HATE U LOVE U | 2Shoot | Yaoi | KYUMIN

 

.

 

.

 

Author : rainy hearT

Length : TwoShoot

Rated : T

Cast :

– Lee Sungmin

– Cho Kyuhyun

– Other Cast

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.

Genre : ||Drama || Romance||Fluff || Sad |

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || Hate that I LOVE YOU.||

Another PRESENT From Me

 

.

ONE SIDED LOVE

.

 

Just KYUMIN

 

.

 

Hello~ hello~

 

Aku bawa TwoSHOOT lagi. Hehhee… biarin ajah dah nge-gaje and mendayu-dayu. Lagi anti ma NC. Feel-nya kagak dapet terus, takutnya malah ga hooot. So, mending nikmatin OS ajah. Okeeh…

 

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

—- HATE U LOVE U —–

.

.

.

___ Lee Sungmin POV___

 

.

.

.

“Break?”

Kulihat ia menggangguk yakin. Aku tak tahu mengapa dengan mudah ia mengucapkannya. Apakah ia sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan?

“Nde, break. Aku ingin mengakhiri hubungan ini. Kurasa, tak akan ada gunanya jika dipertahankan lagi.”

Aku menatap tak pasti. Tak ada yang bisa kulihat selain genangan yang membuat penglihatanku kabur. Kedua mataku terasa panas dan hatiku__ berdenyut sakit. Aku sudah menjadi bisu seketika. Tak bisa mengatakan apapun.

“Kurasa, aku tak bisa denganmu lagi. Entahlah, mungkin aku jenuh. Sudahlah, aku pergi.”

Hanya bisa melihat cincin kami yang ia letakkan begitu saja di depan mataku. Menatap punggungnya menjauh dan meninggalkan aku. Aku mengambil cincin itu, mengusap kasar air mata yang tak bisa kutahan sendiri. “Waeyo… hiksss…”

Meninggalkan aku seperti ini. Bahkan sebentar lagi kita akan menikah. Apa kau takut, untuk berjuang bersamaku? Atau kau malu menjalani cinta yang istimewa ini bersamaku?  “Hikss… Kyunie…”

.

.

____ Lee Sungmin POV end ___

.

.

.

Merasakan sendiri disaat selama ini  merasakan kebersamaan. Bahkan baru 3 bulan ini cincin itu melingkar indah di jari Sungmin. Seakan tak ada arti dan yang tersisa hanyalah sebuah kehampaan.

Tapi kehidupan memaksanya untuk terus melakukan semuanya. Seperti saat ini, berjalan gontai menyusuri lorong kecil menuju kantornya. Tak mungkin ia meninggalkan rapat dewan direksi yang sangat penting. Tapi, apakah cukup dengan jabatan itu ia bisa bertahan.

Menatap bayangan tubuh namja tinggi dengan kulit pucat itu, kedua matanya mulai mengabur. Sungmin mencoba sedalam mungkin mengubur semua perasaannya. Meremas genggaman tangannya sekuat mungkin dan mengabaikan teriakan hatinya.

“Hyung, gwenchana?”

Sungmin mengangguk. “Aku tak apa-apa. See, aku baik dan sangat baik setelah rapat tadi.”

Yeah, rapat sudah selesai tapi tidak dengan kecanggungan sikap Sungmin. Sedikit berdebat dengan Kyuhyun saat rapat tadi sudah cukup membuat mood-nya memburuk. Terlebih mengundang kecurigaan appanya dan juga Tuan Cho, lalu dewan direksi yang lain. Huah_ Sungmin rasanya ingin menghilang sekarang.

.

.

.

Dan kembali, Sungmin merasakannya. Denyutan yang membuat seluruh hati dan jantungnya nyeri.

“Kudengar kau tak bersama Sungmin lagi?”

“Nde, aku rasa aku mulai bosan. Atau anggap saja aku menemukan hal baru.”

Sungmin menutup kedua matanya. Terasa begitu perih dan panas. Ia tak sanggup lagi melihatnya. Memilih menghentikan langkahnya dan bersandar lemah pada dinding salah satu ruang pertemuan di kantornya. Ia tahu betul itu suara  Kyuhyun.

