D.R.A.M.A after Story || KyuMin || Yaoi || M-preg || Ch. 5 ||

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : M

Cast :

-Cho Kyuhyun

-Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

-Jo Twins a.k.a Cho Twins

– Other SUJU member

Pairing : || KYUMIN ||HANCHUL || JO TWINS||

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi….#

Genre : ||Drama || Romance||Humor||

Warning : || BL/ YAOI || Gaje || typo’s || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||twincest||

Summarry : || Amazing pieces is OUR MARRIAGE. Amazing Surprise Is OUR BABY||

Another PRESENT From Me

 

D.R.A.M.A after STORY

 

Just KYUMIN

 

Please be Patient With me. Don’t Like Don’t Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

 

Aku kembali lagi membawa Sungmin yang manly dan Kyuhyun yang Evil, juga duo pervert and sexy and twins yang luchu…

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 5

 

.

 

.

 

.

 

Kamar Utama di Rumah Cho

 

.

 

.

 

.

 

Kedua manusia ini duduk sedikit berjauhan. Heechul bersandar pada kepala bed besarnya dan seperti biasa, langsung mengalihkan perhatiannya dan sibuk membuka majalah fashion.

 

Sementara namja tampan ini, melepaskan kacamatanya dan mengurut pelan keningnya. Sungguh, ia merasa benar-benar bisa jadi stress jika terus seperti ini. Ia duduk sedikit jauh di hadapan Heechul. Menaikkan kedua kakinya, dan menyilangkannya. Menyangga dagunya dengan satu tangannya. Mulai menatap dengan tatapan penuh kecurigaan pada Heechul.

 

“Jangan katakan jika itu ulahmu.”

 

“Apa? Ulahku yang mana?

 

“Kau yang membuatnya hamil, iya ‘kan?”

 

Heechul meletakkan kasar majalahnya dan menatap tajam pada Hangeng. Meskipun pada kenyataannya dia yang salah, tapi dia tak mungkin mengalah begitu saja dan mengakui semuanya.

 

“Kenapa bisa menuduhku seperti itu. Kau dengar sendiri bukan, kalau male pregnant itu memang benar ada. Apa perlu aku menyuruh Youngie menjelaskannya lagi padamu?”

 

“Ck…. kau pikir aku bodoh dan tak melihatnya? Jangan kau kira aku diam dan membiarkanmu, aku itu tak tahu apapun. Kau pikir kepintaran aegya kita itu menurun dari siapa?”

 

“Tentu saja~”

 

“Aku…”

 

“Ck… nde. Anggap saja begitu.”

 

“Lalu kenapa kau masih membodohiku? Bukankah kau sudah berjanji untuk berhenti?”

 

“Kya!” Heechul sedikit berteriak. “Kau pikir aku mengingkari janjiku? Aku sudah tak menulis lagi dan bahkan semua peralatan menulisku sudah kau sembunyikan entah kemana. Kenapa masih memojokkanku?”

 

“Hahhaha…”Hangeng tertawa lirih. Jujur~ dia sebenarnya mulai kasihan dengan yeoja-nya ini. Terlihat jelas jika dia memang melemah. Anggap saja kehamilannya itu membuat sisi lembut dan lemahnya keluar.

 

Perlahan Hangeng memajukan tubuhnya dan meraih kedua tangan Heechul. Mencium kedua punggung tangan itu secara bergantian dan kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah cantik itu.

 

Heechul sedikit tersentak, tapi ia juga sama sekali tak bisa menolak ciuman kecil di bagian pipi kanannya dan terus naik hingga nafas Hangeng berhembus ditelinganya. Tubuhnya melemah perlahan, namun sesaat kemudian ia harus kembali dikejutkan oleh pergerakan Hangeng.

 

Heechul sedikit merinding dan ia memalingkan wajahnya dari Hangeng. Sangat takut dan tak nyaman saat Hangeng kini mengungkungnya dengan kedua lengan yang mengunci kedua pergelangan tangannya di atas kasur empuk mereka.

 

“Aku tahu kapan saat kau berbohong dan saat kau jujur.”

 

Dan Heechul kembali hanya diam. Ia terlalu takut  melawan Hangeng yang tengah diliputi rasa marah. Dari nada bicara Hangeng yang tegas itu sudah bisa dipastikan jika Hangeng tengah menindasnya dan akan terus menerus melakukannya hingga Heechul akan benar-benar tertekan.

 

“Kau benar-benar tak terdunga yeobo… aku~”

 

“Aku sudah mengatakannya, aku tak melakukan apapun.” Suara Heechul sudah mulai bergetar. Jujur, ia sangat takut sekarang.

