CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL || Ch. 10 || YAOI | KYUMIN

 

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

 

 

 

 

 

Author : rainy hearT

 

 

Length : Series

 

 

Rated : T to M

 

 

Cast :

 

– Cho Kyuhyun

 

– Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

 

– Other SUJU and SHINEE member

 

 

-KyuMin aegya :

 

~ Cho Sunghyun a.k.a Sungie (N)

 

~ Cho Minhyun a.k.a Minhyunie (Y)

 

~ Sandeul b1a4  a.k.a  Cho Kyumin (N)

 

 

Haehyuk aegya

 

                ~ Lee Eunhae a.k.a Junior (N)

 

 

-Yewook aegya

 

                ~Kim Jongki a.k.a Kie (N)

 

 

 

-Zhoury Aegya

 

                ~ Jinyoung b1a4 a.k.a Zhoury (N)

 

 

 

-Sibum Aegya

 

                ~ Baro b1a4 a.k.a Sibum                (N)

 

 

-Jungmo x Leeteuk

 

~ Gongchan a.k.a Baby Soo (N)

 

 

– Yeoja Cast (GS)

 

                ~ Leeteuk            ~ Junsu’ie            ~ Taemin

 

                ~ Heechul            ~ Jaejong             ~ Key

 

 

Pairing : KYUMIN and Other Pair

 

 

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan diri mereka sendiri. Tapi Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Kyuhyun milik Sungmin, Sungmin milik Kyuhyun

 

 

Genre : Romance / Family/Fantasy

 

 

Warning : Boy x Boy / BL / YAOI, gaje, typo disana-sini, EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

 

 

Summarry : “Menjadi dewasa adalah IMPIAN. Setelah dewasa karena usia adalah BEBAN. Karena semua yang kita lakukan adalah sebuah bekal, untuk melangkah bersama menuju satu titik KEDEWASAAN. Dimana KEJUJURAN akan menjadi satu tali yang mengikat kebersamaan kita. Raih genggaman tanganku dan kita akan tumbuh bersama.”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

GAMSAHAE untuk yang selalu setia sama KYUMIN and menanti ff ini.

 

 

Be Patient with Me please. No Copas/No Bash. Don’t Like Don’t Read.

 

 

Mianhe, jika ceritanya semakin ngawur dan juga keluar dari KyuMin. Tapi inilah Chicken Soup.

 

Dimana kebersamaan dan kekeluargaan itu terasa nyata.

 

 

 

As a small present for OUR LOVELY AND THE GREATEST COUPLE

 

Let’s save their love, 13elieve in the name of 7ove….

 

.

 

.

 

HAPPY READING

 

.

 

.

 

CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL

 

.

 

Chapter 10

 

.

 

.

 

Ep. Hope

 

.

 

.

 

.

 

Notice me:

 

 

 

Ni keterangan Usia and tingkatan kelas mereka.

 

 

 

~ Senior High 3rd Grade :  Cho Sunghyun (17), Cho Minhyun (17), Kim Jongki (17), Junior (17), Taemin (15), Key (16), Minho (16), Onew (17).

 

 

 

~ Senior High 1st Grade :  Zhoury (15), Sibum (15)

 

 

 

~ Primary School  5th grade : Kyumin (10), Baby Soo (11)

 

 

 

.

 

.

 

.

 

 

 

Flashback~

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Masih bergelut dalam kehangatan selimut dan sedikit bermandikan keringat yang mengering. Tangan dengan jari besar itu mengusap lembut rambut yang sedikit menutupi wajah cantik yang ada di pelukannya. Saling tersenyum dan meyakinkan satu sama lain, jika semuanya sudah pada jalannya.

 

 

 

“Kie…”

 

 

 

“Heum….”

 

 

 

Minhyunnie sedikit mengangkat wajahnya dan berangsur kembali menciumi wajah Kie. Menangkup kedua pipi penuhnya. “Saengil chukkae~”

 

 

 

Percintaan selanjutnya mereka lakukan di salah satu penginapan itu. Memang salah, dan mereka menyadarinya. Tapi hanya inilah yang bisa mereka lakukan, untuk saling berbagi dan mengisi. Menghapus kerinduan yang mungkin saja akan tetap ada. Atau setidaknya, menghapus semua pemikiran yang sama sekali tak boleh dibayangkan sekalipun.

 

 

 

Minhyun kembali mengeratkan pelukannya. Ia mengusap lembut dada telanjang Kie. Begitu banyak pemikiran yang ada di dalam otak Minhyun. Sesungguhnya ia juga sedikit ragu dan takut. Akankah ini akan cukup baginya. “Aku ingin selalu seperti ini, memeluk Kie dan bersama dengan Kie.”

 

 

 

“Tenanglah, aku akan selalu ada baby.”

