IN MY DREAM | KYUMIN | OS | YAOI |

 

 

IN MY DREAM

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : OneShoot

 

 

Rated : T

 

 

Cast :

 

– Lee Sungmin

 

– Cho Kyuhyun

 

– Other Cast

 

 

Pairing : || KYUMIN ||

 

 

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.

 

 

Genre : ||Drama || Romance||Sad |

 

 

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

 

 

Summarry : || The time when i want to hold your LOVE that the hardest time in my live. It’s so hard for me when i know there’s no me in your eyes.||

 

 

 

Another PRESENT From Me

 

 

 

.

 

IN MY DREAM

 

.

 

 

 

Just KYUMIN

 

 

 

.

 

 

 

Hello~ hello~

 

 

 

Ketemu lagi ma hujan One Shoot di bulan November. Ngikutin permintaan reader yang dah komen di wall kemarin. This is ‘IN MY DREAM’ Sekali lagi, aku ga bisa bikin ff dari lagu, jadi yahhh diterima ajah apa adanya. Kalo ga nyambung yahhh disambungin ajah. Hahhaha…

 

 

 

.

 

 

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

 

 

 

 

—- IN MY DREAM —–

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

Flashback On

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Aku lihat, dia sudah mulai bisa melupakanmu.”

 

 

 

Kyuhyun menatap tak percaya pada namja yang berucap seenaknya di sisinya itu. Namja tampan yang sedari tadi sibuk mengerjakan tugas, entah kenapa kemudian seakan mulai tertarik seperti ikut menyalahkan Kyuhyun.

 

 

 

Merasa terpojok dan juga sendiri.

 

 

 

Tentu saja__

 

 

 

Ini pertama kalinya, seorang Cho Kyuhyun ditinggalkan. Terlebih lagi, ditinggal oleh namja yang baru beberapa minggu yang lalu menjadi kekasihnya.

 

 

 

“Kau jangan menganggap semua itu mudah. Bukan hanya masalah kau mencintainya atau tidak. Bukan juga masalah kau kekasihnya atau bukan. Tapi komitmen itu perlu satu pembuktian. Kau bisa saja berkhianat di belakang Sungmin.”

 

 

 

“Aku tidak melakukannya.”

 

 

 

“Yeah, tidak melakukannya secara terang-terangan. Namanya juga selingkuh. Mana ada yang mau mengaku jika dia selingkuh?”

 

 

 

Kyuhyun menoleh dan menghela nafasnya. Ia kesal dengan namja yang terus saja mengkritik semua yang dilakukannya. “Jadi kearah mana pembicaraanmu?”

 

 

 

Namja itu tersenyum sinis dan melepaskan kacamatanya. “Kau memang tak berselingkuh. Hanya saja menjaga jarak dengannya. Kenapa?” Dan mata tajam itu terus saja menindasnya. “Apa karena dia namja? Begitu?”

 

 

 

“Bukan begitu, aku hanya__”

 

 

 

“Kenapa? Apa karena dia seribu kali lebih baik darimu? Kau iri?”

 

 

 

“Yack! Berhenti memojokkanku!”

 

 

 

“Kenapa? Kau marah? Kau menyesal atau kau malu? Atau kau memang benar-benar merasa kalah dari Lee Sungmin? Kekasihmu sendiri___”

 

 

 

Tangan Kyuhyun hampir melayang dan hampir menyentuh kulit mulus pipi namja yang masih terus saja mengejeknya. “Kau mau memukulku? Jadi benar, kau hanya iri padanya?”

 

 

 

“Yack! Choi Siwon! Berhenti mengejekku!”

 

 

 

Namja tampan itu menghela nafasnya. “Kau menyedihkan.”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Bukan ucapan Siwon yang membuat Kyuhyun semakin terpuruk. Kenapa ia baru sadar jika semua ini adalah kesalahannya? Semudah itu meluapkan keegoisannya__

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Kau pikir aku apa?”

