WHY DID I FALL IN LOVE WITH YOU | OS | YAOI | KYUMIN | Part. A

WHY DID I FALL IN LOVE WITH YOU

Author : rainy hearT

Length : OneShoot

Rated : T

Cast :

– Cho Kyuhyun

– Lee Sungmin

– Choi Minho

– Other SUJU member

Pairing : || KYUMIN ||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Sad||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||

Summarry : || The pieces of my heart belong’s to you. The most beautifull person that always make me fall and fall again. How much that i love you then i can’t even know who i am||

Another PRESENT From Me

 

Why did I Fall in LOVE with YOU

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Mianhe, untuk yang berchapter lagi ga mood nerusin. Badan capek bener. Haha…. nih bw oneshoot. Sebagi permintaan maap, moga diterimah… hahhaa

 

Ini terinspirasi dari lagunya DBSK dengan judul yang sama. Tapi jangan harap isi cerita akan sama, karena author abal2 ini tukang nyleneh…. jadi dinikmati ajah apah yang ada

.

.

HAPPY READING

.

.

 

 

>>> Why did I Fall in LOVE with YOU <<<

 

.

.

.

 

Angin begitu dingin, dan bahkan tak ada satu bintang-pun yang terlihat dilangit kelam malam ini. Masih menengadah menatap hitamnya langit itu. Berdiri gelisah ditepi jembatan ini, tempat yang kau janjikan.

.

Tuk… tukk… tukkk….

.

Menoleh saat mendengar langkah nyaring sepatumu. Melihatmu berjalan mendekatiku. Sungguh, jika bisa aku tak akan mengingkarinya dulu. Jika bisa, aku tak mau merasakannya. Aku tak mau akhir yang begini.

Setidaknya itulah lukisan perasaan seorang Cho Kyuhyun. Kini dia menatap datar pada namja yang berjalan canggung mendekatinya. Di tangannya, terlihat~ gulungan merah dengan pita silvernya. Juga kilatan berlian kecil yang terpantul lampu penerang jembatan ini. Indah~ yeah tentu saja indah jika yang memberikannya seorang Cho Kyuhyun, tapi…

Kyuhyun tahu, jika mungkin semua sudah terlambat baginya. Menyadarinya baru sekarang, dan bahwa ia kalah karena keegoisan dan kebodohannya sendiri.

Ia tersenyum canggung menatap namja itu. Lee Sungmin~ sosok terindah yang diciptakan Tuhan. Mungkin saat menciptakan namja itu, Tuhan benar-benar sedang dalam suasana hati yang bagus. Hingga ciptaannya begitu cantik tanpa satu goresan keburukan apapun di tubuh dan sikapnya.

“Aku kira kau tak akan datang.”

Kyuhyun mengangguk dan tersenyum aneh. Menunjukkan kesedihannya-kah? Tidak~ dia tidak melakukannya. Yang  ada hanyalah kenyataannya yang memang begitu. Kesedihan saat tahu semua terlambat dan kau baru menyadarinya. Terukir jelas diwajah tampannya tanpa bisa ia menyembunyikannya. Sungguh, meski bersusah payah-pun tak ‘kan pernah bisa.

“Aku tak mungkin tak datang. Kita lama tak bertemu dan saat kau menghubungiku, aku juga sempat tak menyangka. Kukira kau lupa padaku.”

“Ahni, yang ada malah aku pikir kau yang lupa padaku.”

“Ah, tentu saja tidak. Seorang Cho Kyuhyun tak akan pernah melupakan Lee Sungmin. Ah~ atau bolehkah aku memanggilnya Choi Sungmin?”

“Kyu~” Sungmin, namja itu memanggil lirih tapi masih terdengar. Ia semakin mendekat dan menunduk. Tangannya mengulurkan sesuatu yang erat digenggamnya sedari tadi. “Datanglah~”

Kyuhyun tersenyum miris. Ia meraihnya~ mencoba menahan semua amarah dan emosinya namun tak bisa dan ia harus meluapkannya. “Apakah kau benar-benar akan menikah?”

“Kyu, kumohon. Kita sudah pernah membahas ini.”

Kyuhyun tertawa miris dan menggeleng cepat. “Kau sama sekali tak berhak menikah dengannya. Kau mendengarku, Lee Sungmin!”

