Lomba FF Kyumin || BLUE TOMORROW “Tomorrow Must be Perfect” || YAOI || Twoshoot || Part 2 (End)

Tittle: Blue Tomorrow “Tomorrow Must be Perfect” Part 2 (End)

blue tomorrow

Author: Restia Titanreeves Ningsih/Choi Eun Joon

Lenght: TwoShoot

Pairing: KyuMin

Cast: Lee Sungmin as Lee Sungmin

Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun

Choi Eun Joon as Lee Jarim

Genre: Yaoi, sad (not full sad), little humor, Happy Ending

Rate: T

Warning: YAOI, gaje, Typos, dll-

Backsound: Please Don’t/K.Will

Disclaimer: Kyuhyun dan Sungmin adalah milik Tuhan YME. Kedua Umma-Appa mereka, dan tentu saja mereka saling memiliki. Tapi setidaknya izinkan saya berharap jodoh saya nanti mirip Kyuhyun ya… #PlakK

Summary: Cinta ini tulus. Tak cukupkah itu menjadi satu alasan untuk aku tetap memilikimu? Hari ini seperti mimpi buruk bagiku. Semakin buruk saat sebuah fakta meminta aku untuk merelakan dirinya menikahi “Dia”, adik kesayanganku sendiri. Aku hanya namja biasa, yang juga akan hancur ketika cinta meninggalkanku. Jadi, bisakah aku menutup mataku, dan ketika aku membuka mata semua akan kembali seperti semula? Aku dan dirimu bersama kembali? Bisakah Besok se Sempurna impianku??? Semoga.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

.

.

.

“Kyu, disini ada Jarim” Sebentar aku melirik Jarim yang ternyata masih tertidur, dan bahkan kini membalik tubuhnya untuk menghadap ke belakang. Tidak tahukah dia, situasi seperti ini justru memberi kesempatan bagi Kyu untuk ‘macam-macam’?

Tiba-tiba Kyu menghentikan laju mobilnya. Aku semakin tidak mengerti dengan tindakan Kyuhyun kali ini. aku alihkan pandanganku padanya.

Dan…

“Kyu apa yammph~~mmh”

Secara tiba-tiba Kyu menyerangku, menciumku lebih tepatnya. Aku sangat kaget, tapi terlalu lemah untuk menolaknya. Beginilah Kyuhyun, bagaimanapun moodnya saat ini, dia selalu bisa memberikan ciuman lembut dan memabukkannya. Ya Tuhan aku ingin waktu berhenti sebentar saja. Aku terlalu mencintai namja ini. aku tidak pernah membayangkan jika nanti bibir ini akan mencium bibir lain, apalgi bibir itu adalah bibir adikku sendiri.

Adikku??

Aku mendorong kasar bahu Kyuhyun. Aku baru teringat akan Jarim yang ada di belakang kami.

“Hyung…”

Mata Kyuhyun menatap ku sendu. Ada rasa sedih tegambar di paras tampannya karena tindakan penolakanku tadi. Ini pertama kalinya aku memutus ciuman kami begitu cepat dan sepihak. Hatiku juga sakit, dadaku terasa sesak.

“Maaf Kyu, kita tidak bisa seperti ini”.

“Hyung, aku mencintaimu”.

Aku benar-benar khawatir, jika suara kami sampai terdengar oleh Jarim. Meski kedua matanya masih terpejam, tapi kulihat tubuh mungilnya mulai menggeliat sekarang. Dan sedetik kemudian mata bulat itu membuka.

“Apa kita sudah sampai?”

Kyuhyun memperbaiki duduknya, dari menghadapku menjadi kembali menghadap ke depan.

“Belum, tadi aku merasa sedikit pusing, karena itu aku menghentikan mobilnya sebentar.”

“Chagy, oppa turun sebentar ya, oppa mau cari minuman”.

Aku segera turun dari mobil, tanpa menunggu jawaban Jarim. Rasanya aku baru saja menjadi kakak yang buruk karena mencuri ciuman calon suami adiknya sendiri. Naluriku sebagai kakak, bilang begitu.

Sungmin pov end

Sepeninggal Sungmin, Kyu hanya bisa menghela napasnya –lagi- dan ini membuat Jarim sedikit kesal.

“Hei, kenapa diam saja? Cepat susul dia!”

“Eoh?”

“Aku yakin dia minta dikejar”.

Jarim…”

“Aku tidak pura-pura tidur hanya untuk melihat kalian semakin jauh seperti ini ya”

“K-kau pura-pura tidur??”

“Tentu saja, moment seperti tadi tidak mungkin aku lewatkan”. Jarim menunjukan sebuah cermin di tangannya sambil menunjukan cengiran anehnya.

“Kau mengintip?”.

“Sudah cepat sana, bicara dulu dengan kakakku”. Dengan gregetan, Jarim mendorong Kyu untuk keluar dari mobil dan menyusul Sungmin. “Dasar orang dewasa yang rumit”.

.

Memang benar Sungmin pergi untuk mencari minum, tapi bukan untuk di minum, melainkan mengguyur kepalanya sendiri. Dia benar-benar merasa bodoh kali ini.

“Bajumu jadi basah” Sungmin menoleh kearah suara yang menginterupsi kegiatannya di bawah pohon yang menghadap ke sungai itu.

“Kenapa menyusulku? Sebentar lagi aku kembali ke mobil”.

“Jarim khawatir, tempat ini sedikit sepi, dia takut kau kenapa-napa”. Mendengar alasan Kyu, ingin rasanya Sungmin melemparkan botor air mineral ditangannya ke wajah Kyu, saat ini juga.

“Tapi kau malah meninggalkannya sendirian. Cho Kyuhyun aku ini namja dan adikku itu yeoja, apa kau tidak bisa berpikir siapa yang lebih perlu dikhawatirkan?” Sungmin meradang, dengan emosi dia melangkah menjauhi Kyuhyun. Namun tangan Kyu berhasil menahan lengan Sungmin saat namja kelinci itu melewatinya.

“Lepp-passs”.

