Lomba FF KYUMIN | Bad Mood Ming | YAOI | 2sh | #1

bad mood ming

 

Tittle : Bad Mood Ming | YAOI , Fluffy/Romance | TwoShoot | part one

By. ipech [Oh InYoung]

Rate : T

Disclaimer : semua Cast milik Kita.. FF ini punya Ipech seorang.

i/N : ipech uda siap di BASH!!!, so..silahkan di bash ini epepnya… komen yang pedes juga boleh, tapi alangkah lebih baik jika bash tulisan ipech aja, jangan cast nya yak …J

Summary : Maaf, bukan maksudku untuk membuatmu begini, tapi kadang kala sikap dan perhatian ku tak patut dan tak harus kuungkap dengan kata kata, tak patut ku deskripsikan serta ku jabarkan dengan kalimat indah yang romatis, tak perlu kurealisasikan dalam bentuk pagutan asmara berselimut keindahan serta kenikmatan meskipun itu sering. Tapi, ada satu. Aku bisa mengungkap itu dengan hatiku. Hati yang sejak terbentuk sudah terukir nama Lee Sungmin, teruntuk Lee Sungmin dan hanya dimiliki seorang Lee Sungmin. Lalu bagaimana mungkin aku bisa menghindari sosok Lee Sungmin itu?

WARNING!! : FLAT, and NO CONFLICT!! TYPO menyebar dan alangkah lebih baik jika diabaikan saja, EYD aneh.

®cast®
KyuMin and Super Junior

.

.

.

.

.

The story is begin..

Kyuhyun POV

“ya! Kyuhyun-ah!” ku tolehkan kepalaku ke arah Shindong Hyung yang sedang berdiri dan melambai tergesa – gesa padaku. Ku tutup pintu dorm ini dan mulai melepas satu persatu sepatuku, meletakkannya di tempat biasa dan melangkah mendekatinya. Tak taukah dia jika aku lelah heh?

Memang, di jalan tadi dia mengatakan bahwa akan ada rapat dadakan. Maksudnya apa? Memangnya kita ini anggota DPR apa? Seperti orang penting saja.

Setelah sampai pada Shindong Hyung, ia segera menarik tanganku dan menyeretku menuju ke arah dapur. Aish!

Hei, alisku bertaut tanda kebingungan. Disana dipojok dapur dekat dengan pintu, para Hyung dan satu dongsaeng ku yang katanya tampan menurut mereka serta para fans-fans nya itu tengah duduk melingkar dengan sepiring roti isi yang sepertinya dibuat oleh Ryeowokkie. Disana hanya ada Yesung Hyung, Ryeowokkie, Donghae Hyung, dan Hyuk Hyung. Tak ada Kangin dan Siwon Hyung karena mereka masih ada jadwal.

Dan parahnya, sepiring roti isi yang aku yakin isinya berjumlah sama dengan kami itu, masih saja mereka rebutan. Dasar rakus. Shindong Hyung saja masih anteng disampingku.

Aku menoleh ke arahnya yang hanya geleng – geleng melihat kelakuan sekelompok makhluk yang ada di hadapan kami ini.

“kau tidak ikutan Hyung?” tanyaku malas.

“ani, aku sudah menghabiskan yang tadi, jadi biarkan giliran merek makan” jawabnya tersenyum. Ckck! Pantas saja dia diam melihat makanan. Tak tahu nya ia sudah menghabiskannya tadi.

Tak ada kesan tampan saat mereka berebutan begitu. Aku sering berfikir apa ada yang salah dengan mata para fans nya itu hingga makhluk ke kanakkan yang terkesan aneh ini dibilang tampan dan mengagumkan. Hanya aku yang tampan disini. Setidaknya aku masih waras tak ikut – ikutan berebut roti isi itu.

Mereka yang menyadari kedatangan ku bersama Shindong Hyung segera menoleh ke arah kami dan memberi ku celah untuk duduk. Sementara Shindong Hyung duduk di tempatnya tadi.

