Lomba FF Kyumin | Tell Me Your Fell | Twoshoot | B/End

Mian karena telat banget ngepos.. ini juga ceritanya makin melebar kemana2.. wkwkkwkwk

 

tell me 2

Happy Reading aja dah.. ☺☺☺☺

Title: Tell Me Your Fell (LOVE)

Cast: Kyumin, Yunjae, and other

Genre: Yaoi— fluff – romance – hurt – sad

Rating: 17+

Leght: TwoShoot

Summary: seperti yang sungmin pernah katakan “cinta itu ibarat air. Saat airnya berada dalam jumlah yang banyak, maka kita tidak akan terlalu memperdulikannya. Tapi jika air itu sedikit, maka kita akan sangat membutuhkannya”.

Sungmin memejamkan matanya pelan. Dia hanya terus menopang wajahnya menatap tanpa arah keluar jendela, sama sekali tidak terganggu dengan suara bising yang di timbulkan teman-temannya.

Sungmin kembali teringat kejadian tadi pagi. Biasanya dia akan menjemput kyuhyun lalu pergi bersama, tapi tadi sungmin hanya tersenyum pada kyuhyun yang memandangnya penuh rasa bersalah. ‘aku pergi dulu kyu’ hanya itu yang sungmin ucapkan. Dia merasa terlalu sulit untuk bertatap muka dengan kyuhyun dalam waktu dekat ini, walaupun tadi malam dia sudah memantapkan hatinya untuk bersikap seperti biasa, tapi kenyataan nya setelah bertatap muka dengan kyuhyun, sungmin bahkan ingin segera pergi menjauh dari kyuhyun.

.

.

.

Kyuhyun tidak berbeda jauh dengan sungmin. dia juga teringat saat sungmin. kenangan mereka berputar seperti roll film.

Flashback~

Anak manis berusia 5 tahun memandang lekat sepasang suami istri juga seorang anak kecil yang bersembunyi di balik punggung orang tua. Anak kecil itu berusia tiga tahun, dia dua tahun di bawah sungmin. anak yang bernama kyuhyun itu memeluk erat boneka astronya.

“sungmin~ah.. beri salam pada keluar cho. Mereka akan menjadi tetangga mu mulai sekarang” sungmin mendongak, walaupun dia tidak mengerti betul,namun dia membungkukkan tubuhnya

“ joneun lee sungmin imnida. Bangeupseumnida ahjumanim, ahjusshinim”

“aigoo~ sungmin manis sekali. Ayo kyu.. kau perkenalkan diri mu juga” kyuhyun menggelengkan kepalanya kuat, dia semakin memegang erat boneka astronya. “ah.. kyuhyun sangat pemalu. Sungmin hyung, mau berteman dengan kyuhyun kan?” ujar mrs.cho. sungmin menganggukan kepala sambil tersenyum manis kearah kyuhyun yang menatapnya lekat.

Flash end~

Kyuhyun tersenyum kecil saat mengingat kembali saat-saat itu. dia sangat takut melihat orang baru saat itu. terlebih waktu itu sungmin melihatnya tanpa berkedip. Kyuhyun kecil berpikir sungmin akan memakannya. Pikiran anak kecil yang polos.

.

Kyuhyun tercengang menatap goresan tidak beraturan yang dibuat oleh dirinya sendiri. Kyuhyun merasa pikirannya mulai menggila, terlebih jika melihat apa yang ditulisnya. ‘cutemin’

.

kyuhyun di kejutnya oleh seseorang yang menutup matanya. “oppa~”

“hyerin~ah” ucapnya lirih. Kyuhyun menurunkan tangan hyerin dari wajahnya. Yeoja cantik itu tersenyu manis, membuat matanya menyipit membentuk garis. Kyuhyun tersenyum tanpa sadar. “ayo pulang bersama” kyuhyun menarik tangan hyerin menuju pemberhentian terdekat.

.

.

Sungmin pov

Aku berjalan lesu siang ini. Biasanya aku akan berlari sambil tersenyum jika waktu pulang sekolah tapi berbeda dengan sekarang. Aku tidak butuh alasan untuk berlari sambil tersenyum seperti biasanya.

Aku menghentikan langkahku saat kaki jenjang tiba-tiba berdiri menghadapku.

“aku memanggilmu dari tadi, kau terus melamun sepanjang hari” yunho tersenyum sramah padaku. Jika sebelumnya aku akan balas tersenyum, maka sekarang aku merasa kaku untuk menarik kedua sudut bibirku. “apa kau akan pulang?” aku mengangguk ragu. “baiklah.. kita pulang bersama saja” aku dan yunho berjalan beriringan sampai seseorang membenturkan bahunya dengan kencang dari arah belakang.

Aku melihat jaejoong terkejut melihat kami. Aku mengerti dari tatapan horornya kearahku dan yunho. “maafkan aku. Aku sedang buru-buru, jadi tidak melihatmu” ujarnya membungkuk.

“aku tau kau sengaja” timpal yunho. Jaejoong tidak ambil pusing, dia hanya berjalan dan tidak memperdulikan ucapan yunho. “kau yang mengatakan pada sungmin tentang perasaan ku kan?” jaejoong menghentikan langkahnya, dia membalik badan menghadap kearahku dan yunho. “aku ingin sekali marah. Tapi aku sangat berterima kasih. Setidaknya kau membantuku” jaejoong tersenyum kecut sambil menatap tanah yang di injaknya.

“itu bagus. Selamat” dia lalu berbalik dan kembali melangkah dengan angkuh.