 

 

 

Minhyun menyimpan semua perasaan kalutnya sejenak. Ia meremas kuat selimut tebal mereka, mencoba mengubur dalam rasa khawatirnya. “Baguslah, kuharap kau tak sedang mencoba membohongiku.”

 

 

 

“Ahni, tenanglah.”

 

 

 

Minhyun tersenyum kecil, meski pada kenyataannya mungkin tak akan seperti itu tapi setidaknya ini lebih baik daripada harus jatuh mulai sekarang.

 

 

 

“Ah, Kie~ bagaimana jika aku hamil?”

 

 

 

“Hahaha… bisa saja. Memang kau mau hamil?”

 

 

 

“Nde, tentu saja mau. Aku tak apa hamil dan mengurus baby. Masih ada Ming mommy dan juga pelayan dirumah yang akan membantuku. Kie akan bekerja dan aku akan menjaga baby.”

 

 

 

Kie menangkap wajah Minhyun dan menciumnya. “Benarkah akan seperti itu?”

 

 

 

“Tentu saja, kita akan bersama mengantarnya ke sekolah. Mengajaknya bermain di taman, berbelanja bersama. Dan baby Kie pasti sangat tampan seperti appanya. Dan~”

 

 

 

Kata-kata Minhyun terhenti. Melihat wajah Kie yang tak begitu senang dengan semuanya. Apakah Kie tahu perasaannya? Dan Minhyunnie tak bisa menahannya lagi. Satu per satu butiran basah jatuh di pipinya.”Hiks~ Kie…”

 

 

 

“Sudahlah~” Kie memeluk tubuh Minhyun kedalam pelukannya.

 

 

 

“Aku ~ hikss…. akan sangat senang jika kenyataannya seperti itu. Tapi~ Hikss…. Kie…”

 

 

 

Kie terus mencoba meyakinkan Minhyun. Ia lebih memilih diam dan terus mengusap lembut punggung yeoja itu. “Percaya padaku, semua akan baik-baik saja baby.”

 

 

 

“Berjanji padaku Kie…”

 

 

 

“Apa?”

 

 

 

“Kau juga akan baik-baik saja, dan akan selalu bersamaku.”

 

 

 

Kie terdiam sejenak.

 

 

 

“Berjanji jika kita akan bersama selamanya, bersama dengan aegya kita. Kau akan bekerja dan aku akan mengurus mereka. menjadi keluarga yang sepenuhnya dan bahagia. Berjanjilah Kie.”

 

 

 

“A-aku…”

 

 

 

“Hikss… jebal Kie…”

 

 

 

“Nde baby, aku berjanji.”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Flashback Off

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

Ceklek…

 

 

 

.

 

 

 

Sungmin membuka  pintu kamar Minhyun. Ia kemudian hanya terdiam di ambang pintu itu. Terhenti disana dan hanya melihat dari kejauhan. Betapa terpukulnya putri kecilnya itu. Dengan wajah sendu dan terus saja memeluk boneka bunny yang sedikit usang termakan usia.

 

 

 

Air mata tak kunjung berhenti keluar dan membasahi pipinya. Sungmin tahu perasaan ini. Perasaan yang sama dimana ia menyadari jika aegyanya dulu telah meninggalkannya. Terpukul dan mencoba kuat, tapi ini berbeda.

 

 

 

Minhyun menyaksikan sendiri bagaimana janin itu di tawan oleh Schnee. Tak bisa berbuat apapun untuk menyelamatkannya. “Hikss…” Kembali Minhyun mencoba menghentikan tangisnya. Tapi yang ada malah semakin terasa sakit dan perih, semakin ingin menangis terus menerus.

 

 

 

Disaat seperti ini yang ia inginkan hanyalah Kie. Dan ia sendiri bahkan tak tahu, bagaimana Kie akan melakukan semuanya. Menyelamatkan Wookie dan kembali ke dunia manusia.

 

 

 

“Hikss….. “

 

 

 

Sungmin lebih memilih membiarkan Minhyun sendiri. Untuk saat seperti ini ia tahu persis jika kesendirian akan lebih baik daripada ia menemaninya. Akan semakin menambah kesedihan, dan lagi pula ia sendiri tak mampu berbuat banyak untuk Minhyun.

 

 

 

Sungmin kemudian menutup kembali pintu kamar itu. Dan saat ia berbalik, kembali harus dikejutkan oleh kehadiraan Kyuhyun dibelakangnya. “Kyu~”

 

 

 

Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan kemudian meraih tangan Sungmin dan membawanya pergi dari sana. “Kau tak hanya punya Minyun, Ming. Kyumin dan Sunghyun juga membutuhkanmu. Mereka sama sedihnya denganmu saat melihat keadaan Minhyun. Meski mereka terlihat baik-baik saja, tapi tak berarti kau bisa melupakan mereka. Mereka juga membutuhkanmu. Arraseo?”

