R.E.P.L.A.Y | ONKEY | YAOI | Ch. 1

 

rainy hearT

.

~Proudly present~

 

.

 

.

replay ch 1 piku

 

R.E.P.L.A.Y

.

 

.

 

.

 

“Cinta itu manis tapi pahit. Sangat pahit tapi meski begitu, kau tak akan mau membuangnya dari indra perasamu. Memaksa menelan semua kepahitan itu.

 

Cinta butuh perjuangan, dan kesungguhan. Cinta juga butuh pengungkapan, satu kata manis yang akan mengikatmu selamanya.

 

REPLAY me please…

 

Saranghaeyo

 

.

 

.

 

.

 

.

Cast : Lee Jinki, Kim KeyBum, Others Shinee Member

Pairing: Jinkibum | MinKey

Genre : Drama, romance, etc

Length : series

Rated : T

Disclaimer : Key Milik Jinki, Jinki Milik Key dan Saya  >^<

Warning : YAOI / BL, GaJe, Typo(s), etc

GS: Kim Heechul

.

.

.

Don’t Like Don’t Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

.

.

Chapter 1

 

.

.

Shining Star Accademy

.

.

.

“Kau lagi?”

Mengangguk imut (?) dengan kedua mata sabit yang semakin menyipit.

“Heuh… sebenarnya apa yang ada dipikiranmu?”

Terlihat berfikir dan kemudian merogoh sakunya. Menyodorkan benda yang ia ambil dari sakunya, pada namja yang ada dihadapannya. “Ini.”

“Mwo?”

“Nde. Kurasa itu yang ada dipikiranku.”

“Apa ini? Eum… maksudmu, apa dengan kunci ini?”

Namja berpipi gembul itu tersenyum hangat dan lagi-lagi merogoh sakunya. Kemudian mengulurkan sebuah kotak berwarna pink. “Key_ itu adalah kuncinya. Karena kau kunci-anku. Karena kau Key-ku. Kuharap kau mau membukanya dan menjawabku.”

Kemudian membungkuk dan meninggalkan namja cantik yang masih sibuk dengan kuncinya. “Heuh….”

Namja cantik ini__

Kim Key-Bum. Key….

Siapa yang tak tahu tentangnya. Sosok cantik yang sempurna, seorang Diva yang begitu dikenal dan dipuja. Siapapun akan dengan mudah jatuh hati meski pada pandangan pertama mereka melihatnya.

Agak ketus_ memang.

Tapi, itu tak menjadi masalah. Seakan tak sebanding dengan ribuan kupu-kupu yang terus saja menggelitik perutmu saat kau berhasil mendapatkan senyumannya. Tapi sepertinya, tak akan semudah yang dibayangkan. Senyuman itu sangatlah mahal. Mungkin jika senyuman palsu, ia akan mudah memberikannya. Tapi jika senyuman yang sebenarnya….

.

.

.

Mendudukkan tubuhnya di kursi kelasnya. Bosan_

Ia menoleh kekanan dan kekirinya. Beberapa namja dan yeoja yang ada dikelas itu hanya melambaikan tangannya dan tersenyum canggung pada Key. Hei… siapapun akan segan jika mendekati Key. Perlu seribu keberanian untuk mendekati dan bersikap akrab padanya.

Key merogoh sakunya. Ia mengambil kunci dan kotak pink yang baru saja didapatnya dari Onew. Tersenyum miris dan mulai memasukkan kuncinya. Membuka kotak itu dan kemudian menggeleng heran saat melihat isi yang ada didalamnya.

Kembali menutupnya dan kemudian lebih memilih berjalan keluar kelas setelah sebelumnya kembali menyimpan kotak beserta kunci itu di saku celana seragamnya. Key berjalan santai menuju ke ruangan favoritnya, club dance.

“Ups…”

Menutup mulutnya saat melihat siluet namja berambut coklat yang tengah menari didalam sana. Segera membatalkan niatannya untuk masuk keruangan itu, tapi__

“Hyung! Tunggu!”

“Aish…. sial!” Key hanya bisa berdecak kesal saat mendengarkan teriakannya.

