AM I…? | KYUMIN | YAOI | OS

 

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T to M

Cast :

– Lee Sungmin

– Cho Kyuhyun

– Other Cast

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || It’s GOOD to be ME. When i just need to shake my things and you’ll be MINE.||

Another PRESENT From Me

 

.

~AM I…?~

.

Just KYUMIN

 

.

 

Hello~ hello~

 

Aku bawa ONESHOOT pertama di bulan november nih. Saengil Chukkae buat Ummu Musyahidah. Saengil Chukkae chagi, moga makin segalanya deh~

 

Hehehe…. semoga juga ga kecewa ma OS yang GARING N GAJE ini.

 

.

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

—- AM I ….? —–

 

.

 

.

 

.

SEOUL UNIVERSITY

.

.

Matahari bersinar dan tetap saja angin terasa lebih dingin di banding hari-hari di bulan sebelumnya. Dan namja itu, masih terus saja menjadi pusat perhatian. Keadaan yang masih sama sejak beberapa bulan, akh~ bahkan beberapa tahun yang lalu.

 

“Hei, baby Ming.”

 

Namja itu hanya melirik seklias dan tersenyum sangat manis, mengangguk dan mengedip nakal. Ia menghentikan jalannya dan menoleh ke sampingnya. Memilih berhenti dan menyapa siapa yang mengiringi langkah santainya di pagi ini.

 

“Ah~ Morning baby Minhonnie.”

 

Sungmin mengedip pelan dan kemudian mengusap perlahan dada namja tegap itu. Membenarkan jaket yang dipakainya dan mencium aromanya.Wangi maskulin yang sangat kental dan begitu pas dengan imajinasi Sungmin. Namja dengan tubuh tegap itu memang sedikit berhasil mencuri perhatian Sungmin beberapa bulan terakhir ini.  “Hmmm… baby~ kau sexy.”

 

Hhhhh~

 

Tak ada yang bisa menolak seorang namja yang penuh dengan pesonanya. “Yes baby Ming, tentu saja.” Minho menghirup wangi yang menguar dari tubuh Sungmin. Wangi lemon yang manis dan membuat Minho semakin ingin memakan Sungmin.

 

Mereka kembali berjalan beriringan, membuat setiap mata yang tertuju pada mereka menatap iri pada pasangan yang baru-baru ini menjadi topik hangat di kampus mereka.

 

“Aish, Choi Minho…”

 

Sungmin perlahan menyingkirkan tangan Minho yang terus saja mencoba meremas bokong penuhnya. Ayolah~ mereka masih di kampus dan bahkan belum memulai jam pertama dan Minho sudah seperti ini.

 

“Hanya memeluk pinggangku atau kau akan kutendang sampai menabrak tong sampah itu.”

 

Sungmin bergumam pelan namun terdengar pasti, terlebih tatapan Sungmin tak lepas dari tong sampah besar yang sedikit jauh dari tempatnya dan Minho berjalan sekarang. “Yeah~ baiklah. Kau selalu saja. Menyebalkan~” Minho menggumamkan kekesalannya. Terlihat kekanakan dan ~kawaiiii….

 

Sungmin memang suka sekali mempermainkan semuanya. Perasaan, perlakuan bakan gerak tubuhnya. Dengan mudah, dia bisa mengendalikan siapapun.

 

“Hei~” Sungmin menghentikan langkahnya dan kemudian mengusap pelan pipi Minho. Sedikit  mengangkat wajahnya dan mencoba melihat wajah tampan kekasihnya itu. “Ayolah, bukankah kita sudah deal, dan kau~”

 

“Yeah, baik. Hanya namja cadangan yang setiap harinya bahkan selalu mendapatkan ancamanmu. Seharusnya, setidaknya satu ciuman untuk sehari dan aku tak akan seperti setan mesum yang kelaparan seperti ini.”

 

Tapi Sungmin mengabaikan ocehan hoobaenya itu. Ia lebih memilih berjalan santai, membiarkan lengan Minho melingkar di pinggangnya dan terus menyebar pesonanya. Tersenyum ke banyak arah, dan sesekali mengedip nakal saat melintasi beberapa hoobae yang terlihat tampan di matanya. Langkah Sungmin terhenti di depan kelas Minho.

 

Minho kembali menghela nafasnya. Iabenar-benar tak suka cara Sungmin memperlakukannya. “Baby Ming, harusnya aku mengantarmu. Dan juga harus mengawasimu dari mata – mata kelaparan itu.”