 

“Hei~ kenapa kau malah seperti ini? Apa kau lemah dan ingin menangis?” Hangeng menurunkan lengan Heechul dan menangkup kedua pipi cantik itu. Menciumnya perlahan dan kemudian menggigit kecil pipi Heechul.

 

“Jebal Hannie~”

 

“Kau harusnya mengaku. Ini bukan masalah menulis saja. Tapi kau sudah kelewatan.”

 

“Hannie…” Heechul semakin bergetar dan kemudian berusaha memeluk Hangeng. Tapi namja itu malah menjauhkan tubuhnya dari Heechul. “Hannie…”

 

“Ck… Kim Heechul. Mengaku atau kau akan segera menandatangani berkas perceraian yang mungkin akan aku buat besok.”

 

“Mwo? Hannie! Apa maksudmu?”

 

Hangeng menjauhkan tubuhnya dari Heechul. Ia sudah menurunkan kedua kakinya dari atas bed mereka. “Bercerai, memangnya apa lagi? Itu konsekuensinya. Dan soal kehamilanmu,toh belum diketahui publik. Jadi aku mudah saja meminta surat perceraian.”

 

Heechul menahan rasa sakit yang tiba-tiba mendera hatinya dan mulai tertawa miris. “Kau tak akan melakukannya. Kau sangat mencintaiku.”

 

Tapi seakan mengacuhkan Heechul Hangeng beralih berjalan mendekati kabinet pakaiannya dan mengambil satu mantel besarnya. “Kim Heechul yang aku cintai, tak pernah membohongiku. Dia selalu mendengarkan aku dan meski juga terkadang dia melakukannya, tapi aku tahu ada kebaikan dalam hatinya. Bukan yeoja angkuh, dan egois yang selalu seenaknya dan memaksakan kehendak. Tak pernah mengaku salah atau bahkan meminta maaf.”

 

“Hannie, aku…”

 

Heechul tercekat. Suaranya seakan berhenti diujung bibirnya. Terlebih lagi, saat melihat Hangeng yang sudah memakai mantelnya mulai mencari kunci mobil kesayangannya. “Aku pergi. Tak baik aku mengganggumu, dan bukankah kita akan segera bercerai~”

“Hannie…hikss…” Tangis Heechul pecah dan ia segera turun dari bednya. Langsung memeluk namja itu dengan sangat erat.

 

“Pikirkan baik-baik Cho Heechul, atau kau akan benar-benar menjadi Kim lagi.” Perlahan tapi pasti, Hangeng melepaskan tangan Heechul yang melingkari pinggangnya. Berjalan tergesa dan segera meninggalkan kamar utama itu.

 

“Hannie, hikss… Hannie…”

 

.

 

.

 

.

 

“Kwangie, perasaanku tak enak.”

 

Kwangmin menoleh pada namja blonde yang menidurkan kepalanya di pahanya. Ia mengusap rambut namja itu dan sesekali merapihkan poninya. “Sudahlah, itu urusan appa dan umma. Kita tak seharusnya ikut campur.”

 

Youngmin menatap Kwangmin dan kemudian menyamankan posisinya. “Aku tak yakin kalau aku bisa sekolah dengan baik satu minggu ini. Terlebih memikirkan Umma dan appa. Apa kau tak takut, mereka akan benar-benar bercerai?”

 

Kwangmin tak menjawab. Dia hanya tersenyum dan kemudian kembali mengalihkan pandangannya dan menatap intens pada wajah Youngmin. “Kau semakin menggemaskan jika tidur, Hyung. Jadi, kau tidur saja dan jangan dipikirkan lagi.”

 

Awalnya merengut kesal, karena seakan Kwangmin adalah namja yang tahu segalanya. Sedangkan dia tak tahu apa-apa. Si kembar ini memang mendengarkan pertengkaran kecil itu. Tak menyangka jika perdebatan kedua orang tua mereka akan sampai separah ini.

 

Tapi, Kwangmin tetap tenang dan sama sekali tak terusik. Ia merogoh kantongnya saat merasakan ponselnya terus bergetar. Memastikan Youngmin sudah tertidur. “Nde, Appa.”

 

“…”

 

“Umma sepertinya sedikit sedih saat aku tinggalkan. Biarkan saja dulu, aku juga tak mau Umma terus membuat ulah.”

 

“…”

 

“Nde, appa. Aku juga tak mau Youngie hamil, itu akan sangat merepotkan.”

 

“…”

 

“Nde, arrasseo.”

 

Kwangmin menyudahi perbincangan singkatnya dan kemudian menundukkan wajahnya. Mencium lembut kening Youngmin dan terus tersenyum menatapnya. “Cantik~”

 

.