 

 

 

“Kyunie~ Mianhe…”

 

 

 

Kyuhyun mencium kecil pipi Sungmin. “Kajja, makanlah. Mereka sudah menunggumu. Nanti setelah mereka ke sekolah, kau bisa mengurus Minhyunie.”

 

 

 

Sungmin mengangguk kecil dan melempar senyum sebisanya. Ia harus terlihat baik-baik saja dan tegar. Tak mungkin ia menunjukkan air mata dan kesedihannya hingga kemudian mengacuhkan aegya yang lainnya.

 

 

 

Sungmin mendekati Kyumin dan memeluknya. “Mianhe baby…”

 

 

 

Kyumin hanya mengangguk kecil dan kemudian menyodorkan susunya pada Sungmin. “Minumlah mommy, kau tak terlihat baik-baik saja. Jangan terlalu memikirkan Minnie noona.”

 

 

 

Sungmin hanya bisa tersenyum miris dan mencium pucuk kepala Kyumin. “Mianhe baby.” Sungmin kemudian duduk di kursinya, tepat di sisi Sunghyun. Namja mungil itu kemudian menggenggam erat tangan Sungmin.

 

 

 

“Tenanglah Mommy, beberapa hari lagi pasti semuanya kembali seperti semula.”

 

 

 

Sungmin mengangguk pada Sunghyun. “Kau tahu, kau yang terbaik Sungie. Mianhe, Mommy tak bisa berbuat banyak hal untuk Minhyun.”

 

 

 

Sunghyun hanya mengangguk. Ia kemudian membawa sarapannya, meninggalkan meja makan itu dan menuju ke kamar Minhyun. Entah bagaimana caranya, seakan ada tali yang menariknya untuk mendekat pada Minhyun. Meski disaat seperti ini, Minhyun sama sekali tak bisa ditenangkan dengan mudah tapi setidaknya Sunghyun harus bisa membujuknya makan. Tubuhnya semakin lemah, dan Sunghyun bisa merasakannya.

 

 

 

“Minnie~”

 

 

 

Dengan cepat Minhyun mencoba menghapus berkas air mata di pipinya. Mencoba berpura-bura masih tidur sambil memeluk boneka bunny usangnya.

 

 

 

“Jangan berpura-pura tidur, Minnie. Aku tahu.”

 

 

 

Sunghyun meletakkan makanan mereka di meja kecil yang ada di sisi tempat tidur itu. Berusaha membawa tubuh Minhyun untuk duduk dan menyuapinya. Minhyun yang memang tak tertidur  kemudian membuka mata dan menatap sendu pada Sunghyun.

 

 

 

“Gwenchana.” Ki mengambil satu suapan bubur dan menghadapkannya pada Minhyun. “Say aaaahhh…”

 

 

 

Minhyun menggeleng.

 

 

 

“Ayolah Minnie, kau harus makan. Kajja, say aaaahhh…”

 

 

 

“Oppa~”

 

 

 

Sunghyun kembali meletakkan sendok itu ke mangkuknya. Ia kemudian mengambil suus untuk Minhyun. “Setidaknya,kau minum susunya. Bagaimana jika Kie kembali nanti, kau terlihat menyedihkan.”

 

 

 

“Aku tak terlihat seperti itu. Aku masih tetap cantik, Oppa.”

 

 

 

“Ah, benarkah?” Sunghyun mencoba menggoda Minhyun. “Aku lihat sekarang, bahkan Taeminnie lebih cantik darimu. Dan juga Key, dia seribu kali lebih cantik dan kau terlihat menyedihkan.”

 

 

 

.

 

Pukkkk

 

.

 

 

 

“Oppa! Bagaimana bisa kau menghinaku begini? Aku ‘kan sedang sedih.”

 

 

 

“Ah ya, mianhe.” Sunghyun kembali mengambil sendok bubur itu. “Makanlah, atau kau akan terlihat kurus. Kau bilang, Kie tak menyukai yeoja kurus. Jadi kau harus makan agar tubuhmu itu tak semakin menyusut.”

 

 

 

“KYA! OPPA!”

 

 

 

“Aeum…” Sunghyun berhasil memasukkan suapan itu ke mulut Minhyun yang sedikit terbuka. Dan saat Minhyun tengah berusaha menelan makanannya. Sunghyun mencium pipinya dan mengusapnya. “Tidak akan terjadi apapun, dan harusnya kau percaya jika semuanya untuk kebaikan. Lagi pula, aegyamu akan menjadi raja. Bukankah kau harusnya senang akan hal itu? Dan~”

 

 

 

Sunghyun menghentikan kata-katanya. Kemudian menatap penuh selidik pada Minhyun. “Mwo? Kenapa melihatku seperti itu?”

