Lomba FF Kyumin | Tell Me Your Fell | Twoshoot | A

Hallo.. ini pertama kalinya saya post ff di grup ini :p

Dan ini juga pertama kalinya saya buat FF Kyumin lagi, kekke~ jadi mohon maaf buat erornya. Pas rainy eon bilang genrenya fluff, ama romance gak yakin sebenarnya buat ikutannya. Karena jujur aja, bikin genre fluff ama romance itu asli susah banget. Dan ini juga pertama kali saya bikin epep yang genrenya ngambang #plak

Ini genrenya, gak tau fluf ato apa.. nyahahah~

Title: Tell Me Your Fell

Cast: Kyumin, Yunjae, and other

Genre: Yaoi— fluff – romance – hurt – sad

Rating: 17+

Leght: TwoShoot

Summary: seperti yang sungmin pernah katakan “cinta itu ibarat air. Saat airnya berada dalam jumlah yang banyak, maka kita tidak akan terlalu memperdulikannya. Tapi jika air itu sedikit, maka kita akan sangat membutuhkannya”.

Chapter One

Kyuhyun menghampiri sungmin yang menunggunya di bawah pohon ek. Terlihat namja itu sedang bersandar sambil memejamkan matanya, dengan sepasang earphone pink di kedua telinganya. sungmin terlihat sangat menikmati alunan musik yang berasal dari iphone dalam genggamannya, terlihat sekali-kali dia akan menggerakan kepalanya pelan.

Kyuhyun ikut bersandar di bawah pohon bersama sungmin. dia sengaja menggesekkan bahunya dengan bahu sungmin, agar namja imut itu menyadari keberadaannya.

Sungmin melepas earphonennya sambil menyamankan posisi duduknya. “apa kau lama menungguku?” kyuhyun juga jadi ikut menyamankan posisi duduknya.

“tidak terlalu lama. Hanya satu jam, seperti biasanya” kyuhyun tau itu kalimat sindiran untuknya. Well, ini memang yang kesekian kalinya dia datang terlambat. Dan dia akan selalu mendapat omelan dari sungmin. “kau bahkan lebih cepat 2 menit dari biasanya”

“tidak mungkin aku meninggalkan rapat osis itu dan berlari kesini” kyuhyun duduk menghadap sungmin yang hanya menatap lurus kedepan. Namja imut itu bahkan tidak memperdulikan kyuhyun yang menarik lengan baju seragam sekolahnya. “hyung~ aku lapar”

Sungmin mendecakan lidahnya. Kyuhyun selalu saja memakai cara yang sama untuk meluluhkan hatinya. Berakting manja, dan sungmin akan selalu saja memaafkannya. Kyuhyun tersenyum simpul, saat sungmin mengeluarkan kotak bekal berwarna pink dalam tasnya. “kau memang yang terbaik, hyung” kyuhyun mulai memasukan beberapa potongan daging dalam mulutnya.

“bagaimana sekolahmu?” kyuhyun menghentikan aktifitas makannya. Dia meletakan kembali sumpit yang ada dalam tangannya ke dalam kotak bekal yang berada dalam pangkuannya. “apakah menyenangkan?”

“hyung—“ kyuhyun yang akan menyela harus kembali menarik ucapannya. Sejujurnya dia mengerti apa yang sungmin rasakan. Tapi bukankah sungmin juga harus mengerti perasaannya?

“harusnya kau bersekolah di tempat yang sama denganku. Jadi aku—“

“harus berapa kali kita membahas masalah ini? Bukankah aku pernah mengatakannya padamu? Aku ingin mencoba berdiri dengan kakiku sendiri. Sejak kita masih kecil sampai saat kita masuk sekolah menengah kau selalu berada di belakangku. Aku tidak ingin orang-orang menganggap remeh padaku” kyuhyun menangkup pipi sungmin. ibu jarinya membelai halus pipi sungmin, membuat sungmin harus rela untuk memejamkan matanya beberapa saat.

Sungmin membuka matanya saat merasa tumbukan halus di dahinya. Kyuhyun sedang menempelkan kening mereka berdua. “mengertilah..”