 

.

 

.

 

“Umma, ada apa denganmu?”

 

Kyuhyun merengut heran saat melihat Heechul yang terlihat sangat berantakkan. Semenjak hamil, memang Heechul seringkali terlihat berantakkan. Tapi kali ini, lebih berantakkan dari biasanya. Dan dia, yang memang tak tahu tentang perdebatan kecil kedua orang tuanya sama sekali tak curiga saat tak melihat Hangeng seharian ini.

 

“Apakah appa akan melewatkan makan malam, Umma?”

 

“Jangan tanyakan padaku. Kau bisa menelfonnya.”

 

“Ck.. Kyunie baby, Umma itu sensitif sekali. Tak kusangka orang hamil bisa begitu.” Sungmin kemudian menoleh pada Kyuhyun dan meraih lengannya. Bergelayut manja dan kemudian memainkan sendoknya. Memakan dengan malas salad buah yang ada dihadapannya.

 

Tapi sepertinya Heechul memang tengah kalut. Ia kemudian membanting sendoknya dan menatap Sungmin. “Kau tak tahu apapun, jadi jangan mengatakan apapun tentangku. Dan asal kau tahu, ini semua karenamu.“

 

Dan Sungmin mngacuhkan Heechul. Ia lebih memilih menyuapi Kyuhyun dan terus bermanja pada namja itu. “Kyunie, ayo makan lagi. Jangan malas makan seperti Umma. Kau bisa sakit.”

 

“Chagi, eum…”

 

“Wae? Kau tak suka saladnya. Atau mau yang lain? Ayolah Kyunie, biarkan saja Umma.” Sungmin melirik sinis pada Heechul. Entah kenapa, rasa kesal dan sedikit benci Sungmin pada yeoja itu tak kunjung hilang. Terlebih Heechul semakin ketus dan sering berkata kasar padanya.

 

“Kau sama sekali tak sopan Cho Sungmin.”

 

“Haish~ Umma saja yang terlalu sensitif.” Sungmin melirik sekilas pada Heechul. “Atau jangan-jangan Han appa memang tak pulang? Dia tak mau menemuimu, iya ‘kan? Dia bukan sibuk di galeri, tapi dia bosan karena kau terus saja suka marah-marah.”

 

“Cho Sungmin!” Entah kenapa Heechul semakin lama semakin kesal dengan Sungmin. Terlebih melihat Sungmin yang mengacuhkannya dan terus mengejeknya. Bermesraan didepannya dan semakin lama hal itu semakin membuatnya muak.

 

Dan Sungmin menoleh, dengan segala kepolosan dan juga kelicikannya yang sedikit membuat Heechul kesal. Heechul tahu pasti jika Sungmin memang sengaja ingin memancing kemarahannya. “Apa?”

 

“Kau~”

 

“Apa, Umma? Apa kau mau juga Han appa menyuapimu? Ck…. kasihan sekali.”

 

“Kya~ Cho Sungmin!”

 

Dan sebelum mereka menjadi semakin parah dan bertengkar hebat, Kyuhyun segera menarik tubuh Sungmin kedalam dekapannya. Ia mengajak Sungmin untuk berdiri. “Umma, maafkan Sungmin. Kau tahu sendiri bukan, jika orang hamil memang begini. Dia lelah Umma, dan sebaiknya kau juga istirahat. Aku yakin, appa benar-benar sibuk di galerry.”

 

Kyuhyun kemudian berbalik dan hendak meninggalkan Heechul. Namun yeoja itu menggebrak sedikit kuat meja makannya, membuat Kyuhyun dan Sungmin berbalik. Mereka mengurungkan niatnya saat melihat yeoja itu menangis pelan.

 

“Umma…” Kyuhyun bergumam pelan, dan kemudian menatap Sungmin.

 

“Ck~ sangat merepotkan. Ayo bawa Umma ke kamarnya.” Meski  terlihat acuh, tapi Sungmin masih cukup mempedulikan yeoja itu. Ia dan Kyuhyun membimbing Heechul kekamarnya. Meski sempat menolak tapi akhirnya Heechul menyerah dan mengikuti kedua aegyanya itu.

 

.

 

.

 

“Jadi, kemana appa?” Kyuhyun bertanya dengan penuh selidik saat Heechul akhirnya mengatakan yang sebenarnya. Mengatakan jika Hangeng memang sengaja pergi dan tak pulang kerumah dulu. Dan itu karena kesalahannya.

