses membuat leetauk terkajut, apa itu kyuhyun menyukai sesama jenis?
“k-kau gay kuhyun-ah? Tanya leeteuk terbata
“awalnya aku normal, tapi saat aku melihatnya aku langsung menyukainya” jelas kyuhyun
“kau gila?”
“aku tidak gila, aku memang menyukainya. Rasa cinta itu muncul sendiri dalam hatiku”
.
.
.
“pneumothrax? aku baru mendengar yang seperti itu Minnie-ah, penyakit seperti apa?” Tanya Junhee
“molla~” sungmin mengedikkan bahunya “tapi, kyuhyun bilang penyakit itu selalu saja membuat nya sesak nafas” lanjutnya
“eh? Kyuhyun saeng yang sakit? Aku baru tahu”
“itu karena kau kurang up to date”
Junhee mengerucutkan bibirnya “bukan begitu, itu karena aku terlalu sibuk dan aku juga tidak terlalu dekat dengan nya. Eumm…bagaimana kebar memberdeul yang lain?” Tanya Junhee
“mereka baik baika saja” jawab sungmin. Sejenak suasana menjadi hening, mereka terlarut dalam fikiran masing masing. Entah apa yang di fikirkan Sungmin maupun Junhee.
“Minnie! Besok kau ulang tahun ya? Ahhh…saengil chukkahaeyo” suara Junhee memecah keheningan yang tadi sempat tercipta
Sungmin terlihat meningat ingat sesuatu, setelah itu senyum berkembang dibibirnya “hmm, benar. Aku sampai lupa, fikiranku dipenuhi kyuhyun” ujar sungmin
“kau memikirkan nya, tidak memikirkan ku?” Junhee menunujuk hidung nya sendiri
“hahahaha, aku khawatir pada kyuhyun. Memang nya penting memikirkan mu?” sungmin tertawa keras sambil memegangi perutnya, sementara Junhee menggelembungkan pipi chubby nya yang putih itu.
“haaahhhh~ kau tidak berubah. Sudah jangan tertawa terus!” Junhee menggeram kesal melihat sahabatnya itu terus menertawakan nya
“hahahaha…hah, mian…aigoo, perutku sakit sekali…hah”
“Ya! Sudah, berhenti tertawa”
“aigoo, haha…mianhae”
“ughh~ jangan diulangi” seru Junhee yang langsung saja dijawab anggukkan oleh sungmin
“eung…jika ulang tahun mu dirayakan, undang aku ya min-ah?”
“aku tidak merayakan nya, para member mungkin banyak jadwal besok. Apa kau mau merayakan nya bersamaku?”
“memang kau sendiri tak punya jadwal? eumm…baiklah aku mau”
“managerku sedang sakit, jadi tak ada yang mengurus jadwalku, maka itu jadwalku dikosongkan. Jinjja?”
“hnggg…aku mau”
“baiklah, aku tunggu kau”
.
.
.
01 Januari 2013 00:24 KST, At Gui Gui cafe
Sungmin POV
Senangnya merayakan ulang tahun dengan orang yang kau suka, hanya berdua pula. Malam ini aku bisa melupakan masalah menyakitkan itu sejenak dengan memandangi wajah cantik sahabatku yang mungkin akan menjadi keksihku sebentar lagi. kkkkk~
Sekarang aku dan Junhee sedang makan malam bersama di cafe yang bernama Gui Gui. Café ini tidak terlalu ramai, ku pikir aku bisa dengan aman makan bersamanya disini. Aman dari fans yang mungkin saja langsung…err…menerkamku saat melihat ada aku didepan mata mereka.
Aku manatap wajah yang kurasa sangat cantik saat makan, aku suka wajahnya. Aku ingin segera mangukapkan perasaanku padanya, ayolah…itu tujuan ku yang sebenarnya bukan.
“eungg…Junhee aku ingin bicara sesuatu padamu?” aku berusaha menetralkan sport jantung yang mendera ku saat mata kelinci itu menatapku.
“bicara apa minnie, jangan bilang kau ingin meminta hadiah?”