“Ya, Siwon hyung kuharap kau tak membahasnya lagi. Kau tahu, hubungan kami terlalu biasa dan aku rasa aku mulai tertarik dengan yeoja. Ck… entahlah, mungkin baru menyadari jika semuanya satu kesalahan.”

“Hahaha…. kau bisa saja mencari alasan.”

Tubuh Sungmin merosot jatuh saat mendengar derap langkah itu menjauh dari lingkup pendengarannya. Rasanya sangat sesak dan penuh penyesalan. Menatap cincin yang ia kenakan kembali dan kemudian seolah meyakinkan dirinya sendiri. Melepas cincin itu.

Sungmin berusaha keras untuk tak bersikap kekanakkan dan menangis. Ia menutup rapat kedua matanya dan berjalan pelan. Membuang cincin itu ke tong sampah yang ia lalui. “Kau yang menginginkan ini berlanjut, tapi kau juga yang mengakhiri. Apa tak punya perasaan, Kyu?”

.

.

Terjebak dalam satu kondisi yang sangat tak menguntungkan lagi. Pekan olahraga yang dihadiri seluruh staf kantor. Akhir bulan bermain golf di udara yang cukup sejuk, dan Sungmin harus berusaha menyembunyikan perasaannya.

.

Puk…

.

Menoleh saat merasakan tepukan di bahunya. “Kulihat kau sama sekali tak memasukkan 1 bola pun. Ada apa Hyung?”

Sungmin tersenyum kecil. “Ahniyo. Tidak ada apa-apa. Hanya saja mungkin aku yang payah dan tak bisa bermain.”

Namja itu terkekeh pelan. “Apa kau bercanda? Tak bisa bermain katamu? Kau bahkan mengajariku bermain golf. Permainan yang sungguh membosankan tapi kau sangat suka melakukannya.”

Sungmin menghela nafasnya. Kemudian menatap jauh ke langit sore yang berwarna kekuningan. “Entahlah Hyukkie, mungkin ini karena suasana hatiku yang sedang buruk.”

Eunhyuk memilih diam dan mengikuti apa yang dilakukan Sungmin. Menatap langit itu dalam diam dan terus membayangkan entah apa yang tak jelas tapi masih terus membayangi kepalanya. “Jika aku boleh berharap, aku akan meminta untuk tak mengenalnya sama sekali.”

.

.

Setelah merasa benar-benar bosan untuk bermain golf, akhirnya Sungmin dan Hyukkie lebih memilih menghabiskan sisa waktu mereka untuk menyantap menu khas di Laguna Resort. Satu resort milik keluarga Lee atas nama Sungmin, dengan menu masakan khas Jepang.

Tapi, sepertinya takdir juga enggan menjauhkan Sungmin dari seorang namja bernama Cho Kyuhyun.  Namja itu kembali berada disekitar Sungmin, bersama dengan Siwon dan Hae. Hanya berjarak beberapa meja, hingga Sungmin masih bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.

“Kudengar kau putus dari Lee Sajangnim?”

Kyuhyun hanya mengangguk dan kembali menyantap makanannya.

“Wah, kenapa bisa seperti itu. Aku baru mendengarnya tadi pagi. Kemarin, saat rapat dewan direksi aku masih melihat Lee Sajangnim memakai cincinnya. Tapi tadi pagi sudah tidak lagi dan saat aku tanyakan pada Hyukkie, dia mengiyakan gosip yang beredar di kantor itu.”

Eunhyuk hampir tersedak saat sayup-sayup mendengar namanya disebut. Ia menatap dengan pandangan maaf pada Sungmin.

“Huhhh… sudahlah Hyukkie. Gwenchana. Lagi pula lama kelamaan juga semuanya akan tahu.” Sungmin kembali sibuk mengacak-acak supnya. Ia sama sekali tak berselera makan.

“Apa kau tak mencoba menghubunginya? Mungkin membicarakan hubungan kalian lagi.” Sekarang suara dari namja tampan itu kembali membuat perasaan Sungmin memanas. Memang, Kyuhyun sama sekali tak pernah menghubunginya setelah hari itu. Apakah begitu mudah bagi kyuhyun untuk melupakannya?