“Kenapa kau jadi seperti ini? sebelumnya hubungan kita masih baik-baik saja”.

“Itu karena diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.” Sungmin menghempaskan tangan Kyu dari lengannya.

“Ming, bukankah kita pernah menghadapi yang lebih berat dari ini? kenapa sekarang kau menyerah?”

“Karena aku menyayangi Jarimku”.

“Tapi aku juga menyayangimu” Sekali lagi Kyu menahan lengan Sungmin yang mulai akan melangkah lagi. Mata Sungmin sulit untuk tidak menangis. Apalagi saat terjadi kontak fisik diantara mereka. Seolah-olah, ada satu hal yang tidak ingin dilepas Sungmin untuk orang lain selain dirinya. Yaitu hati Kyuhyun.

“Kyu… aku mohon jangan seperti ini”.

“Bagaimana jika aku bilang Jarim tidak menyukaiku?”

Entah direncanakan atau tidak, tapi itulah pertanyaan yang muncul dari mulut Kyuhyun.

Sungmin mengeraskan wajahnya.

“Dengar Cho, kalau itu terjadi pasti hanya ada satu alasan, yaitu… kau… memaksanya…” Sungmin menunjuk-nujuk bahu Kyu dengan jari mungilnya.

‘ternyata benar yang dikatakan Jarim, sulit untuk membuat Sungmin percaya pada hal yang lain, ketika dia sudah mempercayai satu hal’ pikiran Kyuhyun semakin rumit karena sikap Sungmin yang keras kepala itu.

.

-Jarim side-

Mereka lama sekali. Aku sudah pengap disini. dasar keterlaluan, giliran tidak mau bicara, mereka seperti batu dan kayu. Tapi giliran sudah bicara, lupa kalau ada anak kecil yang butuh istirahat disini.

Aku mulai bosan berdiam diri di dalam mobil ini. sesekali kualihkan pandanganku kejalanan. Jalanan ini memang biasa kami lalui, tapi tidak biasa kami singgahi. Aku merasa asing dengan lingkungan di sekitar mobil kami. Hanya ada beberapa kedai, selain itu hanyalah pepohonan besar, dan pohon-pohon di pinggir sungai yang terbentang di sepanjang jalan. Dengan sedikit terkejut aku melihat sosok seseorang yang baru aku kenal tadi pagi melintas disamping mobil kami…

“Hei… kau… kau…”

“Kau lagi?”

“Ekspresimu biasa saja. Kau tahu? Sebuah keberuntungan bisa bertemu denganku”

Namja itu memutar bola matanya.

“Kau dapat motor dimana? kau mau kesana ya? Aku ikut ya, kumohon. Kakak-kakakku sedang mencari minuman, tapi aku sudah jengah disini, aku mau pulang duluan. Bolehkan aku menumpang?”

Tanpa menunggu jawabannya, dengan santainya aku naik keatas motor hitam yang entah dia dapatkan darimana, karena tadi pagi saja mereka jalan kaki.

“Hei, kapan aku bilang boleh?”

“Memangnya kau mau bilang tidak boleh?”

“Arrghht… kenapa kau ini menyebalkan sekali?? Setiap bertemu kau selalu berlaku seenakmu”

“Sudah ayo jalan, kau seperti halmonieku kalau mengomel seperti itu” Meski sempat kudengar dengusan kesal darinya, tapi dia tetap melajukan motornya. Bisa kulihat kini Ming Oppa dan Kyu oppa masih berdebat di bawah pohon yang menghadap ke sungai itu, tak terlalu jauh dari tempat mobil kami terparkir.

“Oppaaaa… aku pulang duluan. Kalian lama sekali, aku hampir pingsan dalam mobil” Aku yakin teriakanku bisa didengar dengan jelas oleh mereka. Aku melambaikan tanganku pada mereka dengan senyuman andalanku. Setelah mengklakson mereka berdua, namja di depanku ini menambah kecepatan motornya. Meninggalkan kedua oppaku yang masih menatapku dengan kebingungan mungkin.

-Kyumin side-

“Lihat! Dia jadi pulang dengan temannya, dengan motor”

“Memang kenapa kalau pakai motor?”

“Cho…”

“Ming, berhenti memanggil namaku seperti itu”

“Ayo pulang”

“Aku tidak mau, kita harus bicara.”

“Kalau begitu aku pulang sendiri”

“Baiklah baik, kita pulang” Kyuhyun paling tidak bisa melawan keinginan Sungmin. Apalagi disituasi seperti ini, situasi dimana Sungmin ingin melepaskan Kyuhyun. Kyuhyun takut, semakin dia berusaha menggenggam Ming, Ming akan semakin keras berusaha pergi darinya. Dan Kyu tidak siap untuk hal itu.

.

Kyuhyun pov

Akhirnya kami sampai di pekarangan rumah Sungmin. Meski sudah mulai gelap, tapi lampu di rumah yang cukup besar itu belum juga dihidupkan. Entah apa yang sedang dilakukan anak itu.

“Jarim…”

Suara teriakan Sungminm memang lantang, tidak heran Jarim langsung muncul dari balik pintu tak sampai satu menit.

“Kalian sudah pulang?”

“Kenapa lampunya belum dihidupkan? Mana Umma dan Appa?”

“Umm, aku ketiduran. Umma dan Appa berangkat ke Jin-An tadi siang. Ada yang harus mereka selesaikan.”

“Oooh…”

“Kyu Oppa, pesananku dibelikan kan?” aku jadi ingat pada eskrim yang tadi aku beli dan ku letakkan di dasbor mobil.

“Oh iya, tunggu sebentar.” Aku melesat bagai anak panah, menuju tempat dimana aku memarkirkan mobilku, dan kemudian kembali lagi ketempat tadi.

“Ini”. untung tadi aku sempat membeli ice cream dulu sebelum pulang.

“Wah senangnya. Jeongmal gomawo oppa”. Jarim tersenyum manis padaku, sedangkan Sungmin, menatap tidak suka padaku. Cemburu mungkin. Hmm, ternyata ada hikmahnya juga perjodohan ini, aku jadi bisa merasakan kecemburuan dari Sungmin Bunny ku.