“bu-bukan itu Junhee, aku…” aish, kenapa lidah ini susah sekali bergerak hanya untuk berkata ‘aku menyukaimu, aku ingin kau jadi pacarku’. Aku memainkan ujung ujung jariku dibawah meja yang menengahi kami, aku begitu gugup sekarang. Bukankah aku terlihat seperti gadis yang baru saja jatuh cinta? Aish…
“kenapa min-ah?” suaranya menghentikan pergerakan bodoh tanganku di bawah meja, aku mengangkat tangnku untuk menggapai tangan nya yang putih mulus itu
“Ju-Junhee…aku me-menyukaimu, aku ingin k-kau jadi pacarku” akhirnya kata kata itu keluar juga dari mulutku
“eh?” mata kelincinya mengerjap lucu
“eung…kau mau kan?” ayolah, jangan membuatku gugup. Kau hanya perlu menjawab ‘iya, aku mau’ dan semua selesai
“se-sebenarnya aku menyukaimu minnie, sudah sejak kita sekolah dasar dulu” jawaban itu membuatku terkejut. benarkan dia menyukai ku, bahkan sudah lebih dulu menyukaiku daripada aku menyukainya.
“jinjja?” aku bertanya antusias. Dia hanya mengangguk sebagai jawaban, dia mengangguk dalam menyembunyikan wajah memerahnya. Dia itu menggemaskan sekali.
“kalu begitu kau mau jadi pacarku?”
“mi-mianhae…aku, a-aku tidak bisa. Aku sudah di jodohkan dengan anak teman appa ku, bahkan kami su-sudah ditunangkan” pernyataan yang keluar dari mulutnya membuat jantung ku yang sport menjadi semakin sport, Seperti aku baru menyelesaikan lomba lari marathon yang begitu melelahkan. Mataku memanas, kurasa air mata bodoh itu akan jatuh. Aku buru buru menghapusnya selagi Junhee tak melihatku. Aku ditolak? Benarkah?
“ahh…se-seperti itu rupanya” aku mencoba tegar “baik-lah…tidak apa apa” pupuslah sudah keinginanku mendapat hadiah terindah pada hari ulang tahunku tahun ini. Haaaahhhh~ rasanya aku ingin marah. Tapi pada siapa?
“mianhaeyo, sungminnie. Kau tak marah padaku kan?” Tanya Junhee
“tidak, aku mengerti. Tidak apa apa” aku mencoba tersenyum padanya
Hening, tak ada percakapan lagi diantara kami setelah itu.
“ahh…ini sudah sangat malam, ayo pulang! Terima kasih sudah mau menemaniku merayakan ulang tahun”
.
.
.
Aku berjalan dengan gontai kekamar siwon, aku masih belum ingin tidur dikamarku yang dulu. aku meraih dan memutar kenop pintu itu hingga terbuka, aku melangkah kedalam kamar. Aku mendudukan diriku di atas ranjang.
“haahhh~” aku menghembuskan nafas panjang
TES TES
Air mata yang tadi kutahan di depan Junhee menetes begitu saja sekarang. Lolos tanpa ada suatu penghalang. Aku menangis sejadi jadinya, biaralah malam ini aku jadi pria cengeng. Aku sudah tak dapat menahan perih dan sakit yang bergolak dihatiku ini, sungguh sangat dan amat sakit.
PLUK
Sebuah tangan menyentuh pundak ku pelan, aku menolehkan wajah ku. Mata sembab ku bertemu dengan mata teduh itu.
“kau menagis min?” Tanya siwon
Aku lengsung menghambur dalam pelukkan nya, meneggelamkan kepala ku kedada bidangnya. Menangis sejadi jadinya disana, tak peduli kaus yang dikenakan nya jadi basah karena air mataku.
“kau kenapa?” dia melepas pelukan ku, menatap ku
“aku ditolak Junhee” jawab ku singkat
“maksudmu?”
“tadi aku menyatakan perasaan ku padanya, tapi dia bilang dia sudah dijodohkan oleh teman appanya” jelasku pada siwon
“Junhee? perempuan yang tadi pergi bersamamu?” aku mengangguk menanggapi pertanyaan nya
“sudah jangan menangis, inikan hari ulang tahunmu! Lupakan itu”
“tidak semudah itu, aku sangat menyukai kau tahu?” mudah sekali dia berkata seperti itu, dia tidak mengerti perasaanku sepertinya.
Sungmin POV end
.
.
.