 

Sungmin menggeleng cepat. “No, and never.”

 

“Ayolah~ mana ada seme yang malah diantar ukenya ke kelasnya sendiri. Kau anggap aku masih kecil?”

 

Sungmin menyentuh leher Minho dengan kedua telapak tangannya yang lembut. Memainkan rambut belakang Minho dan sedikit membuai Minho dengan sentuhan nakalnya.

 

“Jangan membuatku marah Tuan Choi, atau kau akan kehilangan statusmu sekarang juga.”

 

Minho menghentikan khayalan nakalnya. “Yaish… baik-baik. Aku tak akan mengungkitnya lagi. Tapi bagaimana dengan ciumanku?” Minho memasang wajah tampannya. Ia memainkan jarinya di bibir tebalnya dan tersenyum. Aish~ namja ini kelewatan…

 

Dan sangat pas dengan Sungmin. Tingkah namja itu lebih gila lagi. Ia menarik jaket Minho agar namja itu semakin mendekat dan menatap lekat pada mata bulat penuh itu. Menatap dengan tatapan menggoda yang terus saja membuat Minho semakin berfantasi tentang Sungmin. “Apa kau benar-benar menginginkannya?”

 

Minho mengangguk pasti dengan mata  besarnya yang bersinar. Sungmin tersenyum dan kemudian sedikit berjinjit. Meniup pelan leher Minho, melingkarkan lengannya ke leher Minho.

 

.

Chu~

.

 

Satu ciuman singkat di bawah telinga Minho, dan dengan nakal meniup telinga namja itu. Menghirup wangi maskulin yang menguar dari tubuh namjanya dan berbisik pelan. “Menangkan hatiku, dan kau dapatkan semuanya. Cobalah baby~”

 

Kemudian memainkan pelan lidah nakalnya menggoda seluruh syaraf di leher Minho. Demi semua keroro di bumi ini, Minho bersumpah~ dia tak bisa menahannya lebih lama lagi. Terlebih tangan nakal Sungmin tanpa permisi mengusap abs datarnya dan menggelitik pinggangnya.

 

Namun permainan itu berjalan cepat, Sungmin segera menyudahinya dan kemudian mengerling nakal. “Jalja baby Minhonie~”

 

Wajah Minho memerah, dan sepeninggal Sungmin wajahnya semakin memerah. Menatap namja dengan skiny jeans berwarna hitam dan juga kemeja lengan panjang berwarna putih yang melapisi kaus berwarna soft pink miliknya. Topi merah yang membuatnya terlihat lebih imut dari hari ke hari.

Ia menoleh kedalam kelasnya.

 

“Kalian melihatnya? Dia namjaku!”

 

Berteriak penuh kebanggaan  dan seakan mengabaikan gelengan tak percaya akan kenarsisan namja itu. Sementara Minho, dia  tersenyum penuh dan terus saja bercerita bagaimana manisnya godaan Sungmin tadi.

.

 

.

 

.

Sungmin menyamankan duduknya, dan entah mengapa semakin lama ia semakin risih saat mendengar dengungan dan gumaman aneh di belakang punggungnya. Ia sedikit menoleh kebelakang dan menemukan kedua sahabatnya sibuk menggosipkan dirinya. Merasa tak tahan, akhirnya ia menoleh penuh dan menatap tajam pada dua sahabatnya.

 

“Hei~ jangan membicarakan aku dibelakangku. Jangan juga membicarakan masalah, Minho atau Siwon. Jangan juga mem~”

 

“Membicarakan Yunho, Yesung dan juga Changmin.” Namja imut itu menyahuti ocehan Sungmin.

 

“Yeah, seperti itulah. Kau tahu, aku tak suka kalian menggosipkan aku dibelakangku.” Sungmin malah semakin menyamankan posisinya dan tak mengindahkan dosen yang tengah mengumbar pelajaran entah tentang apa itu didepannya.

 

“Yeah, tapi bukan berarti sekarang kau dengan enaknya memacari Minho. Hyung, dia bahkan terpaut jauh dibawahmu dan sungguh dia sangat polos.”

 

“Yah, Taeminnie~ apa maksudmu dengan polos?? Dia bahkan sangat mesum, mengesalkan.” Sungmin kemudian merogoh kantuk kemejanya dan menemukan lolipopnya. Membuka pembungkus dan mengemutnya. “Sebenarnya aku juga bosan, tapi tak ada yang menarik. Semuanya sama saja~ hanya menginginkan tubuhku. Apa aku begitu menggoda?”

