ONE SIDED LOVE || KYUMIN || YAOI || OS

ONE SIDED LOVE

 

.

 

.

 

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T

Cast :

– Lee Sungmin

– Cho Kyuhyun

– Other Cast

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.

Genre : ||Drama || Romance||Fluff || Sad |

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || The time when i want to hold your LOVE that the hardest time in my live. It’s so hard for me when i know there’s no me in your eyes.||

Another PRESENT From Me

 

.

ONE SIDED LOVE

.

 

Just KYUMIN

 

.

 

Hello~ hello~

 

Aku bawa ONESHOOT ketiga di bulan november nih. Maaf untuk yang berchapter. Karena aku bingung mau ngelanjut gimana, maaf yah ga tahu entah kapan lanjutannya. Moga masih ada yang mau nungguin. Hhehee…. mianhe.

 

Oh iya, bacanya pelaaaaaan ajah. Kecematan 10 km/jam. Jangan cepet2 ntar ga mudeng lagi. Resiko tanggung reader. Kekekkekeke…..

 

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

—- ONE SIDED LOVE —–

.

.

.

SOMEONE POV

 

.

.

.

Kyunie~

Kyunie~

Dan Kyunie lagi.

Dan suara itu, kenapa harus saja memanggilnya?

“Kyunie, ayolah. Makan sayurnya, nde.”

Mata itu menatap imut padanya. Seorang Kyunie- ah bukan- Cho Kyuhyun_

Dan apa yang bisa aku lakukan hanya melihatnya dari kejauhan. Tidak, ini tidaklah cukup. Aku ingin merengkuhnya. Sama dengan apa yang dilakukan Kyuhyun pada tubuhnya. Tangan itu menguasai penuh pada tubuhnya.

Mengapa? Mengapa bukan aku yang merasakan semuanya? Kenapa dia sama sekali tak mau melihatku sekalipun? Aku tak merasa kekurangan sedikitpun darinya. Dia bahkan tak lebih baik dariku.

Benci—

Aku benar-benar membencinya. Dia yang mendapatkan semuanya.Kenapa bukan aku yang mendapatkannya? Mendapatkan perhatian dan juga melakukan semuanya.

“Chagi, aku tak mau memakan sayurnya. Kau tahu bukan aku membenci sayur. Sebaiknya hentikan memaksaku atau aku akan memukulmu!”

“Kyunie, kenapa membentakku? Kau jahat sekali, aku ‘kan–”

“Aku akan memukulmu dengan bibirku. Hahhaa…. kenapa kau sangat menggemaskan chagi.” Dia bisa merasakan semuanya. Merasakan pipi bulat penuh itu dan juga semua tingkah lucunya. Kenapa bukan aku? Kenapa hanya Kyunie – Kyunie – dan Kyunie lagi.

Hanya dia yang mendapat perhatianmu. Bahkan di saat aku sakit seperti ini, hanya dia yang ada dimatamu. Satu kesedihan hingga rasanya begitu sakit disini. Dan kau tak pernah melihatnya, tak pernah mencoba mengerti bagaimana aku.

“Minnie! Apa yang kau lakukan disana?!”

Jangan memanggilku jika hanya untuk menyaksikan kegilaan kalian berdua. Dan kau! Sama sekali tak pernah tahu bagaimana perasaan sakitku. Haruskah aku membunuhmu? Atau membunuhnya?

“Ah, aku tidak melakukan apapun. Hanya bingung mencari tempat duduk. Kukira mereka semua ada di kantin. Tapi yah, ternyata tidak.”

“Kemarilah Minnie, bergabung dengan kami.”

Mengapa tersenyum seperti itu padaku? Apa dia sama sekali tak menyadarinya. Semakin dia berbuat seperti itu maka semakin membuatku tersiksa. Mengapa sama sekali tak ada celah?

“Ah, sebaiknya aku pergi saja.”

“Ayolah, tak mungkin kau tak jadi makan. Kemari saja, makanlah bersama kami. Ah, aku masih punya banyak bekal. Aku membuat lebih.”

Dan sialnya,kenapa kau malah mendekatiku. Apa yang harus aku lakukan? Aku sungguh tak berharap tangan ini melepasku. Tapi, kenapa rasanya begitu hampa? Terlebih saat ini, kau hanya menganggapku sebagai seorang teman. Teman yang begitu kesepian___ Mungkin.

