LOST || HyunSaeng|| OS || YAOI

 

 

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T

Cast :

– Heo Young Saeng

– Kim Hyun Joong

– Other cast

Pairing : || HyunSaeng ||

Disclaimer : Dengan memaksakan kehendak saya, saya mengklaim seorang Young Saeng adalah milik saya. Hahhahaa…

Genre : ||Drama || Romance||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || Menjadi hilang bukan satu kenyataan. Hanya pilihan yang terkadang malah kau ambli. Apakah menghilang sudah cukup untuk bisa mengubah semuanya? Membuatmu bahagia? ||

Another PRESENT From Me

 

L_O_S_T

 

 

Just HYUNSAENG

 

Ini HyunSaeng. Aku cuman lagi kangen ma nih couple. Kepikiran aja gimana hebohnya ultah Saengi tapi tanpa Hyun?

 

Saengi oppa~ saengi Chu~kkae

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

—- LOST —–

 

.

.

.

 

.

 

.

 

Perpisahan_

 

Apakah awal dari sebuah kehilangan?

 

Saat ini tak ada yang bisa ia lakukan. Hanya menatap hampa pada begitu banyak penghargaan yang ada di kamar mewahnya. Kamar yang luasnya bahkan berkali lipat dari ruangan yang ia tinggali dulu.

 

Kemudian menatap dengan senyuman tipis diwajahnya. Menatap kagum pada apa yang terpantul di depannya. Wajah sempurna dan tampan. Ia memuji dirinya sendiri.

 

Namun senyuman itu seketika hilang, saat ia melihat lebih jauh lagi kebelakang. Wajah yang begitu penuh dengan senyuman itu, terpantul juga dan menembus langsung kedalam hatinya. Membuat lubang yang sangat dalam hingga menghancurkannya sampai kedasar.

 

Ia menggeleng miris dan mulai mengencurkan kaitan dasi kupu-kupunya yang membuatnya tampak seperti orang bodoh beberapa jam yang lalu. Kembali melihat beberapa majalah yang terus memberitakan dirinya.

 

Ia membalikkan tubuhnya dan menatap lekat pada wajah yang tengah tersenyum itu. “Tak ada yang menjagamu setelah Kyu pergi. Apa kau baik-baik saja?”

 

Ia mulai gila dan suka berbicara sendiri. Bahkan begitu banyak panggilan dan pesan yang masuk ke ponselnya sama sekali tak mengganggu kegiatannya untuk menatap lekat sosok itu. Dan hingga akhirnya ia merasa lelah dan memilih berbaring.

 

Meraih foto berukuran kecil yang tersimpan di bawah bantalnya. “Ck…  kau sangat konyol. Bahkan meski sudah berusaha untuk terlihat lebih manly pun, tak bisa menutupinya. Sangat manis.” Ia mengukirkan senyuman kecil dan mengusap wajah di pigura itu. Wajah yang sebenarnya sangat tampan, namun entah mengapa tak juga bisa menghapus pemikiran di dalam otaknya jika namja itu sangat manis.

 

“Menjelang ulang tahunmu, apa kau tak menginginkan sesuatu?”

 

Ia kembali bergumam. Teringat juga saat tahun lalu, ia mengirimkan paketan berisi oleh-olehnya dari Jepang. Tapi entahlah, ia tak yakin namja itu menerimanya. Karena saat itu dengan seluruh kebodohannya, ia mengabaikan berita yang menyebar di kalangan artis B2M. Namja itu sedang promo di Jepang.

 

Dan sialnya, tahun ini hal bodoh itu terulang lagi. Hyun kembali menggeleng. “Saengi~ah. Bagaimana bisa kau melupakan ulang tahunmu sendiri? Apa kau tak mau membagi waktumu denganku?”

 

Ia kembali berbicara pada benda mati itu. Terus bergumam pelan, hingga akhirnya rasa kantuk mengganggunya. Ia mulai memejamkan mata dan bersiap untuk melanjutkan perjalanannya ke alam mimpi. Berharap, meski dalam mimpi ia akan dapat menemukannya.’When i miss you~’  gumaman yang terdengar lirih di sela tidurnya. Dan sungguh dia sangat merindukannya.