Sejujurnya aku merasa tidak enak sekali. Jaejoong akan semakin tidak suka denganku. Aku manatap Yunho yang berada di sampingku. Dia sepertinya tidak mabil pusing, malah menarik tanganku menjauh dari sekolah.

Sungmin pove end~

.

.

Kyuhyun mendudukan pantatnya di kasur empuknya,setelah tadi mengantar hyerin pulang bersama. ‘terima kasih atas segala nya kyuhyun oppa~’ kyuhyun masih teringat wajah hyerin yang tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya sama seperti sungmin. dia membaringkan tubuh lelahnya, perjalanan yang panjang membuatnya sangat lelah. Dia menatap lingkaran merah di kelendernya. ’15 hari lagi’ gumamnya.

Kyuhyun bangkit dari tidurya, dia berjalan pelan menuju meja belajarnya. Di raihnya sebuah note kecil berwarna merah. Note kecil bergambar kelinci hadiah ulang tahunnya dari sungmin. kyuhyun mendudukan tubuhnya di kursi putar, dia tersenyum kecil sambil membuka lembaran demi lembaran yang penuh dengan tulisan tangannya.

Berbeda dengan sungmin yang hanya menatap kosong langit-langit di atasnya. Berulang kali sungmin membalik badannya menghadap menyamping. Kearah tembok yang menghadap langsung kearah kamar kyuhyun. Sungmin memejamkan matanya. Dia tersentak saat tiba-tiba bayangan kyuhyun dan dirinya melintas begitu saja di otaknya.

Flashback~

Kyuhyun memeluk erat boneka astronya sambil menatap sengit sungmin yang mencoba mendekat padanya. “kyuhyun~ah.. kajja kita main” ucap sungmin sambil tersenyum

“shireoo~ kau mau mengambil boneka ku. Pergi!!”

“aniyooo.. hyung hanya ingin bermain denganmu” sungmin semakin mendekat kearah kyuhyun yang menatapnya dengan garang. Di lemparnya boneka itu sampai mengenai wajah sungmin. sungmin meringis kesakitan, membuat kyuhyun jadi menatapnya penasaran. Dia mendekati sungmin yang tersenyum sambil mengelus sisi kanan wajahnya yang terkena lemparan boneka milik kyuhyun.

Sungmin mengambil boneka kyuhyun lalu memberikan pada namja kecil yang menatapnya lekat. “cha~ ini boneka milik kyu” kyuhyun menerima boneka dari tangan sungmin.

“hyung mau bermain denganku?” ujarnya dengan suara yang sangat pelan.

Sungmin tersenyum kecil. Dia mendekat kearah kyuhyun yang hanya sebatas hidungnya itu.

“tentu saja~” ucap sungmin senang. Sejak saat itu kyuhyun selalu mengikuti sungmin kemana pun namja imut itu pergi. Dan kyuhyun tidak lagi memeluk boneka astro nya, melaikan menggenggam erat tangan sungmin sebagai pengganti nya.

Flashend~

Sungmin menghela nafasnya. Tapi beban di hatinya juga tidak kunjung menghilang. Terlebih sungmin akan kembali mengingat kyuhyun, lebih dan lebih lagi.

.

.

.

Sungmin tersenyum canggung kearah yunho yang melihatnya. Acara perpisahan osis merupakan agenda besar yunho sebelum menyerahkan kepemimpinannya. Yunho sering mengadakan rapat rutin untuk memantau persiapan pelaksaan acara tersebut.

Semuanya sangat serius memperhatikan yunho yang menjelaskan tidak terkecuali sungmin maupun jaejoong. Namun bedanya, sungmin akan selalu mencuri pandang kearah jaejoong yang menatap serius kearah yunho sambil mencatat poin-poin yang di tangkapnya.

“kurasa itu saja pembahasan kita kali ini. Jieun dan narim segera persiapkan keperluaan bahan untuk pesta nanti, aku tidak mau persta perpisahan ini buruk. Mina dan junho segera sebar pemflet nya arachi.. lalu jaejoong—“ yunho terdiam memperhatikan jaejoong yang menatapnya juga. Yunho mengalihkan pandangannya “ku harap kau tidak mengacaukan dekorasi pestanya” ujarnya sambil mentap jaejoong kembali.

“ne~” ucap jaejoong sambil mengangguk. Semuanya merapikan semua peralatan mereka begitu juga dengan jaejoong.

Sungmin serta seluruh orang yang berada dalam ruangan itu tercengang saat melihat jaejoong yang keluar ruangan secepat ini. Biasanya jaejoong akan menunggu yunho selesai, karena kenyataannya yunho yang paling terakhir keluar dari ruangan itu.

Yunho mengerti semua yang ada di sana memandangnya bertanya. Sejujurnya dia sendiri kenapa jaejoong meninggalkan kebiasaannya menganggu yunho. Yunho menggelengkan kepalanya pelan. ‘bukankah itu bagus’ gumamnya ragu.

“ah.. sungmin~ah.. kau mau pulang bersama ku lagi?” yunho kembali merasakan tatapan mengintimidasi kembali terarah padanya. Yunho hanya mencoba bersikap seperti tidak terjadi apapun.

“mian~ aku akan pulang sendiri” walaupun merasa kecewa yunho tetap tersenyum manis kearah sungmin.

Yunho menghela nafas setelah ruangan itu kosong. Dia akhirnya memutuskan untuk keluar juga, namun dia menemukan sungmin yang sedang berbicara dengan jaejoong. Seketika perasaan kesalnya muncul, sambil mengepalkan tangannya dia mendekati jaejoong setelah dilihatnya sungmin menjauh dari sana.