“waeyo?” tanyaku membuka rapat dadakan aneh ini.

Mereka tak bersuara dan malah memilih menikmati makanan mereka. Tak ada pilihan lain selain menunggu mereka menghabiskan makanannya.

Haahh!

***

Selesai makan, kulihat Yesung Hyung berdiri mangambil minum. Dan ya ampun! Apa minum pun juga harus berebutan begitu?

Yesung Hyung berdehem sebentar dan mengisyaratkan semuanya untuk tenang.

“begini, kau tak lupa jika sebentar lagi tahun baru kan? Dan kau juga tak lupa ada apa dengan tahun baru itu kan?” Tanya Yesung Hyung mengawali. Ia menatap ku serius dan ini benar benar membuatku merasakan hawa – hawa aneh diantara mereka.

“tentu saja, ulang tahun Hyung ku tercinta mana mungkin aku melupakannya.. pabo!!” ku sentak mereka dengan nada yang sedikit tinggi. Mana mungkin aku melupakan momen ulang tahun Hyung ku tercinta itu, bahkan setiap orang di dunia ini ikut merayakan. Apa lagi dia berstatus namja cingu ku. Bodoh bukan jika aku melupakannya?

“tsk! Baiklah, kami percaya jika kau tak akan lupa.. tapi..” Yesung Hyung menatap sekeliling nya, begitupun dengan aku. Ku edarkan pandanganku ke arah makhluk – makhluk ini yang malah menatapku memelas. Membuat ku makin curiga.

Ku tolehkan kepalaku ke arah kiri, disana Hyuk Hyung memberiku isyarat untuk ku mendekat. Tak butuh waktu lama karena aku juga penasaran, kudekatkan telingaku ke arahnya.

“MWO!!”

“YA! Pelankan suaramu setan jelek! Kau membuatku tuli… aish!” kulihat Hyuk Hyung frustasi sambil mengusap ngusap daun telinganya.

Aigoo~~ apa kau tak salah dengan apa yang dibisikkan Hyuk Hyung tentang rencana bodoh mereka itu?

“kalian gila! Mana mungkin Sungmin Hyung akan percaya begitu saja heh?” aku berdiri dan membentak mereka. Ku acak rambutku frustasi hingga kurasakan seseorang menarik narik jeans ku ini agar aku terduduk kembali.

Akhirnya, kududukkan pantatku ke tempat semula, diapit oleh Hyuk Hyung dan Donghae Hyung.

“ayo lah Kyu… hanya sandiwara saja! Lagipula hanya sampai tahun depan kan?” Donghae Hyung menepuk bahuku pelan.

“itu masih lama Hyung,” keluhku.

“satu bulan lagi Cho Kyuhyun! Lama apanya?”

“tentu saja itu lama! Mana mungkin aku berpisah dari Sungmin Hyung selama itu. Hanya untuk berbohong apalagi! Andwae!” tolakku mentah mentah. Yang benar saja, mereka menyuruhku untuk berbohong pada Sungmin Hyung. Mengatakan padanya jika aku akan pergi konser bersama KRY selama 2 bulan lebih hingga hari ulang tahunnya tiba? Dan membuatnya selalu bad mood selama itu. Itu sama saja menyiksaku.

Dan aku yakin, mana mungkin ada konser di luar negeri sampai selama itu, jadwal kami kan bukan hanya ada di sana?.

“apa kau mau tak ada yang berkesan di hari ulang tahunnya nanti heh? Eeteuk Hyung berpesan agar membuat kejutan ulang tahun untuk Sungmin.” Yesung Hyung menengahi, terlihat sekali raut muka aneh nya itu tengah menampakkan ekspresi serius.

Otak ku berfikir sejenak. Kejutan? Tapi? Apa ini yang namanya kejutan?