 

.

 

.

 

.

 

“Hari ini jadwalmu hanya pemotretan dan juga pergi menemui sutradara dan membicarakan proyek drama barumu.”

 

“Setelah itu~”

 

“Karena kau terus meminta libur pada bulan depan, kurasa kau bisa libur mulai besok sampai 5 hari kedepan. Tanggal 4 kau sudah harus sampai di Jeju dan memulai syuting drama.”

 

Mengangguk dan tampak angkuh, tapi dalam hatinya~ Sungguh, Hyun berteriak senang. Ada perasaan meledak di dalamnya. “Aku ingin ke Jepang.”

 

“Baik, aku akan mengurusnya.”

 

“Privat dan aku tak mau pihak manapun mengetahuinya. Aku juga akan menginap di hotel murahan saja. Siapkan juga perlengkapan menyamarku dan jangan lupa, belikan apa yang sudah aku suruh tadi. Bungkus dengan rapi dan siapkan semuanya.”

 

“Oh, arra.”

 

“Ah~” Hyun menoleh dan tersenyum kecil. “Ingat, kau hanya mengantarku sampai ke hotel.”

 

“Nde~ nde~ nde. Aku akan langsung pulang. Kau ini, cerewet sekali.” Manager itu terus mencoret-coret notes yang ia bawa. Sementara Hyun, ia terus mengumbar senyuman di sepanjang jalannya.

 

“Hari ini, Korea terlihat lebih indah. Hari terakhir di bulan Oktober. Ah~ aku senang sekali.”

 

.

 

.

 

Hyun tersenyum puas melihat penyamarannya. Topi tebal yang aneh, juga syal yang terlilit penuh hingga menutupi hampir seluruh wajah tampannya. Mantel tebal berwarna hitam. Sungguh konyol. Bukankah dengan berpenampilan seperti itu, malah terlihat sangat mencurigakan. Tapi hei~ jangan lupakan kenyataannya kalau dia ini juga seorang aktor yang pandai bersandiwara.

 

Ia memilih menaiki angkutan  umum di kota Osaka ini. Dengan penuh keyakinan menuju ke kantor cabang B2M yang ada di pusat kota Osaka.

 

.

 

.

 

Hyun berjalan penuh keyakinan, dan mengabaikan begitu banyak tatapan yang menjurus padanya. Ia sangat percaya diri, terlebih yakin lagi dengan penyamarannya. Namun ada dua penjaga dengan tubuh yang bisa dibilang super itu menghadang jalannya.

 

“Maaf, selain staff dan artis B2M dilarang memasuki ruangan ini.”

 

“Ahni, aku perlu bertemu dengan Direktur Oh. Aku sudah membuat janji dengannya.”

 

“Kau siapa? Penampilanmu tak terlihat seperti orang baik-baik. Dan sepertinya kau hanya akan mengganggu kenyamanan semua orang disini. Sebaiknya pergi secepatnya dan jangan pernah kembali lagi.”

 

Hyun menggeleng tak percaya. Ia melepaskan kaca mata hitam yang sejak tadi ia pakai, melepaskan lilitan syalnya. “Nah, apakah masih tak mengenaliku?”

 

“Kau?”

 

“Nde, ini aku. Artis pemenang banyak penghargaan bahkan di Jepang sekalipun. Dan aku yakin kalian juga menyukai lagu-laguku. Jadi bisakah aku bertemu dengan direktur Oh?”

 

Kedua pengawal itu tampak berbisik dan kemudian berjalan menjauhi Hyun. Satu dari kedua  pengawal itu langsung masuk ke dalam ruangan yang sedari tadi ia jaga. Tak lama kemudian ia kembali dengan senyuman kecil diwajahnya. “Mianhe, sepertinya kau harus menunggu. Dia sedang mengurus salah satu artis kami, jadi kuharap kau mau menunggu.”

 

“Yeah, baiklah. Aku akan menunggunya.”

 

“Silahkan ikut saya.”