 

Kedua namja imut didepannya hanya mengangguk. Namun salah satu diantaranya kemudian menarik lolipop Sungmin dan menatap wajahnya. “Kau sangat menggoda, tapi aku masih lebih menggoda dari pada kau, Hyung. Dan lagi, aku dan Jinki sudah sampai ke tahap itu. Tapi kau~”

 

“Yah! Key! Apa kau sedang menghinaku?”

 

“Ayolah, making love adalah hal biasa.”

 

“Cih…~” Sungmin berdecih. Ia sungguh kesal dengan kenyataan yang ada. “Aku harus bilang kau beruntung atau sial. Jinki itu namja teraneh yang pernah aku temui, dan dengan mudah kau menerimanya. Sangat konyol saat mendengarmu melakukan itu dengannya. Kau aneh.”

 

Key tersenyum dan pikirannya sudah menerawang entah kemana. “ Kau tak tahu, bagaimana dia kalau sudah di ranjang. Uhhh…. hottt.”

 

.

Prok~ prok~ prok~

.

 

Seketika ketiga namja itu diam. Tepukan single  yang mereka sadari dan tahu betul siapa itu membuat mereka terdiam. Sungmin kembali ke posisinya. Ia menatap acuh dan masih setia mengemut permen lolinya.

 

“Bagus sekali. Ini jamku dan kalian dengan seenaknya mengobrol.”

 

Mereka bertiga hanya diam. Berfikir acuh pada seluruh penghuni kelas lain yang menatap lekat pada ketiga diva itu. “Lee Sungmin, Lee Taemin dan kau Key~ kuharap kalian keluar saja. Dan ingat, jangan mengikuti pelajaranku lagi. Test akan aku lakukan bulan depan.”

 

Sungmin menghela nafasnya. Ia sungguh tak peduli. “Huhhh… whatever.” Membenarkan topinya dan meraih ranselnya. Hendak beranjak dari ruangan itu. Namun belum juga mereka bertiga sampai di pintu, dosen yang sebenarnya terlihat sangat bodoh dan konyol di mata Sungmin berucap kembali.

 

“Lee Sungmin, kau harus menemui dokter jaga di ruang kesehatan. Aku mau kau piket selama satu minggu penuh, dan hal bagusnya itu khusus untukmu.”

 

“Mwo?” Sungmin menoleh dan menatap horor pada namja tua yang berdiri angkuh di depan kelas itu. “Yah?! Apa maksudmu dengan piket? Kau pikir aku tenaga sukarela? Begitu?”

 

“Ck… anggap saja itu hukumanmu. Lakukan dengan baik atau kau akan tetap menjadi muridku tahun depan.”

 

Sungmin melengos kesal. Ia hampir lupa jika Mr. Goh ini  adalah musuh bebuyutannya, bahkan sejak pertama kali ia menginjakkan kakinya di Universitas ini. Berjalan dengan angkuh dan tanpa ekspresi. Kedua teman di sisi kanan dan kirinya itu hanya bisa berbarengan menepuk bahu Sungmin.

 

“Tenanglah, Ming. Santai saja, jalani hukuman itu dengan baik dan aku pastikan kau akan menikmatinya.”

 

Sungmin melempar senyuman mirisnya. Melirik jengah pada namja yang ada di sisi kanannya. “Yah… Taeminnie-ah. Kau kira aku ini mau ke taman bermain? Aku dihukum~ diruang kesehatan dan kau tahu, aku benci bau obat.”

 

Key terkikik melihat tingkah menggemaskan Sungmin. Namun ada satu hal yang berhasil memancing ingatannya hingga memorinya penuh dengan informasi yang mungkin akan sangat disukai Sungmin. “Hei, dengarkan aku, hyung.”

 

“Mwo?”

 

“Kudengar Dokter jaga itu tampan. Yeah~ dia baru dipindahkan sekitar seminggu yang lalu. Tadinya dia bekerja di rumah sakit, tapi dia menggantikan Dokter jaga yang sudah tua.”

 

“Hhhhh… kebanyakan, dokter itu pasti botak dan berjenggot. Penampilan aneh dan apalagi jika yang ditempatkan di kampus kita. Dokter itu adalah hasil seleksi dan bisa saja dengan wajah teridiot dan terjelek di kampusnya.”