“tapi apa ini akan berhasil Hyung? Mana mungkin dia percaya kalau konsernya selama itu, dan bukannya setelah konser KRY ada SMTown, lalu akhir bulan ini kita ada penghargaan MAMA? Dan itu mengharuskan kita semua turut serta kan?” aku mencoba memberikan alibi.

“yeah, kita memang harus ikut semua di SMTown dan MAMA, kita semua. dan rencananya kan hanya kau Kyu, bukan kita. Hanya melibatkanmu. Kami hanya ingin menghilangkan sosok mu dari Sungmin Hyung! Karena dengan begitu Sungmin Hyung akan bad mood setiap hari” aku menoleh ke arah Ryeowokkie yang malah tersenyum polos.

“maksudnya? lalu, apa aku juga tak akan ikut di SMTown dan MAMA nanti?” tanyaku hati hati. Pasti para SparKyu akan kecewa jika idola mereka yang tampan ini tak ada di pentas bersama Super Junior, dan aku yakin rating penghargaan itu tak akan tinggi tanpa aku nanti.

“tentu saja ikut!” Donghae Hyung menyahut.

“tapi kalian bilang akan menghilangkan sosok ku dari Sungmin Hyung?” tanyak mencoba mencari kepastian.

“ya! Bukankah tadi kubilang kita semua. Setelah Konser KRY, kita ada SMTown di Singapore. Nah, setelah SMTown di Singapore itu kau akan kami kirim jauh jauh dari Korea. Begitupun setelah MAMA, dan ketika ada jadwal yang mengharuskan kita semua ikut, kau juga akan ikut. Tapi setelah ini kau harus kembali kami kirim jauh dari korea” Reowookkie lagi lagi melempar senyum manisnya ke arah ku.

“MWO! kenapa tak sekalian saja mengungsikan ku ke jalur GAZA?” tanyaku frustasi lagi.

“ide bagus, atau kita kirim saja kau kesana sebagi relawan? Kau mau?” Shindong Hyung sepertinya bahagia sekali.

“tidak! Terimakasih,” tolakku ketus. Apa apaan mereka ini? Gila!

“aish! Apa Sungmin Hyung tak akan curiga jika hanya aku yang pergi? Sementara Yesung Hyung serta Ryeowookkie tetap disini?” tanyaku lagi.

“masalah itu tenang saja, kami akan bilang jika kau ada jadwal disana, beres kan?” jelas Yesung Hyung. Ini terlalu berbelit dan aku benci ini.

“haish! Aku bingung! Lalu apa yang harus kulakukan se lama itu?”

“terserah, kau bisa bermain game hingga larut sesukamu dan kami pastikan tak ada yang melarangmu disana.” Jelas Donghae Hyung.

“arasseo arasseo! tapi.. ngomong – ngomong, dimana Sungmin Hyung?” tanyaku, benar juga, sejak aku masuk ke sini aku tak meihat Sungmin Hyung. Tentu saja! Mereka kan memang sengaja bersembunyi dari Sungmin Hyung.

***

Melihat matanya berbinar indah begitu membuatu merasa bersalah, apa aku harus menjalankan rencana dari Hyung Hyung bodohku itu? Aish! Kalau sampai Sungmin Hyung tahu aku bisa gawat!

Tapi, aku kan ingin melihatnya tersenyum manis nantinya. Senyum haru dan ia akan memelukku, menciumku dan berakhir dengan… ya… yuno lah. Hah.. Cho Kyuhyun hwaitting. Yah, meskipun aku ragu akan kadar keberhasilan rencana mereka.

Aku menyemangati diriku, sungguh ini sangat menegangkan, seperti meminta ijin selingkuh saja. Dengan perlahan ku buka pintu kamar kami, aku melangkah sepelan mungkin agar konsentrasi nya yang tengah berhadapan dengan laptopnya itu tak terganggu, aku tak ingin dia marah sebelum aku berbuat salah-_-

“Minnie Hyung..” suaraku kubuat sehalus mungkin setelah ku dudukkan pantatku di permukaan kasur ku. Ia tak bergeming sama sekali.