“Harusnya kau mencari yeoja atau namja yang selalu bisa menemanimu. Saat seperti ini sepertinya memang Hyungdeul lebih suka menyendiri. Aku tahu, kadang mereka keterlaluan.”

“Minnie, duduklah. Ayo, jangan sungkan padaku.”

Sungguh aku benar-benar tertekan dengan posisi seperti ini. Kau sama sekali tak mengerti bagaimana perasaanku. Dan dia__ dia sama sekali tak punya rasa bersalah. Dan kapankah kau akan berhenti bersikap seperti ini? Berpura-pura baik dan selalu melakukan semuanya dengan senyumanmu itu.

Seakan semua terlihat sangat tulus dan menyenangkan untukmu. Lalu apa kau sama sekali tak bisa melihat aku? Atau kau sengaja melakukan ini padaku? Kau sama sekali tak memahami bagaimana caraku menatapmu? Dan sialnya, kenapa dia hanya diam saja? Tak bisakah dia memarahiku atau menamparku.

Disini, didadaku sungguh sesak. Harusnya ada yang menyadarkan aku. Tapi kenapa aku terus larut dalam perasaan ini. Sungguh menyedihkan, aku tak dapat menghentikannya. Kumohon, sungguh aku tak tahan lagi.

“Say aaaahhh ___”

Jebal, jangan melakukan apapun yang membuatku makin mencintaimu. Hentikan sekarang, atau aku tak akan bisa menghentikannya. Sungguh, ini sangat sulit karena aku benar-benar harus memilikimu.

.

.

.

Melangkah ragu saat  menemukanmu sendiri. Di tempat ini, tempat dimana kalian selalu berdua. Kau menatap kosong pada kotak bekalmu yang masih utuh.

Apakah ini kesempatanku? Aku mohon,katakan ya_ dan aku akan melakukan apapun untuk membuatmu goyah. Segala cara agar kau bisa melihatku dengan semua cintaku, dan membuat celah yang besar di hatimu hingga aku menggantikannya. Aku tahu, inilah awal yang baik__ Mungkin.

“Sedang apa disini sendiri?”

“Minnie, kau tahu kan__ dia selalu saja sibuk. Jika hari-hari praktiknya datang aku selalu saja sendiri. Sebenarnya kesal juga saat tahu dia selalu sibuk dengan apa yang dikerjakannya setiap musim ini. Aku ingin membantunya, tapi sayang__ aku tak bisa melakukan apapun.”

Kau tahu, kau begitu berharga. Terlalu disayangkan saat kau malah menjatuhkan pilihan pada namja sok sibuk itu. Harusnya kau belajar melihatku dan aku akan menjaminnya dengan seluruh hidupku. Kau akan bahagia dengan semuanya, denganku dan seluruh hal yang bisa kulakukan untuk membahagiakanmu.

“Sudahlah, kau bilang bisa memahaminya. Bagaimana jika aku menemanimu?”

“Yeah, baiklah.” Melihat senyumanmu yang tertuju untukku, ini lebih indah dari senyuman yang biasanya. Merasakan suapanmu yang penuh hanya untukku, apakah ini kesempatan itu? “Eh, aku punya tugas.”

Kau bergegas merogoh tasmu dan mengeluarkan satu buku kecil yang cukup tebal. “Minnie, pernahkah kau baca ini? Kau suka membaca novel bukan?”

“Tentu saja. Aku sudah membacanya. Ceritanya bagus sekali, dan sedikit menyedihkan tapi cukup romantis.”

“Wuah~ keren sekali.” Dan lagi, senyuman itu tertuju untukku. Semakin lama seperti ini, membuatku semakin ingin memilikimu. Jangan salahkan perasaanku yang terus berkembang karena kaulah yang membuatnya semakin subur di hatiku.

“Aku punya tugas, untuk membuat script drama tentang novel ini. Kau bisa membantuku?”

Jangan melihatku dengan wajah seperti itu, kau membuatku semakin ingin menciummu. Kumohon_

“Yeah, baiklah.”

.

Greep…

.

Degh~

.

Degh~

.