Bisa saja Key berlari dan menghindarinya. Tapi rasanya percuma karena hal bodoh yang akan ia lakukan itu bisa saja membuatnya terlihat konyol didepan semua siswa lainnya. Seperti biasa, namja manis itu akan bertingkah menyebalkan. –setidaknya menurut Key seperti itu-  “Heuh…” menghela nafas dan kemudian membuka pintu slide ruang club itu.

“Ah… kau datang untuk melihatku ya?” Namja manis itu segera menghampiri Key dan menyeretnya masuk. “Huah… aku senang sekali.”

Key hanya bisa menghela nafasnya. Tak tahu harus bersikap seperti apa. “Apa kau masih menginginkan hubungan itu? Kenapa bersikap semanja ini?”

“Nde, tentu saja Hyung. Aku tak akan bosan mengatakan jika aku mencintaimu. Saranghae, Key Hyung. Saranghae…” Memeluk leher Key dan menyunggingkan senyumannya. Sungguh, sebenarnya Key tak nyaman dengan posisi ini. Ia menggeliat mencoba melepaskan lengan kurus yang tetap saja bersikeras melingkari lehernya.

“Ayolah, Minnie. Cobalah untuk berfikiran lain. Aku tahu kau mengerti dengan posisi kita. Aku ini hyung-mu. Aku menyayangimu, tapi sebagai dongsaengku. Mengertilah…”

“Sayangnya, aku tidak mengerti Hyung.”

 “Kau mengerti, kumohon…”

“Heuh…. aku tak bisa mengerti.”

“Ayolah, Lee Taemin… apa yang ada dipikiranmu?”

Namja cantik itu menggeleng pelan dan kemudian mendudukkan  tubuh lemasnya. “Aku tak memikirkan apapun selain hyung. Tak memikirkan siapapun lagi selain hyung. Tak menginginkan apapun lagi selain Hyung. Jadi jangan membuat keadaan menjadi sulit hyung.”

“Heuh… kau yang membuat sulit.”

Taemin mengangkat wajahnya dan menatap dalam pada namja yang ada di hadapannya. “Kau tak mengerti aku. Kau tak mengerti perasaanku! Kau menyebalkan Hyung!”

.

Blammm…

.

“Key…” Key meratapi nasibnya yang entahlah, beruntung atau malah sebaliknya. Ia mengacak rambut kemerahannya, hanya bisa duduk di sudut ruangan dance itu. Menatap pantulan tubuhnya di dinding kaca itu.

Ia menyentuh bayangannya sendiri, “Haish…. lagi….”

Yeah__ lagi-lagi…

.

.

.

‘Kenapa sekolah ini jam istirahatnya lama sekali?’

Key sempat membatin kesal, karena jam istirahat selama 1 jam itu. Bahkan, ia sampai bosan untuk menghabiskan jam istirahat mereka. Setelah jenuh merenungi  kekonyolan Taemin tadi, ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu.  Berjalan-jalan di jalan setapak akademi mereka.

‘Mungkin kembali ke asrama lebih baik.’

Yeah, Key memutuskan untuk kembali ke asrama dan menghabiskan waktunya untuk menggambar beberapa desain untuk butik Umma-nya. Namun, Key kembali harus menahan  nafas saat melihat wajah namja yang bahkan dari kejauhan pun sudah terlihat jika namja yang tengah berdiri didepan pintu kelasnya itu sedang menunggunya.

“Ommo…”

Key segera membalik arah kakinya dan melangkahkan kakinya sedikit kaku dan takut. Namun ia tetap berusaha ramah pada siswa lain agar tak menimbulkan kecurigaan. Tapi, tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu menyeret lengan kurusnya. Membawa tubuhnya untuk ikut dengan langkah yang terus memaksanya itu.

“Lepaskan aku!”

Key mencoba melepaskan cengkraman itu. Terlebih sudah banyak siswa yang melihat perbuatan yang cukup kasar itu, menatap kasihan padanya. Siapapun tahu, jika yang sedang seenaknya menyeret Key kali ini adalah seorang playboy yang sama sekali tak pantas mendapatkan Key.