 

“Ck…. kenapa tak percaya padaku, hyung.” Key mempoutkan bibirnya. “Menurut Jinki, dia adalah lulusan terbaik dan tampan.” Key sibuk menggerutu, terlebih dengan tak adanya tanggapan dari Sungmin membuatnya bertambah kesal. Namun kembali senyumannya merekah saat melihat namja yang melambaikan tangannya dari kejauhan.

 

“Heuh… membosankan~ “ Sungmin memutar bola matanya dengan malas saat namja dengan pakaian khas seragam petugas disekolah itu mendekati mereka. “Hya~ love dovey yang sangat memuakkan.”

 

Sungmin memilih meninggalkan Key dan Jinki yang entah tengah melakukan ritual apa. Ia juga meninggalkan Taemin yang dengan polosnya ikut bergabung dengan dua namja yang tengah kasmaran itu. Berjalan tak tentu arah, sampai dia melihat gedung dengan cat berwarna biru muda yang sedikit banyak mengingatkannya dengan hukuman konyol yang baru ia dapatkan pagi ini.

 

“Heuh~ baiklah. Kita lihat, apakah ada namja tampan disini? Kalau tidak, awas saja Key! Aku akan memukuli dubbu jelek bodohmu itu!”

 

Sungmin menaikkan lengan kemejanya dan berjalan cepat menuju ke gedung itu. Ia sedikit mengendap – endap saat sampai di pintu gedung. Namun, bukannya mengetuk pintu~ ia malah beralih ke sisi dinding dan merayapinya. “Eh?” Terkejut saat mendengar suara aneh dari dalam gedung yang disebut ruang kesehatan.

 

“Jebal~ Dokter Cho~”

 

Mata Sungmin membulat mendengar desahan yang jelas- jelas suara yeoja. Rasa penasarannya sudah sampai ke ujung. Ia terus berjalan merayapi tembok dan kemudian mencoba mengintip dari jendela yang agak tinggi. Ck~ salahkanlah jendela yang rendah di gedung itu tepat berada di atas kolam. Maka Sungmin harus bersusah payah melompat-lompat kecil untuk bisa melihat lewat celah kecil yang berada di atas tinggi tubuhnya.

 

“Haish… susah sekali.” Sungmin menggaruk rambutnya yang menunjukkan betapa frustasinya ia saat ini. Suara desahan itu terus saja memenuhi pendengarannya. Membuatnya semakin penasaran. “Ah, baiklah~ sebenarnya bagaimana wajah si dokter baru itu? Kenapa ada suara yeoja, dan oh~ mereka melakukan ‘this n that’? Helll~ aku harus ikutan.”

 

Sungmin kemudian melangkah cepat kembali ke depan pintu dan mengetuknya. Beberapa kali mengetuk namun sama sekali tak ada jawaban dan desahan itu pun berhenti. Hell, ada apa ini? Sungmin merutuki kebodohannya, harusnya ia langsung mendobrak pintu dan langsung menyerang yeoja itu juga.

 

.

Brakkk~

.

Sungmin menendang kasar pintu yang nyatanya tak terkunci itu. Pandangannya tertuju tepat ke satu hal yang membuat darahnya berdesir panas. “Hell~ kau dokter baru dan langsung akan berbuat mesum disini?”

 

Mata Sungmin menatap mengejek pada namja yang masih memainkan cangkir lemon hangatnya. Ia mengacuhkan Sungmin dan sama sekali tak melirik namja manis itu. Pandangannya juga tak tertuju pada yeoja yang hanya berbalut lingerie didepannya. Pandangan namja tampan itu terfokus pada kaca lemari penyimpan obat yang ia rasa lebih menarik perhatiannya.

 

“Kau baru datang dan langsung menghakimiku? Kalau kau hanya mau yeoja itu, ambil saja. Aku sedang tak berminat sekarang.”

 

“Oh~ rupanya kau cukup punya nyali untuk meremehkan aku. Ingat satu hal~ Lee Sungmin, pantang menerima barang bekas.” Sungmin menoleh tajam pada yeoja yang kini sibuk membelai belahan dadanya sendiri. “Jangan pikir kau bisa meggodaku, pergi saja sana. Dan jangan kembali lagi.”

 

“Tapi, Oppa~ ayolah~” Yeoja itu mendekati Sungmin, turun dari bed yang cukup kecil itu dan melilitkan tubuhnya sendiri mendekati Sungmin. “Bukankah aku seksi, dan aku juga bukan barang bekas.” Berbicara dengan nada lembut dan mendesah.