 

 

 

“Ahahaha~ aku pikir kalian akan bisa membuatnya lagi, bahkan mungkin lebih banyak lagi.”

 

 

 

“KYA! OPPA! APA MAKSUDMU?”

 

 

 

“Ahahhaa…. mianhe Minnie… ahhhahaha…. “

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Ikuti cahaya ini. Kau akan sampai ketempat dimana salju abadi itu. Salju abadi hanya bisa kau sentuh jika hatimu bersih. Kau bisa mengambilnya sebanyak yang kau mau. Tempatkan dia di pot bunga snowdrop dimana Wookie mengering.”

 

 

 

“Semudah itu ‘kah?”

 

 

 

Schnee mengangguk. “Memang semudah itu, tapi kau tak boleh terbang. Hanya boleh berjalan kaki.”

 

 

 

Kie tertegun. Ia menatap tak mengerti pada Schnee. “Berapa hari aku bisa kesana?”

 

 

 

“Paling cepat 14 hari dan jika kau berhasil, maka kau akan langsung kembali ke dunia manusia. Meninggalkan dunia peri selamanya.”

 

 

 

Kie terdiam. Ada satu hal yang masih saja mengganggu pemikirannya. Keadaan Minhyun selanjutnya dan juga baby mereka. Dan lebih menyakitkan lagi, bahwa ia bahkan belum melihat janin itu. Hanya berupa cahaya yang terus terkurung di ujung tongkat Schnee. “Tapi aegyaku~ Bisakah kau mengembalikannya? Aku tak yakin dia akan menjadi rasa disini, jadi ~bisakah kau_”

 

 

 

Schnee tersenyum kecil. “Kau benar-benar rakus. Aegyamu sudah menjadi milikku dan jangan pernah berharap kau akan bisa menemuinya. Semua pemikiran Minhyun tak akan hilang dari ingatannya. Semuanya, termasuk janin itu. Kurasa membalas kalian dengan sedikit saja perasaan bersalah adalah hal bagus. Aku akan tetap membiarkan ingatan kalian, membiarkan kalian merasakan bagaimana perasaan kaumku. Dan satu hal lagi, dia milikku.”

 

 

 

Kie menatap wajah angkuh Schnee. Begitu banyak pertanyaan berkecamuk di otaknya. “Apakah begini sifat seorang peri yang angkuh dan sama sekali tak berperasaan?”

 

 

 

Schnee menatap tajam pada Kie. “Jangan mencoba menceramahi atau menghinaku. Beginilah caraku menjaga kerajaan peri, atau tak akan ada lagi bunga snowdrop di dunia ini. Sebaiknya kau cepat pergi dan jangan lagi menggangguku.”

 

 

 

Schnee kemudian terbang semakin meninggi. Menggantungkan tongkatnya ke atas awan yang sedikit menghitam. “Awan ini akan semakin memutih saat matahari hitam perlahan menghilang. Dan biarkan janin itu tumbuh atas kuasaku, bisa kupastikan dia akan hidup lebih baik disini. Seorang peri harus kembali ke kaumnya. Bukan mengikuti pemikiran bodoh appamu atau kau sekalipun. Kalian~ adalah perusak peri bangsawan.” Schnee menatap penuh kepuasan pada tongkatnya yang menjadi pengukur kekuatan matahari hitam.

 

 

 

Wajah cantik itu terlihat sedikit menakutkan. Begitukah soosk yang begitu diagungkan oleh rakyat Kerajaan Peri? Sayangnya, tak ada yang mengetahui keangkuhan itu kecuali Kie. Disini, ditempat terpencil~ tempat paling tinggi di kerajaan peri. Tempat dimana Kie akan segera memulai perjalanannya.

 

 

 

Meski dari kejauhan, Kie bisa melihat wajah Schnee yang penuh dengan kepercayaan diri dan juga senyuman kemenangan. “Bagaimanapun, kalian juga harus merasakan bagaimana kami saat kehilangan sahabat kami? Satu jiwa sama sekali tak ada artinya dibandingkan dengan beribu jiwa yang telah mati karena matahari hitam itu.”

 

 

 

Dan Schnee terus terbang tinggi hingga menghilang dari tempat itu. Tempat serupa dengan tepi tebing salju yang tinggi dan curam. Mengharuskan Kie untuk menuruninya seorang diri. Sementara itu cahaya di depannya mulai bergerak perlahan dan kemudian terbang memaksa Kie harus bersusah payah.

 

 

 

Kie mencoba meyakinkan dirinya sendiri jika ia bisa melakukannya. “Minhyunnie-saranghae. Umma, saranghae. Hwaiting!!!!” Berteriak keras kemudian berlari cepat menyusul cahaya itu.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Jadi bagaimana keadaannya sekarang?”