Hari ini kyuhyun sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, memang belum pulih sepenuhnya, tapi kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan kemarin. Dokter berpesan kyuhyun tidak boleh kelelahan dan tertekan seperti saat itu lagi jika tidak ingin pneumothrax nya kambuh. Baiklah, itu tidak akan terjadi lagi.

~o000oKYUMINo000o~
Sesampainya di dorm, memberdeul yang lain segera membantu kyuhyun. tidak semua membantu, sungmin masih memilih rebahan di ranjang. Mungkin kejadian malam itu yang membuatnya seperti itu.
Kyuhyun mengeluarkan baju dan barang lain yang ada di kopernya, memindahkan nya lagi ke lemari di kamarnya. Setelah selesai, kyuhyun langsung mengistirahatkan diri di ranjang nya. Dia masih ingat pesan pesan dokter sebelum ia pulang ke dorm.
Matanya menatap lurus kearah plafon putih yang berada di atasnya. sedetik kemudian matanya beralih menatap ranjang di sebelah ranjangnya, ranjang sungmin. Dia mendesah malas, lalu menutup matanya beramksud untuk tidur. Namun suara pintu yang dibuka membuat matanya yang belum tertutup sempurna itu kembali terbuka, ia melihat ryeowook berada di ambang pintu kamarnya.
“kau sudah pulang?” Tanya ryeowook
“ya sudah hyung, kalau belum kau tak mungkin melihatku disini sekarang!” jawab kyuhyun
“hmm” ryeowook mendekat kearah kyuhyun, mendudukan dirinya di tepi ranjang kyuhyun.
“kau mau dengar cerita menarik?”
“apa itu?”
“tentang sungmin hyung” jawaban ryeowook membuat kyuhyun menjadi badmood, ayolah dia malas membahas sesuatu yang berhubungan dengan sungmin
“mendengar namanya pun aku malas!” ucap jyuhyun sarkastik
“dengarkan dulu, kau tahu dia itu sedang menderita sekarang. Pada hari ulang tahun nya kemarin dia menyatakan cinta pada seorang perempuan, tetapi dia ditolak” sepertinya sekarang kyuhyun mulai tertarik dengan cerita ryeowook menyangkut sungmin
“benarkah? Siapa perempuan itu?” Tanya kyuhyun
“namanya Lee Junhee, kalu tidak salah itu namanya”
“hahaha…senang sekali, akhirnya dia bisa merasakan sakit yang kurasakan!”
“hey kyuhyun-ah, ini adalah kesempatan emas untukmu”
“maksudmu apa hyung?” kyuhyun mengerutkan dahinya mendengar perkataan ryeowook, apa maksudnya dengan kesempatan emas?
“kau dekati dia lagi, buat dia melupakan rasa sakitnya dan beralih mencintaimu”
“k-kau bicara apa? Dengan kata lain aku menyerahkan diriku sebagai pelarian baginya? Begitu”
“bukan begitu juga. perlakukan dia sebaik mungkin, sehingga membuatnya menyesal karena telah membuat orang sebaik dirimu tersakiti kyu” kyuhyun tak bergeming menanggapi ocehan ryeowook
“kau masih menyukainya kan kyuhyun-ah?” ryeowook mengguncang guncangkan lengan kyuhyun bermaksud membuat pria jangkung itu menanggapinya
“ma-masih hyung” kyuhyun menjawab dengan nada lirih
“ayo lakukan, aku yakin dia akan memblas perasaanmu kyu”
“tapi aku tidak mau tersakiti untuk yang kedua kalinya hyung! Rasanya sangat sakit”
“aku yakin tidak, lakukan!”
“sekarang?”
“iya, bujuk lah dia kembali kekamar ini lagi”
“ya…terserah lah”
.
.
.
Ceklek
Kyuhyun membuka pintu kamar siwon, dia ingin melakukan apa yang disuruh ryewook padanya. Kyuhyun rasa dirinya sudah gila? Menjatuhkan diri sendiri di lubang nista yang sama.
“hyung, sungmin hyung?” kyuhyun memdekati tubuh sungmin yang kini sedang meringkuk memeluk lututnya di atas ranjang itu.
Kepala sungmin terangkat menatap kyuhyun yang sedang berjalan mendekat kearahnya. Tangan sungmin bergerak menyeka garis garis air mata diwajahnya menggunakan piyama pink motif kelincinya,setelah itu tanganya beralih menekan saklar lampu kamar itu. Penerangan remang remang yang hanya berasal dari lampu tidur tidak dapat membantunya melihat siapa yang datang.