“Tak akan.” Mata itu menatap tajam pada Key. “Aku tak akan melepaskanmu. Kau mengerti?!”

“Kau pikir kau siapa?”

Menyeringai khas dan berusaha mengusap poni Key, tapi ditepis cepat oleh tangan Key yang lain. Namja itu tertawa kecil. “Aku calon kekasihmu, tentu saja. Memangnya siapa kau pikir?”

Tertawa mengejek dan menggelengkan kepalanya perlahan. “Heuh… kau pikir kau cukup baik untukku?” Key menghentakkan tangannya hingga akhirnya cengkraman itu lepas. “ Kau sudah bermimpi terlalu jauh!”

“Ow …. come on baby…” Namja itu berusaha meraih punggung Key tapi dengan cepat Key kembali menghindari lengan itu. “Yeah… bukankah kita serasi?”

“Ck… in your dream!”

“Jinjja? Aku tak sedang bermimpi, kurasa. Bahkan semua sepertinya sudah menyetujuinya.”

“Kau!” Jari telunjuk Key berada tepat didepan hidung Jonghyun. “Kau pikir kau siapa? Kau ini hanya seorang egois yang suka menekanku! Kau gila, Kim Jonghyun!”

“Yeah… tentu saja. Aku gila karena mencintaimu, Key. Apapun akan aku lakukan.”

“Aku benar-benar membencimu, Dino pabbo head!”

“Wuah…” Jonghyun menyunggingkan senyumannya. “Ternyata kau sangat mengingatku, Key.”

Key tetap acuh dan tak mendengarkan ocehan Jonghyun.

“Key, aku akan mengatakan pada Heechul Umma! Aku akan menjadikanmu namjaku!”

Key menghentikan langkahnya dan menggeram kesal. “Ya! Mati saja kau, Kim Jonghyun!”

Key segera berlari meninggalkan Jonghyun. Sungguh, hari ini adalah hari kesialannya. Benar-benar sial.

.

.

.

Key menggenggam kuat kedua genggaman jemari kurusnya. Ia menahan kebencian dan tangisnya. Ia tak lagi mempedulikan bagaimana ia harus bersikap ramah pada orang lain. Yang ia inginkan hanya ketenangan. Satu ketenangan.

.

Ceklek…

.

Key membuka pintu kamarnya. Tersenyum kecil saat melihat namja yang tengah sibuk bermain PSP hitamnya.

“Minho-ya…”

Memanggil dengan suara lirihnya. Namja tampan itu meletakkan PSP-nya dan kemudian membenarkan posisi duduknya di tepi kasurnya yang ada dibawah. “Heum… sekarang apa lagi, Key?”

Key menggeleng lemah dan kemudian berjalan perlahan dan duduk disis Minho. Key melingkarkan kedua lengannya pada pinggang Minho. “Aku takut akan seperti ini terus.” Menyamankan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di bahu nyaman nan lebar itu. “Bagaimana aku harus mengatur semuanya?”

Minho hanya tersenyum kecil. Ia sudah tahu pasti karena memang seringkali Key merasa begitu terbebani dengan semua permasalahan kehidupan percintaannya. Minho mengusap lembut rambut Key.  “Siapa yang sebenarnya benar-benar kau inginkan?” berucap lirih dan tetap menatap tak jelas kearah depan.

“Entahlah?” Key menggeleng pelan.

Minho tersenyum kecil saat melihat gundukan berbentuk kotak di paha Key. Ia sudah bisa menduga, apa yang ada di saku celana seragam Key. “Kotak itu, dari Onew sunbae?”

“Nde.”

“Apa kau masih menginginkan kunci-kunci lainnya?”

“Apa maksudmu?”

Minho membenarkan posisi duduk Key, membiarkan lengan itu terlepas dari pinggangnya. “Yeah, kau masih menginginkan kunci lain dari Onew sunbae.”

“Aku…” Key menunduk tak yakin. Entahlah, ia sendiri pun tak tahu.

Minho mengangkat dagu Key, membuat wajah itu sejajar dengannya. “Kenapa tak berhenti dan membukanya, menjawabnya dan selesai?”