 

“Entahlah~ tapi yang pasti dia meninggalkan aku. Hiks… padahal aku sedang hamil. Hikss…”

 

“Ck~ jangan manja begitu Umma! Malu dengan umurmu.”

 

Kyuhyun menepuk pelan paha Sungmin. Entah darimana asalnya, kebiasaan berbicara pedas Sungmin semakin lama semakin parah saja. “Jangan seperti itu Ming.” Kyuhyun kemudian kembali menghadap Heechul. “Jadi, masalah sebenarnya apa? Tak mungkin hanya karena kau ingin menulis dan appa akan menceraikanmu. Pasti ada hal lain.”

 

Heechul duduk gelisah. Biar bagaimanapun, dia sangat mencintai Hangeng. Berulang kali ia meremas tautan jemarinya dan menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian. “Apakah jika Umma mengatakannya, kalian tak akan marah?”

 

“Memangnya apa? Kalau mau mengatakan, ya katakan saja. Kenapa harus takut begitu?” Sungmin yang mulai kesal, terus saja berbicara ketus. Ini sudah mulai malam dan harusnya ia sudah menikmati tidur malam hangatnya bersama Kyuhyun. Bukannya malah terkurung dikamar utama yang begitu luas ini. Membuatnya hampir mati bosan dan kesal.

 

“Ck… chagi~” Kyuhyunmengusap lengan Sungmin dan sedikit menenangkannya. Sementara itu Heechul kemudian menatap dalam pada Kyuhyun dan Sungmin. Sungguh ia tak yakin dengan pengakuannya kali ini, tapi ia tak mungkin merelakan pernikahannya.

 

“Eum, sebenarnya ada satu rahasia dan umma harap kalian tak akan marah karena ini.”

 

“Apa?” Sungmin yang mulai tertarik kemudian menyamankan posisi duduknya didepan Kyuhyun. “Sepertinya penting sekali.”

 

“Eum… sebenarnya~” Heechul terhenti. Perkataan itu sungguh sangat sulit keluar. Ia terus mencoba meyakinkan dirinya sendiri jika inilah yang terbaik,’Demi kau, Hannie.’

 

Sebenarnya appa, Umma?”

 

Heechul menatap dalam pada Sungmin dan kemudian mengusap perut namja itu. “Sebenarnya, kehamilan Sungmin adalah rekayasa Umma.”

 

“Mwo!?!”

 

“Apah?!”

 

Kedua namja itu menatap tak percaya pada Heechul. Terlebih Sungmin, ia sudah memperlihatkan kilatan kemarahan yang benar-benar memuncak dalam dirinya. “Apa maksud Umma?! Huh… jangan bercanda!”

 

“Itu, aku~” Heechul kembali diam dan gelisah. Ia menatap takut-takut pada Kyuhyun dan Sungmin.

 

Kyuhyun menatap penuh selidik pada Heechul ia kembali teringat saat dengan susah payah Heechul memohon untuk bisa pergi ke China. “Jangan katakan perjalanan ke China waktu itu kau lakukan hanya untuk ini?”

 

“Kyunie, Umma~”

 

“Ah~ atau memang benar kau mencampurkan sesuatu kedalam makananku waktu itu.” Sungmin berganti mendesak Heechul. “Dan itu yang membuatku hamil? Ia ‘kan?”

 

“Kyunie, Sungminnie, itu sebenarnya~ hikss…” dan tangis Heechul pecah. “Jika bukan karena appa kalian yang memaksanya, aku juga tak mau mengakuinya. Dan sekarang aku hamil, itu juga karena ramuan itu. Bukankah Tuhan sudah menghukumku, jadi Umma mohon~ jangan memarahi umma.”

 

“Yak! Aish! Kau pikir ini masalah enteng eoh?! Aku namja dan aku hamil, kau pikir ini lucu?!”

 

Heechul meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya erat. Tak membiarkan namja itu melepaskannya. “Umma mohon, Ming. Jangan membenci Umma. Umma hanya ingin ada penerus dikeluarga kita.”

 

“Ck… Umma~” Kyuhyun mendesah dengan suara beratnya. Ia tahu ini akan sulit dan mungkin Sungmin akan semakin membenci Heechul. “Harusnya kau membicarakannya dengan kami. Bukan kami tak bahagia dengan aegya itu, tapi Sungmin pasti punya pilihan.”