 

“Yack! Kau baru tingkat 1 saja sudah seperti ini. Memuakkan! Sebaiknya cepat pergi atau aku akan mengadukanmu pada kepala pengawas.”

 

Yeoja itu hanya mempoutkan bibirnya dan kemudian memunguti pakaian minimnya yang berserakan di lantai. Meninggalkan Sungmin yang kini lebih memilih duduk di atas kasur itu dan terus memainkan kedua kakinya yang mengambang. Setelah yeoja itu benar-benar pergi, Sungmin segera saja memastikan apa yang baru saja sekilas ia lihat adalah kenyataan. Dan hell~ ‘Handsome…’

 

Sungmin bergumam dalam hati dan ia terus saja menatapi namja yang masih sibuk dengan acara merenungnya. Namun lama kelamaan di tatap oleh mata foxy itu sedikit banyak membuat ia mengalihkan perhatiannya. “Aku tahu, aku tampan. Sebenarnya satu kesalahan saat aku dikirim kesini. Jika bukan karena kegilaan appaku, mungkin aku juga tak akan ada ditempat aneh ini.”

 

Namja itu kemudian menatap penuh pada Sungmin. “Jadi, Lee Sungmin~ apa maumu datang kesini? Apakah kau sakit?”

 

“Hei, kau tahu namaku.” Sungmin tersenyum senang, ia tak menyangka jika ia sangat populer di kampusnya. “Wah~ ternyata aku sangat populer.”

 

“Huh… biasa saja, kau ‘kan tadi sudah mengatakan siapa namamu. Jadi aku rasa tak ada yang spesial darimu.” Namja itu menatap keseluruhan tubuh dan wajah Sungmin, kembali mengukirkan senyuman di wajah tampan nan angkuhnya. “Sepertinya kau GAY?”

 

Shit~!

 

Sungmin mengumpat dalam hati. Apa salahnya jika ia GAY? Bukankah selama ini dia juga menjadi pemenang dan selalu memiliki apapun yang ia inginkan. “Kalau aku gay, lalu apa? Apa kau bisa mengobatinya?”

 

Namja itu tersenyum aneh. Sama sekali tak bisa diartikan. “Menjadi gay atau bukan, itu sebenarnya pilihan. Dan dari yang kudengar dari beberapa anak yang membicarakan tentang Lee Sungmin, sepertinya kau cukup pintar menjadi player.“

 

“Huh~ tentu saja. Siapapun akan menjadi milikku. Dan aku selalu jadi pemenangnya. Pilihan atau bukan yang penting memang sudah menjadi seperti ini. Aku bahagia dan menikmatinya, kurasa itu juga bukan urusanmu.”

 

Sungmin memilih membaringkan tubuhnya. Ia merasa lelah sekarang. Beberapa tahun tertinggal di kelas yang sama. Sebenarnya bukan karena kebodohannya, namun sikap acuhnya  itu selalu saja membuat Sungmin bersikap seenaknya pada semua dosen di universitas itu. Bersyukurlah, appa Sungmin tak malu mempunyai putra sepertinya.

 

“Kudengar kau tertinggal jauh, harusnya diwisudah 2 tahun kemarin dan kau masih ada di tempat yang sama.”

 

“Ck…. bukan urusanmu.” Sungmin mulai tertarik dengan namja berwajah tampan nan menyejukkan itu. “Katakan siapa namamu? Dan kenapa kau tahu tentang hal memalukan itu?”

 

“Presdir Lee yang mengatakannya padaku.” Ia kemudian mendekati Sungmin dan duduk di salah satu kursi yang ada tepat didepan Sungmin. “Bukankah dia appamu dan sekaligus pemilik universitas ini?”

 

Sungmin tertawa hambar. “Hahaha~ baiklah. Ternyata appaku sekarang sudah menjadi penggosip. Tapi itu lebih baik, setidaknya dia tak melarangku menjadi  Gay. Bukan sepertimu yang seakan berfikir buruk tentangku.”

 

“Huh…Aku sama sekali tak berfikir buruk. Mungkin hanya dugaanmu saja.” Namja itu mengulurkan tangannya. “Deal~ dan aku akan membuatmu lulus tahun ini.”

 

“Mwo??” Sungmin menatap malas. “Jangan bercanda. aku bahkan tak mengenalmu. Lagi pula sepertinya kau bukan gay dan bukan namja yang mudah, jadi jangan membantuku atau aku  nantinya akan jatuh cinta padamu yang hanya namja bodoh yang mencoba menolongku. Kau yang setiap harinya berkutat dengan buku yang sama bodohnya denganku.”