“Kyu~”

“Jangan memanggilku dengan suara memelasmu itu. Kau membuatku semakin sadar jika aku patut dikasihani.”

“Ahni, tidak begitu Kyu. Kau tahu~ aku itu…” Sungmin salah tingkah. Tak mungkin dia bisa menolak suara hatinya sendiri. Dan bagaimana bisa dengan bodohnya dia mengambil keputusan ini?

Kyuhyun meraih kedua bahu Sungmin, seakan memaksa namja itu untuk menatapnya. “Kau tahu Ming, aku sudah menyesal dan aku sadar bahwa tak seharusnya aku mengacuhkanmu saat itu. Membiarkanmu mencintaiku begitu lama dan membiarkanmu sakit hati karena semua kebodohan dan keegoisanku.”

Kedua mata Kyuhyun menatap iba pada Sungmin. Keduanya memang merasakan ini berat~ situasi seperti inilah yang sebenarnya benar-benar melemahkan Kyuhyun.

.

.

Flashback On

.

.

.

“Chukkae!!!”

Kyuhyun menatap tak suka pada namja yang menyodorkan bekal buatannya. Tetapi namja itu tetap berusaha tersenyum dan ramah pada Kyuhyun.

“Ayolah, aku sudah membuatnya. Aku tahu, kau pasti bisa memenangkan perlombaan itu dan ini aku buatkan spesial untukmu.”

Awalnya Kyuhyun menatap jengah dan kesal, tapi lama-kelamaan ia pun merasa lapar dan meraih kotak bekal itu. Komplit, seperti masakan koki di restoran. Meski rasanya pas-pasan tapi cukup layak dimakan.

Yeah~ itulah isi pikiran Kyuhyun. Ia memakan lahap, bukan berarti ia menyukainya. Ia hanya lapar dan tak lebih.

“Wah, kau menyukai masakanku yah? Tenanglah aku akan membuatkannya lagi jika kau mau. Gamsahae, mau memakan bekalku. Kau keren, Kyuhyunie…”

Kyuhyun hampir tersedak dan kemudian mengentikan makannya. Ia merogoh tasnya dan mengambil air mineralnya. Meneguk secukupnya dan kemudian kembali menatap Sungmin. “Hei! Sebenarnya apa maumu?”

“Maksudmu?”

“Ck…” Kyuhyun berdecak kesal, melihat wajah polos namja yang bahkan lebih menggemaskan dari anak berusia 5 tahun sekalipun. “Kau membuatku gila, Lee Sungmin.”

“Ah, benarkah?” Dengan mata berbinar ia berusaha mendekati Kyuhyun dan merentangkan kedua lengannya hendak memeluk namja itu, tapi dengan cepat ditepis oleh Kyuhyun. “Eih? Wae?”

“Kau tanya kenapa? Kau pikir aku sepertimu? Yang menyukai namja? Ck… seperti tak ada yeoja saja.”

Namja bernama Lee Sungmin itu langsung beku. Ia diam mendengar perkataan Kyuhyun. Meski sudah seringkali mendengarnya tapi mengapa rasanya tetap saja sakit dan bertambah sakit setiap harinya.

“Banyak yeoja cantik yang tergila-gila pada Cho Kyuhyun dan menggilaiku lebih dari semua kegilaan mereka.  Tapi kau terus saja membuatku stress karena tiap hari harus bertemu dan melihatmu lagi dan lagi.”

“Tapi Kyu~” Sungin berusaha tegar dan menguatkan hati. “Bukannya kau belum punya yeojachingu, jadi aku~”

“Ck… apa kau masih tak mengerti juga? Bukan artinya aku menyukaimu,karena belum punya yeojachingu~” Kyuhyun memutar tubuhnya kesal, ia tak mau menatap Sungmin lagi. “Aku ini bukan GAY!”

Dan dengan kasar Kyuhyun segera meninggalkan Sungmin, menjauh dari tempat itu. Sementara Sungmin, kembali meremas dadanya. ‘Jika ini memang benar dan memang bukan takdir kita~ aku akan menyerah Kyuhyunie…’

.

.

Waktu akan membuatmu sadar bahwa KAU mencintaiku. Tapi, PENYESALAN memang selalu datang di akhir cerita dan jika saat itu tiba, apakah masih ada perasaan itu?