“ kim jaejoong” jaejoong menoleh kearah yunho yang mendekat kearahnya. “apa yang kau bicarakan dengan sungmin?” ucapnya dingin

“sejak kapan kau perduli apa yang aku bicarakan?” ujarnya tak kalah datar. Jaejoong melihat ke bawah tanah yang di injaknya. “ah.. apa kau sudah berniat untuk membalas cinta ku?” jaejoong mengangkat wajahnya. Dia membaca ketidaksukaan yunho dengan ucapannya. “apa benar begiut?”

“berhenti bermimpi jaejoong. Aku tidak akn mungkin menyukaimu kecuali otakku sudah benar-benar gila” yunho terdiam aas ucapannya. Terdengar menyakitkan memang, tapi dia sendiri tidak mengerti ucapannya selalu tidak terkendali saat bersama jaejoong.

Yunho terdiam. Jaejoong sama sekali tidak membalas perkataannya, dia malah melangkah menjauh meninggalkan jaejoong dalam kebingungan. Yunho sebenarnya menyadari keganjilan dari sikap jaejoong sejak kemarin.

“jangan coba mempengaruhi sungmin” yunho tidak tau mengapa, dia hanya ingin jaejoong berbalik dan menyahut ucapannya. Tapi jaejoong hanya membalik badannya tanpa mengucap sepatah katapun.

“apa ada yang salah dengan kepalanya?” gumam yunho melihat jaejoong yang meninggalkannya.

.

.

.

Kyuhyun berdiri dengan gugup di depan pintu. Beberap menit lalu kyuhyun berniat untuk kembali ke rumahnya tapi dia mengurungkan niatnya setelah bersusah payah mengumpulkan keberanian untuk memencet bel. Karena tak kunjung mendapat jawaban, kyuhyun memutuskan untuk pergi.

“kyuhyun~ah” kyuhyun melebarkan matanya saat mendengar suara lembut yang memanggilnya. Dengan perlahan kyuhyun membalikan badannya.

“sungminnnie hyung~” ucap kyuhyun gugup. Dia mendekat kearah sungmin berdiri di depan pintu. “aku sebenarnya ingin mengantar ini. Pie apel buatan umma” sungmin melihat kotak yang lumayan besar yang di bawa kyuhyun. “kau tidak menyuruhku masuk?”

Sungmin terkikik geli mendengar nada iritasi kyuhyun.

“masuklah” ujarnya seraya memberi jalan agar kyuhyun dapat masuk.

“ah.. kyuhyun~ah.. sudah lama kau datang kemari ne, biasanya sungmin yang akan datang ke rumahmu” ujar nyonya lee sambil menata piring di atas meja makan. Kyuhyun tersenyum kikuk. Memang benar, selama dua bulan terakhir kyuhyun tidak pernah datang ke rumah sungmin, hanya sungmin yang sering mengunjungi rumah kyuhyun setiap waktu.

“belakangan ini kyuhyun sedang sibuk umma. Ne kyu?” sungmin berjalan kearah ruang tivi nya sambil mengganti channel yang ada.

“aku membawa pie apel dari umma” ujar kyuhyun sambil mendekati nyonya lee yang sudah selesai menata meja makan.

“ah.. aku memang sudah lama sekali tidak memakanan masakan buatan umma mu” nyonya lee mengambil pie apel yang ada di tangan kyuhyun dan membawa nya ke dapur. “duduklah dengan sungmin, kau harus makan di sini malam ini” kyuhyun hendak menolak tapi melihat nyonya lee memasang wajah pura-pura marah kyuhyun akhirnya memutuskan untuk duduk di samping sungmin.

Kyuhyun duduk sangat merasa tidak nyaman, dia dan sungmin hanya duduk diam melihat berbagai acara yang menampilkan berbagai pernak pernik natal. “apa kabarmu hyung?” sungmin menoleh kearah kyuhyun sambil tersenyum.

“baik. Seperti yang kau lihat sekarang” kyuhyun mengutuk dalam hatinya. Seharusnya dia tadi menolak ajakan nyonya lee. Dia mungkin tidak akan berada dalam suasana canggung seperti sekarang.

“saatnya makan” teriak nyonya lee dari arah dapur. Sungmin berjalan mendahului kyuhyun dan duduk manis di tempatnya. “appa nya sungmin biasa pulang terlambat, dan lagi sungjin sedang ada kegiatan di sekolah nya. Aku senang kau makan di sini malam ini” kyuhyun tersenyum lembut pada nyonya lee dan juga sungmin.

.

.

.

Kyuhyun tersenyum senang sambil berjalan menuju kamarnya. “kenapa baru pulang sekarang?”

“aku makan malam di rumah sungmin hyung” kyuhyun masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan umma dan appa nya yang saling berpandangan heran. Tidak biasanya kyuhyun bertingkah ane seperti sekarang kecuali pada saat natal 3 tahun lalu. Kyuhyun juga bertingkah aneh seperti tadi.

Keduanya saling mengedikan bahu dan kembali melakukan aktivitasnya masing-masing.

Sementara kyuhyun menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuknya. Dia menjadikan lengannya sebagai badannya. Dan bibirnya tidak pernah berhenti untuk mengumbar senyuman. Dia menerawang jauh pada saat sebelum dia kembali ke rumah. Kyuhyun sangat bersyukur karena sungmin menanggapi dirinya tanapa rasa canggung, terlepas setelah masalah yang terjadi antara keduanya.

Kyuhyun merasa wajahnya memanas saat mengingat kembali saat dia mana dia dan sungmin berciuman untuk pertama kali.