 

Hyun mengikuti pengawal itu. Kembali membenarkan penyamarannya dan berjalan cepat beriringan dengan pengawal itu. Mereka berhenti di depan salah satu pintu yang setelah di buka terpampanglah keindahan bunga sakura yang ada di dalam taman pribadi itu. Pohon bunga yang dikerdilkan dan bahkan lebih dari sepuluh pot di ruangan itu.

 

“Tunggulah disini, direktur Oh sendiri yang akan menemui anda.”

 

Hyun mengangguk dan ia segera masuk kedalam ruangan itu. Melihat kesekitar dan terhenti pada datu senyuman yang sama dengan yang ia lihat setiap hari dirumahnya. “Kau adalah anak kesayangan direktur Oh. Ck… seandainya kau mau ikut denganku, pasti tak akan seperti ini. Kau pasti tertekan dengan semua jadwalmu.”

 

Hyun menatap ke sekitar ruangan itu. Hampir penuh dengan foto namja yang selama ini ia rindukan. Ia menatap kagum pada senyuman yang masih sama dari sejak pertama mereka saling mengenal. Namun ada satu hal yang sama sekali tak bisa kembali sekarang.

 

Namja itu, tetap saja dingin. Bahkan lebih dingin dari sebelumnya, dan lebih pendiam. “Apakah kau nyaman berada jauh dariku?”

 

Tak ada yang tahu bagaimana kacaunya hati Hyun saat ini. Terlebih saat mendengar penjualan album Saengi yang biasa saja, membuatnya miris sendiri. Seandainya mereka masih berlima, tentu saja beban ini akan ditanggungnya. Namun, sekarang Saengi sendiri.

 

Ah, baiklah. Mungkin mereka sama-sama dewasa dan bahkan Saengi juga sangat sulit untuk menangis. Tapi jika sudah tertekan begini, apakah ia masih juga bisa menahannya?

 

Pertanyaan itu terus saja berputar dikepala Hyun. Ia tahu, ada sisi rapuh didalam tubuh Saengi. Dan saat tubuh itu menghilang dari rengkuhannya, tak ada yang bisa ia lakukan selain melihatnya dari kejauhan.

 

Hyun menoleh pada pintu yang berderit terbuka. Ia  tersenyum tampan dan mengulurkan tangannya. “Mr. Oh, kau terlihat semakin hebat.”

 

“Hahaha~ tentu saja.” Mereka lalu berjalan pelan dan duduk nyaman di sofa yang ada di sana. Menatap hampa pada apa yang ada didepan mereka. “Jadi, apa yang membuatmu menemuiku di Jepang.”

 

Hyun tersneyum penuh misteri. “Kau tahu pasti, apa yang membawaku kesini.”

 

“Hahahha~ memang sangat mudah di tebak.” Namja tua itu tertawa terbahak dan mengabaikan senyuman aneh dari Hyun. Entahlah, apa yang ada di pikiran mereka masing-masing.

 

.

 

.

 

.

“Hhhh…. happy birthday for my self.”

 

Namja itu tersenyum getir. Bukan__ Bukan karena tak ada yang memberinya ucapan itu. Hanya saja rasanya sangat sepi.

 

“Kapan waktu itu akan kembali? Kenapa aku masih di Jepang, bahkan di hari ulang tahunku sekalipun?”

 

Ia memainkan salah satu hadiah dari fansnya yang ada di Jepang. Hanya sebuah foto dengan gambar yang biasa saja. Tapi bukan berarti tanpa arti. Dimana senyuman kelima namja tampan itu tercetak jelas disana.

 

“Hyun~”

 

Menggumam kecil dan menyebut nama itu. “Saengi, kau di rumah?” Sebuah teriakan dari luar kamar apartemen mewahnya sedikit mengusik kesenangannya. “Ini aku, asisten Kim.”

 

Saengi bergegas meninggalkan kamar koleksi gift-nya itu dan menuju pintu depan. Terlihat namja tua dengan mantel berwarna abu-abunya tengah sibuk mengganti sepatunya dengan sandal rumah.

 

“Ah, Mr. Kim. Kenapa sampai menyempatkan datang ke apartemenku?”