“aku mengerti” kyuhyun tersenyum setelah mendengar apa yang sungmin katakan, walaupun sebenarnya dia tau betul ketidakrelaan sungmin dalam mengatakannya.

“ya! Apa kau masuk dalam kamarku semalam?” sungmin cepat menarik wajahnya menjauh dari kyuhyun. “tadi malam aku merasa seseorang menciumku” dengan tatapan menyelidik kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah sungmin yang semakin mundur kearah belakang.

“a-aku tidak melakukannya” ucap sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia menghela nafasnya saat kyuhyun menganggukan kepalannya sambil menarik wajahnya dari sungmin. ‘sial. Ku pikir dia sudah tidur semalam’ sungmin mengumpat dalam hati. Dia mengacak rambutnya. Pasti kyuhyun tau siapa yang menciumnya semalam, pikir sungmin.

Flashback~

Sungmin menatap sebal jendela yang hanya terlihat cahaya remang sejak 2 jam yang lalu. Dia melirik jam kecil di atas nakasnya. Sungmin menghembuskan nafasnya sambil sekali lagi melirik kearah jam pink tersebut. Waktu yang tertera bahkan tidak berbeda sama sekali, hanya jarum panjangnya yang mulai berpindah. Seharusnya sekarang ini sungmin sudah tidur lelap dengan selimu tebalnya, tapi dia malah menghabiskan waktu dua jam nya dengan melihat jendela yang sama sekali tidak memiliki tanda kehidupan itu.

Angin berhembus semakin kencang, meniupkan gorden yang tersampir di sisi jendelanya. Sungmin terus saja mengumpat dalam hatinya. Mengutuk orang yang kini mungkin sedang tidur nyenyak dengan selimut tebal yang menghangatkatkan tubuhnya.

Dengan kesal sungmin keluar dari kamarnya, berjalan mengendap di pintu belakang rumahnya. Dia berdiri tepat di depan jendela yang tadi terus dipandanginya. Dia membuka pelan sisi jendelanya. Seperti yang sungmin duga jendelanya tidak tertutup.

Dengan mudahnya sungmin sudah berada dalam kamar seseorang. Dia mendekat kearah ranjang di mana terdapat seorang namja yang lebih muda darinya sedang tertidur pulas. Nafasnya terdengar sangat beraturan. Sungmin duduk di pinggir ranjang. Sejak seminggu yang lalu mereka tidak bertemu. Sungmin yang berada di tingkat akhir sekolah kyung hee harus rela tidak bertemu dengan kyuhyun yang bersekolah di tempat berbeda dengannya.

Karena kesibukan sungmin menghadapi ujian akhirnya, serta kyuhyun dengan kesibukan osisnya membuat mereka jarang bertemu. “cih.. bukankah aku sudah menyuruhmu untuk masuk SMA yang sama dengan ku?”

Dengan jahilnya sungmin memainkan jari-jarinya di wajah kyuhyun. “ternyata kau sudah besar gamekyu kecil” ucap sungmin terkekeh. “wajahmu semakin tampan saat kau besar” bisiknya di telinga kyuhyun.

Sungmin menjadikan kedua tangannya sebagi bantal. Terus memperhatikan wajah kyuhyun. “aku masih sulit percaya kalau kita sepasang kekasih sekarang” bisiknya sambil menerawang. “tapi kenyataannya aku memang menyukaimu”

Sungmin mendekatkan wajahnya pada kyuhyun. Jarak bibir mereka hanya tinggal beberap senti saja. Tapi sungmin masih terus saja memandang wajah kyuhyun. “aku mencintaimu sejak aku mengerti cinta” setelah mengatakan itu, sungmin memiringkan wajahnya. Menyatukan bibir shape M nya dengan bibir kyuhyun. “selamat tidur kyu~” sungmin lalu meninggalkan kyuhyun yang membuka matanya. Dia menatap jendela yang kini tertutu rapat.