 

“Hikss… mianhe…~”

 

Sungmin merengut marah. Ia sungguh kesal, terlebih sikap Kyuhyun yang seakan lebih membela Heechu. “Maaf? Enak saja bilang maaf. Kau tahu, tubuhku berubah drastis, dan ini sangat aneh. Aku bisa gila! Apa kau menjamin tubuhku akan kembali seperti dulu? Kau~”

 

“Sudahlah Sungmin chagi~”

 

“Tapi Kyu! Ummamu ini~”

 

“Chagi~”

 

“Aish!” Sungmin menghentak kesal. Dengan sedikit kasar ia mendorong agar Heechul menjauh darinya. “Kau keterlaluan, Umma!”

 

 

.

 

.

 

.

 Sungmin membuka dengan kasar pintu kamarnya. Mulutnya terus mengumpat pelan. Sementara itu, Kyuhyun menenangkan Heechul sebentar dan kemudian menyusul Sungmin. Tak mungkin ia membiarkan Sungmin terus menerus dalam emosi yang tinggi, dan mungkin saja dia akan kembali mengamuk malam-malam begini.

 

“Ming chagi, tunggu!”

 

“Urusi saja Umma-mu Cho!dia sudah tak waras.”

 

“Sebentar baby, ayolah~” Kyuhyun mencoba menangkap tubuh Sungmin yang terus menghindarinya.

 

“Yak! Lepaskan aku!”

 

Sungmin mencoba meronta dan melepaskan cengkraman Kyuhyun pada lengannya. Tapi sayang, namja itu terlalu kuat memegang kedua lengannya. “Ming, maafkan Umma.”

 

“Enak saja dia bilang maaf.”

 

“Ayolah chagi, lagipula aegya kita nantinya pasti membuatmu lebih bahagia. Bukankah kau juga menyukai anak kecil.” Kyuhyun tersenyum aneh dan berusaha menggoda Sungmin. “Dan lihatlah, Sungmin-ku yang manis ini makin lama makin terlihat seperti anak kecil. Aish… kau menggemaskan Ming.”

 

Sungmin menatao tak suka dengan wajah konyol Kyuhyun. “Ya! Ka pikir aku senang dengan ini?” Sungmin menunjuk perutnya sendiri. Meski belum terlihat tetap saja perubahan itu ada didalam tubuhnya.  

 

“Tapi, Ming. Itu anak kita dan~”

 

“Ah, baiklah~ anggap aku menyukai anak kecil dan menyukai anak ini. Tapi see~ umma memainkan kartunya lagi. Ummamu sudah gila Kyunie! Dia benar-benar diluar dugaan.”

 

“Ming, chagi~ sudahlah.”

 

Sungmin mendesah tak percaya. “Aish, aku benci ini. Aku membenci ini, Kyunie. Kau menyebalkan!” Sungmin berhasil melepaskan tangannya dan mendorong Kyuhyun dengan sedikit kasar, dan kemudian menjatuhkan perlahan tubuhnya ke atas bed mereka. “Umma sudah gila.”

 

Kyuhyun mengacak rambutnya. FRUSTASI. Tentu saja. Dikamar utama di rumah itu, Nyonya besar masih menangis dan sekarang ditambah lagi dengan Sungmin yang terus saja marah-marah. Memang, jika dipikir lagi Sungmin sangat berhak marah. Tapi kali ini, mungkin kejahilan Heechul juga ada untungnya.

 

“Tapi apa kau tak kasihan dengan Umma. Dia sedang hamil, dan appa akan menceraikannya dan~”

 

“Biar saja. Biar tahu rasa.”

 

“Ming!”

 

“Aish~ jangan membentakku, Cho. Atau kau juga ingin kita bercerai?”

 

“Ahni.” Kyuhyun menatap melas pada Sungmin. “Kenapa berbicara seperti itu? Kau tahu aku sangat mencintaimu.”

 

“Kalau begitu, berhenti membela Ummamu. Biar dia tahu rasa.”

 

“Ayolah chagi, sudahlah.” Kyuhyun mencoba menyentuh lengan Sungmin. Namun kembali namja itu menepisnya. Membuang wajahnya dari hadapan Kyuhyun dan terus memasang pose marah dengan wajah yang benar-benar menggemaskan.

 

Kyuhyun bersusah payah menahan tawanya. Sungguh, jika tak sedang marah mungkin saja dia akan bermesraan dan kemudian kissing dan necking dan ~ ‘Aish, Cho Kyuhyun! Ingat, jinakkan dulu bunny-mu ini.’ Kyuhyun menggelengkan kepalanya, berusaha membuang pikiran-pikiran kotor yang hampir tiap detik terus saja menggodanya.

 

Kyuhyun mendekati Sungmin dan mengusap dahinya. “Ming, ayolah. Hanya menelfon appa dan katakan kau sudah memaafkan umma.”

 

“Yak! Seenaknya saja. Umma sudah keterlaluan, dan jika dituruti terus maka dia bisa saja melakukan hal yang lebih dari ini.”