 

Namja itu mendekat dan langsung mengajak Saengi untuk duduk. “Nah, dengarkan aku dulu. Ini~” Mr. Kim mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. “Kau dapat free day untuk hari ini dan besok. Dan ini undangan untukmu. Sepertinya dia secara khusus mengundangmu ke tempatnya, namja itu sampai berbicara sendiri dengan Direktur Oh.”

 

“Eoh? Siapa??”

 

“Nanti kau akan tahu siapa. Aku akan menyuruh managermu untuk mengantarmu kesana. Baiklah, hanya itu dan aku pulang dulu.”

 

Saengi  mengangguk pelan. Ia lebih memilih memperhatikan undangan yang cukup aneh di tangannya. Satu CD polos dan hanya di bungkus dengan satu amplop putih dengan pita pink di sudutnya.

 

“Heum, kita lihat apa yang ada didalamnya.”

 

Saengi mendekati notebooknya. Bergegas memasukkan kepingan CD itu dan menunggu loadnya. Tak lama, ia kemudian melihat tampilan isi CD itu. Tak ada hal lain selain satu video di dalamnya.

 

.

Klik~ klik~

.

 

“Annyeong…

 

Apakah kau merindukan aku? Kuharap jawabannya iya.”

 

Namja yang ada dalam video itu sudah berpakaian lengkap, bahkan memakai topi ulang tahun yang lucu. “Apakah aku sudah terlihat sangat baik sekarang? Cukup baik untukmu?”

 

Ia kemudian tertawa hambar. “Ah, baiklah. Kurasa waktuku hanya sebentar. Aku akan menyiapkan kejutan untukmu. Apakah kau mau datang? Please say YES…”

 

Ia kemudian mengalihkan pandangannya dari kamera yang mungkin ada dihadapannya. Terlihat bergerak resah dan kemudian memaksakan diri untuk tersenyum. “Kau tahu, aku seperti sudah lama menghilang. Apa kau mau membantuku kembali?”

 

Dan detik berikutnya ia kemudian tertawa hambar. “Hahhaa… harus bagaimana lagi? Kau bahkan tak mau menjawab telfon atau membalas pesanku. Apakah aku sudah benar-benar hilang?”

 

.

 

.

 

Saengi masih diam. Ia tahu, namjanya tak akan melupakan hari ini. Tapi, apakah ia masih punya muka? Saat ia berpura-pura lupa akan ulang tahun Hyun dan sama sekali tak mengiriminya hadiah?

 

“Apakah kau baik-baik saja?”

 

“Yeah, tentu.” Saengi menyahut tanpa melihat ke wajah yang duduk di kursi depan. Terlihat jelas, guratan kegelisahan dan juga sedikit rasa takutnya. Namun, ia mencoba mengabaikan semuanya. Kembali menarik, saat ia teringat tentang rencana ini.

 

“Aku yakin, kalau kau juga tahu semuanya.”

 

“Tentu saja.” Namja yang sibuk dengan kemudinya itu tersenyum kecil. “Anak muda, kadang melewati jalur itu harus dilakukan. Bukankah saat kau lelah, aku juga tak pernah memaksakan semuanya?”

 

“Eum…” Saengi mengagguk dan kembali, pandangannya tertuju pada jalanan yang sepi. “Aku tahu, hanya saja aku sedang tak ingin melakukan apapun. Sebenarnya ini sudah lebih dari cukup.”

 

Namja berumur itu mengangguk. Ia kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan sepi yang ada didepannya. Dan beberapa menit kemudian mereka berhenti di satu tempat. Seperti mansion tua yang seram dari luar.

 

“Aku tak yakin kau aman disini. Apa kau mau aku ikut masuk?”

 

Saengi menggeleng. “Ahni, biar saja aku sendiri. Kau bisa pulang.” Saengi mengangguk saat namja tua itu mengucapkan salam padanya. Ia kemudian kembali menatap mansion yang terlihat sangat tua dari kejauhan. Hanya ada suram dan gelap karena ini sudah sore hari.