KLIK
Tangan sungmin berhasil menggapai saklar lampu itu, penerangan kamar itu kini tak remang remang kini menjadi terang benderang
“kyu-kyuhyunnie?” sungmin bergumam lirih
“ne~ ini aku hyung, kau kenapa?” Tanya kyuhyun yang sebenarnya jawaban atas pertanyaanya itu sudah ia ketahui sendiri, tanpa perlu jawaban dari sungmin
Kyuhyun mendudukan dirinya di tepi ranjang itu, tangannya mengelus sayang surai hitam sungmin. Sungguh hatinya pun tak tega melihat sungmin seperti ini.
“gwenchana, kau..k-kau tak marah lagi padaku kyu?” sungmin balik bertanya
“tidak, aku merindukanmu hyung. Ayo pindah kamar lagi?” onyx teduh kyuhyun menatap foxy sayu milik sungmin
“aku-aku juga merindukan mu kyu, baiklah…bantu aku berjalan kyu?”
“hnnng, memangnya kenapa berjalan sediri?”
“kakiku sakit, posisi tidurku tiapa malam selelu begini”
“suruh siapa? Kau itu bodoh sekali. Baiklah ayo!” kyuhyun menghadapkan punggungnya ke hadapan sungmin, dia ingin menggedong sungmin ala piggy back style
“eh? Bukan begitu juga”
“kau banyak bicara!” tanpa banyak basa basi kyuhyun langsung membawa sungmin dalam gendongan nya lalu berjalan ke kamarnya
Setelah sampai di kamar, kyuhyun membaringkan tubuh sungmin di kasur “jangan pindah kamar lagi ya hyung, denganku saja!” seru kyuhyun
“eung…ba-bagaimana keadaanmu kyu? Sudah membaik?” Tanya sungmin
Kyuhyun mendudukan dirinya di tepi ranjang sungmin “aku baik hyung, sekarang bagaiman keadaanmu? Kau terlihat jelek jika begini” goda kyuhyun
“aishh…kau jangan menggoda ku” sergah sungmin
“aku bercanda!” tangan kyuhyun mengacak acak rambut sungmin
“jangan begitu, aku lebih tua darimu!”
Sejenak hening saat kedua mata itu bertemu tatap, lama mereka bertemu tatap. Kyuhyun memjamkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke wajah sungmin, merasakan pergerakan kyuhyun seperti ingin menciumnya, sungmin ikut memjamkan matanya menunggu sesuatu yang basah dan lembut itu mendarat dibibirnya. Entah kenpa dia menerima itu? Reflex?
CHU~
Akhirnya kedua belah bibir itu bertemu dan bersatu, saling melumat dan membalas perlakuan pasangan masing masing. Saliva menyatu dan kini menetes turun kedagu keduanya. Pagutan bibir keduanya terpaksa harus terlepas ketika kebutuhan oksigen mulai menyeruak kedalam paru paru mereka.
“ahhh…mianhae hyung” lirih kyuhyun
“gwenchana, aku mencintaimu!” perkataan sungmin membuat kyuhyun membulatkan matanya
“apa yang kau katakan hyung?” Tanya kyuhyun tak percaya
“mulai sekarang aku akan mencoba belajar menyukaimu, mencintaimu. Seperti kau dulu! Maafkan aku yang saat itu begitu tak mengerti perasaanmu”
“jinjja? Kau tidak berniat menjadikan ku pelarianmu kan hyung?” Tanya kyuhyun sambil menangkupkan kedua tangan nya di pipi berisi sungmin. Sungmin hanya mengangguk menanggapinya
“gomawo” kyuhyun membawa tubuh sungmin dalam pelukan nya, memeluk nya begitu erat. Sungmin yang awalnya pasif mulai membalas pelukkan kyuhyun, memeluk tubuh namja jangkung itu, mengelus dan menepuk pelan punggung kyuhyun.
‘saat aku ditolak oleh Junhee, aku serasa menjadi dirimu yang tersakiti. Aku akan menebus rasa sakitmu dengan cara membalas perasaan cintamu, aku akan belajar mencintaimu dengan tulus kyuhyunnie’ batin sungmin
END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s