Saat itu kyuhyun yang sedang duduk di bangku sekolah menengah pertama dan sungmin berada di tahun pertama nya di sekolah menengah atas.

Kyuhyun saat itu sangat kesal karena sungmin mengajakanya keluar padahal kyuhyun sudah meperingatkan kalau hari ini akan turun hujan, tapi sungmin tidak mau mendengarkannya. Dan di sinilah mereka, berteduh di dalam telepon box.

“kyuhyun~ah” panggil sungmin dengan rasa bersalah di hatinya. Tapi kyuhyun sama sekali tidak mengengidahkan panggilannya sama sekali, dan dia malah berpura-pura sibuk dengan handphone nya. Kyuhyun sebenarnya tidak marah sama sekali tapi dia hanya ‘sedikit’ merasa kesal ucapannya tidak di dengarkan oleh hyung yang sangat di sayangnya itu.

“kyuhyun~ah” panggil sungmin entah untuk keberapa kalinya, namun sama seperti sebelumnya kyuhyun bahkan tidak melirik sama sekali. Dengan kesal sungmin merampas handphone kyuhyun.

“YAH!!” teriak kyuhyun marah.

“itu karena kau tidak mendengarkanku” ucap sungmin takut. Dia bersumpah, wajah kyuhyun sangat menyeramkan saat marah. Sungmin menundukan wajahnya sambil mengembungkan pipi nya sebal. Dia menyerahkan handphone kyuhyun dengan kasar pada pemiliknya, sampai sang namja yang lebih muda itu hanya menghela nafas pasrah.

“aku tidak bermaksud untuk berteriak padamu. Maafkan aku” ujar kyuhyun tidak ingin memperparah masalah yang ada. Tanpa kyuhyun sadari sungmin semakin merasa bersalah. Kyuhyun yang selalu meminta maaf padanya, walaupun namja berambut ikal itu tidak bersalah sama sekali. Dia menggigit bibirnya agak keras,bingung harus berbicara apa dengan kyuhyun setelah apa yang dia lakukan. Sungmin tau sikapnya seharusnya lebih dewasa dari pada kyuhyun.

Keduanya kembali terdiam, menciptakan suasana yang semakin canggung lebih dari sebelumnya. keduanya hanya menghabiskan waktu duduk berdampingan dengan melihat titik air yang jatuh di kaca, serta beberapa pasangan yang berlalu lalang dengan menggunakan payung.

Sungmin merasa pipinya menghangat, saat melihat sepasang kekasih yang berjalan di bawah hujan dengan payung merahnya. Lengan kiri sang lelaki melingkar indah di bahu wanita di sebelahnya, agar sang wanita tidak terkena satu tetespun air hujan.

Kyuhyun juga menyadari sungmin yang terus menatap pasangan itu dengan bibir yang tak henti menyunggingkan senyuman. Kyuhyun merasa aneh ketika melihat semburat merah di pipi sungmin. dia kembali melihat kearah pasangan yang berpayung merah tersebut.

Kyuhyun tercekat. Hatinya benar-benar mengumpat pasangan yang berciuman di bawah payung itu. kyuhyun berdehem pelan, karena nyatanya dia merasa gugup, serta wajahnya tidak kalah memerah dengan sungmin. dan kyuhyun kembali mengumpat pasangan berpayung merah karena hal itu.

Kyuhyun mencoba berdehem sekali lagi. Dia mencoba mencari topik pembicaraan karena jujur saja mereka tidak terbiasa berada dalam keadaan saling mendiami satu sama lain. “jadi apa yang ingin kau katakan padaku sebelum kita terjebak di sini” ujar kyuhyun agar keras karena suara hujan mungkin menggangunya.

Sungmin kembali merasa gugup sama seperti ketika dia belum terjebak dalam telepon box ini. Dia sebenarnya mengajak kyuhyun karena ada hal penting yang ingin dibicarakanya. Dia hampir lupa tujuan awalnya karena hujan membuat rencana nya gagal.

“hmm.. itu..” dia merasa tidak tau harus memulai dari mana. Ini jauh dari rencana awalnya. Dan itu membuatnya kesal sampai melupakan rangkaian kata yang sudah di pelajarinya jauh-jauh hari sebelumnya.

Kyuhyun merasa alisnya menyatu begitu saja. Ucapan sungmin tidak memberi penearangan apapun tentang apa yang sebenarnya akan di ucapkan namja imut itu. dia kembali menjadikan handphone nya sebagai pelampiasan. Memainkan gamenya yang sempat tertunda saat sungmin merampasnya tadi.

“aku sudah merasa menyukaimu ketika kita masih kecil. Kau ku anggap sebagai dongsaeng ku sendiri. Kita selalu bersama kemanapun dan dimana pun” sungmin mencoba menerawang masa lalunya bersama kyuhyun lagi. “kau ingat kyu saat usiaku 10 tahun dan kau berusia 8 tahun.. aku tidak terlalu ingat tapi saat di sekolah dasar anak-anak di kelas ku mengusikmu, dan aku langsung menghajar mereka satu persatu. Aku selalu melindungimu sebisaku karena ku menyayangimu. Tapi aku menyadari satu hal saat aku berpisah darimu saat aku harus melanjutkan SMA ku. Aku tidak tau mengapa, tapi aku berpikir akan lebih baik jika aku terus bersamamu. Terlebih saat kau bercerita banyak orang-orang mulai melihatmu, dan bahkan para gadis di sana menjadi sangat memujamu saat aku sudah keluar dari sekolah itu. aku merasa hatiku sedikit tidak terima dan sedikit cemburu” ujar sungmin pelan di akhir kalimatnya. Sungmin mencoba menghela nafas dan mengumpulkan keberaniannya.