“Sungmin Hyung!”

Yes! Dia menoleh dan haa apa aku harus membohonginya? Apa aku tega? Haruskah? Hyungdeul bodoh!!!

“ne, waeyo Kyu? Kau mau makan? Bukankah Ryeowookkie sudah memasakkan untuk kita? Mian, tadi aku makan dulu, lagipula kau lama sekali pulangnya!” lihatlah matanya. Penuh dengan penyesalan hanya karena meninggalkanku makan terlebih dulu. Hiks! Kubunuh kalian.

“ha..a..aniyo Ming Hyung, aku sudah makan dengan manager Hyung tadi, mian, aku ada urusan sebentar tadi…” kulihat ia tersenyum menggumamkan kata tidak apa – apa dan kembali dengan laptop nya. Bagaimana aku bicara dengan Sungmin Hyung?

“eum.. Ming Hyung…”

“ne,” ia tak menoleh dan tetap asyik dengan laptop itu. Apa layar datar itu lebih tampan dari wajahku?

“emm… besok aku harus… harus terbang ke Jepang untuk konser KRY.” Ucapku was – was. Hei, mana mungkin Sungmin Hyung percaya berapa lama aku pergi. Ini benar benar ide terbodoh yang kusetujui.

“oh, aku sudah mendengarnya dari Ryeowookkie tadi.” Eh?

“hyung tidak marah?” tanyaku.

Ia menoleh ke arahku dengan sebelah alisnya yang berada di posisi lebih tinggi.

“untuk apa aku marah Kyu? Bukannya itu memang sudah jadwalmu dengan KRY ya?” aku terdiam salah tingkah, kulirik pintu kamarku. Disana Hyuk Hyung menyemangatiku dengan mengepalkan tangan kanannya sambil menggumam ‘hwaitting’ tsk!

“a..n –ne..” aku menggaruk tengkuk ku salah tingkah. Bagaimana caraku menyampaikan pada Sungmin Hyung jika begini?

“ah, Sungmin Hyung!!” panggilku menggebu sambil beranjak mendekatinya dan duduk di sampingnya.

“wae?” tanyanya tetap tak menoleh ke arahku.

“tsk! Apa layar datar itu lebih tampan dari wajahku heh? Kenapa kau betah sekali menatap layar jelek itu? Dan.. hei!! foto monyet jelek itu kenapa ada disana?” emosiku menggebu. Apalagi setelah tahu apa yang ada di hadapan nya adalah sekumpulan folder foto Lee Hyukjae? Ayolah! Kenapa bukan fotoku? Atau setidaknya foto kami.

“aish! Kau mau membuatku tuli eoh?” tanyanya santai dan itu membuat kadar keimutannya makin bertambah. Ah! Iya.

“Ming Hyung, dengarkan aku..” ku tarik kedua bahu nya agar berhadapan tepat dengan ku, kupegang bahu itu dan ku tatap matanya dalam. Haah… aku pasti merindukan yang seperti ini.

Dia hanya membalas tingkah ku ini dengan raut herannya.

“dengarkan aku, aku akan pergi 2 bulan lama nya.” Kututup bibir tipisnya dengan telunjukku ketika ia akan bersuara. Aku tau ia akan protes. Setahu nya aku hanya akan pergi dengan KRY selama kurang lebih 5 hari. Tapi… demi kejutan manis untuk ulang tahunnya, apapun akan kulakukan. Meskipun dengan berpisah sementara waktu. T.T

“ku mohon jangan membuatku sedih dan membuatku tak tenang saat aku pergi nanti. Jangan menangis dan jangan merindukanku. Tetaplah hidup senang dan bahagia. 2 bulan itu sebentar.” Ucap ku lagi.

Sungmin Hyung hanya menghela nafasnya berat dan menatapku dengan senyuman manisnya. Aigoo~~ aku pasti juga sangat merindukan senyuman ini. Tapi aku tahu, di hatinya pasti ada berbagai spekulasi tentang kepergianku ini, aku tahu dia tak akan menanyakan langsung padaku Karena Sungmin Hyung bukan tipe orang yang terbuka seperti orang kebanyakan.