Key terdiam. Ia meremas kotak itu dari balik kain celana seragamnya.Entahlah, tapi sungguh tak ada yang bisa Key jelaskan tentang perasaannya saat ini. “Aku… itu….”

Minho melepaskan bahu Key dan kemudian kembali ke posisinya semula. Berbaring dan menatap ke atas yang merupakan bed Key. “Lalu dengan Taemin.”

“Ah, itu… dia…”

“Kenapa tidak bersikap tegas padanya dan membuang rasa sayangmu?” Minho berkata dengan nada datarnya.

“Ahni, aku tidak…”

“Lalu dengan Kim Jonghyun__” Belum key menjawab pertanyaan Minho, lagi-lagi namja itu kembali menyela pemikirannya. “Kenapa tak mengancamnya seperti yang biasa kau lakukan?”

“Aku sudah… Aku…”

Dan Key hanya bisa diam, menunduk dalam. Ia sendiri tak pernah tahu, apakah ia benar-benar bisa melakukan yang terbaik tanpa menyakiti siapapun.

“Kau berharap bahagia dengan salah satu dari mereka tanpa menyakiti yang lainnya. Apakah kau berfikir kau ini malaikat?”

“Minho, aku tidak seperti itu. Aku bukan berfikir seperti itu. Hanya saja, aku tidak bisa memutuskannya semudah itu.” Key segera merogoh kantung celana seragamnya. Mengeluarkan kotak pink itu dan meudian memutar kuncinya.

Membuka kotak itu dan memperlihatkan isinya pada Minho. “Aku bahkan tak pantas untuk mendapatkan ini. Kau lihat bukan, namja ini dengan semua kekonyolannya terus saja melamarku. Dia benar-benar gila.”

Key kemudian mengeluarkan benda bercahaya dari dalam kotak itu dan memakai di jari manisnya. “Dan bagaimana bisa Onew membeli cincin dengan ukuran yang sangat pas untuk jariku? Bagaimana bisa aku membuang semua permberiannya?”

“Yeah… kau memang seperti itu. Tidak tega-an. Hahhaa…” Minho menggeleng pelan. “Lalu dengan Lee Taemin. Sampai kapan kau dan dia akan bermain seme uke seperti ini? Kau pikir dia Uke yang cocok untukmu? Atau kau pikir dia itu seme yang cukup konyol untukmu?”

“Ya! Bukan begitu. Dia terlihat sangat imut dan menggemaskan. Yeah, meski terkadang mengesalkan karena terus merajuk. Sungguh, aku sudah berusaha membuatnya mengerti jika aku hanya menyayanginya sebagai adikku, tapi tetap saja dia bersikeras menjadikan aku kekasihnya. Ish…. aku bisa gila!”

Key mengacak rambutnya. Membuat Minho semakin gemas melihat tingkah Key yang benar-benar membuatnya terlihat semakin berantakkan.

Key terus saja menggerutu, bercerita tentang Onew, Taemin dan juga Jonghyun yang semakin lama membuatnya semakin menggila karena kesal. Tapi, entahlah telinga Minho seakan tertutup untuk mendengar semuanya. Ia memang mengulaskan senyuman dibibir tebalnya. Bukan karena cerita Key yang memang terdengar sedikit konyol, tapi___

Ia tengah menatap wajah cantik dengan pipi tirus itu. Menatap mata cantik dengan eyeliner hitam yang semakin mempertajam mata kucingnya. Menatap pipi tirus yang merona kemerahan itu, dan terus terfokus pada bibir cerry yang terlihat sangat manis jika ia menggigitnya.

Minho menggeleng pelan, tak percaya. Sungguh, ia sama sekali tak menyangka. Bahkan hal ini terdengar sangat konyol. Tapi, Minho hanya bisa diam dan melihat semuanya dari kejauhan.  ‘Kenapa tak melihatku?’

Yeah, hanya bisa membatin. Minho, hanya bisa mengucapkan semua pujian kekagumannya dalam hati, tanpa memiliki satu keberanian pun untuk mengatakannya secara tegas.