“kurasa aku mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?” sungmin terdiam cukup lama menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir kyuhyun. Namun setelah lima menit berlalu sungmin menunggu dia juga tak kunjung dapat mendengar apa jawaban kyuhyun. “kyuhyun~an” panggil sungmin lagi sambil menoleh kearah kyuhyun yang diam menatap ponselnya. Memang sejak mulai berbicara dia sama sekali tidak menoleh kearah kyuhyun.

“sial. Aku kalah” sungmin terdiam menatap kyuhyun yang baru saja menoleh kearahnya. “apa kau tadi bicara sesuatu tadi? Aku tidak mendengarkanmu karena asyik bermain game” ujar kyuhyun menggaruk tengkuknya dengan wajah awkward. Karena sungmin tak kunjung bicara kyuhyun berpura-pura sibuk dengan ponselnya lagi. Tapi sesuatu yang tidak diduga terjadi, untuk kedua kalinya sungmin merampas ponsel dari tangan kyuhyun.

Kyuhyun akan berteriak marah lagi, tapi sesuatu yang lembut menghantam tepat bibirnya. dia melihat dengan jelas wajah sungmin dari dekat. Mata bulatnya terpejam sempurna, dan kyuhyun baru tau bulu mata sungmin ternyata sangat panjang. Dan Namja imut itu masih memejamkan matanya sambil mengulum bibir kyuhyun. Dia ikut memejamkan matanya sama seperti yang sungmin lakukan dan membalas ciuman sungmin.

“saranghae” ucap sungmin setelah melepas ciuman mereka. “kyuhyun~ah, aku tidak tau kata apa lagi yang harus aku ucapkan, tapi maukah kau menjadi kekasihku?” ucapnya sangat pelan, namun karena hujan sudah mulai sedikit reda ucapan sungmin masih sangat jelas terdengar oleh kyuhyun.

Sungmin menunggu dalam kegamangan. Dia tidak tau apakah kyuhyun akan mengatakan ‘ya’ atau malah mengatakan ‘tidak’. Dan itu membuat sungmin sangat khawatir karena kyuhyun belum mengatakan apapun. dia merasa sedikit putus asa sekarang.

“kurasa… aku akan jawab ‘ya’ ” ucap kyuhyun pelan, volume suaranya sama seperti volume suara sungmin sebelumnya. Dia dapat melihat wajah sungmin yang berubah merah dalam beberapa detik. “jadi, kita sepasang kekasih sekarang?” ucapan kyuhyun tersebut membuat wajah sungmin semakin memerah saja. Dan kyuhyun bersumpah itu adalah pertama kalinya dia melihat wajah hyung nya memerah karena sesuatu, dan itu terlihat sangat manis.

“hyung.. kurasa sebaiknya kita pulang” kyuhyun tersenyu manis saat sungmin berkata ‘ya’ dengan sangat pelan sekali.

Mereka keluar dari telepon box menatap rintik-rintik kecil masih berjatuhan dari langit, walaupun tidak sederas tadi. Sungmin merasa terkejut saat kyuhyun menariknya mendekat. Bahu mereka bahkan saling bersentuhan. Dan kini dia di kejutkan dengan lengan yang melingkar indah di bahunya. Sungmin kembali teringat pasangan berpayung merah tadi, keadaannya persis sama. Perbedaannya mungkin terletak pada payung nya, karena kyuhyun dan sungmin tidak memakai payung sama sekali.

“ayo..” sungmin hanya mendengar itu ketika dia mulai berlari bersama kyuhyun di bawah jaket kyuhyun yang di gunakan untuk melindungi mereka dari hujan.

Kyuhyun tersadar saat bahunya di guncang oleh ibunya. “aku sangat khawatir saat kau terus tersendiri seperti itu kyu..” ujar ibu kyuhyun khawatir.

“gwenchana umma. Aku baik-baik saja.. sekarang istirahat lah” ujarnya berusaha menyakinkan ibunya. Dengan terpaksa ibu kyuhyun meninggalkan kamar anaknya walaupun dengan berat hati.

“kalau kau memiliki sesuatu untuk di katakan, katakan saja padaku. Arrachi?” kyuhyun tersenyum mendapati kekhawatiran ibunya. Dia menghela nafas lalu berjalan kearah pintu dan menguncinya. dia kembali menjatuhkan diri di ranjang, dan tertidur pulas setelahnya

.

.

.

Sekolah sungmin terlihat sangat sibuk sekarang. Karena dua hari lagi acara besar merka akan berlangsung. Kelelahan serta kerja keras mereka akan terwujud pada hari itu.

Yunho berjalan menuju tempat akan diadakannya acara. Aula sekolah yang sebentar lagi akan menjadi seperti sebuah ruangan pesta. Sebenarnya dia agak gugup, mengingat dia tidak terlalu percaya pada seorang yang menangani masalah desain serta interior ruangan.

Saat hendak masuk kedalam seseorang menarik lengannya. “sunbae.. apa yang kau lakukan di sini?” park ha yang merupakan team masalah desain dan interior seperti menghadangnya.

“wae? Aku hanya ingin mengecek perkerjaan kalian” ujarnya apa adanya.

“aku mengerti, tapi kau tidak bisa melakukannya. Jaejoong oppa melarang siapapun kecuali kami untuk berada di sini sampai saat kegiatan di adakan.” Yunho menggeleng tidak percaya. Kejadian seperti ini yang di takutkanya,jaejoong akan merusak kegiaatannya karena dia tidak membalas perasaan namja cantik itu.