 

 

 

“Kau yang seharusnya berfikir!”

 

 

 

“Cho Kyuhyun, beraninya kau membentakku!”

 

 

 

Kyuhyun tersenyum sengit. “Kau sama saja dengan mereka. Yeoja murahan yang suka dengan uang. Tak  kusangka semudah itu kau menjual dirimu sendiri.”

 

 

 

.

 

Plakkk…

 

.

 

 

 

Satu tamparan mendarat halus di pipi Kyuhyun. Mata foxy itu berkilat merah melihat wajah Kyuhyun. “Hahhaa… menyesal telah mencintaimu. Berharap kau membelaku.” Sungmin tersenyum getir. Mengusap pelan air matanya. “Tapi kau sama saja dengan mereka. Menutup mata dan tak mau melihat lebih jauh. Kau tak lebih dari seorang pecundang.”

 

.

 

Tring…

 

.

 

 Cincin emas putih itu menggelinding dan jatuh di lantai kelas mereka.  Sungmin menggeleng tak percaya dan menatap Kyuhyun yang kini membuang muka. “Hiks… kau tak lebih dari seorang pengecut yang sangat suka menjilat ludahnya sendiri. Kau melihat, tapi kau memilih untuk menjadi buta.  Hahha… konyol sekali. It’s over for us.”

 

 

 

Sungmin memunguti buku dan juga tas sekolah yang berserakan karena tendangan siswa lainnya. Inilah perlakuan yang diterima Sungmin. Bagaimana kejamnya semua yang melihatnya dengan menutup kedua mata dan hatinya, hanya karena ia bekerja di sebuah club malam.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Tak ingatkah Kyuhyun saat ia mengemis meminta Sungmin menjadi kekasihnya? Meminta namja sempurna dengan kepintaran dan kebaikan hatinya, paras sempurna dengan kecantikan dan ketampanannya itu. Tapi ia menutup mata saat mengetahui bagaimana kehidupan Sungmin.

 

 

 

Namja yang terlihat sempurna dengan motor sport birunya, namja yang terkenal ramah dengan kebaikan dan kerendahan hatinya. Semuanya menghilang dan ini semua kesalahan siapa?

 

 

 

“Aku tak percaya kau yang melakukan ini semua.”

 

 

 

“Hyung, aku___”

 

 

 

Kyuhyun masih mencoba membela diri. Ia sama sekali tak mau disalahkan sepenuhnya. Oleh semua teman Sungmin dan juga sahabatnya sendiri. “Apa kau takut, Sungmin akan mencintaiku?? Apa kau takut Sungmin akan memilihku, jadi kau menutup jalanku dan merayunya? Memaksanya dengan  permohonanmu dan menjadikannya kekasihmu, kau takut padaku?”

 

 

 

Kyuhyun terdiam. Inikah yang memang sebenarnya ia rasakan? Ia tak tahu pasti. Yang ada di mata Kyuhyun, hanyalah sebuah semu. Dimana bayangan Sungmin yang selalu tersenyum padanya itu tak kunjung hilang.

 

 

 

“Jangan munafik dan membohongi diri sendiri. Kalau kau sadar itu kesalahanmu, maka minta maaflah. Aku tahu, setidaknya Sungmin benar-benar mencintaimu.”

 

 

 

Kyuhyun kembali menatap sendu pada Siwon. Namja ini terlalu sempurna untuk mengalihkan hidupnya dan menjadi Gay. Apakah Sungmin begitu istimewa di matanya. “Kau memilih Sungmin diantara yeoja yang kau kencani, bukan hanya untuk menyakitinya bukan? Kau bahkan tak mendengarkan penjelasannya dan terus menghinanya. Kau bilang dia murahan dan bertengkar didepan banyak orang, memalingkan wajah saat siswa lainnya mulai menghinanya.”