 

‘Apakah masih bisa aku merubahnya?’

.

.

.

“Kemana dia?”

Namja berwajah kusut itu sungguh seakan tak mau hidup lagi. Dia benar-benar dalam keadaan yang begitu menyedihkan. Begitukah kacaunya dirimu saat ia tak lagi bisa kau lihat dengan kedua matamu sendiri?

“Aku tak tahu, Kyu. Yang jelas dia masih kuliah disini. Hanya mungkin dia cuti atau~ itu dia…”

Kyuhyun mengikuti kearah mana jari Donghae mengarah. Dan terlihat jelas, namja dengan kemeja berwarna putihnya, celana selutut berwarna putih, kaos berwarna biru yang senada dengan topinya dan rambut blonde itu~cantik.

“Sudah kukatakan Kyu, aku pun tak akan menyesal menjadi GAY jika untuk seorang Lee Sungmin. Lihatlah, dia bahkan lebih cantik dan menggemaskan dari semua yeoja dan anak kecil. Neoumu yeppeo…”

Kyuhyun menatap tak senang pada Hae. “Apa maksudmu? Kau mau mengencani dia, begitu?”

“Ah, tentu saja tidak. Lagi pula aku juga tak mau menghianati Hyukkie. Susah payah aku melakukan segala cara agar Su-i eomma menyetujui hubungan kami.”

Kyuhyun kembali mengacuhkan Hae, dan kemudian kembali melihat kearah Sungmin. Wajah yang terlihat lebih segar dan bahagia, atau mungkin karena Kyuhyun lama tak melihatnya?  Selama 3 minggu setelah pertemuan akhir mereka, Sungmin langsung menghilang dan sekarang dia kembali lagi dengan tampilan yang begitu~

“Kawaii!”

Minho dan Sungmin melintas didepan Kyuhyun, dengan seenaknya Minho menggoda Sungmin. Mencolek pipi kenyalnya dan berusaha menciumnya. Sementara Sungmin, sibuk dengan rona merah wajahnya dan berusaha menghindar. Memukul pelan lengan Minho dan mempoutkan bibirnya.

“Yak! Minho-ya!”

Kyuhyun mendengus kesal saat kedua namja yang entah sengaja atau tidak melintas didepannya itu bercanda dengan –mesra- Yeah~ sangat mesra sampai-sampai seakan atau mungkin saja Sungmin sama sekali tak melihat wajah kesal Kyuhyun. Dia terlalu sibuk bercanda dengan Minho. Ataukah, sudah menutup hati? Entahlah.

Meski sudah berlalu dari hadapannya, Kyuhyun tetap saja memandangi tubuh berbalut kemeja putih itu, terlebih lagi ia tengah menatap sengit pada lengan yang merangkul mesra bahu Sungmin. Dan terlebih kesal lagi saat melihat lengan Sungmin juga melingkar indah di pinggang namja itu.

“Ck… apa-apaan dia! Dia pikir ini kampus atau club tempatnya biasa bermain. Memalukan.”

Hae hanya tertawa kecil mendengar Kyuhyun yang terus menggerutu bergumam tak jelas. “Kau saja yang terlalu sensitive. Untung saja mereka tak berciuman di koridor atau kantin kampus.”

“Mwo? Yah!” Kyuhyun menatap tajam pada Hae. “Ikan! Ciuman apa? Apa maksudmu?”

Hae menggeleng dan menepuk bahu Kyuhyun. “Mereka dekat sejak kecil, terlebih Siwonie yang dulu menyukai Sungmin menitipkannya pada Minho sesaat sebelum dia meninggal.”

“Siwon? Bagaimana bisa kau tahu itu?”

“Ck… kau saja yang ketinggalan berita. Hal itu diketahui oleh hampir seluruh siswa disini, kurasa hanya kau yang tak tahu. Dan siapa yang tak kenal dengan Choi Siwon, namja yang benar-benar populer.  Dan kurasa Minho punya prinsip yang sama denganku.”

“Apa?”

“Dia rela menjadi GAY, dan hanya untuk mencintai seorang Lee Sungmin.”

“Mwo?”

.

.

.

 

Hari demi hari berlalu dan Kyuhyun semakin bertambah intensitas rasa kesalnya. Sungmin yang selalu bersama Minho, dan bahkan tak pernah mengganggunya lagi.