“ne, pergilah. Aku pasti akan hidup bahagia disini menunggu mu.” Balasnya. Oh, aku lega.

Ke dekap tubuhnya yang kurasa semakin berisi ini, makin hangat dan makin nyaman. Hua! Aku pasti sangat sangat merindukan pelukan ini. Tenang lah Kyu! Hanya 2 bulan, HANYA 2 bulan.

“baiklah, kajja, kita tidur.” Ku tarik bahunya mengajaknya beranjak dari hadapan layar datar yang menampakkan wajah selca Hyuk Hyung yang di Zoom. Sungguh narsis dan PD sekali orang ini.

“sebentar Kyu, Hyuk menyuruhku untuk mengedit fotonya..” ungkapnya kemudian berbalik lagi ke hadapan layar datar itu. Ku miringkan kepalaku mencoba mengingat ingat sesuatu yang rasanya membuatku kesal.

“tenang saja, Sungmin Hyung sudah kusuruh untuk mengedit selca terbaruku dengan Donghae.. haha. Aku yakin aku pasti terlihat sangat tampan.”

Aaa… dasar monyet licik, benar benar!

“sudahlah Hyung, kau bisa melanjutkannya lagi besok. Besok aku harus pergi, apa kau tak mau menghabiskan waktu malam ini denganku heum?” aku mencoba memelas. Siapa tahu Sungmin Hyung mau berduaan menghabiskan malam ini berdua. Daann.. xexexe

Sungmin Hyung menerawang sebentar dan berdiri mendahuluiku. Memamerkan senyuman manis yang membuat gigi putih bersih serta rapi seperti kelinci itu. Ahh.. aku pasti juga akan sangat merindukan senyumannya yang ini.

Aigo~~ belum pergi saja sudah membuatku hilang semangat begini, awas saja kalau sampai ini gagal dan malah membuat Sungmin Hyung membenciku karena membohonginya. Akan ku bunuh peliharaan kalian dan terakhir kalian.

Maafkan aku Hyung. Jangan benci aku setelah ini karena aku hanya ingin membuat ulang tahunmu lebih indah tahun ini. Aku juga ingin tahu betapa berharganya diriku untukmu. Apa kau benar – benar merasa kehilangan jika tak ada aku disini atau kau biasa – biasa saja.

Mungkin aku terkesan jahat, egois serta beranggapan kau tidak mencintaiku. Tapi… hatiku sudah untukmu Hyung. Semuanya.

Ku kecup kedua kelopak matanya yang terpejam indah itu. Meski tak mendapatkan apa yang ku inginkan untuk pengantar tidurku malam ini, tapi setidaknya melihatnya terpejam damai seperti ini saja sudah membuatku merasa tenang. Tetaplah seperti ini Hyung, hingga tahun depan dan tunggu aku kembali.

Jaljayo…

End of Kyuhyun POV

***

Sungmin POV

Ku buka mataku sebentar. Lampu kamar ini padam. Kutolehkan kepalaku mencari keberadaan Kyuhyun. Lihatlah, wajah terlelap nya dengan mulut terbuka itu, tampak begitu tampan dan sempurna dengan biasan cahaya bulan yang memantul lewat celah kecil di jendela kamar kami.

Haah.. apa benar orang itu akan pergi selama 2 bulan lamanya? Berarti ulang tahunku tahun ini tak bisa kurayakan bersamanya? Aih! Padahal aku ingin sekali mengajaknya menghabiskan malam pergantian tahun berdua ke namsan tower sebagai kekasih! Ah! Siapa sih yang membuat jadwal bodoh seperti itu? Mana mungkin konser KRY se lama itu? Apa mereka akan melakukan World Tour KRY? Ah! Menyebalkan!