Flash end~

‘cih.. jadi bocah ini mengerjaiku’ pikir sungmin saat kyuhyun tersenyum menjengkelkan kearahnya. “lalu dia sangat mengagumi katampananku” kyuhyun semakin memanas-manasi sungmin. terlihat sungmin yang mulai menunjukan wajah masamnya pada kyuhyun. “kau harus berhati-hati hyung.. kurasa ada orang lain yang jatuh cinta padaku” bisik kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan aktivitas menggoda sungmin. getaran halus pada saku baju nya membuat dia harus meninggalkan sungmin untuk beberapa waktu. “ye.. hae hyung?” sungmin menatap punggung kyuhyun yang berjarak beberapa meter darinya. Dia meraih sumpit lalu mulai memasukan makanan dalam mulutnya, sambil terus memperhatikan kyuhyun yang berbalik berjalan kearahnya.

“wae?” ujarnya ketus. Kyuhyun tersenyum canggung. “cih.. pergilah” ucapnya dengan santai sambil terus menjejalkan beberap kebab dalam mulutnya.

“aku minta maaf. Tapi kami harus rapat lagi, festival sekolah hampir dekat. Aku pergi hyung” setelah mengatakan itu kyuhyun langsung berlari meninggalkan sungmin yang membuang sumpitnya.

“pada akhirnya selalu saja seperti ini” ujarnya kesal. Dia lalu bangkit dari duduknya. Menepuk pelan pantatnya, yang meninggalkan beberapa bekas rumputan yang menempel di celananya. “kurasa aku juga harus kembali ke sekolahku”

.

.

.

Yunho menatap sengit pada jaejoong yang terus beradu debat dengannya. “kenapa kau suka sekali menggangguku?” jaejoong mengangkat bahunya, sambil terus tersenyum. Sebenarnya senyuman jaejoong sangat manis, tapi entah mengapa yunho sangat tidak menyukainya. Namja yang memiliki tahi lalat di sudut kiri bibirnya itu menganggap jaejoong sangat menyebalkan. “berhenti mengikuti ku terus” ujarnya menambahkan.

“aku tidak mengikutimu” ujar jaejoong membela dirinya. “yang seharusnya berkata seperti itu aku. Berhenti menginginkan lee sungmin, dia tidak akan mungkin menyukaimu” yunho menautkan alisnya. Jelas sekali tatapan bencinya di tujukan untuk namja cantik di depannya.

“ada apa denganmu? Apa perkerjaanmu sekarang berpindah? Kau berniat untuk menjadi paparazi? Hey, kim jaejoong.. masalah sungmin itu masalahku, tidak ada kaitannya denganmu” yunho sengaja menubrukan bahunya dengan bahu jaejoong sebelum dia pergi. Namja cantik itu menghela nafas. Ini sudah tiga tahun, dan dia belum mendapat hasil apapun.

“kalau tidak menyerah akan ‘dia’ maka aku juga akan sepertimu. Aku tidak akan menyerah ‘untukmu’” jaejoong melangkah cepat dalam kelasnya. Dia sendiri bahkan tidak mengerti senyumannya terkembang dengan sendirinya. Apa mungkin karena sebentar lagi dia akan bertemu yunho lagi?

.

.

Yunho mulai membuka rapat bersama anggotannya. Rapat terakhir yang akan yunho pimpin, karena sebentar lagi yunho akan menyerahkan jabatannya sebagai ‘ketua osis’ pada ketua yang baru. “kita akan membahas—“ yunho menghentikan ucapannya. Pintu ruangan terbuka, menimbulkan suara yang cukup keras. Semua menoleh kearah jaejoong yang berulang kali menunduk meminta maaf..

Jaejoong langsung menempati kursi kosong di sebelah changmin. “jae hyung, apa hobby mu sekarang berubah?” bisik changmin agar mereka tidak menjadi pusat perhatian. Jaejoong yang masih mengatur nafasnya memandang bertannya kearah changmin. “kau suka sekali terlambat beberapa hari ini”

“kau pikir ini mauku?” ujar jaejoong balas berbisik. “aku tidak sengaja tertidur, jadi aku terlambat ke sini. Aku terlalu lelah membuat dekor untuk pesta perpisahan nanti” changmin hanya menganggukan kepalanya berkali-kali. Yunho merasa jengah melihat kedua orang yang saling berbicara itu, dia merasa sangat tidak di hargai.