Ingatkan aku untuk bernafas saat ini. Ya Tuhan, kenapa kebahagiaan ini sungguh terasa nyeri?

“Gamsha Minnie. Aku tahu kau yang terbaik.”

Jangan membuatku seperti ini. Merasa bersalah dengan perasaanku. Bagaimana ini akan terasa baik nantinya? Apakah aku sedang bermain curang?

Ah tidak. Tentu saja tidak. Biarkan pemikiran dan keegoisanku menang, dan aku akan memenangkanmu. Tunggu saja, aku akan memenangkanmu.

.

.

.

Aku merasakannya. Inilah kebahagiaan itu. Saat aku dengan rasa puas menatapnya. Setiap senyuman dan tawanya yang penuh untukku. Hanya berdua dan tak menjadi orang ketiga lagi.

Meski terkadang ada perasaan itu, aku sungguh tak ingin menganggapnya. Perasaan bersalah ini, meski semakin mendesakku tapi rasanya aku sungguh tak berniat untuk memikirkannya lagi. Bagiku ini tak lebih dari sesuatu yang harus diasingkan. Aku benci jika merasa bersalah. Menjadi egois adalah pilihan yang terbaik saat ini.

“Hahhaa… ternyata tulisanku aneh.”

“Tidak juga. Ini sudah cukup baik hanya saja kau mungkin terlalu terburu-buru membuatnya jadi terkadang—“

“Ahniya, Minnie. Ini sangat buruk sebaiknya aku memang mengulangnya mungkin. Hahhaa….”

Kau tertawa lepas dan menggaruk rambut blondemu. Sungguh sangat menggemaskan. Terlebih dengan pipi penuh yang benar-benar lucu itu. “Eoh?Minnie?” Mengerjap lucu, benar_ kau memang ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.

“Maaf, aku hanya gemas denganmu. Hahhaa….”

.

.

.

“Wah A+!” Melonjak senang, dan sayangnya kau bukan memelukku. “Kyunnie! Aku dapat A+!”

Jangan menatapku dengan pandangan kosongmu. Tanpa rasa bersalah dan seakan kau sahabat terbaikku. Kau tak pernah ada dalam posisiku. Selalu menjadi bayangan yang tak kenal lelah mengikutinya.

Jangan tersenyum seperti itu, seakan kau tengah mengejekku. Ya Tuhan, mengapa ini sangat sulit. Seperti inikah rasanya mencintai seseorang? Haruskah sesakit ini?

“Hahaha…. nde, chagi. Gamsha Minnie, kau telah membantunya banyak hal beberapa minggu ini.”

“Nde.”

Aku sungguh tak tahan lagi disini. Perayaan apa ini? Kenapa harus ada dia? Harusnya hanya aku dan dia dan tak ada dia. Aku benci menjadi orang ketiga, aku benci perasaan ini. Apakah aku benar-benar harus melakukannya? Memaksamu dan membuatmu melupakannya? Atau aku harus membunuhmu? Atau memilih membunuh perasaan ini?

Aku tak bisa melakukan apapun lagi. Rasanya tubuhku sudah terlalu lelah menahan ini, melihatmu selalu bersamanya tanpa kau tahu bagaimana aku. Seandainya saja jika kau mau memberiku kesempatan, aku yakin aku bisa membuatmu lebih bahagia.

“Minnie, gomawo.”

Jangan tersenyum padaku. Kumohon, ini sudah cukup.

.

.

.

Aku sudah mencobanya. Menahan semua kemarahanku. Tapi akhirnya semua tidaklah cukup. Semakin lama, maka aku semakin menginginkannya dan mungkin inilah batasnya. Aku harus benar-benar bisa memilikinya. Menjadi seseorang yang selalu ia peluk dan bisa merasakan kehangatannya tanpa ada satu ketakutanpun.

Tanpa perasaan canggung saat menjadi orang ketiga. Tanpa perasaan benci saat melihatmu bersamanya. Mianhe, karena mencintaimu seperti ini. Mianhe, karena aku melakukan semua ini. Mianhe – mianhe – mianhe…

“Mianhe…”

“Hikss…. jebal~ lepaskan aku.”

Aku sungguh sakit saat melihatnya menangis karenaku. Sungguh aku tak ingin melakukan ini. Tapi aku sudah tak bisa menahannya lagi. Kumohon, cintai aku__

“Cobalah menerimaku.”