“Ya sudah, aku mau istirahat dulu…”

Baru beberapa langkah Sungmin masuk kedalam rumahnya, dia berhenti, lalu menoleh kearah Jarim.

“Lee Jarim, lain kali jangan naik motor. Itu berbahaya”

Dan Sungmin kembali melanjutkan langkah kakinya kelantai atas.

“Huh, siapa suruh pacaran lama-lama…” mendengar komentar itu, aku jadi sedikit gemas dan mengacak rambutnya pelan. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu, bagaimana kalau Sungmin dengar.

“Tunggu kabar dariku, ne. Sekarang sebaiknya Oppa pulang”

“Apa aku diusir?”

“Menurutmu?”

“Aish, jinjja…”

Aku menghela napas kesal –yang dibuat-buat-

“Kalau kau tidak pulang, rencanaku tidak berjalan dengan lancar”

“Ne, ne, arraseoyo”

Sebenarnya berat untukku meninggalkan rumah ini. Tapi, mau tidak mau aku harus pulang. Fujoshi kecil ini pasti punya rencana briliant saat ini.

Kyuhyun pov end

.

.

Sungmin Pov

“Oppaaaa….”

Sebuah teriakan dari luar kamarku membuat aku menghentikan sejenak aktifitas browsingku. Hingga sosok gadis mungil itu muncul di depan pintu kamarku dengan paras yang sedikit memprihatinkan.

“Ada apa?”

“Tuan muda Cho itu benar-benar keterlaluan. Sudah kubilang aku tidak suka strawberry, masih juga dia belikan rasa strawberry. Apa yang dia pikirkan saat mengambil es krim ini” Dia membanting bag itu di sisi mejaku yang kosong. Aku tidak mengerti, kenapa dia melampiaskan kekesalannya padaku.

“Mungkin dia salah ambil” aku harap ucapanku bisa menenangkannya.

“Aku tidak peduli. Dia benar-benar menyebalkan. Aku benci temanmu itu oppa”

Temanku? Ya tentu saja, Kyu memang temanku. Hanya teman kan?

“Itu untuk oppa saja, kau suka strawberry kan? Moodku jadi hilang” Dia segera menjauh dari kamarku. Tapi, masih bisa kudengar, omelan dari mulutnya sepanjang jalan.

Sekarang aku bingung harus bagaimana. Sebenarnya aku ikut sedih karena Jarim, tapi disisi lain aku senang, karena Kyu selalu saja mengingatku. Ku tolehkan pandanganku kearah bag berisi ice cream tadi. Ku buka, dan memang benar, yang ada disana hanya ice cream rasa strawberry. Entah kenapa tiba-tiba saja aku berdiri, dan menari-nari tidak jelas bersama bag di tanganku ini. heh, aku memang payah, hanya karena ice cream, aku jadi mengingat kembali kenangan-kenangan manisku bersama Kyu dulu. Tapi sungguh, satu hal yang aku sukai, Kyu tidak pernah lupa kesukaanku.

Sungin pov end

Normal pov

‘Cho Kyuhyun memanggil2x, Cho Kyuhyun memanggil2x’

“Yoboseo?” Suara teramat merdu terdengar disebrang sana saat Jarim menerima panggilan diponselnya.

“Hahahaha….” Bukannya menjawab, Jarim justru tetawa keras, membuat Kyu bingung atas kelakuan Jarim ini.

“Yak! Lee Jarim, pelankan tawamu. Kau bisa memecahkan gendang telingaku”.

“Haha, mianhae oppa. Aku terlalu senang.”

Selesai dengan tertawanya, Jarim justru menghidupkan mp3 di kamarnya.

“Eh, kenapa kau menelponku duluan? Aku bilangkan tunggu kabar dariku”.

“Aku tidak sabar mendengar cerita darimu. Hei, kenapa disana berisik sekali?”.

“Hah, dasar kau ini. kita ini akan bicara sesuatu yang sedikit privasi, aku tidak mau Minppa mendengarnya.”

“Oooh, begitu” Kyu hanya bisa ber-oh-ria mendengar penjelasan Jarim.

“Kau mau tahu aku sedang apa?”

“Kenapa aku harus tahu tentangmu? Aku ingin tahu tentang Sungminku.”

Jarim mengeratkan giginya, dan berdecak kesal.

“Yak! Nappeun namja. Asal kau tahu saja, saat ini aku sedang memperhatikan tingkah konyol Minppa. Dia menari-nari tidak jelas berkat es krim darimu tadi. Kau mau lihat videonya?”

“Bagaimana bisa kau memilikinya?”

“Sekali lagi kau meremehkan keahlian fujoshi, aku tidak akan membantumu lagi. Biar saja Minppa meninggalkanmu, dan aku juga tidak mau menikah denganmu”.

“Ya ya ya, jangan begitu. Baiklah, aku kan hanya bertanya, bagaimana kau bisa mendapatkan video Ming?”

“Aku memasang kamera cctv di kamarnya saat kalian belum pulang tadi.” “Aku akan kirimkan videonya padamu”.

-Transfer data 100% Success-

“Kau sudah melihatnya?”

Suara Jarim menginterupsi Kyuhyun yang sedang asik melihat Bunny Mingnya menari-nari seperti anak kecil dengan bag berisi es krim di lengannya.

“Ne, dia lucu sekali. Kenapa hanya 15 menit?”

“Ya! Kau pikir dia sudah gila, menari-nari seharian penuh seperti itu?”.

“Hahaha, siapa tahu”.

Untuk beberapa saat, keduanya terdiam. Masing-masing menatap layar laptop mereka yang menampilkan sosok imut seorang namja terlewat cantik untuk ukuran namja. Hanya ada keheningan hingga Kyuhyun mngeluarkan sebuah kata.

“Jarim…”

“Ne?”

“Sebenarnya apa yang kita lakukan ini? bukankah ini hanya buang-buang waktu? Bukankah lebih baik kita bicara langsung pada Min?”