“Siwon hyung, ini tak seperti yang kau bayangkan. Aku mengakhirinya karena aku sudah yakin jika ini tak bisa diteruskan lagi. Terlebih semua yang berjalan begitu mulus di awal, sama sekali tak membuatku merasa istimewa.”

.

Tring…

.

Sungmin menjatuhkan sendoknya. Ia menggenggam erat kedua tangannya. Berjalan cepat meninggalkan restoran itu. Kyuhyun_ dia tahu dan melihatnya. Tapi, tak ada satu hal pun yang dilakukan namja itu. Hanya menggeleng dan kemudian tetap santai menyantap makanannya.

“Hae…”

Namja tampan itu menoleh saat mendengar suara yang begitu dekat dengannya. Memasang wajah babo nan polosnya. “Eoh… Hyukkie baby. Waeyo?”

“Huh….” Eunhyuk menghela nafasnya dan menarik kursi yang berada tepat di sisi Hae. “Kukira kau cukup pintar untuk menjaga mulutmu. Ternyata kalian sama saja. Kalian bertiga, bersekongkol dan terus saja menyakiti Sungmin hyung. Dan kau_”

Jari telunjuk Eunhyuk mengarah tepat ke wajah Kyuhyun. “Kau adalah otak dari semua ini. Awas saja, melakukan lebih dari ini_ aku akan pastikan dia akan membencimu SELAMANYA.”

.

Brakkk…

.

Eunhyuk menggebrak meja makan itu dengan sedikit kasar. Ia segera beranjak dari duduknya dan kemudian menarik kerah kaus Hae. Menatap dalam pada kedua mata namja itu. “Hae, kita break!”

“Mwo?” Hae terkejut bukan main. Ia langsung menciba meraih tubuh Hyukkie, tapi namja itu keburu menghindar dan tak mau berdekatan dengannya. “Baby, kenapa aku yang_”

“Selama otakmu belum kembali waras, aku tak mau terkontaminasi dengan kebusukan kalian.”

.

.

.

Kembali menyendiri dalam satu kekosongan, membiarkan tubuhnya merasakan dingin yang menembus kulitnya. Terus membiarkan kucuran air itu terjun bebas dan membasahi kepalanya. Berharap bisa mendinginkan hati dan pikirannya.

Kalut_

Sungguh, hanya itu yang ia rasakan. Semuanya berjalan dan akhirnya berlalu begitu cepat. bahkan sangat mudah, semudah mereka merangkainya.

Perkenalan singkat yang terlalu indah saat mereka kemudian bersatu. Menjalin semuanya dengan mudah tanpa ada rintangan appaun. “Hikss… benarkah kau merasa seperti itu, Kyu.”

Bahkan Sungmin sangat bersyukur saat semua orang terlihat menyetujui hubungan istimewanya. Lalu apa lagi yang di harapkan Kyuhyun? Bukankah jika berjalan seperti ini terasa sangat baik dan indah?

Sungmin membiarkan air itu terus mengguyur tubuhnya. Hingga akhirnya ia mulai merasa pusing dan kemudian memaksakan diri untuk beranjak dari posisinya. Berjalan pelan merayapi dinding kaca itu. Membungkus tubuhnya dengan bathrobe dan kemudian menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk di salah satu kamar VIP yang ada di resort itu.

Pandangan Sungmin terbang menembus langit kamar. Tercipta satu bayangan indah di langit polos putih itu. Satu wajah tampan yang tersenyum padanya. Dan kembali, tanpa ia bisa mencegahnya. Air mata itu jatu perlahan seiring dengan isakan lirihnya.

.

.

.

“K-kyu…”

Sungmin tercekat saat melihat Kyuhyun duduk di meja yang sudah dipesankan oleh sekretarisnya.”

“Nde, ini aku hyung. Lama tak bertemu denganmu.”

Sial_

Sungmin merutuki dalam hati. Akan sia-sia semua usahanya selama ini, jika pada akhirnya setiap kali ia sudah mulai melupakan Kyuhyun_ pada kenyataannya namja itu kini lagi-lagi berada disekitarnya.

“Nde, lama tak bertemu. Kuharap pertemuan ini akan menghasilkan satu hal yang baik.” Sungmin tersenyum canggung. Ia mengeluarkan beberapa berkas dari dalam tasnya. Mempersiapkan beberapa map penting untuk kerja sama kali ini.