 

“Haish…. aku tak mau Umma dan appa bercerai. Lagi pula Umma juga sedang hamil. Ayolah chagi…”

 

Kyuhyun terus merajuk, membuat Sungmin lama kelamaan menjadi risih dengan tingkahnya. “Baiklah.” Kyuhyun tersenyum saat mendengar perkataan Sungmin. “Tapi ada syaratnya.”

 

“Apa?”

 

“Tapi,apakah kau sungguh-sungguh akan mengabulkannya.”

 

“Nde, tentu saja. Apapun, asal kau memaafkan Umma dan menerima aegya kita.”

 

Sungmin tersenyum licik. Ia kemudian bangkit dari posisi berbaringnya. “Aku ingin~”

 

“Apa?”

 

“Aku~”

 

.

 

.

 

.

 

“Haish~ hentikan Sungmin. Ayolah, apa kau tega melihatku menderita karena kelakuanmu?”

 

“Biar saja. Sekali-kali sebelum semuanya hancur. Kau tahu, aku merindukan mereka. Beberapa hari tak kuliah rasanya bosan setengah mati. Ditambah lagi dengan Ummamu yang makin lama bisa membuatku mati kesal.”

 

“Tapi Ming~”

 

“Ck~ masuk atau aku tak akan menelfon Han appa. Biarkan saja mereka bercerai, dan Ummamu akan menangis sampai gila. Hahaha…”

 

“Aish… baiklah-baiklah.”

 

Kyuhyun mengacak rambutnya. FRUSTASI. Tentu saja. Bagaimana ia tidak menjadi gila jika sekarang Sungmin sudah mengundang begitu banyak yeoja ke paviliun kecil dibelakang rumah mereka. Dia bilang, ini sebagai pesta perpisahan dengan tubuh sexy dan juga semua yeojanya.

 

Tak mungkin Sungmin tak cuti kuliah dan membiarkan semua orang tahu jika ia hamil. Dan, inilah sesuatu yang harus dilakukan Kyuhyun. Sungmin selalu punya cara untuk mendapatkan semuanya.

 

“Ah~ Eve!”

 

Sungmin berteriak senang dan membiarkan  yeoja itu memeluknya. Sementara Kyuhyun, ia harus merengut terus menerus. Terlebih semua fans Sungmin mulai mendekati Sungmin dan menyeretnya menjauh dari Kyuhyun.

 

“Ish! Kelinci nakal!”

 

.

 

.

 

Flashback On

 

.

 

.

 

“Nde, tentu saja. Apapun, asal kau memaafkan Umma dan menerima aegya kita.”

 

Sungmin tersenyum licik. Ia kemudian bangkit dari posisi berbaringnya. “Aku ingin~”

 

“Apa?”

 

“Aku~”

 

“Apa?”

 

“Aku ingin kita pesta di rumah ini, malam ini juga.”

 

“Mwo?”

 

“Tapi, Ming. Ini sudah malam, mana ada yang mau datang. Semua relasi appa adalah orang penting, jika kau mengundang mereka dadakan seperti ini maka…”

 

“Siapa yang akan mengundang mereka?” Sungmin tersenyum licik dan kemudian meraih ponselnya. “Aku yang akan mengundang mereka.” Kemudian sibuk mencari beberapa kontak ID.

 

“Apa maksudmu?”

 

“Ck…” Sungmin berdecak kesal dan kemudian mulai merayu Kyuhyun. Ia duduk nyaman di hadapan Kyuhyun. Meletakkan ponselnya dan kemudian mengusap pelan bagian dada Kyuhyun. “Kyunie~”

 

“Heum? Eheemm… kau sedang ingin ‘itu’?”

 

.

Plukkk~

.

 

“Dasar mesum!”

 

Sungmin memukul pelan dada Kyuhyun. Membuat namja itu tertawa lirih. “Lalu apa?”

 

“Kau tahu bukan, jika kalau kita menikah maka akan ada pesta lajang?”

 

“Mwo?” Kyuhyun membulatkan kedua matanya. “Tapi kita sudah menikah. Dan kau tak berhak mengadakan pesta itu, bahkan memikirkannya saja tak boleh.”

 

“Tapi Kyunie~”

 

“Yak! Aish…” Kyuhyun berusaha menghindari tatapan khas anak 5 tahun yang tengah merengek itu. Ia tak mungkin membiarkan Sungmin mengadakan pesta itu. “Aku tak mau nantinya kau bertemu yeoja-yeoja aneh itu. Dan terlebih, semua fansmu disekolah.”