“Kumohon, jangan seperti ini. Hikss… Kyunie, ieronna…”

“Jangan memanggilnya! Ia mungkin sudah mati!”

“Tidak! Dia tak mungkin mati. Hikss…. Minnie… kumohon, lepaskan aku. Biarkan aku bersama Kyunie, hikss…”

“Kau tak boleh bersamanya lagi. Ingat, ini aku. Bukankah aku yang selalu mencintaimu? Aku bisa memberikan semua waktuku, bahkan seluruh hidupku untukmu. Aku bisa memberikan semuanya dan membuatmu lebih bahagia.”

“Hikss….. jangan menyentuhku. Kumohon…. hikss…”

.

Sreettt..

.

“Ahhhh… Minnie, appo…”

Maafkan aku karena menyakitimu. Menjadikan cintaku sebagai pembunuh perasaan ini. Aku tak mau mempunyai belas kasih jika hanya menyakiti diriku sendiri. Mianhe~

“Ahniya! Minnie…. hikss… Jebal!”

Meronta karena aku, karena kegilaan dan setiap sentuhanku. Kumohon jangan membuatku menikmati perasaan bersalah ini. Kumohon, rasakanlah cintaku untukmu. Perasaan untuk selalu membahagiakanmu dan memelukmu.

“Hikss… Minnie…ahhh…. lepaskan aku!”

“Tidak akan! Kau milikku!”

“Minnie, sadarlah! Aku mohon. Hikss…. lepaskan aku sekarang atau kau bunuh saja aku. Jangan menyentuhku!”

“Apa kau tak dengar! Kau milikku! Selamanya milikku dan akan selalu menjadi milikku!”

“Minnie! Aku mohon! Hikss… Kyunie, ieronna… Kyunnie hikss… hikss…”

“Yah! Berhenti memanggilnya!”

“Kau gila!”

“Memang aku gila! Aku mencintaimu sampai aku gila! Dengarkan aku Lee Sungmin, sudah cukup aku mematikan semua perasaanku saat melihatmu bersamanya. Sekarang kau harus mendengarkan aku.”

“Minnie hiksss…. kukira kau menyayangiku. Bukankah kau temanku? Hikss… kumohon lepaskan aku…”

“Tidak akan! Jangan mengharap apapun yang sama sekali tak akan aku lakukan.”

“Yah! Shim Cha-eummmphhhh…. umhhh….”

Mendapati aliran bening itu terus membasahi pipinya. Mengapa ini terasa menusukku? Aku melepaskan pagutanku dan terdiam saat ia tertunduk lemah.

Inikah kebahagiaan yang aku berikan padanya? Sungguh aku membenci diriku sendiri.

“Mianhe…” Mencoba menyentuh wajah pucatnya yang penuh dengan air mata.

“Hikss…. aku mohon. Lepaskan aku… hikss…. Changminnie…. jebal~”

Ya Tuhan! Aku membenci kenyataan ini. Perasan dimana aku begitu mencintainya. Aku benci semuanya! Aku benci!

.

.

“Maafkan aku.”

Aku menatap penuh harappada keduamata cantik itu. Mata indah yang  masih terlihat sendu dan sarat kesedihan. Aku baru menyadarinya, jika apa yang aku lakukan adalah puncak dari semua kebodohanku.

“Aku tahu tak seharusnya aku melakukan itu, Sungmin-ah. Kumohon, jangan membenciku.”

“Kau tahu, dia hanya butuh waktu sekarang. Tapi, aku yakin dia akan memaafkanmu.”

.

.

.

Inilah kesalahanku. Keegoisanku ingin memilikinya. Satu cinta yang benar-benar egois dan membuatnya terluka lebih dalam. Aku sungguh benci menjadi diriku sendiri. Seharusnya dengan cintaku aku bisa memberikan kebahagiaan yang selalu aku umbar padamu.

Ya Tuhan, sungguh saat ini aku benar-benar sudah jatuh. Kumohon, jika ini lebih baik menurutMu. Biarkan dia jauh dariku.

Terus berdo’a dalam hati, berbohong jika aku kuat. Namun kenyataannya aku sungguh lemah tanpamu. Aku tak bisa melakukan apapun tanpamu.