.

Rindukah kau denganku? Apa kau baru menyadarinya sekarang? Kenapa baru sekarang?

.

 

“Apa kau sudah  menyerah denganku?”

Kyuhyun bergumam pelan saat melihat Sungmin dan Minho yang duduk di meja yang tak jauh darinya. Dapat dilihat jelas, jika Sungmin sungguh-sungguh tertawa. Bukan hanya di buat terlihat bahagia tapi dia memang benar-benar bahagia. Lalu, bagaimana dengan Kyuhyun?

.

Plukkk…

.

Kembali setan ikan itu menemukan chingunya yang terlihat masih sama mengenaskannya dengan hari-hari kemarin. “Aku dengar kau kalah dari Kibum saat olimpiade matematika kemarin.  Tidak biasanya.”

“Bukannya memang harusnya aku kalah, Kibum lebih pintar dariku.”

“Benarkah?” Donghae menatap tak yakin pada Kyuhyun. Seakan belum puas dia menggoda namja itu. “Apakah bukan karena tak ada Sungmin lagi yang mengganggumu seperti biasanya? Kulihat beberapa hari ini  kau juga sepertinya mengacuhkan semua kelas dan juga nilaimu turun semua. Kyu, harusnya kau meminta maaf padanya.”

“Untuk apa? Aku tak melakukan kesalahan apapun.”

“Huah…” Donghae menghela nafasnya. “Kalau saja kau tahu apa yang akan terjadi nanti, mungkin kau akan menyesal pernah memaki-makinya dengan kata-kata kasarmu itu dulu. Harusnya kau bisa berfikir lebih terbuka dan mengerti perasaanmu sendiri.”

“Nanti? Apa maksudmu dengan nanti?”

“Ck… sudah kubilang, kalau siapapun pasti akan rela  menjadi GAY tak terkecuali itu Choi Minho. Kau tahu bukan, dia bahkan sama tampannya dengan kita. Dan juga jangan lupakan, dia bintang di lapangan basket dan model terkenal dan dari keluarga kaya pula. Sungmin sangat beruntung mendapatkannya, bukanah mereka terlihat cocok dan aku pastikan kau juga~” Hae tercekat saat menyadari perubahan wajah Kyuhyun. Wajah itu terlihat seribu kali lebih menyeramkan dari yang biasanya. “Menyesal. Ah… sebaiknya aku pergi dulu, aku akan menemui Hyukkie. Jalja…”

Sepeninggal Hae, Kyuhyun masih saja menatap tajam pada Sungmin. Dan entah sengaja atu tidak, kedua namja itu masih saja menempel dan bermesraan. Meski hanya memakan 1 cup besar ice cream kenapa bisa sampai se~romantis itu???

“Awas saja kau Choi Minho!”

Kyuhyun mengepalkan tangannya. Dia sungguh benci jika kalah, terlebih dalam hal seperti ini. Dimana dia sudah mengakui~ menyadari kalau dia kalah  pada Sungmin, tapi ini lebih menyebalkan lagi baginya saat Sungmin sudah berpaling dan ini mutlak karena kebodohannya.

.

.

Hingga waktu berlalu dan mengetahui semuanya, namun ini sudah terlambat. Apakah hanya akan menjadi harapan, saat aku mengharapkanmu kembali lagi?

.

.

“K-Kyu~”

Sungmin menatap kaget pada Kyuhyun yang tiba-tiba datang ke kelasnya. Entahlah, setelah sekian lama tak bertemu padahal mereka satu kampus bukan berarti bisa membuat Sungmin merasa nyaman bersama Kyuhyun saat ini. Terlebih tatapan mata yang sarat akan kebencian itu terlihat jelas dan mengintimidasi Sungmin.

Rasa canggung dan sakit hatinya masih jelas, dan bahkan hatinya seringkali berdenyut sakit saat tak sengaja atau sengaja ia mengingat ucapan Kyuhyun padanya beberapa bulan yang lalu. Ia lebih senang ‘melarikan diri’ dan menyibukkan dirinya dengan Minho dan kuliahnya.