“kim jaejoong, kalau kau tidak ingin mengikuti rapat ini, silahkan keluar. Jangan membuat keributan” changmin memandang jaejoong yang terpaku. Namja yang lebih muda dua tahun dari jaejoong itu seakan meminta maaf padanya. “aku selalu mentolerir mu,tapi kenapa kau tidak menghargaiku sedikitpun?” ada kilatan kemarahan dalam nada ucapan yunho. Sepertinya namja bermata musang itu benar-benar marah.

Ruangan itu seketika menjadi tegang. Sebagian ada yang memperhatikan jaejoong, dan sebagaian lagi ada yang memperhatikan yunho. Mereka cukup maklum, karena sekecil apapun kesalahan yang jaejoong lakukan, yunho akan sangat tidak terima. Jaejoong sendiri tidak berniat membalas, karena akan semakin memperkeruh suasana. Dia hanya menatap yunho lembut seperti biasanya.

Semuanya menatap pintu yang kembali terbuka. Sungmin tersenyum canggung, sepertinya dia sudah menebak terjadi sesuatu sebelum dia sampai di sini. “sebaiknya aku pergi saja” ujarnya tidak tahan melihat suasana yang begitu mencekam.

“kau mau kemana? Duduk di tempatmu” nada bicara yunho tidak berbeda dengan sebelumnya, hanya mungkin intonasi sedikit melembut. Sungmin dengan canggung duduk di sebelah eunhyuk. “kim jaejoong, aku memaafkanmu untuk kali ini, sekarang kita lanjutkan kembali—“ yunho kembali harus menahan geramnya, tentu dengan sedikit rasa penasarannya. Jaejoong tiba-tiba berdiri dari sana.

“aku merasa tidak enak di sini” entah kenapa sungmin merasa, jaejoong melihat kearahnya. Tapi namja imut itu tidak mau terlalu mempermasalahkannya. Mereka bahkan tidak terlibat suatu permasalahan serius selama ini. “aku akan melanjutkan pekerjaanku di luar saja”

Yunho sedikit merasa tidak enak. Tapi dia memang membenarkan. Jaejoong memang tidak cocok dengan lingkungan yang seperti ini, jaejoong orang yang bebas, tidak ingin terikat dalam aturan apapun. Tapi mungkin perubahan jaejoong terjadi karena dirinya. Terjadi karena ucapan yunho sendiri.

Flashback~

“jung yunho.. aku menyukaimu” yunho melebarkan matanya. Dia tidak terlalu mengenal namja yang mengungkapkan perasaannya di depannya ini. Mereka hanya pernah bertemu beberapa kali. Yunho sejenak memperhatikan namja didepannya ini. Namja yang hanya lebih pendek darinya beberapa centi. Wajahnya cukup menarik, rahang yang tegas, hidung mancung, serta mata besar yang bulat.

Matahari sudah akan tenggelam dan yunho belum bersuara sedikitpun. Dia sedikit mendengar kalau jaejoong adalah orang yang sedikit keras kepala, dan itu bukan tipe yunho. Yunho sebenarnya sudah menyukai seseorang. Seseorang namja yang berwajah imut, walaupun keduanya memiliki kesamaan mempunyai wajah yang menarik, tapi yunho merasa lebih mengagumi sosok imut tersebut.

“maaf aku tidak—“ yunho sekali lagi melebarkan matanya. Ciuman pertamanya diambil oleh seorang laki-laki yang bahkan tidak di kenalnya.

“oh.. maaf, aku tidak tau kalau kalian ada di sini” yunho cepat menoleh kearah sungmin yang melihat mereka sambil menggaruk tengkuknya. “lain kali, tutup pintu nya” ujarnya sambil tersenyum.

Jaejoong tiba-tiba merasa tatapan yunho berbeda dengan sebelumnya. “kau tau namja tadi? Aku menyukainya, jadi jangan mendekatiku. Dan seharusnya kau merubah sikap berandalanmu itu,kau pikir kau siapa seenaknya menciumku” ujarnya sarkastik. Yunho berniat mencari sungmin, untuk menjelaskan semuanya. Tapi siapa dia untuk sungmin? yunho mengacak rambutnya kesal, semuanya karena namja cantik tadi.