“Kau sudah pernah mencoba kan? Lalu apa hasilnya? Apa Minppa percaya? Tidak kan? Berapapun lamanya kau pacaran dengan oppaku, aku ini adiknya, aku jauh lebih tahu oppaku dibanding dirimu”.

“Aku tahu”

“Aku menyesal pernah menunjukan raut bahagia saat pertama kali appa bicara tentang perjodohan. Karena itulah yang direkam oleh Minppa dan diingatnya selalu”.

“Aku mengerti.”

“Karena itu bersabarlah sebentar saja, aku akan memperbaiki semuanya.”

“Bukan kau, tapi kita. Aku juga bersalah dalam hal ini. seandainya saja aku bilang dari awal, mungkin tidak akan seperti ini jadinya”.

“Hmm, ya sudah lah, kita masih punya waktu, masih ada beberapa hari lagi kan.? Tenang saja.” Jarim berusaha menguatkan Kyuhyun dan dirinya sendiri.

“Lee Jarim, matikan musikmu. Aku mau tidur”.

Terdengar teriakan Sungmin dari kamarnya, membuat Jarim buru-buru mematikan musiknya.

“Sudah ya, kelinci besar itu sudah mengamuk. Sampai jumpa besok”.

‘Piip’

Hening…

Hanya ada suara jangkrik yang mengisi malam panjang itu. Karena semua orang kini entah berada di belahan bumi bagian mana.

.

.

.

Sungmin pov

Berkat Jarim, tadi pagi aku harus berangkat bersama Kyuhyun, dan kini harus pulang bersama Kyuhyun lagi. Bagaimana tidak? Dia bilang kepalanya yang terkena lemparan bola kemarin masih merasakan sakit, jadi dia tidak kuliah hari ini. tapi, dia mohon padaku untuk meninggalkan mobil dirumah, kalau-kalau nanti dia ingin sesuatu dia bisa mencari sendiri, tidak perlu menunggu Kyuhyun. Dan sialnya aku yang tidak bisa menolak permintaan adikku ini. jadilah saat ini aku dalam perjalanan pulang di mobil yang sama dengan Kyuhyun.

Aku selalu kesulitan menata detak jantungku saat berdekatan dengan Kyu. Apalagi setiap tatapan mata kami bertemu, seolah-olah ada magnet yang menarik kami. Untungnya, akal sehatku masih bekerja. Jadi aku bisa mengontrol apa yang tidak seharusnya terjadi.

‘Cho Kyuhyun aku mencintaimu… Cho Kyuhyun aku mencintaimu’

Ya Tuhan, aku lupa mengganti nada sms ku. Ini memalukan. Saat aku begitu ingin merelakan Kyu untuk Jarim, justru dihadapan Kyu aku terang-terangan mengatakan mencintainya. Kau memang bodoh Sungmin.

“Aku juga mencintaimu”. Kyuhyun menatapku dengan pandangan aneh. Seperti biasa, seringaian andalannya.

Aku tidak mampu membalas sindiran Kyu terhadapku. Aku merasa baru saja menjadi orang paling munafik sedunia. Bahkan aku tidak punya cukup tenaga untuk membaca pesan yang masuk, karena tatapan menyindir Kyu.

“Tidak dibaca? Siapa tahu penting. Jangan malu begitu, aku tahu kau juga masih mencintaiku. Iya kan?” Dia semakin menjadi karena reaksi ku yang seperti tertangkap basah habis mencuri ini.

“Jangan salah paham, aku hanya lupa mengganti nadanya. Aku tidak punya waktu untuk itu”.

“Hmmm,, baiklah anggap saja begitu”.

“Kenapa anggap saja? Memang begitu kok”. Kesalku dan tanpa sadar, aku mempoutykan bibirku.

“Hentikan tindakanmu itu. Aku takut tidak bisa mengendalikan diri”

Ha? Aku langsung terkejut dan menyadari maksud dari ucapannya itu. Segera aku menyudahi poutyku, dan kini mataku beralih menatap layar ponselku yang sejak tadi aku abaikan.

“Omo…”

“Wae?” kyu menatapku khawatir.

“Anio. Jarim meminta kita menemuinya dibutik. Bacalah!” aku menyodorkan ponselku kedepan Kyu.

‘Oppa, kalian sudah pulangkan? sesuai janjimu, hari ini temani aku memilih gaun ya. Tadi umma menelponku, mengingatkanku kalau hari ini jadwal fitting gaun pengantin. Jangan lupa ajak Kyuppa juga, aku tunggu di butik ……………………………………………. sekarang’

“Kenapa dia mengajakmu?”

“Karena seleramu itu payah. Hanya untuk memilih es krim saja kau tidak bisa”

“Eh? Memang kenapa?”

“Tidak, lupakan saja!”

Apa dia pura-pura tidak tahu? Dasar menyebalkan.

Sungmin pov end

.

.

.

Kyuhyun pov

“Oppa…”

Suara yang ku kenal dengan sangat baik itu, menyambut kedatangan kami –aku dan Ming- begitu kami sampai di butik yang dijanjikan. Kulihat dia sedang mengenakan sebuah gaun berwarna soft blue, begitu cantik, dan semakin cantik setelah dipadukan dengan wajah Jarim yang manis. Sekilas aku menoleh kearah Sungmin, membayangkan jika dia yang mengenakan gaun itu, pasti akan dua kali lipat lebih cantik.

Dia yang mendapat tatapan seperti itu dariku, hanya membalas dengan tatapan ‘lihat apa kau?’

“Otte?”

“Neomu yeppeo”

“Jinjja? Kyuppa, Otte?”

“Ne, so beautiful^^”

“Hihi, aku jadi malu” Jarim menurunkan tudung gaun pengantinnya untuk menutupi semburat merah di wajahnya. Dia benar-benar mirip Ming.

“Agassi…” seorang pagawai butik, mendekati kami dengan dua stel jas yang menurutku keren.