 

Saengi berjalan ragu. Tapi ia mencoba meyakinkan dirinya jika ini memang yang ia inginkan. Siapa saja akan melakukan yang sama. Terlebih saat ujung kerinduan yang runcing sudah menusuk hatimu, dan saat  itu Saengi benar-benar merasa lemah.

 

.

Kriett~

.

 

Saengi melihat kedalam. Tak ada apapun, hanya gelap. Ia sungguh bertambah ragu sekarang. Mencoba berjalan ke arah depan dan saat itu, ia merasa benar-benar rapuh. “Saengil chukkahamnida~ saengil chukkahamnida, saranghaneun Young Saengi~ saengil chukkahamnida.”

 

.

Klik~

.

 

Dan cahaya lampu mulai menemani kesunyian mereka. Derap langkahnya bahkan terdenga sangat jelas ditelinga Saengi. Tampan~

 

Sungguh , namja itu selalu tampan dan bahkan meski dalam redup sekalipun. Terlebih saat ia membuka kedua lengannya dan menatap lurus pada tubuh kaku Saengi. Beberapa detik menunggu dan namja manis itu tak kunjung bergerak.

 

Membuat kesabaran Hyun habis dan ia mulai berdecak kesal. “Saengi, kau tahu~ kurasa ini cukup romantis. Jadi bisakah kita melanjutkan moment kita dan tak membiarkan aku seperti ini?”

 

Saengi menahan tawanya. Sebuah tawa yang entah mengapa keluar begitu lepas, beriringan dengan aliran basah di pipi chubby yang sedikit mengurus itu. “Pabbo!”

 

Berjalan cepat dan memeluk erat namja dengan wangi yang begitu ia rindukan. “Hahhaa~ sebenarnya kau yang bodoh, bukan aku.”

 

“Hyun~” Saengi menahan semua tangisannya. Ia lebih memilih menyimpan isakannya dan memeluk erat tubuh Hyun Joong.

 

.

 

.

 

“Jadi, apa yang terjadi?”

 

Mereka tengah menikmati waktu malam mereka. Melihat pemandangan yang memang sangat indah membentang didepan mereka.

 

“Apa kau masih marah dan tak mau menganggap aku?”

 

Saengi menoleh dan menemukan namja yang duduk di sisi meja lantai itu hanya sibuk menatap gelas wine-nya yang sudah tak lagi dingin.

 

“Mianhe.”

 

Hyun mengangkat wajahnya. “Mianhe?” Ia tersenyum kecil dan megacak rambutnya. “Haruskah aku bilang gwenchana dan menyembunyikan dengan baik semuanya? Sama seperti semua hal bodoh yang kau lakukan?”

 

“Hyun~”

 

Namja tampan itu mulai berjalan gontai dan beranjak dari duduknya. Ia mendekati Saengi dan menatap tajam pada wajah manis yang ada di hadapannya. “Aku harus melakukan apalagi? Kau mengatakan untuk melakukan yang terbaik dan aku sudah melakukannya. Jangan meminta yang lebih atau memilih meninggalkan aku.”

 

“Hyun, aku~”

 

“Kau apa?” Hyun menggeleng dan tersenyum kecut. “Mencoba menjadi pemain terbaik dalam dramamu dan terus membohongi kenyataan. Apa kau menikmatinya?”

 

“Aku sama sekali tak berbuat seperti itu. Kau harus tahu, kau sudah bisa sampai ketempat ini. Tempat teratas sama seperti apa yang kau inginkan. Jadi jangan memaksakan aku.”

 

“Mwo? Hahhaa…. Lucu sekali.” Hyun menuang kembali wine ke dalam gelasnya dan meminumnya dalam satu tegukan. Berdiri dengan cepat dan menggebrak kasar kaca jendela yang ada di sisi Saengi yang masih saja betah berdiri.

 

“Kau jangan mempermainkan perasaanmu sendiri? Jangan mencoba menghilangkan apapun yang tak bisa kau hilangkan. Jangan bermain dengan perasaanku!” Jari telunjuk Hyun menunjuk tepat di jantungnya. “Disini~ ada satu tempat yang hilang dan kau sama sekali tak peduli. Kau pikir aku bahagia dengan semuanya? Semua yang kau lakukan seakan pengorbanan untuku, tapi apa kau pernah berfikir? Kau hanya menyakitiku.”