“apa kau sedang mengajak ku bercanda?” ujarnya agak ketus. “cepat menyikir dari situ” ujarnya agak keras.

“yunho! Tidak baik kau berteriak seperti itu. apalagi park ha adalah perempuan” ujar jaejoong membawa kardus besar di tangannya. Dia mendekat kearah park ha dan juga yunho. “park ha masuklah. Bantu yang lain, biar yunho aku yang akan mengurusinya” yeoja itu mengangguk dan langsung menghilang dari hadapan mereka. “apa yang membawamu kesini?” jaejoong berusaha merendahkan suaranya walaupun masih tetap menjaga sikap dinginnya belakangan ini.

“aku hanya ingin mengecek perkerjaanmu. Tapi anak buahmu melarangku masuk”

“maaf soal itu, tapi kau memang tidak bisa untuk masuk. Ruangan ini tidak boleh ada yang memasuki selama kegiatan belum di laksanankan?”

“apa kau gila? Kau mau merusak proyek terakhirku?”

“tidak, jadi berhentilah berpikiran buruk tentang ku. Aku tidak akan mungkin mengacaukannya, karena proyek ini adalah hidupku. Aku sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merancang ini, jadi tenang sana” yunho menghela nafas walaupun tidak membuat perasaanya menjadi lebih baik. “kembalilah 2 hari lagi saat kegiatan ini di laksanakan. Aku akan kedalam, masih banyak yang harus kami kerjakan” setelah mengatakan hal itu jaejoong langsung berjalan masuk dan membiarkan yunho berdiri di depan pintu yang tertutup rapat.

Yunho berjalan pelan meninggalkan ruangan itu. ‘semoga kau tidak mengecewakan ku’ gumam yunho dalam hati.

.

.

Hari Pesta

Yunho datang bersama sungmin keacara tersebut. Proyek terakhir yunho sebelum dia harus menyerahkan kepemimpinannya ke pada orang baru. Terlihat sudah banyak sekali orang yang sudah datang. Mereka mengenakan gaun pesta hitam dan putih, karena tema pesta ini adalah ‘black and white’.

Yunho tercengang menatap ruangan pesta yang begitu indah dan elegan. Ruangan itu terdiri dari tiga warna hitam, putih serta merah. Karena besok merupakan hari natal. Jadi jaejoong ingin memberi sesuatu yang tidak terlupakan di pestanya.

Sejauh ini yunho merasa senang, karena dia benar-benar tidak menyangka bahwa jaejoong dapat menciptakan hal seindah ini. Yunho menoleh kearah sungmin yang juga merasa sangat kagum.

“jaejoong membuatnya sangat indah” gumam sungmin, dan yunho diam-diam mengiyakannya dalam hatinya. “tapi aku tidak melihatnya sejak tadi. Kemana dia?” yunho juga penasaran. Padahal semuanya ada di sini, semua siswa sekolahnya minus jaejoong. Dalam dia sadari dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan jaejoong.

“yunho~ah” panggil sungmin pelan. Yunho hanya menggumam sebagai jawabannya karena matanya sibuk meneliti keberadaan jaejoong. “ini tentang pertanyaanmu beberapa saat yang lalu” yunho menghentikan pencariannya terhadap jaejoong. Kini pandangan mata nya hanya terfokus pada sungmin. “ku rasa aku tidak bisa” gumamnya pelan. “maafkan aku” ucapnya lagi setelah mendengar helaan nafas yang cukup keras berasal dari bibir yunho.

“gwenchana… tidak perlu minta maaf” ujarnya sambil tersenyum manis. Sungmin merasa lega setelahnya. “aku akan keluar sebentar” ujarnya pada sungmin.

Yunho menghela nafas berat saat keluar dari ruangan itu, tapi matanya tidak kalah terkejut dengan apa yang di lihatnya. Orang-orang juga banya di tempat ini, khususnya sepasang kekasih. Yunho seperti memasuki dunia lain pada awalnya, tapi dia sadar jaejoong melakukan pekerjaannya dengan baik, bahkan terlampau baik.

Yunho menangkap sileut seseorang namja berjas yang sedang duduk bersandar di bawah pohon maple yang di penuhi kerlap-kerlip lampu sambil memjam matanya. Senyum yunho mengembang begitu saja, dia berjalan dengan sangat pelan kesana. Sampai-sampai orang yang memejamkan matanya tidak menyadari kehadirannya.

“kau melakukan pekerjaanmu dengan baik kim jaejoong” seketika jaejoong membuka matanya. Dia tidak berkata-kata apa-apa saat yunho ikut mendudukan diri di sampingnya. Suasana di belakang ruangan yang merupakan taman sebelumnya, di sulap seperti pesta kebun yang romantis oleh jaejoong, dan dia tidak melupakan pernak-pernik natalnya.

Yunho merasa kikuk ketika jaejoong tidak menyahut ucapannya sama sekali. “aku tidak tau harus bicara apa. Tapi.. terima kasih” ujarnya tulus. Jaejoong masih tetap dengan aksi diamnya. “masalah sungmin dan juga untuk pesta hari ini. Kau melakukanya dengan sangat baik” yunho tersenyum dalam hati. Tidak percaya bahwa dia ingin sekali mendengar jaejoong menyahut ucapanya.

“tidak perlu berkata seperti itu” hanya itu yang di katakan jaejoong, dan yunho cukup senang setelah mendengar jaejoong menyahut ucapannya. ‘aku yakin kau dan sungmin sudah bersam sekarang’ ucapnya dalam hati.