Menjauh dari kehidupan Kyuhyun dan bahkan berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tak akan lagi mengajak namja itu berbicara atau sekedar melintasi Kyuhyun. Tapi, apa sekarang? Saat ia mulai kuat~ sama sekali tak bisa melakukan apapun. Matikah dia? Atau perasaannya?

Sementara itu, Kyuhun menggenggam kedua tangannya (read: Sungmin). Ia sungguh gemas dengan wajah Sungmin yang bisa dibilang sok manis itu. Sebenarnya bukan juga sok manis yang terlihat adalah ketakutan saat melihat pancaran kebencian dari Kyuhyun.

“Katakan padaku?”

“A-apa?” Sungmin memundurkan tubuhnya saat Kyuhyun duduk dimejanya. Mendekatinya dan bahkan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja. Nafas hangat itu, jelas terasa di wajah Sungmin. Jantungnya berdebar cepat, dan sungguh~ ia tak lagi mengharapkan saat seperti ini. Takut~ hanya ketakutan pada Kyuhyun.

“Apa hubunganmu dengan Choi Minho?”

.

.

 

Saat tak lagi mencintaimu, mengapa kau tanyakan? Mengapa mengatakan mencintaiku, disaat aku sudah menyerah dan melupakanmu? Sama sekali tak mengharapkan apapun, hanya menjauhlah dariku.

 

.

.

“K-kami pacaran.”

“Mwo?” Kyuhyun tersenyum mengejek dan semakin mendekati wajah Sungmin. Ia begitu dekat dengan bibir plump berbau strawberry yang sepertinya akan sangat manis itu. “Jangan membohongiku, kau hanya main-main dengannya.”

“Ah-ahni. Aku sungguh-sungguh, dan kami akan menikah.”

“Mwo?”

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dari Sungmin. Kilatan kemarahan terlihat jelas, dan membuat Sungmin semakin takut padanya. Kyuhyun mencari kebenaran dari ucapan Sungmin, namun ia sama sekali tak menemukannya. Dan baru sadarkah ia, jika wajah itu~

“Kau cantik, Ming~”

Meronakah? Tidak! Sungmin membenci ini, ia tak mau seperti ini. Teringat akan janjinya pada Minho, Sungmin berusaha beranjak dari posisinya. Namun kembali, Kyuhyun yang menyadari pergerakan Sungmin mendorong namja itu kembali duduk di kursinya.

“Kau tak akan kemana-mana Lee Sungmin.”

“Lepaskan aku! Kau tak berhak mengaturku!”

“Benarkah? Apa kau lupa setiap hari aku adalah porosmu, dimana kau akan berputar mengikutiku?”

“Lupakan itu!”

“Ah, lupakan yah~”  Kyuhyun menghempaskan tubuh Sungmin dan kemudian kembali memegag kedua bahu namja itu.

“A-apa yang akan kau lakukan? Pergilah dan aku akan bungkam. Aku harus menemui Minho, dan melupakan semua masa laluku. Kau sama sekali tak ada di bagian hidupku saat ini. Bahkan sekecil apapun itu, Cho Kyuhyun.”

“Ah, begitukah? Aku tak yakin.” Kyuhyun menyeringai. Ia mendekatkan wajahnya pada Sungmin, berusaha untuk mencium bibir namja itu. Tapi kedua tangan Sungmin menghalanginya.

 

“Lepashhh!”

“Biarkan aku menyadarkanmu, Ming!”

 

“Kau bukan siapaku! Pergi saja Cho Kyuhyun! Aku membencimu.” Sungmin berusaha mendorong tubuh Kyuhyun, namun namja itu tetap saja berusaha menciumnya. “Lepas Kyu, atau aku akan melaporkanmu pada polisi. Kau melecehkan aku!”

“Dalam cinta tak ada melecehkan, Ming.”

Sungmin semakin jengkel. Rasanya amarahnya sudah mencapai batasnya. “Aku tak mencintaimu! Lepaskan aku!”

“Ahni, kau mencintaiku. Dari dulu sampai sekarang, dan kau masih mencintaiku.”

“Tidak! Lepashhh!!! Aku membencimu Cho Kyuhyun!”

Dan meski mencoba berontak, kini Sungmin harus mengaku kalah saat Kyuhyun malah mencoba menciumi leher putihnya. Harga dirinya, benar-benar hancur. Beginikah cinta itu? Apakah harus dipaksakan seperti ini?