 

“Kau berfikir terlalu jauh.” Saengi bergumam pelan. Ia memilih mengalihkan pandangannya dari Hyun. Meski ia juga sangat kacau, bukan berarti semuanya harus berakhir dengan cara seperti ini.

 

“Haha~” Hyun tertawa getir. “Apa maksudmu? Berfikir terlalu jauh? Apa kau sudah lupa? Kemana kau selama ini? Apa kau pernah mengangkat telfonku? Apa kau hanya datang untuk semakin menjatuhkan aku?”

 

“Hyun, sudahlah.” Saengi memegang kedua lengan namja itu. “Kau tak perlu bersikap seperti ini. Bukan berarti aku akan mengakhiri semuanya saja. Hanya~” Saengi terhenti. Ia menatap wajah yang begitu sendu di hadapannya. Terus menatap tanma henti, hingga jantungnya semakin berdesir hangat.

 

Semakin lekat menatap wajah itu. “Jebal Saengi~”

 

.

Chu~

.

 

Hanya ciuman kecil disudut bibir tebal Hyun. Dapatkah menyalurkan semua perasaannya? Betapa kacaunya ia?

 

“Aku tahu, kau mencintaiku.”

 

Saengi menggeleng pelan. “Sebuah bintang yang sudah kembali ke jalurnya, seharusnya tetap berada disana. Bukannya menghampiri anak penggembala yang masih tak tahu harus kemana.”

 

“Ssshhh…” Hyun meletakkan telunjuknya di bibir tipis berwarna kemerahan itu. Mengecupnya sekilas dan merasakan manisnya wine yang tersisa di bibir namja itu. “Aku tak ingin apapun Saengi. Tak juga menyalahkanmu atas semua yang kau lakukan, termasuk keegoisanmu  mengabaikan aku .”

 

Dan satu ciuman lagi di hidung mungilnya. “Bukankah ini ulang tahunmu, jadi aku akan memberikan semuanya. Segala maafku~ Sungguh Saengi, kau lebih berharga dari apapun.”

 

“Tapi Hyun, sebenarnya aku… A-aku…”

 

“Sudahlah. Tak perlu sibuk memikirkan bicara apa, yang terpenting malam ini aku adalah hadiah untukmu.” Hyun tersenyum dan kemudian meraih Saengi dalam pelukannya. “Ada kalanya jika kau merasa hilang, kau harus kembali. Bukan malah menjauh dan pergi dariku.

Saengi mengangguk kecil. “Mianhe… saranghae…”

 

.

 

.

 

.

 

.

FIN

 

Selalu gagal dengan OS yang aneh. Hahaha… mianhe jika ini bukan Kyumin. Hey~ besok ultah Saengi dan ini a little present untuknya.

 

Kumohon, do’akan semua yang terbaik untuk couple ini.

 

 

Mind To Comment and Like?

Gomawo…. ^___^

 

 

4 thoughts on “LOST || HyunSaeng|| OS || YAOI

  1. Aqu bener” nangis stelah bca ff ini
    Sungguh buat aqu emosi
    Aqu kngen moment mrka
    Klo aqu keingetSS501 pasti pngen nangis
    Aqu merindukan klian
    Gomawo rainy-ssi,, uda buatin FF di hari ultah Saengie
    Saengiel Chukkae Heo Young Saeng
    Saranghae,,

  2. Huwaaaa kgn sama mereka be5
    #lari peluk Hyun
    Eonni tanggung jwb, aq nangis neh inget kebersmaan mereka be5 T.T
    #lap ingus

    Hyun narsis bgt dah, sama kya bini’a *ane* hehe
    Bikin penyamaran’a ribet n pasti sama kaya alien
    #plak

    Eonni, knp KyuMinJun gak nonggol ? Kn lebih seru lg tuh. Terus terus aq kaga mudeng dah sama cerita, bingung Hyun sama Saengi pcrn kah ? Ato udah putus ??

    Ayo bikin ff ttg couple SS501 lg eon, pasti aq baca dah ^.*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s