“tapi aku merasa sangat sedih hari ini” ujarnya sambil tersenyum menatap satu persatu butir salju mulai berjatuhan. “sungmin menolakku” lanjutnya lagi.

Jaejoong tidak tau harus bereaksi seperti apa. Dia merasa ikut terluka dan senang dalam waktu bersamaan. Dia senang karena sungmin tidak membalas perasaan yunho, tapi dia sangat mengerti bagaimana rasa sakitnya ketika ditolak oleh seseorang. Dia sadar seberapa sakitnya mengalami hal itu. “kurasa aku harus menyerah” ujarnya tersenyum sambil menoleh kearah jaejoong. Yunho menyadari kegugupan jaejoong.

“sebaiknya kita masuk. Salju sudah mulai turun banyak” sebenarnya bukan itu alasan sebenarnya. Dia ingin segera pergi karena takut yunho mendengar debaran dadanya, serta banyak orang sudah mulai keluar untuk melihat salju pertama.

Jaejoong hendak berdiri tapi yunho menariknya dengan keras dan menempelkan bibir mereka. Jaejoong hendak mendorong yunho, tapi namja bermata musang itu malah semakin menekan tengkuknya dalam. Dia mencium jaejoong seperti besok tidak akan hari lagi.

Setelah beberapa saat akhirnya yunho melepas ciumannya. Jaejoong membung wajahnya kearah lain, karena pipinya menghangat meningat yunho menciumnya barusan. Namun bukannya semakin membaik, wajah jaejoong semakin memerah. Hampir semua orang melihat kearah mereka sekarang, dan dia juga melihat sungmin serta yang lainnya juga sedang menontonya.

Jaejoong kembali menoleh kearah yunho yang hanya memasang wajah tenang. Tapi jaejoong bersumpah melihat pipi namja tampan itu juga memerah, entah karena udara yang dingin atau karena ciuman mereka barusan.

“padahal aku ingin menyerah. Kalau seperti ini akan sangat sulit” gumamnya pelan. Yunho mendengar itu langsung memukul kepala jaejoong pelan. “YA! jung—“ jaejoong terdiam. Tidak ada gunanya dia berbicara dengan yunho. “aku harus segera mencari kekasih, kalau tidak mereka akan salah paham padaku” bisiknya sambil melihat kearah kerumunan orang yang mulai berbisik satu sama lain.

Jaejoong kembali melebarkan matanya saat yunho menariknya lagi serta mencium bibirnya untuk kedua kalinya. Dia dapat mendengar suara seperti teriakan ketika yunho menari serta menciumnya lagi.

“apa kau pikir akan ada orang yang berani menjadi kekasihmu setelah aku menciummu?” ujar yunho sambil tersenyum. Jaejoong mengerang frustasi. “aku tau kau masih menyukaiku. Jadi.. apa kau menjadi pacarku kim jaejoong?”

“kau melakukan ini karena sungmin menolakmu?” yunho menggeleng dan meletakan tangan jaejoong di dadanya.

“debarannya mungkin tidak terlalu kencang sekarang. tapi suatu hari bahkan dalam jarak seperti inipun kau akan mendengarnya, karena aku berada bersama kim jaejoong” ucapnya tersenyum. Jaejoong merasa terpesona oleh ucapan yunho. Dia juga merasakan degupan jantung yunho memang tidak sekeras dirinya. “jadi apa kau mau—“ yunho menghentikan ucapannya.

Jaejoong meletakan tangannya di sisi wajah yunho,dia mengecup bibir yunho dengan lembut. “kurasa aku tidak perlu menjawab” jawabnya terkekeh. Yunho juga ikut terkekeh, dia memajukan lagi bibirnya dan mencium jaejoong untuk ketiga kalinya. Mereka bahkan melupakan ornag-orang yang memandang mereka dengan wajah tercengang.

Sungmin merasa wajahnya memanas. Yunho yang mengenakan jas biru dan jaejoong mengenakan jas putih sedang berciuman di bawah pohon yang terangi kerlap-kerlip lampu serta salju yang mulai berjatuhan. ‘romantis’ gumamnya dalam hati sambil tersenyum.

.

.

Sungmin pulang kerumah dalam keadaan lelah. Namun dia merasa penasaran, sejak kepulangannya tidak ada satupun orang yan menyambutnya. Seharusnya ini belum terlalu malam untuk orangtua nya tidur. Sungmin mulai melepas jas serta dasi yang melilit lehernya. Dia menemukan sesuatu dia atas meja makan. Dia meletakan jasnya di meja makan sambil meraih sebuah kertas memo dan membacanya ‘sungmin~ah.. kami akan pulang larut, jangan menunggu kami pulang’. sungmin menautkan alisnya, seingatnya orangtuanya tidak berbicara apapun saat dia akan ke pesta tadi. Sungmin kembali berjalan menuju kamarnya sambil berusah membuka kancing lengan kemejanya. Dia menyalakan lampu kamarnya, tapi betapa terkejutnya dia saat melihat kyuhyun sedang menaburkan sesuatu di atas ranjangnya.

Alisnya semakin menyatu saat melihat kamarnya. Banyak terdapat bunga serta balon berwarna pink.. serta di ranjangnya taburan kelopak mawar pink yang membentuk hati.

“kau—“

“seharusnya aku menunggu sampai hari ulangtahun mu yang beberap hari lagi, tapi aku sangat tidak tahan saat kau mengacuhkanku” kyuhyun mendekat kearah sungmin. “maaf untuk yang waktu itu”

“tidak” ucap sungmin cepat. Dia hendak berjalan keluar tapi kyuhyun menahannya dengan memeluk pinggangnya. “kau menyakitiku” ujar sungmin berbisik sambil mengepalkan tangannya.