“Hahaha…. kau tahu Key, semuanya pasti jatuh cinta padamu.”

“Ah, nde… hahaha… tak kusangka, namja dan yeoja disekolah ini sungguh menyeramkan.”

.

.

.

Merasa jenuh dengan kehidupan dirumah, Kim Kibum atau -Key- lebih memilih bersekolah di satu akademi yang menyediakan asrama bagi siswanya. Dan, entahlah__

Sempat berfikir bahwa mungkin yang terjadi padanya hanyalah satu perputaran roda takdir yang hanya berputar pada satu titik. Seolah memutar kembali cerita yang sama dengan pemeran yang berbeda.

“Nde, Umma…”

Sore ini, Key memilih keluar dari asrama meski hanya untuk menikmati secangkir teh hangat. Duduk bersama, terlihat sangat harmonis dengan yeoja cantik yang berada di hadapannya. Kim Heechul.

“Aku hanya tak tahu harus bagaimana. Kenapa semua yang terjadi padamu seakan berputar kembali dan kini terjadi padaku? Apakah aku akhirnya harus sendiri, sama sepertimu Umma?”

Heechul tersenyum kecil dan memilih melihat ke arah lain. “Kau pikir aku menginginkannya? Menjadi orang tua tunggal untukmu, bahkan sejak kau kecil dulu. Menerima semua hinaan keluarga, dan terlebih lagi appa biologismu yang bahkan tak mengakuimu sebagai putranya?”

Key menatap kasihan pada yeoja yang masih terlihat sangat cantik didepannya. Yeoja itu terlihat begitu tegar, bahkan sama sekali tak terlihat guratan lelah didahinya. Wajahnya masih sempurna, bahkan terlampau cantik untuk yeoja seusianya.

“Mianhe, Umma.”

Heechul tersenyum kembali dan kemudian menatap lembut pada Key. “Setidaknya, mereka mencintaimu. Mungkin untuk saat ini, kau hanya perlu memilih yang terbaik. Tapi, pastikan kau tak menyakiti salah satu dari mereka.”

“Itu akan sangat sulit, Umma.” Key bergumam pelan. Ia kembali menghirup wangi teh yang cukup bisa menenangkan pikirannya. Sesekali tersenyum kagum menatap yeoja tegar dihadapannya.

“Ah, Umma. Bagaimana jika aku membantumu di butik. Sepertinya menyenangkan.”

“Tentu saja. Terkadang aku ingin kau pulang kerumah, chagi.”

Key hanya mengangguk pelan. “Mianhe, Umma. Aku hanya tak bisa terus dirumah jika hanya akan menyusahkanmu.”

Heechul hanya diam. Dia tak berkomentar apapun lagi. Ia sudah tahu, seperti apa tekanan yang didapatkan Key. Namja itu, berusaha melindunginya dengan tak berada disekitarnya. Setidaknya, dapat mengurangi cibiran yang di dapati Heechul karena Key. Karena semuanya menganggap Key, anak haram yang benar-benar tak jelas statusnya.

Tapi, tiba-tiba Key tertawa pelan. “Hei, seperti Umma pernah pulang ke rumah saja.”

“Mwo?” Heechul menatap tak suka pada wajah tersenyum Key. Hingga akhirnya mereka berdua bersama-sama tertawa.

“Ahahhaa… kita sungguh konyol, Umma.”

“Nde. Hahhaa…. karena aku pikir tinggal di butik lebih menyenangkan.  Hahhaa….”

.

.

.

Key baru kembali ke asramanya setelah gelap. Ia berjalan pelan menyusuri jalan setapak menuju ke gedung asramanya. Namun, di tengah jalan ia kembali bertemu dengan namja manis yang kini tengah beranjak dari duduknya dan berjalan ke arahnya.

Tersenyum sangat cantik, terlihat semakin menggemaskan dengan balutan kaos kuning bergambar tokoh one piece kesuakaannya. “Hyung!” berteriak keras dan melambai pada Key.

Untunglah, mood Key sedang baik kali ini. Ia membalas lambaian tangan namja itu dan kemudian membiarkannya berlari cepat hingga akhirnya memeluk erat tubuhnya. “Wuah… bogoshippeo…”

“Ahh—ahahhaa…nde. nado bogoshippeo.”