 

“Cho Kyuhyun imnida, dan kupastikan kau akan lulus dengan peringkat yang baik. Aku tak bisa menjamin itu akan sangat baik atau hanya baik. Yang kulakukan hanyamengembalikan Sungmin yang belum tersesat dulu.” Ia menatap lembut dan penuh selidik pada Sungmin. “Bukankah kau sedang tersesat dan tak tahu jalan pulang?”

 

“Huhh… konyol sekali.” Sungmin mengacuhkan ocehan Kyuhyun dan memilih menutup kedua matanya. Ia tidak tertidur hanya saja sibuk memikirkan sesuatu. “Akh~ aku baru ingat, aku di hukum oleh Mr. Goh untuk membantumu disini.”

 

Kyuhyun mengangguk pasti. “Baguslah, sangat bagus.” Namja itu kemudian kembali ke tempat duduknya dan bersiap memeriksa laporan kesehatan siswa. Bodoh jika ia berfikir bahwa Sungmin sudah tidur.

 

Namja manis itu bahkan masih sempat mencuri pandang pada wajah tampan Kyuhyun sekarang. Ada sesuatu yang terasa memuncak di dalam peruta. Seperti ada semut yang menggigiti dinding perutmu. ‘Come on Sungmin~ dia juga sama dengan yang lainnya.’

 

Sungmin mencoba meyakinkan diri dan kemudian  beranjak dari posisi tidurannya. “Ehm… Dokter Cho.”

 

“Nde, wae?” Kyuhyun menyahut tanpa memperhatikan Sungmin yang semakin mendekat padanya.

 

“Aku rasa aku membutuhkan semacam terapi.”

 

.

Sreet…

.

 

Dengan cepat Sungmin menjatuhkan bokong sexynya dan sukses menduduki file yang tercecer diatas meja Kyuhyun. “Aish, kau menggangguku.”

 

“Ayolah, aku merasa sedang sakit dan butuh terapi.”

 

“Kalau begitu, minum obat saja. Aku rasa obat atau plester anti demam bisa menyembuhkan otakmu yang sedikit tak waras sekarang.”

 

Sungmin menyungginggkan senyumannya. Dengan cepat ia menarik menarik lengan Kyuhyun, membuat namja itu kembali duduk di posisinya. “Aku bilang, aku butuh terapi. Dan itu artinya hanya terapi. Bukan obat atau plester bodohmu.”

 

“Andweyo~” Kyuhyun menghempaskan punggungnya. “Sama sekali tak bisa percaya dengan namja sepertimu. Kau pasti sudah memikirkan hal konyol yang akan kau lakukan padaku dari tadi. Jangan menganggap aku mudah karena aku berbeda dari semua namja yang menggilaimu.”

 

Tapi Sungmin tak hilang akal, ia segera menjatuhkan tubuhnya tepat di atas Kyuhyun. Menahan beban tubuhnya dengan mencengkeram kuat sandaran  kursi yang diduduki Kyuhyun. Dan oh~

 

Lupakan tentang kenakalannya selama ini. Lupakan juga dengan sikap player dan juga litlle bitch-nya selama ini. Lupakan juga tentang beberapa namja yang ia  kencani beberapa bulan terakhir ini.

 

“Apa kau tergoda denganku~”

 

Satu gumaman lembut itu terdengar halus dan berhasil menggelitik kesadaran Sungmin. Dan apa yang ia lakukan sungguh membuatnya mati gaya. Melihat tanpa berkedip pada mata yang begitu tajam yang tak tersembunyi dengan baik di balik kacamata bodohnya. Wajah tampannya masih saja terlihat sempurna dan mata coklat itu semakin menyipit menandakan guratan senyuman Kyuhyun yang semakin lebar.

 

“Tak kusangka, semudah ini membuatmu menyukaiku.”

 

Sungmin hampir saja mengurungkan niatnya saat mendengar celotehan namja yang masih berada dalam kungkungan kedua lengannya. Dapat ia rasakan jika jantungnya berdebar sangat cepat kali ini.