“Ada dua jas yang kami rekomendasikan untuk gaun ini. yang ini, jas hitam dengan 13 garis berwarna soft pink di bagian kerah, dada, dan ujung lengan, lalu ada 7 garis soft blue di sela garis soft pink untuk menyerasikan dengan gaunnya. Bedanya dengan jas hitam yang ini, dia adalah kebalikan dari jas sebelumnya. Ada 7 garis soft pink yang diletakkan diantara 13 garis soft blue di bagian kerah, dada dan lengan, persis seperti jas sebelumnya. Jadi, nona dan tuan pilih yang mana?”

Penjelasan nona pegawai ini sangat detil. Memang bisa kulihat keindahan dari list soft Blue-Pink yang menjadikan jas ini begitu pas dengan gaun Jarim yang berwarna soft Blue. Tapi kalau boleh jujur, aku tidak bisa memilih mana yang lebih bagus. Ming benar, aku memang payah dalam memilih sesuatu.

“Oppa, kalian pakai saja bersamaan, jadi kita bisa melihat sekaligus, mana yang paling cocok dengan gaunku”

“Itu ide yang bagus nona” Nona pegawai itu tersenyum seraya menyerahkan jas itu padaku dan juga Sungmin.

Jas dengan 13 warna soft pink itu diserahkan padaku. Sontak mataku membulat, ini benar-benar selera Sungminku. “Ini bukan gayaku. Kau yang ini” aku menukar jas ditanganku dengan jas ditangan Ming. Dan bisa kami saksikan bersama-sama, dia menggembungkan pipinya lucu.

.

.

“Uwahh, ada dua pangeran tampan. Aduh, aku dilema harus memilih yang mana. Kenapa kalian berdua begitu tampan.” Dengan gaya ‘lebay’ nya, Jarim menyelip diantara aku dan Ming. “Tapi, aku akan tetap memilih Kyuppa, karena kalau aku pilih dirimu, orang akan kesulitan membedakan mempelai pria dan wanitanya. Benarkan nona pegawai? Oppaku yang satu ini lebih pantas disebut cantik kan?” Jarim meminta persetujuan nona pegawai itu, dan hanya dijawab dengan senyuman olehnya.

Kyuhyun pov end

.

.

.

Jarim pov

h-1 untuk pernikahanku dan Kyuppa. Dan sejak 3 hari yang lalu, setelah fitting gaun itu, sikap Minppa jadi aneh, dia semakin menjauh. Aku tahu, cepat atau lambat hal ini pasti terjadi.

“Mana Ming?”

Saat ini aku dan Kyuhyun sedang menikmati udara pagi di apartment Kyu. Ya, karena besok adalah hari pernikahanku, aku dan Kyu ambil cuti kuliah. Tak ada yang kami lakukan sebenarnya. Gaun, gedung, catering, cincin, undangan semuanya sudah di atur orang tua kami. Bisa dibayangkan betapa sia-sianya hal ini, mengingat aku dan Kyu pada akhirnya tidak akan pernah menikah. Sejak 15 menit yang lalu, Kyu menjemputku di rumah, kami hanya memandangi langit pagi, dengan pikiran kami masing-masing.

“Dia sudah ke kampus, pagi-pagi sekali”. Aku menghela napas berat.

“Dia menjauhiku”.

“Aku juga”. Dengan lemas, aku menyandarkan kepalaku di bahunya.

Entah mengapa, hari ini aku benar-benar takut. Jika sebelumnya aku mengatakan aku pasti bisa mengatasi ini semua, tapi kali ini aku mulai kalut. Bayangkan saja, waktu sudah menunjukan pukul 07.00 KST. Tapi, aku belum juga mengatakan apapun pada umma-appaku dan umma-appa kyu. Setiap malam aku gelisah, aku takut gagal meyakinkan mereka, dan jika itu terjadi, aku yakin Sungmin oppa akan semakin terluka, begitu juga dengan Kyu.

Aku menghela napas lagi. “Oppa, kapan orang tuamu pulang kesini?”

“Nanti malam.”

“Aku akan menemui mereka malam ini”.

“Aku temani”.

“Anio, tidak perlu. Biar aku saja. Aku takut, mereka tidak bisa mengendalikan diri jika bertemu langsung denganmu. Dan akan semakin sulit untuk mengertikan kalian. Percayakan padaku saja ya”

“Tapi,…”

“Malam ini, pasti akan menjadi malam yang berat untuk Minppa. Jadi aku mohon, kau harus jadi penguat untuknya. Aku pasti akan segera mamberitahumu hasil kerjaku”.

Untuk sesaat, tatapannya begitu lembut padaku. Ya Tuhan, salahkah aku yang pernah mencintainya? Entah hasutan darimana, tiba-tiba saja aku dengan beraninya mengecup bibir Kyu. Membuat dirinya dan diriku sendiri terkejut bukan main.

“Jarim~ah…”

“Mianhae… aku hanya ingin tahu rasanya ciuman itu bagaimana”

“Mwo? Kau tidak pernah melakukannya dengan pacarmu?”

Pacar siapa yang akan aku cium? Aku hanya menggeleng pelan. Dan kemudian dia terkikik, membuatku jadi bingung sendiri.

“Hahaha, Jarim~ah, kalau dipikir-pikir, enak juga ya kalau aku menikah denganmu”.

“Eh? Wae?”

“Kau kan fujoshi, jadi kalau aku selingkuh dengan Ming, kau tidak akan marah kan?”

“Yak! Kau pikir hatiku terbuat dari batu? Tentu saja aku tetap akan marah. Dasar…”

Sambil terbahak-bahak dia berdiri dan mulai berlari menjauhiku. Aku ikut berdiri dan mengejarnya. Dan untuk beberapa saat kami berkejar-kejaran seperti anak kecil.

Jarim Pov end

Sungmin yang melihat dari kejauhan hanya bisa mengurut dadanya.

‘Mereka kelihatan sangat bahagia. Ming, ikhlaskan saja, Kyu bukan lagi untukmu. Ya Tuhan, rasanya sakit sekali di hati ini. Kyu, aku titipkan adikku padamu. Jaga dia dari air matanya. Kyuuu…’

.