Tersenyum kaku saat mendengar ucapan namja manis yang kini dengan seenaknya menyeretnya untuk mengikuti langkahnya. “Kajja, ikut ke kamarku Hyung. Aku sendirian karena Dongho sedang pergi. Dan juga ada sedikit tugas hehhee….”

Key hanya mengiyakan dan mengikuti langkah namja ini. “Heum… Taeminnie.”

“Nde.”

“Apakah kau sengaja tak mengerjakan tugasmu dan menungguku disana?”

Taemin mengangguk cepat, “Nde, tentu saja. Aku ‘kan ingin berduaan dengan Key hyung. Dan juga, Key hyung harus membantuku mengerjakan tugasku.” Taemin menatap penuh harap pada Key. “Kau mau ‘kan hyung? Bukankah kau sudah tak marah lagi padaku?”

“Ahhh-nde…” Key tersenyum canggung. ‘Harusnya aku sudah tahu.’ Yeah… hanya bisa membatin.

Mungkin akan mudah menghindari yang lain, atau jika yang menyukainya itu bertingkah sama menyebalkannya dengan Jonghyun. Namja tak tahu malu dan cukup tangguh, hingga Key bisa seenaknya terus menghinanya.

Tapi , ini Taemin. Seorang Lee Taemin yang tak akan pernah bisa dihindari Key. Wajah menggemaskan itu selalu saja berhasil membuat Key mengalah dan tersenyum maklum. Rasanya ingin memarahi dan memusuhinya, tapi selalu saja sikap manja Taemin tak akan pernah bisa di tolak Key.

.

.

.

Malam semakin larut dan tugas pun sudah selesai dikerjakan. Meski harus sedikit menahan kekesalannya karena Taemin seakan tak peduli pada tugasnya dan terus mengganggu Key.

“Heuh….” Key hanya bisa menghela nafasnya.

Menatap bingung namja yang kini tengah tertidur nyaman sambil memeluknya. Sesekali menggesekkan kepalanya di dada Key, menyamankan pelukannya. Dan jika sudah begini, tak ada satu hal pun yang bisa Key lakukan.

Kembali, mencoba melepaskan lengan kurus itu setelah beberapa kali kegagalan. Jantung Key berdebar takut. Yeah, bisa saja sedikit dari gerakannya itu membangunkan malaikat manis yang tertidur dipelukannya.

‘Hh…. Little Taeminnie…’ Membatin kembali saat Taemin sedikit bergerak. Tapi, akhirnya Key bisa bernafas lega saat  Taemin berguling ke arah lain.

Perlahan, ia turun dari bed Taemin. Perlahan juga ia membuka dan menutup pintu slide kamar asrama itu. Mengendap-endap keluar dari kamar Taemin. Ia tahu, ini bahkan sudah larut malam. Tapi sangat tidak mungkin ia tidur menemani Taemin disana. Nantinya, akan semakin sulit untuk menolak namja itu.

Key berjalan pelan menuruni tangga menuju lantai dasar. Gedung asrama Key berbeda dengan gedung Taemin. Dengan jarak yang sedikit jauh itu, sudah cukup bisa membuat Key begidik ngeri. “Huhh… sepi sekali.”

Key terus saja melihat ke kanan dan kirinya. Menggunakan cahaya ponsel sebagai penerang jalannya. Awalnya, Key berjalan dengan penuh kepercayaan diri. Tapi ia mulai merasa takut kembali saat melihat bayangan-bayangan yang melintas di hadapannya.

“Nuguya?”

Mendesis lirih dan mencengkeram erat genggaman kedua tangannya. Berulang kali menahan nafas karena takut. Key mulai gelisah saat bayangan itu malah berhenti tepat didepan Key. Segera saja ia meraih ponselnya dan mencari nama Minho.

“Ommo… jangan makan aku…” tubuh Key bergetar takut. “Ish… kenapa nama Minho itu tidak ada. Ommo…. ommo….” Key semakin panik dan takut saat bayangan itu berjalan mendekat kerahanya, ia melangkah mundur__ mundur ___ mundur ___ dan…

.