“Minnie…”

Dan suara serak itu terdengar lemah. “Hikss…. “

“Kenapa kau menangis?”

“Ahniya. Aku hanya terlalu bahagia. Terima kasih… hikss…”

Dialah kelemahanku. Dialah segalanya bagiku. Dan cinta ini tak ada artinya tanpa senyumannya. Tanpa pelukannya untukku. Terasa penuh meski aku tahu benar jika dia hanya menganggapku bayangannya.

“Sudahlah Changminnie, aku sudah memaafkanmu.”

.

.

.

.

.

FIN

.

.

.

Huahahhaa….. apa ini? Hadeuh akibat dari kegalauan tanpa ujung. Kekekkee…. aku ga nyangka bisa bikin FF yang aku juga bingung sendiri bacanya. Hahaha… ya sudahlah. Kalau masih pada bingung, mending ya dibaca ulang. Kalau perlu abaikan typo yang beterbangan dimana-mana.

 

Mau review karya gaje ini ga yah???? hehheeeee

51 thoughts on “ONE SIDED LOVE || KYUMIN || YAOI || OS

  1. Onnie tu si kyuhyun sama sungmin di apain? Kirain minie td si sungmin eh malah si abang Max hehe, emang harus pelan2 bacanya tapi sedikit mudeng si tapi lebih banyak bingungnya, ya kapan pun unnie mau lanjut aku tetap akan menunggu… Whaiting,

  2. Eonni.. Q lbh sk ff ,u yg series eon.. Yg oneshot jg semua Q bc tp agk gk ngrti crtnya n jujur j eonn. Ff ini ff yg pling Q gk ngrti.. Ehmm gmn lo ff ini dbkin aeries jg eonn..?? Kyknya bgus n mkn bs dbkin konflik yg agk brt..
    Tp Q sk smua ff eoni yg cast-nya arts SME.. Hwaiting eonn

  3. pertama baca: awal bingung, akhir tetep bingung
    kedua kali baca: rada nyambung walopun masih bingung hahaha
    yg jlas aku bingung, kyu itu knpa ? knpa gag sadar ? d bunuh abang max ? aduuuh banyak banget tanda tanyanya d kpala aku ttg ff ini :p

  4. awal baca kirain yang antagonis sungmin, pas dipertengahan baca baru sadar trus ingat changmin kan di panggil minie juga..
    tapi ada apa dengan kyu?
    kok di bilang mati sama changmin….

  5. agak pusing juga pas awalnya, udah ngira sih dari awal kalo Minnie yg di maksud disini tuh Changmin… tapi ttep bikin bingung, hehehe…

    tapi itu si Kyu di apain sih ama Changmin eon?

  6. sungpah aku bingung.

    Sebener’a cerita’a apa??? Awal’a itu siapa yang cerita. Entah sungmin atau changmin???

    Kyuhyun kenpa? Knpa nyebut” dia mati???

    Masih bnun alur’a chingu

  7. Wah pertama2nya saya bingung minnie itu siapa, kalau sungmin berarti pairingnya yaa yg itu tuh *lirik* , ternyata pas baca kebawah lagi baru ngerti itu changmin. Kyu kemana? Diapain? Masa dibunuh?

  8. dari awal aku pelan” baca.a ,, sesuai amanat(?) author biar ngrti gitu..
    tapi knp ??? knp ????
    aku gag ngrti juga sampe akhir cerita ???😄
    bingung ,, gag tau yg maen (?) itu siapa ?? hahahhaha
    bnr” gag mudeng sama sekali

  9. Eonnie yaa , pdahal aku menebak minnie itu Minho lo , kekeke
    eh ternyata ChangMin
    ini bukan full Kyumin ya eon
    tpi gapapa deh , aku juga suka
    walopun rada bingung
    keep fighting eon !

  10. Aduhhhhh awal awalnya bingung someone povnya itu siapa, ehhh apalagi panggilannya minnie juga -__- ternyata changmin toh~
    Biasanya changmin malah sama kyu sekarang kebalikannya ya

  11. Memang membingungkan!!! Hahaha….
    Jadi yang nulis juga sadar ini membingungkan yah?

    Bukan karakternya yang membuatq bingung.
    Aq sudah sadar sejak awal kalau itu Kyu, Sungmin, dan Changmin.
    Yang membuatq bingung endingnya.
    Itu gimanah ya?
    Ga ngerti. Hahaha…
    Masa iya Kyu kolaps?!
    Hahaha…

    Yup, udah gitu aja, aq mau lanjut baca AM I…
    Hehehe…
    Thanx for shared Rain… Luv ya.