 

 

 

Siwon tertawa hambar. “Kau pikir penyiksaan itu tontonan? Kau tahu Sungmin tak akan memukul yeoja, tapi kau malah membiarkan yeoja itu memukuli Sungmin.” Siwon menarik kerah kemeja Kyuhyun dan menatap tajam pada kedua matanya. “Kau malah memalingkan wajahmu dan menutup mata. Apakah ini sikapmu yang sebenarnya? Pengecut?”

 

 

 

.

 

Brughh…

 

.

 

 

 

Tubuh Kyuhyun terlempar ke lantai. Rasanya sungguh sakit, bahkan Kyuhyun sedikit batuk dan mengeluarkan darah. Namun  lebih sakit lagi saat ia menyadari, bahwa sikapnya yang kekanakkan telah membuat Sungmin menjauh darinya.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Flashback off

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cho Kyuhyun POV

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Aku melihatnya dari kejauhan. Dia tersenyum bahagia.

 

 

 

Sakit__

 

 

 

Disini, dihatiku. Terasa begitu nyeri. Ada satu lubang yang tak pernah berhasil aku tutup. Satu kebohonganku yang kulakukan pada diriku sendiri, mencoba meyakinkan hati dan pikiranku bahwa aku tak mencintainya. Tapi nama itu terus saja memutar semua kehidupanku dan merubahku. Kehilangan pikiran dan tak punya kendali lagi atas diriku sendiri. Lee Sungmin.

 

 

 

Dia menghilang dari kehidupanku. Pindah sekolah dan  selalu menghindar saat aku mencoba berbicara padanya. Menyesal__

 

 

 

Aku sangat menyesal. Tak mau memberikannya kesempatan dan malah menjadikannya bahan tertawaan semua orang.  Mengatakan dia menjual tubuh yang pada kenyataannya  dia hanya seorang putra kaya yang kesepian.

 

 

 

Seorang yang penuh dengan harta namun haus akan kehidupan normal. Dimana Sungmin mencoba berpisah dengan keluarganya dan hidup mandiri. Klub malam itu miliknya, tapi aku__

 

 

 

Menutup mata pada semua kenyataan itu. Tak mendengarkan penjelasan Sungmin, dan lebih bodoh lagi aku melepaskannya. Kemana hatiku saat itu?

 

 

 

“Ahahhaa… benarkah. Aish, kau harusnya tak melakukan itu.”

 

 

 

Kudengar suaranya___

 

 

 

Masih sama seperti dulu. Bahkan semakin merdu. Dan dia semakin cantik. Bibir pink itu benar-benar membuatku gila. Aku ingin memilikinya lagi. Tak perlu yeoja atau namja lain, aku hanya mau Lee Sungmin.

 

 

 

Tapi__

 

 

 

Putuskah semua mimpiku? Melihat lengan itu melingkar indah dan membiarkannya memelukmu. Rasanya sangat sakit, Ming. Apakah seperti ini juga perasaanmu saat aku memeluk orang lain didepan matamu?

 

 

 

Jeongmal mianhaeyo, Ming.

 

 

 

“Aish, Yunho –ya. Jangan memeluk seperti ini.”

 

 

 

Kau tersenyum padanya, dan mengapa hanya dia yang kau lihat. Aku kembali menghela nafasku. Percuma saja menunggu Sungmin melihatku selama 5 jam ini. Aku mulai lelah menantinya melihatku lagi, bahkan setelah 2 tahun terlewati, dia tetap saja menutup matanya dariku. Tak ingin melihatku lebih jauh.

 

 

 

Beginikah rasanya kehilanganmu, Lee Sungmin?

 

 

 

Aku beranjak dari dudukku dan mendekati Sungmin. Lama kelamaan tak bisa kutahan lagi, hingga aku harus melampiaskannya sekarang juga. “Yak! Lepaskan!”

 

 

 

Aku menutup pendengaranku dan mengabaikan teriakannya. Tak peduli berapa banyak mata yang menatap sinis dan berapa banyak orang yang bersiap memukulku. Aku tak mau tahu. Yang aku inginkan hanya mendapatkannya lagi.