 

 

 

Yesung mengangkat wajahnya dan kemudian berjalan menjauhi 2 namja tampan yang sedang mengunjunginya. Ia berhenti di pot bunga snowdop dengan tanah keringnya. Bunga yang sudah sangat mengering, dan mungkin bisa terbang terbawa angin yang sedikit kencang di luar sana.

 

 

 

“Dan kenapa kau tak mengatakan apapun tentang hal ini? Meski tak membantu, tapi kami akan menunjukkan  kepedulian kami padamu. Seperti memperhatikan makanmu, misalnya. Iya ‘kan Hyukkie?”

 

 

 

“Ne, kurasa juga begitu. Kau terlihat buruk, dan itu mungkin yang menjadi alasan Kie terus saja menumpang sarapan di rumah Ming, ahhahhaa….” Hyukkie mencoba tertawa, setidaknya mungkin Yesung akan ikut tertawa.

 

 

 

Tapi sayangnya tidak begitu. Namja itu hanya menggeleng dan tersenyum miris. “Aku hanya berusaha menjadi kuat disaat aku sendiri seperti ini. Rasanya seperti tak ada yang menyayangiku lagi. Bahkan tak ada seorangpun yang mau hidup denganku sekarang. Bukankah sangat menyedihkan?”

 

 

 

Yesung menatap kosong kearah depannya. Satu per satu butiran salju turun tapi sama sekali tak bisa membantunya menenangkan dan ,mendinginkan pemikirannya. “Lebih takut lagi jika Kie tak bisa kembali. Apakah aku juga akan menghilang?”

 

 

 

“Yesungi~”

 

 

 

Hae berjalan mendekat. Ia berusaha bersikap sebiasa mungkin. Ia juga merasakannya, bagaimana saat kehilangan orang yang kalian sayangi? Sama seperti saat Yunho meninggalkannya dan Jaejongie terus saja bersedih. Tak ada yang bisa ia lakukan, selain hanya seperti saat ini.

 

 

 

Memeluk tubuh Yesungie dan menangis bersamanya. “Aku tahu ini sangat berat. Tapi mencoba untuk tak terlalu larut. Akan sangat konyol jika kita tak bisa sama sekali mengontrol semuanya, bukankah kita harus kuat untuk orang yang kita miliki. Lebih baik menyimpan semuanya dalam hati sendiri dan tersenyum pada orang lain. Jangan biarkan mereka berfikir jika kau lemah.”

 

 

 

Yesung hanya diam dipelukan Hae. Sementara Hyukkie, ia tak akan mengganggu kedua namja itu. Hanya tersenyum saat melihat Hae berusaha keras menahan tangisannya. Ia bukan namja yang kuat, tapi mencoba menguatkan orang lain. Ia bahkan tak bisa menahan tangis saat Yunho meninggal karena serangan jantung itu. Tapi menceramahi orang lain dan terus mengatakan seakan ia kuat.

 

 

 

“Paboya Lee Donghae~”

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Bagaimana Minhyunnie?”

 

 

 

“Aku rasa dia akan baik-baik saja. Mungkin bahkan jauh lebih baik dari hari kemarin. Aku sudah memaksanya makan, dan perasaanku mengatakan jika Mommy bisa membuatnya lebih tenang.”

 

 

 

Junior mengangguk dan kemudian meraih tangan kanan Sunghyun. Memasukkannya ke mantel hangatnya. Sunghyun menoleh, dan mereka saling melempar senyum.

 

 

 

“Agar kau tak kedinginan.” Junior kemudian berhenti dan membenarkan mentel Sunghyun. “Aku yang bodoh atau kau yang bodoh. Sudah tau hujan salju, tapi malah keluar dari sekolah.”

 

 

 

Sunghyun tertawa kecil. “Entahlah, aku hanya ingin menikmati salju saja. Rasanya seperti merindukan Wookie Umma dan Kie. Bagaimana keadaan Kie disana?”

 

 

 

Mereka kembali berjalan, menikmati dinginnya pagi hari dengan hujan salju yang tak begitu lebat itu. “Sudahlah, jika bersamaku jangan mencoba memikirkan apapun yang membuatmu bersedih. Terlihat sangat konyol dan mungkin saja orang yang menatap kita berfikir jika aku telah berlaku jahat atau menjahilimu.”

 

 

 

“Hahhaa…”

 

 

 

Mereka berdua tertawa bebas. Berbaur dengan begitu banyak orang yang juga memilih untuk menikmati salju. Berhenti di taman yang sudah penuh dengan tumpukan salju dan saling melempar satu sama lain.

 

 

 

“Ya!”

 

 

 

“Hhahhaa…. hyung! Awas! Aku akan membalasmu!”

 

 

 

“Hahaha….”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Momy, apakah Kie akan kembali?”

 

 

 

“Nde, tentu saja. Bukankah kau percaya padanya?”