Flash end~

Kesadaran yunho kembali. Dia lupa kalau dia mengingat kejadian 2 tahun lalu di ruang kelasnya. Dia tersenyum canggung. Seharusnya yunho tidak mengingatnya lagi.

.

.

.

Kyuhyun mengetuk jari di meja belajarnya. Baru saja dia mendapat sebuah pesan singkat dari seseorang hoobaenya. park hyerin. Yeoja yang memiliki suara emas itu baru saja mengajaknya untuk berkencan. Sebenarnya kyuhyun tidak terlalu tertarik akan hal seperti itu. dia termasuk namja cuek, sangat berbeda dengan sungmin yang sangat sensitif walau dengan hal-hal kecil.

“apa kau melamunkanku” tangan sungmin melingkar erat di leher kyuhyun. “kenapa diam? Harusnya kau menjawabku” ujae sungmin sambil mengadu kepalanya dengan kepala kyuhyun.

“kapan kau datang?” kyuhyun membalik kursi putarnya menghadap kearah sungmin yang asik membolak balik majalah yang berada di kasur kyuhyun. Kyuhyun baru menyadari bahwa sungmin belum mengganti seragamnya sama sekali. “kau belum pulang kerumahmu?” namja berambut ikal itu mendecak, saat sungmin menggelengkan kepalanya beberapa kali. “kenapa?” tanya kyuhyun lagi

“aku merindukanmu” kyuhyun memutar bola matanya. “hey! Jangan menganggap aku bercanda, aku serius” kyuhyun tertawa saat sungmin memasang wajah datarnya. “aku lelah sekali..” sungmin menepuk kasur di sebelahnya. Dia ingin agar kyuhyun duduk di sana.

Dengan malas kyuhyun mengikuti apa yang sungmin katakan, dia akhirnya duduk di samping sungmin. dan kembali, kyuhyun harus pasrah saat bahunya di gunakan oleh sungmin sebagi bantal. “aku rasa anemiaku kambuh” ujarnya lirih sambil memejamkan mata.

“dan kalau kau merasa begitu kenapa tidak pulang kerumahmu? Akan lebih baik jika kau tidur di kasurmu, dan bukannya menggunakan bahuku sebagai bantalmu” kyuhyun memang terbiasa berbicara seenaknya, apalagi jika teman bicaranya adalah sungmin.

“bukankah tadi sudah kukatakan kalau aku merindukanmu?” sungmin agar mendongak, ingin melihat ekspresi kyuhyun. Dia tertawa geli saat kyuhyun memalingkan wajahnya.

“bukankah kita baru bertemu tadi siang? Apa kau lupa,huh?” kyuhyun mendesah pendek, saat sungmin tidak membalas ucapannya. Dia rangkulnya pundak sungmin, kemudia membaringkan tubuhnya juga tubuh sungmin. dia memeluk hyungnya, sambil memberi tepukan pelan di punggung sungmin.

.

.

Kyuhyun menerawang. Sungmin baru saja pulang beberapa saat yang lalu. Dia menatap kembali pesan yang di kirimkan park hyerin. Sejujurnya kyuhyun cukup merasa kagum. Yeoja itu memiliki paras yang menarik serta cukup pintar. Bahkan beberapa teman serta sunbaenya juga sangat menginginkan park hyerin untuk menjadi kekasih mereka.

kyuhyun memejamkan matanya. Kepalanya terasa berat, mungkin sejenak dia harus melupakan masalah park hyerin itu.

.

Kyuhyun terkejut saat yeoja yang begitu mengganggu pikirannya kini sedang menghadangnya. “oppa~ apa kau sudah memiliki jawaban atas perasaanku semalam?” kyuhyun melebarkan matanya. Dia ingin selari pergi dari sana dan berkata ‘maaf’. Tapi setelah melihat wajah penuh harap yeoja itu, pikiran kyuhyun menjadi kosong.

Kyuhyun teringat sungmin. sudah hampir 3 tahun sejak sungmin menyatakan cinta untuknya, dan selama itu mereka menjadi sepasang kekasih. Wajah sungmin yang penuh harap sama dengan apa yang hyerin lalukan saat ini. “apa aku di tolak?” terdengar getaran dalam nada suaranya. Gadis itu menundukan wajahnya,kini tubuhnya pun ikut bergetar. Kyuhyun tidak tau apa yang harus di lakukannya. Sesungguhnya dia sangat benci saat melihat orang menangis, terlebih jika seseorang menangis di hadapannya seperti sekarang.