Bukan desahan yang keluar dari bibir merah yang ia gigit sendiri itu, tapi ~

“Hikss…. jeballl…”

.

.

.

TBC

.

.

.

Hello~ hello~

 

Aku dateng, sekalinya dateng cuman bawa ini lagi. Mianhe karena kayaknya agak panjangan dikit jadi aku bagi 2 part. Berhubung ga nyambung ma lagunya, yeah dinikmati ajah.

 

Abaikan typo’s, dinikmati ajah

 

GamsaHAE ^__^

 

Untuk yang selalu like and comment. Really, i love you all

 

Mind to comment?

57 thoughts on “WHY DID I FALL IN LOVE WITH YOU | OS | YAOI | KYUMIN | Part. A

  1. Ini tuh judulnya hy atau why ???
    terus katanya os (oneshoot)
    tapi kenapa tobecon ???
    ceritanya nyesek banget deminya😦
    huft lanjut

  2. Omo sumpah chinguu ini nyesek banget T^T
    Penasaraaaaannnn…..
    Lanjut ^^
    Itu judulnya kok hy sih? Bukan why?
    Semangat terus chingu, 화이팅!!!! ^^

  3. lah ? terkadung penasaran, eh tbc.nya keluar –”
    lanjut lanjut eon, ming bneran benci sma kyu ya jdinya ?😮
    ooooo ming baby, cup cup sayang, jgan nangis :3 #plak

  4. kyu penyesalan itu selalu datang terlambat so nikmatin ja penderitaanmu kekeke *senyum evil* ming biarkan kyu menderita dulu sebelum balikan lagi………
    d’tgg next story….

  5. Waaaah minho sungmin, gak biasanya haha siwon dulu cuma suka atau emang udah jadian ama sungmin? Hemm… Ini menarik ff nya, haha ditunggu part depan nya yaaaa~ jangan kelamaan tapi🙂

  6. seperti biasa,sya slalu telat kl komen #plak
    agak nyesek ya,tp gpp deh liat kyu menderita, siapa suruh dlu sok jual mahal ke ming? #eh

  7. paboya kyuhyun…
    pertamanya gak suka ma min..malah kasar bgt..
    eh belakangan bru nyesel,saat ming udah sma org lain..
    tp smga ini happy ending

  8. Waduh…
    Lha kok gini?! =_=a
    Ini kenapa Sungmin gitu?!
    Serius ga mau itu?
    Tapi itu flashback kan ya?
    Puyeng…
    Lanjut ke part 2nya aja ni saia….

  9. Aigoo, sievil kyu knp dlu nyuekin siming?skrg stlh smua pnolakan yg kau lakukan bharap utk miliki siming!tp thor te2p buat kyumin kan bkan 2min?
    Lnjt thor!tp buat sikyu dkit mdrita y thor ‘bugh’ ditnjok ‘sparkyu’!

  10. Aduuuuhhhh__Kyu telat nihh-_-
    Giliran Ming uda mulai ngelupain dy,eh malah balik ngejar2…maksa nyium Ming lagi x_x
    Tapi,kayak’e Ming masi ada rasa2(?) Deh ama Kyu…moga2 End’ny KyuMin🙂

  11. Ceritanya bagus bgt.. suka bgt kalo Kyu tersiksa karna penyesalan gitu.. kkk #ditabokKyu.

    Hay Rain unni.. kemana aja eoh? apa udah ngg mau nulis lgi? apa unni dah brenti jdi Joyers ?😥

  12. Anyong chingu, aku ijin baca ya..
    Salam kenal juga
    Lg bete coba cari FF kyumin trnyat nmu ff kmu.
    Ff kmu bagus bikin penasaran sma bkn deg2an
    apa ya yg bakal di lakuin sma kyu ke ming
    apa ming beneran udh gk cnta lg sama kyuu
    penasaraaaannnnn……

  13. Anyong chingu…. izin baca ff kmu ya. Salam kenal juga😊
    Lgi bete coba cari ff kyumin ternyata nemu ff kamu
    ff kmu bagus bikin penasaran sama bikin deg2an
    apa ya yang bakal d lakuin sama kyu.??
    Apa ming beneran udh gk cnta lagi sama kyuhyun… penasaran banget..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s