Huaa…

Kyuhyun-ah, jangan tinggalkan aku… haish! Kenapa tak bisa tidur.? Hanya 2 bulan SUngmin-ah.

End of Sungmin POV

***

Normal POV

Pagi yang cerah seperti biasa, keributan tak dapat dihindarkan dari sebuah apartemen yang mirip seperti asrama, atau kalian sering menyebutnya Dorm. Dan siapa lagi penghuni Dorm itu kalau bukan boyband ter fenomenal dan terhebat abad ini. SUPER JUNIOR.

Terlihat seorang namja manis itu tengah sibuk berteriak teriak meneriaki para Dongsaeng yang ada disana. Terlihat pula yang diteriaki balas mengomel dan berlari kesana kemari.

Hari ini keberangkatan Kyuhyun, Yesung dan Ryeowook ke Jepang untuk konser KRY. Dan sudah pasti memang yang berangkat hanya mereka bertiga. Dan siapa yang disibukkan? Namja manis itu –Lee Sungmin.

Bak seorang asisten. Namja mungil itu sibuk mengingatkan, menceramahi, dan tak segan membentak ketika persiapan yang sudah ia lakukan demi Hyung – Dongsaeng, serta satu Dongsaeng yang sangat disayangi bahkan dicintai dan pasti akan selalu dirindukan kapanpun itu. Namja cingunya –Cho Kyuhyun konser selama 2 bulan sepengetahuannya itu, ada yang merubah ataupun mengeluh.

“Hyung, kau janji sering mengirimiku kabar kan? Telephone video denganku kan? Kirim email kan? Iya kan?” rengek Kyuhyun ketika Sungmin tengah asyik dengan sarapannya.

“aish! Harus berapa kali ku tegaskan Cho Kyuhyun? Iya! Aku akan selalu mengirimi mu kabar, telephone video dan email. Apa perlu juga ku mention di twitter bahwa aku merindukanmu heh?” Tanya Sungmin agak kesal. Bagaimanapun ia menganggap pagi ini adalah pagi terhancurnya, biasanya tiap kali para anggota memiliki jadwal yang berbeda, ia tak akan mau repot seperti ini. Ia juga tak akan mau turun tangan untuk menyiapkan barang barang yang akan anggota itu gunakan dan butuhkan selama konser.

Tapi itu lain ceritanya ketika seorang Cho Kyuhyun malah seperti enggan untuk melakoni jadwal bersama Hyung dan Dongsaeng yang tergabung dalam sub unit KRY tersebut.

Ia bahkan sengaja mengulur waktu, mematikan alarm dikamarnya serta kamar yang lain di lantai yang berbeda, menge-set nya ulang sesuai kehendaknya. Membuat semuanya harus rela bergugup-gugup ria serta kebingungan satu sama lain.

“benarkah? Janji ya Hyung.. tapi tidak usah mention di twitter, memangnya kau pernah bermain twitter?”

“aish! Iya! Pergi dan pakai bajumu atau aku akan mengantarmu ke bandara dengan telanjang dada seperti ini Kyu?” makhluk imut itu sepertinya sudah dibuat geram dengan aksi manja – manja sang namja.

Bayangkan! Sejak selesai mandi, Kyuhyun hanya memakai celana jeans nya mengekori Sungmin yang sibuk mengatur keperluan mereka bertiga, ke kamar mandi dan bahkan saat Sungmin hendak menyantap sarapannya.

Dengan berbekal kaus yang dipegangnya, Kyuhyun beralasan bahwa ia ingin Hyung kesayangannya itu menyetrika kaus yang ia bawa dan hendak ia kenakan berangkat ke China nanti.

“YA! CHO KYUHYUN!!! Cepat keluar atau kami akan menyeretmu!!” suara si eternal magnae itu menggema di seluruh ruangan ini.