 

“Tapi Kyunie, aku merindukan mereka. Aku akan cuti saat tubuhku mulai terlihat aneh, aku juga akan menelfon Han appa. Dan aku juga akan memaafkan umma dan menerima aegya kita. Ayolah~”

 

“Yak~ darimana kau punya pikiran selicik ini? Aku tahu kau hanya ingin bertemu yeoja-yeoja pengganggu itu. Terlebih Eve. Dan jangan kau pikir aku tak tahu kalau Eve sudah pulang dari Rusia.”

 

“Mwo? Jeongmall?!”

 

Kedua mata Sungmin berbinar. Sementara Kyuhyun, ia kembali mengumpat dalam hati. ‘Shit~’

 

“Ayolah Kyunie~”

 

“Tapi Ming~”

 

“Kita pesta atau kau akan kehilangan semuanya. Aku tak akan mau aegya ini, tak akan melakukan apapun dan kita bercerai!” Sungmin menatap tajam pada Kyuhyun.

 

“Tapi, Ming. Kau mencintaiku bukan? Kenapa sep~”

 

“Ayolah, Kyunie…”

 

.

 

.

 

Flashback Off

.

 

.

 

TBC

.

.

.

Hahhaa… datang lagi bawa part gaje. Gimana part ini? Moga ga marah ma pesta lajang-nya Sungmin chagi…

 

GamsaHAE ^__^

 

Untuk yang selalu like and comment. Really, i love you all

 

Yosh… seperti biasa, abaikan typo’s and

Mind to comment?

68 thoughts on “D.R.A.M.A after Story || KyuMin || Yaoi || M-preg || Ch. 5 ||

  1. aku rasa kadang kyuhyun kurang tegas ke sungmin, mungkin karena terlalu cinta kali ya? sesekali dibuat kyuhyuhnya marah dong authornim >< kkekeke~
    hwaiting buat lannjutan chapternya :3

  2. Hahaha ini partnya lucu, aduh gak sabar liat pesta lajangnya ming dan raut wajah cemburunya kyu yang ikut di pesta itu, umm.. Itu foto hanchulnya romantis bangeeet! Keren!

  3. Ahhhh sedih juga sama nasibnya heenim eomma:'((((((( eh tapi aku suka deh sama setiap kyumin moment di chap ini!! Mereka keliatan kaya suami-istri yg bener2 wkwkwkwk oh oke ming uat ide gila lagi ckck poor kyu~ lanjut eonnnnn!!

  4. kali ini bner2 kasihan sama cinderella itu heechul sabar ya ….. sungmin nakal bgt durhaka lo cho sungmin klu gtu sama ortu hahaha
    aduh kyu sabar y si bunny mu itu memang kdang susah di jinakkan
    lanjuuuut…………..

  5. Yakk..cho sungmin…apa apaan itu?? Kok bwa bwa pesta dgn para yeoja genit? Terus,kyunie mau dikemanakan,eoh? Haishh..malang nian nasipmu cho…:'( go..go..go..eon cepatan update udah penasaran dgn kelanjutannya..:D

  6. kok jadi dramatis gini…
    sekalipun heechul keterlaluan tapi kasihan juga…
    kenapa sifat playboynya ming nggak ilang”…
    semoga aja setelah permintaan ngadain pesta itu sikap playboy sungmin ilang…

  7. ngakak sma syarat dr ming..pesta lajang?? ckck min ati2,jangan smpe kyu cmburu brat,,trus abis it min dpt hukuman dr kyu…kasian ma heecul,,tp skali kali dy musti d kerasin,,biar gak berbuat seenakx..tp mga gak jd cerai yah..

  8. huaaa…
    Ming ancamannya sadis amat ya.
    Bikin kyuhyun susah untuk berkutik.
    Ming tega amat ama ibu mertua,kyuhyun pun ikut kena imbasnya.
    Hahaha…

    Aduh…
    Kasihan juga liat heechul umma.
    Han appa ma’afin heechul umma ne.🙂

    Okehlah eonnie di tunggu chap selanjutnya.
    FF eonnie DAEBAK…!!!
    Nggak sabar nunggu chap depan.😀

  9. Ya Allah~
    Ming apa yang kau lakukan sih?
    Masa bikin pesta kayak gitu?
    Isinya yeoja-yeoja centil semua lagi…
    Mantanmu pula,?!!
    Lah terus Kyu mau dikemanain?
    Hadeehh~
    Yang sabar yaa Kyu… *tepuk pundak Kyu*