.

“Kenapa memintaku kemari? Kau tidak takut aku kembali bimbang dengan keputusanku?”. Suara dingin Kyuhyun membuat Sungmin semakin ragu untuk mengutarakan maksudnya.

Malam ini, dengan seluruh keberaniannya yang tersisa, Ming meminta Kyu datang kerumahnya. Entah apa yang ingin dikatakan Sungmin. Tapi begitu tahu Jarim akan menemui orang tua dan calon mertuanya untuk makan malam special, Sungmin segera menelpon Kyu.

“Kyu…” suara lembut yang terkesan menyedihkan itu, membuat kyuhyun merasa terluka, dia merutuki dirinya sendiri yang begitu tega menyakiti sungminnya. “Aku…” sungmin tergagap akan kalimatnya sendiri. Dia begitu takut, takut kehilangan pendiriannya. Dengan posisi masih memunggungi kyuhyun yang berdiri di ambang pintu kamarnya, sungmin mencoba menetralisir segala perasaan yang berkecamuk dibenaknya.

“Kalau kau tidak mau bicara, jangan memintaku datang”. Kyuhyun memutar tubuhnya, bermaksud menjauhi kamar sungmin. Namun, baru dia mau melangkahkan kakinya, dua lengan yang cukup berisi melingkar di pinggangnya. Sontak kyuhyun membatalkan niatnya dan diam menanti apa yang akan sungmin katakan selanjutnya.

“Izinkan aku bersamamu malam ini. setidaknya ini akan menjadi malam terakhir untuk kita”. Kyuhyun tersenyum kecil karena permintaan Sungmin. Dan tentunya senyum mengerikan itu tidak bisa dilihat oleh Ming.

Kyuhyun membalikan tubuhnya lagi, menghadap ke arah Sungmin. Ditangkupkan kedua telapak tangannya di wajah Sungmin. Betapa gemasnya ia akan pipi chubby sang kekasih yang kini lembab karena air mata itu. Satu sisi, kyu tidak tega melihat sungmin terluka, tapi disisi lain, kyu bahagia karena ini membuktikan bahwa Sungmin benar-benar mencintainya. Kyuhyun mencoba menegakkan wajah Sungmin yang sejak tadi tertunduk itu.

“Apa kau berubah pikiran?”

Sungmin menggelengkan kepalanya dengan yakin. “Aku tidak berubah pikiran, aku hanya ingin membuat malam perpisahan untukmu. Setelah ini, kau benar-benar bukan pacarnya Lee Sungmin lagi. Aku hanya… hanya ingin putus secara resmi… Hiks… Hiks…” air mata itu mengalir lagi. Raut wajah Kyu mendadak menjadi pilu. “Ulijima…” disapukannya aliran bening yang menjejak di pipi putih kelinci manisnya itu. “Ani… aku tidak menangis. Ini namanya terharu, Kyu pabbo”. Sungmin mencoba memaksakan senyumannya diantara isakan kecil yang meluncur dari mulutnya.

“Ya, aku memang bodoh. Bodoh karena telah menyakiti orang yang paling kucintai.” Setelah menyelesaikan kata-kata terakhirnya, Kyu segera menghapus jarak diantara mereka. Menyatukan bibir indah mereka berdua. Sungmin yang entah merasa terlalu mencintai Kyu atau apa, tidak memiliki niatan untuk menolak perlakuan lembut Kyu. Dia justru merespon dengan baik ciuman lembut penuh kasih sayang itu.

.

.

.

Minggu, 02 Desember 2012. Pukul 06.30. hanya menghitung jam menuju pernikahan Kyuhyun dan Jarim. Setelah semalaman menemani Sungmin, pagi-pagi sekali dia sudah kembali kerumahnya sendiri, atas permintaan Sungmin tentunya. Saat ini, dia sedang diliputi kegelisahan yang sangat besar. Pasalnya, sampai detik ini, Jarim belum jga mengabarinya tentang usahanya membujuk orang tua mereka semalam.

‘ting tong’

Dengan sedikit berlari, kyu membuka pintu rumahnya. Dan begitu melihat sosok Jarim berdiri di balik pintu itu, dia menunjukan senyum terbaiknya. Jarim yang sejak tadi menundukan wajahnya, perlahan-lahan mengangkat wajahnya. Kyuhyun mendadak terkejut melihat ekpresi yang ditunjukan Jarim.

“Wae guraeyo?”

“Oppa… aku… aku…”

“Kau kenapa? Jarim, kau baik-baik saja?”

“Aku tidak berhasil membujuk mereka.”

Seperti tersengat aliran listrik 100.000 volt, kyuhyun mendadak lemas. Otak dan tubuhnya tak bisa bekerja sama dengan baik. Hampir saja dia limbung. Kalau saja Jarim tidak menahan lengannya.

Dengan kasar, Kyu menghentakkan tangan Jarim. “Kau bilang jangan khawatir. Kau bilang, kau pasti bisa mngatasinya. Mana? Lee Jarim. Atau jangan-jangan ini hanya kebohonganmu saja? Kau pura-pura menjadi seorang fujoshi, agar aku tidak menjauhimu, agar aku percaya padamu? apa selama ini hanya kedokmu saja untuk tujuanmu hari ini? Jarim jawab pertanyaanku, apa semua yang kau lakukan selama ini palsu?”

Jarim menitikan air matanya, tidak sanggup menjawab satupun tuduhan Kyu terhadapnya. “Apa alasanmu untuk ini?” kembali Jarim mengangkat wajahnya yang untuk kesekian kalinya tertunduk. “Pernikahan kita, harus tetap dilakukan. Kalau tidak, ibuku mengancam akan bunuh diri”. Jarim menangis sejadi-jadinya. “Aku tidak sanggup melihat ibuku melakukan itu”.

Kyuhyun mendadak lemas, dunianya seolah gelap. “Pulanglah…”

“Oppa…”

“Aku bilang PULANGLAH”

.

.