 

 

 

.

 

Greeep…

 

.

 

“K-Kyuhhh…”

 

 

 

“Mianhe, Ming.” Suaraku berat dan serak. Aku sungguh takut. Hatiku terasa remuk dan runtuh. Jatuh seketika saat merasakannya berusaha keras melepaskan aku. Merasakan tetesan air matanya membasahi lenganku.

 

 

 

“Lepaskan aku.”

 

 

 

“Maafkan aku Ming, sungguh maafkan aku.” Memeluknya erat dan kembali mencium wangi tubuhnya. Aku melemah saat ini, dan yang aku inginkan hanya dia.

 

 

 

“Kumohon Kyu.”

 

 

 

Aku menggeleng cepat. “Tidak, aku tak akan melepaskanmu lagi. Maaf Ming, maaf untuk semua kata-kataku dulu. Tak seharusnya aku menutup mata.”

 

 

 

Dan Sungmin kembali menggeleng. Tubuhku terasa lemas dan entahlah, aku tak tahu apa yang terjadi. Hanya saja aku merasa hampa. Saat Sungmin tak lagi dipelukanku dan terlebih sat melihatnya mengangkat wajahku dan mengusap air mataku.

 

 

 

“Hiks… lihatlah. Aku bahkan menangis untukmu.” Aku bergumam pelan dan menatap sendu padanya. Di dadaku ada perasaan menggebu yang terus menuntut untuk memilikinya.

 

 

 

“Mianhe…”

 

 

 

Dan dia menghilang. Semakin jauh dariku dan melangkah pergi. Begitu jauh hingga hanya gelap yang kulihat. “Lee Sungmin__”

 

 

 

Kembali menangis lirih bersama hujan yang menemaniku. Kenapa aku menjadi begitu lemah? Hanya karena Lee Sungmin dan aku tak mengenali diriku lagi.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cho Kyuhyun POV end

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Kedua mata itu mengerjap pelan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk kedalam kamarnya. Ia menoleh kesekitar kamarnya. Menatap canggung pada tatanan kamar yang aneh dengan warna putih dan pink pucat yang mendominasi.

 

 

 

“Morning…”

 

 

 

Kyuhyun menoleh pada sumber suara itu. Namja manis dengan piyama hitam bergaris putihnya berjalan mendekati Kyuhyun. Membawa nampan berisi menu sarapan mereka dan kemudian duduk di sisi Kyuhyun.

 

 

 

“Kau sudah bangun? Maaf aku membawamu kemari. Kau mabuk.”

 

 

 

Kyuhyun hanya diam, sungguh ia bingung dengan keadaan ini. Menatap lembut pada Sungmin. “Kau- apakah kau memaafkan aku?” Kyuhyun bertanya dengan nada ragu dan lirih pada Sungmin. Dan senyuman itu kembali merekah di bibirnya saat melihat Sungmin mengangguk.

 

 

 

“Aku memaafkanmu. Lagi pula tak ada yang salah. Mungkin hanya keegoisan kita saja.”

 

 

 

“Ah, ahni. Aku yang salah.” Kyuhyun kemudian menarik Sungmin kedalam pelukannya.  Memeluk tubuh itu dengan erat dan mencium wangi tubuh Sungmin yang selalu bisa membuatnya lupa akan dirinya sendiri.

 

 

 

“Aku mencintaimu, Ming. Maafkan aku, menutup mataku. Tak akan aku ulangi lagi.”

 

 

 

Sungmin menggeleng pelan dan melepaskan tubuh Kyuhyun. “Semua itu telah lama berlalu. Tak seharusnya kau mengingatnya lagi.”

 

 

 

“Ming.” Kyuhyun mengernyitkan dahinya saat melihat Sungmin beranjak dari sisinya dan berdiri di tepi jendela kamarnya.