“Nah, aku harap kau mau menelitinya dulu. Perusahaan ini akan bergerak di bidang distribusi. Kami akan bekerja sama dengan perusahaan makanan ins_”

“Apa kau akan memulainya sekarang?”

Sungmin mengalihkan pandangannya hingga ia menatap wajah tampan yang ada dihadapannya. “Nde, tentu saja sekarang. Kau pikir akan kapan? Lagipula kita ‘kan memang bertemu untuk membicarakan ini?”

Kyuhyun mengangguk kecil dan kemudian menyamankan duduknya.  Melonggarkan ikatan dasinya dan menatap lembut pada Sungmin “Apa kau tak ingin menanyakan bagaimana aku setelah kita putus?”

Jantung Sungmin berdenyut sakit. Namun kali ini ada yang berbeda. Begitu terasa, satu titik kemarahan yang menggumpal di kedua tangannya. Menatap Kyuhyun yang seakan tersenyum dan menggodanya. “Kau pikir kau siapa? Apakah kau penting bagiku? Semuanya sudah berakhir saat kau sepihak memutuskanku. Lalu apa lagi yang kau harapkan?”

Kyuhyun kembali tersenyum dan kemudian mencelupkan 2 blok gula kedalam kopinya. “Aku tahu, perasaanmu itu seperti kopi ini. Begitu harum dan hangat. Membuat kecanduan dan cukup mampu untuk membuatku terus terjaga. Kopi ini, selalu merayuku untuk meminumnya. Jadi_”

Kyuhyun menggantungkan kata-katanya dan kemudian mengaduk kopinya, lalu menyodorkan pada Sungmin.

“Jadi apa?”

“Jadi_”Kyuhyun mendekati wajah Sungmin dan menatap langsung pada matanya. “Apa kau tak merasa kecanduan padaku?”

“Mwo?” Sungmin mendelik tak percaya. “Kau pikir kau siapa? Kau pikir aku sudah gila?”

“Aku_ aku hanya mulai berfikir, jika kau sepertinya tak punya pendirian. Seperti kopi ini. Dia bahkan terkadang tak bisa menghilangkan penat dan pusingku. Tapi terkadang bisa menghilangkan semua bebanku, meski hanya menghirup wanginya.”

.

Prakk…

.

Sungmin membanting file yang ada didepannya. “Kau baca sendiri perinciannya. Hubungi sekretarisku jika kau setuju.” Sungmin bergegas membereskan semua lebar kerjanya. “Kau fikir, aku cukup bebas untuk  semua ini? Aku tak bebas, asal kau tahu itu. Hatiku masih terikat pada sebuhah cincin yang sekarang entah ada dimana. Jika kau masih belum merasa cukup mempermainkanku, kenapa tak kau coba menjadi straight dan menikmati yeoja di luaran sana.”

Sungmin bergegas meninggalkan tempat itu. Menyeka kasar air matanya dan menahan air matanya.  Sementara itu, Kyuhyun hanya tersenyum kecil sambil menghirup wangi kopinya. “Terlalu harum untuk dilupakan.” Bergumam kecil saat melihat siluet Sungmin menghilang seiring dengan mobil putihnya yang meninggalkan parkiran coffe shop itu.

.

.

.

“Ahhh!!! Shitt!”

Sungmin mendudukkan bokong sexy-nya dengan sedikit kesal. Ia meremas kuat genggaman tangannya, berusaha menahan kesediahnnya.

“Apa-apaan dia? Masih merayuku? Apa maksudnya?”

“Hyung…”

Eunhyuk  yang mengekori Sungmin, langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Sungmin.

“Aish… Hyukkie! Kenapa aku bisa bertemu dengan namja itu? Harusnya appa yang mengurusnya? Kenapa malah aku?” Sungmin melampiaskan kekesalannya. “Ini menyebalkan.”

“Nde, aku tahu.” Eunhyuk meletakkan kedua tangannya ke atas meja Sungmin dan menopangkan dagunya keatas kedua lengannya. “Kurasa appamu sengaja melakukannya.”

Sungmin menoleh pada Eunhyuk. “Sengaja? Ck… pasti appa berfikir untuk membuatku kembali pada Kyuhyun.” Sungmin bergumam lirih.