Pukul 09.00 KST. Jarim terlihat sangat cantik, dengan balutan gaun yang telah dicobanya beberapa hari yang lalu. Ditambah lagi tiara dari umma kyuhyun, semakin menambah kesempurnaan penampilannya hari ini. senyum sumringah selalu ia tunjukan kepada siapapun yang ia temui. Termasuk sungmin yang kini tengah menemaninya di ruang rias pengantin.

“Oppa, jadilah pengapitku ya…”

“Hmm, baiklah, tidak ada yang tidak untukmu. Semoga kau bahagia bersama kyu ya”. Sungmin mengusap surai lembut adiknya itu, dia benar-benar berjuang untuk rela hari ini. “Kalau begitu, kau pakai jas ini ya”. Jarim menyerahkan sebuah paper bag berisi jas yang dicoba Sungmin tempo hari.

“Kenapa harus ini?”

“Karena kita sudah mencobanya, dan ini sangat cocok untuk kita bertiga”.

Sungmin hanya mengangguk-anggukan kepalanya menyetujui permintaan adiknya.

“Kalau begitu, cepat ganti pakaianmu. Sebentar lagi acara dimulaikan?”. Jarim mendorong Sungmin menjauh dari tempatnya.

“Yayaya, baiklah. Kau ini kelihatan sekali sudah tidak sabar lagi untuk menjadi Nyonya muda Cho”. Sungmin segera melakukan apa yang diperintahkan Jarim tadi.

.

.

Sudah pukul 09.30 KST, tapi Kyuhyun masih juga menekuk tubuhnya di atas ranjangnya. Meski sudah mengenakan jas pernikahan, tapi Kyuhyun belum ingin beranjak dari kamarnya. Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana saat ini. jika dia pergi, maka hubungannya dengan Sungmin benar-benar tidak akan selamat. Tapi jika dia tidak pergi, maka, Sungmin akan membencinya, karena dia sudah menyakiti adiknya, dan yang paling parah, membuat ummanya bunuh diri. Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi.

‘cute baby ming menelpon, cepat angkat… cute baby ming menelpon, cepat angkat…’

Ringtone ponsel kyu menginterupsi kegiatan uring-uringan kyu. Segera diterimanya telpon dari Sungminnya itu.

“Ming…”

“…”

“Aku masih dirumah, ada apa”

“…”

“Apa? Jangan main-main Ming”

“…”

“Baik. Kau dimana? Kita cari Jarim bersama”

“…”

“Baiklah tunggu aku”.

Setelah memutuskan teleponnya, Kyu menyambar kunci mobil di mejanya dan berlari begitu saja.

.

.

Kyuhyun sampai ditempat yang dimaksud Sungmin. Terlihat dari mobil Kyuhyun, sungmin sedang mengendap-endap di dekat sebuah semak. Dia lalu keluar dari mobil, dan mendekati Ming dengan perlahan juga.

“Ming”

“Shut… pelankan suaramu”.

“Kau yakin ini tempatnya? Tanyaku dengan sedikit berbisik.

“Aku yakin, aku lihat dengan mata kepalaku sendiri, orang yang mengendarai mobil itu, memasukan Jarim ke mobilnya dan membawa Jarim kemari. Aku mengikutinya dengan skuterku”.

Kyuhyun dan Sungmin sama-sama mengamati gedung yang tidak ada kata-kata menyeramkan sedikitpun itu.

“Siapa yang menculik Jarim?”

“Aku juga tidak tahu”

“Apa mungkin, kekasihnya yang dari Aussie sudah kembali?”.

“Aussie? Jarim tidak punya kekasih. Kepindahannya ke Aussie itu, justru karena dia ingin menghapus kesedihannya karena kematian kekasihnya. Sejak itu, Jarim tidak punya pacar lagi”.

Kyuhyun tercekat. Ternyata, benar, Jarim sudah membohonginya. Apa yang bisa ia percaya dari diri Jarim.

Sudah pukul 10.05 KST. Seharusnya, acara sudah dimulai 5 menit yang lalu. Dengan sedikit bujukan dari Sungmin, akhirnya mereka memutuskan untuk masuk ke gedung itu untuk menyelamatkan Jarim.

Hening, terlalu hening. Tidak ada tanda-tanda terjadi penyekapan di tempat itu. Satu-satunya yang menjadikan mereka yakin hanyalah mobil soft green yang digunakan si penculik, yang terparkir di halaman gedung ini.Dengan perlahan, Kyu membuka pintu utama gedung itu, gelap, tak ada yang bisa mereka lihat disana. Mereka melangkahkan kaki semakin kedalam. Benar-benar tidak ada tanda-tanda tempat itu baru saja dimasuki seseorang.

“Kyu, kenapa gelap sekali?” tanya Sungmin berbisik di dekat Kyuhyun.

“Aku juga tidak tahu”. Mereka meneruskan langkah mereka, hingga salah satu kaki Sungmin menginjak sesuatu, dan seketika seluruh lampu yang ada di gedung itu menyela.

Mereka berdua terperangah. Betapa tidak, ruangan yang mereka masuki ternyata adalah sebuah ruangan yang sudah di design dengan begitu indahnya. Dominasi warna soft blue dan soft pink, senada dengan jas yang mereka kenakan. Sebentar kemudian, dari beberapa sudut, muncul sosok yang tidak asing bagi mereka, umma-appa Kyuhyun, umma-appa Sungmin, beberapa kerabat dan teman kyuhyun, jarim dan sungmin, dan dengan mengejutkannya, Jarim berdiri diantara mereka.

“Jarim…” teriak mereka, kebingungan, secara bersamaan.

Jarim melangkah tuurun mendekati mereka berdua. Dengan senyum manisnya. Tidak ada lagi gaun soft blue cantik yang tadi membalut tubuhnya. Hanya gaun sederhana berwarna baby blue dengan canpuran hijau dan pink di beberapa sudut.

“Lee Jarim”. Kyu menyebut nama itu lagi.