Kyuhyun berdecak sebal dan menatap arah datangnya suara itu tajam. Sungmin berdiri dan meraih kaus yang sedari tadi dipegang oleh Kyuhyun. Dan lihatlah namja dengan bibir tebal yang dimanyunkan itu, melipat kedua tangannya di dada, bertingkah sok manis dengan meniru kebiasaan Hyung tersayang nya. Merajuk eoh?

“aish! Kyu.. ayolah, aku tak ingin manager Hyung memarahimu karena membandel seperti ini!” Sungmin dibuat frustasi sendiri menghadapi tingkah anak kecil baru ini, benar benar tak ingin berpisah dengan’ibu’ nya sepertinya.

Dengan sedikit memaksa, Sungmin memakaikan kaus itu di tubuh Kyuhyun. Memasukkan bergantian tangan Kyuhyun ke dalam lubang lengan serta merapikan kaus itu.

“ya Hyung! Tadi kan aku menyuruhmu untuk menyetrika kan kaus ini! Ini belum disetrika Hyung!” Kyuhyun merengek membuat Sungmin mengusap wajahnya frustasi. Sumpah demi apa! Ia berharap merawat semua bayi cacat saat acara Love Family dulu dibanding harus merawat Kyuhyun.

Sungmin menarik nafas dalam dan menghembuskannya cepat. Ia harus sabar menghadapi Kyuhyun dan mencoba menerapkan prinsip sabar pada dirinya. Dulu, saat ini dan kedepannya.

Meski susah, namun tetap saja, lengkungan tulus yang terkesan dipaksakan itu muncul menghiasi bibir M nya.

“Kyu… ini kan dari laundry chagii.. mana mungkin belum disetrika, jadi jangan berpikiran bodoh Kyu! Sekarang, palli!! Yesung Hyung dan Ryeowookkie sudah meneriakimu dari tadi.” Sungmin masih tetap bersikap sabar saat ini. Setidaknya ia pernah membaca artikel bahwa marah dapat menyebabkan penuaan dini. Jadi sebisa mungkin ia memendam amarahnya untuk dongseng kesayangannya ini.

Kyuhyun menoleh ke arah Hyung nya. Menatap mata bulat itu dengan tatapan tajam seakan menunjukkan bahwa dia sedang marah.

“arasseo Hyung, padahal kan aku hanya ingin berlama lama denganmu, sebelum tidak melihatmu sampai tahun depan.” Kyuhyun bersungut masih dengan posisi semula.

“YA! PALLI!! Sungmin Hyung tak akan hilang dan tak akan pergi kemana mana! Jadi cepat atau –“

“ARASSEO KIM RYOWOOKK!!!” Kyuhyun berteriak membuat suara melengking Ryeowook tadi berhenti seketika. Ia kembali memandang Hyung nya memelas seakan meminta Hyung nya itu untuk menahannya untuk tidak pergi. Oh, ayolah, kita sedang tidak bermain drama-drama an.

Sungmin mendelik dan berbalik dari Kyuhyun “ jangan mulai lagi Tuan Cho! Pergi sekarang atau tak ada kabar dariku sampai tahun depan.” Sungmin berucap tegas sembari menyeret koper Kyuhyun ke luar dorm.

“ya! Hyung, jangan bicara seperti itu.. ne ne, aku pergi.. ya! Hyung tunggu akuu!!” Kyuhyun berlari kesana kemari hanya untuk mencari tas punggung yang biasa ia pakai. Memakai sepatu, mengambil barang – barang lain yang ia butuhkan, dan tak lupa barang yang amat dicintainya selain Sungmin, PSP.

.

.

.

TBC

9 thoughts on “Lomba FF KYUMIN | Bad Mood Ming | YAOI | 2sh | #1

  1. muehehehehhe~
    2 bulan ?? lama bngt ..
    jadi TKL di jepang .. wkwkwkwkw
    awas nnti Ming nya diculik Soo Man ahjussi #plak XDD

    apakah Kyuhyun akan bertahan ?? dan bagaimana perasaan Sungmin ??? kita lanjut ke Chap 2 #ala parto OVJ XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s