    Uwow~ O_O
    Masalah satu belum selesai,, masalah lain datang lagi…
    Ckckck… *geleng kepala*
    Han appa~ maafkanlah Hee umma…
    Kesian dia…
    Hee umma yang sabar yaa…^^ *peluk Hee umma*

    Lanjut eon!!!
    Semangat!! (^_^)9
    Update kilat eon!!!
    kkkk~^^v

  10. pesta lajang? wew o.O
    si ming tetep aja ia sifat playboy nya kgak hilang2.
    eon,bole usul gk?
    gmn kl chap dpn, ming lg ‘gitu2an’ sama eve (jgn nc-an eon,ckup cipok2an aja. sya gk rela kl ming nc-an sma slain kyu :p),, trus ketauan kyu. trus kyu marah besar. sekali2 bkin kyu mrah besar sama ming,eon. biar ming jg kapok.kgak jd playboy lg ^^v

  11. wehehehehe konfliknya makin kerasa, makin seru~~
    ah heechul, kasian sekali. han appa jg tega, tp mau gimana lagi. hee umma sih. hehehe
    omo! Minnie! kau benar” bunny nakal😄
    lanjut ya eon, fighting ^^9

  12. hwaahaahaha kasian sekali chullie umma d’tgl han appa….permintaan Ming sungguh m’bwt Kyu bete,trz pa yg t’jadi selama pesta lajang tu b’langsung pstiii Kyu cuma bz manyuuun….Lanjuuutttt ya!!!!

  13. umin kq galak bgt yak…jgn2 ketularan heenim tuh…aigo~~ sesekali umin d bikin takut ama kyu donk rain, kliatane kyu byk ngalah.na…huft
    lanjuttt !!
    fighting !!

  14. Kyaa!
    Ming omongan’ny pedes bgt,kan kshn heechul umma,:(
    kyk.a kyu hrs ngasih pljrn ke ming spya omongan’ny gk pedes lg .. *minjem smirk kyu*

  15. Kasiannya Heechul Umma
    tapi dia juga sih yang keterlaluan
    semoga saja mereka (HanChul) tidak jadi bercerai u,U

    Kyu yang sabar yah
    mungkin Sungmin lagi ngidam
    waks xD
    ini sangat bagus😀

  16. miris nasib kyuhyun ~ hahahhha
    disini ming sbgai pengendali ya ~ kyu sllu nurutin apa kata ming ,, poor Kyu

    han appa keterlaluan,,chullie lagi hamil malah diberi tekanan ky gito ,, uhk

  17. loh, bukannya di DRAMA saat Hangeng memprotes heechul karena menikahkan sungmin dan kyuhyun dan dia mengkhawatirkan penerus keluarga Cho, Heechul menjawab bahwa kyuhyun bisa mengadopsi bayi. kenapa di sini heechul justru heechul mengkhawatirkan penerus keluarga Cho?

  18. Ah TBC’a ganggu aja..
    Hangeng bnran mw cerain Heechul ato cuma rencana’a dia aja ??
    Buseet tuh pikiran Ming ada2 aja, ngundang yeoja2 krmh buat pesta ckck
    Kyu evil bisa mati muda tuh😄

  19. jiahh hahaha kasian sekali kau kyuppa…
    mudah”an mingppa ngidamnya yang aneh aneh ajah,, biar kyuppa repot *ketawa bareng mingppa*

  20. Ck chul eomma nekat sih jadi dia sendiri kan yg kena, tapi kasian juga sih kalo dia sampe cerai sama han appa. ming pinter banget bikin syaratnya hahaha.

  21. Kasian heechul…
    dan mulut sungmin memang keterlaluan juga minta di gaplok
    hahaha
    *adanya gue duluan digaplok pumkins*
    Dan apa sungmin sama skali gak ada rasa senang ya krn akan punya anak hasil buah cinta nya sama kyuhyun…..??

  22. wah akhirnya ketauan jg..
    ckck..
    heecul uma kyknya kasian jg ya?
    tapi slah sndri knp bertindak kelewatan..
    he…
    #evil laugh

    ayo ming opa yg mw pesta lajang..
    q mendukungmu..
    gkgk…

    jo twins gmna klanjutan kisahnya yah?
    next capter ..
    #bow

  23. Hai kak, aduh maaf tadi gangguan terus email aku nya -,- jd baru bisa komen skrg. Mianhae🙂
    aduh ka, bener2 penasaran sama kwangyoung nih, penasaran sama klanjutannya baby nya Ming ><

  24. Hai kak, aduh maaf tadi gangguan terus email aku nya -,- jd baru bisa komen skrg. Mianhae🙂
    aduh ka, bener2 penasaran sama kwangyoung nih, penasaran sama klanjutan party nya Ming ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s