 

 

 

“Eum…” Minhyun mengangguk dan terus menatap hujan dari jendela kamarnya. “Biasanya jika hujan salju seperti ini, aku dan Kie akan duduk bersama di depan toko ice cream di dekat sekolah. Dia akan memelukku dan memastikan aku tidak kedinginan. Meski kadang dia payah dan bahkan bersikap aneh, tapi dia punya cara tersendiri untuk memanjakan aku.” Minhyun tertawa kecil.

 

 

 

Minhyun kemudian menoleh penuh pada Sungmin dan menumpukan wajahnya diatas kedua lututnya. Pikirannya menerawang jauh dan terus menatap lekat pada Sungmin. “Wajah Kie sangat tampan Mommy~” Dan Sungmin hanya bisa diam mendengarkan Minhyun. “Aku sangat mencintainya, dan kau tahu Mommy~ aku bahkan belum pernah berpisah seperti ini dengan Kie.”

 

 

 

Sungmin bisa melihatnya. Bagaimana kedua mata cantik itu terus mengerjap menahan panas yang memaksanya untuk menangis, Minhyun sudah berusaha keras untuk tak memikirkannya. Tapi tetap saja~

 

 

 

“Hiks… bahkan aku selalu memeluk Kie setiap hari. Hikss…. mommy…”

 

 

 

Sungmin pun tak bisa menahannya. Ia tahu bagaimana sakitnya perasaan Minhyun. Ia memilih merengkuh Minhyun dalam pelukannya dan berusaha menenangkannya. “Menangislah baby, ungkapkan semuanya. Mommy akan mendengarkanmu.”

 

 

 

Minhyun menggeleng cepat. Ia semakin terisak, dan semakin erat memeluk Sungmin. “Bahkan Kie tak pernah berbohong padaku. Hikss… ini pertama kalinya dia berbohong padaku. Dia berjanji akan selalu bersamaku, Mommy. Dia berbohong. Hikss…. Kie berbohong.”

 

 

 

Sungmin hanya diam dan terus memeluk tubuh Minhyun. Saat ini ia hanya perlu menjadi pendengar yang baik bagi Minhyun. Tak ada yang hal lain yang bisa ia lakukan dan sayangnya Minhyun hanya menginginkan Kie saat ini, bukan yang lain.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

.

 

 

 

“Ahhhhh…!!!”

 

 

 

Kie berteriak keras saat ia terperosok jatuh ke dasar tebing yang tinggi. Tubuhnya teras anyeri, terlebih pada kakinya yang tak sengaja menabrak pohon besar.

 

 

 

“Minnie~ Akhh… neomu appo…”

 

 

 

Cahaya itu berhenti didekat Kie. Seakan memiliki wajah dan tersenyum padanya. Pandangan Kie semakin mengabur. “Ahhh… jebal~ aku tak mau begini.” Kie berusaha bangkit namun akhirnya ia kembali jatuh dan tak sadarkan diri.

 

 

 

Sementara itu, dikejauhan~ yeoja dengan rambut panjangnya tersenyum menatap Kie. “Permainan baru dimulai.”

 

.

 

 

 

.

 

 

 

TBC

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

 

Hadeh,udah lama… jelek… gaje pula. Hahaa…. sudahlah~ Mianhe atas ke-lama-an updatenya.

 

 

 

Abaikan kegajean story fantasi yang ga jelas ituh, hehehe…

 

 

 

Abaikan juga typo (S) yang berserakan *mungutin sampah*

 

 

 

#plakkk#

 

 

 

Mind to RCL?

 

 

 

GAMSAHAMNIDA

^____^

 

88 thoughts on “CHICKEN SOUP FOR TEENAGE SOUL || Ch. 10 || YAOI | KYUMIN

  1. Minhyunie… Jngan sdh trs ne..
    Kieee… Hwaiting..
    Wah JunSung mkn lngket aja..
    Huhh… Mga kie brhsl yua.. Hemm baby-nya KiHyun kira2 bkal dblkin gk eonn..
    Ah gk sbr nie bt chap dpan.. Update cpt y eonn
    Gomawo..
    Mw mnt maaf jg nie ma eonni.. Tngah mlem mnta PW.. Abs pnsran sh eonn..
    Jeongmal gomawo ne eonn..
    Hwaiting (^_^)

  2. miris liat minhyun nangisin kie terus..
    gak kebayang gmana rindux minhyun ke kie..
    dlu tiada hari tanpa kie,,tp skrg musti brpisah..
    minhyun harus kuat,,
    kie jga jangan nyerah..
    minhyun menunggumu,,
    tp siapa perempuan yg ngeliat kie??