“aku—“

.

.

.

Sungmin melihat jaejoong yang sedang sibuk menyentuhkan pensilnya dengan kertas putihnya. Sesekali jaejoong akan meletakan pensil itu di pelipisnya,lalu dia akan mulai menggambar lagi. Sungmin perlahan mendekati jaejoong. Sepertinya jaejoong tidak menyadari kalau sungmin mendekat kearahnya. “gambarmu bagus”

“ah.. terima—“ jaejoong menatap canggung kearah sungmin yang kini duduk satu kursi dengannya. mereka sedang berada di halaman sekolahnya yang rindang. Seharusnya merasa merasa nyaman karena suasana begitu sejuk, tapi karena keduanya bahkan tidak pernah duduk sedekat ini sebelumnya, semuanya terasa sangat canggung. Terutama untuk sungmin, dia merasa jaejoong sedikit menjaga jarak dengannya nya.

“ini pertama kalinya kita bisa duduk dalam sedekat ini” sungmin berusaha membuka suara, namun kecanggungan di antara keduanya tidak mencair juga. Jaejoong bahkan kini memandang nanar rerumputan di bawah kakinya. “aku juga tidak tau, kau seperti sangat menjaga jarak denganku, aku merasa tidak memiliki suatu kesalahan—“

“ada sesuatu yang membuatku seperti ini” jaejoong masih menatap rerumputan di bawahnya. “aku tidak dapat menggendalikan perasaan tidak sukaku padamu. Setiap kali teringat kau, aku menjadi sangat tidak suka” jaejoong menoleh kearah sungmin. dia tersenyu masam. “sebenarnya apa yang kau punya dan tidak kumiliki? Bukankah aku sudah mencoba menjadi sepertimu dua tahun ini?” gumamnya.

“jaejoong—“

“yunho. Jung yunho bodoh itu sangat menyukaimu, dan aku benar-benar akan membuatnya hanya melihat padaku saja” jaejoong berdiri dan berjalan menjauh dari sana.

Sungmin masih mencerna ucapan jaejoong. Jung yunho menyukainya? Itu sangat tidak mungkin kan? Sungmin menggelengkan kepalanya sambil memukulnya pelan. Dia berharap ini mimpi buruk dalam hidupnya.

.

Jaejoong menghentikan langkahnya saat dengan tidak sengaja melihat yunho yang sedang duduk membawa buku. Jaejoong ingin sekali melangkah pergi dari sana, tapi sepertinya organ tubuhnya memiliki pemikiran sendiri. Kakinya malah membawanya tepat kehadapan yunho.

Namja tinggi itu memandang dengan alis berkerut kearah jaejoong. Yunho akan bertanya tapi jaejoong lebih dahulu pergi, membuat kerutan di dahi yunho semakin bertambah. Kini yang semakin membuat kerutannya bertambah banyak adalah sungmin yang tiba-tiba menghampirinya.

“aku merasa tidak enak harus bertanya seperti ini padamu. Tapi aku tidak mungkin mendiamkan ini. Aku ingin mencari tau kebenaran.” Yunho masih belum menangkap apa yang sungmin ucapkan. “apa benar kau menyukaiku?” yunho melebarkan matanya. Bagaimana sungmin bisa mengetahuinya? Tidak ada seorangpun yang mengetahui perasaannya terhadap sungmin kecuali dirinya sendiri dan satu orang lagi. Yunho mengumpat dalam hati, sepertinya dia tau siapa yang memberitahu sungmin hal seperti ini. “aku rasa, kau tidak mungkin benar-benar menyukai—“

“apa jaejoong yang memberitau mu?” sungmin jadi terdiam. “jadi benar dia” gumam yunho pelan. “benar. Apa yang kau dengan darinya itu memang benar. Aku menyukaimu sejak dulu” sungmin seperti tersambar petir. Bukan ini yang di harapkannya, dia mengharapakan penyangkalan dari yunho. “aku sebenarnya akan mengungkapkan ini saat pesta penyerahan jabatan lima hari lagi, tapi jaejoong membantuku lebih cepat. Tidak perlu menjawab terburu-buru. Pikirkan baik-baik” yunho meninggalkan sungmin yang terpaku di tempatnya.