 

“Yeppeo~”

 

Bluss~

 

Seakan semilir angin tiba-tiba melintasi wajah Sungmin dan membuatnya memerah. Apa ini? Kenapa semudah ini. Tapi Sungmin masih mencoba bersikap biasa dan tak begitu menanggapi wajah mengejek Kyuhyun. Dan hell~

 

Sungmin merutuki dalam hati saat namja itu berbalik menatap lekat padanya. “Hyung~ neomu yeppeo~”

 

Ingin rasanya Sungmin menampar wajahnya sendiri, kenapa disaat seperti ini dia malah tak bisa berbuat apapun.  Sungmin semakin kaget saat dikejutkan dengan pergerakan kecil Kyuhyun. Namja itu menggerakkan kedua lengannya dan langsung menarik Sungmin hingga namja itu jatuh di pangkuannya.

 

Degh~

.

Degh~

.

Degh~

.

 

“Jantungmu sangat berisik.” Kyuhyun berbisik lirih di wajah Sungmin. Dan~

.

Hup~

.

Ia mengangkat tubuh Sungmin dan membaringkannya di tempat tidur khusus pasiennya yang luasnya tak seberapa itu. Kyuhyun memilih membuka jas dokter dan melepaskan kacamatanya. “Kau ingin terapi bukan?”

 

Sungmin mengangguk lemah, entahlah~ ia merasa tubuhnya beranjak melemah dan bisa runtuh kapanpun. “Baiklah, kalau begitu aku akan memulai terapimu.” Dan kali ini jantung Sungmin berdebar  dan lebih kencang setiap harinya. Ia tak menyangka jika rasanya jatuh cinta itu benar-benar melelahkan seperti ini.

 

Sungmin merasa lemah dan lemas. Namun ia memaksakan dirinya untuk sedikit lebih menggoda Kyuhyun. Saat namja tampan itu sibuk mengamati bibir plump berwarna pink yang terlihat penuh, Sungmin mulai melancarkan kepintaran tangannya.

 

Ia menarik pinggang Kyuhyun hingga tubuh namja itu jatuh tepat di atasnya. Mengerling nakal~

 

“Kau tahu, meski ini pertama kali~ dan detik pertama itulah aku merasa kau menang. Aku akui, aku bodoh dan payah dalam semua hal. Tapi aku tahu, kau juga gay~”

 

Kyuhyun menyeringai kecil dan kemudian dengan sedikit tergesa ia menurunkan wajahnya, mengendus wajah Sungmin yang begitu halus dan sangat hangat. “Aku tak peduli ada yang melihat atau tidak, aku juga tak peduli bagaimana nasibku selanjutnya. Yang penting untukku~ adalah menikmatimu.” Kyuhyun mengusap pipi kenyal Sungmin dan mengecupnya sekilas. “Yeppeo, i think i’m in love~”

 

Sungmin tersenyum puas. Ia melancarkan gerakan tangannya dan menyusup kedalam kemeja berwarna biru milik Kyuhyun. Mengusap punggung hangat namja itu dan terus beranjak naik. “Am I good enough for you?”

 

“Sure~”

 

“Am I looks so hot for you?”

 

“Yes baby, as hot as my body~”

 

Kyuhyun menyusupkan kepalanya dan menghujani leher Sungmin dengan ciuman-ciuman kecilnya. Dan dia sungguh benar-benar menginginkan namja ini. “Kyuhh~ heummmhhhh~” Sungmin mendesah pelan saat merasakan tangan Kyuhyun mulai mengusap paha bagian dalamnya. Menggelitiknya dengan godaan nakalnya.

 

“Am I hhh…. Kyuhhh…. mhhhh….”

 

Sungmin mendesah tak karuan saat Kyuhyun menggigit kecil nipplenya dari balik kaos pink yang ia pakai. Sungguh, namja ini benar-benar membuatnya gila. “Am I  the one for you?”

 

“Ye, pretty sure baby Ming.” Dan dengan tak sabar Kyuhyun menarik turun zipper celana panjang Sungmin. “Nikmatilah~ biarkan aku yang memanjakanmu.” Dan dengan cepat Kyuhyun mengulum junior Sungmin yang sudah tegak itu. Tak menyangka jika semuanya akan secepat ini. Dan Sungmin sama sekali tak bisa menolaknya. Bodoh~ bahkan sangat bodoh.

 

“Cukup bagus untuk permulaan.” Namja bermata sabit itu tersenyum. Ia kemudian menoleh pada namja yang masih sibuk dengan kameranya. “Sudahlah Key, jangan rekam lagi. Kau bisa merekam permainan kita.”

 

.

Blushhh~

.