 

 

 

“Semua sudah ada jalannya, dan anggap saja pertemuan kita memang sudah seharusnya berjalan seperti itu. Aku tak mau kau terus menyalahkan dirimu sendiri. Harusnya kau hidup bahagia dan menikmati kepergianku. Bukankah itu yang kau harapkan?”

 

 

 

“Ming, aku__”

 

 

 

“Kau tak benar-benar mencintaiku. Kau hanya ingin merasakan bagaimana menjadi Gay, atau lebih buruknya lagi kau hanya ingin mengalahkan Siwon. Kau tak suka kalah darinya.”

 

 

 

“Ahni, aku tidak begitu.” Kyuhyun menyanggah Sungmin dan ia bergegas beranjak dari duduknya. “Kau harus merubah pikiranmu. Aku benar-benar mencintaimu, Ming. Sungguh mencintaimu.”

 

 

 

“Hahaha…” Sungmin tertawa hambar. “Maaf, tapi kau sudah terlambat.” Ia memutar tubuhnya dan kemudian membuka pintu geser jendela balkon itu. Berjalan keluar dan kemudian duduk di salah satu kursi yang ada disana.

 

 

 

Awalnya, Kyuhyun tak menyangka. Namun saat ia mengikuti Sungmin hingga ke balkon, ia baru menyadarinya. “Jung Yunho?”

 

 

 

“Nde, sejujurnya aku dan Yunho sudah menikah.”

 

 

 

“Haish… kau membuatku terusir dari rumahku sendiri.” Yunho menggerutu pelan, mengeratkan jaketnya dan kemudian membawa secangkir kopi dan kemudian masuk ke kamar Sungmin. “Untung saja aku sedang mencari inspirasi untuk buku terbaruku, dan bersyukurlah_” Yunho menepuk bahu Kyuhyun. “Kami mau menampungmu dirumah kami.”

 

 

 

Seperti langit runtuh tepat jatuh diatas kepala Kyuhyun. Tubuhnya membeku dan seakan berputar. “Ming, aku mencintaimu. Sungguh…”

 

 

 

Namun Sungmin malah tersenyum getir. “Kita sudah lama berlalu, dan seharusnya kau sudah memiliki yang lain dan hidup bahagia.” Sungmin mendekati Kyuhyun dan mengusap pipinya. Mendekatkan wajah mereka dan tersenyum kecil. Kemudian mencium  pipi kanan Kyuhyun.

 

 

 

“Kenanglah yang manis diantara kita, kenanglah yang manis dariku.”

 

 

 

“Tapi, Ming_”

 

 

 

“Kyu, kita sudah berakhir. Dan seharusnya kau sadar.”

 

 

 

Kyuhyun menggeleng cepat. Ia tak bisa menerima begitu saja. “Kau tak mungkin melupakanku secepat ini.”

 

 

 

“Kyu,sudah 2 tahun berlalu. Dan kau masih mengharapkan aku?” Sungmin menatap sendu pada Kyuhyun. Tubuh mungil itu mendekapnya erat. “Jika kau bertanya, apakah aku masih mencintaimu. Tentu saja aku masih mencintaimu. Tapi Kyu_”

 

 

 

Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap Kyuhyun. “Aku sudah dengan Yunho. Aku tak mau berkhianat dan terus saja menyakitinya. Dan kau adalah masa laluku.”

 

 

 

Sungmin tersenyum kecil. Ia mengusap bibir tebal Kyuhyun dan menciumnya sekilas. “Aku sudah melupakanmu dan kau harus melupakan aku.”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

Cho Kyuhyun POV

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Tak bisakah dia menghapus semua jalan hidupnya selama 2 tahun ini dan kembali bersamaku?

 

 

 

“Ming, aku tahu aku egois. Ming, jebal_”

 

 

 

Aku kembali memohon padanya. Dan aku tahu,dia menatapku.  Berjalan mendekatiku dan tersenyum. mengusap pipiku dan membiarkan aku merasakan nafas hangatnya menyapa wajahku. Merasakan hangatnya desiran darahku dan cepatnya jantungku berpacu.