Yunho menghela nafas panjang. Dia akan membuat perhitungan dengan jaejoong setelah ini.

.

.

Kyuhyun menunggu sungmin di gerbang sekolahnya. Kyuhyun mendapat pesan dari hyung nya itu pagi tadi. Kyuhyun melihat sungmin yang berjalan gontai sambil menunduk. Sungmin bahkan berjalan melewati kyuhyun. Sungmin baru sadar saat kyuhyun menarik pergelangan tangannya.

“kyu~” panggil sungmin lemah. kyuhyun ada yang sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Karena sungmin biasanya akan menyambutnya dengan sangat ceria.

Akhirnya kyuhyun mengajak sungmin kesebuah cefe ice cream langganan mereka. Tapi sepertinya mood sungmin benar-benar sedang buruk. “ada apa? Cerita padaku” sungmin menatap kyuhyun ragu.

“sebenarnya—“

“oppa~” kyuhyun melebarkan matanya. Hyerin berjalan kearah mereka. “apa yang di lakukan pacarku di sini” ucapnya tersenyum manis.

“apa maksudnya ini? Kau bisa jelaskan padaku?” hyerin terpaku. Apa dia salah bicara? Bukankah memang benar, dia dan kyuhyun sudah resmi berpecaran.

Kyuhyun meringis melihat ekspresi dingin sungmin. dia cepat sungmin berjalan keluar dari cefe. Kyuhyun mengikutinya,sambil meneriaki namanya beberapa kali.

Di tariknya pergelangan sungmin dalam satu hentakan keras.

“sungmin hyung—“ kyuhyun menghentikan ucapannya, saat matanya bertemu pandang dengan sungmin. “a-aku—“

“apa yang tadi itu kekasihmu?” sungmin memandang kyuhyun dengan pandangan bertanya. Dalam hatinya sungmin ingin sekali mendengar kata ‘tidak’ yang keluar dari mulut kyuhyun.

“maaf” sungmin terkekeh lirih. Kyuhyun menundukan wajahnya. “aku tidak tau hyung.. aku hanya merasa sedikit bosan” ujarnya agak lirih. “kita benar-benar bukan seperti pasangan yang aku inginkan. Aku merasa sangat lelah..”

“itu sebabnya kau bahkan tidak pernah berkata kau mencintaiku. Itu sebabnya kau bahkan tidak pernah menciumku lebih dulu?” kyuhyun merasa tengkuknya tiba-tiba menegang. “seharusnya kau lebih dahulu memberitau ku. Jadi kau tidak akan merasa bosan terlalu lama” kyuhyun menatap sungmin.

“arra.. kita akan menjadi hyung dan dongsaeng. Tidak ada lee sungmin kekasih cho kyuhyun, dan sebaliknya” kyuhyun tau sungmin berusaha keras membuat suara nya tetap stabil. “sekarang masuk ke dalam. Tidak baik membiarkan pacarmu menunggu..” sungmin langsung berlari meninggalkan kyuhyun yang tidak berkata apapun. Dia terlalu terkejut dengan apa yang terjadi. ‘mungkin ini lebih baik’ gumam kyuhyun dalam hati.

TO BE CONTINUE

Okayy.. sampe di situ dulu. Sampai jumpa.

15 thoughts on “Lomba FF Kyumin | Tell Me Your Fell | Twoshoot | A

  1. Untung aja persyaratan yg dibuat rainy-ssi itu harus happy end jadi saya nggak harus mewek2 deh #plak
    Ini keren pake banget #plak ceritanya
    Gak sabar nunggu part end-nya ^^

  2. Kyuhyun paboooooooooooooo….
    ishhh,, menyakiti Sungmin sama aja menyakiti aku ,nah loh siapa lu(?)#readers sarap *abaikan

    TBC.. udah bnr* sad diakhir.. tpi TBC .. air mata ku masuk lagi kedalam(?)
    bagusss bngt thor,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s