Jarim tersenyum manis –lagi-lagi- “Aku kan sudah bilang, aku ini fujoshi, kenapa kau tidak percaya?” dia berbisik ditelinga kyu dan mengedipkan matanya genit. Kyuhyun masih tidak mengerti dengan tindakan Jarim. Begitu juga dengan Sungmin.

“Apa-apaan ini Jarim?” Sungmin menata bingung kepada Jarim.

“Ini adalah rencanaku, maaf. Aku sudah minta izin pada umma untuk mengubah tempat pemberkatannya, menjadi disini, dan pestanya tetap dirumah kita. Maaf juga, selama ini aku sudah menyakiti oppa. Ini semata-mata demi meyakinkan oppa. Hehe, aku tidak berniat untuk menikah dengan kyuppa, ini hanya sekedar untuk kejutan.”

“Tunggu dulu, kau dan Kyu…”

“Minppa, kami ini hanyalah anak-anak yang tidak ingin menyakiti rorang tuanya. Selama ini, aku hanya pura-pura setuju dengan perjodohan yang dibuat umma dan appa. Karena, kalau aku tiba-tiba menolak, dan kyuppa tiba-tiba mengatakan punya hubungan dengan Minppa, umma dan appa bisa kena serangan jantung. Jadi, kami menjalankan rencana ini. perlahan-lahan menyiapkan semuanya. Aku bekerja sama dengan Kyuppa. Ban mobil yang kempes, Yong Ha, kepala yang terlempar bola basket, fitting gaun, itu semua hanya akal-akalanku saja”.

“Lalu, kenapa kau mengerjaiku juga?” Kyuhyun tidak habis pikir, dirinya juga akan terkena keusilan Jarim.

“Hehe, itu karena, aku ingin memberi kejutan untuk kalian. Happy Wedding. Aku sangat menyayangi kalian”.

“Kau ini, aku jadi salah paham padamu”. Kyuhyun mengungkapkan penyesalannya.

“Gwaenchana… justru responmu yang seperti itu, membuktikan bahwa aktingku ini memang bagus” mendengar itu, Kyuhyun langsung mengacak rambut Jarim gemas.

“Lalu umma dan appa?”. Sungmin ragu-ragu menanyakannya.

“Meski sedikit berat, tapi kami berusaha menerima hubungan kalian. Setidaknya, masih ada Jarim yang akan memberikan keturunan untuk keluarga Lee.” Sang umma dan appa Sungmin ikut mendekat ketempat mereka, diikuti umma dan appa kyuhyun. “Kami juga akan mencoba berbesar hati, meskipun, tidak ada harapan akan ada penerus keluarga Cho, nantinya”. Ucap umma Kyuhyun sedikit bersedih.

“Umma, kalau umma ingin ada penerus keluarga kita, kenapa tidak buatkan aku adik saja?”

“Yak! Cho Kyuhyun, bicara apa kau? Apa kau pikir ummamu ini baru 27 tahun?”

Dua keluarga itu tertawa bahagia, sambil sesekali umma kyu memukul pundak putranya yang evil itu.

.

.

Pengucapan janji sehidup semati antara Kyuhyun dan Sungmin pun di lakukan ditempat itu juga dan saat itu juga. Hanya disaksikan beberapa orang, karena kebanyakan tamu undangan sudah berkumpul di rumah keluarga Lee. Suasana begitu haru. Kedua mempelai mengucapkan janji mereka dengan lancar, diakhiri dengan ciuman manis yang tidak menuntut, tetapi sarat akan kebahagiaan dan cinta kasih. Betapa bahagianya Sungmin dan Kyuhyun saat ini. ketakutan Min akan kehilangan Kyu, dan ketakutan Kyu akan Min yang tidak akan pernah kembali padanya sirna pada hari ini. hari dimana mereka diresmikan menjadi sepasang ‘suami-istri’. Dan berterimakasihlah pada Jarim yang sudah berbesar hati memperjuangkan cinta mereka.

“Ming…”

“Ne??”

“Aku bahagia karena hari ini begitu sempurna”.

“Nado”.

Cup~

.

.

.

Jarim menatap dengan senyum haru kearah kedua oppanya yang sedang tersenyum kepada semua tamu undangan yang mulai membanjiri rumah mereka. Sementara dia lebih memilih duduk dikursi tamu, menyaksikan kebahagiaan mereka.

“Mereka manis sekali. Rasanya sangat puas bisa mempersatukan idolaku”. Gumamnya.

“Ehem… apa aku datang tepat pada waktunya?” Jarim menoleh kearah suara yang menginterupsinya.

“Yong Ha…”

“Yong Ha lagi…”

“Maaf, akukan tidak tahu namamu…”

“Hmm, dasar, padahal aku sudah banyak membantumu kan, apalagi untuk adegan penculikan tadi”.

“Maaf, aku benar-benar minta maaf”. Jarim membungkukan badannya..

“Sudah-sudah tidak apa, karena aku sedang baik hati, aku akan menjadi Yong Ha untuk satu hari ini, bagaimana?” namja itu tersenyum kepada Jarim.

“Jinjja?”

Namja itu mengangguk. “Kajja, jadilah Yong Ha untuk satu hari ini”. Jarim mengalungkan lengannya di lengan ‘Yong Ha’, mebawa namja itu mendekat ketempat mempelai.

.

.

.

.

.

THE END

a/n: Hiks… Hiks… kenapa makin gaje ya… maaf yang sebesar-besarnya untuk ketidak sempurnaan part endingnya ini ya. Inilah kemampuan saya. Masih bolehkan, minta RCL nya??? Apresiasi… Apresiasi… ^^

Jeongmal Gomawo yorobeun….^^

7 thoughts on “Lomba FF Kyumin || BLUE TOMORROW “Tomorrow Must be Perfect” || YAOI || Twoshoot || Part 2 (End)

  1. huwoooo daebak
    keren keren keren
    ternyata jarim itu iseng banget yaa
    kasian banget liat kyu frustasi makanya jgn salah paham kyu
    itu si yong ha palsu wkwk mau aja dimanfaatin
    keep writing
    new reader😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s