 

 

 

“Aku tahu kau tak akan bisa melupakanku, Kyu.”

 

 

 

“Ming….”

 

 

 

Aku bergumam lirih saat merasakan ia tersenyum dalam ciuman kecilnya dipipiku. Semuanya seperti mimpi saat ia mendekatiku. Memelukku erat dan membuatku melupakan kenyataannya. “Masihkah kau mencintaiku, Ming?”

 

 

 

Dia mengangguk pelan dan memelukku erat. “Aku selalu berdebar saat bersamamu, selalu rapuh saat merasakan sentuhanmu. Kau tahu betapa dalamnya aku mencintaimu.”

 

 

 

“Nde, aku juga sangat mencintaimu Ming.”

 

 

 

Namun pelukan itu tak lama. Aku merasakan lengannya mulai menjauh dan juga wajah itu mulai menjauh. Mencium kembali bibirku dan kemudian tersenyum getir. “Aku harap kau bahagia setelah ini.”

 

 

 

“Ming, apa maksudmu? Bukankah kita akan bersama?” Dia menggeleng cepat. “Sebenarnya apa maksudmu. Kau mencintaiku dan aku sangat mencintaimu, lalu apa lagi. Tinggalkan Yunho.”

 

 

 

“Ahni, dia adalah hidupku. Hidup baruku.”

 

 

 

“Ming, kau milikku. Tak boleh dengannya.”

 

 

 

“Jangan egois Cho Kyuhyun.”

 

 

 

“Kau yang egois. Kau akan membuangku?” Aku mengemis kembali padanya. Menangis dengan semudah ini. “Kau membuangku? Inikah balasan untukku? Kenapa tak kau bunuh saja aku, Ming?”

 

 

 

“Ck… jangan bodoh Kyu!”

 

 

 

Dia berjalan menjauhiku lagi. Ya Tuhan, Lee Sungmin kumohon berhenti dan tetap disana. “Jangan pergi Ming, kumohon.”

 

 

 

Dia menggeleng dan bisa kulihat jelas, dia menangis. “Ming, hikss… Lee Sungmin. Kau mencintaiku, jangan pergi.”

 

 

 

“Ahni, Kyu. Aku tak baik untukmu.”

 

 

 

 

 

Aku menggeleng cepat. “Jangan pergi, kumohon. Lee Sungmin!”

 

 

 

“Ya! Ming!”

 

 

 

“Chagiya! Kumohon!”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Cho Kyuhyun POV end

 

 

 

.

 

 

 

.

 

Brugh…

 

.

 

 

 

”Aww….”

 

 

 

Kyuhyun mengaduh saat merasakan sakit dikepalanya. “Ya! Kenapa memukul kepalaku, chagi. Sakit tau!”

 

 

 

“Ya! Kau juga kenapa membentakku! Dasar sudah tak waras.” Namja manis itu dengan seenaknya mendudukkan bokong seksinya di pangkuan Kyuhyun. Ia kemudian membuka pembungkus coklat yang ia bawa dan menyuapkannya pada Kyuhyun. “Sudah kuduga, kau pasti tertidur disini.”

 

 

 

“Hehhee…”

 

 

 

Kyuhyun hanya tersenyum polos. Ia kemudian memeluk erat tubuh Sungmin. “Aku bermimpi buruk lagi, sungguh aku lelah terus memimpikan itu.”

 

 

 

Sungmin berdecak kesal dan kemudian mencium pipi Kyuhyun. Menangkap dagu namja itu dan menghadapkannya untuk menatap wajah imutnya. “Memang sudah berapa tahun kita menikah?”

 

 

 

“5 Tahun.”

 

 

 

“Dan selama 5 tahun ini kau masih saja takut aku akan meninggalkanmu?”

 

 

 

Kyuhyun mengangguk yakin. “Nde, tentu saja. Aku tak bisa hidup tanpamu Ming, sungguh tak bisa.”