“Bukankah memang begitu?”

Eunhyuk sedikit menciut saat Sungmin menatap tajam padanya. “Aku memang masih mencintainyatapi tak semudah itu kembali padanya. Dan aku juga tak yakin dia mencintaiku. Huh… sudahlah.”

Sungmin menghela nafasnya dan kemudian beranjak dari duduknya. “Kajja, pulang. Aku sudah bosan. Sebaiknya kita ke club.”

“Hyung?”

“Wae?” Sungmin menatap Eunhyuk yang terlihat sedikit tak suka dengan idenya. “Ayolah, bukannya kau sering ke club. Kenapa sekarang tak mau mengajakku kesana?”

“Ahni, bukan begitu hyung. Tapi, nanti kau_”

.

.

.

“Mabuk…”

Eunhyuk bergumam pelan saat menemukan Sungmin sudah tertidur pulas di rungannya. Sengaja, Eunhyuk meninggalkan Sungmin di satu ruangan tersendiri sama seperti permintaannya, dan dugaannya benar. Namja itu mabuk. Ia membereskan sepatu Sungmin dan bersusah payah menggotong namja itu kedalam mobilnya.

“Haish… sudah kukira, semuanya akan seperti ini. Dia sangat payah, tapi kenapa mengajak minum. Ck… merepotkan.”

Selama perjalanan menuju rumah Sungmin, Eunhyuk sibuk mencoba mencari alasan apa yang akan ia katakan pada Tuan Lee jika menemukan putra kesayangannya mabuk seperti ini. Dengan sedikit perasaan khawatir, ia memapah tubuh Sungmin menuju pintu utama rumah itu.

Namun, belum juga pintu itu ia ketuk_ sudah terbuka dengan sendirinya. Menampakkan keindahan interior rumah Sungmin yang kemudian sekejap hilang saat melihat namja dengan piyama sutranya tengah berdiri tak jauh dari Eunhyuk sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.

“Sudah kuduga.” Tuan Lee berbicara dengan nada rendah. “Tapi tidak apa-apa. Pelayan Jung, bawa Tuan Muda kedalam kamarnya.”

Eunhyuk menyerahkan Sungmin pada butler di rumah itu. Ia menatap taku pada Tuan Lee. “Tenang saja. Aku tidak akan memecatmu. Aku tahu putraku, dan dia memang seperti itu. Sebaiknya kau pulang dan untuk besok kau tak usah kekantor. Besok kantor diliburkan dan sebaiknya kau datang ke sini lagi jam 10 pagi.”

“Memangnya ada apa, Lee Sajangnim?”

Namja tua itu tersenyum kecil. “Ada satu hal, yang tak kau harus tahu sekarang. Sebaiknya jangan banyak bertanya dan pulanglah, Lee Hyukjae.”

“Tapi, Lee Saj_”

“Pulang sekarang, atau kau aku pecat.”

Nada datar itu sedikit membuat Eunhyuk mundur. Ia segera membungkuk dan meninggalkan rumah megah itu. Namja yang masih terlihat segar itu, Tuan Lee_ tengah tersenyum penuh. Ia berjalan menuju kamar Sungmin dan kemudian mengangguk saat melihat semua butler dan pengasuh Sungmin.

“Lakukan sekarang. Pastikan yang terbaik.”

.

.

.

“Eungh…”

Sungmin menggeliat tak nyaman. Ia mencoba merasakan dimana ia berada sekarang. Wangi yang begitu harum menusuk penciumannya. Ia mencoba membuka kedua matanya dan menyesuaikan dengan cahaya matahari pagi.

“Dimana ini…”

Bergumam pelan dan kemudian menoleh ke arah sekitarnya. “Jung Ahjumma…” Sungmin menggumam pelan saat melihat istri dari bulter kepercayaan dirumah itu.

“Selamat pagi, Tuan Muda.”

“Jam berapa ini? Kenapa kalian ada dikamarku?” Sungmin mencoba melihat  jam tangan yang ada di pergelangan tangannya. “Masih jam 9 pagi. Aish….” Sungmin mengacak rambutnya. “Kenapa tak ada yang bangunkan aku? Apa kalian tak tahu, aku harus mewakili appa bertemu dengan Tuan Nam?”