“itu tidak seperti yang kau bayangkan” kyuhyun membalik tubuh sungmin dan menahan bahunya agar sungmin tidak kemanapun. “wanita itu adalah hyerin. Dia menyukaiku dan dia menginginkan aku untuk menjadi pacarnya. Tentu saja aku meolak karena kau sudah punya kau. Tapi sesuatu terjadi yang mengharuskanku untuk menjadi kekasihnya untuk beberapa waktu. Hyerin menderita kanker darah, dia memintaku untuk menjadi pacarnya selama beberapa hari sebelum keberangkatannya. Aku mengiyakannya karena saat itu wajahnya sangat memohon padaku. Awalnya aku akan melakukannya secara sembunnyi, tapi aku tidak menyangka saat kita sedang bersama dia juga ada disana, dan kau mengetahuinya. Aku tidak mengejarmu karena kupikir kau akan mengerti saat aku menjelaskanya. Tapi besok paginya kau tersenyum padaku membuatku merasa sangat terluka. Aku bersumpah aku tidak berbohong… Maafkan aku..”

“walaupun aku jarang mengatakan kata-kata romantis untukmu, tapi aku.. aku mencintaimu” ucap kyuhyun di akhir kalimatnya. Dia sangat malu saat mengucapkan itu.

“tidak” ucap sungmin tegas. “jangan mendekatiku sampai ulangtahunmu. Maka aku akan memaafkanmu” ujar sungmin tersenyum.

“mwo? Kau mau mencoba membunuhku secara perlahan?? Aku sudah cukup tersiksa selama beberap hari tidak bertemu denganmu dan kau menyuruhku sampai ulangtahunku? Itu masih satu bulan lagi. Aku tidak mau”

“kalau begitu aku tidak akan memaafkanmu” sungmin tersenyum melihat kyuhyun mendudukan dirinya pasrah di ranjangnya. Sungmin mendekati jendelanya yang terbuka. Udaranya sangat dingin. Salju-salju juga turun semakin banyak. Rasanya dia sudah lama tidak berdiri di sini memperhatikan kyuhyun. Dia merasakan pinggangnya di peluk oleh seseorang, dan dia tidak perlu berbalik untuk mengetahuinya.

“kau harus berjanji setelah ulang tahunku semuanya selesai” ujar kyuhyun lesu di telinga sungmin. dia menatap hyungnya yang membalik badannya sambil mengalungkan lengan di lehernya.

“aku akan menguranginya jika kau bersikap romantis padaku” ucap sungmin menggoda kyuhyun. Dia tertawa saat melihat wajah frustasi kyuhyun. Dia membalik lagi badannya seperti semula. Berdiri membelakangi kyuhyun tapi dalam posisi kyuhyun tetap memeluk pinggangnya. Sungmin kembali menatap salju yang mulai membuat atap rumah kyuhyun menjadi putih.

“lee sungmin.. aku mencitaimu” bisik kyuhyun di telinga sungmin. “apa itu terdengan cukup romantis?” sungmin menoleh kebelakng, tapi kyuhyun malah menciumnya. Kyuhyun membalik badannya agar menghadapnya. “aku mencintaimu.. jadi aku akan melakukan apapun agar kau memafkanku” kyuhyun merendahkan wajahnya agar mencapai wajah sungmin.

Sungmin merasa lega dalam hatinya karena sebelumnya dia merasa iri ketika melihat yunho dan jaejoong berciuman, tapi sekarang dia merasa sangat senang. Kyuhyun bersikap lebih manis dan dia sangat menyukainya.

“cho kyuhyun.. aku mencintaimu” bisik sungmin ketika dahi mereka tetap menyatu setelah mereka ciuman.

“aku lebih lebih mencintaimu” ujar kyuhyun membuat sungmin terkekeh manis. Namun dia berhenti tertawa saat kyuhyun mengajaknya untuk berciuman lagi ciuman yang pelan tetapi dalam.

END~

Frustasi karena kemaren-kemaren susah banget dapet angka 3000, tapi sekarang malah kelebihan. -,-“

Terima kasih buat yang sudah baca serta meninggalkan komen serta like di part sebelumnya..😀 GOMAWWOOOOOO!!

Mudah-mudahan gak bosan ya bacanya.. saya permisi dulu., *ngilang*

10 thoughts on “Lomba FF Kyumin | Tell Me Your Fell | Twoshoot | B/End

  1. Horeeeyyy tamat ^^
    Akhir ceritanya sweet banget ^^
    Yunjae momentnya juga keren abis…
    Oh jadi kyuhyun nerima hyerin gara2 itu….
    Daebak chingu!! ^^

  2. kalo boleh jujur,, bkn mksd apa*..ini cm prsaan ku aja..stlh mmbca chap 2 ini..

    di chap 2 ini trllu bnyk bahas yunho sm jaejoong nya..
    dan konflik dri perselingkuhan kyu emng udah dijelasin sih alasan nya,, cm menurut aku kurang greget bngt,, dan sikap sungmin yg trllu biasa stlh mngtahui kyu selingkuh,,dan dgn mudah menerima kyu kembali #siksa kyu ke,cekek kyu ke*dibunuh sparKyu

    mianhae~ aku baca chap 2 ini hnya smpe acra tabur bunga dikamar sungmin aja..
    mianhae klo coment aku bikin sakit hati author .. #bungkukin badan 360′(baca derajat ya)XDD

    tapi Chapter 1 nya baguss bngt ko~ aku hampir menetes kan air mata..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s