 

 

 

“Ck… pandai merayu.”

 

 

 

“Tapi kau mencintaiku ‘kan?”

 

 

 

“Hahahah… bodohnya seperti itu.”

 

 

 

Sungmin  menghentikan tawanya dan kemudian menatap dalam pada Kyuhyun. “Kuharap kau melupakan masa lalu itu. Jadi mimpi-mimpi aneh dan juga kebiasaan tidur disaat kerjamu tak mengganggu hidupmu lagi.”

 

 

 

“Nde, aku harap aku juga bisa melupakannya. Tapi selama Yunho belum menikah dengan Jae hyung, sepertinya aku tak bisa tenang.”

 

 

 

.

 

“Awww….” Kyuhyun mengaduh saat Sungmin mencubit pinggangnya. “Sakit chagi.”

 

 

 

“Kau ini, terlalu banyak mengkhayal. Lagi pula kenapa kau cemburu dengan Yunho hyung. ‘kan sudah dari dulu aku mengatakannya jika Yunho itu sahabatku.” Sungmin menggeleng melihat wajah polos Kyuhyun.  “Kau tahu, aku hanya mencintaimu.”

 

 

 

Kyuhyun mengangguk dan mengembangkan senyumannya. Ia kemudian memotong coklat batangan yang ada di tangan Sungmin dan kemudian memasukkan di mulutnya. Menahan separuh di luar dan kemudian meraih dagu Sungmin. Mendekatkan jara mereka dan semakin dekat hingga Sungmin menangkap coklat itu dan menggigitnya.

 

 

 

Membawa suasana di ruangan kerja Kyuhyun berangsur memanas dengan ciuman hangat mereka. berbagi rasa manis coklat yang melebur dengan saliva mereka. Sedikit terhanyut dengan permainan lidah  itu hingga akhirnya, Kyuhyun menginginkan lebih dari sekdar ciuman. Ia sungguh merindukan Sungmin. Mulai menyusupkan jemari nakalnya ke dalam kemeja yang di pakai Sungmin, me__

 

 

 

“Appa!!!!!!”

 

 

 

.

 

 

 

Teriakan itu menghancurkan suasana romantis yang mereka ciptakan. “Ck… sial. Cho kecil pengganggu!”

 

 

 

“Appa!!!! Apa yang kalian lakukan!”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

 

 

.

 

 

 

.

 

FIN

 

.

 

.

 

.

 

Yihahhahaa….. aku ketawa gaje… adakah yang tahu mana yang mimpi mana yang nyata? Tebak sendiri yahh…. gajeeeeee *biarin ajah*

 

 

 

Eum ada yang mau review karya gaje ini ga yah???? hehheeeee

 

 

56 thoughts on “IN MY DREAM | KYUMIN | OS | YAOI |

  1. aq tertipu…takirain umin bnran ama yunho ee tyt ntu cm mimpi.na kyu…tyt emg sesuai judul.na in my dream
    bgs rain…
    lanjut lg yak !
    fighting !

  2. Huweeee T^T pagi2 baca fict ini bikin nyesek…..
    Aku kira sad ending….
    Tepi ternyata endingnya nggak bisa ditebak..
    Daebak chinguuuu!!!! ^^
    Apa lagi yg pas bagian sungminie sama yunho itu nyesek banhget…
    Tapi pas baca part yg paling akhir saya jadi semyum2 sendiri *saya emang udah lama gila* #plakk

  3. Aishh dh smpt iktan nangis kyu gr2 dtnggl ming eh cma mmpi.. Syukur cma mimpi.. Btw spa cho kecil..?? Bkin sequelnya j eonn.. Bs seru.. Hehehe
    eonn.. Kpn bkin kyumin yg GS lgi..??

  4. Whahahahah…. Kyu aksi mesum mu terhalang sama anak mu …

    kyu sama ming sudah menikah sampai 5 tahun tapi karna takut ming ninggalin sampai bermimpi bgt..