“BOOM!”

.

“Ahhhhh!!!! Hantu!!!!” Berteriak keras saat bayangan itu mengagetkannya. Sontak menutup kedua matanya dan membiarkan tubuhnya terus bergetar ketakutan. Tapi…

“Ahahhaa….hahhaaa…..”

Key mengernyitkan dahinya saat mendengar suara tawa dari hantu yang berhasil menakutinya itu. Terlebih ia mulai mendapatkan kesadarannya dan mengingat-ingat kira-kira siapa si pemilik suara tawa itu.

“Hhaahahaa… kau lucu sekali, yeobo.”

‘Eh…?’ Key mulai membuka kedua matanya, dan __ “Yah! Kau!”

.

Pletakkk…

.

“Awww…… appo…. neomu appo…” Namja di hadapan Key ini sontak menghentikan tawanya saat merasakan sakit di lengannya karena pukulan key.

“Yah! Biar tahu rasa kau! Mau membunuhku ya?” Menatap tajam pada namja yang ada dihadapannya. Berkacak pinggang dan kemudian sedikit mendorong tubuh itu.

“Aku ‘kan hanya ingin mencari kesenangan. Berjaga malam-malam begini membuatku bosan. Untung saja ada kau disini.”

Key  menatap tak percaya pada tingkah polos namja yang satu ini. “Hei, jangan bertingkah seperti yeoja begitu Onew Sunbae. Kau pikir kau ini pantas mempoutkan bibirmu seperti itu. Dasar hantu menyebalkan!”

“Tapi suka ‘kan?” Jinki mencolek dagu Key, dan dengan cepat Key menepis tangan Jinki.

“Suka katamu?! Yah! Aku hampir mati karena kesal.”

Jinki mengacuhkan kekesalan Key dan kemudian menggamit lengannya. Entahlah, mengapa Key tak menolaknya. Mungkin ia berfikir, berdua dengan hantu tampan ini lebih baik dari pada pulang sendiri.

“Mianhe.” Jinki tersenyum polos dan menatap Key. “Kajja, aku akan mengantarmu kembali ke kamarmu. Eum… atau kau mau tidur bersamaku?”

“Mwo?!” Key menatap tajam pada Jinki. “Yah! Kau ini ketua kedisiplinan. Mau cari mati eoh?”

Jinki tertawa sekali lagi. Ia sungguh gemas melihat tingkah Key. “Hahahha… aku hanya bercanda. tapi kalau kau mau, aku akan sangat senang.”

“Itu memang keinginanmu. Heuh… bermimpi saja sana. Dasar menyebalkan.”

Key mulai malas menanggapi Jinki.  Ia tetap fokus berjalan menuju ke gedung asramanya. Entahlah, tapi ia seperti tak terlalu mempedulikan lengan Jinki yang melingkar indah di pinggangnya.  Apakah Key benar-benar merasa nyaman, atau___

Merasa hanya ada keheningan diantara mereka, Jinki memilih memulai pembicaraannya dengan Key. Ia menatap lembut garis wajah yang masih terlihat cantik meski dalam kegelapan itu. “Eum, yeobo…”

“Hei… Sejak kapan aku jadi yeobomu?” Key menanggapi ringan, meski tetap saja masih terdengar nada kekesalannya.

Jinki  tertawa kosong dan kemudian menggaruk tengkuknya. “Ah… hahaha… baiklah. Kalau begitu Lee Kibum.”

“Ya!” Key sedikit berteriak pada Jinki. “Kau mau membuatku marah eoh?”

“Aish… baiklah. Mianhe.” Jinki memasang wajah seriusnya. Ia menghentikan langkah mereka dan kemudian menyudutkan Key untuk bersandar di salah satu pohon yang ada disana. “ Kim Kibumie…” Menjeda kalimatnya dan tersenyum lembut. Mengusap pipi tirus Key dengan punggung tangannya.

Entahlah, mengapa Key tak menolaknya?

Mengapa ia membiarkannya?