Sungmin segera beranjak dari tidurnya. Ia segera melesat ke kamar mandi. “Jung ahjumma! Bajuku!”

Memerintah dengan sikap kekanakkannya.

.

.

.

“Kenapa kau menyiapkan baju seperti ini?”

Kening Sungmin berkerut saat melihat setelan yang akan dipakainya.

“Apa tak ada pilihan lain?”

“Tidak ada, Tuan Muda. Semua bajumu sudah tidak ada disini.”

“Apa maksudmu?” Sungmin berjalan menuju kabinetnya. Membuka pintu ruanga kecil itu dan_ “Ya!!! Kemana bajuku? Kenapa kosong?”

“Appa-mu sudah memindahkannya. Aku pun tak tahu, karena dia menuruh langsung pada suamiku.”

“Mwo?” Sungmin menatap tak percaya. “Kemana appa memindahkannya?” Dan akhirnya, meski dengan perasaan kesal Sungmin tetap memakai baju itu. “Kenapa warnanya seperti ini? Seperti untuk pernikahan saja.”

“Kau kan tahu Tuan Nam. Dia sangat suka warna hitam merah seperti ini. Mungkin dengan berpakaian seperti ini, dia akan langsung menyetujui kontraknya.”

“Hahaha… bisa saja. Ya sudah, aku akan menemui appa.”

“Tuan besar sudah pergi. Pagi-pagi sekali tadi, katanya ada rapat penting di Busan.”

“What?” Sungmin menoleh pada Jung Ahjumma. “Bagaimana bisa dia pergi seperti itu? Apa dia tak mau makan bersamaku? Haish…. lalu, appa Umma sudah pulang?”

“Sudah, dan sepertinya dia juga sedang dalam perjalanan menemui tuan Nam.”

“Yeah, baiklah. Aku akan kesana.”

“Supir Im yang akan mengantarmu, Tuan Muda.”

Sungmin kembali menghela nafasnya. “Ayolah, aku bukan anak kecil lagi. Itu mobilku, dan aku bisa menyetir. Lagipula nanti aku akan pulang dengan Umma.”

“Kau lupa, Nyonya besar selalu takut jika kau menyetir mobil? Lagipula, dia langsung dari bandara menuju tempat Tuan Nam.”

“Yeah… baiklah.” Sungmin mengangguk pasrah. “Lagipula, apa-apaan Umma. Mementingkan belanja dengan Heechul ahjumma dan melupakan aku. Menyebalkan!”

Sungmin bergegas menuju mobil yang sudah disiapkan didepan rumahnya. Membawa berkas kerjanya dan mulai menelitinya lagi. “Supir Im, bisa kau sedikit ngebut. Pertemuan itu jam 10 dan aku tak boleh terlambat.”

“Baik Tuan Muda.”

.

.

.

“Eoh???” Sungmin mengerutkan keningnya saat melihat apa yang ada didepannya. “Kau tak salah membawaku kesini?”

“Tidak. Apa kau lupa, tuan Nam akan menikahkan putrinya hari ini.”

“Heuh… benar-benar payah.” Sungmin menghela nafasnya. Ia menyerahkan tas kerjanya pada supir Im dan melangkah masuk kedalam gedung itu. Disana ia melihat begitu banyak karangan bunga pernikahan. Kembali teringat, jika seharusnya minggu depan adalah hari pernikahannya dengan Kyuhyun.

“Appa…”

Sungmin tersenyum saat melihat bayangan Tuan Lee dari kejauhan.

“Haish… appa! Kenapa kau ada disini?”

“Aku harus mengurus satu hal.” Tuan lee tersenyum aneh. Namja itu kemudian menarik lengan Sungmin, memaksa Sungmin untuk mengikuti langkahnya.

Sungmin mulai merasa aneh, saat melihat kehadiran Kyuhyun di pesta itu. “Kenapa ada Kyuhyun?”

“Dia yang akan menikah.”

“Mwo?”

Sungmin menatap appanya tak percaya. “Menikah? Dia akan menikah?”

“Nde, ini pernikahan Kyuhyun. Makanya appa tak jadi ke Busan.”

“Kau serius?”