  5. Haaa…..
    Astagah!!!
    Tapi untunglah itu mimpi.
    Tak sanggup awak rasanya!!!
    Dan bersyukur pula itu bukan masa lalu.
    Hahaha….

    Gyaaa…
    Mana udah ada Cho kecil…
    Siip siip…
    Btw, aq jadi baca ulang tadi untuk mengira-ngira di mana ira-kira permulaan mimpinya.
    Hahaha….

  6. aku bingung bacanya *_*
    wahh kyuhyun oppa possesif banget sama sungmin oppa, sampe-sampe mimpi kaya gitu saking ga mau ditinggalin sama sungmin oppa..kkeke~

    jadi, mimpinya itu yang mana ya ?? -_-a
    #plakk dilempar kyuppa

  7. kirain kejadian beneran yunho ama ming nikah,,ternyata cuma mimpix kyu..aigoo kyu takt bgt ming bkalan ninggalin dy..kyu emg udah cinta mati ma ming,,apalg udah pux cho kecil..bhagiax mereka

  8. Wohoooo!! Aku awalnya smepat bingung, hheeheh😀
    Syukurlah akhirnya ngerti🙂
    Jadi semua yg terjadi itu mimpi? Atau memang nyata. Arrrgghhh..sepertinya aku tidak bisa membedakannya😀
    Tapi keren ceritanya🙂
    Ah, happy ending ^^

  9. wooow… aku kira ini bner2 angst. ternyataaa
    haduu ternyata cuma mimpi semata. alhamdulillah…
    awal2nya agak ga mudeng dari bagian flasback sampe kyumin di sekolah.
    tp habis itu pikiranku terbuka..
    ohh trnyata kyuhyun g mau prcaya ma ming mlah ngejelek2in ming di sekolah.

  10. hue….
    eoni jahat….
    hampir jah q mw nangis gra2 ngiranya sad ending…
    q kan paling benci sad ending…
    eh trnyta gx…
    mana mimpi buruknya 2x lg…
    asli sport jantung bacanya…
    ampe harus tarik napas dlam2 saking tegang n takut bkaln sad ending
    #lebe made on
    tpi untungnya nggak…
    lega rasanya tw kyumin gx pisah…
    q gx tega bacanyanya jg…😦
    Trnyta akhirnya happy ending…
    hore….
    guling2 d lantai…
    he…
    so sweet bnget…
    eoni kau emang daebaaaak….
    :*
    #BOW

  11. jiaaahhhh,, kirain bakalan sad ending T_T
    syukurlah cuma mimpi wkwkwkwkwkwkwkwkwk
    padahal dah mw nangis huwaaaa,,, twnya cuma mimpi buruk,, ckckckckck
    oen,, suka banget nih,, klo kyu yg jd korban #ketawaevil
    banyakin ff yg kyunya tertindas oen hahahahahaha

  12. huaaaa sedih banget–” tapi aku sih udah bisa nebak akhirnya jadi ga terlalu mellow samper nangis bombay bacanya :'””) tapi kalo belom nebak sih mungkin nangis bombay juga–“

  13. Kirain sad ending,, ga terima kalo kyumin pisah.. Kalo endingnya sad aku bakal gentayangin cingu buat bikin happy endingnya buahahaha *ketawa evil*

  14. waaww.. feelnya.. sumpah.. dapet banget.. awalnya sempet bingung.. tapi akhirnya.. aku ngerti juga.. dan aku udah sampe nangis-nangis.. tapi ternyata itu cuma mimpinya kyuppa doang..

  15. aku tau aku tau yg mana mimpi yg mana bukan
    sumpah ya nyesek banget yg awal2
    itu bkin dada sakit banget bacanya
    sumpah dikirain beneran sm yunho trnyata cm mimpi
    wahhhhh chukae udh 5 thn pernikahannya
    ahahahhhah emang enak diganggu
    kasian deh nggk bsa lanjut
    keren ffnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s