“K-kau mau apa?” Sedikit kaku saat menyadari, wajah dihadapannya ini berubah menjadi seorang pangeran tampan yang sanggup mempesonanya. Mata itu, kedua mata sabit itu menatap penuh pada Key. Seolah mengunci jiwa Key agar tetap kaku dan berada di tempatnya. Sama sekali tak bisa berkutik.

Jinki menatap lembut pada Key, mendekatkan wajahnya. “Kau cantik…” Berbisik lirih menggodanya.

Oke, jika biasanya Key akan marah maka kali ini lain lagi ceritanya. Mungkin efek angin malam yang dingin hingga membuat otak Key sedikit error. Ia membiarkan Jinki memanjanya dengan sentuhan jari pintarnya. Membiarkan namja itu mengusap lembut bibirnya dan menghipnotisnya dengan hembusan nafas berbau mint di hadapannya.

“Sangat cantik, Key.”

Jinki mendekatkan wajahnya. Menatap penuh pada bibir Key yang mungkin terasa sangat manis saat ia melumatnya. Jantungnya berdebar kencang. Ingin rasanya melonjak senang karena Key seakan menerima setiap sentuhannya. “Let me…” berbisik lembut dan kemudian memegang dagu Key. “Kiss you….”

“Onew mmmppp…”

Membulatkan kedua mata kucingnya. Ia tak percaya dengan ini. Sungguh, ia tak menerimanya. Tapi, bagaimana bisa tubuhnya bergerak dengan sendirinya. Menikmati ciuman itu dan mulai membalas perlakuan Jinki. Membiarkan lengan Jinki semakin mendekapnya erat dan tanpa bisa mengendalikan tubuhnya, ia mulai melingkarkan lengan kurusnya di leher Jinki. Menekan tengkuk namja itu, memperdalam ciuman mereka.

‘This is my first kiss, and this is the sweetest one. My lovely, yeobo…’

.

.

.

Kiss …

Itu adalah satu permulaan dari semuanya. Dari perasaan yang akan mengawali kisah mereka. Tapi apakah akan jadi satu permulaan juga…

.

.

.

‘Kenapa kau menerimanya? Membiarkan dia mendapatkan ciuman pertamamu, Key?’

Hanya bisa menutup kedua matanya. Berpaling dan tak ingin melihat lagi. Jarak ini bahkan terlalu dekat. Ia tahu ia akan sakit hati. Lalu, kenapa masih memaksakan diri untuk melihatnya?

‘I’m crying for you baby, can you see it?’

Menangis dalam hati dan melangkah lemas meninggalkan tempatnya berdiri tadi. Genangan itu sudah membasahi ujung mata besarnya. Terus meremas dadanya yang berdenyut sakit.

‘Kita bahkan belum memulai kisah yang sebenarnya, Key?’

Meratapi semuanya… akankah ia harus menyerah secepat ini?

.

.

TBC

.

.

Yeah… fic abal dengan cerita pasaran… hehee… a little gift for Uri ONEW yang makin unyu makin harinya….

 

Hehhe…. mianhe untuk keGAJEannya…

 

Mind to comment?

 

9 thoughts on “R.E.P.L.A.Y | ONKEY | YAOI | Ch. 1

  1. Ini ceritanya banyak banget konfliknya…
    Tapi aku suka banget sama cerita ini….
    Gak tau kenapa baca cerita ini yg pas bagian terakhirnya jadi nyesek T^T
    Ditunggu lanjutannya chingu, LANJUTKAN!!! ^^

  2. aigooo…

    syukuralhamdullillah..
    ciuman.a si emak key yg dapat si babe onew…

    tapi. tapi gk tega ama minho…
    ayolah. minho mending kau dengan minnie ne….

    babe onew ayo pertahanan cintamu..
    AUTHOR JJANG

  3. wach, Key bnr” s’Org Diva…. Bnyak bgt yG ska ma Key…. Pi yG pSti Onew yg akn dpt Cinta Key…. Hehehehe
    tu yG nNGis Minho ya thor….?? Jdi Minho Liat Onkey ciuman dOnk….. Kasian…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s