  12. ini dr sudut pandang changmin kan??
    gila ya saking cintax ma ming,,changmin jd terobsesi gitu..
    untng ming berhati malaikat,,yg memaafkan changmin..
    tp nasib kyu gmana?
    kyu mati ato msh hdup?

  13. sma seperti readers yg laennya eon, sya awalnya jg bingung bcanya.,
    tp setelah dibaca bolak balik, baru ngeh kl trnyata pake changmin pov.,

  14. Nyesek bgt jd changmin.
    Pas d awal2 nebakny someone pov itu sungmin,
    dia cemburu sma vic yg pcr’n sma kyu.
    Tp trnyata changmin.
    Hebat thor bsa bkin readers kejebak dan bingung bcany haha

  15. Hah, sepertinya baca FF km harus fokus banget atau gak bakal ngerti apa-apa :’D
    awalnya aku bingung, ada dua ‘Minnie’ disini!!😀
    Akhirnya bisa paham deh..
    Ini semua Changmin POV kan? Ugh..gak ada part-nya Kyu >w<
    Itu endingnya gimana sih? Kyuhyun kenapa? O.o

  16. eeeh, sebenernya rada bingung jg dg ceritanya, hehe
    tp mencoba untuk paham, dan aku tau ceritanya bagus~

    ceritanya udah bagus, hanya perlu perbaikan sedikit utk penggunaan kata & typo..
    fighting author ^^~
    keep writing

  17. awalnya q bingung minie tuh siapa ..
    ehs akhir2 baru ngeh itu changmin opa…
    meski q kms sejati tetep gx tega liat changmin opa menderita sperti itu…
    q cuma bisa ikut berduka sma changmin opa…moga opa bisa dpatkan pengganti ming opa…
    coz ming opa cuma bwt kyu opa…
    he…
    tpi kok kyu opa gx da dialog n interaksinya dsni..??
    cuma numpang lewat doang itu jg cuma namanya jah d panggil ming opa..
    eoni klo bisa sequel dong biar gx tanggung n ngegantung gitu…
    just saran jah..
    smua terserah eon jah..
    q cuma bisa mendukkungmu
    ..
    keep writing…😀
    #bow

  18. Sumpah dari awal q kirain minnie tw sungmin, trus dri awal smpe akhir q penasaran spa tw pacarx kyu. Eh terxata oh terxata minnie = changmin, n seseorang tw = sungmin. Sungguh TERLALU…smpe buat pikiran q muter2@^@

  19. wuuu~
    aku bingung tau di awal tadi? awalnya kukira kyumin emg d cemburuin ma org, eh tp kok org itu malah di panggil minnie? trus di tngah2 smakin yakin kalo itu emg kyumin, nah tebakanku si minnie itu antara changmin atau taemin, dan trnyata bneran changmin…!
    Ending nya msh bkin bingung.. si kyu nasibnya gimana tuh?

  20. hheuuhhh.. akhirnya ngerti juga.. awalnya sih sempet bingung.. tapi setelah dipahami lagi aku ngerti kok sekarang.. walau kadang-kadang masih sempet bingung.. tapi tetep keren and daebak kok FFnya..

  21. Awal’a gak ngerti alur cerita’a ,,,tapi pas mau ending baru ngeh,,,bisa d’sebut cinta segitiga gak eonn????? Kyumin and changmin,,,,,,,yang bikin bingung, ada dua minnie🙂
    ###whaiting eonn###

  22. annyeong
    reader baru thor .

    aku suka penggambaran kalimatnya .
    bener2 bikin penasaran .
    caranya melukiskan sebuah perasaan bener2 tampak nyata .

  23. Wakssss…aqu sempat ketipuu :3
    Awal’ny aqu kira minnie itu Ming,trus yang ama Kyu itu spa x_X
    Ga tau’ny itu chang2😄
    Sippp!!!Terus Berkaryaaa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s