  3. huaaaa…hiks…hiks…T.T minhyunie kasian bgt, kie jga entah rintangan2 apa yg akan dy hadapi tp kayakny sulit dech!
    sunghyun ma junior so sweet dech, >///<

  4. Huwehhh…benar2 buat mewek liat nasipnya si minhyunie..benar2 miris..udah kehilangan kie dan sekarang kehilangan janinnya juga…lengkap banget tuh penderitaan minhyunie..:'(

    kapan akan berakhr penderitaan minhyunie dan kie,eon? Dan ff chiken ini benar2 membuat aku selalu deg2 serr gimana gitu…setiap konflik yang eon buat..terasa banget feelnya ke hati aku..
    *eaaaa

    eon..jangan lama2 ne updatenya..aku slalu menunggu ff eon yang selanjutnya..FIGHTING..!!

  5. Akhirnya penantian ku terbayar juga hehe
    kok kayak nya schnee nya jahat banget yah o,O
    minhyun yang sabar yah nak
    tapi kok adegan JunHyun nya sedikit waks xD
    keren thor
    daebak😀

  6. hyun jngan sdih trus, brdoa za u/ kie moga lancar smw. ikatan batin antara twin mkin ok nih,sung oppa jaga n hibur hyun trus,moga kie cpat kmbali. jun ttep bwt sung bhgia spaya oppa bsa kuat mnghdapi mslah ini n g ikut sdih. ayo kie jngan nyerah. hwaiting n palli dashi dorawa.

  7. Author, kamu kejam sekali, wanita ra,but panjang tuh siapa ? Penasaran deh? Schnee emang baik atau jahat kak? Mohon penjelasannya hehehe . Ceritanya udh bagus kok, cmn penjelasan Schnee nya itu kurang … hehhhe

  8. Hah akhirnya nongol juga ni ff, minhyunie jangan nangis terus aku jadi ikut sedih, untuk Kie hwaiting maju terus pantang mundur, Yesung appa jangan ngrasa hidup sendiri masih ada yg laen semangat terus untuk menunggu istri dan anakmu, udah aku ga tau mau komen apa lagi ni ff udah bikin aku terharu, untuk semua tetap SEMANGAT….

  9. ksihan lhat minhyuniee trus bersedih . .
    bwat kie sma minhyun terus semangat . . .kaliay pasti bisa bersatu . fighting! . .
    junsung makin mesra ea. .
    lanjut chingu . .

  10. kereenn chingu . .
    kasihan si minhyun.y nangis trus cpetin biar ktemuan sama kie donk. .hehe.
    junsung tamabah mesra ea. .
    lanjut chingu daebak . .

  11. Kisah minhyun kie,,makin rumit,,smoga kie berhasil,,
    Junior sunghyun pasangan fav ku,,hehehe
    Boleh dong NCan mereka lagi
    Ahahhahha
    Chinguya hwaiting

  12. Waduhhhhhh
    Mksd permainan bru d’mulai itu apa sih???
    Author bisa bngt nih lg rame2nya eh malah tbc

    Kasian jg yah minhyun hrus kehilangan anaknya n d’tnggal kie lagi sedih nya T_T

    Semoga deh semua baik2 aja, lancar n kembali seperti semula
    Smoga jg minhyun n kie bisa pnya anak lagi amien o:)

    Part selanjutnya d’tnggu

    Rainy hwaiting😉

  13. Kasian minhyun nangisin kie dan baby nya…😦
    semoga kie bisa cepat dapatin salju abadi, trus balik lg ke minhyun Dan wookie umma hidup lg….yeay…. Aminnnnn

    Aih…siapa yeoja berambut panjang tu ?
    Semoga dia nggak menyusahkan kie nanti nanti nya…

    Semangat yah chingu….jngan sampe berenti nulis…
    Keep writing, ditunggu next chapter nya😀

  14. minhyun jgn sdih” trus yaa…
    Hadeuuhh nyesek bca’aaa… Ksian hyunie..
    Kiee semngt yaa…

    ckxkck..siapa yeoja itu… Perusak hub’aa kihyun kah…
    Yesung appa smngt yaa jgn sdih” teruss…
    Ryeowookie omma psti kmbali kxx…

    baby’aa kihyun pasti jadi raja yaa dii krajaan perii…????

  15. Kie ayooo terus semangat!!!!!!!
    Chingu jangan pergi dari wp ini T^T
    Lanjut terus chingu!! ^^
    Tetep semangat!!!! 화이팅!!! ^^
    Bingung mau ngomong apa lagi

  16. Akhirnya update juga .. Kie nya mau diapain thu ?? Kasian minnie eonie .. Jgn disiksa mulu dind thoorr ?? Cepet kembali yah kie oppa .. Semangadh chingu …🙂

  17. Kyaaa~ aku ketinggal’n 2 chap !! Eonni,kenapa calon baby’a Kie yang harus di korban’n ?? Berarti nanti Kie sama Minhyun gak bisa ketemu sama calon baby’a dong ?? Kan kasian .. T^T .. Eonn,panggilan’a Minhyun itu sebener’a Minnie atau Hyunie sih ??