“Tentu saja. Appa serius, hari ini adalah hari pernikahan Kyuhyun.”

Pikiran Sungmin mulai berat. Bagaimana bisa dia bertahan jika kenyataannya seperti ini? Pernikahan ini_ pernikahan mantan tunangannya sendiri. Terlebih dengan putri Tuan Nam. ‘Jadi benar, kau menyesal menjadi sepertiku? Memilih straight?’

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Mianhe…. ini ga bisa OneShoot. Kayaknya Twoshoot deh … hehehe.

 

Oh iya, untuk lomba FF, harus twoshoot dan harus hepi end. Dipost di dokumen grup dan penilaian berdasarkan like and comment. Penulisan dan kenyamanan baca juga dipertimbangkan. Di post mulai malem kemaren ampe tanggal 25  desember. Inget harus twoshoot dengan jarak posting 1 mingguan atau lebih. Kajja…. ikutan semuanya. Buat ngerame’in ultahnya Ming chagi….

 

Hadiahnya, aku transfer sendiri lho…

 

Mind To comment

72 thoughts on “HATE U LOVE U | 2Shoot | Yaoi | KYUMIN

  1. chingu ini saran ku. Kalau kyu bner ngerjain sungmin.

    Sungmin harus kerjain kyu baling. Mungkin dg gg mw menikah ma kyu / sebagainya lah. Jangan sampai 1-0. Harus 1-1.
    Sungmin hrus ngerjain kyu bali.

    Pliessss

  2. Iktan nangis breng ming.. Isshh kyu.. Menyebalkan sekali dirimu..
    Huhh apa ini cma akal-akalannya si evil..??
    Ktnya dia kan pngen sesuatu yg beda gtu..
    Mga aja yg married kyumin..
    Lanjuuuuuttt eonni..

  3. Welehhh….
    Aku pusing…..
    Lanjut….
    Penasaran…..

    Dan aku maunya itu pernikahan Kyu dan Ming chagi sajaaa….
    Ahahaha….
    *banyak maunya*

  4. kayaknya itu pernikahannya kyumin ya *ngarep + maksa*
    Chinguu penasaran sama lanjutannya T^T
    Pas baca yg depan2nya nyesek banget T^T
    Lanjut!!! ^^

  5. Hahhh aku udah bisa nebakk nihhhhh >< lanjuttt eonnnn jangan lama lamaaaaaaaa kyaaahhhhh aku udah mulai bisa nebakkk!! Kasian sama ming atulahhhhhhh ;__; lanjut eonn hwaitingggggg!!!

  6. Kyumin bakal nikah ne?!
    Dasar evil..tega”nya nyakitin ming..
    Kalo aku jadi ming, terima pernikahan tapi jangan harap ada malam pertama!! #menggebu-gebu

  7. maaf ne eon… kmren2 aQ ga sempat koment cz bacax d hp, jdi ga bisa… mian ne
    kyx kyu punya rencana lain nich buat ngasih kjutan k umin… cpetan kyu, nt malahan uminx bner2 pergi n ga cinta lgi dech…

  8. nyesek bgt liat kyu mutusin ming,,trus hdup ming berantakan..tp kyax ada yg kyu sembunyiin deh..apa mungkin kyu memberikan kejutan gtu untk ming untk langsung nikah aja? Kyu emang mau nikah tp ama min kan?

  9. wah ff baru ya br tau nich, bagus jalinan ceritanya ringan mengalir hhheee…. itu yg nikah pasti kyumin ya wah gak sabar nich baca lanjutanya, semangat terus ya n keep smile (^_^)

  10. Kyuhyun sialan
    mainin perasaan Ming ajaa
    huhuhu
    dada sesek plus air mata ikut ngalir ㅠ.ㅠ
    kyuhyun bakal nikah? Sama siapaaa?
    tapi feeling aku ttp nikah sama Sungmin kok!
    Ya kan ya kaaaan??
    hahaha

  11. hmm knp aq merasa ming djebak ya…pasti tuh anak mau dinikahin ma kyu,ahahaha surprise yg luarbiasaaaa…awalnya sempet tkut kyumin bneran break tpi skrg gak yaqin,psti itu akal2n epilcho bt ngasih surprise k ming… nexttt…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s