“Lebih panas dan juga lebih berisik.” Namja bermata sipit itu menarik Key untuk segera menutup pintunya dan menghempaskan tubuh namja itu hingga menabrak tembok ruang kesehatan. “Kau mau yang kasar atau lembut?”

 

Key mengukir senyumannya. “Am I hot for you?”

 

“Sure, and i just already hard for this, Key~”

 

“Aishh~” namja dengan rambut karamelnya itu mendecih kesal. Kesalahannya mengajak kedua hyung mesumnya itu mengintip Sungmin dan juga dokter Cho . “Kalian semakin meracunipikiranku. Dan hei~ bukankah ini artinya Minho free?” dengan mata yang berbinar, ia segera berlari meninggalkan gedung bercat biru itu. Membiarkan semuanya berjalan dengan sempurna di siang hari yang cukup dingin ini.

 

.

 

.

 

“Akhhh~ Kyuhhh…”

 

“So tight baby…ukhhh~”

 

“Ming~ ahhh…Lee Sungmin~”

 

.

 

.

 

.

FIN

.

.

.

Endingnya gantung yah~ hadeuh… emang lagi ga ngefeel bikin NC. Jadi digantung-gantung.

 

Hadiah kecil untuk sahabatku, Ummu chagi~ semoga suka ma hadiahnya. Mianhe, karena aku post hari ini. Sebenernya mau post besok tapi apalah daya~ aku nginep di rumah klien.

 

SAENGIL CHUKKAHAMNIDA!!!!

 

46 thoughts on “AM I…? | KYUMIN | YAOI | OS

  1. ohoho~ jadi ini soal pesona yah? kkkk~ yah siapa juga yang bisa nolak sih kalo itu kyuhyun, aku juga enggga #plak
    keep writing dan jangan tutup blognya yaaahhh :)) aku kan nunggu kelanjutan ceritamu apalagi yang drama >////< jjebal~

  2. onnie ni hot bgt*kipas2* naughty min slalu jd player, n korbanx slalu minho haha. mkax minho jngan dkat2 umin, sma taemin za, 2min yeay. kyu emang yg pling co2k jd pwangx umin *brasa umin bntang buas*haha. ttp semangat onnie!!

  3. Ihhhh… Fotonya imuuttt…
    Huhh npa new-ppa ma key-mma jd msum gtu..??
    Tp seru eonn.. Plgi lo agk panjang pst tmbh seru..
    Q tnggu “secret heart”-nya y eonn.. Gk sbr pngen tau endingnya..
    ^_^ hwaiting

  4. Taemine kayaknya seneng banget minho sendiri ^^
    Wah wah baru pertama kali ketemu udah begitu *geleng2*
    Daebak ff chingu!!! ^^
    Udah lama nggak buka wp ini soalnya gak ada pulsa T^T *curhat* #plak

  5. Huehh… Ming….
    Ming chagi….
    Mau maen sama siapa aja jatuhnya ke Kyu juga.
    Haish!!!

    Btw, ni ff kedua yg aq baca yg dedicated buat besdainya si Mumu. ~^^~
    Oks, like it.
    Ming emang keren kalu jdi player. Wohoooo….

  6. aish…
    eoni weo???
    kok gantung sih….???
    kan nanggung….
    #plaaaak
    otak yadong kumat
    xD

    ya sudah deh ma q d truzin lewat imaginasi ku aja…
    #dhjar maaasa…
    he….

    but i like it eoni…
    ff kyumin mu memang daebak…
    i love it..
    :*

    #bow

  7. Meskipun Player berakhir ditangan kyuhyun…
    OMO Minnie~ah wajahmu terlalu polos untuk jadi player hehe

    FIGHTING!!! Lanjut Karya2nya Unnie…^^

  8. aigoo.. eonnie NCnya ngegantung banget.. tapi gak papah.. walaupun NCnya ngegantung ini keren kok.. daebak deh.. haahh.. udah deh.. yang namanya lee sungmin itu.. pasti gak akan pernah bisa nolak pesonanya cho kyuhyun.. I LOVE KYUMIN.. and I’M KYUMINSHIPPER AKUT..

  9. hwaaaaaa!!!! So sweet banget ff nya. Suka sama kyumin moment-nya😄 author selalu bisa ngegambarin suasana yg romantos gitu. Kereeennn!!! Daebak buat author😀

  10. rawr– so hot xD
    ming u’re player and kyu..u always pervert in every ff xD
    like it eonni rainy..nc scene gantungnya aq suka #readertobat==
    kekeke~~lanjuut bc yg lainnya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s