  18. Pdhal uda lama minta pw tp baru baca skrg (¯―¯٥ ) mian yaa unnie😦
    Kasian bgt si minhyun,apa anaknya gak bakal balik lg ama minkie ??
    Ciee junsung yg lg lovey dovey-an
    Kie fighting buat nemuin salju abadinya !!!!

  19. minhyunie kalau kurus kayaknya lucu deh..
    jagain minhyunie ya, eonn.
    aku sempet takut wp ini bakal ditutup.
    jangan khawatir eonn, masih banyak kok yang peduli sama ff eonnie.
    fighting ne.

  20. huft~
    ternyata commentnya waktu itu ga masuk
    Minhae, baru bisa comment sekarang😦
    Sedih ngeliat perjuangan Kie dan Minhyun, padahal mereka masih remaja tapi harus mengalami hal seperti itu…
    Kie, cepatlah kembali
    Kasian Minghyunnie😦

  21. kasian minhyun T.T
    udh ditinggal kie,aegya’a jg diambil..
    Untung sunghyun bisa ngebujuk minhyun buat makan..

    Suka dh ngliat junior-sunghyun moment..

  22. ya ampun minhyun jangan sedih lagi dong, doain semoga kie bisa cepet balik
    itu yeoja siapa kok ngomongnya gitu?
    kie fighting!! minhyun menunggumu..

    mian eon baru baca😄

  23. hyy semua ,,hehehe nan readers baru d’sini #bungkuk ,,eum eonn aku bole minta pw’y gk?? soal’y aku seneng+penggemar ff ini,,sampe sampe aku rela gk belajar demi baca ff ini lho #gktanya
    pdhal khan aku lg ulangn ,,jeball eonn minta PW

  24. gilaaaaaa….
    feelnya dapet banget…
    kayak bener” bisa ngrasain apa yg dirasain minhyun…T_T

    siapa yeoja yg ngliatin kie itu??
    ckckck..
    kayknya bener” niat nyiksa kie sama minhyun…

  25. Huwaaaaaaaa ff’a makin seru eonnieee…aq sukaaa😀
    eonnieee aq suka sma sunghyun n junior…
    Junior’a sweet bgt…
    Cinta’a kuat bgt gtu ke sunghyu…
    Eonnieee cpet balikin kie dong…
    Kcian minhyu’a…
    Kenalin eonn aq readers baru dsini…hehe

  26. author…aqu udah baca chapter ini udah 3 kalii…tp aqu lupa udah revew atau blum,,kyaknya sih udah,,hhe
    di chap ini,,sedih2an ya…kie sama minhyunie cpet2 di bikin bahagia ne…owh ya..aqu suka bgt pairingnya junior sama sunghyun,,mereka lucu soalnya..🙂

  27. Annyeong, eonni….
    salam kenal🙂
    saiia reader baru nih.
    saiia suka banget ama ffnyah eonni.
    favorite banget dah.
    boleh minta pw yang part 11-nya ga eon??

  28. ff ni makin seru ja.mian baru komen.habis kalo komen dari awal chap bngung jg.hehe…oh ya bleh mnta pw chap 11?klu bleh krim lwat fb.namanya ryu jackson cloud.gomawo n mian.

  29. Huwaaaaaa *nangis kenceng* gak pernah liat minhyun sesedih ituuu😥 biasanya penuh semangat! Hiks minhyuuun..
    Aaaak! junior-sunghyun! Suka sm couple ini unn! Sweeet!!😄

  30. minhyun kenapa jd sedih lg saat berdua dg sungmin wkt menceritakan kie…..
    apa kie terluka parah karena terjatuh, knp g da yg menolong kie…
    apa kie bs mengambil saljuny kl kakinya terluka bgitu,

    lanjut min

  31. sabar kie🙂
    kau harus brusaha demi minie dan wookie eomma🙂
    fighting kie

    tor boleh minta pw chap selanjutnya ga, soalnya aku penasaran banget sama ceritanya, please🙂

  32. Tenang aja minhyunnie, kie pasti nepatin janji’a kok, kalian bakal b’sma selama’a,,,y kan eonn??????
    Junnie ma sunggie tambah mesra aja (jadi iri ^,^ hehe)
    ###whaiting eonn :)###

  33. sedih liat minhyun kaya gitu terus,
    aegya kie n minnie beneran ga bakal balik??
    kie hwaiting!
    cepet selametin wookie trus balik sama minnie lagi!

  34. hmmm tmbh rumit aj…smakin mendekati ind hrus smakin hati2 bcax..kiee ayooo samngat,,baby minnie nungguin tuh…next chap 11..deg2n mw lnjut bca,gmn klo trxata sad endibg..huwaaaa galauuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s